Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH ILMU DASAR KEPERAWATAN 1

PENGANTAR METABOLISME

KELOMPOK 5 :
1.
2.
3.
4.

ANTON PRADANA
TRI OKTA LINDA PERTIWI
DINA HOLDIAH
NASIROH BINTI HAJIAHMAD

PROGAM STUDI S1 ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER
2015/2016

KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha
Panyayang, Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang
telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga
kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan benar.
Makalah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan
bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan
makalah ini. Untuk itu kami menyampaikan banyak terima kasih kepada
semua pihak yang telah membantu dalam pembuatan makalah ini.
Akhir kata kami berharap semoga makalah ini dapat memberikan
manfaat maupun inpirasi terhadap pembaca.

Jember, Oktober 2015

Penyusun,

PENDAHULUAN

1.LATAR BELAKANG
Metabolisme adalah proses pengolahan (pembentukan dan penguraian)
zat -zat yang diperlukan oleh tubuh agar tubuh dapat menjalankan fungsinya.
Metabolisme juga dapat diartikan sebagai proses pengolahan (pembentukan dan
penguraian Katabolisme dan Anabolisme ) zat-zat yang diperlukan oleh tubuh
untuk menjalankan fungsinya. Kelainan Metabolisme adalah keadaan tubuh yang
tidak mampu menjalankan proses metabolisme karena sesuatu dan lain hal. Yang
paling berpengaruh bisa atau ketidakbisaan tubuh ialah disebabkan oleh kelainan
tidak memiliki suatu enzim yang diperlukan untuk membantu metabolisme.
Kelainan metabolisme seringkali disebabkan oleh kelainan genetik yang
mengakibatkan hilangnya enzim tertentu yang diperlukan untuk merangsang suatu
proses metabolisme.

B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa yang dimaksud dengan metabolisme?
2. Jelaskan ciri-ciri pada enzim?
3. Bagaimana regulasi mosterik pada enzim?

C. TUJUAN PENULISAN
1. Untuk mengetahui tentang metabolisme.
2. Untuk mengetahui tentang ATP.
3. Untuk mengetahui cara kerja enzim.

PEMBAHASAN

Pada reaksi A+ B C +D secara termodinamika:


Apabila G < 0 dikatakan reaksi ke kanan bersifat eksergonik (dapat
berlangsung spontan)
Apabila G = 0 dikatakan reaksi setimbang
Apabila G > 0 dikatakan reaksi ke kanan bersifat endergonik (tidak dapat
berlangsung spontan, karena untuk dapat berlangsung perlu energi/ dikaitkan
dgn reaksi eksergonik).
Metabolisme

merupakan

suatu

totalitas

proses

kimia

yang

berlangsung di dalam sel . Dalam metabolisme juga di perlukan 2 komponen


lain yaitu ATP dan enzim.
A. Adenin Trisfosfat (ATP)
ATP adalah molekul nukleotida berenergi tinggi yang tersusun atas gula
pentosa, basa nitrogen, adenin ,dan mengikat tiga gugus fosfat yang disebut trifosfat.

Hubungan energi dengan mahluk hidup memiliki arti pembahasan mengenai


reaksi kimia yang terjadi dalam sel.
Pada sistem biologis: manusia bersifat isotermis (suhu tubuh konstan).
manusia menggunakan panas yang terbentuk pada suatu reaksi antara lain
untuk mempertahankan suhu tubuh tetapi tidak dapat mengubahnya menjadi
energi mekanik atau energi listrik, sisa panas akan dibuang ke luar. Oleh
karena itu yang lebih penting diperhitungkan adalah bentuk energi kimia (atp
dll).
Ada dua reaksi yaitu:
1. reaksi endergonik yaitu reaksi yang membutuhkan input atau
pemasukan energi atau endergonik berarti energi masuk, dan
2. reaksi eksergonik yaitu reaksi kimia yang melepaskan energi atau
eksergonik berarti energi keluar

Pada sistim Biologis energi yang dihasilkan sedikit sekali yang dlm

bentuk panas. Sebagian besar dalam bentuk senyawa kaya energi (ATP,GTP)
Demikian pula reaksi yang memerlukan energi bukan dalam bentuk panas
akan tetapi dalam bentuk ATP/GTP.
Mekanisme pengaitan/cara kerja ATP :
1. Melalui pembentukan senyawa antara:
A + C ~ | Sa | ~ B + D
2. Melalui pembentukan senyawa kaya energi (~ e )
Cara suatu senyawa (e) akan menangkap energi yg dihasilkan oleh reaksi
eksergonik ~e, dan kemudian ~e akan memberikan energinya untuk reaksi
endergonik ~ adalah simbol untuk

menunjukkan

ikatan berenergi

tinggisenyawa kaya energi (~ e ) yang paling banyak didapat adalah


ATP : adenosin p ~ p ~ p
Senyawa kaya energi (~e) ATP : adenosin p ~ p ~ p (adenosin
trifosfat) ATP adalah suatu nukleotida yg dalam bentuk aktifnya. Membentuk
kompleks dengan Mg++
Atau Mn++ peranan atp sbg pembawa energi terletak pada gugusan Trifosfat
yg mengandung 2 ikatan fosfoanhidrid. Hidrolisis ikatan ini akan melepaskan
banyak energi Bebas. Analog ATP : GTP, CTP, UTP.
Senyawa kaya energi (~ e ) lainnya misalnya, fosfoenolpiruvat,
kreatinfosfat ada simbol ikatan Bertenaga tinggi (~)
tumbuhan mendapatkan energinya dari fotosintesis sedangkan hewan
dan manusia mendapatkannya dari bahan makanan.

Struktur ATP dapat dilihat pada gambar diatas. Rumus molekulnya


adalah C10H16N5O13P3 dan berbagai elemen dapat dilihat pada gambar. Garis
merah bergelombang mewakili ikatan energi yang melepaskan energi selama
hidrolisis.
Sebelum ATP dapat melepaskan energi, energi tersebut harus
diproduksi. Produksi ATP adalah proses kimia yang terbentuk dari reaksi
antara adenosin difosfat dan fosfat anorganik. Hasilnya adalah pembentukan
ATP dan air. Reaksi itu sendiri membutuhkan sejumlah besar energi (sekitar
7,3 kkal/mol) dan proses berlangsung melalui berbagai cara seperti glikolisis,
fotosintesis dan respirasi sel.

Ketika reaksi berlangsung atau selama proses metabolisme, jumlah yang


sama dari energi dilepaskan dan karenanya ATP bertindak sebagai sumber
energi. Reaksi dalam hal ini diberikan oleh
ATP + HO ADP + P + Energi bebas

B. Enzim

Enzim adalah senyawa protein yang bertindak sebagai biokatalisator,


artinya senyawa tersebut mampu mempercepat reaksi kimia, tetapi seperti Itu
sendiri tidak ikut bereaksi. Pada umumya enzim tersusun atas dua bagian
yaitu: apoenzim (yang mengandung protein), dan (koenzim yang tidak
mengandung protein).
Enzim juga memiliki ciri-ciri lain seperti berikut:
a. Enzim bekerja spesifik, artinya enzim tidak dapat bekerja pada semua
substrat, tetapi hanya bekerja pada substrat tertentu saja.
b. Enzim berupa koloid, artinya dalam larutan enzim membentuk suatu
koloid sehingga aktivitasnya lebih besar.
c. Enzim dapat bereaksi dengan substrat asam maupun basa. Dengan
arti, sisi aktif enzim mempunyai gugus R residu asam amino spesifik.
d. Termolabil, artinya aktivitas enzim dipengaruhi oleh suhu. Jika suhu
rendah, kerja enzim akan lambat. Semakin tinggi suhu, reaksi kimia
yang dipengaruhi enzim semakin cepat. Namun,

jika suhu terlalu

tinggi, enzim akan mengalami denaturasi.


e. Kerja enzim bersifat bolak-balik (reversibel), artinya enzim tidak
dapat menentukan arah reaksi, tetapi hanya mempercepat laju reaksi
hingga mencapai keseimbangan.
Cara Kerja Enzim
Enzim mengkatalis reaksi dengan meningkatkan kecepatan reaksi.
Meningkatkan kecepatan reaksi dilakukan dengan menurunkan energy
aktivasi (energy yang diperlukan untuk reaksi). Penurunan energy aktivasi
dilakukan dengan membentuk kompleks dan substrat. Secara sederhana kerja
enzim digambarkan sebagai berikut:

Substrat + Enzim -->KompleksEnzim Substrat

EnzimProduk
Setelah produk dihasilkan dari reaksi, enzim kemudian dilepaskan.
Enzim bebas untuk membentuk kompleks yang baru dengan substrat yang
lain. Kerja enzim dapat diterangkan dengan dua teori, yaitu teori gembok dan
kunci, serta teori kecocokan yang terinduksi.
Teori Gembok dan Kunci (Lock and Key Theory)
Pada teori gembok dan kunci menyatakan bahwa enzim dan substrat
akan bergabung bersama membentuk kompleks, seperti kunci yang masuk
kedalam gembok. Di dalam kompleks, substrat dapat bereaksi dengan energy
aktivasi yang rendah. Setelah bereaksi, kompleks lepas dan melepaskan
produk serta membebaskan enzim.

Teori Kecocokan yang Terinduksi (Induced Fit Theory)


Sisi aktif enzim bersifat fleksibel sehingga dapat berubah bentuk
menyesuaikan bentuk substrat. Ketika substrat memasuki sisi aktif enzim,
bentuk sisi aktif termodifikasi melingkupinya membentuk kompleks. Ketika
produk sudah terlepas dari kompleks, enzim kembali tidak aktif menjadi
bentuk yang lepas, hingga substrat yang lain dapat bereaksi dengan enzim
tersebut.

Mekanisme reaksi enzim atis dipengaruhi oleh berbagai faktor, meliputi:


suhu, PH, konsentrasienzim, konsentrasisubstrat, zat-zat pengikat (aktivator),
dan zat-zat penghambat (inhibitor). Enzim hanya dapat bekerja maksimum
pada kisaran suhu 38C -40C dan PH antara 6-8. Selain itu, penambahan
konsentrasi enzim dan konsentrasi substrat mengakibatkan kecepatan reaksi
meningkat hingga dicapai kecepatan konstan. Adanya zat kimia tertentu juga
dapat meningkatkan aktivitas kerja enzim. Sementara itu, dengan adanya
inhibitor, enzim tidak dapat berikatan dengan substat sehingga tidak dapat
menghasilkan suatu produk.
Ada dua macam inhibitor enzim, yaitu
inhibitor kompetitif dan inhibitor non-kompetitif. Inhibitor kompetitif
adalah molekul penghambat yang cara kerjanya bersaing dengan substrat
untuk mendapatkan sisi aktif enzim. Sementaraitu, inhibitor non- kompetitif
adalah molekul penghambat enzim yang bekerja dengan cara melekatkan diri
pada luar sisi aktif, sehingga bentuk enzim berubah dan sisi aktif tidak dapat
berfungsi.
Fungsi Enzim :
-Menurunkan energy aktivasi
-Mempercepat reaksi pada suhu dan tekanan tetap tanpa mengubah
besarnya tetap seimbangnya
-Mengendalikan reaksi
Sifat Enzim
1. Enzim merupakan biokatalisator yang mempercepat jalannya reaksi
tanpa ikut bereaksi.
2. Thermolabil. Mudah rusak bila dipaskan lebih dari 60C
3. Merupakan senyawa protein, sehingga sifat protein masih melekat
pada enzim
4. Dibutuhkan dalam jumlah sedikit, sebagai biokatalisator, reaksi
menjadi sangat cepat dan berulang-ulang.

5. Bekerja di dalam sel (endoenzim) dandi luar sel (ektoenzim) Umum


nya enzim bekerja mengkatalis reaksi satu arah, meskipun ada yang
mengkatalis reaksi dua arah
6. Bekerjanya spesifik, karena sisi aktif enzim setangkup dengan
permukaan subtract tertentu.
7. Umumnya enzim tidak dapat bekerja tanpa adanya suatu zat non
protein tambahan yang disebut kofaktor
8. Enzim bersifat koloid, luas permukaan besar, bersifat hidrofil
9. Dapat bereaksi dengan senyawa asam maupun basa, kation maupun
anion
10. Enzim sangat peka terhadap faktor-faktor yang menyebabkan
denaturasi protein misalnya suhu, pH dll
11. Enzim dapat dipacu maupun dihambat aktifitasnya
12. Enzim merupakan biokatalisator yang dalam jumlah sedikit memacu
laju reaksi tanpa merubah keseimbangan reaksi
13. Enzim tidak ikut terlibat dalam reaksi, struktur enzim tetap baik
sebelum maupun setelah reaksi berlangsung
14. Enzim bermolekul besar
15. Enzim bersifat khas/spesifik
Suhu untuk enzim:
Optimum = 30C
Minimum 0C
Maksimum 40C
a. Logam, memacu aktifitas enzim: Mg, Mn, Co, Fe
b. Logam berat, menghambat aktivitas enzim: Pb, Cu, Zn, Cd, Ag, pH,
tergantung pada jenis enzimnya (pepsin aktif kondisi masam, amylase
kondisi netral, tripsin kondisi basa) .
c. Konsentrasi substrat, substrat yang banyak mula-mula memacu aktifitas
enzim, tetapi kemudian menghambat karena: penumpukan produk (feed
back effect)
d. Konsentrasi enzim, peningkatan konsentrasi enzim memacu aktifitasnya

e. Air, memacu aktifitas enzim


f. Vitamin, memacu aktifitas enzim
Reaksi biokimia di dalam sel
umumnya tak dapat
adanya

berlangsung dengan sendirinya oleh karena

hambatan energi (energy barrier) jadi perlu enzim untuk

mengatasi hambatan energi ini ( enzim menurunkan energy aktivasi , tetapi


tidak mengubah harga G ).
Regulasi Alosterik Pada Enzim
Pada banyak asus molekul-molekul yang secara alami meregulasi
aktivitas enzim dalam sel berperilaku mirip inihibitor non kompetitif dapat
balik : molekul-molekul ini mengubah bentuk enzim dan fungsi situs aktifnya
dengan cara berikatan dengan suatu situs di bagian lain molekul melalui
interaksi non kovalen. Regulasi Alosterik adalah istilah yang digunakan untuk
mendeskripsikan terpengaruhnya fungsi protein pada salah satu situs oleh
pengikatan molekul regulator ke suatu situs lain.
Regulasi tersebut dapat menghasilkan inhibisi (penghambatan) atau
stimulasi (perangsangan) aktivitas enzim. Aktivasi dan Inhibisi Alosterik
Sebagian besar enzim yang diregulasi secara alosterik terdiri dari dua atau
lebih subunit yang masing-masing terdiri dari suatu rantai polipeptida dan
memiliki situs aktifnya sendiri. Keseluruhan kompleks berosilasi di antara
dua bentuk yang berbeda yang satu aktif untuk katalisasi sementara yang satu
lagi tidak. Identifikasi Regulator Alosterik Walaupun regulasi alosterik
mungkin cukup banyak dijumpai, hanya sedikit dari banyak enzim metabolik
yang telah dikenal yang telah terbukti diregulasi dengan cara ini.Molekuk
regulator alosterik sulit ditemukan. Sebagian karena molekul macam ini
cenderung berikatan dengan enzim pada finitas rendah sehingga sulit
diisolasi. Akan tetapi baru-baru ini perusahaan farmasi mengalihkan perhatian
mereka pada regulator alosterik. Molekul ini merupakan calon obat menarik
untuk regulasi enzim karena menunjukkan kespesifikan yang lebih tinggi
terhadap enzim tertentu dari pada inhibitor yang berikatan dengan situs aktif.

Inhibisi Umpan Balik etika ATP secara alosterik menghambat suatu


enzim dalam jalur pembuatan ATP. Maka akan terjadi inhibisi umpan balik
yang merupakan suatu metode umum dalam control metabolik. Dalam
inhibisi umpan balik jalur metabolic menjadi aktif akibat pengikatan produk
akhir ke enzim yang bekerja di awal jalur sehingga jalur tersebut terhambat.
Beberapa sel menggunakan jalur ini untuk mensintesis asam amino isoleusin
dari treoninse jenis asam amino lain. Isoleusin yang menumpuk akan
memperlambat proses sintesisnya sendiri dengan cara menghambat enzim
secara alosterik.

PENUTUP
Demikianlah makalah yang kami buat semoga bermanfaat bagi orang
yang membacanya dan menambah wawasan bagi orang yang membaca
makalah ini. Dan saya mohon maaf apabila ada kesalahan dalam penulisan
kata dan kalimat yang tidak jelas, mengerti, dan lugas mohon jangan
dimasukan ke dalam hati. Dan kami juga sangat mengharapkan yang

membaca makalah ini akan bertambah motivasinya dan mengapai cita-cita


yang di inginkan, karena saya membuat makalah ini mempunyai arti penting
yang sangat mendalam. Sekian penutup dari kami semoga berkenan di hati
dan kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Wassalamualikum
wr.wb

DAFTAR PUSTAKA
1. http://www.slideshare.net/shafhandustur/pengantarmetabolisme
2. http://tatangsma.com/2015/02/struktur-molekul-adenosintrifosfat-atp.html

3. https://belajarbiokimia.wordpress.com/2014/04/01/mengap
a-hidrolisis-atp-menghasilkan-energi-bebas-tinggi/
4. http://file.upi.edu/Direktori/FPMIPA/JUR._PEND._BIOLOGI/196

805091994031KUSNADI/BUKU_SAKU_BIOLOGI_SMA,KUSNADI_dkk/Kelas_XII
/2._Metabolisme/Bab.Metabolisme.pdf