Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN HASIL PRAKTIKUM IPA

SIFAT PEMANTULAN GELOMBANG

Disusun untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Praktikum IPA
Dosen Mata Kulian Praktikum IPA di SD : Encep Andriana, M.Pd

Disusun Oleh:
NURDIN
MASWATI
NURHARYATI
HJ. SAWIYAH
SUPRIYATI

PROGRAM S1 PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR UPBJJ-UT SERANG


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TERBUKA
2014

SIFAT PEMANTULAN GELOMBANG

I.

TUJUAN PRAKTIKUM
Mengamati sifat pemantulan gelombang

II. KAJIAN TEORI


Berdasarkan Arah Getar dan Arah Rambatnya, Gelombang dibagi menjadi dua, yaitu :
a. Gelombang Transversal
Gelombang Transversal adalah gelombang yang arah getarnya tegak lurus dengan arah
rambatannya. Bentuk Getarannya berupa lembah dan bukit (dapat dilihat pada gambar di
bawah).

Gelombang Transversal

Berdasarkan gambar di atas dapat saya jelaskan bahwa :


Arah rambat gelombang di atas adalah ke kiri dan ke kanan, sedangkan arah getarnya
adalah ke atas dan ke bawah. Jadi itulah yang dimaksud arah rambat tegak lurus
dengan arah getarnya. Contohnya adalah gelombang pada tali yang saya contohkan di
atas.
b. Gelombang Longitudinal
Gelombang longitudinal adalah gelombang yang arah rambatnya sejajar dengan arah
getarannya. Bentuk getarannya berupa rapatan dan renggangan (Dapat dilihat pada
gambar di bawah).

Gelombang Longitudinal

Berdasarkan gambar kita ketahui bahwa :


Arah rambat gelombangnya ke kiri dan ke kanan, dan arah getarnya ke kiri dan ke kanan
pula. Oleh karena itu gelombang ini adalah gelombang longitudinal yang arah getar dan
arah rambatnya sejajar. Contoh gelombang ini adalah Gelombang bunyi, di udara yang
dirambati gelombang ini akan terjadi rapatan dan renggangan pada molekul-molekulnya,
dan saat ada rambatan molekul-molekul ini juga bergetar. Akan tetapi getaranya hanya
sebatas gerak maju mundur dan tetap di titik keseimbang, sehingga tidak membentuk
bukit dan lembah.
Pemantulan gelombang (Refleksi) terjadi pada saat sebuah gelombang yang
merambat dalam suatu media sampai di bidang batas medium tersebut dengan media
lainnya. Dengan demikian, pemantulan (refleksi) sebuah gelombang adalah bidang batas
antara dua medium yang berbeda. Contoh lainnya adalah pemantulan gelombang pada
tali. Pada saat gelombang tali sampai di ujung tali (batas antara tali dan medium lain),
maka gelombang tersebut akan dipantulkan kembali ke dalam tali itu.

Pemantulan Gelombang atau Refleksi Gelombang

Pemantulan gelombang transversal pada tali dengan


(a) ujung tali diikat dan
(b) ujung tali bebas.

Sebuah gelombang merambat pada tali, jika ujung tali diikat pada suatu penopang
(Gambar a), gelombang yang mencapai ujung tetap tersebut memberikan gaya ke atas
pada penopang. Penopang memberikan gaya yang sama tetapi berlawanan arah ke bawah
2

pada tali. Gaya ke bawah pada tali inilah yang membangkitkan gelombang pantulan yang
terbalik. Pada Gambar b, ujung yang bebas tidak ditahan oleh sebuh penopang.
Gelombang

cenderung melampaui

batas.

Ujung

yang

melampaui

batas

memberikan tarikan ke atas pada tali dan inilah yang membangkitan gelombang pantulan
yang tidak terbalik.
III. PELAKSANAAN PRAKTIKUM
a. Alat dan bahan
Alat-alat yang dibutuhkan dalam kegiatan praktikum ini adalah:
1. Slinki
2. Benang kasur
3. Kerikil
b. Cara Kerja
1.

Lakukan percobaan tersebut di kolam, di bak air, atau di bejana yang berisi air,
jatuhkan krikil keatas permukaan air. Kemudian amati gelombang yang terjadi
dipermukaan air? Perhatikan sisi kolam, bak, atau bejana yang dikenai gelombang.
Adakah gelombang yang dipantulkan?

2.

Rentangkan slinki sejauh 1,5m. ikatkan salah satu ujungnya pada tiang yang kokoh
atau di pegang teman anda, ujung yang satu ini harus tetap pada tempat yang tidak
bergeser (disebut ujung terikat).

3.

Ujung slinki lainnya anda pegang, getarkan satu kali sehingga membentuk setengah
panjang gelombang, seperti pada gambar berikut.

Amati perambatan setelah gelombang (denyut) sampai gelombang tersbut hilang.


Jika pola perambatan gelombang tersebut belum teramati dengan jelas, getarkan lagi
ujung slinki tersebut, dapatkah gelombang dipantulkan? Bagaimana fase gelombang
pantul dibandingkan dengan fase gelombang asalnya?

4.

Ujung slinki yang terikat atau yang dipegan oleh teman anda sekarang ikat dengan
benang yang panjangnya kurang lebih 1,5m. ikatkan ujung benang yang jauhnya
1,5m dari ujung slinki ke tian yang kokoh atau di pegang saja oleh teman anda.
Ujung slinki ini sekarang dapat bergerak bebas oleh karena itu kita sebut slinki ujung
bebas.

5.

Getarkan ujung slinki yang anda pegang satu kali sehingga membentuk setengah
gelobang seperti percobaan 2 langkah 2. Amati perembatan setengah panjang
gelombang ini. Dengan ujung bebas ini, bagaimanakah fase gelombang pantul
dibanding dengan gelombang asalnya?

IV.

Pembahasan Hasil Praktikum


Percobaan ini di lakukan disebuah bejana yang berisi air, lalu diambil beberapa kerikil
dan dijatuhkan krikil tersebut keatas permukaan air yang ada di dalam bejana. Ketika
diamati ternyata terjadi gelombang pada dipermukaan air di bejana tersebut. Dan pada
sisi bejana yang dikenai gelombang terjadi pemantulan gelombang.

Ketika slinki sejauh 1,5m direntangkan. Dan salah satu ujungnya dikatkan pada tiang
yang kokoh atau di pegang teman saya, sedangkan ujung slinki yang satunya lagi tetap
pada tempat yang tidak bergeser (disebut ujung terikat). Ujung slinki lainnya saya
pegang, lalu saya getarkan satu kali sehingga membentuk setengah panjang gelombang.
Setelah kami amati perambatan setelah gelombang (denyut) sampai gelombang tersebut
hilang. Ternyata gelombang (denyut) dapat dipantulkan. Dan fase gelombang pantul
dibandingkan dengan fase gelombang asalnya adalah sama besar.

Sekarang ujung slinki yang tadinya terikat atau yang tadinya dipegan oleh teman saya,
sekarang saya ikat dengan benang yang panjangnya kurang lebih 1,5m. Lalu saya ikatkan
ujung benang yang jauhnya 1,5m dari ujung slinki ke tian yang kokoh atau di pegang saja
oleh teman saya. Dan ujung slinki ini sekarang dapat bergerak bebas oleh karena itu di
sebut slinki ujung bebas. Sekarang saya getarkan ujung slinki yang saya pegang satu kali
sehingga membentuk setengah gelobang seperti percobaan 2 langkah 2 tadi. Setelah kami
amati perembatan setengah panjang gelombang ini. Ternyata dengan ujung bebas seperti
ini, fase gelombang pantul lebih kecil (tidak terlihat).
V.

Kesimpulan
Dari hasil praktikum tersebut akhirnya dapat ditarik kesimpulan bahwa:

Pemantulan adalah peristiwa dimana gelombang memantul ketika mengenai suatu


penghalang, dan gelombang itu akan dipantulkan kembali oleh penghalangnya.

Gelombang permukaan air dapat berupa gelombang lurus atau gelombang lingkaran.

Apabila slinki digerakan atau di dorong kedepan maka gelombang pantulnya akan
kembali kebelakang. Jadi gelombang pantul selalu berlawanan arah dengan gelombang
asal.

Salah satu sifat gelombang adalah dapat dipantul

Fase gelombang pantul dengan gelombang asal adalah sama

DAFTAR PUSTAKA

Maman Rumanta, dkk. (2013). Praktikum IPA di SD. Tangerang Selatan: Universitas Terbuka.
Tuti Fisika, Eksperimen Gelombang, diakses dari
http://tutyphysics.blogspot.com/2010/04/eksperimen-gelombang.html (diunduh pada tanggal 10
Nopember 2014)
Universitasterbukabadakputih, Sifat Pemantulan Gelombang, diakses dari
http://universitasterbukabadakputih.wordpress.com/ (diunduh pada tanggal 10 Nopember 2014)
Rumus Fisika.com, Pemantulan Gelombang atau refleksi Gelombang, dikases dari
http://www.rumus-fisika.com/2013/12/pemantulan-gelombang-atau-refleksi-gelombang.html
(diunduh pada tanggal 12 Nopember 2014)

Anda mungkin juga menyukai