Anda di halaman 1dari 27

PENDIDIKAN ANTI KORUPSI DI

PERGURUAN TINGGI UNTUK PEMBENTUKAN


KARAKTER MAHASISWA SESUAI DENGAN NILAI-NILAI
HAM

TUGAS PRESENTASI KELOMPOK 5


BIMA BAHTERADI PUTRA
(5110100105)
EVAN ALDIAN JOVIANTO
(3613100052)
FACHRI RAMADHAN
(3112100112)
FAIZ FATHUR RAHMAN
(2913100041)
RIZKI FAHRUDIN ULIN
(3514100076)

LATAR BELAKANG
Tingkat Korupsi di Indonesia yang sudah sangat
mengkhawatirkan
Tindakan Pencegahan Korupsi yang belum
menunjukkan hasil yang optimal
Berdasarkan laporan bank dunia, Indonesia termasuk
dalam negara yang utangnya parah, berpenghasilan
rendah (severely indebted low income country) dan
termasuk dalam kategori negara-negara termiskin di
dunia seperti Mali dan Ethiopia.

KERANGKA TEORI
PENDIDIKAN => berasal dari kata didik + memenjadi mendidik artinya memelihara dan
memberi latihan
Arti luas : usaha sadar dan terencana untuk
mewujudkan suasana belajar dan proses
pembelajaran agar peserta didik secara aktif
mengembangkan potensi dirinya untuk
memiliki kekuatan spiritual keagamaan,
pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan,
akhlak mulia, serta keterampilan yang
diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan
negara

HAM => Hak Asasi Manusia


Secara yuridis => Pasal 1 angka 1 Undang-Undang
Nomor 39 tahun 1999 tentang HAM: adalah
seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan
keberadaan setiap manusia sebagai makhluk Tuhan
Yang Maha Esa dan merupakan anugerah-Nya yang
wajib dihormati, dijunjung tinggi, dan dilindungi oleh
Negara Hukum, Pemerintahan, dan setiap orang,
demi kehormatan serta perlindungan harkat dan
martabat manusia

FAKTOR PENYEBAB KORUPSI


Faktor Internal : datang dari pribadi masing-masing
Contoh : Lemahnya keimanan, rasa malu, pola hidup
konsumtif, aspek sosial lain.

Faktor Eksternal : diakibatkan oleh pengaruh lingkungan


sekitar
Contoh : Gaji yang kurang, instabilitas politik, kekuasaan
politik, lemahnya penegakan hukum, masyarakat yang
kurang mendukung anti-korupsi

DAMPAK KORUPSI
Dampak korupsi dapat dilihat dari berbagai
macam indikator fisik
Contoh :
- Kenaikan harga barang
- Kualitas infrastruktur yang buruk
- Sulitnya akses pendidikan
- Terancamnya keamanan
- Kurangnya kepercayaan dari investor asing

UPAYA PENCEGAHAN KORUPSI


Terhadap Faktor Internal : Perlunya ditanamkan
nilai-nilai anti-korupsi. Hal ini mampu membuat
individu dapat mengenali tindakan korupsi.
Terhadap Faktor Eksternal : Diperlukannya
prinsip anti-korupsi akuntabilitas, transparansi,
kewajaran, kebijakan, dan kontrol terhadap
suatu hubungan sosial.

PERANAN MAHASISWA
Peranan mahasiswa dalam gerakan anti-korupsi
lebih kepada upaya pencegahan korupsi
melalui budaya anti-korupsi dimasyarakat.
Mahasiswa dianggap sebagai titik puncak dari
pembelajaran dan titik awal dari kegiatan sosial
dalam masyarakat suatu negara.

ALASAN MAHASISWA SEBAGAI UJUNG


TOMBAK PENCEGAHAN KORUPSI
Mahasiswa dianggap memiliki time-management
yang baik sehingga mampu mengerjakan
berbagai kegiatan perkuliahan dan nonperkuliahan di waktu yang terbatas
Mahasiswa memiliki intuisi yang dapat memahami
benar atau salah setelah mengenyam 12 tahun
pendidikan dasar
Mahasiswa dianggap sudah mandiri dalam
menentukan keputusannya.

PENDIDIKAN NON-FORMAL SEBAGAI SALAH


SATU METODE PENCEGAHAN KORUPSI
Kelebihan Pendidikan Non-formal sebagai
media penyaluran budaya anti-korupsi
- Tidak terikat pada suatu kurikulum tertentu
- Pembelajarannya tidak terikat pada suatu
tingkat tertentu
- Dapat langsung diaplikasikan terhadap kegiatan
kemahasiswaan di kampus

HUBUNGAN KOHERELASI ANTARA PENDIDIKAN


DAN HAM
Dunia menganggap pendidikan merupakan Hak
Asasi yang wajib diberikan kepada setiap
manusia yang ada di dunia serta tidak dapat
diganggu gugat oleh karena itu maka Dunia
mensetujui pendidikan sebagai HAM
dalam UDHR (Universal Declaration of Human
Right) sebagai mana tertuang dalam pasal 26

IMPLEMENTASI PENDIDIKAN
DAN HAM DI INDONESIA
a. Pasal 28c ayat 1 dan 2 UUD 1945
b. Pasal 28i ayat 4 UUD 1945
c. Pasal 28j UUD 1945
d. Pembukaan UUD 1945
e. UU No 23 Tahun Tentang Pendidikan Nasional
f. UU No 39 Tahun 1999 tentang HAM
g. UU No 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM, Kepres No
50 Tahun 1998 tentang KOMNAS HAM, Kepres No 181 Tahun
1998 tentang KOMNAS anti kekerasan Anak dan Perempuan

FAKTOR FAKTOR PENUNJANG


HUBUNGAN HAM DAN PENDIDIKAN
a. Stabilitas Hukum
b. Aparatur yang terampil, tegas, bersih dan
takut akan hukum
c. Masyarakat yang madani dan taat hukum
d. Sarana dan Prasarana

METODE PEMBELAJARAN
Kajian
Studi Kasus
Diskusi
Kuliah Umum
Role-Playing
Penggunaan Media Film
Kerjasama KPK
Tutor Anti-Korupsi

KAJIAN ANTI KORUPSI


Kajian Anti Korupsi ini akan menitik beratkan terhadap
kajian teoritis terhadap nilai-nilai anti korupsi dan
pencegahannya.
Peserta dari kegiatan ini adalah mahasiswa yang baru
pertama kali hadir sebagai peserta, dan mahasiswa
yang sudah berpengalaman sebagai moderator
Bentuk kegiatan ini pemaparan dari teori tentang
tindakan korupsi dan diskusi mengenai teori-teori
tersebut

DISKUSI STUDI KASUS


Diskusi Mengenai studi kasus tentang korupsi
yang sedang booming di masyarakat.
Hasil Diskusi ini dapat berupa motif atau latar
belakang suatu kasus, tindakan pencegahan,
dan solusi
Diskusi ini dapat menjadi tempat latihan bagi
mahasiswa terkait kemampuan identifikasi
kasus korupsi berdasarkan teori korupsi

DISKUSI MENGENAI PERBAIKAN


SISTEM
Diskusi Ini menitikberatkan pada tindakan suatu
sistem akibat tindak pidana korupsi
Contoh : Pencopotan Kepala Daerah yang
terlibat tindak pidana Korupsi
Bahan diskusi dapat diperoleh dari sekitar
kampus, semisal : kepanitiaan ITS Expo, Bagian
Pengadaan ITS, Panitia Pemilu Presbem dll..

KULIAH UMUM / KULIAH TAMU


Mengundang tokoh yang terkait dengan pidana
korupsi untuk memberikan suatu ulasan terkait
tindak pidana korupsi
Contoh : hakim tipikor, ketua KPK, terpidana
Korupsi
Diharapkan mahasiswa mendapatkan suatu
inspirasi dari pakar-pakar tersebut

ROLE-PLAYING
Mengadakan Suatu diskusi terkait dengan suatu
permainan peran dengan tema korupsi
Diharapkan mahasiswa mengambil peran yang
sesuai dengan bidangnya.
Contoh : Pengadilan Kasus Korupsi pembangunan
suatu jembatan, pengadilan korupsi dana pengadaan
pelayanan kesehatan oleh seorang dokter.
Diharapkan mahasiswa mampu mengidentifikasi
kasus korupsi dari berbagai sudut pandang

PENGGUNAAN MEDIA FILM


SEBAGAI MEDIA ANTI KORUPSI
Berbentuk Sebuah Festival Film dimana
temanya terkait dengan tindak pidana korupsi
Film telah menjadi sebuah media yang dapat
diakses dengan mudah dalam kehidupan
sehari-hari
Film diharapkan dapat membantu dalam
menanamkan nilai-nilai anti korupsi secara
bawah sadar.

KERJASAMA KPK BESERTA


KAMPUS
Melakukan Joint Agreement dengan kpk terkait
pengawasan Korupsi di lingkungan kampus.
Pengawasan dapat dilakukan di berbagai
bidang seperti kegiatan kemahasiswaan,
keputusan dari pihak kampus, pengadaan
barang dll..
Hal ini diharapkan mampu meningkatkan
budaya anti-korupsi ke level yang lebih nyata

PENYEDIAAN TENAGA MAHASISWA


SEBAGAI TUTOR ANTI-KORUPSI KE
TINGKATAN YANG LEBIH RENDAH
Penyediaan tutor anti-korupsi ke jenjang SD,
SMP, SMA dengan teori korupsi yang telah
disesuaikan
Diharapkan mahasiswa mampu membantu
adik-adiknya dalam meningkatkan budaya antikorupsi di indonesia.

TUJUAN DARI PENDIDIKAN ANTI


KORUPSI DI TINGKAT MAHASISWA
Mahasiswa mampu mencegah dirinya sendiri agar
tidak melakukan tindak korupsi (individual
competence).
Mahasiswa mampu mencegah orang lain agar
tidak melakukan tindak korupsi dengan cara
memberikan peringatan orang tersebut.
Mahasiswa mampu mendeteksi adanya tindak
korupsi (dan melaporkannya kepada penegak
hukum).

STANDAR KOMPETENSI
Kompetensi individual dimulai dari mahasiswa
memiliki persepsi negatif mengenai korupsi dan
persepsi positif mengenai anti-korupsi,
menguatnya kesadaran (awareness) terhadap
adanya potensi tindak korupsi. Mahasiswa
akhirnya memiliki sikap anti-korupsi dalam arti
berusaha untuk tidak melakukan tindak korupsi
sekecil apapun.

STANDAR KOMPETENSI
Sikap anti-korupsi ini kemudian memberikan
efek-tular ke lingkungan sekitar dimana
mahasiswa berani mengingatkan atau
mencegah orang lain agar tidak melakukan
tindak korupsi dalam bentuk apapun, termasuk
mampu memberikan informasi kepada orang
lain mengenai hal-hal terkait korupsi dan antikorupsi.

KESIMPULAN
Untuk mewujudkan pendidikan anti korupsi,
banyak hal yang harus dibenahi termasuk
lingkungan masyarakat
Mahasiswa sangat dan harus berperan aktif,
karena selain sebagai elemen penting dalam
upaya menunjang proses pendidikan anti
korupsi, juga sebagai tutor untuk jenjang yang
lebih rendah
Mencegah korupsi dimulai dari diri sendiri

TERIMA KASIH