Anda di halaman 1dari 22

LAPORAN PRAKTIKUM LABTEK II

KOMPRESSOR PISTON
Diajukan untuk memenuhi tugas Praktikum Laboratorium Teknik Kimia II

Pembimbing : Ir. Tri Haryadi, MT


Penyusun

: Irinda Fitri

(141411043)

Nabila Suri O

(141411048)

Rizal Aprian

(141411056)

Taofik Tri Sudrajat

(141411059)

Kelas

: 2B

Kelompok

: III (Tiga)

JURUSAN TEKNIK KIMIA


PROGRAM STUDI D3 TEKNIK KIMIA
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
2016

I.

II.

Tujuan Praktikum
a. Mengetahui cara kerja serta prinsip kerja kompresor piston
b. Mengetahui kapasitas kompresor piston
c. Menghitung volume udara yang dapat dihasilkan
d. Menghitung efisiensi kompresor
LANDASAN TEORI
Kompresor adalah alat untuk mengkompresi gas hingga tekanan ribuan psi.
Terdapat beberapa jenis desain kompresor yang umum, yaitu rotary vane, sentrifugal,
aksial, lobe (root blower) dan reciprocating (bolak balik). Keunggulan utama kompresor
reciprocating adalah kemampuannya mencapai rasio tekanan (P2/P1) yang tinggi, dan
harganya murah, namun kapasitas yang dihasilkan relatif rendah.
Pada dasarnya kompresor reciprocating dilengkapi dengan sebuah motor sebagai
penggerak kompresor melalui sebuah sabuk (V-belt) transmisi daya. Kompresor
reciprocating bekerja dengan prinsip tekanan bolak-balik dari piston yang digerakkan
oleh poros engkol. Bagian utama peralatan ini terdiri dari piston dan silinder dengan
pegas masukan dan kerangan (valve) pengeluaran yang dikendalikan secara otomatis. Gas
keluaran dari piston diakumulasikan di dalam tangki penampung (yang biasanya
difungsikan sebagai energi penggerak peralatan dengan udara tekan). Skema aliran gas
pada kompresor reciprocating ditunjukkan pada gambar 1.

Gambar 1 Skema aliran gas pada Kompresor reciprocating a. Satu silinder, b. Dua silinder

Alian udara pada kompresor satu tahap dengan dua piston paralel disajikan pada
gambar 2:

Piston
Stabili
sator

Tangki
akumulator
udara

valv
e

Coole
r

valve

Gambar 2 Skema aliran udara pada Kompresor dua piston paralel


Untuk keperluan praktis, maka antara mahkota piston dan bagian atas silinder
diberikan jarak (clearance). Udara yang terperangkap di dalam volume clearance tidak
akan tersalurkan keluar, karena udara akan mengembang/terekspansi ketika piston
bergerak mundur. Dengan demikian maka volume udara baru yang ditarik oleh piston
pada siklus berikutnya menjadi lebih kecil.
Kapasitas kompresor dinyatakan dalam volume udara yang dapat dihasilkan, atau
free air delivery (FAD), yaitu volume udara yang ditarik oleh kompresor dari atmosfer.
Setelah kompresi dan pendinginan, udara dikembalikan ke temperatur asalnya, namun
pada tekanan yang lebih tinggi.
Jika kondisi atmosfer (FAD) adalah Pa, Ta dan Va, dan kondisi setelah kompresi
adalah P, V dan T, maka dengan menggunakan hukum gas ideal:

Biasanya FAD diukur pada kondisi atmosfer di ketinggian permukaan laut


(standard sea level/ SSL), sehingga kapasitas kompresor pada kondisi lokasi perlu
dikonversi.

FAD

Vol udara aktual pd


tekanan tertentu

Turun menjadi

Vol udara aktual pd


tekanan dan temperatur
masukan (m3/min)

Catatan: massa udara yang ditarik sama dengan massa udara yang dikeluarkan
pada setiap siklus, valaupun volume udara ditarik berbeda dengan udara keluar.
Analisis Siklus
Pada kompresor piston (reciprocating), siklus yang terjadi dilukiskan pada
gambar 3. Gas ditarik dari posisi 4 ke titik 1 pada tekanan masuk. Kemudian gas
terperangkap di dalam silinder dan dikompresi. Pada titik 2 tekanan sama dengan pada
titik keluaran, dan katub terbuka. Kemudian udara didorong keluar pada tekanan keluar.
Tekanan keluar ini akan sedikit meningkat pada saat gerakan penarikan jika gas yang
ditekan berada pada ruang dengan volume tetap. Demikian cara peningkatan tekanan
sejak mesin dinyalakan.
Suatu siklus dianalisa sebagai dua proses tak mengalir (non flow, yaitu kompresi
dan ekspansi) dan dua proses aliran, yaitu aliran masuk dan keluar. Perubahan volume
dan tekanan yang terjadi pada kompresor disajikan pada gambar 3.

Gambar 3 Kurva siklus PV pada kompresor


reciprocating
Efisiensi Volumetrik,

adalah rasio antara FAD kompresor per stroke terhadap pemindahan oleh
kompresor.

Efisiensi volumetrik ( vol )=

FAD actual per stroke ( V )


pemindahan oleh kompresor

Karena efisiensi volumetrik biasanya dinyatakan pada kondisi standar (SSL),


maka efisiensi volumetrik yang diamati pada kondisi udara masuk harus dikoreksi,
sebagai berikut:

Indeks s : standar ; i : inlet

n : indeks politropik ( 1<n<k), n=1: isotermal, n=k: adiabatik, untuk udara n=1,3
Efisiensi Isotermal:

III.

Metodologi Percobaan
1. Alat dan Bahan
Alat :
Kompresor
Bahan :

Udara

2. Prosedur Kerja

Mempersiapkan alat kompresor

Menyalakan alat kompresor

Tunggu -+ 5 menit agar kompresor berjalan dengan stabil

Ukur tekanan atmosfer dan temperatur diluar

Catat tekanan dalam tangki bertekanan dan laju alir udara


Lakukan pengamatan tersebut sebanyak 5x dengan
memvariasikan katup pada laju alir keluar
Ganti gear pemutar dengan ukuran yang berbeda, dan
lakukan pengamatan diatas sebanyak 5x
Rapihkan kembali kompresor yang telah
digunakan

IV.

Data Pengamatan
1. Pulley kecil

Diamater pulley motor : 7.4 cm


Diameter pulley piston : 20 cm
Qin
No
Vout (m/s)
(L/menit)
1
100
7.41

Nmotor : 526 rpm


Npiston : 1510 rpm
P1
P2
(psi)
(psi)
0.1
1

T1
(oC)
25

T2
(oC)
26.2

90

7.33

25

26.4

80

6.68

13

25

26.3

70

6.03

13

20

25

26.5

60

5.53

40

33

25

26.7

50

5.23

53

44

25

26.4

40

5.14

68

56

25

26.3

2. Pulley sedang
Diamater pulley motor : 7.4 cm
Diameter pulley piston : 27 cm

No
1
2
3
4
5
6
7

Qin
(L/menit)
80
70
60
50
40
30
20

Qout (m/s)
5.86
5.37
4.81
4.01
3.40
2.96
2.53

Nmotor : 491 rpm


Npiston :1774 rpm

P1

P2

(psi)
3
4
8
15
25
40
53

(psi)
4
9
14
17
23
29
35

T1

T2

( C)
25
25
25
25
25
25
25

( C)
33,4
33,3
33,4
33,5
33,4
33,6
33,5

3. Pulley besar
Diamater pulley motor : 7.4 cm
Diameter pulley piston : 32 cm

No
Laju alir
.
masuk (L/Min)
70
1
60
2
50
3
40
4
30
5
20
6
10
7

V.

Laju alir
keluar (m/s)
5,40
4,69
4,22
3,52
2,65
2,41
1,98

Nmotor : 328 rpm


Npiston : 1420 rpm

P1
(Psi)
1
1
6
13
24
32
50

P2
(Psi)
4
5
10
16
29
31
36

T1
( C)
25
25
25
25
25
25
25
o

Pengolahan Data
1. Pulley kecil
Menghitung T2 Perhitungan dan V2 Perhitungan
Tabel 4.5. Hasil Pengolahan Data Variasi Pulley 1

T2
( C)
30,5
30,4
30,5
30,5
30,3
30,4
30,5
o

Tekanan (psig)
P1

P2

5.86

5.37

Temperature ( C)
Tmasuk rata-rata

Tkeluar rata-rata

(T1)

(T2)

Laju alir (L/min)

T2
perhitungan
(oC)

Perolehan
V2 (per 1L
V1)

Qin

Qout

26.2

100

120.05

42.53

0.83

26.4

90

118.75

36.24

0.76

4.81

13

26.3

80

108.25

28.84

0.74

4.01

20

26.5

70

97.67

25.62

0.72

3.40

33

26.7

60

89.55

23.27

0.67

2.96

44

26.4

50

84.75

24.16

0.59

40

83.33

23.90

0.48

25

2.53
56
26.3
Menghitung Efisiensi Volumetrik Kompresor
a. Variasi Laju Alir 1
b. vol
=

k.

FADactual per stroke(V )


pemindahan oleh kompresor
c.

100 L/min
120.05 L/min

100%
= 83.3
%
d. Tekanan luar (Ps) = 14,7 Psi
pi T s
e. vol (SSL)
= p s T i vol (inlet )
f.

=
0.9 psi 298 K
83.3
14,7 psi 299,2 K

g.
= 5.08%
h.
i. Variasi Laju Alir 2
j. vol
=
FADactual per stroke(V )
pemindahan oleh kompresor

90 L/ min
118.75 L / min

100%
l.
= 75.79 %
m. Tekanan luar (Ps) = 14,7 Psi
pdT s
n. vol (SSL)
= p s T i vol (inlet )
o.

=
4 psi 298 K
75.79
14,7 psi 300,2 K
p.

= 20.42%

q.
r. Variasi Laju Alir 3
s. vol
=
FADactual per stroke (V )
pemindahan oleh kompresor

t.

80 L/min
108.25 L/min

100%
u.
= 73.9%
v. Tekanan luar (Ps) = 14,7 Psi

w. vol (SSL)

x.

pdT s

p s T i vol (inlet )

al.

8 psi 298 K
67
14,7 psi 300,4 K
am.
= 31.65 %
an. f. Variasi Laju Alir 6
ao. vol
=

6 psi 298 K
73.9
14,7 psi 300,2 K
y.
= 29.94%
z. d. Variasi Laju Alir 4
aa. vol
=

FADactual per stroke (V )


pemindahan oleh kompresor

FADactual per stroke (V )


pemindahan oleh kompresor

ab.

70 L/min
97.67 L /min

ap.
x

100%
=
71.67%
ac. Tekanan luar (Ps) = 14,7 Psi
pdT s
ad. vol (SSL)
= p s T i vol (inlet )
ae.

100%
= 59%
aq. Tekanan luar (Ps) = 14,7 Psi
pdT s
ar. vol (SSL)
= p s T i vol (inlet )
=

at.
= 35.82 %
au. g. Variasi Laju Alir 7
av. vol
=
FADactual per stroke(V )
pemindahan oleh kompresor

af.
= 33.86%
ag. e. Variasi Laju Alir 5
ah. vol
=

aw.

FADactual per stroke (V )


pemindahan oleh kompresor

60 L/min
89.55 L/min

50 L/min
84.75 L/min

9 psi 298 K
59
14,7 psi 300,5 K

as.

7 psi 298 K
71.67
14,7 psi 300,4 K

ai.

100%
= 67%
aj. Tekanan luar (Ps) = 14,7 Psi
pdT s
ak. vol (SSL)
= p s T i vol (inlet )

100%
= 48 %
ax. Tekanan luar (Ps) = 14,7 Psi
pdT s
ay. vol (SSL)
= p s T i vol (inlet )
az.

12 psi 298 K
48
14,7 psi 300,5 K
ba.

bb. Menghitung N2 Perhitungan


bc. Perbandingan diameter pulley

40 L /min
83.33 L/min

= 38.86 %

D1= diameter pulley piston (cm)


D2= diameter pulley motor (cm)
N1= jumlah putaran per menit pulley piston (rpm)
N2= jumlah putaran per menit pulley motor (rpm)

bd.

D2 N 1
=
D1 N 2

be.

7,4 cm 526 rpm


=
20 cm
N2

bf.

N 2=1421.62 rpm

(N2 aktual = 1510 rpm)

bg.
2. Pulley sedang
bh. Menghitung T2 Perhitungan dan V2 Perhitungan
bi.

Tabel 4.5. Hasil Pengolahan Data Variasi Pulley 2

bj. Tekana
n (psi)

bk. Temperature
(oC)

bl. Laj
u
alir
(L/
min
)

bm.
T2
p
e
r
h
i
t
u
n
g
a
n

bn.
P

(
o

C
)
bq. T
m
as
u
k

bo.
P

bp.
P

ra

br.
Tk

bu.
bs.
Q

ta
-

bv.

bt.
Q

ra
ta

by. (
T
1

bz.
(T

cc.

cd.

ce.
3

cf.
4

cg. 2
5

cm.
4

cn.
9

co. 2
5

cu.
8

cv.
1

dc.
1

dd.
1

dk.
2

dl.
2

ds.
4

dt.
2

ea.
5

eb.
3

cw. 2
5

de. 2
5

dm.
25

du. 2
5

ec. 2
5

ch.
33

ci.
8

cp.
33

cq.
7

cx.
33

cy.
6

df.
33

dg.
5

dn.
33

do.
4

dv.
33

dw.
3

ed.
33

ee.
2

ck. 2
7
.
4
4
cs. 3
1
.
3
3
da. 2
8
.
8
3
di. 2
5
.
7
8
dq. 2
4
.
5
0
dy. 2
3
.
1
7
eg. 2
2
.
6
7

cj.
95

cr.
87

cz.
78

dh.
65

dp.
55

dx.
48

ef.
41

cl.
0.

ct.
0.

db.
0.

dj.
0.

dr.
0.

dz.
0.

eh.
0.

ei. Menghitung Efisiensi Volumetrik Kompresor


a. Variasi Laju Alir 1
b.

80 L /min
95 L /min

d.

1 psi 298 K
84
14,7 psi 306,4 K

100%
= 84%
c. Tekanan luar (Ps) = 14,7 Psi

e.
=6%
f. Variasi Laju Alir 2
g.
100%

70 L/min
87 L /min

h.
= 80 %
i. Tekanan luar (Ps) = 14,7 Psi
j.
=

ab.

o.

2 psi 298 K
73
14,7 psi 306,4 K
=

60 L/min
78 L/min

100%
p.
= 77%
q. Tekanan luar (Ps) = 14,7 Psi
r.
=

al.
50 L/min
65 L/min

30 L /min
48 L/min

100%
ai.
= 63%
aj. Tekanan luar (Ps) = 14,7 Psi
pdT s
ak. vol (SSL)
= p s T i vol (inlet )

s.
= 31%
t.
u. d. Variasi Laju Alir 4
=

af. = 10 %
ag. f. Variasi Laju Alir 6
ah.

6 psi 298 K
77
14,7 psi 306,4 K

v.

40 L/min
55 L /min

100%
ac.
= 73%
ad. Tekanan luar (Ps) = 14,7 Psi
ae.
=

5 psi 298 K
80
14,7 psi 306,3 K
k.
= 27%
l.
m.
n. Variasi Laju Alir 3

100%
w.
= 77%
x. Tekanan luar (Ps) = 14,7 Psi
y.
=
2 psi 298 K
77
14,7 psi 306,5 K
z. = 10%
aa. e. Variasi Laju Alir 5

11 psi 298 K
63
14,7 psi 306,6 K
am. = 45 %
an. g. Variasi Laju Alir 7
ao.

20 L/min
41 L /min

100%
ap.
= 58 %
aq. Tekanan luar (Ps) = 14,7 Psi
ar.
=
18 psi 298 K
58
14,7 psi 306,5 K
as. = 58 %

at. Menghitung N2 Perhitungan


au. Perbandingan diameter pulley
D2 N 1
=
av.
D1 N 2

D1= diameter pulley piston (cm)


D2= diameter pulley motor (cm)
N1= jumlah putaran per menit pulley piston (rpm)
N2= jumlah putaran per menit pulley motor (rpm)

aw.

7,4 cm 491rpm
=
27 cm
N2

ax.

N 2=1791,48 rpm

(N2 aktual = 1774 rpm)

ay.
3. Pulley besar
az. Menghitung T2 Perhitungan dan V2 Perhitungan
ba. Tabel. Hasil Pengolahan Data Variasi Pulley 3
be. T
2

bb. Teka
nan
(psi)

bc. Temperatur ( C)

P
e
r
h
it
u
n
g
a
n
(o
C
)

bd. Laju
alir
(L/m
in)

bi. T

bm.

bf.
P

bn.

m
a
s
u
k

bg.
P

bh.
P

r
a
t
a
r
a
t
a
(
T

bj. T
ma
su
k

ra
ta
ra
ta
(
T
2)

bk.
M

bl.
K
bu.

bv.

bw.
1

bx.
4

)
by. 2
5

bz. 3
0,

ca.
7

cb.
8

cc. 3
4,

cd.
0

3
9
ck. 3
6,
2
0
cs. 2
8,
1
2
da. 2
6,
2
2
di. 2
6,
1
1
dq. 2
4,
8
2
dy. 2
3,
1
8

5
ce.
1
cm.
6

cf.
5
cn.
1

cu.
1

cv.
1

dc.
2

dd.
2

dk.
3

dl.
3

ds.
5

dt.
3

cg. 2
5

ch. 3
0,
4

ci.
6

cj.
7

co. 2
5

cp. 3
0,
5

cq.
5

cr.
6

cw. 2
5

cx. 3
0,
5

cy.
4

cz.
5

de. 2
5

df. 3
0,
3

dg.
3

dh.
4

dm.
25

dn. 3
0,
4

do.
2

dp.
3

du. 2
5

dv. 3
0,
5

dw.
1

dx.
3

cl.
0
ct.
0
db.
0
dj.
0
dr.
0
dz.
0

ea.
eb. Menghitung Efisiensi Volumetrik Kompresor
a. Variasi Laju Alir 1
b.

70 L /min
87,4 L/min

100%
=
80,09%
c. Tekanan luar (Ps) = 14,7 Psi
d.
=
3 psi 298 K
80,09
14,7 psi 303,2 K
e.
= 16,06%
f. Variasi Laju Alir 2

g. vol
x

60 L/min
76 L/min

100%
=
78,95 %
h. Tekanan luar (Ps) = 14,7 Psi
i. vol (SSL)
=
4 psi298 K
78,95
14,7 psi 303,4 K
j.
= 21,10%
k. Variasi Laju Alir 3

l. vol

50 L/min
68,4 L/min

100%
=
73,10%
m. Tekanan luar (Ps) = 14,7 Psi
n. vol (SSL)
=

x 100%

= 51,28%
ab. Tekanan luar (Ps) = 14,7 Psi
ac. vol (SSL)
=
1 psi 298 K
51,28
14,7 psi 303,4 K
ad.
= 3,43%
ae. g. Variasi Laju Alir 7
10 L/min
af. vol
=
32 L/min

3 psi 298 K
70,18
14,7 psi 303,5 K

100%
=
69,77%
w. Tekanan luar (Ps) = 14,7 Psi

5 psi 298 K
69,77
14,7 psi 303,3 K

20 L/min
39 L/min

100%
=
70,18%
r. Tekanan luar (Ps) = 14,7 Psi
s. vol (SSL)
=

t.
= 14,06%
u. e. Variasi Laju Alir 5
30 L /min
v. vol
=
43 L/min

y.
= 23,32%
z. f. Variasi Laju Alir 6
aa. vol
=

4 psi 298 K
73,10
14,7 psi 303,5 K
o.
= 19,53%
p. d. Variasi Laju Alir 4
40 L/min
q. vol
=
57 L /min

x. vol (SSL)

100%
=
31,25%
ag. Tekanan luar (Ps) = 14,7 Psi
ah. vol (SSL)
=
14 psi 298 K
31,25
14,7 psi 303,5 K
ai.

=29,22%

aj.
ak. Menghitung N2 Perhitungan
al.
Perbandingan diameter pulley
D2 N 1
=
am.
D1 N 2
an.

7,4 cm 328 rpm


=
32 cm
N2

ao.

N 2=1418,37 rpm

D1= diameter pulley piston (cm)


D2= diameter pulley motor (cm)
N1= jumlah putaran per menit pulley piston (rpm)
N2= jumlah putaran per menit pulley motor (rpm)

(N2 aktual = 1420 rpm)

ap.
VI.

Pembahasan
aq.
Irinda Fitri (141411043)
ar.
Praktikum kali ini yaitu praktikum kompresor piston. Kompresor piston
merupakan salah satu jenis dari kompresor repirocrating. Kompresor ini dilengkapi
dengan motor sebagai penggerak kompresor mealui sabuk (V-belt). Udara akan
masuk lalu motor akan menggerakkan pulley sehingga piston akan memberikan
tekanan bolak-balik yang menghasilkan tekanan untuk mengkompresi gas.
as.
Variasi yang digunakan dalam praktikum kali ini yaitu diameter pulley dan
laju alir masukan. Untuk diameter pulley yang paling kecil, maka kecepatan putar
dari pulley akan meningkat sehingga piston juga akan bekerja lebih banyak untuk
menghasilkan tekanan. Karena piston bekerja dengan cepat dan banyak maka suhu
piston pun akan makin meningkat. Tekanan yang dihasilkan pada diameter pulley
yang kecil ini bisa sangat besar karena piston yang bekerja pun lebih banyak.
Sedangkan untuk diameter pulley yang sedang, kecepatan putar dari pulley akan tidak
terlalu cepat dibandingkan dengan diameter pulley yang kecil dikarenakan
diameternya lebih besar. Kerja dari piston pun tidak akan terlalu banyak dan suhu
piston tidak terlalu tinggi. Hal ini berpengaruh terhadap tekanan yang dihasilkan tidak
terlalu besar. Berbeda dengan diameter pulley yang besar. Karena diameternya besar
maka akan memperlambat kerja piston sehingga tekanan yang dihasilkan paling kecil
dibandingkan dengan yang kecil dan yang sedang.
at.
Hubungan tekanan dengan volume dapat dinyatakan semakin besar
tekanan yang diberikan maka akan semakin kecil volume keluaran yang dihasilkan.
Hal itu dikarenakan proses pengompresian akan mengubah volume udara yang ditarik
dengan udara yang dikeluarkan tetapi tidak akan mengubah massanya.
au.
Beberapa faktor yang menghambat praktikum kali ini yaitu pemasangan
pulley yang kurang tepat sehingga kinerja piston berkurang. Selain itu, pembacaan
pengukuran yang kurang tepat dapat mempengaruhi hasil yang didapat pada
praktikum kali ini.
av.

aw.Nabila Suri O (141411048)


ax.
Pada praktikum ini, praktikan melakukan praktikum kompresi politropik
dengan menggunakan kompresor reciprocating dua piston secara kontinyu. Proses
kompresi secara politropik terjadi dengan peningkatan suhu saat bekerja dan
pengembalian kembali temperatur udara saat keluaran. Kompresor reciprocating
dilengkapi dengan sebuah motor yang bagian pulley motor dihubungkan oleh sabuk
kepada pulley piston yang berhubungan langsung dengan piston. Ketika sumber
listrik dinyalakan, bagian motor akan bekerja sehingga memutar bagian pulley motor,
lalu pulley piston yang telah terhubung oleh sabuk akan ikut berputar dan
menggerakkan piston didalamnya.
ay.
Variasi yang dilakukan praktikan yaitu variasi laju alir dan ukuran pulley
piston. Secara teoritis, seharusnya pada diameter pulley piston yang sama dengan
perbedaan tekanan yang berbeda, dapat terlihat bahwa semakin besarnya perbedaan
antara P2 dan P1 maka efisiensi akan lebih besar dengan suhu hasil kompresi yang
akan semakin meningkat. Pengaruh perubahan tekanan terhadap laju alir pada saat
kompresi juga tidak terlihat terlalu signifikan, hanya sedikit terjadi peningkatan laju
alir.
az.
Sedangkan pada diameter pulley piston yang berbeda dengan parameter
laju alir yang sama terlihat bahwa dengan semakin besarnya pulley piston, efisiensi
akan semakin kecil, karena dengan semakin besarnya diameter pulley piston,
mengakibatkan intensitas gerakan pulley untuk menggerakkan piston semakin sedikit
dibandingkan dengan ukuran pulley piston kecil.
ba.
Efisiensi kompresor dipengaruhi oleh rasio perbedaan tekanan atau rasio
perbedaan suhu, pada praktikum diperoleh perubahan suhu yang hanya sedikit,
sedangkan secara perhitungan hasilnya berbeda jauh, hal ini terjadi karena kesalahan
teknis saat pengukuran suhu. Sedangkan pada hasil perhitungan kecepatan putar
pulley secara teoritis dan praktis bedanya tidak terlalu jauh, hal ini mungkin
dikarenakan belt yang longgar, pemasangan pulley yang kurang seimbang, dan halhal teknis lainnya.
bb.
bc. Rizal Aprian (141411056)
bd.
Pada praktikum ini, dilakukan pengamatan pada alat Kompresor Piston
(piston ganda). Prinsip kerja dari piston tersebut yaitu berdasarkan adanya tekanan
bolak-balik dari piston sehingga terjadi perubahan volume (laju alir) dan tekanan.
Kompresor ini mempunyai tangki penyimpanan yang bertekanan mampu menyimpan
udara sampai tekanan 3 bar. Proses kompresi secara politropik terjadi dengan
peningkatan suhu saat bekerja dan pengembalian kembali temperatur udara saat
keluaran. Dengan terdapatnya dua piston yang digunakan, dapat diartikan bahwa
proses pengompresian dilakukan secara terus menerus, atau dapat juga dikatakan
prosesnya kontinu. Karena saat katup masukkan di piston satu terbuka, katup keluaran
di piston dua terbuka, dan begitu juga sebaliknya.
be.
Cara kerja dari kompresor ini yaitu dimulai dengan udara masuk ke
stabilisator untuk menstabilkan aliran udara yang masuk sehingga dapat diukur.

Setelah melewati stabilisator udara masuk ke piston dan terjadi peningkatan suhu
udara. Dilakukan pengukuran suhu di piston satu dan dua. Hasil pengukuran didapat
suhu keluaran piston dua lebih besar dibandingkan suhu keluaran piston satu. Hal
tersebut karena udara yang dihasilkan dari piston satu mengalir ke arah keluaran udara
di piston dua, sehingga temperatur yang didapat lebih tinggi. Udara keluaran piston
kemudian masuk kedalam cooler, tujuannya adalah untuk mendinginkan udara hasil
pengompresian menggunakan udara atmosfer. Cooler ini dibentuk secara bergerigi.
Tujuan dari bentuk cooler yang bergerigi adalah untuk memperbesar luas permukaan.
Sehingga kontak udara yang panas dengan udara atmosfer lebih banyak dan proses
pendinginan pun akan lebih optimal, udara yang telah dingin disimpan didalam tangki
akumulator udara untuk selanjutnya dapat digunakan dengan mengeluarkannya lewat
valve. Untuk mengukur tekanan, valve keluaran dihubungkan dengan manometer u.
Sehingga saat valve dibuka, ketinggian cairan akan berubah dan selisih ketinggian
dapat dinyatakan dengan beda tekanan. Proses tersebut dapat dilihat dari gambar
sebagai berikut :

bf.
bg.
bh.
Pada saat percobaan kompresor ini dilakukan, yang harus diperhatikan
adalah tekanan dalam tangki bertekanan dan laju alir udara, hal ini sangatlah penting
dalam percobaan ini. Pada saat proses terjadi, praktikan harus mengetahui tekanan
udara luar dan suhu ruang yang dimana tekanan udara luar adalah 920 mBar dan suhu
ruangan adalah 24,8oC. Dikarenakan alat kompresor yang tersedia sudah tua dan rusak
sehingga dalam pengambilan data, praktikan harus memvariasikan katup yang ada
pada komresor agar menghasilkan tekanan dalam dan laju alir yang berbeda.
bi.
bj.
Dari percobaan ini dilakukan variasi pulley. Dalam percobaan ini juga,
dilakukan pengamatan pada perubahan tekanan dan laju alir keluaran dari kompresor.
Dari data yang telah diperoleh, dapat dihitung efisiensi. Hal ini dikarenakan, semakin
tinggi tekanan maka akan semakin kecil laju alirnya, hal ini dikarenakan adanya
kompresi udara dalam ruang tertutup.
bk. Taofik Tri Sudrajat (141411059)
bl.
Pada praktikum kali ini dilakukan proses kompresi pada kompresor.
Kompresor adalah pompa yang dirancang untuk menaikkan tekanan fluida. Kompresor
torak/piston merupakan salah satu positive displacement compressor dengan prinsip
kerja memampatkan dan mengeluarkan udara/gas secara intermitten (berselang) dari
dalam silinder. Pemampatan udara/gas dilakukan didalam silinder. Elemen mekanik
yang digunakan untuk memampatkan udara/gas dinamakan piston/torak.
bm.
Cara kerja kompresor double piston adalah sesuai dengan cara kerja motor
bakar, dimana pada saat piston ditarik volume akan membesar, tekanan akan menurun.

Pada saat tekanan menurun, gas yang memiliki tekanan lebih tinggi akan memasuki
ruangan melalui katup isap. Pada saat piston bergerak menekan, maka volume akan
mengecil sehingga tekanan akan membesar. Dengan tekanan yang lebih besar dari
tekanan diluar, maka udara akan bergerak dari ruangan menuju keluar melalui katup
tekan. Kompresor jenis ini dilengkapi dua jenis katup yaitu katup isap dan katup tekan.
Katup isap berfungsi sebagai saluran masuk gas sebelum gas dikompresi. Setelah gas
dikompresi, gas tersebut akan dialirkan ke katup tekan. Katup ini hanya berlaku satu
arah. Karena itu katup tekan juga berfungsi untuk mencegah gas mengalir kembali ke
kompresor.
bn.
Pada industri, penggunaan kompresor sangat penting, baik sebagai
penghasil udara mampat atau sebagai satu kesatuan dari mesin-mesin. Kompresor
banyak dipakai untuk mesin pneumatik, sedangkan yang menjadi satu dengan mesin
yaitu turbin gas, mesin pendingin dan lainnya. Kompresor torak/piston dapat dijumpai
dibengkel-bengkel kecil sebagai penghasil udara mampat untuk keperluan pembersih
kotoran dan pengisi udara ban sepeda motor atau mobil.
bo.
Keunggulan kompresor reciprocating antara lain yaitu kompresor torak
mempunyai efisiensi volumetrik yang lebih tinggi dibandingkan dengan jenis
kompresor yang lain, sehingga kompresor ini akan menghasilkan kapasitas udara yang
lebih besar; debu dan pasir tidak mudah masuk ke dalam silinder karena udara yang
dihisap harus melalui saringan udara sebelum udara tersebut masuk silinder memalui
katup isap. Dalam hal ini silinder dan piston tidak akan cepat rusak akibat kotoran
yang masuk ke dalam silinder. Kompresor torak memiliki konstruksi yang lebih
sederhana, sehingga penggunaannya lebih ekonomis, memiliki rasio kompresi yang
lebih besar.
bp.
Sedangkan kelemahan kompresor reciprocating yaitu pada tekanan yang
tinggi dan udara tekan yang dihasilkan rendah diperlukan pondasi yang kuat dan
dijaga keamanannya terhadap lingkungan sekitar dan diperlukan penggunaan saluran
pipa yang tahan terhadap getaran yang timbul serta pada tekanan yang tinggi dan udara
tekan yang dihasilkan rendah kompresor torak membutuhkan biaya pemeliharaan yang
lebih tinggi pada kapasitas yang sama. Valve keluaran dihubungkan dengan
manometer U yaitu bertujuan untuk mengukur tekanan masuk maupun keluar. Ketika
valve dibuka, ketinggian cairan akan berubah dan selisih ketinggian dapat dinyatakan
dengan beda tekanan.
bq.
Dari percobaan yang dilakukan, dapat diperoleh bahwa tekanan hanya
sedikit sekali pengaruhnya terhadap laju alir sehingga dapat dikatakan tidak
berpengaruh. Semakin tinggi tekanan yang terukur, laju alir dapat dianggap tetap.
Tekanan standar yang digunakan adalah tekanan udara di sekitar lingkungan.
Perhitungan efisiensi volumetrik dilakukan dengan melakukan perbandingan jumlah
udara yang dikeluarkan kompresor sebagai udara mampat dengan jumlah udara yang
masuk kompresor selama perpindahan torak pada langkah hisap diperoleh efisiensi
volumetrik kondisi standar. Hubungan tekanan dengan volume dapat dinyatakan
semakin besar tekanan yang diberikan maka akan semakin kecil volume keluaran yang
dihasilkan. Hal itu dikarenakan proses pengompresian akan mengubah volume udara
yang ditarik dengan udara yang dikeluarkan tetapi tidak akan mengubah massanya.

br.
bs.
bt.
bu.
bv.
bw.
bx.
by.
bz.
ca.
cb.
cc.
cd.
ce.
cf.
cg.
ch.
ci.
cj.
VII.

KESIMPULAN
ck. Setelah melakukan praktikum Kompresor, praktikan mendapatkan beberapa point

kesimpulan diantaranya :
1. Kompresor adalah peralatan mekanik yang digunakan untuk memberikan energi kepada

fluida gas/udara, sehingga gas/udara dapat mengalir dari suatu tempat ke tempat lain
secara kontinyu.

2. Dapat mengoperasikan kompresor piston dengan benar.


3. Efisiensi semakin meningkat dengan mengecilnya volume laju alir keluaran dan diameter pulley
nya.

cl. DAFTAR PUSTAKA


-

Lintang, Ninik. Kompresor Piston. PoliteknikNegeri Bandung


Yospianta. 2012. Kompresor Torak. Politeknik Negeri Medan
cm. http://yospianta.blogspot.co.id/2012/05/kompresor-torak.html
Septiani, FitriadanFariz Muhammad F. 2015. Kompresor
Modul Ajar Operasi Teknik Kimia 2

cn.
co.
cp.
cq.
cr.
cs.

Anda mungkin juga menyukai