Anda di halaman 1dari 4

NAMA: IRWIN NANDITO

PERJANJIAN JUAL BELI

Pengertian Perjanjian Jual Beli


Dalam suatu masyarakat, dimana sudah ada peredaran uang berupamata uang
sebagai alat pembayaran yang sah, perjanjian jual beli merupakansuatu perjanjian
yang paling lazim diadakan diantara para anggotamasyarakat.Wujud dari perjanjian
jual beli ialah rangkaian hak-hak dankewajiban-kewajiban dari kedua belah pihak,
yang saling berjanji, yaitu sipenjual dan si pembeli.Perjanjian jual beli diatur dalam
Pasal 1457 sampai dengan Pasal 1540 KUHPerdata. Pengertian jual beli menurut
Pasal 1457KUHPerdata adalah suatu persetujuan, dengan mana pihak yang satu
mengikatkan dirinya untuk menyerahkan suatu kebendaan, danpihak yang lain
untuk membayar harga yang telah dijanjikan.
Mengenai sifat dari perjanjian jual beli, menurut para ahli hokumBelanda,
perjanjian jual beli hanya mempunyai sifat obligator, atau bersifatmengikat para
pihak.Jual beli yang bersifat obligator dalam Pasal 1459 KUHPerdatamenerangkan
bahwa hak milik atas barang yang dijual belum akanberpindah tangan kepada
pembeli selama belum diadakan penyerahanyuridis menurut Pasal 612, 613, dan
616 KUHPerdata.Dari sifat obligator tersebut dalam perjanjian jual beli,
dapatdijabarkan menjadi beberapa hal yang pada intinya juga termasuk dalamsifat
obligatortersebut. Hal ini dapat dilihat dari obyeknya (apa saja yangmenjadi
obyeknya), harga yang telah disepakati kedua belah pihak dalamperjanjian jual
beli, dan yang terakhir adalah hak dan kewajiban para pihak. (pasal 1548 KUH
Perdata)
SUBYEK HUKUM DALAM PERJANJIAN JUAL-BELI
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa perjanjian timbuldisebabkan oleh
karena adanya kata sepakat antara dua orang atau lebih.Pendukung Perjanjian
sekurang-kurangnya harus ada 2 (dua) orang tertentu.Masing-masing orang
tersebut menduduki tempat yang berbeda.Satu orang menjadi pihak kreditur, dan
seorang lagi sebagai pihak debitur.Kreditur dan debitur itulah yang menjadi subyek
perjanjian.Krediturmempunyai hak atas prestasi dan debitur wajib memenuhi

pelaksanaanprestasi. Maka sesuai dengan teori dan praktek hukum, kreditur


terdiridari:
1. Individu sebagai Persoon yang bersangkutan.
a. Manusia tertentu.
b. Badan Hukum.
Jika Badan hukum yang menjadi subyek, perjanjian yang diikat bernama
perjanjian atas nama atauveerbintenls op naam, dan kreditur yang bertindak
sebagaipenuntut disebut tuntutan atas nama.
2. Seseorang atas keadaan tertentu mempergunakan kedudukan atauhak orang lain
tertentu: misalnya seorang bezitter atas kapal.Bezitter ini dapat bertindak sebagai
kreditur dalam suatuperjanjian. Kedudukannya sebagai subyek kreditur bukan
atasnama pemilik kapal inpersoon. Tapi atas nama persoon tadisebagai bezitter.
Contoh lain,seorang menyewa rumah A.Penyewa bertindak atas keadaan dan
kedudukannya sebagaipenyewa rumah A, bukan atas nama A inpersoon, tapi atas
namaA sebagai pemilik sesuai dengan keadaannya sebagai penyewa.Lebih nyata
(Pasal 1576 KUHPerdata.)
Hak dan kewajiban Pihak Pembeli.
Kewajiban utama pihak pembeli menurut Pasal 1513KUHPerdata adalah
membayar harga pembelian pada waktu danditempat sebagaimana ditetapkan
menurut perjanjian.Jika pada waktumembuat perjanjian tidak ditetapkan tentang
itu, si pembeli harusmembayar ditempat dan pada waktu dimana penyerahan harus
dilakukan (Pasal 1514 KUHPerdata). Menurut Pasal 1515KUHPerdata, meskipun
pembeli tidak ada suatu janji yang tegas,diwajibkan membayar bunga dari harga
pembelian, jika barang yangdijual dan diserahkan memberi hasil atau lain
pendapatan.Sedangkan yang menjadi hak pembeli adalah menuntutpenyerahan
barang yang telah dibelinya dari si penjual. Penyerahantersebut, oleh penjual
kepada pembeli menerut ketentuan Pasal 1459KUHPerdata merupakan cara
peralihan hak milik dari kebendaan yangdijual tersebut. ( KUH Perdata )
KETENTUAN KHUSUS MENGENAI JUAL BELI

Hak Membeli Kembali


Hak untuk membeli kembali merupakan suatu hak yang diberikan oleh undang
undang berdasarkan pada perjanjian yang dibuat oleh para pihak. Dalam pasal
1519 KUHPerdata dikatakan bahwa : kekuasaan untukmembeli kembali barang
yang telah dijual diterbitkan atas suatu janji, dimana penjual diberikan hak untuk
mengambil kembali barangnya yang dijual dengan mengembalikan harga asal
dengan disertai penggantian sebagaimana yang diatur dalam pasal 1532.
Disebutkan pula penjual yang menggunakan janji membeli kembali tidak saja
diwajibkan mengembalikan seluruh harga pembelian asal,tetapi juga diwajibkan
mengganti semua biaya menurut hukum, yang telah dikeluarkan untuk
penyelenggaraan pembeliannya serta penyerahannya, begitu pula biaya- biaya yang
perlu untuk pembetulan pembetulan dan biaya yang menyebabkan barangnya
yang dijual bertambah harganya, yaitu sejumlah tambahan ini.
1. Pengertian dari jual beli dapat berarti suatu perjanjian yang bertimbal balik dan
suatu perjanjian yang konsensuil. Maksudnya disini adalah perbuatan jual beli ini
menimbulkan suatu kewajban bagi kedua belah pihak yang saling berkaitan antara
pihak penjual dan pembeli dan ditandai dengan adanya suatu penerimaan yang
dilakukan oleh pembeli dan penyerahan yuang dilakukan oleh penjual.
2. Dalam peristiwa jual beli ada ketentuan yang mengatur mengenai hak dan
kewajiban penjual maupun pembeli memiliki kewajiban untuk mematuhi
perjanjian diantara mereka. Dimana perjanjian tersebut berlaku selayaknya Undang
undang bagi kedua belah pihak.pihak penjual berhak memperoleh pembayaran
atas kebendaan yang telah diserahkan dan pembeli berhak untuk memperoleh
jaminan atas kebendaan yang diterima dari penjual.

3. Dalam hal hal khusus seperti pembelian kembali kebendaan yang telah
diperjualbelikan sebagimana yang disepakati dalam perjanjian, pihak penjual harus
membayarkan sejumlah harga yang telah dibayarkan oleh pembeli beserta jumlah
dari penambahan nilai yang dilakukan pembeli atas kebendaan tersebut sehingga
harga jual kebendaan tersebut bertambah.( Pasal 1519 KUHPerdata)

HAK PENJUAL DAN PEMBELI


Rumusan pasal 1517 KUHPerdata menyebutkan : Jika pembeli tidak membayar
harga pembelian, maka penjual dapat menuntut pembatalan pembelian menurut
ketentuan ketentuan pasal 1266 dan 1267.
Sebagaimana suatu hal yang esensi dalam jual beli maka sejalan dengan hak
penjual untuk tidak menyerahkan kebendaan sebelum dibyar, maka kepada
pembeli juga selayaknya diberikan hak bahwa dia tidak diwajibkan untuk
membayar jika ia tidak dapat memiliki dan menguasai serta memanfaatkan dan
menikmati kebendaan yang dibeli tersebut secara aman dan tenteram, kecuali jika
hal tersebut telah dilepaskan olehnya.
Sebagaimana yang diatur dalam pasal 1516 KUHPerdata yang menyatakan : Jika
pembeli, dalam penguasaanya, diganggu oleh suatu tuntutan hukum yang
berdasarkan hipotek atau suatu tuntutan untuk meminta kembali barangnya, atau
jika pembeli mempunyai suatu alasan untuk berkhawatir bahwa ia akan diganggu
dalam penguasaannya,maka ia dapart menangguhkan pembayaran harga
pembelian, hingga penjual telah menghentikan gangguan tersebut, kecuali jika
penjual memilih memberikan jaminan atau jika telah diperjanjikan bahwa pembeli
diwajibkan membayar biarpun dengan segala gangguan.
Pada pasal 1491 jo pasal 1492 KUHPerdata lebih ditegaskan dan menyatakan :
penanggungan yang menjadi kewajiban penjual terhadap pembeli adalah untuk
menjamin 2 hal, yaitu:
Pertama, penguasaan barang yang dijual itu secara aman dan tenteram;
Kedua, terhadap adanya cacat cacat barang tersebut yang tersembunyi, atau yang
sedemikian rupa hingga menerbitkan alasan untuk pembatalan pembeliannya