Anda di halaman 1dari 9

Menentukan Rangkaian RL dan Rangkaian RC

(1)
(1)

Muhammad Syahrul Dwi Handika,

(1)

Zun Wahyu Yulianti,

(1)

Varilia Wardani

Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya. Jl. Kampus UNESA Ketintang
Surabaya
Email : musimpanas13@gmail.com
Telp.; +6231 8293484 Fax: +6231 8293484

ABSTRAK : Percobaan Rangkaian RL dan RC bertujuan untuk menentukan reaktansi


induktif (XL) dan reaktansi kapasitif (XL) serta menentukan besarnya nilai kapaasitas
kapasitornya (C) dan induktansi inductor (L). metode percobaan yang dilakukan yaitu
merangkai alat-alat seperti gambar kemudian mengatur power supplay pada tegangan
tertentu. Pada rangkaian RC diukur nilai VR, VC, dan I sedangka pada RL diukur nilai V R, VL
dan I dengan memanipulasi Hambatan (R). Lalu mengubah AC ke DC. Setelah itu,
mengukur nilai XC dan XL. Dari percobaan ini diperoleh hasil dari XC untuk arus AC
sebesar (41,8 x 10-3 5,3 x 10-3)

dengan taraf ketelitian 87,3 % dan XC untuk arus

DC sebesar (26,5 x 10-3 3,5 x 10-3)

dengan taraf ketelitian sebesar 86,8 %.

Sedangkan XL untuk arus AC dihasilkan nilai sebesar (4,38 x 10 -3 1,99 x 10-3)

dengan taraf ketelitian 55 % dan untuk arus DC sebesar (1,57 x 10 -3 0,597 x 10-3)

dengan taraf ketelitian 62 %. Besar C untuk arus AC sebesar (0,078 0,009) F dengan
taraf ketelitian 88,5 % dan C untuk arus DC sebesar (0,12 0,015) F dengan taraf
ketelitian 87,5 %. Besar L untuk arus AC sebesar (1,38 x 10-5 0,62 x 10-5) H dengan
taraf ketelitian 55 % dan L untuk arus DC sebesar (5 x 10 -6 1,9 x 10-6) H dengan taraf
ketelitian sebesar 62%. Hal ini menyebabkan nilai Kapasitor (C) dan Induktor (L) memiliki
perbedaan besar yang jauh yaitu hubungan masing-masing komponen (L dan C) .
KATA KUNCI : Reaktansi Induktif, Reaktansi Kapasitif, Kapasitas Kapasitor, dan
Induktansi Induktor.

PENDAHULUAN
Dalam kehidupan sehari-hari
kita
sering
mendengar
dan
berhubungan dengan listrik. Listrik
adalah kebutuhan masing-masing
individu
dalam
memenuhi
aktivitasnya. Dalam suatu rangkaian
terdapat arus listrik yang mengalir,
arus listrik dapat mengalir secara
searah (DC) dan bolak-balik (AC).
Apabila
kapasitor
(C)
dalam
rangkaian R-C diberi tegangan input
AC/DC maka akan timbul reaktansi
kapasitif (XC) dan bila inductor (L)
diberi tegangan input AC/DC, maka
akan timbul reaktansi inductor (XL).
Untuk memahami reaktansi kapasitif
dan
reaktansi
induktif,
serta
menentukan induktansi inductor dan
kapasitas kapasitor, kami melakukan
percobaan Rangkaian RL dan RC.
Pada percobaan ini yang
bertujuan untuk menentukan nilai
reaktansi induktif (XL) dan reaktansi

kapasitor (XC) dan menentukan nilai


kapasitas
kapasitor
(C)
serta
induktansi inductor (L) berdasarkan
percobaan ini. Dari tujuan tersebut
dapat ditarik suatu rumusan masalah
sebagai berikut: Berapakah nilai
reaktansi induktif dan kapasitif
kapasitor ?, dan Berapakah nilai
kapasitas kapasitor dan induksi
inductor
berdasarkan
percobaan
ini ?.
Resistor adalah komponen
dasar
elektronika
yang
selalu
digunakan dalam setiap rangkaian
elektonika karena berfungsi sebagai
pengatur atau untuk memebatasi
jumlah arus yang mengalir dalam
suatu rangkaian. Dengan resistor,
arus listrik dapat didistribusikan
sesuai dengan kebutuhan. Sesuai
dengan namanya resistor bersifat
resistif dan umumnya terbuat dari
bahan karbon. Suatu resistansi dari
suatu
resistor
disebut
Ohm

dilambangkan dengan symbol

Sebuah inductor atau reactor


adalah sebuah komponen elektronika
pasif yang dapat menyimpan energy
pada
medan
magnet
yang
ditimbulkan oleh arus listrik yang
melintasinya. Kemampuan inductor
untuk menyimpan energy magnet
ditentukan
oleh
induktansinya,
dalam suata Henry. Biasanya sebuah
inductor
adalah
sebuah
kawat
pengahantar yang dibentuk menjadi
kumparan,
lilitan
membantu
membuat medan magnet yang kuat
didalam
kumparan
dikarenakan
hukum induksi Faraday. Inductor
adalah
salah
satu
komponen
elektronika dasar yang digunakan
dalam
rangkaian
arus
dan
tegangannya
berubah-ubah
dikarenakan kemampuan inductor
untuk memproses arus bolak-balik.
Capasitor
adalah
elemen
dasar elektronika yang berfungsi
sebagai
penyimpan
muatan.
Capasitor terdiri dari dua plat sejajar
yang diantara kedua plat tersebut
terdapat sebuah bahan dielektrik.
Kapasitansi adalah rasio muatan
pada kapasitor. Kapasitor adalah
suatu alat yang dapat menyimpan
energy didalam medan listrik dengan
cara mengumpulkan ketidakseimbangan internal dari muatan listrik.
Besarnya muatan yang tersimpan
dalam kapasitor disebut sebagai
Kapasitas Kapasitor, dengan satuan
Farad (F).
Arus
bolak
balik
(AC/Alternating Current) adalah arus
listrik dimana besarnya dan arahnya
arus berubah-ubah secara bolakbalik. Berbeda dengan arus searah,
dimana arah arus yang mengalir
tidak berubah-ubah dengan waktu.
Bentuk gelombang dari listrik arus
bolak-balik
biasanya
berbentuk
gelombang
sinusoida,
karena
memungkinkan pengaliran energy
yang paling efisien. Secara umum,
listrik bolak-balik berarti penyaluran
listrik dari sumbernya (misalnnya
PLN) ke beberapa kantor dan rumah
penduduk.
Arus DC atau kepanjangan
dari Direct Curren adalah merupakan
arus searah dimana arus ini harus
benar-benar searah dan memiliki

kutup positif dan negatif atau lebih


dikenal lagi plush minusnya simbul +
dan simbul -, Arus CD disini benarbenar sudah disearahkan dengan
menggukanan rangkaian penyearah
seperti adaftor, fungsi penyearah
disini dipakai untuk komponenkomponen elektronika seperti: IC,
Resistor, Capasitor, Transistor dan
lainnyanya yang semuanya itu
menggunakan arus searah.
Reaktansi induktif adalah
nilai hambatan yang disebabkan oleh
adanya gaya gerak listrik induksi dari
suatu induktor yang di rangkai pada
rangkaian listrik arus bolak-balik.
Untuk mengetahui nilai reaktansi
induktif dapat dilakukan dengan
mengunakan persamaan berikut :

Keterangan :
XL = Reaktansi Induktif ()
= Frekuensi (Hz)
= 3,14 atau 22/7
L = Nilai induktansi induktor (H)
Gambar 01. rangkaian resistor

dirangkai seri dengan induktor pada


arus bolak-balik

Apabila suatu induktor


dirangkai secara seri dengan resistor
pada rangkaian arus bolak-balik
maka, untuk mengetahui nilai
impedansi dapat menggunakan
persamaan berikut :

Keterangan :
Z=
Impedansi
()
R = Hambatan resisitor atau
resistansi ()
XL = Reaktansi Induktif ()

Gambar 02. rangkaian resistor


dirangkai paralel dengan induktor
pada arus AC

Apabila
suatu
induktor
dirangkai paralel dengan resistor
pada rangkaian arus bolak-balik
maka,
untuk
mengetahui
nilai
impedansi
dapat
menggunakan
persamaan berikut :

Keterangan :
Z = Impedansi ()
R
=
Hambatan
resistor
atau
resistansi ()
XL = Reaktansi induktif ()
Reaktansi
Kapasitif
adalah nilai hambatan yang
disebabkan oleh adanya suatu
kapasitor
pada
rangkaian
listrik arus bolak-balik. Untuk
mengetahui nilai reaktasni
kapasitif pada kapasitor murni
dapat
menggunakan
persamaan berupa :

Keterangan :
XC = Reaktansi Kapasitif ()
= Frekuensi (Hz)
= 3,14 atau 22/7
C = Nilai Kapasitif Kapasitor (F)
Gambar 03. Rangkaian seri resistor
dengan kapasitor pada arus AC

Apabila suatu kapasitor


dirangkai secara seri dengan
resistor pada rangkaian arus
bolak-balik
maka,
untuk
mengetahui nilai impedansi

dapat
menggunakan
persamaan berikut :
Keterangan :
Z = Impedansi ()
R
=
Hambatan
resistor
atau
resistansi ()
XC = Reaktansi kapasitif ()

Gambar 04. Rangkaian Paralel


Resistor Dengan Kapasitor Pada
Arus AC

Apabila suatu kapasitor


dirangkai
secara
paralel
dengan
resistor
pada
rangkaian arus bolak-balik
maka, untuk mengetahui nilai
impledansi
dapat
menggunakan
persamaan
berikut:
Keterangan :
Z = Impedansi ()
R
=
Hambatan
resistor
atau
resistansi ()
XC = Reaktansi kapasitif ()

Rangkaian
Seri
RLC
merupakan sebuah rangkaian
yang terdiri dari resistor,
inductor dan juga kapasitor
yang disusun secara seri atau
juga
parallel
dalm
satu
rangkaian. Rangkaian RLC seri
ini
disimbolkan
untuk
rangkaian
aliran
listrik
ketahanan, induktansi, dan
juga kapasitansi yang tentu
saja disusun secara seri.
Rangkaina RLC memang bisa
digabung secara seri dan
parallel
dan
juga
dikombinasikan keduanya.

Gambar 05. Rangkaian Seri RLC

Gamber
05.
merupakan
rangkaina seri RLC yang disusun
secara seri atau berderet. Rangkaian
RLC
yang
disusun
seri
ini
dihantarkan oleh arus listrik AC atau
searah
dimana
setiap
setiap
komponen akan menerima besaran
tegangan yang sama. Arus AC
tersebut disimbolkan R, L, dan C
akan mendapatkan hambatan pada
komponen tersebut. Dan impedansi
(Z) tersebut merupakan proses
penggabungan dari simbul R, L, dan
C.

Gambar 06. Rangkaian Parallel RLC

Sedangkan pada Gambar 06.


merupakan rangkaian parallel RLC
berbentuk Resisitor, Kapasitor dan
Induktor
yang
ketiga-tiganya
terpasang sejajar, lalu terhubung ke
sumber
tegangan
bolak-balik.
Tegangan pada R, L, dan C adalah
masing-masing sama, begitupula
tegangan pada sumbernya. Arus
yang melalui sumber kemudian
dipencar sehingga ada arus yang
melalui resisitor, kapasitor dan juga
inductor. Besar arus yang melalui
sumber adalah penjumlahan vector
dari arus resistor, arus kapasitor dan
arus inductor.
METODE PENELITIAN
Pada percobaan rangkaian RL
dan Rangkaian RC ini, terdapat dua
macam percobaan yaitu menentukan
nilai reaktansi induktif (XL), reaktansi
kapasitor (Xc) dan menentukan nilai
induksi inductor (L) dan kapasitif
kapasitor (C). Dari percobaan kami
memiliki
variabel
percobaan
diantaranya, variable Kontrol adalah
frekuensi (F) dan kapasitor (C) dan
inductor (L), variabel Manipulasi
adalah hambatan Resistor (R), dan
variabel Respon adalah tegangan
resistor (VR), tegangan kapasitor (Vc)
dan inductor (VL), besar Arus (I),
Pada
percobaan
pertama,
dilakukan dengan langkah awal yaitu
mempersiapkan alat dan bahan
diantaranya KIT rangkaian RLC,
Power Supply variable AC, Tahanan
Geser,
Multimeter
Analog
dan
Digital, dan Kabel Konektor. Untuk

percobaan pertama merangkai alat


seperti berikut :
Gambar 07. Rangkaian Rc

Setelah alat dirangkai seperti


gambar diatas. Atur Power Supply
posisi AC dengan tegangan tertentu.
Ukur besar tegangan pada V R, Vc,
dan I. Tentukan besarnya Reaktansi
Kapasitor
(Xc)
pada
rangkaian
tersebut kemudian tentukan pula
besarnya kapasitif kapasitor (C)
dengan
persamaan
pertama.
Kemudian mengulangi percobaan
sebanyak 3 kali dengan R dan C
yang berbeda. Setelah itu ubah Vin
(AC) ke (DC).
Untuk percobaan kedua, alat
dirangkai sebagai berikut :
Gambar 08. Rangkaian RL

Setelah alat dirangkai seperti


gambar diatas. Atur Power Supply
posisi AC dengan tegangan tertentu.
Ukur besar tegangan pada V R, VL,
dan I. Tentukan besarnya Reaktansi
Induktor
(XL)
pada
rangkaian
tersebut kemudian tentukan pula
besarnya induksi induktor (C) dengan
persamaan
diatas.
Kemudian
mengulangi percobaan sebanyak 3
kali dengan R dan L yang berbeda.
Setelah itu ubah Vin (AC) ke (DC).
HASIL DAN PEMBAHASAN
a. Menentukan arus AC pada
rangkaian RC
Untuk menentukan arus AC
dengan
N ( VR
( VR +
Rangkaian
RC O
+
0,05 )
digunakan
0,05
Volt
percobaan
) Volt
pertama.
Dari
1 8,60
4,80
percobaan
pertama,
didapatkan
3
data percobaan 2 4,80
8,60
sebagai berikut :
3

1,60

Tabel 1. Hasil data percobaan


pertama (Rangkaian RC)

Dari hasil data percobaan


pertama
dapat
dilakukan
perhitungan nilai reaktansi kapasitif
(Xc) dan kapasitif kapasitor pada arus
AC
dengan
persamaan

XC=

VC
1
danC=
I
2 f XC ,

maka

didapat :
Tabel 2. Hasil perhitungan reaktansi
kapasitif (Xc) dan kapasitif kapasitor
(C)

Reaktansi
Kapasitif
Kapasitif
Kapasitor
(Xc)
(Farad/F)
34,3
0,092
39,1
0,081
52,0
0,061
Dari hasil perhitungan diatas
diperoleh reaktansi kapasitif (XC)
pada arus AC sebesar (41,8 x 10-3
5,3 x 10-3) dengan taraf ketelitian
87,3 % dan ketidakpastian 12,7%
dengan besar kapasitas kapasitor
pada arus AC sebesar (0,078
0,009) F dengan taraf ketelitian 88,5
% dan ketidakpastian 11,5 % hasil
tersebut di dapatkan karena arus AC
sangat besar sedangkan kapasitas
kapasitornya kecil. Dengan demikian
besar kapasitas kapasitor yang
digunakan
dengan
satu
jenis
kapasitor
dengan
tiga
macam
resistor dengan
data reaktansi
kapasitifnya semakin kecil.

XC =
I
(mA)

VC
I

0,14

34,3 x
10-3

0,22

39,1 x
10-3

0,20

52 x
10-3

10,40

R(

)
5W
100
J
10 W
33
J
15
W 10
J

b. Menentukan arus DC pada


rangkaian RC
Untuk menentukan arus DC
dengan Rangkaian RC digunakan
percobaan kedua. Dari percobaan
(VR
+
0,0
5)
Volt

(VC
+
0,0
5)
Volt

6,40

12,4
0

0,37

5,00

12,8
0

N
0,54
o.

2,30

13,0
0

0,58

N
O

kedua,
didapatkan
3
data percobaan
sebagai berikut :

I
(mA
)

XC
=

VC
I
33,
5
23,
(VR
4
0,0
22,
5)
4
Volt
9,60

kapasitornya
kecil hingga
mampu
mendekati
100%.
Dengan
demikian
besar
kapasitas
kapasitor
yang
digunakan dengan satu jenis
kapasitor dengan tiga macam
resistor dengan data reaktansi
kapasitifnya semakin kecil.

R(

)
5W
100
J
10
(VL
W 33
0,05)
J
Volt
15
W 10
J
0,40

c. Menentukan Arus AC Pada


Rangakaian RL
Untuk menentukan arus AC
dengan Rangkaian RL digunakan
percobaan ketiga. Dari percobaan
ketiga, didapatkan 3 data percobaan
sebagai berikut :
XL =
I
Tabel 5. Hasil
R(
VL
data
percobaan
(mA
)
ketiga
I
)
(Rangkaian RL)

0,35
7,20

1,40

0,35

Tabel 3. Hasil
data percobaan
3
3,60
kedua
(Rangkaian RC)

2,80

0,35

Dari
hasil
data
percobaan
pertama
dapat
dilakukan perhitungan nilai
reaktansi kapasitif (Xc) dan
kapasitif kapasitor pada arus
DC
dengan
persamaan

V
1
X C = C danC=
I
2 f XC ,

maka didapat :
Tabel 4. Hasil perhitungan reaktansi
kapasitif (Xc) dan kapasitif kapasitor
(C)pada arus DC

Dari hasil perhitungan diatas


diperoleh reaktansi kapasitif (XC)
pada arus DC sebesar (26,5 x 10 -3
3,5 x 10-3 ) dengan taraf ketelitian
86,8 % dan ketidakpastian 13,2 %
dengan besar kapasitas kapasitor
pada arus DC di peroleh nilai sebesar
(0,12 0,015) F dengan taraf
ketelitian 87,5 % dan ketidakpastian
12,5% hasil tersebut di dapatkan
karena arus DC yang tidak terlalu
besar
sehingga
kapasitas

5W
Dari
hasil data
1,14
100
percobaan
J
pertama
10 W
4,0
dapat
33 J
dilakukan
15 W
8,0
10 J
perhitungan nilai reaktansi
kapasitif (Xc) dan kapasitif
kapasitor
pada
arus
AC
dengan
persamaan

X L=

VL
1
dan L=
I
2 f XL ,

maka didapat :
Tabel 6. Hasil perhitungan reaktansi
kapasitif (XL) dan kapasitif kapasitor
(L) pada arus AC

Reaktansi
Reaktansi
Induktif (XL)
Kapasitif (Xc)
33,5
33,5
23,4
23,4
22,4
22,4

Kapasitif
Induksi
Induktor
Kapasitor
(Henry/H)
(Farad/F)
0,36
x 10-5
0,09
1,27
x 10-5
2,50,13
x 10-5
0,14

Dari hasil perhitungan diatas


diperoleh reaktansi induktif (XL) pada
arus AC sebesar (4,38 x 10-3
1,99

10-3)

dengan

taraf

ketelitian 55 % dan ketidakpastian


sebesar 45% dengan besar induksi
inductor pada arus AC di peroleh nilai

sebesar (1,38 x 10-5 0,62 x


10-5) H dengan taraf ketelitian
55 % dan ketidakpastian 45% .

( 1,57 x 10-3 0,597 x 10-3 )


dengan taraf ketelitian 62 %
dan ketidakpastian 38 % .
Dengan besar induksi inductor
pada pada arus DC diperoleh
nilai sebesar ( 5 x 10-6 1,9 x
10-6 ) H dengan taraf ketelitian
62 % dan ketidakpastian 38%.

d. Menentukan Arus DC pada


Rangkaian RL
Untuk menentukan arus DC
dengan Rangkaian RL digunakan
percobaan ketiga. Dari percobaan

N
o.

(VR
0,05
)
Volt

(VR
0,05
)
Volt

I
(mA
)

XL =

R(

VL
I

Dapat disimpulkan pada


rangkaian RL diperoleh nilai
ketidakpastian
yang
besar
disebabkan beberapa factor
diantaranya multimeter yang
digunakan untuk mengukur
tegangan adalah multimeter
analog dan pengamat kurang
teliti dalam membaca hasilnya
. Pada saat mengukur arus
dengan
menggunakan
multimeter digital beberapa
kali arusnya tidak muncul lalu
di coba kembali arusnya
muncul.
Penyebab
lainnya
adalah
suhu
yang
menyebabkan
pertambahan
hambatan akibat terhubung
dalam waktu
yang
lama
sehingga
arusnya
bernilai
sanagat
kecil
dengan
reaktansi dan tegangan yang
besar
.Seharusnya
dalam
selang
waktu
tertentu
hubungan antar rangkaian di
lepas dahulu agar tidak panas.

)
5W
0,67 x
1
9,20
0,60 0,89
100
10-3
J
10
1,34 x
W
2
5,40
1,20 0,89
-3
10
33
J
15
2,70 x
W
3
3,40
2,40 0,89
-3
10
10
J
ketiga, didapatkan 3 data percobaan
sebagai berikut :
Tabel 7. Hasil data percobaan
keempat (Rangkaian RL)

Dari
hasil
data
percobaan
pertama
dapat
dilakukan
perhitungan nilai reaktansi kapasitif
(Xc) dan kapasitif kapasitor pada arus
AC
dengan
persamaan

X L=

VL
1
dan L=
I
2 f XL ,

maka

didapat :

arus AC sebesar (41,8 x 10-3


5,3 x 10-3)

Tabel 4. Hasil perhitungan reaktansi


kapasitif (XL) dan kapasitif kapasitor
(L) pada arus DC

Reaktansi
Induktif (XL)
33,5
23,4
22,4

KESIMPULAN
Dari percobaan yang telah
dilakukan, dapat diambil kesimpulan
sebagai berikut :
1. A. besar reaktansi kapasitif pada

Induksi Induktor
(Henry/H)
2,13 x 10-6
4,27 x 10-6
8,59 x 10-6

sedangkan untuk

arus DC (26,5 x 10-3+/- 3,5 x 103)

B. besar reaktansi induktif pada


arus AC sebesar (4,38 x 10-3
4,99

10-3)

sedangkan

untuk arus DC (1,57 x 10-3


0,597 x 10-3)

Dari hasil perhitungan diatas


diperoleh reaktansi induktif (XL) pada
arus DC di peroleh nilai sebesar

2. A. besar kapasitif kapasitor pada


arus

AC

sebesar

(0,078

0,009) F, sedangkan untuk arus


DC sebesar (0,12

0,015) F.

B. besar Induktansi inductor pada


arus AC sebesar (1,38 x 10-5

0,62 x 10-5) H, sedangkan untuk


arus DC sebesar (5x10-6

1,9

x 10-6) H.
UCAPAN TERIMA KASIH
Penulis mengucapkan terima
kasih kepada kakak KOAS FISIKA
DASAR 2, yang telah bersedia
membantu baik sebelum maupun
pada saat percobaan hingga artikel
ini selesai ditulis. Penulis juga
mengucapkan terima kasih kepada
tim kelompok atas kerja samaanya
dalam melaksanakan praktikum ini.
DAFTAR PUSTAKA
Elektronika,
Definisi

komponen.

2014.
Kapasitor.

(http://komponenelektronika.biz/pen
gertian-kapasitor.html, diakses 01
Maret 2014)
Inalocku.
2012.
Hubungan
Impedansi, Reaktansi, Induktif Dan
Reaktansi
Kapasitif.
(https://inalocku.wordpress.com/201
2/09/06/impedansi-reaktansi-induktifdan-reaktansi-kapasitif/, diakses 06
September 2012)
Ramadhani,
Muhammad.2008.
Rangkaian Listrik. Erlangga: Jakarta
Sadiku,
Matthew
N.O.
2009.
Fundamental of Electric Sircuits. Mc.
GrawHill: United States
Serway Raymond, Jewwet John W.
2004. Physics for Scientist and
Engineers. Pomona: Calfornia State
Polytechnik University
Tim Dosen Fisika Unesa. 2015.
Panduan Praktikum Fisika Dasar II.
Surabaya: Unipress