Anda di halaman 1dari 42

PENYAKIT

KUSTA
(MORBUS HANSEN)

Dr. Dwi Astuti


Candrakirana, SpKK

Definisi
Penyakit
kronis

infeksi
Mycobacterium leprae
saraf tepi, kulit, mukosa mulut, saluran
nafas bagian atas, RES, mata, otot dsb.
Etiologi: Mycobacterium Leprae
- batang tahan asam
- berkelompok, tersebar
- Obligat intrasel
- suka suhu dingin
- tidak dapat dibiakkan

EPIDEMIOLOGI

Masa Tunas
5-7 tahun
Membelah
hari

11-13

Cara Penularan
Secara langsung :

Saluran pernafasan
Kulit

Faktor :

Sumber penularan
Kuman Kusta
Daya tahan tubuh

CARA PENULARAN

IMUNOLOGI
KUSTA TUBERKULOID

KUSTA LEPROMATOSA

DIAGNOSIS
Cardinal sign :
Bercak kulit yang mati rasa
penebalan saraf tepi
Ditemukan kuman tahan asam

Diagnosis Kusta: minimal satu tanda kardinal


Ragu Ulang setelah 3-6 bulan

CARDINAL SIGN

KLASIFIKASI

Menentukan regimen pengobatan


Perencanaan operasional

Menurut:
Madrid
Ridley Jopling
WHO
Klasifikasi untuk pengobatan MDT WHO:
Tipe PB : I, TT, BT
Tipe MB : BB, BL, LL

GAMBARAN KLINIS

TIPE INDETERMINATE

Makula
hipopigmentasi
Batas tidak tegas,
Soliter
Anastesi (?)

TIPE TT

Makula
hipopigmentasi
Batas
tegas,
Soliter / beberapa
Kering, anastesi
Penebalan
saraf
tepi
clawhand,
malperforans
dupied, mutilasi

TIPE BT

Seperti TT, ada


lesi satelit
gg saraf lebih
ringan, jumlah
saraf
lebih
banyak
Lesi anuler

TIPE BB
Campuran tipe TT dan
LL
Paling
tidak
stabil,
bentuk
ukuran
lesi
bervariasi
Cenderung simetris
Lesi
satelit,
plakat,
punched out lesion

TIPE BL
-

Mirip LL
masih ada kulit normal
Lesi plakat
punched out lesion

TIPE LL
-

Lesi sangat banyak


simetris,
halus,
mengkilat
Facies leonina
Telescopic finger
Glove&
stocking
anaesthesia

Komplikasi kronis
CLAW HAND

LAGOPHTHALMOS

GYNAECOMASTIA

NEUROTROPIC ATROPHY

NASAL COLLAPSE

Sadlle nose
deformity
(nasal collaps)
PARTIALLY BLIND

Pemendekan falangs, metakarpal dan metatarsal

PEMERIKSAAN KLINIS

Pemeriksaan Pandang
Pemeriksaan Rasa raba pada kelainan kulit
Pemeriksaan Saraf tepi dan fungsinya

Sensorik
Motorik
Otonom

: kapas, jarum, suhu


: kekuatan otot
: tes anhidrosis

KLASIFIKASI WHO
PB

MB

15

>5

Kerusakan
saraf tepi

Hanya 1 saraf

Banyak saraf

Skin smear
(BTA)

Negatif (-)

Positif (+)

Jumlah tanda/
bercak kulit

Tipe PB : I, TT, BT
Tipe MB : BB, BL, LL

PEMERIKSAAN BAKTERIOLOGI
Membantu menegakkan Dx dan klasifikasi
Membantu menilai hasil terapi
Ketentuan :
Kelainan kulit yang paling aktif
hindari kulit wajah, spesimen dari hidung
Lokasi :Cuping telinga ,2 lesi aktif
Pewarnaan :
Ziehl Neelsen

Indeks Bakteri (Bacterial Index = BI)


Ukuran semi kuantitatif kepadatan BTA
Tujuan: - membantu tentukan tipe kusta
-menilai hasil pengobatan
-Menurut skala logaritma Ridley

Indeks
Bakteri

Indeks Morfologi (Morphological Index/ MI)


Prosentase basil hidup (solid) terhadap seluruh
BTA
Tujuan: - mengetahui daya penularan kuman
- menilai hasil pengobatan
- membantu menentukan resistensi
obat
BTA utuh
MI = -------------------- X 100%
seluruh BTA

GAMBARAN HISTOPATOLOGI
Skin lesions
Granulomas
Epithelioid cells
Histiocytes
Foamy cells
Number of bacilli
Fernandez reaction
Mitsuda reaction
Anti - M. Leprae
antibodies
Erythema nodosum
Immunologic stability

TT
+
++++
++++
+/++++
++++
-/+

BT
++
+++
+++
+
+++
+++
-/++

BB
++
++
++
++
++
+
+
++

BL
+++
+/++++
+
+++
+++

LL
++++
++++
++
++++
+++

++

+/-

-/+
+/-

++
++

DIAGNOSIS
BANDING

Pitiriasis versikolor
Tinea korporis
Psoriasis
Sifilis II

PITIRIASIS VERSIKOLOR

PSORIASIS

TINEA KORPORIS

SIFILIS II

PENGOBATAN KUSTA
Tujuan
Menyembuhkan dan mencegah kecacatan
Memutuskan rantai penularan

REAKSI
KUSTA
episode akut dalam perjalanan kronis

peny.
kusta
reaksi imunitas selular dan humoral
sebelum, pada saat atau sesudah pengobatan
Pencetus
Kondisi lemah, Malaria
Kehamilan, Stres
Sesudah imunisasi
Jenis
Reaksi tipe 1
Reaksi tipe 2

REAKSI TIPE 1
Reaksi
reversal,
upgrading, borderline
Pada tipe borderline
imunitas selular secara
cepat kearah PB
Gejala :

lesi awal makin merah,


tebal
gangguan konstitusi
neuritis

gangguan
fungsi saraf tepi

REAKSI TIPE 2 / ENL


Terjadi pada MB
Reaksi humoral basil kusta
menjadi antigen
Badan
membentuk antibodi
dan komplemen
imunokomplex = Ag + Ab + C
Gejala :

Nodul
Neuritis gangguan fungsi
gangguan konstitusi
komplikasi organ lain: Sendi,
Ginjal, Mata

PENATALAKSANAAN
REAKSI KUSTA

Istirahat / imobilisasi
Beri : analgesik, sedatif
Obat anti reaksi prednison 30 mg/hr
MDT diteruskan