Anda di halaman 1dari 13

Bahan komposit

Bahan komposit (atau komposit) adalah suatu jenis bahan baru hasil rekayasa yang
terdiri dari dua atau lebih bahan dimana sifat masing-masing bahan berbeda satu
sama lainnya baik itu sifat kimia maupun fisikanya dan tetap terpisah dalam hasil
akhir bahan tersebut (bahan komposit).
Keunggulan bahan komposit
Bahan komposit memiliki banyak keunggulan, diantaranya berat yang lebih ringan,
kekuatan dan kekuatan yang lebih tinggi, tahan korosi dan memiliki biaya perakitan
yang lebih murah karena berkurangnya jumlah komponen dan baut-baut
penyambung. Kekuatan tarik dari komposit serat karbon lebih tinggi daripada
semua paduan logam. Semua itu menghasilkan berat pesawat yang lebih ringan,
daya angkut yang lebih besar, hemat bahan bakar dan jarak tempuh yang lebih
jauh.
Aplikasi bahan komposit
Militer Amerika Serikat adalah pihak yang pertama kali mengembangkan dan
memakai bahan komposit. Pesawat AV-8D mempunyai kandungan bahan komposit
27% dalam struktur rangka pesawat pawa awal tahu 1980-an. Penggunaan bahan
komposit dalam skala besar pertama kali terjadi pada tahun 1985. Ketika
itu Airbus A320 pertama kali terbang dengan stabiliser horisontal dan vertikal yang
terbuat dari bahan komposit. Airbus telah menggunakan komposit sampai dengan
15% dari berat total rangka pesawat untuk seri A320, A330 dan A340. [1]
A.

POLIMER

Polimer adalah salah satu bahan rekayasa bukan logam atau non metallic material
yang penting. Polimer juga banyak digunakan sebagai bahan substitusi untuk
logam terutama karena sifatnya yang ringan, tahan korosi dan kimia, dan murah
khususnya untuk aplikasi pada temperatur yang rendah.
Jenis-Jenis Polimer;
1.

Polietilena

Kita lebih sering menyebutnya dengan plastik. Polimer ini dibentuk dari reaksi adisi
monomer-monomer etilena. Ada dua macam polietilena, yaitu yang memiliki
densitas (kerapatan) rendah dan polietilena yang memiliki densitas tinggi.
Perbedaan dari kedua polimer ini adalah cara pembuatannya dan agak berbeda
sifat fisikanya. Secara umum sifat polietilena adalah sebagai zat yang tidak berbau,
tidak berwarna dan tidak beracun. Untuk polietilen dengan densitas rendah
biasanya dipergunakan untuk lembaran tipis pembungkus makanan, kantungkantung plastik, jas hujan. Sedangkan untuk polietilen yang memiliki densitas
tinggi, polimernya lebih keras, namun masih mudah untuk dibentuk sehingga

banyak dipakai sebagai alat dapur misal ember, panci, juga untuk pelapis kawat
dan kabel.
2.

Polipropilena

Polimer ini mirip dengan polietilen, Monomer pembentuknya adalah propilena,


berbeda dalam jumlah atom C dengan etilen. Polipropilena lebih kuat dan lebih
tahan dari polietilena, sehingga banyak dipakai untuk membuat karung, tali dan
sebagainya. Karena lebih kuat, botol-botol dari polipropilena dapat dibuat lebih
tipis dari pada polietilena. Botol minuman adalah salah satu contoh polimer
propilena yang banyak dipergunakan.
3.

Teflon

Nama
Teflon
merupakan
nama
dagang,
nama
ilmiahnya
adalah
politetrafluoroetilena dan disingkat dengan PTFE. Polimer dihasilkan dari proses
polimerisasi adisi senyawa turunan etilen yaitu tetrafluoroetilena (CF2 = CF2).
Teflon sangat tahan terhadap bahan kimia, panas dan sangat licin. Penggunaan
teflon sebagai pelapis barang yang tahan panas seperti tangki di pabrik kimia,
pelapis panci dan kuali anti lengket di dapur serta pelapis dasar seterika.
4.

Polivinil klorida (PVC)

Polimer ini merupakan polimer yang dibentuk oleh monomer kloro etilen
(CH2=CHCl). Polimer ini memiliki sifat yang lebih kuat dibandingkan dengan etilen,
tahan panas atau tidak mudah terbakar. Berdasarkan sifat inilah maka, polivinil
klorida banyak dipergunakan untuk untuk membuat pipa, selang keras, lapisan
lantai, piringan hitam, dan lain-lain.
5.

Bakelit

Polimer bakelit merupakan plastik termoseting, polimer ini dihasilkan dari suatu
kopolimer kondensasi antara metanal dan fenol. Bakelit sudah banyak dibahas
pada plastik termoseting. Polimer ini banyak digunakan untuk peralatan listrik,
sebagai kotak isolator, dan dudukan lampu.6.
Polimer Akrilat
Ada dua jenis polimer Akrilat yang banyak dipergunakan dalam kehidupan seharihari yaitu polimetil metakrilat dan serat akrilat atau orlon. Polmetil metakrilat
(PMMA) merupakan senyawa homopolimer yang dibentuk dari reaksi polimerisasi
adisi senyawa metil metakrilat. Senyawa ini juga dikenal dengan nama dagang
flexiglass (gelas yang fleksibel). PMMA berupa plastik bening, keras dan kuat,
namun ringan dan fleksibel. Pemanfaatannya sebagai bahan pencampur gelas dan
pencampur logam, dan yang paling mudah kita amati adalah digunakan untuk
lampu belakang mobil ataupun kaca jendela pesawat terbang.

Polimerisasi dari asam akrilat (asam 2-propenoat) atau turunannya menghasilkan


serat akrilat seperti orlon, serat ini menyrupai wol, sehingga dipergunakan untuk
jamper, kaos kaki, karpet dan lain-lain. Serat sutra didapat dari ulat sutra sebagai
bahan yang mengkilat dan halus serta lembut. Polimer sintetik dari sutra adalah
serat sintetik nylon 66 dan nylon 6, walapun hasilnya tidak sebaik sutra namun
sudah mendekati. Polimer ini merupakan poliimida, cocok untuk tekstil halus ,
misalnya untuk pakaian dan pakaian dalam.
7.

Poliester

Poliester merupakan polimer yang disusun oleh monomer ester. Penggunaan dari
polimer ini adalah pengganti bahan pakaian yang berasal dari kapas. Produk yang
dikenal adalah Dacron dan tetoron nama dagang sebagai serat tekstil. Polimer ini
juga dapat dikembangkan lagi dan dipergunakan sebagai pita perekam magnetic
dengan nama dagang mylar.
8.

Karet sintetik

Keterbatasan sumber daya karet dan sifatnya yang perlu ditingkatkan maka diteliti
dan didapatkan karet sintetik. Karet sintetik merupakan kopolimer yang terbentuk
dari dua monomer yaitu stirena dan 1,3 butadiena disingkat dengan SBR. Rantai
polimer senyawa ini dapat berikatan membentuk ikatan silang dengan atom
belerang (sulfide) melalui proses vulkanisasi, sehingga karet sintetik memiliki sifat
keras dan kuat. Cocok untuk ban mobil.

B.

ELASTOMER (KARET)

Karet atau elastomer adalah salah satu jenis polimer yang memiliki perilaku khas
yaitu memiliki daerah elastis non-linear yag sangat besar. Perilaku tersebut ada
kaitannya dengan struktur molekul karet yang memiliki ikatan silang (cross link)
antar rantai molekul. Ikatan silang ini berfungsi sebagai pengingat bentuk (shape
memory) sehingga karet dapat kembali ke bentuk dan dimensi asalnya pada saat
mengalami deformasi dalam jumlah yang sangat besar.
Pada tahun 1844, Charles Goodyear telah menemukan bahwa lateks dari pohon
karet yang dipanaskan dengan belerang dapat membentuk ikatan silang antara
rantai-rantai hidrokarbon di dalam lateks cair. Karet padat yang dibentuk dapat

digunakan pada ban dan bola-bola karet. Proses ini disebut vulkanisasi, untuk
menghormati dewa Romawi yang bernama Vulkan.
Karet alam merupakan polimer adisi alam yang paling penting. Karet disadap dari
pohon karet dalam bentuk suspensi di dalam air yang disebut lateks. Karet alam
adalah polimer isoprena.
Karet alam dan karet sintetis. Lateks atau karet alam yang dihasilkan dari pohon
karet bersifat lunak/lembek dan lengket bila dipanaskan. Kekuatan rantai dalam
elastomer (karet) terbatas, akibat adanya struktur jaringan, tetapi energi kohesi
harus rendah untuk memungkinkan peregangan. Contoh elastomer yang banyak
digunakan adalah poli (vinil klorida), polimer stirena-butadiena-stirena (SBS)
merupakan jenis termoplastik elastomer.
Saat perang dunia II, persediaan karet alam berkurang, industri polimer tumbuh
dengan cepat karena ahli kimia telah meneliti untuk pengganti karet. Beberapa
pengganti yang berhasil dikembangkan adalah neoprena yang kini digunakan
untuk membuat selang/pipa air untuk pompa gas, dan karet stirena buatdiena
(SBR /styrene butadiene rubber), yang digunakan bersama dengan karet alam
untuk membuat ban-ban mobil. Meskipun pengganti pengganti karet sintesis ini
mempunyai banyak sifat sifat yang diinginkan, namun tidak ada satu pengganti
karet sintesis ini yang mempunyai semua sifat-sifat dari karet alam yang
dinginkan.
C.

GLASSES(KACA)

Kaca/Glasses merupakan sebuah substansi yang keras dan rapuh, serta merupakan
padatan amorf. Hal ini dikarenakan bahan bahan pembuat kaca bersifat amorf
yang mana dapat meleleh dengan mudah. Kaca merupakan hasil penguraian
senyawa senyawa inorganik yang mana telah mengalami pendinginan tanpa
kristalisasi. Komponen utama dari kaca adalah silika. Dalam kehidupan sehari hari
kaca digunakan sebagai cermin, insulator panas, alat alat laboratorium, dekorasi,
dan pembatas ruang.
Menurut Adams dan Williamson, kaca adalah material amorf yang pada suhu biasa
mempunyai bentuk yang keras, tetapi apabila dipanaskan, lama kelamaan akan
menjadi lunak, sesuai dengan suhu yang meningkat dan akhirnya menjadi kental
hingga mencapai keadaan cair. Selama proses pendinginan terjadi proses yang
berkebalikan dengan proses peleburan kaca. Kaca memiliki sifat yaitu tahan
terhadap bahan kimia, efektif sebagai isolator listrik, dapat menahan vakum. Selain
memiliki sifat-sifat tersebut, kaca merupakan bahan yang rapuh dan tidak tahan
terhadap benturan.
Unsur Unsur Pembentuk Kaca

Kaca merupakan bentuk lain dari gelas (Glass). Oksida oksida yang digunakan
untuk menyusun komposisi kaca dapat digolongkan menjadi :
1)

Glass Former Merupakan kelompok oksida pembentuk utama kaca.

2)
Intermediate Oksida yang menyebabkan kaca mempunyai sifat-sifat yang
lebih spesifik, contohnya untuk menahan radiasi, menyerap UV, dan sebagainya.
3)
Modifier
Oksida yang tidak menyebabkan kaca memiliki elastisitas,
ketahanan suhu, tingkat kekerasan, dll.
Sifat Kaca
Sifat kaca yang penting untuk dipahami adalah sifat pada saat kaca berbentuk fasa
cair dan fasa padatnya. Sifat fasa cair dari kaca digunakan dalam proses
pengambangan (floating) dan pembentukan kaca, sedangkan untuk sifat fasa
padat dari kaca digunakan di dalam pemakaiannya (kegunaannya).
Beberapa sifat fisik dan kimia yang penting dari kaca antara lain :
1. Sifat mekanik
Tension strength atau daya tarik adalah sifat mekanik utama dari kaca.Tensile
strength merupakan tegangan maksimum yang dialami oleh kaca sebelum
terpisahnya kaca akibat adanya tarikan (fracture). Sumber fractureini dapat
muncul jika kaca mempunyai cacat di permukaan, sehingga tegangan akan
terkonsentrasi pada cacat tersebut. Kekuatan dari kaca akan bertambah jika cacat
di permukaan dapat dihilangkan.
2. Densitas dan Viskositas
Densitas adalah perbandingan antara massa suatu bahan dibagi dengan
volumenya. Nilai densitas dari kaca adalah sekitar 2,49 g/cm 3. Densitas dari kaca
akan menurun seiring dengan kenaikan temperatur. Sedangkan, viskositas
merupakansifat kekentalan dari suatu cairan yang diukur pada rentang temperatur
tertentu. Viskositas dari kaca sekitar 4,5 x 10 7 poise. Harga viskositas dari kaca
merupakan fungsi dari suhu dengan kurva eksponensial.
3. Sifat termal
Konduktivitas panas dan panas ekspansi merupakan sifat thermal yang penting
dari kaca. Kedua sifat ini digunakan untuk menghitung besarnya perpindahan
panas yang diterima oleh cairan kaca tersebut. Nilai dari tahanan kaca sekitar
1020 1 cm13.

4. Optical properties

Refractive properties

Kaca mempunyai sifatmemantulkan cahaya yang jatuh pada permukaan kaca


tersebut. Sebagian sinar dari kaca yang jatuh itu akan diserap dan sisanya akan
diteruskan. Apabila cahaya dari udara melewati medium padat seperti kaca, maka
kecepatan cahaya saat melewati kaca menurun. Perbandingan antara kecepatan
cahaya di udara dengan kecepatan cahaya yang lewat gelas ini disebut dengan
indeks bias. Nilai indeks bias untuk kaca adalah 1,52.
Absorptive properties

Intensitas cahaya yang masuk ke dalam akan berkurang karena adanya


penyerapan sepanjang tebal kaca tersebut. Jika kaca semakin tebal, maka energi
cahaya yang diserap akan semakin banyak sedangkan intensitas cahaya yang
masuk melalui kaca akan semakin rendah.

5. Stabilitas kimia
Stabilitas kimia adalah ketahanan suatu bahan terhadap pengaruh zat kimia.
Stabilitas kimia banyak dipengaruhi oleh bahan bahan pembentuk kaca.
D.

CERAMIK

Keramik pada awalnya berasal dari bahasa Yunani yaitu keramikos yang artinya
suatu bentuk dari tanah liat yang telah mengalami proses pembakaran. Kamus
dan Ensiklopedia tahun 1950-an mendefinisikan keramik sebagai suatu hasil seni
dan teknologi untuk menghasilkan barang dari tanah liat yang dibakar seperti
gerabah, genteng, porselin, dan sebagainya. Tetapi saat ini tidak semua keramik
berasal dari tanah liat. Definisi pengertian keramik terbaru mencangkup semua
bahan bukan logaru dan anorganik yang berbentuk padat. engineering ceramic,
techical ceramic adalah keramik yang dibuat dengan menggunakan oksida-oksida
logam atau logam, seperti oksida logam (Al2O3, ZrO2, MgO, dll).
Penggunaan keramik modern ini dapat sebagai elemen pemanas, semikonduktor,
komponen turbin, dan pada bidang medis. Keramik modern mempunyai keunikan
atau sifat yang menonjol yang tahan terhadap temperatur tinggi, sifat mekanis
yang sangat baik, sifat elektrik yang istimewa, dan tahan terhadap bahan kimiawi.

sifat yang umum dan mudah dilihat secara fisik pada kebanyakan jenis keramik
adalah britle atau rapuh, hal ini dapat kita lihat pada keramik jenis tradisional
seperti barang pecah belah, gelas, kendi, gerabah dan sebagainya, coba jatuhkan
piring yang terbuat dari keramik bandingkan dengan piring dari logam, pasti
keramik mudah pecah, walaupun sifat ini tidak berlaku pada jenis keramik tertentu,
terutama jenis keramik hasil sintering, dan campuran sintering antara keramik
dengan logam. sifat lainya adalah tahan suhu tinggi, sebagai contoh keramik
tradisional yang terdiri dari clay, flint dan feldfar tahan sampai dengan suhu 1200
C, keramik engineering seperti keramik oksida mampu tahan sampai dengan suhu
2000 C. kekuatan tekan tinggi, sifat ini merupakan salah satu faktor yang membuat
penelitian tentang keramik terus berkembang.
Jenis Badan Keramik Menurut Kepadatan
1. Gerabah (Earthenware),dibuat dari semua jenis bahan tanah liat yang plastis
dan mudah dibentuk dan dibakar pada suhu maksimum 1000C. Keramik jenis ini
struktur dan teksturnya sangat rapuh, kasar dan masih berpori. Agar supaya kedap
air, gerabah kasar harus dilapisi glasir, semen atau bahan pelapis lainnya. Gerabah
termasuk keramik berkualitas rendah apabila dibandingkan dengan keramik batu
(stoneware) atau porselin. Bata, genteng, paso, pot, anglo, kendi, gentong dan
sebagainya termasuk keramik jenis gerabah. Genteng telah banyak dibuat
berglasir dengan warna yang menarik sehingga menambah kekuatannya.
2. Keramik Batu (Stoneware), dibuat dari bahan lempung plastis yang dicampur
dengan bahan tahan api sehingga dapat dibakar pada suhu tinggi (1200-1300C).
Keramik jenis ini mempunyai struktur dan tekstur halus dan kokoh, kuat dan berat
seperti batu. Keramik jenis termasuk kualitas golongan menengah.
3. Porselin (Porcelain), adalah jenis keramik bakaran suhu tinggi yang dibuat dari
bahan lempung murni yang tahan api, seperti kaolin, alumina dan silika. Oleh
karena badan porselin jenis ini berwarna putih bahkan bisa tembus cahaya, maka
sering disebut keramik putih. Pada umumnya, porselin dipijar sampai suhu 1350C
atau 1400C, bahkan ada yang lebih tinggi lagi hingga mencapai 1500C. Porselin
yang tampaknya tipis dan rapuh sebenarnya mempunyai kekuatan karena struktur
dan teksturnya rapat serta keras seperti gelas. Oleh karena keramik ini dibakar
pada suhu tinggi maka dalam bodi porselin terjadi penggelasan atau vitrifikasi.
Secara teknis keramik jenis ini mempunyai kualitas tinggi dan bagus, disamping
mempunyai daya tarik tersendiri karena keindahan dan kelembutan khas porselin.
Juga bahannya sangat peka dan cemerlang terhadap warna-warna glasir.
4. Keramik Baru (New Ceramic), adalah keramik yang secara teknis, diproses untuk
keperluan teknologi tinggi seperti peralatan mobil, listrik, konstruksi, komputer,
cerobong pesawat, kristal optik, keramik metal, keramik multi lapis, keramik multi
fungsi, komposit keramik, silikon, bioceramic, dan keramik magnit. Sifat khas dari

material keramik jenis ini disesuaikan dengan keperluan yang bersifat teknis
seperti tahan benturan, tahan gesek, tahan panas, tahan karat, tahan suhu kejut
seperti isolator, bahan pelapis dan komponen teknis lainnya.
Peralatan dan Bahan
Badan keramik adalah bagian utama dalam pembuatan keramik dan bahan
utamanya biasa disebut dengan bahan mentah keramik. Contoh bahan mentah
keramik alam seperti kaolin, lempung, felspar, kuarsa, pyrophillit dans ebagainya.
Sedangkan bahan keramik buatan seperti mullit, SiC, Borida, Nitrida, H3BO3 dan
sebagainya
Bahan mentah keramik digolongkan menjadi 5 (lima) yaitu :
1.

Bahan Pengikat Contoh : kaolin, ball clay, fire clay, red clay

2.

Bahan Pelebur Contoh : felspar, kapur

3.

Bahan Pengisi Contoh : silika, grog (samot)

4.

Bahan Tambahan Contoh : water glass, talk, pyrophillit

5.

Bahan Mentah Glasir. (Bahan yang membuat lapisan gelas pada permukaan
benda keramik setelah melalui proses pembakaran pada suhu tertentu),
diantaranya adalah :

bahan mengandung SiO2 pasir kuarsa lempung felspar


- bahan mengandung oksida basa potas felspar batu kapur soda abu

Bahan mengandung Al2O3 kaolin felspar Bahan tambahan Contoh :


- bahan pewarna Contoh : senyawa cobalt, senyawa besi, senyawa nikel,
senyawachromdansebagainya.
-bahanperekatContohgum
-bahanpenutup;Contoh:oksidasirkon,oksidaseng
-bahan pelebur Contoh : asam borat, borax, Na2CO3, K2CO3, BaCO3
,Pb3O4dansebagainya. - untuk bahan opacifer : SnO2, ZrO dan sebagainya

E.

METALS/LOGAM

Logam adalah unsur kimia yang mempunyai sifat-sifat kuat, liat, keras, penghantar
listrik dan panas, serta mempunyai titik cair tinggi. Bijih logam ditemukan dengan
cara penambangan yang terdapat dalam keadaan murni atau bercampur. Bijih
logam yang ditemukan dalam keadaan murni yaitu emas, perak, bismut, platina,
dan ada yang bercampur dengan unsur-unsur seperti karbon, sulfur, fosfor, silikon,
serta kotoran seperti tanah liat, pasir, dan tanah.

Bijih logam yang ditemukan dengan cara penambangan terlebih dahulu dilakukan
proses pendahuluan sebelum diolah dalam dapur pengolahan logam dengan cara
dipecah sebesar kepalan tangan, dipilih yang mengandung unsur logam, dicuci
dengan air untuk mengeluarkan kotoran, dan terakhir dikeringkan dengan cara
dipanggang untuk mengeluarkan uap yang mengandung air.

Paduan logam
Paduan logam merupakan pencampuran dari dua jenis logam atau lebih untuk
mendapatkan sifat fisik, mekanik, listrik dan visual yang lebih baik. Contoh paduan
logam yang populer adalah baja tahan karat yang merupakan pencampuran dari
besi (Fe) dengan Krom (Cr).
Penggunaan Logam
Umumnya, logam bermanfaat bagi manusia, karena penggunaannya di
bidang industri, pertanian, dankedokteran. Contohnya, merkuri yang digunakan
dalam proses klor alkali. Proses klor alkali merupakan proseselektrolisis yang
berperan penting dalam industri manufaktur dan pemurnian zat kimia. Beberapa
zat
kimia
yang
dapat
diperoleh
dengan
proses
elektrolisis
adalah natrium, kalsium, magnesium,
aluminium,
tembaga, seng,perak, hidrogen, klor, fluor, natrium hidroksida, kalium bikromat,
dan kalium permanganat. Proses elektrolisis larutan natrium klorida tersebut
merupakan proses klor-alkali.
Elektrolisis larutan NaCl menghasilkan natrium hidroksida di katode (kutub
positif) dan gas klor di anode (kutub negatif). Pada industri angkasa luar dan
profesi kedokteran dibutuhkan bahan yang kuat, tahan karat, dan bersifat noniritin,
seperti aloi titanium. Sebagian jenis logam merupakan unsur penting karena
dibutuhkan dalam berbagai fungsi biokimiawi. Pada zaman dahulu, logam tertentu,
seperti tembaga, besi,
dan timah digunakan
untuk
membuat
peralatan,
perlengkapan mesin, dan senjata.
F.

HYBRIDS

Hybrids didefinisikan sebagai campuran bahan hibrida dari dua atau lebih bahan
dengan sifat baru yang diciptakan oleh orbital elektron baru terbentuk antara
masing-masing bahan, seperti ikatan kovalen antara polimer dan molekul silanol in
hibrida anorganik / organik.

Bahan hibrida dapat dibedakan menjadi tiga kategori:


1.Secara struktural-hibridisasi bahan,
2. Bahan kimia dalam hibridisasi ikatan, dan
3. Secara fungsional-hibridisasi bahan,
Hybrid Composite Material
Bahan komposit hibrid adalah kombinasi dari hybrid dan komposit. Bahan ini
hanyalah sebuah hibridisasi bahan komposit, misalnya,komposit diperkuat dengan
dua atau lebih jenis serat atau bahan komposit yang terdiri dari laminar diperkuat
serat logam dan logam foil tipis. Yang dimaksud dengan hybrid dalam material
komposit hibrida adalah hibridisasi dalam struktur makroskopik dalam skala
metalografi. Dalam beberapa kasus yang berkaitan dengan bahan fungsional,
istilah bahan hibrida mungkin lebih baik. Karena komposit struktural seperti
karbon / karbon komposit dan komposit matriks logam telah sangat populer, istilah
komposit mungkin terdengar konvensional bagi para peneliti bahan fungsional.
Bahan hibrida diuraikan dalam bagian ini adalah komposit dengan hibridisasi
campuran makroskopik. Sifat dari bahan tersebut dapat dipahami dari kombinasi
sifat bahan komponen, misalnya, aturan campuran. Bahan-bahan ini harus disebut
bahan struktural-hibridisasi karena hibridisasi dari struktur makroskopik tujuan
dari kombinasi atau campuran bahan. Nanocomposites, komposit dengan skala
karakteristik kurang dari satu meter mikro, memiliki sifat yang sangat baik bila
dibandingkan dengan komposit makroskopik. Mikro halus mereka atau efek batas
butir bertanggung jawab atas sifat yang sangat baik nanocomposites.
Nanocomposites dimaksudkan untuk memiliki struktur skala nanometer dari
pencampuran. Untuk alasan ini, nanocomposites adalah jenis bahan strukturalhibridisasi. Namun, beberapa nanocomposites memiliki sifat yang sangat baik
berdasarkan ikatan kimia-tertentu pada antarmuka antara bahan komponen.
Dalam hal ini, tujuan dari campuran tidak terciptanya struktur komposit, dan
sebagai gantinya adalah penciptaan baru-ikatan kimia.

Sifat Sifat Material


Secara garis besar material mempunyai sifat-sifat yang mencirikannya, pada
bidang teknik mesin umumnya sifat tersebut dibagi menjadi tiga sifat. Sifat sifat
itu akan mendasari dalam pemilihan material, sifat tersebut adalah:
Sifat mekanik
Sifat fisik

Sifat teknologi
Dibawah ini akan dijelaskan secara terperinci tentang sifat-sifat material tersebut
1. Sifat Mekanik
Sifat mekanik material, merupakan salah satu faktor terpenting yang mendasari
pemilihan bahan dalam suatu perancangan. Sifat mekanik dapat diartikan sebagai
respon atau perilaku material terhadap pembebanan yang diberikan, dapat berupa
gaya, torsi atau gabungan keduanya. Dalam prakteknya pembebanan pada
material terbagi dua yaitu beban statik dan beban dinamik. Perbedaan antara
keduanya hanya pada fungsi waktu dimana beban statik tidak dipengaruhi oleh
fungsi waktu sedangkan beban dinamik dipengaruhi oleh fungsi waktu.
Untuk mendapatkan sifat mekanik material, biasanya dilakukan pengujian
mekanik. Pengujian mekanik pada dasarnya bersifat merusak (destructive test),
dari pengujian tersebut akan dihasilkan kurva atau data yang mencirikan keadaan
dari material tersebut.
Setiap material yang diuji dibuat dalam bentuk sampel kecil atau spesimen.
Spesimen pengujian dapat mewakili seluruh material apabila berasal dari jenis,
komposisi dan perlakuan yang sama. Pengujian yang tepat hanya didapatkan pada
material uji yang memenuhi aspek ketepatan pengukuran, kemampuan mesin,
kualitas atau jumlah cacat pada material dan ketelitian dalam membuat spesimen.
Sifat mekanik tersebut meliputi antara lain: kekuatan tarik, ketangguhan,
kelenturan, keuletan, kekerasan, ketahanan aus, kekuatan impak, kekuatan mulur,
kekeuatan leleh dan sebagainya.
Sifar-sifat mekanik material yang perlu diperhatikan:
Tegangan yaitu gaya diserap oleh material selama berdeformasi persatuan luas.
Regangan yaitu besar deformasi persatuan luas.
Modulus elastisitas yang menunjukkan ukuran kekuatan material.
Kekuatan yaitu besarnya tegangan untuk mendeformasi material atau kemampuan
material untuk menahan deformasi.
Kekuatan luluh yaitu besarnya tegangan yang dibutuhkan untuk mendeformasi plastis.
Kekuatan tarik adalah kekuatan maksimum yang berdasarkan pada ukuran mula.
Keuletan yaitu besar deformasi plastis sampai terjadi patah.

Ketangguhan yaitu besar energi yang diperlukan sampai terjadi perpatahan.


Kekerasan yaitu kemampuan material menahan deformasi plastis lokal akibat
penetrasi pada permukaan.

2. Sifat Fisik
Sifat penting yang kedua dalam pemilihan material adalah sifat fisik. Sifat fisik
adalah kelakuan atau sifat-sifat material yang bukan disebabkan oleh pembebanan
seperti pengaruh pemanasan, pendinginan dan pengaruh arus listrik yang lebih
mengarah pada struktur material. Sifat fisik material antara lain : temperatur cair,
konduktivitas panas dan panas spesifik.
Struktur material sangat erat hubungannya dengan sifat mekanik. Sifat mekanik
dapat diatur dengan serangkaian proses perlakukan fisik. Dengan adanya
perlakuan fisik akan membawa penyempurnaan dan pengembangan material
bahkan penemuan material baru.
3. Sifat Teknologi
Selanjutnya sifat yang sangat berperan dalam pemilihan material adalah sifat
teknologi yaitu kemampuan material untuk dibentuk atau diproses. Produk dengan
kekuatan tinggi dapat dibuat dibuat dengan proses pembentukan, misalnya
dengan pengerolan atau penempaan. Produk dengan bentuk yang rumit dapat
dibuat dengan proses pengecoran. Sifat-sifat teknologi diantaranya sifat mampu
las, sifat mampu cor, sifat mampu mesin dan sifat mampu bentuk. Sifat material
terdiri dari sifat mekanik yang merupakan sifat material terhadap pengaruh yang
berasal dari luar serta sifat-sifat fisik yang ditentukan oleh komposisi yang
dikandung oleh material itu sendiri. Bahan lebih lengkap mengenai sifat material
dapat download disini :

Perbedaan antara stres benar & stres rekayasa diringkas sebagai berikut: Stres
Teknik mengasumsikan bahwa daerah gaya yang bekerja pada tetap konstan, stres
benar memperhitungkan variasi luas penampang sebagai akibat dari deformasi
stres diinduksi (strain) dari suatu material. Sebagai contoh sebuah bar baja dalam
ketegangan sekali yield point atau stres tercapai akan mulai "leher". Penciutan
adalah konsentrasi lokal dari ketegangan di daerah kecil dari material,
menyebabkan pengurangan luas penampang pada titik ini. Untuk menghitung stres
rekayasa dalam kasus di atas, beban yang diterapkan dibagi dengan luas
penampang silang asli, namun stres benar akan sama dengan beban dibagi
dengan luas cacat baru cross sectional. Oleh karena stres yang benar adalah

mungkin jauh lebih tinggi dari stres rekayasa. Perhatikan bahwa sementara bahan
yang deformasi elastis sebelum titik hasil tercapai akan ada beberapa perbedaan
antara stres yang benar dan teknik (sebagai bahan berubah bentuk) tetapi akan
jauh lebih kecil daripada perbedaan setelah titik hasil tercapai. Sebuah inti batu di
tes kompresi uni-aksial biasanya akan memperluas radial kekurangan muatan.
Oleh karena itu dalam hal ini, stres rekayasa (berdasarkan diameter asli) akan lebih
besar dari stres yang benar dalam materi.Urungkan pengeditan