Anda di halaman 1dari 31

PROGRA

M
PAMSIMAS
III
Menuju
Pencapaian
Akses Universal

Program PAMSIMAS III [20162019] merupakan kelanjutan program


PAMSIMAS

Dalam
RPJMN 2015-2019,
Pemerintah
Indonesia telah mengambil inisiatif
I [20082012
] dan PAMSIMAS
II [20132016]
untuk
melanjutkan komitmennya dengan meluncurkan program nasional
Universal
Access 2019 dengan capaian target 100% akses air minum dan sanitasi

bagi
PAMSIMAS III merupakan instrumen pelaksanaan 2 agenda nasional

seluruh penduduk Indonesia Untuk mencapai target 100%


dalam
air minum akan dibutuhkan investasi sebesar Rp 250 trilyun,
dimanameningkatkan
realisasi APBN
hanya
rangka
cakupan
penduduk terhadap pelayanan air minum
sebesar 13%, sehingga diperlukan sumber pendanaan non APBN
dan
(seperti APBD, kerjasama pihak swasta, dll)

LESSONS LEARNED
PELAKSANAAN
PROGRAM PAMSIMAS I DAN

Pembelajaran utama Pelaksanaan Program

Pamsimas:
Program dengan Pendekataan Berbasis

II (1)mampu
Masyarakat
menghasilkan infrastruktur air minum dan sanitasi
berskala kecil
pembiayaan
yang
relatif rendah dan
Selaindengan
itu diperoleh
beberapa
pembelajaran
dengan kualitas
penting lainnya
konstruksi
yang
baik
Kolaborasi
yang
baik antar
para
pelaku program
sebagai
berikut:
1)
menjadi kunci
sukses dalam pelaksanaan program terutama
dalam
penanganan masalah secara efektif

LESSONS LEARNED
2)

3)

PELAKSANAAN
PROGRAM PAMSIMAS I DAN
II

4)

(2)

Penggunaan teknologi informasi dalam program (SIM


berbasis website) dapat mendukung transparansi
dalam seluruh aspek dari pelaksanaan siklus program.
5) Keterlibatan aktif dari Pemerintah Daerah dalam
program berbasis masyarakat seperti Pamsimas dapat
meningkatkan dampak positif yang dihasilkan program.
Keberlanjutan sarana air minum dan sanitasi yang
dibangun melalui program ditentukan dengan pilihan

LESSONS LEARNED
6)

PELAKSANAAN
PROGRAM PAMSIMAS I DAN

7)

II

(2)

8)

Pengaturan pelaksanaan program tidak dapat


distandarisasi secara nasional, diperlukan penyesuaian
9) dalam implementasi program terutama untuk wilayah
timur Indonesia atau wilayah kepulauan.
Dukungan pemerintah pusat sangat dibutuhkan untuk
memitigasi resiko keterlambatan pelaksanaan progam
di daerah.

AIR

TA

KAB.
KAB.

BANYUMAS

DEMAK

KAB. KUANTAN
SENGINGI

KAB.
BALANGAN

KAB. MALUKU

KOTA

TENGAH

SEMARANG

TUJUAN PROGRAM
PAMSIMAS
I
PAMSIMAS II
PAMSIMAS
Meningkatkan jumlah
warga miskin
perdesaan dan
pinggiran kota (periurban) yang dapat
mengakses
fasilitas air minum dan
sanitasi yang layak serta
mempraktekkan
perilaku hidup bersih dan
sehat, sebagai bagian
dari usaha pencapaian
target MDG
sektor air minum dan
sanitasi melalui upaya
pengarusutamaan dan
perluasan program
berbasis masyarakat
secara nasional

Meningkatkan jumlah
warga masyarakat
berpendapatan
rendah di wilayah
perdesaan dan periurban yang dapat
mengakses pelayanan
air minum dan sanitasi
yang berkelanjutan,
meningkatkan
penerapan nilai dan
perilaku hidup bersih dan
sehat dalam rangka
pencapaian target MDGs
sektor air minum dan
sanitasi melalui
pengarusutamaan dan
perluasan pendekatan
pembangunan berbasis

PAMSIMAS III
Meningkatkan jumlah
warga masyarakat
kurang terlayani di
wilayah perdesaan dan
peri- urban yang dapat
mengakses pelayanan air
minum dan sanitasi yang
berkelanjutan

KOMPONEN DAN PENGELOLA PROGRAM


KOMPONEN PROGRAM

PAMSIMAS III

Komponen 1:
Pemberdayaan
masyarakat,
pengembangan
kelembagaan2:daerah
dan
Komponen
Peningkatan
desa
perilaku
higienis dan pelayanan
Komponen 3: Penyediaan
sanitasi
sarana air minum dan
sanitasi umum
Komponen 4: Hibah insentif
desa dan kabupaten
Komponen 5: Dukungan
manajemen pelaksanaan
program

PENGELOLA PROGRAM TK
PUSAT
Ditjen
Bina Bangda, Kemendagri
Ditjen Bina Pemdes, Kemendagri

Ditjen Pembangunan dan

Masyarakat Desa, Kementerian Desa,


Pemberdayaan
Ditjen
PDTTPengendalian Penyakit dan
Penyehatan
Lingkungan,
Kesehatan PUPR
Ditjen CiptaKementerian
Karya, Kementerian

Hibah Reguler: Kementerian PUPR


Hibah Pola OBA: Kementerian PUPR dan
Kementerian Keuangan

Ditjen Cipta Karya, Kementerian PUPR

SATKER PUSAT

PROGRA

SATKER PROVINSI

M
PAMSIMAS

SATKER KABUPATEN

III
PUSKESMAS
(Sanitarian)

PERAN IMPLEMENTING AGENCY PADA PROGRAM

Institu
si
Deputi Sarana

1.
PAMSIMAS

dan
Prasarana
BAPPENAS

DitJen
Bina
Pemdes
Kementerian
Dalam
Negeri

Memberikan arahan dalam upaya percepatan pencapaian target dan sasaran UA

2019bidang AMS (air minum dan


sanitasi);

2. Merumuskan kebijakan dan strategi pencapaian target AMS


perdesaan berbasis masyarakat;
3.

DitJen
Bina
Bangda
Kementerian
Dalam
Negeri

Peran
Utama

III

Koordinasi pelaksanaan kebijakan pusat dan daerah dan


pengendalian pelaksanaan pembangunan AMS;

1. Mengendalikan upaya pencapaian target Komponen 1 Pemerintah Daerah

4.
Membina pelaksanaan tugas Pokja AMPL dan fungsi Pakem dalam
Pamsimas
2.
Membina Pemda dalam pengarusutamaan/ prio-ritisasi pembangunan AMS
dalam
rangkaSPM dan UA
penca-paian
2019

3. Menfasilitasi penyusunan, pemantauan dan eva-luasi pelaksanaan RAD


AMPL
4. Mendorong peningkatan alokasi APBD untuk pembangunan AMS berbasis
masyarakat
1. Mengendalikan upaya pencapaian target Komponen 1- Pemerintah Desa
5. Menfasilitasi penyelenggaraan HIK
2. Membina aparatur Pemerintah Desa dan unsur Kecamatan dalam
6.
Menfasilitasi
kabupaten dalam menetapkan tar-get Pamsimas sesuai kinerja
proses
penyusunan
kabupaten
RPJM Desa/ RKP Desa dalam rangka pencapaian UA 2019
3. Membina tim koordinasi tingkat kecamatan dalam proses seleksi
desa dan koordinasi
11 dalam Pamsimas di tingkat kecamatan
pelaksanaan program STBM
4. Membina BPMD kabupaten untuk meningkatkan kapasitas SDM
KPSPAMS Desa dalam

PERAN IMPLEMENTING AGENCY PADA PROGRAM


Institu
Peran
PAMSIMAS
III
si
Utama
1. Mengendalikan upaya pencapaian
target Komponen 1 - Masyarakat
DitJen PPMD

Kementerian
Desa,
Daerah
Tertinggal
DitJen
dan
Kementerian
Transmigrasi
Kesehatan

2. Membina kader AMPL dan pendamping desa dalam perencanaan dan


pendampingan
kepada KPSPAMS dalam menjamin keberlanjutan pengelolaan pelayanan
yang
SPAMS desa
1. berkualitas
Mengendalikan upaya pencapaian target Komponen 2

2. Membina pelaksanaan komponen pelayanan dan perbaikan perilaku


sanitasi dan hygiene.
3. Menyiapkan sanitarian di tingkat Puskesmas
4. Menyediakan dan membina fasilitator STBM kabupaten

DitJen Cipta
Karya
Kementerian
Pekerjaan
Umum
DitJen dan
Perumahan
Perimbangan
Rakyat
Fiskal,
Kementer
ian
Keuangan

5. Memfasilitasi penerapan STBM

1. Mengendalikan upaya pencapaian seluruh tujuan Pamsimas khususnya komponen 3, 4


dan 5

2. Membina pelaksanaan program pada komponen infrastruktur pelayanan


air AMS
3. kabupaten
Melaksanakan
tahun evaluasi kinerja pelaksanaan Pamsimas sebagai acuan
Pencairan
dana
pengalokasikan Hibah
BLM Air Minum Perdesaan berbasis Kinerja, atas
berikutnya pembayaran
permohonan
dana pengganti (reimbursement) dan rekomendasi dari CPMU

INDIKATOR KINERJA UTAMA (KEY PERFORMANCE


INDICATOR/KPI)
PROGRAM PAMSIMAS
1) Terdapat tambahan 22.1 juta penduduk yang dapat mengakses sarana air

III

minum
2)Tujuan program Pamsimas III dikatakan tercapai bila
aman
dan
berkelanjutan;
telah
memenuhi
indikator kinerja kunci (Key

Terdapat
tambahan
14.9
juta penduduk yang dapat mengakses
3)
Performance
Indicator)
program,
yaitu:

sarana sanitasi yang layak dan berkelanjutan;


4) Minimal pada 60% masyarakat dusun lokasi program seluruh
penduduknnya menerapkan Stop Buang Air Besar
5) Sembarangan (SBS);
Minimal 70% masyarakat mengadopsi perilaku program Cuci Tangan
Pakai Sabun
6) (CTPS);

Minimal 70% Pemerintah kabupaten memiliki dokumen perencanaan


daerah bidang air minum dan sanitasi untuk mendukung adopsi dan
pengarusutamaan Pendekatan Pamsimas dan pencapaian target

INDIKATOR KINERJA PROGRAM


PAMSIMAS III
INDIKATOR KINERJA PROGRAM PAMSIMAS
KOMPONEN
PROGRAM

1.
Pemberdayaan
masyarakat,
pengembangan
kelembagaan
daerah dan desa

2016 2019

PENGELOLA

PAMSIMAS

Ditjen
PPMD,
Kemendes
Ditjen Bina
a
Pemdes,
Kemendagri

TARGET
Pamsima
s III

Jumlah tambahan orang yang mendapatkan akses


fasilitas air minum aman secara berkelanjutan

10.5 Juta

Jumlah tambahan orang yang mendapatkan akses


fasilitas sanitasi layak secara berkelanjutan

7.5 Juta

Jumlah desa yang telah menyusun Rencana Kerja


Masyarakat (RKM)
Jumlah pemerintah desa yang memiliki RPJM
Desa/RKP Desa yang mengintegrasikan PJM ProAKSi

15,000
80
%

Ditjen Bina
Pemdes,
Kemendagri

Jumlah pemerintah desa yang merealisasikan APBDesa


untuk kebutuhan anggaran bidang air minum dan sanitasi

Ditjen Bina
Bangda,
Kemendagri

% kabupaten yang memiliki RAD AMPL untuk


pengadopsian &
pengarusutamaan pendekatan Pamsimas

70
%

Ditjen Bina
Bangda,
Kemendagri

% kabupaten yang merealisasikan APBD sektor


AMPL terhadap kebutuhan anggaran untuk
pencapaian UA 2019

60
%

80
%

INDIKATOR KINERJA PROGRAM


PAMSIMAS III

KOMPONEN
PROGRAM
PAMSIMAS

PENGELOL
A

2.
Peningkatan Ditjen
perilaku
PP&PL,
higienis
dan Kemenkes
pelayanan
sanitasi

INDIKATOR KINERJA PROGRAM


PAMSIMAS

TARG
ET

Pamsimas
III

2016 2019

% masyarakat sasaran yang bebas


dari BAB
di sembarang tempat
% masyarakat sasaran yang
menerapkan praktek cuci
tangan pakai sabun (CTPS)
% sekolah sasaran dengan
fasilitas sanitasi yang layak dan
menerapkan PHBS

60
%
70
%
95
%

INDIKATOR KINERJA PROGRAM


PAMSIMAS III
KOMPONEN
PROGRAM

TARGE
PENGELOLA

PAMSIMAS

INDIKATOR KINERJA PROGRAM


PAMSIMAS

T
Pamsi

2016 III
mas
2019

3. Penyediaan sarana air


minum
dan sanitasi umum

Ditjen Cipta
Karya,
KemenPUPR

% desa/kel yang mempunyai


SPAM yang berfungsi dan dan
berkelanjutan

% desa/kel yang mempunyai SPAM yang

4. Hibah insentif
desa dan
kabupaten

5. Dukungan
manajemen
pelaksanaan
program

Ditjen Cipta
Karya,
KemenPUPR

Ditjen Cipta
Karya,
KemenPUPR

dikelola dan dibiayai secara


efektif oleh masyarakat
Jumah desa yang memperoleh
tambahan dana hibah desa
Jumah kabupaten yang
memperoleh tambahan dana
hibah kabupaten
Adanya SIM/M&E yang
memberikan informasi
berkala terkait kualitas
pelaksanaan program

90
%
90
%
3,00
0
50
%
90
%

PEMBIAYAAN PROGRAM
PAMSIMAS III
FUNDING SOURCES

T OT AL APBD,
COST
(APBN Murni, PHLN,
APBD Desa dan

PROGRAM COM PONENT

APBN- MURNI

Kontribusi Masyarakat)

C-1

Community Empowerment, Local and


Village Institutional
Development

Improving Hygiene and Sanitation


and Services
Behavior
C-2

C-3

Water Supply and Sanitation Infrastructure

C-4

District and Village Incentive Grants

C-5

Implementation Support and Project


Management
TOTAL (US $ million) a)

IBRD LOAN

US $m

US $m

US $m

158.07

14.8%

12.00

2%

146.07

49%

100%
73.39

8%
6.9%

100%
437.5

40.9%

9%

27.9%

210.84

29.43

100%
1069.44 100.0%

41.02

37%

62.97

21%

14%

192.49

69%

44%

43%

87.09

31%

29%
8%

40%
489.86

10%

71%
9.6%

US $m

40%

42%

100%
102.55

182.04

MASYARAKAT

92%

60%

100%
297.93

43.96

APBD / DESA /

61.53

21%

60%
100%

300.00

100%

279.58

100%

IMPLEMENTASI PROGRAM
PAMSIMAS I
PAMSIMAS II
PAMSIMAS III
Program Desa PAMSIMAS
Reguler:
Program Desa
Program Desa Reguler:

Desa Perluasan (New


Construction) dengan
pembiayaan APBN dan

Reguler, tiga
jendela:
Desa Perluasan
(New

Desa Replikasi (porsi

fskal

Program Keberlanjutan:

Desa Pengembangan
(Expansion)

pembiayaan murni APBD)


berdasarkan kapasitas

Sama dengan Pamsimas II

Construction)

APBD

Desa Optimalisasi
(Optimalization)

Program Keberlanjutan:
Desa
HID, difokuskan kepada
HIDReplikasi menjadi
Sharing Program dengan
desa yang berkinerja bagus PEMDA
HIK sharing
program
(80%-20%
thd Total
Biaya
HIK-matching program,
HKP,BLM)
difokuskan kepada

Program Keberlanjutan:

HID/HIK/OBA dengan
pembiayaan BLM untuk
Pengembangan SPAM sebagai

difokuskan kepada

kabupaten yang mempunyai

upaya pencapaian 100% Akses

kabupaten yang

desa dengan tingkat

Universal Air Minum dan

mempunyai kinerja

keberfungsian SPAM rendah

Sanitasi

bagus

HKP dengan pembiayaan BLM

IMPLEMENTA BLMREGULE PROGRAM


SI
PAMSIMAS
BLM
I REGULER:

R
PAMSIMAS
IIPAMSIMAS
PAMSIMAS III
BLM REGULER:

BLM REGULER:
DESA APBN

70% APBN

DESA APBN

10% APBD

80% APBN

20% Kontribusi

20% Kontribusi Masyarakat

Masyarakat

DESA APBD

70%

20% Kontribusi Masyarakat

APBN
DESA

70% APBD
APBD

20 % Kontribusi

JUMLAH BLM

(Porsi
APBD
20% dari Nilai APBN)
JUMLAH
BLM

Masyarakat
Ditambah
kontribusi dari Desa melalui
APBDesa minimal sebesar 10% untuk
mendukung Pelaksanaan Pamsimas
terutama untuk Keberlanjutan dan
JUMLAH
BLM
Pengembangan

Pagu Desa: Rata Rp.

220

80% APBD

20 % Kontribusi Masyarakat

Pagu kab ditentukan berdasarkan

Pagu kab ditentukan berdasarkan investasi

investasi Rp. 275 Jt/Desa (dengan

rata-rata Rp. 350 Jt/Desa (disesuaikan

Juta per desa (dItambah

tambahan pemanfaat rata-rata per

demand. Catatan: penambahan jumlah

kontribusi masyarakat

desa 31% dari jumlah penduduk desa)

pemanfaat minimal 40% dari jumlah

TAHAPAN
TAHAPAN PENCAIRAN DANA TAHAPAN PENCAIRAN DANA
menjadi Rp. 275 Juta per
penduduk desa dan promosi SR)
PENCAIRAN
Sama dengan PAMSIMAS I
40: 40: 20 (I: II: III)
DANA
desa)
20: 40: 40 (I: II:
III)

IMPLEMENTASI BLM INSENTIF PROGRAM

PAMSIMAS I
BLM HID:

PAMSIMAS

Tahun pertama: Flat per desa

Tahun kedua dan seterusnya: Rp.


100-200 Juta per desa tergantung

PAMSIMAS II

BLM HID:

PAMSIMAS III

BLM HID Reguler sama dengan

Rp. 100-200 Juta sama seperti

Pamsimas II

PAMSIMAS I

BLM HID Output-Based Approach

Dengan 20% kontribusi masyarakat

(OBA):

kepada kinerja dan jumlah target

pemanfaat

dan sanitasi 100%

Tanpa kontribusi masyarakat

BLM HIK:

Dengan tujuan pelayanan air minum

20% kontribusi masyarakat

10% kontribusi Pemerintah Desa

BLM HIK:

BLM HIK:

Dengan 20% kontribusi Masyarakat

(APBD Desa)
Tidak ada perubahan dengan PAMSIMAS Sama dengan Pamsimas II, namun
70% kontribusi Pemerintah Kab. yg
I
hanya
akan diganti 100% oleh Pemerintah
untuk Pengembangan SPAM di desa

BLM: 40% APBN dan 40% APBD

BLM HKP:

BLM
HKP:
Pamsimas

Disesuaikan dengan kebutuhan per

Pembiayaan BLM (rata-rata Rp. 220

desa sesuai proposal dan verifikasi

Juta/Desa):

Dengan 20% kontribusi Masyarakat

40% APBN

BLM: 40% APBN dan 40% APBD

40% kontribusi Pemerintah (APBD)

Diberikan kepada kabupaten dengan

Disesuaikan dengan kebutuhan per


desa sesuai proposal dan verifikasi

Kab.

tujuan untuk optimalisasi

10% Kontribusi Masyarakat

kinerja

10% Kontribusi Pemerintah Desa

KRITERIA KABUPATEN DAN DESA SASARAN


SASARAN
KRITERIA LOKASI PROGRAM
KABUPATEN
proporsi penduduk
perdesaan dengan akses air
PAMSIMAS1)IIIMempunyai
PAMSIMAS
III

minum dan sanitasi aman di bawah 100%


2) Kesanggupan untuk membentuk Lembaga Pengelola Program
(Pokja AMPL, Panitia Kemitraan, dan DPMU)
3) Kesanggupan untuk menyediakan dana APBD untuk membiayai
Operasional bagi
Pokja AMPL, Panitia Kemitraan, dan DPMU; Dana BLM APBD sebesar 20% dari

nilai total bantuan untuk jumlah desa sasaran baru yang direncanakan setiap

DESA
REGULER
(Perluasan/
Pengemban
gan/
Optimalisasi
)
KAB & DESA
HIBAH

tahunnya;
dan
Program
keberlanjutan untuk
pengelolaan pasca konstruksi.
1)
Belum
pernah
mendapatkan
Pamsimas
4)
untuk air
mengikuti
Pedoman
dan
Petunjuk Teknis Pamsimas III
2) Kesediaan
Cakupan akses
minum aman
masih
rendah
3)

Cakupan akses sanitasi layak masih rendah

4)

Prevalensi penyakit diare/penyakit yang ditularkan melalui air dan lingkungan


masih tergolong tinggi

5)

1)
6)
2)

Memiliki potensi sumber air baku

Merupakan Kab/Desa yang pernah mendapatkan Pamsimas

Kesanggupan masyarakat untuk berkontribusi dalam bentuk uang tunai dan


Siap untuk mengembangkan dan mengelola pelayanan SPAM Desa sampai
natura
100%
(rancangan teknis dan kelembagaan)

SIKLUS PELAKSANAAN PROGRAM PAMSIMAS di KAB


LAMA

SIKLUS PELAKSANAAN PROGRAM PAMSIMAS di KAB


BARU

TERIMA
KASIH

Panitia Kemitraan

Panitia Kemitraan, selanjutnya disingkat dengan Pakem, adalah


unsur
pelaksana kegiatan Pamsimas pada Pokja AMPL kabupaten/kota yang
Pakem beranggotakan unsur pemerintah dan non pemerintah
bertugas
kabupaten/kota.
dalam perencanaan, pemantauan, dan evaluasi Program Pamsimas.
Hal ini dimaksudkan untuk memastikan proses perencanaan, pelaksanaan,

pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program terlaksana secara


Panitia Kemitraan bertanggung jawab kepada Ketua Pokja AMPL
partisipatif,
Kabupaten/Kota. Dalam pelaksanaan tugasnya, Pakem
transparan,
dan akuntabel. dengan DPMU, Satker PIP Kabupaten/Kota
berkonsultasi/berkoordinasi
dan
konsultan penyedia bantuan teknis Pamsimas.

Tugas Panitia Kemitraan


1

Membantu Pokja AMPL dalam mensosialisasikan Pamsimas kepada desa


dan kecamatan;
2
. Melakukan seleksi dan verifkasi proposal desa;
4. Menyusun daftar pendek (short list) desa sasaran Pamsimas berdasarkan
3
seleksi danrencana
verifkasi
proposal
desa
dan work
menyampaikan
kepada
a) Sinkronisasi
kerja
tahunan
(annual
plan)
. hasil
Ketua Pokja AMPL;
RKM (desa sasaran baru, HID, HIK)
b Evaluasi
Melakukan
koordinasi dengan DPMU antara lain dalam hal:
.

) Evaluasi dan pelaporan kemajuan kegiatan dan keuangan pelaksanaan


Pamsimas
c)
d Menfasilitasi penyelesaian/penanganan pengaduan masyarakat sehubungan
dengan kegiatan
perencanaan
dan pelaksanaan
kegiatan
Pamsimas;
5. Merekomendasikan
perubahan
kebijakan terkait
perbaikan pengelolaan
Pamsimas
kepada Ketua
)
6.

Pokja

AMPL.

7. Menyusun laporan evaluasi triwulan kemajuan kegiatan dan keuangan pelaksanaan

Pamsimas untuk disampaikan kepada Ketua Pokja AMPL;


Membantu Pokja AMPL dalam pembinaan penyelenggaraan Pamsimas, baik dalam
tahap perencanaan, penganggaran, pemantauan, dan evaluasi.

Struktur Panitia

Struktur Panitia Kemitraan terdiri dari Ketua, Wakil Ketua, dan anggota.

Kemitraan

Keanggotaan

Panitia Kemitraan berjumlah ganjil, minimal 9 (sembilan) orang (termasuk ketua

dan
Perwakilan SKPD yang relevan, sekurang-kurangnya terdiri dari: Bappeda,
wakil
ketua), dimana dianjurkan 30% anggotanya adalah perempuan.
BPMD,

Unsur
anggota panitia kemitraan sekurang-kurangnya adalah sbb:
Dinas Pekerjaan Umum, dan Dinas Kesehatan masing-masing 1 orang.

Perwakilan Asosiasi Pengelola SPAM Perdesaan, sebanyak 2


orang. Jika belum terbentuk, dapat diwakilkan oleh BP-SPAMS
atau LKM atau KPAM (Pokmas/BAMUS/HIPPAM/OMS) dari desa
yang mempunyai kinerja baik dalam pengelolaan SPAM
desa/kelurahan.
Perwakilan kelompok masyarakat/praktisi/pakar/perguruan
tinggi yang peduli terhadap pencapaian dan kualitas pelayanan
air minum dan sanitasi tingkat kabupaten/kota, khususnya yang