Anda di halaman 1dari 24

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang


Setiap atom memilikiinti atom yang
dikelilingiolehelektron-elektron yang
bergerakdalamorbitnyamasing-masing.didalamsetipinti
atom tersebut (11H) terdapatduajenispartikelyaitu proton
danneutron.beberapa atom memilikiinti atom yang
tidakstabil,yangsewaktuwaktudapatmengemisikanpartikeldanataugelombangradi
asielektromagnetig yang terjadisecaraspontan.
Fenomenasepertiini di
dalamkimiaintidikenalsebagairadioaktifitas.Zat yang
mengandunginti yang
tidakstabildisebutzatradioaktif.semuaunsur yang
memilikinomorataodiatas 83
merupakanzatradioaktif.contohnya,isotope Po-210,Ra226,dan U-235.
Inti yang tidakstabilakanmengemisikanpartikelpartikeltertentumelalui proses yang di sebutsebagai
1

REAKSI INTI atau REAKSI NUKLIR.


Reaksiintiberbedadenganreaksikimiapadaumumnya.reaks
iintimenyagkutperubahanpadasusunanintiatomnyasedan
gkanreaksikimiahanyamelibatkanperubahanelektronpada
kulit atom untukpembentukanataupemutusanikatankimia.
Telahdiketahuibahwa atom terdiriatasinti atom
danelektron-elektron yang
beredarmengitarinya.Reaksikimiabiasa
(sepertireaksipembakarandanpenggaraman),
hanyamenyangkutperubahanpadakulit atom,
terutamaelektronpadakulitterluar, sedangkaninti atom
tidakberubah.Reaksi yang
menyangkutperubahanpadaintidisebutreaksiintiataureaks
inuklir (nukleus=inti).
Reaksinuklirada yang
terjadisecaraspontanataupunbuatan.Reaksinuklirspontant
erjadipadainti-inti atom yang tidakstabil.Zat yang
mengandungintitidakstabilinidisebutzatradioaktif.Adapunr
eaksinuklirtidakspontandapatterjadipadainti yang
stabilmaupun,inti yang tidakstabil.
Reaksinuklirdisertaiperubahanenergiberuparadiasidankalo
r.Berbagaijenisreaksinuklirdisertaipembebasankalor yang
sangatdasyat, lebihbesardanreaksikimiabiasa.
2

1.2 Rumusan masalah


1.
Apa yang di maksud
denganEnergetikaReaksiInti ?
2.

BagaimanaMekanismeEnergetikaReaksiInti?

1.3 Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah yang telah
dikemukakan diatas, maka tujuan penulisan yang ingin
dicapai adalah sebagai berikut :
1.

Untuk mengetahui apa ituEnergetika reaksi inti.

2.

Untuk mengetahui mekanisme

EnergetikaReaksiInti.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 EnergetikaReaksiInti
Dalamfisika, inti atom
disebutjuganuklir.Jadinuklirmerupakanbagian yang
sangatkecildari atom dimanamassasuatu atom
terpusatkan. Setiapperistiwa yang
berkaitandengannuklirselaluterjadi didalaminti
atom.Jikaduaintisalingberdekatan,
penyusunankembalinukleondapatterjadisehinggaterbentu
ksatuataulebihintibaru . Proses
sepertiinidisebutreaksinuklir.
Dalambahasasederhananyareaksinukliradalahreaksi yang
terjadidalaminti atom.Energi yang dikeluarkanolehinti
4

atom
padasaatterjadinyareaksiintidisebutenerginuklir.Padaprins
ipnyasebuahreaksidapatmelibatkanlebihdariduapartikel
yang bertabrakan.
Reaksiiniialah proses yang terjadiapabilapartikelpartikelnuklir (nukleonatauinti) salingmengadakankontak.
Reaksinuklirdapatditulisdenganpersamaan:
x+ X Y + y

(1)
X adalahintiawal, Y intiakhir, sedang adan b masingmasingadalahpartikeldatangdan yang dipancarkan.
Apabilasuatupartikel a ditembakkanpadainti X,
makaadabeberapakemungkinan yang terjadi,
yaknihamburanelastik, hamburaninelastikdanreaksiinti.
Yang berartisebuahpartikel menumbukinti ,
hasilreaksiberupainti danpartikel y. Persamaan (1)
dapatjugaditulissebagai
X(x,y)Y
(2)

Contohreaksinukliradalahpartikelalfa yang
berasaldarisumberalamiahmenumbukberiliummenghasilk
ankarbondanpartikel
neutron.Persamaanreaksinukliriniadalah
9
4

Be+ 42He 147N + 10n

(3)

Energi reaksi inti yang timbul diperoleh dari


penyusutan massa inti, yaitu perbedaan jumlah massa
inti atom sebelum reaksi dengan jumlah massa inti atom
sesudah reaksi.
Suatu reaksi inti membutuhkan penggunaan kesetaraan
massa dan energi yang dirumuskan oleh Albert Einstein
E = mc2
Bila massa nuklida yang tepat diketahui, kita dapat
menghitung energi reaksi inti dengan menggunakan
rumus diatas. Lambang m menyatakan perubahan massa
bersih (dalam satuan kg), sedangkan c adalah kecepatan
cahaya(dalam meter/detik). Energi E dinyatakan dalam
Joule. Apabila semua massa inti atom dinyatakan dalam
sma (satuan massa atom), maka energi total yang
dimiliki massa sebesar 1 sma setara dengan energi
6

sebesar 931 MeV (1 sma = 1,66 10-27 kg, c = 3


108 m/s dan 1 eV = 1.6 10-19 Joule)
Dalam reaksi inti, energi seringkali dilepaskan
atau diserap. Suatu reaksi melepas energi berarti energi
kinetik partikel-partikel setelah reaski lebih besar dari
energi kinetik partikel-partikel sebelum reaski.
Penambahan energi ini datang dari pengubahan energi
diam menjadi energi kinetik. Jumlah energi yang dilepas
diukur oleh nilai Q reaksi inti, yang didefinisikan sebagi
selisih antara energi kinetik akhir dan awal.
DalamreaksinuklirberlakuHukumKekekalanEnergi.Deng
anmenggunakan system koordinatlaboratorium (LAB
coordinatsystem )jika adalah energy awaldan
adalahenergiakhir.
2.2 SistemKoordinatLaboratorium (SKL)
Jikainti target dianggapdalamkeadaandiam,
dinamakansistemlaboratorium.Analisisreaksi yang
terjadibilanukleon yang bergerakatauintimenumbukinti
lain yang
diambisadisederhanakandenganmemakaisistemkoordinat
yang bergerakdenganpusatmassapartikel yang
7

bertumbukan. Jikapartikelbermassa mAdanberkelajuan v


datangpadasebuahpartikeldiambermassamBjikadilihatdari
pengamatdalamlaboratorium.
DalamreaksinuklirberlakuHukumKekakalanEnergi.
Denganmenggunakansistemkoordinatlaboratorium ,
jikaEiadalahenergiawaldanEfadalahenergiakhirmaka :

Ei=K x +mx c 2+ K X + M X c 2

(4)

Ef =K Y +mY c 2 + K y + M y c2

(5)

Ei=E f

(6)

Substitusikanpersamaan (4) dan (5)


ke(6)sehinggadiperoleh:
K x +m x c 2 + K X + M X c 2=K Y +mY c2 + K y + M y c 2

[ ( K Y + K y ) ( K X + K x ) ]=[ ( M X +mx ) c 2( M Y +m y ) c 2 ]

(7)

Harganilaibersih (net)
darienergikinetikdisebutenergidisintegrasiataunilai Q
darisistemlaboratoriumdapatdijabarkansebagaiberikut :
Q=( K Y + K y ) ( K X + K x )

(8)

Harga Q inijugasamadengan
Q=( M X + mx ) c 2( M Y + m y ) c 2

(9)

Dalamkenyataannyatidakmudahmengukur energy recoil


dariintihasil

KY

, karena geraknya yang lambat. Untuk itu

diperlukan cara sebagai berikut. Jika sesudah reaksi inti


recoil Y membuat sudut

partikel y membuat sudut

dengan arah mula-mula dan

, dengan menggunakan

hokum kekekalan momentum, mengeliminasi


mengambil

K X =0

KY

dan

akan diperoleh
vy
Pysin

vx

Pycos
x

mx

PY cos

MX
PY sin

MY
VY
b.(sesudah )

a.(sebelum )

Gambar 9.1 reaksiintidalam system


koordinatlaboratorium (a) sebelumreaksiinti, (b)
sesudahreaksiinti
9

Pawal= Pakhir
Padaarahsumbu x
Px + PX = Py + PY
mx v x +0=m y v y cos + M Y V Y cos

(10)

M Y V Y cos =m x v x m y v y cos

(11)
Padaarahsumbu y
0=m y v y sin M Y V Y sin
M Y V Y sin =m y v y sin

(12)
(13)

Persamaan (11) dan (13) di kuadratkan, maka:


M

M Y V Y cos =mx v x 2 mx v x m y v y cos +m y v y cos

(14)

m y v y sin 2

M Y 2 V Y 2 sin2 =m y 2 v y 2 sin2

(15)

Lalupersamaan (14) dan (15) dijumlahkan, maka:


10

M Y V Y cos =mx v x 2 mx v x m y v y cos +m y v y cos


M Y 2 V Y 2 sin2 =m y 2 v y 2 sin2
+
2

M Y V Y cos + M Y V Y sin =mx v x 2 mx v x m y v y cos +m y v y cos + my v y sin


M Y 2 V Y 2 ( cos 2 +sin 2 ) =mx 2 v x 22 mx v x m y v y cos +m y 2 v y 2 (cos2 +sin2 )
M Y 2 V Y 2 =mx 2 v x 2 +m y 2 v y 22 mx v x m y v y cos

(16)

Denganmenggunakanhubungan :
E=K
2

P2
=K
2m

mx v x
=K x
2 mx
2

2 mx K x =mx v x

2 m y K y =m y v y

Makapersamaan (9.16) menjadi:


2

M Y V Y =mx v x +m y v y 2 mx v x m y v y cos
2 M Y K Y =2 m x K x + 2m y K y 2 mx v x m y v y cos

11

2 M Y K Y =M Y V Y

mx K x
2

1
2

2 m y K y cos

mx K x m y K y
KY=
+

MY
MY
1
2

4 mx K x m y K y cos

mx K x m y K y
KY=
+

MY
MY
1
2

mx K x m y K y cos
m K m K
2
KY= x x + y y

MY
MY
MY

Dimana

(17)

Q=( K Y + K y ) ( K X + K x )

Nilai Q darireaksiuntuk

K X =0

adalah

Q=( K Y + K y ) K x
K Y =QK y + K x

(18)
Substitusikanpersamaan (18) ke (17), sehingga:
1
2

m x K x m y K y cos
m K m K
2
QK y + K x = x x + y y

MY
MY
MY
12

1
2

mx K x m y K y cos + K y K x
m K m K
2
Q= x x + y y

MY
MY
MY
1
2

mx K x m y K y cos
m
m
2
Q=K y 1+ y K x 1 x

MY
MY MY

) (

(19)

Persamaan (19)
diatasmerupakanpersamaanumumuntukreaksinuklir.Jikani
lai Q positifdisebutreaksi exoergic danjika negative
disebutreaksi endoergic.
2.2 SistemKoordinatPusat Massa (SKPM)
Jikapartikelsebelumtumbukandansetelahtumbukanm
asingmemiliki total momentum nol, makasistem yang
digunakanadalahsistempusatmassa.
Reaksiintidalamsuatueksperimenbiasanyadianalisismeng
gunakansistempusatmassa. Dalamsistempusatmassa,
besarnyakecepataninti target
vcvcmdanbesarnyakecepatanpartikeldatangvx.
vy
MX

vxvc

my

vc

mx
13
(a)sebelum

MY
VY
(b)sesudah

Gambar 9.2 Reaksiintidalam system


koordinatpusatmassa, (a) sebelumreaksiinti,
(b) sesudahreaksiinti
SebelumTumbukan
vx= vxvc
Denganmensyaratkanjumlahmomentum inti target
danpartikeldatangsamadengannol di pusatmassa, maka:
M X v c +m x v 'x =0
v
( xv c )=0
M X v c + mx
mx v x =M X v c +m x v c
M
( X + mx )v c
mx v x =

vc=

mx v x
M X +m x

(9.29)
Jikakecepatan
'

VX

mx

dan

Mx

dalam SKPM adalah

, diperoleh:
v 'x =v x v c =v x

mx v x
v (M X + mx )
mxv x
= x

M X + mx
M X +mx
M X +mx

14

'

vx

dan

v 'x =

vx M X
v m
mx v x
+ x x
M X +mx M X +m x M X +m x

v 'x =

MX
v
M X +mx x

(9.30)
V 'X =v x v c =

Dan

mx
v
M X + mx x

(9.31)
Energikinetikkeduapartikelmasing-masingadalah
2

MX
MX
1
1
K = mx v '2x = m x
vx =
Kx
2
2
M X + mx
M X +mx

'
x

) (

(9.32)

mx v x 2 1
mx 2 v x 2
1
1
K 'X = M X V 'X2= M X
= MX
2
2
2
M X + mx
2
( M X +mx )

K 'X =

mx M X
2

( M X +mx )

Kx

(9.33)
Energi kinetic total sebelumtumbukan

K 'i

adalah

Mx 2
mx M X
K =K + K =
Kx +
Kx
2
M X +m x
( M X +m x )
'
i

Atau

'
x

m x+ M

'
X

M x +m x

K
'
x MX
K i=

M X +m x
'

K i=

MX
K
M X + mx x

(9.34)

SesudahTumbukan
15

Kecepatan
VY'

dan

my

dan

MY

sesudahtumbukanadalah

dan energi total sistem adalah

'

Kf

vy '

. Dari

hukumkekekalan momentum diperoleh:


m y v 'y =M Y V Y '

(9.35)
Energikinetik
K 'Y

my

dan

MY

masing-masing adalah

'

Ky

dan

.
1
K 'y = m y v 'y2
2

(9.36)

my ' 2 my ' 2
1
1
K 'Y = M Y V 'Y2= M Y
v =
K
2
2
MY y
MY y

(9.37)

Energikinetik total adalah


1
1
K 'f =K 'y + K 'Y = m y v 'y2+ M Y V 'Y2
2
2

Hubungan

K 'i

dan

Kf '

(9.38)

adalah

K i '=K f 'Q

(9.39)
Denganmensubtitusikanpersamaan (9.34) ke(9.39)maka:

MX
K = K f ' Q
M X +mx x

K f '=Q+

MX
K
M X + mx x

16

Q+ K x 11+

Q+ K x

MX
M X + mx

M X +m x M X mx +M X
M X +mx

K f '=Q+ K x 1

mx
M X +m x

Membandingkan

(9.40)
Kf '

dan

Kf

denganmenggunakanhubung

an:
K f =Q+ K x

(9.41)

Diperolehenergikinetik

[ (

[ (

K 'y =

MY
mx
Q+ 1
K
M Y + my
M X + mx x

K 'Y =

my
mx
Q+ 1
K
M Y +m y
M X +m x x

Ky'

dan

KY '

] (9.42)
] (9.43)

Sehinggadiperolehhubunganenergikinetikpusatmassaseb
elumdansesudahtumbukandenganenergikinetik

Kx

SKL.

K c (sebelum )=

mx
K
M X +m x x

(9.44)
17

dalam

K c (sesuda h)=

my
K
M Y +m y x

(9.45)

2.3 EnergiAmbangUntukReaksi Endoergic


Energiambangadalahenergi minimum yang
diperlukanolehreaksi endoergic.Sebuahpartikel
bergerakmendekatipartikel

MX

mx

yang diam,

dengankecepatan v dalam SKL, energy dalam SKM.


1
'
2
K i= m v
2

Dimana

(20)

adalahmassareduksi.

X
( +m x )
m M
m= x X

Energy yang diperlukandalam SKPM untukreaksi


endoergic adalah
K 'i |Q|

Atau
1
2
m v |Q|
2

18

M
( X + m x )v 2 |Q|
1 mx M X
2
m +M X
1
mx v 2 x
|Q|
2
MX
mx
1
2
mx v 1+
|Q|
2
MX

Tetapi

1
K x = mx v 2
2

= energikinetik

Dalam SKL, karenaitu

K x 1+

mx
|Q|
MX

Dengandemikian

x
Energiambang = ( K x ) min= 1+ M X |Q|

(21)
Hasil yang samadapatdiperolehdenganmenggunakan
SKL:
K y =a a2 +b

(22)

Dimana:

19

a=

mx m y K x cos

(23)

( M Y +m y )

b=

K x ( M Y m x ) + Q M Y

Untuk
a0

(24)

( M Y +m y )
Kx 0

dan

, maka:

Q MY
( M Y +m y )

2
Karena Q negative, maka ( a +b ) akan negative. Iniberarti

K y adalah imaginer,

Ky

yang bernilai negative

tidakmempunyaiartifisis.Karenaitureaksi endoergic
tidakakanterjadijikatidakcukupenergi.
Denganmeningkatkan energy kinetic

Kx

reaksiakanterjadipadasuatuharga minimumdengankondisi
( a2 +b )=0 yaitu:

( K x ) =Q

M Y +m y
m m
M Y + m y mx x y sin 2
MY

( )

Jikapartikelhasil

my

(25)

diamatipadasudut

iniakanmemberikan

MY+my

( K x ) min=Q M +m m
Y
y
x

(26)

Denganmenggunakanrelasi
20

=0

M X +mx =M Y +m y +

Q
2
c

Diperoleh:

[ ]
M X +m x

( K x ) min=Q

M X

Q
c2

(27)

Q
2
c

Karena energy ekivalendari

MX

biasanyasangatbesardibandingkandengan Q
makapersamaandapatditulis:
( K x ) min=Q

] [

M X +m x
m
=Q 1+ x
MX
MX

(28)

Jika energy partikeldatangsamadengan energy ambang,


partikelhasilakandipancarkanpadasudut

=0

denganenerg

y:
K y =( K x )min

mx m y

(m y + M Y )

(29)

Dalam system laboratorium energy kinetic total


timbuldari energy kinetic partikeldatang:
1
K lab = mx v x 2
2

(30)

21

Dalam system pusatmassaatau Center of Mass


Coordinate System (CMCS), keduapartikeldaninti( xdan
X ) bergerakdan member kontribusipada energy kinetic
total:
MX
1
2 1
2
K cm = mx (v V ) + M X V =
K
2
2
M X + mx lab

(31)

Dimana V adalahkecepatanpusatmassabesarnyaadalah
V=

mx
v
M X +mx x

(32)

Jika Q berharap negative diperlukan energy agar


reaksidapatberlangsungsebesar:
K cm +Q 0

(33)

22

BAB III
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN
a.reaksinukliradalahreaksi yang terjadidalaminti atom.
Energi yang dikeluarkanolehinti atom
padasaatterjadinyareaksiintidisebutenerginuklir.
Padaprinsipnyasebuahreaksidapatmelibatkanlebihdar
iduapartikel yang bertabrakan.
b.BesarEnergi yang dihasilkanolehReaksiNukliradalah
Q=( K Y + K y ) ( K X + K x )

Harga Q inijugasamadengan
Q=( M X + mx ) c 2( M Y + m y ) c 2

3.2 SARAN
Semogamakalahinibermanfaatbagipembaca,
makalahinijauahdarikesempurnaan.
Untukitupenulismengharapkankritikdan saran dari
pembaca.

23

DAFTAR PUSTAKA

Beiser, A. 1981. Konsep Fisika Modern. Jakarta: Erlangga.


Bundjali, Bunbun. (2002). Kimia Inti. Bandung : Penerbit
ITB
Krishna P Candra,.2011.Kimia inti.bandung: ITB

24