Anda di halaman 1dari 8

ANALISIS RESEP

RESEP 2:
dr.NA
SIP. No. 440/dikes-bb/31.b/X/2011
Klinik Tilongkabila
Telp. 085240159176
Gorontalo 18-04-15
R/ Cetrizine tab No X
R/ Cepadroxil No.X
S 2 dd I
R/ Nisagon No.II
U ext
Pro
: SG
Umur : 86 tahun

A. Skrining Resep
1) Administratif (Kelengkapan Resep)
No.

1
2
3
4
5

7
8
9
10
11
12

URAIAN

PADA RESEP
ADA
TIDAK
Inscription

Identitas dokter:
Nama dokter

SIP dokter

Alamat dokter

Nomor telepon

Tempat dan tanggal penulisan

resep
Invocatio
Tanda resep diawal penulisan

resep (R/)
Prescriptio/Ordonatio
Nama Obat

Kekuatan obat
Jumlah obat

Signatura
Nama pasien

Jenis kelamin
Umur pasien

13
14
15
16

Barat badan
Alamat pasien
Aturan pakai obat
Iter/tanda lain

Tidak
Tidak
Ada
Tidak

Subscriptio
17 Tanda tangan/paraf dokter
Tidak
Kesimpulan:
Resep tersebut tidak lengkap.
Resep tidak lengkap karena tidak mencantumkan informasi mengenai
alamat pasien, dan berat badan pasien, tanda tangan dokter, kekuatan
sedian dan Jenis kelamin Pasien
Cara pengatasan Alamat dan berat badan pasien dapat ditanyakan
langsung kepada pasien/keluarga pasien.
Penjelelasan
1. Inscription
Dari Analisis yang dilakukan resep yang diberikan oleh dokter
sudah Benar mulai dari nama dokter, SIP dokter, alamat dokter , tanggal
penulisan resep dan nomor telpon sudah sesuai dengan Penulisan Resep
yang benar.
2. Invocatio
Dalam resep yang diberikan, tampak penulisan sudah tepat, berada
di sisi kiri atas.Karena obat yang diberikan lebih dari satu sehingga
dituliskan R/ lagi. Dalam resep tersebut obat-obat yang diberikan adalah
obat-obat generik.
3. Rescriptio/Ordonatio
Pada resep yang diberikan penulisan nama obat dan jumlah obat sudah
benar akan tetapi Di sini cara pemakaian obat belum disertakan, misal a.c. (ante
coenum= sebelum makan) atau p.c. (post cibum=sesudah makan).
4. Signatura
Dalam Resep yang diberikan tanda signutere sudah benar tapi jenis
kelamin, berat badan dan alamat pasien tidak dicantumkan kerena alamat pasien
sangant penting dalam penulisan resep hal ini dapat mencegah terjadinya
kesalahan atau pemberian resep pada pasien.
5. Diagnosis

Dari resep diatas pasien mengalami infeksi Kulit dan dit

Karakteristik Obat
1) Cetrzine
Komposisi:
Cetirizine hydrochloride 10 mg
Indikasi:
Indikasi utama cetirizine adalah untuk demam dan alergi lainnya.
Karena gejala gatal-gatal dan kemerahan dalam kondisi ini disebabkan oleh
histamin yang bekerja pada reseptor H1, memblokir reseptor sementara
mengurangi gejala-gejala.
Dosis:
1. Usia 2 -6 tahun mengkonsumsi 2 kali 2,5 mg per hari
2. Usia 6 hingga 12 tahun mengkonsumsi cetrizine 5 mg dua kali sehari
3. Usia dewasa di atas 12 tahun mengkonsumsi 10 mg sekali saja dalam
sehari
Kontra Indikasi:
1. Penderita

dengan

riwayat

hipersensitif

terhadap

kandungan dalam obat.


2. Wanita

menyusui,

karena

kandungan

aktif

cetirizine

diekskresi pada air susu ibu


Peringatan:
1. Selama minum obat ini tidak dianjurkan mengendarai kendaraan
beromotor dan mengoperasikan mesin.
2. Hindari penggunaan bersamaan dengan minum beralkohol atau obat-obat
penekan SSP, karena dapat memperberat penurunan kewaspadaan serta
gangguan kinerja SSP.
3. Hati-hati penggunaan pada penderita ganguan fungsi ginjal.
Efek Samping:
Ada beberapa laporan terjadinya efek samping ringan dan sementara, misalnya
1. Kekeringan pada mulut, hidung dan tenggorokan
2. Pusing
3. Retensi urin
4. Penglihatan kabur
5. Mimpi buruk

6. Sakit perut
7. Pada

beberapa

individu

terjadi

reaksi

hipersensitif,

termasuk reaksi kulit dan mungkin terjadi angiodema.


8. Penelitian dengan ukuran objektif tidak menunjukkan
adanya

pada

fungsi

kognitif,

kinerja

motorik

atau

mengantuk. Walaupun demikian, adanya efek terhadap


system syaraf pusat telah diamati pada beberapa individu
penderita, karenanya hati-hati bila mengendarai mobil atau
mengoperasikan mesin.
9. Penggunaan
diberikan

pada

kepada

kehamilan
wanita

Cetirizine

hamil,

bila

hanya

boleh

benar-benar

diperhitungkan keuntungan lebih besardari kerugiannya.


10.
Hati-hati penggunaan pada penderita epilepsi.
Mekanisme Kerja:
Infeksi rhinovirus Interleukin 6 dan interleukin 8 telah terbukti meningkat
pada sindrom gangguan pernapasan akut. Cetirizine mengandung L-dan Dstereoisomer. Secara kimia, levocetirizine adalah aktif L-enansiomer dari
cetirizine. Dalam penelitian terbaru dari sel epitel saluran napas berikut diamati:
Levocetirizine menghambat produksi molekul adhesi antar sel ICAM-1 dan
sekresi interleukin (IL) -6 dan IL-8, yang mungkin memiliki efek menguntungkan
pada perubahan patofisiologis yang berkaitan dengan manusia rhinovirus (HRV)
infeksi. Pengobatan Levocetirizine menghambat peningkatan HRV diinduksi
dalam ICAM-1 tingkat mRNA dan protein, serta ekspresi HRV-induced IL-6 dan
IL-8 mRNA dan tingkat protein. Titer virus, yang diukur dengan budaya di MRC5 sel, berkurang levocetirizine. Levocetirizine pengobatan juga mengurangi nuklir
peningkatan faktor-kappa B (NF-kB) ekspresi dilihat dengan infeksi HRV.
Levocetirizine menghambat ekspresi Pulsa seperti mRNA reseptor 3 (TLR3) dan
tingkat protein. Temuan ini menunjukkan bahwa, dalam HNEC dan A549 sel,
levocetirizine menghambat replikasi HRV dan HRV diinduksi upregulation,
ICAM-1 IL-6, dan IL-8, TLR3 ekspresi dan aktivasi NF-kB. Hasil studi ini

menunjukkan levocetirizine yang mungkin memiliki aplikasi klinis terhadap


pengobatan peradangan saluran napas yang disebabkan oleh infeksi HR
Cara Penyimpanan:
Simpan pada suhu kamar (25 30oC) dan terlindung dari cahaya.
2) Cepadroxil
Komposisi:
1. Cefadroxil 250mg kapsul, tiap kapsul mengandung : Cefadroxil Monohydrate
setara dengan Cefadroxil Anhydrate 250mg.
2. Cefadroxil 500mg kapsul, tiap kapsul mengandung : Cefadroxil Monohydrate
setara dengan Cefadroxil Anhydrate 500mg.
3. Cefadroxil sirup kering 125mg/5ml, tiap 5ml sirup kering mengandung :
Cefadroxil Monohydrate setara dengan Cefadroxil Anhydrate 125mg.

Indikasi:
Cefadroxil diindikasikan untuk pengobatan infeksi yang disebabkan oleh
mikroorganisme yang sensitif seperti: - Infeksi saluran pernafasan : tonsillitis,
faringitis, pneumonia, otitis media. - Infeksi kulit dan jaringan lunak. - Infeksi
saluran kemih dan kelamin. - Infeksi lain: osteomielitis dan septisemia.
Dosis:
Dosis dan lama cefadroxil diresepkan oleh dokter akan tergantung pada
jenis infeksi yang sedang diobati, tingkat keparahannya dan kondisi kesehatan
pasien. Umumnya, 1-2 gram cefadroxil dikonsumsi per hari untuk 5-10 hari.
Dosis maksimum adalah 4 gram per 24 jam. Bagi anak-anak, dosis juga akan
didasari kepada berat badan anak per kilogram dan akan ditentukan oleh dokter.
Kontra Indikasi:
Penderita yang hipersensitif terhadap sefalosporin.
Peringatan:
1. Jika infeksi disebabkan oleh virus, antibiotik tidak akan memberikan
pengaruh pada tubuh Anda.
2. Beri tahu dokter dan harap berhati-hati menggunakan cefadroxil jika
sebelumnya pernah mengalami reaksi alergi terhadap antibiotik lain.

3. Bagi wanita yang berencana hamil, sedang hamil, atau menyusui, gunakan
obat ini hanya jika sangat diperlukan. Belum ada bukti bahwa cefadroxil
berbahaya bagi bayi tapi sebaiknya tetap digunakan secara hati-hati.
4. Jika Anda menjalani vaksinasi apa pun, pastikan memberi tahu dokter jika
Anda sedang mengonsumsi cefadroxil atau antibiotik lain. Cefadroxil
menghambat keefektifan vaksin tifus.
5. Harap berhati-hati menggunakan cefadroxil jika menderita gangguan
ginjal.
6. Jika Anda mengonsumsi pil KB sebagai metode kontrasepsi dan
mengalami muntah-muntah akibat cefadroxil, gunakan pengaman
tambahan seperti kondom untuk mencegah kehamilan.
Efek Samping:
1. Mengalami diare
2. Merasa sakit perut atau mengalami gangguan pencernaan
3. Peradangan pada lidah
4. Mual dan muntah
Interaksi Obat:
Obat-obat yang bersifat nefrotoksik dapat meningkatkan toksisitas
sefalosporin terhadap ginjal. Probenesid menghambat sekresi sefalosporin
sehingga memperpanjang dan meningkatkan konsentrasi obat dalam tubuh.
Alkohol dapat mengakibatkan Disulfiram-like reactions, jika diberikan 48 72
jam setelah pemberian sefalosporin.
Mekanisme Kerja:
Cefadroxil adalah antibiotika semisintetik golongan sefalosforin untuk
pemakaian oral. Cefadroxil bersifat bakterisid dengan jalan menghambat sintesa
dinding sel bakteri. Cefadroxil aktif terhadap Streptococcus beta-hemolytic,
Staphylococcus aureus (termasuk penghasil enzim penisilinase), Streptococcus
pneumoniae, Escherichia coli, Proteus mirabilis, Klebsiella sp, Moraxella
catarrhalis.
Cara Penyimpanan:
Simpan dalam wadah tertutup rapat pada suhu kamar (15 - 30C)

3) Nisagon
Komposisi:
Betamethasone-17-valerate 0.1 %, neomycin sulphate 0.5 %
Indikasi:
Mencegah

inflamasi

pada

dermatosis

yang

responsif

terhadap

kortikosteroid bilamana dengan infeksi sekunder yang disebabkan oleh organisme


yang sensitif terhadap neomisin.
Dosis:
Oleskan pada daerah yang sakit 2-3 x sehari
Kontra Indikasi:
1. Hipersensitif
2. Rosacea, jerawat & dermatitis perioral
3. Infeksi virus kulit primer ( seperti herpes simplex ), pemakaian
luas, kehamilan, usia lanjut, pasien dengan kerusakan ginjal
4. Lesi kulit primer yang disebabkan oleh jamur, bakteri atau ragi
5. Dermatosis pada anak < 1 tahun
6. Otitis externa dengan perforasi membran tympanic.
Peringatan:
1. Hanya untuk pemakaian luar, tidak untuk mata.
2. Iritasi atau sensitif ( Hentikan ).
3. Hindari pemakaian jangka panjang & luas terutama pada bayi &
anak.
4. Lama pengobatan pada remaja dan daerah muka maksimal selama
5 hari, hindari perban oklusif.
5. Kehamilan & menyusui.
Efek Samping:
1. Rasa terbakar, rasa gatal, iritasi, kulit kering, folikulitis,
hipertrikosis, alergi seperti erupsi, maserasi kulit, infeksi sekunder,
atrofi kulit, striae, miliaria.
2. Ototoksisitas, neprotoksisitas (terapi jangka panjang, dosis besar).
Cara Penyimpanan:
Simpan ditempat sejuk dan kering terhindar dari sinar matahari langsung