Anda di halaman 1dari 14

1.

1 Pengertian dan Kriteria Aktiva Tetap


Untuk dapat mencapai tujuannya, setiap perusahaan harus memiliki
aktiva (asset). Tanpa memiliki aktiva, tidak ada perusahaan yang dapat
menghasilkan suatu produk untuk dijual, yang pada akhirnya akan
berpengaruh terhadap kemampuan perusahaan dalam mencapai tujuannya.
Aktiva yang dimiliki perusahaan, dapat dikelompokkan ke dalam beberapa
kelompok sesuai dengan kriteria yang dimiliki, aktiva tidak berwujud, hingga
aktiva tetap berwujjud.
Setiap perusahaan akan memiliki jenis dan bentuk aktiva tetap yang
berbeda satu dengan lainnya. Bahkan perusahaan yang bergerak di dalam
bidang usaha yang sama, belum tentu memiliki aktiva tetap yang sama.
Apalagi jika perusahaan-perusahaan yang memiliki bidang usaha yang
berbeda. Umumnya aktiva tetap yang sering terlihat dapat berupa: kendaraan,
mesin, bangunan, tanah dan sebgainya. Tetapi tidak setiap jenis aktiva
tersebut diatas selalu dikelompokkan ke dalam kelompok aktiva tetap.
Walaupun setiap perusahaan memiliki rincian aktiva tetap yang berbeda,
terdapat suatu kriteria yang dapat digunakan untuk menentukan suatu aktiva
dapat dikelompokkan ke dalam kelompok yang mana.
Aktiva tetap adalah barang berwujud milik perusahaan yang sifatnya
relative permanen dan digunakan dalam kegiatan normal perusahaan, bukan
untuk diperjualbelikan. Melihat definisi tersebut, jelas bahwa tidak setiap
aktiva perusahaan dapat dikelompokkan sebagai aktiva tetap. Untuk dapat
dikelompokkan sebagai aktiva tetap, maka suatu aktiva harus memiliki
kriteria tertentu, yaitu:
1. Berwujud
Aktiva merupakan barang yang memiliki wujud fisik, maka apabila
sesuatu tidak memiliki bentuk fisik, seperti goowill, hak paten, dsb maka
tidak termasuk aktiva

2. Umurnya lebih dari satu tahun


Aktiva harus dapat dipergunakan dalam operasi lebih dari satu
tahun atau satu periode akuntansi. Walaupun memiliki bentuk fisik, tetapi
jika masa manfaatnya kurang dari satu tahun, seperti kertas, tinta printer,
pensil, penghapus, dsb maka tidak dapat dikategorikan sebagai aktiva
tetap. Dan yang dimaksudkan dengan umur aktiva tersebut adalah umur
ekonomis, bukan umur teknis, yaitu jangka waktu dimana suatu aktiva
dapat dipergunakan secara ekonomis oleh perusahaan.
3. Digunakan dalam operasi perusahaan
Barang tersebut harus dapat dipergunakan dalam operasi normal
perusahaan, yaitu dapat dipakai perusahaan untuk menghasilkan
pendapatan bagi perusahaan. Jika suatu aktiva memiliki wujud fisik dan
berumur lebih dari satu tahun tetapi rusak dan tidak dapat diperbaiki,
sehingga tidak dapat dipergunakan untuk operasi perusahaan, maka aktiva
tersebut harus dikeluarkan dari kelompok aktiva tetap.
4. Tidak diperjualbelikan
Suatu aktiva berwujud yang dimiliki perusahaan dan umurnya
lebih dari satu tahun, tetapi dibeli perusahaan dengan maksud untuk dijual
lagi, tidak dapat dikategorikan sebagai aktiva tetap dan harus dimasukkan
ke dalam kelompok persediaan.
5. Material
Brang milik perusahaan yang berumur lebih dari satu tahun dan
dipergunakan dalam operasi perusahaan tetapi harga per unitnya atau harga
totalnya relative tidak terlalu besar disbanding total aktiva perusahaan,
tiddak perlu dimasukkan sebagai aktiva tetap, barang-brang yang bernilai
rendah, seperti bullpen, staples, jam dinding, sendok, piring, dsb tidak
perlu dikelompokkan sebagai aktiva tetap. Memang tidak ada suatu
ketentuan baku, berapa nilai minimal dari suatu barang agar dapat

dikelompokkan sebagai aktiva tetap. Setiap perusahaan dapat menentukan


kebijaksanaan sendiri mengenai criteria materialitas tersebut.
6. Dimiliki perusahaan
Suatu aktiva berwujud yang bernilai tinggi, dipergunakan di dalam
operasi dan berumur lebih dari satu tahun, tetapi disewa perusahaan dari
pihak lain, tidak boleh dikeompokkan sebagai aktiva tetap. Kendaraan
sewaan misalnya, walaupun dipergunakan untuk operasi perusahaan dalam
jangka panjang, tetap tiadk boleh diakui sebagai aktiva tetap.

1.2 Pengelompokkan Aktiva Tetap


Aktiva tetap dapa berupa: kendaraan, mesin, bangunan, tanah, dsb.
Dari berbagai macam aktiva tetap yang dimiliki berbagai perusahaan. Unutk
tujuan akuntansi dikelompokkan menjadi:
1. Aktiva tetap yang umurnya tidak terbatas, seperti tanah, bangunan, lahan
pertanian, lahan perkebunan, dll. Aktiva tetap jenis ini adalah aktiva tetap
yang dapat dipergunakan secara terus-menerus selama perusahaan
menghendakinya tanpa harus memperbaiki atau menggantinya.
2. Aktiva tetap yang umurnya terbatas dan apabila sudah habis masa
manfaatnya bias diganti dengan aktiva lain yang sejenis, seperti mesin
kendaraan, computer, mebel, dll. Aktiva tetap kedua iniadalah jenis aktiva
tetap yang memiliki umur ekonomis maupun umur teknis yang terbatas.
Oleh karena itu, jika secara ekonomis sudah tidak menguntungkan (beban
yang dikeluarkan lebih besar dari manfaat), maka aktiva seperti ini harus
diganti dengan aktiva lain.
3. Aktiva tetap yang umurnya terbatas dan apabila sudah habis masa
manfaatnya tidak dapat diganti dengan yang sejenis, seperti tanah
pertambangan, hutan. Kelompok ativa tetap ini merupakan aktiva tetap

yang hanya sekali pakai dan tidak dapat diperbarui karena kandungan atau
isi dari aktiva itulah yang dibutuhkan, bukan wadah luarnya. Tanah
pertambangan memang tetap masih ada saat kanduangan emas atau
minyaknya habis, tetapi bukan tanah itu sendiri yang mendorong
perusahaan membeli atau berinvestasi, melainkan emas atau minyaknya.
Memang hutan dapat ditanam kembali, tetapi itu memerlukan waktu yang
sangat panjang dan beban yang sangat besar.

1.3 Penilaian dan Pencatatan Aktiva Tetap


Untuk memperoleh aktiva tetap, perusahaan harus mengeluarkan
sejumlah uang yang tidak hanya dipakai untuk membayar barang itu sendiri
sesuai dengan nilai yang tercantum di dalam faktur, tetapi jugauntuk beban
pengiriman, pemasangan, perantara, balik nama, dsb. Dan keseluruhan uang
yang dikeluarkan untuk memperoleh aktiva tetap tersebut disebut dengan
harga perolehan. Sedangkan di neraca, aktiva tetap dicatat sebesar nilai
bukunya.
Harga perolehan adalah keseluruhan uang yang dikeluarkan untuk
memperoleh suatu aktiva tetap sampai siap digunakan oleh perusahaan.
Karena itu harga perolehan meliputi: harga faktur aktiva tersebut, beban
angkut, beban pemasangan, bea impor, bea balik nama, komisi perantara, dsb.
aktiva tetap yang dimiliki perusahaan dicatatan diakui sebesar nilai
bukunya. Yaitu harga perolehan aktiva tetap tersebut dikurangi dengan
akumulasi depresiasi aktiva tetap.sedangkan nilai bukunya adalah nilai bersih
dari suatu aktiva seperti yang tercantum di dalam neraca, yaitu harga
perolehan aktiva tetap tersebut dikurangi dengan akumulasi depresiasi dati
aktica tetap tersebut. Akumulasi depresiasi berarti kumpulan dari seluruh
beban depresiasi selama beberapa periode akuntansi.

1.4 Cara memperoleh aktiva tetap


Tidak setiap aktiva tetap yang diperoleh melalui pembelian tunai
dicatat si dalam buku dengan jumlah sebesar uang yang dikeluarkan untuk
memperoleh aktiva tetap tersebut. Cara perolehan tersebut antara lain:
1. Pembelian tunai
Aktiva tetap yang diperoleh melalui pembelian tunai dicatat di
dalam buku dengan jumlah sebesar uang yang dikeluarkan untuk
memperoleh aktiva tetap tersebut, bea balik nama, beban angkut, beban
pemasangan, dll.
2. Pembelian angsuran
Apabila aktiva tetap diperoleh melalui pembelian angsuran, harga
perolehan aktiva tetap tersebut tidak termasuk bunga. Bunga selama masa
angsuran harus dibebankan sebagai beban bunga periode akuntansi
berjalan. Sedangkan yang dihitung sebagai harga perolehan adalah total
angsuran ditambah beban tambahan seperti beban pengiriman, bea balik
nama, beban pemasangan, dll.
3. Ditukar dengan surat berharga
Aktiva tetap yang ditukar dengan surat berharga, baik saham atau
obligasi perusahaan tertentu, dicatat dalam buku sebesar harga pasar
saham atau obligasi yang digunakan sebagai penukar.
4. Ditukar dengan aktiva tetap yang lainnya
Jika aktiva tetap diperoleh melalui pertukaran dengan aktiva lain,
maka prinsip harga perolehan tetap harus digunakan untuk memperoleh
aktiva yang baru tersebut, yaitu aktiva baru harus dikapitalisasikan dengan
jumlah sebesar harga pasar aktiva lama ditambah dengan uang yang
dibayarkan (kalau ada). Selisih antara harga perolehan tersebut dengan
harga harga nilai buku aktiva lama diakui sebagai laba atau rugi
perusahaan.

5. Diperoleh sebagai donasi


Jika aktiva diperoleh sebagai donasi, maka aktiva tersebut dicatat
dan diakui sebagai sebesar harga pasarnya.

1.5 Beban-beban selama masa penggunaan aktiva tetap


Terdapat pengeluaran-pengeluaran yang harus terjadi selama masa
penggunaan aktiva tersebut agar dapat memenuhi kebutuhan perusahaan.
Beban-beban tersebut antara lain:
1. Reparasi dan pemeliharaan
Beban dalam kelompok ini dapat dipilah menjadi beban yang
jumlahnya kecil dan beban yang jumlahnya besar. Beban yang jumlahnya
kecil dimasukkan sebagai bagian dari beban operasi tahun berjalan.
Sedangkan beban yang jumlahnya besar dikapitalisasikan ke dalam aktiva
tersebut sehingga menambah harga perolehan aktiva tetap tersebut.
2. Penggantian
Ada kemungkinan suatu bagian dari aktiva tetap harus diganti
karena rusak atau aus. Jika beban penggantian tersebut jumlahnya kecil
maka langsung dibebankan sebagai beban tahun berjalan, sedangkan jika
jumlahnya besar dikapitalisasikan kepada aktiva tetap tersebut.
3. Penambahan
Yang dimaksud dengan penambahan adalah memperbesar atau
memperluas fasilitas suatu aktiva, seperti penambahan ruang dalam
bangunan, penambahan kapasitas mesin, dll. Semua pengeluaran
penambahan dikapitalisasikan kepada aktiva tetap tersebut.

1.6 Depresiasi Aktiva Tetap


Total pengeluaran yang terjadi pada suatu periode akuntansi untuk
memperoleh aktiva tetap tertentu tidak boleh dibebankan seluruhnya sebagai
beban periode berjalan. Jika pengeluaran tersebut seluruhnya dibebankan
pada periode berjalan, maka beban periode berjalan akan terlalu berat
sedangkan beban periode berikutnya yang ikut menikmati dan memperoleh
manfaat dari aktiva tetap tersebut menjadi terlalu ringan. Dan itu berarti
terjadi ketidakadilan di dalam proses pembebanan suatu pengeluaran. Karena
periode di mana aktiva tersebut dibeli bebannya menjadi terlalu besar,
sedangkan periode berikutnya menjadi terlalu ringan. Karena itu supaya
keadilan pembebanan dapat terjadi harus dilakukan depresiasi terhadap aktiva
tetap tersebut.
Depresiasi adalah pengalokasian harga perolehan aktiva tetap menjadi
beban ke dalam periode akuntansi yang menikmati manfaat, dari aktiva tetap
tersebut.
1.6.1 Faktor yang berpengaruh dalam depresiasi
Terdapat tiga factor yang perlu dipertimbangkan dalam
menentukan beban depresiasi setiap periode, yaitu:
1. Harga perolehan adalah keseluruhan uang yang dikeluarkan untuk
memperoleh suatu aktiva tetap sampai siap digunakan oleh
perusahaan.
2. Nilai sisa (residu) adalah taksiran harga jual aktiva tetap tersebut
pada akhir masa manfaat aktiva tetap tersebut. Setiap perusahaan
akan memiliki taksiran yang berbeda satu dengan lainnya untuk
suatu jenis aktiva tetap yang sama. Jumlah taksiran nilai residu juga
akan sangat dipengaruhi umur ekonomisnya, inflasi nilai tukar, mata
uang, dsb.

3. Taksiran umur kegunaan adalah taksiran masa manfaat dari aktiva


tetap tersebut. Masa manfaat adalah taksiran umur ekonomis dari
aktiva tetap tersebut, bukan umur teknis. Taksiran masa manfaat
dapat dinyatakan dalam satuan periode waktu, satuan hasil produksi
atau satuan jam kerja.
1.6.2 metode perhitungan depresiasi
Untuk mengalokasikan harga perolehan suatu aktiva tetap ke
dalam periode-periode yang menikmati aktiva tetap tersebut, bukan
hanya menggunakan satu metode saja. Terdapat beberapa metode
yang dapat digunakan untuk menghitung beban depresiasi periodic,
yaitu:
1. Metode garis lurus (straight line method)
Adalah suatu metode perhitungan depresiasi aktiva tetap di
mana setiap periode akuntansi diberikan beban yang sama secara
merata. Beban depresiasi dihitung dengan cara mengurangi harga
perolehan dengan nilai sisa dan dibagi dengan umur ekonomis dari
aktiva tetap tersebut.
Depresiasi =

harga perolehannilai sisa


taksiran umur ekonomis aktiva

Metode perhitungan depresiasi dengan metode garis lurus


akan menghasilkan beban depresiasi yang sama dari tahun ke tahun.
Contoh:
Pada tanggal 1 april 2005 PT Rian Makmur membeli sebuah mesin
yang akan digunakan untuk memproduksi bahan kimia dengan harga
faktur sebesar Rp. 259.300.000. beban pengiriman sebesar Rp.
500.000, biaya pemasangan mesin sebesar Rp. 200.000. mesin
diperkirakan dapat dioperasikan secara ekonomis selama 12 tahun.
Atau 25000 jam kerja dan dalam tempo 12 tahun tersebut,

diperkirakan dapat digunakan untuk menghasilkan bahan kimia


sebanyak 30.000 ton. Pada akhir tahun kedua belas, diperkirakan
mesin tersebut dapat dijual seharga Rp. 60.000.000
Jawab: harga faktur mesin

= Rp. 359.300.000

Biaya pengiriman

= Rp.

500.000

Biaya pemasangan

= Rp.

200.000

Harga perolehan

= Rp. 360.000.000

Setelah harga perolehan diketahui, maka jurnal yang diperlukan


untuk mencatat pembelian mesin tersebut adalah sebagai berikut
Mesin

360.000.000
Kas

360.000.000

Jika mesin didepresiasikan dengan metode lurus maka besarnya


beban depresiasi adalah
Depresiasi =

360.0 00.00060.000 .000


12 tahun

= Rp. 25.000.000 pertahun


Karena mesin tersebut dibeli pada tanggal 1 april 2005, maka
sepanjang tahun 2005 mesin tersebut hanya dipergunakan selama 9
bulan, yaitu mulai bulan april-desember 2005. Maka beban
depresiasi mesin untuk tahun 2005 sebesar
= 9/12 x 25.000.000
= Rp. 18.750.000
Dari perhitungan diatas, maka jurnal penyesuaian yang perlu dibuat
adalah sebagai berikut.

Beban Depresiasi Mesin

360.000.000

Akumulasi Depresiasi Mesin

360.000.000

2. Metode jam jasa (service hour method)


Adalah suatu metode penghitungan depresiasi aktiva tetap, Diana
beban

depresiasi

pada

suatu

periode

akuntansi

dihitung

berdasarkan berapa jam periode akuntansi tersebut menggunakan


aktiva tetap itu. Besarnya beban depresiasi aktiva tetap dihitung
dengan cara mengurangkan harga perolehan dengan taksiran nilai
residu dan membagi hailnya dengan taksiran jumlah jam
pemakaian total dari aktiva tetap tersebut sepanjang umur
ekonomisnya. Hasil dari pembagian tersebut adalah beban
depresiasi per jam. Jumlah tersebut dijadikan dasar untuk
mengalikan dengan jumlah jam actual pemakaian aktiva tersebut
di dalam suatu periode. Sehingga diketahui beban depresiasi
aktiva tetap pada suatu periode.
Depresiasi =

harga perolehannilai sisa


taksiran jam pemakaian total

Contoh:
Dalam kasus mesin yang dibeli oleh PT rian Makmur tersebut, jika
selama tahun 2005, sejak bulan april-akhir desember 2005, mesin
tersebut digunakan bekerja selama 1.500 jam jam kerja, maka beban
depresiasi tahun 2005 jika dihitung dengan metode jumlah jam jasa
adalah sebagai berikut.
Depresiasi =

360.000.00060.000 .000
25.000 per jam kerja mesin

= Rp. 12.000 per jam kerja mesin

Karena selama tahun 2005, mesin tersebut digunakan selama 1.500


jam kerja, maka beban depresiasi mesin tersebut untuk tahun 2005
sebesar.
= 1.500 jam x Rp. 12.000
= Rp. 18.000.000
Maka jurnal penyesuaian yang perlu dibuat untuk mencatat beban
depresiasi mesin untuk tahun 2005 adalah sebagai berikut.
Beban Depresiasi Mesin
Akumulasi Depresiasi Mesin

18.000.000
18.000.000

3. Metode Hasil Produksi (productive output method)


Adalah suatu metode penghitungan depresiasi aktiva tetap, di
mana beban depresiasi pada suatu periode akuntansi dihitung
berdasarkan berapa banyak produk yang dihasilkan periode
akuntansi tersebut dengan mempergunakan aktiva tetap itu.
Besarnya beban depresiasi aktiva tetap dihitung dengan cara
mengurangkan taksiran harga perolehan dengan taksiran nilai
residu dan membagi hasilnya dengan taksiran jumlah produk yang
akan dihasilkan dari aktiva tetap tersebut sepanjang umur
ekonomisnya. Hasil dari pembagian tersebut akan diketahui beban
depresiasi per unit produk. Jumlah tersebut dijadikan dasar untuk
mengalikan dengan jumlah unit produk yang dihasilkan secara
actual di dalam suatu periode. Sehingga diketahui beban
depresiasi aktiva tetap pada suatu periode.
Depresiasi =

harga perolehannilai sisa


taksiran jumlah total produk yang dapat dihasilkan

Contoh:
Dalam kasus mesin yang dibeli oleh PT rian Makmur tersebut, jika
selama tahun 2005, sejak bulan april-akhir desember 2005, mesin
tersebut menghasilkan 1.750 ton, maka beban depresiasi tahun 2005
jika dihitung dengan metode jumlah jumlah hasil produksi adalah
sebagai berikut.
Depresiasi =

360.000 .00060.000.000
30.000 ton

= Rp. 10.000 per ton


Karena selama tahun 2005, mesin tersebut mampu menghasilkan
1.750 ton, maka beban depresiasi mesin tersebut untuk tahun 2005
sebesar.
= 1.750 ton x Rp. 10.000
= Rp. 17.500.000
Maka jurnal penyesuaian yang perlu dibuat untuk mencatat beban
depresiasi mesin untuk tahun 2005 adalah sebagai berikut.
Beban Depresiasi Mesin
Akumulasi Depresiasi Mesin

17.500.000
17.500.000

4. Metode beban menurun (reducing charge method)


Adalah suatu metode penghitungan depresiasi aktiva tetap, di mana
beban depresiasi pada suatu periode akuntansi dihitung dengan cara
mengalikan harga perolehan aktiva tetap yang telah dikurangi
dengan nilai sisanya dengan bagian pengurang yang setiap tahunnya
selalu berkurang. Bagian pengurang tersebut dihitung dengan cara

membagi bobot untuk tahun yang bersangkutan dengan jumlah


angka tahun selama umur ekonomis aktiva.
Depresiasi = (harga perolehan nilai sisa) x

bobot untuk tahun yang bersangkutan


jumlah angka ta

Menghitung depresiasi aktiva tetap dengan metode ini, beban


depresiasi suatu aktiva tetap akan semakin berkurang. Pada awal
tahun umr aktiva tersebut, beban depresiasi akan menjadi paling
besar, kemudian akan berkurang pada tahun berikutnya.
Contoh:
Pada awal tahun 2006 PT rian Makmur membeli sebuah truk dengan
harga perolehan sebesar Rp. 500.000.000 secara tunai. Kendaraan
tersebut direncanakan akan digunakan oleh perusahaan selama 5
tahun. Pada akhir tahun ke 5, diperkirakan mobil tersebut akan dapat
dijual dengan harga Rp. 200.000.000
Jika perhitungan depresiasi kendaraan tersebut menggunakan metode
jumlah angka tahun, maka akan menghasilkan jumlah depresiasi
tahunan sebagai berikut.
Tahun
ke

bobo
t

Bagian

Perhitungan depresiasi

pengurang

Beban
depresiasi
100.000.00

5/15

5/15 x (500.000.000 200.000.000)

4/15

4/15 x (500.000.000 200.000.000)

80.000.000

3/15

3/15 x (500.000.000 200.000.000)

60.000.000

2/15

2/15 x (500.000.000 200.000.000)

40.000.000

1/15

1/15 x (500.000.000 200.000.000)

20.000.000

15

15/15

Akumulasi depresiasi

jumla
h

300.000.00
0

Dengan demikian, beban depresiasi kendaraan tersebut untuk tahun


2006 jika menggunakan metode jumlah angka tahu adalah sebesar
Rp. 100.000.000 sehingga jurnalnya adalah sebagai berikut1
Beban Depresiasi kendaraan 100.000.000
Akumulasi Depresiasi kendaraan

100.000.000

1 Rudianto, Pengantar Akuntansi, (Jakarta: Erlangga, 2009), hlm.


272-280