Anda di halaman 1dari 5

Kinerja Pengelolaan Anggaran Daerah 2010

Anggaran pemerintah (baik APBN maupun APBD) merupakan instrumen


penting bagi
pemerintah untuk menetapkan prioritas program pembangunan di tingkat
nasional
maupun daerah. Bahkan bisa dikatakan bahwa anggaran pemerintah adalah
refleksi keputusan
politik antara eksekutif dan legislatif. Keputusan politik ini tentunya akan
berdampak sangat
luas terhadap taraf hidup masyarakat terkait dengan seberapa besar alokasi
anggaran
pembangunan bisa memberikan manfaat bagi upaya penyediaan layanan
dasar yang lebih baik
bagi warganya khususnya kelompok miskin dan perempuan. Oleh karenanya,
anggaran
merupakan salah satu alat ukur untuk menilai keberpihakan pemerintah
terhadap warganya.
Kinerja Pengelolaan Anggaran Daerah (KiPAD) merupakan instrumen
penelitian yang
digagas, dikembangkan dan dilaksanakan oleh kelompok sipil untuk
memantau dan
mengevaluasi proses pengelolaan anggaran di daerah. Instrumen monitoring
ini telah
diimplementasikan sejak tahun 2009 oleh Seknas FITRA dengan dukungan
dari the Asia
Foundation. Pada tahun 2009 hingga 2010, monitoring dilakukan di 42
kabupaten/kota di
Indonesia dengan melibatkan 28 jaringan kelompok sipil yang terdiri dari
Lembaga Swadaya
Masyarakat (LSM), organisasi massa (Ormas) maupun lembaga penelitian
dari perguruan tinggi.
Laporan penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauhmana praktik-praktik
pengelolaan
anggaran daerah dijalankan dengan menerapkan prinsip-prinsip tata kelola
pemerintahan yang baik, yaitu transparansi, partisipasi, akuntabilitas dan
kesetaraan
gender. Secara khusus, studi ini dimaksudkan untuk memberi umpan balik
kepada pemerintah daerah untuk meningkatkan kinerja dalam proses
perencanaan dan penganggaran. Melalui studi ini pemerintah daerah bisa
melihat
bagaimana tahapan-tahapan pada proses penganggaran di daerahnya sudah
sesuai
dengan aturan-aturan yang digariskan, juga mendapatkan inspirasi atas
prakarsaprakarsa
inovatif yang dilakukan oleh daerah lain. Bagi pemerintah pusat, studi ini ini
juga
diharapkan dapat dipakai untuk melakukan evaluasi kebijakan nasional dalam
proses
pengelolaan anggaran daerah yang lebih baik. Hasil studi ini juga dipakai

sebagai rujukan bagi Siklus Pengelolaan Anggaran terdiri dari empat tahapan:
1. perencanaan anggaran,
2. pembahasan anggaran,
3. pelaksanaan anggaran, dan
4. pertanggungjawaban anggaran
Kinerja
Pengelolaan
Anggaran
Daerah
Temuan-Temuan
Studi
Pengelolaan
di 20 Daerah Partisipan Program KINERJA 4

(KIPAD)

2011
Anggaran

kerja-kerja advokasi jaringan kelompok sipil dalam berbagai program


advokasi anggaran yang berpihak kepada kelompok miskin (pro poor) di
beberapa daerah yang menjadi lokasi studi. Laporan ini merupakan hasil
penilaian pengelolaan anggaran di 20 kabupaten/kota pada tahun 2011 yang
dikoordinir oleh Seknas Fitra dengan dukungan dari The Asia Foundation dan
Program Kinerja USAID. Ada empat tahapan yang dinilai dalam KIPAD ini
yakni tahap perencanaan dimana pemerintah daerah melakukan serangkaian
kegiatan untuk merencanakan program kegiatan hingga penyusunan draft
anggaran;
tahap
pembahasan
dimana
pemerintah
daerah membahas dan menetapkan draft anggaran yang telah disusun pada
tahap sebelumnya; tahap pelaksanaan dimana pemerintah daerah
melaksanakan program sesuai dengan anggaran yang telah ditetapkan;
tahap pertanggungjawaban pada saat dimana pemerintah daerah dan
mempertanggungjawabkan pelaksanaan program kegiatan dan anggaran
yang telah dilaksanakannya.

KEPEMIMPINAN

GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH


DALAM KINERJA PENGELOLAAN ANGGARAN DAERAH
TEPPA (Tim Evaluasi dan Pengawasan Penyerapan Anggaran) merupakan
sekelompok aparatur pemerintah yang memegang tugas pokok dan fungsi
untuk Melakukan Evaluasi dan Pengawasan Penyerapan Anggaranyang
merupakan salah satu instrumen kepemimpinan kepala daerah dalam
merubah pola pikir revolusi mental paradigma kinerja penyerapan
Anggaran Pemerintah ditangani secara khusus dan di giring dengan
bersemangat oleh Kepala Daerah agar dapat memberikan stimulus yang
akurat terhadap upaya pembangunan segala bidang. Hasil TEPPA masih
bersifat laporan kinerja semata atau raport, belum meliputi tindak lanjut
pengelolaan deviasi / gejala-gejala persoalan yang muncul dalam
pengelolaan anggaran, yang tidak lepas dari siklus penyelenggaraan
pembangunan yang dimulai dari Perencanaan, Pengelolaan, Pembinaan
dan Pengendalian. TEPPA bila yangditerapkan secara akurat di Kalimantan
Tengah telah dan akan terus meningkatkan kinerja pemanfaatan anggaran
pemerintah. Kinerja anggaran merupakan bawaan hakiki dalam
penyelenggaraan
pemerintahan.
Untuk
mendapatkan
kinerja

pemerintahan, maka salah satu kuncinya adalah kinerja anggaran. Kepala


Daerah pada dasarnya cenderung merasa amat senang bila angka
serapan yang dilaporkan sesuai dengan target yang dibuat sedemikian
rupa, misalnya selama empat triwulan 20 %, 50%, 85 % dan 100%. Hal ini
memicu para pimpinan dibawah Kepala Daerah fokus untuk berupaya
membelanjakan anggaran sebesar-besarnya yang bisa di capai per
triwulan. Dalam hal ini, biasanya terjadi upaya merevisi dokumen-dokumen
anggaran secepatnya, dan otoritas yang melakukannya berpikiran sama,
yaitu bagaimana melakukannya secepat mungkin agar Kepala Daerah
melihat hasil serapan anggaran yang sesuai target.
Serapan
anggaran
yang
akurat,
secara
empiris
tidak sepenuhnya menjamin peningkatan akurasi pelaksanaan programprogram / kegiatan kegiatan yang dilaksanakan dilapangan. Karena
TEPPA bukan verifikator operasional, melainkan bekerja dengan hasil
laporan seluruh pihak terkait yang akhirnya dihitung dengan limitasi pada
angka pencapaian serapan anggaran semata. Serapan anggaran bukan
indikator keberhasilan program / kegiatan, hanya sebagai indikator antara,
bukan indikator absolute atau tujuan akhir. Indikator nisbi / relatif angka
serapan anggaran yang dihimpun oleh TEPPA ini juga dikejar-kejar waktu
yang terus berjalan.
Hal ini yang dirubah oleh Gubernur Kalimantan Tengah, A. Teras
Narang, kiatnya adalah melakukan konsolidasi penuh secara teratur
melakukan pengelolaan anggaran pemerintah deaerah dari hulu ke hilir.
Yaitu pertama memastikan persiapan penyelenggaraan anggaran oleh
pemerintah daerah dibiasakan dilakukan secara mencicil istilahnya dimulai
kerja lebih dini, sebelum anggaran ditetapkan melalui peraturan daerah,
sudah dilakukan manajemen setiap tahapan yang harus diselesaikan
(lintasan kritis) tak boleh terputus atau dihindari karena cuma ingin
memudahkan kerja atau mempercepat proses.
Gubernur Kalteng dalam mengarahkan upaya serapan anggaran yang baik
dan benar itu harus terpaut dengan upaya memicu stimulasi fasilitasi
sektor-sektor penentu pertumbuhan ekonomi daerah, karena itu beliau
menetapkan target serapan anggaran itu dari hasil pengamatan panjang

tentang perilaku ekonomi daerah baik respon terhadap sifat makro ekonomi
mau pun mikro ekonomi.
Dari data resmi BPS diketahui jelas bahwa dalam era 2004-2015 Kepemerintahan Provinsi
Kalimantan Tengah secara konsisten merupakan provinsi yang berada di peringkat yang
baik di Indonesia dalam hal pengelolaan ekonomi daerahnya.

Reformasi dan praktek dilakukan terhadap peningkatan kesisteman pola


kerja kepemimpinan (leadership) kolektip kolegial dengan harmonis dan
konstruktif Provinsi / Kabupaten / Kota untuk membina para manejer /
pimpinan SKPD / pemangku kepentingan se Kalteng dalam pengelolaan
anggaran pemerintah, yaitu aparatur dengan yakin melakukan perubahan
dan prakteknya secara serentak, dimulai dari percepatan perencanaan,
penetapan, proses pengadaan, proses pelaksanaan anggaran dilapangan
sampai monitoring & evaluasi targetnya.
Melalui Rapat Pimpinan TEPPA yang di pimpin Gubernur Kalteng di
Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah, Gubernur Kalteng melakukan
hal tersebut di atas menjadi sebuah tanggungjawab determinasi konsisten
berkelanjutan untuk meningkatkan harmoni bersinergi dengan seluruh
Kepala Daerah se Kalimantan Tengah beserta jajarannya secara reguler
terjadwal melakukan kegiatan ini sepanjang tahun untuk mengawal dan
memastikan segala hal yang telah direncanakan pemerintah dapat tercapai
bahkan dapat melampaui target yang merupakan pencapaian kolektip,
bukan personal.

Beri Nilai