Anda di halaman 1dari 109

MATERI PEMBEKALAN KULIAH KERJA NYATA

ENERGI TERBARUKAN
Dr. Gaguk Jatisukamto, ST, MT

LEMBAGA PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT


UNIVERSITAS JEMBER
MEI 2016

Krisis berkelanjutan produksi minyak


bumi dunia
Krisis
BBM
:
menyebabkan
antrian
panjang di sejumlah SPBU

How are energy


needs supplied?

In Indonesia??

Bagi Negara Indonesia yang termasuk kedalam


kategori negara non-OECD, proyeksi akan
meningkatnya konsumsi energi pun berlaku.
Berdasarkan Skenario Dasar, bauran permintaan
energi final Indonesia di masa mendatang akan
berasal dari bahan bakar minyak (BBM) 31,1
persen, gas bumi 23,7 persen, batubara 15,2
persen dan 30 persen dari berbagai EBT (Indonesia

Sejak Peak Oil tahun 1977,


produksi minyak Indonesia terus
turun dari 1,650,000 bbl/day
dan sekarang 850,000 bbl/day.
Kenaikan harga minyak dari
$30/bbl tahun 2003 menjadi
$100/bbl tahun 2008, tidak bisa
menaikan produksi.
Penemuan
minyak
yang
significant terakir tahun 1996 di
Cepu
(peak
production
diperkirakan 160,000 bbl/day)
dan gas tahun 2000 di Masela.
Setelahnya penemuan kecilkecil dan replacement kurang
dari 50% dari produksi selama
ini.

Energi
1) Energi sangat penting
kehidupan manusia.

untuk

mempertahankan

2) Tanpa energi manusia tidak dapat melakukan apa-apa


bahkan tidak bisa menggerakkan jari-jemarinya.
3) EnergI adalah sesuatu yang diperlukan untuk mengubah
keadaan suatu benda
Mengubah posisi,
Mengubah bentuk,
Mengubah suhu,
Dan lain-lain

Sumber-sumber Energi
1

Non-Renewable

(Tidak dapat diperbaharui)


Fossil fuel
1. Minyak bumi
2. Batu bara
3. Gas alam

Renewable
(Dapat diperbaharui)
1.
2.
3.
4.

Angin
Matahari/solar
Gelombang laut
Biomass

Konsumsi Energi
Kapasitas pembangkitan di U.S. & Eropa didominasi
oleh pembakaran energi fosil akan tetapi
pengembangan energi non fosil terus dilakukan

US & EU Energy Mix (2012)


2%
40%

16%
19%

7% 16%

Renewables
Hydro
Gas
Nuclear
Oil
Coal

Pembangkit Listrik Berdasarkan Bahan Bakarnya


1990-2040

Mengatasi Global Warming


Demand Side
Kebutuhan
konsumsi
energi yang
efisien
Kebutuhan
produk-produk
hemat energi:
bola lampu,
AC, freezer dll.
Target hingga
tahun 2030
dapat
mereduksi
80% gas CO2

Supply Side
Menghasilkan
energi
dari
sumber
yang
Adaptation
bersih:
angin,
solar
cell,
biofuels, nuclear Dapat
mengurangi
etc.
emisi
gas
Menghasilkan
buang
energi
lebih
efisien
Menurunkan
emisi
Menurunkan
deforestasi

Reduks
i Emisi
CO2

Proyeksi Reduksi CO2 Sampai Tahun 2030


(dari berbagai sumber)

Mileage
12%
35%
10%
30% 13%

Lighting, Acs,
Industrial
Motors
Renewables and
biofuels

Energy
Production
Efficiency
Nuclear

Source - IEA

Renewables Energy?Why?
a. Sumber energi yang tidak habis
b. Global
warming
menghantui
masyarakat dunia
c. Metode efektif mengurangi emisi gas CO2
d. Jaminan ketersediaan energi pada negara
e. Dukungan
legalisasi
negara

renewables energy butuh lahan &


menyerap tenaga kerja

Sumber Renewable Energy


Solar Power: Photovoltaic, Solarthermal

Wind Power: Onshore, Offshore


Biofuels:
Agricultural crops (1st Gen), Cellulosic
feedstock (2nd Gen), New feedstock such
as Algae (3rd Gen)

Hydro Power

Energi Surya
1) 2 Jenis energi surya :
a) Sel fotovoltek untuk pembangkit
listrik
b)Panel surya untuk pemanas
2) Weakness efisiensi rendah sebagai
pembangkit listrik butuh biaya mahal
3) Butuh dukungan kebijakan pemerintah
untuk pemanfaatan energi matahari

Sel Fotovoltek
Current is generated through
Photovoltaic effect -flow of
free electrons in Silicon Panel
due to solar irradiance

Direct current (DC)


is generated which
can be stored in a
battery or
converted to
Alternating Current
(AC)

Panas Termal Tenaga


Surya
Suns infrared
rays
are
concentrated
through
reflecting
mirrors on a
heating
fluid
(normally liquid
salt)
medium,
which in turn
generates
steam to propel
turbines

Pengering ikan tenaga surya


1) Lokasi:
Pantai
Dungkek
Sumenep, Madura
2) Sumber Dana: IPTEKDA LIPI
2006

Pemanas Tenaga Surya

Pengering tenaga surya Sistem


terbuka

Pemanas tenaga surya

(Ekechukwu and Norton, 1999)

Pengering Tenaga Surya


Konveksi Langsung
.

Modifikasi Pemanas Surya Sirkulasi Alamiah


.

Reverse Absorber Cabinet Drier

Indirect Solar Drier


(Forced Convection Solar Drier)

Green House Type Solar Drier

Solar Tunnel Drier


.

Multiple-Self Portable
Solar Drier
.

Staircase Solar Drier


.

Solar Grain Dryer With Rotatable


Air Heater
And a PV Run Fan
.

(a) A simple presentation of first model


(b) side view of first mode

a). Simple Representation of Second


Model
b). Side View of Internal Representation
of Second Model

Kelebihan Energi Surya


1) Tersebar luas di berbagai area
2) Tidak tergantung lokasi seperti sumber energi
terbarukan lainnya (angin & Hidro)
3) Potensi besar untuk dijadikan pembangkit daya
4) Karakteristik teknologi panas surya menarik
sebagai persediaan energi
5) Scaling up (& down) very easy for Solar PV
6) Pemakain massal menurunkan biaya produksi
(Hukum pasar?)

Kelemahan Energi Surya


1) Bentuk energi paling mahal
2) Butuh investasi mahal
3) Tidak dapat dijadikan sebagai energi utama
4) Tergantung kondisi alam (berfluktuasi)
5) Solar fotofoltek sulit disimpan dalam bentuk energi
listrik.

Tenaga Angin (Wind


Power )
1) Konversi energi kinetik dari angin energi listrik
2) Banyak digunakan sebagai renewable energy di Eropa dan USA
3) Kelemahan tergantung kontinuitas/ketersediaan angin pada cuaca
tertentu sulit diprediksi.
4) Pemanfaatan pembangkit energi angin relatif rendah, yaitu sekitar
25-35%.

Wind Power

Kelebihan Tenaga Angin


1) Butuh lahan kecil dibandingkan tenaga
surya & tenaga Hidro
2) Dapat dibangun di kawasan pantai
3) Fluktuasi tenaga angin > tenaga surya
4) Lebih murah < tenaga surya

Kelemahan Tenaga
Angin
1) Intermiten
2) Pembangunan tower di lepas pantai mahal
3) Penyimpanan energi sulit dilakukan
4) Menyebabkan polisi suara

Wind Turbines

Offshore Wind Turbines

Listrik tenaga Hidro

Karakteristik Tenaga
Hidro
1) Energi terbarukan yang paling baik
2) Memberikan kontribusi paling besar
diantara renewable energy lainnya
3) Paling
banyak
digunakan
&
dikembangkan dibanding jenis lainnya
4) Dapat switched on-off dalam waktu
singkat
5) Paling murah jika potensinya tersedia

Kelebihan Listrik Tenaga Hidro


1) Listrik biaya termurah
2) Mampu
beroperasi
berdasarkan
sesuai beban
3) Mampu beroperasi skala besar

Kelemahan Listrik Tenaga Hidro


1) Dipengaruhi ekologi lingkungan (aliran sungai;
dam terancam kerusakan.
2) Dari sisi kemanusiaan butuh relokasi hunian di
sekitar bantaran sungai
3) Tergantung musim di daerah aliran sungai.
4) Butuh investasi mahal.
5) Potensi terbatas (tergantung lokasi).

Industri Energi & Ekosistem


Energy Industry
Associat
ed
Equipm
ent/
Technol
ogy
Supplier
s

NonRenewabl
e

Coal

Oil
&
Gas

Renewable Energy

Sola
r

Win
d

Biofuel
s

Hyd
ro

Others
(Fuel
Cells,
Geoth
ermal
etc.)

Utilities/
Consum
ers

Bahan bakar (Fuel)


Cair

Padat

1)

2)

Fossil fuel
o C5-C25
o Methanol
o Ethanol
Bahan bakar hayati
(Biofuel)
Lipids
Triglycerides
Terpenes
BioEthanol/Methanol
BioDiesel

Gas
1)

Fossil fuel
o Coal
o Green
coke
o Wax
2) Biofuel
Cellulose
Wax

1)

Fossil fuel
o C1-C4
o DME
o Hydrogen
o Syn gas (CO
+ H2)

2)

Biofuel
Biogas
Biohydrogen
43

Sumber Energi
Terbarukan
Angin

Tenaga gelombang & hidro


Photovoltaics active solar heating
Sampah

Gas

Geothermal
Limbah pertanian & hutan
Energy tanaman

sel bahan bakar

Biomass
1) Bersumber dari bahan-bahan yang menggunakan sinar
matahari fotositesis Tumbuh-Tumbuhan
absorbsi CO2 emisi O2.
2) Pembakaran kayu panas
3) Produk tumbuhan - alkohol
4) Decomposition - methane/landfill gas/fuel for heating.

.
1) Biofuel disebut juga agrofuel
2) Biofuel diperoleh dari biomass atau
bio waste
3) Biofuel dapat digunakan untuk
berbagai tujuan, mayoritas untuk
sektor transportasi.
4) Keutamaan biomass renewable
sources >< sumber energi fosil
(batubara, minyak & bahan bakar
nuklir).

a) Penggunaan
biofuel
sekarang
dikembangkan diseluruh dunia.
b) Beberapa negara produsen biogases:
Asia, Europe & America.
c) Faktor
pertimbangan
penggunaan
biofuel & bahan bakar fosil secara
seimbang: cost, availability, and food
supply.
Pengembangan
lahan
untuk
tanaman
biofuels
apakah
mempengaruhi ketersediaan makanan?
Pertumbuhan penduduk meningkat kebutuhan energi & bahan
bakar juga ningkat.
Permaslahangan baru tidak cukup lahan untuk menyediakan
tanaman biofuel dan makanan, and food supply.

Negara-Negara Penghasil biofuel:


USA
: switchgrass, soybeans and corn
Brazil : sugar cane
Eropa : sugar beet and wheat
China : cassava and sorghum
Asia
: miscanthus & palm oil
India : jatropha

.
1) North America & Europe
bensin / solar dengan biofuel
2) Pasar biodiesl 3% (German);

Pencampuran

0,15% (USA).

1 juta gallon biodiesel diproduksi/thn.


4) Bioethanol popular
popular di Europe.

di

America;

biodiesel

5) USA & Brazil memproduksi 87% world's fuel


ethanol.

Produksi

bahan bakar ethanol > 22 juta


gallons/thn.

(Ethanol + bensin)

memperbaiki angka
oktan & menurunkan emisi.

(Biodiesel + solar) menurunkan emisi &

meningkatkan umur mesin.

Tuntutan

ketersediaan
pangan
dunia
meningkat,

Perhitungkan
tanaman
produksi sebagai bahan biofuel.

What is a Biofuel?
Biofuel = agrofuel adalah bahan bakar
yang diperoleh melalui proses biologi
fiksasi karbon.
Carbon Fixation
Proses kimiawi merubah carbon dioxide
(CO) molekul hydrocarbon (sebagai sumber
energi) yang terdapat pada organism hidup
Proses fiksasi carbon yang terdapat pada
organisme hidup disebut dengan
biological carbon fixation

Sebuah Pelajaran dari alam


.

Fotosintesis merupakan proses biologi fiksasi karbon yang terdapat pada


tumbuhan untuk memperoleh energi dalam bentuk karbohidrat

Biofuels
1) Ethanol kelompok senyawa alkohol hasil destilasi tumbuhan
jagung (USA), tebu (Brazil), gandum (Europe) disubstitusi
dengan gasoline
2) USA & Brazil sebagai produsen dan konsumen 90% ethanol
3) Ethanol + 10% gasoline tidak berdampak pada performen mesin
4) Campuran > 10% ethanol butuh modifikasi mesin
5) Biodiesel berasal dari minyak hewan/tumbuhan sebagai tambahan
minyak diesel.
6) Ketersediaan bahan baku biodiesel > 80% dari total biaya dibanding
ketersediaan ethanol yang hanya 60%

Bio-fuels

Keuntungan Biofuel
1) Renewable
2) Menghasilkan emisi pembakaran < bahan bakar
berbasis minyak bumi, solar
3) Lebih
mudah
dibuat
tanpa
memerlukan
infrasruktur yang mahal

Kelemahan Biofuels
1) Butuh lahan luas untuk menamam tumbuhan
2) Pertanyaan:

Apakah biaya pembuatan >


energi yang dihasilkan?
3) Masih menghasilkan polusi

dibandingkan
surya

tenaga angin & tenaga

Aplikasi Biofuels
1) Transportasi
Pengguna biofuel paling banyak yaitu sektor
transportasi,
karena
tuntutan:
kebersihan,
mampu menghasilkan daya besar dalam bentuk
cair.
Bahan bakar cair mudah dipompa dan disimpan
2) Pembangkit daya (Power Generation)
solid biomass fuel like wood
3) Heat (Penghasil panas)

What is Biomass?
Biomass adalah material organik yang telah
mati
Contoh: tongkol jagung, ranting alga, tangkai tebu

Jenis-jenis biomassa
a) Kayu kelapa, oil palm, poplar, pine
Biasanya dibakar untuk menghasilkan panas untuk
memanaskan boiler untuk menghasilkan energi listrik.
Jika digunakan langsung direct biomass

b) Non-Kayu jagung, tebu, soybeans, algae


) Biasanya diporses untuk menghasilkan biofuel cair
) Indirect biomass

Produksi Biofuel dari


Biomass
Energi biomass dapat dikonversikan menjadi biofuel
cair bisanya dengan 2 metode:
Method I
Tanaman berbasis gula melalui proses fermentasi ethanol

Method II
Tanaman hayati diproduksi menjadi minyak jatropha &
algae
Minyak ini dipanaskan untuk mengurangi viscositasnya
setelah digunakan untuk bahan bakar diesel.
Minyak diesel dapat diolah lebih lanjut sebagai bahan bakar
biodiesel.

Kesetaraan Biofuels
Dengan Bahan Bakar Fosil
Kesetaraan Biofuels dengan bahan bakar fosil

Biofuel

Fossil Fuel

Ethanol

Gasoline/Ethane

Biodiesel

Diesel

Methanol

Methane

Biobutanol

Gasoline/Butane

Perbandingan Kandungan Energi


i.

Kandungan
energi
biodiesel

90%
dibanding
bahan
bakar diesel (solar)

ii. Kandungan
energi
butanol 80% bahan
bakar bensin
iii. Kandungan
energi
ethanol 50% bensin

Sumber Carbon dari Biofuel


Hampir semua biofuels
memiliki energi setingkat
batubara,
tetapi
menghasilkan
lebih

sedikit
jika dibakar

carbon dioxide

Why Renewable?
1) Biofuels dihasilkan dari biomassa atau bio
waste, produk hasil pertanian.
2) Biomass & biofuel renewable
3) Bahan bakar fosil memerlukan jutaan tahun
untuk terbentuknya NOT renewable

Green Energy?
a) Istilah kata renewable tidak sama green
b) Sumber renewable energy tidak dapat habis (Contoh: angin, tenaga hidro)
c) Istilah green energy berhubungan dengan kelestarian planet bumi
tidak menyebabkan pemanasan ekosistem, hujan asam, & pemanasan
global
d) Energi surya termasuk energi hijau renewable
e) Semua green energy dapat diperbarui, tetapi tidak semua
renewable energy adalah green energy
f)

Biofuels adalah contoh sumber renewable energy yang tidak selalu


green karena menghasilkan greenhouse gases

Biomass Berbasis Kayu


a.

Kelapa (Coconut) Tempurung kelapa dapat dibuat brio briket.


Kelebihan biomass dapat dibakar dengan sedikit residu. untuk
memasak, di negara berkembang.

b.

Minyak sawit (Oil Palm) - biomass dengan dua cara. Buahnya


menghasilkan minyak biodiesel. Minyak kelapa dapat dibakar
langsung.
Minyak
kelapa/sawit
menghasilkan
biomass
langsung/tidak langsung..

c.

Poplar - Poplar family includes trees like the Aspen and Cottonwood.
These trees are valued for their rapid growth, reasonable resistance
to disease, ability to provide habitat, and ability to be cultivated
from sprouts cut from adult trees (reduces overall cost in the long
term).

d.

Pinus (Pine) - Pine is valued for many of the same reasons as


poplar. It grows fast, it's easy to cultivate, and is relatively
inexpensive to grow.

History of Biofuels
1) Biofuels bukan barang baru hadir sejak mobil pertama kali
diciptakan have. Henry Ford merancang Model T berbahan bakar
ethanol. Pada mulanya mesin diesel bebrbahan bakar minyak
nabati sebelum menggunakan solar.
2) Rudolf Diesel, inventor mesin diesel pada awalnya
menggunakan minyak nabati. Pada ajang World Exhibition di
Paris tahun 1897, mesin diesel menggunakan BBM berbasis
kacang.
3) Minyak bumi digunakan sebagai pengganti biofuel karena
biayanya rendah..
4) Selama PD II, permintaan biofuel meningkat tajam karena bahan
bakar fosil semakin menipis.
5) Biofuel sangat diperlukan seiiring dengan krisis energi tahun
1970s.
6) Permintaab biofuel meningkat pesat tahun 1990s karena tuntutan
standar emisi dan pemakaian BBM yg melonjak tajam.

History of Biofuels
1) Tahun 1800:
Sebelum tahun 1800an Orang menggunakan bahan
biomass (berbasis tumbuh-tumbuhan) dalam bentuk
pembakaran kayu untuk memasak, pemanasan &
produksi uap. Akhir 1800an, kayu digantikan
batubara sebagai pembangkit daya.
2) 1826:
Ethanol sintetis ditemukan oleh Henry Hennel di
Britain & S.G. Srullas di France.
3) Samuel Morey mengembangkan mesin berbahan
bakar ethanol & turpentine.

History of Biofuels
1850s
Ethanol digunakan
penerangan

sebagai

bahan

bakar

1860s
Selama perang sipil, pajak hasil miras diperoleh
dari miras dan wisky untuk memperoleh dana
perang. Pajak penjualan etanol meningkat
sehingga tidak dapat mengimbangi bahan bakar
kerosin sebagai bahan bakar penerangan.
Produksi Ethanol menurun hingga alhir 1906

History of Biofuels
1919
Ketika larangan mulai diberlakuan di USA, ethanol dilarang karena
dianggap miras. Dapat dijual jika dicampur petroleum.
1920s
Minyak
standard
(gasoline)
ditambahkan
ethanol
untuk
memperbaiki angka octane dan menurunkan knocking pada mesin.
(melayani 9 juta automobiles di USA/hari.
1933
Larangan penggunaan etanol
digunakan sebagai bahan bakar.

berakhir di USA

ethanol

1940s
Ethanol sering digunakan selama World War II disaat minyak bumi
langka.
Pertama kali USA menggunakan etanol dari tumbuhtumbuhan di Omaha, Nebraska.

History of Biofuels
1970s Etanol digunakan sebagai bahan bakar
transportasi
menggantikan
BBM
karena
embargo. Etanol dijadikan sumber pendapatan
negara dan dicampur dengan bensin.
1975
Brazil
membentuk
Pro-lcool
Program
(Programa Nacional do lcool, or National
Alcohol
Program)
untuk
mengurangi
ketergantungan
minyak.
Program
ini
menggunakan
dana
pemerintah
untuk
menggantikan bahan bakar fosil. Brazil
mengawali pembuatan ethanol dari sugar cane.

History of Biofuels
1980s
Setelah investasi dalam bidang renewable
fuels tahun 1970an, Brazil membuat kept
the program hidup selama 1980an.
Program ethanol yang kuat, Brazil
mengembangkan industri. Pertengahan1980an, mobil bebrbahan bakar ethanol
mencapai 90% dinegara tersebut -
membuat Brasil sebagai pasar energi
alternatif terbesar di dunia.

History of Biofuels
1984 Burlington Electric in Vermont builds a
50 MW wood-fired plant to produce electricity.
1988 Ethanol began to be added to gasoline
for the purpose of reducing carbon monoxide
emissions.
1989 Canada & the USA conduct pilot trials
of direct wood-fired gas turbine plants.
1990 Biomasss
reaches 6 GW.

electricity

generation

History of Biofuels
2000
Brazil deregulated the ethanol market and removed its
subsidies. However, depending on market conditions,
all fuels are required to be blended with 20-25%
ethanol.
2003
Since 2003, ethanol has grown rapidly as the
oxygenating factor for gasoline in the US. Flex-fuel
vehicles were introduced. These vehicles can run on
straight ethanol, straight gasoline or a blend of the
two. Today, the majority of new cars sold in Brazil are
flex-fuel.

Klasifikasi Biofuels
Biofuels dikelompokkan menjadi 3
golongan:

Biofuels Generasi 1
Biofuels kelompok 1 conventional biofuels.
Berbasis produk makanan: tebu, starch, atau vegetable oil
Semua biofuel berbasis makanan yang bisa dikonsumsi
manusia biofuel generasi 1.
Tidak terdapat perubahan dari generasi ke generasi
berikutnya kecuali bahan.
Biofuel generasi 1 berpengaruh terhadap rantai makanan,
meningkatkan emisi karbon
.

Jagung (Corn)
a)
US is the world leading producer of corn and ethanol made from corn
b)
As of 2012, more than 40% of US corn crop was being used to
produce corn-based ethanol
c)Benefits:
Existing infrastructure for planting, harvesting, and processing corn
Corn starch to ethanol conversion is relatively simple
No indirect land use costs
d)
Disadvantages
Low ethanol yield per acre of corn produced
Requires large amounts of pesticides and fertilizers
soil and water contamination, expensive
Takes a significant amount of corn away from the global food supply
raising global food prices and leading to hunger in underdeveloped
countries

Tebu (Sugar Cane)


a) The majority of the world's sugar cane is grown in Brazil, which was the
world's largest producer of alcohol fuel until very recently went it was
eclipsed by the United States. Brazil produces roughly 5 billion gallons or
18 billion liters of fuel ethanol annually. The country adopted a very
favorable stance on ethanol derived from sugar cane as a result of the
oil embargo of the 1970s. Brazil has a policy of at least 22% ethanol in
its gasoline, though 100% ethanol is available for purchase.
b) Unlike corn, sugar cane provides sugar rather than starch, which is more
easily converted to alcohol. Where as corn requires heating and then
fermentation, sugar cane requires only fermentation.
c) The Advantages of sugar cane include:

Infrastructure for planting, harvesting, and processing that is already in place.


No land use changes provide plantations sizes remain stable.
The yield is higher than that of corn at an average of 650 gallons per acre.
Carbon dioxide emissions can be 90% lower than for conventional gasoline when
land use changes do not occur.

d) The disadvantages of sugar cane include:

Despite having a higher yield than corn, it is still relatively low


Few regions are suitable to cultivation
Sugar cane is a food staple in countries of South and Central America

Kedelai (Soybeans)
a)

Unlike corn and sugar cane, soybeans are grown throughout much of
North America, South America, and Asia. In other words, soybeans are a
global food crop. The United States produce roughly 32 percent of all
soybeans in the world, followed by Brazil at 28 percent. Despite its
relatively high price as a food crop, soybean is still a major feedstock
for the production of biofuel. In this case, rather than ethanol, soybean
is used to produce biodiesel. Soybean is probably the worst feedstock
for biofuel production.
b) The Advantages of soybeans include:
Grows in many regions
Relatively easy to maintain
c) The disadvantages of soybeans include:
A yield of only about 70 gallons of biodiesel per acre, which is the
worst yield of any crop. Palm oil produces almost 10 times as much
biodiesel per acre at 600 gallons (note palm oil is considered a
second generation feedstock).
Soybean is a common food source and thus its use as a biofuel
directly threatens the food chain.
It faces a number of disease and pest burdens
It is generally not a profitable biofuel feedstock.

Jarak Pagar (Jatropha)


In the early Part of the 21st century, a plant known as
Jatropha became exceedingly popular
The plant was praised for its yield per seed, which could
return values as high as 40 percent. When compared to
the 15 percent oil found in soybean, Jatropha look to be a
miracle crop. Adding to its allure was the misconception
that it could be grown on marginal land. As it turns out,
oil production drops substantially when Jatropha is grown
on marginal land. Interest in Jatropha has waned
considerably in recent years.
Other, similar seed crops have met with the same fate as
Jatropha. Examples include Cammelina, Oil Palm, and
rapeseed. In all cases, the initial benefits of the crops
were quickly realized to be offset by the need to use crop
land to achieve suitable yields.

Biofuel Generation II
1) Biofuel generasi II diproduksi dari bahan yang
berkelanjutan. Definisi bahan berkelanjutan berdasarkan
keberadaannya berpengaruh kuat pada greenhouse
gas emissions, lahan, & suplai makanan.
2) Kualifikasi biofuel generasi II yaitu, bahan tidak harus
dikonsumsi manusia dan:

Tumbuh di daerah tanah pinggiran (non-agricultural)


Seharusnya tidak memerlukan air dan pupuk dalam jumlah
besar
Produk makanan tertentu dapat menjadi biofuel generasi II jika
tidak dikonsumsi dalam waktu lama

waste vegetable oil (2nd generation feedstock)


Virgin vegetable oil (1st generation feedstock)

) Biofuels generasi II disebut juga sebagai advanced


biofuels

Biofuel Generasi II
Teknologi ekstraksi

Because second generation biofuels are derived from different feed stock,
Different technology is often used to extract energy from them.
This does not mean that second generation biofuels cannot be burned
directly as the biomass. In fact, several second generation biofuels, like
Switchgrass, are cultivated specifically to act as direct biomass.
For the most part, second generation feedstock are processed differently
than first generation biofuels. This is particularly true of lignocellulose
feedstock, which tends to require several processing steps prior to being
fermented (a first generation technology) into ethanol. An outline of second
generation processing technologies follows.
Thermochemical Conversion
The first thermochemical route is known as gasification. Gasification is not
a new technology and has been used extensively on conventional fossil
fuels for a number of years. Second generation gasification technologies
have been slightly altered to accommodate the differences in biomass
stock. Through gasification, carbon-based materials are converted to
carbon monoxide, hydrogen, and carbon dioxide. This process is different
from combustion in that oxygen is limited. The gas that result is referred to
as synthesis gas or syngas. Syngas is then used to produce energy or heat.

The second thermochemical route is known as pyrolysis. Pyrolysis also


has a long history of use with fossil fuels. Pyrolysis is carried out in the
absence of oxygen and often in the presence of an inert gas like halogen.
The fuel is generally converted into two products: tars and char. Wood
and a number of other energy crops can be used as feedstock to produce
bio-oil through pyrolysis.
A third thermochemical reaction, called torrefaction, is very similar to
pyrolysis, but is carried out at lower temperatures. The process tends to
yield better fuels for further use in gasification or combustion.
Torrefaction is often used to convert biomass feedstock into a form that is
more easily transported and stored.
Biochemical Conversion
A number of biological and chemical processes are being adapted for the
production of biofuel from second generation feedstock. Fermentation
with unique or genetically modified bacteria is particularly popular for
second generation feedstock like landfill gas and municipal waste.

Waste Vegetable Oil (WVO)


1) WVO digunakan sebagai bahan bakar lebih 1
abad yang lalu. Pada awalnya mesin diesel
menggunakan vegetable oil. Waste vegetable oil
dianggap sebagai biofuel generasi II karena
kegunaannya sebagai makanan sudah tidak
berguna lagi.
Recycling WWO dapat
memperbaiki pencemaran lingkungan.
2) Kelebihan WVO :
)Tidak mengganggu rantai makanan
)Tersedia
)Mudah dikonversi menjadi biodiesel
)Kandungan S rendah
)Tidak butuh lahan

3. Kekurangan WVO :
Dapat merusak mesin jika
direncanakan dengan benar

tidak

4. WVO kemungkinan merupakan salah


sumber biodiesel yang terbaik, dapat
dibuat sesuai kebutuhan.
5. Pengumpulan
WVO
merupakan
masalah tersendiri, bersumber dari
berbagai rumah dan restourant.

Biodiesel Minyak Jelantah?


.

Biodiesel dari minyak jelantah dikemas


dengan baik, akan memberikan nilai
ekonomis bukan?

Pembuatan Biodiesel

Cara pembuatan biodiesel dari


transesterifikasi sebagai berikut :

minyak

jelantah

(Proses

1) Minyak jelantah dituangkan ke dalam beker 1000 ml


dipanaskan 130 oC (10 menit untuk menghilangkan kadar air
yang terkandung.
2) Diamkan hingga dingin
3) 125 ml metanol + 4,9 gr potasium hidroksida dalam erlenmeyer
250 ml, diaduk perlahan 15 menit untuk membuat larutan
potasium methoxide
4) Minyak jelantah pada proses 1 di atas dipanaskan kembali
sampai suhu 45-55 oC dan diaduk perlahan.
5) Kemudian secara perlahan-lahan campuran potasium methoxide
ditambahkan ke dalam beker, sehingga terjadi proses
pencampuran dari minyak jelantah dan potasium methoxide
6) Campuran tersebut diaduk perlahan (30 menit) dan dijaga agar
temperatur tetap konstan, sampai larutan berubah warna.

8) Keesokan harinya akan diperoleh senyawa biodiesel dengan warna


coklat terang di bagian atas dan gliserol berwarna coklat kegelapan
di bagian bawahnya.
9) Selanjutnya biodiesel di bagian atas dipisahkan dari gliserol dengan
jalan menuangkan ke dalam gelas secara perlahan-lahan.
10)Biodiesel selanjutnya diuji sifat fisiknya yang meliputi : density,
specific grafity, viskositas, titik nyala dan titik bakar (flash and fire
point) serta dibandingkan dengan sifat fisika dari minyak solar.
11)Apabila ditemukan sifat fisika biodiesel jauh di bawah sifat fisika
solar, maka penggunaan methanol (atau ethanol) harus
diperbanyak, sedangkan sebaliknya apabila sifat fisika biodiesel jauh
di atas sifat fisika minyak solar, maka volume methanol (atau
ethanol) harus dikurangi.
12)Biodiesel yang telah teruji sifat fisiknya dan cenderung mendekati
sifat fisika dari minyak solar kemudian digunakan sebagai bahan
bakar untuk menggerakkan mesindiesel. Pengujian dilakukan
dengan melakukan variasi putaran dari 650 rpm sampai dengan
2050 rpm pada kondisi stasioner

Non-Woody Biomass: Grasses


1.
2.
3.
4.

Biofuel berbahan baku rumput switchgrass.


Switchgrass directly and indirectly biofuel.
Kandungan selulosa tinggi ideal direct biomass.
Dapat dibuat ethanol dari selulosa

5. The benefits of switchgrass over other biomass


include:

Tumbuhan yang senantiasa hijau (lowers costs)


Memperbaiki kualitas tanah
Dapat ditanam jauh dari pemukiman penduduk
Dapat tumbuh di lahan kering & tandus
Tidak perlu pestisida

Non-Woody Biomass:
Municipal Solid Waste
Bersumber dari ladang gas, tempat
sampah, rumput, dll.
Tidak sebersih tenaga surya, dan
angin, akan tetapi memiliki kandungan
carbon < bahan bakar fosil.
Sampah kota sering digunakan sebagai
pembangkit daya, dimana dibakar
langsung untuk menghasilkan panas
dan listrik.

Biofuels Generasi III


1) Secara khusus diperolah dari tanaman
alga.
2) Pada mulanya, algae dianggap sebagai
biofuel generasi II. Akan tetapi karena
alga dapat dikembangkan besar maka
diklasifikasikan tersendiri.
3) Biofuels
berbasis
alga
memerlukan
mekanisme produksi khas sehingga
merupakan solusi potensial jika terjadi
kekuragangan biofuel generasi I dan II.

The Potential of Algae-based


Biofuels
No feedstock can match algae In terms of quantity or diversity.

Algae produce an oil that can easily be refined into diesel or even certain
components of gasoline
Algae can be genetically manipulated to produce everything from ethanol
and butanol to even gasoline and diesel fuel directly

Butanol is of great interest because the alcohol is exceptionally


similar to gasoline. In fact, it has a nearly identical energy density
to gasoline and an improved emissions profile.

Until the advent of genetically modified algae, scientists had a great deal of
difficulty producing butanol

Outstanding yields

Algae have been used to produce up to 9000 gallons of biofuel per acre,
which is 10-fold what the best traditional feedstock have been able to
generate
People who work closely with algae have suggested that yields as high as
20,000 gallons per acre are attainable
According to the US Department of Energy, yields that are 10 times higher
than second generation biofuels mean that only 0.42% of the U.S. land area
would be needed to generate enough biofuel to meet all of the U.S. needs.

Techniques for Cultivating Algae


Algae can adventitiously be cultivated in diverse ways:
Open ponds
Algae is grown in a pond in the open air
Simple design and low capital costs
Less efficient than other systems
Other organisms can contaminate the pond and potentially
damage or kill the algae
Closed-loop systems
Similar to open ponds but not exposed to the atmosphere
and use of a sterile source of carbon dioxide
Could potentially be directly connected to carbon dioxide
sources (such as smokestacks) and thus use the gas before
it is every released into the atmosphere
Photobioreactors
Complex, expensive, closed systems
Significantly higher yield and better control

Cultivating Algae
For all three cultivation techniques, algae are
able to be grown almost anywhere that
temperatures are warm enough. This means
that no farm land need be threatened by algae.
Closed-loop and photobioreactor systems have
even been used in desert settings.
What is more, algae can be grown in waste
water, which means they can offer secondary
benefits by helping to digest municipal waste
while avoiding taking up any additional land. All
of the factors above combine to make algae
easier to cultivate than traditional biofuels.

Challenges of Algae Production

Algae require large amounts of water, nitrogen and phosphorus to grow


So much in fact that the production of fertilizer to meet the needs of
algae used to produce biofuel would produce more greenhouse gas
emissions than were saved by using algae based biofuel to begin
with.
It also means the cost of algae-base biofuel is much higher than fuel
from other sources.
Currently, the net energy invested into producing biofuel using algae
is greater than the amount of energy that can be extracted from the
fuel

This single disadvantage means that the large-scale implementation of


algae to produce biofuel will not occur for a long time, if at all. In fact,
after investing more than $600 million USD into research and
development of algae, Exxon Mobil came to the conclusion in 2013 that
algae-based biofuels will not be viable for at least 25 years. What is
more, that calculation is strictly economical and does not consider the
environmental impacts that have yet to be solved.

A minor drawback regarding algae is that biofuel produced from them


tends to be less stable than biodiesel produced from other sources. This

Keuntungan Biofuel
1) Sumber energi terbarukan dibandingkan
bahan bakar alam : batubara, minyak &
bahan bakar nuklir
2) Biofuels merupakan cara terbaik untuk
mereduksi emisi greenhouse gases.
3) Densitas Energy density: bahan bakar fossil
memberikan energi besar dangan massa
kecil sehingga digunakan untuk berbagai
kegunaan.
4) Ketersediaan Biofuels
5) Environmental Impact

Kerugian Biofuels
1) Keberadaanya tergantung potensi
daerah
2) Mempengaruhi ketersediaan pangan
3) Butuh lahan
4) Berpengaruh kuat terhadap
biodiversity
5) Global Warming

Pompa Hidram
A.
B.

C.

Singkatan : Hidraulik Ram. (hidro = air ; ram =


pukulan)
Definisi
: Pompa yang energi atau penggeraknya
berasal dari tekanan / hantaman air (disebut juga
dengan motorless water pump)
Persyaratan pompa hidram
1). Ada terjunan air (minimal 1 m)
2). Debit air minimal 7 l/menit
3). Sudut terjunan air 1 : 5 (tinggi air masuk : tinggi
pompa
terhadap bak penampungan)
4). Diameter pompa disesuaikan dengan debit air
masuk

D.

Fungsi bagian pompa hidram

1. Rumah pompa
Merupakan tempat terjadinya proses pemompaan, bagian
ini dilengkapi dengan dudukan agar pompa dapat berdiri kokoh
2. Kleb limbah
Kleb limbah merupakan kleb pembuangan air sisa, yang
berfungsi memancing gerakan air yang berasal dari bak mata air,
sehingga dapat menimbulkan air yang bekerja sebagai sumber
tenagan pompa.

3. Tabung kompressor
Berfungsi meneruskan dan melipatgandakan tenaga
pemompaan, sehingga air yang masuk ke tabung
kompressor dapat dipompa naik
4. Kleb hantar
Kleb ini menghantarkan air dari pompa ke tabung udara
serta menahan air yang telah masuk agar tidak kembali ke
rumah pompa.

Pembuatan Briket Sekam Padi


Kadar selulosa sekam yang cukup tinggi dapat
memberikan pembakaran yang merata dan stabil,
untuk memudahkan diversifikasi penggunaannya,
maka sekam terlebih dahulu melalui proses
pembuatan arang sekam kemudian dipadatkan,
dibentuk dan dikeringkan, disebut dengan Briket
Sekam Padi

Pembuatan Biogas

Biogas
.

Sampai Jumpa

109