Anda di halaman 1dari 7

TUGAS

KEBIJAKAN SUMBER DAYA AIR (SA-2207)

Dosen Pengajar :
Prof. Ir. Iwan Kridasantausa, Ph.D

Oleh :
Khurniaty Dewi (15813019)

PROGRAM STUDI TEKNIK DAN PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR


FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN LINGKUNGAN
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
2016

Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi


Salah satu kegiatan pengelolaan irigasi adalah operasi dan pemeliharaan
jaringan irigasi. Operasi jaringan irigasi adalah upaya pengaturan air
irigasi dan pembuangannya, termasuk kegiatan membuka-menutup pintu
bangunan irigasi, menyusun rencana tata tanam, menyusun sistem
golongan, menyusun rencana pembagian air, melaksanakan kalibrasi
pintu/bangunan, mengumpulkan data, memantau, dan mengevaluasi.
Sedangkan, pemeliharaan jaringan irigasi adalah upaya menjaga dan
mengamankan jaringan irigasi agar selalu dapat berfungsi dengan baik
guna memperlancar pelaksanaan operasi dan mempertahankan
kelestariannya.
Berdasarkan hal tersebut diatas maka untuk menjaga kelestarian
keberlangsungan suatu jaringan irigasi diperlukan kegiatan operasi dan
pemeliharaan yang intensif yang didukung oleh pembiayaan yang efektif
dan efisien dengan mengacu kepada kebutuhan nyata dilapangan. Untuk
mengetahui kebutuhan biaya tersebut maka diperlukan penyusunan
Angka Kebutuhan Nyata Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi
(AKNOP) untuk Daerah Irigasi.
Berdasarkan Peraturan Menteri PU Permen PU. No.32 /PRT/M/2007,
tentang Pedoman Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi dinyatakan
bahwa setiap usulan kegiatan harus berdasarkan perhitungan Angka
kebutuhan Nyata Operasi dan pemeliharaan (AKNOP), dimana
pelaksanaan AKNOP merupakan usulan biaya benar-benar nyata yang
dibutuhkan pada suatu Daerah Irigasi dikarenakan dalam pelaksanaannya
harus melakukan survey ke lapangan langsung dengan mendata aset satu
persatu secara detail baik sarana maupun prasarana irigasi.
Penyusunan AKNOP merupakan kegiatan penyusunan biaya kegiatan OP
pada suatu jaringan irigasi yang akan menggambarkan secara rinci biaya
nyata kebutuhan dari setiap daerah irigasi untuk melaksanakan OP dilihat
dari kondisi bangunan air dan panjang saluran irigasi (kondisi baik, rusak
ringan dan rusak sedang) dan ditentukan juga oleh jumlah personil dan
peralatan yang digunakan.
Komponen yang diperlukan dalam penyusunan AKNOP saat ini
berdasarkan pembiayaan kegiatan operasi dan pemeliharaan jaringan
irigasi dan besarnya tergantung dari jumlah bangunan dan panjang
saluran irigasi yang dikelola dalam satu daerah irigasi. Skala prioritas
pembiayaan AKNOP yaitu meliputi pembiayaan operasi rutin,
pemeliharaan rutin, dan pemeliharaan berkala.
Prosedur dalam tahap penyusunan AKNOP meliputi :
1. Inspeksi dan Penelusuran
Inspeksi dan penelusuran merupakan kegiatan mengidentifikasi
kondisi dan keberfungsian sistem irigasi.

2. Perencanaan Program Pemeliharaan


Inspeksi dan penelusuran merupakan masukan bagi perencanaan
program pemeliharaan. Perencanaan Program Pemeliharaan
menetapkan penyelesaian kerusakan dan ketidakberfungsian jaringan
irigasi dalam tiga program pemeliharaan, yaitu :
a. Program rutin
b. Program berkala
c. Program rehabilitasi
d. Perbaikan darurat tetap.
Penyelesaian kerusakan dan ketidakberfungsian jaringan irigasi dalam
program rutin dan berkala, serta kebutuhan dihitung dalam AKNOP.
Sedangkan penyelesaian kerusakan dan ketidakberfungsian jaringan
irigasi dalam rehabilitasi dan perbaikan tetap direncanakan dalam PAI
(Pengelolaan Aset Irigasi).
3. Rencana Lima Tahunan Pengembangan dan Pengelolaan Sistem Irigasi
Penyelesaian oleh dinas pengelolaan irigasi dilakukan dengan berbagai
cara pemeliharaan dalam suatu program pengembangan dan
pengelolaan sistem irigasi periode 5 tahunan dalam mendukung
keberlanjutan sistem irigasi.
4. Implementasi Rencana Lima Tahunan Pengembangan dan Pengelolaan
Sistem Irigasi
Penerapan program pengembangan dan pengelolaan sistem irigasi
periode 5 tahunan diwujudkan dalam :
a. Program Operasi dan Pemeliharaan sebagai implementasi Rencana
AKNOP
b. Biaya Peningkatan dan Rehabilitasi sebagai implementasi Program
Pengelolaan Aset Irigasi.
5. Kinerja Jaringan Irigasi
Kinerja jaringan irigasi akan ditentukan oleh :
a. Realisasi AKNOP
Realisasi AKNOP diimplementasikan dalam mewujudkan :
- Rencana Operasi
- Rencana Pemeliharaan
Pemeliharaan yang dilakukan dalam (i) pengamanan, (ii) pemeliharaan
rutin; (iii) pemeliharaan berkala bersifat perawatan.
- Penanggulangan darurat bersifat sementara
b. Realisasi Rencana Rehabilitasi, Peningkatan dan Penanggulangan
Tetap
Perencanaan AKNOP terdiri dan tiga kegiatan, yaitu :
1. Identifikasi Kondisi dan Keberfungsian Sistem Irigasi
Kondisi dan Keberfungsian Sistem Irigasi diidentifikasi dengan inspeksi
dan penelusuran.

2. Rencana OP
Rencana OP yang dilaksanakan di setiap daerah irigasi harus mengacu
pada Permen PU Nomor 32 Tahun 2007 tentang penyelenggaraan
operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi. (sekarang Permen PUPR No.
12/PRT/M/2015 Tentang Eksploitasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi
Pengganti Permen PU No. 32 Th.2007)
3. Perhitungan AKNOP
Perhitungan AKNOP didasarkan atas kondisi dan keberfungsian sistem
irigasi hasil penelusuran dan rencana OP yang akan dilaksanakan.
Hasil perhitungan AKNOP dipergunakan sebagai dasar usulan
pembiayaan operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi, sehingga
perhitungan AKNOP harus dilaksanakan sebelum perencanaan
anggaran.
Pada dasarnya AKNOP merupakan prakiraan kebutuhan biaya operasi dan
pemeliharaan setiap tahun berdasarkan penelusuran. Di sisi lain, AKNOP
harus terpisah dari kegiatan rehabilitasi, peningkatan dan perbaikan
darurat tetap. Kegiatan rehabilitasi, peningkatan dan perbaikan darurat
tetap direncanakan dalam Pengelolaan Aset Irigasi (PAI).
Pengelolaan aset irigasi pada hakekatnya merupakan proses manajemen
yang terstruktur untuk perencanaan, pemeliharaan, dan pendanaan
sistem irigasi guna mencapai tingkat pelayanan yang ditetapkan dan
berkelanjutan bagi pemakai air irigasi dan pengguna jaringan irigasi
dengan pengelolaan aset irigasi seefisien mungkin.
Pengelolaan aset irigasi ini sangat tergantung dari urutan prioritas
berdasarkan penilaian aset yang berorientasi pada nilai investasi, matriks
keputusan profil aset, ditetapkan dalam suatu kebijakan, kondisi dan
fungsi aset, serta daerah layanan. Penilaian kondisi dan kebefungsian ini
dilakukan berdasarkan satu nilai kondisi/fungsi aset, sedangkan penilaian
di lapang nilai kondisi/fungsi aset ini merupakan gabungan kondisi dan
keberfungsian aset komponen aset (facet) yang berbeda.
Penyelenggaraan pengelolaan aset irigasi atas Daerah Irigasi Pemerintah
pada prinsipnya sesuai dengan kewenangan yang ada pada daerah irigasi
tersebut pengelolaannya diurus sepenuhnya oleh dinas terkait, sedangkan
penyelenggaraan PAI atas daerah irigasi yang telah diserahkan melalui
proyek irigasi kecil (PIK) penyeleggaraan PAI diserahkan kepada P3A,
tetapi untuk penyelenggaraan PAI atas daerah irigasi non pemerintah
dilakukan sendiri oleh pemiliknya, namun mereka wajib melaporkan hasil
inventarisasinya kepada pemangku kewenangan setempat.
Tahapan PAI meliputi :
1. Inventarisasi
2. Perencanaan pengelolaan
3. Pelaksanaan pengelolaan

4. Evaluasi pelaksanaan pengelolaan aset irigasi


5. Pemutakhiran hasil inventarisasi aset irigasi.
Produk dari kegiatan inventarisasi adalah data aset irigasi di setiap daerah
irigasi (DI) yang disimpan dalam pangkalan data yang berada di kantor
pengelola daerah irigasi sesuai dengan kewenangannya. Pelaksana
inventarisasi adalah pengelola daerah irigasi yang bersangkutan.
Kegiatan inventarisasi aset irigasi dibagi menjadi dua bagian, yaitu :
a. Inventarisasi aset jaringan
b. Inventarisasi aset pendukung pengelolaan aset irigasi
Perencanaan pengelolaan aset irigasi didasarkan atas suatu target
tertentu yaitu di bidang pertanian. Hasil dari perencanaan adalah suatu
rencana pengelolaan aset irigasi (RPAI) yang berupa rencana jangka
menengah lima tahunan yang juga disertai rencana jangka panjang (20
tahun), untuk mengantisipasi diperlukan adanya penyediaan dana guna
penggantian aset-aset yang umur ekonomisnya sudah habis.
a. Pelaksanaan Rencana Pengelolaan Aset Irigasi
b. Monitoring Dan Evaluasi Pelaksanaan RPAI
c. Pemutakhiran Data Aset Irigasi
d. Organisasi Pelaksana PAI
PAI mencakup 3 kelompok besar, yaitu jaringan irigasi utama (JIU),
jaringan irigasi air tanah (JIAT), dan jaringan irigasi tersier (JIT) yang
merupakan sub sistem dari jaringan irigasi utama irigasi permukaan, oleh
karena itu JIT harus dikaitkan dengan jaringan utamanya, yaitu melalui
kode bangunan sadapnya yang merupakan sumber air dari JIT.

Aset jaringan irigasi, secara fungsional dapat dirinci menjadi :


1) Jaringan pembawa merupakan jaringan yang berfungsi untuk
membawa air dari sumber ke sawah-sawah.
2) Jaringan pembuang atau drainase merupakan jaringan yang berfungsi
untuk membuang kelebihan air dari sawah-sawah ke sungai.
Masing-masing aset jaringan terbagi menjadi dua komponen, yaitu:
1) Komponen sipil yang mayoritas terdiri atas bahan bangunan pasangan
batu dan atau beton.
2) Komponen Mekanikal Elektrikal (ME) yang terdiri atas pintu-pintu air
dan alat pengangkatnya.
b. Aset pendukung pengelolaan aset irigasi terdiri atas:
1) Kelembagaan;
2) Sumber Daya Manusia (SDM);
3) Bangunan Gedung;
4) Peralatan OP; dan
5) Lahan.

Sumber :

http://repository.unej
.ac.id/bitstream/handle/123456789/56784/2013_HeruErnanda_MA_Sistem
PenilaianAset_AHP.pdf?
sequence=1

http://sipil.ft.uns.ac.id/konteks7/prosiding/185A.pdf

http://documents.tip
s/documents/tata-cara-aknopirigasi.html