Anda di halaman 1dari 38

LAPORAN KEGIATAN

PENINGKATAN KAPASITAS KADER


KESEHATAN
DALAM RANGKA VERIFIKASI DESA
ODF
DI PEKON NEGERI RATU NGAMBUR
KABUPATEN PESISIR BARAT
TGL 23 s/d 25 NOVEMBER 2015

OLEH:
SIE PENYEHATAN LINGKUNGAN
BIDANG BINA P2PL

DINAS KESEHATAN PROVINSI


LAMPUNG
JL. DR. SEOSILO. NO.44 PAHOMAN
BANDAR LAMPUNG.
LAPORAN KEGIATAN
PENINGKATAN KAPASITAS KADER KESEHATAN
DALAM RANGKA VERIFIKASI ODF
PEKON NEGERI RATU NGAMBUR
KABUPATEN PESISIR BARAT
TGL 23 s/d 25 NOVEMBER 2015.

I. PENDAHULUAN
Seperti telah kita ketahui bahwa Pemerintah telah memberikan
perhatian khusus di bidang Hygiene dan sanitasi dengan
menetapkan terpenuhinya akses air minum dan sanitasi dasar
dengan proses Open Defection Free dan peningkatan perilaku
hidup bersih dan sehat pada tahun 2019 dalam Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN . III) tahun 2015
2019.
Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mencapai
Millenium Development Goals (MDGs)tahun 2015, dan Universal
Akses Air Minum dan Sanitasi yaitu meningkatkan akses air
minum dan sanitasi dasar secara berkesinambungan.
Salah satu tantangan pembangunan sanitasi di Indonesia adalah
masalah sosial budaya dan perilaku penduduk yang terbiasa
buang air besar (BAB) di sembarang tempat, khususnya ke badan
air yang juga digunakan untuk mencuci, mandi dan kebutuhan
higienis lainnya.
Buruknya kondisi sanitasi merupakan salah satu penyebab
kematian anak di bawah 3 tahun yaitu sebesar 19% atau sekitar
100.000 anak meninggal karena diare setiap tahunnya dan
kerugian ekonomi diperkirakan sebesar 2,3% dari Produk
Domestik Bruto (studi World Bank, 2007).
Pada tahun 2008 telah diputuskan Strategi nasional Sanitasi Total
Berbasis
Masyarakat
melalui
Kepmenkes
No.
852/Menkes.SK/IX/2008, dan Perubahan Permenkes No. 03 Tahun
2014 tentang Strategi ini menjadi acuan bagi petugas kesehatan
dan
instansi
terkait
dalam
penyusunan
perencanaan,
pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi terkait dengan sanitasi
total berbasis masyarakatmemperlihatkan dukungannya melalui
kebijakan dan penganggarannya
Propinsi Lampung merupakan salah satu Propinsi yang berada di
ujung timur pulau Sumatera dengan populasi kurang lebih
6.983.707 jiwa dengan 30% dari total penduduknya
hidup di

bawah garis kemiskinan yang tersebar di 13 Kabupaten dan 2


Kota.

Seperti kita ketahui bahwa sampai saat ini penyakit-penyakit


berbasis lingkungan masih merupakan masalah kesehatan
masyarakat, tantangan yang dihadapi Provinsi Lampung terkait
dengan masalah air minum, hygiene dan sanitasi dasar masih
sangat besar sehingga kondisi tersebut berkontribusi terhadap
tingginya angka penyakit yang berbasis lingkungan.
Hal ini diperparah lagi dengan keadaan sarana sanitasi
masyarakat yang masih buruk terutama dalam hal cakupan
sarana air bersih Provinsi Lampung baru mencapai 83,29 %,
belum mencapai target 100 % tahun 2014, cakupan jamban
keluarga 60,8 % dari target 72 %, cakupan pengelolaan dampak
limbah 82 % dari target 86 %, cakupan Tempat Pengelolaan
Makanan (TPM) 69,8 % dari target 70 %, dan kejadian keracunan
pangan di 6 (enam) kab/kota dengan populasi 4499 orang.
Berkenaan dengan hal tersebut maka tidak mengherankan bila
setiap tahun selalu timbul kasus KLB/wabah diare dan penyakit
saluran pencernan lainnya (typhus, dysentri, kecacingan, dll), dan
kejadian bencana banjir pada musim penghujan akibat penurunan
kualitas lingkungan di Kabupaten/ Kota Provinsi Lampung.
Kegiatan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat ( STBM) dilakukan
dengan upaya pendekatan Sanitasi Total yang dikenal dengan
Community Led Total Sanitation (CLTS) . Sanitasi total yang
dimaksud adalah penghentian praktek Buang Air Besar ( BAB )
sembarangan, Cuci Tangan Pakai Sabun ( CTPS), Pengelolaan Air
Minum Rumah Tangga
( PAM- RT ), Pengelolaan Air Limbah
dan Penanganan Sampah Rumah Tangga.

Berkaitan dengan hal tersebut diatas, Dinas Kesehatan Provinsi


Lampung telah menyelenggarakan kegiatan pengadaan Peralatan
Fibergall Refornce Plastik (FRP) yang dapat dimanfaatkan untuk
pengadaan Sarana Sanitasi (SABPL) sehingga adanya peningkatan
tangga sanitasi yang dimanfaatkan masyarakat, FRP tsb juga
guna menggugah/memicu keinginan masyarakat memiliki sanana
sanitasi

(demand)

ketersediaan
adanya

atau

sarana

lingkungan

mendekatkan

sanitasi

yang

baik

masyarakat

(Supply

Sanitasi)

untuk

mendukung

dan

dengan
dengan

(enablieng),

sehingga

diharapkan

tumbuhnya

wirausaha

sanitasi

pada

masyarakat.

Hal tsb dapat mempercepat desa ODF yang selanjutnya target


berikutnya Desa

Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).

Untuk mencapai hal tsb maka diberikan FRP bagi Petugas Bidan
desa dan kader kesehatan lingkungan di Kabupaten Pesisir Barat.
Sehingga

Petugas

diharapkan

mampu

menggerakkan

prilaku

hygienis sanitasi masyarakat dan meningkatkan akses terhadap


sarana sanitasi dengan hasil sebagai berikut :

II. TUJUAN
Umum :
Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui upaya
peningkatan sanana tangga sanitasi seperti
kualitas air
bersih dan sanitasi dasar, melalui pemberdayaan masyarakat.
Khusus :
a

Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan petugas dan


kader kesehatan lingkungan/masyarakat bidang air bersih
dan sanitasi dasar.
b Adanya Fasilitator/Pengerak Masyarakat dengan terlatihnya
15 orang Petugas bidan desa dan kader kesehatan
lingkungan di Kabupaten Pesisir Barat.

III

PESERTA

Peserta pelatihan adalah Petugas sanitarian dan kader kesehatan


lingkungan, (daftar hadir terlampir).

IV

WAKTU DAN TEMPAT


Pertemuan dilaksanakan selama 3 (tiga) hari pada tanggal 23
s/d 25 November 2015, bertempat di Mesid Pekon Negeri Ratu
Ngambur Kabupaten Pessisir Barat.

V PEMBIAYAAN
Seluruh biaya pelaksanaan pertemuan berasal dari APBD Dinas
Kesehatan Propinsi Lampung tahun 2015

VI

NARASUMBER
Narasumber Peningkatan Kapasitas Kader Kesehatan Dalam
Rangka Verifikasi Desa ODF bagi Petugas Bidan Desa dan
kader Kesehatan Lingkungan berasal dari Dinas Kesehatan
Provinsi Lampung, dan Dinas Kesehatan Kab. Pesisir Barat.

VII

HASIL PERTEMUAN

Nama Kelompok Kader Kesehatan Lingkungan adalah :


Munyai Mekhwan
Pertemuan dihadiri Bidan Desa dan kader Kesehatan
Lingkungan sebanyak 15 orang.
Pertemuan dibuka oleh Ka sie Penyehatan Lingkungan
Bidang P2PL Kepala Dinas kesehatan Kab. Pessisir
Barat
Hasil Pertemuan :
Pelatihan Peningkatan Kapasitas Kader Dalam Rangka
Verifikasi Menuju Desa ODF dilaksanakan selama 3
(tiga) hari dari tanggal 23 s/d 25 November 2015.

Hari Pertama penyampaian / Materi oleh Tim/ Narasumber tentang


:

Dinamika Kelompok
Pengertian STBM/ 5 Pilar STBM.
Penyakit-Penyakit yang berbasis Lingkungan.
PHBS.
Inspeksi Sanitasi Sumur Gali.
7 Syarat Jamban Sehat
Pemicuan dalam rangka pemetaan keadaan kesehatan
lingkungan desa.

Pengenalan alat cetakan Fiberglass Reforce Plastik


(FRP) untuk buat closet, SPAL, Septik Tank/cincin
sumur/bibir sumur/tempat sampah/(FRP).

Hari Kedua:
Melakukan pengisian formulir Inspeksi Sanitasi, dari
rumah masing- masing dan selanjutnya dilakukan
Pembahasan Hasil Inspeksi Sanitasi dengan tujuan
untuk mengetahui pemahaman peserta akan materi
Inspeksi Sanitasi.
Materi
Pemicuan/melaksanakan
pemetaan
yang
bertujuan untuk mengetahui kondisi lingkungan di desa
yang akan dilakukan pemicuan dan sosialisasi de
dusun2 oleh tim kader kesehatan lingkungan.

Pembuatan
Rencana
Tindak
Lanjut
kegiatan
pembangunan Sanitasi Total berbasis Masyarakat
(STBM) untuk tahun 2015 Pekon Negeri Ratu Ngambur
Kecamatan Ngambur Kabupaten Pesisisir Barat sudah
bebas BABS, dengan dilakukan kesepakatan
sbb:
- Membentuk kelompok kesehatan lingkungan Pekon
Negeri
Ratu
Ngambur
Kecamatan
Ngamgur
Kabupaten Pesisisr Barat yang terdiri dari peserta
yang telah terlatih program STBM
- Pengurus kelompok kesehatan lingkungan akan
memberikan
informasi
yang
berkaitan
dengan
masalah kesehatan khususnya kesehatan lingkungan
kepada
warga
Pekon
Negeri
ratu
Ngambur
Kecamatan Ngambur Kabupaten Pesisisir Barat dan
memberikan penyuluhan kepada warga yang belum
memiliki jamban serta dilakukan pendataan.
- Mensosialisasikan
alat
pencetakan
pembuatan
closet, bibir sumur/cicncin sumur/septic tank/tempat
sampah/bak mandi, SPAL
kepada warga sehingga
warga mau dan sanggup unutk mempunyai jamban.

Menyampaikan materi verifikasi menuju desa ODF

Hari Ketiga:

VIII

Praktek Pencetakan Membuat SABPL ( Closet, Bibir


Sumur/Cincin Sumur/Septik Tank/Tempat Sampah/Bak
Mandi/Pot Kembang dll
dan SPAL) dengan Cetakan
Fiberglass Reinforced Plastics (FRP).
Konsentensi Adukan Batako dengan perbandingan
material : 1 : 2 : 4.

Penjelasan dan Penyelesaian admistrasi.


Penutupan kegiatan pelatihan disampaikan oleh bapak
Camat Ngambur.

Saran dan Tindak Lanjut/Rencana Tindak Lanjut

Petugas Puskesmas dan bidan desa membantu Ka. Negeri


Ratu Ngambur Kecamatan Ngambur dalam menyususn RPJM
Desa
2015
2019,
dengan
memasukkan
rencana
pembangunan bidang kesehatan terutama program sanitasi
dan air minum.
Masyarakat Pekon Negeri ratu Ngambur agar segera
melaksakan pendataan tentang SABPL dengan melaksakan
inspeksi sanitasi.
Kader Kesling segera mensosialisasikan dan melaksanakan
pemicuan di dusun2 didampingi oleh bidan desa.
Hasil kegiatan dan pemetaan disampaikan kepada Kepala
Puskesmas, sehingga kepala Puskesmas dapat mengetahui
secara detail keadan sanitasi di pekon Negeri Ratu Ngambur
dan dapat menganggarkan kegiatan STBM melalui anggaran
BOK.
Diharapkan akhir tahun 2015 pekon Negeri Ratu Ngambur
dapat mendeklarasikan pekon Negeri Ratu Ngambur ODF.

VIII. PENUTUP
Demikian laporan hasil kegiatan Peningkatan Kapasitas
Kader Kesehatan Dalam rangka verifikasi desa ODF
disampaikan
untuk
dapat
dipergunakan
sebagaimana
mestinya

Bandar

Lampung,

26

November

2015
Tim Yang melaksanakan Kegiatan :
1. Bertha Sitepu. SKM. ST
2. Yuliana. ST
3. Gustini Hastuty. SKM
4. Ardyanti Mega, Amd.KL

LAPORAN KEGIATAN
PENINGKATAN KAPASITAS KADER
KESEHATAN
DALAM RANGKA VERIFIKASI DESA
ODF
DI PEKON GISTING PERMAI
KABUPATEN TANGGAMUS
TGL 27 s/d 29 JULI 2015

OLEH:
SIE PENYEHATAN LINGKUNGAN
BIDANG BINA P2PL

DINAS KESEHATAN PROVINSI


LAMPUNG
JL. DR. SEOSILO. NO.44 PAHOMAN
BANDAR LAMPUNG.

LAPORAN KEGIATAN
PENINGKATAN KAPASITAS KADER KESEHATAN
DALAM RANGKA VERIFIKASI ODF
PEKON GISTING PERMAI KABUPATEN TANGGAMUS
TGL 27 s/d 29 JULI 2015.
I. PENDAHULUAN

Seperti telah kita ketahui bahwa Pemerintah telah memberikan


perhatian khusus di bidang Hygiene dan sanitasi dengan
menetapkan terpenuhinya akses air minum dan sanitasi dasar
dengan proses Open Defection Free dan peningkatan perilaku
hidup bersih dan sehat pada tahun 2019 dalam Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN . III) tahun 2015
2019.
Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mencapai
Millenium Development Goals (MDGs)tahun 2015, dan Universal
Akses Air Minum dan Sanitasi yaitu meningkatkan akses air
minum dan sanitasi dasar secara berkesinambungan.
Salah satu tantangan pembangunan sanitasi di Indonesia adalah
masalah sosial budaya dan perilaku penduduk yang terbiasa
buang air besar (BAB) di sembarang tempat, khususnya ke badan
air yang juga digunakan untuk mencuci, mandi dan kebutuhan
higienis lainnya.
Buruknya kondisi sanitasi merupakan salah satu penyebab
kematian anak di bawah 3 tahun yaitu sebesar 19% atau sekitar
100.000 anak meninggal karena diare setiap tahunnya dan
kerugian ekonomi diperkirakan sebesar 2,3% dari Produk
Domestik Bruto (studi World Bank, 2007).
Pada tahun 2008 telah diputuskan Strategi nasional Sanitasi Total
Berbasis
Masyarakat
melalui
Kepmenkes
No.
852/Menkes.SK/IX/2008, dan Perubahan Permenkes No. 03 Tahun
2014 tentang Strategi ini menjadi acuan bagi petugas kesehatan
dan
instansi
terkait
dalam
penyusunan
perencanaan,
pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi terkait dengan sanitasi
total berbasis masyarakatmemperlihatkan dukungannya melalui
kebijakan dan penganggarannya
Propinsi Lampung merupakan salah satu Propinsi yang berada di
ujung timur pulau Sumatera dengan populasi kurang lebih
6.983.707 jiwa dengan 30% dari total penduduknya
hidup di
bawah garis kemiskinan yang tersebar di 13 Kabupaten dan 2
Kota.

Seperti kita ketahui bahwa sampai saat ini penyakit-penyakit


berbasis lingkungan masih merupakan masalah kesehatan
masyarakat, tantangan yang dihadapi Provinsi Lampung terkait
dengan masalah air minum, hygiene dan sanitasi dasar masih

sangat besar sehingga kondisi tersebut berkontribusi terhadap


tingginya angka penyakit yang berbasis lingkungan.
Hal ini diperparah lagi dengan keadaan sarana sanitasi
masyarakat yang masih buruk terutama dalam hal cakupan
sarana air bersih Provinsi Lampung baru mencapai 83,29 %,
belum mencapai target 100 % tahun 2014, cakupan jamban
keluarga 60,8 % dari target 72 %, cakupan pengelolaan dampak
limbah 82 % dari target 86 %, cakupan Tempat Pengelolaan
Makanan (TPM) 69,8 % dari target 70 %, dan kejadian keracunan
pangan di 6 (enam) kab/kota dengan populasi 4499 orang.
Berkenaan dengan hal tersebut maka tidak mengherankan bila
setiap tahun selalu timbul kasus KLB/wabah diare dan penyakit
saluran pencernan lainnya (typhus, dysentri, kecacingan, dll), dan
kejadian bencana banjir pada musim penghujan akibat penurunan
kualitas lingkungan di Kabupaten/ Kota Provinsi Lampung.
Kegiatan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat ( STBM) dilakukan
dengan upaya pendekatan Sanitasi Total yang dikenal dengan
Community Led Total Sanitation (CLTS) . Sanitasi total yang
dimaksud adalah penghentian praktek Buang Air Besar ( BAB )
sembarangan, Cuci Tangan Pakai Sabun ( CTPS), Pengelolaan Air
Minum Rumah Tangga
( PAM- RT ), Pengelolaan Air Limbah
dan Penanganan Sampah Rumah Tangga.
Berkaitan dengan hal tersebut diatas, Dinas Kesehatan Provinsi
Lampung telah menyelenggarakan kegiatan pengadaan Peralatan
Fibergall Refornce Plastik (FRP) yang dapat dimanfaatkan untuk
pengadaan Sarana Sanitasi (SABPL) sehingga adanya peningkatan
tangga sanitasi yang dimanfaatkan masyarakat, FRP tsb juga
guna menggugah/memicu keinginan masyarakat memiliki sanana
sanitasi

(demand)

ketersediaan
adanya

atau

sarana

lingkungan

sehingga

sanitasi

yang

diharapkan

mendekatkan
baik

masyarakat

(Supply

Sanitasi)

untuk

mendukung

tumbuhnya

wirausaha

dan

dengan
dengan

(enablieng),

sanitasi

pada

masyarakat.

Hal tsb dapat mempercepat desa ODF yang selanjutnya target


berikutnya Desa

Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).

Untuk mencapai hal tsb maka diberikan FRP bagi Petugas Bidan
desa dan kader kesehatan lingkungan di Kabupaten Pesawaran.

Sehingga

Petugas

diharapkan

mampu

menggerakkan

prilaku

hygienis sanitasi masyarakat dan meningkatkan akses terhadap


sarana sanitasi dengan hasil sebagai berikut :

II. TUJUAN
Umum :
Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui upaya
peningkatan sanana tangga sanitasi seperti
kualitas air
bersih dan sanitasi dasar, melalui pemberdayaan masyarakat.
Khusus :
c

Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan petugas dan


kader kesehatan lingkungan/masyarakat bidang air bersih
dan sanitasi dasar.
d Adanya Fasilitator/Pengerak Masyarakat dengan terlatihnya
15 orang Petugas bidan desa dan kader kesehatan
lingkungan di di Kabupaten Tanggamus.

IX

PESERTA

Peserta pelatihan adalah Petugas sanitarian dan kader kesehatan


lingkungan, (daftar hadir terlampir).

X WAKTU DAN TEMPAT


Pertemuan dilaksanakan selama 3 (tiga) hari pada tanggal 03
s/d 04 Mei 2015, bertempat di Balai Pekon Gisting Permai
Kabupaten Tanggamus.

XI

PEMBIAYAAN
Seluruh biaya pelaksanaan pertemuan berasal dari APBD Dinas
Kesehatan Propinsi Lampung tahun 2015

XII

NARASUMBER
Narasumber Peningkatan Kapasitas Kader Kesehatan Dalam
Rangka Verifikasi Desa ODF bagi Petugas Bidan Desa dan
kader Kesehatan Lingkungan berasal dari Dinas Kesehatan
Provinsi Lampung, dan Dinas Kesehatan Kab. Tanggamus.

XIII HASIL PERTEMUAN

Pertemuan dihadiri Bidan Desa dan kader Kesehatan


Lingkungan sebanyak 15 orang.
Pertemuan dibuka oleh Ka sie Penyehatan Lingkungan
Bidang P2PL Kepala Dinas kesehatan Kab. Tanggamus
Hasil Pertemuan :
Pelatihan Peningkatan Kapasitas Kader Dalam Rangka
Verifikasi Menuju Desa ODF dilaksanakan selama 3
(tiga) hari dari tanggal 27 s/d 29 Juli 2015.

Hari Pertama penyampaian / Materi oleh Tim/ Narasumber tentang


:

Dinamika Kelompok
Pengertian STBM/ 5 Pilar STBM.
Penyakit-Penyakit yang berbasis Lingkungan.
PHBS.
Inspeksi Sanitasi Sumur Gali.
7 Syarat Jamban Sehat
Pemicuan dalam rangka pemetaan keadaan kesehatan
lingkungan desa.
Pengenalan alat cetakan Fiberglass Reforce Plastik
(FRP) untuk buat closet, SPAL, Septik Tank/cincin
sumur/bibir sumur/tempat sampah/(FRP).

Hari Kedua:
Melakukan pengisian formulir Inspeksi Sanitasi, dari
rumah masing- masing dan selanjutnya dilakukan
Pembahasan Hasil Inspeksi Sanitasi dengan tujuan

untuk mengetahui pemahaman peserta akan materi


Inspeksi Sanitasi.
Materi Pemicuan/pemetaan yang bertujuan untuk
mengetahui kondisi lingkungan di desa yang akan
dilakukan pemicuan dan sosialisasi de dusun2 oleh tim
kader kesehatan lingkungan.

Pembuatan
Rencana
TindakLanjut
kegiatan
pembangunan Sanitasi Total berbasis Masyarakat
(STBM) untuk tahun 2015 Pekon Gisting Permai
Kecamatan Gisting Kabupaten Tanggamus sudah bebas
BABS, dengan dilakukan kesepakatan
sbb:
- Membentuk kelompok kesehatan lingkunganPekon
Gisting
Permai
Kecamatan
Gisting
Kabupaten
Tanggamus yang terdiri dari peserta yang telah
terlatih program STBM
- Pengurus kelompok kesehatan lingkungan akan
memberikan
informasi
yang
berkaitan
dengan
masalah kesehatan khususnya kesehatan lingkungan
kepada warga Pekon Gisting Permai Kecamatan
Gisting Kabupaten Tanggamus dan memberikan
penyuluhan kepada warga yang belum memiliki
jamban serta dilakukan pendataan.
- Mensosialisasikan
alat
pencetakan
pembuatan
closet, bibir sumur/cicncin sumur/septic tank/tempat
sampah/bak mandi, SPAL
kepada warga sehingga
warga mau dan sanggup unutk mempunyai jamban.

Menyampaikan materi verifikasi menuju desa ODF

Hari Ketiga:

Praktek Pencetakan Membuat SABPL ( Closet, Bibir


Sumur/Cincin Sumur/Septik Tank/Tempat Sampah/Bak
Mandi/Pot Kembang dll
dan SPAL) dengan Cetakan
Fiberglass Reinforced Plastics (FRP).
Konsentensi Adukan Batako dengan perbandingan
material : 1 : 2 : 4.

Penjelasan dan Penyelesaian admistrasi.


Penutupan kegiatan pelatihan dari Dinas Kesehatan
Provinsi Lampung.

XIV

Saran dan Tindak Lanjut/Rencana Tindak Lanjut

Petugas Puskesmas dan bidan desa membantu Ka. Pekon


Gisting Permai Kecamatan Gisting dalam menyususn RPJM
Desa
2015
2019,
dengan
memasukkan
rencana
pembangunan bidang kesehatan terutama program sanitasi
dan air minum.
Masyarakat Pekon Gisting Permai agar segera melaksakan
pendataan tentang SABPL dengan melaksakan inspeksi
sanitasi.
Kader Kesling segera mensosialisasikan dan melaksanakan
pemicuan di dusun2 didampingi oleh bidan desa.
Hasil kegiatan dan pemetaan disampaikan kepada Kepala
Puskesmas, sehingga kepala Puskesmas dapat mengetahui
secara detail keadan sanitasi di pekon Gisting Permai dan
dapat menganggarkan kegiatan STBM melalui anggaran
BOK.
Diharapkan akhir tahun 2015 pekon Gisting Permai dapat
mendeklarasikan pekon Gisting Permai ODF.

VIII. PENUTUP
Demikian laporan hasil kegiatan Peningkatan Kapasitas
Kader Kesehatan Dalam rangka verifikasi desa ODF
disampaikan
untuk
dapat
dipergunakan
sebagaimana
mestinya
Bandar Lampung, 29 Juli 2015
Tim Yang melaksanakan Kegiatan :
1. Bertha Sitepu. SKM. ST
2. Rosdiana.S.Sos. AMd. KL
3. Samin
4. Anita Pelita, Amd.KL

LAPORAN KEGIATAN
PENINGKATAN KAPASITAS KADER
KESEHATAN
DALAM RANGKA VERIFIKASI DESA
ODF
DI DESA WIYONO KABUPATEN
PESAWARAN
TGL 18 s/d 20 MEI 2015

OLEH:
SIE PENYEHATAN LINGKUNGAN
BIDANG BINA P2PL

DINAS KESEHATAN PROVINSI


LAMPUNG
JL. DR. SEOSILO. NO.44 PAHOMAN
BANDAR LAMPUNG.

LAPORAN KEGIATAN
PENINGKATAN KAPASITAS KADER KESEHATAN
DALAM RANGKA VERIFIKASI ODF
DESA WIYONO KABUPATEN PESAWARAN
TGL 18 s/d 20 MEI 2015.

I. PENDAHULUAN
Seperti telah kita ketahui bahwa Pemerintah telah memberikan perhatian
khusus di bidang Hygiene dan sanitasi dengan menetapkan Open Defection
Free dan peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat pada tahun 2009
dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN ) tahun
2004-2009 Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mencapai
Millenium Development Goals (MDGs)tahun 2015, yaitu meningkatkan akses
air minum dan sanitasi dasar secara berkesinambungan.
Salah satu tantangan pembangunan sanitasi di Indonesia adalah masalah
sosial budaya dan perilaku penduduk yang terbiasa buang air besar (BAB) di
sembarang tempat, khususnya ke badan air yang juga digunakan untuk
mencuci, mandi dan kebutuhan higienis lainnya.
Buruknya kondisi sanitasi merupakan salah satu penyebab kematian anak di
bawah 3 tahun yaitu sebesar 19% atau sekitar 100.000 anak meninggal
karena diare setiap tahunnya dan kerugian ekonomi diperkirakan sebesar
2,3% dari Produk Domestik Bruto (studi World Bank, 2007).
Pada tahun 2008 telah diputuskan Strategi nasional Sanitasi Total Berbasis
Masyarakat melalui Kepmenkes No. 852/Menkes.SK/IX/2008, dan Perubahan
Permenkes No. 03 Tahun 2014 tentang Strategi ini menjadi acuan bagi petugas
kesehatan dan instansi terkait dalam penyusunan perencanaan, pelaksanaan,
pemantauan, dan evaluasi terkait dengan sanitasi total berbasis
masyarakatmemperlihatkan
dukungannya
melalui
kebijakan
dan
penganggarannya
Propinsi Lampung merupakan salah satu Propinsi yang berada di ujung timur
pulau Sumatera dengan populasi kurang lebih 6.983.707 jiwa dengan 30%
dari total penduduknya hidup di bawah garis kemiskinan yang tersebar di 13
Kabupaten dan 2 Kota. Seperti kita ketahui bahwa sampai saat ini penyakitpenyakit berbasis lingkungan masih merupakan masalah kesehatan
masyarakat., tantangan yang dihadapi Provinsi Lampung terkait dengan
masalah air minum, hygiene dan sanitasi dasar masih sangat besar sehingga

kondisi tersebut berkontribusi terhadap tingginya angka penyakit yang


berbasis lingkungan.
Hal ini diperparah lagi dengan keadaan sarana sanitasi masyarakat yang
masih buruk terutama dalam hal cakupan sarana air bersih Provinsi Lampung
baru mencapai 83,29 %, belum mencapai target 100 % tahun 2014, cakupan
jamban keluarga 60,8 % dari target 72 %, cakupan pengelolaan dampak
limbah 82 % dari target 86 %, cakupan Tempat Pengelolaan Makanan (TPM)
69,8 % dari target 70 %, dan kejadian keracunan pangan di 6 (enam)
kab/kota dengan populasi 4499 orang.

Berkenaan dengan hal tersebut maka tidak mengherankan bila setiap tahun
selalu timbul kasus KLB/wabah diare dan penyakit saluran pencernan lainnya
(typhus, dysentri, kecacingan, dll), dan kejadian bencana banjir pada musim
penghujan akibat penurunan kualitas lingkungan di Kabupaten/ Kota Provinsi
Lampung.
Kegiatan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat ( STBM) dilakukan dengan
upaya pendekatan Sanitasi Total yang dikenal dengan Community Led Total
Sanitation (CLTS) . Sanitasi total yang dimaksud adalah penghentian praktek
Buang Air Besar ( BAB ) sembarangan, Cuci Tangan Pakai Sabun ( CTPS),
Pengelolaan Air Minum Rumah Tangga
( PAM- RT ), Pengelolaan Air
Limbah dan Penanganan Sampah Rumah Tangga.
Berkaitan dengan hal tersebut diatas, Dinas Kesehatan Provinsi Lampung
telah menyelenggarakan kegiatan pengadaan Peralatan Fibergall Refornce
Plastik (FRP) yang dapat dimanfaatkan untuk pengadaan Sarana Sanitasi
(SABPL) sehingga adanya peningkatan tangga sanitasi yang dimanfaatkan
masyarakat, FRP tsb juga guna menggugah/memicu keinginan masyarakat
memiliki sanana sanitasi (demand) atau mendekatkan masyarakat dengan
ketersediaan sarana sanitasi (Supply Sanitasi) dan dengan adanya lingkungan
yang baik untuk mendukung (enablieng), sehingga diharapkan

tumbuhnya

wirausaha sanitasi pada masyarakat.

Hal tsb dapat mempercepat desa ODF yang selanjutnya target berikutnya Desa
Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Untuk mencapai hal tsb maka
diberikan FRP bagi Petugas Bidan desa dan kader kesehatan lingkungan di
Kabupaten Pesawaran. Sehingga Petugas diharapkan mampu menggerakkan
prilaku hygienis sanitasi masyarakat dan meningkatkan akses terhadap
sarana sanitasi dengan hasil sebagai berikut :

II

TUJUAN

Umum :
Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui upaya peningkatan
sanana tangga sanitasi seperti kualitas air bersih dan sanitasi dasar,
melalui pemberdayaan masyarakat.

Khusus :
e
f

Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan petugas dan kader


kesehatan lingkungan/masyarakat bidang air bersih dan sanitasi dasar.
Adanya Fasilitator/Pengerak Masyarakat dengan terlatihnya 15 orang
Petugas bidan desa dan kader kesehatan lingkungan di di Kabupaten
Pesawaran

III PESERTA
Peserta pelatihan adalah Petugas sanitarian dan kader kesehatan lingkungan,
(daftar hadir terlampir).

IV WAKTU DAN TEMPAT


Pertemuan dilaksanakan selama 3 (tiga) hari pada tanggal 18 s/d 20 Mei
2015, bertempat di di Posyandu Kabupaten Pesawaran.

V PEMBIAYAAN
Seluruh biaya pelaksanaan pertemuan berasal dari APBD Dinas Kesehatan
Propinsi Lampung tahun 2015

VI NARASUMBER
Narasumber Peningkatan Kapasitas Kader Kesehatan Dalam Rangka
Verifikasi Desa ODF bagi Petugas Bidan Desa dan kader Kesehatan
Lingkungan berasal dari Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Dinas
Kesehatan Kab. Pesawaran.

VII

HASIL PERTEMUAN

Pertemuan dihadiri Bidan Desa dan kader Kesehatan Lingkungan


sebanyak 15 orang.
Pertemuan dibuka oleh Ka sie Penyehatan Lingkungan Bidang
P2PL Kepala Dinas kesehatan Kab. Pesawaran
Hasil Pertemuan :
Pelatihan Peningkatan Kapasitas Kader Dalam Rangka Verifikasi
Menuju Desa ODF dilaksanakan selama 3 (tiga) hari dari tanggal
18 s/d 20 Mei 2015.

Hari Pertama penyampaian / Materi oleh Tim/ Narasumber tentang :

Dinamika Kelompok
Pengertian STBM/ 5 Pilar STBM.
Penyakit-Penyakit yang berbasis Lingkungan.
PHBS.
Inspeksi Sanitasi Sumur Gali.
7 Syarat Jamban Sehat
Pemicuan dalam rangka pemetaan keadaan kesehatan lingkungan
desa.
Pengenalan alat cetakan Fiberglass Reforce Plastik (FRP) untuk
buat closet, SPAL, Septik Tank/cincin sumur/bibir sumur/tempat
sampah/(FRP).

Hari Kedua:
Melakukan pengisian formulir Inspeksi Sanitasi, dari rumah
masing- masing dan selanjutnya dilakukan Pembahasan Hasil
Inspeksi Sanitasi dengan tujuan untuk mengetahui pemahaman
peserta akan materi Inspeksi Sanitasi.

Materi Pemicuan/pemetaan yang bertujuan untuk mengetahui


kondisi lingkungan di desa yang akan dilakukan pemicuan dan
sosialisasi de dusun2 oleh tim kader kesehatan lingkungan.

Pembuatan Rencana TindakLanjut kegiatan pembangunan


Sanitasi Total berbasis Masyarakat (STBM) untuk tahun 2015
desa Wiyono Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran
sudah bebas BABS, dengan dilakukan kesepakatan
sbb:
- Membentuk kelompok kesehatan lingkunganway linti desa
Wiyono Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran yang
terdiri dari peserta yang telah terlatih program STBM
- Pengurus kelompok kesehatan lingkunganakan way linti
memberikan informasi yang berkaitan dengan masalah
kesehatan khususnya kesehatan lingkungan kepada warga
desa desa Wiyono Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten
Pesawaran dan memberikan penyuluhan kepada warga yang
belum memiliki jamban serta dilakukan pendataan.
- Mensosialisasikan alat pencetakan pembuatan closet, bibir
sumur/cicncin sumur/septic tank/tempat sampah/bak mandi,
SPAL kepada warga sehingga warga mau dan sanggup unutk
mempunyai jamban.
Menyampaikan materi verifikasi menuju desa ODF

Hari Ketiga:

Praktek Pencetakan Membuat SABPL ( Closet, Bibir Sumur/Cincin


Sumur/Septik Tank/Tempat Sampah/Bak Mandi/Pot Kembang dll
dan SPAL) dengan Cetakan Fiberglass Reinforced Plastics (FRP).
Konsentensi Adukan Batako dengan perbandingan material : 1 :
2 : 4.
Penjelasan dan Penyelesaian admistrasi.
Penutupan kegiatan pelatihan dari Dinas Kesehatan Provinsi
Lampung.

8. Saran dan Tindak Lanjut/Rencana Tindak Lanjut

Petugas Puskesmas dan bidan desa membantu Ka.Desa Wiyono


Kecamatan Gedong Tataan dalam menyususn RPJM Desa 2015- 2019,
dengan memasukkan rencana pembangunan bidang kesehatan
terutama program sanitasi dan air minum.
Masyarakat Desa Wiyono agar segera melaksakan pendataan tentang
SABPL dengan melaksakan inspeksi sanitasi.
Kader Kesling segera mensosialisasikan dan melaksanakan pemicuan di
dusun2 didampingi oleh bidan desa.
Hasil kegiatan dan pemetaan disampaikan kepada Kepala Puskesmas,
sehingga kepala Puskesmas dapat mengetahui secara detail keadan
sanitasi di desa Wiyono, dan dapat menganggarkan kegiatan STBM
melalui anggaran BOK.
Diharapkan akhir tahun 2015 desa Wiyono dapat mendeklarasikan desa
wiyono ODF.

VIII. PENUTUP
Demikian laporan hasil kegiatan Peningkatan Kapasitas Kader Kesehatan
Dalam rangka verifikasi desa ODF disampaikan untuk dapat
dipergunakan sebagaimana mestinya

Bandar Lampung, 20 Mei 2015

Tim Yang melaksanakan Kegiatan :


1 Bertha Sitepu. SKM.ST

2 Gustini Hastuty. SKM


3 Rosdiana. S. Sos
4 Samin

DOKUMENTASI KEGIATAN
PENINGKATAN KAPASITAS KADER
KESEHATAN DALAM RANGKA
VERIFIKASI DESA ODF
DI DESA WIYONO KAB. PESAWARAN

TGL 18 s/d 20 MEI 2015.

Penyampaian Materi.

Beberapa teknologi sederhana yang dapat dipilih


masyarakat.

Foto Bersama Peserta Peningkatan Kapasitas.

Refleksi Materi yang telah disampaikan.

Refresing Materi yang Telah Disampaikan.

LAPORAN KEGIATAN
PENINGKATAN KAPASITAS KADER KESEHATAN
DALAM RANGKA VERIFIKASI DESA ODF
DI DESA TRIMOLYO KABUPATEN LAMPUNG SELATAN
TGL 04 s/d 06 MEI 2015

OLEH:
SIE PENYEHATAN LINGKUNGAN
BIDANG BINA P2PL

DINAS KESEHATAN PROVINSI LAMPUNG


JL. DR. SEOSILO. NO.44 PAHOMAN
BANDAR LAMPUNG

LAPORAN KEGIATAN
PENINGKATAN KAPASITAS KADER KESEHATAN
DALAM RANGKA VERIFIKASI ODF
DESA TRIMOLYO KABUPATEN LAMPUNG SELATAN
TGL 04 s/d 06 MEI 2015.

I. PENDAHULUAN
Seperti telah kita ketahui bahwa Pemerintah telah memberikan
perhatian khusus di bidang Hygiene dan sanitasi dengan
menetapkan Open Defection Free dan peningkatan perilaku hidup
bersih dan sehat pada tahun 2009 dalam Rencana Pembangunan
Jangka Menengah Nasional (RPJMN ) tahun 2004-2009 Hal ini
sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mencapai Millenium
Development Goals (MDGs)tahun 2015, yaitu meningkatkan akses
air minum dan sanitasi dasar secara berkesinambungan.
Salah satu tantangan pembangunan sanitasi di Indonesia adalah
masalah sosial budaya dan perilaku penduduk yang terbiasa
buang air besar (BAB) di sembarang tempat, khususnya ke badan
air yang juga digunakan untuk mencuci, mandi dan kebutuhan
higienis lainnya.
Buruknya kondisi sanitasi merupakan salah satu penyebab
kematian anak di bawah 3 tahun yaitu sebesar 19% atau sekitar
100.000 anak meninggal karena diare setiap tahunnya dan
kerugian ekonomi diperkirakan sebesar 2,3% dari Produk
Domestik Bruto (studi World Bank, 2007).
Pada tahun 2008 telah diputuskan Strategi nasional Sanitasi Total
Berbasis
Masyarakat
melalui
Kepmenkes
No.
852/Menkes.SK/IX/2008, dan Perubahan Permenkes No. 03 Tahun
2014 tentang Strategi ini menjadi acuan bagi petugas kesehatan
dan
instansi
terkait
dalam
penyusunan
perencanaan,
pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi terkait dengan sanitasi
total berbasis masyarakatmemperlihatkan dukungannya melalui
kebijakan dan penganggarannya
Propinsi Lampung merupakan salah satu Propinsi yang berada di
ujung timur pulau Sumatera dengan populasi kurang lebih
6.983.707 jiwa dengan 30% dari total penduduknya
hidup di
bawah garis kemiskinan yang tersebar di 13 Kabupaten dan 2
Kota. Seperti kita ketahui bahwa sampai saat ini penyakitpenyakit
berbasis
lingkungan
masih
merupakan
masalah
kesehatan masyarakat., tantangan yang dihadapi Provinsi
Lampung terkait dengan masalah air minum, hygiene dan sanitasi
dasar
masih
sangat
besar
sehingga
kondisi
tersebut
berkontribusi terhadap tingginya angka penyakit yang berbasis
lingkungan.

Hal ini diperparah lagi dengan keadaan sarana sanitasi


masyarakat yang masih buruk terutama dalam hal cakupan
sarana air bersih Provinsi Lampung baru mencapai 83,29 %,
belum mencapai target 100 % tahun 2014, cakupan jamban
keluarga 60,8 % dari target 72 %, cakupan pengelolaan dampak
limbah 82 % dari target 86 %, cakupan Tempat Pengelolaan
Makanan (TPM) 69,8 % dari target 70 %, dan kejadian keracunan
pangan di 6 (enam) kab/kota dengan populasi 4499 orang.
Berkenaan dengan hal tersebut maka tidak mengherankan bila
setiap tahun selalu timbul kasus KLB/wabah diare dan penyakit
saluran pencernan lainnya (typhus, dysentri, kecacingan, dll), dan
kejadian bencana banjir pada musim penghujan akibat penurunan
kualitas lingkungan di Kabupaten/ Kota Provinsi Lampung.
Kegiatan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat ( STBM) dilakukan
dengan upaya pendekatan Sanitasi Total yang dikenal dengan
Community Led Total Sanitation (CLTS) . Sanitasi total yang
dimaksud adalah penghentian praktek Buang Air Besar ( BAB )
sembarangan, Cuci Tangan Pakai Sabun ( CTPS), Pengelolaan Air
Minum Rumah Tangga
( PAM- RT ), Pengelolaan Air Limbah
dan Penanganan Sampah Rumah Tangga.

Berkaitan dengan hal tersebut diatas, Dinas Kesehatan Provinsi


Lampung telah menyelenggarakan kegiatan pengadaan Peralatan
Fibergall Refornce Plastik (FRP) yang dapat dimanfaatkan untuk
pengadaan Sarana Sanitasi (SABPL) sehingga adanya peningkatan
tangga sanitasi yang dimanfaatkan masyarakat, FRP tsb juga
guna menggugah/memicu keinginan masyarakat memiliki sanana
sanitasi

(demand)

ketersediaan
adanya

atau

sarana

lingkungan

sehingga

sanitasi

yang

diharapkan

mendekatkan
baik

masyarakat

(Supply

Sanitasi)

untuk

mendukung

tumbuhnya

wirausaha

dan

dengan
dengan

(enablieng),

sanitasi

pada

masyarakat.

Hal tsb dapat mempercepat desa ODF yang selanjutnya target


berikutnya Desa

Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).

Untuk mencapai hal tsb maka diberikan FRP bagi Petugas Bidan
desa dan kader kesehatan lingkungan di Kabupaten Pesawaran.
Sehingga

Petugas

diharapkan

mampu

menggerakkan

prilaku

hygienis sanitasi masyarakat dan meningkatkan akses terhadap


sarana sanitasi dengan hasil sebagai berikut :

II. TUJUAN
Umum :
Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui upaya
peningkatan sanana tangga sanitasi seperti
kualitas air
bersih dan sanitasi dasar, melalui pemberdayaan masyarakat.
Khusus :
g

Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan petugas dan


kader kesehatan lingkungan/masyarakat bidang air bersih
dan sanitasi dasar.
h Adanya Fasilitator/Pengerak Masyarakat dengan terlatihnya
15 orang Petugas bidan desa dan kader kesehatan
lingkungan di di Kabupaten Lampung Selatan

XV

PESERTA

Peserta pelatihan adalah Petugas sanitarian dan kader kesehatan


lingkungan, (daftar hadir terlampir).

XVI WAKTU DAN TEMPAT


Pertemuan dilaksanakan selama 3 (tiga) hari pada tanggal 04
s/d 06 Mei 2015, bertempat di Balai Desa Trimolyo Kabupaten
Lampung Selatan.

XVII PEMBIAYAAN
Seluruh biaya pelaksanaan pertemuan berasal dari APBD Dinas
Kesehatan Propinsi Lampung tahun 2015

XVIII NARASUMBER
Narasumber Peningkatan Kapasitas Kader Kesehatan Dalam
Rangka Verifikasi Desa ODF bagi Petugas Bidan Desa dan
kader Kesehatan Lingkungan berasal dari Dinas Kesehatan
Provinsi Lampung, dan Dinas Kesehatan Kab. Lampung
Selatan.

XIX HASIL PERTEMUAN

Pertemuan dihadiri Bidan Desa dan kader Kesehatan


Lingkungan sebanyak 15 orang.
Pertemuan dibuka oleh Ka sie Penyehatan Lingkungan
Bidang P2PL Kepala Dinas kesehatan Kab. Lampung
Selatan
Hasil Pertemuan :
Pelatihan Peningkatan Kapasitas Kader Dalam Rangka
Verifikasi Menuju Desa ODF dilaksanakan selama 3
(tiga) hari dari tanggal 04 s/d 06 Mei 2015.

Hari Pertama penyampaian / Materi oleh Tim/ Narasumber tentang


:

Dinamika Kelompok
Pengertian STBM/ 5 Pilar STBM.
Penyakit-Penyakit yang berbasis Lingkungan.
PHBS.
Inspeksi Sanitasi Sumur Gali.
7 Syarat Jamban Sehat
Pemicuan dalam rangka pemetaan keadaan kesehatan
lingkungan desa.
Pengenalan alat cetakan Fiberglass Reforce Plastik
(FRP) untuk buat closet, SPAL, Septik Tank/cincin
sumur/bibir sumur/tempat sampah/(FRP).

Hari Kedua:
Melakukan pengisian formulir Inspeksi Sanitasi, dari
rumah masing- masing dan selanjutnya dilakukan
Pembahasan Hasil Inspeksi Sanitasi dengan tujuan
untuk mengetahui pemahaman peserta akan materi
Inspeksi Sanitasi.
Materi Pemicuan/pemetaan yang bertujuan untuk
mengetahui kondisi lingkungan di desa yang akan
dilakukan pemicuan dan sosialisasi de dusun2 oleh tim
kader kesehatan lingkungan.

Pembuatan
Rencana
TindakLanjut
kegiatan
pembangunan Sanitasi Total berbasis Masyarakat
(STBM) untuk tahun 2015 desa Trimulyo Kecamatan
Tanjung Bintang Kabupaten Lampung Selatan sudah
bebas BABS, dengan dilakukan kesepakatan
sbb:

Membentuk kelompok kesehatan lingkunganway linti


desa
Trimulyo
Kecamatan
Tanjung
Bintang
Kabupaten Lampung Selatan yang terdiri dari peserta
yang telah terlatih program STBM
- Pengurus kelompok kesehatan lingkunganakan way
linti memberikan informasi yang berkaitan dengan
masalah kesehatan khususnya kesehatan lingkungan
kepada warga desa desa Trimulyo Kecamatan
Tanjung Bintang Kabupaten Lampung Selatan dan
memberikan penyuluhan kepada warga yang belum
memiliki jamban serta dilakukan pendataan.
- Mensosialisasikan
alat
pencetakan
pembuatan
closet, bibir sumur/cicncin sumur/septic tank/tempat
sampah/bak mandi, SPAL
kepada warga sehingga
warga mau dan sanggup unutk mempunyai jamban.
Menyampaikan materi verifikasi menuju desa ODF
-

Hari Ketiga:

XX

Praktek Pencetakan Membuat SABPL ( Closet, Bibir


Sumur/Cincin Sumur/Septik Tank/Tempat Sampah/Bak
Mandi/Pot Kembang dll
dan SPAL) dengan Cetakan
Fiberglass Reinforced Plastics (FRP).
Konsentensi Adukan Batako dengan perbandingan
material : 1 : 2 : 4.
Penjelasan dan Penyelesaian admistrasi.
Penutupan kegiatan pelatihan dari Dinas Kesehatan
Provinsi Lampung.

Saran dan Tindak Lanjut/Rencana Tindak Lanjut

Petugas Puskesmas dan bidan desa membantu Ka. Desa


Trimulyo
Kecamatan Tanjung Bintang dalam menyususn
RPJM Desa 2015 - 2019, dengan memasukkan rencana
pembangunan bidang kesehatan terutama program sanitasi
dan air minum.
Masyarakat
Desa
Trimulyo
agar
segera
melaksakan
pendataan tentang SABPL dengan melaksakan inspeksi
sanitasi.
Kader Kesling segera mensosialisasikan dan melaksanakan
pemicuan di dusun2 didampingi oleh bidan desa.
Hasil kegiatan dan pemetaan disampaikan kepada Kepala
Puskesmas, sehingga kepala Puskesmas dapat mengetahui

secara detail keadan sanitasi di desa Trimulyo, dan dapat


menganggarkan kegiatan STBM melalui anggaran BOK.
Diharapkan
akhir
tahun
2015
desa
Wiyono
dapat
mendeklarasikan desa Trimolyo ODF.

VIII. PENUTUP
Demikian laporan hasil kegiatan Peningkatan Kapasitas
Kader Kesehatan Dalam rangka verifikasi desa ODF
disampaikan
untuk
dapat
dipergunakan
sebagaimana
mestinya

Bandar Lampung, 06 Mei

Tim Yang melaksanakan Kegiatan :


1. Agus Setyowidodo. SKM.MKM.
2. Rosdiana.S.Sos. AMd. KL
3. Sus Mutia. SKM
4. Ardyanti Mega. Amd.KL

2015

PENYEHATAN LINGKUNGAN
BIDANG BINA P2PL

DINAS KESEHATAN PROVINSI


LAMPUNG
JL. DR. SEOSILO. NO.44 PAHOMAN
BANDAR LAMPUNG.

LAPORAN KEGIATAN ON JOB TRAINING


SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT (STBM)
BAGI PETUGAS SANITARIAN DAN KADER KESEHATAN LINGKUNGAN
KABUPATEN LAMPUNG TENGAH (KELAS.I)
TGL 16 s/d 17 JUNI 2014
I. PENDAHULUAN
Seperti telah kita ketahui bahwa Pemerintah telah memberikan perhatian
khusus di bidang Hygiene dan sanitasi dengan menetapkan Open Defection
Free dan peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat pada tahun 2009
dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN ) tahun

2004-2009 Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mencapai


Millenium Development Goals (MDGs)tahun 2015, yaitu meningkatkan akses
air minum dan sanitasi dasar secara berkesinambungan.
Salah satu tantangan pembangunan sanitasi di Indonesia adalah masalah
sosial budaya dan perilaku penduduk yang terbiasa buang air besar (BAB) di
sembarang tempat, khususnya ke badan air yang juga digunakan untuk
mencuci, mandi dan kebutuhan higienis lainnya.
Buruknya kondisi sanitasi merupakan salah satu penyebab kematian anak di
bawah 3 tahun yaitu sebesar 19% atau sekitar 100.000 anak meninggal
karena diare setiap tahunnya dan kerugian ekonomi diperkirakan sebesar
2,3% dari Produk Domestik Bruto (studi World Bank, 2007).
Pada tahun 2008 telah diputuskan Strategi nasional Sanitasi Total Berbasis
Masyarakat melalui Kepmenkes No. 852/Menkes.SK/IX/2008, dan Perubahan
Permenkes No. 03 Tahun 2014 tentang Strategi ini menjadi acuan bagi petugas
kesehatan dan instansi terkait dalam penyusunan perencanaan, pelaksanaan,
pemantauan, dan evaluasi terkait dengan sanitasi total berbasis
masyarakatmemperlihatkan
dukungannya
melalui
kebijakan
dan
penganggarannya
Propinsi Lampung merupakan salah satu Propinsi yang berada di ujung timur
pulau Sumatera dengan populasi kurang lebih 6.983.707 jiwa dengan 30%
dari total penduduknya hidup di bawah garis kemiskinan yang tersebar di 13
Kabupaten dan 2 Kota. Seperti kita ketahui bahwa sampai saat ini penyakitpenyakit berbasis lingkungan masih merupakan masalah kesehatan
masyarakat., tantangan yang dihadapi Provinsi Lampung terkait dengan
masalah air minum, hygiene dan sanitasi dasar masih sangat besar sehingga
kondisi tersebut berkontribusi terhadap tingginya angka penyakit yang
berbasis lingkungan.
Hal ini diperparah lagi dengan keadaan sarana sanitasi masyarakat yang
masih buruk terutama dalam hal cakupan sarana air bersih Provinsi Lampung
baru mencapai 83,29 %, belum mencapai target 100 % tahun 2013, cakupan
jamban keluarga 60,8 % dari target 72 %, cakupan pengelolaan dampak
limbah 82 % dari target 86 %, cakupan Tempat Pengelolaan Makanan (TPM)
69,8 % dari target 70 %, dan kejadian keracunan pangan di 6 (enam)
kab/kota dengan populasi 4499 orang.

Berkenaan dengan hal tersebut maka tidak mengherankan bila setiap tahun
selalu timbul kasus KLB/wabah diare dan penyakit saluran pencernan lainnya
(typhus, dysentri, kecacingan, dll), dan kejadian bencana banjir pada musim
penghujan akibat penurunan kualitas lingkungan di Kabupaten/ Kota Provinsi
Lampung.

Kegiatan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat ( STBM) dilakukan dengan


upaya pendekatan Sanitasi Total yang dikenal dengan Community Led Total
Sanitation (CLTS) . Sanitasi total yang dimaksud adalah penghentian praktek
Buang Air Besar ( BAB ) sembarangan, Cuci Tangan Pakai Sabun ( CTPS),
Pengelolaan Air Minum Rumah Tangga
( PAM- RT ), Pengelolaan Air
Limbah dan Penanganan Sampah Rumah Tangga.
Berkaitan dengan hal tersebut diatas, Dinas Kesehatan Provinsi Lampung
telah menyelenggarakan kegiatan pengadaan Peralatan Fibergall Refornce
Plastik (FRP) yang dapat dimanfaatkan untuk pengadaan Sarana Sanitasi
(SABPL) sehingga adanya peningkatan tangga sanitasi yang dimanfaatkan
masyarakat, FRP tsb juga guna menggugah/memicu keinginan masyarakat
memiliki sanana sanitasi (demand) atau mendekatkan masyarakat dengan
ketersediaan sarana sanitasi (Supply Sanitasi) dan dengan adanya lingkungan
yang baik untuk mendukung (enablieng), sehingga diharapkan

tumbuhnya

wirausaha sanitasi pada masyarakat. Hal tsb dapat mempercepat desa ODF
yang selanjutnya target berikutnya Desa Sanitasi Total Berbasis Masyarakat
(STBM). Untuk mencapai hal tsb maka diberikan FRP dan OnJoff Treaining
FRP bagi Petugas Sanitarian Puskesmas dan kader kesehatan lingkungan di
Kabupaten Pringsewu. Sehinnga Petugas diharapkan mampu menggerakkan
prilaku hygienis sanitasi masyarakat dan meningkatkan akses terhadap
sarana sanitasi dengan hasil sebagai berikut :

XXI

TUJUAN
Umum :
Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui upaya peningkatan
sanana tangga sanitasi seperti kualitas air bersih dan sanitasi dasar,
melalui pemberdayaan masyarakat.

Khusus :
III

IV

Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan petugas dan kader


kesehatan lingkungan/masyarakat bidang air bersih dan sanitasi
dasar.
Adanya Fasilitator/Pengerak Masyarakat dengan terlatihnya 30 orang
Petugas sanitarian dan kader kesehatan lingkunga di di Kabupaten
Lampung Tengah

XXII PESERTA
Peserta pelatihan adalah Petugas sanitarian dan kader kesehatan lingkungan,
(daftar hadir terlampir).

XXIII WAKTU DAN TEMPAT


Pertemuan dilaksanakan selama 2 (dua) hari pada tanggal 16 s/d 18 Juni
2014, bertempat di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Tengah
(Kelompok.I).

XXIV PEMBIAYAAN
Seluruh biaya pelaksanaan pertemuan berasal dari APBD Dinas Kesehatan
Propinsi Lampung tahun 2014

XXV NARASUMBER
Narasumber On Job Treaning Fiberglass Reforce Plastik (FRP) bagi Petugas
Sanitarian dan kader Kesehatan Lingkungan berasal dari Dinas Kesehatan
Provinsi Lampung,

XXVI HASIL PERTEMUAN

Pertemuan dihadiri Petugas sanitasi dan kader Kesehatan


Lingkungan sebanyak 30 orang.
Pertemuan dibuka oleh Ka sie Penyehatan Lingkungan Bidang
P2PL Kepala Dinas kesehatan Kab. Lampung Tengah
Hasil Pertemuan :

1 Hari Pertama penyampaian/Materi oleh Tim/Narasumber tentang :


- Dinamika Kelompok
- Pengertian STBM
- Penyakit-Penyakit yang berbasis Lingkungan
- PHBS
- Inspeksi Sanitasi Sumur Gali
- 7 Syarat Jamban Sehat
- PAM RT dan Pengelolaan Makanan Yang Aman.
- Pengelolaan sampah Rumah tangga yang aman.
- Pengelolaan limbah rumah Tangga Yang aman.
2 Kemudian dilaksanakan refleksi tentang penyerapan materi selanjutnya
dilakukan materi tentang Pemicuan dalam rangka pemetaan keadaan
kesehatan lingkungan desa bertujuan untuk mengetahui kondisi
lingkungan di desa yang akan dilakukan pemicuan, selanjutnya peserta
melaksanakan praktek kegiatan berupa pemetaan daerah untuk melihat
kondisi kesehatan lingkungan.
3 Selanjutnya Pengenalan alat cetakan cincin sumur/bibir sumur, slep,
closed, SPAL dari Fiberglass Reforce Plastik (FRP).
4 Kemudian Praktek Peralatan alat cetakan cincin sumur/bibir sumur,
slep, closed, SPAL dari Fiberglass Reforce Plastik (FRP).
5 Konsentensi Adukan Bataku dengan perbandingan material : 1 : 2 : 4.

6 Peserta di beri materi Pembuatan Rencana Tindak Lanjut kegiatan


pembangunan Sanitasi Total berbasis Masyarakat (STBM) di desa yang
telah di picu.

Diharapkan Desa yang telah dipicu terdapat:


- Terbentuk Kelembagaan dengan terbentuknya SK Kepala Desa kader
kesehatan lingkungan di Desa tentang Kader Kesehatan Lingkungan.
- Adanya natural leder sebagai pengerak masyarakat di desa.
- Petugas Sanitaraian dan kader kesehatan lingkungan melaksanakan
sosialisasi kegiatan STBM kepada masyarakat sehingga diharapkan
masyarakat memahami dan mengerti tentang yang sehat melalui
kegiatan pengajian Ibu-ibu, Kelompok Yasinan.
- Mensosialisasikan alat pencetakan pembuatan sarana sanitasi
seperti: jamban, slep, bibir sumur, cincin sumur, SPAL tempat
sampah, bak mandi dll, kepada warga sehingga warga mau dan
tertarik memiliki sarana sanitasi, sesuai dengan kebutuhan
masyarakat.
8 Tumbuhnya wirausaha sanitasi di desa sehingga memudahkan
masyarakat mendapatkan sarana sanitasi yang dibutuhkan.

VIII. PENUTUP
Demikian laporan hasil kegiatan on job treaning FRP disampaikan untuk
dapat dipergunakan sebagaimana mestinya

Bandar Lampung, 19 Juni 2014

Tim Yang melaksanakan Kegiatan :


5 Bertha Sitepu.SKM.ST
6 Samin
7 Ardyanti Mega. Amd. KL