Anda di halaman 1dari 3

Soal ruptur uteri

1. Klasifikasi ruptur uteri menurut lokasi terjadinya yang benar dibawah ini adalah:
1. Korpus Uteri
2. Servik uteri
3. Kalpoporeksis
4. Ruptur uteri durante
Jawaban A ( 1,2,3 Benar)
2. Menurut tingkat robekan, ruptur uteri dibagi menjadi :
1. Ruptur uteri komplit
2. Ruptur uteri inkomplit
3. Ruptur uteri imminens
4. Ruptur uteri segmen bagian bawah rahim
Jawaban A (1,2,3 Benar)
3. Apa saja yang merupakan manifestasi klinis dari ruptur uteri :
1. Abnormalitas detak jantung janin
2. Bradikardi
3. Janin mudah diraba melalui palpasi abdomen
4. Hipoventilasi
Jawaban B (1, 3 Benar)
4. Etiologi terjadinya ruptur uteri spontan antara lain :
1. Posisi bayi letak lintang
2. Riwayat kecelakaan/ trauma
3. Panggul sempit ibu
4. Bebas sayatan klasik SC
Jawaban A (1,2,3, Benar)
5. Beberapa penyebab ruptur uteri gravidarum antara lain :
1. Riwayat partus prematurus
2. Riwayat SC
3. Riwayat HPP
4. Riwayat miomektomi
Jawaban C (2,4 Benar)
6. Klasifikasi ruptur uteri menurut waktu antara lain :
1. Ruptur uteri spontan
2. Ruptur uteri gravidarum
3. Ruptur uteri iminens
4. Ruptur uteri durante partum
Jawaban C ( 2,4 Benar)
7. Berikut ini adalah faktor resiko terjadinya ruptur uteri :
1. Distosia bahu
2. Penggunaan oksitosin
3. Post histerografi
4. Post partus sulit/ lama
Jawaban A (1,2,3 benar)

8. Beberapa faktor resiko terjadinya ruptur uteri antara lain :


1. VBAC
2. Grande multipara
3. Riwayat mioma uteri post op
4. Multipara
Jawaban A (1,2,3 Benar)
9. Ruptur uteri sering terjadi pada area berikut kecuali:
1. Segmen bawah rahim
2. Perinium
3. Korpus uteri
4. Fundus uteri
Jawaban C
10
.

Salah satu faktor resiko terjadinya ruptur uteri akibat kehamilan lebih dari 5 kali
melahirkan bayi baik hidup atau matu yaitu :
a. Nullipara
b. Multipara
c. Grande multipara
d. Grande primipara
e. Primipara
Jawaban : C

11. Perdarahan dalam bidang obstetri dapat dibagi menjadi perdarahan kehamilan muda,
perdarahan kehamilan lanjut dan perdarahan persalinan
Sebab
Ruptur uteri merupakan salah satu persalinan yang terjadi pada kehamilan lanjut dan
persalinan
Jawaban : A (semua pernyataan benar dan berhubungan)

12
.

Penatalaksanaan yang tepat pada pasien ruptur uteri adalah sebagai berikut kecuali :
a.
b.
c.
d.
e.

13
.

Atasi shick dengan pemberian cairan dan darah


Memberikan oksigen NRBM
Memberikan obat antiemetik
Memberikan obat antbiotik
Pelaksanaan histerektomi jika kondisi membahayakan ibu

Repair uteri (histerorafi) dilakukan pada pasien ruptur uteri dengan indikasi sebagai
berikut :
1. Pasien masih berharap fungsi reproduksinya
2. Kondisi klinis ibu stabil
3. Ruptur tidak berkomplikasi
4. Fungsi reproduksi ibu tidak diharapkan lagi
Jawaban A (1,2,3 benar)

14
.

Berikut ini tanda tanda yang ditemukan pada pasien dengan ruptur uteri adalah
1. Nyeri tekan abdominal
2. Hipertensi
3. Perdarahan pervaginam
4. Hipertermi
Jawaban : B (1 dan 3 benar)

15. Robekan pada dinding uterus hingga peritoneumnya ( perimetrium ) mengakibatkan


terjadi hubungan langsung antara rongga perut dan rongga uterus disebut...
a. Rupture uteri spontanea
b. Rupture uteri violenta
c. Rupture uteri kompleta
d. Rupture uteri inkompleta
e. Rupture uteri imminens
Jawaban C
16. Sectio secarea, kehamilan gemelli, hidramnion adalah faktor resiko terjadinya
a. Rupture uteri spontanea
b. Perdarahan postpartum
c. Rupture serviks
d. Inversio uteri
e. Rupture uteri imminens
Jawaban A
17. Pemeriksaan pada segmen bawah rahim (SBR) bila terjadi rupture uteri dapat dikenali
melalui...
1) Pada waktu datang his, korpus uteri teraba keras (hipertonik) sedangkan SBR
teraba tipis dan nyeri kalau ditekan.
2) Adanya usus yang menonjol jika rongga rahim telah kosong.
3) Di antara korpus dan SBR nampak lingkaran Bandl sebagai lekukan melintang yang
bertambah lama bertambah tinggi.
4) Nyeri tekan pada perut, terutama pada tempat yang robek. Jari-jari dan tangan
dapat digerakkan dengan bebas
Jawaban E (semua benar)

Anda mungkin juga menyukai