Anda di halaman 1dari 10

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN (RPL)

BIMBINGAN DAN KONSELING


I.

II.

III.

IV.

IDENTITAS
A. Satuan pendidikan
B. Tahun ajaran
C. Sasaran pelayanan
D. Pelaksana
E. Pihak terkait

: SMP Sunan Giri Menganti-Gresik


: 2015 - 2016 (semester 2)
: Semua kelas VIII
: Dewi Wulandari
: Siswa

WAKTU DAN TEMPAT


A. Tanggal
B. Jam pelayanan
C. Volume waktu (JP)
D. Spesifikasi tempat belajar

: Selasa, 24 Mei 2016


: 08.15 - 09.00 WIB
: 1x45 menit
: Di ruang Kelas

MATERI PELAYANAN
A. Tema/Subtema

: 1. Tema
: Kehidupan Muda-Mudi
2. Subtema : Aku dan Dia di Masa Remaja
B. Sumber Materi
: Internet, Tersedia di alamat:
https://www.youtube.com/watch?v=KlASEwCBzIM

TUJUAN/ARAH PENGEMBANGAN
A. Pengembangan KES:
1. Agar siswa mengenal dan memahami siapa dirinya dan pasangannya di masa
remaja.
2. Siswa menerima keadaan diri dengan apa adanya dalam menjalin hubungan
dengan teman sebaya.
B. Penanganan KES-T:
Siswa tidak mengenal siapa dirinya dan teman sebaya dalam kehidupannya di masa
remaja.

V.

VI.

METODE DAN TEKNIK


A. Jenis Layanan
B. Kegiatan Pendukung

: Bimbingan Kelompok
:-

SARANA
A. Media : Video Kehidupan Muda-Mudi
B. Perlengkapan : LCD dan PC-Komputer/laptop

VII.

SASARAN PENILAIAN HASIL PELAYANAN


Diperolehnya hal-hal baru oleh siswa terkait KES (Kehidupan Efektif Sehari-hari)
dengan unsur-unsur AKURS (Acuan, Kompetensi, Usaha, Rasa, Sungguh-sungguh):
A. KES:

1. Acuan (A)

: Kegiatan belajar untuk memahami kehidupan muda-

mudi, dari remaja awal sampai remaja akhir.


2. Kompetensi (K)
: Kemampuan memahami lingkungan muda-mudi pada
lingkungan sekitar.
3. Usaha (U)

: Kegiatan belajar memahami arti dari pergaulan kaum

muda, dan perbedaan yang pada tiap zamannya, meningkatkan kewaspadaan dari
pergaulan yang negatif.
4. Rasa (R)
: Senang untuk berperan aktif dalam kehidupan kaum
muda secara positif melakukan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat.
5. Sungguh sungguh (S) : Kesungguhan dalam mempelajari materi dan dapat
mempraktikan dengan baik di lingkungan masyarakat maupun di kalangan remaja.
B. KES-T:
Menghindari sikap tidak mau tahu dengan kehidupan muda-mudi baik di lingkungan
masyarakat maupun di kalangan remaja.
C. Ridho Tuhan, Bersyukur, Ikhlas dan Tabah:
Memohon Ridho dari Tuhan Yang Maha Esa agar dalam pergaulan remaja mereka
tidak salah memilih teman bergaul.

VIII.

LANGKAH KEGIATAN
A. LANGKAH PENGANTARAN: TAHAP PEMBENTUKAN
1. Mengucapkan salam, selamat datang dan berterima kasih kepada anggota yang
telah bersedia hadir untuk mengikuti kegiatan bimbingan kelompok dengan penuh
semangat.
2. Mengajak anggota kelompok berdoa secara bersama sesuai dengan agama dan
kepercayaan masing-masing anggota kelompok yang dipimpin oleh pemimpin
kelompok.
3. Menjelaskan pengertian, tujuan, asas, dan kegiatan Layanan Bimbingan
kelompok.
4. Melaksanakan perkenalan, dilanjutkan dengan permainan pengakraban.
B. LANGKAH PENJAJAKAN: TAHAP PERALIHAN
1. Pemimpin kelompok menanyakan apakah para anggota kelompok pernah
mengikuti layanan bimbingan kelompok? Bila pernah, bagaimana kesan mereka?
Bila belum, bagaimana kegiatan mereka? Dalam hal ini pemimpin kelompok
menegaskan lagi tujuan, asas, dan kegiatan yang akan dilaksanakan.
2. Mengemukan topik kehidupan muda-mudi yang selanjutnya akan dibahas dan
menanyakan apakah peserta sudah siap membahasnya?

3. Pemimpin kelompok menjawab pertanyaan berkenaan dengan kesiapan peserta


dan menegaskan hal-hal yang perlu menjadi perhatian.
C. LANGKAH PENAFSIRAN: TAHAP KEGIATAN AWAL
1. Pemimpin kelompok memberikan materi berupa berupa video tentang kehidupan
muda-mudi.
2. Siswa diberi kesempatan untuk menanyakan atau merespon materi Kehidupan
Muda-mudi yang telah dijelaskan; pertanyaan dan respon siswa tersebut dijawab
dan diberikan ulasan serta penegasan-penegasan yang diperlukan.
D. LANGKAH PEMBINAAN: TAHAP KEGIATAN UTAMA
Berisi kegiatan penguraian, diskusi, pelatihan pengembangan sikap,
pengetahuan dan keterampilan melalui strategi transformatif dengan dinamika BMB3:
1 Peserta didik diminta untuk menetapkan (secara tertulis) apa
2

yang ingin mereka (masing-masing) bisa melakukannya.


Membahas tentang:
a Penegasan tentang apa yang diinginkan dalam
b

kehidupan remaja.
Bagaimana kondisi selama ini tentang

apa yang

diinginkan itu, berdasarkan pengalaman nyata seharic


d

hari
Apa kendala dan hambatan yang ada.
Memberikan gambaran positif dan negatif dari

3
4

kehidupan remaja zaman sekarang.


Materi bahasan tersebut dicarikan AKURS-nya.
Peserta didik ditugaskan membicarakan materi Kehidupan

Muda-mudi .
Peserta didik diminta untuk memberi tanggapan atau pendapat
tentang materi yang telah diberikan.

E. LANGKAH PENILAIAN DAN TINDAK LANJUT: TAHAP KESIMPULAN


DAN PENUTUP
1. Kesimpulan
Pemimpin kelompok menyimpulkan dari berbagai tanggapan atau pendapat dari
peserta didik.
2. Penilaian Hasil
Masing-masing anggota kelompok diminta mengemukakan hal-hal baru
berkenaan Kehidupan Muda-mudi yang dibahas dengan pola BMB3 dalam
kaitannya dengan AKURS:
a. Berpikir: Bagaimana peserta didik berpikir tentang kehidupan remaja awal.
(Unsur A).
b. Merasa: Mengikut sertakan mereka dalam kegiatan yang positif dan jauh dari
kehidupan remaja yang negatif (Unsur R)

c. Bersikap: Dapat memahami lingkungan serta memahami arti pergaulan mudamudi (Unsur K dan U)
d. Bertindak: Berusaha membangun kehidupan muda-mudi yang tidak melanggar
aturan yang ada di masyarakat (Unsur K dan U)
e. Bertanggung jawab: Bagaimana siswa bersunguh-sungguh dalam berusaha
meguasai apa yang ia ingin bisa lakukan dan mempraktikan dengan baik di
lingkungan masyarakat (Unsur S).
3. Penutupan
a. Pemimpin kelompok mengemukakan bawa kegiatan bimbingan kelompok
akan segera diakhiri.
b. Membahas rencana kegiatan lanjutan bersama anggota kelompok yang akan
dilakukan minggu depan pada hari, waktu dan tempat yang sama sesuai
kesepakatan bersama.
c. Ucapan terima kasih oleh pemimpin kelompok kepada anggota kelompok.
d. Doa penutup.
e. Menyanyikan lagu perpisahan sambil bersalaman yaitu laguSayonara.
4. Penilaian Proses
Melalui pengamatan dilakukan penilaian proses pelayanan untuk memperoleh
gambaran tentang aktivitas siswa dan efektivitas pelayanan yang telah
diselenggarakan.
5. LAPELPROG dan Tindak Lanjut
Setelah kagiatan pelayanan selesai disusun Laporan Pelaksanaan Program
Layanan (LAPELPROG) yang memuat data penilaian hasil dan proses, dengan
disertai arah tindak lanjutnya.

Mengetahui:
Koordinator BK,

Gresik, Selasa, 24 Mei 2016


Guru BK

DEWI WULANDARI
12 500 0025

LAMPIRAN 1
Ringkasan Materi:
KEHIDUPAN MUDA-MUDI
A. Pengertian Remaja
Remaja adalah masa peralihan dari kanak-kanak ke dewasa. Seorang remaja sudah
tidak lagi dapat dikatakan sebagai kanak-kanak, namun ia masih belum cukup matang
untuk dapat dikatakan dewasa. Ia sedang mencari pola hidup yang paling sesuai baginya
dan inipun sering dilakukan melalui metoda coba-coba walaupun melalui banyak
kesalahan. Kesalahan yang dilakukannya sering menimbulkan bahaya serta perasaan yang
tidak menyenangkan bagi lingkungannya, termasuk orangtuanya. Kesalahan yang
diperbuat para remaja hanya akan menyenangkan teman sebayanya. Hal ini karena
mereka semua memang sama-sama masih dalam masa mencari identitas. Kesalahankesalahan yang menimbulkan kekesalan lingkungan inilah yang sering disebut sebagai
kenakalan remaja.
Remaja merupakan aset masa depan suatu bangsa. Namun, fenomena tentang
kenakalan remaja saat ini sangat memprihatinkan. Dalam media cetak maupun media
elektronik selalu tersajikan kenakalan-kenakalan yang dilakukan remaja seperti:
perkelahian pelajar, penyebaran narkotika, pemakaian obat bius, minuman keras,
pencurian yang dilakukan oleh anak-anak yang berusia belasan tahun, meningkatnya
kasus-kasus kehamilan di kalangan remaja putrid an sebagainya.
B. Pengertian Kenakalan Remaja
Kenakalan remaja adalah semua perubahan anak remaja (usia belasan tahun) yang
berlawanan dengan ketertiban umum (nilai dan norma yang diakui bersama) yang
ditujukan pada orang, binatang, dan barang-barang yang dapat menimbulkan bahaya atau
kerugian pada pihak lain. Kenakalan remaja meliputi semua perilaku yang menyimpang

dari norma-norma hukum pidana yang dilakukan oleh remaja. Perilaku tersebut akan
merugikan dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya. Kenakalan Remaja atau dalam
bahasa Inggris dikenal dengan istilah juvenile delinquency merupakan gejala patologis
sosial pada remaja yang disebabkan oleh satu bentuk pengabaian sosial. Akibatnya,
mereka mengembangkan bentuk perilaku yang menyimpang.
C. Penyebab Kenakalan Remaja
Kenakalan remaja sangat mengganggu ketentraman lingkungan sekitar seperti
sering keluar malam dan menghabiskan waktunya hanya untuk hura-hura seperti minumminuman keras, menggunakan obat-obatan terlarang, berkelahi, berjudi, dan lain-lainnya
itu yang akan merugikan dirinya sendiri, keluarga, dan orang lain yang ada disekitarnya.
Cukup banyak faktor yang melatar belakangi terjadinya kenakalan remaja. Berbagai
faktor yang ada tersebut dapat dikelompokkan menjadi faktor internal dan faktor
eksternal. Berikut ini penjelasannya secara ringkas:
1. Faktor Internal
a. Krisis identitas
Perubahan biologis dan sosiologis pada diri remaja memungkinkan terjadinya dua
bentuk integrasi. Pertama, terbentuknya perasaan akan konsistensi dalam
kehidupannya. Kedua, tercapainya identitas peran. Kenakalan remaja terjadi
karena remaja gagal mencapai masa integrasi kedua.
b. Kontrol diri yang lemah
Remaja yang tidak bisa mempelajari dan membedakan tingkah laku yang dapat
diterima dengan yang tidak dapat diterima akan terseret pada perilaku 'nakal'.
Begitupun bagi mereka yang telah mengetahui perbedaan dua tingkah laku
tersebut, namun tidak bisa mengembangkan kontrol diri untuk bertingkah laku
sesuai dengan pengetahuannya.
2. Faktor Eksternal
a. Kurangnya perhatian dari orang tua, serta kurangnya kasih saying
Keluarga merupakan unit sosial terkecil yang memberikan fondasi primer
bagi perkembangan anak. Sedangkan lingkungan sekitar dan sekolah ikut
memberikan nuansa pada perkembangan anak. Karena itu baik-buruknya struktur
keluarga dan masyarakat sekitar memberikan pengaruh baik atau buruknya
pertumbuhan kepribadian anak.
Keadaan lingkungan keluarga yang menjadi sebab timbulnya kenakalan
remaja seperti keluarga yang broken-home, rumah tangga yang berantakan
disebabkan oleh kematian ayah atau ibunya, keluarga yang diliputi konflik keras,

ekonomi keluarga yang kurang, semua itu merupakan sumber yang subur untuk
memunculkan delinkuensi remaja.
b. Minimnya pemahaman tentang keagamaan
Dalam kehidupan berkeluarga, kurangnya pembinaan agama juga menjadi
salah satu faktor terjadinya kenakalan remaja. Dalam pembinaan moral, agama
mempunyai peranan yang sangat penting karena nilai-nilai moral yang datangnya
dari agama tetap tidak berubah karena perubahan waktu dan tempat. Pembinaan
moral ataupun agama bagi remaja melalui rumah tangga perlu dilakukan sejak
kecil sesuai dengan umurnya karena setiap anak yang dilahirkan belum mengerti
mana yang benar dan mana yang salah, juga belum mengerti mana batas-batas
ketentuan moral dalam lingkungannya. Karena itu pembinaan moral pada
permulaannya dilakukan di rumah tangga dengan latihan-latihan, nasehat-nasehat
yang dipandang baik.
c. Pengaruh dari lingkungan sekitar
Pengaruh budaya barat serta pergaulan dengan teman sebayanya yang
sering mempengaruhinya untuk mencoba dan akhirnya malah terjerumus ke
dalamnya. Lingkungan adalah faktor yang paling mempengaruhi perilaku dan
watak remaja. Jika dia hidup dan berkembang di lingkungan yang buruk,
moralnya pun akan seperti itu adanya. Sebaliknya jika ia berada di lingkungan
yang baik maka ia akan menjadi baik pula.
d. Tempat pendidikan
Tempat pendidikan, dalam hal ini yang lebih spesifiknya adalah berupa
lembaga pendidikan atau sekolah. Kenakalan remaja ini sering terjadi ketika anak
berada di sekolah dan jam pelajaran yang kosong. Belum lama ini bahkan kita
telah melihat di media adanya kekerasan antar pelajar yang terjadi di sekolahnya
sendiri. Ini adalah bukti bahwa sekolah juga bertanggung jawab atas kenakalan
dan dekadensi moral yang terjadi di negeri ini.
D. Akibat-akibat yang ditimbulkan oleh kenakalan remaja antara lain:
1.
Bagi diri remaja itu sendiri
Akibat dari kenakalan yang dilakukan oleh remaja akan berdampak bagi
dirinya sendiri dan sangat merugikan baik fisik dan mental, walaupun perbuatan itu
dapat memberikan suatu kenikmatan akan tetapi itu semua hanya kenikmatan sesaat
saja. Dampak bagi fisik yaitu seringnya terserang berbagai penyakit karena gaya
hidup yang tidak teratur. Sedangkan dampak bagi mental yaitu kenakalan remaja
tersebut akan mengantarnya kepada mental-mental yang lembek, berfikir tidak stabil
dan kepribadiannya akan terus menyimpang dari segi moral yang pada akhirnya akan

menyalahi aturan etika dan estetika. Dan hal itu kan terus berlangsung selama remaja
2.

tersebut tidak memiliki orang yang membimbing dan mengarahkan.


Bagi keluarga
Anak merupakan penerus keluarga yang nantinya dapat menjadi tulang
punggung keluarga apabila orang tuanya tidak mampu lagi bekerja. Apabila remaja
selaku anak dalam keluarga berkelakuan menyimpang dari ajaran agama, akan
berakibat terjadi ketidakharmonisan di dalam kekuarga dan putusnya komunikasi
antara orang tua dan anak. Tentunya hal ini sangat tidak baik karena dapat
mengakibatkan remaja sering keluar malam dan jarang pulang serta menghabiskan
waktunya bersama teman-temannya untuk bersenang-senang dengan jalan minumminuman keras atau mengkonsumsi narkoba. Pada akhirnya keluarga akan merasa
malu dan kecewa atas apa yang telah dilakukan oleh remaja. Padahal kesemuanya itu
dilakukan remaja hanya untuk melampiaskan rasa kekecewaannya terhadap apa yang

3.

terjadi dalam keluarganya.


Bagi lingkungan masyarakat
Apabila remaja berbuat kesalahan dalam kehidupan masyarakat, dampaknya
akan buruk bagi dirinya dan keluarga. Masyarakat akan menganggap bahwa remaja
itu adalah tipe orang yang sering membuat keonaran, mabuk-mabukan ataupun
mengganggu ketentraman masyarakat. Mereka dianggap anggota masyarakat yang
memiliki moral rusak, dan pandangan masyarakat tentang sikap remaja tersebut akan
jelek. Untuk merubah semuanya menjadi normal kembali membutuhkan waktu yang
lama dan hati yang penuh keikhlasan.

LAMPIRAN 2

Rencana Penilaian: Penilaian segera


A. Penilaian Proses Layanan Bimbingan Kelompok (dikelas)
NO
1

INDIKATOR YANG DIAMATI


Peserta layanan dapat bekerja sama dalam

kelompok
Keaktifan peserta didik dalam mengikuti

layanan dan partisipasi aktif


Partisipasi perseta didik dalam mengikuti

4
5

layanan
Materi layanan diamati peserta layanan
Fasilitas mendukung dalam layanan
Jumlah

Keterangan:
A : Baik

= jumlah skor 10-15

B : Cukup

= jumlah skor 9-5

C : Kurang

= jumlah skor 1-5

B. Penilaian Hasil Bimbingan dan Konseling


NO
1

INDIKATOR YANG DIAMATI


Peserta layanan merasa senang dalam

kegiatan layanan
Peserta layanan memahami dalam masa

remaja
Peserta layanan akan berusaha
mengembangkat hal-hal yang positif dalam

masa remaja
Kelompok layanan dapat mempresentasikan

hasil pengamatan
Peserta layanan memiliki pengetahuan dan
pengalaman lebih tentang fasilitas yang
disediakan

C. KEGIATAN SISWA
1. Jelaskan menurut anda, apa yang anda ketahui tentang remaja?
2. Jelaskan menurut pemikiran anda, apa pengertian dari kenakalan remaja?
3. Sebutkan apa saja yang menjadi penyebab terjadinya kenakalan remaja?
4. Sebutkan secara global, akibat apa saja yang diterima oleh siswa, keluarga, dan juga
masyarakat dari adanya kenakalan remaja yang banyak terjadi saat ini?
5. Upaya apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi kenakalan remaja?