Anda di halaman 1dari 7

TELAAH KRITIS PENELITIAN DESKRIPTIF

Peran Kader dalam Penggunaan Buku Kesehatan Ibu dan


Anak

ANALISIS PICO
PROBLEM
Posyandu merupakan salah satu pranata sosial yang berperan dalam pendekatan
partisipasi masyarakat di bidang kesehatan. Posyandu dikelola oleh kader
posyandu yang telah mendapatkan pelatihan dari puskesmas. Tugas kader
posyandu dalam kegiatan KIA adalah melakukan pendaftaran, penimbangan,
pencatat pelayanan ibu dan anak. Pencatatan dilakukan KIA menggunakan buku
KIA sebagai bahan penyuluhan dan melaporkan penggunaan buku KIA. Buku
KIA berisi informasi dan materi penyuluhan tentang gizi dan kesehatan ibu dan
anak, kartu ibu hamil, Kartu Menuju sehat (KMS) bayi dan balita serta catatan
pelayanan kesehatan ibu dan anak. Petugas kesehatan akan mencatatkan hasil
pemeriksaan ibu dengan leng-kap di buku KIA. Hal ini dimaksudkan agar ibu dan
keluarga lainnya mengetahui dengan pasti keadaan kesehatan ibu dan anak.
Pencatatan sedini mungkin dapat mengantisipasi adanya risiko tinggi pada
kehamilan ibu dan untuk mengetahui perkembangan serta pertumbuhan balita
(Ernoviana, 2005). Penggunaan Buku KIA merupakan salah satu strategi
pemberdayaan masyarakat terutama keluarga untuk memelihara kesehatannya dan
mendapatkan pelayanan kesehatan ibu dan anak yang berkualitas. Hasil studi
pendahuluan menunjukan peran petugas kesehatan sudah baik dalam pengisian
buku KIA, namun kualitas penggunaan buku KIA oleh ibu yang datang ke
posyandu masih kurang baik. Berdasarkan latar belakang tersebut maka
perumusan masalah yang diambil adalah faktor apa yang berhubungan dengan
peran kader dalam penggunaan buku KIA.

PEOPLE
Populasi adalah kader posyandu aktif yang ada di wilayah kerja Puskesmas
Kalibagor. total 320 kader Posyandu yang aktif menjalankan tugasnya di
Posyandu wilayah kerja Puskesmas Kalibangor yang tersebar di 13 desa.
Penghitungan sampel minimal dilakukan dan didapatlan angka sebanyak 67
sebagai minimal sample.
INTERVENTION
Jurnal merupakan hasil dari penelitian bersifat deskriptif. Tidak dilakukan
intervensi dalam penelitian.
COMPARISON
Tidak dilakukan komparasi pada subjek penelitian.
OUTCOME
Hasil penelitian diperoleh sebanyak 59,7% responden memiliki tingkat
pengetahuan yang baik, 56,7% responden memiliki motivasi yang kurang baik,
55,2% responden memiliki masa kerja baru (<15 tahun), 53,7% responden
memilki peran yang baik dalam penggunaan buku KIA. Pengetahuan terbukti
berhubungan dengan peran kader dalam penggunaan buku KIA (nilai p=0,013),
sedangkan motivasi dan masa kerja tidak berhubungan dengan peran kader dalam
penggunaan buku KIA (nilai p=0,140).
ANALISIS VIA
I. APAKAH HASIL PENELITIAN VALID ?
1. Apakah studi ini membahas sebuah masalah dengan fokus yang jelas?
Ya, Penelitian ini berfokus pada tujuan untuk mengetahui faktor apa yang
berhubungan dengan peran kader dalam penggunaan buku KIA di Posyandu
wilayah kerja Puskesmas Kalibagor, Purwokerto.

2. Apakah peneliti menggunakan alat dan pertanyaan yang sesuai dengan


Tujuan dari studi?
Ya, untuk mengetahui Faktor apa saja yang berhubungan dengan berjalannya
peran Kader Posyandu wilayah kerja Kalibagor dalam menggunakan buku
KIA, peneliti menggunakan alat pengumpul data (tools) primer berupa
kuisioner berisikan pertanyaan seputar buku KIA, untuk menguji pengetahuan
kader mengenai penggunaan buku KIA, motivasi kader dalam penggunaan
buku KIA dan Masa kerja responden sebagai kader Posyandu. Hal ini sudah
sesuai dengan jenis penelitian yang dilakukan oleh peneliti, yaitu penelitian
deskriptif yang menggunakan pendekatan cross sectional

3. Apakah digunakan kriteria outcome yang obyektif dan tidak berbias?


Ya. Kriteria Outcome telah dikategorikan secara objektif, yaitu berdasarkan
pengetahuan kader mengenai penggunaan buku KIA, motivasi kader untuk
menggunakan buku KIA, dan lama masa jabat sebagai kader Posyandu. Untuk
kualitas pengetahuan kader mengenai buku KIA dan motivasi kader dalam
penggunaannya, dikategorikan kembali sebagai baik dan kurang baik,
sementara untuk masa kerja sebagai kadar dikategorikan sebagai lama dan
baru (masa kerja lebih atau kurang dari 15 tahun).
4. Apakah subjek diikutsertakan dengan cara dan kriteria yang benar?
Ya. Penelitian ini menggunakan subjek berupa Kader yang berperan aktif dalam
jalannya program Posyandu di wilayah kerja Kalibangor, Purwokerto. Berjumlah
67 responden yang diambil dari populasi berupa seluruh kader kesehatan yang aktif
dan bertempat tinggal di Kecamatan Kalibagor tahun 2011 yang totalnya berjumlah
320 Kader dengan wilayah Posyandu tersebar di 13 desa yang ada di Kecamatan
Kalibagor dan telah dilakukan minimalisasi jumlah sampel berdasarkan perhitungan
sampel minimal. Terhadap seluruh responden, terlebih dahulu diminta

persetujuannya terlebih dahulu sebelum diikutsertakan ke dalam penelitian..

5. Apakah data diambil dengan cara yang sesuai dengan tujuan studi ?
Ya, data berupa faktor apa saja yang mempengaruhi berjalannya peran kader
dalam penggunaan buku KIA dibagi menjadi tingkat pengetahuan kader
mengenai penggunaan buku KIA, motivasi kader dalam penggunaan buku
KIA, dan seberapa lama responden telah menjadi kader posyandu. Untuk
tujuan tersebut, peneliti menggunakan tools berupa kuisioner sebagai alat yang
membantu pengumpulan data primer dari subjek penelitian. Hal ini sudah
sesuai dengan tujuan studi ini, yaitu faktor apa saja yang mempengaruhi
jalannya peran kader dalam penggunaan buku KIA dalam kegiatan Posyandu
di wilayah kerja Puskesmas Kalibangor. Namun tidak dijelaskan secara
terperinci mengenai poin-poin dari kuisioner yang digunakan serta tidak
dilakukannya pencantuman kuisioner yang digunakan. Tidak dijelaskan juga
di dalam jurnal ini apakah kuisioner yang digunakan pada penelitian ini telah
melalui uji validitas atau tidak.
Studi ini merupakan studi deskriptif, yang dalam praktik pengambilan datanya
memang dapat dilakukan dengan pendekatan Cross-Sectional / satu waktu
tanpa dilakukannya follow up. Seperti yang telah dilakukan peneliti dalam
studi ini.
6. Apakah studi memiliki partisipan yang cukup?
Ya. Studi ini memiliki subjek sebanyak 67 kader dari jumlah total 320 kader
Posyandu yang aktif menjalankan tugasnya di Posyandu wilayah kerja
Puskesmas Kalibangor yang tersebar di 13 desa. Pengambilan sample
sebanyak 67 responden telah melalui penghitungan jumlah minimal sampel
yang dibutuhkan.

7. Bagaimana hasil dari uji ini dipresentasikan dan apakah temuan


utamanya?
Hasil penelitian berupa faktor apa saja yang diperkirakan bermain peran dalam
berjalannya peran kader dalam menggunakan buku KIA dibagi ke dalam
faktor pengetahuan, motivasi dan lama kerja sebagai kader dan hasil analisis
bivariat berupa hubungan dari faktor tersebut terhadap peran kader dalam

menggunakan buku KIA disajikan dalam bentuk tabel. Tidak terdapat data
demografi responden dijelaskan dalam jurnal ini.

Temuan utama berupa sebanyak 59,7% responden memiliki tingkat pengetahuan yang
baik, 56,7% responden memiliki motivasi yang kurang baik, 55,2% responden
memiliki masa kerja baru (<15 tahun), 53,7% responden memilki peran yang baik
dalam penggunaan buku KIA. Pengetahuan terbukti berhubungan dengan peran kader
dalam penggunaan buku KIA (nilai p=0,013), sedangkan motivasi dan masa kerja

tidak berhubungan dengan peran kader dalam penggunaan buku KIA (nilai p=0,140).
Sudah dijelaskan secara rinci dalam bab pembahasan jurnal ini.

8. Apakah analisis yang digunakan dalam studi sudah sesuai dan dijelaskan
dengan jelas?
Ya, Analisis data dilakukan dikelompokkan ke dalam analisis univariat dan bivariat.
Variabel yang digunakan dalam analisis univariat meliputi pengetahuan kader
mengenai fungsi buku KIA, motivasi dan lama kerja. Analisis bivariat meliputi
hubungan antara pengetahuan kader tentang fungsi buku KIA, motivasi kader, lama
kerja kader dengan peran kader dalam penggunaan buku KIA.

9. Apakah terdapat penjelasan yang jelas mengenai temuan yang didapat ?


Ya, hasil temuan yang didapat berupa data distribusi karakteristik responden
dan hubungannya terhadap peran kader dalam menggunakan buku KIA dalam
kegiatan Posyandu di wilayah kerja Puskesmas Kalibangor telah disajikan
dalam tabel dan dijelaskan dalam bab pembahasan jurnal ini.
II. APAKAH HASIL PENELITIAN PENTING ? (Importance)
10. Seberapa penting hasil dari penelitian ini?
Hasil dari penelitian ini sangat penting. Karena banyak hal manfaat yang dapat
diambil dari penggunaan buku KIA secara optimal, seperti dapat mengantisipasi
adanya risiko tinggi pada kehamilan ibu atau untuk mengetahui perkembangan serta
pertumbuhan balita. Penelitian ini memiliki tujuan berupa mencari faktor apa saja
yang berpengaruh dalam berjalannya peran kader dalam menggunakan buku KIA,
oleh karena itu dapat dilakukan evaluasi dan perbaikan untuk meningkatkan tingkat
peran kader dalam menggunakan buku KIA dalam kegiatan Posyandu. Terutama bagi
Posyandu di Wilayah kerja Puskesmas Kalibangor.

III. APAKAH HASIL PENELITIAN DAPAT DITERAPKAN ? (Applicability)


11. Apakah Penelitian ini dapat diaplikasikan pada populasi lokal?

Ya. Hasil penelitian dapat diaplikasikan ke dalam populasi lokal. Karena


karakterikstik pasien yang ikut serta dalam penelitian ini hampir sama dengan
karakteristik pasien di Posyandu dan puskesmas setempat..

Anda mungkin juga menyukai