Anda di halaman 1dari 11

PENDAHULUAN

Tujuan Pembelajaran
Tujuan umum :
Mengetahui dan memahami konsep Integral yang dalam kenyataannya
dapatdiImplementasikan dalam berbagai macam bidang, diantara lainnya ;
1. Bidang Biologi
2. BidangArsitektur
3. Bidang Teknologi

Sejarah INTEGRAL
Georg Friedrich Bernhard Riemann (1826 1866) merupakan seorang matematikawan yang
pada kala itu merupakan mahasiswa dari salah satu universitas Gottingen yang merupakan pusat
matematikawan dunia. Riemann-lah yang memberi kita definisi modern tentang integral tentu,
yaitu tentang jumlah Riemann sebagai jumlah luas siku empat (Purcell, 1987).
Konsep dasar integral berbatas (integral tentu) atau integral Riemann sesungguhnya

telah

diperkenalkan oleh Archimedes dalam abad ketiga sebelum Masehi dalam usahanya menghitung luas
daerah bidang datar yang dibatasi oleh kurva-kurva kontinu.Namun, pada abad ke-17 Newton dan
Liebniz menemukan teorema yang dalam banyak hal mampu menghitung integral tertentu dengan
lebih ringkas tanpa melalui pelimitan jumlah Riemann.Teorema ini diberi nama Teorema Dasar
Kalkulus (TDK) dan berfungsi sebagai jembatan antara kalkulus diferensial dan kalkulus integral
(Anton, 1988).

INTEGRAL Tentu
Integral merupakan invers atau kebalikan dari diferensial. Pada dasarnya integral terbagi atas
dua macam, yaitu integral tentu dan integral tak tentu.Integral tentu adalah suatu integral yang
dibatasi oleh suatu nilai tertentu yang biasa disebut sebagai batas atas dan batas bawah. Integral ini
1

biasanya digunakan untuk mencari luas suatu area. Bentuk umum dari integral tentu adalah
sebagai berikut :
a

y ( x )=[ f (x )] b
a
b

Integral tentu terbagi atas dua macam, yaitu integral tentu sebagai limit jumlah Riemann dan
integral berdasarkan teorema dasar kalkulus.Integral tentu dapat digunakan untuk mendefinisikan
dan menghitung panjang, luas, volume yang memuat juga konsep volume benda putar, usaha/kerja,
momen dan pusat massa. Untuk menyelesaikan persoalan pada konsep integral tentu maka
muncul teknik pengintegralan yang bersifat integral parsial dan dengan menggunakan aturan rantai
maka

muncul

aturan

substitusi

yang

mencakup

juga

substitusi trigonometri (Yeni,

2013).Pendiferensialan integral tentu menurut Newton dan Leibniz yang dikemukakan dalam Teorema
A adalah sebagai berikut :
Andaikan f kontinu pada interval tertutup [a,b] dan andaikan x sebarang titik (variabel) dalam
[a,b].Maka ;

( t ) dt
x

=f ( x)
o

Dx
Teorema B (Teorema Dasar Kalkulus Kedua) Purcell (1984).

Misalkan f (karenanya terintegrasikan) pada [a,b] dan misalkan F sebarang anti turunan dari f pada
[a,b]. Maka ;
x

f ( t ) dt=F ( b )F ( a )
a

PEMBAHASAN
Pada kenyataannya sendiri konsep integral dapat diimplementasikan dalam berbagai macam bidang
seperti

bidang

Biologi,Fisika,Arsitetur,Industri,Ekonomi,Astronomi,Kimia

dan

masih

banyak

lagi.Hampir tiap besaran yang dapat dianggap sebagai hasil pemotongan sesuatu menjadi bagianbagian lebih kecil, aproksimasi tiap bagian, penjumlahan dan pengambilan limit apabila tiap bagian
mengecil, dapat diartikan sebagai suatu integral (Purcell,1987). Ini tidak mengherankan oleh karena
integral tersebut memang diciptakan untuk keperluan tersebut. Akan tetapi pada kesempatan ini kita
akan lebih menspesifikasikannya 3 bidang saja, antara lain.

Bidang Biologi
Penerapan matematika sendiri semakin banyak digunakan dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan
misalnya pada

bidang biologi yang dapat diterapkan untukmengukur volume darah yang

mengalirdalam pembuluh darah, mengubah energy menjadi gerak otot, mengukur banyak polutan yang
memasuki ekosistem, proses penyembuhan luka pada mahluk hidup dan juga berguna dalam proses
pengobatan kanker/tumor, dan mempelajari tentang keluaran kardiak jantung yang akan kita bahas
berikut ini.
kardiak jantung sendiri ialah Lajualirandarahke aorta atau volumedarah yang dipompajantung
persatuanwaktu (Guyton:1990:164). Keluaran kardiak jantung dapat diukur dengan menggunakan
metode pengenceran zat warna.Za twarna digunakan untuk mengukur keluaran kardiak.Zat warna yang
disuntikkan kedalam serambi kanan mengalir melalui jantung ke aorta.

Alat pemeriksa yang dimasukkan kedalam aorta berfungsi untuk mengukur konsentrasi zat warna yang
meninggalkan jantung pasasaat yang tersebarmeratase panjang selang waktu [0, T] hingga seluruh za
twarna dikeluarkan.Misalkanc(t) adalah konsentrasi zat warna pada saat t. Jika kita bagi [0, T] atas
selang bagian dengan panjang t yang sama, mak ajumlah zat warna yang mengali rmelalui titik ukur
selama selang bagian dari t = ti-1 ke t = tikurang lebih sama
dengan :

(konsentrasi)(volume) = c(t1)(F t)
dengan F menyatakan laju aliran yang sedang kita coba tentukan. Jadi, jumlah total zat warna kurang
lebih sama dengan :

t
c
n

) F t = F

i=1

t
c
n

) t

i=1

Dan dengan mengambil n , kita peroleh bahwa jumlah zat warn aadalah :
T

A=F

c ( t ) dt
0

Jadi, keluaran kardiak adalah sebagai berikut:

F= T

c ( t ) dt
0

Dimana jumlah zat warna Adi ketahui dan integral dapat dihampiri dari pembacaan konsentrasi.

Contohsoal :
Metode pengenceran zat warna digunakan untuk mengukur keluaran kardiak dengan 9 mg zat warna.
Konsentrasi zat warna, dalam mg/L, dmodelkan oleh c(t) =

1
t(14-t), 0 t 12 , dengan t diukur
6

dalam detik. Hitunglah berapakeluarankardiaknya (F)?


Penyelesaian :
Diketahui

c(t) =

1
t(14-t)
6

0 t 12
A = 6 mg
Dijawab

:
12

16 t (14t ) dt
0

12

1
t ( 14t ) dt
6 0

1 (
14 t t 2 ) dt

6 0

14 t 2
2

12

12
1
t) 0 ]
3

1
1
2
3
[ 7 ( 12 ) ( 12 ) ]
6
3

1
6

(1.008 432)

1
6

(432)

= 72
Jadi, keluaran kardiak berdasarkan rumus ,sebagai berikut :
A

F=

12

c ( t ) dt

9
72

= 0,125 L/s = 7,5 L/menit.

Bidang Arsitektur
Selain bidang biologi, integral bisanya juga digunakan dalam bidang Arsitektur seperti mencari luas
daerah bidang rata dan sebagainya. Intergral sendiri sangat diperlukan dalam perencanaan bangunan
demi mencapai suatu yang berkesinambungan dan mewujudkan ketergantungan antara konstruksi
dengan bentuk dan fungsi(tugas) atau sebaliknya.
Berikut salah satu contoh Implementasi Integral di bidang Arsitektur dalam menentukan luas daerah
bidang datar ;

A ( R )= f ( x ) Dx
a

(Varberg, Purcell, Rigdon, 2007)

Contoh Soal ;
Tentukan luas daerah R dibawah kurva y= x 4x 32 antara x = -1 dan x = 2.
6

Jawab :

Bidang Teknologi
Seiring perkembagan zaman teknologi sendiri terus berkembang sampai saat ini, kenyataannya banyak
hal dari suatu teknologi tersebut terbentuk dan juga tercipta dengan perhitungan yang Sistematis
mengunakan 1 konsep ataupun gabungan dari beberapa konsep matematika dan Integral sendiri
berperan penting dalam beberapa hal itu.
Pada bidang teknologi sendiri Integral dapat digunakan dalam banyak hal, diantaranya;
-

Penggunaan laju tetesan minyak dari tangki untuk menentukan jumlah kebocoran selama selang

waktu tertentu.
-

Penggunaan kecepatan pesawat ulang alik Endeavour untuk menentukan ketinggian maksimum

yang dicapai pada waktu tertentu.


-

Memecahkan persoalan yang berkaitan dengan volume, panjang kurva, perkiraan populasi, gaya

pada bendungan, usaha.

Namun,

pada

kesempatan

ini

kita

akan

lebih

membahas

implementasi

Integral

untuk

menentukanpanjang kurva yang dapat diterapkan dalam rancangan pesawat terbang dijaman sekarang.
Berikut rumusan Konsepnya.

Misalkan P adalah titik (x,y) dan Q adalah titik pada kurva didekat P. Misalkan pula

= panjang

busur kecil PQ.

Dari rumus Phitagoras diberikan :

s 2
Jika masing-masing ruas dibagi dengan x 2 , maka :

Jika x 0 :

Contoh :
Tentukan panjang kurva

y =x

di antara x = 0 dan x = 4, untuk cabang y > 0.

Penyelesian :

DAFTAR PUSTAKA
Anton, H. 1988. Calculus with Analytic Geometry. 5thed. John Wiley & Sons.New
York.Nugroho, Andhika Puspito,2004.Buku Ajar Ekotoksikologi (BIO 409).Universitas
GadjahMada.[pdf]diaksespada tanggal 6 Februari2015.
10

[http://www.google.com/url?
sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=9&cad=rja&uact=8&ved=0CEwQFjAI&url
=http%3A%2F%2Felisa.ugm.ac.id%2Fuser%2Farchive%2Fdonload
%2F24164%2F7fe710c562d99054e7165d4acee88cff&ei=GtjWVJ2lDYGVuASTs4AY
&usg=AFQjCNHMwaeHhnY_wKazUkKaT0bcsTR9Gw&sig2=WUiI1EWUbslVflvh5
XvaOQ].Jurnal Biologi Education, Ed 2013. [pdf] diakses pada tanggal 4 Februari
2015. http://www.serambimekkah.ac.id/download/edisi-oktober-2013.pdf.Purcell, E.J
and Varberg. 1987. Calculus with Analytic Geometry. 5thedition. Prentice Hall, Inc.
Englewood Cliffs, New Jersey. Ramdani, Yeni. 2013. Pembelajaran dengan Scientific
Debate UntukMeningkatkan Kemampuan Komunikasi,Penalaran dan Koneksi
Matematis Mahasiswa dalam Konsep Integral [pdf]. Universitas Pendidikan Indonesia.
[diakses pada tanggal 4 Februari 2015].http://ciiprutt.blogspot.com/2012/10/limbahatau-polutan.html.[diakses pada tanggal 5 Februari 2015].

11