Anda di halaman 1dari 2

Kasus Pengedar Narkoba

Sisi Pelanggaran Hak dan Pengingkaran Kewajiban:


1. Hak korban penyalahguna untuk tumbuh dan berkembang sesuai dgn
Pasal 28 B ayat 2 (Hak anak untuk kelangsungan hidup, tumbuh, dan
berkembang serta hak atas perlindungan dari kekerasan dan
diskriminasi)
Mengingkari kewajiban asasi manusia sesuai dgn Pasal 28 J ayat 1
(Setiap orang wajib menghormati hak asasi manusia orang lain dalam
tertib kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara)
2. Hak pihak ketiga (masyarakat sekitar) untuk mendapatkan rasa aman
sesuai dgn Pasal 28 G ayat 1 (Hak atas perlindungan diri pribadi,
keluarga, kehormatan, martabat, dan harta benda, Hak atas rasa
aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau
tidak berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi manusia)
KNP RASA AMAN? Krn dgn adanya pecandu, tindakan criminal lebih
besar peluangnya utk dpt terjadi
Kewajiban untuk menjaga keamanan dan ketertiban (baik itu untuk
pengedar ataupun pecandu)

Dasar Hukum Pelaksanaan Eksekusi Mati Pengedar Narkoba


1. Undang-Undang No. 2/PNPS/1964 tentang Tata Cara Pelaksanaan Pidana
Mati yang Dijatuhkan Oleh Pengadilan di Lingkungan Peradilan Umum dan
Militer

2.

Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika

3.
Peraturan Kapolri No. 12 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pelaksanaan
Pidana Mati
**
Perdebatan dpt kita simak dalam kasus pengujian pasal tentang hukuman
mati dalam UU Narkotika yang lama yaitu UU No. 22 Tahun 1997 di
Mahkamah Konstitusi (MK) pada 2007. MK dalam putusan perkara tersebut
akhirnya mempertahankan hukuman mati karena kejahatan narkotika
termasuk kejahatan luar biasa serius terhadap kemanusiaan (extra
ordinary) sehingga penegakannya butuh perlakuan khusus, efektif dan
maksimal. Salah satu perlakuan khusus itu, menurut MK, antara lain dengan
cara menerapkan hukuman berat yakni pidana mati