Anda di halaman 1dari 6

3.

Pengaruh lain pada frekuensi jantung


a. frekuensi jantung dipengaruhi oleh stimulasi pada hampir semua saraf kutan, seperti
reseptor untuk nyeri, panas, dingin, dan sentuhan, atau oleh input emosional dari sistem saraf
pusat
b. fungsi jantung normal bergantung pada keseimbangan elektrolit seperti kalsium, kalium,
dan natrium, yang mempengaruhi frekuensi jantung jika kadarnya meningkat atau berkurang.
Curah jantung adalah volume darah yang dikeluarkan oleh kedua ventrikel per menit. Curah
jantung terkadang disebut volume jantung permenit. Volumenya kurang lebih 5 L permenit
pada laki-laki berukuran rata-rata dan kurang 20% pada perempuan.
1. Perhitungan curah jantung adalah sebagai berikut :
Curah jantung = frekuensi jantung x isi sekuncup
2. Faktor-faktor utama yang mempengaruhi curah jantung
a. Aktivitas berat memperbesar curah jantung sampai 25 L per menit. Pada atlit yang
sedang berlatih, mencapai 35 L per menit. Cadangan jantung adalah kemampuan
jantung untuk memperbesar curahnya.
b. Aliran balik vena ke jantung. Jantung mampu menyesuaikan output dengan
inputnya berdasarkan alasan berikut :
1) Peningkatan aliran balik vena akan meningkatkan volume akhir diastolik
2) Peningkatan volume diastolik akhir, akan mengembangkan serabut miokardial
ventrikel
3) Semakin banyak serabut otot jantung yang mengembang pada permulaan
konstraksi (dalam batasan fisiologis), semakin banyak isi ventrikel, sehingga
daya konstraksi semakin besar. Hal ini disebut hukum frank starling tentang
jantung.
c. Faktor yang mendukung aliran balik vena dan memperbesar curah jantung,
meliputi :
1) Pompa

otot

rangka

vena

muskular

memiliki

katup-katup

yang

memungkinkan darah hanya mengalir menuju jantung dan mencegah aliran


balik. Kontraksi otot-otot tungkai membantu mendorong darah ke arah jantung
melawan gaya gravitasi.
2) Pernafasan. Selama inspirasi, peningkatan tekanan negatif dalam rongga
toraks mengisap udara ke dalam paru-paru dan darah vena ke atrium.
3) Reservoar vena. Di bawah stimulasi saraf sinpatis, darah yang tersimpan
dalam limpa, hati, dan pembuluh besar kembali ke jantung saat curah jantung
turun.
4) Gaya gravitasi dari area di atas jantung membantu aliran balik vena.

d. Faktor-faktor yang mempengaruhi aliran balik vena dan mempengaruhi curah


jantung, meliputi :
1) Perubahan posisi tubuh dari posisi terlentang menjadi tegak, memindahkan
darah dari sirkulasi pulmonar ke vena-vena tungkai. Peningkatan refleks pada
frekuensi jantung dan tekanan darah dapat mengatasi pengurangan aliran balik
vena.
2) Tekanan rendah abnormal pada vena. Misalnya akibat hemoragi dan volum
darah rendah yang mengakibatkan pengurangan aliran balik vena dan curah
jantung.
3) Tekanan darah tinggi. Peningkatan tekanan darah aorta dan pulmonar
memaksa ventrikel bekerja lebih keras untuk mengeluarkan darah melawan
tahanan. Semakin besar tahanan yang harus dihadapi ventrikel yang
berkonstraksi, semakin sedikit curah jantungnya.
e. Pengaruh tambahan pada curah jantung meliputi :
1) Hormon medular adrenal. Epinefrin (adrenalin)

dan

norepinefrin

meningkatkan frekuensi jantung dan daya kontraksi sehingga curah jantung


meningkat.
2) Ion. Konsentrasi kalium, natrium, dan kalsium dalam darah serta cairan
interstisial mempengaruhi frekuensi dan curah jantung.
3) Usia dan ukuran tubuh seseorang dapat mempengaruhi curah jantungnya.
4) Penyakit kardiovaskular. Beberapa contoh kelainan jantung yang membuat
kerja pompa jantung kurang efektif dan curah jantung berkurang, meliputi :
a) Aterosklerosis penumpukan plak-plak dalam dinding pembuluh darah
koroner, pada akhirnya akan mengakibatkan sumbatan aliran darah.
b) Penyakit jantung iskemik, suplai darah ke miokardium tidak mencukupi,
biasanya terjadi akibat aterosklerosis pada arteri koroner dan dapat
menyebabkan gagal jantung
c) Infark miokardial (serangan jantung) biasanya terjadi akibat suatu
penurunan tiba-tiba pada suplai darah ke miokardium
d) Penyakit katup jantung akan mengurangi curah darah jantung terutama
saat melakukan aktivitas
CURAH JANTUNG
Metode pengukuran
Pada hewan percobaan, curah jantung dapat diukur dengan alat electromagnetic flow meter
yang diletakan di aorta asendens. Dua metode untuk mengukur curah jantung yang daat

diterapkan pada manusia, selain kombinasi doppler dengan ekokardiografi, adalah metode
langsung fick dan metode pengenceran indikator (indicator dilution method)
Azas fick menyatakan bahwa jumlah suatu zat yang diserap oleh suatu organ (atau seluruh
tubuh) per satuan waktu sama dengan kadar zat tersebut di dalam arteri dikurangi kadar vena
(perbedaan A-V) dikali aliran darah. Azas ini dapat diterapkan, arteri adalah satu-satunya
sumber zat yang diserap. Azas fick dapat digunakan untuk menentukkan curah jantung
dengan mengukur jumlah O2 yang di konsumsi oleh tubuh pada suatu periode tertentu
dengan membagi nilai ini dengan perbedaan A-V di paru. Karena darah arteri sistemik
memiliki kandungan O2 yang sama di semua bagian tubuh, kandungan O2 arteri dapat diukur
dari sampel yang diperoleh dari arteri manapun. Sampel darah vena di arteri pulmonalis
diperoleh melalui suatu kateter jantung. Darah atrium kanan dulu digunakan untuk tujuan
tersebut, tetapi pencampuran darah ini dapat tidak merata sehingga sampel ini tidak dapat
mewakili keadaan di seluruh tubuh.
Curah jantung pada berbagai keadaan
Jumlah darah yang dipompa keluar dari tiap-tiap ventrikel per denyut, yaitu isi sekuncup
(stroke volume) adalah sekitar 70 ml pada keadaan istirahat pada pria dengan ukuran tubuh
rata-rata dalam posisi telentang (70 ml dari venterikel kiri dan 70 ml dari ventrikel kanan,
dengan dua pompa ventrikel dalam rangkaian). Darah yang keluar dari jantung orang pria
dalam keadaan istirahat dan telentang, curah jantung rata-ratanya adalah 5,0 L/ menit (70 Ml
x 72 denyut/menit). Terdapat koreksi antara curah jantung istirahat dan luas permukaan tubuh
(indeks jantung) rata-rata adalah 3,2 liter.
Faktor yang mengatur curah jantung
Curah jantung dapat bervariasi akibat perubahan pada kecepatan denyut jantung atau isi
sekuncup. Frekuensi denyut jantung terutama diatur oleh persarafan jantung, yaitu stimulasi
simpatis meningkatkan frekuensi dan stimulasi parasimpatis menurunkannya. Isi sekuncup
sebagian juga ditentukan oleh input saraf, yakni rangsang simpatis menyebabkan serabut otot
miokardium berkontraksi lebih kuat untuk setiap panjang sedangkan rangsang parasimpatis
menimbulkan efek sebelumnya. Bila kekuatan kontraksi `meningkat tanpa disertai
peningkatan panjang serabut, lebih banyak darah (yang dalam keadaan normal tetap ada di
ventrikel) akan disemprotkan keluar dari fraksi ejeksi meningkat dan volume darah ventrikel
pada akhir sistol akan berkurang. Efek katekolamin yang dikeluarkan oleh stimulasi simpatis

pada akselerasi jantung disebut sebagai efek kronotopik, sedangkan efeknya pada kekuatan
kontraksi jantung disebut efek inotropik. Faktor yang meningkatkan kekuatan kontraksi
jantung dianggap bersifat inotropik positif, faktor yang menurunkannya dianggap inotropik
negatif.
Kekuatan kontraksi otot jantung bergantung pada preload dan afterload-nya. Fase awal
kontraksi bersifat isometrik komponen elastis yang terangkai dengan komponen kontraktil
diregangkan, dan tegangan meningkat sampai komponen tersebut cukup untuk mengangkat
beban. Tegangan pada saat beban terangkat adalah afterload. Otot kemudian berkontraksi
secara isotonis tanpa menambah tegangan lebih lanjut. In vivo, preload adalah derajat
peregangan miokardium sebelum miokardium berkontraksi dan afterload adalah tahanan
yang dihadapi sewaktu darah dikeluarkan.
Tabel efek berbagai keadaan pada curah jantung
Keadaan curah jantung
Tidak ada perubahan

Keadaan atau faktor


Tidur

Meningkat

Perubahan moderat pada suhu lingkungan


Rasa cemas atau gembira (50%-100%)
Makan (30%)
Olahraga (sampai 700%)
Suhu lingkungan tinggi
Kehamilan

menurun

Epinefrin
Duduk atau berdiri dari posisi berbaring (20%-30%)
Aritmia cepat
Penyakit jantung

Interaksi antara komponen yang mengatur curah jantung dan tekanan arteri. Garis
utuh menunjukkan peningkatann, dan garis putus-putus menunjukkan penurunan

Afterload

kontraktilitas

Pemendekan serabut miokardium

preload

ukuran ventrikel kiri

Frekuensi denyut jantung

isi sekuncup

Curah jantung

resistensi perifer

Tekanan arteri

CURAH JANTUNG DAN KONTROLNYA


Curah jantung (CJ) adalah volume darah yang dipompa oleh masing-masing ventrikel
permenit (bukan jumlah total darah yang dipompa oleh jantung). Selama suatu periode waktu,
volume darah yang mengalir melalui sirkulasi paru sama dengan volume yang mengalir
melalui sirkulasi sistemik. Karena itu, curah jantung dari masing-masing ventrikel normalnya
sama, meskipun dari denyut per menit dapat terjadi variasi ringan.
Curah jantung bergantung pada kecepatan denyut jantung dan isi sekuncup
Dua penentu curah jantung adalah kecepatan jantung (denyut per menit) dan isi sekuncup
(volume darah yang di pompa per denyut). Kecepatan jantung rerata saat istirahat adalah 70
denyut per menit, ditentukan oleh ritmisitas nodus SA, isi sekuncup rerata saat istirahat
adalah 70 ml per denyut, menghasilkan curah jantung rerata 4900 ml/ menit, atau mendekati
5 liter per menit.

Curah jantung = kecepatan jantung x isi sekuncup


= 70 denyut/menit x 70 ml/ denyut
= 4900 ml/menit = 5 liter/ menit
Karena volume darah total rerata adalah 5 sampai 5,5 liter maka masing-masing paruh
jantung setiap menit memompa setara dengan seluruh volume darah. Dengan kata lain, setiap
menit ventrikel kanan normalnya memompa 5 liter darah melalui paru, dan ventrikel kiri

memompa 5 liter melalui sirkulasi sistemik. Dengan kecepatan ini, setiap paruh jantung akan
memompa 2,5 juta liter darah hanya dalam setahun. Ini baru curah jantung dalam keadaan
istirahat. Selama olahraga, curah jantung dapat meningkat menjadi 20 sampai 25 liter
permenit, dan curah setinggi 40 liter permenit pernah dicapai oleh atlet terlatih selama
olahraga berat tipe daya tahan. Perbedaan antara curah jantung saat istirahat dan volume
maksimal darah yang dapat dipompa oleh jantung per menit disebut cadangan jantung.