Anda di halaman 1dari 34

PENGOLAHAN AIR BERSIH

FILTER

FILTRATION
Fungsi : untuk memisah solid tersuspensi
dari air
1. Filter dengan medium berupa granular

(Granular-medium filtration)
Sebagai media penyaring digunakan bahan
berbentuk granular, seperti karbon aktip, karbon ,
pasir, kerikil, antracit dll
Operasi : - Kontinyu
- Semi kontinyu
- Batch
Proses : - penyaringan (filtration)
- pencucian (cleaning/backwashing)

Media yang digunakan dapat campuran seperti pasir


dengan karbon aktip (dual), maupun tunggal (single)
seperti hanya pasir atau karbon atau medium terdiri dari
campuran tiga atau lebih media (multi-medium)
Zona inter
mixing

Monomedium
bed filter

Multi-medium
Multimedium
bedbed
filter

Dualdual
medium
bed filter

Grain-size

Macam-macam filter
Berdasar cara kerjanya :
Gravity filter
filter

atau open filter, atmospheric

Pressure filter atau closed filter


Berdasar kecepatan penyaringan
Slow sand filter

( rate 4 5 m3/hari/m2

Rapid sand filter (rate


m3/hari/m2)

100 150

Berdasarkan sistem kontrol


manual
automatic

Automatic

Manual

Gravity

Pressure
Upflow

Downflow

Sand
Coal
Dual
Sequence
Mixed
Type
Water wash

Service flow

Air/water wash

Media

Constant rate
Variabel declining rate

Backwash arrangement
Flow control

Lapisan media pasir (silikat)


- pasir kasar : = 2,0 mm
air yang disaring tidak terlalu kotor
pratreatment sudah baik
rate fluida cukup tinggi
- pasir halus : = 0,4 mm
rate fluida tidak terlalu tinggi
pratreatment hanya singkat
diharapkan juga mampu memisah bakteri dan
turbiditi semaksimal mungkin
Lapisan kerikil / gravel
bersifat juga sebagai support media di atasnya
Harus : tidak mengandung tanah
sebaiknya bulat dan keras

- Kerikil halus

= 5,0 mm

- Kerikil kasar

= 10,0 mm

- Gravel

= 20,0 mm

60 cm, pasir

65 cm, pasir

10 cm,

10 cm

25 50 mm

5 cm

13 25 mm
6,5 13 mm

1,5 3 mm

5 cm

6,4 12,7 mm

5 cm

7,5 cm

12,7 19 mm

10 cm

7,5 cm

19 38 mm

15 cm

38 64 mm

Lapisan gravel asimetris


Dari : G.M. Fair, J.C.Geyer Water Purification

3 - 6,5 mm

5 cm

6,5 13 mm

5 cm

13 25 mm

13 cm

25 50 mm

Lapisan gravel simetris


(direkomendasikan)

Gravity Roughing filter ( open filter, slow sand


filter, atmospheric filter )

Air masuk

Pasir

Air pecuci keluar

Gravel
Air pencuci masuk

Media yang digunakan dapat mono maupun multi-medium.


Umumnya digunakan untuk air dengan kekeruhan tidak tinggi
dengan laju aliran 2 4 gpm per ft2 luas permukaan filter.
Pencucian dilakukan secara priodek, biasanya setelah head loss 8
12 ft dengan laju air pencuci (backwashing) : 20 gpm per ft 2

Pressure

filter ( rapid sand filter )

terbuka

Air masuk

Air
masuk

tertutup

2
3

Air
tersaring

n
Air cucia

Vertical pressure
filter

5
1. Pasir halus
2. Pasir kasar
3. Gravel
4. Lantai filter
5. Strainer

Air cucian

Horizontal pressure
filter

Dibanding open filter, untuk pressure filter area


yang dibutuhkan tidak begitu besar.
Pressure filter bekerja dalam range 5 10 gpm/ft 2
Media penyaring yang digunakan dapat bervariasi,
dari media halus hingga kasar searah dengan arah
aliran.

Untuk laju aliran lebih tinggi lagi digunakan UltraHigh-rate filter.


Tinggi media penyaring sekitar 7 ft
Down flow filter : filtration rate 15 20 gpm/ft 2
Upflow filter

: filtration rate 6 0 10 gpm/ft 2

distributor

Grid agar
media tidak
terikut air

Effluent

Air pencuci

Air
cucian

Udara untuk
backwashing

Influent

nozzle

nozzle
Air cucian

effluent
Air pencuci

Down flow ultra-high-rate


filter

Influent

Upflow ultra-high-rate filter

Polishing Filter
Digunakan untuk pemisahan submicro-meter partikel (kurang
dari 1 micron)
- Tipe Precoat filter, memerlukan filter aid untuk melapis
porous septum, baik untuk bentuk leaf-type maupun
bentuk tubular.
- Pada tipe tubular, cleaning dilakukan dengan menekankan
udara.
- Air bertekanan dilalukan pada media, filter cake pada
permukaan coat dipisah dengan cara di blast dan dialirkan
ke drain.
- Tipe cartridge filter digunakan untuk memisah partikel 1
75 mikro-meter.
- Elemen sebagai media filter dapat diganti setelah jenuh.

udara

udara

udara

Penyaringan

Pencucian

Precoat type filter

Cartridge filter

Karakteristik dari filter medium


Tipe
operasi

Tipe
filter

Tipe
medium

Bahan
medium

Tinggi
bed, in

Arah
aliran

Semikontinyu Konvensioan

Single

pasir, antracit

30

ke bawah

Semkontinyu

Konvensional

Dual

Pasir dan antracit

36

ke bawah

Semikontinyu Konvensional

Multi

pasir,antracit

36

ke bawah

48 72

ke bawah
ke atas

dan garnet
Semikontinyu Deep bed

Single

Semikontinyu Deep bed


(up)

Single

pasir

48 72

Semikontinyu Pilsed-bed

Single

pasir

11

Kontinyu
(up)

Deep-bed

Single

pasir

48 72

Kontinyu

Traveling-bed

Single

pasir

11

ke bawah

Kontinyu

Traveling-bed

Dual

pasir

16

ke bawah

Sumber : Metcalf & Eddy

pasir, antracit

ke bawah

ke atas

Laju aliran untuk backwash agar filter bed terfluidisasi

Laju minimum yg dibutuhkan


agar terfluidisasi

Diameter

Tipe filter
Single medium (pasir)

gal / ft2.min

ft/min

2 mm

44 - 48

6 - 6,5

*)

20 - 30

2,5 - 4

Tri-medium (antracit,pasir,garnet) **)

20 - 30

2,5 - 4

Dual-medium (antracit+pasir)

*)

lihat tabel sebelumnya

**) lihat tabel sebelumnya


gal/ft2.min x 0,04075 = m3/m. min
ft/min

x 0,3048

= m/min

HEADLOSS DALAM FILTER


Headloss dalam filter merupakan hal yang komplek dan
merupakan fungsi dari laju aliran, tekanan, konsentrasi
suspended solid dalam aliran masuk, dan karakteristik dari
suspended solid serta media filter.
Persamaan Darcy - Weisbach
Headloss pada pipa tertutup
hL =
hL :

L 2
-------D. 2g

headloss

L:

tinggi bed media

D:

diameter pipa

faktor friksi

dan = laju aliran

(1)

Dikembangkan oleh Carman (1937) untuk filter (media porous)


Diameter D diganti dengan radius R
luas
R = ------------------------------- =
(2)
parimeter terbasahi

volume
-----------------------------------------total luas permukaan partikel

Untuk bentuk sirkular

(3)

D2
D
R = ----------- = -----4 D
4
(3) dan (1)

L 2
hL = ----------8gR

(4)

N VP
Volume bed media , V = ----------1-
N = jumlah partikel dan VP = volume partikel , = porositas

N VP
---------1-

VP
R = --------------- = -------- --------- ; AP = luas permukaan partikel
N AP
1-
AP

Untuk partikel bulat , VP = AP dP/6

dan kurang bulat

Dimana = faktor kebulatan dari partikel.

VP = AP dP / 6

atau

hL
3 2 ( 1 - )
------ = --------------------L
4 g dP
S =

dan

(5)

S = Q / AS

adalah kecepatan rata-rata dalam pori, atau kecepatan superficial


AS = luas permukaan filter , Q = laju aliran volumetrik

dan

= faktor friksi
hL
3 (1 - ) S2
----- = ------------------- =
L
4 g dP 3

(1- )
----------3

S2
--------dP g

Persamaan Carman - Kozeny

(6)

Faktor friksi merupakan fungsi dari bilangan Reynold


S dP
Re = -----------

S dP
Re = ------------

dan

1 -

= 150 ----------- + k
Re

k = konstanta 1,75

Ergun (1952)

hL
150 (1 - )2 S2
(1 - )
S2
------ = --------- -------- --------- + k ------------ ---------L
g
3 ( dP)2
3
dP g
Multi layer
hL = hL.I =

1-
--------3

S2
xi
------ L f.I -----g
di

Beberapa formula yang dapat digunakan untuk menentukan


headloss
Carman - Kozeny
(1- ) L S2
hL = ---- ------- --------
3
dP g
1 (1 - ) L S2
xi
hL = ----- ---------- ------- -----
3
g
di
d1d 2

1-
= 150 --------- + 1,75
Re
S
Re = --------
Hazen
1
60
L
hL = ---- ---------- -------- h
C T + 10 d102

Koefisien ke kompakkan
(berkisar antara 600 hingga 1200)

CD

Koefisien Drag

Diameter dari partkel media, m

di

Diameter rata-2 geometrik antara


partikel ukuran d1 dan d2 , (d1d2)1/2
m (ft)

d10

Diameter effektif , mm

Aselerasi 9,8 m/det2, 32,2 ft/det2

hL

Headloss, m (ft)

hS

Headloss saat melalui strafied


filter bed, m(ft)

Konstanta filtrasi 1,75

Tinggi bed filter, m (ft)

Re

Bilangan Reynold

Faktor friksi

Catatan :
Viskositas kinematik , = / = (g/cm.det)/(g/cm3) = cm2/det
hL = p /

Backwash (pencucian media filer)


Pressure drop dimana mulai terjadi fluidisasi :
- p = Lm (1 - m) ( S - ) g
Dimana
Lm = tinggi bed filter saat mulai terjadi fluidisasi
m = porositas bed pada saat mulai terjadi fluidisasi
S = densiti granular solid
= densiti air

Saat kecepatan air bertambah hingga diatas kecepatan


dimana fluidisasi mulai terjadi, bed

akan membesar tetapi

pressure drop dijaga tetap.


- p = Le(1 - e) ( S - ) g
Dimana

Le = tinggi bed saat terjadi fluidisasi


e = porositas bed saat terjadi fluidisasi

Kecepatan aliran air pencuci agar terjadi fluidisasi :


d P2 g ( S - ) 3
o = --------------------------150 (1 - )
Dimana
dP o
Re = ---------------- < 20

Contoh 1. Menentukan headloss air bersih pada filter


dengan media medium
Tentukan headloss air bersih pada filter dengan media bed
terdiri dari antracit dengan diameter 1,6 mm setinggi 12 in dan
media pasir 0,5 mm setinggi 12 in dengan porositas masingmasing 0.4
Laju penyaringan 4 gal/ft2 (160 lt/m2.mnt). Assumsi bahwa
operasi pada temperatur 20oC dan untuk antracit adalah 0,73
sedangkan untuk pasir 0,82
Solution
Bila digunakan formula Rose
1.

Menentukan bilangan Reynold untuk lapisan antracit dan


lapisan pasir.
Lapisan antracit

S dP
Re = ------------

dP = 1,6 mm = 5,25 x 10 3 ft
4 gal/ft2.min
S = -------------------- = 0,534 ft/min
7,48 gal/ft3
pada 20oC = 1,091 x 10 5 ft2/det
(0,73)(5,25 x 10-3 ft )(0,534 ft/min) / (60 det/min)
Re = ---------------------------------------------------------------------- = 3.12
1,091 x 10 5 ft2/det

Lapisan pasir
(0,82)(1,64 x 10 3 ft)(0,534 ft/min) / (60 det/min)

Re = ---------------------------------------------------------------------- = 1,10
1,091 x 10 5 ft2/det
2. Menentukan koefisien Drag CD
24
3
CD = ------ + ------ + 0,34
Re
Re1/2

CD = 9,73 untuk lapisan antracit dan 25,02 untuk lapisan pasir


3. Head loss

hL = hL lapisan antracit + hL lapisan pasir

1,067
1
L
S2
hL = ------------ CD ----- ----- -------
4 dP
g
Dengan memasukan data

CD

dP

Antracit : 0,73
ft2/s

9,73 0,4

1 ft

5,25 x 10-3 ft

0,534 ft/min 32,2

Pasir
ft2/s

9,73 0,4

1 ft

1,64 x 10-3 ft

0,534 ft/min 32,2

: 0,82

Didapat :
hL lapisan antracit = 0,26 ft
hL lapisan pasir

= 1,91 ft

Contoh 2. Menentukan kecepatan aliran air pencuci (backwashing )


Tentukan laju aliran backwashing dan pressure drop untuk
memulai fluidisasi dalam sand filter yang mengandung 0,6 m
lapisan pasir dengan diameter pasir 0,6 mm. Assumsi porositas
bed media pasir adalah 0,4 dan pasir 2,65 g/cc dan air pada 60 oF.
Tentukan juga headloss awal bila laju aliran air tersaring adalah
2,5 gpm/ft2 (1,7 l/m2.det)
Solution
Pada 60oF, viskositas air adalah = 1,1 cp ( 0,011 g/det.cm)
densiti air, = 1 g/cm3
a. Laju aliran untuk backwash
p
S -
hL = -------- = Lm ( 1 - m ) ( ------------ ) g

2,65 1
= 0,6 (1 0,4) ------------- (9,80) = 5,83 N-m/kg ( 5,83 joule/kg)
1,0

P = hL = ( 5,83 joule/kg) ( 1x 103 kg/m3)

= 5,83 kN/m2 ( atau 0,85 psia )


Jadi o :

(0,06)2(980)(2,65 1)(0,4)2
o = ------------------------------------------ = 0,376 cm/det
150 (0,011)(1 0,4)
= 3,76 x 10 3 m/det atau 5,35 gpm/ft2

b. Pressure drop awal


S = 1,7 l/m2.det = 1,7 x 10 3 m/det = 0,17 cm/det
0,06 x 0,17 x 1,0
Re = ---------------------------- = 0,927
0,011
150
0,4=) ------- ( 1 - ) + 1,75
Re

= 98,8

( =

p
hL = ------- =

1-
----------3

L
----- S2
dP

1 0,4
60
= 98,8 ------------ ------ (1,7 x 10 3 )2
0,43
0,06
= 2,68 N-m/kg = 2,68 joule/kg ( 0,9 ft-lbf/lbm)

Jadi
= hL
= (2,68 N-m/kg )( 1000 kg/m3)
= 2680 N/m2
= 2,68 kN/m2 ( = 0,39 psia)

Losses dan kecepatan pencucian (backwash)


juga dapat ditentukan dari Bilangan Galileo ,
Ga
Untuk bed media terdiri hanya dari satu jenis
media (single-medium bed), drag force , F D
partikel harus sebanding dengan berat effektip
partikel tersebut.
Berat effektip partikel per unit volume dari
media yang terangkat adalah :
berat effektip media
------------------------- = ( e - ) ( 1 - e )
volume media

Dimana
Atau

e adalah porositi dari media


e adalah densiti dari partikel media

FD
( e - ) g ( 1 - e ) = -----AS Le

Le adalah tinggi dari media terangkat

FD
( S - ) ( 1 - e ) g Le = ------- = g hL.e
AS
hLe = headloss dari media terangkat
Berat effektip dari partikel saat diam sama besar dengan
berat effektip dari partikel ketika tersuspensi.
( S - ) g (1 - e) Le = ( S - ) g (1 - ) L

atau

S -
S -
hL.e = ---------- (1 - e) Le = ----------- (1 - ) L

Le
1 -
------ = ----------L
1 - e

dari persamaan Ergun :


hLe
150 (1 - )2 mf
1 - mf2
S -
----) = -------- --------- --------- + 1,75 -------- -------- = --------- (1Le
g
3
( dP)2

dPg

Persamaan ini dapat disederhanakan menjadi :


150
1-
----------- --------- mf + 1,75
dp2
2 3

------ ----- 2mf = ( S - )g


3 dp

mf = laju aliran air cucian (backwashing)


Persamaan di atas merupakan persamaan kuadrat dimana
mf merupakan fungsi dari porositas, shape factor, densiti
media dan fluid.
Wen dan Yu (1966) menunjukkan secara empiris harga dari
bilangan dalam kurung pada persamaan Ergun di atas,
yaitu :

1-
-------- = 11 dan
2 3
2
2
1650

---------- mf + 24,5 ------- mf


dP
dP

1
------ = 14
3
= ( S - ) g

Persamaan ini dapat diubah kebentuk bilangan Reynold


dan parameter tidak berdimensi lainnya.
Bilangan Reynold untuk fluidisasi minimum atau Remf
adalah :
mf dP
Remf = ------------
jadi
mfdP 2
mfdP
dP3 ( S - )g
24,5 ----------- + 1.650 ------------- - ---------------------- = 0

Bilangan Galileo , Ga

Remf = [ ( 33,7 )2 + (0,0408) Ga ]1/2 - 33,7