Anda di halaman 1dari 9

3/24/2016

MakalahSistemKlasifikasiMassaBatuandenganMetodeRMR(RockMassRating)
0

Lainnya BlogBerikut

wonderfulllife17@gmail.com Dasbor Keluar

MakalahSistemKlasifikasiMassaBatuandenganMetode
RMR(RockMassRating)
RABU,11JUNI2014

MENGENAISAYA

BayuLaoli

MakalahRMR

Lihatprofillengkapku

ARSIPBLOG

MAKALAHSISTEMKLASIFIKASIMASSA

2014(1)
Juni(1)
MakalahRMR

BATUANDENGANMETODERMR

DisusunOleh:
NAMA:BAYUTOTONAFOLAOLI
NIM:DBD112013

FAKULTASTEKNIKJURUSANPERTAMBANGAN
UNIVERSITASPALANGKARAYA
2014

KATAPENGANTAR

http://jendelapertambangan.blogspot.co.id/

1/9

3/24/2016

MakalahSistemKlasifikasiMassaBatuandenganMetodeRMR(RockMassRating)

DenganmengucapsyukurkepadaTuhanYangMahaEsaatasberkatdanrahmatnya
sehinggapenyusundapatmenyelesaikanmakalahsistemklasifikasimassabatuanmetode
RMRinitepatpadawaktunya.
Penyusuntidaklupamenyampaikanbanyakterimakasihkepadasemuapihakyang
telah membantu dalam pembuatan makalah ini. Penyusun juga menyadari makalah ini
jauhdarikesempurnaan,olehkarenaitupenyusunmemintamaafbilaterjadikesalahan
penulisan kata dan salah dalam pencetakkan sehingga kurang menarik untuk dilihat
maupun dibaca. Harapan penyusun adalah semoga makalah sistem klasifikasi massa
batuan metode RMR ini berguna, dan dapat membantu untuk keperluan para pembaca.
Oleh karena itu penyusun mengharapkan saran dan kritik yang membangun, sehingga
dapatlebihbaikkedepannya.
Penyusun juga mengharapkan semoga laporan ini bermanfaat bagi kita semua,
khususnya temanteman mahasiswa Jurusan Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik,
UniversitasPalangkaRaya.

Palangkaraya,10Juni2014
Penyusun

BABI:PENDAHULUAN

I.1.LatarBelakang
Didalamgeoteknik,klasifikasimassabatuanyangpertamadiperkenalkansekitar
60tahunyanglaluyangditujukanuntukterowongandenganpenyanggaanmenggunakan
penyangga baja. Kemudian klasifikasi dikembangkan untuk penyangga nonbaja untuk
terowongan, lereng, dan pondasi. 3 pendekatan desain yang biasa digunakan untuk
penggalian pada batuan yaitu: analitik, observasi, dan empirik. Salah satu yang paling
banyakdigunakanadalahpendekatandesaindenganmenggunakanmetodeempiric.
Klasifikasi massa batuan dikembangkan untuk mengatasi permasalahan yang
timbul di lapangan secara cepat dan tidak ditujukan untuk mengganti studi analitik,
observasi lapangan, pengukuran, dan engineering judgement. Dikarenakan kompleknya
suatumassabatuan,beberapapenelitianberusahauntukmencarihubunganantaradesain
galianbatudenganparametermassabatuan.
Banyak dari metodemetode tersebut telah dimodifikasi oleh yang lainnya dan
sekarang banyak digunakan untuk penelitian awal atau bahkan untuk desain akhir. Ada
beberapasistemklasifikasimasabatuanyangterkenalpadasaatini,namunpadamakalah
ini yang akan dibahas adalah sistem klasifikasi massa batuan dengan menggunakan
metodeRockMassRating(RMR).

I.2.Tujuan
Adapuntujuandaripembuatanmakalahiniialah:
1.SebagaitugasyangdiberikanolehdosenmatakuliahMekanikaBatuan.
2. Untuk mengetahui secara umum cara mengklasifikasi massa batuan dengan
menggunakansistemRMR(RockMassRating).

BABII:PEMBAHASAN

http://jendelapertambangan.blogspot.co.id/

2/9

3/24/2016

MakalahSistemKlasifikasiMassaBatuandenganMetodeRMR(RockMassRating)

II.1.RockMassRating(RMR)
Rock Mass Rating (RMR) atau juga dikenal dengan Geomechanichs
Classification dikembangkan oleh Bieniawski pada tahun 19721973. Metode rating
dipergunakan pada klasifikasi ini. Besaran rating tersebut didasarkan pada pengalaman
Bieniawski dalam mengerjakan proyekproyek terowongan dangkal. Metode ini telah
dikenalluasdanbanyakdiaplikasikanpadakeadaandanlokasiyangberbedabedaseperti
tambang pada batuan kuat, terowongan, tambang batubara, kestabilan lereng, dan
kestabilan pondasi. Metode ini dikembangkan selama bertahuntahun seiring dengan
berkembangnya studi kasus yang tersedia dan disesuaikan dengan standar dan prosedur
yangberlakusecarainternasional(Bieniawski,1979).
Metode klasifikasi RMR merupakan metode yang sederhana dalam
penggunaannya, dan parameterparameter yang digunakan dalam metode ini dapat
diperolehbaikdaridatalubangbormaupundaripemetaanstrukturbawahtanah.Metode
inidapatdiaplikasikandandisesuaikanuntuksituasiyangberbedabedasepertitambang
batubara,tambangpadabatuankuat(hardrock)kestabilanlereng,kestabilanpondasi,dan
untukkasusterowongan.
Dalam menerapkan sistem ini, massa batuan dibagi menjadi seksiseksi menurut
struktur geologi dan masingmasing seksi diklasifikasikan secara terpisah. Batasbatas
seksi umumnya struktur geologi mayor seperti patahan atau perubahan jenis batuan.
Perubahan signifikan dalam spasi atau karakteristik bidang diskontinu mungkin
menyebabkan jenis massa batuan yang sama dibagi juga menjadi seksiseksi yang
berbeda.
TujuandarisistemRMRadalahuntukmengklasifikasikankualitasmassabatuandengan
menggunakan data permukaan, dalam rangka untuk memandu metode penggalian dan
jugauntukmemberikanrekomendasipertambanganmendukungsertarentangyangtidak
didukung dan standup time. Selain itu, menurut metode RMR, yang tergantung pada
kondisi massa batuan di daerah penelitian, penelitian ini juga mencoba untuk mencari
tahu risiko rekayasa potensi yang mungkin terjadi selama konstruksi pertambangan dan
berusaha untuk menunjukkan metode yang tepat untuk mengendalikan dan mencegah
sepertirisikorisikopotensial.

II.2.KlasifikasimassabatuanmetodeRMR(RockMassRating)
Dalam mengklasifikasikan massa batuan berdasarkan sistem Klasifikasi RMR,
Bieniawski menggunakan lima parameter utama yang dijumlahkan untuk memperoleh
nilaitotalRMR,yaitu
a.UniaxialCompressiveStrength(UCS)
b.RockQualityDesignation(RQD)
c.Jarakantar(spasi)kekar(Spacingofdiscontinuities)
d.Kondisikekar(Conditionofdiscontinuities)
e.Kondisiairtanah(Groundwaterconditions)
Berikut ini sekilas penjelasan mengenai kelima parameter yang dipakai dalam
sistemklasifikasiRMR:
a.UniaxialCompressiveStrength(UCS)
UniaxialCompressiveStrength(UCS)adalahkekuatandaribatuanutuh(intactrock)
yang diperoleh dari hasil uji UCS. Uji UCS menggunakan mesin tekan untuk menekan
sampelbatuandarisatuarah(uniaxial).NilaiUCSmerupakanbesartekananyangharus
diberikan sehingga membuat batuan pecah. Sedangkan point load index merupakan
kekuatan batuan batuan lainnya yang didapatkan dari uji point load. Jika UCS
memberikan tekanan pada permukaan sampel, pada uji point load, sampel ditekan pada
satu titik. Untuk sampel dengan ukuran 50 mm, Bieniawski mengusulkan hubungan
antara nilai point load strength index (Is) dengan UCS adalah UCS = 23 Is. Pada
umumnyasatuanyangdipakaiuntukUCSdanIsadalahMPa.
Pada perhitungan nilai RMR, parameter kekuatan batuan utuh diberi bobot
berdasarkannilaiUCSataunilaiPLInyasepertiterterapadatabeldibawahini.

http://jendelapertambangan.blogspot.co.id/

3/9

3/24/2016

MakalahSistemKlasifikasiMassaBatuandenganMetodeRMR(RockMassRating)

Tabelkekuatanmaterialbatuanutuh(Bienawski,1989)
DeskripsiKualitatif

UCS(MPa)

Sangatkuatsekali(exceptionallystrong)

PLI(MPa)

Rating

>250

>10

15

Sangatkuat(verystrong)

100250

410

12

Kuat(strong)

50100

24

Sedang(average)

2550

12

Lemah(weak)

525
15

Sangatlemahsekali(extremelyweak)

<1

Penggunaan
UCSlebih
dilanjutkan

Sangatlemah(veryweak)

1
0

b.RockQualityDesignation(RQD)
RQD didefinisikan sebagai prosentase panjang core utuh yang lebih dari 10 cm
terhadap panjang total core run. Diameter core yang dipakai dalam pengukuran
minimal54.7mm.Danharusdibordengandoubletubecorebarrel.PerhitunganRQD
mengabaikanmechanicalfractureyaitufractureyangdibuatsecarasengajaatautidak
selama kegiatan pengeboran atau pengukuran (Hoek, dkk. 1995). Kondisi air tanah
(Groundwaterconditions).

TabelRockQualityDesignation(RQD)(Bieniawski,1989)
RQD(%)

KualitasBatuan

Rating

<25

Sangatjelek(verypoor)

2550

Jelek(poor)

5075

Sedang(fair)

13

7590

Baik(good)

17

90100

Sangatbaik(excellent)

20

c.Jarakantar(spasi)kekar(Spacingofdiscontinuities)
Jarakantar(spasi)kekardidefinisikansebagaijaraktegaklurusantaraduakekar
berurutan sepanjang garis pengukuran yang dibuat sembarang. Sementara Sen dan
Eissa (1991) mendefinisikan spasi kekar sebagai suatu panjang utuh pada suatu
selangpengamatan.MenurutISRM,jarakantar(spasi)kekaradalahjaraktegaklurus
antarabidangkekaryangberdekatandalamsatusetkekar.
Pada perhitungan nilai RMR, parameter jarak antar (spasi) kekar diberi bobot
berdasarkannilaispasikekarnyasepertiterterapadatabeldibawahini.
Tabeljarakantar(spasi)kekar(Bieniawski,1989)
Deskripsi

Spasikekar(m)

Rating

>2

20

0,62

15

0,20,6

10

0,0060,2

<0,006

Sangatlebar(verywide)
Lebar(wide)
Sedang(moderate)
Rapat(close)
Sangatrapat(veryclose)

d.Kondisikekar(Conditionofdiscontinuities)
Ada lima karakteristik kekar yang masuk dalam pengertian kondisi kekar,
meliputi kemenerusan (persistence), jarak antar permukaan kekar atau celah
(separation/aperture),kekasarankekar(roughness),materialpengisi(infilling/gouge),
dantingkatkelapukan(weathering).karakteristiktersebutadalahsebagaiberikut:
Roughness
Roughnessataukekasaranpermukaanbidang diskontinu merupakan parameter
yang penting untuk menentukan kondisi bidang diskontinu. Suatu permukaan
yang kasar akan dapat mencegah terjadinya pergeseran antara kedua permukaan
http://jendelapertambangan.blogspot.co.id/

4/9

3/24/2016

MakalahSistemKlasifikasiMassaBatuandenganMetodeRMR(RockMassRating)

bidangdiskontinu.

TabelpenggolongandanpembobotankekasaranmenurutBienawski(1976).
Kekasaran
Permukaan

Deskripsi

Pembobotan

Sangat
kasar Apabila diraba permukaan sangat tidak rata,
(veryrough)
membentuk punggungan dengan sudut terhadap
bidangdatarmendekativertical,

Kasar(rough)

Bergelombang, permukaan tidak rata, butiran


pada permukaan terlihat jelas, permukaan kekar
terasakasar.

Sedikit
kasar Butiran permukaan terlihat jelas, dapat
(slightlyrough)
dibedakan,dandapatdirasakanapabiladiraba

Halus(smooth)

Permukaanratadanterasahalusbiladiraba

Licin
berlapis Permukaanterlihatmengkilap
(slikensided)

Separation
Merupakan jarak antara kedua permukaan bidang diskontinu. Jarak ini biasanya
diisi oleh material lainya (filling material ) atau bisa juga diisi oleh air. Makin
besarjarakini,semakinlemahbidangdiskontinutersebut.
Continuity
Continuity merupakan kemenerusan dari sebuah bidang diskontinu, atau juga
merupakanpanjangdarisuatubidangdiskontinu.
Weathering
Weatheringmenunjukkanderajatkelapukanpermukaandiskontinu.
Tabeltingkatpelapukanbatuan(Bieniawski,1976).
Klasifikasi
Tidakterlapukkan

Keterangan
Tidak terlihat tandatanda pelapukan, batuan segar,
butirankristalterlihatjelasdanterang.

Sedikitterlapukkan

Kekar terlihat berwarna atau kehitaman,biasanya terisi


dengan lapisan tipis material pengisi. Tanda kehitaman
biasanya akan nampak mulai dari permukaan sampai ke
dalambatuansejauh20%darispasi.

Terlapukkan

Tanda kehitaman nampak pada permukaan batuan dan


sebagian material batuan terdekomposisi. Tekstur asli
batuan masih utuh namun mulai menunjukkan butiran
batuanmulaiterdekomposisimenjaditanah.

Sangatterlapukkan

Keseluruhan batuan mengalami perubahan warna atau


kehitaman. Dilihat secara penampakan menyerupai
tanah, namun tekstur batuan masih utuh, namun butiran
batuantelahterdekomposisimenjaditanah.

Infilling(gouge)
Filling atau material pengisi antara dua permukaan bidang diskontinu
mempengaruhistabilitasbidangdiskontinudipengaruhiolehketebalan,konsisten
atau tidaknya dan sifat material pengisi tersebut. Filling yang lebih tebal dan
memiliki sifat mengembang bila terkena air dan berbutir sangat halus akan
menyebabkanbidangdiskontinumenjadilemah.
Dalam perhitungan RMR, parameterparameter diatas diberi bobot masing masing
dan kemudian dijumlahkan sebagai bobot total kondisi kekar. Pemberian bobot
berdasarkanpadatabeldibawahini.

TabelPanduanKlasifikasiKondisiKekar(Bieniawski,1989).
http://jendelapertambangan.blogspot.co.id/

5/9

3/24/2016

MakalahSistemKlasifikasiMassaBatuandenganMetodeRMR(RockMassRating)
Parameter

Rating

Panjangkekar

<1m

13m

310m

1020m

Persistence/continuity

Tidakada

<0,1mm

0,11,0mm

15mm

>5mm

Kekasarankekar

Sangatkasar

Kasar

Sedikitkasar

Halus

Slickensided

(roughness)

Materialpengisi

Tidakada

Jarakantarpermukaan

>20m

kekar
(separation/aperture)

Keras

Lunak

<5mm

>5mm

<5mm

>5mm

Tidaklapuk

Sedikitlapuk

Lapuk

Sangatlapuk

Hancur

(infilling/gouge)

Kelapukan(weathering)

e.KondisiAirTanah
Debitaliranairtanahatautekananairtanahakanmempengaruhikekuatanmassa
batuan. Oleh sebab itu perlu diperhitungkan dalam klasifikasi massa batuan.
Pengamatanterhadapkondisiairtanahinidapatdilakukandengan3carayaitu:
Inflowper10mtunnellength:menunjukkanbanyakaliranairyangteramatisetiap
10 m panjang terowongan. Semakin banyak aliran air mengalir maka nilai yang
dihasilkanuntukRMRakansemakinkecil.
JointWaterPressure:semakinbesarnilaitekananairyangterjebakdalamkekar
(bidangdiskontinu)makanilaiyangdihasilkanuntukRMRakansemakinkecil.
Generalcondition:mengamatiatapdandindingterowongansecaravisual,
sehinggasecara
umumdapatdinyatakandengankeadaaanumumdaripermukaansepertikering,
lembab,
menetesataumengalir.Untukpenelitianini,caraketigainiyangdigunakan.

Kondisi air tanah yang ditemukan pada pengukuran kekar diidentifikasikan


sebagai salah satu kondisi berikut : kering (completely dry), lembab (damp), basah
(wet), terdapat tetesan air (dripping), atau terdapat aliran air (flowing). Pada
perhitungan nilai RMR, parameter kondisi air tanah (groundwaterconditions) diberi
bobotberdasarkantabeldibawahini.

TabelKondisiairtanah(Bieniawski,1989).
Kering
(completelydry)

Lembab

Basah

Terdapat
tetesanair
(dripping)

Terdapat
aliranair
(flowing)

Debitairtiap10
mpanjang
terowongan
(liter/menit)

Tidakada

<10

1025

25125

>125

Tekananairpada
kekar/tegangan
prinsipalmayor

<0,1

0,10,2

0,10,2

>0,5

Rating

15

10

Kondisiumum

I.3.OrientasiKekar(Orientationofdiscontinuities)
Parameter ini merupakan penambahan terhadap kelima parameter sebelumnya.
Bobot yang diberikan untuk parameter ini sangat tergantung pada hubungan antara
orientasikekarkekar yang ada denganmetode penggalianyang dilakukan.Olehkarena
itu dalam perhitungan, bobot parameter ini biasanya diperlakukan terpisah dari lima
http://jendelapertambangan.blogspot.co.id/

6/9

3/24/2016

MakalahSistemKlasifikasiMassaBatuandenganMetodeRMR(RockMassRating)

parameterlainnya.
Limaparameterpertamamewakiliparameterdasardarisistemklasifikasiini.Nilai
RMR yang dihitung dari lima parameter dasartadi disebutRMR basic. Hubungan antara
RMRbasicdenganRMRditunjukkanpadapersamaandibawahini.

RMR=RMRbasic+penyesuaianterhadaporientasikekar
dimana,RMRbasic=parameter(a+b+c+d+e)

II.4.PenggunaanRockMassRating(RMR)
Setelah nilai bobot masingmasing parameterparameter diatas diperoleh, maka
jumlah keseluruhan bobot tersebut menjadi nilai total RMR. Nilai RMR ini dapat
dipergunakanuntukmengetahuikelasdarimassabatuan,memperkirakankohesidan
sudutgeserdalamuntuktiapkelasmassabatuansepertiterlihatpadatabeldibawah
ini.
TabelKelasmassabatuan,kohesidansudutgeserdalamberdasarkannilaiRMR
(Bieniawski,1989).
Profilmassa
batuan

Deskripsi

Rating

10081

Kelasmassa
batuan

Sangat
baik

8061
Baik

Kohesi

>400kPa

Sudutgeser
dalam

>45

6041

4021

200

Sedang

Jelek

Sangat
jelek

300400
kPa

200300
kPa

100200
kPa

<100kPa

3545

2535

1525

<15

Kondisi massa batuan dievaluasi untuk setiap setiap bidang diskontinu yang ada
(Bieniawski,1989). Dengan menjumlahkan semua rating dari lima parameter akan
diperolehnilaiRMRdasaryangbelummemperhitungkanorientasibidangdiskontinu.
Adjusmentterhadaporientasibidangdiskontinuinidipisahkandalamperhitungan
nilaiRMRkarenapengaruhdaribidangdiskontinutersebuttergantungpadaaplikasi
engineeringnya, seperti terowongan, chamber, lereng atau fondasi (Edelbro, 2003).
Arah umum dari bidang diskontinu berupa strike dan dip, akan mempengaruhi
kestabilanlubangbukaan.Haliniditentukanolehsumbudarilubangbukaantersebut,
apakah tegak lurus strike atau sejajar strike, penggalian lubang bukaan tersebut,
apakahsearahdipatauberlawananarahdengandipdaribidangdiskontinu.
RMRdapatdigunakansebagaipanduanmemilihpenyanggaterowongan.Panduan
initergantungpadabeberapafaktorsepertikedalamanlubangbukaandaripermukaan,
ukuran dan bentuk terowongan serta metode penggalian yang dipakai
(Bieniawski,1989)
Sedangkanuntukmenentukankestabilanlubangbukaandapatditentukanmelalui
standup time dari nilai RMR menggunakan grafik span terhadap standup time.
Keakuratan dari standup time ini menjadi diragukan karena nilai standup time
sangat dipengaruhi oleh metode penggalian, ketahanan terhadap pelapukan
(durability), dan kondisi tegangan in situ yang merupakan parameterparameter
penting yang tidak tercakup dalam metode klasifikasi RMR. Oleh karena itu,
sebaiknyagrafikinidigunakanhanyauntuktujuanperbandingansemata.

II.5.RockMassRatingbasic(RMRbasic)
RMRbasicadalahnilaiRMRdengantidakmemasukkanparameterorientasikekar
dalamperhitungannya.Untukkeperluananalisiskemantapansuatulereng,Bieniawski
(1989)merekomendasikanuntukmemakaisistemSlopeMassRating(SMR)sebagai
metodekoreksiuntukparameterorientasikekar.
Sedangkan RMRbasic adalah nilai RMRbasic dengan parameter kondisi air
http://jendelapertambangan.blogspot.co.id/

7/9

3/24/2016

MakalahSistemKlasifikasiMassaBatuandenganMetodeRMR(RockMassRating)

diasumsikan kering. RMRbasic bertujuan untuk melihat kondisi batuan secara alami
tanpaadanyapengaruhair.
TabelKelebihanDanKelemahanMetodeRMRBieniawski(Swart,A.H.,2004).
Kelebihan

Kekurangan

Telah
dikenal
dan Sangat bergantung terhadap metode penggalian
digunakansecaraluas.
yang digunakan. Rekomendasi penyangga yang
diberikan hanyaberlakuuntukbentukterowongan
tapal kuda dengan span maksimum 10 m dan
kedalamanmaksimum900m.
Adanya faktor koreksi Faktorkoreksiterhadaporientasikekarmerupakan
terhadaporientasikekar
kategori yang kasar dan sulit ditentukan tanpa
pengalaman yang luas. Pada kondisi terburuk,
orientasi kekar tidak dipertimbangkan untuk
mendapatkan pengaruh yang dominan pada
perilakumassabatuan.
Adanya factor koreksi Dalam praktiknya, beberapa kondisi kekar tidak
terhadap pengaruh air dapatdigambarkansecaraakurat
tanah.
Kondisi

kekar

digambarkan
kontinuitas,
kekasaran,

yang Nilai RQD ditentukan melalui persamaan yang

meliputi diberikan oleh Palmstrm. Nilai RQD yang


separasi, diberikan oleh persamaan ini bisa menghasilkan
isian,

dan nilaiyanglebihbesardaripada nilai RQD yang

alterasikekar.
Mudah

dihitungsecaraaktual.

menggabungkan

parameter

parameter
yang diukur yaitu RQD Metode RMR memperhitungkan frekuensi kekar
dan jarak antar kekar duakali,yaitumelaluiRQDdanjarakantarkekar.
untuk
menjelaskan Olehkarenaitu,metodeinisangatsensitifterhadap
frekuensi kekar ataupun perubahandarispasifrakturyangada.
ukuranblok.
Kuat tekan uniaksial Tidak memperhitungkan pengaruh dari tegangan
digunakan
untuk terinduksi dalam perkiraan kestabilan lubang
menentukan

kekuatan bukaan.

batuan
intak.
Nilai
inidapat dengan mudah
ditentukan uji poin load
secara

langsung

dilapangan.
Parameterparameter
Metode RMR dikembangkan dari latar belakang
penting dari massa batuan teknik sipil yang berbeda dengan penggalian
dapatditentukandarinilai berbentuklombonglombong.
RMR.
Metode RMR sangat tidak sensitif terhadap kuat
tekan batuan intak yang merupakan parameter
penting dalam perilaku teknik dari massa batuan
tertentu(Pells,2000).
MetodeRMR tidak dapat membedakan perbedaan
grade dari material batuan yang dihadapi dengan
baik(Pells,2000).
Keakuratan dari nilai standup time yang
diberikan oleh Bieniawski diragukan sejak nilai
inisangatbergantungterhadapmetodepenggalian
yangdigunakan,durabilitydanteganganinsitu
yang merupakan parameter penting yang tidak
tercakup dalam metode RMR. Oleh karena itu,
grafik tersebut hanya digunakan untuk
http://jendelapertambangan.blogspot.co.id/

8/9

3/24/2016

MakalahSistemKlasifikasiMassaBatuandenganMetodeRMR(RockMassRating)

kepentinganperbandingansemata.
Tidak memperhitungkan laju pada saat batuan
segarmelapukketikatersingkapkepermukaan.

BABIII:PENUTUP
III.1.Kesimpulan
Jadi kesimpulan dari hasil makalah ini menurut saya ialah, Rock Mass Rating
(RMR) adalah salah satu dari metode klasifikasi massa batuan yang hasilnya digunakan
sebagai bahan perbandingan maupun acuan dalam meningkatkan kualitas hasil
penyelidikan lapangan, memberikan informasi/data kuantitatif untuk tujuan rancangan,
sertadapatmembantudalammemberikandatauntukkeperluanpadasuatuproyektertentu.

DiposkanolehBayuLaolidi02.35

2komentar:

+5 Rekomendasikan ini di Google

Beranda
Langganan:Entri(Atom)

TemplatePictureWindow.DiberdayakanolehBlogger.

http://jendelapertambangan.blogspot.co.id/

9/9