Anda di halaman 1dari 25

GOOD GOVERNANCE DAN REFORMASI

BIROKRASI
PENYELENGGARAAN PEMERINTAH
DISAMPAIKAN DALAM RANGKA DIKLAT PISK BIDANG
PLP DAN AIR MINUM
DITJEN CIPTA KARYA KEMENTERIAN PUPR

SEMARANG, 03 SEPTEMBER 2015

KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN


PERUMAHAN RAKYAT

BIO DATA

BIO DATA

NAMA

Drs. GONDO SUHADYO, MSi

NIP

195510151979031001

JABATAN/GOL

WI UTAMA/ GOL lV.d

KANTOR

ITJEN KEMENTERIAN PU

ALAMAT KANTOR

JL PATTIMURA NO. 20 KEB BARU JAKARTA


SELATAN

ALAMAT RUMAH
TELPON RUMAH

JL WINONG RT 02 RW 06 NOMOR 8 SUDIMARA


TIMUR CILEDUG TANGGERANG
021 7304147

STATUS

BERKELUARGA (Istri 1, 3 Anak, 1 Pria/2 WNT)

DIKLAT PISK BIDANG PLP DAN AIR MINUM

MATERI DIKLAT PISK

PEMAHAMAN, ISTILAH DAN PRINSIP2 GG


HUBUNGAN 3 DOMAIN DALAM GG
INDIKATOR DAN PENGUKURAN GG DLM 3 DOMAIN
GG TERCAPAI DALAM KONDISI
MATE RI
DIKLAT PISK

PERMASALAHAN GG DAN PELAYANAN PUBLIK


REFORMASI BIROKRASI
KASUS KASUS GG DAN RB
DIKLAT PISK BIDANG PLP DAN AIR MINUM

PEMAHAMAN GOOD GOVERNANCE

GOVER
NANCE

GOOD
GOVER
NANCE

Memerintah, Menguasai, Mengurus


& Mengelola. Penyelenggaraan atau
pengelolaan

Penyelenggaraan atau pengelolaam


yang baik, atau kepemerintahan yang
amanah
Ide GG bermula dari > Usulan BadanBadan Pembiayaan Internasional

DIKLAT PISK BIDANG PLP DAN AIR MINUM

PEMAHAMAN GOOD GOVERNANCE

GOVERNANCE > WORLD BANK : The exercise of


political powers to manage a nations affairs
UNDP : The exercise of political, economic and
administrative authority to manage a nations affair at
all levels
GOOD GOVERNANCE > OECD AND WORLD BANK
Penyelenggaraan manajemen pembangunan yang sehat
atau
akuntabel yang sejalan dengan demokrasi dan
pasar yang efisien, penghindaran salah alokasi-alokasi
dana investasi yang langka, pencegahan corruption and
patronage, penciptaan legal frame work bagi mendorong
kegiatan usaha
DIKLAT PISK BIDANG PLP DAN AIR MINUM

PEMAHAMAN DAN PENERAPAN GG

Metoda > Pemahaman dan Penerapan GG peningkatan kapasitas SDM


pengembangan kelembagaan dan peningkatan kinerja
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.

Reformasi organisasi dan peningkatan SDM


Peningkatan transparansi dan pengembangan sistem informasI
Peningkatan akuntabilitas dan kemampuan pengawasan
penyelenggaraan sarana dan prasarana
Pemberdayaan masyarakat dan pengembangan jasa konstruksi
Reformasi peraturan perundang-undangan
Masih minimnya kesadaran akan pentingnya pemberantasan KKN
dilingkungan Dept PU
Belum padunya pengertian mengenai penerapan Good Governance
Kurangnya pemahaman mengenai pentingnya pembuatan LAKIP
Belum padunya pemahaman mengenai pemeriksaan dan pengawasan
antara pihak pemeriksa dan objek yg diperiksa

DIKLAT PISK BIDANG PLP DAN AIR MINUM

ISTILAH GG DAN PRINSIP2 GG

ISTILAH GG
1.Kepemerintahan Yang Baik, 2.Pengelolaan Yang Amanah, 3.Pengelo
laan Yang Baik, 4.Tata Pemerintahan Yang Baik, 5.Kepemerintahan Yang
Akuntabel.

PRINSIP2 GG
UNDP
1. Participation (Partisipasi)
2. Rule of Law (Penegakan Hukum)
3. Transparancy (Transpa ransi)
4. Responsiveness (Daya tanggap)
5. Concensus Orientation (Berorienta si
pada Konsensus)
6. Equity (Keadilan)
7. Effectiveness and Efficiency (Efektif
dan Efisien)
8. Accountability (Akuntabili tas)
9. Strategic Vision (Visi Strategis)

BINTORO
1.
2.
3.
4.
5.

Akuntabilitas
Transparansi
Keterbukaan
Aturan Hukum
Perlakukan yang
adil/ perlakuan
kesataraan
(jaminan fairness,
a level playing field

WORD BANK
1.
2.
3.
4.

Accountability
Participation
Predictibility
Transparansy

HUBUNGAN 3 DOMEIN DLM GG

MASYARAKAT

SWASTA

PEMERINTAH

DALAM 3 DOMEIN INI DIHARAPKAN PERAN


MASYARAKAT DAN SWASTA MAKIN BESAR DAN
PEMERINTAH LEBIH BANYAK SEBAGAI FASILITATOR
DIKLAT PISK BIDANG PLP DAN AIR MINUM

GG DALAM 3 DOMEIN

GOOD GOVERNANCE
DALAM ORGANISASI
MASYARAKAT

GOOD CORPORATE
GOVERNANCE

MASYARAKAT

SWASTA

NEGARA
GOOD PUBLIC
SECTOR GOVERNANCE

DIKLAT PISK BIDANG PLP DAN AIR MINUM

INDIKATOR & PENGUKURAN GG 3 DOMEIN

Indikator keberhasilan GG :
GOOD GOVERNANCE
DALAM ORGANISASI
MASYARAKAT

MASYARAKAT

GOOD CORPORATE
GOVERNANCE

SWASTA

NEGARA

GOOD PUBLIC
SECTOR GOVERNANCE

Keserasian pelayanan antara 3


domain yang dapat dilihat dalam
pengendalian pencapaian target
(dalam indikator yang ditentukan
sebelumnya)
LAN mengembangkan pengukuran
kinerja instansi pemerintah :
a. FINANSIAL
b. KEPUASAN PELANGGAN
c. OPERASI BISNIS INTERNAL
d. KEPUASAN PEGAWAI,
e. KEPUASAN
MASYARAKAT,/
STAKE -HOLDERS,
f. KEHARMONISAN KEHIDUPAN
DALAM MASYARAKAT
g. PERTUMBUHAN YANG RATIO
NIL.

DIKLAT PISK BIDANG PLP DAN AIR MINUM

GG TERCAPAI DALAM KONDISI

PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN
DAPAT TERJADI KALAU SWASTA MAU
MELAKUKAN:

GG TERJADI
KALAU TERJADI
KONDISI
Arti Profesional Swasta ;

1.Dapat
bekerja
secara
efieisin dan efektif
2.Dapat menggunakan sumber
daya yang optimal
3.Tuntutan pada daya saing
harus memberikan motivasi
untuk harus belajar terus
4. Sadar kehidupan perusaha
an hanya kalau mampu
bersaing

1. TIDAK
MEMPENGARUHI
PARA PEJABAT PEMERIN
UNTUK BERKKN
2. SWASTA BEKERJA SECARA
PROFESIONAL
3. R B MENJADI PRIORITAS
DALAM RANGKA PENING
KATAN DAYA SAING

DIKLAT PISK BIDANG PLP DAN AIR MINUM

PERMASALAHAN GG

INTERN BIROKRASI
Pelanggaran disiplin
Penyalahgunaan kewenangan & KKN
Rendahnya kinerja SDM & kelembagaan aparatur.
Manajemen Pemerintahan yang belum memadai
Rendahnya kesejahteraan PNS.
Peraturan per-uu-an yang sudah tidak sesuai dengan perkembangan
keadaan & tuntutan pembangunan
(RPJMN, 2004-2009).
EKSTERNAL BIROKRASI

Tuntutan penerapan Good Governance melalui demokratisasi

Menuntut pelibatan masyarakat dalam proses penyelenggaraan


pembangunan Bidang PU maupun debirokratisasi yang menggeser peran
pusat dari provider ke enabler sehingga lebih dominan dalam pembuatan
kebijakan dan perencanaan umum

Peran Pemda ,dunia usaha dan masyarakat meningkat

DIKLAT PISK BIDANG PLP DAN AIR MINUM

PELAYANAN PUBLIK

PRINSIP GG
DALAM
PELAYANAN
PUBLIK
YANG
BERKINERJA TINGGI, TRANSPARAN, AKUNTABEL DAN
BERETIKA

ASPEK PENINGKATAN PB
Aspek Manajemen Kebijakan untuk menciptakan good
regulatory government.
Aspek
Manajemen (penyelenggaraan) pelayanan atau
implementasi dari kebijakan-kebijakan yang telah ditetapkan
dalam pemberian pelayanan untuk mencari bentuk praktek
manajemen pelayanan yang baik dalam penyediaan pelayanan
publik.
Aspek
Manajemen Sumber Daya Manusia untuk
menyediakan dukungan sumber daya manusia sesuai dengan
kebutuhan reformasi manajemen pelayanan.

DIKLAT PISK BIDANG PLP DAN AIR MINUM

PELAYANAN PUBLIK

HAMBATAN, ANTARA LAIN :

Masih rendahnya kualitas dan kinerja aparat pelayanan;


Terbatasnya pedoman petuntuk teknis sebagai acuan untuk
melakukan penyempurnaan sistem dan prosedur
penyelenggaraan pelayanan;
Masih lambannya pencairan anggaran.

TINDAK LANJUT, antara lain :

Perubahan kultur aparatur negara (power oriented ke customer


oriented);
Pencairan anggaran tepat waktu;
Realisasi RUU tentang pelayanan publik, sebagai dasar hukum
yang memberi pengaturan secara jelas penyelenggaraan
pelayanan publik;
Mendorong partisipasi masyarakat.

Keberhasilan PB pada : Kabupaten Sragen; Kabupaten Sidoarjo; Kabupaten


Lamongan; Kabupaten Jembrana. Kota Pare-Pare; Kota Balik Papan.
Sumber: Pedoman Pelaksanaan Pelayanan Publik: Kiat dan Terobosan Kabupaten/Kota, Menpan, 2006

KESIMPULAN:PELAKSANAAN STRATEGI GG
DALAM PENYELENGARAAN INFRASTRUKTUR PADA
PRINSIPNYA MENGIKUTI :
Doing the right thing
In the right way
At the right time
In the right place

By the right people

REFORMASI BIROKRASI

REFORMASI BIROKRASI

Suatu usaha perubahan pokok dalam suatu sistem yang tujuannya


mengubah struktur dan sikap serta tingkah laku, dan keberadaan
atau kebiasaan yang sudah lama.

Merupakan upaya mengubah birokrasi dari keadaan sekarang


menjadi birokrasi yang lebih baik di masa yang akan datang.

Mengapa perlu Reformasi Birokrasi ?


Ketidakpuasaan rakyat terhadap kinerja pemerintah,
korupsi merajalela, kemiskinan, ketidakadilan, tidak
meratanya pendapatan dan hak2 rakyat yang dikekang

DIKLAT PISK BIDANG PLP DAN AIR MINUM

HASIL EVALUASI REFORMASI BIROKRASI


KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM
Dasar Hukum
1. Per Pres Nomor 81 Tahun 2010 Tentang Grand Design RB Tahun
2010-2014
2. Per Men PAN dan RB Nomor 20 Tahun 2010 Tentang Road Map RB
3. Per Men PAN dan RB Nomor 14 Tahun 2014 Tentang Pedoman
Evaluasi RB
Hasil Evaluasi PMPRB / RB
NILAI KESIAPAN
PELAKSANAAN 9
MIKRO RB

PENILAIAN
SECARA ONLINE
PMRB TAHUN
2012

HASIL PENILAIAN
RB TIM QA BPKP

EVALUASI RB
TAHUN 2013
OLEH MENPAN

64

74,97

92

USULAN = 74,38
HSL EVAL =
57,43
SELISIH = 16,95

HASIL EVALUASI MENPAN


No

Komponen Penilaian

Nilai
Maksimal

Nilai
Capaian

%
Capaian

A.

Pengungkit

1.

Manajemen Perubahan

5,00

3,68

73,60%

2.

Penataan Peraturan Perundangundangan

5,00

2,71

54,20%

3.

Penataan & Penguatan Organisasi

6,00

4,01

66,83%

4.

Penataan Tatalaksana

5,00

3,09

61,80%

5.

Penataan Sistem Manajemen SDM

15,00

6,47

43,13%

6.

Penguatan Akuntabilitas

6,00

4,15

69,17%

7.

Penguatan Pengawasan

12,00

6,65

55,42%

8.

Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik

6,00

2,59

43,17%

Sub Total Komponen Pengungkit

60,00

33,35

55,58%

No

Komponen Penilaian

Nilai
Maksimal

Nilai
Capaian

%
Capaian

B.

Hasil

1.

Kapasitas Dan Akuntabilitas Kinerja


Organisasi

20,00

10,27

51,35%

2.

Pemerintah Yang Bersih Dan Bebas


KKN

10,00

7,60

76,00%

3.

Kualitas Pelayanan Publik

10,00

6,21

62,10%

Sub Total Komponen Hasil

40,00

24,08

60,20%

Indeks Reformasi Birokrasi

100,00

57,43

57,43%

HAL HAL YAG PERLU MENJADI PERHATIAN DALAM PENCAPAIAN SASARAN RB


a. Peningkatan Kapasitas dan Akuntabilitas Kinerja Organisasi
Nilai Akuntabilitas Kinerja Keme PU = 73, 36 (B), > Implikasi pelaksanaan
Akuntabilitas dilingkungan Kemen PU sudah baik. Sistem Akuntabilitas
Kinerja telah diimplementasikan dengan baik, mulai dari Perencanaan
Kinerja, Pengukuran Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Evaluasi Kinerja.
Kemen PU memiliki IKU untuk mengukur keberhasilan organisasi, hal penting
yang perlu dilakukan dalam rangka meningkatkan kapasitas & akuntabilitas
kinerja organisasi (area for improvement) KemenPU adalah:
1). Melakukan surveri internal terhadap kapasitas organisasi;
2). Melibatkan pimpinan organisasi secara langsung dan berkelanjutan pada
saat perencanaan kinerja dan dalam melakukanm pemantauan
pencapaian kinerja instansi secara berkala;
3). Melakukan identifikasi, analisis, dan pemetaan terhadapa seluruh
peraturan perundang-undangan yang tidak harmonis/sinkron, sehingga

4)

Mengevaluasi terhadap penataan dan penguatan organisasi, antara lain:


mengukur jenjang organisasi, menganalisis kesesuaian struktur organisasi
dengan kinerja yang akan dihasilkan dan menganalisis kemampuan struktur
organisasi untuk adaptif terhadap perubahan lingkungan strategis;

5)

Mengimplementasikan sistem pengukuran kinerja yang berbasis elektronik;

6) Menerapkan penetapan kinerja individu yang terkait dengan kinerja organisasi


dan memiliki kesesuaian dengan indikator kinerja individu level diatasnya, Hasil
penilaian kinerja individu selanjutnya dijadikan dasara untuk pengembangan
karir individu dan pemberian tunjangan kinerja;
7) Menata kembali sistem manajemen SDM dengan baik, antara lain dengan
merencanakan redistribusi pegawai, melaksanakan pengembangan kompetensi
pegawai sesuai kebutuhan, dan menerapkan promosi jabatan secara terbuka;
8) Memberikan imbalan (reward) sebagai penghargaan sesuai dengan aturan
disiplin/kode etik/kode perilaku instansi.

b. Pemerintah yang Bersih dan Bebas KKN


Laporan Keuangan Kemen PU memperoleh opini WTP, menunjukkan
pengelolaan & pengawasan Keuangan dilingkungan internal sudah baik,
namun kondisi tersebut belum menjamin adanya praktek
pemerintahan yang bersih dan bebas KKN.
Hal yang perlu dilakukan dalam rangka mewujudkan pemerintah yang
bersih dan bebas KKN (area for improvement) Kementerian Pekerjaan
Umum adalah:
1. Melakukan evaluasi atas Pengendalian gratifikasi, penerapan SPIP
dan pengaduan masyarakat. Sehingga efektifitas pelaksanaannya
belum dapat diketahui;
2. Menerapkan kebijakan Whistle Blowing System dan Penanganan
Benturan Kepentingan. Kedua hal tersebut harus ditetapkan agar
penyalahgunaan wewenang, perangkapan jabatan, hubungan
agiliasi, gratifikasi, atau pun kelemahan sistem organisasi dapat
terpantau;
3. Membangun Zona Integritas melalui penetapan unit kerja yang

c. Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik


Kualitas pelayanan publik di lingkungan Kemen PU sudah cukup baik, hasil survei
eksternal kualitas pelayanan, indeks kepuasan masyarakat tahun 2014 menunjukkan
angka 2,48 (skala 4).
Hal penting yang perlu dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan publik
(area for improvement) Kementerian Pekerjaan Umum adalah:
1) Memperbaiki kualitas pelayanan dengan menetapkan dan memaklumatkan standar
pelayanan ke dalam prosedur operasional tetap (SOP), serta dilakukan reviu secara
berkala;
2) Menerapkan pengembangan e-government untuk meningkatkan
kepada masyarakat;

kualitas pelayanan

3)

Menerapkan sistem punishment (sanksi)/reward bagi pelaksana layanan serta


pemberian kompensasi kepada penerima layanan bila layanan tidak sesuai standar
untuk meningkatkan pelayanan;

4)

Melakukan survei kepuasan masyarakat terhadap pelayanan secara berkala dan


membuka akses terhadap hasil survei kepuasan masyarakat.

REFORMASI BIROKRASI

1.

Menurut pendapat saudara GG tercapai apabila dalam


kondisi apa ?

2.

Apa yang saudara ketahui tentang permasalahan GG ?

3.

Mengapa prinsip GG dalam pelayanan publik tidak berjalan


?

4.

Mengapa Reformasi Birokrasi diperlukan ?

5.

Bagaimana meningkatkan nilai RB dalam laporan PMPRB


Kementerian PUPR

DIKLAT PISK BIDANG PLP DAN AIR MINUM

TERIMA KASIH