Anda di halaman 1dari 6

KLASIFIKASI IKLIM DAN NERACA AIR UNTUK

PENENTUAN POLA TANAM


Heri Sutrisno
061510101161

NERACA AIR
Berdasarkan tabel neraca air pada lampiran diketahui jumlah curah hujan
dalam satu tahun yaitu 1635.97 mm sedangkan besarnya evapotranspirasi yaitu
1843.67 mm. Dari perhitungan neraca air dengan KAT sebesar 200 mm maka
diketahui ETA sebesar 1547.56 mm. Karena adanya pengikatan air didalam tanah
maka besarnya evapotranspirasi akan berkurang sehingga penentuan besarnya
defisit air dibandingankan dengan besarnya ETA. Besarnya defisit air dari hasil
perhitungan dalam satu tahun yaitu 296.11 mm. Pada grafik dibawah terlihat pada
warna daerah berwarna kuning yaitu defisit air terjadi mulai bulan april dekade
pertama hingga nopember dekade pertama. Surplus air merupakan kelebihan air
dari jumlah curah hujan yang telah dikurangi hilangnya air akibat
evapotranspirasi.

Grafik neraca air

KLASIFIKASI IKLIM
Klasifikasi iklim Oldeman didasarkan atas perhitungan lamanya bulan basah
dan kering berturut-turut. Kriteria yang digunakan oleh Oldeman yaitu bulan
basah jika curah hujan dalam satu bulan lebih dari 200 mm. Sedangkan untuk
bulan kering yaitu jumlah curah hujan dalam satu bulan kurang dari 100 mm.
Curah hujan antara 200 mm hingga 100 mm termasuk dalam bulan lembab namun
tidak digunakan dalam penentuan klasifikasi menurut Oldeman. Kriteria jumlah
curah hujan yang cukup tinggi ini menyebabkan klasifikasi ini banyak digunakan
untuk pertanian dengan tipe tanaman semusim yang kebanyakan berakar pendek.
Dengan perakaran yang pendek maka kebutuhan air akan cukup banyaj karena
daerah penyerapan oleh akar cukup tidak terlalu dalam. Maka dengan klasifikasi
menurut Oldeman yang menggunakan kriteria curah hujan 200 mm/bulan dirasa
cukup sesuai dengan tanaman berakar pendek.
Berdasarkan hasil pengolahan data curah hujan pada tabel neraca air
diketahui lamanya bulan basah dan bulan kering berturut-turut maka pada bulan
desember sampai pebruari berturut-turut bulan basah. Sedangkan bulan keringnya
yaitu bulan mei sampai dengan september. Maka bulan basahnya berturut-turut
tiga bulan termasuk kedalam tipe utama D. Sedangkan bulan kering berturut-turut
selama lima bulan termasuk dalam sub divisi 3. Maka jika tipe iklim menurut
Oldeman termasuk gabungan dari tipe utama dan sub divisi yaitu D3. Menurut
Oldeman tipe D3 hanya mungkin satu kali padi atau satu kali palawija setahun
tergantung pada adanya persediaan air irigasi.

PENETAPAN AWAL MUSIM


Awal musim ditentukan jika curah hujan dalam satu dekade dan tiap
dekade berikutnya lebih besar dari 50 mm untuk musim hujan sedangkan untuk
musim kemarau kurang dari 50 mm. Lebih mudahnya dalam tiga dekade harus
lebih besar dari 150 mm untuk musim hujan dan kurang dari 150 mm untuk
musim kemarau. Dari data curah hujan pada tabel ceraca air yang disesuaikan
dengan kriteria diatas maka awal musim hujan jatuh pada bulan nopember dekade
pertama. Penetapan ini dikarenakan curah hujan pada bulan nopember dekade
pertama dan dua dekade berikutnya masing-masing melebihi kriteia diatas 50 mm
yaitu berturut-turut 56.31 mm, 61.81 mm, dan 74.31 mm sedangkan curah hujan
sebelumnya masih rendah yaitu 45.37 mm. Penetapan awal musim kemarau jatuh
pada bulan april dekade pertama. Penetapan ini dikarenakan curah hujan pada
bulan april dekade pertama dan dua dekade sesudahnya masing-masing sesuai
kriteia yaitu berturut-turut 42.14 mm, 37.64 mm, dan 28.64 mm sedangkan curah
hujan sebelumnya masih tinggi yaitu 60.86 mm.

POLA TANAM
Pola tanam dapat disusun sesuai kebutuhan petani. Pemilihan jenis
tanaman budidaya umumnya disesuaikan dengan kebutuhan pasar. Diketahuinya
ketersediaan air disuatu daerah dengan adanya neraca air maka penentuan pola
tanam dalam satu tahun dapat diatur sehingga lahan dapat dimanfaatkan secara
maksimal. Penentuan pola tanam sangat dipengaruhi ketersediaan air. Maka dari
itu, ketika waktu defisit air penentuan pola tanam akan berbeda jika air dapat
ditambahkan ataupun tidak dapat diberikan penambahan air. Berikut akan
diberikan lima contoh model pola tanam:
1. Padi - Padi - Padi
Jika air saat terjadi defisit dapat disediakan maka dapat dilakukan
penanaman padi sepanjang tahun. Namun jika air sulit tersedia ketika defisit air
maka masih memungkinkan dilakukan penanaman padi sepanjang tahun namun
dengan beberapa kriteria. Jika dalam satu tahun akan ditanam padi sebanyak tiga
kali maka varietas padi yang digunakan adalah varietas genjah agar umurnya lebih
pendek sehingga saat surplus air dapat dimanfaatkan penanaman hingga panen.
Awal bulan nopember merupakan awal musim hujan namun pada dekade pertama
masih terjadi defisit air. Maka penanaman padi kesatu dapat mulai. Jika persiapan
hingga panen memerlukan waktu empat bulan maka saat penanaman padi kedua
yaitu pada bulan maret masih terdapat air namun bulan april hingga juni terjadi
defisit air. Maka varietas padi yang ditanam mengunakan padi lahan kering.
Penanaman padi ketiga pada bulan juli jika tetap tidak dapat diusahakan pengairan
maka padi yang ditanam menggunakan varietas lahan kering.
2. Padi - Padi - Palawija
Penanaman dengan pola tanam padi-padi-palawija dapat dimulai dengan
penanaman padi pertama saat awal musim yaitu awal nopember. Persiapan
dimulai bulan oktober sehingga pada awal musim penanaman telah siap. Pada
bulan pebruari penanaman padi kedua dapat dilaksanakan sehingga pada waktu
defisit air yaitu pada bulan juni hingga oktober dapat digunakan untuk penanaman
palawija dan pengolahan tanah.
3. Padi - Padi - Bero
Untuk memperbaiki keadaan tanah maka disamping dilakukan penanaman
dapat juga dilakukan pemberoan. Jika padi ditanam dua kali seperti pola tanam
padi-padi-palawija maka waktu penanaman palawija dapat digunakan untuk
pemberoan dan pengolahan tanah. Waktu penanaman padi dapat disamakan
dengan pola tersebut.
4. Padi - Palawija - Bero
Menurut rekomendasi Oldeman, pola tanam yang sesuai untuk tipe iklim
ini yaitu hanya mungkin satu kali padi atau satu kali palawija setahun tergantung
pada adanya persediaan air irigasi. Pola tanam ini sesuai dengan rekomendasi
Oldeman maka penanaman padi dapat dilakukan saat terjadi surplus air yaitu pada
bulan nopember hingga maret. Dengan waktu lima bulan ini maka pertumbuhan
padi dapat dioptimalkan. Sedangkan penanaman palawija ini dapat disesuaikan
dengan jenis palawija dengan kebutuhannya terhadapa air. Jika palawija yang
ditanam tidak terlalu tahan kekeringan maka penanamannya dapat dilakukan
bulan maret disesuaikan saat surplus air sehingga waktu untuk penanaman padi
lebih dimajukan dan sisanya untuk palawija. Jika palawija yang ditanam tahan
terhadap kekeringan maka penanamannya dapat dilakukan bulan april kemudian
dilakukamn pemberoan.
5. Padi - Padi
Jika penanaman padi akan dilaksanakan dua kali dalam satu tahun tanpa
kegiatan lagi. Maka penanaman padi pertama dilakuka saat surplus air yaitu bulan
nopember hingga maret. Sedangkan penanaman padi kedua dapat digunakan padi
lahan kering yang ditanam setelah padi kedua. Varietas padi dapat menggunakan
varietas berumur panjang karena dalam satu tahun hanya dilakukan dua kali
penanaman.

Sumber Rujukan
Sarjiman dan Mulyadi. 2005. Analisis Neraca Air Lahan Kering Pada Iklim
Kering Untuk Mendukung Pola Tanam. Yogyakarta: Balai Pengkajian
Teknologi Pertanian.

Tjasyono, B. 2004. Klimatologi. ITB: Bandung.

Ysvina. 2009. Neraca Air Dan Manfaatnya Dalam Pertanian.


http://ysvina.blogspot.com/2009/06/neraca-air-dan-manfaatnya-
dalam.html [17 April 2010].
Tabel 1. Curah hujan bulanan untuk penetapan tipe iklim
Bulan januari pebruari maret april mei juni juli agustus september oktober nopember desember
CH (mm) 263.19 201.34 184.08 108.42 66.44 52.91 56.79 65.94 76.65 105.62 192.43 262.19
Keterangan BB BB - - BK BK BK BK BK - - BB

Tabel 2. Curah hujan perdekade untuk penetapan awal musim


Bulan januari pebruari maret april Mei Juni
Dekade I II III I II III I II III I II III I II III I II III
CH (mm) 104.90 89.40 68.90 71.28 64.28 65.78 61.36 61.86 60.86 42.14 37.64 28.64 23.65 22.65 20.15 18.80 16.80 17.30
Keterangan Musim hujan Musim kemarau

Bulan juli agustus september Oktober nopember Desember


Dekade I II III I II III I II III I II III I II III I II III
CH (mm) 21.26 19.26 16.26 17.31 23.81 24.81 24.88 22.88 28.88 25.87 34.37 45.37 56.31 61.81 74.31 77.56 86.56 98.06
Keterangan Musim kemarau Musim hujan
Tabel 3. Neraca air perdekade
Bulan januari pebruari maret April mei juni
Dekade I II III I II III I II III I II III I II III I II III
CH 104.90 89.40 68.90 71.28 64.28 65.78 61.36 61.86 60.86 42.14 37.64 28.64 23.65 22.65 20.15 18.80 16.80 17.30
ETC 53.95 50.05 53.50 55.90 56.90 56.95 46.00 41.85 54.70 55.00 57.30 58.70 55.40 48.20 42.90 44.55 46.00 46.25
CH – ETC 50.95 39.35 15.40 15.38 7.38 8.83 15.37 20.02 6.16 -12.86 -19.66 -30.06 -31.75 -25.55 -22.75 -25.74 -29.19 -28.94
- - - -
APKA -12.86 -32.51 -62.57 -94.32 -119.86
142.61 168.35 197.54 226.49
KAT 200.00 200.00 200.00 200.00 200.00 200.00 200.00 200.00 200.00 187.59 170.09 146.44 125.02 110.08 98.29 86.46 74.76 64.72
d KAT 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 -12.41 -17.50 -23.65 -21.42 -14.94 -11.79 -11.83 -11.70 -10.04
ETA 53.95 50.05 53.50 55.90 56.90 56.95 46.00 41.85 54.70 54.55 55.14 52.29 45.07 37.59 31.94 30.63 28.50 27.34
Defisit 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.45 2.16 6.40 10.33 10.61 10.95 13.91 17.49 18.90
Surplus 50.95 39.35 15.40 15.38 7.38 8.83 15.37 20.02 6.16 -0.45 -2.16 -6.40 -10.33 -10.61 -10.95 -13.91 -17.49 -18.90

juli agustus september Oktober Nopember Desember


jumlah
I II III I II III I II III I II III I II III I II III
21.26 19.26 16.26 17.31 23.81 24.81 24.88 22.88 28.88 25.87 34.37 45.37 56.31 61.81 74.31 77.56 86.56 98.06 1635.97
42.40 46.35 49.45 47.65 47.00 47.55 49.90 44.40 42.40 49.75 42.15 46.05 57.40 58.70 56.90 66.00 65.40 60.30 1843.67
-21.13 -27.08 -33.18 -30.33 -23.18 -22.73 -25.01 -21.51 -13.51 -23.87 -7.77 -0.67 -1.09 3.11 17.41 11.57 21.17 37.77 -207.71
-247.62 -274.70 -307.89 -338.22 -361.40 -384.14 -409.15 -430.66 -444.18 -468.05 -475.82 -476.50 -477.58 -6153.00
58.26 50.90 43.15 37.10 33.05 29.51 26.05 23.41 21.88 19.43 18.69 18.63 18.53 200.00 200.00 200.00 200.00 200.00 4262.05
-6.47 -7.35 -7.76 -6.05 -4.05 -3.54 -3.46 -2.65 -1.52 -2.45 -0.74 -0.06 -0.10 181.47 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00
27.73 26.61 24.02 23.36 27.86 28.35 28.34 25.53 30.41 28.33 35.11 45.43 56.41 58.70 56.90 66.00 65.40 60.30 1547.56
14.67 19.73 25.43 24.28 19.14 19.19 21.56 18.87 11.99 21.42 7.04 0.61 0.99 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 296.11
-14.67 -19.73 -25.43 -24.28 -19.14 -19.19 -21.56 -18.87 -11.99 -21.42 -7.04 -0.61 -0.99 -178.36 17.41 11.57 21.17 37.77 -207.71