Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN PRAKTIKUM

SISTEM KENDALI
RANGKAIAN H-BRIDGE
( PENGONTROL ARAH PUTAR MOTOR DC)

OLEH :
NAMA

: MUHAMAD MUSTOFA

NIM

: 130534608385

PRODI

: S1 PTE

OFFERING

:B

FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO
UNIVERSITAS NEGERI MALANG
ANGKATAN 2013

LAPORAN 3
RANGKAIAN MOTOR DC H-BRIDGE

1. TUJUAN
1. Mahasiswa mampu merancang rangkaian motor DC H-Bridge menggunakan transistor
PNP atau NPN
2. Mahasiswa mampu menganalisa rangkaian motor DC H-Bridge menggunakan transistor
PNP atau NPN

2. DASAR TEORI
A. Motor DC
1. Prinsip Kerja
Setiap arus yang mengalir melalui sebuah konduktor akan menimbulkan medan
magnet. Arah medan magnet dapat ditentukan dengan kaidah tangan kiri. Ibu jari
tangan menunjukkan arah aliran arus listrik sedangkan jari-jari yang lain
menunjukkan arah medan magnet yang timbul, seperti yang ditunjukkan oleh gambar
1 berikut ini

Gambar 1 . Kaidah Tangan Kiri

Jika suatu konduktor yang dialiri arus listrik ditempatkan dalam sebuah medan
magnet, kombinasi medan magnet akan ditunjukkan oleh gambar 2. Arah aliran arus
listrik dalam konduktor ditunjukkan dengan tanda x atau .. Tanda x
menunjukkan arah arus listrik mengalir menjauhi pembaca gambar, tanda .
menunjukkan arah arus listrik mengalir mendekati pembaca gambar 2.

Gambar 2 . Konduktor Berarus Listrik Dalam Medan Magnet


Pada sebuah motor dc, konduktor dibentuk menjadi sebuah loop sehingga ada dua
bagian konduktor yang berada didalam medan magnet pada saat yang sama, seperti
diperlihatkan pada gambar 3.

Gambar 3 Bergeraknya Sebuah Motor


Konfigurasi konduktor seperti ini akan menghasilkan distorsi pada medan magnet
utama dan menghasilkan gaya dorong pada masing-masing konduktor. Pada saat
konduktor di tempatkan pada rotor, gaya dorong yang timbul akan menyebabkan rotor
berputar searah dengan jarum jam, seperti diperlihatkan pada gambar 3.

Gambar 4. Konstruksi Dasar Motor DC


Pada gambar 4 diatas tampak sebuah konstruksi dasar motor dc, pada gambar
diatas terlihat bahwa pada saat terminal motor diberi tegangan dc, maka arus elektron
akan mengalir melalui konduktor dari terminal negatif menuju ke terminal positif.
Karena konduktor berada diantara medan magnet, maka akan timbul medan magnet
juga pada konduktor. Arah garis gaya medan magnet yang dihasilkan oleh magnet
permanen adalah dari kutub utara menuju ke selatan.
Sementara pada konduktor yang dekat dengan kutub selatan, arah garis gaya
magnet disisi sebelah bawah searah dengan garis gaya magnet permanen sedangkan di
sisi sebelah atas arah garis gaya magnet berlawanan arah dengan garis gaya magnet
permanen. Ini menyebabkan medan magnet disisi sebelah bawah lebih rapat daripada
sisi sebelah atas. Dengan demikian konduktor akan terdorong ke arah atas. Sementara
pada konduktor yang dekat dengan kutub utara, arah garis gaya magnet disisi sebelah
atas searah dengan garis gaya magnet permanen sedangkan di sisi sebelah bawah arah
garis gaya magnet berlawanan arah dengan garis gaya magnet permanen. Ini
menyebabkan medan magnet disisi sebelah atas lebih rapat daripada sisi sebelah
bawah. Dengan demikian konduktor akan terdorong ke arah bawah. Pada akhirnya
konduktor akan membentuk gerakan berputar berlawanan dengan jarum jam seperti
terlihat pada gambar 4

2. Membalik Arah Putaran Motor

Gambar 5. Arah Putaran Motor DC


Dari gambar 5 diatas, untuk membalik arah putaran motor dc, maka polaritas
tegangan pada terminal motor harus dibalik.
B. Rangkaian Motor DC H- bridge
H-Bridge secara harfiah adalah jembatan H atau jembatan yang membentuk
huruf H. Fungsinya adalah untuk mengontrol motor DC. H-bridge bisa untuk
mengontrol motor putar kanan, putar kiri dan bisa untuk mengontrol PWM (Pulse
Width Modulation).
Driver H-bridge bisa di rangkai menggunakan kombinasi saklar, kombinasi
Transistor, maupun kombinasi relay. Selain itu, di pasaran, tersedia IC khusus HBridge, yakni IC L298 dan L293. Untuk mengatur putaran motor dapat menggunalan
konfigurasi H-Bridge, seperti tampak pada gambar 10 berikut ini

Gambar 10. Rangkaian Dasar H-Bridge Dengan konfigurasi ini kita akan
dapat menjalankan motor DC, membalik arah putaran atau menghentikan dari kontrol

logika TTL. Untuk mendapatkan arah putaran pertama kita menutup saklar SA dan
SD. Sedangkan untuk membalik arah putaran kita buka saklar SA dan SD , dan
menutup saklar SB dan SC . Pada rangkaian sesungguhnya saklar saklar tersebut
diganti dengan transistor sehing-ga bisa mudah dikontrol oleh MCU.

Gambar 11. H-Bridge dengan saklar Transistor


Rangkaian driver motor DC H-Bridge transistor ini dapat mengendalikan arah
putaran motor DC dalam 2 arah dan dapat dikontrol dengan metode PWM (pulse
Width Modulation) maupun metode sinyal logika dasar TTL (High) dan (Low). Untuk
pengendalian motor DC dengan metode PWM maka dengan rangkaian driver motor
DC ini kecepatan putaran motor DC dapat dikendalikan dengan baik. Apabila
menggunakan metode logika TTL 0 dan 1 maka rangkaian ini hanya dapat
mengendalikan arah putaran motor DC saja dengan kecepatan putaran motor DC
maksimum. Rangkaian driver motor DC H-Bridge ini menggunakan rangkaian
jembatan transistor 4 unit dengan protesi impuls tegangan induksi motor DC berupa
dioda yang dipasang paralel dengan masing-masing transistor secara reverse bias.
Rangkaian Driver Motor DC H-Bridge Transistor

Proses mengendalikan motor DC menggunakan rangkaian driver motor DC HBridge diatas dapat diuraikan dalam beberapa bagian sebagai berikut : Driver Motor
DC dengan metode logika TTL (0 dan 1) atau High dan Low hanya dapat
mengendalikan arah putar motor DC dalam 2 arah tanpa pengendalian kecepatan
putaran (kepatan maksimum). untuk mengendalikan motor DC dalam 2 arah dengan
rangkaian driver motor dc h-bridge diatas konfiguarasi kontrol pada jalur input adalah
dengan memberikan input berupa logika TTL ke jalur input A dan B. Untuk
mengendalikan arah putar searah jarum jam adalah dengan memberikan logika TTL 1
(high) pada jalur input A dan logika TTL 0 (low) pada jalur input B. Untuk
mengendalikan arah putar berlawanan arah jarum jam adalah dengan memberikan
logika TTL 1 (high) pada jalur input B dan logika TTL 0 (low) pada jalur input A.

3. ALAT DAN BAHAN


1. Alat

Multimeter

1 Buah

DC Power Supplay

1 Buah

2. Bahan

TIP 41

4 Buah

Resistor 330 Ohm

4 Buah

Motor DC

1 Buah

Project Board

1 Buah

Kabel Jumper

Secukupnya

4. LANGKAH KERJA
1. Siapkan alat dan bahan
2. Cek keadaan alat dan bahan, pastikan dalam kondisi baik
3. Perhatikan keselamatan dan kesehatan kerja
4. Rangkailah percobaan sesuai gambar berikut

5. Masukkan sumber tegangan DC


6. Atur input saklar 1 dan saklar 2 sesuai dengan tabel percobaan
7. Amati perubahan output pada rangkaian
8. Tulis hasil percobaan pada tabel hasil percobaan
9. Konsultasikan pada asisten praktikum jika ada kesulitan
10. Jika di rasa percobaan cukup, rapikan alat dan bahan kemudian kembalikan ke tempat
semula, perhatikan kebersihan tempat kerja
11. Berikan hasil percobaan pada asisten praktikum
12. Buat laporan mengenai percobaan yang telah di lakukan

5. HASIL
Input
No

Output
Saklar 1

Saklar 2

Motor berhenti

Motor berputar searah jarum jam

Motor berputar berlawanan arah jarum jam

Motor berhenti

Simulasi
1. Input ( 0 0 )

2. Input ( 1 0 )

3. Input ( 0 1 )

4. Input ( 1 1 )

6. ANALISA
Percobaan yang telah di lakukan di atas merupakan simulasi dari rangkaian
pengontrol arah putaran motor DC yang di sebut dengan rangkaian H Bridge. Dalam
percobaan, terdapat ketentuan logika sebagai berikut :
a. Logika 1 adalah ketika saklar 1 atau penghantar 1 mendapat VCC sebesar 12 volt
b. Logika 0 adalah ketika saklar atau penghantar putus hal ini ekuivalen dengan ground
c. Putar kanan atau putar kiri oleh penulis di lihat dari sisi poros motor ( bukan dari sisi
kipas )
d. Rangkaian h-Bridge yang di gunakan menggunakan transistor tipe NPN, akan tetapi
trangkaian H- bridge juga dapat di buat dari transisitor PNP , tergantung desain dan
prinsip kerja masing masing transistor.
e. Pada simulasi garis merah menunjukkan aliran VCC, dan hijau aliran ground

a. Percobaan Pertama
Pada percobaan pertama, saklar 1 dan saklar 2 di beri inputan 0 ( tidak ada
arus yang mengalir ) . Percobaan 1 dapat di lihat dari gambar berikut :

Dari gambar di atas, sangat jelas bahwa arus ( penghantar merah ) tidak mengalir
karena sklar terbuka, sehingga tidak dapat memicu basis pada transistor. Pada kondisi
ini transistor ekuivalen dengan saklar terbuka / NO ( Normally Open ) , dengan
demikian tidak ada aliran arus dari kolektor ke emitor. Maka dari itu motor tidak
bergerak sama sekali.
b. Percobaan 2
Pada percobaan kedua, saklar 1 di beri inputan 1 dan saklar 2 di beri inputan 0
. Percobaan 2 dapat di lihat dari gambar berikut :

Berikut merupakan arah arus pada gambar di atas,

Ketika S1 di beri input 1 ( 12 Volt ) dan S2 0 , maka arus akan mengalir melalui
saklar 1 dan masuk pada transistor 1, karena itu basis pada transistor akan terpicu
sehingga ekuivalen dengan saklar tertutup / NC dan , mengalirkan tegangan dari
kolektor ke emittor, sehingga tegangan mengalir dari VCC menuju motor. Transistor
4 juga dalam keadaan aktif, maka dari itu satu satunya jalan arus untuk menuju
kolektor pada transistor 4 adalah melewati motor dari sisi kiri menuju sisi kanan dan
motor akan berputar searah jarum jam. Transistor 2 dan transistor 3 dalam keadaan
OFF karena tidak ada tegangan yang mengalir ke basis , sehingga ekuivalen dengan
saklar terbuka / NO.
Berikut ututannya :
VCC

Transistor 1

Motor

Transistor 4

Ground

c. Percobaan 3
Pada percobaan kedua, saklar 1 di beri inputan 0 dan saklar 2 di beri inputan 1 .
Percobaan 2 dapat di lihat dari gambar berikut :

Berikut merupakan arah arus pada gambar di atas,

Ketika S2 di beri input 1 ( 12 Volt ) dan S1 0 , maka arus akan mengalir melalui
saklar 2 dan masuk pada transistor 2, karena itu basis pada transistor akan terpicu
sehingga ekuivalen dengan saklar tertutup / NC dan , mengalirkan tegangan dari
kolektor ke emittor, sehingga tegangan mengalir dari VCC menuju motor. Transistor
3 juga dalam keadaan aktif, maka dari itu satu satunya jalan arus untuk menuju
kolektor pada transistor 3 adalah melewati motor dari sisi kanan menuju sisi kiri dan
motor akan berputar berlawanan arah jarum jam. Transistor 1 dan transistor 4 dalam
keadaan OFF karena tidak ada tegangan yang mengalir ke basis , sehingga ekuivalen
dengan saklar terbuka / NO.

Berikut ututannya :
VCC

Transistor 2

Motor

Transistor 3

Ground

d. Percobaan Keempat
Pada percobaan pertama, saklar 1 dan saklar 2 di beri inputan 1 ( semua
Transistor aktif ) Percobaan 1 dapat di lihat dari gambar berikut :

Pada percobaan terakhir di atas, terlihat bahwa ketika semua sklar di beri
inputan 1 maka seluruh transistor akan aktif atau ekuivalen dengan saklar tertutup,
sehingga tegangan dari VCC akan langsung menuju ground tanpa melewati motor.
Hal ini terjadi karena sifat arus listrik yang akan mengalir menuju beda potensial
tertinggi dan resistansi terendah. Dengan demikian motor tidak akan berputar.

7. KESIMPULAN
Dari percobaan di atas, dapat di simpulkan bahwa :
1. Motor DC dapat di ubah arah putarnya dengan membalik polaritas tegangannya
2. Rangkaian H-Bridge merupakan rangkaian untuk mengontrol arah putar motor DC ,
baik itu ke kanan ataupun ke kiri.
3. Pada rangkaian H-Bridge ketika kedua saklar ON atau OFF, maka motor tidak
bergerak sama sekali, hal ini terjadi karena tidak ada aliran arus yang melewati beban
( motor DC )
4. Pada saat saklar 1 ON dan saklar 2 OFF, maka motor akan berputar searah jarum
jam, karena arus mengalir dari VCC ke transistor 1 dan 4 melalui beban ( motor DC )
5. Pada saat saklar 1 OFF dan saklar 2 ON, maka motor akan berputar berlawanan arah
jarum jam, karena arus mengalir dari VCC ke transistor 2 dan 3 melalui beban ( motor
DC )

8. DAFTAR RUJUKAN
Yahya, sofian.2009.Kendali Putaran Motor DC Dengan PWM .Bandung : Politeknik
Negeri Bandung ( online ) Tersedia di :
https://www.academia.edu/6749440/Kendali_Putaran_Motor_DC_dengan_PWM
( Online ) http://www.bagusprehan.com/2014/01/rangkaian-h-bridge-motor-dc-denganrelay.html Diakses pada : 11 febuari 2015
( Online ) https://dhika13.wordpress.com/2012/12/13/rangkaian-driver-motor-dc-h-bridgesederhana/ Diakses pada : 11 febuari 2015
( Online ) http://elektronika-dasar.web.id/artikel-elektronika/driver-motor-dc-h-bridgetransistor/ Diakses pada : 11 febuari 2015