Anda di halaman 1dari 28

2a, 3, 4e, 4i, 6

1.Embriogenesis
a.definisi

Menurut Dorlands Illustrated Medical Dictionary, embriogenesis adalah produksi dari


embrio.
Perkembangan dari individu yang baru yang terjadi secara seksual yaitu dari zigot.
Secara umum, embriogenesis adalah proses pembelahan sel dan diferensiasi sel dari embrio
manusia yang terjadi pada saat tahap-tahap awal dari perkembangan manusia. Tepatnya,
embriogenesis terjadi pada saat spermatozoa bertemu dan menyatu dengan ovum yang
disebut fertilisasi sampai akhir dari minggu ke-8 dari perkembangan manusia
Sadler, T.W. 2009. Langmans Medical Embryology 11th Edition. Baltimore: Lippincott
Williams & Wilkins
b.proses

Perkembangan embrio dimulai dari pembelahan zygote (cleavage), stadium morula


(morulasi), stadium blastula (blastulasi), stadium gastrula (gastrulasi), dan stadium
organogenesis.
1. Stadium Cleavage (Pembelahan)
Cleavage adalah pembelahan zygote secara cepat menjadi unit-unit yang lebih
kecil yang di sebut blastomer. Stadium cleavage merupakan rangkaian mitosis yang
berlangsung berturut-turut segera setelah terjadi pembuahan yang menghasilkan morula
dan blastomer.
Pembelahan pada manusia, berlangsung seiring dengan perangkat-perangkat
pelekatan dari embrio kepada dinding uterus induknya. Telur manusia pada umumnya
tidak memiliki yolk, dibuahi disaluran telur sewaktu bergerak kearah uterus dan
pembelahan-pembelahan awalnya berlangsung kurang dari 24 jam. Pembelahannya adalah
meridional tidak ekual. Pembelahan berikutnya agak tidak teratur, tetapi dengan cepat
membentuk suatu bola padat berisi sel, yang disebut morulla.
2. Stadium Morula
Morula merupakan pembelahan sel yang terjadi setelah sel berjumlah 32 sel dan
berakhir bila sel sudah menghasilkan sejumlah blastomer yang berukuran sama akan tetapi
ukurannya lebih kecil. Sel tersebut memadat untuk menjadi blastodik kecil yang
membentuk dua lapisan sel. Pada saat ini ukuran sel mulai beragam. Sel membelah secara
melintang dan mulai membentuk formasi lapisan kedua secara samar pada kutup anima.
Stadium morula berakhir apabila pembelahan sel sudah menghasilkan blastomer.

Blastomer kemudian memadat menjadi blastodisk kecil membentuk dua lapis sel. Pada
akhir pembelahan akan dihasilkan dua kelompok sel. Pertama kelompok sel-sel utama
(blastoderm), yang meliputi sel-sel formatik atau gumpalan sel-sel dalam (inner mass
cells), fungsinya membentuk tubuh embrio. Kedua adalah kelompok sel-sel pelengkap,
yang meliputi trophoblast, periblast, dan auxilliary cells. Fungsinya melindungi dan
menghubungi antara embrio dengan induk atau lingkungan luar.
Tropoblast melekat pada dinding uterus. Sel-selnya memperbanyak diri dengan
cepat dan memasuki epitelium uterus pada tahap awal implantasi. Setelah 9 hari, seluruh
blastokista tertahan dalam dinding uterus. Sewaktu ini berlangsung, sel-sel yang berada
disebelah bawah dari masa sel dalam menyusun diri menjadi suatu lapisan yang disebut
endoderm primer, yang akan membentuk saluran pencernaan makanan. Sel-sel sisa dari
masa sel dalam memipih membentuk suatu keping yaitu, keping embrio. Antara keping
embrio dan tropoblast yang menutupi timbulnya suatu rongga (rongga amnion) berisi
carian. Dinding rongga yaitu amnion, menyebar mengelilingi embrio dan dikelilingi
bantalan yaitu cairan amnion.
3.

Stadium Blastula
Blastulasi adalah proses yang menghasilkan blastula yaitu campuran sel-sel
blastoderm yang membentuk rongga penuh cairan sebagai blastocoel. Pada akhir
blastulasi, sel-sel blastoderm akan terdiri dari neural, epidermal, notochordal, mesodermal,
dan endodermal yang merupakan bakal pembentuk organ-organ. Dicirikan dua lapisan
yang sangat nyata dari sel-sel datar membentuk blastocoels dan blastodisk berada di
lubang vegetal berpindah menutupi sebagian besar kuning telur. Pada blastula sudah
terdapat daerah yang berdifferensiasi membentuk organ-organ tertentu seperti sel saluran
pencernaan, notochorda, syaraf, epiderm, ektoderm, mesoderm, dan endoderm.
Pada manusia, hasil pembelahan berbentuk suatu bola padat (morulla). Lapisan
luar dari blastula ini membentuk lapisan yang mengelilingi embrio sebenarnya, sedangkan
embrio dibentuk dari bagian morulla (inner cells mass atau masa sel dalam)./lapisan luar
(tropoblast) pada satu sisi masa sel dalam melepaskan diri, membentuk suatu bentuk yang
mirip suatu blastula dan struktur ini disebut sebagai blastokista. Embrio akan menempel
dan menetap pada dinding uterus untuk periode waktu tertentu, ditempat dimana embrio
akan mendapatkan makanan sampai dilahirkan.

4. Stadium Gastrula

Setelah embrio menjalani tahap pembelahan dan tahap blastula, embrio akan
masuk kedalam tahapan yang paling kritis selama tahap perkembangannya, yaitu stadium
grastula. Grastulasi ditandai dengan terjadinya perubahan susunan yang sangat besar serta
sangat rapi dari sel-sel didalam embrio. Salah satu perubahan utama dalam yang terjadi
selama masa grastulasi adalah bahwa sel-sel memperoleh dan mencapai suatu kemampuan
untuk melakukan gerakan morfogentik, sehingga terjadi reorganisasi seluruh atau sebagian
didaerah kecil didialam embrio. Gastrulasi adalah proses perkembangan embrio, di mana
sel bakal organ yang telah terbentuk pada stadium blastula mengalami perkembangan
lebih lanjut. Proses perkembangan sel bakal organ ada dua, yaitu epiboli dan emboli.
Epiboli adalah proses pertumbuhan sel yang bergerak ke arah depan, belakang, dan ke
samping dari sumbu embrio dan akan membentuk epidermal, sedangkan emboli adalah
proses pertumbuhan sel yang bergerak ke arah dalam terutama di ujung sumbu embrio.
Stadium gastrula ini merupakan proses pembentukan ketiga daun kecambah yaitu
ektoderm, mesoderm dan endoderm. Pada proses gastrula ini terjadi perpindahan
ektoderm, mesoderm, endoderm, dan notochord menuju tempat yang definitif. Pada
periode ini erat hubungannya dengan proses pembentukan susunan syaraf. Gastrulasi
berakhir pada saat kuning telur telah tertutupi oleh lapisan sel. Beberapa jaringan
mesoderm yang berada di sepanjang kedua sisi notochord disusun menjadi segmen
segmen yang disebut somit yaitu ruas yang terdapat pada embrio.
Grastulasi pada manusia terjadi pada blastokista yang terdiri atas tropoblast dan
masa sel dalam yang merupakan bakal tumbuh embrio. Pemisahan pertama dari sel-sel
pada masa sel dalam adalah untuk pembentukan hipoblast, yang membatasi rongga
blastula dan yang akan mejadi endoderm kantung yolk. Sisa dari masa sel dalam yang
terletak diatas hipoblast terbentu suatu keping, yang disebut keping embrio. Epiblast
memisahkan diri, dengan membentuk suatu rongga yang disebut amnion, dari epiblast
yang mengandung semua bahan untuk pembentukan tubuhnya, jadi identik dengan
epiblast pada burung.Sambil epiblast mengalami grastulasi. Sel-sel ekstra embrio mulai
membentuk jaringan khusus agar embrio dapat hidup dalam uterus induk. Sel-sel
tropoblast membentuk suatu populasi sel dan membentuk sinsistropoblast. Sinsitropoblast
memasuki permukaan uterus sehingg uterus tertanam dalam uterus. Uterus sebaliknya
membentuk banyak pembuluh darah yang berhubungan dengan sinsitropoblast. Tidak
lama sesudah ini, mesoderm meluas keluar embrio. Pembuluh ini merupakan pembuluh
darah dari tali puasat dan berda pada tangkai penyokong. Jaringan tropoblast dengan
mesoderm yang mengandung pembuluh darah dari tali pusat berada pada tangki

penyokong. Jaringan tropoblast dengan mesoderm yang mengandung pembuluh darah


disebut korion dengan dinding uterus membentuk plasenta. Korion dapat berlekatan sekali
dengan jaringan maternal, tetapi masih dapat berdekatan sekali atau dapat berdekatan
sangat erat sehingga kedua jaringan tidak dapat dipisahkan tanpa merusak jaringan induk
manpun fetus.
5.

Stadium Organogenesis
Organogenesis merupakan stadium terakhir dari proses perkembangan embrio.
Stadium ini merupakan proses pembentukan organ-organ tubuh makhluk hidup yang
sedang berkembang. Sistem organ-organ tubuh berasal dari tiga buah daun kecambah,
yaitu ektodermal, endodermal, dan mesodermal. Pada ektodermal akan membentuk organorgan susunan (sistem) saraf dan epidermis kulit. Endodermal akan membentuk saluran
pencernaan beserta kelenjar-kelenjar pencernaan dan alat pernafasan, dan mesodermal
akan membentuk rangka, otot, alat-alat peredaran darah, alat eksresi, alat- alat reproduksi,
dan korium (chorium) kulit. Jika proses organogenesis ini telah sempurna maka akan
dilanjutkan

dengan

proses

penetasan

telur.

Organ-organ

tersebut

merupakan

perkembangan lebih lanjut dari ketiga lapisan embrionik yang terbentuk saat gastrulasi.
a. Ektoderm mengalami diferensiasi menjadi kulit, rambut, sistem saraf, dan alat-alat indra.
b. Mesoderm mengalami diferensiasi menjadi otot, rangka, alat reproduksi (seperti testis dan
ovarium), alat peredaran darah, dan alat ekskresi seperti ginjal.
c.

Endoderm mengalami diferensiasi menjadi alat pencernaan, dan alat-alat pernapasan


seperti paru-paru
Robbins, Kumar, Cotran. Buku Ajar Patologi. 7th ed. Jakarta: EGC; 2010

2.sistem saraf
a.anatomi

Susunan Saraf Manusia


1.
a.
1)

Sistem Saraf Pusat


Otak
Perkembangan Otak
Otak manusia mencapai 2% dari keseluruhan berat tubuh, mengkonsumsi 25% oksigen
dan menerima 1,5% curah jantung. Bagian cranial pada tabung saraf membentuk tiga
pembesaran (vesikel) yang berdiferensiasi untuk membentuk otak: otak depan, otak tengah
dan otak belakang.

a)

i)
ii)
b)
c)
i)
ii)

Otak depan (proensefalon), terbagi menjadi dua subdivisi : telensefalon dan


diensefalon.
Telensefalon merupakan awal hemisfer serebral atau serebrum dan basal ganglia serta
korpus striatum (substansi abu-abu) pada serebrum.
Diensefalon menjadi thalamus, hipotalamus dan epitalamus.
Otak tengah (mesensefalon) terus tumbuh dan pada orang dewasa disebut otak tengah.
Otak belakang (rombensefalon) terbagi menjadi dua subdivisi : metensefalon dan
mielensefalon.
Metensefalon berubah menjadi batang otak (pons) dan serebelum.
Mielensefalon menjadi medulla oblongata.

2)

Lapisan Pelindung
Otak terdiri dari rangka tulang bagian luar dan tiga lapisan jaringan ikat yang disebut
meninges. Lapisan meningeal terdiri dari pia meter, lapisan araknoid dan durameter.

a)
b)

Pia meter adalah lapisan terdalam yang halus dan tipis, serta melekat erat pada otak.
Lapisan araknoid terletak di bagian eksternal pia meter dan mengandung sedikit pembuluh
darah. Ruang araknoid memisahkan lapisan araknoid dari piameter dan mengandung cairan
cerebrospinalis, pembuluh darah serta jaringan penghubung serta selaput yang
mempertahankan posisi araknoid terhadap piameter di bawahnya.
Durameter, lapisan terluar adalah lapisan yang tebal dan terdiri dari dua lapisan. Lapisan ini
biasanya terus bersambungan tetapi terputus pada beberapa sisi spesifik. Lapisan periosteal
luar pada durameter melekat di permukaan dalam kranium dan berperan sebagai periosteum
dalam pada tulang tengkorak. Lapisan meningeal dalam pada durameter tertanam sampai ke
dalam fisura otak dan terlipat kembali di arahnya untuk membentuk falks serebrum, falks
serebelum, tentorium serebelum dan sela diafragma. Ruang subdural memisahkan durameter
dari araknoid pada regia cranial dan medulla spinalis. Ruang epidural adalah ruang potensial
antara perioteal luar dan lapisan meningeal dalam pada durameter di regia medulla spinalis.

c)

3)

Cairan Cerebrospinalis
Cairan serebrospinalis mengelilingi ruang sub araknoid di sekitar otak dan medulla
spinalis. Cairan ini juga mengisi ventrikel dalam otak. Cairan cerebrospinalis menyerupai
plasma darah dan cairan interstisial, tetapi tidak mengandung protein. Cairan serebrospinalis
dihasilkan oleh plesus koroid dan sekresi oleh sel-sel ependimal yang mengitari pembuluh
darah serebral dan melapisi kanal sentral medulla spinalis. Fungsi cairan cerebrospinalis
adalah sebagai bantalan untuk pemeriksaan lunak otak dan medulla spinalis, juga berperan
sebagai media pertukaran nutrient dan zat buangan antara darah dan otak serta medulla
spinalis.

4)

Serebrum
Serebrum tersusun dari dua hemisfer serebral, yang membentuk bagian terbesar otak.

a)
b)
c)
d)
i)
ii)
iii)
iv)
v)
d)
5)
a)

b)

c)

6)

a)

b)

Koterks serebral terdiri dari 6 lapisan sel dan serabut saraf.


Ventrikel I dan II (ventrikel lateral) terletak dalam hemisfer serebral.
Korpus kolosum yang terdiri dari serabut termielinisasi menyatukan kedua hemisfer.
Fisura dan sulkus. Setiap hemisfer dibagi oleh fisura dan sulkus menjadi 4 lobus (frontal,
paritetal, oksipital dan temporal) yang dinamakan sesuai tempat tulangnya berada.
Fisura longitudinal membagi serebrum menjadi hemisfer kiri dan kanan.
Fisura transversal memisahkan hemisfer serebral dari serebelum.
Sulkus pusat / fisura Rolando memisahkan lobus frontal dari lobus parietal.
Sulkus lateral / fisura Sylvius memisahkan lobus frontal dan temporal.
Sulkus parieto-oksipital memisahkan lobus parietal dan oksipital.
Girus. Permukaan hemisfer serebral memiliki semacam konvolusi yang disebut girus.
Area Fungsional Korteks Serebri
Area motorik primer pada korteks
Area primer terdapat dalam girus presentral. Disini neuron mengendalikan kontraksi
volunteer otot rangka. Area pramotorik korteks terletak tepat di sisi anterior girus presentral.
Neuron mengendalikan aktivitas motorik yang terlatih dan berulang seperti mengetik. Area
broca terletak di sisi anterior area premotorik pada tepi bawahnya.
Area sensorik korteks
Terdiri dari area sensorik primer, area visual primer, area auditori primer. Area olfaktori
primer dan area pengecap primer (gustatory).
Area asosiasitraktus serebral
Terdiri area asosiasi frontal, area asosiasi somatic, area asosiasi visual, area wicara
Wernicke.
d)
Ganglia basal
Adalah kepulauan substansi abu-abu yang terletak jauh di dalam substansi putih
serebrum.
Diensefalon
Terletak di antara serebrum dan otak tengah serta tersembunyi di balik hemisfer
serebral, kecuali pada sisi basal.
Talamus
Terdiri dari dua massa oval (lebar 1 cm dan panjang 3 cm) substansi abu-abu yang
sebagian tertutup substansi putih. Masing-masing massa menonjol ke luar untuk membentuk
sisi dinding ventrikel ketiga.
Hipotalamus
Terletak di didi inferior thalamus dan membentuk dasar serta bagian bawah sisi dinding
ventrikel ketiga. Hipotalamus berperan penting dalam pengendalian aktivitas SSO yang
melakukan fungsi vegetatif penting untuk kehidupan, seperti pengaturan frekwensi jantung,
tekanan darah, suhu tubuh, keseimbangan air, selera makan, saluran pencernaan dan aktivitas
seksual. Hipotalamus juga berperan sebagai pusat otak untuk emosi seperti kesenangan,
nyeri, kegembiraan dan kemarahan. Hipotalamus memproduksi hormon yang mengatur

c)

pelepasan atau inhibisi hormon kelenjar hipofise sehingga mempengaruhi keseluruhan sistem
endokrin.
Epitalamus
Membentuk langit-langit tipis ventrikel ketiga. Suatu massa berukuran kecil, badan
pineal yang mungkin memiliki fungsi endokrin, menjulur dari ujung posterior epitalamus.

7)

Sistim Limbik
Terdiri dari sekelompok struktur dalam serebrum dan diensefalon yang terlibat dalam
aktivitas emosional dan terutama aktivitas perilaku tak sadar. Girus singulum, girus
hipokampus dan lobus pitiformis merupakan bagian sistem limbic dalam korteks serebral.

8)

Otak Tengah
Merupakan bagian otak pendek dan terkontriksi yang menghubungkan pons dan
serebelum dengan serebrum dan berfungsi sebagai jalur penghantar dan pusat refleks. Otak
tengah, pons dan medulla oblongata disebut sebagai batang otak.

9)

Pons
Hampir semuanya terdiri dari substansi putih. Pons menghubungkan medulla yang
panjang dengan berbagai bagian otak melalui pedunkulus serebral. Pusat respirasi terletak
dalam pons dan mengatur frekwensi dan kedalaman pernapasan. Nuclei saraf cranial V, VI
dan VII terletak dalam pons, yang juga menerima informasi dari saraf cranial VIII.

10)

Serebelum
Terletak di sisi inferior pons dan merupakan bagian terbesar kedua otak. Terdiri dari
bagian sentral terkontriksi, vermis dan dua massa lateral, hemisfer serebelar. Serebelum
bertanggung jawab untuk mengkoordinasi dan mengendalikan ketepatan gerakan otot dengan
baik. Bagian ini memastikan bahwa gerakan yang dicetuskan di suatu tempat di SSP
berlangsung dengan halus bukannya mendadak dan tidak terkordinasi. Serebelum juga
berfungsi untuk mempertahankan postur.

11)

Medulla Oblongata
Panjangnya sekitar 2,5 cm dan menjulur dari pons sampai medulla spinalis dan terus
memanjang. Bagian ini berakhir pada area foramen magnum tengkoral. Pusat medulla adalah
nuclei yang berperan dalam pengendalian fungsi seperti frekwensi jantung, tekanan darah,
pernapasan, batuk, menelan dan muntah. Nuclei yang merupakan asal saraf cranial IX, X, XI
dan XII terletak di dalam medulla.

12)

Formasi Retikular
Formasi retukular atau sistem aktivasi reticular adalah jarring-jaring serabut saraf dan
badan sel yang tersebar di keseluruhan bagian medulla oblongata,pons dan otak tengah.
Sistem ini penting untuk memicu dan mempertahankan kewaspadaan serta kesadaran.

b.

Medulla Spinalis

1)

Fungsi Medulla Spinalis


Medulla spinalis mengendalikan berbagai aktivitas refleks dalam tubuh. Bagian ini
mentransmisi impuls ke dan dari otak melalui traktus asenden dan desenden.

2)

Struktur Umum
Medulla spinalis berbentuk silinder berongga dan agak pipih. Walaupun diameter
medulla spinalis bervariasi, diameter struktur ini biasanya sekitar ukuran jari kelingking.
Panjang rata-rata 42 cm. Dua pembesaran, pembesaran lumbal dan serviks menandai sisi
keluar saraf spinal besar yang mensuplai lengan dan tungkai. Tiga puluh satu pasang (31)
saraf spinal keluar dari area urutan korda melalui foramina intervertebral.

3)

Struktur Internal
Terdiri dari sebuah inti substansi abu-abu yang diselubungi substansi putih. Kanal
sentral berukuran kecil dikelilingi oleh substansi abu-abu bentuknya seperti huruf H. Batang
atas dan bawah huruf H disebut tanduk atau kolumna dan mengandung badan sel, dendrite
asosiasi dan neuron eferen serta akson tidak termielinisasi. Tanduk dorsal adalah batang
vertical atas substansi abu-abu. Tanduk ventral adalah batang vertical bawah. Tanduk lateral
adalah protrusi di antara tanduk posterior dan anterior pada area toraks dan lumbal sistem
saraf perifer. Komisura abu-abu menghubungkan substansi abu-abu di sisi kiri dan kanan
medulla spinalis. Setiap saraf spinal memiliki satu radiks dorsal dan satu radiks ventral.

4)

Traktus Spinal
Substansi putih korda yang terdiri dari akson termielinisasi, dibagi menjadi funikulus
anterior,posterior dan lateral. Dalam funikulus terdapat fasiukulu atau traktus. Traktus diberi
nama sesuai dengan lokasi, asal dan tujuannya.

2.

Sistem Saraf Perifer


Sistem ini terdiri dari jaringan saraf yang berada di bagian luar otak dan medulla
spinalis. Sistem ini juga mencakup saraf cranial yang berasal dari otak; saraf spinal, yang
berasal dari medulla spinalis dan ganglia serta reseptor sensorik yang berhubungan.

a.

Saraf Kranial
12 pasang saraf cranial muncul dari berbagai bagian batang otak. Beberapa saraf cranial
hanya tersusun dari serabut sensorik, tetapi sebagaian besar tersusun dari serabut sensorik dan
serabut motorik.

1)

Saraf Olfaktorius ( CN I )
Merupakan saraf sensorik. Saraf ini berasal dari epithelium olfaktori mukosa nasal.
Berkas serabut sensorik mengarah ke bulbus olfaktori dan menjalar melalui traktus olfaktori
sampai ke ujung lobus temporal (girus olfaktori), tempat persepsi indera penciuman berada.
Saraf Optik ( CN II )
Merupakan saraf sensorik. Impuls dari batang dan kerucut retina di bawa ke badan sel
akson yang membentuk saraf optic. Setiap saraf optic keluar dari bola mata pada bintik buta

2)

3)

4)

5)

i)
ii)
iii)
6)

7)

8)
i)

ii)

9)

dan masuk ke rongga cranial melaui foramen optic. Seluruh serabut memanjang saat traktus
optic, bersinapsis pada sisi lateral nuclei genikulasi thalamus dan menonjol ke atas sampai ke
area visual lobus oksipital untuk persepsi indera penglihatan.
Saraf Okulomotorius ( CN III )
Merupakan saraf gabungan, tetapi sebagian besar terdiri dari saraf motorik. Neuron
motorik berasal dari otak tengah dan membawa impuls ke seluruh otot bola mata (kecuali otot
oblik superior dan rektus lateral), ke otot yang membuka kelopak mata dan ke otot polos
tertentu pada mata. Serabut sensorik membawa informasi indera otot (kesadaran perioperatif)
dari otot mata yang terinervasi ke otak.
Saraf Traklear ( CN IV )
Adalah saraf gabungan, tetapi sebagian besar terdiri dari saraf motorik dan merupakan
saraf terkecil dalam saraf cranial. Neuron motorik berasal dari langit-langit otak tengah dan
membawa impuls ke otot oblik superior bola mata. Serabut sensorik dari spindle otot
menyampaikan informasi indera otot dari otot oblik superior ke otak.
Saraf Trigeminal ( CN V )
Saraf cranial terbesar, merupakan saraf gabungan tetapi sebagian besar terdiri dari saraf
sensorik. Bagian ini membentuk saraf sensorik utama pada wajah dan rongga nasal serta
rongga oral. Neuron motorik berasal dari pons dan menginervasi otot mastikasi kecuali otot
buksinator. Badan sel neuron sensorik terletak dalam ganglia trigeminal.
Serabut ini bercabang ke arah distal menjadi 3 divisi:
Cabang optalmik membawa informasi dari kelopak mata, bola mata, kelenjar air mata, sisi
hidung, rongga nasal dan kulit dahi serta kepala.
Cabang maksilar membawa informasi dari kulit wajah, rongga oral (gigi atas, gusi dan
bibir) dan palatum.
Cabang mandibular membawa informasi dari gigi bawah, gusi, bibir, kulit rahang dan area
temporal kulit kepala.
Saraf Abdusen ( CN VI )
Merupakan saraf gabungan, tetapi sebagian besar terdiri dari saraf motorik. Neuron
motorik berasal dari sebuah nucleus pada pons yang menginervasi otot rektus lateral mata.
Serabut sensorik membawa pesan proprioseptif dari otot rektus lateral ke pons.
Saraf Fasial ( CN VII )
Merupakan saraf gabungan. Meuron motorik terletak dalam nuclei pons. Neuron ini
menginervasi otot ekspresi wajah, termasuk kelenjar air mata dan kelenjar saliva. Neuron
sensorik membawa informasi dari reseptor pengecap pada dua pertiga bagian anterior lidah.
Saraf Vestibulokoklearis ( CN VIII )
Hanya terdiri dari saraf sensorik dan memiliki dua divisi.
Cabang koklear atau auditori menyampaikan informasi dari reseptor untuk indera
pendengaran dalam organ korti telinga dalam ke nuclei koklear pada medulla, ke kolikuli
inferior, ke bagian medial nuclei genikulasi pada thalamus dan kemudian ke area auditori
pada lobus temporal.
Cabang vestibular membawa informasi yang berkaitan dengan ekuilibrium dan orientasi
kepala terhadap ruang yang diterima dari reseptor sensorik pada telinga dalam.
Saraf Glosofaringeal ( CN IX )

10)

11)

12)

b.

1)
2)
3)
4)
5)

Merupakan saraf gabungan. Neuron motorik berawal dari medulla dan menginervasi
otot untuk wicara dan menelan serta kelenjar saliva parotid. Neuron sensorik membawa
informasi yang berkaitan dengan rasa dari sepertiga bagian posterior lidah dan sensasi umum
dari faring dan laring; neuron ini juga membawa informasi mengenai tekanan darah dari
reseptor sensorik dalam pembuluh darah tertentu.
Saraf Vagus ( CN X )
Merupakan saraf gabungan. Neuron motorik berasal dari dalam medulla dan
menginervasi hampir semua organ toraks dan abdomen. Neuron sensorik membawa
informasi dari faring, laring, trakea, esophagus, jantung dan visera abdomen ke medulla dan
pons.
Saraf Aksesori Spinal ( CN XI )
Merupakan saraf gabungan, tetapi sebagian besar terdiri dari serabut motorik. Neuron
motorik berasal dari dua area: bagian cranial berawal dari medulla dan menginervasi otot
volunteer faring dan laring, bagian spinal muncul dari medulla spinalis serviks dan
menginervasi otot trapezius dan sternokleidomastoideus. Neuron sensorik membawa
informasi dari otot yang sama yang terinervasi oleh saraf motorik ; misalnya otot laring,
faring, trapezius dan otot sternokleidomastoid.
Saraf Hipoglosal ( CN XII )
Termasuk saraf gabungan, tetapi sebagian besar terdiri dari saraf motorik. Neuron
motorik berawal dari medulla dan mensuplai otot lidah. Neuron sensorik membawa informasi
dari spindel otot di lidah.

Saraf Spinal
31 pasang saraf spinal berawal dari korda melalui radiks dorsal (posterior) dan
ventral(anterior). Pada bagian distal radiks dorsal ganglion, dua radiks bergabung membentuk
satu saraf spinal. Semua saraf tersebut adalah saraf gabungan (motorik dan sensorik),
membawa informasi ke korda melalui neuron aferen dan meninggalkan korda melalui neuron
eferen.
Saraf spinal diberi nama dan angka sesuai dengan regia kolumna bertebra tempat
munculnya saraf tersebut.
Saraf serviks ; 8 pasang, C1 C8.
Saraf toraks ; 12 pasang, T1 T12.
Saraf lumbal ; 5 pasang, L1 L5.
Saraf sacral ; 5 pasang, S1 S5.
Saraf koksigis, 1 pasang.

Setelah saraf spinal meninggalkan korda melalui foramen intervertebral, saraf


kemudian bercabang menjadi empat divisi yaitu: cabang meningeal, ramus dorsal, cabang
ventral dan cabang viseral.
Pleksus adalah jarring-jaring serabut saraf yang terbentuk dari ramus ventral seluruh
saraf spinal, kecuali TI dan TII yang merupakan awal saraf interkostal.

c.

1)

Sistem Saraf Otonom


SSO merupakan sistem motorik eferen visceral. Sistem ini menginervasi jantung;
seluruh otot polos, seperti pada pembuluh darah dan visera serta kelenjar-kelenjar. SSO tidak
memiliki input volunteer; walaupun demikian, sistem ini dikendalikan oleh pusat dalam
hipotalamus, medulla dan korteks serebral serta pusat tambahan pada formasi reticular batang
otak.
Serabut aferen sensorik (visera) menyampaikan sensasi nyeri atau rasa kenyang dan
pesan-pesan yang berkaitan dengan frekwensi jantung, tekanan darah dan pernapasan, yang
di bawa ke SSP di sepanjang jalur yang sama dengan jalur serabut saraf motorik viseral pada
SSO.
Divisi SSO memiliki 2 divisi yaitu divisi simpatis dan divisi parasimpatis. Sebagian
besar organ yang diinervasi oleh SSO menerima inervasi ganda dari saraf yang berasal dari
kedua divisi. Divisi simpatis dan parasimpatis pada SSO secara anatomis berbeda dan
perannya antagonis.
Divisi Simpatis / Torakolumbal
Memiliki satu neuron preganglionik pendek dan satu neuron postganglionic panjang.
Badan sel neuron preganglionik terletak pada tanduk lateral substansi abu-abu dalam
segemen toraks dan lumbal bagian atas medulla spinalis.
Fungsi saraf ini terutama untuk memacu kerja organ tubuh, walaupun ada beberapa
yang malah menghambat kerja organ tubuh. Fungsi memacu, antara lain mempercepat detak
jantung, memperbesar pupil mata, memperbesar bronkus. Adapun fungsi yang menghambat,
antara lain memperlambat kerja alat pencernaan, menghambat ereksi, dan menghambat
kontraksi kantung seni.

2)

Divisi Para Simpatis / Kraniosakral


Memiliki neuron preganglionik panjang yang menjulur mendekati organ yang
terinervasi dan memiliki serabut postganglionic pendek. Badan sel neuron terletak dalam
nuclei batang otak dan keluar melalui CN III, VII, IX, X, dan saraf XI, juga dalam substansi
abu-abu lateral pada segmen sacral kedua, ketiga dan keempat medulla spinalis dan keluar
melalui radiks ventral.
Saraf ini memiliki fungsi kerja yang berlawanan jika dibandingkan dengan saraf
simpatik. Saraf parasimpatik memiliki fungsi, antara lain menghambat detak jantung,
memperkecil pupil mata, memperkecil bronkus, mempercepat kerja alat pencernaan,
merangsang ereksi, dan mepercepat kontraksi kantung seni. Karena cara kerja kedua saraf itu
berlawanan, makamengakibatkan keadaan yang normal.

3)

Neurotransmiter SSO
Asetilkolin dilepas oleh serabut preganglionik simpatis dan serabut preganglionik
parasimpatis yang disebut serabut kolinergik. Norepinefrin dilepas oleh serabut post
ganglionik simpatis, yang disebut serabut adrenergic. Norepinefrin dan substansi yang
berkaitan, epinefrin juga dilepas oleh medulla adrenal.

Sloane, Ethel. 2012. Anatomi dan Fisiologi untuk Pemula; alih bahasa, James Veldman,
editor edisi bahasa Indonesia, Palupi Widyastuti. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC
b.fisiologi

Sistem saraf dibagi menjadi sistem saraf pusat (SSP) yang terdiri dari otak dan
medulla spinalis, serta sistem saraf tepi (SST) yang terdiri dari serat-serat yang berfungsi
untuk membawa informasi ke (afferent) dan dari (efferent) SSP. Sistem saraf pusat yang
berupa otak memiliki beberapa fungsi yaitu:
1
2
3
4
5

Mengatur lingkungan internal sistem saraf secara bawah sadar


Mengalami emosi
Mengontrol gerakan secara sadar
Merasakan (mengetahui dengan kesadaran) tubuh dan lingkungan
Melakukan fungsi kognitif luhur seperti berpikir dan mengingat
Sedangkan medulla spinalis yang memanjang dari batang otak memiliki dua
fungsi utama yaitu sebagai saraf penghubung antara otak dan sistem saraf tepi.
Komunikasi dalam tubuh akan naik dan turun melalui medulla spinalis pada traktus
asendens dan traktus desendens di substansia alba korda spinalis. Selain itu medulla
spinalis juga berperan dalam pusat integrasi refleks tubuh.
Sistem saraf tepi yang terbagi menjadi divisi aferen dan eferen memiliki fungsi
yang berbeda. Divisi aferen akan berfungsi untuk membawa informasi tentang
lingkungan internal dan eksternal ke SSP. Divisi aferen memiliki reseptor sensorik di
ujungnya meliputi fotoreseptor, kemoreseptor, mekanoreseptor, termoreseptor, atau
nosiseptor. Adapun pada divisi eferen terbagi menjadi sistem saraf otonom dan sistem
saraf somatis. Sistem saraf otonom akan menghantarkan sinyal dari SSP ke otot dan
kelenjar. Sistem saraf somatic yang terdiri dari akson neuron motorik akan berakhir di
otot rangka.
Adapun sistem saraf tersebut dilengkapi oleh sel neuroglia. Sel-sel neuroglia
tersebut terdiri atas astrosit, oligodendrosit, mikroglia serta sel ependimal. Sel-sel ini
akan membentuk jaringan ikat di dalam SSP dan secara fisik, metabolik dan fungsional
mendukung neuron.

Sherwood L. Fisiologi Manusia: Dari Sel ke Sistem. 6th ed. Jakarta: EGC; 2011

c.histologi

Susunan saraf manusia merupakan bagian tubuh yang paling kompleks dan dibentuk
oleh lebih dari 100 juta sel saraf (neuron), dan didukung oleh sel-sel Glia yang
jumlahnya lebih banyak. Rata-rata setiap neuron memiliki sekurang-kurangnya seribu
hubungan dengan neuron lain, membentuk suatu sistem komunikasi yang sangat
kompleks. Fungsi suatu neuron adalah satu set proses koordinasi yang bertujuan untuk
mencapai tujuan tertentu.

Jaringan saraf tersebar di seluruh tubuh berupa jalinan komunikasi terpadu. Secara
anatomis, susunan saraf dibagi dalam susunan saraf pusat (otak dan medulla spinalis)
dan susunan saraf tepi (serat saraf dan ganglion saraf). Secara struktural, jaringan saraf
terdiri atas dua golongan sel: sel saraf / neuron dan beberapa jenis sel glia (Yn.glia,
perekat).
Neuron berespons terhadap perubahan (stimulus) lingkungan dengan mengubah
perbedaan potensial yang ada antara permukaan luar dan dalam dari membran. Sel-sel
dengan sifat ini disebut dapat dirangsang (exitable) atau dapat diganggu (irritable).
Neuron segera bereaksi terhadap stimulus dan modifikasi potensial listrik dapat terbatas
pada tempat yang menerima stimulus atau dapat disebarkan ke seluruh bagian neuron
oleh membran. Penyebaran ini, disebut potensial aksi atau impuls saraf, mampu melintasi
jarak yang jauh; impuls saraf meneruskan informasi ke neuron lain, otot dan kelenjar.
Melalui proses pembentukan, analisis, identifikasi dan pengentegrasian informasi,
maka susunan saraf membentuk dua kelompok fungsi yang besar: stabilisasi kondisi
internal (mis, tekanan darah, kandungan O2 dan CO2, pH, kadar glukosa darah dan kadar
hormon); dan pola perilaku (mis, makan, reproduksi, pertahanan, interaksi dengan
makhluk hidup lainnya).

1. NEURON
Sel saraf atau neuron, adalah satuan anatomis dan fungsional independen dengan ciri
morfologis majemuk. Mereka berperan pada penerimaan, penghantaran dan pemrosesan
rangsang; pencetus aktivitas sel tertentu; dan pelepas neurotransmiter dan molekulmolekul penyampai informasi lainnya.
Neuron terdiri dari tiga bagian:
1. Dendrit, yang merupakan juluran-juluran panjang dikhususkan untuk menerima stimulus
dari lingkungan, dari sel epitel sensoris atau dari neuron lain.
2. Badan sel atau perikarion, yang merupakan pusat tropik untuk seluruh sel saraf dan peka
terhadap rangsang.
3.

Akson, yang merupakan juluran tunggal yang dikhususkan untuk membangkitkan atau
menghantar impuls saraf ke sel lain (sel saraf, otot dan sel kelenjar).

Kategori neuron berdasar ukuran dan bentuk julurannya:


1.

Neuron multipolar, yang memiliki lebih dari dari 2 juluran, satu adalah akson

dan lainnya dendrit. Hampir semua neuron dalam tubuh adalah multipolar.
2.

Neuron bipolar, dengan satu akson dan satu dendrit. Neuron ini ditemukan dalam

ganglion koklearis dan vestibularis selain dalam retina dan mukosa olfaktorius.
3.

Neuron pseudounipolar, yang memiliki satu juluran dekat perikarion yang

bercabang menjadi 2 cabang. Juluran itu membentuk huruf T, dengan satu cabang
meluas ke ujung perifer dan satu lagi ke arah susunan saraf pusat. Neuron ini terdapat
dalam ganglion spinal, ganglion kranial.
Penggolongan neuron berdasarkan peran fungsional :
1.

Neuron motoris (eferen) mengendalikan organ efektor seperti serat otot dan

kelenjar
2.

eksokrin dan endokrin.

Neuron sensoris (aferen), terlibat dalam penerimaan stimulus sensoris dari


lingkungan dan dari dalam tubuh.

3.

Interneuron, mengadakan hubungan sesama neuron, membentuk rantai atau sirkuit


fungsional kompleks (seperti pada retina).

2. BADAN SEL ATAU PERIKARION


Perikarion adalah bagian neuron yang mengandung inti dan sitoplasma di
sekelilingnya, tidak termasuk juluran-juluran sel. Perikarion kebanyakan neuron
menerima sejumlah besar ujung saraf yang membawa stimulus pembangkit atau
penghambat yang timbul dalam sel-sel saraf lain.
Sel saraf memiliki inti bulat, amat besar, eukromatik (pucat) dengan anak inti yang
jelas. Sel saraf binukleus tampak pada ganglion simpatis dan sensoris. Daerah bergranul
basofilik disebut badan Nissl merupakan retikulum endoplasma kasar dan ribosom bebas.
Kompleks Golgi hanya terdapat dalam perikarion dan terdiri atas deretan sisterna licin
secara paralel di sekitar tepian inti. Neurofilamen banyak terdapat dalam perikarion dan
juluran sel.
3. DENDRIT DAN AKSON
Dendrit biasanya pendek dan bercabang-cabang seperti pohon. Kebanyakan sel saraf
memiliki banyak dendrit, yang sangat memperluas daerah reseptif sel. Percabangan
dendrit memungkinkan sebuah neuron untuk menerima dan memadukan sejumlah besar
terminal akson dari sel-sel saraf lain. Semua akson berawal dari daerah berbentuk

piramid yang disebut akson hilok yang keluar dari perikarion. Membran plasma dari
akson disebut aksolema isinya dikenal dengan aksoplasma. Semua cabang akson dikenal
sebagaicabang-cabang kolateral. Sitoplasma akson (aksoplasma) memiliki sedikit
mitokondria, mikrotubul dan neurofilamen dan beberapa sisterna dari RE licin.

4. HUBUNGAN SINAPS
Sinaps (Yn. Synapsis, Penyatuan) berperan pada penghantaran satu arah dari impuls
saraf. Sinaps adalah tempat dimana neuron-neuron saling berkontak atau antara neuron
dengan sel efektor lainnya (otot dan sel kelenjar). Hampir semua sinaps menghantarkan
impuls lewat pelepasan neurotransmiter pada terminal akson; mereka adalah substansi
kimiawi yang menginduksi perpindahan impuls saraf ke neuron lainnya atau ke sebuah
sel efektor.
Sinaps dibentuk oleh suatu terminal akson (terminal prasinaps) yang menghantarkan
impuls; bagian sel lain dimana impuls baru dibentuk ( terminal pascasinaps); dan suatu
celah sempit intraseluler yang disebut celah sinaps. Bila satu akson membentuk sinaps
dengan sel tubuh disebut suatu sinaps aksosomatik; dengan dendrit, aksodendritik; atau
dengan suatu akson, aksoaksonik. Hampir semua sinaps merupakan sinaps kimiawi dan
menghantarkan impuls melalui neurotransmiter.
Menurut Tebal Membran di Tempat Kontak :
1. Sinaps Asimetris
Celah sinaps pada membran pasca sinaps penebalan lebih nyata, sifat menggertak /
mempercepat kegiatan alat target, vesikula bulat.
2. Sinaps Simetris
Celah sinaps dengan penebalan sama yang nyata pada membran pra-sinaps dan presinpas. Vesikula di sini lonjong dan gepeng sifat menghalangi atau melambatkan
kegiatan alat target. Hampir semua sinaps merupakan sinaps kimiawi dan menghantarkan
impuls saraf melalui hubungan celah (gap junctions) yang melewati membran pre dan
pascasinaps.

5. SEL GLIA DAN AKTIVITAS NEURON


Sel-sel glia jumlahnya 10 kali lebih banyak daripada neuron pada otak mamalia; sel-sel
ini mengelilingi perikarion bersama dengan aksonnya dan dendrit serta menempati ruang
interselular. Penggolongan menurut asal dan fungsinya. Merupakan sel jaringan antara
atau penunjang sistem saraf.
Terdapat di SSP dan SST. Fungsi Glia
1.

Melindungi dan menunjang neuron

2.

Menyelaputi akson

3.

Memberi nutrisi kepada neuron

4.

Pertahanan
Tipe-tipe sel glia:

1. Oligodendrosit
Oligodendrosit (Yn, oligos, kecil + kytos, sel) menghasilkan selubung mielin yang
membentuk penyekat listrik dari neuron pada susunan saraf pusat.
2. Sel Schwann
Sel ini memiliki fungsi yang sama dengan oligodendrosit tetapi berlokasi di sekitar
akson pada susunan saraf perifer. Satu sel schwann membentuk mielin disekeliling satu
akson, berbeda dengan oligodendrosit yang dapat bercabang dan melayani lebih dari satu
neuron beserta julurannya.
3. Astrosit
Astrosit (Yn, astron, bintang+kytos) adalah sel yang bentuknya seperti bintang karena
memiliki banyak juluran yang memancar. Sel ini memiliki banyak filamen yang
memperkuat strukturnya.astrosit mengikat neuron pada kapiler dan piamater. Astrosit
dengan beberapa juluran panjang disebut astrosit fibrosa dan berlokasi di substansi putih
(white matter); astrosit protoplasmatis, dengan banyak cabang-cabang pendek ditemukan
ditemukan dalam substansi kelabu.
4. Sel ependim
Sel ini merupakan sel epithel kolumner rendah bersilia yang melapisi rongga-rongga
pada susunan saraf pusat.

5. Mikroglia
Sel kecil yang bentuknya memanjang dengan juluran-juluran pendek yang iregular, inti
selnya panjang dan padat, yang berbeda dengan inti sel-sel glia lainnya yang berbentuk
bulat.
6. SISTEM SARAF PUSAT
Sistem saraf pusat, selanjutnya disebut SSP, terdiri atasotakdanmedula spinalis.
Keduanya tersusun atas substansi putih (substansiaalba) dan substansi abuabu (substansia grisea). Perbedaan ini terjadiakibat komposisi penyusun
substansia alba yakni akson bermielin; dan substansia grisea yakni perikarion
(soma, badan) sel saraf, dendrit, sertaakson tak bermielin.
1. Otak
a. Otak besar
Otak besar tersusun atas dua belahan (cerebral hemisphere) kiridan kanan. Di bagian
tepi luar (korteks) terdapat substansia grisea, lalu semakin ke dalam dibatasi
dengan substansia alba, dan di bagian palingdalam terdapat nukelus yang merupakan
substansia grisea. Lapisan yangmenyusun otak besar berlekuk-lekuk, membentuk
struktur sulkusdangirus. Lapisan ini jika ditinjau secara mikroskopik akan
terlihat bahwa tersusun atas enam lapisan, yakni:
1. Lapisan molekular , merupakan lapisan terluar dan terletak tepatdi bawah lapisan
pia. Terdapat sel horizontal ( cajal) yang pipihdengan denrit dan akson yang
berkontak dengan sel-sel di lapisanbawahnya (sel piramid, sel stelatte).
2. Lapisan granular luar , sebagian besar terdiri atas sel saraf kecilsegitiga(piramid) yang
dendritnya mengarah ke lapisan molekular dan aksonnya ke lapisan di bawahnya; sel
granula (stelatte) dansel-sel neuroglia.
3. Lapisan piramid luar , terdapat sel piramid yang berukuran besar (semakin besar dari
luar ke dalam). Dendrit mengarah ke lapisanmolekular; akson mengarah ke substansia
alba.
4. Lapisan granular dalam, merupakan lapisan tipis yang banyakmengandung selsel granul (stellate), piramidal, dan neuroglia. Lapisan ini merupakan lapisan yang
paling padat.
5. Lapisan piramidal dalam, s u a t u l a p i s a n y a n g p a l i n g j a r a n g , banyak
mengandung sel-sel piramid besar dan sedang, selain selstelatte dan Martinotti. Sel

Martinotti adalah sel saraf multipolar yang kecil, dendritnya mengarah ke lapisan
atas dan aksonnya kelateral.
6. Lapisan sel multiform , adalah lapis terdalam dan berbatasan d e n g a n
s u b s t a n s i a a l b a , d e n g a n v a r i a n s e l y a n g b a n y a k (termasuk terdapat
sel Martinotti) dan sel fusiform.
Otak besar merupakan pusat belajar, ingatan, analissi informasi,inisiasi gerakan
motorik, dan merupakan pusat integrasi informasi yang diterima.
Nukelus(nucleus; nuclei: jamak) merupakan kumpulan dariperikarion
neuron yang terdapat di dalam SSP (bdk: ganglion di SST). Misal: basal nuclei.
Disubstansia albacerebrum terdapat banyak serat-serat yangmenghubungkan berbagai
daerah korteks dalam hemisfer yang sama (asosiasi;

menghubungkan

a n t a r h e m i s f e r ( komisura; d a n menghubungkan ke nukleus di bawahnya


(proyeksi).
b. Serebelum juga tersusun atas substansia grisea yang terletak ditepi (dinamakan
korteks serebeli). Korteks serebeli tersusun atas tiga lapisan:
1. Lapisan molekular , l a p i s a n t e r l u a r d a n l a n g s u n g t e r l e t a k d i bawah
lapisan piamater dan sedikit mengandung sel saraf kecil, seratsaraf tak bermielin, sel
stelata, dan dendrit sel Purkinje dari lapisan di bawahnya.
2. Lapisan Purkinje, disebut lapisan ganglioner, banyak sel-sel Purkinje yang
besar dan berbentuk seperti botol dan khas untuk s e r e b e l u m . D e n d r i t n y a
b e r c a b a n g d a n m e m a s u k i l a p i s a n molekular, sementara akson termielinasi
menembus substansiaalba.
3. Lapisan granular , lapisan terdalam dan tersusun atas sel-selkecil dengan 3-6
dendrit naik ke lapisan molekular dan terbagi atas 2 cabang lateral.
2. MedulaSpinalis
B a g i a n l u a r m e d u l a s p i n a l i s m e r u p a k a n s u b s t a n s i a a l b a , sementara
bagian dalamnya merupakan substansia grisea, dengan bentuk menyerupai huruf
H atau kupu-kupu. Di bagian tengah substansiagrisea terdapat kanal yang dinamakan
kanalis sentralis.
Substansia albaberisi akson-akson yang merupakan jaras-jarasbaik sensorik
maupun motorik yang meneruskan impuls saraf dari/atauotak dan organorgan perifer. Fasikulus-fasikulus jaras sensorik dan motorik terkelompokkan

menjadifunikulus. D i m e d u l a s p i n a l i s d a p a t ditemukan funikulus dorsal, ventral,


dan lateral.
Substansia griseam e n g a n d u n g p e r i k a r i o n d a n b a n y a k ditemukan sinaps
neuron. Wilayah ini dapat dikelompokkan menjadi tiga. Kornu anterior (ventral)
adalah bagian sayap yang gemuk dan banyak mengandung sel-sel motorik
multipolar yang berbentuk poligonal. Kornuposterior (dorsal) adalah bagian sayap
yang

lebih

kecil

dan

banyak

ditemui

sinaps

dari

saraf

aferen,

serta

interneuron.Kanalis sentralismerupakan saluran yang berhubungan denganventrikel


keempat otak, yang dilapisi oleh sel-sel ependimal.
3. Meninges
Otak dilindungi oleh kulit dan tengkorak, serta dengan meninges,yakni selaput
pelindung otak dan terdiri atas tiga lapisan. Sementara itu,medula spinalis juga
dilindungi oleh meninges.
Duramater , lapisan terluar meninges, merupakan lapisan yangtebal dengan
kolagen yang tinggi. Tersusun lagi atas dua lapis, yakniperiosteal duramater ,
lapisan

lebih

luar,

terususun

atas

s e l - s e l progenitor, fibroblas.

Lapisan ini menempel dengan permukaan dalam t e n g k o r a k . P e m b u l u h


d a r a h d i t e m u i d e n g a n m u d a h d i l a p i s a n i n i . Meningeal duramater ,
sedikit mengandung pembuluh darah kecil dan d i l a p i s i e p i t e l s e l a p i s
g e p e n g y a n g b e r a s a l d a r i m e s o d e r m p a d a permukaan dalamnya.
Kedua lapis duramater otak menyatu, namun memisah pada bagian-bagian
tertentu, membentuksinus venosus.
Arachnoidadalah suatu lapisan tanpa pembuluh darah, tipis, serta halus. Lapis ini
mengandung fibroblas, kolagen, dan serat elastis.
Piamater dilapisi oleh sel mesenkim gepeng yang melekat erat pada permukaan
jaringan saraf, namun tidak berhubungan langsung dengan sel atau serabut saraf.
Diantara piamater dan unsur-unsur saraf terdapat selapis tipis prosessur astrosit yang
melekat erat pada piamater.
4. Sawar Darah Otak (Blood Brain Barrier)
Struktur yang membentuk lapisan penyeleksi zat-zat yang dapatberada di dalam
jaringan parenkim otak. Mekanisme ini sangat penting untuk menjaga kinerja

otak dengan optimal, mengingat perubahan sedikitsaja pada lingkungan sekitar otak
dapat mengakibatkan gangguan, semisal konduksi saraf yang tidak berjalan dengan
baik.
Sawar darah otak tersusun atas tiga komponen, yaknidinding selendotel, di mana
terdapattight junction(taut sekap) antarsel sehinggamenghalangi lewatnya zat melalui
celah ini.Basal lamina sel endoteldanKaki-kaki perivaskular astrosit juga mencegah
masuknya zat-zat takd i i n g i n k a n .
kelebihan

ion

Astrosit

K +dan ne u r o t r a n s m i t e r d a r i

dapat

membuang

lingkungan

sekitar

neuron. Fungsi ini dapatmempertahankan keseimbangan komposisi


z a t d a n i o n d i r u a n g interselular SSP.
7. SISTEM SARAF TEPI
Sistem saraf tepi, selanjutnya disebut SST, terdiri dari saraf, ganglia, dan ujung
saraf. Saraf adalah berkas serabut saraf yang dikelilingi selubung jaringan ikat
1. Serabut saraf
Sarabut saraf terdiri atas akson yang dibungkus selubung khusus yang berasal dari
sel ektodermal. Gabungan serabut saraf membentuk traktus-traktus (jaras) di otak,
medula spinalis, dan saraf tepi. Serabut saraf yang menjadi bagian dari susunan saraf tepi
atau pusat menentukan perbedaan selubung serabut saraf tersebut.
Satu atau lebih lipatan dari sel penyelubung menutupi sebagian besar akson di
jaringan saraf dewasa. Pada serabut saraf tepi, sel penyelubungnya adalah sel Schwann
dan pada serabut saraf pusat, sel penyelubungnya adalah oligodendrosit. Akson
berdiameter kecil umumnya adalah serabut saraf tak bermielin. Akson yang lebih tebal
umumnya diselubungi oleh lebih banyak lapisan konsentris sel penyelubung yag
membetuk selubung mielin. Serabut-serabut ini dikenal sebagai serabut saraf bermielin.
a. Serabut bermielin
Pada serabut bermielin di susunan saraf tepi, plasmalema sel Schwann mengitari
dan menyelubungi akson. Lapisan-lapisan membran sel penyelubung menyatu dan
membentuk mielin, yakni suatu kompleks lipoproteindengan unsur lipid yang dapat
dihilangkan sebagian melalui prosedur histologik standar.
Mielin terdiri atas banayk lapisan membran sel yang termodifikasi. Membran ini
memilki proporsi ipid yang lebih tinggi daripada membran sel lain. Selubung mielin
memperlihatkan adanya celah disepanjang jalannya, yang disebut nodus ranvier. Jarak
antara 2 nodus, disebut internodus dan terdiri dari satu sel Schwann.

b. Serabut tak bermielin


Disusunan saraf pusat dan susunan saraf tepi, tidak semua akson bermielin.
Disusunan saraf tepi, semua akson tak bermielin dibungkus celah-celah dari sel Shwann.
Setiap sel Schwann dapat menyelubungi banyak akson tak bermielin. Serabut saraf tak
bermielin tidak memilliki nodus ranvier karena sel Schwann yang melekat erat,
bergabung membentuk selubung yang utuh.
2. Saraf
Saraf-saraf tepi terdiri atas serabut-serabut saraf (akson) yang saling
berkumpul

bersama,

dan

disatukan

melalui

jaringan

penyambung,s e h i n g g a

m e n g h a s i l k a n k u m p u l a n s e r a b u t s a r a f , d i s e b u t d e n g a n fasikulus. Dalam
satu fasikel pada umumnya mengandung persarafanbaik sensorik maupun motorik.
Beberapa fasikulus membentuk bundel berkas serat saraf. Bundel berkas serat saraf
ini diikat oleh Epineurium,yakni suatu jaringan ikat yang padat, tidak beraturan, tersusun
mayoritasoleh

kolagen

dan

sel-sel

fibroblas.

Epineurium

menyelimuti

beberapafasikulus yang bersatu membentuk saraf . D i e p i n e u r i u m p u l a


b i s a ditemukan pembuluh darah. Ketebalan epineurium bervariasi, paling tebaldi daerah
duramater yang dekat dengan SSP, makin tipis hingga percabangansaraf-saraf ke arah
distal.
Perineurium adalah selaput pembungkus satu fasikulus yang tersusun atas
jaringan ikat padat kolagen yang tersusun secara kosentris,serta sel-sel fibroblas. Di
bagian dalam perineurium terdapat pula lapisansel-sel epiteloid yang direkatkan
melaluizonula okludens; serta dikelilingioleh lamina basal yang menjadikan
suatubarrier (sawar) materi bagifasikulus.
Endoneuriumadalah lapisan terdalam yang mengelilingi satu akson. Lapisan
ini tersusun ats jaringan ikat longgar (berupa serat retikuler yang dihasilkan oleh sel
Schwann yang bertanggung jawab untuk aksontersebut), sedikit fibroblas, dan serat
kolagen. Di daerah distal akson,endoneurium hampir tidak ada lagi, hanya
menyisakan sedikit seratretikuler yang menyertai basal lamina sel Schwann.
3. Ganglia
Ganglia adalah struktur lonjong yang mengandung badan sel neurin dan
sel glia yang ditunjang oleh jaringan ikat. Karena ganglia bekerja sebagai

stasiun relay untuk menghantarkan impuls saraf, satu saraf masuk dan saraf
lain yang keluar dari setiap ganglion. Arah impuls saraf menentukan apakah
suatu ganglion menjadi ganglion sensorik atau otonom. 7,8,9:
a. Ganglia sensorik
Ganglia sensorik menerima impuls aferen yang menuju SSP. Ada 2 jenis ganglia
sensorik. Ganglia sensorik berhubungan dengan saraf kranial (ganglia kranial) dan radiks
dorsal saraf spinal (ganglia spinalis). Badan sel neuron yang besar di ganglia
berhubungan dengan penjulura tipis berbentuk lembaran dari sel glia kecil yang disebuut
sel satelit. Sel-sel yang berasal dari krista neuralis ini menciptakan lingkungan mikro
perikarion , yang memungkinkan produksi potensial aksi membran dan mengatur
pertukaran metabolik.
Ganglia sensorik disangga oleh simpai dan kerangka jaringan ikat khusus yang
berhubungan langsung degan jaringan ikat saraf. Neuro ganglia ini merupakan neuron
pseudounipolar dan meneruskan informasi dari ujung saraf gangion ke substansia grissea
medula spinalis melalui sinaps dengan neuron setempat.
b. Ganglia otonom
Ganglia otonom merupakan pelebaran berbentuk bulbus pada saraf otonom.
Beberapa ganglia berada dalam organ-organ tertentu, terutama pada dinding saluran
cerna, tempat ganglia tersebut membentuk ganglia intramural. Selapis sel satelit sering
membungkus ganglia otonom, meskipun di ganglia intramular, hanya terlihat sedikit sel
saterit disekitar neuron.
Saraf otonom menggunakan sirkuit neuron ganda. Neuron pertama dirantai otonom
tersebut, dengan serabut praganglionik, berada di SSP. Aksonnya membentuk suatusinaps
dengan serabut pascaganglionik neuron multipolar kedua dirantai tersebut, yang etrletak
di sistem ganglion perifer. Mediator kimiawi yang etrdapat dalam vesikel sinaptik di
semua akson praganglionik adalah asetilkolin.
Saraf otonom terdiri atas sistem saraf otonm dengan 2 bagian, yag disebut cabang
simpatis dan parasimpatis. Serabut sara yang membebaskan asetilkolin disebut saraf
kolinergenik. Badan neuronal pada saraf simpatis praganglionik berada di segmen toraks
dan lumbal di medula spinalis serta segmen percabangan parasimpatis berada di medula
dan mesensefalon serta bagian sakral medula spinalis. Neuron kedua simpatis berada di
ganglia kecil di sepanjang columna vertebratalis, sdangkan neuron kedua parasimpatis

ditemukan dalam ganglia yang selalu berada deka atau dalam oragan efektor. Ganglia
parasimpatis dapat tidak memiliki simpai khusus, perikarion dan sel satelit terkait yang
membentuk suatu pleksus longgar didalam jaringan ikat sekitar.
8. SUSUNAN SARAF OTONOM
Susunan saraf otonom berhubungan dengan pengendalian otot polos, sekresi beberapa
kelenjar, dan modulasi irama jantung. Fungsinya menyesuaikan aktivitas tubuh tertentu
agar dapat mempertahankan lingkungan dalam yang konstan (homeostasis)
Susunan saraf otonom merupakan rangkaian dua neuron. Neuron pertama dari rantai
otonom terletak di dalam susunan saraf pusat. Aksonnya membentuk sinaps dengan
neuron multipolar kedua rantai, yang terletak dalam ganglion dari SST. Serat saraf
(akson) dari neuron pertama disebut serat praganglion; akson dari neuron kedua menuju
ke efektor otot atau kelenjar disebut serat pascaganglion.

9. SISTEM SIMPATIF
Inti

(yang

dibentuk

oleh

kumpulan

badan-badan

sel

saraf)

dari sistem

simpatis terletak pada segmentorakal dan lumbal dari medula spinalis.


Sistem Parasimpatis
Sistem parasimpatis mempunyai inti di medula dan otak tengah dan dalam bagian
sakrum medula spinalis. Neuron kedua ditemukan dalam ganglion lebih kecil dari yang
terdpat pada sistem simpatis. Ia selalu dekat atau terletak di dalm organ-organ efektor.
Snell, Richard. 2006. Neuroanatomi Klinik Edisi 5. Jakarta : EGC

3.anatomi cranial

4.anencephali
a.definisi

Anensefalus adalah suatu keadaan dimana sebagian besar tulang tengkorak dan
otak tidak terbentuk. Anensefalus adalah suatu kelainan tabung saraf (suatu kelainan yang
terjadi pada awal perkembangan janin yang menyebabkan kerusakan pada jaringan
pembentuk otak dan korda spinalis).

Anencephaly adalah cacat perkembangan serius dari sistem saraf pusat di mana otak
dan tengkorak kubah yang terlalu cacat. Cerebrum dan cerebellum berkurang atau tidak ada,
namun otak belakang hadir. Anencephaly adalah bagian dari spektrum defek tabung saraf
(NTD). Cacat ini terjadi jika tabung saraf gagal menutup selama minggu keempat ketiga
untuk pembangunan, yang menyebabkan hilangnya janin, lahir mati, atau kematian neonatus.
Ilmu Kesehatan Anak, Edisi 5 Vol. 13 Nelson
b.epidemologi
c.klarifikasi
d.etiologi

Anensefalus terjadi jika tabung saraf sebelah atas gagal menutup, tetapi
penyebabnya yang pasti tidak diketahui. Penelitian menunjukkan kemungkinan anensefalus
berhubungan dengan racun di lingkungan juga kadar asam folat yang rendah dalam darah.
Anensefalus ditemukan pada 3,6-4,6 dari 10.000 bayi baru lahir. Faktor resiko terjadinya
anensefalus adalah:
- Riwayat anensefalus pada kehamilan sebelumnya
- Kadar asam folat yang rendah.
Resiko terjadinya anensefalus bisa dikurangi dengan cara meningkatkan asupan asam folat
minimal 3 bulan sebelum hamil dan selama kehamilan bulan pertama.
Ilmu Kesehatan Anak, Edisi 5 Vol. 13 Nelson
e.manisfestasi klinis

Gejala klinis sangat bervariasi, tergantung malformasi serebral yang terjadi,


termasuk hidrosefalus dan banyaknya jaringan otak yang mengalami displasia dan masuk ke
dalam kantung encephalocele. Jika hanya mengandung meningen saja, prognosisnya lebih
baik dan dapat berkembang normal. Gejala-gejala sehubungan dengan malformasi otak
adalah mental retardasi, ataxia spastik, kejang, buta dan gangguan gerakan bola mata.
Sebenarnya diagnosis perinatal dapat ditegakkan dengan pemeriksaan USG, alfa feto protein
cairan amnion dan serum ibu.

Hampir semua encephalocele memerlukan intervensi bedah saraf, kecuali massanya


terlalu besar dan dijumpai mikrosefali yang jelas. Bila mungkin, tindalan bedah sedini
mungkin untuk menghindari infeksi, apalagi bila ditemui kulit yang tidak utuh dan perlukaan
di kepala.
Pada neonatus apabila dijumpai ulkus pada encephalocele atau tidak terjadi kebocoran
cairan serebrospinal, operasi segera dilakukan. Pada encephalocele yang ditutupi kulit kepala
yang baik, operasi dapat ditunda sampai keadaan anak stabil. Tujuan operasi adalah menutup
defek (watertight dural closure), eksisi masa otak yang herniai serta memelihara fungsi otak.
Ilmu Kesehatan Anak, Edisi 5 Vol. 13 Nelson
f.faktor resiko
g.patogenesis
h.terapi
i.pencegahan

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah cacat bawaan. Inilah beberapa di
antaranya:
a.

Wanita yang mempunyai keluarga dengan riwayat kelainan cacat bawaan hendaknya lebih
waspada karena bisa diturunkan secara genetik. Lakukan konseling genetik sebelum hamil.

b. Usahakan untuk tidak hamil jika usia ibu sudah mencapai 40 tahun.
c.

Lakukan pemeriksaan kehamilan atau antenatal care yang rutin, dan usahakan untuk
melakukan USG minimal tiap trimester.

d. Jalani pola hidup sehat. Hentikan kebiasaan merokok dan hindari asap rokok, selain juga
alkohol dan narkoba karena dapat menghambat pertumbuhan janin serta memperbesar
peluang terjadinya kelainan kongenital dan keguguran. Kelainan kongenital adalah penyebab
keguguran yang paling besar, misalnya jika paru-paru janin tidak dapat berkembang
sempurna.
e.

Penuhi kebutuhan akan asam folat. Dalam pemeriksaan, dokter akan memberi suplemen
asam folat ini.

f.

Hindari asupan vitamin A berdosis tinggi. Vitamin A termasuk jenis vitamin yang tak larut
dalam air, tapi larut dalam lemak. Jadi, bila kelebihan akan tertimbun dalam tubuh.
Dampaknya antara lain janin mengalami urogenital abnomali (terdapat gangguan sistem

kencing dalam kelamin), mikrosefali (ukuran kepala kecil), terdapat gangguan kelenjar
adrenal.
g. Jangan minum sembarang obat, baik yang belum ataupun sudah diketahui memberi efek
buruk terhadap janin.
h. Pilih makanan dan masakan yang sehat. Salah satunya, hindari daging yang dimasak
setengah matang (steak atau sate). Dikhawatirkan, daging itu masih membawa kuman
penyakit yang membahayakan janin dan ibunya.
i.

Kalau ada infeksi, obatilah segera : terutama infeksi TORCH (TOksoplasma, Rubela,
Citomegalo, dan Herpes). Paling baik, lakukan tes TORCH pada saat kehamilan masih
direncanakan, bukan setelah terjadinya pembuahan. Jika ibu diketahui sedang terinfeksi,
pengobatan bisa langsung dilakukan.
Ilmu Kesehatan Anak, Edisi 5 Vol. 13 Nelson
j.pemeriksaan penunjang

Pemeriksaan yang biasa dilakukan adalah:

Kadar asam lemak dalam serum ibu hamil

Amniosentesis (untuk mengetahui adanya peningkatan kadar alfa-fetoprotein)

Kadar alfa-fetoprotein meningkat (menunjukkan adanya kelainan tabung saraf)

Kadar estriol pada air kemih ibu

USG.

Ilmu Kesehatan Anak, Edisi 5 Vol. 13 Nelson


k. deteksi dini
5.bagaimana edukasi pada kasus ini
6.mengapa pemeriksaan kehamilan sangat penting terhadap ibu hamil

Pemeriksaan antenatal adalah pemeriksaan kehamilan untuk mengoptimalkan


kesehatan mental dan fisik ibu hamil sehingga mampu menghadapi persalinan, kala nifas,
persiapan pemberiaan ASI dan kembalinya kesehatan reproduksi secara wajar.46 Kunjungan
antenatal dilakukan sedini mungkin semenjak ia merasa dirinya hamil. Pelayanan antenatal
dilakukan untuk mencegah adanya komplikasi obstetri bila mungkin dan memastikan bahwa
komplikasi dideteksi sedini mungkin serta ditangani secara memadai.
Selain itu dengan dilakukannya pemeriksaan antenatal maka akan mempermudah
orang
tua
untuk
mengenal
dan
menangani
penyakit-penyakit
yang

mungkin dijumpai dalam kehamilan, persalinan dan nifas, menurunkan morbiditas dan
mortalitas ibu dan anak, dan mengobati penyakit yang mungkin diderita sedini mungkin.
Wanita hamil memerlukan sedikitnya empat kali kunjungan selama periode
antenatal:
1) Satu kali kunjungan selama trimester satu (< 14 minggu).
2) Satu kali kunjungan selama trimester kedua (minggu 14 28).
3) Dua kali kunjungan selama trimester ketiga (minggu 28 36 dan > minggu
ke 36).
4) Perlu segera memeriksakan kehamilan bila dilaksanakan ada gangguan atau
bila janin
tidak bergerak lebih dari 12 jam.
Sebuah penelitian di India menyebutkan bahwa insiden malformasi lebih tinggi pada
ibu yang tidak melakukan perawatan antenatal. Sebanyak 49% dari seluruh kasus anomali
kongenital terdeteksi saat pemeriksaan dengan USG. 1,50% dari seluruh ibu hamil yang
melahirkan bayi dengan kelainan kongenital tidak melakukan antenatal care, sedangkan
hanya 0,36% yang merupakan janin dari ibu hamil yang melakukan antenatal care
Sadler, T.W. 2006. Embriologi Kedokteran Edisi ke-10. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran
EGC

7.apa saja jenis pemeriksaan pada ibu hamil


8.macam-macam kelainan kongenital pada sistem saraf

Jenis-jenis (berdasarkan patogenesis)


Cacat lahir, malformasi kongenital adalah istilah-istilah yang digunakan untuk
menjelaskan gangguan structural, perilaku, fungsional dan metabolic yang ada sejak lahir.
Jenis-jenis abnormalitas antara lain :
1. Malformasi
Terjadi selama pembentukan struktur, sebagai contoh selama organogenesis.
Kelainan ini dapat menyebabkan ketiadaan suatu struktur secara total atau parsial atau
perubahan konfigurasi normal suatu struktur. Malformasi disebabkan oleh factor
lingkungan dan atau genetic yang belerja secara independen atau bersamaan. Kebanyakan
malformasi berawal pada minggu keiga sampai minggu kedelapan kehamilan.
2. Disrupsi
Menyebabkan perubahan morfologis pada struktur yang sudah terbentuk dan
disebabkan oleh proses destruktif. Gangguan vascular yang menyebabkan atresia usus dan
cacat yang ditimbulkan pita amnion adalah contoh dari factor-faktor perusak yang
menyebabkan disrupsi.
3. Deformasi

Terjadi karena gaya mekanis yang mencetak suatu bagian janin dalam jangka
lama. Club feet, sebagai contoh, disebabkan oleh penekanan di rongga amnion. Deformasi
sering mengenai system musculoskeletal dan mungkin pulih setelah lahir.
4. Sindrom
Adalah kumpulan anomaly yang terjadi bersamaan dan memiliki satu penyebab
spesifik.

Robbins, Kumar, Cotran. Buku Ajar Patologi. 7th ed. Jakarta: EGC; 2010.
9.apa kebutuhan gizi yang baik untuk ibu hamil
10.bagaimana aspek genetik yang mempengaruhi gangguan embriogenesis