Anda di halaman 1dari 11

KEKURANGAN

VITAMIN A
KOLOMPOK 6

Latar Belakang
Kekurangan Vitamin A (KVA) masih merupakan masalah yang tersebar di
seluruh dunia terutama negara berkembang dan dapat terjadi pada semua
umur terutama pada masa pertumbuhan (balita). Kekurangan vitamin A
dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh dan menurunkan epitelisme
sel-sel kulit. Kekurangan vitamin A dapat terjadi karena beberapa sebab
antara lain konsumsi makanan yang tidak cukup mengandung vitamin A
atau provitamin A untuk jangka waktu yang lama, bayi yang tidak
diberikan ASI eksklusif, menu tidak seimbang (kurang mengandung
lemak, protein, zink atau zat gizi lainnya) yang diperlukan untuk
penyerapan vitamin A dan penggunaan vitamin A dalam tubuh, adanya
gangguan penyerapan vitamin A dan provitamin A seperti pada penyakitpenyakit antara lain diare kronik, KEP dan lain-lain sehingga kebutuhan
vitamin A meningkat, adanya kerusakan hati yang menyebabkan
gangguan pembentukan retinol binding protein (RBP) dan pre-albumin
yang penting untuk penyerapan vitamin.

PENGERTIAN VITAMIN A

PENGERTIAN
Vitamin A adalah salah satu zat gizi dari golongan vitamin yang sangat
diperlukan oleh tubuh yang berguna untuk kesehatan mata (agar dapat
melihat dengan baik) dan untuk kesehatan tubuh (meningkatkan daya
tahan tubuh untuk melawan penyakit misalnya campak, diare dan
penyakit infeksi lain).
Vitamin A atau berdasarkan struktur kimianya
dibagi menjadi 2 bentuk yaitu :

1. Retinol

2. Betacarotene

Fungsi Vitamin A
Selain berfungsi pada sistem penglihatan, diferensiasi sel, pertumbuhan
dan perkembangan, reproduksi, dan pencegahan kanker, Vitamin A juga
berfungsi dalam sistem kekebalan ( anti infeksi ). Walaupun
mekanismenya belum diketahui pasti, Retinol berpengaruh terhadap
pertumbuhan dan deferensiasi limfosit B ( leukosit yang berperan dalam
proses kekebalan humoral ). Disamping itu, kekurangan vitamin A
menurunkan respon antibody yang bergantung pada sel-T (limfosit yang
berperan pada kekebalan sesular).Sebaliknya, infeksi dapat memperburuk
kekurangan vitamin A.

DALAM KAITAN VITAMIN A BERPERAN SEBAGAI FUNGSI


KEKEBALAN, DITEMUKAN BAHWA:
Bila vitamin A kurang, maka fungsi kekebalan tubuh menjadi menurun, sehingga
mudah terserang infeksi. Disamping itu lapisan sel yang menutupi trakea dan paruparu mengalami keratinisasi, tidak mengeluarkan lender sehingga mudah dimasuki
mikroorganisme penyebab infeksi saluran pernapasan. Bila terjadi pada permukaan
usus halus dapat terjadi diare. Perubahan pada permukaan saluran kemih dan
kelamin dapat menimbulkan infeksi pada ginjal dan kantong kemih. Pada anak-anak
dapat menyebabkan komplikasi pada campak yang dapat mengakibatkan kematian.
Hasil penelitian yang dilaksanakan Survei Pemantauan Status Gizi dan Kesehatan
(Nutrition & Health Surveillance System) selama 1998-2002 menunjukkan, sekitar
10 juta anak balita yang berusia enam bulan hingga lima tahun-berarti setengah dari
populasi anak balita-di Indonesia berisiko menderita kekurangan vitamin A.
Menurut penelitian yang dilakukan Depkes bekerja sama dengan Helen KelIer
International setiap tiga bulan sekali ini, makanan mereka sehari-hari di bawah
angka kecukupan vitamin A yang ditetapkan untuk anak balita, yaitu 350-460 Retino
Ekivalen per hari.

TANDA-TANDA AWAL
KEKURANGAN VITAMIN A

1. Lemahnya penglihatan pada malam hari

2. Kulit kering

3. Meningkatnya risiko infeksi, dan metaplasia


(kondisi pra-kanker)

4. Kekurangan vitamin a yang


parah, yang dapat
menyebabkan kebutaan, secara ekstrim jarang terjadi
di lingkungan barat

PENANGGULANGAN KEKURANGAN VITAMIN A

1.
2.

3.

4.
5.

Memperbaiki pola makan masyarakat melalui penyuluhan-penyuluhan sehingga


masyarakat kita semakin gemar mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan.
Melakukan fortifikasi vitamin A terhadap beberapa bahan makanan yang banyak
dikonsumsi masyarakat dengan memperhatikan syarat-syarat fortifikasi. fortifikasi
adalah pada MSG atau pada mie instant
Meningkatkan program pemberian suplemen vitamin A yang sudah berjalan pada
kelompok sasaran yaitu :
a) Bayi umur 6-12 bulan : diberikan kapsul vitamin A warna biru, dosis 100.000
UI setiap bulan februari dan agustus.
b) Anak umur 1-5 tahun : diberikan kapsul vitamin A warna merah, dosis 200.00
UI setiap bulan februari dan agustus
c) Ibu nifas : diberikan kapsul vitamin A dosis 200.000 UI, sehari setelah
melahirkan dan diberikan lagi 24 jam kemudian (masing-masing satu kapsul ).
d) Anak yang terserang campak : diberikan kapsul vitamin A dosis 200.000 UI.
Pemberian imunisasi pada anak harus terus dipantau supaya terhindar dari penyakit
infeksi.
Mengkonsumsi makanan yang seimbang agar metabolisme vitamin A dalam tubuh
dapat berjalan secara normal.

SELESAI