Anda di halaman 1dari 69

E

C
PRODUK DAN KONSEP USAHA
K
Konsep Usaha
E
Manusia memiliki banyak aktivitas dalam kehidupan sehari-hari. Dalam
T dari berbagai
menjalankan aktivitasnya, manusia tidak dapat terlepas
kebutuhan, baik kebutuhan primer, sekunder maupun S
tersier. Sebagai salah
satu kebutuhan sekunder, sepatu merupakan salah satu perlengkapan yang
sering kita gunakan, terutama pada saat kita berada di tempat kerja.
Kebutuhan manusia akan sepatu membuat permintaan sepatu semakin
meningkat dari waktu ke waktu dan mengharuskan produsen dalam negeri
agar mampu memenuhi segala permintaan konsumen dan meningkatkan
kepuasan konsumen.
Peningkatan permintaan masyarakat akan sepatu dapat dibuktikan melalui
Inpres Nomor 2 Tahun 2009 tentang Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam
Negeri (P3DN). Instruksi presiden tersebut berhasil mendorong masyarakat
untuk menggunakan produk lokal. Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan
paska pemerintah memberikan kampanye tentang penggunaan produk lokal,
tingkat penjualan sepatu lokal meningkat. "Permintaannya naik sampai 20 %,"
ucap Wapres dalam Sidang Dewan Pleno I Hipmi, Rabu (11/3). Peningkatan
permintaan sepatu dalam negeri merupakan kesempatan yang baik bagi
produsen sepatu dalam negeri untuk mendapatkan keuntungan lebih.
Produsen sepatu di Indonesia berada dalam kondisi optimal yang
disebabkan oleh situasi kondisi bahan baku yang semakin membaik dan
infrastruktur industri yang mendukung. Menurut Gumelar, Galih (2015) dari
CNN Indonesia berpendapat bahwa nilai ekspor sepatu dari Indonesia
mengalami peningkatan dari tahun 2010 hingga 2014. Nilai ekspor sepatu dari
Indonesia bernilai 2,5 milyar US$ pada tahun 2010 dan terjadi peningkatan
sebesar 24% pada tahun 2011, yaitu 3,1 milyar US$. Nilai ekspor sepatu pada
tahun 2012 sebesar 3,6 milyar US$ dengan peningkatan sebesar 16,13% dari
tahun sebelumnya. Pada tahun 2013, nilai ekspor sepatu meningkat menjadi
3,9 US$ dan bertambah 0,1 milyar US$ pada tahun berikutnya, yaitu 2014
sebesar 4 milyar US$. Prestasi nilai ekspor sepatu Indonesia pada tahun 2010
hingga 2014 disajikan pada Gambar 1.1.

KELOMPOK 1 ANALISIS DAN PERANCANGAN PERUSAHAAN

E
C
K
E
T
S

Gambar 1.1 Nilai ekspor sepatu dari Indonesia periode 2010 2014
Sumber: Aprisindo

Sekarang telah banyak model-model sepatu yang ditawarkan oleh berbagai


produsen, dari model sepatu kets, sepatu hiking, sepatu slope, sepatu sandal,
dan lain sebagainya. Contoh model-model sepatu disajikan pada Gambar 1.2

(a)
Gambar 1.2 Model-model sepatu
(a) Sepatu Kets
(b) Sepatu Hiking
(c) Sepatu Slope

(b)

(c )

Model-model jenis sepatu didasarkan pada tujuan dari penggunaannya dan


kesan yang akan diberikan jika menggunakan sepatu tersebut. Salah satu
tujuan penggunaan dan kesan tersebut yaitu, dengan menggunakan sepatu
kita ingin terlihat santai tetapi tetap berpenampilan menarik dan rapih. Salah
satu produk yang dapat menunjang penampilan yang berperan untuk kondisi
seperti ini adalah sepatu kets. Masyarakat cenderung akan merasa nyaman
dengan sepatu kets karena bisa memberikan kesan santai dan tetap gaya.
Sepatu kets yang nyaman akan menambah kepercayaan diri pengguna.
Namun, seringkali sepatu kets ini mudah rusak karena terkena air, mudah
luntur, lembab dan membuat kaki pengguna bau dan melukai kaki pengguna
KELOMPOK 1 ANALISIS DAN PERANCANGAN PERUSAHAAN

E
C
seperti membuat lecet kaki pengguna. Hal-hal seperti ini sering terabaikan
K
oleh pihak perusahaan karena jika tidak diperhatikan, dapat menimbulkan
E
berbagai masalah bagi perusahaan, seperti kerugian financial karena turunnya
minat masyarakat terhadap produk yang ada, oleh karena
T itu dibutuhkan
adanya inovasi lebih lanjut untuk membuat perusahaan sepatu kets dengan
S
mengedepankan keinginan-keinginan konsumen.

Dengan melihat fakta sebelumnya, kami ingin menyelesaikan masalahmasalah yang timbul seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Kami ingin
membuat sepatu jenis kets yang lebih nyaman saat digunakan oleh
masyarakat dan mengurangi resiko melukai kaki penggunanya, kemudian
membuat sepatu tersebut tidak mudah lembab. Produk yang kami buat adalah
EC (Easy and Comfort) Kets, dimana EC Kets menjawab semua permasalahanpermasalahan yang timbul dari konsumen tentang sepatu kets.

RISET PEMASARAN I
Karakteristik Pasar
Karakteristik pasar dapat dilihat dari aspek geografi, demografi, psikologi
dan perilaku. Keinginan pasar tidak terlepas dari ingin memperoleh manfaat
secara fungsional (fungsi utama dan tambahan) ataupun emosional dan ingin
menekan biaya baik dari sisi finansial, waktu, tenaga ataupun mental. Berikut
ini merupakan beberapa karakteristik pasar yang dipilih:

Dari

Geografi
sisi

geografis, wilayah

yang

akan

didahulukan

dilakukannya

pemasaran awal untuk produk EC Kets yaitu terfokus di daerah Jawa


khususnya perkotaan dan kabupaten. Kami memilih daerah Jawa
dikarenakan jumlah masyarakatnya yang cenderung lebih heterogen dan
banyak dibandingkan dengan daerah lainnya, kemudian daya beli
konsumen yang tinggi dan terdapat banyak sekolah ataupun Universitas
favorit yang menjadi target pemasaran kami.

Demografi

Kelompok pelanggan utama yang kami tuju adalah kelompok pelanggan


yang berusia mulai dari SMA yaitu sekitar 15 tahun ke atas, khususnya
pelajar SMA dan mahasiswa. Pemilihan sekmen tersebut dikarenakan pada

KELOMPOK 1 ANALISIS DAN PERANCANGAN PERUSAHAAN

E
C
usia tersebut kedisiplinan seragam atas penggunaan sepatu diperhatikan
K
oleh institusi atau sekolah.
E

Psikologi
T dikatakan formal
Karena jenis sepatu kets merupakan sepatu yang bisa
namun tetap santai, maka dari aspek psikologi kami mengincar
S
masyarakat yang memiliki gaya hidup santai tetapi tetap rapi. Kemudian

karena produk kami berada pada tingkat segmentasi menengah dimana


harga yang kami tawarkan berada diantara produk yang murah dan mahal,
maka produk ini cocok untuk tipe masyarakat yang ingin berhemat.
Perilaku

Dari segi pelaku atau pengguna untuk status pengguna produk jenis ini
adalah nonpengguna, pengguna potensial, pengguna pertama kali, dan
pengguna tetap. Pada tahap awal ini, karena produk yang kami tawarkan
merupakan salah satu produk baru kami akan berfokus terhadap pengguna
potensial yang pertama kali menggunakan dan pengguna tetap. Pengguna
pertama yang potensial kami akan memberikan informasi semudah
mungkin mengenai produk kami, sehingga nonpelanggan akan mudah
mengetahui tetang produk kami. Kemudian Pengguna tetap, langkah kami
akan melakukan terlebih dahulu adalah bechmarking terhadap produk
merk lain yang dilanutkan dengan analisa dan melakukan upgrading yang
dapat membedakan produk kami dengan produk lain, yang nantinya
membuat pelanggan akan memilih produk EC Kets dari pada produk
lainnya.
Perilaku Pasar
Berikut ini merupakan pertimbangan perilaku pasar yang dilihat dari sisi
struktur pasar dan perilaku konsumen.
1.

Struktur Pasar

Sepatu jenis kets merupakan jenis sepatu yang bisa dikategorikan


kebutuhan sekunder, dan membutuhkan inovasi dari segi fungsional utama
maupun modelnya. Persaingan usaha untuk jenis produk ini adalah
termasuk pasar persaingan sempurna, karena terdapat banyak produsen
dan kompetitor yang memasarkan produk jenis ini.

KELOMPOK 1 ANALISIS DAN PERANCANGAN PERUSAHAAN

E
C
2.
Perilaku Konsumen
K
Target konsumen dari usaha yang akan kami buat adalah konsumen
E
menengah ke bawah. Karena harga produk yang kami tawarkan lebih
murah dari sepatu import atau branded lainnya,Tnamun lebih tinggi
harganya dibandingkan sepatu lokal yang ada, diharapkan akan banyak
S
konsumen yang akan tertarik terhadap produk yang akan kami buat.
Keinginan Pasar
Untuk mengetahui secara general keinginan pelanggan terhadap seaptu
jenis kets, kami harus melakukan identifikasi kebutuhan-kebutuhan pelanggan
terhadap sepatu jenis kets. Pada metode awal ini untuk mengetahui informasi
kebutuhan pelanggan, kami melakukannya dengan menggunakan kuisioner
terbuka. Pada kuisioner terbuka kami memberikan pertanyaan-pertanyaan
tanpa membatasi konsumen. Kuisioner tersebut kami sebar kepada 20
konsumen yang telah memakai sepatu jenis kets. Berikut merupakan
rancangan kuisioner yang kami buat.

KELOMPOK 1 ANALISIS DAN PERANCANGAN PERUSAHAAN

KUESIONER TERBUKA
IDENTIFIKASI RESPONDEN
Silahkan memilih jawaban yang tersedia dengan
yang tersedia.
1.
2.
3.
4.

1.

Nama
Pekerjaan
Jenis Kelamin
Usia

:
:
:
:

Laki-laki
<20 tahun

E
C
K
E
checklist
T
S

() pada kotak

Perempuan
20-30 tahun
>30 tahun

Apakah anda memiliki sepatu kets ?


..........................................................................................
..........................................................................................
..........................................................................................

2.

Apakah anda suka menggunakan sepatu kets ?


..........................................................................................
..........................................................................................
..........................................................................................

3.

Apakah yang sering anda keluhkan terhadap sepatu kets yang sering anda
pakai?
..........................................................................................
..........................................................................................
..........................................................................................

4.

Apakah harapan anda terhadap sepatu kets dimasa mendatang ?


..........................................................................................
..........................................................................................
..........................................................................................

Pendefinisan Voice of Customer

KELOMPOK 1 ANALISIS DAN PERANCANGAN PERUSAHAAN

E
C
Setelah kita menyebar kuisioner terbuka, tahap selanjutnya adalah
K
mengolah dan menterjemahkan apa saja yang diinginkan pelanggan dari
E
kuisioner terbuka yang telah disebar kepada 20 pelanggan ke dalam voice of
customer sekaligus dilakukan pengelompokan kedalamT8 dimensi kualitas
produk. Tabel 1.1 berikut merupakan hasil intrepetasi dari kebutuhanS
kebutuhan pelanggan, yang kemudian kami membedakannya ke dalam
dimensi-dimensi kualitas produk.
Tabel 1.1 Pengelompokan voice of customer kedalam 8 dimensi kualitas produk
Interpretasi Pernyataan
No
Dimension
Pernyataan
Kuisioner
1
Jahitan sepatu yang kuat
Kekuatan Jahitan sepatu
Sepatu tidak menyebabkan bau
2
Ketahanan terhadap bau
kaki
Performance
3
Sepatu berbahan ringan
Bobot sepatu
4

Desain sol sepatu yang anti slip

5
6
7
8
Features
9
10
11
12
Reliability
13
14

Conformance

15
Durability
16
17
18

Service

19

Sepatu berbahan lembut pada


bagian dalam
Ukuran sepatu dapat dirubahrubah
Terdapat sirkulasi udara di
dalam sepatu
Sepatu cepat kering setelah
dicuci
Sepatu nyaman dan aman
digunakan tanpa kaus kaki
kemudahan saat melepas
sepatu
Jumlah tali yang sedikit pada
sepatu
Warna sepatu tidak mudah
luntur
Kekuatan perekat sepatu yang
tahan lama
Sepatu nyaman digunakan
Sepatu lebih tahan terhadap
keadaan luar
Bagian dalam sepatu tidak
mudah rusak
Terdapat counter khusus untuk
penanganan keluhan

Gaya gesek Sol Sepat


Bagian dalam sepatu
Fleksibilitas Ukuran Sepatu
Sirkulasi udara dalam sepatu
Kemudahan untuk kering
setelah dicuci
Kenyamanan sepatu digunakan
tanpa kaus kaki
Kemudahan sepatu untuk
dilepas/pasang
Kemudahan tali sepatu untuk
diatur
Kekuatan Warna
Kekuatan perekat sepatu
Kenyamanan sepatu
Kekuatan Bagian luar Sepatu
Kekuatan Bagian dalam Sepatu
Penanganan keluhan

Sepatu lebih mudah dibersihkan

Kemudahan untuk dibersihkan

Terdapat gerai resmi penjualan


yang mudah diakses

Kemudahan akses pembelian

20

Aesthetic

Model dan warna sepatu banyak

Estetika Sepatu

21

Perceived
Quality

Harga sepatu yang murah

Harga sepatu

KELOMPOK 1 ANALISIS DAN PERANCANGAN PERUSAHAAN

E
C
Tahap selanjutnya adalah melakukan pengumpulan dan pengolahan data
K
menggunakan kuesioner tertutup mengenai perancangan produk EC kets.
E
Kuesioner tertutup adalah suatu teknik pengumpulan informasi dimana
memiliki pertanyaan-pertanyaan yang membatasi atau
T menutup pilihanpilihan respons yang tersedia bagi responden (Sugiyono, 1999:130). Kuesioner
S
tertutup disebar kepada 60 responden yang dianggap mewakili populasi agar

dapat mengetahui ekspektasi dan kebutuhan pelanggan. Berikut adalah


rancangan kuesioner tertutup yang disajikan pada Lampiran 1.
Setelah menyebar kuesioner tertutup kepada 60 pelanggan, langkah
selanjutnya adalah membuat rekapan berdasarkan hasil jawaban konsumen
yang disajikan pada Tabel 1.2.
Tabel 1.2 Rekapan kuesioner tertutup
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21

Pernyataan
Kekuatan Jahitan sepatu
Ketahanan terhadap bau
Bobot sepatu
Gaya gesek Sol Sepat
Bagian dalam sepatu
Fleksibilitas Ukuran Sepatu
Sirkulasi udara dalam sepatu
Kemudahan untuk kering
setelah dicuci
Kenyamanan sepatu digunakan
tanpa kaus kaki
Kemudahan sepatu untuk
dilepas/pasang
Kemudahan tali sepatu untuk
diatur
Kekuatan Warna
Kekuatan perekat sepatu
Kenyamanan sepatu
Kekuatan Bagian luar Sepatu
Kekuatan Bagian dalam Sepatu
Penanganan keluhan
Kemudahan untuk dibersihkan
Kemudahan akses pembelian
Estetika Sepatu
Harga sepatu

Kebutuhan
Pelanggan
4.1
3.84
3.81
3.74
3.89
3.64
4.05
3.98

Rata-Rata
Produk lain
New Era
3.45
3.15
3.30
3.25
3.50
3.47
3.17
3.30

Produk Lain
North Star
3.52
3.55
3.17
3.37
3.52
3.45
3.30
3.25

3.66

3.10

2.97

3.93

3.52

3.35

3.84

3.57

3.65

3.89
4.06
4.22
3.94
3.77
3.77
3.96
3.77
3.86
4.06

3.32
3.52
3.40
3.35
3.40
3.35
3.22
3.37
3.90
3.32

3.47
3.37
3.55
3.35
3.62
3.20
3.35
3.62
3.65
3.55

Setelah mengetahui tingkat kepentingan dari masing-masing kebutuhan


pelanggan

dan

masing-masing nilai

benchmarking

yang ada, langkah

selanjutnya kita perlu menguji apakah pernyataan pada kusioner tersebut


valid dan dapat dipercaya (reliable). Langkah pertama uji yang akan

KELOMPOK 1 ANALISIS DAN PERANCANGAN PERUSAHAAN

E
C
dilakukan adalah uji reliabilitasnya terlebih dahulu, dengan bantuan software
K
SPSS. Uji reliabilitas berguna untuk menetapkan apakah instrumen yang dalam
E
hal ini kuesioner dapat digunakan lebih dari satu kali, paling tidak oleh
responden yang sama akan menghasilkan data yang konsisten.
Dengan kata
T
lain, reliabilitas instrumen mencirikan tingkat konsistensi. Menurut Kaplan dan
S
Saccuzo (1993), besarnya koefisien reliabilitas yang harus dipenuhi oleh suatu

alat ukur adalah 0,70. Tabel 1.3 berikut merupakan hasil dari uji reliabilitas
yang telah dilakukan.
Tabel 1.3 Hasil uji reliabilitas

Dari tabel tersebut dapat dilihat bahwa nilai dari Cronbacs Alpha adalah
0.89, dapat disimpulkan bahwa semua pernyataan telah reliable, karena
nilainya lebih dari 0.7. Langkah berikutnya yaitu menguji validitas dari
pernyataan-pernyataan yang ada pada kusioner tersebut. Validitas adalah
tingkat keandalan dan kesahihan alat ukur yang digunakan. Intrumen
dikatakan valid berarti menunjukkan alat ukur yang dipergunakan untuk
mendapatkan data itu valid atau dapat digunakan untuk mengukur apa yang
seharusnya di ukur (Sugiyono, 2004:137). Dengan demikian, instrumen yang
valid merupakan instrumen yang benar-benar tepat untuk mengukur apa yang
hendak di ukur. Data dikatakan valid jika nilai hitung lebih besar dari nilai r
table dan jikan nilai Cronbachs Alpha if Item Deleted lebih kecil dari nilai
Cronbachs Alpha. Langkah-langkah untuk menguji validitas sama dengan
langkah-langkah untuk menguji reliabilitas, maka output yang dihasilkan
seperti yang ditampilkan pada Tabel 1.4 dibawah ini.

KELOMPOK 1 ANALISIS DAN PERANCANGAN PERUSAHAAN

E
C
K
E
T
S

Tabel 1.4 Hasil Uji Validitas

Untuk mengetahui pertanyaan-pertanyaan tersebut valid atau tidak,


digunakan

dengan

cara

membandingkan

nilai

Corrected

Item-Total

Correlation dengan nilai r tabel. Nilai r tabel pada tingkat signifikan 0.05
dengan jumlah data 21, maka didapat r tabel sebesar 0.433. Dapat diketahui
bahwa nilai P6, P9, P12 dan P17 Corrected Item-Total Correlation lebih kecil
dari nilai r tabel sehingga dapat disimpulkan pernyataan tersebut tidak valid.
Selain cara tersebut cara yang lain adalah dengan membandingkan Cronbachs
Alpha if Item Deleted dengan Cronbachs Alpha (0.89). Nilai suatu pernyataan
dikatakan valid jika nilai Cronbachs Alpha if Item Deleted lebih kecil dari
nilai Cronbachs Alpha. Dari output SPSS diatas dapat dilihat bahwa item P6,
memiliki nilai Cronbachs Alpha if Item Deleted lebih dari 0.784, maka item
tersebut dikatakan tidak valid. Kesimpulannya adalah data P6, P9, P12 dan
P17 adalah tidak valid. Tabel 1.5 berikut merupakan rekapan datanya.

10

KELOMPOK 1 ANALISIS DAN PERANCANGAN PERUSAHAAN

Tabel 1.5 Rekapan data uji validitas


No
Pernyataan
1
Kekuatan Jahitan sepatu
2
Ketahanan terhadap bau
3
Bobot sepatu
4
Gaya gesek Sol Sepat
5
Bagian dalam sepatu
6
Sirkulasi udara dalam sepatu
7
Kemudahan untuk kering setelah
dicuci
8
Kemudahan sepatu untuk
dilepas/pasang
9
Kemudahan tali sepatu untuk diatur

No
10
11
12
13
14
15
16
17

E
C
K
E
Pernyataan
T
Kekuatan perekat sepatu
Kenyamanan sepatu
S
Kekuatan Bagian luar Sepatu
Kekuatan Bagian dalam Sepatu
Kemudahan untuk dibersihkan
Kemudahan akses pembelian
Estetika Sepatu
Harga sepatu

RISET PEMASARAN II
Analisa Faktor Internal dan Eksternal
Produk EC kets merupakan produk sepatu yang dirancang secara inovatif
dengan penggabungan konsep sepatu kets dan sepatu slope. Unsur sepatu kets
pada EC kets adalah membuat sepatu ini terlihat formal, sedangkan unsur
sepatu slop pada EC kets membuat sepatu ini praktis digunakan. Sepatu ini
juga dirancang dengan sirkulasi udara yang baik, sehingga nyaman dalam
digunakan. Produk ini juga memiliki fitur yang menarik, yaitu pengguna dapat
menentukan model simpul sepatunya sendiri karena tali sepatu pada sepatu
ini hanya sebagai dekorasi, artinya apapun model simpul yang dibentuk tidak
akan menjadikan proses penggunaan sepatu menjadi sulit. EC kets didukung
dengan penggunakan mesin-mesin produksi pada proses produksi.
Perusahaan yang memproduksi sepatu EC kets merupakan produsen
pertama di pasaran yang memproduksi sepatu gabungan sepatu kets dan
sepatu slop. Konsep yang dimiliki oleh produk ini merupakan hasil dari
kebutuhan masyarakat yang belum terpenuhi, yaitu kebutuhan sepatu yang
formal tetapi praktis untuk digunakan. Beberapa pernyataan yang dapat
memperkuat kedudukan perusahaan di pasaran melalui minat masyarakat
akan sepatu buatan dalam negeri adalah konsumsi sepatu dalam negeri yang
diperkirakan akan naik 20 persen pertahun sejak tahun 2009 (Suprapto & Rini;
2015), Himbauan agar masyarakat terutama Pegawai Negeri Sipil (PNS)
menggunakan sepatu buatan lokal sesuai dengan yang dilontarkan Wakil
11

KELOMPOK 1 ANALISIS DAN PERANCANGAN PERUSAHAAN

E
C
Presiden Jusuf Kalla mendorong peningkatan omset penjualan produsen
K
sepatu lokal (Cahyono; 2009) dan Instruksi presiden Nomor 2 Tahun 2009
E
tentang Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri (P3DN). Instruksi
presiden tersebut berhasil mendorong masyarakat untukT
menggunakan produk
local (Gumelar; 2009). Beberapa kesempatan lain yang dimiliki produsen EC
S

kets adalah banyaknya situs-situs e-commerce gratis yang menyediakan


pelayanan pemasaran online.
Beberapa kendala yang dimiliki oleh EC kets dimulai dari melemahnya
nilai tukar rupiah ke dolar Amerika Serikat yang membuat omzet penjualan
industri sepatu hingga 25% (Prasetya; 2015). Beberapa kendala lain adalah
penurunan daya beli masyarakat yang menjadi salah satu pasar target, yaitu
masyarakat ekonomi menengah dan menengah kebawah karena gelombang
PHK (Anti; 2015). Daya beli masyarakat yang menurunpun juga diikuti dengan
kenaikan harga barang yang tidak sebanding dengan rata-rata upah minimum
karyawan pada daerah kabupaten dan kota (Anti; 2015). [IP23] Ancamanancaman yang dimiliki oleh berbagai industry sepatu juga berdampak pada EC
kets karena perusahaan produsen EC kets merupakan perusahaan pemula
dalam industry sepatu, baik dari sisi produksi maupun pemasaran.
Berikut ini merupakan sajian dari 4 kriteria pada analisa SWOT :
a.

Strengths
Model sepatu inovatif
Sepatu nyaman digunakan
Sepatu praktis digunakan
Simpul tali sepatu bisa bervariasi tanpa mengganggu kepraktisan

penggunaan
Fasilitas produksi dengan mesin-mesin produksi
b.
Weaknesses
Produsen EC kets merupakan industri pemula pada proses
produksi sepatu
Produsen EC kets adalah perusahaan pemula pada hal pemasaran
sepatu
c.
Opportunities
Produsen sepatu pertama di pasaran
Kenaikan konsumsi produk dalam negeri sebesar 20% pertahun
sejak tahun 2009
Himbauan wapres bagi masyarakat Indonesia terutama PNS untuk
menggunakan sepatu buatan dalam negeri.
12

KELOMPOK 1 ANALISIS DAN PERANCANGAN PERUSAHAAN

E
C
Instruksi presiden nomor 2 tahun 2009 tentang peningkatan
K
penggunaan produksi dalam negeri (P3DN).
E
Banyaknya situs e-commerce gratis
d.
Threats
T sebesar 25%
Omset penjualan industri-industri sepatu menurun
sejak melemahnya nilai tukar rupiah ke dolar Amerika
S Serikat
Daya beli masyarakat menengah kebawah menurun.
Peningkatan harga-harga barang bahan baku
Analisa Product Life Cycle
Dalam menganalisa persaingan suatu produk, perlu dilakukan analisis
mengenai siklus hidup produk (Product Life Cycle). Gambar 1.3 berikut ini
merupakan siklus hidup produk EC Kets.

Gambar 1.3 Siklus hidup produk EC Kets

Berdasarkan kurva siklus hidup di atas dapat dilihat perbandingan antara


produk EC Kets dengan produk sepatu kets lain yang memiliki tingkat
penjualan lebih tinggi dan lebih stabil dibandingkan produk sepatu kets
lainnya. Namun pada akhir fase (fase decline) diperkirakan jumlah penjualan
cenderung sama.

Kurva siklus hidup ini terdiri dari 4 fase yaitu fase

introduction, growth, maturity, dan decline.


Kemudian masuk ke tahap kedua yaitu tahap Growth atau tahap
pertumbuhan produk dalam pasar, dimana pasar mulai mengenal adanya
produk ini dengan baik. Fase ini merupakan fase puncak siklus hidup suatu
produk. Dalam fase ini perusahaan akan berusaha untuk memperluas
segmentasi pasar yang awalnya hanya pada lingkup jawa yaitu terutama jawa
timur maka akan diperluas hingga lingkup nasional. Selain itu untuk memenuhi
13

KELOMPOK 1 ANALISIS DAN PERANCANGAN PERUSAHAAN

E
C
penjualan yang ada maka akan ditingkatkan kemampuan jual seperti
K
peningkatan jumlah produksi, peningkatan pemasaran, peningkatan jumlah
E
penjual, dan sebagainya. Dapat diprediksi bahwa produk ini akan lebih
bertahan lama pada pasar dikarenakan konsumen telah T
mengakui keunggulan
EC Kets dibandingkan produk sepatu kets lainnya.
S

Selanjutnya fase maturity atau fase pendewasaan yaitu mulai adanya

penurunan ketertarikan pasar terhadap produk. Pasar mulai merasa jenuh


akan adanya produk ini. Dalam tahap ini perusahaan berusaha untuk
melakukan inovasi terutama dalam hal desain produk agar tetap menarik
perhatian konsumen serta berusaha meningkatkan kualitas produk. Selain itu
juga perusahaan akan tetap berusaha mencari segmen pasar yang belum
tersentuh sehingga dapat mempertahankan keberadaan produk ini.
Dan yang terakhir adalah fase decline yaitu semakin menurunnya
ketertarikan pasar terhadap produk karena adanya produk lain yang mungkin
lebih unggul masuk ke dalam pasar. Dalam tahap ini memungkinkan
perusahaan untuk menekan pemasaran atau bahkan menghentikan pemasaran
untuk tidak mengeluarkan biaya secara berlebih. Dalam tahap ini perusahaan
akan lebih fokus terhadap pasar yang memiliki potensi untuk membeli produk
EC Kets kami dan dengan kelebihan produk kami dibanding produk sepatu kets
lainnya, maka akan selalu dilakukan improvement sehingga akan menjaga
tingkat penjualan dari produk kami sehingga diharapkan tingkat penjualan
akan relatif stabil atau bahkan tetap meningkat.
Pasar Target
Setelah perusahaan mengidentifikasi peluang segmen pasar, selanjutnya
adalah mengevaluasi beragam segmen diatas untuk memutuskan segmen
mana yang menjadi target market. Dalam mengevaluasi segmen pasar
yang berbeda perusahaan harus melihat dua faktor yaitu daya tarik
pasar secara keseluruhan serta tujuan dan

resource

perusahaan (Kotler,

2003).
Berdasarkan perilaku pasar hasil riset pemasaran 1, serta analisis faktor
internal-eksternal dan analisis persaingan hasil riset pemasaran

2, pada

14

KELOMPOK 1 ANALISIS DAN PERANCANGAN PERUSAHAAN

E
C
tahap ini akan ditentukan pasar target untuk produk EC kets. Berikut
K
adalah daftar karakteristik pasar yang dipilih:
E

Geografi

Psikologi
Perkotaan
Formal
T
Kabupaten
Non formal

Demografi

Perilaku
S
Siswa SMA
Pengguna potensial
Mahasiswa

Pengguna tetap

Pemilihan target pasar tersebut juga didasari oleh analisis SWOT antara
lain banyaknya model yang tersedia akan mempermudah konsumen yang
berusia remaja untuk memilih sepatu yang cocok, tingginya minat konsumen
akan sepatu dengan harga terjangkau dan kualitas bagus.
Berdasarkan pendefinisian variabel dimana masing- masing variabel
memiliki 2 kriteria, maka didapatkan 16 cluster yang disajikan pada Tabel 1.6
berikut.
Tabel 1.6 Cluster
No
Geografi
1
Perkotaan
2
Perkotaan
3
Perkotaan
4
Perkotaan
5
Perkotaan
6
Perkotaan
7
Perkotaan
8
Perkotaan
9
Kabupaten
10
Kabupaten
11
Kabupaten
12
Kabupaten
13
Kabupaten
14
Kabupaten
15
Kabupaten
16
Kabupaten

Demografi
SMA
SMA
SMA
SMA
Mahasiswa
Mahasiswa
Mahasiswa
Mahasiswa
SMA
SMA
SMA
SMA
Mahasiswa
Mahasiswa
Mahasiswa
Mahasiswa

Psikologi
Formal
Formal
Non Formal
Non Formal
Formal
Formal
Non Formal
Non Formal
Formal
Formal
Non Formal
Non Formal
Formal
Formal
Non Formal
Non Formal

Perilaku
Potensial
Tetap
Potensial
Tetap
Potensial
Tetap
Potensial
Tetap
Potensial
Tetap
Potensial
Tetap
Potensial
Tetap
Potensial
Tetap

Dari 16 cluster yang telah didefinisikan dipilih cluster 3 dan cluster 7


karena berdasarkan geografi target pasar yang dipilih adalah perkotaan,
berdasarkan demografi target pasar yang dipilih adalah siswa SMA dan
mahasiswa, berdasarkan psikologi target pasar yang dipilih adalah non formal,
dan berdasarkan perilaku target pasar yang dipilih adalah pengguna potensial.
Pemilihan target pasar didasarkan banyaknya

siswa SMA serta mahasiswa

perkotaan yang ingin berpenampilan santai tetapi tetap sopan serta pengguna
15

KELOMPOK 1 ANALISIS DAN PERANCANGAN PERUSAHAAN

E
C
potensial. Siswa SMA dan mahasiswa di perkotaan memiliki daya beli yang
K
lebih kuat dibandingkan dengan wilayah kabupaten dan karena perusahaan
E
yang akan didirikan baru berada pada tingkat yang kecil, maka fokus perilaku
yang dijadikan terget adalah pelanggan potensial.
T
S
Rumusan Value
Tim desain akan mewujudkan value produk yang diinginkan pelanggan
melalui pengelompokan bedasarkan dimensi produk dari voice of customer
yang didapatkan melalui voice of customer. Rumusan value merupakan
referensi untuk merancang spesifikasi teknis pada house of quality. Berikut ini
merupakan beberapa pengelompokan dimensi kualitas produk yang dilakukan

Performance
Performance merupakan ukuran seberapa baik EC kets memenuhi
kebutuhan pengguna sebagai sepatu yang nyaman. Beberapa tuntutan
pelanggan akan Performance sepatu EC kets adalah kekuatan jahitan
sepatu, berat sepatu, ketahanan terhadap bau kaki, serta gaya gesek sol
sepatu.

Feature
Feature merupakan ukuran seberapa baik feature tambahan dari EC kets.
Beberapa tuntutan pelanggan akan feature meliputi fleksibitas ukuran
kaki

yang

bisa

diakomodasi,

sirkulasi

udara,

kenyamanan,

serta

kemudahan pemakaian.

Reliability
Reliability menyangkut keandalan produk EC kets. Beberapa tuntutan
pelanggan akan reliability meliputi warna sepatu yang tidak mudah luntur
serta kekuatan perekat.

16

KELOMPOK 1 ANALISIS DAN PERANCANGAN PERUSAHAAN

E
C
K

Conformance
Conformance menyangkut kesesuaian spesifikasi produk EC kets dengan
E
keinginan customer. Conformance meliputi kenyamanan sepatu saat
T
digunakan.

Durability
S
Durability menyangkut daya tahan sepatu EC kets. Durability meliputi
daya tahan sepatu terhadap lingkungan luar serta bagian dalam sepatu
yang awet.

Servicability
Servicability menyangkut kemudahan pengoperasian serta kemudahan
mendapatkan sepatu EC kets. Servicability meliputi kemudahan dalam hal
membersihkan sepatu, adanya gerai khusus penjualan, serta adanya
counter khusus untuk penanganan keluhan.

Estetika
Estetika menyangkut daya tarik serta keindahan dalam sepatu EC kets.
Estetika meliputi banyaknya model sepatu yang tersedia sehingga
customer dapat menyesuaikan keinginannya.

Percieved Quality
Perceived Quality menyangkut citra dan reputasi produk EC kets dimata
customer. Perceived Quality meliputi harga yang ditawarkan sepatu EC
kets yang terjangkau.
VISI DAN MISI PERUSAHAAN
Berikut adalah visi dan misi dari EC Company.
Visi

Menjadi perusahaan industri sepatu yang senantiasa mampu bersaing dan


tumbuh

berkembang,

mampu

memberikan

kontribusi

nyata

bagi

masyarakat dan negara, dan membangun citra terkemuka melalui produk


berkualitas dengan senantiasa mengutamakan kepuasan konsumen.

Misi
Menciptakan produk sepatu yang unggul dan memberikan
kenyamanan pelanggan melalui produk yang berkualitas
Menciptakan produk kompetitif yang selalu mengikuti
perkembangan pasar
Memberikan harga yang terjangkau bagi masyarakat.
Struktur Organisasi
17

KELOMPOK 1 ANALISIS DAN PERANCANGAN PERUSAHAAN

E
C
Gambar 1.4 dibawah ini merupakan struktur organisasi dari EC Company.
K
E
T
S
Gambar 1.4 Struktur organisasi

Pembagian tugas berikut merupakan pembagian tugas yang ideal dan


sesuai dengan struktur organisasi yang telah dibuat.
Tabel 1.7 Pembagian Tugas Struktur Organisasi
Posisi
Excecutive

Koordinator Finance &


Administration
Koordinator HRD

Koordinator
Warehousing

Koordinator Production
Division

Koordinator RND and


marketing

Tugas
Memimpin dan mengarahkan dengan menjadi agen perubahan dalam
implementasi, pengandalian dan auditing lean system dan mengajukan
pembangunan berkelanjutan (Kaizen) dalam produksi. Berkewajiban juga
dalam memastikan pengembangan moral dan attitude kerja karyawan.
Memastikan keakuratan input data dan laporan keuangan dan kelengkapan
dokumen dan data untuk setiap laporan keuangan beserta kerapihan arsip
dokumen keuangan.
a. Bertanggung jawab mengelola dan mengembangkan sumber daya
manusia dan organisasi
b. Membuat sistem HR yang efektif dan efisien, seperti membuat SOP, job
description, training and development system
c. Bertanggung jawab dalam perekrutan dan pemberhentian karyawan
d. Melakukan kegiatan pembinaan, pelatihan dan kegiatan-kegiatan yang
berhubungan dengan pengembangan kemampuan, potensi, mental,
keterampilan dan pengetahuan karyawan yang sesuai dengan standar
perusahaan
e. Bertangggung jawab pada hal yang berhubungan dengan absensi
karyawan, perhitungan gaji, bonus, tunjangan dan kontrak kerja.
f. Melakukan tindakan disipliner pada karyawan yang melanggar
peraturan atau kebijakan perusahaan.
a. Menganangai pengendalian persediaan dan pengaturan persediaan
pada pergudangan
b. Memastikan barang yang diterima/pengecekan dan penataan barang
c. Memastikan pengiriman bahan baku dengan baik dan benar kepada
bagian produksi
d. Memastikan pengiriman produk jadi dengan baik dan benar ke
distributor
Memberikan informasi mengenai data stok barang/inventory
a. Melakukan perencanaan produksi dan menjalankan kegiatan produksi
sesuai dengan jumlah output yang telah direncanakan.
b. Memastikan bahwa waktu pelaksanaan kegiatan produksi sesuai dengan
standar yang telah ditentukan
Mengirimkan produk jadi ke bagian gudang
a. Menjalankan kegiatan pemasaran berdasarkan perilaku pasar dan
situasi persaingan di pasar target melalui proporsisi nilai serta visi dan
misi organisasi
Melakukan pengembangan produk yang inovatif dan berkualitas baik secara
fungsional maupun estetika

Tabel 1.7 Pembagian Tugas Struktur Organisasi (lanjutan)


Posisi
Koordinator
Maintenance

a.
b.

Tugas
Melakukan penanganan permasalahan pada mesin-mesin produksi dan
menjamin availability dari fasilitas-fasilitas produksi
Menjamin kebersihan dan kerapian fasilitas produksi.

18

KELOMPOK 1 ANALISIS DAN PERANCANGAN PERUSAHAAN

E
C
K
PERANCANGAN DAN PENGEMBANGAN PRODUK
House of Quality
E
House of Quality (HOQ) atau biasa disebut dengan rumah kualitas
T
merupakan matrix yang digunakan untuk mengkonversikan suara konsumen
S
secara langsung terhadap karakteristik teknis atau spesifikasi
produk yang
akan dibuat (Eurika dan Ryan, 1994). Did alam HOQ terdapat room yang
memiliki fungsi-fungsi tertentu untuk menentukan karakteristik sebuah produk
yang sesuai dengan keinginan konsumen. Berikut merupakan analisa dari tiaptiap room yang ada.

Analisa Room 1

Di dalam room satu terdapat Voice Of Customer (VOC) atau keinginankeinginan konsumen terhadap produk sepatu kets. Berikut merupakan isi
dari VOC yang sudah di uji validitas dan uji reabilitas.
Tabel 1.8 Voice of Customer
No
Pernyataan
1
Kekuatan Jahitan sepatu
2
Ketahanan terhadap bau
3
Bobot sepatu
4
Gaya gesek Sol Sepat
5
Bagian dalam sepatu
6
Sirkulasi udara dalam sepatu
7
Kemudahan untuk kering setelah dicuci
8
Kemudahan sepatu untuk dilepas/pasang
9
Kemudahan tali sepatu untuk diatur

No
10
11
12
13
14
15
16
17

Pernyataan
Kekuatan perekat sepatu
Kenyamanan sepatu
Kekuatan Bagian luar Sepatu
Kekuatan Bagian dalam Sepatu
Kemudahan untuk dibersihkan
Kemudahan akses pembelian
Estetika Sepatu
Harga sepatu

Analisa Room 2, 3, 6

Setelah mengetahui VOC dari room 1, langkah selanjutnya adalah


menganalisisnya pada ruang selanjutnya. Pada room 2, merupakan
karakteristik teknik dari room 1. Pada room 6 merupakan matrix
hubungan dari karakteristik teknik yang ditunjukan dengan simbol +
artinya dapat saling mendukung dan - tidak dapat mendukung. Pada room
3 menunjukan hubungan matrix dari VOC yang ada yang ditujukan dengan
angka 1=berhubungan lemah 3=berhubungan sedang 9=berhubungan kuat.
Pada Gambar 1.5 berikut ini merupakan penyajian room 2, 3 dan 6.

19

KELOMPOK 1 ANALISIS DAN PERANCANGAN PERUSAHAAN

E
C
K
E
T
S

Gambar 1.5 Analisa room 2,3,dan 6

Analisa Room 4 dan 5

Pada room 4 dan 5 merupakan analisa benchmarking dan technical


benchmarking. Benchmarking merupakan alat bantu yang digunakan untuk
mengetahui kualitas dari suatu produk yang dimiliki oleh perusahaan lain
yang

dapat

dijadikan

acuan

atau

standar.

Sedangkan

technical

benchmarking merupakan perbandingan antara hasil produk dengan


pesaing. Berikut merupakan analisa dari room 4.

20

KELOMPOK 1 ANALISIS DAN PERANCANGAN PERUSAHAAN

Tabel 1.9 Analisa Room 4


No VOC
New Era
1
3.45
2
3.15
3
3.3
4
3.25
5
3.5
7
3.17
8
3.3
9
3.52
10
3.57
11
3.52
13
3.4
14
3.35
15
3.4
17
3.22
18
3.37
19
3.9
20
3.32

North Star
3.52
3.55
3.17
3.37
3.52
3.3
3.25
3.35
3.65
3.37
3.55
3.35
3.62
3.35
3.62
3.65
3.55

E
C
K
E
T
S

Pada tabel tersebut merupakan room 4 yang menunjukan masing-masing


nilai bennchmarking untuk setiap pesaing dari VOC yang ada. Pada room 5
menunjukan nilai technical benchmarking yaitu kriteria-kriteria spesifikasi
pada room 2 yang telah dijelaskan sebelumnya dari masing-masing
kompetitor. Berikut merupakan kriteria-kriteria dari masing-masing technical
benchmarking yang disimbolkan dengan menggunakan perbandingan skala 1-5,
dengan keterangan semakin baik dari 1 sampai 5.
Tabel 1.10 Technical Benchmerking
Technical
S1
S2
S3
benchmark
New Era
4
3
3
North Star
5
5
4
EC kets
4
5
3

S4

S5

S6

S7

S8

S9

S10

S11

3
3
3

3
4
3

4
4
5

3
2
3

4
4
4

4
4
4

4
4
4

4
3
4

Analisa Room 7 dan 8

Pada room 7 merupakan nilai kepentingan setiap spesifikasi teknis pada


room 2 yang berasal dari jumlah nilai yang didapatkan dari hasil kuisioner.
Berikut merupakan analisa dari room 7.

21

KELOMPOK 1 ANALISIS DAN PERANCANGAN PERUSAHAAN

E
C
K
S8
E
36.5
T
4.4%
S

Tabel 1.11 Analisa Room 7


Spesifikas
i
Absolute
Importanc
e
Percent
Importanc
e
Rank

S1

S2

S3

S4

S5

S6

S7

80.3

152.1

87.07

85.1

121.3

130.3

46.7

9.6 %

18.1
%

10.4%

10.1
%

14.4%

15.5%

5.6%

S9

S10

S11

33.9

33.9

36.5

4.1%

4.1%

4.4%

10

10

Dari data di atas, berikut ini adalah salah satu contoh perhitungan untuk
absolute importance dan percent importance untuk kolom 1:
Absolute importance = (nilai dari masing-masing kolom pada room 3 x nilai
ekspektasi dari masing-masing kolom)
Percent importance = (hasil absolute importance : rata-rata hasil absolute
importance) x 100%
Berdasarkan

hasil

perhitungan

dari

percent

importance,

dapat

disimpulkan bahwa tingkat presentasi terbesar berada pada spesifikasi dua


yaitu kelembaban bagian dalam dengan nilai 18.1 %, dan presentasi terkecil
terdapat pada spesifikasi sembilan dan sepuluh yaitu cara pembelian dan
range harga sepatu dengan nilai 4.1%.
Room 8 merupakan target yang diambil dari masing-masing spesifikasi
yang telah ditentukan pada room 2.
Tabel 1.12 Analisa Room 8
Spesifikasi
S1
S2
Target
4
5
4
lilita
4
Target Asli
n/
lubang
Cm

S3
3

S4
3

S5
3

0.40.6

0.65
Nm

40%
50%

S6
5

S7
3

30%

8096

S8
4
0.9

S9
4
Terdapat
agen
resmi di
tiap kota

S10
4

S11
4

Offlin
e dan
Online

100200

Dari Room 8 di atas dapat diketahui bahwa terdapat tiga atribut


spesifikasi yang diunggulkan. Ketiga atribut tersebut adalah EC kets tahan
terhadap kelembaban pada bagian dalam, Lubang sepatu pada EC kets
fleksibel pada saat akan digunakan, EC Kets memiliki daya resap yang rendah.

22

KELOMPOK 1 ANALISIS DAN PERANCANGAN PERUSAHAAN

E
C
FAST Diagram
K
FAST merupakan suatu diagram teknik yang memperlihatkan secara grafik
E
fungsi-fungsi dari sebuah item, sistem atau prosedur. untuk Fast Diagram
Produk EC dapat dilihat pada gambar 1.6.
T
S

Gambar 1.6 Fast diagram

Morphology Chart
Berdasarkan FAST diagram sepatu kets terbagi menjadi tiga persamaan
karakteristik, Tabel 1.13 berikut ini merupakan morphology chart pada produk
sepatu EC kets.

23

KELOMPOK 1 ANALISIS DAN PERANCANGAN PERUSAHAAN

Tabel 1.13 Morphology Chart


Bagian
Alt 1

Model
Bagian luar
Sepatu
(fixed)

Alt 2

Alt 3

Model polos,
tanpa pori
tanpa tali

Model
dengan
corak, tanpa
pori, dengan
tali

Model tanpa
corak,
dengan pori,
dengan tali

Model Sol
masuk

Model Sol
tengah
samping
timbul

Model Sol
tengah
timbul

Model Velcro
belakang

Model Velcro
dan elastis
samping

Model elastis
samping

Model
Bagian
dalam
sepatu

Model
Bagian luar
sepatu
(adjustable
)

E
C
K
Alt 4
E
T
S

Alt 5

Model elastis
depan

Model velcro
depan

24

KELOMPOK 1 ANALISIS DAN PERANCANGAN PERUSAHAAN

E
C
Pada Tabel 1.14 berikut ini dijelaskan alternatif-alternatif konsep dari
K
tabel kombinasi untuk produk sepatu.
E
Tabel 1.14 Alternatif Konsep Produk Sepatu
Model Bagian
Model Bagian
Model Bagian
T
Konsep
luar Sepatu
luar sepatu
Gambar
dalam sepatu
(fixed)
(adjustable)
S
alt. 1
alt.1
alt.4
A

Konsep ini merupakan konsep sepatu ket yang


dirancang polos tanpa pori dengan model tanpa tali.
Bagian dalam pada sepatu ini merupakan bentuk sol
masuk. Bagian yang digunakan untuk mempermudah
penggunaan sepatu adalah bagian elastis pada bagian
depan.
alt.2

alt.1

alt.1

alt.3

Konsep ini merupakan konsep sepatu dengan sedikit


corak tanpa pori. Bagian dalam sepatu ini merupakan
sol masuk. Sepatu ini memiliki tali sepatu dan bagian
elastis pada bagian samping sebagai fitur untuk
mempermudah penggunaan sepatu
alt.3

alt.3

Konsep ini adalah konsep sepatu ket yang dirancang


tanpa corak dengan pori. Bagian dalam sepatu ini
adalah sol yang timbul pada bagian samping. Konsep
ini memiliki tali sepatu dan velcro pada bagian
belakang sebagai fitur untuk mempermudah
penggunaan sepatu.
alt.2

alt.2

Konsep ini merupakan konsep sepatu ket yang


dirancang dengan sedikit corak tanpa pori. Bagian
dalam pada sepatu ini sol yang timbul pada bagian
tengah. Untuk mempermudah penggunaan sepatu,
konsep ini menggunakan fitur tali sepatu, bagian
elastis dan velcro pada bagian samping.
alt.3

alt.3

alt.2

alt.5

Konsep ini merupakan konsep sepatu dengan


tampilan fisik tanpa corak dengan pori. Sepatu ini
memiliki bentuk bagian dalam berupa sol sepatu yang
timbul pada bagian samping. Konsep ini memiliki tali
sepatu dan velcro pada bagian depan.

25

KELOMPOK 1 ANALISIS DAN PERANCANGAN PERUSAHAAN

E
C
Concept Selection
K
Concept selection dari pembuatan produk EC Kets dijelaskan pada Tabel 1.15
berikut ini.
E
Tabel 1.15 Concept Selection
T
Konsep C
Konsep B
Konsep D
Konsep E
Konsep A
(Ref.)
S
Kriteria

Sirkulasi
bagian
dalam
Kemampuan
longgar
Gaya gesek
sol
Ukuran
ergonomis
Estetika
Pluses
Sames
Minuses
Net
Rank
Continue?

2
1
2
0
3
N

0
2
3
-3
4
N

+
3
1
1
2
1
Y

1
1
2
-1
2
Y

Berdasarkan analisis concept selection menggunakan pugh matrix, konsep


yang terpilih merupakan konsep D dan E yang diberikan sedikit modifikasi.
Kedua konsep ini dipilih karena akan digabung. Penggabungan kedua konsep
tersebut digunakan untuk memaksimalkan nilai-nilai yang dihasilkan dari HOQ
sebelumnya yang digunakan untuk pembanding, dimana konsep D memiliki
keunggulan dalam kemampuan longgar, ukuran ergonomis dan estetika,
sedangkan konsep E memiliki keunggulan pada sirkulasi bagian dalam sepatu
karena adanya pori. Pada Gambar 1.7 berikut ini merupakan konsep dari
produk yang terpilih.

26

KELOMPOK 1 ANALISIS DAN PERANCANGAN PERUSAHAAN

E
C
K
E
T
S
Gambar 1.7 Konsep produk terpilih

ANALISA TEKNOLOGI PROSES


BOM Tree
Untuk mengetahui bagian-bagian dari produk tersebut akan dijabarkan
melalui bom tree. Bom tree dapat didefinisikan sebagai suatu rangkaian
struktur semua komponen yang digunakan untuk memproduksi barang jadi,
atau dengan kata lain merupakan daftar dari bahan material atau komponen
yang dibutuhkan untuk dirakit atau membuat produk akhir. Pada Gambar 1.8
berikut ini merupakan sajian dari BOM Tree pada produk sepatu EC Kets

Gambar 1.8 BOM Tree sepatu EC kets

Bedasarkan Bom Tree yang telah dirancang, Tabel 1.16 berikut ini
merupakan keterangan pada penamaan kode-kode komponen sepatu.
Tabel 1.16 Penamaan Kode-Kode Komponen Sepatu
No
Kode
Keterangan
Bagian dalam sepatu yang diinjak oleh kaki dan berada
1
Insole
diatas sol
Bagian bawah sepatu yang bersentuhan langsung dengan
2
Sol
tanah
3
Label
Merupakan keterangan yang ada pada bagian bawah lidah

Level
5
5
5

27

KELOMPOK 1 ANALISIS DAN PERANCANGAN PERUSAHAAN

4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19

Tali
Sepatu
PD-L
PD-D
PTG-L
PTG-D
PL-L
PL-D
PSL-L
PSL-D
PSD-L
PSD-D
PB-L
PB-D
PKL
PKD
PD
PTG
PL
PSL
PSD
PB
BD
BB
BSB
Upper
Sepatu EC
Kets

E
C
sepatu
K
Potongan Depan Luar Sepatu E
Potongan Depan Dalam Sepatu
Potongan Tengah Luar Sepatu T
Potongan Tengah Dalam Sepatu
Potongan Lidah Luar Sepatu S
Potongan Lidah Dalam Sepatu

Potongan Samping Luar Luar Sepatu


Potongan Samping Luar Dalam Sepatu
Potongan Samping Dalam Luar Sepatu
Potongan Samping Dalam Dalam Sepatu
Potongan Belakang Luar Sepatu
Potongan Belakang Dalam Sepatu
Potongan Karet Luar
Potongan Karet Dalam
Potongan Depan
Potongan Tengah
Potongan Lidah
Potongan Samping Luar
Potongan Samping Dalam
Potongan Belakang
Bagian Depan
Bagian Belakang
Bagian Samping dan Belakang
Bagian upper / atas sepatu.

5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
4
4
4
4
4
3
3
3
2
1

Bagian ini merupakan komponen sepatu lengkap.

Bedasarkan BOM Tree yang telah dirancang, BOM Tree tersebut disusun
untuk mewakili satu pasang sepatu. Pada bagian upper sepatu, jenis pola
untuk kain dan kulit sama, namun untuk membedakan antara bagian kanan
dan kiri sepatu perbedaan akan terlihat pada proses penjahitan. Pada saat
operator menjahit bagian upper sepatu bagian kiri, sudut yang dibentuk akan
lebih mengarah ke arah kanan, begitupun sebaliknya. Berikut ini informasi
dari komponen-komponen dasar penyusun sepatu. Komponen-komponen dasar
merupakan komponen yang terdidentifikasi pada level ke-7 pada BOM Tree :
Tabel 1.17 Komponen-Komponen Dasar Penyusun Sepatu
No

Kode

Insole

Sol

Label

Tali
Sepatu

Keterangan
Bagian dalam sepatu yang diinjak oleh
kaki dan berada diatas sol
Bagian bawah sepatu yang bersentuhan
langsung dengan tanah
Merupakan keterangan yang ada pada
bagian bawah lidah sepatu
-

Material

Jumlah/
pasang
2
2
2
2

28

KELOMPOK 1 ANALISIS DAN PERANCANGAN PERUSAHAAN

5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18

PD-L
PD-D
PTG-L
PTG-D
PL-L
PL-D
PSL-L
PSL-D
PSD-L
PSD-D
PB-L
PB-D
PKL
PKD

Potongan Depan Luar Sepatu


Potongan Depan Dalam Sepatu
Potongan Tengah Luar Sepatu
Potongan Tengah Dalam Sepatu
Potongan Lidah Luar Sepatu
Potongan Lidah Dalam Sepatu
Potongan Samping Luar Luar Sepatu
Potongan Samping Luar Dalam Sepatu
Potongan Samping Dalam Luar Sepatu
Potongan Samping Dalam Dalam Sepatu
Potongan Belakang Luar Sepatu
Potongan Belakang Dalam Sepatu
Potongan Karet Luar
Potongan Karet Dalam

E
C
Kulit Buatan
K
Kain
Kulit Buatan
E Kain
Kulit Buatan
T Kain
Kulit Buatan
S Kain
Kulit Buatan
Kain
Kulit Buatan
Kain
Elastis
Elastis

2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2

Berdasarkan keterangan penamaan yang telah diberikan, Gambar 1.9


berikut ini merupakan sajian gambar untuk komponen-komponen dasar
penyusun sepatu EC kets:

Gambar 1.9 Komponen-komponen dasar penyusun sepatu

Bedasarkan gambar untuk komponen-komponen dasar penyusun sepatu EC


kets, Gambar 1.10 berikut ini merupakan sajian gambar untuk rangkaian dari
komponen-komponen dasar penyusun sepatu EC kets :

29

KELOMPOK 1 ANALISIS DAN PERANCANGAN PERUSAHAAN

E
C
K
E
T
S

Gambar 1.10 Rangkaian dari komponen-komponen dasar penyusun sepatu EC kets

Peralatan, mesin dan bahan


Peralatan dan bahan baku yang digunakan pada proses pembuatan sepatu
EC kets disajikan pada Tabel 1.18.
Tabel 1.18 Bahan Dan Peralatan pada Proses Pembuatan Sepatu EC Kets
No
Gambar
Nama
Keterangan
Material
yang
digunakan
untuk
membuat komponen sepatu pada
bagian permukaan, baik pada sisi luar
1
Kulit buatan
maupun dalam karena bentuk contour
dan arah serat kulit antara bagian atas
dan bawah sama.
Material
yang
digunakan
untuk
membuat komponen sepatu pada
bagian dalam, baik pada sisi luar
2
Kain
maupun sisi dalam karena bentuk
contour dan arah serat kain antara
bagian atas dan bawah sama.
Material yang digunakan untuk
3
Elastic
membuat komponen karet luar dan
dalam.
Tabel 1.18 Bahan Dan Peralatan pada Proses Pembuatan Sepatu EC Kets (lanjutan)
No
Gambar
Nama
Keterangan

Cutter

Alat yang digunakan untuk mencabut


lebihan jahitan ketika proses inspeksi.

30

KELOMPOK 1 ANALISIS DAN PERANCANGAN PERUSAHAAN

E
C
K
Alat yang digunakan untuk memotong
lebihan kulit atau
E kain pada proses
pengecekan/inspeksi.
T
S untuk memperkuat
Alat yang digunakan

Gunting

Lem

Spidol

Untuk memberi tanda pada bagian yang


akan dijahit.

Cutting Dies

Alat yang membentuk pola komponen


yang akan dipotong. Alat ini digunakan
pada mesin swing arm dan travelling
head.

Benang Sol

Untuk menyatukan bagian upper dan


lower pada proses penjahitan dengan
mesin Stiching

10

Benang nilon upper

11

Sol sepatu

Bagian yang akan disatukan pada upper


menggunakan benang sol pada mesin
stiching.

12

Insepatu Sepatu

Bagian yang dimasukan ke dalam sepatu


hasil stiching.

rekatan komponen kulit dengan kain,


terutama pada bagian yang akan
terkena jahitan.

Untuk menyatukan komponenkomponen dengan mesin NPB

Mesin-mesin dan peralatan material handling disajikan pada Tabel 1.19


Tabel 1.19 Bahan Baku pada Pembuatan Sepatu EC Kets

31

KELOMPOK 1 ANALISIS DAN PERANCANGAN PERUSAHAAN

N
o

Gambar

Nama

Dimensi (p x l)

E
C
Keterangan
K
E
Mesin yang digunakan untuk
melakukan pemotongan komponen
T
kulit
S

Mesin
Swing
Arm

Mesin
Punch
eyelet

41 cm x 35 cm

Untuk membentuk lubang tali


sepatu dan lubang sirkulasi udara
pada komponen sepatu yang
diproduksi

Mesin
jahit NPB

38 cm x 15,3
cm

Mesin yang digunakan untuk


menjahit dan menyatukan satu
komponen dengan komponen lain.

Mesin
Stiching

42 cm x 22 cm

Untuk menyatukan sepatu bagian


atas dengan sol karet bagian bawah

Meja

100 cm x 100
cm

Untuk meletakan beberapa mesin


kecil seperti mesin jahit NPB, mesin
stamping meja dan mesin punch
eyelet

100 cm x 100
cm

Kursi

65 cm x 55 cm

Untuk operator yang


mengoperasikan mesin jahit NPB,
mesin stamping meja dan mesin
punch eyelet agar bisa duduk.

Keranjang

25 cm x 50 cm

Untuk memindahkan komponen


sepatu yang telah diproses dari 1
workstation ke workstation lainnya.

Trolley

150 cm x 60 cm

Untuk memindahkan produk sepatu


yang sudah jadi dari lini produksi ke
gudang produk jadi

Lemari

400 cm x 100
cm

Untuk meletakan produk sepatu


yang sudah jadi dan bahan baku
untuk diolah menjadi sepatu.

32

KELOMPOK 1 ANALISIS DAN PERANCANGAN PERUSAHAAN

E
C
K
Interlocking
E komponen pada
Interlocking merupakan kegiatan untuk memposisikan
lembaran kulit dan/atau kain sebaik mungkin agar bagian-bagian
bahan baku
T
yang terbuang bisa ditekan. Jumlah komponen-komponen yang dihasilkan
S
pada lembaran bahan baku per satuan luas tertentu dapat diketahui melalui

kegiatan interlocking yang dilakukan. Gambaran dari interlocking pada


komponen-komponen produk disajikan pada Tabel 1.20.
Tabel 1.20 Tabel Interlocking

No

Komp

Gambar Interlocking

Jumlah potong/ m2

PD-L
1

38
PD-D

PTG-L
2

56
PTG-D

PL-L
3

32
PL-D

PSL-L
4

24
PSL-D

PSD-L
5

24
PSD-D

33

KELOMPOK 1 ANALISIS DAN PERANCANGAN PERUSAHAAN

E
C
K
E
T
S

PB-L
6
PB-D

26

OPC (Operation Process Chart)


OPC (Operation Process Chart) pada proses produksi pembuatan produk EC
Kets disajikan pada Lampiran 2.
Core Competency
Dalam menentukan core competency ada dua aktivitas penting yang
mendasarinya yaitu aktivitas kunci (Key Activity) dan sumber daya kunci (Key
resources). Core competency merupkan cerminan dari visi misi suatu
organisasi. Aktivitas kunci meliputi production, problem solving, platform dan
network. Sedangkan sumber daya kunci meliputi physical, asset, intellectual
property, human dan financial.
Berikut ada Key Activity dari core competency:

Produksi

Aktivitas produksi dalam pembuatan EC kets meliputi pemotongan bahan


baku sepatu yaitu kulit dan kain sampai proses pengeleman sol sepatu
dengan menggunakan mesin swing untuk memotong bahan baku, mesin
jahit NPB, dan mesin untuk membuat lubang sepatu. EC kets dirancang
untuk

memberikan

kenyamanan

bagi

penggunannya

dengan

mengedapankan desain sepatu yang mudah saat akan dipakai dan tidak
mudah menyebaban bau kaki.

Problem Solving

Dalam melakukan memecahkan masalah yang ada yang terjadi di


perusahaan, telah terdapat SOP yang dijadikan dasar untuk memecahkan
masalah yang ada dan dijalankan sesuai dengan alur yang ada di SOP

Platform

34

KELOMPOK 1 ANALISIS DAN PERANCANGAN PERUSAHAAN

E
C
Rangkaian sistem produksi yang ada di EC Company adalah
K
menggabungkan dari hasil masing-masing stasiun kerja sampai menjadi
E
produk jadi.

Network
T
Jaringan yang dimiliki oleh EC Company memiliki beberapa supplier yaitu
S
PT. Kulit Indonesia sebagai supplier kulit sintetis, PT. Indonesian Drill
untuk memasok kain, elastis dan UKM Mitra yang memasok tali sepatu
khusus untuk EC company. Dalam hal pemasaran, untuk tahap awal EC
company akan bekerja sama dengan toko-toko khusus distributor sepatu
yang ada di setiap daerah untuk memasok sepatu yang ada dan akan
menawarkan kepada masyarakat untuk menjadi agen resmi dari EC Kets.
Berikut adalah key resources dari core competencies:

Physical Asset

Aset fisik yang dimiliki oleh perusahaan kami adalah pabrik lantai produksi
utama, kanttor dan gudang. Pabrik lantai produksi digunakan untuk
memproduksi EC Kets dari awal sampe akhir, kantor digunakan untuk
melakukan hal-hal yang berkaitan dengan proses administratif, pemasaran
dan lain sebagainya. Gudang digunakan untuk menyimpan sementara
bahan baku dan produk jadi.

Intellectual Properties

Kekayaan intelektual yang perusahaan kami punya adalah produk utama


kami yaitu EC kets. Produk utama kami yaitu EC Kets telah melalui tahap
pengembangan dan perancangan produk yang dilakukan oleh tim ahli dan
dilakukan sedetail mungkin untuk memenuhi kebutuhan pelanggan
terhadap sepatu. Selain itu merk dagang dan logo perusahaan merupakan
salah satu kekayaan intelektual yang kami miliki.

Human

Karyawan yang kami miliki merupakan karyawan yang memiliki keahlian


khusus pada bidang persepatuan yang telah mengikuti proses seleksi
sampai terpilih 50 orang untuk menjalankan aktivitas yang ada di
perusahaan. Selain itu kami memberikan bonus dan penghargaan untuk
karyawan teladan di setiap bulannya agar karyawan terpacu untuk
memberikan kontribusi semaksimal mungkin untuk perusahaan.
35

KELOMPOK 1 ANALISIS DAN PERANCANGAN PERUSAHAAN

E
C

Financial
K
Finansial utama yang kami dapatkan, berasal dari pemegang saham dan
E
pinjaman bank. Pada saat akan mendirikan perusahaan, kami
mempresentasikan perusahaan kami di depan para T
pemegang saham dan
bank untuk meyakinkan bahwa EC Company merupakan perusahaan yang
S
layak dan menguntungkan.

RISET PEMASARAN III


Riset pemasaran 3 dilakukan untuk lebih menggali lagi informasi
mengenai potensi pasar, perilaku pasar dan daya beli pasar dari pasar target.
Untuk mengetahui hal tersebut, maka dilakukan penyebaran kuesioner
kembali sebanyak 30 buah kepada pasar target. berikut adalah rancangan
kuesioner riset pemasaran 3.
SURVEI PENGUJIAN KONSEP KEBUTUHAN PELANGGAN TERHADAP EC KETS
IDENTITAS RESPONDEN:
Nama

Jenis Kelamin

Usia

Pekerjaan

Pada saat ini kami sedang mengadakan penelitian tentang identifikasi


kebutuhan pelanggan terhadap produk yang kami buat yaitu EC Kets. EC kets
dirancang berbeda dengan sepatu yang sudah ada yaitu mudah saat akan
dipakai dan dilepas, tahan terhadap bau kaki dan tali sepatu dapat dapat
dibuat berbagai macam model tanpa mengurangi kenyamanan pemakai. Kami
sangat menghargai kejujuran anda pada saat mengisi kuisioner ini.
1.

Apakah anda sering menggunakan sepatu jenis kets?


a. Ya
b. Tidak
c. Jika tidak, apa yang anda sering gunakan
.
36

KELOMPOK 1 ANALISIS DAN PERANCANGAN PERUSAHAAN

2.

3.

E
C
Apakah yang anda inginkan terhadap sepatu anda
K
a. Berpori-pori
E
b. Tidak berpori-pori
Menurut anda manakah jenis cara memakai atau T
melepas sepatu yang
anda sukai
S
a. Menggunakan karet
b. Menggunakan tali
c. Menggunakan karet dan tali

Berikut merupakan gambaran umum produk kami

EC kets dirancang berbeda dengan sepatu yang sudah ada yaitu mudah saat
akan dipakai dan dilepas, tahan terhadap bau kaki karena terdapat pori-pori
pada bagian samping sepatu dan tali sepatu dapat

dapat dibuat berbagai

macam model tanpa mengurangi kenyamanan pemakai karena terdapat karet


yang dapat digunakan untuk memudahkan memakai dan melepas sepatu.
4. Jika produk ini seharga 100.000 200.000 dan tersedia di took-toko sepatu
di setiap daerah kabupaten atau kota, bagaimana peluang anda untuk
emembeli produk ini satu tahun mendatang?
a.
b.
c.
d.
e.
5.

Saya pasti tidak akan membeli


Saya mungkin tidak akan membeli
Saya mungkin atau tidak membeli
Saya mungkin membeli
Saya pasti akan membeli

Menurut anda, bagaimanakah produk kami? Apa yang harus diperbaiki?

Terimakasih atas partisipasi saudara.

37

KELOMPOK 1 ANALISIS DAN PERANCANGAN PERUSAHAAN

E
C
Malang,
K
E
T
S

November 2015

38

KELOMPOK 1 ANALISIS DAN PERANCANGAN PERUSAHAAN

E
C
Hasil dari rekapan kuisioner riset pemasaran 3 disajikan pada Tabel 1.21.
K
Tabel 1.21 Rekapan Kuisioner Riset Pemasaran 3
E
Pertanyaan
Responden
1
2
3
4
5
T
1
A
A
A
E
Inovatif
2
A
A
C
E
Cukup S
baik
3
A
A
A
E
Kalau bisa karetnya dapat dikencangkan
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30

A
A
A
A
A
A
A
A
A
A
A
A
A
A
A
A
A
A
A
A
A
A
A
A
A
A
A

B
B
A
A
B
B
B
B
A
A
A
A
A
A
B
B
A
B
A
A
B
A
B
A
A
B
B

C
C
B
B
A
C
C
C
A
B
B
B
A
C
C
C
C
A
B
A
B
C
C
A
C
C
B

E
D
D
D
C
E
D
E
B
E
E
D
C
D
E
C
E
B
A
C
D
D
D
B
C
E
B

Pori-porinya diberi penahan masuk air


Bagus
Bagus
Cukup
Produknya mudah kemasukan air dan kurang pas
Produknya cukup baik
Diberikan gerai khusus merk dagang
Mudah kemasukan air
Tali kurang dapat difungsikan
Inovatif
Berbeda dari yang lain
Top
Bagus
Bobot sepatu jangan terlalu berat
Bagus, kalau bisa diberikan garansi
Cukup bagus
Berbeda dari yang lain
Bagus
Berbeda dari merk lain
Cukup bagus
Inovasinya keren
Produk sepatu masa kini
menjawab kebutuhan terhadap sepatu
Menarik
Lumayan inovasinya
Bagus, namun berpotensi masuknya air
Bagus, tapi tidak tahan lama

Berdasarkan hasil riset pemasaran 3 produk EC kets dapat dianalisis sebagai


berikut.
1.

Apakah anda sering menggunakan sepatu jenis kets?

Berdasarkan pertanyaan no .1 seluruh responden menjawab iya, dapat


disimpulkan bahwa keseluruhan responden merupakan pengguna sepatu
kets
2.

Apakah yang anda inginkan terhadap sepatu anda

Dari ke 30 responden 17 orang menjawab seaptu kets yang mereka miliki


berpori-pori dan 13 orang menjawab tidak ingin berpori-pori.
3.

Menurut anda manakah jenis cara memakai atau melepas sepatu

yang anda sukai


39

KELOMPOK 1 ANALISIS DAN PERANCANGAN PERUSAHAAN

E
C
Dari ke 30 responden 8 orang memilih menggunakan karet pada saat akan
K
memakai atau melepas sepatu, 8 responden yang memilih menggunakan
E
tali, dan 14 orang memilih menggunakan keduanya yaitu karet dan tali.
4.
Jika produk ini seharga 100.000 200.000 T
dan tersedia di tooktoko sepatu di setiap daerah kabupaten atau kota, bagaimana peluang
S
anda untuk membeli produk ini satu tahun mendatang?

Terdapat 11 responden yang menjawab pasti akan membeli dan terdapat 9


responden yang menjawab mungkin akan membeli.

Gambar 1.11 Pie chart jawaban pertanyaan nomor 4

Berdasarkan

dari

jawaban

ke-30

responden

yang

sebagian

besar

merupakan mahasiswa dan sebagian lagi adalah pelajar setingkat SMA


mengatakan bahwa mereka semua adalah pengguna sepatu kets. Kemudian
56% dari responden tersebut mengingnkan sepatu yang terdapat pori-pori dan
sisanya tidak menginginkan adanya pori-pori. Terdapat 47% responden yang
menggunakan kombinasi antara karet dan tali sepatu pada sepatu mereka.
Dengan berbagai kenyamanan dan kemudahan yang didapat oleh konsumen EC
kets yakin akan dapat menembus pasar persepatuan. Dengan melihat respon
positif berdasarkan riset pasar 3 yang telah dilakukan, EC Kets memiliki
kelebihan yang tidak dimiliki oleh merk dagang lainnya dan dipastikan akan
mampu bersaing dengan merk dagang yang sudah ada.

PERAMALAN ATAU PROYEKSI PEMASARAN


40

KELOMPOK 1 ANALISIS DAN PERANCANGAN PERUSAHAAN

E
C
Proyeksi pemasaran disusun berdasarkan hasil riset pemasaran 3 dengan
K
memperhatikan siklus hidup produk serta pengembangan usaha dan produk.
E
Data peramalan permintaan sepatu untuk satu tahun berdasarkan jurnal
penelitian disajikan pada Tabel 1.22
T
Tabel 1.22 Data Peramalan Permintaan Sepatu
SRencana (Pasang)
Periode
Rencana (Pasang)
Periode
1
2
3
4
5
6

5100
5430
5675
6420
6900
7200

7
8
9
10
11
12

7500
8300
8760
9100
9800
11600

Rumusan proyeksi pemasaran


(Q) = N x A x P
Dimana
N = jumlah penjualan bulan lalu yang didapat dari milik kompetitor
A = market share
P = (Cdef + Fdef) x (Cprob + Fprob)
Cdef = 0,4 dan Cprob = 0,2
Fdef = 37% pelanggan membeli
Fprob = 30% pelanggan mungkin membeli
Hasil proyeksi pemasaran berdasarkan permintaan sepatu dengan
mempertimbangkan riset pemasaran tiga disajikan pada Tabel 1.23
Tabel 1.23 Data Proyeksi Permintaan Sepatu
Periode
1
2
3
4
5
6

Rencana (Pasang)
1964
2091
2185
2472
2657
2772

Periode
7
8
9
10
11
12

Rencana (Pasang)
2888
3196
3373
3504
3773
4466

Dari hasil proyeksi pemasaran di atas, diketahui untuk permintaan


terhadap EC Kets untuk bulan pertama sampai bulan kedua belas mengalami
kenaikan. Kondisi ini tidak akan terjadi terus-menerus karena suatu produk
akan mengalami suatu siklus. Perusahaan akan melakukan evaluasi untuk
mengetahui bagaimana pertumbuhan permintaan pasar tehadap EC kets untuk
meramalkan permintaan di periode berikutnya dan melakukan hal-hal yang
telah dijelaskan sebelumnya pada bagian (Product Life Cycle) untuk
41

KELOMPOK 1 ANALISIS DAN PERANCANGAN PERUSAHAAN

E
C
meminimalisir terjadinya decline. Selanjutnya akan dilakukan perhitungan
K
perencanaan agregat untuk produksi EC Kets. Metode perencanaan agregat
E
yang digunakan pada perusahaan ini adalah Chase Strategy karena perusahaan
ingin meminimumkan biaya inventori dan karena EC T
Company merupakan
perusahaan baru yang belum memiliki pasar yang besar dan penjualan yang
S
stabil.

PERENCANAAN AGREGAT
Perencanaan agregat digunakan untuk melakukan penyesuaian terhadap
rencana yang telah ditentukan sebelumnya dan kapasitas yang dimiliki. Sesuai
dengan permalan yang telah dilakukan sebelumya, pada agregasi ini akan
dibagi menjadi periode, yaitu semester pertama (Bulan Januari -Juni) akan
memproduksi sebanyak 36.725 pasang sepatu, pada semester kedua (Bulan
Juli-Desember) akan memproduksi sebanyak 55.060 pasang sepatu. Maka dari
itu

diperlukan

perencanaan

resource

yang

matang

untuk

memenuhi

ketidakstabilan permintaan yang ada. Kebijakan yang akan dilakukan adalah


dengan cara menambah orang (hiring) atau mengurangi (layoff) jumlah
tenaga kerja, dan menentukan berapa shift seharusnya perusahaan harus
memproduksi. Dengan ketentuan hari aktif bekerja 5 hari dalam satu minggu,
dan setiap harinya yaitu 8 jam kerja reguler, dan 5 jam kerja untuk hari libur.
Berdasarkan Operation Process Chart yang telah dijelaskan sebelumnya
waktu yang dibutuhkan untuk membuat satu pasang sepatu yaitu sekitar 2,5
menit per pasang.
Biaya-biaya yang diperlukan dalam perancangan agregat adalah sebagai
berikut.
1.
2.
3.
4.
5.

Biaya
Biaya
Biaya
Biaya
Biaya

reguler
Overtime
Hiring
Layoff
Inventori

= 1.800.000/20/8
= Rp. 11.250 / jam
= Rp. 12.500/jam
= Rp. 40.000/orang
= Rp. 800.000/orang
= Rp. 500/pasang/bulan

Seperti dijelaskan pada bab sebelumnya produk EC Kets masih berada


dalam tahap introduction untuk selama enam bulan kedepan dapat memasuki
tahap growth. Produk EC Kets dikatakan memasuki tahap growth jika dapat
mencapai target produksi dan penjualan di setiap bulannya. Data permintaan

42

KELOMPOK 1 ANALISIS DAN PERANCANGAN PERUSAHAAN

E
C
sepatu setiap bulannya didapat dari permintaan sepatu kota Malang tahun
K
2014.
E
Perencanaan agregat dilakukan untuk merencanakan kegiatan produksi
satu tahun kedepan di EC Company dan menggunakan
T metode-metode
agregasi yang sesuai dengan keadaan perusahaan yaitu metode chase, level
S
atau

mix

strategy.

Diharapkan

dengan

dilakukannya

agregasi

dapat

memberikan gambaran mengenai waktu produksi dan biaya yang dikeluarkan


terkait dengan kebutuhan produksi.
Berdasarkan penjelasan diawal, untuk membuat satu pasang sepatu
diperlukan 243 second atau sekitar 4 menit per pasang (0.067 jam/pasang).
Untuk membuat satu pasang sepatu, diperlukan jumlah minimum operator
dalam satu shift dan satu lini produksi yaitu sebanyak 11 orang. Agregasi
pertama dilakukan dengan metode level strategy. Metode ini dipilih karena
dengan metode level strategy akan menyamakan jumlah shift dan jumlah
pekerja dalam satu tahun kedepan dan menurut perhitungan dengan metode
chase strategy permintaan akan dapat dipenuhi selama satu tahun kedepan.
Tabel 1.24 Perencanaan Agregat
Bula
n

Deman
d

Jan
Feb
Mar
Apr
May
Jun
Jul
Aug
Sep
Oct
Nov
Dec

1964
2091
2185
2472
2657
2772
2888
3196
3373
3504
3773
4466

Total

35341

Wt
134
142
148
168
180
188
196
217
229
238
256
303
622
2

Hari
Kerja/bl
n

Jam
/
shift

20
20
21
21
20
22
16
22
21
21
22
20

160
160
168
168
320
176
128
176
168
336
352
160
247
2

246

Hirin
g

layof
f

Lembu
r

0
0
0
0
13
0
0
0
0
13
0
0

0
0
0
0
0
13
0
0
0
0
0
13

0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0

26

26

Jam
kerj
a
total
160
160
168
168
320
176
128
176
168
336
352
160
247
2

Invento
ri jam
kerja

sum
inventor
y

Inventor
y unit

26
18
20
0
140
-12
-68
-41
-61
98
96
-143

26
44
64
64
204
192
124
83
22
120
216
73

2
3
5
5
14
14
9
6
2
9
15
5

73

1232

89

Contoh perhitungan Wt (jam kerja dibutuhkan) pada bulan Januari


1964 unit x 0.067 jam = 134 jam
Untuk jam kerja dalam satu shift yaitu 8 jam, dimana dalam perencanaan
agregasi kali ini selama satu tahun kedepan EC Company akan melakukan
produksi satu hari sebanyak tiga shift untuk memenuhi permintaan. Inventori
jam kerja merupakan selisih dari kapasitas produksi dalam sebulan (total jam
kerja) dengan kebutuhan jam perbulannya. Dimana inventori pada bulan
43

KELOMPOK 1 ANALISIS DAN PERANCANGAN PERUSAHAAN

E
C
pertama akan langsung dialokasikan untuk bulan berikutnya, sehingga
K
berdasarkan tabel diatas dapat diketahui inventori jam kerja di akhir tahun
E
sebesar 5327 jam sama dengan 368 unit,
Berdasarkan analisis agregasi di atas, dapat dianalisis
biaya yang
T
dikeluarkan terkait dengan produksi selama satu tahun kedepan seperti yang
S
dijelaskan pada Tabel 1.25 di bawah ini.

Tabel 1.25 Biaya Produksi Selama Satu Tahun Per Orang


Jenis Biaya
Jumlah
Reguler
11250/jam x 13 orang / thn
Lembur
12500/jam
Hiring
40000
Layoff
800000
Inventory
500/pasang
Total

Total (Rupiah)
361530000
0
1040000
10400000
44500
Rp 383.370.000

PENENTUAN JUMLAH STASIUN KERJA


Penentuan jumlah stasiun kerja akan ditentukan menggunakan line
balancing. Line Balancing digunakan untuk membuat suatu lintasan produksi
yang seimbang. Pada proses produksi sepatu EC kets, jenis lini produksi yang
akan digunakan adalah product layout dan mayoritas prosesnya adalah
assembly, sehingga perhitungan line balancing merupakan perhitungan yang
penting untuk diterapkan pada lini produksi sepatu EC kets. Berikut ini
merupakan langkah-langkah dari perhitungan line balancing.

Pendefinisian waktu proses produksi

Bedasarkan operational process chart, berikut ini merupakan akvitivitasaktivitas produksi yang dikerjakan pada proses produksi sepatu EC kets.
Tabel 1.26 Aktivitas Produksi
Kode
Waktu
Operasi
(detik)
I1
3
I2
7
I3
7
I4
15
I5
6
I6
10
O1
1,3
O2
1,3
O3
16
O4
1,3
O5
1,3
O6
16

Kode
Operasi
O7
O8
O9
O10
O11
O12
O13
O14
O15
O16
O17
O18

Waktu
(detik)
1,3
16
1,3
16
1,3
16
1,3
16
32
25
32
38

Kode
Operasi
O19
O20
O21
O22
O23
O24
O25
O26
O27
O28
O29
O30

Waktu
(detik)
32
38
40
35
32
43
14
14
24
47
82
12

44

KELOMPOK 1 ANALISIS DAN PERANCANGAN PERUSAHAAN

E
C

Precedence diagram
K
Bedasarkan operational process chart, Precedence diagram
E
produksi sepatu EC kets disajikan pada Gambar 1.12.
T
S

pada proses

Gambar 1.12 Precedence diagram

Rank Positional Weight

Bedasarkan precedence diagram dan pendefinisian waktu proses produksi,


Rank Positional Weight pada aktivitas-aktivitas proses produksi disajikan
pada Tabel 1.27.
Tabel 1.27 Rank Positional
Kode
RPW
I1
269
I2
223
I3
202
I4
172
I5
28
I6
10
O1
295,3
O2
295,3
O3
352

Weight
Kode
O4
O5
O6
O7
O8
O9
O10
O11
O12

RPW
327,3
305,3
352
305,3
352
269,3
284
266,3
281

Kode
O13
O14
O15
O16
O17
O18
O19
O20
O21

RPW
229,3
244
326
294
336
304
336
304
268

Kode
O22
O23
O24
O25
O26
O27
O28
O29
O30

RPW
265
228
266
230
216
196
157
110
22

Rank Positional Weight pada aktivitas tertentu dihitung dengan cara


menjumlahkan waktu dari proses-proses setelahnya dan proses itu sendiri
yang dapat diketahui melalui precedence diagram, berikut ini merupakan
contoh perhitungan RPW pada aktivitas dengan kode proses O23.
45

KELOMPOK 1 ANALISIS DAN PERANCANGAN PERUSAHAAN

E
C
Proses O23 memiliki aktivitas pendahulu O13 dan O14, sedangkan aktivitas
K
setelahnya ada O27, I4, O28, O29, I5, O30 dan I6.
E O23 adalah :
Penjumlahan waktu dari aktivitas-aktivitas seteleh proses
RPW
=t
+t
+t
+ t +t
+t
+t T +t
= 32 +24 +15 + 47 +82 +6
+12 +10
S
O23

O23

O27

I4

O28

O29

I5

O30

I6

= 228

Setelah nilai RPW dari masing-masing aktivitas sudah didapat, selanjutnya


dilakukan pengurutan aktivitas bedasarkan aktivitas dengan nilai RPW terbesar
ke terendah. Hasil dari pengurutan aktivitas disajikan padat Tabel 1.28.
Tabel 1.28 Pengurutan Aktivitas
No
Op
RPW
t
No
1
O3
352
16
13
2
O6
352
16
14
3
O8
352
16
15
4
O17
336
32
16
5
O19
336
32
17
6
O4
327,3
1,3
18
7
O15
326
32
19
8
O5
305,3
1,3
20
9
O7
305,3
1,3
21
10
O18
304
38
22
11
O20
304
38
23
12
O1
295,3
1,3
24

Op
O2
O16
O10
O12
O9
I1
O21
O11
O24
O22
O14
O25

RPW
295,3
294
284
281
269,3
269
268
266,3
266
265
244
230

t
1,3
25
16
16
1,3
3
21
1,3
43
35
16
14

No
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36

Op
O13
O23
I2
O26
I3
O27
I4
O28
O29
I5
O30
I6

RPW
229,3
228
223
216
202
196
172
157
110
28
22
10

t
1,3
32
7
14
7
24
15
47
82
6
12
10

Setelah dilakukan pengurutan aktivitas bedasarkan nilai RPW, akan


dilakukan penentuan stasiun kerja. Berikut ini langkah merupakan penentuan
stasiun kerja :
Menentukan waktu siklus
Penentuan waktu siklus bisa dilakukan dengan melihat proses dengan
waktu siklus terlama, yaitu proses O29 dengan waktu 82 detik.

Memperkirakan jumlah work station

Penentuan perkiraan jumlah work station dilakukan dengan pembagian


antara jumlah total waktu pada proses produksi, yaitu 675,4 detik dengan
waktu siklus, yaitu 82 detik :
WS = 675,4 / 82 = 8,23 atau 9
Bedasarkan perhitungan urutan RPW dan perkiraan jumlah workstation,
berikut ini merupakan pendelegasian proses-proses produksi pada masingmasing stasiun kerja.

46

KELOMPOK 1 ANALISIS DAN PERANCANGAN PERUSAHAAN

E
C
Tabel 1.29 Pendelegasian Proses-Proses Produksi pada Masing-Masing Stasiun Kerja
K
WS
Proses
Waktu (detik)
Jumlah rangkaian
Waktu Total
Mesin
(detik)
E
1
O3, O6, O8, O17
80
1
80
2
O19, O4, O15, O5, O7
67,9
1
67,9
3
O18, O20, O1, O2
78,6
1 T
78,6
4
O16, O10, O12, O9, I1,
84,3
1
84,3
O21
S
5
O11, O24, O22
79,3
1
79,3
6
7
8
9

O14, O25, O13, O23, I2,


O26
I3, O27, I4, O28
O29
I5, O30, I6

84,3

84,3

93
82
28

1
1
1

93
82
28

Gambar 1.13 Grafik hasil pendelegasian

Setelah melakukan pendelegasian proses pada masing-masing stasiun


kerja, selanjutnya adalah dengan peninjauan ulang waktu proses yang
ada. Bedasarkan tabel dan grafik hasil pendelegasian, didapatkan bahwa
waktu siklus menjadi 93 detik dan lintasan masih tidak seimbang dan
banyak ditemui backtracking, maka akan dilakukan peninjauan ulang
mengenai pendelegasian proses produksi pada lintasan produksi EC kets.

Modifying Consideration

Berikut ini merupakan hasil peninjauan kembali dari pendelegasian


aktivitas

beserta

jumlah

mesin

pemroses

yang

ditugaskan

untuk

menyeimbangkan lintasan.

47

KELOMPOK 1 ANALISIS DAN PERANCANGAN PERUSAHAAN

106,4

E
C
K
E
Jumlah
T
rangkaian
Mesin
S2

127
131

2
2

63,5
66

313

62,5

Tabel 1.30 Hasil Peninjauan Kembali dari Pendelegasian Aktivitas


WS
1
2
3
4

Proses
O1, O2, O3, O4, O5, O6, O7, O8, O9, O10,
O11, O12, O13, O14
O15, O16, O17, O18
I1, O19, O20, O21, O22
I2, I3, I4, I5, I6, O23,MO24, O25, O26,
O27, O28, O29, 030

Waktu
(detik)

Waktu Total
(detik)
53,2

Gambar 1.14 Grafik modifying consideration

Bedasarkan hasil modifying consideration, waktu siklus dari lintasan


produksi dapat dipersingkat menjadi 64,5 detik, jumlah workstation dapat
dikurangi menjadi 4 workstation dan bedasarkan sajian grafik, lini menjadi
lebih seimbang.
Setelah mendapatkan susunan stasiun kerja yang seimbang, selanjutnya
akan dilakukan identifikasi kebutuhan mesin pada masing-masing stasiun
kerja. Penentuan kebutuhan mesin pada masing-masing stasiun kerja
didasarkan atas operation process chart. Masing-masing proses yang telah
didelegasikan pada stasiun kerja tertentu dikerjakan dengan mesin-mesin
yang telah disajikan pada operation process chart. Tabel 1.31 berikut ini
merupakan sajian kebutuhan mesin pada masing-masing workstation.
48

KELOMPOK 1 ANALISIS DAN PERANCANGAN PERUSAHAAN

E
C
K
E
T
S

49

KELOMPOK 1 ANALISIS DAN PERANCANGAN PERUSAHAAN

E
C
Tabel 1.31 Kebutuhan Mesin untuk Masing-Masing Workstation
K
Jumlah
WS
Proses
rangkaian
Mesin yang dibutuhkan
E
Mesin
O1, O2, O3, O4, O5, O6, O7, O8,
1
2
Swing arm
T
O9, O10, O11, O12, O13, O14
2
O15, O16, O17, O18
2
NPB, Punch Hole making
3
I1, O19, O20, O21, O22
2
NPB S
I2, I3, I4, I5, I6, O23,MO24, O25,
O26, O27, O28, O29, 030

NPB, Stiching Machine

Bedasarkan tabel 14.5, ada 4 workstation dengan jumlah rangkaian mesin


sejumlah 2 mesin, dan 1 rangkaian mesin sejumlah 5 mesin. Jumlah rangkaian mesin
yang dibutuhkan pada masing-masing workstation akan mempengaruhi jumlah
kebutuhan mesin dan operator pada masing-masing workstation dan operator
pengguna mesin. 1 rangkaian mesin membutuhkan 1 orang operator untuk
menanggani mesin pada stasiun kerjanya, sehingga total operator pada 4 workstation
berjumlah 11 orang. Kebutuhan operator di lantai produksi tidak hanya didasarkan
atas kebutuhan untuk memproduksi sepatu saja, tetapi juga bagian penginspeksi
akhir dan packaging, sejumlah 2 orang, sehingga jumlah total kebutuhan pekerja di
lantai produksi adalah 13 orang.

PERENCANAAN TATA LETAK FASILITAS


Penempatan work station dan fasilitas penunjang produksi sepatu Ec Kets
merupakan dasar dalam perancangan tata letak fasilitas. Bahasan yang akan
dilakukan dalam perencanaan tata letak fasilitas meliputi kedekatan antara
satu work station dengan work station lain, work station dengan fasilitas
penunjang maupun fasilitas penunjang dengan fasilitas penunjang yang lain.
Tools

yang

digunakan

dalam

penentuan

kedekatan

adalah

Activity

Relationship Chart dan Activity Relationship Diagram yang akan dilanjutkan


sesuai dengan perancangan tata letak fasilitas menggunakan metode
sistematic layout planning.
EC Company merupakan salah satu home industry yang membutuhkan
sebuah rumah untuk tempat produksinya. Lokasi rumah tersebut adalah di Jl.
Aries Munandar, Malang dekat jalan besar gatot Subroto. Luas rumah adalah
80m2 dan memiliki 11 bagian yang terdiri dari 4 work station, 1 kamar mandi,
1 musholla, 1 dapur, 1 ruang kantor, 1 gudang, 1 tempat parkir, 1 kamar.
Rumah yang dimodifikasi tersebut akan digunakan tempat produksi EC kets.
50

KELOMPOK 1 ANALISIS DAN PERANCANGAN PERUSAHAAN

E
C
Activity Relationship Chart
K
Tabel 1.32 berikut ini menjelaskan tentang notasi derajat hubungan untuk
E
menjelaskan notasi kode alasan kedekatan antar tempat pada layout tata
letak fasilitas pabrik.
T
Tabel 1.32 Keterangan Notasi Derajat Hubungan
S
Derajat Hubungan
A
E
I

mutlak perlu didekatkan


sangat penting untuk didekatkan
penting untuk didekatkan

O
U
X

cukup/biasa
tidak penting
tidak dikehendaki berdekatan

Setelah mengetahui derajat hubungan yang akan digunakan pada saat


penyusunan tata letak fasilitas, langkah selanjutnya yaitu mendeskripsikan
alasan derajat hubungan antar tiap fasilitas yang disajikan dengan Tabel 1.33
Tabel 1.33 Deskripsi Alasan Derajat Hubungan
Kode
1
2
3
4
5

Alasan
Berbagi informasi yang sama
Kemudahan pengawasan
Kemudahan akses
Noise
Aliran produksi

Berikut ini pada Gambar 1.15 merupakan Activity Relationship Chart yang
menggambarkan hubungan kedekatan antar fasilitas pada EC Company.

Gambar 1.15 Activity relationship chart

51

KELOMPOK 1 ANALISIS DAN PERANCANGAN PERUSAHAAN

E
C
Pada Gambar 1.15 tersebut terdapat delapan fasilitas yang harus
K
didekatkan satu sama lain, terdapat enam fasilitas yang disarankan harus
E
didekatkan dan terdapat empat puluh lima fasilitas yang dilarang untuk
didekatkan satu sama lain.
T
Berikut ini pada gambar 1.16 merupakan ARD dari rancangan layout EC
S
Company.

Arti dari kedekatan hubungan yang digambarkan menggunakan garis warna


disajikan padat tabel 1.34
Tabel 1.34 Deskripsi Alasan Derajat Hubungan
Kode pada ARC

A
E
I
O
U
X

Warna Garis

Merah
Kuning
Hijau
Biru
Coklat

Alasan
mutlak perlu didekatkan
sangat penting untuk didekatkan
penting untuk didekatkan
cukup/biasa
tidak penting
tidak dikehendaki berdekatan

52

KELOMPOK 1 ANALISIS DAN PERANCANGAN PERUSAHAAN

E
C
Kebutuhan Space Lantai Produksi
K
Berikut ini merupakan contoh analisa dan perhitungan kebutuhan luas
E
minimal untuk salah satu ruang, yaitu lantai produksi yang disajikan pada
Gambar 1.18.
T
S

Gambar 1.18 layout lantai produksi

Dimensi ukuran pada mesin-mesin produksi didasarkan atas sajian


kebutuhan mesin pada Tabel 1.34. Perkiraan ukuran dari operator yang
menggunakan fasilitas lantai produksi didasarkan atas ukuran dimensi tubuh
manusia dari antropometri Indonesia, khususnya D33 (dimensi panjang rentang
siku) sebagai ukuran panjang dan D20 (dimensi tebal dada) sebagai ukuran
lebar dengan persentil 95th.
Pada stasiun kerja satu terdapat dua operator, masing-masing operator
menangani mesin swing arm. Kemudian pada work station 2 terdapat dua
operator yang menangani mesin NPB dan mesin punch eyelete. Pada work
station tiga terdapat dua operator yang menangani mesin NPB. Pada work
station terkahir, yaitu pada work station empat terdapat lima operator yang
masing-masing menangani mesin NPB dan mesin stiching. Pada bagian tengah
diantara operator merupakan alat yang digunakan untuk memindahkan
material work in process yaitu berupa papan yang dirancang dapat
memindahkan keranjang ke stasiun kerja selanjutnya. Berikut ini pada tabel
1.34 menjelaskan dimensi dan jumlah dari alat yang dibutuhkan.

53

KELOMPOK 1 ANALISIS DAN PERANCANGAN PERUSAHAAN

Tabel
No
1
2
3
4
5
6
7
8

1.34 Objek-Objek Dalam Lini Produksi


Objek
Panjang (cm)
Mesin NPB
38
Mesin Stiching
42
Mesin Swing Arm
100
Meja
100
Kursi
65
Operator mesin produksi
86,03
Operator QC dan gudang
86,03
Trolley
150

E
C
K
Lebar
E(cm)
15,3
22
T
100
100
55
S

Jumlah
9
5
2
18
11
11
2
3

23,03
23,03
60

Setelah mengetahui dimensi dari alat-alat yang dibutuhkan, langkah


selanjutnya adalah menentukan kelonggaran space di lantai produksi. Aisle
yang diberikan pada samping stasiun kerja masing-masing yaitu satu meter
untuk mobilitas operator. Pada bagian depan work station satu terdapat aisle
4 m x 6,5 m untuk mobilitas operator yang memindahkan bahan baku. Pada
bagian belakang work station empat terdapat aisle berukuran 4,5 m x 6,5 m
untuk mobilitas operator packaging dan memindahkan produk jadi ke gudang.
Bedasarkan susunan dari objek-objek pada tabel 15.6 dan clearance-nya
yang disajikan seperti pada gambar 15.5, jumlah panjang yang dibutuhkan
pada lini produksi adalah 165 m dan lebar 45 m. Dengan kebutuhan ukuran
yang telah didapat, selanjutnya akan dilakukan pertimbangan penempatan
ruang pada bangunan yang tersedia, dan bedasarkan gambar 15.5, ruang yang
tersedia untuk menempatkan lini produksi dengan panjang 165 m dan lebar 45
m adalah pada ruangan paling atas, yaitu dengan panjang 250 m dan lebar
65m.
Kebutuhan Space Pergudangan
Kebutuhan space pergudangan didasarkan atas jumlah barang yang akan
disimpan pada gudang. Ada 2 macam gudang yang digunakan oleh EC Kets,
yaitu gudang produk jadi dan gudang bahan baku. Kebutuhan ruang untuk
aset-aset yang tersimpan pada gudang disajikan pada tabel ____.
Fasilitas

Gudang
bahan
baku

Nama Fasilitas/Aset
Rak untuk menyimpan bahan
baku
Lintasan Trolley dan aisle
mengambil bahan baku
Tempat kerja penanggung
jawab

Jumlah

Kebutuhan
Panjang (m)

Kebutuhan
Lebar (m)

Kebutuhan
Luas (m2)

16

36,6

54

KELOMPOK 1 ANALISIS DAN PERANCANGAN PERUSAHAAN

Gudang
produk
jadi

Rak untuk menyimpan produk


jadi
Lintasan Trolley dan aisle
mengambil bahan baku
Tempat kerja penanggung
jawab

E
C
K
E
T
S

16

40,5

Kebutuhan Space Perkantoran dan Tempat Parkir


Kebutuhan space bagian kantor didasarkan atas pekerjaan yang
dilakukan bagian kantor. Bagian perkantoran terdiri dari empat ruang dan dua
buah tempat parkir. Kebutuhan ruang untuk fasilitas yang digunakan dalam
kantor ditunjukkan pada tabel ____.
Tabel Kebutuhan space bagian kantor dan tempat parkir
No

Ruang

Ruang
RnD,
Production and
maintenance

Ruang
Finance
danb HRD

Ruang Direktur

Lobby dan Ruang


Serba Guna

Parkir
Loading
dan
Unloading
Bahan Baku
Tempat Parkir

Objek

Panjang
(cm)

Lebar
(cm)

Jumlah
Operator

50

Jumlah
Yang
Dibutuhkan
2

Me ja Bagian RnD

100

Meja
Bagian
Maintenance
Meja
Bagian
Production
Meja
Bagian
Finance
Meja
Panjang
Bagian HRD
Meja
Pendek
Bgaian HRD
Meja Direktur
Satu Set Ruang
Tamu
Direktur
dengan
meja
berbentuk
lingkaran
Satu
Set
Sofa
Ruang Lobby dan
Serbaguna

100

50

100

50

150

75

200

75

100

75

150
200

75
100

1
1

200

100

500

400

1 (truk)

580

400

1 truk
dan 1
mobil
pribadi

55

KELOMPOK 1 ANALISIS DAN PERANCANGAN PERUSAHAAN

E
C
K
E
Kebutuhan Space Rest Room
Kebutuhan rest room didasarkan pada jumlah karyawan
T yang bekerja pada
perusahaan. Kebutuhan space rest room yang dimiliki oleh EC Company adalah
S
toilet operator, toilet kantor, dan mushola. Kebutuhan space untuk rest room
disajikan pada tabel 19.
Tabel Kebutuhan space rest room
Fasilitas

Toilet
Operator

Toilet
Kantor

Mushola

Nama
Fasilitas/Aset
Water Closet
dan ruangnya
Tempat cuci
tangan
Water Closet
dan ruangnya
Tempat cuci
tangan
Sajadah (Imam
+ makmum)

Jumlah

Kebutuhan
Panjang
(m)

Kebutuhan
Lebar (m)

Kebutuhan
Luas (m2)

Jumlah
ruang

Total
Luas

4.5

1.3

5.85

5.85

2
1
2
2
10

Total

17.85

Untuk memperjelas kebutuhan luas pada keseluruhan ruangan, berikut ini


merupakan dimensi-dimensi rancangan Layout ruangan perkantoran beserta
allowance dan clearance minimal.Sedangkan general layout atau rancangan
tata letak fasilitas dari EC Company ditampilkan pada Gambar 1.17

56

KELOMPOK 1 ANALISIS DAN PERANCANGAN PERUSAHAAN

E
C
K
E
T
S

Gambar 1.17 General layout

Pada rencana rancangan tata letak fasilitas, terdapat delapan ruang


utama. Masing-masing stasiun kerja disatukan pada satu ruangan yaitu lantai
produksi. Alur perpindahan dari mulai bahan baku sampai dengan produk jadi
yaitu

supplier

menurunkan

bahan

baku

di

tempat

parkir

kemudian

menurunkan barang dan memindahkannya ke gudang bahan baku, kemudian


operator gudang. Setelah itu produk dimulai dibuat dari mulai stasiun kerja 1
sampai dengan stasiun kerja 2. Setelah produk selesai, Operator pada gudang
produk jadi memindahkan produk jadi ke gudang menggunakan trolley yang
diletakan pada ujung lini produksi atau di area workstation 4. Pada lantai
produksi terdapat empat stasiun kerja. Berikut ini merupakan gambaran detail
dari lantai produksi EC Company.
Ruangan-ruangan yang ada pada perencanaan tata letak fasilitas
dirancang dengan mempertimbangkan jumlah personil pengguna ruangan dan
peralatan yang berada pada ruangan tersebut.
Lokasi dari fasilitas produksi berada pada jalan klayatan gang 3 sukun kota
malang. Peta lokasi dari fasilitas produksi disajikan pada Gambar 1.19.

57

KELOMPOK 1 ANALISIS DAN PERANCANGAN PERUSAHAAN

E
C
K
E
T
S

Gambar 1.19 Peta lokasi fasilitas produksi

Bedasarkan Gambar 1.19 batas-batas pada fasilitas produksi EC Company


dijelaskan pada Tabel 1.35 berikut.
Tabel 1.35 Objek-Objek Dalam Lini Produksi
No
Arah
Batas-batas
1
Utara
Jalan Z
2
Selatan
Jalan Klayatan gang 3, Tempat jasa las, Tempat pengrajin mebel, rumah
penduduk
3
Timur
Tempat makan / warung makan
4
Barat
Rumah penduduk

HARGA POKOK PRODUKSI


Pada sub-bab ini akan menjabarkan biaya operasional dan biaya overhead
yang dibutuhkan untuk membuat EC kets setiap tahunnya sehingga didapatkan
harga pokok produksi perproduk. Asumsi kapasitas produksi:
Jumlah hari produksi (per tahun) = 250 hari
Kapasitas produksi per tahun = 35341 pasang
Tabel 1.36 Tabel Rincian Biaya Pokok Produksi
BIAYA BAHAN BAKU PER TAHUN
Nama Bahan
Jumlah
Satuan
Harga/satuan
Kulit
63
Roll
Rp 1.122.880
Kain
194
Roll
Rp 337.104
Elastic
188
Roll
Rp 70.000
Lem
12
Botol
Rp 27.000
Label
70682
Buah
Rp 500
Spidol
5
Buah
Rp 5.000
Sol Sepatu
35341
Pasang
Rp 20.000
Tali Sepatu
35341
Pasang
Rp 2000
Insole Sepatu
35341
Pasang
Rp 8.000
Benang Nilon
158
Gulung
Rp 5.000
(upper)
Benang Nilon
79
Gulung
Rp 4.300

Jumlah
Rp 70.741.440
Rp 65.398.176
Rp 13.160.000
Rp
324.000
Rp 35.341.000
Rp
25.000
Rp706.820.000
Rp 70.682.000
Rp282.728.000
Rp

790.000

Rp

339.700

58

KELOMPOK 1 ANALISIS DAN PERANCANGAN PERUSAHAAN

E
C
(Lower)
KRp 1.246.349.316
Total Biaya Pokok Produksi
E
Perhitungan kebutuhan tahunan untuk bahan baku kain, elastic dan kulit
T
mempertimbangkan :

Permintaan sepatu dalam 1 tahun yang disajikan


S
pada tabel 12.2

Tabel interlocking yang disajikan pada tabel 9.4

untuk mempertimbangkan jumlah komponen yang bisa didapatkan dalam satuan


luas

Tabel

komponen-komponen

dasar

penyusun

sepatu pada tabel 9.2 untuk mempertimbangkan kebutuhan komponen dalam 1


pasang sepatu.
Tabel 1.37 berikut merupakan contoh perhitungan dari komponen-komponen dari
bahan baku kulit untuk menentukan kebutuhan kulit dalam 1 tahun.
Tabel 1.37 Contoh Perhitungan
Jumlah
potong /m2
Kode
No
(interlocking
)
(A)
(B)
1
PD-L
38
2
PTG-L
56
3
PL-L
32
4
PSL L 24
5
PSD-L
24
6
PB-L
26

Kebutuhan Bahan Baku Kulit


Jumlah
Jumlah
komponen permintaan
per pasang
pasang
sepatu
sepatu
(C)
(D)
2
35341
2
35341
2
35341
2
35341
2
35341
2
35341
Total

Jumlah
permintaan
komponen
(E) = (C*D)/2
35341
35341
35341
35341
35341
35341

Kebutuhan
luas kain
(F) = (E/B)
931
632
1105
1473
1473
1360
6974

Tabel 1.37 menjelaskan tentang biaya bahan baku yang dikeluarkan untuk
memproduksi sepatu EC Kets selama setahun. Jumlah bersih per meter persegi yang
dibutuhkan untuk satu tahun kulit bedasarkan tabel 15.5 adalah sebanyak 6974 m2,
karena perusahaan tidak bisa membeli pasti sebanyak jumlah tersebut, perusahaan
membeli per roll (Indonesian.alibaba.com, harga kain $3/meter dengan lebar papan
55 inc/roll atau 140 cm/roll dan panjang 80 meter/roll). Karena perusahaan
membutuhkan 6974 m2 selama satu tahun, maka dikonversikan ke roll akan
membutuhkan sebanyak 6974/1,4 = 4982 meter. Untuk jumlah roll pesanan,
perusahaan akan memesan sebesar :
Bahan baku kulit [roll]=

4982[meter ]
meter
80[
]
roll

= 62, 26 roll atau 63 roll

59

KELOMPOK 1 ANALISIS DAN PERANCANGAN PERUSAHAAN

E
C
Jenis kain yang digunakan untuk membuat sepatu EC kets adalah jenis kain
K
Woven Lin. Sama dengan kulit, perusahaan membeli kain tersebut per roll
(indonesian.alibaba.com, harga kain $0,8 papan 1,2 meter x E
30 meter). Perhitungan
kebutuhan bahan baku kulit per m sama dengan kulit seperti yang disajikan
T
padatabel 15.5. Karena perusahaan membutuhkan 6974 m , sehingga untuk kain
dengan papan 1,2 meter panjang yang diperlukan adalah S
6974/1,2 = 582, maka
2

jumlah roll kain yang dibutuhkan adalah :


Bahan baku kain [roll] =

5812[meter ]
meter
30[
]
roll

= 193,7 roll atau 194 roll.

Elastic yang digunakan yaitu lebar 2 cm dimana perusahaan harus membeli per
roll dengan panjang satu roll 30 meter dengan harga satu roll Rp 70.000. Kebutuhan
komponen elastic untuk 1 pasang sepatu 16 cm x 2 cm, sehingga perhitungan dari
kebutuhan roll elastic adalah :

meter
]
pasang
meter
30[
]
roll

0,16[
Bahan elastic [roll] = 35341 [pasang] *

= 188 roll

Panjang benang Nilon yang dibutuhkan untuk membuat 1 pasang sepatu bagian
upper adalah 4m dan bagian lower 2m. Panjang gulungan benang nilon upper adalah
900 m, sehingga bisa digunakan untuk menghasilkan 225 pasang sepatu per gulungan
dan lower 450 pasang sepatu per gulungan. Gulungan benang nilon upper dan lower
merupakan 2 gulungan benang yang berbeda. Kebutuhan masing-masing jenis
gulungan benang apabila disajikan dengan satuan gulungan adalah :

meter
]
pasang
Benang Nilon upper [gulung]=35341 [pasang] *
meter
900[
]
gulung

= 158 gulung

meter
]
pasang
Benang Nilon lower [gulung]=35341 [pasang] *
meter
900[
]
gulung

= 79 gulung

4[

2[

Untuk sol sepatu, tali sepatu dan insole sepatu EC Company membeli langsung
produk jadi dari supplier. Berikut ini pada Tabel 15.6 menjelaskan tentang harga
bahan baku yang dikeluarkan disetiap bulannya, tergantung dengan jumlah
banyaknya permintaan.
Perhitungan biaya bahan baku perbulan disajikan pada tabel 15.6. Perhitungan
kebutuhan bahan baku perbulan digunakan untuk perhitungan neraca pada analisis
60

KELOMPOK 1 ANALISIS DAN PERANCANGAN PERUSAHAAN

E
C
alira biaya. Cara perhitungan kebutuhan bahan baku per bulan sama dengan
K
kebutuhan bahan baku per tahun, hanya saja dasar dari kebutuhan bahan baku
E merupakan contoh
adalah kebutuhan pada masing-masing bulan. Tabel 1.38 berikut
cara mencari biaya bahan baku untuk bulan Desember.
T
S

Tabel 1.38 Rincian Bahan Baku Bulan Desember


Bahan baku
Satuan Jumlah
Kain
Roll
8
Kulit
Roll
25
Elastic
Roll
23
Lem
Buah
1
Label
Buah
8932
Spidol
Buah
5
Sol
Pasang
4466
Tali
Pasang
4466
Insole
Pasang
4466
Benang (Upper)
Gulung
Benang Lower
Gulung
Total

Harga/Satuan
Rp 1122880
Rp 337104
Rp 70000
Rp 27000
Rp 500
Rp 5000
Rp 20000
Rp 2000
Rp 8000
Rp 5000
Rp 4300

Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp

Total Biaya
8983040
8427600
1610000
27000
4.466.000
25000
89320000
8932000
35728000
100000
43000
157.661.640

Permintaan sepatu pada bulan Desember adalah sebanyak 4466 pasang sepatu.
Jumlah kulit dan kain yang dibutuhkan per meter persegi untuk mencukupi
permintaan di bulan Desember adalah sebanyak 884 m 2, maka jumlah roll kain dan
kulit yang dibutuhkan berturut-turut adalah 8 dan 25 roll. Kemudian untuk bahan
elastic adalah sebanyak 23 roll. Sol, tali Sepatu dan insole sepatu masing-masing
mengikuti jumlah permintaan pada bulan Desember yaitu sebanyak 4466 pasang.
Untuk benang, jumlah biaya yang dikeluarkan untuk bagian upper sepatu adalah RP
100.000 yang berasal dari perhitungan 5000 x (4466 x (4/900) = Rp. 100.000. sama
halnya dengan benang yang digunakan pada penyusunan bagian lower sepatu 4300 x
(4466 x (4/900) = Rp 43.000.
Tabel 1.39 Tabel Biaya Bahan Baku Tiap Bulan
Bulan
Biaya bahan baku
Januari
69,902,164.00
Februari
74,251,268.00
Maret
77,502,372.00
April
88,008,856.00
Mei
94,155,760.00
Juni
98,067,164.00

Bulan
Juli
Agustus
September
Oktober
November
Desember

Biaya bahan baku

102,856,044.00
106,459,708.00
119,056,656.00
124,652,640.00
133,478,044.00
157,661,640.00

61

KELOMPOK 1 ANALISIS DAN PERANCANGAN PERUSAHAAN

E
C
Untuk rincian biaya investasi peralatan dijelaskan pada Tabel 1.40 dibawah
K
ini.
E
Tabel 1.40 Tabel Biaya Investasi Peralatan
Biaya Investasi Peralatan
T Jumlah
Nama Alat
Jumlah
Satuan
Harga/Satuan
Mesin Swing Arm
2
Buah
Rp 12.000.000
Rp 24.000.000
Mesin Jahit NPB
9
Buah
Rp
900.000
Rp 8.100.000
S
Sewing
Mesin Punch eyelete
2
Cutting Dies
14
Cutter
7
Gunting
7
Mesin Stitching
5
Meja
18
Kursi
11
Papan Bidang Miring
1
Keranjang Penampung
22
Trolley
3
Sapu 1 Set
10
Alat Pel
5
Wiper Karet
5
Kemoceng
5
Tempat Sampah
15
Meja Kantor
13
Kursi Kantor
13
Rack Besar (4mx1m)
8
Shofa
2
Total Biaya Investasi Peralatan
Biaya Penyusutan Peralatan

Buah
Buah
Buah
Buah
Buah
Buah
Buah
Buah
Buah
Buah
Buah
Buah
Buah
Buah
Buah
Buah
Buah
Buah
Buah

Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp

5.450.000
35.000
5.000
5.000
1.578.300
75.000
35.000
2.000.000
10.000
700.000
50.000
75.000
19.500
9.000
32.000
900.000
700.000
4.000.000
1500000

Rp 10.900.000
Rp
490.000
Rp
35.000
Rp
35.000
Rp 7.891.500
Rp 1.350.000
Rp
385.000
Rp 2.000.000
Rp
220.000
Rp 2.100.000
Rp
500.000
Rp
375.000
Rp
97.500
Rp
45.000
Rp 480.000
Rp 11.700.000
Rp
9.100.000
Rp 32.000.000
Rp
3000000
Rp 116.904.000
Rp 8.767.800

Estimasi biaya investasi peralatan meliputi biaya pembelian mesin-mesin


dan peralatan/fasilitas yang mendukung pembuatan produk, dan alat-alat
kebersihan. Jumlah alat yang harus dibeli dengan pertimbangan bahwa
kebutuhan Mesin berdasarkan perhitungan Line Balancing. Sedangkan biaya
penyusutan berdasarkan perhitungan dengan suku bunga Bank Indonesia
sebesar 7,5 % yaitu Rp 59.049.000 x 7,5 % = Rp 8.767.800.
Untuk biaya overhead pabrik per tahun dijelaskan pada Tabel 1.41 berikut.
Tabel 1.41 Tabel Biaya Overhead Pabrik Per Tahun
Jenis Biaya
Biaya Listrik
Biaya Air
Biaya Sewa Rumah
Biaya Transportasi
Biaya Internet
Biaya Perbaikan dan pemeliharaan
Biaya Operasional

Jumlah
Rp
36.000.000
Rp
1.500.000
Rp 240.000.000
Rp
12.00.000
Rp
2.400.000
Rp
6.000.000
Rp
3.600.000

62

KELOMPOK 1 ANALISIS DAN PERANCANGAN PERUSAHAAN

E
C
Biaya Tenaga Kerja Lantai Produksi (13 Orang)
K
Biaya Tenaga Kerja Kantor (12 Orang)
Total Biaya Overhead
E
Rincian biaya overhead yang dianggarkan pada Tabel T
1.41
estimasi pengeluaran dana kaya dengan pertimbangan bahwa
S

Rp 383.370.000
Rp 288.000.000
Rp 972.870.000

di atas adalah

Biaya transportasi adalah biaya untuk distribusi produk jadi dari UKM

menuju toko-toko di sekitar wilayah Jawa Timur.


Biaya perbaikan dan pemeliharaan adalah biaya untuk perbaikan dan
pemeliharaan mesin, fasilitas-fasilitas baik produksi maupun kantor
maupun kebutuhan uncertainty seperti bayar jasa tukang bangunan jika

ada ruangan yang bocor dll.


Biaya operasional merupakan biaya untuk pembelian bahan/produk habis
pakai seperti peralatan kantor, sabun cuci tangan, pengharum ruangan dll.

Sedangkan untuk biaya pemasaran di jabarkan dalam Tabel 1.42 berikut ini.
Tabel 1.42 Tabel Biaya Pemasaran
BIAYA PEMASARAN
Jenis Biaya
Biaya Brosur (2000 Brosur)
Biaya Iklan Banner
Total Biaya Pemasaran

Harga Pokok Produksi

Jumlah
Rp 2.000.000
Rp 5.000.000
Rp 7.000.000

= (Biaya bahan baku + Biaya overhead + Biaya penyusutan


alat + Biaya pemasaran)/Kapasitas Produksi
= (Rp 1.246.349.316 + Rp 752.870.000 + Rp Rp

8.767.800+ Rp 7.000.000)/ 35341= Rp 63.240 atau Rp


63.300

HARGA JUAL PER UNIT PRODUK


Dalam penentuan harga produk ada hal yang menjadi pertimbangan antra
lain:

Selera konsumen

Dari kuisioner yang telah disebar, didapatkan pernyataan bahwa konsumen


menginginkan harga yang terjangkau.

Jumlah pesaing yang memasuki pasar

Dalam bisnis, EC Company memiliki pesaing untuk produk sejenis,


sehingga dalam penentuan harga harus memperhatikan harga produk dari
63

KELOMPOK 1 ANALISIS DAN PERANCANGAN PERUSAHAAN

E
C
pesaing. Harga jual produk juga dipengaruhi oleh laba yang diinginkan
K
oleh produsen.
E
Margin keuntungan = 60%
Harga jual = (60% * Rp 63.300) + Rp 63.300= Rp 101.185 ~T
Rp. 102.000
Harga jual produk dari produk EC ini dibulatkan sebesar Rp 102.000
S

PERANCANGAN PROYEKSI ALIRAN KEUANGAN


Neraca keuangan dalam suatu perusahaan memiliki peranan penting untuk
mengetahui laba atau ruginya suatu perusahaan. Tabel 1.43 berikut ini adalah
neraca keuangan EC Company selama 1 tahun (periode tahun 2016).
Tabel 1.43 Tabel Neraca Keuangan EC Company
Uraian
Pemasukan
Penjualan (Rp 100.000 x 35341 )
3516429500
Pembelian Peralatan Produksi
Pembelian bahan baku
Biaya Overhead
Biaya Pemasaran
Total
3604782000
Sisa Saldo
1261658684

Pengeluaran
116904000
1246349316
972870000
7000000
2343123316

Dari neraca keuangan pada tabel di atas dapat dilihat bahwa selama periode
2016 EC Company mendapat laba sebesar Rp 1.261.658.684.

PROYEKSI ALIRAN KAS


Untuk memperjelas proyeksi aliran kas selama 1 tahun, Tabel 1.44 berikut
ini merupakan sajian biaya kebutuhan bahan baku untuk per bulan :
Tabel 1.44 Tabel Aliran Kas Selama Satu Tahun EC Company
No
Bulan
Uraian
1
Jan '16 Penjualan (Rp 102.000 x 1964)
2
Investasi Peralatan
3
Pembelian bahan baku
4
Sewa Tempat
5
Biaya Listrik
6
Biaya Air
7
Biaya Transportasi
8
Biaya Internet
9
Biaya Perbaikan dan pemeliharaan

Pendapatan
200328000

Pengeluaran
116904000
69,902,164.00
20000000
3000000
125000
1000000
200000
500000

64

KELOMPOK 1 ANALISIS DAN PERANCANGAN PERUSAHAAN

10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57
58
59
60
61
62
63
64

Feb '16

Mar '16

Apr '16

Mei '16

Biaya Operasional
Biaya Tenaga Kerja
Biaya tenaga Kerja Kantor (12 Orang)
Biaya Brosur (2000 Brosur)
Biaya Iklan Banner
(Saldo)
Saldo bulan Jan '16
Penjualan (Rp 102.000 x 2091)
Pembelian bahan baku
Sewa Tempat
Biaya Listrik
Biaya Air
Biaya Transportasi
Biaya Internet
Biaya Perbaikan dan pemeliharaan
Biaya Operasional
Biaya Tenaga Kerja
Biaya tenaga Kerja Kantor (12 Orang)
(Saldo)
Saldo bulan Jan '16
Penjualan (Rp 102.000 x 2185)
Pembelian bahan baku
Sewa Tempat
Biaya Listrik
Biaya Air
Biaya Transportasi
Biaya Internet
Biaya Perbaikan dan pemeliharaan
Biaya Operasional
Biaya Tenaga Kerja
Biaya tenaga Kerja Kantor (12 Orang)
(Saldo)
Saldo bulan Jan '16
Penjualan (Rp 102.000 x 2472)
Pembelian bahan baku
Sewa Tempat
Biaya Listrik
Biaya Air
Biaya Transportasi
Biaya Internet
Biaya Perbaikan dan pemeliharaan
Biaya Operasional
Biaya Tenaga Kerja
Biaya tenaga Kerja Kantor (12 Orang)
(Saldo)
Saldo bulan Jan '16
Penjualan (Rp 102.000 x 2657)
Pembelian bahan baku
Sewa Tempat
Biaya Listrik
Biaya Air
Biaya Transportasi
Biaya Internet
Biaya Perbaikan dan pemeliharaan
Biaya Operasional

E
C
K
E
-68003164
T
-68003164
213282000
S

300000
23400000
24000000
2000000
7000000

74,251,268.00
20000000
3000000
125000
1000000
200000
500000
300000
23400000
24000000

-1,497,432.00
-1,497,432.00
222870000
77,502,372.00
20000000
3000000
125000
1000000
200000
500000
300000
24570000
24000000
70,175,196.00
70,175,196.00
252144000
88,008,856.00
20000000
3000000
125000
1000000
200000
500000
300000
24570000
24000000
160,615,340.00
160,615,340.00
271014000
94,155,760.00
20000000
3000000
125000
1000000
200000
500000
300000

65

KELOMPOK 1 ANALISIS DAN PERANCANGAN PERUSAHAAN

65
66
67
68
69
70
71
72
73
74
75
76
77
78
79
80
81
82
83
84
85
86
87
88
89
90
91
92
93
94
95
96
97
98
99
100
101
102
103
104
105
106
107
108
109
110
111
112
113
114
115
116

Juni '16

July '16

Aug '16

Sep '16

Biaya Tenaga Kerja


Biaya tenaga Kerja Kantor (12 Orang)
(Saldo)
Saldo bulan Jan '16
Penjualan (Rp 102.000 x 2772)
Pembelian bahan baku
Sewa Tempat
Biaya Listrik
Biaya Air
Biaya Transportasi
Biaya Internet
Biaya Perbaikan dan pemeliharaan
Biaya Operasional
Biaya Tenaga Kerja
Biaya tenaga Kerja Kantor (12 Orang)
(Saldo)
Saldo bulan Jan '16
Penjualan (Rp 102.000 x 2888)
Pembelian bahan baku
Sewa Tempat
Biaya Listrik
Biaya Air
Biaya Transportasi
Biaya Internet
Biaya Perbaikan dan pemeliharaan
Biaya Operasional
Biaya Tenaga Kerja
Biaya tenaga Kerja Kantor (12 Orang)
(Saldo)
Saldo bulan Jan '16
Penjualan (Rp 102.000 x 3196)
Pembelian bahan baku
Sewa Tempat
Biaya Listrik
Biaya Air
Biaya Transportasi
Biaya Internet
Biaya Perbaikan dan pemeliharaan
Biaya Operasional
Biaya Tenaga Kerja
Biaya tenaga Kerja Kantor (12 Orang)
(Saldo)
Saldo bulan Jan '16
Penjualan (Rp 102.000 x 3373)
Pembelian bahan baku
Sewa Tempat
Biaya Listrik
Biaya Air
Biaya Transportasi
Biaya Internet
Biaya Perbaikan dan pemeliharaan
Biaya Operasional

E
C
K
241,028,580.00
E
241,028,580.00
282744000
T
S

47320000
24000000

98,067,164.00
20000000
3000000
125000
1000000
200000
500000
300000
36140000
24000000

340,440,416.00
340,440,416.00
294576000
102,856,044.0
0
20000000
3000000
125000
1000000
200000
500000
300000
18720000
24000000
464,315,372.00
464,315,372.00
325992000
106,459,708.0
0
20000000
3000000
125000
1000000
200000
500000
300000
25740000
24000000
608,982,664.00
608,982,664.00
344046000
119,056,656.0
0
20000000
3000000
125000
1000000
200000
500000
300000

66

KELOMPOK 1 ANALISIS DAN PERANCANGAN PERUSAHAAN

117
118
119
120
121
122
123
124
125
126
127
128
129
130
131
132
133
134

Oct '16

Nov '16

Biaya Tenaga Kerja


Biaya tenaga Kerja Kantor (12 Orang)
(Saldo)
Saldo bulan Jan '16
Penjualan (Rp 102.000 x 3504)
Pembelian bahan baku
Sewa Tempat
Biaya Listrik
Biaya Air
Biaya Transportasi
Biaya Internet
Biaya Perbaikan dan pemeliharaan
Biaya Operasional
Biaya Tenaga Kerja
Biaya tenaga Kerja Kantor (12 Orang)
(Saldo)
Saldo bulan Jan '16
Penjualan (Rp 102.000 x 3773)

135
136
137
138
139
140
141
142
143
144

Pembelian bahan baku


Sewa Tempat
Biaya Listrik
Biaya Air
Biaya Transportasi
Biaya Internet
Biaya Perbaikan dan pemeliharaan
Biaya Operasional
Biaya Tenaga Kerja
Biaya tenaga Kerja Kantor (12 Orang)

145

(Saldo)

146
147

Des '16

Saldo bulan Jan '16


Penjualan (Rp 102.000 x 4466)

148
149
150
151
152
153
154
155
156
157

Pembelian bahan baku


Sewa Tempat
Biaya Listrik
Biaya Air
Biaya Transportasi
Biaya Internet
Biaya Perbaikan dan pemeliharaan
Biaya Operasional
Biaya Tenaga Kerja
Biaya tenaga Kerja Kantor (12 Orang)

158

(Saldo)

E
C
K
760,277,008.00
E
760,277,008.00
357408000
T
S

24570000
24000000

124,652,640.0
0
20000000
3000000
125000
1000000
200000
500000
300000
49660000
24000000

894,247,368.00
894,247,368.00
384846000
133,478,044.0
0
20000000
3000000
125000
1000000
200000
500000
300000
51480000
24000000
1,045,010,324.0
0
1,045,010,324.0
0
455532000
157,661,640.0
0
20000000
3000000
125000
1000000
200000
500000
300000
33800000
24000000
1,259,955,684.0
0

PERENCANAAN MODAL

67

KELOMPOK 1 ANALISIS DAN PERANCANGAN PERUSAHAAN

E
C
Perencanaan modal untuk suatu perusahaan harus didahului dengan
K
membuat perencanaan proyeksi aliran kas selama awal bulan, sehingga
E
nantinya tim akan mendapatkan rincian dana yang harus disiapkan menjadi
modal usaha. Adapun rincian dananya dijelaskan pada Tabel
T 1.45 berikut ini.
Tabel 1.45 Tabel Rincinian Dana
S
Jenis pengeluaran
Jumlah
Pembelian peralatan
Pembelian Bahan baku
Upah tenaga kerja (produksi)
Upah tenaga kerja (kantor)
Biaya Listrik
Biaya Air
Biaya Sewa Rumah
Biaya Transportasi
Biaya Internet
Biaya Perbaikan dan pemeliharaan
Biaya Operasional
Biaya pemasaran
Total

116904000
69,902,164.00
23400000
24000000
3000000
125000
20000000
1000000
200000
500000
300000
7000000
266331164

Berdasarkan Tabel 1.45 diatas, modal usaha yang harus disiapkan untuk
mendirikan EC Company minimal adalah Rp 266.331.164 agar terhindar dari
kerugian yang sangat besar mengingat dari hasil rancangan proyeksi aliran kas
modal awal diatas, perusahaan akan mengalami kerugian sebesar Rp
69.500.596 Modal sebesar itu dapat menanggulangi kerugian di bulan pertama
dan dapat mengatasi produksi dibulan ketiga.

ANALISA KELAYAKAN DAN RESIKO KEUANGAN


Break Even Point merupakan satu teknik analisa untuk mempelajari
hubungan antara biaya tetap, biaya variabel, keuntungan dan volume
kegiatan. Tabel 1.46 berikut adalah perhitungan BEP untuk EC Company.
Tabel 1.46 Tabel Variable Cost dan Fixed Cost
Variable Cost
Biaya bahan baku langsung
Rp 1246349316
Biaya tenaga kerja
Rp 671370000
Total Variable Cost
Rp 1917719316
Fixed Cost
Biaya peralatan produksi
116904000
Biaya operasional dan transportasi
15600000
Biaya sewa gedung
240000000
Biaya pemasaran
7000000
Biaya internet
200000
Total Fixed Cost
379704000

68

KELOMPOK 1 ANALISIS DAN PERANCANGAN PERUSAHAAN

E
C
Total Pendapatan sekarang
3604782000
B/C Ratio =
=
= 1,877
K
Total pengeluaran sekarang
2298968316
Dari perhitungan break even point yang telah dilakukanE
dapat BEP sebesar 1
unit atau dapat dikatakan bahwa modal akan kembali pada pembuatan 1 unit
T
produk Sedangkan nilai B/C ratio yang lebih besar dari 1 maka usaha ini layak
S
untuk dilanjutkan.
Payback Period
Periode Payback menunjukkan berapa lama (dalam beberapa tahun) suatu
investasi akan bisa kembali. Periode Payback menunjukkan perbandingan
antara initial investment dengan aliran kas tahunan, dengan rumus sebagai
berikut :
Tabel 1.47 Tabel Arus Kas
Bulan
Januari
Februari
Maret
April

Arus Kas
200328000
213282000
222870000
252144000

Arus Kas Kumulatif


200328000
413610000
636480000
888624000

Payback period

= 2 + (266331164-200328000)/

Payback period

(316229600-200328000) x 1 tahun
= 2 + (21848164/213282000)

= 2,10 bulan
Jadi Jangka waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan nilai investasi
adalah 2,10 bulan.

69

KELOMPOK 1 ANALISIS DAN PERANCANGAN PERUSAHAAN