Anda di halaman 1dari 34

Badan Nasional Sertifikasi Profesi - BNSP

KATA PENGANTAR

Pedoman Penerbitan Sertifikat Kompetensi (Certificate of Competence) ini


disusun untuk dijadikan sebagai acuan bagi Badan Nasional sertifikasi Profesi
(BNSP) dan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dalam melaksanakan penerbitan
Sertifikat Kompetensi.
Disadari bahwa Sertifikat Kompetensi merupakan bentuk pengakuan formal
terhadap kompetensi kerja yang dimiliki oleh seseorang tenaga kerja pada
jenjang kualifikasi atau klaster kompetensi tertentu. Oleh karena itu perlu
adanya pengaturan-pengaturan tentang bagaimana memberikan jaminan
keamanan

terhadap

Sertifikat

Kompetensi

agar

tidak

dipalsukan

atau

disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. BNSP sebagai


lembaga penanggung jawab pemberian sertifikat kompetensi, mengatur
penerbitan sertifikat kompetensi dimaksud dalam bentuk Pedoman Penerbitan
Sertifikat Kompetensi.
Dengan tersusunnya Pedoman Penerbitan Sertifikat Kompetensi ini, diharapkan
Lembaga Sertifikasi Profesi, Tempat Uji Kompetensi dan Instansi terkait dapat
menerbitkan dan mengendalikan sertifikat kompetensi serta memberikan
pelayanan yang terbaik bagi masyarakat, khususnya tenaga kerja dan calon
tenaga kerja yang ingin mendapatkan pengakuan atas kompetensi kerja yang
dimilikinya.

Jakarta,

Pedoman Penerbitan Sertifikat Kompetensi

1 / 34

Juni 2006

Badan Nasional Sertifikasi Profesi - BNSP

DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR
1
DAFTAR ISI ...................................................................................
2
BAB I.

PENDAHULUAN

...............................................................
4
1.1.
Latar
Belakang
....................................................................................................
5
1.2.
Tujuan
....................................................................................................
5
1.3. Sasaran
....................................................................................................
5
1.4. Ruang Lingkup
....................................................................................................
5
1.5.
Dasar
Hukum
....................................................................................................
5
1.6. Pengertian
....................................................................................................
6
BAB II.

SERTIFIKAT KOMPETENSI

.........................................................
8
2.1. Jenis Sertifkiat
....................................................................................................
8
2.2. Blanko Sertifikat Kompetensi
Pedoman Penerbitan Sertifikat Kompetensi

2 / 34

Badan Nasional Sertifikasi Profesi - BNSP

....................................................................................................
8
2.3. Spesifikasi Kertas Sertifikat
....................................................................................................
8
2.4. Bahasa Penulisan Sertifikat
....................................................................................................
9
2.5. Format Sertifikat Unit Kompetensi
....................................................................................................
9
2.6. Format Sertifikat Kualifikasi Kompetensi
....................................................................................................
11
2.7. Penomoran/Kodifikasi Sertifikat Kompetensi
....................................................................................................
13
2.8. Nomor Registrasi Sertifikat
....................................................................................................
15
2.10. Masa Berlaku Sertifikat
....................................................................................................
15
2.11. Penerbitan Sertifikat Kompetensi
....................................................................................................
16
2.12. Duplikat Sertifikat
....................................................................................................
16
2.13. Pencetakan Blanko Sertifikat
....................................................................................................
16
2.14. Area (Ruang lingkup) Sertifikasi Kompetensi
....................................................................................................
17
2.15. Validasi

Pedoman Penerbitan Sertifikat Kompetensi

3 / 34

Badan Nasional Sertifikasi Profesi - BNSP

....................................................................................................
17
2.16. Dokumentasi
....................................................................................................
18

BAB III. MEKANISME PENERBITAN SERTIFIKAT KOMPETENSI


...........

19

3.1. Penerbitan Sertifikat Unit Kompetensi


....................................................................................................
19
3.2. Penerbitan Sertifikat Kualifikasi Kompetensi
....................................................................................................
21
3.3. Penerbitan Duplikat Sertifikat Kompetensi
....................................................................................................
23
BAB IV. PENGENDALIAN DAN SANKSI
26
4.1. Pengendalian ... ..
26
4.2. Monitoring
....................................................................................................
27
4.3. Evaluasi
....................................................................................................
27
4.4. Pelaporan
....................................................................................................
27
4.5. Sanksi
....................................................................................................
28

Pedoman Penerbitan Sertifikat Kompetensi

4 / 34

Badan Nasional Sertifikasi Profesi - BNSP

BAB IV. PENUTUP


29
DAFTAR LAMPIRAN
30

BAB I

PENDAHULUAN

1.1.

Latar Belakang
Daya saing suatu perusahaan atau negara sangat ditentukan oleh
kemampuan tenaga kerja atau sumber daya manusia (SDM) yang
dimilikinya. Tersedianya tenaga kerja atau SDM yang kompeten dan

Pedoman Penerbitan Sertifikat Kompetensi

5 / 34

Badan Nasional Sertifikasi Profesi - BNSP

profesional

merupakan

syarat

mutlak

yang

harus

dimiliki

dalam

menghadapi ketatnya persaingan global, baik secara nasional maupun


internasional.
Dalam mempersiapkan tenaga kerja yang kompeten, profesional dan
kompetitif perlu dikembangkan suatu sistem sertifikasi kompetensi yang
dapat menjamin bahwa pemegang sertifikat benar-benar memiliki
kompetensi

sesuai

dengan

sertifikat

yang

dimilikinya.

Sertifikat

kompetensi harus mampu menjadi jaminan tertulis yang menerangkan


dengan jelas dan tegas mengenai area dan tingkat kompetensi
seseorang berdasarkan pendidikan, pelatihan serta pengalaman kerja
yang dipersyaratkan.
Sebagai bentuk pengakuan dan sekaligus jaminan mutu terhadap
penguasaan

suatu

kompetensi

kerja,

sertifikat

kompetensi

harus

informatif, valid, terdokumentasi dan mampu telusur (traceable). Hal ini


bisa terwujud apabila dibangun suatu sistem sertifikasi yang didukung
oleh

regulasi,

kelembagaan

serta sistem manajemen mutu

yang

memadai.
Berdasarkan U.U. No. 13

tentang Ketenagakerjaan serta P.P. No. 23

tentang Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), dijelaskan bahwa BNSP


bertugas

menyelenggarakan

sertifikasi

kompetensi

kerja.

Dalam

melaksanakan tugasnya, BNSP dapat memberikan lisensi kepada LSP


(Lembaga Sertifikasi Profesi). Ruang lingkup tugas utama LSP adalah
melaksanakan uji kompetensi dan menerbitkan sertifikat kompetensi
kerja.
Untuk menjaga kualitas sertifikasi kompetensi kerja yang dilaksanakan
BNSP maupun oleh LSP, BNSP perlu mengeluarkan pedoman mengenai
penerbitan sertifikat kompetensi kerja. Pedoman ini akan menjadi acuan
baik dalam pelaksanaan sertifikasi kompetensi kerja maupun dalam
proses penjaminan mutu melalui audit internal dan eksternal.

1.2. Tujuan
Tujuan Pedoman Penerbitan Sertifikat Kompetensi adalah:

Pedoman Penerbitan Sertifikat Kompetensi

6 / 34

Badan Nasional Sertifikasi Profesi - BNSP

1.

Sebagai acuan dalam melaksanakan pengisian dan penerbitan


sertifikat kompetensi kerja oleh BNSP serta LSP pada sektor atau
sub sektor masing-masing.

2.

Sebagai acuan dalam pelaksanaan internal/eksternal audit mutu,


dalam rangka penjaminan mutu penerbitan sertifikat kompetensi
kerja.

1.3.

Sasaran
Sasaran pedoman penerbitan sertifikat kompetensi adalah terciptanya
tertib prosedur dan tertib administrasi dalam penerbitan sertifikat
kompetensi, sehingga pemegang sertifikat kompetensi benar-benar
memiliki kompetensi kerja seperti yang tercantum pada sertifikat.

1.4.

Ruang Lingkup
Ruang

lingkup

materi

yang

tercakup

dalam

kompetensi ini meliputi bentuk sertifikat ;


sertifikat ;

pedoman

sertifikat

mekanisme penerbitan

pengendalian, pengawasan (monitoring), evaluasi dan

pelaporan serta sanksi.

1.5.

Dasar Hukum
Dasar hukum yang melandasi penyusunan
Sertifikat Kompetensi adalah sebagai berikut :

Penerbitan

1.

Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan;

2.

Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan


Nasional;

3.

Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2004 tentang Badan


Nasional Sertifikasi Profesi;

4.

Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2005 tentang Rencana


Pembangunan Jangka Menengah.

Pedoman Penerbitan Sertifikat Kompetensi

7 / 34

Pedoman

Badan Nasional Sertifikasi Profesi - BNSP

1.6.

5.

Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik


Indonesia Nomor Kep. 227/MEN/2003 tentang Tata Cara Penetapan
Standar Kompetensi Kerja Nasional;

6.

Keputusan Menteri tenaga Kerja dan transmigrasi Republik


Indonesia Nomor Kep. 69/MEN/2004 tentang Perubahan Lampiran
Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik
Indonesia Nomor Kep. 227/MEN/2003 tentang Tata Cara Penetapan
Standar Kompetensi Kerja Nasional;

Pengertian
Dalam Pedoman Penerbitan Sertifikat Kompetensi yang

dimaksud

dengan:
1.

Kompetensi Kerja adalah spesifikasi dari setiap sikap, pengetahuan,


keterampilan dan atau keahlian serta penerapannya secara efektif
dalam
pekerjaan
sesuai
dengan
standar
kinerja
yang
dipersyaratkan.

2.

Sertifikasi Kompetensi Kerja adalah proses pemberian sertifikat


kompetensi yang dilakukan secara sistematis dan obyektif melalui
uji kompetensi yang mengacu kepada standar kompetensi kerja
nasional Indonesia atau regional atau internasional .

3.

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia yang selanjutnya


disingkat SKKNI adalah rumusan kemampuan kerja yang mencakup
aspek pengetahuan, keterampilan dan atau keahlian serta sikap
kerja yang relevan dengan pelaksanaan tugas dan syarat jabatan
yang ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku.

4.

Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia yang selanjutnya disingkat


KKNI adalah kerangka penjenjangan kualifikasi kompetensi yang
memungkinkan penyetaraan dan pengintegrasian antara jalur
pendidikan, pelatihan kerja dan pengalaman kerja dalam rangka
pemberian pengakuan dan penghargaan profesi.

5.

Profesi adalah suatu bidang pekerjaan yang untuk melakukannya


diperlukan kompetensi kerja yang dipersyaratkan serta memenuhi
standar yang ditentukan dimana didalamnya terkandung pula nilainilai dan kode etik profesi.

Pedoman Penerbitan Sertifikat Kompetensi

8 / 34

Badan Nasional Sertifikasi Profesi - BNSP

6.

Sertifikat Kompetensi adalah bukti pengakuan tertulis atas


penguasaan kompetensi kerja pada jenis profesi tertentu yang
diberikan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi atau Badan Nasional
Sertifikasi Profesi.

7.

Lembaga Sertifikasi Profesi yang selanjutnya disingkat LSP adalah


lembaga pelaksana uji kompetensi dan sertifikasi kompetensi yang
telah diakreditasi oleh dan mendapatkan lisensi dari Badan Nasional
Sertifikasi Profesi.

8.

Badan Nasional Sertifikasi Profesi yang selanjutnya disingkat BNSP


adalah lembaga independen yang bertugas melaksanakan
sertifikasi kompetensi yang dibentuk dengan Peraturan Pemerintah
Nomor 23 Tahun 2004.

9.

Uji Kompetensi adalah proses penilaian baik teknis maupun non


teknis, untuk menentukan apakah seseorang kompeten atau belum
kompeten pada kualifikasi atau unit kompetensi tertentu.

10. Tempat Uji Kompetensi adalah tempat yang memenuhi persyaratan


sebagai tempat untuk melaksanakan uji kompetensi sesuai dengan
materi dan metoda uji kompetensi yang akan dilaksanakan.
11. Asesor Kompetensi adalah seseorang yang memiliki kompetensi dan
memenuhi persyaratan untuk melakukan uji kompetensi pada jenis
dan kualifikasi profesi tertentu.

Pedoman Penerbitan Sertifikat Kompetensi

9 / 34

Badan Nasional Sertifikasi Profesi - BNSP

BAB II

SERTIFIKAT KOMPETENSI

Jenis Sertifikat

2.1.

Sertifikat kompetensi terdiri dari 2 (dua) jenis, yaitu sertifikat unit


kompetensi dan sertifikat kualifikasi kompetensi.
Sertifikat unit kompetensi menerangkan unit atau sekelompok unit
kompetensi yang dinyatakan kompeten setelah melalui uji kompetensi.
Sedangkan sertifikat kualifikasi kompetensi menerangkan pencapaian
terhadap level kualifikasi dalam Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia
(KKNI),

setelah

memenuhi

sejumlah

unit

kompetensi

yang

dipersyaratkan.

Blanko Sertifikat

2.2.

Blanko sertifikat kompetensi yang digunakan adalah blanko sertifikat


kompetensi

yang

dicetak

melalui

BNSP.

Dalam

melaksanakan

pencetakan blanko sertifikat, BNSP dapat bekerjasama dengan LSP


apabila LSP yang bersangkutan dianggap sudah memenuhi persyaratan
(sesuai dengan kebijakan sertifikasi dan pedoman penerbitan sertifikat
termasuk biaya pencetakan).

Spesifikasi Kertas Sertifikat

2.3.

Ukuran blanko Sertifikat : A 4 (210 x 297) mm


Jenis Kertas
: Security paper
Warna
: Putih
Berat dan tebal
:
Berat 130 gram/m2,
mikrometer
Tingkat kecerahan
: 80 %
Bahan kertas
: Pulp kayu kimia 100 %

Pedoman Penerbitan Sertifikat Kompetensi

10 / 34

Tebal 130

Badan Nasional Sertifikasi Profesi - BNSP

Tanda pengaman
: Tanda air logo garuda
Minutering
:
Berpendar warna merah, biru dan
kuning bila
disinari ultra violet
2.4. Bahasa Penulisan Sertifikat
Bahasa yang digunakan pada penulisan Sertifikat Kompetensi ditulis
dalam dua bahasa, yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Hal ini
sesuai dengan visi dan misi BNSP agar tenaga kerja Indonesia bisa
bersaing dalam pasar kerja nasional dan internasional serta dalam
kerangka kerja MRA (Mutual Recognition Arrangement).

2.5.

Format Sertifikat Unit Kompetensi


Format Sertifikat Kompetensi terdiri dari 2 (dua) halaman yaitu :
1. Halaman Depan :
Pada halaman depan terdapat :
- Nomor Seri (Serial number)
- Logo Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP)
- Sertifikat Kompetensi (Certificate of Competence)
- Nomor Sertifikat (Certificate Number)
- Dengan ini menyatakan bahwa (This is to certify that),
- Nama pemegang sertifikat
- Nomor Registrasi (Registration number)
- Telah kompeten untuk unit kompetensi (is competent for the
following Unit(s) of competency
- Nomor/kode unit (unit-unit) kompetensi
- Pada bidang pekerjaan (In the area of)
- Sertifikat ini berlaku untuk . () tahun (this certificate is valid
for . () years)
- Tempat dan tanggal penerbitan sertifikat
- Tanda pengaman tersembunyi (hidden security)

Pedoman Penerbitan Sertifikat Kompetensi

11 / 34

Badan Nasional Sertifikasi Profesi - BNSP

Apabila sertifikat diterbitkan oleh BNSP :


- Badan Nasional Sertifikasi Profesi (Indonesian Professional
Certification Authority)
- Nama Ketua (Chairman) dan Ketua Komisi Sertifikasi (Chairperson
- Certification Commision) BNSP
- Tanda tangan Ketua (Chairperson) dan Ketua Komisi Sertifikasi
(Chairperson - Certification Commision) BNSP
Apabila sertifikat diterbitkan oleh LSP :
- Atas nama(On behalf of) BNSP :
- Nama LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi/Professional Certification
Body)
- Nama Pimpinan LSP (Ketua Pengarah/Chairperson dan Ketua
Pelaksana/ Executive Director)
- Tanda tangan Pimpinan LSP (Ketua Pengarah/Chairperson dan
Ketua Pelaksana/ Executive Director)
2. Halaman belakang:
Pada halaman belakang terdapat :
- Daftar Unit Kompetensi (List of Unit(s) of Competency)
- Nomor urut
- Kode Unit (Unit Code)
- Judul Unit (Unit Title)
- Foto pemilik sertifikat
- Tanda tangan pemilik sertifikat (signature of holder)
- Tempat dan tanggal dikeluarkan
Apabila sertifikat diterbitkan oleh BNSP :
- Badan Nasional Sertifikasi Profesi (Indonesian Professional
Certification Authority)
Pedoman Penerbitan Sertifikat Kompetensi

12 / 34

Badan Nasional Sertifikasi Profesi - BNSP

- Nama Ketua Komisi Sertifikasi BNSP


- Tanda tangan Ketua Komisi Sertifikasi BNSP

Apabila sertifikat diterbitkan oleh LSP :


- Nama LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi/Professional Certifying
Body)
- Nama Kepala Bidang Sertifikasi LSP
- Tanda tangan Kepala Bidang Sertifikasi LSP
(Contoh format sertifikat unit kompetensi dan penjelasan cara
pengisiannya terlampir)

2.6.

Format Sertifikat Kualifikasi Kompetensi


Format Sertifikat Kompetensi terdiri dari 2 (dua) halaman yaitu :
1. Halaman Depan:
Pada halaman depan terdapat :
- Nomor Seri (Serial number)
- Logo Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP)
- Sertifikat Kompetensi (Certificate of Competence)
- Nomor Sertifikat (Certificate Number)
- Dengan ini menyatakan bahwa (This is to certify that),
- Nama pemegang sertifikat
- Nomor Registrasi (Registration number)
- Telah memenuhi persyaratan dan kompeten pada kualifikasi
(Meet the requirements and competent for the below
qualification)
- Sertifikat . (Certificate .)
- Pada bidang pekerjaan (In the area of)
- Sertifikat ini berlaku sampai dengan (this certificate is
valid until .)

Pedoman Penerbitan Sertifikat Kompetensi

13 / 34

Badan Nasional Sertifikasi Profesi - BNSP

- Tempat dan tanggal penerbitan sertifikat


- Tanda pengaman tersembunyi (hidden security)

Apabila sertifikat diterbitkan oleh BNSP :


- Badan Nasional Sertifikasi Profesi (Indonesian Professional
Certification Authority)
- Nama Ketua (Chairman) dan Ketua Komisi Sertifikasi (Chairperson
- Certification Commision) BNSP
- Tanda tangan Ketua (Chairman) dan Ketua Komisi Sertifikasi
(Chairperson - Certification Commision) BNSP
Apabila sertifikat diterbitkan oleh LSP :
- Atas nama(On behalf ) BNSP :
- Nama LSP (lembaga Sertifikasi Profesi/Professional Certiification
Body)
- Nama Pimpinan LSP (Ketua Pengarah/Chairperson dan Ketua
Pelaksana/ Executive Director)
- Tanda tangan Pimpinan LSP (Ketua Pengurus/Chairperson dan
Ketua Pelaksana/Executive Director)

2. Halaman belakang :
Pada halaman belakang terdapat :
- Daftar Unit Kompetensi (List of Unit(s) of Competency)
- Nomor urut
- Kode Unit (Unit Code)
- Judul Unit Kompetensi (Unit Title)
- Foto pemilik sertifikat
- Tanda tangan pemilik sertifikat (signature of holder)
- Tempat dan tanggal dikeluarkan sertifikat
Apabila sertifikat diterbitkan oleh BNSP :
Pedoman Penerbitan Sertifikat Kompetensi

14 / 34

Badan Nasional Sertifikasi Profesi - BNSP

- Badan Nasional Sertifikasi Profesi (Indonesian Professional


Certification Authority)
- Nama Ketua Komisi Sertifikasi BNSP
- Tanda tangan Ketua Komisi Sertifikasi BNSP
Apabila sertifikat diterbitkan oleh LSP :
- Nama LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi/Professional Certification
Body)
- Nama Kepala Bidang Sertifikasi LSP
- Tanda tangan Kepala Bidang Sertifikasi LSP
(Contoh format sertifikat unit kompetensi dan penjelasan cara
pengisiannya terlampir)

2.7. Kodifikasi/Penomoran Sertifikat


A. Sertifikat Unit Kompetensi
Penomoran (kodifikasi) sertifikat unit kompetensi dirumuskan dalam
format sebagai berikut:

00000 0000
1

0000000 0000
3

1. 5 digit pertama, menunjukkan Nomor kode Klasifikasi Lapangan


Usaha berdasarkan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia
(untuk lapangan usaha tertentu mungkin yang relevan hanya tiga
digit pertama, sedangkan 1 atau 2 digit berikutnya yang tidak
relevan dapat diisi dengan huruf 0 atau 00).
- digit I dan II

: Menunjukan Golongan Pokok

- digit III

: Menunjukan Golongan

- digit IV

: Menunjukan Sub Golongan

- digit V

: Menunjukan Kelompok Kegiatan Ekonomi

2. 4 digit kedua, menunjukkan Nomor Kode Klasifikasi Jabatan yang


mengacu kepada lnternational Standard Classification of

Pedoman Penerbitan Sertifikat Kompetensi

15 / 34

Badan Nasional Sertifikasi Profesi - BNSP

Occupation (ISCO) 1988 atau Klasifikasi Jabatan Standar


Internasional (KJSI).
- digit I

: Menunjukan Golongan Pokok

- digit II

: Menunjukan Sub Golongan Pokok

- digit III

: Menunjukan Golongan

- digit IV

: Menunjukan Sub Golongan

3. 7 digit ketiga, menunjukkan nomor urut sertifikat.


4. 4 digit keempat, menunjukkan tahun penerbitan sertifikat

B. Sertifikat Kualifikasi Kompetensi


Penomoran (kodifikasi) sertifikat kualifikasi kompetensi dirumuskan
dalam format sebagai berikut:

00000 0000
1

0 0000000 0000
3

1. 5 digit pertama, menunjukkan Nomor kode Klasifikasi Lapangan


Usaha berdasarkan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia.
(untuk lapangan usaha tertentu mungkin yang relevan hanya tiga
digit pertama, sedangkan 1 atau 2 digit berikutnya yang tidak
relevan dapat diisi dengan huruf 0 atau 00).
- digit I dan II

: Menunjukkan Golongan Pokok

- digit III

: Menunjukkan Golongan

- digit IV

: Menunjukkan Sub Golongan

- digit V

: Menunjukkan Kelompok Kegiatan Ekonomi

2. 4 digit kedua, menunjukkan Nomor Kode Klasifikasi Jabatan yang


mengacu kepada Klasifikasi Jabatan Standar Internasional 1988.
- digit I

: Menunjukan Golongan Pokok

- digit II

: Menunjukan Sub Golongan Pokok

- digit III

: Menunjukan Golongan

- digit IV

: Menunjukan Sub Golongan

Pedoman Penerbitan Sertifikat Kompetensi

16 / 34

Badan Nasional Sertifikasi Profesi - BNSP

3. 1 digit ketiga, menunjukan Jenjang Kualifikasi yang mengacu pada


Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).
4. 7 digit keempat, menunjukkan nomor urut sertifikat.
5. 4 digit kelima, menunjukkan tahun penerbitan sertifikat.

2.8.

Nomor Registrasi

OOO 001 00000 0000


1

1. 3 digit pertama, menunjukkan susunan huruf yang mengacu


kepada kodifikasi sektor/sub sektor atau bidang profesi seperti
yang tercantum pada SKKNI.
Contoh : PAR = Pariwisata, LOG = Logam Mesin, OTO = Teknisi
Otomotif
LAB = Telapi, KEU = Certif, dan lain-lain.
2. 3 digit kedua, menunjukan nomor urut pemberian lisensi yang
dikeluarkan oleh BNSP
Contoh : LSP TO = 001, LSP TI = 002, LSP Telapi = 003, dll
3. 5 digit ketiga, menunjukkan nomor urut dari pemegang sertifikat
pada saat terdaftar pada LSP, sektor/sub sektor atau bidang profesi
yang bersangkutan. Penomoran

disesuaikan dengan nomor urut

pada saat pemegang sertifikat diregistrasi . Nomor registrasi akan


kembali ke angka 1, apabila masuk kedalam pergantian tahun.
4. 4 digit keempat, menunjukan angka tahun pada saat diregistrasi.

2.9.

Pemilik Sertifikat

Pedoman Penerbitan Sertifikat Kompetensi

17 / 34

Badan Nasional Sertifikasi Profesi - BNSP

Pemilik Sertifikat Kompetensi adalah Tenaga Kerja Indonesia dan Tenaga


Kerja Asing yang mendapatkan pengakuan atas kompetensi kerja yang
dimilikinya. Pengakuan tersebut diberikan oleh BNSP atau LSP setelah
dinilai memenuhi buktibukti yang dipersyaratkan. Sebagai bukti
terhadap pengakuan tersebut BNSP atau LSP mengeluarkan sertifikat
kompetensi.

2.10. Masa Berlaku Sertifikat


Sertifikat kompetensi mempunyai masa berlaku disesuaikan dengan
jenis dan kualifikasi kompetensinya. Masa berlaku sertifikat kompetensi
ditetapkan oleh masing-masing LSP. Apabila sertifikat diterbitkan oleh
BNSP, masa berlaku sertifikat ditetapkan oleh BNSP.
Jika masa berlaku sertifikat habis dapat di-resertifikasi atau diperbaharui/
divalidasi sesuai dengan prosedur yang berlaku.

2.11. Penerbitan Sertifikat


Penerbitan sertifikat kompetensi didasarkan atas rekomendasi hasil uji
kompetensi dan keputusan akhir dari tim asesor yang dibentuk oleh
BNSP atau LSP. Berdasarkan rekomendasi dan keputusan tersebut, BNSP
atau LSP akan menerbitkan sertifikat unit kompetensi atau sertifikat
kualifikasi kompetensi sesuai dengan mekanisme penerbitan sertifikat
yang ditetapkan.

2.12. Duplikat Sertifikat


1. Duplikat sertifikat kompetensi dapat diterbitkan kepada pemilik
sertifikat yang dinyatakan hilang atau rusak.
2. Bagi yang ingin mendapatkan duplikat sertifikat, pemilik sertifikat
wajib mengajukan permohonan kepada LSP atau BNSP dengan
dilampiri surat keterangan/bukti lapor kehilangan sertifikat dari
kepolisian.

Pedoman Penerbitan Sertifikat Kompetensi

18 / 34

Badan Nasional Sertifikasi Profesi - BNSP

3. Khusus bagi pemilik sertifikat yang rusak, pemilik sertifikat dapat


mengajukan

permohonan

kepada

LSP

atau

BNSP

dengan

melampirkan sertifikat asli yang rusak.

2.13. Pencetakan Blanko Sertifikat


1. Spesifikasi blanko sertifikat yang akan dicetak harus mengacu
kepada spesifikasi sertifikat yang ditetapkan oleh BNSP.
2. Jumlah blanko sertifikat yang dicetak ditentukan berdasarkan usulan
dan estimasi kebutuhan program sertifikasi kompetensi per-tahun
yang dilaksanakan oleh LSP maupun BNSP.
3. LSP dapat melaksanakan pemesanan blanko sertifikat sendiri sesuai
dengan kebutuhan atas persetujuan BNSP.
4. Pemesanan blanko sertifikat harus dilakukan terhadap perusahaanperusahaan percetakan yang ditunjuk oleh BNSP.
5. Biaya pembuatan blanko sertifikat yang dipesan oleh LSP untuk
kebutuhan program sertifikasinya, ditanggung sepenuhnya oleh LSP
yang bersangkutan.

2.14. Area (Ruang Lingkup) Sertifikasi Kompetensi


A. Sertifikat Unit Kompetensi
Area atau ruang lingkup sertifikat unit kompetensi yang dapat
diterbitkan oleh BNSP atau LSP adalah unit-unit kompetensi yang
terdapat pada SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia)
sesuai dengan LSP atau sektor/sub sektornya masing-masing.
Sertifikat unit kompetensi dapat juga diterbitkan terhadap unit-unit
kompetensi yang telah dikonvensikan atau telah diverifikasi oleh
BNSP.

B. Sertifikat Kualifikasi Kompetensi

Pedoman Penerbitan Sertifikat Kompetensi

19 / 34

Badan Nasional Sertifikasi Profesi - BNSP

Area atau ruang lingkup sertifikat kualifikasi kompetensi yang dapat


diterbitkan oleh BNSP atau LSP adalah jenjang atau kualifikasi yang
sudah ditetapkan oleh masing-masing LSP atau sektor/sub sektor
dengan mengacu kepada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia
(KKNI).

2.15. Validasi
Validasi merupakan hal yang sangat penting dalam penerbitan sertifikat,
karena menunjukkan kewenangan dan tanggungjawab secara
kelembagaan dari penerbit sertifikat, dalam hal ini adalah BNSP dan LSP.
Sertifikat kompetensi dianggap sah atau valid apabila seluruh item pada
sertifikat kompetensi sudah diisi dengan benar serta ditandatangani
oleh pihak-pihak yang berwenang sesuai dengan identitas yang tertulis
pada sertifikat serta diberi stempel lembaga penerbit sertifikat.

2.16. Dokumentasi
Penerbit sertifikat wajib mendokumentasikan seluruh sertifikat yang
telah diterbitkan.

Pedoman Penerbitan Sertifikat Kompetensi

20 / 34

Badan Nasional Sertifikasi Profesi - BNSP

BAB III

MEKANISME PENERBITAN SERTIFIKAT KOMPETENSI

3.1. Penerbitan Sertifikat Unit Kompetensi


A. Penerbitan Sertifikat Unit kompetensi oleh LSP
Langkah-langkah penerbitan sertifikat unit kompetensi dilaksanakan
sebagai berikut :
1.

Asesor kompetensi merekomendasikan kepada LSP peserta uji


kompetensi
yang dinilai kompeten untuk unit (unit-unit)
kompetensi yang diujikan dengan disertai dokumen-dokumen uji
kompetensi yang dipersyaratkan.

2.

LSP melalui komisi teknis (tim penilai uji kompetensi), menilai


rekomendasi

yang

diajukan

asesor

kompetensi

melalui

pemeriksaan dokumen-dokumen/ bukti-bukti pendukung serta

Pedoman Penerbitan Sertifikat Kompetensi

21 / 34

Badan Nasional Sertifikasi Profesi - BNSP

metoda lain sesuai dengan kebutuhan serta memutuskan hasil


akhir penilaian.
3.

LSP, berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan memutuskan hasil


akhir pencapaian kompetensi peserta.

4.

Sekretariat

LSP

melakukan

pengisian

sertifikat

meliputi

penomoran sertifikat, pengetikan nama peserta, nomor registrasi


peserta, nomor-nomor unit kompetensi, bidang/area pekerjaan,
masa berlaku sertifikat, tempat dan tanggal penerbitan, nama LSP
yang

menerbitkan

sertifikat,

nama-nama

penandatangan

sertifikat, transkrip unit kompetensi serta penempelan photo.


5.

Sertifikat kompetensi ditandatangani dengan tandatangan asli


oleh pemilik sertifikat dan Pimpinan LSP yang telah ditentukan.

6.

Sertifikat dibubuhi dengan stempel asli LSP yang bersangkutan


dengan tinta stempel berwarna biru.

7.

Setiap sertifikat yang akan diterbitkan wajib terlebih dahulu


dilaporkan kepada BNSP untuk dimasukan kedalam data base
BNSP.

8.

Penerbitan sertifikat oleh LSP paling lambat 2 (dua) minggu


setelah peserta dinyatakan kompeten.

9.

Sertifikat yang telah dinyatakan sah disampaikan kepada pemilik


sertifikat melalui sekretariat LSP.

10. Setiap penyerahan sertifikat harus disertai dengan tanda bukti


penerimaan dari pemilik sertifikat.
B. Penerbitan Sertifikat Unit kompetensi oleh BNSP
Langkah-langkah penerbitan sertifikat unit kompetensi dilaksanakan
sebagai berikut :
1.

Asesor uji kompetensi melalui Panitia Teknis Uji Kompetensi (PTUK)


BNSP merekomendasikan kepada BNSP peserta uji kompetensi
yang dinyatakan kompeten untuk unit-unit kompetensi yang
diujikan dengan disertai dokumen-dokumen yang dipersyaratkan.

2.

BNSP melalui komisi teknis (tim penilai uji kompetensi), menilai


rekomendasi
pemeriksaan

yang

prosedur

Pedoman Penerbitan Sertifikat Kompetensi

22 / 34

diajukan
dan

asesor

kompetensi

melalui

dokumen-dokumen/bukti-bukti

Badan Nasional Sertifikasi Profesi - BNSP

pendukung serta metoda lain sesuai dengan kebutuhan. serta


memutuskan hasil akhir mengenai pencapaian kompetensi.
3.

BNSP, berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan memutuskan


hasil akhir pencapaian kompetensi peserta.

4.

Sekretariat

BNSP

melakukan

pengisian

sertifikat

meliputi

penomoran sertifikat, pengetikan nama peserta, nomor registrasi


peserta, nomor-nomor unit kompetensi, bidang/area pekerjaan,
masa berlaku sertifikat, tempat dan tanggal penerbitan, nama
BNSP, nama penandatangan sertifikat, transkrip unit kompetensi
serta penempelan photo.
5.

Sertifikat kompetensi ditandatangani dengan tandatangan asli


oleh pemilik sertifikat dan Pimpinan BNSP yang telah ditentukan.

6.

Sertifikat dibubuhi dengan stempel asli BNSP dengan tinta stempel


berwarna biru.

7.

Setiap sertifikat yang akan diterbitkan wajib dimasukan kedalam


data base BNSP.

8.

Penerbitan sertifikat oleh BNSP paling lambat 2 (dua) minggu


setelah peserta dinyatakan lulus uji kompetensi.

9.

Sertifikat yang telah diperiksa keabsahannya disampaikan kepada


pemilik sertifikat melalui sekretariat BNSP.

10. Setiap penyerahan sertifikat harus disertai dengan tanda bukti


penerimaan dari pemilik sertifikat.

3.2. Penerbitan Sertifikat Kualifikasi Kompetensi


A. Penerbitan Sertifikat Kualifikasi Kompetensi oleh LSP
Langkah-langkah
penerbitan
dilaksanakan sebagai berikut :
1.

sertifikat

kualifikasi

kompetensi

Calon pemegang sertifikat mengajukan permohonan kepada LSP


untuk mendapatkan sertifikat kualifikasi dengan menyertakan
sertifikat unit-unit kompetensi yang dipersyaratkan sesuai dengan

Pedoman Penerbitan Sertifikat Kompetensi

23 / 34

Badan Nasional Sertifikasi Profesi - BNSP

KKNI pada LSP masing-masing serta persyaratan administratif


lainnya.
2.

LSP melalui komisi teknis (tim penilai uji kompetensi), memeriksa


keabsahan, keaslian, kekinian dan kecukupan dari seluruh sertifikat
unit kompetensi yang diajukan oleh calon yang bersangkutan serta
dokumen pendukung lain yang relevan.

3.

LSP, berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan memutuskan


hasil akhir terhadap pencapaian kualifikasi peserta.

4.

Sekretariat LSP melakukan pengisian sertifikat meliputi penomoran


sertifikat, pengetikan nama peserta, nomor registrasi peserta, level
kualifikasi, bidang/area pekerjaan, masa berlaku sertifikat, tempat
dan tanggal penerbitan, nama LSP yang menerbitkan sertifikat,
nama penandatangan sertifikat, transkrip unit kompetensi serta
penempelan photo.

5.

Sertifikat kompetensi ditandatangani dengan tandatangan asli oleh


pemilik sertifikat dan Pimpinan LSP yang telah ditentukan.

6.

Sertifikat dibubuhi dengan stempel asli LSP yang bersangkutan


dengan tinta stempel berwarna biru.

7.

Setiap sertifikat yang akan diterbitkan wajib terlebih dahulu


dilaporkan kepada BNSP untuk dimasukan kedalam data base
BNSP.

8.

Penerbitan sertifikat kualifikasi oleh LSP paling lambat 2 (dua)


minggu

setelah

peserta

dinyatakan

memenuhi

persyaratan

kualifikasi.
9.

Sertifikat yang telah dinyatakan sah disampaikan kepada pemilik


sertifikat melalui sekretariat LSP.

10. Setiap penyerahan sertifikat harus disertai dengan tanda bukti


penerimaan dari pemilik sertifikat.

B. Penerbitan Sertifikat Kualifikasi Kompetensi oleh BNSP


Langkah-langkah
penerbitan
dilaksanakan sebagai berikut :

Pedoman Penerbitan Sertifikat Kompetensi

24 / 34

sertifikat

kualifikasi

kompetensi

Badan Nasional Sertifikasi Profesi - BNSP

1.

Calon pemegang sertifikat mengajukan permohonan kepada BNSP


untuk mendapatkan sertifikat kualifikasi dengan menyertakan
sertifikat unit-unit kompetensi yang dipersyaratkan sesuai dengan
KKNI pada sektor/ sub sektor masing-masing serta persyaratan
administratif lainnya.

2.

BNSP melalui komisi teknis (tim penilai uji kompetensi), memeriksa


keabsahan, keaslian, kekinian dan kecukupan dari seluruh sertifikat
unit kompetensi yang diajukan oleh calon yang bersangkutan serta
dokumen pendukung lain yang relevan.

3.

BNSP, berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan memutuskan


hasil akhir terhadap pencapaian kualifikasi peserta.

4.

Sekretariat

BNSP

melakukan

pengisian

sertifikat

meliputi

penomoran sertifikat, pengetikan nama peserta, nomor registrasi


peserta, level kualifikasi, bidang/area pekerjaan, masa berlaku
sertifikat, tempat dan tanggal penerbitan, nama BNSP, nama
penandatangan

sertifikat,

transkrip

unit

kompetensi

serta

penempelan photo.
5.

Sertifikat kompetensi ditandatangani dengan tandatangan asli oleh


pemilik sertifikat dan Pimpinan BNSP yang telah ditentukan.

6.

Sertifikat dibubuhi dengan stempel asli BNSP dengan tinta stempel


berwarna biru.

7.

Setiap sertifikat yang akan diterbitkan wajib dimasukan terlebih


dahulu kedalam data base BNSP.

8.

Penerbitan sertifikat oleh BNSP paling lambat 2 (dua) minggu


setelah peserta dinyatakan memenuhi persyaratan kualifikasi.

9.

Sertifikat yang telah dinyatakan sah disampaikan kepada pemilik


sertifikat melalui sekretariat BNSP.

10. Setiap penyerahan sertifikat harus disertai dengan tanda bukti


penerimaan dari pemilik sertifikat.

3.3. Penerbitan Duplikat Sertifikat Kompetensi


A. Penerbitan Duplikat Sertifikat Kompetensi oleh LSP
Pedoman Penerbitan Sertifikat Kompetensi

25 / 34

Badan Nasional Sertifikasi Profesi - BNSP

Langkah-langkah
penerbitan
duplikat
dilaksanakan sebagai
berikut :
1.

sertifikat

kompetensi

Pemegang sertifikat unit maupun kualifikasi yang hilang atau rusak


mengajukan permohonan kepada LSP untuk mendapatkan duplikat
sertifikat kompetensi dengan melampirkan surat tanda kehilangan
dari pihak yang berwenang atau bukti sertifikat yang rusak serta
persyaratan administratif lainnya.

2.

LSP, mengkaji ulang seluruh bukti-bukti pendukung yang ada


sesuai dengan duplikat sertifikat yang diajukan.

3.

LSP,

berdasarkan

pengkajian

dan

bukti-bukti
memutuskan

yang

ada

penerbitan

menetapkan
duplikat

hasil

sertifikat

kompetensi.
4.

Sekretariat LSP melakukan pengisian sertifikat meliputi penomoran


sertifikat, pengetikan nama peserta, nomor registrasi peserta,
nomor

unit

kompetensi

atau

level

kualifikasi,

bidang/area

pekerjaan, masa berlaku sertifikat, tempat dan tanggal penerbitan,


nama LSP yang menerbitkan sertifikat, nama penandatangan
sertifikat, transkrip unit kompetensi serta penempelan photo,
sesuai dengan data sertifikat asli yang ada di arsip LSP.
5.

Duplikat sertifikat kompetensi ditandatangani dengan tandatangan


asli oleh pemilik sertifikat dan Pimpinan LSP yang telah ditentukan.

6.

Duplikat

sertifikat

dibubuhi

dengan

stempel

asli

LSP

yang

bersangkutan dengan tinta stempel berwarna biru.


7.

Setiap duplikat sertifikat yang akan diterbitkan wajib terlebih


dahulu dilaporkan kepada BNSP untuk dimasukan kedalam data
base BNSP.

8.

Penerbitan duplikat sertifikat kualifikasi oleh LSP paling lambat 2


(dua) minggu setelah dilakukan kaji ulang terhadap bukti-bukti
yang dipersyaratkan.

9.

Duplikat sertifikat yang telah dinyatakan sah disampaikan kepada


pemilik sertifikat melalui sekretariat LSP.

10. Setiap penyerahan duplikat sertifikat harus disertai dengan tanda


bukti penerimaan dari pemilik sertifikat.

Pedoman Penerbitan Sertifikat Kompetensi

26 / 34

Badan Nasional Sertifikasi Profesi - BNSP

B. Penerbitan Duplikat Sertifikat Kompetensi oleh BNSP


Langkah-langkah
penerbitan
duplikat
dilaksanakan sebagai
berikut :
1.

sertifikat

kompetensi

Pemegang sertifikat unit maupun kualifikasi yang hilang atau rusak


mengajukan

permohonan

kepada

BNSP

untuk

mendapatkan

duplikat sertifikat kompetensi dengan melampirkan surat tanda


kehilangan dari pihak yang berwenang atau bukti sertifikat yang
rusak serta persyaratan administratif lainnya.
2.

BNSP, mengkaji ulang seluruh bukti-bukti pendukung yang ada


sesuai dengan duplikat sertifikat yang diajukan.

3.

BNSP,

berdasarkan

pengkajian

dan

bukti-bukti

memutuskan

yang

ada

menetapkan

hasil

penerbitan

duplikat

sertifikat

pengisian

sertifikat

meliputi

kompetensi.
4.

Sekretariat

BNSP

melakukan

penomoran sertifikat, pengetikan nama peserta, nomor registrasi


peserta, nomor unit kompetensi atau level kualifikasi, bidang/area
pekerjaan, masa berlaku sertifikat, tempat dan tanggal penerbitan,
nama

BNSP,

nama

penandatangan

sertifikat,

transkrip

unit

kompetensi serta penempelan photo, sesuai dengan data sertifikat


asli yang ada pada arsp BNSP.
5.

Duplikat sertifikat kompetensi ditandatangani dengan tandatangan


asli oleh pemilik sertifikat dan Pimpinan BNSP yang telah
ditentukan.

6.

Duplikat sertifikat dibubuhi dengan stempel asli BNSP yang


bersangkutan dengan tinta stempel berwarna biru.

7.

Setiap duplikat sertifikat yang akan diterbitkan wajib dimasukan


kedalam data base BNSP.

8.

Penerbitan duplikat sertifikat kualifikasi oleh BNSP paling lambat 2


(dua)

minggu

setelah

kaji

ulang

bukti-bukti

menunjukkan

kebenaran.
9.

Duplikat sertifikat yang telah dinyatakan sah disampaikan kepada


pemilik sertifikat melalui sekretariat BNSP.

10. Setiap penyerahan duplikat sertifikat harus disertai dengan tanda


bukti penerimaan dari pemilik sertifikat.
Pedoman Penerbitan Sertifikat Kompetensi

27 / 34

Badan Nasional Sertifikasi Profesi - BNSP

Pedoman Penerbitan Sertifikat Kompetensi

28 / 34

Badan Nasional Sertifikasi Profesi - BNSP

BAB IV

PENGENDALIAN DAN SANKSI

Pengendalian sertifikat kompetensi dimaksudkan untuk memberikan jaminan


kualitas serta keamanan terhadap sertifikat kompetensi yang diterbitkan
melalui sistem pengendalian yang terpadu dan terintegrasi secara sistematis
dengan melibatkan seluruh komponen kelembagaan sertifikasi yaitu BNSP dan
LSP serta instansi terkait. Untuk memberikan jaminan bahwa pengendalian
sertifikat kompetensi berjalan dengan baik perlu dilakukan monitoring, evaluasi
dan pelaporan.

4.1.

Pengendalian
Sertifikat Kompetensi perlu dikendalikan dalam rangka memberikan
jaminan keabsahan atas setiap sertifikat kompetensi yang diterbitkan.
Mekanisme

pengendalian

dimulai

dari

pencetakan,

penerimaan,

pendistribusian, penerbitan dan penyampaian kepada pemilik sertifikat


adalah sebagai berikut:
1. Pencetakan sertifikat dilaksanakan oleh perusahaan percetakan yang
ditetapkan dan ditunjuk oleh BNSP.
2. Pencetakan sertifikat dilaksanakan berdasarkan pesanan oleh BNSP
atau LSP dalam jumlah tertentu. Setiap sertifikat yang dicetak diberi
nomor seri urut sejak pencetakan pertama hingga terakhir, seluruh
sertifikat yang telah diserahterimakan dicatat dalam buku induk
sertifikat di BNSP.
3. BNSP

mendistribusikan

kepada LSP

sesuai

dengan

kebutuhan

program sertifikasi, masing-masing dicatat nomor seri sertifikat dan


jumlah sertifikat yang didistribusikan untuk masing-masing LSP.
4. LSP mencatat jumlah sertifikat dan nomor seri sertifikat yang
diterima dari BNSP dan didokumentasikan di buku induk sertifikat
masing-masing LSP.
5. BNSP

dan

LSP

harus

membuat

data

base

tentang

sertifikat

Kompetensi yang diterbitkan dan dicatat identitas pemilik, nomor


seri sertifikat, nomor induk/ registrasi dan nomor sertifikat. Data

Pedoman Penerbitan Sertifikat Kompetensi

29 / 34

Badan Nasional Sertifikasi Profesi - BNSP

base termasuk didalamnya data-data pendukung seperti identitas


lengkap pemilik serta data-data uji kompetensi.
6. LSP melaporkan setiap penerbitan sertifikat kepada BNSP.
7. Blanko sertifikat yang rusak dan tidak dapat dipergunakan harus
dicatat nomor serinya dan dilaporkan kepada BNSP.

4.2.

Monitoring
Monitoring dilaksanakan oleh BNSP dan Instansi terkait dan dimaksudkan
untuk mengetahui sampai sejauhmana proses penerbitan sertifikat
dilaksanakan sesuai dengan prosedur, mulai dari pengadaan blanko,
pemesanan blanko oleh LSP, penerbitan sertifikat oleh BNSP atau LSP
serta penggunaan sertifikat kompetensi oleh yang bersangkutan sesuai
dengan prosedur yang benar.
Monitoring dilakukan secara periodik dan berkesinambungan agar dapat
diperoleh data dan informasi yang diperlukan untuk menjaga dan
memperbaiki sistem penerbitan sertifikat kompetisi, sehingga penerbitan
sertifikat dapat senantiasa berjalan sesuai dengan peraturan dan
perundang-undangan yang berlaku.

4.3.

Evaluasi
Berdasarkan

data hasil monitoring

dilaksanakan

evaluasi

untuk

mengetahui sejauh mana proses penerbitan sertifikat apakah berjalan


sesuai dengan ketentuan yang ada atau terjadi penyimpangan. Apabila
terjadi penyimpangan harus segera dibuatkan rekomendasi untuk
perbaikan terhadap penyimpangan tersebut. Lembaga serta pejabat
yang berwenang segera membuat langkah-langkah perbaikan agar tidak
terjadi hal-hal yang dapat merugikan masyarakat.
Evaluasi dilakukan secara periodik dan berkesinambungan agar setiap
penyimpangan yang terjadi dapat segera diperbaiki, sehingga pelayanan
terhadap masyarakat tidak mengalami hambatan.

Pedoman Penerbitan Sertifikat Kompetensi

30 / 34

Badan Nasional Sertifikasi Profesi - BNSP

4.4.

Pelaporan
Lingkup

pelaporan

sertifikat

kompetensi

meliputi

seluruh

aspek

penerbitan sertifikat mulai dari proses pengadaan dan pemesanan


blanko sertifikat sampai dengan penerbitan sertifikat. Laporan dibuat
dan disampaikan secara berkala atau sesuai dengan kebutuhan.
BNSP, dalam hal ini komisi sertifikasi memberikan laporan kepada pleno
BNSP. Sedangkan LSP memberikan laporan kepada BNSP melalui komisi
sertifikasi.
BNSP secara institusi melaporkan kegiatan sertifikasi kompetensi kepada
Presidan R.I. melalui Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi serta kepada
seluruh stake holder secara berkala.

4.5.

Sanksi
Bagi siapapun, baik Lembaga Sertifikasi Profesi, Institusi maupun
perorangan yang dengan sengaja atau tidak sengaja telah melanggar
ketentuan tentang penerbitan sertifikat akan dikenakan sanksi dalam
bentuk sanksi administratif dan atau sanksi hukum.
1.

Sanksi Administratif, terdiri atas:


a. Teguran lisan
Teguran lisan di berikan apabila ditemukan adanya data-data
ketidak

sesuaian

dengan

standar

yang

ditetapkan

didalam

prosedur penerbitan sertifikat.


b. Sanksi tertulis
Sanksi tertulis, berupa skorsing (penghentian sementara) kegiatan
penyelenggaraan sertifikasi yang tidak mengindahkan teguran
lisan. Sanksi tertulis diberikan sebanyak 3 (tiga) kali.
c. Pencabutan lisensi LSP
Sanksi pencabutan lisensi LSP diberikan apabila LSP yang tidak
mengindahkan sanksi tertulis, sesuai dengan ketentuan yang
ada.

Pedoman Penerbitan Sertifikat Kompetensi

31 / 34

Badan Nasional Sertifikasi Profesi - BNSP

2.

Sanksi Hukum
Sanksi hukum akan diberikan bagi siapapun baik perorangan
maupun kelembagaan yang melakukan tindakan berupa penipuan,
pemalsuan dan penyalahgunaan sertifikat kompetensi.
sanksi

hukum

dapat

dijatuhkan

perundangan yang berlaku.

Pedoman Penerbitan Sertifikat Kompetensi

32 / 34

sesuai

dengan

Bentuk

peraturan

Badan Nasional Sertifikasi Profesi - BNSP

BAB V

PENUTUP

Dengan

diterbitkannya

Pedoman

Penerbitan

Sertifikat

Kompetensi

ini

diharapkan dapat membantu khususnya para pelaksana sertifikasi kompetensi,


baik di BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi maupun Lembaga Sertifikasi
Profesi (LSP) serta instansi teknis atau unsur-unsur terkait untuk dijadikan
acuan dalam pelaksanaan sertifikasi kompetensi bagi tenaga kerja.

Ditetapkan di Jakarta,

Pedoman Penerbitan Sertifikat Kompetensi

33 / 34

Juni 2006

Badan Nasional Sertifikasi Profesi - BNSP

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 : Format Sertifikat Unit Kompetensi

Lampiran 2 : Penjelasan dan cara pengisian Format Sertifikat Unit


Kompetensi

Lampiran 3 : Contoh Sertifikat Unit Kompetensi

Lampiran 4 : Format Sertifikat Kualifikasi Kompetensi

Lampiran 5 : Penjelasan dan cara pengisian Format Sertifikat


Kualifikasi

Kompetensi

Lampiran 6 : Contoh Sertifikat Kualifikasi Kompetensi

Lampiran 7 : Format Transkrip Unit Kompetensi

Lampiran 8 : Penjelasan dan cara pengisian Transkrip Unit Kompetensi

Lampiran 9 : Contoh Transkrip Unit Kompetensi

Pedoman Penerbitan Sertifikat Kompetensi

34 / 34