Anda di halaman 1dari 8

Nama : Maya Aulia

NIM

:145020301111021
Sistem Informasi Akuntansi
Chapter 7: THE CONVERSION CYCLE (SIKLUS KONVERSI)

PENGERTIAN SIKLUS KONVERSI


Siklus Konversi adalah sekelompok kegiatan berulang pada aktivitas bisnisdan operasi
pemrosesan data yang berhubungan dengan pengkonversiansumber daya input, seperti bahan baku, tenaga
kerja, dan overhead menjadibarang jadi atau jasa untuk dijual. Siklus konversi berisi transaksi yang benarbenar ada ketika input diubah menjadi barang atau pelayanan dapat dijual. Proses yang digunakan dalam
siklus konversi adalah bahan, tenaga kerja, dan ongkos eksploitasi.
JENIS-JENIS SIKLUS KONVERSI
1. Sistem Produksi
Melibatkan perencanaan,penjadwalan,dan kontrolproduk fisik melalui proses manufaktur. Dalam hal ini
termasuk juga menentukan kebutuhan bahan baku,otorisasi pelepasan bahan baku ke produksi dan
pekerjaan yang harus dilakukan,serta mengarahkan pergerakan WIP ke berbagai tahap proses manufaktur.
Bergantung pada produk yang sedang di manufaktur,suatu perusahaanakan menerapkan satu dari metode
produksi berikut ini:
1. Proses berkelanjutanmenciptakan produk yang homogeny melalui serangkaian prosedur standar
yang berkelanjutan.semen dan petrokimia di produksi dengan metode manufaktur ini.biasanya
menurut pendekatan ini perusahaan berusaha untuk memelihara persediaan barang jadi pada
tingkat yang di butuhkan untuk memenuhi harapan penjualan yang di tetapkan.taksiran penjualan
yang berkaitan dengan informasi tingkat persediaan saat ini memicu proses ini.
2. Pemrosesan batch menghasilkan kelompok-kelompok (batch)produk terpisah.setiap item dalam
batch adalah sama,membutuhkan bahan baku dan operasi yang sama.untuk menjustifikasi biaya
perencanaan dan menyusun kembali peralatan untuk menjalankan setiap batch,jumlah item dalam
batch biasanya besar. Hal ini merupakan metode paling umum dari produksi. Metode ini di
gunakan untuk memanufaktur produk seperti;mobil,peralatan rumah tangga,dan computer.
Penggerak mekanisme proses ini adalah kebutuhan untuk mempertahankan tingkat persediaan

barang sesuai dengan kebutuhan penjualan yang di proyeksikan. Dokumen-dokumen yang

menggerakkan dan mendukung kegiatan pemrosesan batch yaitu:


Taksiran penjualan menunjukkan permintaan yang diharapkan untuk barang jadi perusahaan atau

untuk perioe tertentu.


Jadwal produksi perencanaan formal dan otorisasi untuk memulai produksi.
Tagihan bahan baku menspesifikasi jenis dan kuantitas bahan baku dan bahan perakitan yang

digunakan dalam memproduksi satu unit barang jadi.


Kertas rute menunjukkan jalan produksi untuk sekelompok produk tertentu selama proses

manufaktur.
Pesanan pekerjaan dari BOM (bill of material) dan kertas rute untuk menspesifikasi bahan baku

dan produksi untuk setiap batch.


Tiket untuk bergerak mencatat pekerjaan yang dilakukan untuk setiap pusat pekerjaan dan

mengotorisasi pergerakan pekerjaan atau batch dari satu pusat kerja ke pusat kerja lainnya.
Permintaan bahan baku mengotorisasi penjaga ruang penyimpanan untuk melepaskan bahan baku

kepada individu atau pusat kerja dalam proses produksi.


3. Proses produksi batch melibatkan pabrikasi produk-produk terpisah sesuai dengan spesifikasi
pelanggan. Proses ini di mulai oleh pesanan penjualan dan bukannnya oleh tingkat persdiaan
menipis.
2. Sistem Akuntansi Biaya
Mengawasi arus informasi biaya yang berkaitan dengan produksi. Informasi yang dihasilkan oleh
system ini digunakan untuk penilaian persediaan,penganggaran,control biaya,pelaporan kinerja,dan
keputusan-keputusan manajemen seperti keputusan membuat atau membeli.
PENGENDALIAN SISTEM PRODUKSI
Dalam penentuan biaya berdasarkan proses produksi,biaya dikumpulkan dalam proses atau
departemen berdasarkan periode. Pada setiap akhir periode,biaya setiap proses dibagi berdasarkan unit
yang diproduksi untuk mencari biaya rata-rata per unit. Proses costing digunakan jika tidak mungkin atau
tidak memuaskan untuk mengidentifikasikan banyak pekerjaan atau kumpulan produksi. Klasifikasi
proses atau departemen dapat dirancang sesuai dengan distribusi biaya atau tujuan pelaporan produksi.
Klasifikasi ini mendukung tujuan-tujuan akuntansi biaya proses dan pengendalian produksi dengan order
berulang. Biaya baik dalam join maupun proses costing dapat berupa biaya actual atau biaya yang
ditetapkan terlebih dahulu (contoh :biaya standar).Pengendalian intern atas persediaan dan produksi
didasarkan pada fungsi-fungsi terpisah dan catatan-catatan dasar dan dokumentasi,seperti order
produksi,formulir-formulir permohonan bahan, dan kartu jam kerja. Sistem akuntansi biaya meliputi baik
pengendalian produksi maupun persediaan ;keduanya sangat berkaitan dengan masukan
order,penagihan,penggajian,pengiriman,dan prosedur-prosedur pembelian.

1. Berkas dan Laporan.


Pengendalian produksi mencakup perencanaan produk mana yang akan diproduksi dan
penjadwalan produksi untuk mencapai pemanfaatan sumberdaya secara optimal. Kebutuhan dasar
produksi disajikan dalam daftar bahan dan daftar kegiatan utama. Spesifikasi bahan untuk produksi secara
rinci dicatat dalam daftar bahan. Daftar bahan mencakup bahan yang dibutuhkan dan di deskripsi
mengenai order. Daftar bahan dapat digunakan sebagai referensi untuk penggantian bahan,dan sebagai
dasar menentukan bahan pendukung.
Menentukan produk mana yang akan diproduksi membutuhkan keterpaduan antara permintaan
produk,permohonan produk,dan sumberdaya produksi yang tersedia di perusahaan. Sumberdaya tersedia
untuk produksi dikomunikasikan ke fungsi pengendalian produksi melalui laporan posisi persediaan dan
laporan ketersediaan barang. Laporan posisi bahan baku merinci sumber daya bahan dalam persediaan
yang tersedia untuk di produksi.
2. Aliran-Aliran Transaksi
Order produksi digunakan sebagai otorisasi departemen produksi untuk membuat produk tertentu.
Permintaan bahan diterbitkan untuk setiap order produksi untuk mengotorisasi departemen persediaan
untuk mengeluarkan bahan ke departemen produksi. Kegiatan tenaga kerja dicatat dalam kartu jam kerja.
Kartu ini di posting ke order produksi dan dikirimakan ke departemen akuntansi biaya. Rekonsiliasi
periodikkartu jam kerja dengan laporan tenaga kerja produksi merupakan fungsi pengendalianintern
penting.
3. Laporan Posisi Produksi
Secara periodic dikirim dari departemen produksi ke fungsi pengendalian produksi. Laporan
posisi produksi merinci pekerjaan selesai per order produksi sesuai dengan proses produksi. Ini digunakan
untuk monitor posisi produksi yang belum selesai dan untuk merivisi skedul produksi per departemen
sesuai kebutuhan.

4. Akuntansi Biaya

Departemen akuntansi biaya bertanggungjawab membuat catatan biaya barang dalam proses.
Catatan-catatan baru ditambahkan ke dalam file ini setelah menerima order produksi baru,dikeluarkan
oleh pengendalian produksi.

AKTIVITAS SIKLUS PRODUKSI


Ada empat aktivitas dasar dalam siklus produksi :
1. Perancangan Produk
Langkah pertama dalam siklus produksi adalah Perancangan produk.Tujuan aktivitas ini adalah
untuk merancang sebuah produk yang memenugi permintaan dalam hal kualitas, ketahanan, dan fungsi,
dan secara simultan meminimalkan biaya produksi.
Aktivitas perancangan produk menciptakan dua dokumen utama :
Daftar bahan baku
Daftar operasi
2. Perencanaan dan Penjadwalan
Langkah kedua dalam siklus produksi adalah perencanaan dan penjadwalan. Tujuan dari langkah ini
adalah mengembangkan rencana produksi yang cukup efisien untuk memenuhi pesanan yang ada dan
mengantisipasi permintaan jangka pendek tanpa menimbulkan kelebihan persediaan barang jadi. Dua
metode dari perencanaan produksi:

Perencanaan sumber daya produksi (MRP-II)

MRP-II adalah kelanjutan dari perencanaan sumber daya bahan baku yang mencari keseimbangan antara
kapasitas produksi yang ada dan kebutuhan bahan baku untuk memenuhi perkiraan permintaan penjualan

Sistem produksi Just-in-time (JIT)

Produksi JIT adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan system produksi dimana barang-barang
hanya di produksi hanya sesuai kebutuhan operasi mendatang. Tujuan produksi JIT adalah meminimalkan
atau meniadakan persediaan bahan baku, barang dalam proses, dan barang jadi
3. Operasi Produksi

Langkah ketiga dalam siklus produksi adalah produksi aktual dari produk.Cara aktivitas ini dicapai sangat
berbeda di berbagai perusahaan. Computer-Integrated Manufacturing (CIM) adalah penggunaan berbagai
bentuk TI dalam proses produksi, seperti robot dan mesin yang dikendalikan oleh komputer, untuk
mengurangi biaya produksi. Setiap perusahaan membutuhkan data mengenai 4 segi berikut ini dari
operasi produksinya :

Bahan baku yang digunakan

Jam tenaga kerja yang digunakan

Operasi mesin yang dilakukan

Serta biaya overhead produksi lainnya yang terjadi


4. Akuntansi biaya
Langkah terakhir dalam siklus produksi adalah akuntansi biaya. Tujuan dasar dari sistem akuntansi biaya
itu adalah :

Untuk memberikan informasi untuk perencanaan, pengendalian, dan penilaian kinerja

dari operasi produksi.


Memberikan data biaya yang akurat mengenai produk untuk digunakan dalam

menetapkan harga serta keputusan bauran produk.


Mengumpulkan dan memproses informasi yang digunakan untuk menghitung
persediaan serta nilai harga pokok penjualan yang muncul di laporan keuangan
perusahaan.

Dua jenis sistem akuntansi biaya yaitu :

Harga pokok pesanan


Perhitungan biaya pesanan membebankan biaya ke batch produksi tertentu, atau pekerjaan

tertentu. Pilihan perhitungan biaya berdasarkan pesanan atau proses hanya mempengaruhi metode yang
digunakan untuk membebankan biaya-biaya tersebut ke produk, bukan pada metode pengumpulan data.

Harga pokok proses


Perhitungan biaya proses membebankan biaya ke setiap proses, dan kemudian menghitung biaya

rata-rata untuk semua unit yang diproduksi.


Sebagian besar bahan baku diberi kode garis.Staf administrasi bagian persediaan menggunakan terminal
on-line untuk memasukkan data penggunaan bagi barang yang tidak diberi kode garis. Kartu waktu kerja
adalah sebuah dokumen kertas yang digunakan untuk mengumpulkan data mengenai aktivitas
pekerja.Dokumen ini mencatat jumlah waktu yang digunakan seorang pekerja untuk setiap tugas

pekerjaan tertentu.Para pekerja memasukkan data ini dengan menggunakan terminal online di setiap
bengkel kerja pabrik.

Mesin dan Peralatan

Ketika perusahaan mengimplementasikan CIM untuk mengotomatisasi proses produksi, proporsi


yang lebih besar dari biaya produksi berhubungan dengan mesin dan peralatan yang digunakan untuk
membuat produk tersebut.

Overhead Pabrik

Semua biaya produksi yang tidak secara ekonomis layak untuk ditelusuri secara langsung ke
pekerjaan atau proses tertentu.

Akuntansi untuk Aktiva Tetap

SIA juga dapat mengumpulkan informasi mengenai gedung, pabrik, dan peralatan yang digunakan
dalam siklus produksi.Aktiva tetap harus diberi kode garis untuk memungkinkan pembaruan yang cepat
dan periodik atas database aktiva tetap.
Informasi minimum yang seharusnya dijaga mengenai aktiva tetap adalah sebagai berikut :

Nomor seri
Lokasi
Biaya
Tanggal perolehan
Nama dan alamat pemasok
Umur yg diharapkan
Nilai sisa yang diharapkan
Metode penyusutan
Beban penyusutan ke tanggal
Perbaikan
Kinerja service pemeliharaan
Nomor identifikasi

TUJUAN SIKLUS PRODUKSI

Fungsi dari SIA dirancang dengan baik adalah untuk memberikan pengendalian yang cukup untuk
memastikan bahwa tujuan-tujuan berikut terpenuhi :

1.
2.
3.
4.
5.
6.

Semua produksi dan perolehan aktiva tetap diotorisasi dengan baik.


Persediaan barang dalam proses dan aktiva tetap dijaga keamanannya.
Semua transaksi siklus produksi yang valid dan sah akan dicatat.
Semua transaksi siklus produksi dicatat dengan akurat.
Catatan yang akurat dipalihara dan dilindungi dari kehilangan.
Aktivitas siklus produksi dilakukan secara efisien dan efektif.

ANCAMAN SIKLUS PRODUKSI

Ancaman-ancaman yang timbul dalam proses produksi adalah :

1.
2.

Transaksi yang tidak diotorisasi


Pencurian atau pengrusakan persediaan

3.

dan aktiva tetap


Kesalahan pencatatan dan posting

4.
5.

Kehilangan data
Masalah tidak efisien dan
pengendalian kualitas

6.

KEBUTUHAN INFORMASI DAN PROSEDUR


7.

Fungsi ketiga dari SIA adalah untuk memberikan informasi yang berguna untuk

mengambilan keputusan.Dalam siklus produksi, informasi biaya adalah dibutuhkan oleh para pemakai
internal dan eksternal. Kebanyakan sistem akuntansi biaya awalnya telah didesain untuk memenuhi
permintaan pelaporan keuangan.
8.

Kritik utama dari sistem akuntansi biaya tradisional adalah :

1. Alokasi biaya overhead tidak tepat


9.

Pemecahan dalam hal ini yaitu dengan menggunakan perhitungan biaya berdasarkan aktivitas
(ABC).ABC mencoba untuk menelusuri biaya ke berbagai aktivitas yang menimbulkannya, dan
secara berurutan hanya mengalokasikan biaya-biaya tersebut ke produk atau departemen.Dasar
yang digunakan untuk mengalokasikan biaya overhead pabrik adalah penggerak biaya.
Penggerak biaya adalah apapun yang memiliki hubungan sebab akibat dengan biaya.

10.

Manfaat dari sistem ABC yakni :

Keputusan yang lebih baik, Data biaya yang lebih akurat menghasilkan bauran produk serta

keputusan penetapan harga yang lebih baik.


Peningkatan pengelolaan biaya, Data biaya yang lebih terinci dapat meningkatkan kemampuan
manajemen untuk mengendalikan serta mengelola total biaya.

11.

MODEL DATA SIKLUS PRODUKSI


12.

Guna memaksimalkan kegunaan manajemen biaya dan pengambilan keputusan, data

siklus produksi harus dikumpulkan dari tingkat agregasi terendah. Entitas barang dalam proses digunakan
untuk mengumpulkan dan merangkum data mengenai bahan baku, tenaga kerja, dan operasi mesin yang
digunakan untuk memproduksi barang.