Anda di halaman 1dari 8

PENDAHULUAN

Latar Belakang
Alat ukur merupakan suatu yang digunakan untuk mengetahui besaran
suatu alat. Besaran yang didapat dapat berupa menggunakan SI yang berupa
satuan panjang (meter), waktu (t), suhu (oC), dan satuan massa (gram). Hasil
pengukuran sangat mempengaruhi data yang dihasilkan. Data yang akurat
ditentukan dari hasil pengukuran. Pengukuran dapat dilakukan dengan
menggunakan beberapa alat, diantaranya thermometer, thermokopel, kalorimeter,
dan sebagainya.
Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan saat melakukan pengukuran
standar yang dipakai harus sesuai dengan standar yang ada. Standar yang dipakai
dapat berupa standar SI maupun British. Selain itu, dalam pengukuran perlu
memperhatikan skala yang ada pada alat ukur. Gunakan sesuai skala yang ada
pada alat. Periksa kondisi alat juga harus dilakukan. Hasil pengukuran akan
diperoleh sesuai yang diharap jika dilakukan dengan serius dan teliti. Hasil
pengukuran sangat penting untuk mengetahui parameter apa saja yang dibutuhkan
untuk memperbaiki kondisi suatu bahan, alat, maupun lingkungan.
Tujuan
Tujuan melakukan praktikum adalah praktikan dapat :
1. Mengetahui peralatan/instrumen untuk mengukur aspek energi dan listrik
pertanian.
2. Mampu mengoperasikan beberapa n/instrumen ukur dan menjelaskan
prinsip kerjanya.
METODOLOGI
Waktu dan Tempat
Praktikum dilaksanakan pada hari Senin, 22 Februari 2016 di
Laboratorium Energi dan Listrik Pertanian. Praktikum dilaksanakan pada pukul
10.00-11.00 WIB.
Alat dan Bahan
Alat dan bahan digunakan dalam praktikum adalah :
1. Kempa Briket Manual
2. Hybrid Record (digital)
3. Kalori Meter
4. Power Analyzer

5. Multitester
6. Neraca Analitik
7. Clamp Meter
8. Pyranometer
9. Thermal Conductivity Meter
10. Klimomaster
11. Boom Kalori Meter
12. Oil Bath
13. Oven
14. Grainer moisture tester
15. Infrared recorder
Prosedur Praktikum
1. Lakukan inventarisasi instrumen yang dapat dipergunakan untuk
mengukur parameter lingkungan berdasarkan informasi dari dosen
praktikum.
2. Seluruh instrumen yang diukur di laboratorium disebutkan nama
instrumen, spesifikasi alat, kegunaan, dan cara kerjanya.
3. Uraikan beberapa instrumen yang dijelaskan.
4. Instrumen diatas digunakan dalam penyusunan laporan.
HASIL DAN PEMBAHASAN
1. Kempa Briket Manual
Pembuatan briket yang telah kita ketahui saat ini sudah berkembang,
dimana salah satu alat dan mesin pengempa briket yang telah ada dan digunakan
dimasyarakat yaitu alat kempa tuas biasa, alat kempa tipe ulir, alat kempa hidrolik
(hydraulic). Alat kempa tuas biasa (alat kempa manual) berupa batang yang tegak,
lurus dan bekerja dengan prinsip kempa (press) secara manual. Briket yang
dihasilkan biasanya berbentuk silinder dengan garis tengah dan ketebalan briket
yang terbatas.(Azini 2010)
Cara kerja alat ini sangat sederhana, bahan briket yang akan dikempa
dimasukkan ke dalam ruang kempa berbentuk silinder setelah diberi perekat. Lalu
silinder ditekan menggunakan batang kempa secara manual menggunakan tenaga
tangan.
2. Kalorimeter
Kalorimeter adalah alat untuk menentukan kalor jenis suatu zat. Prinsip
kerja kalorimeter adalah sebagai berikut: Kalorimeter terdiri atas bejana logam

yang jenisnya telah diketahui, dinding penyekat dari isolator yang berfungsi untuk
mencegah terjadinya perambatan kalor ke lingkungan sekitar, termometer, dan
pengaduk. Bejana logam berisi air yang suhu awalnya dapat diketahui dari
termometer. Jika sebuah bahan yang belum diketahui kalor jenisnya dipanaskan,
kemudian dimasukkan ke dalam kalorimeter dengan cepat, kalor jenis itu dapat
dihitung.
Untuk mempercepat terciptanya keseimbangan termal, bersamaan dengan
dimasukkannya bahan ke dalam kalorimeter, air dalam bejana diaduk.
Keseimbangan termal terjadi jika suhu yang ditunjukkan oleh termometer sudah
konstan. Pada saat terjadi keseimbangan termal itulah kalor jenis bahan dapat
dihitung berdasarkan asas black.
Pengukuran kalor jenis dengan calorimeter didasarkan pada asas Black,
yaitu kalor yang diterima oleh calorimeter sama dengan kalor yang diberikan oleh
zat yang dicari kalor jenisnya. Hal ini mengandung pengertian jika dua benda
yang berbeda suhunya saling bersentuhan, maka akan menuju kesetimbangan
termodinamika. Suhu akhir kedua benda akan sama.
3. Hybrid Recorder
Hybrid Recorder berfungsi untuk mengkonversi pembacaan suhu dari
sensor termokopel. Termokope diletakkan pada bagian yang diukur suhunya
langsung dihubungkan dengan hybrid recorder. Data suhu akantersimpan secara
otomatis di dalam hybrid recorder dan dapat diatur pembacaan suhunya sesuai
pengulangan waktu yang dibutuhkan. Fungsinya : merekam data dari termokopel
dari 12 socket, merekam tren analog di atas lebar pencatatan efektif dari 250 mm,
nilai ukur digital, pesan berbagai rekaman zona dan sebagian dikompresidan
diperluas.
4. Bom kalorimeter
Bom kalorimeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur jumlah
kalor (nilai kalori) yangdibebaskan pada pembakaran sempurna (dalam O 2
berlebih) suatu senyawa, bahan makanan, bahanbakar. Sejumlah sampel
ditempatkan pada tabung beroksigen yang tercelup dalam medium penyerap kalor
(kalorimeter), dan sampel akan terbakar oleh api listrik dari kawat logam
terpasang dalam tabung. Kalor pembakaran biasanya diukur dengan menempatkan
senyawa yang massanya diketahui dalam wadah baja atau kalimeter bom volume
konstan, yang diisi dengan oksigen pada tekanan 30 atm. (Chang 2005)
Cara Kerja Kalorimeter Bom yaitu Sejumlah tertentu zat yang akan diuji
ditempatkan dalam cawan platina dan sebuah "kumparan besi yang diketahui
beratnya (yang juga akan dibakar) ditempatkan pula pada cawan platina
sedemikian sehingga menempel pada zat yang akan diuji. Kalorimeter bom

kemudian ditutup dan tutupnya lalu dikencangkan. Setelah itu "bom" diisi dengan
O2 hingga tekanannya mencapai 25 atm. Kemudian "bom" dimasukkan ke dalam
kalorimeter yang diisi air. Setelah semuanya tersusun, sejumlah tertentu aliran
listrik dialirkan ke kawat besi dan setelahterjadi pambakaran, kenaikan suhu
diukur. Kapasitas panas (atau harga air) bom, kalorimeter, pengaduk,dan
termometer ditentukan.
5. Oil bath
Oil Bath berfungsi sebagai alat pemanas. Metoda pemanasan dengan
menggunakan oil bath dianggap sebagai pilihan yang tepat. Karena sifatnya yang
stabil, tidak mudah terbakar. Meskipun mencapai suhu 100C, tidak mudah
menguap dan mampu mempertahankan suhu konstan untuk menjamin kesatabilan
reaksi yang terjadi.
Prinsip dari Oil Bath adalah Pada saat saklar digeser pada posisi on, maka arus
listrik dari sumber akan memberikan listrik pada heater. Heater yang diberi arus
listrik akan memberikan panas pada alat, suhu semakin tinggi. Sensor termostat
yang ditempatkan di daerah pemanasan pada oil bath akan ikut menjadi panas dan
memuaikan cairan dalam sensor tersebut. Pada derajat suhu tertentu, dimana
pemuaian dari cairan sensor cukup tinggi, maka bertambahnya volume cairan
sensor ini akan memberikan tekanan pada kontaktor termostat sehingga kontaktor
terbuka. Dengan tebukanya kontaktor termostat , heater tidak mendapatkan suplly
arus. Suhu berangsur-angsur turun, tekanan pada sensor termostat kembali turun
sehingga kontaktor kembali tertutup. Terjadi pemanasan kembali.
6. Klimomaster
klimomaster adalah anemometer termal multi-fungsi . Sangat cocok untuk
banyak aplikasi HVAC , seperti ventilasi fasilitas , pengukuran lingkungan , dan
HVAC balancing. Cara kerja alat ini dengan menggunakan probe sebagai sensor
yang dihubungkan dengan konektor probe atau kabel probe ke unit utama alat.
Terdapat beberapa menu dalam alat yang didapat diakses melalu display dan hasil
pengukuran langsung tertera di layar alat.
7. Thermal Conductivity Sensors
Penggunaan konduktivitas thermal dari gas untuk mengukur kelembapan
dapat di ukur oleh sebuah sensor termistor. Aplikasi Vakum sensor pada industri.
misalnya untuk mesin pengeringan. Prinsip kerja: terdiri dari dua ruang masingmasing dengan sebuah sensor identik konduktivitas termal, Satu ruang yang
ditutup dan diisi dengan gas referensi, dan yang lainnya menerima gas sampel,
Perbedaan konduktivitas termal dari sampel gas referensi dan diterjemahkan ke

dalam angka konsentrasi oleh sirkuit mikroprosesor dalam unit elektronik.


Konduktivitas panas yang diartikan sebagai kemampuan suatu materi untuk
menghantarkan panas, merupakan salah
satu perameter yang diperlukan
dalam eksplorasi panas bumi. Salah satu alat yang dapat digunakan untuk
mengukur konduktifitas termal bahan adalah Thermal Conductivity meter yang
dapat mengukur konduktivitas yang mempunyai rentang 0,02 10 W/mk ) atau
bahan yang memilikisifat isolator.
8. Pyranometer
Pyranometer atau solarmeter digunakan untuk mengukur besarnya
pengaruh radiasi cahaya pada permukaan bidang dengan satuan W/m2
Pyranometer tidak memerlukan sumber listrik untuk beroperasi dan sering
digunakan dalam meteorologi, klimatologi, studi energi surya dan
fisikabangunan. Benda ini dapat dilihat di banyak stasiun meteorologi
-biasanya dipasang horizontal dan di samping panel surya - biasanya dipasang
dengan permukaan sensor pada bidang panel. Prinsip kerja dari alat ini sebgai
berikut. Sinar matahari/ radiasi yang datang secara langsung maupun yang
dipancarkan atmosfer (global radiasi solar) dan yang dihamburkan langit akan
menembus glass dome. Radiasi dengan panjang gelombang sampai dengan 3.0
mikron akan diteruskan ke lempeng logam hitam dan putih. Lempeng logam
hitam akan mengabsorbsi panas radiasi sementara lempeng putih akan
memantulkan radiasi sehingga terjadi perbedaan temperatur diantara kedua jenis
lempeng logam ini. Perbedaan temperatur dari kedua lempeng ini
dihubungkan ke circuit thermojunctions yang mengubah besaran panas
menjadi perbedaan tegangan potensial diantara kedua ujung lempeng.
Ketika sinar matahari jatuh pada sebuah pyranometer, sensor
thermopile menghasilkan respon proporsional biasanya dalam 30 detik atau
kurang: sinar matahari, semakin panas mendapat sensor dan semakin besar
arus listrik yang dihasilkannya. Thermopile ini dirancang untuk secara tepat
linier (jadi dua kalilipat dari radiasi surya menghasilkan dua kali lebih banyak
saat ini) dan juga memiliki respon terarah: menghasilkan output maksimum
ketika matahari beradatepat di atas kepala (di tengah hari) dan nol output ketika
Matahari berada pada cakrawala (di waktu fajar atau senja). Ini disebut respon
kosinus (atau kosinuskoreksi), karena sinyal listrik dari pyranometer bervariasi
dengan kosinus sudut antara sinar matahari dan vertikal.
9. Oven
Fungsi: Mengukur kadar air bahan. Prinsip dasar pengukuran dengan
menguapkan air pada bahan sampai habis pada suhu 100C dalam waktu 24-72
jam. Kadar air yang terukur dalam basib basah dan basis kering. Kapasitas dan

sensitivisas oven bermacam-macam mulai dari yang terkecil sampai yang terbesar
tergantung jenis dan merk oven tersebut. Prosedur pengukuran : Bahan yang akan
di ukur ditimbang terlebih dahulu sebanyak 5-10 gram, usahakan berat seragam.
Kemudian dimasukkan ke dalam oven pada suhu 100C. Setelah 24-72 jam bahan
diambil kemudian ditimbang kembali dan diukur kadar air basis basah dan basis
kering menggunakan rumus diatas.
Metode oven bisa memiliki kelebihan yaitu suhu dan kecepatan
proses pengeringan dapat diatur sesuai keinginan , tidak terpengaruh cuaca,
sanitisi dan higiene dapat dikendalikan. Selain kelebihan metode ini juga memiliki
kekurangan keterampilan dan peralatan khusus, serta biaya lebih tinggi dibanding
pengering alami. Bahan lain di samping air juga ikut menguap dan ikut hilang
bersama uap misalnya alkohol, asam asetat,minyak atsir dan lain-lain.
10. Clamp meter
Clamp Meter adalah alat uji yang sangat nyaman yang memungkinkan
pengukuran arus pada konduktor hidup tanpa mengganggu sirkuit. Ketika
melakukan pengukuran arus dengan multimeter biasa, kita perlu memotong kabel
dan menghubungkan instrumen untuk rangkaian yang diuji. Menggunakan
indikator penjepit, namun, kita dapat mengukur arus dengan hanya menjepit pada
konduktor. Salah satu keuntungan dari metode ini adalah bahwa kita bahkan dapat
mengukur arus besar tanpa perlu mematikan sirkuit yang sedang diuji.
Cara Mengukur Arus DC (DC Current) yaitu dengan pasangkan penjepit/
clamp pada konduktor dengan cara yang sama seperti dengan pengukuran arus AC
menggunakan AC klem meter arus. Dalam kasus DC, pembacaan penjepit/ clamp
meter adalah positif (+) ketika arus mengalir dari sumber ke bawah dari meteran
klem.
11. Multitester
Multimeter adalah suatu alat yang dipakai untuk menguji atau mengukur
komponen disebut juga Avometer, dapat dipakai untuk mengukur ampere, volt dan
ohm meter. cara menggunakan multitester ini ialah sebagai berikut :
a. Jika saklar menunjuk pada ohm meter dapat digunakan mengukur:
Transistor, Tahanan, Potensiometer, VR (Variabel Resistor), Kondensator, LS,
Kumparan, MF dan trafo, mengukur Kabel, dsb.
b. Jika saklar menunjuk pada DC Volt (dcv) dapat digunakan mengukur :
Arus dalam suatu rangkaian (arus dc)
Mengukur (menguji) accu atau batere
c. Jika saklar menunjuk pada AC Volt (acv) dapat dipakai untuk mengukur
kuat tegangan AC, ada dan tidaknya arus listrik.

d. Jika saklar menunjuk pada DC ampere dapat dipakai untuk mengukur


berapa banyak ampere pada accu maupun batere atau catu daya (adaptor).
12. Neraca Analitik Digital
Alat untuk mengukur berat (terutama yang berukuran kecil) atau alat untuk
menimbang suatu zat. alat ini biasanya diletakkan di laboratorium sebagai alat
ukur dalam kegiatan penelitian. Alat penghitung satuan massa suatu benda dengan
teknik digital dan tingkat ketelitian yang cukup tinggi. Prinsip kerjanya yaitu
dengan penggunaan sumber tegangan listrik yaitu stavolt dan dilakukan peneraan
terlebih dahulu sebelum digunakan kemudian bahan diletakkan pada neraca lalu
dilihat angka yang tertera pada layar, angka itu merupakan berat dari bahan yang
ditimbang.
13. Grainer Moisture Tester
Fungsi: Mengukur kadar air suatu biji-bijian. Prinsip dasar
pengukuran kapasitansi, menggunakan sensor berdasarkan kapasitas suatu
bahan.
Kapasitas bahan ditentukan oleh jenis bahan dapat diatur dengan
menekan kode pada tombol manual. Kode jenis dan kapasitas bahan dapat dilihat
pada kertas panduan alat. Kapasitas dan sensitivitas ketelitian alat ini
tergantung pada pengkalibrasian. Prosedur pengukuran : Sebelum diukur,
bahan ditimbang terlebih dahulu sesuai dengan ketentuan, kemudian dituangkan
pada alat dan diratakan permukaannya, kadar air yang terukur akan ditampilkan
pada display alat.
14. Power Quality Analyzer
Power Quality Analyzer adalah suatu peralatan ukur yang digunakan untuk
mengetahui kualitas daya dari tenaga listrik. Alat ini sangat kompleks, karena
dapat mengukur tegangan, arus lisrik, frekuensi, daya komples, daya aktif, daya
reaktif dan faktor daya.
15. Infrared Recorder
Infrared Thermometer disebut juga Termometer laser adalah sebuah alat
ukur suhu yang dapat mengukur temperatur\ atau suhu tanpa bersentuhan dengan
obyek yang akan diukur suhunya. Infrared Termometer menawarkan kemampuan
untuk mendeteksi temperatur secara optik selama objek diamati, radiasi energi
sinar inframerah diukur, dan disajikan sebagai suhu. Termometer ini menawarkan
metode pengukuran suhu yang cepat dan akurat dengan objek dari kejauhan dan
tanpa disentuh situasi ideal dimana objek bergerak cepat, jauh letaknya, sangat

panas, berada di lingkungan yang bahaya, dan/atau adanya kebutuhan


menghindari kontaminasi objek. Prinsip dasar termometer inframerah adalah
bahwa semua obyek memancarkan energi infra merah. Semakin panas suatu
benda, maka molekulnya semakin aktif dan semakin banyak energi infra merah
yang dipancarkan.
SIMPULAN
Kesimpulan
Dari praktikum yang telah dilakukan, praktikan dapat mengetahui alat-alat
yang digunakan untuk mengukur aspek dalam lingkungan energy dan listrik
pertanian tersebut. Masing-masing alat tersebut mempunyai fungsi-fungsi yang
berbeda-beda, namun memiliki kaitan satu sama lain dalam fungsinya untuk
mengukur aspek energi dan listrik pertanian. Namun dalam praktikum kali ini
belum dapat mengoperasikan alat-alat tersebut secara optimal dikarenakan masih
dalam tahap pengenalan alat.

DAFTAR PUSTAKA
Azini, Ilham Deniro. 2010. 2010) Pengenmabangan Prototipe Alat Kempa Biobriket.
Fakultas Teknologi Pertanian. |Internet|, |diunduh saat 27 Februari 2016|.
Tersedia pada : http://repository.unand.ac.id/17018/
Chang Raymond. 2005. Kimia Dasar 1 Jilid 3. Erlangga : Jakarta (ID).