Anda di halaman 1dari 33

Pelatihan pengelolaan limbah ternak bagi penyuluh 2010

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Salah satu potensi dari negara agraris, banyak sumber daya alam yang
masih berlimpah, namun belum dimanfaatkan secara optimal sehingga
perlu sentuan yang energik untuk pengembangan dan pemanfaatannya.
Seperti halnya limbah organik limbah pertanian, sampah pasar, limbah
pabrik, dan limbah restoran) yang berpotensi untuk sebagai sumber
energi,

namun

sebaliknya

di

beberapa

daerah

masih

menjadi

permasalahan klasik dimana hal itu menjadi polusi bau tidak enak yang
mengganggu masyarakat. Untuk

mengatisipasi hal tersebut

bisa

dirancang pengolahan limbah ternak untuk bahan baku biogas yang


merupakan media fermentasi biologis yang praktis dan dapat mencegah
adanya polusi bau dan pencemaran lingkungan.
Biogas lebih cocok diaplikasikan pada umumnya masyarakat pedesaan
yang memiliki limbah ternak

yang cukup untuk memenuhi kebutuhan

minimal dalam proses produksi biogas untuk kebutuhan satu somah tani.
Menurut Tjeppy (2009) Produksi kotoran ternak per hari pada tahun 2009
di Indonesia sekitar 323623.93 ton, adapun potensi penggunaan gasbio
untuk pemenuhan kompor/masak sekitar 129449.572 keluarga tani, jika
kebutuhan per keluarga tani 1 m3 gas bio/ hari.
Disamping menghasilkan gasbio, limbah biogas dapat dimanfaatkan
sebagai pupuk organik untuk lahan pertanian, agar tetap terpelihara
ekosistem pada wilayah tersebut secara baik. Bangunan biogas perlu
direncanakan lebih lanjut mengenai tata letaknya.
B

Diskripsi Singkat
Mata Diklat

ini membahas tentang Merancang instalasi bangunan

pengolahan limbah ternak untuk biogas

yang meliputi : Pengertian

biogas, Persyaratan tata letak bangunan biogas,

Ir.Adi Wijayanto DS,MSc BBPP-BATU 2010

Bentuk dan bahan

Pelatihan pengelolaan limbah ternak bagi penyuluh 2010


bangunan instalasi

tangki pencerna biogas,

Merancang instalasi

bangunan biogas yang tersedia.


C.

Manfaat merancang instalasi biogas :


Manfaat merancang instalasibiogas bagi penyuluh/petugas peternakan
dalam proses penyuluhan, adalah:
1. Meningkatkan pengetahuan merancang instalasi biogas untuk
pemanfaatan limbah ternak di wilayah binaannya.
2. Mengetahui bentuk, ukuran dan bahan bangunan yang bisa
digunakan
3. Mencegah pencemaran lingkungan dan sanitasi lingkungan.
4. Menyediakan pupuk organik.
5. Menyediaan energi sebagai bahan bakar untuk masak, lampu, dan
mesin.
6. Menciptakan

ekositem

biologi

suatu

wilayah

dan

mencegah

kerusakan hutan akibat penggunaan kayu bakar


D. Tujuan Pembelajaran Umum :
Setelah

mengikuti

pembelajaran

ini

peserta

diharapkan

mampu

Merancang instalasi bangunan biogas untuk pengolahan limbah ternak.


E. Tujuan Pembelajaran Khusus
Setelah selesai mengikuti pembelajaran ini peserta diharapkan mampu:
1. Menjelaskan pengertian biogas
2. Menjelaskan persyaratan instalasi bangunan biogas
3. Menjelaskan bentuk, ukuran dan bahan bangunan

tangki pencerna

biogas.
4. Merancang instalasi bangunan biogas sesuai kondisi wilayah.

Ir.Adi Wijayanto DS,MSc BBPP-BATU 2010

Pelatihan pengelolaan limbah ternak bagi penyuluh 2010

BAB II
SYARAT BANGUNAN INSTALASI BIOGAS

A. Pengertian Biogas
Biogas adalah produksi gas yang terjadi dari proses mikro organisme
bahan organik seperti sampah, kotoran ternak, kotoran manusia, dan
lainnya yang dicampur air dalam perbandingan tertentu pada ruang
tertutup/ anaeroob .
Menurut Buren ( 1985 ) Biogas adalah gas yang dihasil dari fermentasi
bahan organik dengan suhu, nilai bahan baku, dan keasaman pada
kondisi tertentu.
Sedangkan Amien

( 1983) mengatakan bahwa

biogas adalah

menghasilkan gasbio yang terdiri dari campuran gas metan ( CH 4) sekitar


60-70%, sedangkan sisanya CO2, H2S dan lainnya. Gas bio mudah
terbakar dan hampir tidak meninggalkan bau-bau , nyala api yang
terbentuk berwarna biru dengan panas pembakaran sekitar 19,7-23 MJ
per m3. Nilai energi setara dengan 21,5 MJ atau 5,135 Kcal per m 3.
B. Persyaratan instalasi bangunan biogas
1. Dapat menampung sebagian atau semua limbah ternak
2. Kedap udara
3. Kuat instalasi bangunannya dan tahan lama
4. Aman terhadap penempatan bangunan dan lingkungannya
5. Cukup menampung kebutuhan gas untuk bahan bakar gas setiap hari
6. Bangunan instalasi biogas meliputi: penampungan limbah/ inlet, tangki
pencerna, penampungan limbah biogas/outlet, tabung penampungan
gas, saluran gas,dan maometer, satu set pemanfaatan gasbio(kompor,
lampu, genset), kolam oksidasi. pengolahan limbah padat, pengolahan
limbah cair.
7. Unit pengolahan limbah merupakan satu alur proses produksi dalam
usaha peternakan.
Ir.Adi Wijayanto DS,MSc BBPP-BATU 2010

Pelatihan pengelolaan limbah ternak bagi penyuluh 2010


8. Tidak mencemari lingkungan sekitarnya atau tidak menimbulkan polusi.
9. Jarak pengolahan limbah minimal 10 meter dari pemukiman.
10. Letak

bangunan pengolahan limbah lebih rendah dari usaha

peternakan dan pengolahan limbah biogas lebih rendah dari bangunan


biogas.
11. Alat pengaman berfungsi dengan baik ( kran gas, manometer terbuka,
lubang utama).
C. Faktor-faktor yang mempengaruhi rancangan bangunan instalasi
biogas tergantung dari kapasitas:
1. Besar usaha
2. Luas lahan
3. Ketersediaan Tenaga kerja
4. Ketersediaan Sarana dan prasarana
5. Ketersediaan Modal
D. Tugas dan latihan
1. Jelaskan pengertian biogas !
2. Ada berapa macam bangunan instalasi biogas? Sebutkan
3. Apa yang menjadi pertimbangan pembuatan tata letak bangunan
instalasi biogas ? sebutkan
4. Apa tujuan tujuan pembangunan instalasi biogas ?
5. Mengapa dibuat denah/layout bangunan instalasi biogas
B. Rangkuman
Untuk mengetahui produksi biogas ada beberapa hal yang perlu
dipelajari antara lain:
1. Pengertian biogas adalah gas yang terjadi dari proses mikro
organisme dari bahan organik seperti sampah, kotoran ternak,
kotoran

manusia,

dan

lainnya

yang

dicampur

air

dalam

perbandingan tertentu dalam ruang tertutup/ anaeroob .


2. Macam bangunan instalasi pengolahan limbah untuk biogas

Unit usaha peternakan/pertanian

Penampungan limbah ternak

Ir.Adi Wijayanto DS,MSc BBPP-BATU 2010

Pelatihan pengelolaan limbah ternak bagi penyuluh 2010

Pengolahan limbah untuk biogas.

Pengolahan limbah biogas

Gudang pupuk organik

3. Yang Mempengaruhi tata letal usaha pengolahan limbah untuk


biogas antara lain.

Besar usaha

Luas lahan

Ketersediaan Tenaga kerja

Ketersediaan Sarana dan prasarana

Ketersediaan Modal

4. Tujuan pembangunan instalasi biogas meliputi :


Mencegah pencemaran lingkungan dan sanitasi lingkungan.
Menyediakan pupuk organik.
Menyediaan energi sebagai bahan bakar untuk masak, lampu,
dan mesin.
Menciptakan ekositem biologi suatu wilayah dan mencegah
kerusakan hutan akibat penggunaan kayu bakar
5. Denah

pembangunan instalasi

biogas dirancang untuk

mengetahui dengan mudah keseluruhan bagian instalasi yang


sedang dilakukan kegiatan pengolahan limbah peternakan/usaha
pertanaian

BAB III
BENTUK DAN BAHAN BANGUNAN TANGKI PENCERNA BIOGAS

A.

Sistem pengisian tangki pencerna


Instalasi bangunan biogas di bedakan dalam dua sistim feeding/
pengisian bahan baku biogas yaitu bacth feeding ( pengisian sekali
untuk satu kali proses produksi biogas setelah kurang produktif bahan
bakunya dikeluarkan digantu yang baru) sistim bacth sering digunakan

Ir.Adi Wijayanto DS,MSc BBPP-BATU 2010

Pelatihan pengelolaan limbah ternak bagi penyuluh 2010


dengan bahan organik yang belum halus seperti: sampah organik pasar,
hasil pertanian, limbah pertanian atau limbah pabrik dan kontinu
feeding ( pengisian bahan baku biogas dilakukan secara teratur setiap
hari secara terus-menerus dengan pemeliharaan yang baik produksi gas
akan tetap produktif ) pengisian bahan organik setiap hari yang
dilengkapi saluran pemasukan (Inlet) dan saluran pengeluaran
A.

Bentuk instalasi bangunan biogas


Bentuk bangunan instalasi merupakan cermin bentuk bangunan tangki
pencerna (digester) yang dibedakan antara lain :
1. Bentuk dum ( kubah)
2. Bentuk kapsul
3. Bentuk kerucut/ segitiga
4. Bentuk Sumur / drum/ tabung
5. Kubus/Kotak
6. Trapesium

B. Bahan bangunan instalasi biogas


Bahan bangunan intalasi biogas bisa biogas digunakan sesuai dengan
ketersediaan

bahan baku bangunan yang ada di wilayah yang

berkualitas baik dan harganya murah yaitu:


1. Beton
2. Fiber
3. Lembaran plastik
4. Lembaran kantung karet
5. Metal anti karat
6. Kombinasi
C. Ukuran instalasi biogas
Ukuran tangki pencerna yang akan dibangun disesuaikan dengan
kebutuhan keluarga tani sebagai contoh : Keluarga tani menggunakan
kompor yang dinyalakan 4 jam untuk masak dan sebuah lampu yang
yang dinyalakan selama 8 jam.

Ir.Adi Wijayanto DS,MSc BBPP-BATU 2010

Pelatihan pengelolaan limbah ternak bagi penyuluh 2010


Analisa kebutuhan gas :

1 m3 kotoran ternak akan menghasilkan 0,2-0,3 m 3 gasbio

Satu kompor yang dinyalakan 4 jam membutuhkan 1 m 3 gasbio

Lampu petromak yang dinyalakan 8 jam membutuhkan 0,5 m 3


gasbio

Sehingga dalam sehari petani membutuhkan 1,5 m3 gasbio


Maka kapasitas volume tangki pencerna = 1,5/ 0,2 x 1,25 = 9,4
m3.

Jika seekor sapi perah dewasa produksi kotoran sehari rata-rata


20 kg dengan masa fermentasi 50-90 hari , maka untuk memenuhi
9,4 m3 kapasitas tangki pencerna sebesar
9,4/1,25 = 7520 kg/2 = 3760 kg

Apabila terjadi 90 hari fermentasi = 3760/ 90 = 42 kg kotoran


ternak per hari = 42/ 20 = 2,1 ekor sapi perah.

Apabila terjadi 60 hari fermentasi = 3760/ 60 = 63 kg kotoran


ternak per hari = 63/ 20 = 3,1 ekor sapi perah.

Kotoran sapi yang disiapkan setiap hari dari 2- 3 ekor.

F. Tugas dan latihan


1. Sebutkan ada berapa sistem tangki pencerna !
2. Model tangki pencerna apa yang menggunakan bahan baku biogas
sampah pasar ?
3. Model tangki pencerna yang mana yang menggunakan bahan baku
limbah tenak ?
4. Apakah gunanya kolam oksidasi ?
5. Sebutkan bahan baku pembuatan tangki pencerna ?
6. Berapa lama pembuatan tangki pencerna kapasitas 9,4 m 3 ?
7. Kegiatan apa yang dilakukan untuk perawatan instalasi biogas?
G. Rangkuman
1. Untuk mengetahui tentang tangki pencerna ada beberapa model yang
dikelompokkan dalam 2 sistem :

Ir.Adi Wijayanto DS,MSc BBPP-BATU 2010

Pelatihan pengelolaan limbah ternak bagi penyuluh 2010


a. Sistem bacth yaitu bahan baku biogas diisi sekali setelah tidak
produksi gas bahan baku dikeluarkan diganti bahan yang baru
b. Sistem Kontinue yaitu bahan baku biogas diisikan berulang-ulang
supaya siap produksi gasbio setiap saat.
2. Model Sistem bacth bentuk sumur untuk bahan limbah organik yang
agak kasar seperti daun-daun. Rancangan dengan kapasitas 5 m 3
cukup menghasikan biogas 1 m3 setiap hari dapat digunakan untuk
masak satu keluarga tani selama 4 jam.
3. Model Sistem kontinue bentuk kubah untuk bahan limbah organik
yang halus seperti kotoran ternak. Rancangan dengan kapasitas 9,4
m3 cukup menghasikan biogas 1,5 m 3 setiap hari dapat digunakan
untuk masak satu keluarga tani selama 4 jam dan menyalakan satu
lampu selama 6-8 jam.
4. Model kolam oksidasi yang dirancang untuk pembuatan pupuk organik
dengan ketinggian 30 cm dengan daya tampung 10-12 hari limbah.
5. Bahan baku pembuatan tangki pencerna dipilih bahan anti korosit .
6. Prosedur kerja pembuatan tangki pencerna kapasitas 9,4 m 3 dengan 3
orang tenaga pengalaman minimal 10 hari kerja.
7. Perawatan instalasi biogas dilakukan secara berkala dengan uji
kebocoran dan penangannya, pengadukan dan pengurasan.

BAB IV
MERANCANG BANGUNAN INSTALASI BIOGAS
A. Persiapan merancang instalasi biogas
Bangunan biogas merupakan rangkaian bangunan yang berkelanjutan
dari proses produksi usaha utama yaitu usaha peternakan, yang
dirancang dalam satu siklus rantai produksi yang menjadi satu kesatuan
dalam unit usaha yang sudaha diidentifikasi dari tujuan merancang
instalasi biogas antara lain:
1. Potensi yang ada ( lahan, limbah ternak, bahan bangunan)
2. Kebutuhan gas yang diperlukan setiap hari
3. Tenaga kerja yang tersedia
Ir.Adi Wijayanto DS,MSc BBPP-BATU 2010

Pelatihan pengelolaan limbah ternak bagi penyuluh 2010


4. Model bangunan
5. Biaya yang tersedia
6. Data identifikasi potensi merancang instalasi biogas:
a. Data letak dan lingkungan sekitar
alamat
Kota/desa
Sosial budaya disekitar
b. Data umum pengguna
Jumlah anggota keluarga
Situasi usaha
Jenis, jumlah dan bentuk kandang ternak
Tanaman yang tumbuh
Aktivitas usaha bukan pertanian
Pendapatan individu atau keluarga
Karakteristik sosiokultur pengguna
c. Penentuan formulasi
Kebutuhan enersi
Kelebihan/kekurangan enersi
Struktur tanah
Tanaman dan ternak/ikan yang diusahakan
B. LETAK BANGUNAN TANGKI PENCERNA BIOGAS
Tangki pecerna biogas dapat dibangun sesuai dengan kebutuhan dan
kondisi yang diinginkan oleh pemilik usaha tersebut, ada beberapa macam
letal tangki pencerna biogas antara lain:
1. Tangki percerna berada pada permukaan tanah
Tangki pencerna model ini dibuat diatas permukaan tanah, biasanya
terbuat bahan dasar dari tong/drum bekas yang mudah dipindahkan,
atau dari bahan plastik seperti drum plastik untuk tandon air yang
dimodifikasi untuk skala kecil, jika kondisinya kecil gas yang diproduksi
oleh mikroorganisme kurang mencukupi untuk kebutuhan keluarga
Ir.Adi Wijayanto DS,MSc BBPP-BATU 2010

Pelatihan pengelolaan limbah ternak bagi penyuluh 2010


tani, dan bila drum tersebut rusak minat untuk memperbaiki menjadi
berkurang.
2. Sebagian tangki pencerna berada dibawah permukaan
Tangki pencerna model ini bentuknya seperti sumur sebagian
letakanya dibawah permukaan tanah sebagain diatas permukaan
tanah, dimana bahan sumur terbuat dari semen, pasir, kapur dengan
ukuran lebih besar yang diasumsikan produksi gas cukup untuk
kebutuhan keluar tani, namun bagian atas unruk penampung gas
terbuat dari baja plat, sehingga didaerah dingin seperti di pujon kurang
produktif, karena suhu dingin merambat sampai dibagian sumurnya
yang menghambat perkembangan mikroorganisme untuk produksi gas
bio. Model ini lebih banyak diperkenalkan oleh PPTMGB LEMIGAS
Cepu. Hanya biaya untuk membeli besi plat lebih mahal.
3. Seluruh tangki pencerna berada dibawah permukaan tanah
Tangki pencerna model ini banyak dikembangkan pada akhir-akhir ini
di China, India dan Nepal , pada tahun 1982 Indonesia bekerja sama
denga FAO,

model biogas banpres bentuknya seperti kubah

( setengah bola dan

seperlima bola yang digabungkan menjadi

bangunan yang kokoh dibawah permukaan tanah, bahan bangunan


dari semen, pasir, kapur, batu merah dan lain-lain dapat tahan sampai
30 tahun. Produksi gas bio lebih stabil bail didaerah dingin atau
dataran rendah
C. Contoh model rancangan instalasi berbagai model
Model Denah 1. usaha peternakan dengan biogas dan olahan limbahnya
Pandangan atas
Kolam
oksidasi

Pengolahan limbah
biogas padat

Pemukiman
BIOGAS

Pengolahan limbah
biogas cair

Tempat
usaha
Penampungan
limbah
Ir.Adi Wijayanto DS,MSc BBPP-BATU 2010

10

Pelatihan pengelolaan limbah ternak bagi penyuluh 2010

Model layout 2.

usaha peternakan dengan biogas dan olahan

limbahnya pandangan dari samping

Model layout 3.

usaha peternakan dengan biogas dan olahan

limbahnya pandangan dari samping

Ir.Adi Wijayanto DS,MSc BBPP-BATU 2010

11

Pelatihan pengelolaan limbah ternak bagi penyuluh 2010


D. Macam-macam Model tangki pencerna
Model tangki pencerna sistim bacth feeding Model Sumur dan sistim
kontinu model kubah:
Model sumur tangki pencerna sistem bacth kapasitas 5 m 3

a.

Manometer
Lampu
Kompor
Tabung pengembunan

Tangki
pencerna

1,6 m

2m
Gambar 1. Rancangan
tangki pencerna model sumur sistem bacth.
b. Model kubah tangki pencerna sistem kontinu kapasitas 9,4 m 3

50-40-30-20-10-0 ---

Manometer

lampu

Lubang
0,6m

1,50 m

Lubang masukan

utama
0,6
m

1,2 m

0,6 m

1m

Lubang limbah

Kompor

0.7 m
0,4
1,5,
m
,5 2,60m
0,6 m

1,65m
0,25 m

0,70
m

1,5 m

5
5
, 0,5 m
5
m

Ir.Adi Wijayanto DS,MSc BBPP-BATU 2010

3 cm
5 cm
3 cm

10-20
cm
12

Pelatihan pengelolaan limbah ternak bagi penyuluh 2010


Gambar 2. Rancangan biogas model kubah sistem kontinue

Model kolam oksidasi yang dirancang untuk pembuatan pupuk organik


dengan ketinggian 30 cm dengan daya tampung 10-12 hari limbah

Keluaran
Masukan
1.5 m

3,5 m
Gambar 3. Rancangan kolam oksidasi biogas
Untuk membangun satu tangki pencerna unit biogas kapasitas 9,4 m 3
sistem kontinu bentuk kubah dibutuhkan bahan baku beton sebagai
berikut:
a. Batu merah mutu bagus

2000 biji

b. Semen

25 zak

c. Kerikil/koral

1,5 m 3

d. Kapur

50 kg

e. Pasir mutu bagus

m3

Alat pokok:
a. Pipa G. I 1 inch (2,5 cm)

: 0,5 m

a. Kran 1 inch

: 1,0 buah

b. Polyethylene

: 1 rol

c. Kran gas 1,2 cm

: 3 buah

d. Pipa plastik atau paralon 1,2 cm secukupnya


e. Pipa gelas 1 cm panjang 75 cm

: 2 buah

f. Pipa karet 1 cm panjang 20 cm

: 1 buah f dan g dapat diganti

pipa plastik 1 cm panjang 170 cm


Ir.Adi Wijayanto DS,MSc BBPP-BATU 2010

13

Pelatihan pengelolaan limbah ternak bagi penyuluh 2010


g. Alat-alat lain yang dianggap perlu
Alat bantu yang diperlukan untuk membangun instalasi biogas :
a. Tali plastik

5,0 m

a. Rafia

1,0 rol

b. Bambu kecil

4,0 batang

c. Plat aluminium panjang 30 cm

20,0 buah

d. Kawat jemuran

3,0 m

e. Pipa paralon

1,5 m

f. Besi cor 6 mm

7,0 m

g. Lain-lain ( ember, cangkul dan cetok dll)


Tenaga kerja yang diperlukan :
1 orang tukang 1 orang kuli ( untuk membangun tangki pencerna
ukuran kecil)
3 orang tukang 2 orang kuli (untuk membangun tangki pencerna
ukuran besar).
E.

Prosedur pembuatan tangki pencerna biogas


Tabel 2. Prosedur pembuatan tangki pencerna minimal 10 hari.
Hari
ke
1

Kegiatan
Penentuan lokasi menggali lubang calon tangki

Pekerja
(orang)
4

pencerna
Melanjutkan no 1 dan lubang yang berbentuk

3
4
5
6
7
8
9

irisan bola
Membuat fondasi
Plester fondasi
Membuat dinding tangki pencerna
Melanjutkan membuat dinding tangki pencerna
Membuat lubang pemasukan dan melanjutkan no6
Membuat lubang keluaran dan melajutkan no 6
Membuat tutup dan plester bagian dalam tangki

3
2
3
3
3
3
3

pencerna
10 Melanjutkan plester dalam dan memperbaiki tutup

dan menyelesaikan yang lain.

Ir.Adi Wijayanto DS,MSc BBPP-BATU 2010

14

Pelatihan pengelolaan limbah ternak bagi penyuluh 2010


c. Model kubah bentuk yang lain ukuran 6 m3 digester
Model biogas dengan bentuk kubah pembuatannya lebih
sederhanaproduksi gas bio lebih produktif.

Dengan

ukuran 6 m3 digester bahan bangunan yang dibutuhkan

antara lain:
1. Batu merah

2000 buah

2. Pasir pasang

2,5 m3

3. Pasir cor

1,3 m3

4. Kerikil

1,5 m3

5. Semen 50 kg

20 zak

6. Besi polos
Ir.Adi Wijayanto DS,MSc BBPP-BATU 2010

12 kg
15

Pelatihan pengelolaan limbah ternak bagi penyuluh 2010


7. Pipa gas utama 1,5 inch

1 buah

8. Fittings

10 set

9. Pipa gas PVC

12 batang

10.Valve gas utama

1 buah

11. Penguras air (water drain)

1 buah

12. Kran gas

1 buah

13. Mixer

1 unit

14. slang gas (PE)

1 meter

15. selotip PVC

2 buah

16 .Pipa inlet 4 m

1 batang

17 cat acrilik

2 liter

18. Penggalian

7 orang

19. Tukang batu

10 orang

20 feect contractor

2 int

21 Kernet

22 oarng

d. Model biogas plastik.


Ukuran 5 m3 digester:4 m3 slury, 1 m3 gas, daya tahan 2 tahun
Bahan baku:
1.

Platik pholyethelin yang paling tebal : 1 rol ( 25 meter)

2.

Dasar tembok beton 5 meter kubik.

3.

Paralon ukuran 3 dim 1 lonjor.

4.

Ban dalam mobil bekas 3 buah.

5.

Ember plastik ukuran 60 liter 1 buah.

6.

Ember plastik ukuran 30 liter 1 buah.

7.

Lem Plastik 3 tube.

8.

Pippa paralon 0,5 dim 4 lonjor.

9.

Manometer 1 buah.

10.

Slang plastik kecil15 meter.

11.

Satu set, T, Kni, shok, penyambung, dll.

12.

Kompor gas satu set..

13.

Lampu petromak satu set.

14.

Kayu penutup .

Ir.Adi Wijayanto DS,MSc BBPP-BATU 2010

16

Pelatihan pengelolaan limbah ternak bagi penyuluh 2010

d. Gambar model biogas plastik

Tandon gas

Lampu

Kompor
manometer

Tinggi
1,25 meter

Lebar
1.2 meter

5 meter panjang

F. Tugas dan latihan


1. Apa persyaratan pembangunan tata letak bangunan instalasi biogas ?
Sebutkan !
2. Ada berapa macam tata letak tangki pencerna biogas? Sebutkan !
3. Apa saja yang perlu dinilai dalam pembangunan tata letak bangunan
instalasi biogas?
4. Informasi apa saja yang diperlukan sebelum membangun instalasi
biogas?

Ir.Adi Wijayanto DS,MSc BBPP-BATU 2010

17

Pelatihan pengelolaan limbah ternak bagi penyuluh 2010

G. Rangkuman
1. Persyaratan pembangunan tata letak bangunan instalasi biogas
o Unit pengolahan limbah merupakan satu alur proses produksi yang
praktis dalam usaha peternakan.
o Tidak mencemari lingkungan sekitarnya atau tidak menimbulkan
polusi.
o Tahan lama dan perawatannya mudah
o Jarak pengolahan limbah minimal 10 meter dari pemukiman.
o Letak

bangunan pengolahan limbah lebih rendah dari usaha

peternakan dan pengolahan limbah biogas lebih rendah dari


bangunan biogas.
o Alat pengaman berfungsi dengan baik ( kran gas, manometer
terbuka, lubang utama).
2. Macam tata letak tangki pencerna biogas anatar lain
a. Diatas permukaan tanah
b. Sebagian didalam permukaan tanah
c. Diadalam permukaan tanah
3. Yang perlu dinilai dalam pembangunan tata letak bangunan instalasi
biogas meliputi:

Tata letak bangunan instalasi biogas

Penampungan limbah ternak

Bentuk tangki pencerna

Sistem pengisian tangki pencerna

Bahan bangunan tangki pencerna

Lubang utama tangki pencerna

Ruang gas

Penampungan limbah biogas

Kolam oksidasi

Manometer

Pipa saluran gas

Kompor gas

Ir.Adi Wijayanto DS,MSc BBPP-BATU 2010

18

Pelatihan pengelolaan limbah ternak bagi penyuluh 2010

Lampu petromak gas

Genset

Pengolahan limbah padat

Pengolahan limbah cair

Gudang pupuk organik

4. Informasi yang diperlukan sebelum membangun instalasi biogas


a. Data letak dan lingkungan sekitar

alamat

Kota/desa

Sosial budaya disekitar

b. Data umum pengguna

Jumlah anggota keluarga

Situasi usaha

Jenis, jumlah dan bentuk kandang ternak

Tanaman yang tumbuh

Aktivitas usaha bukan pertanian

Pendapatan individu atau keluarga

Karakteristik sosiokultur pengguna

c. Penentuan formulasi
o Kebutuhan enersi
o Kelebihan/kekurangan enersi
o Struktur tanah
o Tanaman dan ternak/ikan yang diusahakan

Ir.Adi Wijayanto DS,MSc BBPP-BATU 2010

19

Pelatihan pengelolaan limbah ternak bagi penyuluh 2010

BAB V
PENUTUP
Pengolahan limbah ternak sebagai biogas salah satu teknologi yang
dibutuhkan oleh

peternak/masyarakat dalam pengembangan teknologi

pertanian , namun belum semua orang dapat memahami dengan baik


teknologi tersebut, melalui pelatihan pengolahan biogas akan memacu
percepatan pembangunan pertanian. Dengan bantuan modul ini peserta
pelatihan atau masyakat dapat lebih mengerti dan lebih mudah untuk
mempelajari pengolahan limbah ternak sebagai biogas tahap demi tahap.
Disamping itu materi ini kami siapkan untuk bahan ajar pelatihan
pengelolaan yang berisikan bahan ajar pengolahan limbah ternak sebagai
biogas tentang tata letak instalasi bangunan biogas, semoga peserta dapat
memahami instalasi bangunan biogas.

Ir.Adi Wijayanto DS,MSc BBPP-BATU 2010

20

Pelatihan pengelolaan limbah ternak bagi penyuluh 2010

DAFTAR PUSTAKA
Ariane van Buren, 1985. A Chinese Biogas Manual. Office of the Leading
Group for the Propagation of Marshgas, Sichuan Province, Peoples
Republic of China.
Erik Kijne, 1982. Biogas and Biofertiliser. The requirements for the degree of
Master of Science in Tropical Agricultural Development. University of
Reading.
Fauzi Luthan, 2006. Program Pengembangan Biogas Ternak Bersama
Masyarakat. Direktorat Jenderal Peternakan. Departemen Pertanian.
Jakarta.
Fontenot, J.P., L.W. Smith and A.L. Sutton, 1983. Alternatif Utilization of
Animal Wastes. J. Anm. Sci. Vo. 57. Suppl. 2:222-223.
Fry , L.J. and Merrill, R. 1973. Methane Digester for Fuel Gas and Fertilizer.
New Alchemy Institute. New letter No 3, California USA.
Mochammad Junus, 1987. Teknik Membuat dan Memanfaatkan Unit Gas Bio,
Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya, Malang.
Roy, R, 1980. Community Biogas Plant in India and China. The Alternatif
Technology Group. The Open University Milton Keynes, England.
Soemitro, 1983. Biogas Banpres untuk Keluarga Tani. Pembangunan Unit
Instalasi Biogas Bantuan Presiden Pujon Jatim.
Sri Kadarwati, 2003. Studi Pembuatan Biogas dari Kotoran Kuda dan Sampah
Organik Skala Laboratorium. P3TEK
Stefan H, 2007. Household Energy Appropriate Technologies. GTZ Germany
Taiganides, 1980. Biogas Energy Recovery from Animal Wastes. Journal on
animal health, production and products.
Yoshy, D. 1981. Pembuatan Percontohan Unit Gas bio di dukuh Jurangrejo
desa Pandesari, Pujon, Malang. Expert Biogas FAO PBB.
Ir.Adi Wijayanto DS,MSc BBPP-BATU 2010

21

Pelatihan pengelolaan limbah ternak bagi penyuluh 2010

BIODATA
Ir. Adi Wijayanto Dwi Sebsiono,MSc, Lahir
di Mojokerto, tanggal 03 Oktober 1957,
Bekerja di Balai Besar Pelatihan Peternakan
(BBPP) Batu sebagai Widyaiswara sejak
tahun 1990 sampai dengan tahun 2007
Sebelum bekerja di BBDAPTHT-Batu diterima sebagai tenaga honorer dinas
peternakan propinsi Jawa Timur tahun 1978 setelah mengikuti training
menjadi instruktur dairy training center di Batu langsung dipilih oleh tim expert
dari Kerajaan belanda dan tim Indonesia dikukuhkan sebagai instruktur tahun
1978 sampai dengan 1989
Pendidikan sekolah dasar di Mojokerto diselesaikan tahun 1969, SMP tahun
1972 di Sidoarjo, SNakMA tahun 1977 di Malang, Sarjana Muda Pertanian
Unisma Malang tahun 1985, Sarjana ( S1 ) Pertanian Jurusan produksi
peternakan tahun 1989 di Unisma-Malang.
Master of Science Tropical Agriculture ( Pertanian Tropis) diperoleh dari
Universitas Georg Agust di Gottingen Jerman tahun 2006
Diklat

Instruktur dan staf dairy training centre di Batu tahun 1978, Diklat

Manajemen dairy cattle and Grass land tahun 1980 di Netherland, Diklat
Biogas Banpres oleh FAO di Batu tahun 1984 Diklat manejemen Unggas
tahun 1985, Diklat Small holder dairy cattle oleh ODA tahun 1986, Diklat
Inseminasi buatan kambing di Magelang 1995, Diklat penyetaraan D3 bagi
penyuluh pertanian di Ciawi tahun 2000.
Disamping itu berbagai seminar dan work shop telah diikuti yang berkaitan
dengan profesionalisme Widyaiswara.

Ir.Adi Wijayanto DS,MSc BBPP-BATU 2010

22

Pelatihan pengelolaan limbah ternak bagi penyuluh 2010

DAFTAR ISI
Kata Pengantar
Daftar Isi

i
................................................................ ii

Bab I Pendahuluan
B.Latar Belakang
.......................................................
C.Diskripsi Singkat
.......................................................
D.Manfaat
.......................................................
E. Tujuan Pembelajaran Umum ................................................. 2
F. Tujuan Pembelajaran Khusus ................................................2

1
2
2

Bab II Macam-macam instalasi bangunan biogas


A. Pengertian Biogas
........................................................
B. Layout (Denah instalasi bangunan) biogas ............................
C. Faktor-faktor yang mempengaruhi tata letak instalasi bangunan
D. Tugas dan latihan
.........................................................
E. Rangkuman
.........................................................

3
3
5
5
6

Bab III Bentuk dan bahan bangunan tangki pencerna biogas


A. Sistem pengisian tangki pencerna

B. Macam-macam Model tangki pencerna


.........................
C. Ukuran tangki pencerna
...............................................
D. Bahan baku tangki pencerna
...............................................
E. Prosedur pembuatan tangki pencerna ....................................
F.Tugas dan latihan
..........................................................
G. Rangkuman
..........................................................

7
7
9
9
11
11
12

Bab IV Persyaratan dan Penilaian tata letak instalasi bangunan biogas


A. Persyaratan tata letak instalasi bangunan biogas
...............
13
B. Tata letak bangunan tangki pencerna biogas ..........................
13
C. Identifikasi informasi sebelum membangun tangki percerna biogas 14
D. Penilaian bangunan instalasi biogas .....................................
15
E. Tugas dan latihan
...........................................................
16
F. Rangkuman
...........................................................
16
Bab VI Penutup

...........................................................

Ir.Adi Wijayanto DS,MSc BBPP-BATU 2010

19

23

Pelatihan pengelolaan limbah ternak bagi penyuluh 2010


Daftar Pustaka
Biodata

...........................................................
...........................................................

20
21
ii

Kata Pengantar

Dengan adanya perubahan sistem pemerintahan menjadi otonomi


daerah, akan memacu pembangunan di seluruh sektor pada masing-masing
wilayah. Di Sektor pertanian khususnya sub-sektor peternakan sedang
gencar-gencarnya memanfaatkan limbah ternak sebagai penyedian enersi
alternatif bahan bakar gas dalam memenuhi kebutuhan para peternak yang
digunakan untuk masak, penerangan dan pupuk organik merupakan sarana
dalam peningkatan produksi pertanian. Dengan memahami tehnologi
pengolahan limbah ternak (biogas ) akan membantu para peserta pelatihan
atau masyarakat yang membutuhkan dalam pengembangan program
tersebut.
Modul ini disusun merupakani media pembelajaran untuk membangun
kopentensi peserta pelatihan, dan para pembanca yang berminat
Kami sadari bahwa modul ini masih perlu diperbaiki agar dapat memenuhi
kebutuhan pembaca, sebab itu kritik, saran dan tanggapan lebih lanjut yang
diharapkan dari pembaca yang terhormat.
Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan rahmat dan hidayahNya
atas tersusunnya modul ini untuk menambah manfaat perkembangan
pembangunan di Indonesia dimasa yang akan datang.

Batu, November 2010


Widyaiswara

Ir.Adi Wijayanto DS,MSc BBPP-BATU 2010

24

Pelatihan pengelolaan limbah ternak bagi penyuluh 2010


Ir.Adi Wijayanto DS.,MSc

PELATIHAN PENGOLAHAN LIMBAH TERNAK


BAGI PENYULUH

BAHAN AJAR
MERANCANG
INSTALASI BIOGAS

No. Seri : II.2

KEMENTERIAN PERTANIAN
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERTANIAN

BALAI

BESAR PELATIHAN
PETERNAKAN

Jl Songgoriti 24, Phone:0341-591302

Ir.Adi Wijayanto DS,MSc BBPP-BATU 2010

25

Pelatihan pengelolaan limbah ternak bagi penyuluh 2010

BATU, 2010

PENILAIAN
BIOGAS
Nama usaha
;
Alamat

TATA

LETAK

BANGUNAN

No
1
2
3
4

Nama instalasi
Baik
Tata letak bangunan instalasi
Penampungan limbah
Bentuk tangki pencerna
Sistem
pengisian
tangki

pencerna
Bahan
bangunan

6
7
8
9
10
11
12
13
15
16
17
18

INSTALASI

Kurang Alasan

tangki

pencerna
Lubang utama
Ruang gas
Tandon gas
Penampungan limbah biogas
Kolam oksidasi
Manometer
Pipa saluran gas
Kompor gas
Lampu
Lampu petromak gas
Genset
Pengolahan limbah padat
Pengolahan limbah cair
Kompor
Gudang pupuk organik
Nilai secara umum
Keterangan
hasil penilaian: ...................................................................
manometer
................................................................................................................
................................................................................................................
................................................................................................................
...............................................................................................................

Tinggi
1,25 meter

Lebar
1.2 meter

Ir.Adi Wijayanto DS,MSc BBPP-BATU 2010

5 meter panjang

26

Pelatihan pengelolaan limbah ternak bagi penyuluh 2010

Ir.Adi Wijayanto DS,MSc BBPP-BATU 2010

27

Pelatihan pengelolaan limbah ternak bagi penyuluh 2010


Menilai tata letak pengolahan limbah
Tujuan pembuatan instalasi biogas
Persyaratan tataletak
Bentuk dan bahan digester
Sistem digester
Pemanfaatan gas

C. Bentuk, bahan bangunan biogas dan Ukuran instalasi biogas


D. Bahan bangunan instalasi biogas
E. Ukuran bangunan instalasi
F. Proses pembentukan gas bio
Kotoran ternak merupakan bahan organik yang potensial untuk bahan baku
biogas dimana strukturnya yang halus dan perlu diecerkan dengan
menambahkan air sumur atau air sumber/ mata air. Kandunngan bahan
kering untuk bahan baku biogas sekitar 7-9 % , jika kandungan kotoran sapi
perah mencapai 14 % maka pengencerannya diberikan air dengan jumlah
yang sama.
Kadarwati ( 2003) Bahan baku pembentukan gas bio dipengaruhi oleh unsur
carbon dengan nitrogen
pembentukan

gas

ratio yang optimal 25 30 , unsur karbon untuk

methan

dan

nitrogen

dibutuhkan

bakteri

untuk

pembentukan sel. Seperti : Sampah C/N nilai 12, kotoran sapi 18.
Adapun bahan kering kotoran ternak seperti terlihat pada tabel 1
Tabel 1. Rasio pengenceran limbah ternakdengan air
No Jenis
dewasa

ternak Kotoran / Bahan


kg/hari

kering

Ir.Adi Wijayanto DS,MSc BBPP-BATU 2010

Rasio
pengenceran

Nitrogen

C/N

28

Pelatihan pengelolaan limbah ternak bagi penyuluh 2010


(%)
Sapi potong
10-20
12
Sapi perah
15-25
14
Ayam petelur
0.1
26
Ayam pedaging
0.06
25
Babi
7
9
Domba/Kambing 0.7-1.5
26
Kuda
10-15
10
Itik
0.1-0.15
24

1
2
3
4
5
6
7
8

1:0,7
1:1,0
1:2,7
1:2,6
1:0,3
1:2,7
1:0,4
1:2,4

1.7
1.8
6.3
6.3
3.8
3.8
2.3
0.8

18
19
15
15
16-20
22-33
25
27

H. Identifikasi informasi sebelum membuat tangki pencerna biogas


I. Penilaian bangunan instalasi gas bio
Penilian bangunan instalasi biogas dilakukan untuk mengiventarisasi
apakah semua bagian pengolahan limbah untuk biogas dapat berfungsi
secara optimal, dan bila ada yang kurang berfungsi segera diketahui
penanggulangannya.
Nama usaha

Alamat

No
1
2
3
4

Nama instalasi
Baik
Letak bangunan instalasi
Penampungan limbah
Bentuk tangki pencerna
Sistem
pengisian
tangki

pencerna
Bahan
bangunan

6
7
8
9
10
11
12
13
15

pencerna
Lubang utama
Ruang gas
Penampungan limbah biogas
Kolam oksidasi
Manometer
Pipa saluran gas
Kompor gas
Lampu petromak gas
Genset

Kurang Alasan

tangki

Ir.Adi Wijayanto DS,MSc BBPP-BATU 2010

29

Pelatihan pengelolaan limbah ternak bagi penyuluh 2010


16
17
18

Pengolahan limbah padat


Pengolahan limbah cair
Gudang pupuk organik
Nilai secara umum
Keterangan hasil penilaian: ...................................................................
................................................................................................................
................................................................................................................
................................................................................................................
...............................................................................................................
................................................................................................................
................................................................................................................
................................................................................................................
..............................................................................................................
...............................................................................................................

RANCANGAN BERBAGAI UKURAN MODEL BIOGAS BIRU :

Ir.Adi Wijayanto DS,MSc BBPP-BATU 2010

30

Pelatihan pengelolaan limbah ternak bagi penyuluh 2010

Ir.Adi Wijayanto DS,MSc BBPP-BATU 2010

31

Pelatihan pengelolaan limbah ternak bagi penyuluh 2010

Ir.Adi Wijayanto DS,MSc BBPP-BATU 2010

32

Pelatihan pengelolaan limbah ternak bagi penyuluh 2010

Ir.Adi Wijayanto DS,MSc BBPP-BATU 2010

33