Anda di halaman 1dari 32

PENDAHULUAN

A. Konsep
Pengertian Keluarga
Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan
beberapa orang berkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah satu atap dalam keadaan
saling ketergantungan. ( Depkes RI,1998 )
B. Asuhan Keperawatan Kesehatan Keluarga
1. Tujuan perawatan keluarga
a.Tujuan umum
Untuk meningkatkan kemampuan keluarga dalam memelihara kesehatan keluarga
mereka sehingga dapat meningkatkan status kesehatan keluarga.
b.Tujuan khusus
b.1 Meningkatkan kemampuan keluarga dalam menginteraksi masalah kesehatan yang
dialami.
b.2

Meningkatkan kemampuan keluarga dalam menanggulangi

masalah-masalah

kesehatan dalam keluarga.


b.3

Meningkatkan kemampuan keluarga dalam mengambil keputusan yang tepat


dalam mengatasi masalah kesehatan para anggotanya.

b.4

Meningkatkan kemampuan keluarga dalam memberikan asuhan keperawatan


terhadap anggota keluarga yang sakit dan dalam mengatasi masalah anggota
keluarga.

b.5

Meningkatkan produktifitas keluarga dalam meningkatkan mutu hidupnya.

2. Prinsip-prinsip Perawatan Kesehatan Keluarga


a.

Keluarga sebagai unit kesatuan dalam pelayanan kesehatan.

b.

Keluarga sebagai tujuan utama dalam memberikan asuhan keperawatan.

c.

Asuhan keperawatan diberikan sebagai sarana dalam mencapai peningkatan


kesehatan keluarga.

d.

Perawat melibatkan peran aktif seluruh keluarga dalam merumuskan masalah dan
kebutuhan keluarga dalam mengatasi masalah kesehatan.

e.

Lebih mengutamakan kegiatan-kegiatan yang bersifat promotif dan preventif


dengan tidak mengabaikan upaya kuratif dan rehabilitatif.
1

f.

Memanfaatkan sumberdaya keluarga semaksimal mungkin untuk kepentingan


kesehatan keluarga.

g.

Sarana asuhan keperawatan adalah keluarga secara keseluruhan.

h.

Pendekatan yang di berikan adalah pendekatan pemecahan masalah dengan


menggunakan proses keperawatan.

i.

Kegiatan utama yaitu dengan penyuluhan kesehatan dan asuhan keperawatan


kesehatan atau perawatan di rumah.

j.

Di utamakan terhadap keluarga yang termasuk resiko tinggi .

3. Langkah langkah dalam perawatan kesehatan keluarga.


Dalam melaksanakan asuhan keperawatan kesehatan keluarga, langkahlangkah yang harus dilakukan oleh perawat , ( effendy,1998)
a.

Membina kerjasama yang baik dengan keluarga.

b.

Melaksanakan pengkajian untuk menentukan adanya masalah kesehatan keluarga.

c.

Menganalisa keluarga untuk menentukan masalah-masalah kesehatn dan


perawatan kesehatan keluarga.

d.

Menggolongkan masalah kesehatan keluarga berdasarkan sifat masalah kesehatan


keluarga.

e.

Mnentukan sifat luasnya masalah dan kesanggupan keluarga untuk melaksanakan


tugas tugas keluarga dalam bidang kesehatan.

f.

Menentukan skala prioritas masalah kesehatan dan perawatan keluarga.

g.

Menyusun rencana keperawatan keluarga sesuai skala prioritas.

h.

Melaksanakan asuhan keperawatan sesuai dengan rencana yang disusun.

i.

Melaksanakan evaluasi keberhasilan tindakan keperawatan yang dilakukan.

j.

Meninjau kembali masalah keperawatan dan kesehatan yang belum teratasi dan
merumuskan kembali rencana keperawatan yang baru.

4. Proses Keperawatan Kesehatan Keluarga


Pengkajian
Adalah pemikiran dasar dari proses keperawatan yang bertujuan untuk
mengumpulkan informasi atau data tentang pasien ( keluarga ) agar dapat
mengidentifikasi, mengenali masalah masalah, kebutuhan kesehatan, dan
keperawatan pasien ( keluarga), baik fisik, mental, social dan lingkungan,
( Effendi, 1998 )

Sumber informasi dari tahapan pengkajian dapat menggunakan metode :


1. Wawancara
2. Observasi fasilitas rumah
3. Pemeriksaan fisik dari anggota keluarga
4. Data skunder, contoh : hasil laboratorium, hasil X-ray dan sebagainya.
Hal yang perlu dikaji, ( Friedman ,1998 ) :
a. Mengidentifikasi data

Nama kepala keluarga

Alamt

Pekerajan kepala keluarga

Pendidikan kepala keluarga

Komposisi keluarga ( dapat menggunakan table atau genogram )

Tipe keluarga

Suku / bangsa / latarbelakang budaya

Agama

Status social ekonomi

Aktifitas rekreasi keluarga

b. Riwayat dan tahap perkembangan keluarga

Tahap perkembangan keluarga saat ini

Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi

Riwayat keluarga inti

Riwayat keluarga sebelumnya

c. Pengkajian lingkungan

Karakteristik rumah

Karakteristik tetangga dan komunitas RW

Mobilitas geografi keluarga

Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat

Sistim pendukung keluarga

d. Struktur Keluarga

Pola komunikasi keluarga

Struktur kekuatan keluarga

Struktur peran

Nilai atau norma keluarga

e. Fungsi Keluarga
Fungsi afektif
Fungsi sosialisasi
Fungsi perawatan kesehatan
Untuk mengkaji fungsi perawatan kesehatan keluarga digunakan 5
(lima) tugas kesehatan keluarga yaitu :
1. Kemampuan keluarga mengenal masalah kesehatan :
o Persepsi sehat dan sakit
o Kebiasaan makan dan minum
o Kebiasaan MCK
2. Kemampuan keluarga mengambil keputusan mengenai tindakan
kesehatan yang tepat.
3. Kemampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit.
4. Kemampuan keluarga memelihara lingkungan yang sehat.
5. Kemampuan keluarga menggunakan fasilitas pelayanan kesehatan
di masyarakat.

Fungsi reproduksi

Fungsi ekonomi

Stres dan koping keluarga


Stresor jangka pendek
Stresor jangka panjang
Kemampuan keluarga merespon terhadap stressor / situasi
Strategi koping yang digunakan
Strategi adaptasi disfungsional

Pemeriksaan fisik

Harapan keluarga

PENGKAJIAN DATA DASAR


Pengkajian pada tanggal 19 Desember 2008 jam 09.00 WIB.
I.. DATA UMUM
1. Nama Kepala Keluarga : Tn.R. 40 Tahun.
2. Alamat

: RT.01 RW.I Kelurahan Tritih Kulon Cilacap Utara

3.Pekerjaan

: Nelayan

4. Pendidikan

: SD

5. Komposisi Keluarga

: 4 orang.

No

Nama

Jenis
Umur
Kelamin
P
33 Tahun

Hubungan
Keluarga
Istri

Pendidikan

1.

Ny.M

SD

2.

Sdr.P

15 Tahun

Anak

STM

3.

Sdri.N

12 Tahun

Anak

GENOGRAM

Keterangan :
= Laki-laki
= Perempuan
= Garis keturunan
= Tinggal dqalam satu rumah
= Laki-laki penderita

6. Tipe Keluarga

: Keluarga Tn. R termasuk Nuklear Famili Karena dalam


keluarga tersebut terdiri dari ayah ,Ibu dan Anak

7. Suku / Bangsa

: Jawa / Indonesia

8. Agama

: Islam

9. Status social ekonomi

: Pendapatan keluarga berasal dari Tn.R sebagai Nelayan


.Pendapatan setiap hari hanya mencukupi kebutuhan dasar.
Selain itu keluarga punya penghasilan tambahan berupa ternak
ayam yang dapat dipergunakan jika ada keperluan mendadak.

10. Aktifitas Rekreasi Keluarga : Biasanya mereka menonton TV bersama , sesekali bermain
kerumah tetangga sekedar ngobrol.
II. Riwayat Tahap Perkembangan Keluarga
11. Tahap Perkembangan Keluarga Saat Ini :
Tahap perkembangan keluarga dengan anak usia sekolah, menyosialisasikan anak termasuk
meningkatkan prestasi sekolah dan mengembangkan hubungan dengan teman sebaya.
12. Tahap Perkembangan Keluarga Yang belum terpenuhi :
Semua tahap perkembangan keluarga sudah terpenuhi tinggal memenuhi kebutuhan
perkembangan individu sesuai usianya.
13. Riwayat Keluarga Inti Sekarang :
Tn.R dan Ny.M berasl dari desa yang sama yaitu desa Lomanis mereka berpacarankurang
lebih 7 bulan kemudian menikah, kedua anak merupakan anggota keluarga yang
direncanakan dan mereka menyayanginya .
14. Riwayat Keluarga Sebelumnya

Hubungan antara keluarga pihak Tn.R dan Ny.M saat ini baik , orang tua suami dan istri
tinggal didekat rumah tidak ada komplik dalam berhubungan.
III. Lingkungan
15. Karakteristik Rumah

Rumah yang ditempati adalah milik sendiri rumah berukuran 6 x 9 meter yang terdiri dari 1
ruang tamu , 2 kamar tidur , 1 dapur , 1 kamar mandi , lantai rumah tampak bersih , lantai
terbuat dari semen , ventilasi dan pencahayaan cukup untuk semua ruangan, halaman rumah

bersih, pembuangan air limbah langsung ke sungai , sebelah kiri rumah terdapat kandang
itik, sumber air minum dari tetangga belum punya sumur sendiri, menurut keluarga kandang
itik yang ada di sebelah rumah sangat mengganggu karena setiap hari menimbulkan bau
yang tidak sedap tetapi ternak itik sebagai tambahan penghasilan dan keluarga tidak tahu
akibat penyakit yang akan ditimbulkan.

Denah Rumah Tn.R

Keterangan :
A. Ruang Tamu
B. Ruang Makan dan Dapur
C. Toilet
D. Kamar Tidur
E. Kamar Tidur
F. Kamar Tidur

G. Kandang Itik
16. Karakteristik tetangga dan komunitas RW

Lingkungan tetangga umumnya berasal dari desa yang sama dan masih ada hubungan
keluarga , ada beberapa tetangga berasal dari desa lain dan sudah cukup lama menetap di
desa Tritih Kulon serta mempunyai adat dan kebiasaan yang sama.
Sekolah, tempat ibadah, posyandu,balai pengobatan tidak jauh dari rumah.
17. Mobilitas geografi keluarga :
Anggota keluarga tinggal dalam komunitas dan lingkungan yang sama. Biasanya keluarga
berkunjung ke tempat saudara menggunakan sepeda motor.
18. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat

Ibu mengikuti arisan keluarga dan mengikuti pengajian rutin di masjid. Tn.R mencari ikan
di pagi hari, ia mengikuti kumpulan RT di malam hari, kelurga tidak merasa terkucilkan dan
tidak merasa berbeda dengan tetangga, bila ada yang membutuhkan keluarga siap
membantu.
19. Sistim pendukung keluarga

Menurut Ny.M jika ada kesulitan , keluarganya membantu karena rumah orangtuanya
berdekatan.
IV. Struktur Keluarga
20. Pola komunikasi keluarga

Yang di gunakan adalah pola komunikasi terbuka , setiap anggota keluarga


bebasmenyampaikan keluhannya bila ada masalah mereka selalu mengkomunikasikan
bersama.
21. Struktur kekuatan keluarga

Pemegang keputusan di keluarga adalah bapak , namun sebelum mengambil keputusan


bapak mendiskusikannya kepada ibu.
22. Struktur peran ( formal dan informal )

Peran formal Ayah adalah sebagai pencari nafkah dan memperbaiki rumah, Ibu sebagai
pengatur rumah tangga . Ibu juga berperan sebagai perawat keluarga merawat dan
mengasuh anggota keluarga lainnya .
23. Nilai dan norma keluarga

Fungsi nilai dan budaya yang di anut keluarga adalah saling menghormati antaranggota
keluarga satu dan yang lainnya dan menghormati yang lebih tua.
V. Fungsi Keluarga
24. Fungsi Efektif

Setiap anggota keluarga merasa akrab dengan lainnya dan saling menghormati,saling
menyayangi, ayah dan ibu sangat perhatian kepada anak-anaknya.
25. Fungsi Sosial

Keluarga mengontrol secara rutin prilaku anak, seperti disiplin dalam belajar dan bersikap
sopan kepada yang lebih tua.
26. Fungsi perawatan kesehatan :
Jika ada anggota keluarga yang sakit biasanya dirawat oleh keluarga terlebih dahulu
kemudian berobat ke Puskesmas .
27. Fungsi Reproduksi

Ibu menggunakan KB suntik, hubungan sexsual masih rutin, belum ada rencana punya anak
lagi.
28. Fungsi Ekonomi

Penghasilan Tn.R tiap bulan kurang lebih Rp.1000.000,- dan tidak pasti ,biasanya di
gunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
VI. Stres dan Koping Keluarga
29. Stresor jangka pendek dan jangka panjang

Menurut keluarga dalam menghadapi masalah kesehatan pada anggota keluarga


menyelesaikannya dengan pelan-pelan dan masalah itu suatu cobaan dari alloh.
30. Kemampuan keluarga berespons terhadap situasi / stressor :
Jika

ada

masalah

keluarga

menghadapi

dengan

tenang

mencari

alternative

penyelesaiannya dan meyakini setiap masalah ada jalan keluarnya. Menurut keluarga
masalah yang sangat penting di atasi dahulu adalah bila ada anggota keluarga yang sakit.
31. Strategi koping yang digunakan :
Koping yang di gunakan adalah dengan memecahkan masalah bersama-sama apabila tidak
menemukan pemecahannya atau mengalami kebuntuan keluarga akan minta bantuan
kepada orang tua.
32. Strategi adaptasi disfungsional

10

Tidak terlihat adaptasi disfungsional.

VII.Pemeriksaan Fisik
No
1

Komponen
Kepala

Tn.R
Rambut pendek ,
Hitam,bersih tdk
Ada kelainan.

Ny.M
Rambut hitam
Sebahu,tdk
kerontokan ,bersih.

An.P
Rambut pendek ,
ada
Hitam,bersih tdk
Ada kelainan.

An.N
Rambut hitam
Sebahu,tdk
kerontokan ,bersih

Mata

Sklera tdk ikterik Sklera tdk ikterik


Konjungtifa tdk Konjungtifa
tdk
tdk
anemis,tdk ada ada
anemis,tdk
ada
peradangan
peradangan

3.

Telinga

4.

Hidung

5.

Mulut

Bersih tdk ada


serumen dan tdk
ada bekas luka.
Bersih tdk ada
sekret, tdk ada
kelaianan.
Stomatitis tdk ada
,terdapat karang
gigi.

6.

Leher &

Nyeri tekan (-),

Sklera tdk ikterik


Konjungtifa
tdk
tdk
tdk
ada
anemis,tdk
ada
ada
peradangan,tampak
juling.
ada
Bersih tdk ada ada
Bersih tdk ada ada
Bersih tdk ada ada
ada
serumen dan tdk ada ada
serumen dan tdk ada ada
serumen dan tdk ada ada
bekas luka.
bekas luka.
bekas luka.
Bersih tdk ada
Bersih tdk ada
Bersih tdk ada
ada
sekret, tdk ada ada
sekret, tdk ada ada
sekret, tdk ada ada
kelaianan.
kelaianan.
kelaianan.
Stomatitis tdk ada
Stomatitis tdk ada
Stomatitis tdk ada, gigi
,gigi yg berlubang ,gigi,bersih,
tdk
tumbuh normal
tdk ada ,terdapat
normal.
Bersih.
karang gigi.
Nyeri tekan
Nyeri tekan (-),
Nyeri tekan (-),

Tenggorokan

Pembesaran limfe

(-),Pembesaran limfe &Pembesaran limfe & Pembesaran limfe

& tiroid (-),sulit

tiroid (-),sulit menelan(-).


tiroid (-),sulit mene

7.

Dada & Perut

menelan(-).
Pergerakandada

Sklera tdk ikterik


Konjungtifa
tdk
tdk
ada
anemis,tdk
ada
peradangan

ada

& tiroid (-),

lan(-).
Pergerakandada

sulit menelan(-).
Pergerakandada

simetris,vesikuler, simetris,vesikuler,

simetris,vesikuler,

simetris,vesikuler,

sonor seluruh

sonor seluruh

sonor seluruh

sonor seluruh

lapisan paru,

lapisan paru,

lapisan paru,

lapisan paru,

Ronkhi (-),

Ronkhi (-),

Ronkhi (-),

Ronkhi (-),

Mengi(-),

Mengi(-),

Mengi(-),

Mengi(-),

Stridor(-),

Stridor(-),

Stridor(-),

Stridor(-),

Tdk ada

Tdk ada penggunaan Tdk ada penggunaan Tdk ada penggunaan

penggunaan

Otot

Otot Bantu

pernafasan.

Pergerakan dada

Bantu

Otot

Bantu

pernafasan.

Otot

Bantu

pernafasan.

11

pernafasan.
8.

Jantung

9.

Abdomen

10.

11.

12.
13.
14.
15.

16.

Ekstremitas

Kulit

Kuku
BB
TB
Tanda Vital

Kesimpulan

Bunyi jantung I&II Bunyi jantung I&II

Bunyi jantung I&II

Bunyi jantung I&II

Murni.

Murni.

Murni.

Murni.

Bunyi Usus 12x/mnt.Bunyi Usus 12x/mnt. Bunyi Usus 16x/mnt. Bunyi Usus 12x/mnt.
Datar,tdk ada nyeri Datar,tdk ada nyeri

Datar,tdk ada nyeri

Tekan,tumor(-).

Tekan,tumor(-),perut Tekan,tumor(-).

Tekan,tumor(-).

Datar,tdk ada nyeri

Tidak ada kelainan, Tidak ada kelainan,

kembung,BAB >3X.
Tidak ada kelainan, Adanya kelumpu

Pergerakan bebas, Pergerakan bebas,

Pergerakan bebas,

han,Kedua kaki

Tdk ada cedera.


Bersih,tdk ada

Tdk ada cedera.


Warna kulit sawo

tampak mengecil.
Warna kulit sawo

Tdk ada cedera.


Warna kulit agak

bekas luka kulit,tdk hitam,Kulit bersih,

matang,Kulit bersih, matang,Kulit ber

ada jamur,tdk ada

tdk ada bekas luka ,turgor


sih,tdk ada bekas

tdk ada bekas luka ,

tanda infeksi,turgor turgor baik.

baik.

luka ,turgor baik.

kulit baik.
Pendek,dan bersih.
64 kg.
163 cm
TD 120/80 mmhg.

Pendek,dan bersih.
50 kg.
158 cm
TD 110/70 mmhg.

Pendek,dan bersih.
54 kg.
167 cm
TD 110/80 mmhg.

Pendek,dan bersih.
45 kg.
144 cm.
TD 100/60 mmhg.

Nadi.84 x/mnt.

Nadi.80 x/mnt.

Nadi.80 x/mnt.

Nadi.76 x/mnt.

Suhu 36 C

Suhu 36 C

Suhu 37 C

Suhu 36 C

RR 18 x/mnt.
Saat dikaji Tn.R

RR 18 x/mnt.
Saat dikaji Ny.M

RR 18 x/mnt.
Saat dikaji An.P

RR 18 x/mnt.
Saat dikaji An.N

Dalam keadaan

Dalam keadaan

Dalam keadaan

Dalam keadaan

Sehat.

Sehat.

Sakit diare.

Sehat.

VIII. Harpan Keluarga Terhadap Asuhan Keperawatan Keluarga


Keluarga berharap perawat dapat memberikan informasi kesehatan sehingga anggota
keluarga dapat memelihara kesehatannya.

Analisa Data

12

Tanggal : 19/12/2008
NO
DATA
1. S. Menurut Ny.M , Anak P. Sejak
kemarin badannya panas,mencret.

MASALAH KEPERAWATAN
Resiko terjadinya dehidrasi pada
keluarga Tn.R khususnya Anak P.

Menurut Ny.M anaknya kemarin makan


makanan yang pedas.
Menurut Ny.M anaknya sudah diberikan
obat warung (diapet).
Menurut Ny.M belum mengetahui cara dan
penatalaksanaan merawat anak yang terkena
Diare.Jika sakitnya tidak kunjung sembuh
biasanya dibawa ke Puskesmas.
O. Anak P. tampak lemas , suhu tubuh 37C,
Perut kembung, mules ,BAB lebih dari 3
Kali.
2.

S. Tn.R mengatakan tidak ada masalah


dengan adanya kandang itik disebelah

Resiko terjadinya penyakit kulit pada


Keluarga Tn.R.

rumah.
O. Kandang itik menempel di sebelah kiri
Rumah.

PRIORITAS MASALAH DENGAN SKORING

13

1. Resiko terjadinya dehidrasi pada keluarga Tn.R khususnya Anak.P


NO

KRITERIA

BOBOT NILAI

1.

Sifat masalah :

3/3 X 1 = 1 Masalah sudah actual sdh menyerang anak,

Aktual
2.

PEMBENARAN

memerlukan tindakan perawatan dpt ber

Kemungkinan

dampak kemasalah lain infeksi sekunder.


1/2 X 2 = 1 Sumberdaya keluarga ada (pendidikan,kemauan

masalah di ubah :

menerima perubahan ).Namun dana yang mereka

sebagian

miliki terbatas sehingga keluarga mengalami


keterbatasan dalam memodifikasi lingkungan dan
kemungkinan penyakit akan kambuh lagi.
Sumberdaya masyarakat ada,fasilitas kesehatan dan
tenaga kesehatan tersedia.Keluarga mempunyai

3.

Potensi untuk

motifasi untuk merawat anaknya.


2/3X1 = 2/3 Maslah belum terlalu berat namun sudah berlangsung,

dicegah : cukup

Masalah dapat diatasi atau dicegah dengan penkes.


Kemungkinan penyakit kambuh lagi karena
lingkungan hanya sedikit yang dapat di modifikasi.
Keluarga membutuhkan kesadaran yang tinggi
mempunyai prilaku untuk memelihara lingkungan

4.

Menonjalnya

2/2X1= 1

masalah :

sehat.
Keluarga menyadari penyakit ini perlu diatasi karena
dapat menyebabkan kematian.

Ada ,ingin segera


diatasi.
Jumlah

3.2/3

2. Resiko terjadinya penyakit kulit berhubungan dengan ketidak mampuan keluarga


mengenal masalah lingkungan rumah yang sehat.
NO

KRITERIA

BOBOT NILAI

PEMBENARAN
14

1.

Sifat masalah :

2/3 X 1 = 2/3 Kandang ternak yang berada di sebelah kiri rumah

Ancaman kesehatan.

2.

Kemungkinan

dapat menyebabkan penyakit kulit.

1/2 X 2 = 1

masalah di ubah :

Sumber

daya

keluarga

ada

namun

tidak

tahu menggunakannya.

sebagian

3.

Potensi untuk

3/3X1 = 1

dicegah : Tinggi

4.

Menonjalnya

Terjadinya masalah dapat dicegah dengan


lingkungan rumah yang sehat.

0/2X1= 0

masalah :

Lingkungan yang kurang sehat tidak dianggap


sebagai masalah.

Keluarga merasa tak


Ada masalah.
Jumlah

2.2/3

Diagnosis keperawatan prioritas


1. Resiko terjadinya dehidrasi pada keluarga Tn.R khususnya Anak P yang berhubungan dengan
KMK merawat anggota keluarga dengan masalah penyakit diare.
2. Resiko terjadinya penyakit kulit berhubungan dengan KMK mengenal masalah lingkungan
rumah yang sehat.
RANCANGAN RENCANA KEGIATAN ( PRE PLANING )
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA TN.R PADA ANAK P. DENGAN GASTRO
ENTERITIS ( DIARE ) DI RT.01 RW.I KELURAHAN TRITIH KULON
KECAMATAN CILACAP UTARA

15

tahu

I. LATAR BELAKANG
Keluarga
kesatuan

merupakan kelompok individu yang diperlakukan masyarakat sebagai satu

yang utuh dan diharapkan membantu menstabilkan masyarakat. Keluarga memiliki

peranan yang sangat penting dalam menentukan cara asuhan yang diperlukan anggota keluarga
khususnya yang sakit.
Sistim keluarga merupakan konteks belajar yang utama bagi suatu prilaku , pikiran dan
perasaan individu. Keluarga menempati posisi yang strategis di antara individu dan masyarakat
sehingga dengan memberikan pelayanan kesehatan kepada keluarga , perawat juga dapat sekaligus
memenuhi kebutuhan individu dan kebutuhan masyarakat dimana keluarga itu tinggal.
Kegiatan praktek keperawatan komunitas sudah memulai memasuki kegiatan intervensi
dimana salah satu kegiatannya juga penerapan asuhan keperawatan keluarga. Kepada keluarga yang
memiliki resiko tinggi terhadap masalah kesehatan. Adapun masalah kesehatan yang ditemukan salah
satunya adalah masalah kesehatan pada keluarga Tn.R yaitu pada Anak P.
II. TUJUAN UMUM
Setelah dilakukan kunjungan keperawatan keluarga Tn. R khususnya Anak P tidak
mengalami gangguan pencernakan.
III.TUJUAN KHUSUS
Setelah kegiatan pada kunjungan pertama maka keluarga Tn.R diharapkan mampu:
a. Mampu dan mengerti tentang penyakit diare
b. Mampu mengetahui penyebab penyakit diare
c. Mampu mengetahui tanda dan gejala penyakit diare
d. Mampu mengetahui akibat atau bahaya penyakit diare
e. Mampu mencegah terjadinya penyakit diare
f. Mampu memodifikasi penatalaksanaan penyakit diare di rumah
g. Mampu cara membuat Oralit
IV. RENCANA KEGIATAN
A. TOPIK
1. Perkenalan
Pada tahap perkenalan mahasiswa memperkenalkan diri ( identitas, nama,asal institusi )
kepada klien , juga klien memperkenalkan diri identitas dan keluarganya.

16

2. Kontrak Belajar Asuhan


Menentukan kontrak waktu pertemuan dengan klien yang disepakati oleh klien dan
mahasiswa.
3. Pengkajian
Pengkajian keluarga sesuai dengan data yang dibutuhkan untuk menyelesaikan masalah
yang ada pada keluarga Tn.R.
B. METODE
1. Observasi
2. Anamnese
3. Pemeriksaan fisik
4. Tanya Jawab
5. Pendidikan Kesehatan
6. Demonstrasi
C. MEDIA
1. Format pengkajian asuhan keperawatan keluarga
2. Perlengkapan Vital Sign
3. Perlengkapan alat tulis
4. Leafle
5. Gambar lembar balik
6. Alat peraga ( Gula pasir dan garam )

V. JADWAL KUNJUNGAN
NO
1.

URAIAN KEGIATAN
Pengkajian meliputi :

WAKTU

a. Anamnese

Tanggal 19 12- 2008

b. Observasi

Pukul 09.00 s/d 11.00 WIB.

17

c. Pemeriksaan fisik
2.

Pengkajian lanjutan meliputi :


a. Pemeriksaan fisik lanjutan

Tanggal 20 12- 2008


Pukul 09.00 s/d 11.30 WIB.

b. Melengkapi Anamnese data


3.

4.

Perencanaan meliputi :
a. Menentukan masalah keperawatan

Tanggal 22- 12- 2008

b. Penentuan prioritas masalah

Pukul 14.30 s/d 16.00 WIB.

Implementasi meliputi :

Tanggal 24 12 2008

a. Penyuluhan kesehatan
5.

6.

Pukul 15.00 s/d 16.00 WIB.

Lanjutan implementasi meliputi :


a. Penyuluhan kesehatan

Tanggal 26- 12-2008

b. Demonstrasi

Pukul 09.00 s/d 10.00 WIB

Evaluasi, Terminasi meliputi :


a. Evaluasi masalah

VI. KRITERIA EVALUASI


A. Evaluasi Struktur
Persiapan , semua kegiatan dilaksanakan 1 hari sebelum pelaksanaan kegiatan.
B. Evaluasi Proses
Terlaksananya kegiatan , semua sesuai rencana yang telah disepakati serta peranserta keluarga
Tn.R dalam semua kegiatan.
LAPORAN PENDAHULUAN

PENDAHULUAN
1. Latar Belakang

18

Berdasar pengkajian yang telah dilakukan terhadap Keluarga Tn.R didapatkan data bahwa An.P
menderita diare.Anak P mengatakan sudah menderita sakit diare sejak 2 hari yang lalu . Keluhan
yang dirasakan yaitu BAB lebih dari 3 kali sehari , perut mulas, kembung , badan lemas. Anak P
sudah diberi obat warung. Sampai saat ini keluarga Tn.R jika ada anggota keluarga yang terkena
penyakit diare belum tahu cara penatalaksanaannya yang benar .
2. Data yang di kaji lebih lanjut
- Pengetahuan tentang Diare
- Usaha dan cara kelurga dalam merawat anggota keluarga yang sedang menderita Diare.
3.Masalah keperawatan keluarga
a. Resiko terjadinya dehidrasi pada keluarga Tn.R khususnya Anak P yang berhubungan dengan
KMK merawat anggota keluarga dengan masalah penyakit diare.
b.Resiko terjadinya penyakit kulit berhubungan dengan KMK mengenal masalah lingkungan
rumah yang sehat.
II PROSES KEPERAWATAN
1. Diagnosa Keperawatan Keluarga
a. Resiko terjadinya dehidrasi pada keluarga Tn.R khususnya Anak P yang berhubungan dengan
KMK merawat anggota keluarga dengan masalah penyakit diare.
b.Resiko terjadinya penyakit kulit berhubungan dengan KMK mengenal masalah lingkungan
rumah yang sehat.
2. Tujuan Umum
Setelah dilakukan kunjungan keperawatan keluarga Tn. R khususnya Anak P tidak
mengalami gangguan pencernakan.
3. Tujuan khusus
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1X 60 menit keluarga dapat :
a. Mengenal masalah diare dan penatalaksanaannya :

Arti

Penyebab

Tanda dan gejala

Akibat atau bahaya

Pencegahan

Penatalaksanaan

19

Cara pembuatan oralit

III. IMPLEMENTASI KEPERAWATAN


1. Topik

: Penyuluhan tentang Diare

2. Metoda

: Ceramah , Diskusi

3. Media dan alat : Leaflet dan alat peraga


4. Waktu

: 60 menit

5. Hari/Tanggal

: Sabtu, 26 Desember 2008

6. Tempat

: Rumah Tn.R RT.01RW.I Kelurahan Tritih Kulon

IV. KRITERIA EVALUASI


1. Evaluasi Struktur
-

Lp dibuat sebelumnya

Media disiapkan

Kontrak waktu

Tempat waktu

2. Evaluasi Proses
- Mahasiswa mengevaluasi Pendidikan Kesehatan yang telah diberikan
- Menjelaskan ulang materi yang telah diberikan
3. Evaluasi Hasil
- Materi disampaikan secara runtut
- Keluatga dapat menjawab pertanyaan yang diajukan.

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA


NO

DIAGNOSA
KEPERAWATAN KELUARGA

TUM

TUK

20

1.

Resiko terjadinya dehidrasi pada Anak P


Keluarga Tn.R
dengan

Setelah

yang berhubungan tindakan

ketidak

mampuan

dilakukan Setelah

dilakukan

perawatan tindakan

perawatan

keluarga keluarga

merawat anggota keluarga

Tn.R 1X 30 menit keluarga

dengan khususnya Anak P tdk mampu :

masalah penyakit diare yang ditandai mengalami gangguan a.Mengenal


dengan :

pencernakan

Data Subyektif :

kriteria :

diare

BAB normal.

- Arti Diare

kemarin

KU baik.

- Penyebab

buang

air

besar

Ny.M

- Tanda dan gejala

mengatakan

anaknya

- Akibat

kemarin pulang sekolah makan

- Pencegahan

makanan yang pedas.

- Penatalaksanaan

Ny.M

mengatakan

mengetahui

dan

penatalaksanaannya :

Ny.M mengatakan Anak P. sejak


mencret, mules.

dengan penyakit

masalah

cara

belum
merawat

b.Menjelaskan
kembali

penjelasan

anggota keluarga yang terkena

yang

telah

diare.

sampaikan.

di

Data Obyektif :
-

Anak P tampak lemas .

Suhu tubuh 37C

Perut kembung

BAB >3 kali

Kriteria

Standar
Keluarga mengenal dan menjelaskan
kembali :

Verbal

1. Kaji pengetahuan keluarga

1. Arti penyakit Diare yaitu berak lebih


dari

Intervensi

tentang penyakit kulit.

biasanya ( 3 kali atau lebih


21

dalam sehari ) dan berbentuk encer.


2. Menyebutkan 3 dari 6 penyebab

Verbal

2. Diskusikan tentang :

penyakit diare :

a. Arti, penyebab

1.Infeksi

b. Tanda dan gejala

Bakteri

c. Akibat, pencegahan

Virus

d. Cara pembuatan oralit.

Parasit

2.Terganggunya penyerapan
makan dalam tubuh.

3. Beri kesempatan untuk

3.Alergi

bertanya bila ada hal-hal

4.Keracunan
5.Menurunnya kekebalan tubuh

yang belum jelas.

6.Sebab-sebab lain
3. Menyebutkan 3 dari 5 tanda dan
gejala penyakit diare :
a. Frekwensi berak lebih dari biasanya
b.Tinja lembek atau cair
Verbal

4. Tanyakan kembali bila


ada hal-hal yang belum
jelas.

c. Mulas
d.Sakit perut
e. Terdapat lendir dgn atau tanpa
darah (disentri )
f. Berak cair seperti air cucian beras
(kholera)
4. Menyebutkan bahaya penyakit diare:
a. Penderita akan kehilangan
cairan tubuh.

Verbal

5. Beri pujian atas jawaban


yang diberikan keluarga.
6. Libatkan keluarga dalam
pembuatan oralit.

b. Pendeirta tersebut menjadi lesu


dan lemas.
c. Penderita

dapat

meninggal,

bila kehilangan ciran tubuh


lebih banyak lagi.

7.Beri tanggapan positif atas


keterlibatan keluarga
8. Anjurkan keluarga untuk

22

5. Menyebutkan 3 dari 6 cara


pencegahan diare:
a. Berak dikakus / jamban yg sehat

memberikan larutan oralit


kepada Anak P

b. Minum air yg direbus / dimasak


Psikomotor

c. Pemberian ASI
d. Kebersihan makanan / minuman
e. Menggunakan air bersih
f. Kebersihan perorangan
6. Penatalaksanaan Diare di rumah :
a. Berikan oralit 200 cc
b. Tetap berikan ASI bagi bayi
yang masih menetek, makin

Psikomotor

sering makin baik.


c. Makanan

lunak

seperti

bubur,nasi tim tetap diberikan


seperti biasa.
7. Cara pembuatan Oralit :
Siapkan gelas,sendok makan ,air
Matang ,garam, gula pasir
Secukupnya :

Ambil

sepucuk

sendok

makan garam

Ambil satu sendok gula


pasir

Seduh dengan segelas 200


cc air matang.

Tanggal
26/12/2008

Implementasi
1.Mendiskusikan dengan keluarga tentang :

Evaluasi
26/12/2008

Pukul

a. Pengertian penyakit diare

09.00 WIB.

b. Penyebab penyakit diare

S.

c. Tanda dan gejala penyakit diare

a. Tn.R mengatakan sudah

d. Akibat atau bahaya penyakit diare

Pukul 10.00 WIB.

mengerti tentang penyakit


23

e. Pencegahan penyakit diare

diare

f. Penatalaksanaan penyakit diare

penatalaksanaan

g. Cara membuat Oralit

rumah.
Deni G

dan

cara
di

b. Ny.M mengatakan sudah

2.Memberikan kesempatan untuk bertanya

mengerti tentang penyakit

bila ada hal yg belum jelas.

diare
Deni G

dan

O.

telah disampaikan

a.Keluarga
Deni G

keluarga.
Deni G
dalam

tampak

mengerti.

4.Memberi pujian atas apa yang diberikan

keluarga

penata

laksanaannya dirumah.

3.Menanyakan kembali tentang apa yang

5.Melibatkan

cara

pembuatan

oralit.

b.Keluarga

mau

memeriksakan

Anak

ketempat

pelayanan

kesehatan.
c.Keluarga

Deni G

P.

dapat

menjelaskan

kembali

secara sederhana tentang


6.Memberi tanggapan positif atas keterlibatan

penyakit

keluarga .

penatalaksanaannya
Deni G

7.Menganjurkan

kepada

keluarga

unutk

memberikan larutan oralit untuk Anak P


Deni G

diare

dan

dirumah.
A.
Masalah teratasi
P.
Lanjutkan
Intervensi

kembali
yang

belum

teratasi
SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok Bahasan

: Penyakit Diare

Sub Pokok Bahasan

: Diare

24

Sasaran

: Anak P dan keluarga Tn.R

Hari/Tanggal

: Sabtu , 26 Desember 2008

Tempat

: Rumah Tn.R RT .01 RW. I Kelurahan Tritih Kulon


Kecamatan Cilacap Utara

Waktu

: 60 menit

Penyuluh

: Deni Gunawan , S Kep.

Tujuan

TIU

: Setelah diberikan penyuluhan, keluarga Tn.R mengerti masalah


penyakit Diare dan hal-hal yang berhubungan dengan diare.

TIK

: 1. Keluarga Tn.R dapat menyebutkan pengertian diare dengan benar.


2. Keluarga Tn.R dapat menyebutkan factor penyebab diare dengan
benar ( minimal 3 ).
3. Keluarga Tn.R dapat menyebutkan tanda dan gejala diare dengan
benar ( minimal 3).
4. Keluarga Tn. R mengerti dan dapat menyebutkan cara pencegahan
diare dengan benar.
5. Keluarga Tn.R dapat menyebutkan kembali penatalaksanaan
penyakit diare di rumah.
6. Keluarga Tn.R dapat menyebutkan dan mendemonstrasikan
kembali cara pembuatan Oralit.

SASARAN
Keluarga Tn.R dan Anak P.
Materi ( terlampir )
1.Pengertian diare
2. Penyebab diare
3. Tanda dan gejala diare
25

4. Bahaya diare
5. Pencegahan diare
6. Penatalaksanaan diare di rumah
7. Cara pembuatan oralit
METODE
1. Ceramah
2. Tanya Jawab
3. Demonstrasi
MEDIA
1. Leafleat
2. Alat Peraga
3. Benda Asli
No
Penyuluh / Mahasiswa
1. Pembukaan

Sasaran / Keluarga
Menjawab salam

Membuka kegiatan/ mengucapkan salam

Waktu
5 menit

mendengarkan

- Memperkenalkan diri
- Mengulang kontrak
- Menjelaskan tujuan dari penyuluhan
2.

Pelaksanaan kegiatan

Mendengarkan

Menjelaskan tentang :

memperhatikan

dan

20 menit

- Pengertian diare
- Penyebab diare
- Tanda dan gejala diare
- Bahaya diare
- Pencegahan diare
- Penatalaksanaan diare di rumah
- Cara membuat oralit
3.

Evaluasi
- Memberikan

Menjawab pertanyaan
pertanyaan

tentang

masalah yang telah diberikan


- Memberikan

kesempatan

9 menit
10 menit

keluarga Bertanya

bertanya

26

- Menjawab pertanyaan keluarga


4.

Mendengarkan

15 menit

Menjawab salam

1 menit

Terminasi
- Mengucapkan terima kasih atas waktu
yang diberikan
- Salam penutup

Evaluasi

: 1. Keluarga Tn.R mengerti pengertian diare .


2. Keluarga Tn.R dapat menyebutkan factor penyebab diare dengan
benar ( minimal 3 ).
3. Keluarga Tn.R dapat menyebutkan tanda dan gejala diare dengan
benar ( minimal 3).
4. Keluarga Tn. R mengerti dan dapat menyebutkan cara pencegahan
diare dengan benar.
5. Keluarga Tn.R dapat menyebutkan kembali penatalaksanaan
penyakit diare di rumah.
6. Keluarga Tn.R dapat menyebutkan dan mendemonstrasikan
kembali cara pembuatan Oralit.

Pembimbing

Marsito Skep, Mkep,Sp.Kom


NO
2.

Mahasiswa

Deni Gunawan Skep

DIAGNOSA KEPERAWATAN KELUARGA


TUM
TUK
Resiko terjadinya penyakit kulit berhubungan Setelah dilakukan Setelah dilakukan
dengan KMK mengenal masalah lingkungan tindakan

tindakan

rumah yang sehat , ditandai dengan :

keperawatan selama perawatan selama

Data Subyektif :

2 kali pertemuan 1X20

menit

Tn.R mengatakan tidak ada masalah

keluarga

mampu diharapkan

dengan adanya kandang itik disebelah

mengenal masalah keluarga mengerti

27

rumah.

lingkungan

rumah dan menjelaskan

yang sehat sehingga kembali :


Data Obyektif :

resiko

penyakit -Arti rumah sehat

Kandang itik menempel di sebelah kiri

kulit tidak terjadi. - Ciri-ciri rumah

Rumah.

Dengan criteria :

sehat

- Keluarga mampu -

Akibat

dari

memindahkan

lingkungan yang

kandang itik.

tidak sehat

- Keluarga bersedia
menjaga kebersihan
lingkungan

Kriteria

Standar
Keluarga dapat menjelaskan :
1. Arti rumah sehat :
Rumah sehat tidak perlu mewah tapi rumah
Tersebut tidak menyebabkan timbulnya
penyakit .
2. 7 dari 13 ciri rumah sehat :

1.Kaji

Intervensi
ulang pengetahuan

keluarga tentang lingkungan


rumah yang sehat.
2. Diskusikan dengan keluarga
tentang :
Arti dan ciri rumah

a. Dilengkapi dengan jamban / WC

sehat,serta

b. Tersedia air bersih

lingkungan

c. Tersedia tempat / lubang sampah

tidak sehat.

d. Tersedia tempat air limbah

akibat
rumah

yang

3. Beri kesempatan keluarga

e. Kamar tidur berjendela

untuk bertanya jika ada hal-

f. Dilengkapi dengan lubang asap dapur

hal yang belum jelas.

g. Lantai dan dinding ruangan tdk lembab


h. Cukup luasnya hingga tidak padat
penghuni / paling sedikit 10 M tiap jiwa
i. Didalam rumah dan dipekarangan tidak
Ada jentik nyamuk.

4. Tanya kembali tentang apa


yang telah disampaikan /
dijelaskan.
5. Beri tanggapan yang positif
atas jawaban dari keluarga.

28

j. Didalam rumah dan dipekarangan tidak


Boleh ada tikus.
k. Pekarangan di pelihara kebersihannya
l. Pekarangan dimanfaatkan
m. Bila ada kandang ternak harus dipisah
Dengan rumah
3.2 dari 4 akibat lingkungan rumah yang
tidak sehat :
a. Menyebabkan penyakit diare
b. Menyebabkan penyakit kulit
c. Menyebabkan penyakit ISPA
d. Menyebabkan Malaria dan DB

DAFTAR PUSTAKA

Soeparman, Waspadjib Sarwono, (1990 ) , Ilmu Penyakit Dalam Jilid II Jakarta, Balai Penerbit
FKUI.
Arief dkk, ( 1999 ) Kapita Selekta Kedokteran Edisi III cetakan ke 2, Jakarta

: Media

Aesculapius.
Buku Pedoman Penyuluhan , Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap, ( 2005 )
Diare , Depkes Prop. Jawa Tengah ( 1994 / 1995 )

29

LAMPIRAN MATERI

A. Pengertian Diare
Diare adalah berak menjadi lembek atau bahkan dapat berupa air saja ( mencret ).
B. Tanda tanda diare yaitu
Berak encer (biasanya 3x atau lebih dalam sehari ) , kadang-kadang disertai muntah , badan
lesu dan lemas , tidak mau makan, panas.

30

C. Macam macam diare yaitu


Meliputi :
1. Diare ( mencret ).
2. Muntah berak ( muntaber ).
3. Disentri ( berak darah ).
4. Diare menerus ( berak encer lebih dari 7 hari ).
D. Bahaya Diare
Diare berbahaya karena :
1. Penderita akan kehilangan cairan tubuh.
2. Pendeirta tersebut menjadi lesu dan lemas.
3. Penderita dapat meninggal, bila kehilangan cairan tubuh lebih
banyak lagi.
E. Penyebab Diare
Diare sering disebabkan oleh kuman penyakit yang di tularkan akibat tingkah laku yang
tidak sehat, meliputi :
1. Berak Disembarang Tempat.
2. Pemakaian Air Yang Tercemar.
3. Pemakaian Susu Pengganti ASI.
4. Makan / minum Yang Tercemar Kuman.
5. Tangan Kotor.
F. Cara mencegah Diare
Dengan melaksanakan kebiasaan hidup sehat sehari-hari, meliputi :
1. Berak di jamban atau kakus yang sehat.
2. Minum air yang sudah direbus / dimasak.
3. Pemberian ASI.
4. Kebersihan Makanan / minuman.
5. Menggunakan air bersih sehari hari.
6. Kebersihan perorangan.
G. Cara menanggulangi Diare yaitu

31

1. Berikan oralit 200 cc.


2. Tetap berikan ASI bagi bayi yang masih menetek, makin sering makin baik.
3. Makanan lunak seperti pisang , bubur , nasi tim tetap diberikan seperti biasa.
H. Cara membuat dan memberikan larutan oralit.
Cara membuat :

Sediakan 1 gelas air yang telah dimasak / air teh encer (200cc).

Masukan 1 bungkus oralit 200 cc.

Aduk sampai larutan benar, minumkan kepada penderita diare.

Cara memberikan

Untuk bayi dibawah umur 1 tahun.


- 3 jam pertama 1 gelas .
- Selanjutnya gelas setiap diare sampai diare berhenti.

Untuk anak balita ( 1 5 Tahun ).


- 3 jam pertama 3 gelas .
- Selanjutnya 1 gelas setiap diare sampai diare berhenti.

Untuk anak diatas 5 tahun .


- 3 jam pertama 6 gelas .
- Selanjutnya 11/2 gelas setiap diare sampai diare berhenti.

32