Anda di halaman 1dari 8

PENENTUAN SMOKE POINT (TITIK ASAP)

DISUSUN OLEH :
KELOMPOK

: 01

KELAS

: 5 EGD

DERRYL TRI JAYA

(061340411682)

DODDY SAPUTRA

(061340411683)

DWI PUTRI ANGGRAINI

(061340411684)

FERALIZA WIDANTI

(061340411686)

FIRMANSYAH

(061340411687)

GILANG RINDTYA S

(061340411688)

GITA MUSTIKA

(061340411689)

INSTRUKTUR : ZUROHAINA, S.T.,M.T

PROGRAM STUDI DIV TEKNIK ENERGI


JURUSAN TEKNIK KIMIA
POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA
2015

PENENTUAN SMOKE POINT (TITIK ASAP)

I.

TUJUAN PERCOBAAN
Dapat menjelaskan pengertian dan peranan smoke point (titik asap) dari

turbie fuel dan fraksi dibawahnya.


Dapat menentukan smoke point (titik asap) dari turbine fuel dan fraksi
dibawahnya.

II.

ALAT DAN BAHAN


Alat yang digunakan

Seperangkat alat penentuan titik asap


Gelas Kimia

Bahan yang digunakan

Kerosine
Solar

III.

DASAR TEORI

IV.

LANGKAH KERJA
1. Mencelupkan sumbu yang telah dicelupkan (panjang > 125 mm) ke dalam
contoh dan memasukkan ke dalam tabung suhu, mencelupkan sekali lagi ke
dalam contoh.
2. Memasukkan 20 cc contoh yang bersih pada suhu kamar, ke dalam tempat
(tabung contoh).
3. Meletakkan tabung sumbu dan sumbunya ke dalam contoh tadi, megusahakan
supaya benar-benar rapat.

4. Memotong sumbu kira-kira 6 mm dari tabung sumbu, kemudian memasang


seluruh tabung pada sumbunya.
5. Menyalakan sumbu dan mengatur sumbunya sehingga tinggi nyala kira-kira 1
cm, dan membiarkan lampu menyala sampai 5 menit.menaikkan sumbu
sampai asap hilang.
6. Mencatat tinggi nyala sewaktu tepat tak mengeluarkan asap, sampai ketelitian
0,3 mm.

V.

DATA PENGAMATAN

Sampel
Kerosine
Solar

Titik Minimum
(mm)
15
14

Titik Maksimum
(mm)
24
27,1

Titik Asap
(mm)
19,5
20,5

VI.

ANALISA PERCOBAAN
Pada praktikum teknologi minyak dan gas bumi kali ini dilakukan
penentuan titik asap minyak bakar. Paada percobaan ini digunakan alat yang
bernama Smoke Point Lamp. Alat ini terdiri dari sumbu, tabung sampel dan kaca
yang digunakan untuk melihat jelaga yang dihasilkan pada saat penyalaan api.
Prinsip kerja alat ini yaitu berdasarkan titik nyala yang dihasilkan oleh lampu
tanpa terjadi jelaga. Dalam alat ini terdapat typikal nyala api yang dihasilkan yaitu
api yang dihasilkan terdiri dari 3 puncak ; puncak maksimum, puncak minimum
dan puncak tengah. Nilai dari titik asap pada sampel yang diuji yaitu berada pada
puncak yang kedua atau pada puncak tengah.

Dilakukannya percobaan ini adalah dengan tujuan untuk mengetahui nilai


titik asap dan minyak bakar secara praktikum dimana sampel yang digunakan
adalah kerosin dan solar. Pengujian titik asap ini sangat diperlukan dalam hal
spesifikasi minyak-miyak bakar karena titik asap ini sangat berpengaruh terhadap
kualitas suatu minyak bakar. Semakin tinggi titik asap pada minyak bakar, maka
semakin baik kualitas dari minyak tersebut.
Dari pengujian titik asap ini dapat dibandingkan secara teori dan
prakteknya nilai titik asap kerosin dan solar yang dihasilkan. Pada pengujian titik
asap solar dan kerosine dihasilkan secara prakteknya yaitu titik asap kerosin
adalah 19,5 mm dan titik asap solar adalah 20,5 mm. Sedangkan secara teori
kerosin yang bagus memiliki titik asap 17 mm. Jadi dapat diketahui bahwa
kerosine yang diuji nilai titik asapnya melebihi nilai titik asap yang standar atau
yang bagusnya. Perbedaan hasil secara praktek dan teori yang didapatkan pada
pengujian secara praktek pada kerosin ataupun solar bahan yang digunakan telah
ada tambahan atau campuran pada minyak bakar tersebut atau dapat dikatakan
tidak murni lagi.

VII.

KESIMPULAN
Dari praktikum yang telah dilakukan yaitu pengujian smoke point pada kerosin
dan solar dapat disimpulkan bahwa:
1. Smoke point untuk sampel kerosine adalah 19,5 mm.
Smoke point untuk sampel solar adalah 20,5.
2. Semakin tinggi nilai titik asap suatu bahan bakar, maka semakin baik kualitas
dari minyak (bahan bakar) tersebut.

DAFTAR PUSTAKA

Zurohaina.2015.Penuntun Praktikum Teknologi Minyak dan Gas Bumi.Palembang:


Politeknik Neger Sriwijaya.
www.google.com
Standard Test Method for Smoke Point of Kerosine and Avistion Turbine Fuel

GAMBAR ALAT