Anda di halaman 1dari 571

Herni K. | Pipin T. P. | Winwin W.

TATA KECANTIKAN KULIT

Tata
Kecantikan
Kulit

Herni Kusantati
Pipin Tresna Prihatin
Winwin Wiana

ISBN XXX-XXX-XXX-X
Buku ini telah dinilai oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dan telah
dinyatakan layak sebagai buku teks pelajaran berdasarkan Peraturan Menteri
Pendidikan Nasional Nomor 46 Tahun 2007 tanggal 5 Desember 2007 tentang
Penetapan Buku Teks Pelajaran yang Memenuhi Syarat Kelayakan untuk Digunakan dalam Proses Pembelajaran.

untuk SMK

HET (Harga Eceran Tertinggi) Rp. 7.888,00

untuk
Sekolah Menengah Kejuruan

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah
Departemen Pendidikan Nasional

Kusantati, Herni
Tresna, Pipin Prihatin
Wiana, Winwin

TATA KECANTIKAN
KULIT

Untuk SMK

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah
Departemen Pendidikan Nasional

Hak Cipta pada Departemen Pendidikan Nasional


Dilindungi Undang-undang

TATA
KECANTIKAN
KULIT
Untuk SMK
Penulis

: Herni Kusantati dkk

Ukuran Buku

KUS
TKK

cm

Kusantati, Herni dkk


Tata Kecantikan Kulit : untuk SMK/oleh Herni Kusantati, Pipin Tresna
Prihatin, Winwin Wiana. Jakarta Pusat : Direktorat Pembinaan Sekolah
Menengah Kejuruan, Direktorat Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah,
Departemen Pendidikan Nasional, 2008.
vi. 530 hlm
ISBN
-

Diterbitkan oleh Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


Direktorat Jenderal Manajemen Dasar dan Menengah
Departemen Pendidikan Nasional
Tahun 2008
Diperbanyak oleh.

KATA SAMBUTAN
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, berkat rahmat dan
karunia Nya, Pemerintah, dalam hal ini, Direktorat Pembinaan Sekolah
Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar
dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional, pada tahun 2008, telah
melaksanakan penulisan pembelian hak cipta buku teks pelajaran ini dari
penulis untuk disebarluaskan kepada masyarakat melalui website bagi
siswa SMK.
Buku teks pelajaran ini telah melalui proses penilaian oleh Badan Standar
Nasional Pendidikan sebagai buku teks pelajaran untuk SMK yang
memenuhi syarat kelayakan untuk digunakan dalam proses pembelajaran
melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 12 tahun 2008.
Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada
seluruh penulis yang telah berkenan mengalihkan hak cipta karyanya
kepada Departemen Pendidikan Nasional untuk digunakan secara luas
oleh para pendidik dan peserta didik SMK di seluruh Indonesia.
Buku teks pelajaran yang telah dialihkan hak ciptanya kepada
Departemen Pendidikan Nasional tersebut, dapat diunduh (download),
digandakan, dicetak, dialihmediakan, atau difotokopi oleh masyarakat.
Namun untuk penggandaan yang bersifat komersial harga penjualannya
harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Pemerintah. Dengan
ditayangkannya soft copy ini akan lebih memudahkan bagi masyarakat
untuk mengaksesnya sehingga peserta didik dan pendidik di seluruh
Indonesia maupun sekolah Indonesia yang berada di luar negeri dapat
memanfaatkan sumber belajar ini.
Kami berharap, semua pihak dapat mendukung kebijakan ini.
Selanjutnya, kepada para peserta didik kami ucapkan selamat belajar
dan semoga dapat memanfaatkan buku ini sebaik-baiknya. Kami
menyadari bahwa buku ini masih perlu ditingkatkan mutunya. Oleh
karena itu, saran dan kritik sangat kami harapkan.

Jakarta,
Direktur Pembinaan SMK

iii

Kata Pengantar
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah
berkenan memberikan Rahmat Nya, sehingga penulisan buku Tata
Kecantikan Kulit dapat kami selesaikan sebagai bahan bacaan bagi siswa
sekolah menengah kejuruan.
Buku ini membahas tata kecantikan kulit dan permasalahan nya
secara komprehensif, sehingga diharapkan dapat memenuhi kebutuhan
buku kecantikan yang saat ini jumlahnya sangat terbatas.
Materi buku ini telah disesuaikan dengan standar Kompetensii
Nasional Bidang Keahlian Kecantikan Kulit yang menjadi acuan dalam
pelaksanaan pembelajaran di sekolah menengah kejuruan. Standar
Kompetensi Nasional dikembangkan untuk memberikan keterampilan,
pengetahuan, sikap, kecakapan hidup dan pengalaman belajar yang dapat
membangun integritas sosial dan mewujudkan karakter nasional.
Standar Kompetensi Nasional memberikan pengalaman belajar
yang sejalan dengan prinsip belajar sepanjang hayat (learning to life) yang
mengacu pada empat pilar pendidikan universal, yaitu belajar mengetahui
(learning to know), belajar melakukan (learning to do), belajar menjadi diri
sendiri (learning to be), dan belajar hidup dalam kebersamaan (learning to
life together).
Standar Kompetensi Nasional mempunyai kedudukan yang strategis
untuk menciptakan tatanan yang kompeten dan cerdas dalam membangun
identitas budaya bangsa. Buku ini diharapkan memberi manfaat bagi siswa
dengan penyajian materi yang dapat menjadi sumber belajar yang
berkualitas.
Penghargaan dan terimakasih kami sampaikan kepada Direktorat
Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Manajemen
Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional, yang
telah memberikan kepercayaan kepada kami untuk menyusun buku ini.
Kami mengharapkan buku ini akan selalu dikaji dan disempurna-kan
melalui masukan dan koreksi agar selalu dapat menyesuaikan dengan
tuntunan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Jakarta, Juni 2008
Penyusun

iv

Daftar Isi
KATA SAMBUTAN

iii

KATA PENGANTAR

iv

DAFTAR ISI

DAFTAR GAMBAR

xi

I.

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
1. Kecantikan

2. Kesehatan

3. Kepribadian

B. Tujuan Penulisan Buku


1. Tujuan Umum

2. Tujuan Khusus

C. Ruang Lingkup

Latihan Penguasaan Konsep


II.

11

ANATOMI FISIOLOGI TUBUH


A. Postur Tubuh

13

B. Sel

16

C. Jaringan-Jaringan Tubuh

17

D. Susunan Otot

23

E. Rangka

30

F. Sistem Peredaran Darah

36

G. Sistem Pernafasan

39

H. Sistem Pencernaan

43

I. Sistem Syaraf

48

J. Sistem Panca Indera

49

K. Kuku

53

Latihan Penguasaan Konsep


III.

54

ANATOMI DAN FISIOLOGI KULIT


A. Struktur Kulit

59

1. Kulit Ari (Epidermis)

60

2. Kulit Jangat (Dermis)

63

3. Jaringan penyambung (Jaringan Ikat) Bawah Kulit


(Hipodermis)

66

B. Fungsi Kulit

67

C. Warna Kulit

68

D. Jenis-jenis Kulit

69

E. Kelainan-kelainan Kulit

74

1. Kelainan pada Kelenjar Palit

74

2. Tumbuhan pada Kulit

89

3. Gangguan Pigmentasi

91

4. Infeksi Jamur

93

5. Alergi (Hipersensitivitas)

94

6. Reaksi Kulit Terhadap Kosmetika

95

7. Penuaan Dini

96

8. Kelainan Kelenjar Keringat

98

Latihan Penguasaan Konsep


IV.

99

KOSMETIKA
A. Konsep Kosmetologi

104

B. Pemilihan Kosmetika

113

1. Kosmetika Pembersih

113

2. Kosmetika Penyegaran

118

3. Kosmetika Pelembab dan Pelindung

119

4. Kosmetika Dekoratif

121

5. Kosmetika Perawatan

134

6. Kosmetika Tradisional

141

Latihan Penguasaan Konsep

150

vi

V.

ALAT -ALAT KECANTIKAN DAN PENGGUNAANNYA


A. Konsep Kosmetologi

154

B. Alat Alat Teknis (Tool Kit)

154

1. Alat Alat Teknis Perawatan Kulit Wajah

154

2. Alat Perawatan Tangan dan Kaki

159

3. Alat Perawatan Badan

164

4. Alat Perawatan Payudara

170

5. Alat Tata Rias

170

6. Perabot Tata Kecantikan Kulit

181

Latihan Penguasaan Konsep


VI.

188

PERAWATAN KULIT WAJAH


A. Konsep Perawatan Kulit Wajah

190

B. Persiapan Perawatan Wajah Berdasarkan Prinsip


Kesehatan dan Keselamatan Kerja

192

C. Prosedur Penanganan Keadaan Darurat


D. Tindakan-tindakan khusus dalam perawatan kecantikan
E. Diagnosis Kulit Wajah

192
195
197

F. Pencabutan dan Pembentukan Alis

200

G. Membersihkan Area Kerja, Alat, Bahan dan Kosmetik

201

H. Perawatan Kulit Wajah Tanpa Problem Secara


Manual

201

1. Prosedur Perawatan Wajah


2. Teknik Perawatan Wajah
I. Perawatan Wajah Tanpa Problem

238

J. Perawatan Kulit Wajah Berproblem Secara Manual

239

1. Perawatan Kulit Kering

239

2. Perawatan Kulit Berminyak

240

3. Perawatan Kulit Kombinasi

241

4. Perawatan Kulit Sensitif

242

5. Perawatan Kulit Menua (Aging Skin)

243

6. Perawatan Kulit Berpigmen

246

7. Perawatan Kulit Dehidrasi

247

vii

8. Perawatan Kulit Berkomedo atau Berjerawat

VII.

K. Perawatan Kulit Wajah Tanpa Problem Menggunakan


Teknologi

254

L. Perawatan Kulit Berproblem Menggunakan


Teknologi

255

1. Memutihkan Kulit Muka

256

2. Mengencangkan Kulit Muka

266

M Saran Pasca Perawatan Wajah

288

Latihan Penguasaan Konsep

291

PERAWATAN TANGAN DAN KAKI


(MANIKUR DAN PEDIKUR)
A. Konsep Perawatan Tangan dan Kaki

294

B. Persiapan Perawatan Tangan dan Kaki Berdasarkan


Prinsip Kesehatan dan Keselamatan Kerja

295

C. Diagnosis Perawatan Tangan dan Kaki

295

D. Membersihkan Area Kerja, Alat, Bahan dan Kosmetik

299

E. Perawatan Tangan dan Merias Kuku Tangan

299

F. Perawatan Kaki dan Merias Kuku Kaki

308

G. Seni Merias Kuku (Nail Style)

312

H. Memasang Kuku Tambahan (Nail Extention)

317

I. Epilasi dan Depilasi

322

J. Trading

330

K. Saran Pasca Perawatan Kaki dan Tangan

330

Latihan Penguasaan Konsep


VIII.

248

332

PERAWATAN BADAN
A. Konsep Perawatan Badan

336

B. Persiapan Kerja Perawatan Badan Berdasarkan


Peraturan Kesehatan dan Keselamatan Kerja

336

C. Diagnosis Badan

337

D. Perawatan Badan Secara Tradisional

338

E. Perawatan Badan Dengan Teknologi

387

F. Saran Pasca Perawatan Badan Secara Tradisional

398

viii

Membersihkan, Mengemas Area Kerja dan


Perlengkapan Kerja
Latihan Penguasaan Konsep
IX.

X.

399
400

PERAWATAN PAYUDARA
A. Konsep Perawatan Payudara

403

B. Persiapan Perawatan Payudara Berdasarkan Prinsip


Kesehatan dan Keselamatan Kerja

404

C. Diagnosis untuk Perawatan Payudara

405

D. Membersihkan Area Kerja, Alat, Bahan dan Kosmetik

406

E. Perawatan Payudara Secara Tradisional

407

F. Perawatan Payudara dengan Teknologi

411

Latihan Penguasaan Konsep

415

TATA RIAS WAJAH


A. Konsep Tata Rias Wajah

417

B. Persiapan Rias Wajah Berdasarkan Prinsip Kesehatan


dan Keselamatan Kerja

424

C. Diagnosis Muka untuk Rias Wajah

425

D. Tata Rias Koreksi Wajah

428

E. Tata Rias Koreksi Bentuk Bibir

436

F. Tata Rias Koreksi Bentuk Mata

438

G. Tata Rias Koreksi Bentuk Alis

442

H. Tata Rias Koreksi Bentuk Hidung

446

I. Tata Rias Koreksi Bentuk Dagu

449

I.

450

Prinsip dan Tujuan Merias Wajah

J. Membersihkan Area Kerja, Alat, Bahan Dan


Kosmetika
K. Rias Wajah Sehari Hari

466

L. Rias Wajah Pesta

470

M. Rias Wajah untuk Menutupi Cacat

480

N. Rias Wajah Usia Lanjut

482

O. Rias Wajah Panggung

485

P. Rias Wajah Foto / TV

492

467

ix

XI.

XII

Q. Finishing Touch Rias Wajah

495

R. Rias Wajah Karakter

496

S. Saran Pasca Rias Wajah

502

Latihan Penguasaan Konsep

503

ETIKA PROFESI
A. Konsep Etika Profesi penata Kecantikan

509

B. Kepribadian Penata Kecantikan

511

C. Sikap Penata Kecantikan

512

D. Penampilan Penata Kecantikan

513

Latihan Penguasaan Konsep

516

PROFIL PENGUSAHA SUKSES BIDANG TATA


KECANTIKAN
A. Marta Tilaar

519

B. Mooryati Sudibyo

523

DAFTAR PUSTAKA

528

GLOSARIUM

Daftar Gambar
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27

Berbagai Posisi Tubuh Bediri


Posisi Duduk yang Salah
Posisi Duduk yang Benar
Posisi Tubuh pada Waktu memungut Sesuatu
Posisi Berdiri dengan Hak Sepatu Tinggi yang Benar
Posisi Berdiri dengan Hak Sepatu Tinggi yang Salah
Posisi Berdiri dengan Hak Sepatu Rendah
Bentuk Sel Manusia
Berbagai Bentuk Jaringan Epithel
Jenis-jenis Jaringan Ikat
Struktur Jaringan Lemak
Jaringan Tulang Rawan
Bentuk Jaringan Tulang Keras
Jaringan Otot Polos
Jaringan Otot Lurik
Jaringan Otot Jantung
Sel Saraf (Neuron) dengan Akson dan Dendrit
Jaringan Darah
Corak dan Bentuk Otot
Otot Rangka dengan Contoh Brachialis
Otot Wajah dan Kepala
Contoh Otot Batang Badan (Otot Punggung)
Otot-otot Leher
Otot-otot Anggota Badan Atas
Otot-otot Anggota Badan Bawah
Skema Tengkorak Manusia Dilihat dari Samping
Depan
Skema Tengkorak Manusia Dilihat dari Depan

14
14
14
15
15
15
16
16
18
18
19
19
20
20
20
21
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31

xi

28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55
565
7
58
59
60
61

Susunan Kerangka Manusia


Berbagai Jenis Sendi
Pola Pergerakan Sendi
Jantung Tampak Muka
Irisan Jantung
Skema Aliran Darah
Organ-organ Pernafasan Manusia
Skema Sistem Pencernaan
Penampang danVisualisasi Rongga Mulut
Penampang Gigi
Beberapa Alat Pencernaan
Anatomi Otak
Skema Indera Penglihatan
Posisi Bola Mata pada Tulang Tengkorak
Skema Indera Pendengaran
Penampang Hidung dan Tenggorokan
Penampang Indera Pengecap (Lidah)
Bagian-bagian Kuku Jari Tangan
Skema bagian-bagian Kulit
Penampang Lapisan Kulit Ari (Epidermis)
Visualisasi Lapisan Kulit Ari (Epidermis)
Penampang Kulit Jangat
Visualisasi Lapisan Kulit Jangat
Penampang Jaringan Ikat Bawah Kulit (Hipodermis)
Visualisasi Jaringan Ikat Bawah Kulit (Hipodermis)
Kulit dalam Kondisi Normal
Kulit Mulai Terserang Bakteri Akne
Jerawat yang Meradang (Papule)
Jerawat yang Bernanah (Postule)
Jerawat dalam Kondisi Terparah (Cyst)
Akne Juvenil
Akne Vulgaris
Akne Rosaceae
Akne Nitrosica

33
35
35
36
36
38
41
43
44
45
47
48
49
49
50
51
52
53
59
62
62
65
66
66
67
75
75
76
76
77
77
77
78
78

xii

62
63
64
65
66
68
69
70
71
72
73
74
75
76
77
78
79
80
81
82
83
84
85
86
87
88
89
90
91
92

Komedo Terbuka (Blackhead)


Komedo Tertutup (Whitehead)
Siringoma/Singokistoma
Kutil/Verucca Vulgaris
Zanthoma
Melasma (Chloasma)
Lentigo
Vitiligo
Kurap
Tinea Pedis (Athletes foot)
Aneka Jenis Sabun Biokosmetika
Berbagai Jenis Pelembab Wajah
Face Lotion dan Astringent
Berbagai Jenis Pelembab Wajah
Produk Kosmetik Pelindung (Tabir Surya/Sunscreen)
Alas Bedak (Foundation)
Bedak Wajah (Face Powder)
Perona Pipi (Blush-on/Rouge)
Perona Mata (Eye Shadow)
Sipat Mata (Eye Liner)
Pensil Alis (Eyebrow Pencil)
Cat Bulu Mata (Mascara)
Perona Bibir (Lipstick)
Pensil Bibir (Lip Liner)
Pelembab Bibir (Lip Balm)
Lipgloss
Perawatan Wajah Sehari-hari (Pembersih, Penyegar,
Cream Pagi/Tabir Surya, dan Cream Malam
Perawatan Wajah Berkala (Pembersih, Penyegar,
Masker, Peeling Scrubb, Massage Oil/Cream)
Pembersih, Penyegar, Peeling, Vitamin, Bleaching, Anti
Aging, Colagen Serum, Anti Acne
Perawatan Tangan dan Kaki Sehari-hari (Sabun Cuci
Tangan, Krim Tangan, Lotion Tangan/Kaki)

88
89
89
90
90
92
92
93
94
94
115
118
119
120
121
123
125
126
127
128
129
130
132
132
133
133
134
135
136
137

xiii

93

94

95
96

97

98
99
100
101
102
103
105
106
107
108
109
110
111
112
113
114
115
116

Perawatan Tangan dan Kaki Berkala (Sabun Cuci


Tangan, Cairan Antiseptik, Massage Krim & Cuticle
Remover)
Kosmetika Perawatan Tangan dan Kaki Khusus (Sabun
Cuci Tangan, Cairan Antiseptik, Cuticle Remover,
Hidrogen Peroksida & Borax)
Kosmetika Perawatan Badan Sehari-hari (Sabun, Body
Shampoo, Body Talk, Body Wash)
Kosmetika Perawatan Badan (Sabun/Body Shampoo,
Body Lotion, Body Talk, Scrubb/Lulur/Boreh/Massage
Oil, Body Steam Cosmetic, Aromatheraphy)
Kosmetika Perawatan Payudara (Sabun/Body Shampoo,
Buste Lotion, Body Talk, Scrubb, Lulur, Massage
Cream/Oil, Buste Mask, Minyak Zaitun, Aromatheraphy)
Kunyit (Curcuma Domesticaerhizoma)
Lidah Buaya (Aloe Vera)
Bunga Kenanga
Buah Tomat
Segelas Air The Basi
Daun Seledri
Cengkeh
Kemukus
Kencur
Regula, Rossa spp & Produk Kecantikan yang
Dihasilkannya
Jahe
Minyak Cendana
Buah Ketimun & Produk Kecantikan yang Dihasilkannya
Berbagai Minyak bahan Pembuatan Kosmetik
Tradisional
Alat New Magic Beauty (Cara penggunaan & Efek yang
Dihasilkannya)
Cryoelectrophoresis Polarity dan Hasil Perawatannya
Frimator
Alat Galvanic & Penggunaannya

138

138

139
140

141

142
143
143
144
144
145
145
145
146
146
147
147
148
149
155
155
156
156

xiv

117
118
119
120
121
122
123
124
125
126
127
128
129
130
131
132
133
134
135
136
137
138
139
140
141
142
143
144
145
146
147
148

Pulverisator
Radio Frekuency Pacelift, Cara Penggunaan & Hasil
Perawatannya
Alat Kecantikan Vapozone
Orangewood Stick
Nail File
Berbagai Bentuk Cuticle Pusher
Gunting Kuku dan tang Kulit
Nail Brush
Emory Board
Nail Buffer
Pinset
Nail Clipper
Nail Dryer
Back Brush & Cara Penggunaannya
Berbagai Bentuk Body Brush
Asal Bahan LoofaH & Loofah yang Siap Pakai
Shower Puff dalam Berbagai Warna yang Menarik
Spons (Sponge) Mandi Aneka Warna dan Bentuk
Shower Cap Pelindung Kepala dari Cipratan Air
Batu Apung untuk Mandi
Alat Bio-slim
Terapi Lemak dengan Kombinasi Teknologi Infra Merah,
Ozon dan Bio Elektrik Slimmer)
Terapi Laserpunktur
Terapi Penghancur Lemak Laser Blue
Vibro Massage
Micro Peel
Kuas/Sikat Alis & Bulu Mata
Kuas Eye Liner
Kuas Bibir
Kuas Concealer
Kuas Eye Shadow
Aneka Bentuk Kuas untuk Berbagai Keperluan Rias

157
158
159
160
160
161
161
162
162
162
163
163
164
164
165
165
166
166
167
167
168
168
169
169
170
170
171
171
172
172
173
174

xv

149
150
151
152
153
154
155
156
157
158
159
160
161
162
163
164
165
166
167
168
169
170
171
172
173
174
175
176
177
178
179
180

Berbagai Spons & Puffs Tata Rias


Peralatan Penunjang Tata Rias
Bulu Mata Bawah
Bulu Mata Angsa
Bulu Mata menyamping dan Lebat
Bulu Mata Berwarna
Bulu Mata Berkilau
Bulu Mata Silang
Bulu Mata Satuan
Bulu Mata Natural
Bulu Mata Setengah Atas
Scotch Tape Glitters
Hidraulic Chair dalam Berbagai bentuk dan Warna
Ring Chair
Electronic Beauty Facial Bed
Manicure Desk
Berbagai Bentuk Trolley
Towel Steamer
Box Sterilizer
Hidraulic Beauty Facial Bed
Beauty Facial Bed
Beauty case
Cosmetic Display
Foot bath Chair
Knead Chair
Urutan Pengolesan Krim Pembersih pada Wajah
Gerak Pembersih Wajah
Cara Menyegarkan Kulit Muka
Contoh-contoh Metode Teknik Pemijatan Effleurage di
Dahi
Teknik Pemijatan Effleurage di Daerah Kering, Pipi,
Leher, dan Bulu dengan Arah Putaran yang Berbeda
Pola Gerakan Ritmis pada Teknik Pemijatan Effleurage
Teknik Pemijatan Petrisage pada Bagian Muka/Wajah

174
176
177
177
177
178
178
179
179
179
180
180
181
181
182
183
183
184
184
185
185
186
186
187
187
203
204
205
207
208
208
210

xvi

181
182
183
184
185
186
187
188
189
190
191
192
193
194
195
196
197
198
199
200
201
202
203
204
205
206
207
208
209
210
211

Pemijatan Petrisage di Bagian Muka, Dagu dan Pundak


Mekanisme Gerakan Pemijatan Friction
Teknik Friction pada pemijatan di Daerah Pipi, Dagu,
Leher & Dada
Teknik Tapotage pada Wajah
Teknik Tapotage pada Wajah yang Dilakukan dengan
Ringan
Teknik Tapotage pada Daerah Bawah Dagu
Berbagai Pola Pemijatan Vibration
Tahapan dan Arah Pemijatan secara Keseluruhan
Penguapan Wajah
Bahan & Proses Pengelupasan/Peeling/Scrubbing)
Pemakaian Masker
Bahan & Cara Pemakaian Masker Bubuk
Bahan & Cara Pemakaian Masker Krim
Bahan & Cara Pemakaian Masker Gel
Bahan & Cara Pemakaian Masker Kertas
Bahan & Cara Pemakaian Masker Buatan yang Telah
Jadi
Buah Alpukat & Masker yang Dihasilkannya
Buah Jeruk & Masker yang Dihasilkannya
Masker Jeruk Nipis dan Putih Telur
Susu Bubuk & Masker yang Dihasilkannya
Telur Ayam dan Masker yang Dihasilkannya
Buah Strawberri dan Masker yang Dihasilkannya
Mentimun dan Masker yang Dihasilkannya
Buah Tomat dan Masker yang Dihasilkannya
Buah Pepaya dan Masker yang Dihasilkannya
Buah Pisang dan Masker yang Dihasilkannya
Semangka dan Melon dan Masker yang Dihasilkannya
Buah Apel dan Masker yang Dihasilkannya
Havermout dan Masker yang Dihasilkannya
Wortel dan Masker yang Dihasilkannya
Kentang dan Masker yang Dihasilkannya

210
211
212
213
213
214
215
216
220
222
223
224
224
225
226
227
227
228
229
229
230
231
232
232
233
233
234
234
235
235
236

xvii

212
213
214
215
216
217
218
219
220
221
222
223
224
225
226
227
228
229
230
231
232
233
234
235
236
237
238
239

Cara Pemakaian Masker


Pembersihan dan Penyegaran Pasca Pemaskeran
Titik-titik Akupuntur Kecantikan di Wajah
Gerakan Akupresure pada Titik-titik Akupuntur
Kecantikan di Wajah
Cara Mengeluarkan Komedo Secara Manual
Proses Maintenance Facial Serum Placenta dan
Kolagen
Tahapan proses Perawatan Wajah dengan Facial
Oksigen
Proses dan Tahapan Facial Oxygen dengan Gelombang
Elektromagnetik
Bahan Facial Placenta Totok Emas
Proses Terapi Facial Placenta Totok Emas
Proses Facial Serum Placenta dan Kolagen
Proses Facial Totok Giok
Perawatan Wajah dengan Teknik Besem Face
Perawatan Wajah dengan Teknik Face Lift & Deep Lane
Benang Aptosh
Sketsa Pemasangan Benang Aptosh pada Wajah
Metode Perawatan Wajah dengan Terapi Aptosh
Teknologi Fraxel dalam Perawatan Wajah
Perangkat Teknologi Skin Rejuvenation untuk Perawatan
Wajah
Sistem Perawatan Wajah dengan Metode Kombinasi
LHE & Diamond Dermabrasion
Metode Perawatan Wajah dengan Teknik Pengelupasan
Proses Chemical Feeling
Proses Pembersihan Tangan
Pengikiran Kuku Tangan
Mengikir Kuku dengan Emory Boards
Proses Melepaskan Kulit Ari dari Jari Tangan
Mengoleskan Krim Urut sebelum Pengurutan
Arah Gerakan Pengurutan Perawatan Tangan

237
237
245
246
249
255
257
258
260
260
263
264
269
272
274
274
274
277
277
283
283
285
300
301
302
302
303
305

xviii

240
241
242
243
244
245
246
247
248
249
250
251
252
253
254
255
256
257
258
259
260
261
262
263
264
265
266
267
268
269

Melindungi Kuku dengan nail Strengtheners


Proses Pengecatan Kuku dengan Kuteks
Menghilangkan Kelebihan Cat kuku dengan Nail Polish
Remover
Membersihkan Kaki dan Kuku Kaki
Menyikat Kaki dan Kuku Kaki
Tahapan, Arah dan Gerakan Pedikur
Mengecat Kuku Kaki
Perawatan Terakhir Tangan dan Kaki
Proses Pembuatan Nail Art Snakeskin
Nail Art Bermotif Snakeskin
Tahapan Pembuatan Nail Art Lace with Twister
Nail Art Bermotif Nail Art Lace with Twister
Tahapan Nail Art Bermotif Bindi Magic
Nail Art Bermotif Bindi Magic
Tahapan Nail Art Teknik Lukis Manual
Nail Art Teknik Lukis Manual
Tahapan Proses Nail Extension
Paket Nail Extension dan Berbagai Desain Motif Kuku
Palsu
Desain Spring Summer pada Kuku Palsu dan Aspek
Psikis yang Ditimbulkannya
Alat dan Bahan pada Proses Epilasi dan Depilasi
Ruang Perawatan Tubuh yang Ideal
Berbagai Jenis Minyak Pijat
Sikap/Posisi Tubuh Operator Saat Memijat (Tegak &
Rileks)
Teknik Effleurage Pada Pemijatan Tubuh
Teknik Friction pada Pemijatan Tubuh
Teknik Petrisage (Meremas)
Teknik Clapping dan Hacking pada Pemijatan Tubuh
Teknik Vibration pada Pemijatan Tubuh
Pijat Effleurage padaTungkai
Gerakan Gastrocnemius

306
307
307
308
309
311
311
312
313
314
315
315
316
316
317
317
319
319
322
323
342
346
347
348
349
351
353
354
355
356

xix

270
271
272
273
274
275
276
277
278
279
280
281
282
283
284
285
286
287
288
289
290
291
292
293
294
295
296
297
298
299
300
301
302
303

Gerakan Mengambil dan Meremas


Gerakan Mengambil dan Meremas
Gerakan Meremas
Patella
Friction pada Telapak Kaki
Effleurage pada Telapak Kaki
Vibrations pada Telapak Kaki
Effleurage di Seluruh Punggung
Effleurage Menyamping di Seluruh Punggung
Friction pada Otot-otot Punggung
Mengurut Otot-otot Tulang Punggung
Gerakan Friction pada liac Crest
Friction pada Tulang Belikat
Gerakan Petrisage pada Bahu
Gerakan Effleurage pada Lengan
Effleurage pada Lengan Bawah
Gerak Putar Effleurage
Gerak Putar Effleurage dengan Satu Tangan
Pijat Usus
Effleurage pada Dada
Memijat Dahi
Meratus rambut
Ramuan Ratus
Meratus Rambut dan Daerah Kewanitaan
Mandi Rempah
Terapi Lemak dan Berbagai Penyakit dengan Media Api
Terapi dengan Body Wrap Sliming
Tahapan Proses Lulur Garam dan Gula
Massage Payudara
Gerakan-gerakan pada Senam Payudara
Terapi Payudara dengan Janssen Cosmeceutical
Terapi Dura Bust Treatment
Mengukur Bentuk Wajah
Proporsi Bentuk Wajah Oval

356
357
357
359
361
361
361
362
362
363
364
364
366
366
368
369
370
371
371
383
376
379
379
380
381
392
393
397
404
405
408
409
418
418

xx

304
305
306
307
308
309
310
311
312
313
314
315
316
317
318
319
320
321
322
323
324
325
326
327
328
329
330
331
332
333
334
335
336
337

Proporsi Bentuk Wajah Bulat


Proporsi Bentuk Wajah Persegi
Proporsi Bentuk Wajah Buah Pear
Proporsi Bentuk Wajah Panjang
Proporsi Bentuk Wajah Segi Tiga Terbalik (Heart)
Proporsi Bentuk Wajah Diamond (Belah Ketupat)
Diagram Letak Bagian-bagian Wajah
Proporsi Bagian-bagian Wajah (Samping)
Fokus Wajah
Proporsi Wajah A-Simetris
Koreksi Wajah Bentuk Diamond (Belah Ketupat)
Koreksi Wajah Bentuk Hati/Heart
Koreksi Wajah Bentuk Pear
Koreksi Wajah Bentuk Bulat
Koreksi Wajah Bentuk Panjang
Koreksi Wajah Bentuk Persegi
Cara Memakai Kosmetik Bibir
Koreksi Bibir Terlalu Tipis
Koreksi Bibir Terlalu Lebar
Koreksi Bibir Terlalu Kecil
Koreksi Bibir Terlalu Besar
Koreksi Bibir Menyudut
Koreksi Bibir Asimetris
Cara Mengoreksi bentuk Mata
Koreksi Mata Terlalu Berdekatan
Koreksi Mata Terlalu Berjauhan
Koreksi Mata Sipit
Koreksi Mata Bulat
Koreksi Mata Sudut Menurun
Koreksi Mata Cekung
Koreksi Mata Cembung
Koreksi Bentuk Alis Menurun
Koreksi Bentuk Alis Melengkung
Koreksi Bentuk Alis Lurus

419
419
420
420
421
421
422
423
423
424
431
432
432
433
434
435
436
436
437
437
437
438
438
439
439
440
440
441
441
442
442
443
443
444

xxi

338
339
340
341
342
343
344
345
346
347
348
349
350
351
352
353
354
355
356
357
358
359
360
361
362
363
364
365
366
367
368
369
370
371

Koreksi Bentuk Alis Terlalu Lebat/Tebal


Koreksi Bentuk Alis Terlalu Berdekatan
Koreksi Bentuk Alis Terlalu Berjauhan
Alis untuk Bentuk Wajah Panjang
Alis untuk Bentuk Wajah Bundar
Alis untuk Bentuk Wajah Heart
Alis untuk Bentuk Wajah Segitiga
Alis untuk Bentuk Wajah Persegi
Alis untuk Bentuk Wajah Diamond
Koreksi Bentuk Hidung Terlalu Mancung
Koreksi Bentuk Hidung Lebar
Koreksi Bentuk Hidung Panjang
Koreksi Bentuk Hidung Pendek
Koreksi Bentuk Hidung Mencuat ke Atas
Koreksi Bentuk Dagu Terlalu Mundur
Koreksi Bentuk Dagu Terlalu Maju
Koreksi Bentuk Dagu Terlalu Panjang
Koreksi Bentuk Dagu Rangkap
Wajah dengan Lingkaran Gelap di Bawah Mata
Mengaplikasikan Concealer di Bawah Mata
Meratakan Concealer
Memberi Bedak agar Wajah Tampak Lebih Halus
Wajah Bebas dari Efek Lingkaran Gelap Bawah Mata
Membersihkan dan Menggunting Bulu Mata Palsu
Mengaplikasikan Lem Khusus Bulu Mata Palsu
Memasang Bulu Mata Palsu
Melentikkan Bulu Mata Palsu
Memasang Bulu Mata Palsu untuk Mengesankan Natural
Menggunakan Scoth Tape
Melentikkan Bulu Mata
Susunan Penggunaan Eye Shadow dan Eye Liners
Contoh Riasan Mata
Cara Menentukan Puncak dan Ujung Alis
Cara Membentuk Alis agar Tampak Alami

444
444
445
445
445
445
446
446
446
447
448
448
448
449
449
449
450
450
453
453
454
454
454
455
455
456
456
457
457
458
460
460
461
462

xxii

372
373
374
375
376
377
378
379
380
381
382
383
384
385
386
387
388
389
390

Contoh Riasan Alis


Tahapan Merias Bibir
Teknik Mengaplikasikan Blush-on
Tahapan dan Hasil Riasan Wajah Sehari-hari
Tahapan dan Hasil Riasan Wajah Fresh Sepanjang Hari
Tahapan dan Hasil Riasan Pesta Malam yang Natural
dan Elegan
Tahapan dan Hasil Riasan Pesta dengan Menonjolkan
Kekuatan Karakter Mata yang Semarak dan Eksentrik
Tahapan dan Hasil Riasan Pesta dengan Menonjolkan
Kekuatan Karakter Mata yang Glamour dan Elegan
Tahapan dan Hasil Riasan Pesta dengan Teknik Makeup Lilin
Tahapan dan Hasil Riasan Wajah Untuk Menutupi
Hyperpigmentasi
Tahapan dan Hasil Riasan Wajah menyimpang
Tahapan dan Hasil Riasan Wajah Geriatric
Tahapan dan Hasil Rias Wajah Panggung
Tahapan dan Hasil Riasan Wajah Flawless
Rias Wajah sesuai Tuntutan Peran (Jenis Kelamin)
Rias Wajah Karakter sesuai Suku Bangsa
Pola Rias Wajah Orang Tua
Rias Wajah sesuai Usia
Rias Wajah Karakter sesuai Tokoh

462
464
466
468
470
473
475
477
479
481
482
485
490
495
498
499
500
501
502

xxiii

BAB

Tata Kecantikan

A. Latar Belakang
1. Kecantikan
Fenomena kecantikan sebagai bagian dari gaya hidup wanita,
keberadaannya telah dirasakan sejak berabad-abad yang lalu. Secara
tradisional teknik perawatan tubuh sudah dikenal sebagai bagian dari
unsur kebudayaan masyarakat sepanjang perkembangan umat
manusia. Di jaman Mesir kuno yang diperintah oleh Dinasti Firaun,
ditemukan tulisan-tulisan sejarah yang berhubungan dengan
kecantikan dan cara-cara perawatannya berikut obat-obat dan bahanbahan kosmetik yang sudah dikenal dengan baik. Cleopatra adalah
Ratu Mesir kuno yang namanya melegenda sebagai primadona
kecantikan dan menjadi simbol dewi kecantikan pada masa itu.
Temuan-temuan tersebut menjadi bukti bahwa kecantikan telah
menjadi bagian dari kebutuhan hidup wanita sepanjang masa.
Kecantikan identik dengan penampilan diri dan merupakan
aset berharga bagi setiap wanita. Konsep kecantikan berkembang
sejalan dengan perubahan gaya hidup dan perkembangan di bidang
kosmetologi. Istilah cantik mempunyai makna sesuatu yang indah,
yang dapat dinilai dan ditangkap oleh panca indera sebagai
kecantikan lahiriah. Bentuk badan ideal, bentuk wajah bulat telur, mata
bulat besar, kulit mulus dan rambut yang indah, gigi yang putih dan
sehat, suara yang merdu merupakan kecantikan lahiriah yang dimiliki
secara alamiah.Tidak banyak wanita yang memenuhi kriteria tersebut.
Semua wanita secara lahiriah memiliki kelebihan dan kekurangan.
Yang berwajah cantik pun tidak akan abadi seiring dengan waktu,
akan mengalami penurunan dengan tanda-tanda : kulit mulai berkerut,
mata akan tampak menurun.
Tata kecantikan kulit merupakan seni mempercantik dan
memperindah penampilan wajah. Tata kecantikan berfungsi untuk
mengubah (make-over) kekurangan-kekurangan yang ada ke arah
yang lebih cantik dan sempurna. Berbagai trik merias wajah dapat
dilakukan untuk menyulap wajah menjadi istimewa. Proses untuk
menguasai kemampuan make-over, memerlukan pengetahuan,
keahlian, ketelitian, kreativitas, serta terus bereksperimen untuk
mendapatkan hasil yang optimal.
1

Kecantikan lahiriah tidak sempurna jika tidak dilengkapidengan


kecantikan rokhaniah (inner beauty). Kecantikan rokhaniah
dipancarkan atau diekspresikan dari raut wajah yang berseri-seri, aura
muka yang cerah, menyenangkan, dan berhati tulus. Cantik rokhaniah
akan membuat penampilan kulit menjadi lebih cerah dan energi yang
dikeluarkan membuat wajah lebih bersinar.
Cantik dari dalam, tidak dilihat dari penampilan lahiriah, tetapi
lebih pada kemampuan dalam berperilaku dan berkomunikasi secara
baik. Tidak setiap wanita, mampu mendapatkan kesempurnaan dalam
kecantikan lahiriah dan kecantikan rokhaniah. Kesempurnaan perlu
diupayakan melalui usaha yang dilakukan secara simultan untuk
mendapatkan performance (penampilan) yang menarik.
2. Kesehatan
Penampilan diri yang optimal tidak terlepas dari faktor hygiene.
Hygiene atau kesehatan adalah ilmu yang mempelajari cara-cara yang
memberikan manfaat dalam menegakkan hidup sehat. Kesehatan diri
dapat dibentuk melalui tindakan perawatan diri secara baik dan benar
serta mentaati aturan-aturan hidup sehat. Hygiene dapat bersifat
pribadi atau personal, dan yang lebih luas yaitu kesehatan
lingkungan.
Hygiene personal atau higiene pribadi terkait dengan
pemeliharaan yang cermat, yang dilakukan seseorang untuk
memelihara kesehatan dan kecantikan diri melalui aturan-aturan hidup
yang sehat dan tindakan - tindakan dalam memelihara dan memupuk
integritas jiwa. Hygiene personal bertujuan untuk pemeliharaan
kesehatan secara pribadi yang menjamin kesehatan fisik (jasmani)
secara optimal. Kesehatan jasmani erat kaitannya dengan penampilan
lahiriah.
Setiap orang akan mendambakan kecantikan dan keserasian
dalam penampilannya. Kesehatan jasmani banyak dipengaruhi oleh
kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan seseorang melalui pola hidup
teratur seperti pola makan, pola tidur, olah raga dan perawatan diri.
Kebiasaan atau pola hidup yang tidak baik, seperti merokok, kurang
istirahat, makan tidak bergizi, pemakaian kosmetik yang berlebihan,
jarang mandi akan membuat penampilan menjadi lesu, tidak
bertenaga dan tidak segar.
Kebiasaan mandi secara teratur dapat menghilangkan bau
badan, debu dan sel-sel kulit mati. Mandi tidak hanya bermanfaat
untuk menjaga kebersihan, menjaga penampilan agar tetap segar,
2

menjauhkan diri agar tidak stress, juga dapat memelihara kesehatan


tubuh. Penggunaan sabun untuk mandi berfungsi untuk membersihkan kotoran dan debu dari permukaan kulit, pengelupasan kulit tua
dan mati, serta membunuh kuman penyakit yang melekat.
Mandi dengan menggunakan air hangat atau air dingin akan
memberikan efek berbeda. Air hangat dapat membuat otot tubuh
terasa rileks, sementara air dingin dapat membuat badan terasa
segar. Pagi hari sebelum memulai kegiatan sepanjang hari, lebih
dianjurkan untuk mandi air dingin, sedangkan mandi air hangat lebih
tepat dilakukan pada sore atau malam hari menjelang istirahat.
Khasiat mandi air hangat untuk kesehatan tubuh yaitu :
1. Mandi air hangat dengan suhu sekitar 32 35 derajat celcius
selama 10 20 menit dapat membuka pori-pori yang dapat
mengeluarkan toksin atau racun dari dalam tubuh.
2. Sebuah studi terbitan New England Yournal of Medicine
menunjukkan, penderita diabetes yang menghabiskan waktu
setengah jam berendam dalam bak air hangat, tingkat gula
darahnya turun sekitar 13 %.
3. Penyakit kulit tertentu seperti eksim, ruam atau gatal-gatal dapat
diobati dengan menambahkan baking soda (Sodium Bicarbonate)
ke dalam bak mandi air hangat. Dalam hal ini Sodim Bicarbonate
bertindak sebagai antiseptik. Dianjurkan berendam selama 10 20
menit.
4. Infeksi Yeast seperti sariawan dapat dibantu dengan
menambahkan tiga atau empat sendok cuka dari sari buah apel ke
dalam bak mandi. Dianjurkan berendam selama 15 20 menit.
Kegiatan ini juga dapat mengeluarkan racun dari dalam tubuh,
karena cuka dapat menyeimbangkan kembali kadar keasaman
tubuh.
5. Campurkan air hangat dengan tetesan minyak esensial seperti
lavender, peppermint atau lemon. Rendam kaki selama 10 20
menit ke dalam larutan tersebut, maka gejala flu dan sakit kepala
dapat dicegah.
6. Apabila otot terasa pegal, rendam kaki dengan air hangat bersuhu
sekitar 37 derajar celcius yang dicampur dengan sedikit garam.
Pada umumnya rasa pegal akan berkurang/hilang dengan cara
seperti ini.

Jasmani yang sehat akan berdampak positif pada penampilan


diri, oleh karena itu seseorang harus selalu tampil rapih, bersih, sehat
dan memiliki apresiasi untuk hidup sehat. Penting bagi setiap orang
untuk memelihara kesehatan tubuh agar dapat tampil prima, sehat dan
segar. Untuk mendapatkan kondisi prima ini, diperlukan perawatan
dari dalam tubuh dan ditunjang dengan perwatan tubuh secara rutin.
Upaya perawatan kesehatan tubuh dari dalam meliputi aspek
pemenuhan kebutuhan zat gizi (nutrient) untuk kebutuhan tubuh
sehari-hari secara optimal. Makanan besar sekali peranannya dalam
dunia kecantikan. Makanan yang kaya akan vitamin, dapat memberi
sumbangan yang tidak ternilai harganya untuk kulit yang sehat dan
pandangan mata yang baik. Pemenuhan kebutuhan zat gizi ini berasal
dari makanan yang dikonsumsi sehari-hari, yang mempunyai
kandungan zat gizi terdiri dari hidrat arang sebagai sumber tenaga,
protein, lemak, air, vitamin, mineral dan enzim tertentu dalam takaran
yang ideal dan gizi seimbang yaitu pola makan yang berpedoman
pada Empat Sehat Lima Sempurna yang telah menjadi motto
masyarakat Indonesia. Jika makanan yang dikonsumsi tercukupi,
maka kondisi tubuh pun akan tertap terjaga. Sebagai contoh bayangan
hitam gelap di bawah mata dan air muka yang pucat antara lain
disebabkan oleh kekurangan zat besi yang berasal dari makanan dan
hal ini akan mengakibatkan penurunan vitalitas serta kekuatan tubuh.
Kekurangan zat gizi dapat menyebabkan tubuh rentan terhadap
berbagai penyakit.
Nutrisi seperti vitamin dan mineral dibutuhkan tubuh agar
regenerasi sel kulit tua yang digantikan dengan sel kulit yang baru
berjalan lancar, sekalipun nutrisi penting untuk kesehatan tubuh,
asupannya harus tetap disesuaikan dengan kebutuhan. Kelebihan
nutrisi dapat mengakibatkan kegemukan dan sebaliknya jika
kekurangan nutrisi seperti niasin dapat menyebabkan pelagra, yaitu
permukaan kulit pecah-pecah, berwarna merah dan gatal. Nutrient
atau zat gizi yang dibutuhkan tubuh didapat dari makanan sehari-hari.
Jika berbagai makanan dikonsumsi secara bergantian, semua
kebutuhan tubuh akan zat gizi yang diperlukan akan dapat terpenuhi.
Buah-buahna berwarna hijau dan kuning, serta sayuran hijau memiliki
peranan penting untuk kesehatan kulit, karena buah merupakan
sumber mineral. Tidak ada buah dan sayuran yang sempurna
kandungan gizinya, oleh karena itu konsumsi buah dan sayur harus
bervariasi agar dapat saling melengkapi.
Seseorang yang rajin mengkonsumsi sayur-sayuran hijau akan
terhindar dari serangan radikal bebas. Seperti diketahui, efek radikal
bebas dalam tubuh, yaitu mempercepat penuaan, tetapi dengan
mengkonsumsi sayur-sayuran hijau seperti bayam dan brokoli akan
membuat awet muda. Mengkonsumsi sayur mayur juga akan
membuat kulit lebih halus dan kenyal.
4

Beberapa jenis sayuran memiliki fungsi untuk penyembuhan


penyakit. Bayam merupakan jenis sayuran bergizi tinggi yang memiliki
kandungan zat besi yang diperlukan tubuh untuk merangsang
pertumbuhan sel-sel darah merah. Mengkonsumsi bayam dapat
melindungi diri dari gejala-gejala penyalit kurang darah atau anemia
yang membuat tubuh menjadi lemas. Kandungan serat yang tinggi
membuat bayam bagus untuk ginjal dan organ pencernaan, sehingga
dapat mengatasi sembelit dan melancarkan buang air besar.
Brokoli merupakan jenis sayuran yang kaya vitamin, mineral
dan serat. Mengkonsumsi brokoli mempunyai manfaat untuk :
memperkecil resiko terjadinya kanker, membantu menurunkan resiko
gangguan jantung dan strooke, membantu melawan anemia dan
sangat bagus untuk regenerasi sel-sel kulit. Jenis sayuran wortel
mempunyai kapasitas medis untuk mencegah dan mengatasi penyakit
rabun senja, dapat mencegah stroke, dan mengatasi hipertensi.
Wortel memiliki akndungan vitamin A yang sangat tinggi sehingga
sangat baik untuk kesehatan mata.
Kesehatan tubuh juga dapat diperoleh melalui aturan-aturan
hidup yang benar seperti pemeliharaan tubuh yang baik dan teratur,
cara berpakaian, cara berdandan atau merias diri. Olah raga secara
teratur seperti berenang, aerobik, atau senam akan dapat menguatkan
otot-otot dan memperlancar sirkulasi darah.
Kesehatan rokhani terkait dengan kemampuan seseorang
alam memelihara integritas diri melalui pola pikir yang sehat. Rokhani
yang sehat akan dapat memberikan dukungan bagi kesehatan tubuh
secara keseluruhan. Pikiran yang tidak tenang, tertekan, murung dan
emosi negatif lainnya akan mempengaruhi seluruh ritme kehidupan.
Emosi yang tidak terkendali dapat mempengaruhi penampilan diri.
Kesedihan, kekecewaan dan amarah, dapat mempengaruhi aura yang
dipancarkan seseorang. Penampilan yang segar, ceria dan sehat
didukung oleh pengendalian emosi yang baik. Jiwa dan raga
bersinergi sebagai satu kesatuan. Kesehatan yang terjaga secara
baik, terbentuk oleh kondisi yang seimbang antara jiwa dan raga.
Pikiran yang sehat dapat diusahakan dengan self control atau
pengendalian diri yang diperkuat dengan keteguhan iman, pola pikir
dan akal yang sehat, keseimbangan emosi dan ketentraman rokhani.
Sikap mental yang baik seperti optimisme, percaya diri,
keperdulian yang tinggi, disiplin, semangat dan harapan dapat
memperkuat dan meningkatkan kesehatan. Perilaku yang dilandasi
akal sehat dan emosi yang baik akan dapat mempengaruhi
penampilan diri sebagai ekspresi yang keluar dari hati yang bersih.
5

Kesehatan rokhani dapat dibina melalui relaksasi seperti meditasi


ringan atau yoga. Aktivitas tersebut dapat membantu menjernihkan
dan mencerahkan pikiran serta membantu meningkatkan konsentrasi
dan ketenangan jiwa.
Hygiene lingkungan dapat diartikan tindakan-tindakan dalam
pengelolaan lingkungan hidup yang dapat memberi kemungkinan
terbaik untuk hidup sehat. Rumah dan halaman yang sejuk, udara dan
air yang bersih, sirkulasi udara yang lancar, saluran air yang bersih,
bebas dari kebisingan dan polusi dapat mendukung terciptanya
lingkungan yang sehat. Faktor lingkungan alam dapat memberikan
dampak yang tidak baik untuk kesehatan kulit seperti kontak dengan
sinar matahari secara berlebihan, dimana efek sinar ultra violet A dan
B dari matahari dapat menimbulkan berbagai kerusakan pada kulit dan
struktur penunjang kulit sehingga kulit lebih cepat tumbuh kerut-kerut
(penuaan dini), menimbulkan bercak/noda hitam atau putih.
Kelembaban udara yang rendah seperti ruangan ber-AC memberikan
dampak yang tidak baik terhadap kulit.
3. Kepribadian
Kecantikan dan penampilan diri erat kaitannya dengan aspek
kepribadian. Kepribadian yang matang dapat mendukung tercapainya
kesuksesan dalam kehidupan. Kepribadian dapat diperbaiki, dibentuk
dan dikembangkan melalui pendidikan dan pengendalian diri.
Kepribadian memberikan pengaruh terhadap penampilan seseorang.
Penampilan yang baik dapat memperkuat kepercayaan terhadap diri
sendiri serta meningkatkan rasa harga diri.
Istilah kepribadian mengandung pengertian tentang ciri-ciri
khas tingkah laku dan kebiasaan seseorang, yang nampak dari
aktivitas fisik, mental dan sikap yang melekat pada dirinya.
Kepribadian dipengaruhi oleh pola pikir,kemampuan berkomunikasi,
intelegensi, kecakapan, pendidikan, kesehatan jasmani dan
keseimbangan emosi. Penampilan yang baik dapat menimbulkan rasa
hormat dan rasa simpati serta menjadikan kehadirannya disenangi.
Kepribadian dapat dikembangkan ke tingkat yang lebih baik melalui
pengalaman hidup sehari-hari yang dicerminkan melalui sikap dan
keyakinan diri.
Sikap hidup yang baik mampu mengendalikan keinginan, dan
sifat responsif terhadap orang lain serta kemampuan dalam
memecahkan berbagai masalah. Sikap yang tenang dan optimis
terhadap kehidupan akan membantu proses kematangan diri. Pada
dasarnya setiap orang dapat membiasakan diri belajar menekan dan
mengendalikan tanda-tanda kemarahan, ketidaksabaran dan iri hati
melalui sikap yang dapat diterima orang lain dan lingkungan.
6

Sikap positif yang mengesankan, memiliki kemampuan untuk


menumbuhkan kepercayaan pada diri sendiri dan dapat memperluas
hubungan persahabatan. Pola pikir yang melekat pada diri seseorang
akan menjadi bagian dari kepribadiannya. Nilai kepribadian dapat
dilihat dari pola pikir yang cerdas dan positif. Cara berfikir yang baik
akan dapat membantu seseorang dalam memecahkan persoalan yang
dihadapinya.
Cara berkomunikasi yang ditampilkan melalui ucapan, aktivitas
dan cara memandang orang lain akan berdampak pada kepribadian
nya. Seseorang dengan kontrol bicara yang tidak seimbang akan
berdampak pada penilaian orang terhadap kepribadiannya. Suara
dengan nada yang menyenangkan, akan lebih menarik, dibandingkan
dengan nada suara yang keras.
Kata-kata yang sudah terucapkan, tidak dapat ditarik kembali
sehingga dapat mempengaruhi penilaian orang terhadap kepribadian
kita. Cara berbicara erat kaitannya dengan etika dan sopan santun
dalam pergaulan. Bicara dengan suara yang lembut dan nada suara
yang tidak keras, akan menenangkan dan menyenangkan orang yang
mendengarkannya. Kita harus berusaha untuk dapat belajar
mendengarkan dan memahami pendapat orang lain.
Tenggang rasa menunjukkan emosi seseorang dalam
menyesuaikan diri kepada situasi baru dan kemampuan menyelesai
kan masalah. Tenggang rasa biasanya dilandasi oleh daya tarik,hati
yang terbuka, perasaan yang tulus dan kasih sayang. Tenggang rasa
dapat mempengaruhi kepribadian seseorang, kemampuan ini dapat
dilatih dengan belajar menunjukkan emosi yang menyenangkan dan
terkendali, mengucapkan salam dengan senyuman, adanya kemauan
untuk memikul tanggung jawab persahabatan, keikhlasan hati untuk
menolong serta mau membuka perasaan hati, keramahtamahan dan
kehangatan dalam pergaulan. Keseimbangan emosi erat kaitannya
dengan kesehatan mental. Keseimbangan emosi akan nampak pada
ekspresi wajah, ketidaksabaran dan gerakan-gerakan tangan yang
menandakan diri dalam keadaan marah. Belajarlah untuk
menunjukkan emosi-emosi yang menyenangkan dalam situasi dan
kondisi apapun serta dalam menghadapi berbagai hal yang tidak
menyenangkan karena keseimbangan emosi akan mempengaruhi
penilaian orang terhadap kepribadian kita.
B. Tujuan Penulisan Buku
1. Tujuan Umum
Penulisan buku ini ditujukan sebagai bahan pengayaan pembelajaran
dalam program keahlian tata kecantikan kulit yang sesuai dengan
kebijakan Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (PSMK), sehingga
7

dapat membekali peserta didik dengan pengetahuan, sikap, dan


keterampilan, agar kompeten dalam :
a. Penguasaan pengetahuan anatomi dan fisiologi kecantikan.
b. Penguasaan pengetahuan kosmetika kecantikan.
c. Penguasaan pengetahuan perawatan kulit wajah.
d. Penguasaan pengetahuan merias wajah.
e. Penguasaan pengetahuan merawat tangan dan kaki (manicure
dan pedicure).
f.

Penguasaan pengetahuan merawat tubuh.

g. Penguasaan pengetahuan pengelolaan salon kecantikan kulit.


2. Tujuan Khusus
Tujuan khusus dari penulisan buku ini adalah peserta didik mampu
melaksanakan tugas keprofesian dalam :
a. Menerapkan pengetahuan struktur dan fungsi kulit.
b. Mengidentifikasi kelainan-kelainan kulit.
c. Menerapkan pengetahuan anatomi kulit terhadap pencapaian
kesehatan kulit.
d. Menerapkan pengetahuan kosmetika.
e. Mengaplikasikan kosmetika.
f.

Melakukan analisa kulit wajah.

g. Melaksanakan perawatan kulit wajah tidak bermasalah.


h. Melaksanakan perawatan kulit wajah bermasalah.
i.

Melakukan accupressure dan pengurutan wajah (face massage).

j.

Melakukan koreksi bentuk dan bagian-bagian wajah.

k. Menentukan desain rias wajah.


l.

Melakukan rias wajah.

m. Melaksanakan rias wajah sehari-hari.


n. Melakukan rias wajah pesta.
o. Melakukan rias wajah foto/TV/Film.
p. Melakukan rias wajah karakter.
q. Melakukan diagnosis tangan dan kaki.
r. Melaksanakan perawatan tangan dan kaki.
8

s. Melakukan depilatori dan epilasi.


t.

Melaksanakan perawatan khusus dengan alat listrik (teknologi).

u. Melakukan perawatan badan secara tradisional.


v. Melakukan perawatan payudara.
w. Melakukan layanan jasa di salon kecantikan secara profesional.
C. Ruang Lingkup
Sesuai dengan Standar Kompetensi Nasional (SKN) kecantikan
kulit yang mencakup kompetensi fungsional sejumlah 30 kompetensi
kecantikan kulit, maka ruang lingkup buku ini membahas tentang tata
kecantikan kulit secara lengkap, mulai dari konsep kecantikan, anatomi
dan fisiologi kulit, kosmetika dan peralatan kecantikan, perawatan wajah,
bentuk wajah dan koreksinya, teknik tata rias wajah, menikur dan pedikur,
dan perawatan badan, baik secara manual maupun dengan menggunakan
teknologi.
Pada bab I dibahas konsep kecantikan termasuk inner beauty dan
pemahaman trend kecantikan masa kini yang memaknai kesehatan dan
kepribadian sebagai bagian dari penampilan diri secara utuh.
Anatomi dan fisiologi alat-alat tubuh serta anatomi dan fisiologi
kulit dibahas pada bab II dan bab III sebagai dasar untuk memahami
pengetahuan bagian-bagian tubuh dan kulit yang mencakup postur tubuh,
kelainan bentuk tubuh, bagian-bagian tubuh, otot, rangka, tengkorak,
sistem peredaran darah, sistem pernapasan, sistem pencernaan, panca
indera, kuku, struktur kulit, fungsi kulit, warna kulit, jenis kulit dan kelainankelainan kulit.
Bab IV dibahas tentang Kosmetika mencakup sains kosmetika,
berbagai jenis kosmetika mencakup kosmetika tradisional, medicated
cosmetics, dan decorative cosmetics, kosmetika perawatan kulit wajah,
badan, tangan dan kaki, serta kosmetika rias.
Alat-alat tata kecantikan dan kegunaannya dibahas di bab V, yang
mencakup pembahasan tentang alat perawatan kulit wajah, alat
perawatan tangan dan kaki, alat perawatan badan, alat perawatan
payudara dan alat tata rias wajah.
Perawatan kulit wajah dibahas di bab VI yang mencakup
pembahasan tentang perawatan kulit wajah tanpa problem (kulit normal)
dan kulit wajah yang berproblem (kulit kering, kulit berminyak, kulit
kombinasi, kulit sensitif, kulit menua, kulit berpigmen, kulit dehidrasi, kulit
berkomedo atau berjerawat) baik secara manual maupun dengan
menggunakan teknologi.
9

Pada bab VII dibahas tentang perawatan tangan dan kaki yang
mencakup pembahasan tentang teknik perawatan tangan dan merias
kuku tangan, teknik perawatan dan merias kuku kaki, seni menghias kuku
(nail art) dan teknik memasang kuku tambahan (nail extention).
Perawatan badan, baik dilakukan secara tradisional maupun
perawatan dengan menggunakan teknologi dibahas di bab VIII.
Bab IX dipahas tentang perawatan khusus payudara yang
dilakukan secara manual maupun perawatan dengan menggunakan
teknologi.
Teknik merias wajah dibahas pada bab X yang meliputi sains tata
rias wajah (morfologi berbagai bentuk wajah, bentuk mata, hidung, bibir,
dan berbagai bentuk alis), tata rias korektif bentuk wajah, mata, hidung,
bibir dan alis, teknik tata rias wajah untuk sehari-hari, teknik rias wajah
untuk kegiatan pesta, teknik rias wajah panggung, teknik rias wajah untuk
usia lanjut (geriatric make-up) dan teknik rias wajah untuk menutupi cacat
(cicatrical make-up), teknik tata rias foto/TV, teknik rias wajah karakter dan
teknik rias wajah fantasi.
Bab XI membahas tentang profesi penata kecantikan, etika profesi
penata kecantikan, dan sikap profesional yang harus dihormati serta
ditaati oleh penata kecantikan.

10

Latihan Penguasaan Konsep


I.

Petunjuk : Berilah tanda silang (X) pada alternatif jawaban a, b, c,


atau d, yang paling benar
1. Kepribadian adalah
a. Gaya, perilaku, dan penampilan keseluruhan dari seseorang
b. Cara berbusana dan gaya hidup seseorang
c. Tatapan mata seseorang yang terarah dan mantap
d. Kecerdasan,kecepatan berpikir, dan keterampilan seseorang
2. Usaha pengawasan kesehatan lingkungan manusia adalah
a. Hygiene
b. Sanitasi
c. Sterilisasi
d. Desinfeksi
3. Hygiene adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari
a. Cara menyembuhkan penyakit
b. Sesuatu yang berhubungan dengan penyakit
c. Cara menjaga dan menegakkan kesehatan
d. Cara mensterilkan suatu benda
4. Pengendalian diri berdasarkan sikap tenggang rasa merupakan salah
satu
a. Etika hidup berkeluarga
b. Sikap hidup bernegara
c. Sifat kepemimpinan
d. Isi dari butir-butir pancasila
5. Tujuan dari pada sanitasi adala
a. Membuat ruangan menjadi steril
b. Menjaga sopan santun
c. Mensucihamakan semua peralatan
d. Menyehatkan lingkungan hidup

II. Jawablah pertanyaan berikut dengan benar, singkat dan jelas.


1. Jelaskanlah apa yang anda ketahui tentang tata kecantikan dan
hubungannya dengan kecantikan rochaniah (inner beauty) ?
2. Jelaskanlah apa yang dimaksud dengan hygiene, hygiene personal
dan hygiene lingkungan ?
3. Jelaskanlah mengapa orang harus mandi secara rutin dan apa khasiat
mandi untuk kesehatan tubuh ?
11

4. Jelaskan fungsi pemenuhan zat gizi (nutrisi) untuk kesehatan tubuh ?


5. Jelaskan apa yang dimaksud dengan pola makan empat sehat lima
sempurna, dan apa hubungannya dengan kesehatan tubuh ?
6. Jelaskan manfaat mengkonsumsi sayuran hijau untuk kesehatan
tubuh ?
7. Jelaskan apa yang dimaksud dengan kesehatan rokhani dan apa
hubungannya dengan sikap mental ?
8. Faktor lingkungan alam dapat memberikan dampak yang kurang baik
untuk kesehatan kulit. Berikan contoh dari pernyataan tersebut !
9. Kecantikan dan penampilan diri, erat kaitannya dengan kepribadian.
Jelaskan pernyataan tersebut !
10. Jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi kepribadian seseorang !

12

BAB

Anatomi Alat-Alat Tubuh

Anatomi adalah ilmu yang mempelajari bentuk tubuh dan alat-alat tubuh.
Beberapa macam jaringan tubuh terkumpul bersama membentuk satu alat.
Kerjasama jaringan-jaringan di dalam suatu alat menghasilkan faal (fungsi)
tertentu. Bahasan-bahasan tentang anatomi tubuh yang diperlukan dalam
menelaah berbagai sistem pada tata kecantikan kulit akan dijelaskan pada
uraian berikut :

A. Postur Tubuh
Postur yang baik merupakan bagian penting dalam pemeliharaan diri.
Membiasakan diri dengan kondisi postur yang baik akan membantu dalam
mencegah berbagai gangguan fisik, seperti kelelahan, memperbaiki
bentuk tubuh, memberi kesan penampilan diri lebih luwes dan tidak kaku.
Disiplin diri merupakan unsur yang menentukan bagi suatu kepribadian
yang tertib, tenang, menyenangkan serta menyehatkan. Berdiri dalam
posisi yang benar akan menjaga otot-otot dan tubuh dalam kondisi yang
baik. Postur yang baik sangat tergantung pada kebiasaan seseorang,
untuk itu hindari : sikap malas, posisi punggung yang membungkuk atau
posisi tubuh yang membuat lekukan pada tulang punggung ketika sedang
bekerja. Saat berjalan harus dibiasakan berdiri dengan benar, berat tubuh
harus terbagi sama rata untuk mendapatkan keseimbangan tubuh.
Gambar 2.1 (halaman 11) memperlihatkan berbagai posisi dan
sikap tubuh :
1. Sikap yang baik saat duduk adalah kepala tegak, dagu ditarik ke
dalam, dada lurus, punggung (bahu) relax, perut ditahan.
2. Sikap yang tidak baik dan kaku.
3. Sikap yang tidak baik dan bungkuk.
4. Sway Back atau Lordosis : Kelainan pada tulang belakang membentuk
lengkungan ke depan sehingga punggung lurus dan perut maju ke
depan serta bokong ke belakang.
5. Bahu yang menunduk : Khyposis: Kelainan pada tulang belakang
sehingga terlihat punggung membungkuk.

13

6. Sway back dan bahu yang menunduk : Scoliosis : Kelainan tulang


belakang melengkung ke kiri dan ke kanan sehingga tubuh terlihat
miring ke kiri atau ke kanan.

Gambar 2.1
Berbagai Posisi Tubuh Berdiri

Selain dari sikap tubuh saat berdiri, sikap duduk yang baik pun
penting diperhatikan untuk mencegah kelelahan pada umumnya dan
ketegangan pada punggung. Sikap duduk yang baik yaitu punggung tegak
dan posisi duduk menekan bagian belakang.

Gambar 2.2
Posisi Duduk yang Salah

Gambar 2.3
Posisi Duduk yang Benar

14

Posisi tubuh yang baik pada waktu memungut sesuatu dilakukan dengan
setengah berjongkok dan posisi punggung tidak melengkung.

Cara yang Benar

Cara yang Salah

Gambar 2.4
Posisi Tubuh pada Waktu Memungut Sesuatu

Penggunaan hak sepatu yang tinggi dalam waktu yang lama dan sering
akan menegangkan kaki dan punggung. Hal ini dapat mengakibatkan
perubahan sikap tubuh nampak berat ke depan dan bentuk betis menjadi
kurang bagus.

Gambar 2.5
Posisi Berdiri dengan Hak Sepatu Tinggi
yang Benar

Gambar 2.6
Posisi Berdiri dengan Hak Sepatu Tinggi
yang Salah

15

Penggunaan sepatu dengan tumit yang


rendah dan lebar dapat menopang tubuh,
sehingga keseimbangan tubuh lebih
terjaga dan kaki lebih nyaman.

Gambar 2.7
Posisi Berdiri
dengan Hak Sepatu Rendah

B. Sel
Tiap jasad hidup terdiri atas kesatuan-kesatuan yang dikenal sebagai sel.
Sel merupakan kesatuan terkecil jasad hidup. Sel terdiri atas :
1. Protoplasma yaitu zat yang terdapat di dalam dinding sel dan berguna
untuk proses-proses pertukaran zat.
2. Inti sel (nucleus) yang mengatur aktivitas sel, di dalamnya terdapat zat
kromatin yakni sejenis zat yang berguna untuk meneruskan sifat-sifat
jasmaniah makhluk hidup dan mengalami perubahan pada pembagian
sel. Kadang sel tidak berinti sel darah merah dan sel tanduk atau
berinti sel lebih dari satu.
3. Bentuk kutub (sentriol) : bentuk di dekat inti sel, berperan pada
pembagian sel.

Gambar 2.8
Bentuk Sel Manusia

16

Sel-sel tersebut hidup karena bernafas, menggunakan zat makanan untuk


proses pertukaran zat, tumbuh, bergerak, dan memperbanyak diri.
Sel dapat bertambah banyak secara :

1. Tidak berjenis (aseksual)


a.

Pembelahaan langsung atau amitosus, dilihat pada jasad - jasad


bersel satu.

b.

Pembelahaan tidak langsung atau mitosis ; merupakan cara


ter-penting untuk menambah jaringan dan pertumbuhan. Pada
mitosis pembelahan di awali dengan perubahan-perubahan di
dalam inti sel dengan terbentuknya batang-batang kromosoma
dari kromatin, lalu terbelahnya setiap batang kromosom secara
memanjang dan terbaginya belahan-belahan kromosom merata
menjadi dua bagian, diakhiri dengan protoplasma.

2. Berjenis (seksual)
Pembentukan makhluk baru, yang diawali peristiwa persatuan sel
kelamin betina (sel telur) dengan sel kelamin jantan (sel mani) menjadi
zigot, yang berkembang lanjut secara mitosis.

C. Jaringan-jaringan Tubuh
Sel-sel yang serupa bentuknya dan fungsinya (faalnya) tersusun
menjadi kumpulan sel yang dinamakan jaringan tubuh. Zat perekat antara
sel-sel jaringan tubuh disebut zat interselular (antara sel) atau zat sela.
Jaringan-jaringan tubuh terdiri atas :

1. Jaringan Epitel
Jaringan epitel yaitu jaringan penutup permukaan tubuh dan
permukaan dalam saluran cerna. Jaringan endotel yaitu jaringan yang
melapisi permukaan dalam pembuluh darah, pembuluh-pembuluh
getah bening dan rongga-rongga tubuh.
Beberapa jenis jaringan epitel dapat dilihat pada gambar berikut :

17

Gambar 2.9
Berbagai Bentuk Jaringan Epithel
(Sumber : Campbell et al. 1999)

2. Jaringan Penyambung (Jaringan Ikat)


Jaringan penyambung atau jaringan ikat terdiri atas serabut-serabut
kolagen dan serabut-serabut elastin yang membentuk anyaman.
Jaringan ini berguna untuk menghubungkan jaringan-jaringan lain.
Tergantung dari kepadatan serabut dan perbandingan antara jumlah
serabut kolagen terhadap serabut elastin, maka jaringan penyambung
dapat bersifat padat (simpai sendi),dan longgar (hypodermis).

Jaringan Ikat Longgar

Jaringan Ikat Padat

Gambar 2.10
Jenis - Jenis Jaringan Ikat

18

3. Jaringan Lemak
Jaringan lemak merupakan jaringan penyambung khusus yang
bersifat jarang dan mengandung kumpulan sel-sel lemak (liposit) di
dalam sela-sela anyaman. Sel lemak mudah dikenal, sebab
protoplasma sel diganti dengan zat lemak, sehingga inti sel terdorong
ke satu sisi dan sel lemak menyerupai cincin dengan permata
tunggal. Jaringan lemak berguna sebagai isolator (penyekat) dan
peredam tumbukan. Selain itu juga terutama berfungsi sebagai
cadangan energi.

Gambar 2.11
Struktur Jaringan Lemak

4. Jaringan Tulang Rawan


Jaringan tulang rawan : tersifat karena zat interselularnya banyak,
tidak mengandung kalsium, tetapi banyak mengandung zat perekat,
maka mudah dibengkok-bengkokan. Pada tulang rawan, hialian zat
antar sel bersifat setengah tembus cahaya dan tidak berserabut.
Tulang rawan kenyal (elastis) karena mengandung zat antarsel
dengan anyaman serabut-serabut elastis padat. Tulang rawan
berguna sebagai rangka alat-alat tertentu yang bersifat lentur dan
sebagai jaringan penghubung antara ujung-ujung tulang atau sebagai
lapisan peredam pada permukaan ujung-ujung tulang yang saling
berhadapan di suatu sendi.

Gambar 2.12
Jaringan Tulang Rawan

5. Jaringan Tulang
Jaringan tulang terdiri atas sel-sel tulang yang berhubungan satu
dengan yang lain dengan perantaraan tonjolan-tonjolan protoplasma,
zat interselularnya mengandung garam-garam kalsium, sehingga
tulang keras. Perbandingan tata laksana sel-sel tulang menghasilkan
19

dua jenis tulang yaitu tulang tumpat (mampat) dan tulang mampung.
Tulang tumpat terdiri atas sel-sel tulang yang teratur secara konsentris
dan terdapat pembuluh-pembuluh darah dan saraf-saraf. Di dalam
tulang mampung, sel-sel tulang tidak teratur tetapi membentuk kepingkeping tulang yang tersusun menjadi balok-balok tulang yang halus.

Gambar 2.13
Bentuk Jaringan Tulang Keras

6. Jaringan Otot
Jaringan otot terdiri dari tiga macam jaringan otot yakni :
a. Jaringan otot polos yang
terdiri atas sel-sel otot yang
licin dan berbentuk kumparan panjang. Otot-otot
polos mengerut dan melemas secara lambat, tidak
dapat dipengaruhi oleh kehendak kita, karena dipersarafi oleh susunan saraf
otonom, dan terdapat pada
alat-alat dalam tubuh
Gambar 2.14
Jaringan Otot Polos

Gambar 2.15
Jaringan Otot Lurik

b. Jaringan otot bergaris lintang


(otot lurik) yang memiliki
serabut- serabut otot dengan
garis-garis melintang halus.
Otot-otot demikian mengerut
dan melemas secara cepat,
dapat digerakkan sesuai dengan pola gerak yang dilakukan manusia, membentuk semua otot rangka
20

c. Jaringan otot jantung memiliki


serabutserabut yang berbentuk garis lintang, namun
karena dipersarafi oleh susunan saraf otonom, maka otot
jantung dapat mengerut dan
melemas secara cepat.

Gambar 2.16
Jaringan Otot Jantung

7. Jaringan Saraf
Jaringan saraf : merupakan kumpulan sel-sel saraf (neuron) dan
berguna untuk mengantarkan dan mengolah rangsang-rangsang. Ada
sel saraf yang ujungnya panjang (neurit) untuk membawa rangsang
dari badan sel ke tepi. Gabungan neurit disebut saraf. Saraf yang
mengantar rangsang dari pusat ke alat-alat disebut saraf penggerak
(motorik), sedangkan saraf yang berguna untuk membawa rangsang
dari alat-alat ke pusat terkenal sebagai saraf perasa (sensorik).

Gambar 2.17
Sel saraf (neuron) dengan akson dan dendrit).

21

8. Jaringan Darah
Darah merupakan jaringan yang zat interselularnya cair. Darah
memiliki struktur yang terdiri atas :
a. Bagian yang padat : yaitu sel darah merah (eritrosit) yang
mengandung hemoglobin untuk pertukaran gas, sel darah putih
(leukosit) yang berperan pada pemberantasan kuman-kuman, dan
keping-keping darah (trombosit) yang berguna pada pembekuan
darah.
b. Bagian yang cair berupa plasma darah, yang terdiri atas serum
darah dan zat fibrinogen (untuk pembekuan darah).

Gambar 2.18
Jaringan Darah

Golongan-golongan darah sebagaimana dikemukakan oleh


Landsteiner (1900) bahwa darah manusia dapat dibagi menjadi empat
golongan sehubungan dengan adanya zat tertentu (antiden) di dalam
eritrosit dan beredarnya zat-zat anti (antibody) tertentu di dalam
plasma darah, yaitu :
Golongan Darah

Kandungan Eritrosit

Zat Anti dalam Plasma

A
B
AB
O

Antigen A
Antigen B
Antigen A & B
-

Zat anti B
Zat anti A
Zat anti A & B

Tabel 2.1
Golongan Darah

Golongan-golongan darah penting pada pemindahan/ transfusi


darah. Transfusi darah yang tidak sesuai golongannya akan berakibat
penggumpalan (aglutinasi) sel-sel darah merah yang disuntikkan ke
dalam plasma. Golongan AB tidak ada zat antinya di dalam plasma,
maka dapat menerima darah semua golongan (umum). Golongan O
sel-sel darahnya tidak akan menggumpal jika diberikan kepada
siapapun (donor umum), karena tidak mengandung antigen A maupun
antigen B.
22

D. Susunan Otot
Sistem alat gerak aktif terdiri atas otot-otot rangka. Otot-otot ini
semuanya mempunyai asal (origo) dan tempat lekat (insersio) pada
tulang-tulang kerangka, sehingga pada konstraksi (kerutan) atau
pelemasan (relaksasi), otot-otot ini terjadi gerakan-gerakan pada bagianbagian kerangka satu terhadap lainnya, seolah-olah sebagai mesin
penggerak kerangka.
Berdasarkan bentuk dan coraknya,otot digolongkan menjadi : otot
berkepala satu dengan arah serat otot sejajar (Musculus fusiformis), otot
berkepala dua dengan serabut serat otot sejajar (Musculus biceps ),otot
berperut dua dengan serabut serat otot sejajar (Musculus biventer), otot
berkepala banyak dengan serat otot datar, otot berperut banyak dengan
sekat-sekat tendo,

Gambar 2.19
Corak dan Bentuk Otot
(Sumber : Frank H. Netter : 2006)

23

Menurut jenisnya otot-otot dapat dibagi menjadi :


1. Otot-otot rangka. Otot rangka berasal dari dan melekat pada tulang,
berguna untuk menggerakkan tulang-tulang satu terhadap yang lain
berupa otot-otot berseran lintang. Pada otot rangka terdiri atas kepala
otot (tempat asal, origo) yakni ujung yang melekat pada tulang dan
pada konstraksi hampir tidak berpindah tempat, empal (perut) otot
yakni bagian tengah otot yang berdaging, ekor otot (tempak lekat,
insersio) yakni ujung yang melekat pada tulang dan konstraksi
berpindah tempat karena bergeraknya tulang. Otot-otot melekat pada
tulang dengan perantaraan urat otot atau tendo.

Gambar 2.20
Otot Rangka dengan contoh Brachialis
(Sumber : Frank H. Netter : 2006)

2. Otot-otot wajah dan kepala. Otot ini berasal dari tulang tengkorak atau
serabut-serabut otot wajah yang lain untuk melekat pada kulit wajah,
menimbulkan perubahan air muka (mimik) dan berupa otot berseran
lintang. Otot-otot wajah dan kepala terdiri atas otot kepala (lapisan
jaringan penyambung padat di bagian atas kepala, otot belakang
kepala dan otot dahi), otot-otot telinga (otot telinga depan, otot
telinga atas, dan otot telinga belakang), otot-otot kelopak mata (otot
pengangkat kelopak mata atas, otot lingkar mata, dan otot pengerut
alis), otot-otot hidung (otot pangkal hidung, otot hidung, otot pelebar
lubang hidung, dan otot penarik sekat hidung), otot-otot mulut (otot
24

pengangkat bibir atas, otot pengangkat bibir atas dan cuping hidung,
otot pipi kecil, otot pengangkat sudut mulut, otot ppi besar, otot
seringai, otot penekan bibir bawah, otot penekan sudut mulut, otot
dagu, otot lingkar mulut dan otot buksinator), dan otot-otot
pengunyah (otot pelipis dan otot kunyah)

Gambar 2.21
Otot Wajah dan Kepala
(Sumber : Frank H. Netter : 2006)

25

3. Otot-otot batang badan yang terdiri atas otot punggung yaitu otot
punggung sejatu atau otot penegak badan, otot dinding depan perut
(otot lurus perut, otot serong luar perut, otot serong dalam perut, otot
lintang perut) dan otot sangkar dada yang terdiri atas otot-otot antar
iga yang mengisi sela-sela antar iga dalam dua lapisan dan turut
berguna untuk mempengaruhi gerakan-gerakan iga, serta
menyempurnakan dinding rongga dada.

Gambar 2.22
Contoh Otot Batang Badan (Otot Punggung)
(Sumber : Frank H. Netter : 2006)

26

4. Otot-otot leher. Otot-otot leher terdiri atas otot leher depan yang
terentang antara pinggir atas tulang dada dan tulang lidah atau
pangkal tenggorok, otot-otot ini penting untuk gerakan-gerakan kepala
dan leher, serta untuk gerakan pangkal tenggorok dan tulang lidah
sewaktu menelan; otot leher lainnya yang terletak di depan dan di sisi
tulang belakang bagian leher, serta untuk sebagian melekat pada igaiga teratas.

Gambar 2.23
Otot Otot Leher
(Sumber : Frank H. Netter : 2006)

27

5. Otot-otot anggota badan atas. Otot ini terdiri atas : (a) otot-otot bahu
atau sendi bahu, (b) otot-otot pangkal lengan atas, (c) otot-otot lengan
atas yang terdiri atas otot-otot ketul (fleksor) yakni otot bisep
(berkepala dua) lengan atas, otot lengan atas (otot brakial), dan otot
belikat-lengan atas (otot korakkobrakial), dan otot-otot kedang
(ekstensor) lengan bawah yang terdapat di sebelah belakang lengan
atas (otot trisep/berkepala tiga), (d) otot-otot lengan bawah yang terdiri
atas otot-otot ketul, otot-otot kedang lateral dan otot-otot kedang. (e)
otot-otot tangan pendek terdiri atas otot-otot jantung ibu jari, otot-otot
jantung kelingking dan otot-otot tengah tangan.

Gambar 2.24
Otot Otot Anggota Badan Atas
(Sumber : Frank H. Netter : 2006)

28

6. Otot-otot anggota badan bawah. Otot ini terdiri atas beberapa


kelompok sebagai berikut : (a) otot-otot panggul (otot-otot pagkal paha
dan otot-otot panggul dalam), (b) otot-otot tungkai atas yang terdiri dari
otot kedang yang terletak di sebelah depan paha yakni otot
kuadrisep/berkepala empat paha dan otot silang paha, otot-otot ketul
yang terdapat di sebelah belakang tungkai atas dan terdiri atas otot
bisep paha, otot separoh urat dan otot separoh selaput; serta otot-otot
paha sebelah medial yang terdiri atas 3 otot aduktor, otot ramping dan
otot sisir. (c) otot-otot tungkai bawah yang terdiri dari 4 kelompok yaitu
(a) otot-otot kedang tungkai bawah yang terltak di sebelah depan
tungkai bawah, (b) otot-otot sisi betis yang terdapat pada bagian
lateral tungkai bawah dan mengangkat sisi luar kaki di sendi loncat, (c)
otot-otot betis berkepala tiga, dan (d) otot-otot ketul dalam tungkai
bawah. Berikut adalah contoh beberapa jenis otot yang ada pada
tubuh manusia :

Gambar 2.25 2.26


Otot Otot Anggota Badan Bawah (Bag. Belakang dan Depan)
(Sumber : Frank H. Netter : 2006)

29

E. Rangka
Rangka atau kerangka merupakan himpunan beberapa macam tulang.
Rangka memiliki beberapa fungsi sebagai berikut :
1. Penegak dan pemberi bentuk pada tubuh,
2. Tempat asal dan tempat lekat otot-otot rangka,
3. Alat untuk memindahkan tubuh dari satu tempat ke lain tempat dengan
bantuan otot-otot rangka (lokomosi),
4. Pelindung alat-alat yang lunak, seperti susunan saraf pusat, alat-alat
dalam dada, alat-alat dalam perut dan panggul.
5. Tempat pembuatan sel-sel darah,
6. Tempat penyimpanan cadangan lemak.
Kerangka dapat dibedakan menjadi bagian-bagian sebagai berikut :

1. Tengkorak
Tulang tengkorak terdiri atas tengkorak otak yang dibentuk oleh 1
tulang dahi, 2 tulang ubun-ubun, 1 tulang belakang kepala, 2 tulang
pelipis, 1 tulang banji, dan 1 tulang tapisan dan tengkorak wajah
yang terdiri atas 2 tulang air mata, 2 tulang hidung, 2 tulang anak
hidung (kerang hidung), 1 tulang sekat rongga hidung, 2 tulang pipi, 2
tulang langitan, dan 1 tulang rahang bawah.

Gambar 2.27
Skema Tengkorak Manusia Dilihat dari Samping
(Sumber : Frank H. Netter : 2006)

30

Gambar 2.28
Skema Tengkorak Manusia Dilihat dari Depan
(Sumber : Frank H. Netter : 2006)

2. Tulang-tulang batang badan.


Tulang batang badan terdiri atas : (1) Tulang belakang yang
merupakan suatu tiang yang beruas, dibentuk oleh 7 ruas tulang
belakang bagian leher, 12 ruas tulang belakang bagian dada, 5 ruas
tulang belakang bagian pinggang, 5 ruas tulang belakang bagian
kelangkang, dan 3-4 ruas tulang belakang bagian tungging. Tiap ruas
tulang belakang terdiri atas sebuah badan ruas dan sebuah lengkung
ruas. Antara dua badan ruas yang berdekatan terdapat satu cakram
antar ruas berupa bantalan yang kenyal yang memungkinkan ruasruas tulang belakang bergerak satu terhadap yang lain, dan bersama
dengan ikat-ikat yang menghubungkan badan-badan ruas di sebelah
depan dan elakang, membuat tulang-tulang belakang menjadi lentur.
31

Tulang belakang bagian leher dan pinggang mencembung ke depan


(kayang atau lordosis), sedangkan di bagian dada dan kelangkang,
tulang belakang mencembung ke belakang (bungkuk atau kifosis).
(2) Tulang-tulang rangka dada yang terdiri atas 1 tulang dada, dan
12 pasang iga, yakni 7 pasang iga sejati yang berhubungan langsung
dengan tulang dada di sebelah depan dengan perantaraan rawan iga,
3 pasang iga tidak sejati yang melekat pada tulang dada dengan
perantaraan lengkung uga-uga yang juga berdasarkan atas tulang
rawan, dan 2 pasang iga melayang yang tidak berhubungan dengan
tulang dada, tetapi ujung-ujungnya berakhir bebas. Secara umum
setiap iga merupakan sebuah lajur tulang yang melengkung dalam
3 arah. Bentuk iga demikian menjadikan rangka dada menyerupai
sangkar yang kokoh guna melindungi alat-alat dalam dada, dan alatalat dalam perut sebelah atas.

3. Tulang-tulang rangka anggota-anggota badan


Tulang rangka anggota badan terdiri atas tulang rangka anggota
badan bagian atas dan tulang rangka anggota badan bagian bawah.
Tulang rangka anggota badan bagian atas meliputi :
1) tulang - tulang gelang bahu, yakni tulang selangka dan tulang
belikat. Tulang selangka berbentuk menyerupai huruf S,
sedangkan tulang belikat berbentuk segi tiga yang gepeng. Tulang
selangka berhubungan secara bersendi dengan tulang dada di
sebelah meial, dan dengan tulang belikat di sebelah lateral. Pada
ujung lateral tulang belikat terdapat suatu mangkok sendi, tempat
kepala tulang lengan atas berhubungan
2) tulang lengan atas (humerus),
3) tulang - tulang lengan bawah yang terdiri atas tulang
pengumpil (radius) dan tulang hasta (ulna) yang saling
berhubungan di sebelah atas dan bawah secara bersendi,
sehingga tulang pengumpil dapat mengadakan gerakan rotasi
terhadap tulang hasta. Ujung atas tulang pengumpil dan ujung atas
tulang hasta berhubungan secara bersendi dengan ujung bawah
tulang lengan atas, sedangkan ujung bawah tulang pengumpil
bersendi dengan tulang-tulang pangkal tangan
4) tulang-tulang rangka tangan yang terdiri atas dua baris dari
masing-masing empat tulang pangkal lengan, 5 tulang tengah
tangan, dan ruas-ruas kelima jari tangan. Setiap jari terdiri atas 3
ruas jari kecuali ibu jari yang terdiri atas dua ruas.
32

Gambar 2.29
Susunan Kerangka Manusia
(Sumber : Frank H. Netter : 2006)

33

4. Sendi
Tulang-tulang dihubungkan satu dengan yang lain dengan
perantaraan sendi. Sendi menurut sifat hubungannya dapat dibedakan
menjadi :
1)

Sendi mati, terletak di antara kedua ujung tulang yang


berhadapan. Karena terdapat jaringan hingga tidak mungkin
kedua tulang digerakkan satu terhadap yang lain misalnya antara
tulang-tulang tengkorak.

2)

Sendi kaku yang terletak di antara kedua ujung tulang yang


berhadapan dan tidak terdapat jaringan, namun tidak mungkin
atau sedikit saja kedua tulang dapat digerakkan satu terhadap
lainnya. Ini terjadi karena benjolan-benjolan pada permukaan
tulang yang lain, misalnya dapat dilihat pada hubungan antara
tulang usus dengan tulang kelangkang.

3)

Sendi gerak yang merupakan sendi sejati, karena memungkinkan


terjadinya gerak-gerak antara kedua ujung tulang yang
berhadapan. Gerak yang terjadi : gerak satu arah yaitu sendi
engsel dan sendi kisar, gerak dua arah yaitu sendi telur dan sendi
pelana, gerak tiga arah yaitu sendi peluru dan sendi buah pala.

Bagian-bagian tulang yang bertemu dalam suatu sendi disaluti


oleh selapis rawan sendi dan dibungkus di sebelah luar oleh simpai
sendi yang membatasi rongga sendi di sebelah dalamnya. Simpai
sendi harus cukup luas untuk memungkinkan gerakan pada sendi.
Pada setiap gerakan sebagian simpai sendi akan tertarik tegang,
sedangkan pada sisi yang bertentangan akan terjai lipatan.
Berkat serat-serat otot di sekitar simpai sendi, lipatan-lipatan
tertarik ke luar, sehingga tidak terjepit antara bagian-bagian tulang
yang membentuk sendi. Bentuk permukaan sendi dapat cembung atau
cekung seperti torak, luasnyasimpai sendi dan adanya ikat-ikat
(ligament) di sekitar sendi menentukan keleluasaan dan arah gerak
dalam sebuah sendi.
Ikat-ikat adalah jaringan ikat padat, berbentuk seperi tali, dan
berfungsi untuk menghubungkan tulang-tulang, memperkuat sendisendi atau untuk menetapkan (fiksasi) sesuatu alat pada tempatnya,
oleh karena itu, ikat-ikat memiliki daya tahan yang amat besar
terhadap tarikan. Ikat-ikat menyerupai urat otot dan terdiri atas berkasberkas serat kalogen padat yang terhimpun bersatu secara sejajar
oleh jaringan ikat jarang.
34

Gambar 2.30
Berbagai Jenis Sendi
(Sumber : Frank H. Netter : 2006)

Gambar 2.31
Pola Pergerakan Sendi
(Sumber : Frank H. Netter : 2006)

35

F. Sistem Peredaran Darah


Alat-alat yang berguna untuk peredaran darah adalah :
1. Jantung, yang merupakan pompa untuk susunan ini,
2. Pembuluh-pembuluh nadi (arteri),
3. Pembuluh-pembuluh balik (vena).
Jantung terletak di sebelah kiri rongga dada, kira-kira sebesar tinju,
terdiri atas belahan kanan dan belahan kiri. Tiap belahan dibentuk oleh
satu serambi dan satu bilik. Antara serambi dan bilik terdapat katup yang
mencegah mengalirnya kembali darah dari bilik ke serambi. Darah dari
paru-paru diantar ke dalam serambi kiri, lalu mengalir ke dalam bilik kiri.
Sewaktu bilik kiri menguncup darah didorong ke luar, dan masuk ke dalam
batang nadi (aorta) untuk diantar ke seluruh tubuh. Darah ini mengandung
banyak oksigen untuk dimanfaatkan di jaringan-jaringan tubuh.

Gambar 2.32
Jantung Tampak Muka
(Sumber : Frank H. Netter : 2006)

Gambar 2.33
Irisan Jantung
(Sumber : Frank H. Netter : 2006)

36

Darah yang berasal dari jaringan-jaringan tubuh mengandung


banyak karbondioksida, diantar kembali ke jantung melalui pembuluh
pembuluh balik yang akhirnya terkumpul menjadi batang pembuluh balik
bawah dan atas, yang bermuara ke dalam serambi kanan. Dari serambi
kanan darah mengalir ke dalam bilik kanan, lalu dipompa ke dalam
pembuluh nadi paru-paru untuk dibawa ke paru-paru.
Urutan kegiatan jantung adalah :
1. Kedua serambi menguncup, kedua bilik mengembang, darah masuk
ke dalam bilik.
2. Kedua bilik menguncup, kedua serambi mengembang, darah
meninggalkan bilik ke dalam pembuluh nadi.
3. Kedua serambi dan kedua bilik beristirahat sebentar, lalu mulai dari
permulaan.
Peredaran darah manusia merupakan :
1. Suatu susunan peredaran tertutup
2. Susunan peredaran rangkap yaitu
a. dari jantung ke paru-paru dan kembali ke jantung lagi :
peredaran darah kecil, berguna untuk oksigenisasi darah dan
b. dari jantung ke deluruh tubuh dan kembali lagi ke jantung :
peredaran darah besar, berguna untuk membawa oksigen ke
jaringan-jaringan tubuh mengangkat karbondioksida dari jaringanjaringan.
Berikut adalah visualisasi sistem aliran darah manusia

37

Gambar 2.34
Skema Aliran Darah
(Sumber : Frank H. Netter : 2006)

38

G. Sistem Pernafasan
Pernafasan berguna untuk pertukaran gas oksigen dan karbon-dioksida.
Pada pernafasan dapat dibedakan dalam dua tahap yaitu :
1. Tahap menarik nafas : hawa udara disedot ke dalam paru-paru karena
meluasnya rongga dada.
2. Tahap mengeluarkan nafas : hawa di dalam paru-paru di desak ke luar
karena menyempitnya rongga dada.
Sistem pernapasan terdiri atas dua perangkat alat yaitu :
1. Susunan pengantar udara :
a. Rongga hidung
Rongga hidung merupakan bagian pertama dari sistem
pernapasan yang berhubungan dengan dunia luar melalui lubang
hidung luar. Rongga hidung, sesuai dengan adanya lobang hidung,
terdiri atas dua bagian yang disekat oleh rongga hidung.
Dari dinding lateral rongga hidung kerang-kerang hidung
membagi setiap belah rongga hidung embentuk tiga pasang lorong
hidung. Seluruh dinding rongga hidung dan kerang-kerang hidung
dilapisi selaput lendir hidung kecuali bagian tepat di belakang
lubang hidung luar. Sewaktu melalui lorong-korong hidung, udara
pernapasan mengalami pemanasan dan sampai batas tertentu
dibebaskan dari debu yang masuk ke rongga hidung.
Lorong-lorong hidung bagian belakang berhubungan melalui
dua corong (choanae) rongga hidung ke dalam tekak. Rongga
hidung juga berhubungan dengan beberapa rongga di samping
hidung (sinus paranasales) yang terdapat di tulang dahi, tulang
rahang atas, tulang baji, dan tulang tapisan.
b. Tekak (pharynx)
Tekak adalah suatu ruangan yang terdapat di belakang rongga
hidung dan rongga mulut, dan merupakan peralihan kedua rongga
tersebut. Ke bawah tekak bersambungan dengan kerongkongan
(oesophagus), dan melalui pangkal tenggorok (larynx) dengan
tenggorok (trachea). Jalan udara dari rongga hidung ke pangkal
tenggorok dan jalan makanan dari rongga mulut ke kerongkongan
bersilang dalam tekak.
c. Pangkal tenggorok (larynx)
Ke dalam tekak bagian bawah menonjol masuk panggkal
tenggorok dari depan. Pangkal tenggorok terdiri atas beberapa
tulang rawan yang kesemuanya membatasi rongga pangkal
tenggorok. Hubungannya dengan tekak terjadi melalui satu lubang
39

yang menghadap ke atas bekalang. Di bagian tengah rongga


pangkal tenggorok terdapat dua pasang lipatan mendatar yang
menonjol ke dalam dari dinding lateral, yakni pita suara palsu dan
pita suara sejati. Ke bawah rongga pangkal tenggorok
berhubungan dengan tenggorok.
d. Tenggorok (trachea)
Tenggorok berupa pipa yang panjangnya lebih kurang 12 cm. Pipa
ini diperkuat oleh satu kerangka yang terdiri atas cincin-cincin
tulang rawan. Cincin-cincin ini tidak sempurna, karena di sebelah
belakang terbuka, sehingga dinding belakang tenggorok hanya
dibentuk oleh selapis jaringan penyambung yang lunak.
Dinding dalam tenggorok dilapisi selaput lendir dengan
kelenjar-kelenjar lendir dan dilengkapi dengan otot-otot polos.
Setelah tenggorok memasuki rongga dada, bangunan tersebut
bercabang dua, membentuk cabang tenggorok (bronchus) kanan
dan kiri.
Tenggorok terdiri atas cabang tenggorok atau bronchus,
anak tenggorok atau bronchiolus, serta ranting tenggorok atau
bronchiolus respiratorius. Cabang-cabang tenggorok kanan dan
kiri akan memasuki paru-paru, lalu bercabang-cabang menjadi
pipa-pipa yang berangsur menjadi makin sempit, sehingga
membentuk anak tenggorok yang bercabang-cabang lagi menjadi
pipa-pipa tersempit. Pipa-pipa ini dikenal sebagai ranting
tenggorok. Ranting-ranting tenggorok berhubungan dengan unsurunsur yang berguna untuk pertukaran gas, yakni saluran-saluran
gelembung (ductus alveolares).
e. Paru-paru
Paru-paru kanan dan kiri terletak di dalam rongga dada. Tiap paru
mempunyai tiga bidang yaitu : bidang yang menghadap ke arah
iga, bidang yang menghadap ke arah sekat rongga badan, dan
bidang medial. Pada medial terdapat tampuk paru-paru (hilus
pulmonis), tempat masuknya cabang tenggorok, pembuluh darah
dan getah bening serta saraf-saraf.
Paru kanan mempunyai tiga baga (lobus), sedangkan paru
bagian kiri hanya memiliki dua baga. Setiap baga terbagi menjadi
segmen-segmen yang masing-masing diperlengkapi dengan satu
cabang bronchus.
Seluruh permukaan luar paru-paru kanan dan kiri ditutup oleh
satu selaput yang disebut pleura. Pada tampuk paru-paru selaput
ini beralih ke dinding rongga dada, sehingga kini juga melapisi
permukaan dalam rongga dada dan sekat rongga badan. Dengan
40

demikian paru - paru yang terselubung oleh pleura sebenarnya


hanya berupa celah sempit yang berisi sedikit cairan untuk
membasahi permukaan-permukaan pleura yang bersentuhan, dan
mengurangi gesekan sewaktu pernapasan. Rongga pleura tidak
mengandung hawa, tekanan di dalamnya adalah negatif. Kedua
rongga pleura di sebelah kanan dan kiri tidak saling berhubungan.

Gambar 2.35
Organ-Organ Pernafasan Manusia

2. Mekanisme pernapasan.
Mekanisme pernapasan terdiri atas :
a. Pernapasan jaringan pernapasan paru-paru.
Tubuh senantiasa membutuhkan oksigen untuk dapat melakukan
dan melangsungkan metabolisma, yang mana pada proses ini
dihasilkan karbon dioksida yang tidak berguna bagi tubuh.
Pertukaran oksigen dan karbon dioksida di dalam jaringan-jaringan
tubuh disebut pernapasan jaringan. Proses ini berlangsung dengan
bantuan enzim-enzim pernapasan dan zat - zat lain. Oksigen yang
diperlukan untuk proses tersebut diambil dari darah, sekaligus
karbon dioksida yang tidak diperlukan ditukar ke dalam darah.
41

Untuk menjamin kelangsungan proses tadi, kadar oksigen


dan karbon dioksida harus dipertahankan pada taraf tertentu.
Proses tersebut hanya terjadi jika Oksigen dalam darah secara
teratur ditambah, dan Karbon dioksida disingirkan dari darah.
Proses ini berlangsung terus menerus di dalam paru-paru dan
disebut dengan pernapasan paru-paru.
b. Pengangkutan oksigen dan karbon dioksida.
Pengangkutan Oksigen dan Karbon dioksida dalam darah terjadi
berkat zat haemoglobin dalam eritrosit. Di dalam paru-paru kadar
Oksigen dalam darah sangat tinggi, sebagian besar Oksigen ini
terikat pada hemoglobin, membentuk senyawa oksihemoglobin.
Dalam jaringan-jaringan tubuh oksihemoglobin melepaskan
Oksigen, kemudian haemoglobin mengikat Karbon dioksida yang
berlebihan dalam cairan jaringan tubuh, membentuk karbon
dioksida haemoglobin yang terdapat dalam darah yang beredar
dalam pembuluh-pembuluh balik. Dalam lingkungan yang kaya
akan Oksigen di paru-paru, Karbon dioksida diuraikan dari
hemoglobin dan siap untuk mengikat oksigen.
c. Inspirasi dan ekspirasi.
Pernapasan adalah proses ritmis yang terdiri atas dua tahap, yaitu
inspirasi (penarikan napas) dan ekspirasi (pengeluaran napas).
Inspirasi terjadi dengan mengembungkan rangka dan rongga dada
melalui keaktifan otot-otot pernapasan yang mengangkat iga-iga,
hingga melapangkan rongga dada. Dengan kontraksi, sekat
rongga badan yang membuat ukuran atas-bawah rongga dada
menjadi lebih besar. Dengan membesarnya rongga dada, tekanan
negatif di dalam rongga pleura akan bertambah dan paru-paru ikut
mengembang, sehingga tekanan udara di dalamnya menurun
sampai di bawah tekanan udara luar. Udara luar tersedot masuk
melalui susunan pengantar udara.
Setelah inspirasi, maka berlangsung ekspirasi. Pada
proses ekspirasi, karena keaktifan otot-otot pernapasan menarik
iga-iga ke bawah dan melemasnya sekat rongga badan, rongga
dada menjadi lebih kecil. Isi rongga dada berkurang, paru-paru
mengalami kompresi, sehingga tekanan udara di dalamnya
melampaui tekanan udara luar, dan hawa yang terdapat di dalam
paru-paru didesak ke luar.
Biasanya pembesaran-penyempitan rangka dada dan
konstraksi-relaksasi sekat rongga badan pada pernapasan berlangsung bersama, tetapi pada perempuan peranan pembesaranpenyempitan rongga dada lebih banyak, disebabkan perubahanperubahan rangka dada. Cara pernapasan ini disebut pernapasan
42

dada (pernapasan kostal). Pada laki-laki pembesaran-penyempitan


rongga dada terutama terjadi karena kontraksi-relaksasi sekat
rongga badan. Karena diafragma ini diikuti dengan gerakangerakan dinding depan perut ke muka (pada inspirasi) dan ke
belakang (pada ekspirasi, maka tipe pernapasan ini disebut
pernapasan perut (pernapasan abdominal)
Perubahan volume rongga dapat terjadi karena :
a. Perubahan rangka dada (pengangkatan/penurunan iga-iga)
seperti terjadi pada pernafasan dada;
b. Terjadi kerutan/melemasnya sekat rongga badan (diagfragma),
seperti terjadi pada pernafasan perut.

H. Sistem Pencernaan

Gambar 2.36
Skema Sistem Pencernaan

43

Alat-alat susunan cerna terdiri atas :


1. Mulut
Di dalam mulut makanan dipotong-potong oleh gigi seri, lalu digilas
oleh geraham. Pada proses-proses tersebut lidah sangat berperan,
karena mengatur penempatan makanan di antara geraham. Dengan
demikian makanan mengalami pencernaan secara mekanis.
Gigi geligi manusia dewasa terdiri atas delapan gigi seri, empat
gigi taring, delapan gigi geraham depan dan dua belas gigi geraham
belakang.
Susunan gigi terdiri atas
:
a. Puncak gigi, yang dilapisi email gigi;
b. Leher gigi, bagian antara puncak gigi dan bagian gigi yang
tertanam;
c. Akar gigi, bagian yang tertanam di dalam ceruk-ceruk gigi rahang
dan dilapisi semen gigi.

Gambar 2.37
Penampang dan Visualisasi Rongga Mulut
(Sumber : Frank H. Netter : 2006)

44

Bagian dalam gigi adalah tulang gigi (dentin), sedangkan


di tengah dentin terdapat rongga, yakni rongga pipa yang berisikan
pembuluh-pembuluh darah dan saraf gigi. Sewaktu makanan digilas
terjadi pula penyampuran dengan air liur, yang dihasilkan oleh tiga
pasang kelenjar ludah. Dengan demikian makanan menjadi licin dan
dengan mudah didorong oleh lidah ke belakang ke dalam
kerongkongan. Ludah mengandung air, lendir dan enzim ptialin. Ptialin
berguna untuk menguraikan zat pati menjadi gula rangkap.
Pencernaan makanan
perncernaan secara kimiawi.

dengan

bantuan

enzim

disebut

Gambar 2.38
Penampang Gigi
(Sumber : Frank H. Netter : 2006)

45

2. Kerongkongan
Kerongkongan terdapat di antara tenggorok dan tulang belakang. Di
dalam kerongkongan makanan didorong ke lambung dengan gerakan
peristaltik.

3. Lambung
Lambung merupakan satu kantung di dalam rongga perut, tepat di
bawah sekat rongga badan (diagfragma), agak ke sebelah kiri.
Di dalam lambung makanan mengalami pencernaan lebih lanjut,
karena dicampur dengan getah lambung.
Getah lambung mengandung :
a. Asam klorida (HCl), untuk mengubah pepsinogen menjadi pepsin.
b. Pepsinogen, suatu zat yang asam kloroda diubah menjadi pepsin,
enzim untuk menguraikan protein menjadi bagian-bagian yang
lebih kecil dan terkenal sebagai peptone.
c. Rennin atau kimosin, enzim untuk mengendapkan susu menjadi
kasein.
d. Lipase, enzim untuk menguraikan zat lemak.
e. Lendir
Dari lambung makanan yang berupa bubur masuk ke dalam usus
halus.

4. Usus halus
Usus halus terdiri atas ; usus duabelas jari, pangkal usus halus dan
ujung usus halus.
Ke dalam usus dua belas jari bermuara saluran yang berasal dari
kandung empedu dan saluran dari kelenjar ludah perut. Empedu
berguna untuk membagi lemak menjadi butir-butir halus. Getah
kelenjar ludah perut mengandung amylase untuk menguraikan gula
rangkap menjadi gula sederhana, tripsin untuk mengubah peptone
menjadi asam-asam amino dan lipase untuk memecahkan lemak
menjadi gliserol dan asam lemak.
Di dalam ujung usus halus sari makanan diserap melalui dinding
jonjot-jonjot usus halus : larutan gula sederhana, asam amino, vitamin
dan mineral diserap ke dalam darah, sedangkan hasil pemecahan zat
lemak disalurkan ke dalam pembuluh-pembuluh kil (chyle vessels),
selanjutnya sisa makanan masuk ke dalam usus besar.
46

5. Usus besar
Usus besar terdiri atas usus buntu dengan umbai cacingnya, usus
besar naik, usus besar melintang dan usus besar turun. Sisa makanan
di usus besar dikentalkan. Bagian terakhir usus besar disebut pelepas
dan muaranya adalah dubur.

6. Hati.
Hati terdapat di sebelah kanan rongga perut, tepat di bawah sekat
rongga badan dan terdiri atas bagian kanan dan bagian kiri.
Hati adalah alat yang sangat penting, karena antara lain :
- Membuat empedu.
- Merupakan tempat penyimpanan zat glikogen (hidrat arang).
- Merupakan depot darah.
- Memunahkan racun-racun, baik yang dibentuk tubuh pada
pertukatan zat, maupun racun yang berasal dari luar tubuh.
- Membuat zat putih telur yang dibutuhkan oleh tubuh, di antaranya
fibrinogen yang berguna untuk pembekuan darah.

7. Kelenjar ludah perut


Kelenjar ludah perut terdiri atas dua bagian yaitu :
a. Bagian yang bersaluran, yang memebuat getah pencernaan. Getah
pencernaan kelenjar ludah perut mengandung amylase, tripsin dan
lipase.
b. Bagian yang tidak bersaluran berupa kelompok-kelompok sel yang
di- sebut sebagai pulau-pulau Langerhans. Getahnya adalah
hormon insulin, yang diserap langsung ke dalam darah dan
berguna pada proses pertukaran zat hidrat arang.

Gambar 2.39
Beberapa Alat Pencernaan

47

I. Sistem Syaraf
Susunan syaraf terdiri atas :
1. Susunan sarap pusat mencakup otak besar yang terdapat di dalam
tengkorak, merupakan pusat ingatan, kesadaran, kehendak, dan alat
koordinasi tertinggi, otak kecil yang terletak di bawah otak besar di
bagian belakang rongga tengkorak, yang berfungsi mengatur aktivitas
otot-otot sehubungan dengan keseimbangan badan, dan batang otak
yang menghubungkan otak besar, otak kecil dengan sumsum tulang
belakang yang terletak memanjang di dalam tulang belakang. Batang
otak terdiri atas otak antara, otak tengah dan sumsum lanjutan. Di
dalam batang otak terdapat kelompok-kelompok sel saraf yang
merupakan pusat-pusat saraf otak dan pusat yang mengatur berbagai
proses seperti pernapasan, denyut jantung, suhu badan, dsb.
2. Susunan saraf tepi yang terdiri atas 12 pasang saraf otak, yakni sarafsaraf yang keluar dari/masuk ke batng otak dan otak besar; 31-33
pasang saraf sumsum belakang (saraf spinal) yang berasal dan
menuju ke sumsum bekalang.
3. Susunan saraf otonom yang sebagian terdapat di dalam susunan
saraf pusat dan sebagian mengikuti susunan saraf tepi. Saraf otonom
terdiri dari susunan ortosimpatik dan susunan parasimpatik

Gambar 2.40
Anatomi Otak

48

J. Sistem Panca Indera


Susunan panca indera yang berguna untuk mengenali dunia luar, terdiri
atas berbagai organ, yaitu :

1. Organ Penglihatan
Alat tepi (perifer) untuk melihat adalah mata. Mata berguna sebagai
kamera yang menerima cahaya. Pada selaput jala (retina) terbentuk
pola gambar yang diubah menjadi rangsang pengihat, lalu diteruskan
melalui saraf otak II (nervus opticus) ke otak besar untuk dikenal.

Gambar 2.41
Skema Indera Penglihatan

Gambar 2.42
Posisi Bola Mata pada Tulang Tengkorak
(Sumber : Frank H. Netter : 2006)

49

2. Organ Pendengaran (Telinga)


Susunan pendengar terdiri atas : telinga bagian luar, telinga bagian
tengah, dan telinga bagian dalam. Telinga bagian luar terdiri atas daun
telinga, lubang dan liang telinga, serta gendangan yang berguna untuk
membawa getaran-getaran bunyi.
Telinga tengah merupakan bagian pengantar getaran bunyi dan
terdiri atas rongga gendangan dengan tiga tulang pendengar di
dalamnya (martil, andasan dan sanggurdi). Rongga gendangan
berhubungan dengan rongga hidung melalui saluran eustachius.
Telinga bagian dalam adalah penerima rangsang pendengar
dan berupa rumah siput. Rumah siput merupakan sebagian sesatan
(labirin) yang dibentuk oleh tiga saluran setengah lingkaran, rumah
siput, utrikulus dan sakulus. Getaran bunyi menimbulkan getaran
gendangan dan getaran ini diteruskan oleh tulang-tulang pendengar
ke bagian rumah siput yang tertutup selaput, sehingga cairan
endolimfe di dalam rumah siput turut bergetar. Ini merangsang ujungujung saraf pendengar di dalam rumah siput dan rangsang-rangsang
tadi diteruskan melalui saraf otak VIII ke susunan saraf pusat untuk
disadari dan dikenal.
Utrikulus dan sakulus serta tiga saluran setengah lingkaran
berguna untuk mengenal sikap kepala dan perubahan sikap kepala
sehubungan dengan keseimbangan badan.

Gambar 2.43
Skema Indera Pendengaran
(Sumber : Frank H. Netter : 2006)

50

3. Organ Penciuman (hidung)


Di bagian atas rongga hidung dan sekat rongga hidung terdapat
saluran lendir khusus yang disebut selaput lendir penghirup, karena di
dalamnya terdapat sel-sel istimewa untuk menerima bau-bauan yang
menimbulkan rangsang pada sel-sel tersebut. Rangsang-rangsang ini
diteruskan ke otak besar melalui serabut-serabut saraf otak I (nervus
olfaktorius), dimana saraf otak I berupa benang-benang halus yang
menembus tulang tapisan untuk mencapai otak besar.

Gambar 2.44
Penampang Hidung & Tenggorokan
(Sumber : Frank H. Netter : 2006)

51

4. Organ Pengecap (lidah)


Organ pengecap adalah alat yang berguna untuk mengecap cita rasa,
yaitu lidah. Permukaan lidah bagian atas, memiliki selaput lendir yang
memperlihatkan kelompok-kelompok sel epitel, dikenal sebagai
kuncup-kuncup pengecap. Rangsangan - rangsangan rasa yang
timbul di kuncup pengecap diteruskan melalui serabut-serabut saraf
ke susunan saraf pusat untuk disadari.
Fungsi kuncup-kuncup pengecap yaitu : ujung lidah terutama
menentukan rasa manis dan asin, pertengahan pangkal lidah
mengenyam rasa pahit, dan pinggiran lidah rasa asam.

Gambar 2.45
Penampang Indera Pengecap (Lidah)
(Sumber : Frank H. Netter : 2006)

52

K. Kuku
Kuku berupa lempeng tanduk yang menutupi ruas akhir jari-jari tangan
dan kaki. Bagian-bagian kuku dan bangunan-bangunan di sekitar kuku
adalah :
1. Lempeng kuku atau Margo Liber
2. Akar kuku, bagian kuku yang terdapat di bawah lipatan kuku yang
membentuk kutikula, pertumbuhan kuku terjadi di bagian akar kuku
yang disebut Matriks Unguis
3. Bulan sabit (lunula)
4. Selaput kuku (kutikula atau eponikium) : pinggiran lipatan kulit yang
menutupi akar kuku
5. Tanggul kuku (paronikium) atau nail wall
6. palungan kuku (nail bed)
7. alur kuku : alur yang terdapat antara gligi kuku dan badan kuku,
8. hiponikium lipatan kulit di bawah sisi lepas kuku

Gambar 2.46
Bagian-Bagian Kuku Jari Tangan
(Sumber : Frank H. Netter : 2006)

53

Latihan Penguasaan Konsep


Petunjuk : Berilah tanda silang (X) pada alternatif jawaban a, b, c,
atau d, yang paling benar.
1. Jaringan penutup permukaan tubuh dan permukaan dalam saluran
cerna adalah :
a. Jaringan ikat
b. Jaringan lemak
c. Jaringan epitel
d. Jaringan endotel
2. Jaringan otot polos terdiri atas :
a. Otot-otot yang mengerut dan melemas secara cepat dan dapat
digerakkan sekehendak kita
b. Otot yang serabutnya bergaris-garis melintang, membentuk semua
otot rangka
c. Sel-sel otot licin, berbentuk kumparan dan dapat mengerut serta
melemas secara lambat
d. Serabut otot bergaris lintang, mengerut dan melemas secara
cepat, tidak terpengaruh kehendak kita
3. Jaringan tulang rawan, bersifat lunak karena zat interselulernya
banyak, dan tidak mengandung
a. Zat perekat
b. Zat makanan
c. Zat lemak
d. Kalsium
4. Untuk pembuatan jaringan tubuh diperlukan :
a. Garam laut
b. Protein
c. Hidrat arang
d. Lemak
5. Jaringan ikat terdiri atas serabut
a. Lendir dan kalogen
b. Elastin dan kalogen
c. Elastin dan placenta
d. Lemak dan lender
6. Orbicuralis oris adalah otot yang
a. Melindungi mata
b. Melingkari mulut
c. Terdapat di leher
d. Membendung tulang hidung
54

7. Otot lurik merupakan otot yang


a. Sel-sel ototnya licin
b. Serabut-serabutnya bergaris lintang
c. Tidak dapat dipengarugi kehendak kita
d. Dipersarafi susunan saraf otonom
8. Proses pertukaran zat berlangsung dalam
a. Dinding sel
b. Protoplasma
c. Mito kondria
d. Kromosom
9. Getah kelenjar ludah perut yang menguraikan gula rangkap menjadi
gula sederhana adalah
a. Ptialin
b. Amilase
c. Tripsin
d. Lipase
10. Jaringan endotel adalah jaringan yang
a. Menutup permukaan tubuh
b. Melapisi permukaan pembuluh darah
c. Menutup serabut lender berbentuk jala
d. Menyambung jaringan-jaringan lain
11. Tugas otot (muskulus) korugator supervili adalah
a. Mengerutkan alis
b. Menarik cuping hidung ke bawah
c. Menarik sudut mulut ke atas
d. Menarik kelopak mata ke arah garis tengah
12. Berikut ini termasuk unsur-unsur sel, kecuali :
a. Kromatin
b. Protoplasma
c. Nukleus
d. Zat antar sel
13. Otot jantung dapat melemas dan mengerut secara :
a. Cepat dan tidak dapat dipengaruhi kehendak kita
b. Cepat dan dapat dipengaruhi kehendak kita
c. Lambat dan tidak dapat dipengaruhi kehendak kita
d. Lambat dan dapat dipengaruhi kehendak kita

55

14. Di dalam rongga tulang terdapat sumsum tulang merah yang berfungsi
antara lain sebagai :
a. Cadangan lemak
b. Depot mineral kalsium
c. Pro vitamin D
d. Pembuatan sel darah merah
15. Yang mengelilingi inti atom adalah :
a. Proton
b. Neutron
c. Positron
d. Elektron
16. Otot yang terdapat hamper di seluruh tubuh kita dan melekat pada
tulang-tulang di golongkan pada otot :
a. Polos
b. Lurik
c. Mimik
d. Rangka
17. Daya serap air yang tertinggi dimiliki oleh lapis :
a. Disyunctum
b. Malpigi
c. Papiler
d. Retikular
18. Salah satu leukosit yang berperan dalam pertahanan tubuh adalah :
a. Granulosit
b. Monosit
c. Limfosit
d. Eritrosit
19. Otot mudah kejang, bila dalam darah kekurangan :
a. Kalsium (Ca)
b. Kalium (K)
c. Yodium (J)
d. Matrium (Na)
20. Struktur sel-sel otot terdiri atas 3 jenis yaitu :
a. Otot polos, otot lurik dan otot perut
b. Otot lurik, otot pektolaris dan otot jantung
c. Otot jantung, otot polos dan otot bisep
d. Otot polos, otot lurik dan otot jantung

56

BAB

Anatomi Fisiologi Kulit


Kulit merupakan bagian tubuh yang paling utama yang perlu
diperhatikan dalam tata kecantikan kulit. Pemahaman tentang anatomi
dan fisiologi kulit akan membantu mempermudah perawatan kulit untuk
mendapatkan kulit wajah yang segar, lembab, halus, lentur dan bersih.
Kulit merupakan organ tubuh paling besar yang melapisi seluruh
bagian tubuh, membungkus daging dan organ-organ yang ada di
dalamnya. Luas kulit pada manusia rata-rata + 2 meter persegi dengan
berat 10 kg jika ditimbang dengan lemaknya atau 4 kg jika tanpa lemak
atau beratnya sekitar 16 % dari berat badan seseorang.
Kulit memiliki fungsi melindungi bagian tubuh dari berbagai macam
gangguan dan rangsangan luar. Fungsi perlindungan ini terjadi melalui
sejumlah mekanisme biologis, seperti pembentukan lapisan tanduk secara
terus menerus (keratinisasi dan pelepasan sel-sel kulit ari yang sudah
mati), respirasi dan pengaturan suhu tubuh, produksi sebum dan keringat
serta pembentukan pigmen melanin untuk melindungi kulit dari bahaya
sinar ultra violet matahari.
Kulit merupakan suatu kelenjar holokrin yang cukup besar dan
seperti jaringan tubuh lainnya, kulit juga bernafas (respirasi), menyerap
oksigen dan mengeluarkan karbondioksida. Kulit menyerap oksigen yang
diambil lebih banyak dari aliran darah, begitu pula dalam pengeluaran
karbondioksida yang lebih banyak dikeluarkan melalui aliran darah.
Kecepatan penyerapan oksigen ke dalam kulit dan pengeluaran
karbondioksida dari kulit tergantung pada banyak faktor di dalam maupun
di luar kulit, seperti temperatur udara atau suhu, komposisi gas di sekitar
kulit, kelembaban udara, kecepatan aliran darah ke kulit, tekanan gas di
dalam darah kulit, penyakit-penyakit kulit, usia, keadaan vitamin dan
hormon di kulit, perubahan dalam metabolisme sel kulit dan pemakaian
bahan kimia pada kulit.
Sifat-sifat anatomis dan fisiologis kulit di berbagai daerah tubuh
sangat berbeda. Sifat-sifat anatomis yang khas, berhubungan erat dengan
tuntutan-tuntutan faali yang berbeda di masing-masing daerah tubuh,
seperti halnya kulit di telapak tangan, telapak kaki, kelopak mata, ketiak
dan bagian lainnya merupakan pencerminan penyesuaiannya kepada

57

fungsinya masing - masing. Kulit di daerah daerah tersebut berbeda


ketebalannya, keeratan hubungannya dengan lapisan bagian dalam, dan
berbeda pula dalam jenis serta banyaknya andeksa yang ada di dalam
lapisan kulitnya.
Pada permukaan kulit terlihat adanya alur-alur atau garis-garis
halus yang membentuk pola yang berbeda di berbagai daerah tubuh serta
bersifat khas bagi setiap orang, seperti yang ada pada jari-jari tangan,
telapak tangan dan telapak kaki atau dikenal dengan pola sidik jari
(dermatoglifi).
Dalam tata kecantikan, perawatan kulit dan wajah menjadi
penekanan utama untuk mendapatkan penampilan yang menarik.
Keseluruhan badan atau tubuh kita, harus dirawat dengan baik dan dijaga
agar selalu bersih, sehat, lembut, segar dan cantik. Khusus yang
berkaitan dengan badan, semua wanita menginginkan bentuk tubuh yang
ideal, yaitu tubuh yang langsing, padat, indah dan dapat disempurnakan
dengan penampilan kulit yang sehat. Kita perlu memberikan perhatian
khusus dalam perawatan kulit karena kita hidup di negara yang beriklim
tropis yang selalu berudara panas, dan kulit merupakan pertahanan
pertama terhadap lingkungan sekitar kita, juga kulit kita paling banyak
diganggu oleh sengatan sinar matahari dan kotoran keringat badan. Rias
wajah sederhana,dapat membuat seorang wanita mampu tampil menarik,
asal kulitnya sehat. Rahasianya sederhana yaitu perawatan yang tepat.
Semakin dini perawatan itu dilakukan semakin memuaskan pula hasil
yang dirasakannya kelak.
Perawatan kecantikan, sudah dikenal sejak berabad-abad silam.
Cleopatra terbiasa mandi susu untuk menjaga kehalusan, kelembutan dan
keindahan kulitnya. Wanita di beberapa negara terbiasa mengoleskan
bermacam -macam minyak dan rempah-rempah untuk mengencangkan
tubuh, menghaluskan kulit, hingga membuat awet muda. Sejalan dengan
kemajuan zaman, saat ini dapat diperoleh berbagai jenis kosmetik dalam
berbagai merek untuk perawatan wajah dan tubuh termasuk untuk
perawatan kulit. Masalahnya bagaimana memilih kosmetik yang cocok
dengan kondisi kulit dan juga terjangkau oleh keuangan kita.
Kulit menutup tubuh manusia pada daerah tubuh yang paling luas
dari kepala sampai ke kaki. Kulit wajah yang sehat dan cantik akan
tampak kencang, lentur, dan lembab, kondisi ini tidak akan menetap
selamanya, sejalan dengan perkembangan usia, ketika kondisi tubuh
menurun, kulit tidak hanya menjadi kering tapi juga suram dan berkeriput.
Keadaan ini makin mudah terjadi setelah melewati usia tiga puluhan. Saat
itu fungsi kelenjar minyak mengendur, sehingga kulit terasa lebih kering
dibandingkan dengan sebelumnya.
58

Diduga dengan bertambahnya usia, kadar asam amino pembentuk


kalogen pun berkurang sehingga kalogen yang terbentuk bermutu rendah,
selain itu kalogen kehilangan kelembaban dan menjadi kering serta kaku.
Akibatnya jaringan penunjang itu tak mampu menopang kulit dengan baik,
seperti yang tampak pada kulit orang tua yang makin lama makin kendur
dan kurang lentur. Perubahan susunan molekul kalogen ini merupakan
salah satu faktor utama yang membuat kulit manusia lebih cepat keriput,
timbul pigmentasi, kehilangan kelembaban dan elastisitas. Kapan tandatanda penuaan itu muncul, tergantung pada usaha kita untuk melindungi
dan merawatnya secara baik.

A. Struktur Kulit
Struktur kulit terdiri dari tiga lapisan yaitu : kulit ari (epidermis),
sebagai lapisan yang paling luar, kulit jangat (dermis, korium atau
kutis) dan jaringan penyambung di bawah kulit (tela subkutanea,
hipodermis atau subkutis)
Sebagai gambaran, penampang lintang dan visualisasi struktur
lapisan kulit tersebut dapat dilihat pada gambar berikut :
Batang
Rambut

Kelenjar Palit

Urat Syaraf

Penerima
sensor

Epidermis

Kelenjar
keringat

Dermis
Serabut syaraf
sensor

Hipodermis

Vena

Arteri

Akar Rambut

Kandung Rambut
(Folikel)

Gambar 3.1
Skema Bagian Bagian Kulit

59

1. Kulit Ari (epidermis)


Epidermis merupakan bagian kulit paling luar yang paling
menarik untuk diperhatikan dalam perawatan kulit, karena kosmetik
dipakai pada bagian epidermis. Ketebalan epidermis berbeda-beda
pada berbagai bagian tubuh, yang paling tebal berukuran 1 milimeter
misalnya pada telapak tangan dan telapak kaki, dan yang paling tipis
berukuran 0,1 milimeter terdapat pada kelopak mata, pipi, dahi dan
perut. Sel-sel epidermis disebut keratinosit. Epidermis melekat erat
pada dermis karena secara fungsional epidermis memperoleh zat-zat
makanan dan cairan antar sel dari plasma yang merembes melalui
dinding-dinding kapiler dermis ke dalam epidermis. Pada epidermis
dibedakan atas lima lapisan kulit, yaitu :
a. Lapisan tanduk (stratum corneum), merupakan lapisan epidermis
yang paling atas, dan menutupi semua lapisan epiderma lebih ke
dalam. Lapisan tanduk terdiri atas beberapa lapis sel pipih, tidak
memiliki inti, tidak mengalami proses metabolisme, tidak berwarna
dan sangat sedikit mengandung air.
Pada telapak tangan dan telapak kaki jumlah baris keratinosit jauh
lebih banyak, karena di bagian ini lapisan tanduk jauh lebih tebal.
Lapisan tanduk ini sebagian besar terdiri atas keratin yaitu sejenis
protein yang tidak larut dalam air dan sangat resisten terhadap
bahan-bahan kimia. Lapisan ini dikenal dengan lapisan horny,
terdiri dari milyaran sel pipih yang mudah terlepas dan digantikan
oleh sel yang baru setiap 4 minggu, karena usia setiap sel biasanya
hanya 28 hari. Pada saat terlepas, kondisi kulit akan terasa sedikit
kasar sampai muncul lapisan baru.
Proses pembaruan lapisan tanduk, terus berlangsung sepanjang
hidup, menjadikan kulit ari memiliki self repairing capacity atau
kemampuan memperbaiki diri. Bertambahnya usia dapat
menyebabkan proses keratinisasi berjalan lebih lambat. Ketika usia
mencapai sekitar 60 tahunan, proses keratinisasi, membutuhkan
waktu sekitar 45 - 50 hari, akibatnya lapisan tanduk yang sudah
menjadi lebih kasar, lebih kering, lebih tebal, timbul bercak-bercak
putih karena melanosit lambat bekerja dan penyebaran melanin
tidak lagi merata serta tidak lagi cepat digantikan oleh lapisan
tanduk baru.
Daya elastisitas kulit pada lapisan ini sangat kecil, dan lapisan ini
sangat efektif untuk mencegah terjadinya penguapan air dari lapislapis kulit lebih dalam sehingga mampu memelihara tonus dan
turgor kulit, tetapi lapisan tanduk memiliki daya serap air yang
cukup besar.
60

b. Lapisan bening (stratum lucidum) disebut juga lapisan barrier,


terletak tepat di bawah lapisan tanduk, dan dianggap sebagai
penyambung lapisan tanduk dengan lapisan berbutir. Lapisan
bening terdiri dari protoplasma sel-sel jernih yang kecil-kecil, tipis
dan bersifat translusen sehingga dapat dilewati sinar (tembus
cahaya). Lapisan ini sangat tampak jelas pada telapak tangan dan
telapak kaki. Proses keratinisasi bermula dari lapisan bening.
c. Lapisan berbutir (stratum granulosum) tersusun oleh sel-sel
keratinosit berbentuk kumparan yang mengandung butir-butir di
dalam protoplasmanya, berbutir kasa dan berinti mengkerut.
Lapisan ini tampak paling jelas pada kulit telapak tangan dan
telapak kaki.
d. Lapisan bertaju (stratum spinosum) disebut juga lapisan malphigi
terdiri atas sel-sel yang saling berhubungan dengan perantaraan
jembatan-jembatan protoplasma berbentuk kubus. Jika sel-sel
lapisan saling berlepasan, maka seakan-akan selnya bertaju.
Setiap sel berisi filamen-filamen kecil yang terdiri atas serabut
protein. Sel-sel pada lapisan taju normal, tersusun menjadi
beberapa baris.
Bentuk sel berkisar antara bulat ke bersudut banyak (polygonal),
dan makin ke arah permukaan kulit makin besar ukurannya. Di
antara sel-sel taju terdapat celah antar sel halus yang berguna
untuk peredaran cairan jaringan ekstraseluler dan pengantaran
butir-butir melanin. Sel-sel di bagian lapis taju yang lebih dalam,
banyak yang berada dalam salah satu tahap mitosis. Kesatuankesatuan lapisan taju mempunyai susunan kimiawi yang khas; intiinti sel dalam bagian basal lapis taju mengandung kolesterol, asam
amino dan glutation.
e. Lapisan benih (stratum germinativum atau stratum basale)
merupakan lapisan terbawah epidermis, dibentuk oleh satu baris sel
torak (silinder) dengan kedudukan tegak lurus terhadap permukaan
dermis. Alas sel-sel torak ini bergerigi dan bersatu dengan lamina
basalis di bawahnya. Lamina basalis yaitu struktur halus yang
membatasi epidermis dengan dermis. Pengaruh lamina basalis
cukup besar terhadap pengaturan metabolisme demo-epidermal
dan fungsi-fungsi vital kulit. Di dalam lapisan ini sel-sel epidermis
bertambah banyak melalui mitosis dan sel-sel tadi bergeser ke
lapisan-lapisan lebih atas, akhirnya menjadi sel tanduk. Di dalam
lapisan benih terdapat pula sel-sel bening (clear cells, melanoblas
atau melanosit) pembuat pigmen melanin kulit.

61

Lapisan Tanduk

Lapisan Bening
Lapisan Berbutir
Lapisan Taju

Lapisan Tunas
atau Lapisan
Basal

Gambar 3.2
Penampang Lapisan Kulit Ari (Epidermis)

Gambar 3.3
Visualisasi Lapisan Kulit Ari (Epidermis)

62

2. Kulit Jangat (dermis)


Kulit jangat atau dermis menjadi tempat ujung saraf perasa,
tempat keberadaan kandung rambut, kelenjar keringat, kelenjarkelenjar palit atau kelenjar minyak, pembuluh-pembuluh darah dan
getah bening, dan otot penegak rambut (muskulus arektor pili).
Sel-sel umbi rambut yang berada di dasar kandung rambut,
terus-menerus membelah dalam membentuk batang rambut. Kelenjar
palit yang menempel di saluran kandung rambut, menghasilkan
minyak yang mencapai permukaan kulit melalui muara kandung
rambut. Kulit jangat sering disebut kulit sebenarnya dan 95 % kulit
jangat membentuk ketebalan kulit. Ketebalan rata-rata kulit jangat
diperkirakan antara 1 - 2 mm dan yang paling tipis terdapat di kelopak
mata serta yang paling tebal terdapat di telapak tangan dan telapak
kaki. Susunan dasar kulit jangat dibentuk oleh serat-serat, matriks
interfibrilar yang menyerupai selai dan sel-sel.
Keberadaan ujung-ujung saraf perasa dalam kulit jangat,
memungkinkan membedakan berbagai rangsangan dari luar. Masingmasing saraf perasa memiliki fungsi tertentu, seperti saraf dengan
fungsi mendeteksi rasa sakit, sentuhan, tekanan, panas, dan dingin.
Saraf perasa juga memungkinkan segera bereaksi terhadap hal-hal
yang dapat merugikan diri kita. Jika kita mendadak menjadi sangat
takut atau sangat tegang, otot penegak rambut yang menempel di
kandung rambut, akan mengerut dan menjadikan bulu roma atau bulu
kuduk berdiri. Kelenjar palit yan menempel di kandung rambut
memproduksi minyak untuk melumasi permukaan kulit dan batang
rambut. Sekresi minyaknya dikeluarkan melalui muara kandung
rambut. Kelenjar keringat menghasilkan cairan keringat yang
dikeluarkan ke permukaan kulit melalui pori-pori kulit.
Di permukaan kulit, minyak dan keringat membentuk lapisan
pelindung yang disebut acid mantel atau sawar asam dengan nilai
pH sekitar 5,5. sawar asam merupakan penghalang alami yang
efektif dalam menangkal berkembang biaknya jamur, bakteri dan
berbagai jasad renik lainnya di permukaan kulit. Keberadaan dan
keseimbangan nilai pH, perlu terus-menerus dipertahankan dan dijaga
agar jangan sampai menghilang oleh pemakaian kosmetika.
Pada dasarnya dermis terdiri atas sekumpulan serat-serat elastis
yang dapat membuat kulit berkerut akan kembali ke bentuk semula
dan serat protein ini yang disebut kolagen. Serat-serat kolagen ini
disebut juga jaringan penunjang, karena fungsinya dalam membentuk
jaringan-jaringan kulit yang menjaga kekeringan dan kelenturan kulit.

63

Berkurangnya protein akan menyebabkan kulit menjadi kurang


elastis dan mudah mengendur hingga timbul kerutan. Faktor lain yang
menyebabkan kulit berkerut yaitu faktor usia atau kekurangan gizi.
Dari fungsi ini tampak bahwa kolagen mempunyai peran penting bagi
kesehatan dan kecantikan kulit. Perlu diperhatikan bahwa luka yang
terjadi di kulit jangat dapat menimbulkan cacat permanen, hal ini
disebabkan kulit jangat tidak memiliki kemampuan memperbaiki diri
sendiri seperti yang dimiliki kulit ari.
Di dalam lapisan kulit jangat terdapat dua macam kelenjar yaitu
kelenjar keringat dan kelenjar palit.
a. Kelenjar keringat,
Kelenjar keringat terdiri dari fundus (bagian yang melingkar) dan
duet yaitu saluran semacam pipa yang bermuara pada permukaan
kulit membentuk pori-pori keringat. Semua bagian tubuh dilengkapi
dengan kelenjar keringat dan lebih banyak terdapat dipermukaan
telapak tangan, telapak kaki, kening dan di bawah ketiak. Kelenjar
keringat mengatur suhu badan dan membantu membuang sisa-sisa
pencernaan dari tubuh. Kegiatannya terutama dirangsang oleh
panas, latihan jasmani, emosi dan obat-obat tertentu. Ada dua jenis
kelenjar keringat yaitu :
1) Kelenjar keringat ekrin, kelenjar keringat ini mensekresi cairan
jernih, yaitu keringat yang mengandung 95 97 persen air dan
mengandung beberapa mineral, seperti garam, sodium klorida,
granula minyak, glusida dan sampingan dari metabolisma
seluler. Kelenjar keringat ini terdapat di seluruh kulit, mulai dari
telapak tangan dan telapak kaki sampai ke kulit kepala.
Jumlahnya di seluruh badan sekitar dua juta dan menghasilkan
14 liter keringat dalam waktu 24 jam pada orang dewasa.
Bentuk kelenjar keringat ekrin langsing, bergulung-gulung dan
salurannya bermuara langsung pada permukaan kulit yang tidak
ada rambutnya.
2) Kelenjar keringat apokrin, yang hanya terdapat di daerah ketiak,
puting susu, pusar, daerah kelamin dan daerah sekitar dubur
(anogenital) menghasilkan cairan yang agak kental, berwarna
keputih-putihan serta berbau khas pada setiap orang. Sel
kelenjar ini mudah rusak dan sifatnya alkali sehingga dapat
menimbulkan bau. Muaranya berdekatan dengan muara
kelenjar sebasea pada saluran folikel rambut. Kelenjar keringat
apokrin jumlahnya tidak terlalu banyak dan hanya sedikit cairan
yang disekresikan dari kelenjar ini. Kelenjar apokrin mulai aktif
setelah usia akil baligh dan aktivitas kelenjar ini dipengaruhi
oleh hormon.
64

b. Kelenjar palit,
Kelenjar palit terletak pada bagian atas kulit jangat berdekatan
dengan kandung rambut terdiri dari gelembung-gelembung kecil
yang bermuara ke dalam kandung rambut (folikel). Folikel rambut
mengeluarkan lemak yang meminyaki kulit dan menjaga kelunakan
rambut. Kelenjar palit membentuk sebum atau urap kulit. Terkecuali
pada telapak tangan dan telapak kaki, kelenjar palit terdapat di
semua bagian tubuh terutama pada bagian muka.
Pada umumnya, satu batang rambut hanya mempunyai satu
kelenjar palit atau kelenjar sebasea yang bermuara pada saluran
folikel rambut. Pada kulit kepala, kelenjar palit atau kelenjar
sebasea menghasilkan minyak untuk melumasi rambut dan kulit
kepala. Pada kebotakan orang dewasa, ditemukan bahwa kelenjar
palit atau kelenjar sebasea membesar sedangkan folikel rambut
mengecil. Pada kulit badan termasuk pada bagian wajah, jika
produksi minyak dari kelenjar palit atau kelenjar sebasea
berlebihan, maka kulit akan lebih berminyak sehingga memudahkan
timbulnya jerawat.
Pembuluh Darah

Kelenjar Palit

Kulit Ari

Kulit Jangat
Syaraf

Kandung Rambut

Kelenjar Keringat

Gambar 3.4
Penampang Kulit Jangat (Dermis)

65

Gambar 3.5
Visualisasi Lapisan Kulit Jangat (Dermis)

3. Jaringan penyambung (jaringan ikat) bawah kulit


(hipodermis)
Lapisan ini terutama mengandung jaringan lemak, pembuluh
darah dan limfe, saraf-saraf yang berjalan sejajar dengan permukaan
kulit. Cabang-cabang dari pembuluh-pembuluh dan saraf-saraf menuju
lapisan kulit jangat. Jaringan ikat bawah kulit berfungsi sebagai
bantalan atau penyangga benturan bagi organ-organ tubuh bagian
dalam, membentuk kontur tubuh dan sebagai cadangan makanan.
Ketebalan dan kedalaman jaringan lemak bervariasi sepanjang kontur
tubuh, paling tebal di daerah pantat dan paling tipis terdapat di kelopak
mata. Jika usia menjadi tua, kinerja liposit dalam jaringan ikat bawah
kulit juga menurun. Bagian tubuh yang sebelumnya berisi banyak
lemak, lemaknya berkurang sehingga kulit akan mengendur serta
makin kehilangan kontur.

Gambar 3.6
Penampang Jaringan
Ikat Bawah Kulit
(Hypodermis)

66

Gambar 3.7
Visualisasi Jaringan Ikat Bawah Kulit (Hypodermis)

B. Fungsi Kulit
Kulit mempunyai berbagai fungsi yaitu sebagai berikut :

1. Pelindung atau proteksi


Epidermis terutama lapisan tanduk berguna untuk menutupi jaringanjaringan tubuh di sebelah dalam dan melindungi tubuh dari pengaruhpengaruh luar seperti luka dan serangan kuman. Lapisan paling luar
dari kulit ari diselubungi dengan lapisan tipis lemak, yang menjadikan
kulit tahan air. Kulit dapat menahan suhu tubuh, menahan luka-luka
kecil, mencegah zat kimia dan bakteri masuk ke dalam tubuh serta
menghalau rangsang-rangsang fisik seperti sinar ultraviolet dari
matahari.

2. Penerima rangsang
Kulit sangat peka terhadap berbagai rangsang sensorik yang
berhubungan dengan sakit, suhu panas atau dingin, tekanan, rabaan,
dan getaran. Kulit sebagai alat perasa dirasakan melalui ujung-ujung
saraf sensasi.

3. Pengatur panas atau thermoregulasi


Kulit mengatur suhu tubuh melalui dilatasi dan konstruksi pembuluh
kapiler serta melalui respirasi yang keduanya dipengaruhi saraf
otonom. Tubuh yang sehat memiliki suhu tetap kira-kira 98,6 derajat
Farenheit atau sekitar 36,50C. Ketika terjadi perubahan pada suhu
luar, darah dan kelenjar keringat kulit mengadakan penyesuaian
seperlunya dalam fungsinya masing-masing. Pengatur panas adalah
salah satu fungsi kulit sebagai organ antara tubuh dan lingkungan.
Panas akan hilang dengan penguapan keringat.
67

4. Pengeluaran (ekskresi)
Kulit mengeluarkan zat-zat tertentu yaitu keringat dari kelenjar-kelenjar
keringat yang dikeluarkan melalui pori-pori keringat dengan membawa
garam, yodium dan zat kimia lainnya. Air yang dikeluarkan melalui kulit
tidak saja disalurkan melalui keringat tetapi juga melalui penguapan air
transepidermis sebagai pembentukan keringat yang tidak disadari.

5. Penyimpanan.
Kulit dapat menyimpan lemak di dalam kelenjar lemak.

6. Penyerapan terbatas
Kulit dapat menyerap zat-zat tertentu, terutama zat-zat yang larut
dalam lemak dapat diserap ke dalam kulit. Hormon yang terdapat
pada krim muka dapat masuk melalui kulit dan mempengaruhi lapisan
kulit pada tingkatan yang sangat tipis. Penyerapan terjadi melalui
muara kandung rambut dan masuk ke dalam saluran kelenjar palit,
merembes melalui dinding pembuluh darah ke dalam peredaran darah
kemudian ke berbagai organ tubuh lainnya.

7. Penunjang penampilan
Fungsi yang terkait dengan kecantikan yaitu keadaan kulit yang
tampak halus, putih dan bersih akan dapat menunjang penampilan
Fungsi lain dari kulit yaitu kulit dapat mengekspresikan emosi seseorang
seperti kulit memerah, pucat maupun konstraksi otot penegak rambut.

C. Warna Kulit
Warna kulit sangat beragam, dari yang berwarna putih mulus,
kuning, coklat, kemerahan atau hitam. Setiap warna kulit mempunyai
keunikan tersendiri yang jika dirawat dengan baik dapat menampilkan
karakter yang menarik. Warna kulit terutama ditentukan oleh :
1. Oxyhemoglobin yang berwarna merah
2. Hemoglobin tereduksi yang berwarna merah kebiruan
3. Melanin yang berwarna coklat
4. Keratohyalin yang memberikan penampakan opaque pada kulit, serta
5. Lapisan stratum corneum yang memiliki warna putih kekuningan atau
keabu-abuan.

68

Dari semua bahan-bahan pembangun warna kulit, yang paling


menentukan warna kulit adalah pigmen melanin. Banyaknya pigmen
melanin di dalam kulit ditentukan oleh faktor-faktor ras, individu, dan
lingkungan. Melanin dibuat dari tirosin sejenis asam amino dan dengan
oksidasi, tirosin diubah menjadi butir-butir melanin yang berwarna coklat,
serta untuk proses ini perlu adanya enzim tirosinase dan oksigen.
Oksidasi tirosin menjadi melanin berlangsung lebih lancar pada suhu yang
lebih tinggi atau di bawah sinar ultra violet. Jumlah, tipe, ukuran dan
distribusi pigmen melanin ini akan menentukan variasi warna kulit
berbagai golongan ras atau bangsa di dunia. Proses pembentukan
pigmen melanin kulit terjadi pada butir-butir melanosom yang dihasilkan
oleh sel-sel melanosit yang terdapat di antara sel-sel basal keratinosit di
dalam lapisan benih.

D. Jenis-jenis Kulit
Upaya untuk perawatan kulit secara benar dapat dilakukan dengan
terlebih dahulu harus mengenal jenis-jenis kulit dan ciri atau sifat-sifatnya
agar dapat menentukan cara-cara perawatan yang tepat, memilih
kosmetik yang sesuai, menentukan warna untuk tata rias serta untuk
menentukan tindakan koreksi baik dalam perawatan maupun dalam tata
rias. Kulit yang sehat memiliki ciri :
1.
Kulit memiliki kelembaban cukup, sehingga terlihat basah atau
berembun
2. Kulit senantiasa kenyal dan kencang
3. Menampilkan kecerahan warna kulit yang sesungguhnya
4. Kulit terlihat mulus, lembut dan bersih dari noda, jerawat atau jamur
5. Kulit terlihat segar dan bercahaya
6. Memiliki sedikit kerutan sesuai usia.
Pada umumnya jenis kulit manusia dapat dikelompokkan menjadi :

1. Kulit Normal
Kulit normal cenderung mudah dirawat. Kelenjar minyak (sebaceous
gland) pada kulit normal biasanya tidak bandel, karena minyak
(sebum) yang dikeluarkan seimbang, tidak berlebihan ataupun
kekurangan. Meski demikian, kulit normal tetap harus dirawat agar
senantiasa bersih, kencang, lembut dan segar. Jika tidak segera
dibersihkan, kotoran pada kulit normal dapat menjadi jerawat. Selain
itu kulit yang tidak terawat akan mudah mengalami penuaan dini
seperti keriput dan tampilannya pun tampak lelah.
69

Ciri-ciri kulit normal adalah kulit lembut, lembab berembun, segar


dan bercahaya, halus dan mulus, tanpa jerawat, elastis, serta tidak
terlihat minyak yang berlebihan juga tidak terlihat kering.
Meskipun jika dilihat sepintas tidak bermasalah, kulit normal
tetap harus dijaga dan dirawat dengan baik, karena jika tidak
dirawat, kekenyalan dan kelembaban kulit normal akan terganggu,
terjadi penumpukan kulit mati dan kotoran dapat menyebabkan
timbulnya jerawat.

2. Kulit Berminyak
Kulit berminyak banyak dialami oleh wanita di daerah tropis. Karena
pengaruh hormonal, kulit berminyak biasa dijumpai pada remaja puteri
usia sekitar 20 tahunan, meski ada juga pada wanita usia 30-40 tahun
yang mengalaminya. Penyebab kulit berminyak adalah karena kelenjar
minyak (sebaceous gland) sangat produktif, hingga tidak mampu
mengontrol jumlah minyak (sebum) yang harus dikeluarkan.
Sebaceaous gland pada kulit berminyak yang biasanya terletak di
lapisan dermis, mudah terpicu untuk bekerja lebih aktif. Pemicunya
dapat berupa faktor internal atau faktor eksternal, yaitu :
a. Faktor internal meliputi :
1) Faktor genetis : anak dari orang tua yang memiliki jenis kulit
berminyak, cenderung akan memiliki kulit berminyak pula.
2) Faktor hormonal : hormon manusia sangat mempengaruhi
produksi keringat. Karena itulah pada wanita yang sedang
menstruasi atau hamil akan lebih sering berkeringat. Selain itu
stres dan banyak gerak juga dapat menjadi pemicu keringat
berlebihan.
b. Faktor eksternal meliputi :
1) Udara panas atau lembab.
2)

Makanan yang dapat merangsang keluarnya keringat


seperti makanan yang terlalu pedas baik karena cabai atau
merica, makanan yang terlalu asin, makanan yang berbumbu
menyengat seperti bawang putih, makanan yang terlalu
berminyak serta makanan dan minuman yang terlalu panas.

Kulit berminyak memerlukan perawatan khusus dibandingkan


kulit normal. Pada jenis kulit ini, minyak berlebihan yang dibiarkan
akan menjadi media yang baik bagi pertumbuhan bakteri yang pada
saat selanjutnya akan menjadi jerawat, radang atau infeksi.

70

Merawat kulit berminyak bukan berarti membuat kulit benarbenar bebas minyak, karena minyak pada kulit tetap diperlukan
sebagai alat pelindung alami dari sengatan sinar matahari, bahanbahan kimia yang terkandung dalam kosmetika maupun terhadap
polusi. Yang perlu dilakukan adalah menjaga agar kadar sebum tetap
seimbang dan kulit tetap dalam keadaan bersih agar bakteri penyebab
jerawat dapat terhambat. Memiliki jenis kulit berminyak, memiliki
kelebihan yaitu membantu menjaga kelembaban lapisan dermis
hingga memper-lambat timbulnya keriput.
Ciri-ciri kulit berminyak yaitu :
berlebihan, tekstur kulit tebal dengan
menyerap kotoran, mudah berjerawat,
wajah seringkali tidak dapat melekat
serta tidak mudah timbul kerutan.

minyak di daerah T tampak


pori-pori besar hingga mudah
tampilan wajah berkilat, riasan
dengan baik dan cepat luntur

3. Kulit Kering
Kulit kering memiliki karakteristik yang cukup merepotkan bagi
pemiliknya, karena pada umumnya kulit kering menimbulkan efek yang
tidak segar pada kulit, dan kulitpun cenderung terlihat berkeriput.
Kulit kering memiliki kadar minyak atau sebum yang sangat
rendah dan cenderung sensitif, sehingga terlihat parched karena kulit
tidak mampu mempertahankan kelembabannya. Ciri dari kulit kering
adalah kulit terasa kaku seperti tertarik setelah mencuci muka dan akan
mereda setelah dilapisi dengan krim pelembab. Kondisi kulit dapat
menjadi lebih buruk apabila terkena angin, perubahan cuaca dari dingin
ke panas atau sebaliknya. Garis atau kerutan sekitar pipi, mata dan
sekitar bibir dapat muncul dengan mudah pada wajah yang berkulit
kering.
Berbagai faktor yang menjadi penyebab kulit menjadi kering,
diantaranya :
a. Faktor genetik
Faktor genetik merupakan kondisi bawaan seseorang, termasuk
kondisi kulit wajah yang kering.
b. Kondisi struktur kulit
Kondisi kelenjar minyak yang tidak mampu memberi cukup lubrikasi
untuk kulit, menimbulkan dehidrasi pada kulit.
c. Pola makan
Pola makan yang buruk, kekurangan nutrisi tertentu seperti vitamin
A dan vitamin B merupakan salah satu pemicu kulit menjadi kering.
71

d. Faktor lingkungan
Pengaruh lingkungan seperti terpapar sinar matahari, angin, udara
dingin, radikal bebas atau paparan sabun yang berlebihan saat
mandi atau mencuci muka pun akan sangat berpengaruh pada
pembentukan kulit kering
e. Penyakit kulit
Kondisi lainnya yang sangat berpeluang menjadi penyebab kulit
kering adalah karena kulit terserang penyakit tertentu seperti eksim,
psoriasis dan sebagainya.
Kulit kering merupakan bentuk lain dari tanda tidak aktifnya
kelenjar thyroid dan komplikasi pada penderita diabetes. Kulit kering
terjadi jika keseimbangan kadar minyak terganggu. Pada kulit
berminyak terjadi kelebihan minyak dan pada kulit kering justru
kekurangan minyak. Kandungan lemak pada kulit kering sangat sedikit,
sehingga mudah terjadi penuaan dini yang ditandai keriput dan kulit
terlihat lelah serta terlihat kasar. Kulit kering memerlukan perawatan
yang bersifat pemberian nutrisi agar kadar minyak tetap seimbang
dan kulit dapat selalu terjaga kelembabannya. Salah satu keuntungan
kulit kering adalah riasan wajah dapat lebih awet, karena kadar
sebum dalam lapisan dermis tidak berlebihan hingga riasan tidak
mudah luntur.
Kulit kering memiliki ciri-ciri : kulit halus tetapi mudah menjadi
kasar, mudah merekah dan terlihat kusam karena gangguan proses
keratinisasi kulit ari, tidak terlihat minyak berlebihan di daerah T
yang disebabkan oleh berkurangnya sekresi kelenjar keringat dan
kelenjar palit atau kelenjar minyak. Ciri lainnya yaitu mudah timbul
kerutan yang disebabkan oleh menurunnya elastisitas kulit dan
berkurangnya daya kerut otot-otot, mudah timbul noda hitam, mudah
bersisik, riasan yang dikenakan tidak mudah luntur, reaktivitas dan
kepekaan dinding pembuluh darah terhadap rangsangan-rangsangan
berkurang sehingga peredaran darah tidak sempurna dan kulit akan
tampak pucat, suram dan lelah.

4. Kulit Sensitif
Diagnosis kulit sensitif didasarkan atas gejala-gejala penambahan
warna, dan reaksi cepat terhadap rangsangan. Kulit sensitif biasanya
lebih tipis dari jenis kulit lain sehingga sangat peka terhadap hal-hal
yang bisa menimbulkan alergi (allergen). Pembuluh darah kapiler dan
ujung saraf pada kulit sensitif terletak sangat dekat dengan permukaan
kulit. Jika terkena allergen, reaksinya pun sangat cepat.
72

Bentuk-bentuk reaksi pada kulit sensitif biasanya berupa bercak


merah, gatal, iritasi hingga luka yang jika tidak dirawat secara baik dan
benar akan berdampak serius. Warna kemerahan pada kulit sensitif
disebabkan allergen memacu pembuluh darah dan memperbanyak
aliran darah ke permukaan kulit. Berdasarkan sifatnya tadi, perawatan
kulit sensitif ditujukan untuk melindungi kulit serta mengurangi dan
menanggulangi iritasi.
Kulit sensitif seringkali tidak dapat diamati secara langsung,
diperlukan bantuan dokter kulit atau dermatolog untuk memeriksanya
dalam tes alergi-imunologi. Dalam pemeriksaan alergi, biasanya pasien
akan diberi beberapa allergen untuk mengetahui kadar sensitivitas kulit.
Kulit sensitif memiliki ciri-ciri sebagai berikut : mudah alergi, cepat
bereaksi terhadap allergen, mudah iritasi dan terluka, tekstur kulit tipis,
pembuluh darah kapiler dan ujung saraf berada sangat dekat dengan
permukaan kulit sehingga kulit mudah terlihat kemerahan.
Faktor-faktor yang dapat menjadi allergen bagi kulit sensitif antara
lain : makanan yang pedas dan berbumbu tajam, kafein, nikotin dan
minuman beralkohol, niasin atau vitamin B3, kandungan parfum dan
pewarna dalam kosmetika, sinar ultraviolet dan gangguan stres. Kulit
sensitif berbeda dengan kulit reaktif. Meski timbul bercak kemerahan
atau gatal-gatal akibat penggunaan kosmetika tertentu, belum tentu
menjadi gejala atau tanda kulit sensitif. Kemungkinan bercak
kemerahan tadi hanya menandakan iritasi ringan, yang akan hilang
sendiri. Kulit reaktif seperti ini dapat menjadi sensitif jika iritasi
kemudian meluas dan sukar sembuh. Untuk membedakannya perlu
dilakukan tes alergi-imunologi oleh dokter kulit.

5. Kulit Kombinasi atau Kulit Campuran


Faktor genetis menyebabkan kulit kombinasi banyak ditemukan di
Asia. Banyak wanita timur terutama di daerah tropis yang memiliki kulit
kombinasi : kering-berminyak atau normal-berminyak. Pada kondisi
tertentu kadang dijumpai kulit sensitif-berminyak. Kulit kombinasi terjadi
jika kadar minyak di wajah tidak merata. Pada bagian tertentu kelenjar
keringat sangat aktif sedangkan daerah lain tidak, karena itu perawatan
kulit kombinasi memerlukan perhatian khusus. Area kulit berminyak
dirawat dengan perawatan untuk kulit berminyak dan di area kulit kering
atau normal dirawat sesuai dengan jenis kulit tersebut.
Kulit kombinasi atau kulit campuran memiliki ciri-ciri sebagai
berikut : kulit di daerah T berminyak sedangkan di daerah lain tergolong
normal atau justru kering atau juga sebaliknya. Di samping itu tekstur
kulit sesuai jenisnya yakni di area kulit berminyak akan terjadi
penebalan dan di area normal atau kering akan lebih tipis.
73

E. Kelainan-kelainan Kulit
Kelainan-kelainan kulit yang sering dialami kaum wanita, biasanya
meliputi kelainan pada kelenjar palit seperti jerawat (akne) dan komedo,
kelainan karena tumbuhan pada kulit, kelainan karena gangguan
pigmentasi, kelainan karena infeksi jamur, penuaan dini serta kelainan
karena alergi.

1. Kelainan pada kelenjar palit :


a. J e r a w a t (akne)
Masalah paling sering terjadi pada kulit berminyak adalah jerawat,
meskipun tidak tertutup kemungkinan timbul pada jenis kulit lain.
Pada dasarnya jerawat disebabkan oleh tumbuhnya kotoran dan sel
kulit mati yang mengakibatkan folikel dan pertumbuhan sebum
terhambat. Produksi minyak pada kulit biasanya disalurkan melalui
folikel rambut. Kotoran atau sel kulit mati yang tidak dibersihkan
akan menyumbat saluran ini hingga minyak yang ke luar akan
bertumpuk dan menjadi komedo. Jika terkena bakteri akne, komedo
akan menjadi jerawat.
Jerawat atau akne adalah suatu penyakit radang yang
mengenai susunan pilosebaseus yaitu kelenjar palit dengan
folikel rambutnya. Jerawat sangat umum terdapat pada anak-anak
masa pubertas dan dianggap fisiologis oleh karena perubahan
hormonal. Timbunan lemak di bawah kulit ini selain membuat kulit
kasar, tidak rata juga tidak enak dipandang mata. Penderita
umumnya mempunyai jenis kulit berminyak. Kulit kasar akan makin
menjadi, pada kulit yang kurang memproduksi minyak, seperti
mereka yang termasuk kategori berkulit kering. Selain perubahan
hormonal, kesalahan memilih kosmetik juga dapat menyebabkan
timbulnya jerawat.
Kurang lebih 90% remaja, wanita dan pria terkena jerawat
dan biasanya menghilang sebelum usia mencapai 20 tahun tetapi
dapat pula berlangsung terus. Perkecualian, jerawat juga sering
dialami oleh wanita dewasa yang menjadi akseptor KB dengan pil
bahkan pada wanita saat memasuki masa menopause.
Jerawat timbul di daerah sebore yaitu daerah kulit yang
mengandung lebih banyak kelenjar palit di daerah kulit yang lain.
Daerah sebore terdapat pada daerah hidung, pipi, dahi dan dagu
serta di dada dan punggung.

74

1) Gejala timbulnya jerawat :


a) Peningkatan produksi sebum.
b) Munculnya kondisi abnormal karena bakteri atau jamur
sering kali menimbulkan rasa sakit.
c) Terjadi penebalan jaringan terkadang menjadi benjolan kecil.
d) Peningkatan hormon estrogen.
2) Tahap terjadinya jerawat :
a) Pada kulit yang semula dalam kondisi normal, sering kali
terjadi penumpukan kotoran dan sel kulit mati karena
kurangnya perawatan dan pemeliharaan, khususnya pada
kulit yang memiliki tingkat reproduksi minyak yang tinggi.
Akibatnya saluran kandung rambut (folikel) menjadi
tersumbat.
b) Sel kulit mati dan kotoran yang menumpuk tersebut
kemudian terkena bakteri acne, maka timbulah jerawat.
Rambut
Permukaan Kulit

Sebum
Folikel

Kelenjar Palit

Gambar 3.8
Kulit dalam Kondisi Normal

Permukaan Kulit
Saluran kandung
Rambut tertutupi
oleh tumpukan sel
Bakteri akne
berkembang biak

kulit mati dan kotoran

Folikel

Kelenjar Palit

Gambar 3.9
Kulit mulai terserang bakteri akne

75

c) Dalam waktu tertentu, jerawat yang tidak diobati akan


meng-alami pembengkakan (membesar dan berwarna
kemerahan), disebut papule

Permukaan Kulit
Peradangan
Sel darah putih

Bakteri
(berkembang biak)

Gambar 3.10
Jerawat yang Meradang (Papule)

d) Bila peradangan semakin parah, sel darah putih mulai naik


ke permukaan kulit dalam bentuk nanah (pus), jerawat
tersebut disebut pastules. Jerawat radang terjadi akibat
folikel yang ada di dalam dermis mengembang karena
berisi lemak padat, kemudian pecah, menyebabkan serbuan
sel darah putih ke area folikel sebasea, sehingga terjadilah
reaksi radang. Peradangan akan semakin parah jika kuman
dari luar ikut masuk ke dalam jerawat akibat perlakuan yang
salah seperti dipijat dengan kuku atau benda lain yang tidak
steril. Jerawat radang mempunyai ciri berwarna merah,
cepat membesar, berisi nanah dan terasa nyeri.
Permukaan kulit
Peradangan
Sel darah putih naik
ke permukaan kulit
Bakteri (berkembang biak)
Kelenjar Palit
Folikel

Gambar 3.11
Jerawat yang Bernanah (Postule)

76

e) Bila jerawat mengandung nanah, lemak dan cairan-cairan


lain berarti jerawat sudah berada pada kondisi terparah,
disebut cyst.

Gambar 3.12
Jerawat dalam kondisi
yang terparah (Cyst)

f) Bila Cyst tidak terawat, maka jaringan kolagen akan


mengalami kerusakan sampai pada lapisan dermis,
sehingga kulit/wajah menjadi bopeng (Scar).
3) Jenis - jenis jerawat
a) Akne Juvenil
Akne Juvenil muncul pada masa
pubertas, di mana akne ini biasanya
menyerang remaja usia 14 - 20
tahun. Penyebabnya adalah masalah hormonal yang belum stabil
dalam memproduksi sebum. Akne
juvenil dirawat dengan menggunakan sabun ber-pH seimbang atau
sabun bayi transculent.
b) Akne Vulgaris
Akne Vulgaris adalah jenis jerawat
yang berbentuk komedo, yang
timbul
pada
kulit
berminyak.
Perawatan jerawat ini dengan
penguapan hingga kulit cukup
kenyal dan lembab. Kemudian
jerawat diambil dengan sendok una
dan olesi dengan krim jerawat atau
acne lotion, biarkan semalam baru
dibilas dengan air hangat
pada
keesokan harinya

Gambar 3.13
Akne Juvenil

Gambar 3.14
Akne Vulgaris

77

c) Akne Rosacea
Akne Rosacea yaitu jerawat yang
muncul pada wanita yang berusia
30 hingga 40 tahun, tandanya
mula-mula jerawat akan tampak
kemerahan kemudian menjadi
radang hingga menimbulkan sisik
di lipatan hidung.
Perawatan kulit yang terkena
akne jenis ini biasanya dengan
penguapan, kompres air panas
atau penyinaran dengan lampu
infra merah agar jerawat cepat
kering.

Gambar 3.15
Akne Rosaceae

d) Akne Nitrosica
Akne Nitrosica merupakan jenis
jerawat yang sangat berbahaya
karena akan menimbulkan lubang
atau bopeng. Tahap yang terjadi
sudah termasuk tahap akhir yang
memerlukan penanganan khusus
dokter ahli kulit.
Gambar 3.16
Akne Nitrosica

4) Faktor- Faktor Penyebab Timbulnya Jerawat :


Beberapa faktor penyebab timbulnya masalah-masalah
atau kelainan-kelainan kulit pada kelenjar palit atau jerawat
yaitu :
a) Genetik
Mereka yang orang tuanya berjerawat selagi muda, maka
anaknya akan lebih mudah terkena jerawat dibandingkan
mereka yang tidak memiliki genetik berjerawat, dan
biasanya penderita, keadaannya cukup parah (bernanah).
Mereka yang tidak memiliki genetik berjerawat meskipun
pola hidupnya tidak baik, mereka tidak mudah terkena
jerawat.

78

b) Umur dan jenis kelamin


Pada umumnya jerawat muncul pada usia pubertas dan
remaja (usia 13-19 tahun), yang disebabkan masalah
hormonal yang belum stabil dalam memproduksi sebum.
Wanita lebih banyak terkena dibanding pria tetapi umumnya
jerawat pada pria lebih parah keadaannya.
c) Makanan
Menurut penelitian yang dilakukan oleh sebuah institusi
kecantikan kulit di Amerika Serikat (Academy of
Dermatology) mengatakan bahwa jerawat tidak disebabkan
oleh makanan. Tidak ada makanan yang secara signifikan
dapat menimbulkan jerawat, tetapi ternyata sebuah hasil
studi kasus yang terbaru, membuktikan hal yang bertolak
belakang. Para pakar peneliti di Colorado State University
Department of Health and Exercise menemukan bahwa
makanan yang mengandung kadar gula dan kadar karbo
hidrat yang tinggi memiliki pengaruh yang cukup besar
dalam menimbulkan jerawat.
Secara ilmiah dapat dibuktikan bahwa mengkonsumsi
terlalu banyak gula dapat meningkatkan kadar insulin dalam
darah, dimana hal tersebut memicu produksi hormon
androgen yang membuat kulit jadi berminyak. Dan kadar
minyak yang tinggi dalam kulit merupakan pemicu paling
besar terhadap timbulnya jerawat.
d) Gangguan pencernaan makanan
Tidak teraturnya pembuangan kotoran dapat mempengaruhi
timbulnya jerawat.
e) Alergi terhadap makanan
Sifat alergi terhadap beberapa zat protein, karbohidrat dan
lemak dapat menjadikan jerawat lebih parah.
f) Mekanis
Kebiasaan memegang atau memencet jerawat menyebabkan jerawat lebih parah, karena luka yang terjadi
memungkinkan infeksi dan menyebabkan penyebaran
infeksi ke seluruh tubuh.
g) Iklim
Iklim yang lembab dan panas menyebabkan kelenjar palit
bekerja lebih giat dan dapat memperburuk keadaan jerawat.

79

h) Psikis
Pengaruh tekanan pada pikiran dapat menimbulkan jerawat
i) Faktor hormonal
Hormon androgen memegang peranan yang penting dalam
merangsang pembentukan palit oleh kelenjar sebasea dan
dalam mempengaruhi proses pertandukan di sekitar muara
folikel. Tidak terdapatnya jerawat pada laki-laki membuktikan adanya pengaruh endokrin.
j) Kosmetika
Penggunaan kosmetika yang melekat pada kulit dan
menutupi pori-pori, jika tidak segera dibersihkan akan
menyumbat saluran kelenjar palit dan menimbulkan jerawat
yang disebut komedo. Kosmetik yang paling umum menjadi
penyebab timbulnya jerawat yaitu kosmetik pelembab yang
langsung menempel pada kulit.
5) Pencegahan Timbulnya Jerawat
Perawatan kulit bagian wajah berbeda dengan perawatan kulit
bagian tubuh lainnya, karena tingkat polusi bagian wajah lebih
tinggi daripada kulit tubuh lainnya. Wajah memilki banyak
kelenjar sebasea dan keringat, sehingga jika cuaca panas akan
mudah berkeringat, lengket dan kasar.
Perawatan wajah untuk mencegah timbulnya jerawat
dapat dilakukan dengan cara berikut :
a) Bersihkan wajah 3 kali sehari, kulit wajah harus bersih saat
istirahat di rumah dan saat tidur.
b) Hindari menggosok wajah secara kasar, karena dapat
menimbulkan iritasi
c) Kulit wajah banyak mengandung kelenjar lemak dan
kelenjar keringat. Oleh sebab itu hindari wajah dari debu
atau kotoran lain karena akan lebih mudah lengket.
d) Pilih alas bedak yang mengandung air.
e) Gunakan bedak tabur ke kulit wajah dengan menggunakan
puff atau bantalan bedak bersih.
f) Jangan memijit atau mengeluarkan sendiri jerawat, karena
dapat mengakibatkan infeksi.

80

g) Memakai riasan tebal untuk menutupi jerawat dapat


mengakibatkan infeksi dan merangsang bertambahnya
jerawat.
h) Perbanyak mengkonsumsi makanan yang mengandung
antioksidan. Batasi asupan lemak jenuh dalam makanan
sehari-hari seperti durian, alpukat, kacang tanah dan
cokelat.
6) Berbagai Alternatif Penanganan Terhadap Jerawat
Wajah berjerawat saat ini sudah menjadi suatu masalah yang
cukup serius. Berbagai upaya pengobatan dan penanganan
sering dilakukan untuk menghilangkan jerawat dari kulit
muka. Beberapa metoda penghilangan jerawat berikut ini
merupakan cara terbaru yang banyak diterapkan oleh ahli-ahli
kecantikan, yaitu :
a) Sebelum dilakukan terapi sebaiknya berkonsultasi kepada
dokter terlebih dahulu tentang jenis, kondisi dan kelainan
kulit yang akan ditangani.
b) Membersihkan wajah dengan menggunakan pembersih
yang mengandung minyak esensial yang sudah diformulasi
berdasarkan jenis kulit, kondisi, kelainan kulit dalam hal ini
jerawat. Aromatherapy yang dulu terkenal sebagai relaksasi
dan ternyata sangat ampuh untuk menuntaskan jerawat.
Khasiat-khasiat minyak esensial yang bermolekul kecil dan
daya serapnya yang sangat baik, selain dapat membangun
kekebalan tubuh, juga menyeimbangkan kadar minyak.
Metode ini biasanya dilakukan secara manual dan
dilanjutkan dengan brush cleanser yang berfungsi
membersihkan kulit dari kotoran maupun sumbatan pori-pori
yang berasal dari kosmetika yang digunakan maupun dari
lingkungan.
c) Menggunakan enzyme peeling. Enzim yang digunakan
adalah yang diformulasi dari buah pepaya (papain enzyme).
Suatu enzim protelitik bisa menghancurkan protein dan
meluruhkan sel-sel kulit yang mati. Enzim tersebut dioleskan
pada permukaan kulit lalu wajah diuapi agar enzim tersebut
aktif tapi papain hanya bisa bekerja apabila kondisinya
sama dengan suhu tubuh.
d) Mengoleskan larutan desinkrutasi pada wajah. Alat yang
digunakan adalah mesin galvanik berupa elektroda yang
bekerja secara berpasangan (posistif dan negatif). Alat ini
berguna untuk membersihkan pori-pori lebih dalam (deep
81

cleansing). Tujuh menit pertama yang bekerja adalah kutub


negatif. Pada permukaan kulit dan pori-pori kulit akan terjadi
cairan yang hampir sama dengan sabun yang bersifat basa.
Sabun ini akan mengubah keasaman kulit dan melarutkan
minyak, membuka pori-pori dan melunakkan sumbatan.
Gliserin yang terkandung didalamnya akan melunakkan dan
melembutkan kulit.
e) Pembersihan komedo yang dilakukan dengan comedo
axtractor. Setelah itu larutan desinkrutasi dioleskan lagi. Kali
ini kutub yang digunakan adalah kutub posistif yang akan
memproduksi
asam
pada
kulit
dan
berfungsi
mengembalikan
fungsi
kulit
ke
posisi
semula,
mengembalikan tekstur kulit, mengecilkan pori-pori,
mengurangi kemerahan serta menetralisasi basa menjadi
asam kembali, sesuai dengan keasaman kulit.
f) Penggunaan alat high frequency pada seluruh wajah yang
telah diolesi dengan jeli aloe vera dicampur dengan minyak
esensial, yang biasanya dipusatkan pada bagian kulit yang
berjerawat, selama 10 - 25 menit. Alat ini menggunakan alat
sinar argon atau ultraviolet, yang menghasilkan ozon dan
berefek anti bakteri, anti peradangan, meningkatkan
sirkulasi darah, mempercepat penyembuhan, mengatur
produksi minyak dan mengecilkan pori.
g) Melakukan pemijatan lymph dranaige massage yang
berfungsi untuk melancarkan sirkulasi getah bening. Pijatan
ini juga mampu menghilangkan bahan-bahan bersifat racun
dan menetralkan kuman penyakit. Pada kondisi jerawat
meradang, hanya dilakukan lymph dranaige massage tetapi
pada jerawat yang tidak meradang, setelah dilakukan pijat
lymph dranaige massage maka akan dilanjutkan dengan
swedish massage.
h) Mengoleskan masker. Masker yang digunakan pada
umumnya merupakan campuran kaolin atau mineral yang
berfungsi mengangkat sisa-sisa kotoran yang berada di poripori, ekstrak tumbuhan dan minyak esensial. Setelah
masker mengering, wajah dibersihkan lalu diolesi pelembab
atau minyak wajah (face oil) yang sesuai dengan kondisi
anda. Bekas- bekas jerawatpun juga diolesi antibiotik alami
dalam bentuk minyak esensial.
i)

Menghilangkan bekas jerawat dapat dilakukan dengan


terapi tambahan yang menggunakan alat microdermabration
untuk menghaluskan kulit, menghilangkan noda hitam bekas
82

jerawat dan menghilangkan jaringan parut. Hal ini dilakukan


dengan cara mengelupaskan lapisan sel-sel kulit mati,
merangsang pertumbuhan sel kulit baru dan jaringan
kolagen sehingga menutupi lubang bekas jerawat.
7) Perawatan wajah Berjerawat
Jerawat sebenarnya dapat sembuh dengan sendirinya, jika kulit
wajah yang berjerawat mendapat perlakuan secara bijaksana.
Perawatan kulit berjerawat disesuaikan dengan jenis jerawat
yang diderita, yaitu sebagai berikut :
a) Kulit Berjerawat Tanpa Radang
Perawatan kulit wajah yang berjerawat tanpa radang,
gunakan facial skin care satu kali sebulan untuk menguras
komedo hitam (blackhead). Perawatan ini dapat dilakukan di
salon dan klinik kecantikan. Peralatan yang digunakan harus
selalu disteril ulang setelah dipakai agar tidak menjadi
sarana penularan penyakit lainnya. Proses ini sebaiknya
dilakukan oleh orang terlatih, agar pada saat mengeluarkan
komedo bisa dilakukan dengan lembut dan tidak merusak
permukaan kulit wajah. Setelah pemberian facial skin care
oleskan krim antibiotik untuk mencegah komplikasi infeksi.
b) Kulit Berjerawat Dengan Radang
Kulit berjerawat yang disertai radang ringan dapat diatasi
dengan menggunakan krim antibiotika erittromisin,
gentamisin, dan klindamisin yang dioleskan pada pagi dan
sore hari. Kulit berjerawat yang mempunyai radang berat
berupa bisul jerawat bernanah, memerlukan pengobatan
dokter spesialis kulit. Perawatan facial skin care harus
ditunda dulu, karena akan berakibat perluasan infeksi pada
jerawat. Hindari memijat sendiri jerawat merah meradang.
Evakuasi nanah diupayakan dengan suntikan anti radang
dan anti nyeri.
Jerawat meradang, sebaiknya tidak di-massage atau
diurut, karena dapat mengakibatkan proses infeksi menjadi
lebih luas. Massage memang akan memberikan rasa
nyaman pada kulit wajah, tetapi jika terlalu keras
tekanannya, dapat mengganggu anyaman serat collagen di
lapisan dalam kulit (dermis), dan jerawat akan mudah
tergelincir ke luar saat massage wajah, apalagi bila
pengurutan disertai dengan pemakaian butiran halus
(scrubbing). Penguapan pada kulit wajah berjerawat baik
untuk hidrasi kulit wajah yang kusam dan kering, tetapi
jerawat yang disertai radang akan bertambah merah bila
83

diuapi dengan uap panas, oleh karena itu jerawat radang


dilarang untuk diuapi. Dengan perlakuan benar, bekas
jerawat yang tersisa setelah radang akan tersamarkan.
c) Kulit Berparut Bekas Jerawat
Vlek kecokelatan, lekukan kulit, berparut, dan mengerasnya
jaringan bekas jerawat memerlukan bantuan khusus
untuk memperbaikinya. Facial treatment TCA, AHA, micro
dermabration, laser resurfacing, mempunyai prinsip
pengelupasan bagian luar kulit ari atau epidermis, tetapi
dalam kedalaman yang berbeda, sehingga memberikan
harapan perbaikan kulit bekas jerawat.
d) Perawatan Kulit Berjerawat Melalui Makanan
Perawatan dari luar, lebih banyak berimbas pada kulit ari
(epidermis) yang terletak di bagian paling luar kulit.
Perawatan melalui makanan lebih berimbas ke dalam,
karena mempengaruhi kulit jangat (dermis). Kulit yang
tampak buruk karena bekas jerawat radang, sangat
memerlukan asupan protein dalam jumlah banyak untuk
membentuk jaringan baru. Vitamin A (betacarotene), vitamin
C, vitamin E, dan zinc sangat diperlukan untuk metabolisme
sel dalam jaringan baru. Untuk mencegah kekeringan pada
kulit, cukup mengkonsumsi air putih, minimal 8 gelas sehari.
Selain membatasi asupan lemak jenuh, juga batasi
mengkonsumsi daging hewan yang berlemak, gorenggorengan, santan, minuman bersoda, bir, dan kopi.
e) Perawatan Kulit Berjerawat dengan Perawatan Facial di
Salon dan Klinik Kecantikan
Facial di salon dan klinik kecantikan mempunyai tujuan
utama membantu kulit wajah terbebas dari sumbatan poripori yang dinamakan komedo. Jerawat tipe komedo, tidak
mengalami reaksi radang, jadi untuk mengatasinya, cukup
dengan melakukan tindakan scrubbing yakni menggosok
kulit dengan bantuan butiran-butiran halus dan exfoliating
yakni pengelupasan kulit wajah, yang dilakukan sebulan
sekali. Hal ini disebabkan karena regenerasi kulit di dalam
lapisan epidermis (kulit ari) terjadi dalam waktu 21 sampai
dengan 28 hari.
Sebenarnya komedo dapat ke luar dengan sendirinya,
jika perawatan sehari-hari dilakukan dengan baik dan
cermat. Tetapi akibat kemalasan dan kebiasaan memakai
riasan wajah yang tebal, serta diet yang tinggi lemak,
84

menyebabkan komedo tetap bertahan menyumbat pori-pori


kulit. Oleh karena itu, facial wajah di salon dan klinik
kecantikan sangat diperlukan, karena semua peralatan
yang digunakan pun harus dalam keadaan streril, serta
semua proses pelaksanaan dilakukan di bawah
pengawasan orang terlatih.
Tindakan yang dilakukan dalam upaya mengatasi
jerawat di salon dan klinik kecantikan antara lain injeksi
Kenacort Intra Lesion (KIL) yang dapat menjadikan jerawat
besar mengecil, memudar dan akan menghilang dalam
waktu 1 hingga 2 hari, pemberian obat anti hormon
testosterone yang efektif untuk menekan aktivitas hormon
testosteron yang berada di kelenjar sebasea, tempat
terjadinya jerawat, bedah listrik atau Electrocauerisasi (EC)
yang mampu menembus komedo yang tertutup oleh epitel
kulit, tidakan membakar atap bintil putih dengan sinar yang
dihasilkan oleh elektroda listrik akan menyebabkan isi
komedo mencair dan dengan mudah dapat dikeluarkan,
serta bedah laser resurfacing yang dapat membantu
memperbaiki parut bekas jerawat.
8) Pemilihan dan Pemakaian Kosmetika Pembersih untuk Kulit
Berjerawat
Pemilihan kosmetika pembersih untuk perawatan jerawat
berkomedo berbeda dengan jenis kosmetika pembersih untuk
jenis jerawat konglobata (jerawat meradang) yang penuh
dengan bisul dan nanah. Kosmetika pembersih untuk kulit
berjerawat adalah :
a) Susu Pembersih (cleansing milk)
Zat yang terkandung dalam susu pembersih adalah emulsi
minyak dalam air (emulsi O/W). Komposisi air dan minyak
yang terkandung dalam susu pembersih berbeda-beda.
Susu pembersih yang kandungan minyaknya lebih banyak,
akan terasa lebih kental dan jenis kosmetika ini cocok
digunakan untuk kulit kering. Sebaliknya, susu pembersih
yang kandungan minyaknya lebih sedikit, akan terasa encer,
dan cocok digunakan untuk perawatan jenis kulit berminyak
atau berjerawat. Susu pembersih sangat bermanfaat untuk
melarutkan lemak, kosmetika, keringat dan debu, juga ketika
digosokkan dapat mengeluarkan sumbatan komedo pada
pori-pori kulit wajah.
85

b) Sabun Wajah
Sabun khusus untuk perawatan kulit wajah berjerawat dapat
berupa sabun cair, krim atau sabun padat (bar). Sabun
untuk perawatan kulit berkomedo sebaiknya mengandung
bahan aktif pencegah komedo dan antibakterial, serta
mengandung butiran scrub, tetapi untuk jerawat yang
sedang merah meradang, hindari penggunaan sabun
pembersih ini, karena dapat mengakibatkan bertambahnya
proses peradangan. Di samping itu sabun yang baik untuk
perawatan kulit berjerawat adalah sabun dengan pH rendah
(sekitar 5 - 6), agar tidak menimbulkan iritasi.
c) Air Bersih
Air bersih yang digunakan untuk membersihkan kulit wajah
berjerawat, sebaiknya air hangat-hangat kuku, hal ini
dimaksudkan untuk membilas atau melarutkan kulit wajah
yang umumnya tergolong kenis kulit berminyak.
d) Larutan Penyegar (face lotion atau tonic)
Face lotion mengandung air, sedangkan face tonic
mengandung sedikit alkohol dan antiseptik untuk
menstrerilkan kulit wajah. Larutan penyegar untuk kulit
wajah berjerawat menggunakan face tonic karena sangat
efektif mengurangi kandungan minyak yang terdapat pada
kulit berjerawat dan dapat menstrerilkan serta memperkecil
pori-pori kulit yang sudah ke luar sumbatannya.
9) Pengobatan Jerawat secara Tradisional
Pengobatan jerawat secara tradisional ini menggunakan bahan
alami yang mudah didapat dan dengan biaya yang relatiif
terjangkau. Jenis pengobatan alternatif ini terdiri atas :
a) Temulawak 5 iris, daun mimba 7 lembar, dan pegagan 30
gram. Semua bahan direbus dengan 5 gelas air hingga
tersisa menjadi 2 gelas. Hasil rebusan tersebut diminum 2
kali sehari masing-masing 2 gelas. Selama proses
penyembuhan, penderita jerawat, hindari mengkonsumsi
makanan berlemak, minyak hewani, santan, otak, telur,
kacang tanah, jeroan dan makanan pedas.
b) Daun sirih sebanyak 5-10 lembar, kemudian direbus dengan
2 gelas air dalam wadah tertutup. Setelah mendidih, angkat
dan diamkan hingga hangat-hangat kuku. Ramuan ini
gunakan untuk mencuci muka berjerawat, sebaiknya
dilakukan secara rutin menjelang tidur dan sehabis
bepergian.
86

c) Setengah siung bawang putih, seruas jari kunyit dan sebutir


kentang ukuran sedang tambah mentimun dan lidah buaya.
Semua bahan dihaluskan dan dicampur hingga rata. Ramuan
ini dioleskan ke seluruh permukaan kulit berjerawat sebagai
masker, biarkan selama 30 menit, kemudian bilas dengan air
hangat, disusul dengan air dingin.
d) Sebuah jeruk nipis diperas dan sebuah mentimun atau
bengkuang, dihaluskan dan diperas diambil airnya, kemudian
campurkan. Oleskan campuran bahan ke seluruh permukaan
kulit wajah sebagai masker, biarkan selama 30 menit
kemudian bilas dengan air hangat. Lakukan secara teratur 2
hari sekali. Jika jerawat terasa perih, pemakaian dihentikan.
e) Buah mengkudu 2 buah dan 2 ruas jari gula batu dihaluskan
(diblender) dengan segelas air (200 cc), kemudian saring dan
rebus hingga mendidih. Ramuan diminum saat masih hangat
setiap pagi satu jam sebelum makan. Ramuan ini akan
membersihkan darah kotor. Darah kotor ini merupakan salah
satu penyebab terjadinya jerawat.
f) Bunga melati sebanyak 20 kuntum, 2 jari asam jawa, 2 sdm
sari jeruk nipis dan belerang sebesar kelereng, dicampur dan
ditumbuk halus, kemudian oleskan pada kulit wajah
berjerawat pada pagi dan malam hari sebelum tidur Ramuan
ini dapat menyebabkan jerawat mengempis.
g) Belimbing wuluh 5 buah dan air garam secukupnya ditumbuk
halus kemudian airnya dioleskan pada kulit yang berjerawat
dua kali sehari pada pagi dan malam hari sebelum tidur.
h) Buah mahkota dewa yang masih hijau diparut dan hasil
parutannya langsung ditempelkan pada kulit wajah
berjerawat sebagai masker.

b. Komedo
Komedo adalah nama ilmiah dari pori-pori yang tersumbat. Komedo
merupakan sumbatan lemak yang asalnya dari produksi lemak
tubuh kita. Komedo sebagai bentuk permulaan jerawat berupa
gumpalan massa atau sebum yang tersumbat di dalam saluran
susunan pilosebaseus. Sebum adalah salah satu kelenjar minyak
yang dihasilkan kelenjar kulit yaitu kelenjar sebasea. Ketika sel-sel
87

kulit mati dan kelenjar minyak yang berlebihan pada kulit tidak
dibersihkan, maka sel-sel mati menumpuk di kulit, minyak di
permukaan kulit kemudian menutup sel-sel kulit, maka terjadilah
penyumbatan. Bentuk komedo terdiri atas :
1) Komedo terbuka (black head),
ditandai dengan :

a) Gumpalan sebum terlihat seperti titik-titik hitam di


permukaan kulit.

b) Permukaan tidak tertutup oleh epitel kulit.


c) Berhubungan langsung dengan udara di luar sehingga
terjadi oksidasi dan pigmentasi.
Black head yang berhubungan dengan udara di luar, bersifat
terbuka dan dapat keluar sendiri.

Permukaan Kulit
Blackhead

Bakteri
Berkembang biak

Gambar 3.17
Komedo Terbuka (Blackhead)

2)

Komedo tertutup (white head),


ditandai dengan :
a) Massa sebum terlihat seperti tonjolan putih kekuningkuningan di bawah permukaan kulit.

b) Permukaannya tertutup oleh epitel kulit.


c) Tidak berhubungan dengan udara di luar.
88

White head tidak dapat ke luar sendiri karena tertutup oleh


lapisan kulit tipis atau epitel.

Perrmukaan Kulit
Whi tehead

Bakteri
Berkembang Biak

Gambar 3.18
Komedo Tertutup (Whitehead)

2. Tumbuhan pada Kulit


Tumbuhan atau tumor pada kulit ari berupa penonjolan yang terjadi
karena bertambah banyaknya sel secara berlebihan. Tumor dapat
bersifat jinak atau ganas. Tumbuhan atau tumor kulit mungkin berasal
dari sel-sel epidermis, dari sel-sel lapisan kulit lebih dalam, dari
andeksa kulit atau merupakan hasil penumpukan zat-zat tertentu.
Tumbuhan kulit yang sering dijumpai yaitu :
Mata

a. Siringoma atau siringokistoma


Siringoma berupa tumbuhan
jinak yang terjadi karena
pelebaran
saluran
kelenjar
keringat. Kelainan ini sering
dijumpai pada wanita usia
dewasa di sekitar mata yang
mungkin meluas di sekitar dahi,
pipi, dada dan perut. Kelainan
ini berupa bintil-bintil kecil
dengan diameter 2 hingga 3
milimeter dan mengkilat.

Siringoma

Gambar 3.19
Siringoma / Siringokistoma

89

b. Kutil atau verucca vulgaris


Kutil yaitu sejenis tumbuhan
epidermal yang disebabkan oleh
virus dan dapat menular. Kutil
banyak dijumpai pada anak-anak
terutama pada jari-jari tangan,
lengan, tungkai dan kaki. Kutil
mulai tumbuh kecil dan membesar
dalam beberapa minggu atau
bulan. Permukaannya tidak rata,
warnanya coklat, kelabu atau
kehitam-hitaman. Kadangkala kutil
tidak tumbuh ke luar, melainkan ke
dalam.

Gambar 3.20
Kutil / Verucca Vulgaris

Pertumbuhan ke dalam terjadi karena mendapat tekanan terus


menerus dan bisa menimbulkan rasa sakit bila kaki dipakai
berjalan. Kutil di telapak kaki berbeda dengan katimumul (clavus ,
mata ikan). Katimumul adalah penebalan kulit di telapak kaki yang
kadang-kadang tumbuh ke dalam sampai ke lapisan dermis, yang
disebabkan sering mendapat tekanan, misal karena pemakaian
sepatu yang sempit. Bila tekanan dihilangkan maka katimumul
dapat menghilang sendiri.
c. Xanthoma
Xanthoma
adalah
sejenis
penyakit yang ditandai dengan
terjadinya lempeng - lempeng
pipih atau benjolan berwarna
kuning jingga. Penderita umum
nya wanita yang terjadi karena
timbunan sejenis zat lemak
dalam sel-sel yang akan berperangai seperti busa, serta
ber-tambahnya jaringan ikat.
Benjolan ini biasanya terletak
di kelopak mata, tidak terasa
gatal atau sakit dan bersifat
familier (diturunkan) karena
berhubungan dengan kadar
kolesterol darah yang tinggi.

Xanthoma

Gambar 3.21
Xanthoma

90

d. Keratosis Seboroik
Keratosis seboroik berwujud sebagai tumbuhan epidermal jinak
yang disebabkan oleh penebalan lapisan tanduk, bentuknya dari
sebesar kepala jarum pentul sampai sebesar biji jagung atau lebih
besar lagi.
Kelainan ini berwarna coklat sampai hitam, tidak menular, dan
hanya timbul sedikit di atas permukaan kulit, berbentuk pipih
dengan permukaan yang licin ataupun kasar seperti pada kutil.
Kelainan ini umum terjadi pada usia tiga puluh tahun ke atas dan
timbul di daerah sebore seperti pada kulit wajah, kulit kepala, dada
dan punggung.
e. Naevus pigmentosus (tahi lalat)
Tahi lalat yang sering muncul pada kulit manusia berupa tonjolan
kecil hingga besar berwarna coklat hingga hitam ini adalah sejenis
tumbuhan jinak berwarna coklat sampai hitam yang biasanya ada
sejak lahir dan membesar sejalan dengan meningkatnya usia.
Naevus pigmentosus dapat rata dengan permukaan kulit dan
kecil yang disebut tahi lalat serta bisa juga menonjol dan agak
besar yang disebut tanda. Tahi lalat yang membesar dengan cepat
apalagi bila disertai rasa gatal, mudah berdarah dan warnanya
bertambah gelap atau menghitam, segera periksakan ke dokter,
karena kemungkinan berubah menjadi ganas dan berbahaya.

3. Gangguan Pigmentasi
Warna kulit manusia ditentukan oleh berbagai faktor, yang terpenting
adalah jumlah pigmen melanin kulit, peredaran darah, tebal tipisnya
lapisan tanduk dan adanya zat-zat warna lain yang bukan melanin
yaitu darah dan kalogen. Dalam keadaan normal, melanin dihasilkan
secara teratur oleh sel melanosit. Melanin, selain memberi warna pada
kulit, juga berfungsi melindungi kulit dari terpaan sinar matahari yang
dapat merusak struktur kulit, dan kulit menjadi gelap. Melanin sangat
berguna melindungi kulit terhadap penyinaran sinar ultra violet.
Pembentukan pigmen melanin dirangsang oleh sinar ultra violet.
Kelainan pada proses pembentukan pigmen melanin kulit, yaitu :
a. Melanosis
Salah satu penyakit melanosis adalah melasma (chloasma), yaitu
adanya bercak-bercak berwarna coklat kehitaman (hiperpigmentasi) di kulit muka yang sangat khas seperti di daerah pipi, dahi
dan bibir atas. Melasma sering timbul karena kehamilan, pil
kontrasepsi, pemakaian kosmetik dan sinar matahari. Melasma
91

karena kehamilan, dapat menghilang setelah melahirkan. Melasma


karena kosmetika terjadi karena fotosensitisasi oleh zat tertentu
seperti zat pemutih. Zat ini menyebabkan kulit lebih rentan
terhadap sinar ultra violet sehingga lebih mudah dan cepat
membentuk melanin.

Gambar 3.22
Melasma (Chloasma)

b. Gangguan pigmentasi dapat berupa : gangguan fungsi kelenjar


minyak yakni pengeluaran minyak yang berlebihan dan bila terjadi
penyumbat-an saluran kelenjar palit dapat terjadi millium atau akne
yang dapat meradang, gangguan pertandukan kulit yakni pada
bagian muka terdapat berbagai macam keratinosis kulit seperti
hiperkeratinisasi atau kekolotan dan pada bagian badan, tangan
dan kaki terjadi penyisikan kulit seperti sisik ikan, kulit merah dan
bersisik, kapalan serta katimumul atau mata ikan, juga gangguan
peredaran darah berupa pelebaran pembuluh darah rambut.
c. Lentigo
Lentigo yaitu sejenis naevus
pigmentosus yang terlihat
menyerupai ephilides, licin
berwarna coklat tua. Lentigo
tidak akan memudar walaupun dalam musim dingin,
serta dapat pula terjadi di
bagian tubuh yang tertutup
pakaian.
Gambar 3.23
Lentigo

92

d. Vitiligo
Vitiligo adalah gangguan pigmentasi pada kulit yang ditandai
dengan terjainya bercak-bercak putih karena kehilangan melanin.
Kelainan ini terjadi secara turun temurun. Bercak ini dapat
berukuran besar atau kecil, berbentuk bulat atau tidak menentu
tetapi bila bersatu bisa menjadi lebih besar. Bercak-bercak ini lebih
sensitif terhadap sinar matahari. Vitiligo lebih banyak terjadi di
daerah tropik, terutama pada orang-orang berkulit gelap.

Gambar 3.24
Vitiligo

4. Infeksi Jamur
Kelainan kulit karena infeksi jamur antara lain disebabkan oleh
segolongan jamur dermatofita (dermatofitosis), ragi candida (kandidosis kulit) dan jamur malassezia furtur. Kelainan kulit karena infeksi
jamur dapat berupa :
a. Panu
Panu adalah bentuk lain dari dermatofitosis yaitu infeksi jamur
dangkal yang disebabkan oleh fungus mallasezia furtur. Penyakit
ini tampak sebagai bercak-bercak yang kadang tersebar di seluruh
tubuh. Bercak ini dapat berwarna putih kelabu, kecoklat-coklatan
atau kehitam-hitaman yang disertai pengelupasan sisik-sisik halus.
Panu banyak ditemukan di Indonesia terutama pada mereka yang
kurang memperhatikan kebersihan badan. Penyakit ini dapat
menyebabkan rasa gatal.

93

b. Kurap
Kurap merupakan dermatofitosis
yang berupa infeksi kulit berbentuk bulat-bulat besar dengan
diameter 3 - 4 cm, pinggirnya
meninggi, dan berwarna merah
sedang di bagian tengahnya
bersisik halus menimbul-kan
rasa gatal. Kelainan ini dapat
terjadi pada anak-anak, remaja,
hingga dewasa baik laki-laki
maupun perempuan. Kurap bisa
menular.
Gambar 3.25
Kurap

c. Tinea pedis (athletesfoot)


Tinea pedis adalah sejenis
penyakit yang disebabkan oleh
jamur pada kaki terutama pada
telapak kaki dan sela-sela jari
kaki. Tinea pedis banyak dijumpai pada laki-laki dibandingkan pada wanita. Gambaran
klinis yang terlihat, berbeda, dari
perlunakan kulit di sela-sela jari,
pertandukan yang berlebihan,
reaksi eksim, gelembung-gelembung sampai retak-retak kulit
yang diiringi rasa sakit.

Gambar 3.26
Tinea Pedis (Athletesfoot)

5. Alergi (Hipersensisitivitas)
Alergi atau hipersensitivitas adalah perubahan kemampuan tubuh
yang didapat dan khas untuk bereaksi terhadap zat (alergen, antigen)
yang menempel atau masuk ke dalam tubuh. Pada hakekatnya, alergi
termasuk kompleks kekebalan (imunitas) dan bersifat reaksi kekebalan (imunologik) khas antara alergen dengan zat lain (antibodi)
yang dibentuk oleh tubuh. Daya reaksi imunologik tubuh, khususnya
kulit terhadap zat-zat asing yang berkhasiat sebagai antigen bersifat
amat khas dan berlangsung amat lama. Zat-zat yang dapat
menyebabkan alergi antara lain berupa :

94

a. Makanan, minuman dan obat-obatan.


b. Bahan-bahan yang ditempelkan ke kulit seperti kosmetika
(alas bedak, bedak, lipstik, parfum, hair spray, cat rambut) dan
obat-obatan (salep, balsam atau krim).
c. Bahan yang dihirup seperti udara, debu.
Pada umumnya reaksi alergi pada kulit menunjukkan gejala :
kulit terlihat merah, gatal, bengkak, sesak napas dan pingsan. Reaksi
alergi dapat terjadi segera setelah kontak dengan zat tersebut atau
beberapa saat setelah kontak dengan zat-zat tersebut. Sebagai
langkah pencegahan, hindari penggunaan zat atau bahan yang dapat
menimbulkan alergi.

6. Reaksi kulit terhadap kosmetika :


Di daerah kulit muka dan kepala sering dijumpai reaksi kulit yang
disebabkan oleh pemakaian kosmetika. Zat kimia dalam kosmetika
dapat menimbulkan :
a. Reaksi alergi. Bila seseorang menggunakan suatu jenis kosmetika,
kemudian mengalami reaksi hipertensivitas terhadap kosmetik
tersebut, kulit menjadi merah, gatal sampai bengkak-bengkak.
Daerah kulit yang terkena umumnya muka (terutama kelopak mata
dan telinga) dan leher atau ketiak ketika menggunakan deodorant.
b. Reaksi iritasi primer. Kulit mengalami iritasi segera sesudah
pemakaian kosmetika di tempat tersebut dan kulit menjadi gatal
dan merah sampai berair, misalnya karena penggunaan bleaching
cream untuk memutihkan kulit, atau depilatori untuk
menghilangkan rambut.
c. Reaksi fotosensitivitas. Reaksi kulit yang terjadi pada tempat yang
menggunakan kosmetik setelah kontak langsung dengan sinar
matahari dengan panjang gelombang tertentu. Kulit di bagian
tersebut menjadi merah, gatal kemudian menjadi hitam
(hiperpigmentasi), misalnya reaksi kulit terhadap penggunaan
parfum dan reaksinya berupa bintil-bintil atau gelembunggelembung berwarna merah kehitaman.
d. Kerusakan rambut. Zat kimia yang dipakai pada pengeritingan,
pelurusan dan pewarnaan rambut, dapat menyebabkan rambut
menjadi rontok atau rambut patah bahkan dapat timbul kebotakan
sementara (alopecia temporer).
e. Pengeritingan rambut secara mekanis dapat menyebabkan
kebotakan karena tarikan alat pengeritingan (traction alopecia)

95

f.

Kerusakan kuku. Kuku dapat rusak, tumbuh bergelombang,


berwarna kusam, tidak tumbuh atau menjadi radang karena zat
kimia yang terkandung dalam kosmetik kuku.

g. Sensitisasi silang atau cross sensitization. Pada peristiwa ini terjadi


sensitisasi tidak saja terhadap satu alergen yang telah
menimbulkan zat anti terhadapnya, tetapi reaksi alergi juga
berlangsung pada kontak dengan zat-zat yang struktur kimiawinya
hampir serupa dengan alergen penyebabnya, misalnya pada
hipersensitivitas terhadap cat rambut parafenilendiamida acapkali
terjadi pula sensitisasi silang terhadap paratoluendiamina.

7. Penuaan Dini
Sebum berfungsi sebagai pertahanan terhadap musuh utama
kecantikan wanita yaitu penuaan dini. Penuaan dini sering terjadi pada
kulit yang berjenis kering, karena kadar sebum dalam kulit kering
sangat sedikit. Biasanya penuaan dini ditandai dengan kondisi kulit
terlihat lelah, kering, bersisik, kasar dan disertai munculnya keriput
dan noda hitam atau vlek.
Penuaan dini disebabkan oleh dua faktor yaitu pertama faktor
internal, seperti keturunan, kesehatan dan daya tahan, dan kejiwaan.
Faktor internal merupakan proses alamiah yang tidak mungkin
dihindari setiap manusia. Hal ini dapat juga dipicu oleh stres dan
perubahan hormonal, dan faktor ini hanya dapat dikurangi efeknya,
dengan cara perawatan wajah yang tepat, rutin dan lembut,
mengurangi stres serta mencoba hidup santai.
Penyebab yang kedua adalah faktor eksternal yang meliputi :
a. Radikal bebas yaitu molekul ganas yang menggerogoti sel-sel
tubuh termasuk jaringan kalogen. Sebagian ahli berpendapat
bahwa radikal bebas terbentuk sebagai efek polusi lingkungan,
paparan sinar matahari, pemakaian air yang tercampur bahan
kimia, perubahan cuaca dan faktor lain yang mengganggu
pertumbuhan normal kalogen. Pencegahan radikal bebas dapat
dilakukan dengan mengatur pola makan, diet yang mengandung
protein tinggi dan mengkonsumsi makanan yang banyak
mengandung vitamin seperti buah dan sayuran. Dengan gizi yang
baik, struktur sel akan membaik hingga proses penuaan dini dapat
diperlambat.
b. Sinar matahari. Untuk menghindari pengaruh buruk sinar matahari,
hindari saat sinar matahari memancarkan sinar ultra violet di titik
kulminasi (antara pukul 10.00 15.00) dan selalu mengenakan
tabir surya pada wajah dan bagian tubuh yang terbuka setiap ke
luar ruangan.
96

c. Kelembaban udara. Kelembaban udara yang tinggi dan tidak stabil


seperti di alam tropis ini, menjadi penyebab terjadinya penuaan
dini, terutama jika kulit tidak dilindungi dengan baik.
Salah satu cara melindungi kelembaban kulit adalah dengan
mengenakan pelembab yang dapat mempertahankan kadar air dalam
kulit. Untuk melindungi kelembutan kulit, gunakan pelembab pada
wajah dan body lotion yang sesuai dengan jenis kulit pada seluruh
tubuh terutama yang tidak terlindungi oleh pakaian. Pelembab yang
baik untuk melembabkan kulit kering dan kulit normal, pilih bahan
pelembab yang mengandung humektan sebagai pengikat air yaitu
asam alfa-hidroksi A-HA/Alpha-Hidroksi Acid)
Sinar matahari dapat menimbulkan masalah pada kulit,
terutama pada mereka yang suka mandi matahari atau terkena
terpaan langsung sinar matahari secara terus menerus yang
mengakibatkan kulit keriput dan timbul penuaan lebih dini. Sinar
matahari diduga kuat sebagai penyebab kanker kulit. Bila terpaksa
harus melakukan kegiatan di bawah terpaan sinar matahari, gunakan
topi pelindung dan oleskan krim pelindung yang mengandung Sun
Protection Factor (SPF) 15.

Tips menjaga kecantikan dan kesehatan kulit (penuaan dini)


Selalu menggunakan tabir surya/sun block/sun cream sedini
mungkin dengan SPF (Sun Protecting Factor) 15 yang mengandung
titanium dioksida dan avobenzena untuk melindungi kulit dari
sinar matahari yang mengakibatkan kelainan warna kulit, kerutan dan
kulit menjadi kendur.
a. Lakukan perawatan secara teratur, meliputi penggunaan scrub
atau peeling (untuk menghilangkan sel-sel kulit mati), memperbaiki
sirkulasi darah/getah bening di kulit dengan massage, pemberian
nutrisi, serum, gel atau masker yang mengandung bahan-bahan
yang melembabkan kulit dan berfungsi sebagai antioksidan.
b. Perbanyak mengkonsumsi sayur dan buah segar berwarna
sebagai sumber nutrisi dan antioksidan untuk menjaga kecantikan
kulit. Hindari junk food atau produk olahan.
c. Mengkonsumsi produk dari bahan kacang kedelai (tahu, tempe,
susu kacang kedelai), kurma dan minum teh yang berasal dari biji
adas sebagai sumber estrogen alami.
d. Minum air putih paling sedikit 2,5 liter perhari untuk menjaga
kelembaban kulit dan kurangi konsumsi kopi dan soft drink.
97

e. Minum teh hijau minimal 2 cangkir sehari, karena mengandung


antioksidan yang lebih paten.
f.

Mengkonsumsi suplemen antioksidan seperti vitamin A


(betakarotin), vitamin C, vitamin E, vitamin B-kompleks dan
beberapa mineral seperti selenium seng.

g. Lakukan olah raga yang dapat menggerakkan sebagian otot di


tubuh seperti jalan cepat, jogging, senam aerobik, berenang
minimal 3 kali seminggu. Hal ini dapat melancarkan aliran
darah/getah bening, sehingga asupan nutrisi dan oksigen pada
sel-sel lebih baik serta mempercepat pembentukan sel-sel kulit
yang baru.

8. Kelainan Kelenjar Keringat


Kelainan-kelainan kulit yang disebabkan terganggunya kelenjar
keringat yaitu :
a. Biang keringat (miliaria), yaitu suatu kelainan kulit yang
disebabkan oleh adanya retensi keringat akibat tersumbatnya poripori kelenjar keringat. Timbulnya biang keringat biasanya kalau
udara panas atau lembab. Penyumbatan pori-pori kelenjar keringat
disebabkan oleh bakteri-bakteri yang menimbulkan peradangan
atau pembengkakan, akibatnya kulit menjadi gatal. Biang keringat
terdapat di daerah dahi, leher, dada dan punggung.
b. Hiperidrosis, yaitu suatu keadaan bilamana keringat dihasilkan
berlebihan. Kelebihan keringat dapat terjadi di seluruh badan atau
hanya setempat misalnya di telapak tangan atau kaki. Hiperdrosis
dapat terjadi secara fisiologis, karena suatu penyakit dan faktor
psikis.
c. Anidrosis yaitu suatu keadaan bila kulit tidak dapat berkeringat,
yang disebabkan kelenjar keringat tidak mampu berfungsi lagi atau
karena suatu penyakit.
d. Bromidrosis yaitu terdapatnya keringat yang berbau (bisa disebut
bau badan) yang mungkin disebabkan oleh bakteri di kulit yang
mengadakan dekomposisi keringat, atau karena kelenjar keringat
apokrin bekerja lebih aktif. Bromidrosis selalu disertai hiperdrosis
dan higiene kulit yang baik dapat mencegah bromidrosis.

98

Latihan Penguasaan Konsep


Petunjuk : Berilah tanda silang (X) pada alternatif jawaban a, b, c,
atau d, yang paling benar.
1. Kulit terdiri dari 3 lapisan yaitu kulit ari, kulit jangat dan jaringan
penyambung di bawah kulit. Kulit yang paling luar disebut :
a. Korium
b. Dermis
c. Kutis
d. Epidermis
2. Kulit merupakan organ tubuh terbesar yang melapisi seluruh bagian
tubuh. Fungsi dari kulit kecuali :
a. Melindungi tubuh dari pengaruh luar
b. Menunjang penampilan
c. Mengatur suhu tubuh, antara tubuh dengan lingkungan
d. Membantu memproduksi kelenjar minyak
3. Kulit jangat berupa jaringan penyambung di bawah kulit (jaringan ikat)
dan berisi :
a. Kelenjar minyak
b. Jaringan lemak
c. Otot penegak rambut
d. Melanosist
4. Berikut ini adalah faktor-faktor yang dapat mempengaruhi warna kulit
manusia kecuali :
a. Kadar asam amino
b. Jumlah pigmen melanin
c. Kolagen
d. Tebal tipisnya lapisan tanduk
5. Pada umumnya jenis kulit dapat dikelompokkan menjadi 4 bagian.
Ciri-ciri kulit kering yaitu :
a. Pori-pori membesar
b. Kulit terasa kencang
c. Lembab berembun
d. Kulit mudah infeksi
6. Salah satu penyakit akibat kelainan dalam proses pembentukan
pigmen melanin kulit yaitu melasma. Berikut adalah penyebab
timbulnya melasma kecuali :
a. Kehamilan
b. Pemakaian sabun
c. Pil kontrasepsi
d. Sinar matahari
99

7. Bercak-bercak putih di kulit berbentuk bulat atau lonjong akibat


kehilangan pigmen melanin disebut :
a. Tinea versicolor
b. Ephelide
c. Vitiligo
d. Lentigo
8. Kulit menjadi kering karena pengaruh :
a. Makanan yang benyak mengandung cairan dan lemak
b. Sinar matahari
c. Kelenjar kulit yang hanya mengeluarkan keringat
d. Makanan yang banyak mengandung vitamin B-kompleks
9. Berikut ini adalah faktor yang memegang peranan terhadap sifat
elastisitas kulit, yaitu :
a. Plasenta
b. Serabut kalogen
c. Melanosit
d. Jaringan ikat
10. Acne timbul di daerah sebore, yaitu daerah kulit yang mengandung :
a. Lebih banyak kelenjar lemak dari pada di daerah lain
b. Sedikit kelenjar palit, dari pada kelenjar kulit lain
c. Lebih banyak mengandung kelenjar keringat
d. Lebih banyak mengandung pembuluh darah kapiler
11. Kutil dan cacar merupakan kelainan pada kulit yang disebabkan oleh :
a. Virus
b. Bakteri
c. Parasit
d. Kuman
12. Penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur adalah :
a. Panu
b. Campak
c. Bisul
d. Eksim
13. Penyakit yang disebabkan tersumbatnya pori-pori kelenjar keringat
disebut :
a. Bromidosis
b. Anidrosis
c. Miliaria
d. Ichthyosis
100

14. Psoriasis merupakan kelainan pada


a. Dermis
b. Epidermis
c. Hipodermis
d. Seluruh lapisan kulit
15. Bisul-bisul di ketiak yang disebabkan oleh peradangan kelenjar
apokrin disebut :
a. Hiperidrosis
b. Anidrosis
c. Bromidrosis
d. Hidradenitis saupurativa
16. Hiperpigmentasi pada orang hamil (gravidarum) disebabkan oleh :
a. Pemakaian kosmetik
b. Sinar matahari
c. Kekurangan vitamin
d. Kelainan hormone
17. Dehydrated skin adalah kulit yang :
a. Berjerawat
b. Hiperpigmentasi
c. Kering dan kurang lembab
d. Alergi dan muara
18. Kulit menjadi kering dan keriput, antara lain disebabkan oleh :
a. Kurang sinar matahari
b. Jarang mandi karena sakit
c. Penurunan kadar factor pelembab alamiah
d. Kurang melakukan penguapan wajah
19. Fungsi kulit sebagai alat penyerap dapat ditentukan oleh beberapa
factor berikut, kecuali :
a. Sifat zat yang diserap
b. Sifat bahan pelarut
c. Suhu kulit
d. Syaraf kulit
20. Melasma merupakan gangguan atau kelainan kulit yang disebabkan
oleh :
a. Kulit ari
b. Pigmentasi
c. Kelenjar keringat
d. Kelenjar palit
101

21. Hiperidrosis termasuk penyakit yang berhubungan dengan kelenjar :


a. Gondok
b. Buntu
c. Keringat
d. Minyak
22. Penyebab veruca vulgaris (kutil) pada anak-anak adalah
a. Virus
b. Ricketsiae
c. Bakteri
d. Jamur
23. Kelainan kulit yang berupa tumbuhan jinak, dan yang terjadi karena
pelebaran saluran kelenjar keringat disebut :
a. Veruca vulgaris
b. Siringoma
c. Rosasea
d. Xantoma
24. Terjadinya sebore, disebabkan oleh :
a. Peningkatan aktivitas kelenjar keringat apokrin
b. Peningkatan aktivitas kelenjar keringat ekrin
c. Bertambahnya lemak subkutis
d. Peningkatan aktivitas kelenjar palit
25. Akne vulgaris umumnya dijumpai pada jenis kulit :
a. Kering
b. Berminyak
c. Sensitif
d. Hiperpigmentasi
26. Kemerahan karena pelebaran pembuluh darh disertai hipertrofi
kelenjar palit di daerah tersebut termasuk kelainan :
a. Melasma
b. Rosasea
c. Basalioma
d. Xantoma
27. Yang disebut lentigo adalah :
a. Bercak-bercak hiperpigmentasi
b. Kelenjar keringat yang tidak berfungsi lagi
c. Tumbuhan yang terdiri atas banyak sel-sel melanosit
d. Bercak putih karena kulit kehilangan pigmen melanin

102

28. Berikut ini termasuk kelainan pada pertandukan kulit, kecuali :


a. Chloasma
b. Psoriasis
c. Ichthyosis
d. Keratoderma palmo plantar
29. Pada epidermis terdapat lapisan tunas yang disebut juga :
a. Stratum spinosum
b. Stratum granulosum
c. Stratum korneum
d. Stratum germinativum
30. Keringat tidak berguna untuk :
a. Mengatur suhu badan
b. Mengeluarkan garam dapur
c. Mengeluarkan asam laktat
d. Melarutkan palit (minyak)

103

BAB

Kosmetika

A. Konsep Kosmetologi
Kosmetika sudah dikenal manusia sejak berabad-abad yang lalu, dan
baru abad ke 19 mendapat perhatian khusus, yaitu selain untuk
kecantikan juga mempunyai fungsi untuk kesehatan. Perkembangan ilmu
kosmetik serta industrinya baru di mulai secara besar-besaran pada abad
ke 20 dan kosmetik menjadi salah satu bagian dari dunia usaha. Dewasa
ini, teknologi kosmetik begitu maju dan merupakan paduan antara
kosmetik dan obat (pharmacuetical) atau dikenal dengan istilah kosmetik
medik (cosmeceuticals ).
Kosmetik berasal dari kata Yunani kosmetikos yang mempunyai
arti keterampilan menghias atau mengatur. Pengertian kosmetik dalam
Peraturan Menkes RI no 445 tahun 1998 dijelaskan sebagai berikut :
Kosmetika adalah bahan atau campuran bahan untuk digosokkan,
dilekatkan, dituangkan, dipercikkan atau disemprotkan pada, dimasukkan
dalam, dipergunakan pada badan atau bagian badan manusia dengan
maksud untuk membersihkan, memelihara, menambah daya tarik atau
mengubah rupa, melindungi supaya tetap dalam keadaan baik
memperbaiki bau badan tetapi tidak dimaksudkan untuk mengobati atau
menyembuhkan suatu penyakit. (Depkes RI, Undang-undang tentang
Kosmetika dan Alat Kesehatan, 1976)
Dalam definisi kosmetik tersebut, terdapat kalimat tidak dimaksud
kan untuk mengobati atau menyembuhkan suatu penyakit, pernyataan
tersebut mengandung pengertian bahwa penggunaan kosmetika tidak
dimaksudkan untuk mempengaruhi struktur dan faal kulit. Pada tahun
1955, Lubowe menciptakan istilah Cosmedics sebagai gabungan dari
kosmetik dan obat yang sifatnya dapat mempengaruhi faal kulit secara
positif tetapi bukan obat, dan pada tahun 1982, Faust mengemukakan
istilah medicated cosmetics, yakni semacam kosmetik yang juga
bermanfaat untuk memperbaiki dan mempertahankan kesehatan kulit,
seperti preparat anti ketombe, deodorant, preparat antipespirant, preparat
untuk mempengaruhi warna kulit, dan preparat antijerawat. Tujuan utama
penggunaan kosmetik pada masyarakat modern adalah untuk kebersihan
pribadi, meningkatkan daya tarik melalui make-up, meningkatkan rasa
104

percaya diri dan perasaan tenang, melindungi kulit dan rambut dari
kerusakan sinar ultra violet, polusi dan faktor lingkungan yang lain,
mencegah penuaan, dan secara umum membantu seseorang
lebih menikmati dan menghargai hidup. (Retno Iswari, 2007:7).
Produk kosmetik diperlukan tidak hanya oleh kaum wanita tetapi
juga oleh kaum pria sejak lahir sampai akhir hayat. Produk kosmetik dapat
digunakan setiap hari maupun secara insidental atau berkala dan dipakai
di seluruh tubuh dari ujung rambut sampai ujung kaki. Tidak semua bahan
kosmetika cocok untuk setiap kondisi kulit, jika terjadi ketidakcocokan,
akan timbul iritasi pada kulit. Oleh karena itu, perhatikan kandungan
bahan kimia yang tercantum di kemasan tiap-tiap produk. Dasar
kosmetika biasanya terdiri dari bermacam-macam bahan dasar, bahan
aktif dan bahan pelengkap. Bahan-bahan tersebut mempunyai aneka
fungsi antara lain sebagai solvent (pelarut), emulsier (pencampur),
pengawet, adhesive (pelekat), pengencang, absortent (penyerap) dan
desinfektan. Pada umumnya 95 % dari kandungan kosmetika adalah
bahan dasar dan 5 % bahan aktif atau kadang-kadang tidak mengandung
bahan aktif. Hal ini mengandung arti bahwa kosmetika, sifat dan efeknya
tidak ditentukan oleh bahan aktif tetapi terutama oleh bahan dasar
kosmetika tersebut.
Bahan dasar kosmetika dikelompokkan sebagai berikut :

1. Solvent (Pelarut)
Solvent atau pelarut adalah bahan yang berfungsi sebagai zat pelarut
seperti air, alkohol, eter, dan minyak. Bahan yang dilarutkan dalam zat
pelarut terdiri atas 3 bentuk yaitu padat misalnya garam, cair misalnya
gliserin dan gas misalnya amoniak.

2. Emulsier (Pencampur)
Emulsier merupakan bahan yang memungkinkan dua zat yang
berbeda jenis dapat menyatu, misalnya lemak atau minyak dengan air
menjadi satu campuran merata (homogen). Emulgator, umumnya
memiliki sifat menurunkan tegangan permukaan antara dua cairan
(surfactant). Contoh emulgator yaitu lilin lebah, lanolin, alkohol atau
ester asam-asam lemak.

3. Preservative (Pengawet)
Bahan pengawet digunakan untuk meniadakan pengaruh kumankuman terhadap kosmetika, sehingga kosmetika tetap stabil tidak
cepat kadaluwarsa. Bahan pengawet yang aman digunakan biasanya
yang bersifat alami. Bahan pengawet untuk kosmetika dapat
menggunakan senyawa asam benzoat, alkohol, formaldehida dan lainlain. Jenis pengawet kimia efeknya pada kulit seringkali tidak baik.
105

Untuk mengetahui efek yang ditimbulkan, penggunaan kosmetik


sebaiknya dicoba dulu misalnya pada kulit di belakang telinga.
Kosmetika yang sudah kadaluwarsa sebaiknya tidak digunakan lagi.
Batas kadaluwarsa beberapa jenis kosmetik, sejak kemasan dibuka
dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 4.1 Batas Kadaluwarsa Beberapa Jenis Kosmetik
Jenis Kosmetik
Krim dan Cairan
Pelembab, Liquid Foundation,
Susu/Krim Pembersih

Masa Pakai

Ciri Kadaluwarsa

1 tahun

Berbau, berlendir, berubah


warna, menggunpal

Dapat bertahan lama


jika tidak terkontaminasi.
Apabila kuas atau spons
yang digunakan kotor,
produk akan mudah
terkena jamur.

Serbuk
Perona Mata, Perona Pipi,
Bedak Tabur atau Padat

2 tahun

Pensil
Pensil Mata, Pensil Alis, dan
Pensil Bibir

1 tahun

Ujung pensil keras dan


pecah

Kosmetik Bibir
Lipstick, Lipgloss, Lipbalm,
Lipcare, Lip moisturizer

1 tahun

Berbau, Mengering,
Membuat bibir kering dan
gatal

4. Adhesive (Pelekat)
Bahan yang biasanya terdapat dalam kosmetika seperti bedak,
dengan maksud agar bedak dapat dengan mudah melekat pada kulit
dan tidak mudah lepas. Bahan pelakat dalam bedak antara lain
menggunakan seng stearat dan magnesium stearat.

5. Astringent (Pengencang)
Merupakan bahan pengencang yang mempunyai daya untuk
mengerutkan dan menciutkan jaringan kulit. Bahan pengencang
biasanya menggunakan zat-zat yang bersifat asam lem ah dalam
kadar rendah, alkohol dan zat-zat khusus lainnya.
6. Absortent (Penyerap).
Bahan penyerap mempunyai daya mengabsorbsi cairan, misalnya
kalsium karbonat dalam bedak yang dapat menyerap keringat di
wajah.
106

7. Desinfektan
Desinfektan berguna untuk melindungi kulit dan bagian-bagian tubuh
lain terhadap pengaruh-pengaruh mikroorganisme. Desinfektan dalam
kosmetika sering menggunakan ethyl alkohol, propilalkohol, asam
borat fenol dan senyawa-senyawa amonium kuaterner.
Bahan dasar yang paling banyak digunakan dalam kosmetika
adalah lemak, air, alkohol dan serbuk. Lemak sebagai bahan dasar
kosmetika berfungsi untuk :
1. Lemak dapat membentuk lapisan tipis di permukaan kulit sehingga
berfungsi sebagai pelindung (ptotective film) yang berguna untuk
menghalangi terjadinya penguapan air sehingga mencegah terjadinya
kekeringan pada kulit.
2. Lemak memiliki sifat pembasah (wetting effect) bagi keratin, sehingga
dapat berguna untuk pemeliharaan elastisitas kulit dan mempertahankan kulit agar tetap lembut dan halus.
3. Lemak dapat melarutkan kotoran-kotoran seperti sisa-sisa make-up,
oleh sebab itu baik digunakan dalam preparat pembersih.
4. Jenis lemak tertentu seperti lemak hewani, nabati dan malam mudah
diabsorpsi oleh kulit, sehingga merupakan bahan dasar yang baik
untuk bahan-bahan aktif masuk ke dalam kulit.
5. Lemak hewani dan lemak nabati tertentu mengandung bahan aktif
seperti vitamin, hormon, dan lestin yang bermanfaat bagi kulit.
Air dapat diserap oleh kulit, tetapi daya penetrasi (daya serap)
air dan bahan-bahan yang larut dalam air lebih rendah dibandingkan
dengan lemak dan bahan-bahan yang larut dalam lemak. Daya penetrasi
bahan-bahan yang larut dalam air, tergantung pada kandungan air (water
content) stratum corneum , oleh sebab itu air bukan bahan dasar yang baik
untuk mengantar bahan aktif masuk ke dalam kulit. Air banyak digunakan
dalam preparat pembersih, karena air mudah digunakan, dapat
melunakkan stratum corneum dan dapat membersihkan kotoran yang larut
dalam air. Air tidak memiliki daya pembasah kulit dan bukan merupakan
bahan pembersih yang sempurna, oleh karena itu, untuk memperoleh efek
pembersih yang sempurna perlu ditambahkan bahan dasar lain seperti
minyak (cleansing cream), alkohol 20 - 40 % (skin freshener, face tonic)
atau surfactant (sabun, deterjen).
Alkohol merupakan bahan pelarut organik dalam kosmetika,
seperti halnya eter, aseton, dan kloroform. Bahan-bahan tersebut
cenderung dapat menimbulkan reaksi iritasi pada kulit. Pemakaian alkohol
dalam jumlah yang dibolehkan (aman) untuk kosmetika adalah alkohol
107

20 - 40 % dengan bahan dasar air. Tujuan pemakaian alkohol tersebut


adalah untuk :
1. Meningkatkan permeabilitas kulit pada air.
2. Mengurangi tegangan permukaan kulit sehingga meningkatkan daya
pembasah air.
3. Meningkatkan daya pembersih preparat terhadap kotoran yang
berlemak.
4. Bersifat sebagai astringent dan desinfektan.
Bahan dasar aktif yang sering ditambahkan ke dalam kosmetika
antara lain vitamin, hormon ekstrak tumbuh-tumbuhan dan hewan, asam
alpha hidroksil (AHA), merkuri, tretinoin, hidrokinon, dan hidrogen
peroksida. Manfaat preparat tropikal yang mengandung bahan-bahan aktif
adalah bahan aktif tersebut dapat diabsorpsikan oleh kulit, tidak mudah
teroksidasi, berhasiat pada kulit, dan pemberian secara oral atau dengan
cara lain tidak mungkin dilakukan.
Kosmetika yang digunakan untuk perawatan kulit harus berfungsi
untuk memelihara kesehatan kulit, mempertahankan kondisi kulit agar
tetap baik dan mampu mencegah timbulnya kelainan pada kulit akibat
proses usia, pengaruh lingkungan dan sinar matahari. Kosmetika menurut
penggunaannya dibagi menjadi kosmetika untuk memelihara, merawat
dan mempertahankan kulit, serta kosmetika untuk mempercantik wajah
yang dikenal dengan kosmetika tata rias.
Biokosmetika adalah kosmetika yang mengandung zat-zat biologis
aktif, yang biasanya berasal dari hewani atau nabati. Zat aktif yang
berasal dari hewani diantaranya sari placenta, sari embrio, air ketuban
lembu, serum lembu, s ari jaringan tubuh, dan kolagen.
Sari placenta merupakan kompleks zat aktif yang sangat
baik untuk perawatan kulit yang menua, karena mengandung
nukleotida, hormon-hormon steroid, asam lemak, asam amino, vitamin
dan unsur-unsur mikro. Mutu sari placenta ditentukan atas dasar kadar
enzim fofatase yang dikandungnya. Untuk menjamin khasiat kosmetik
yang dibuat dari sari placenta, kadar yang disarankan ada di dalam
kosmetika sekurang-kurangnya harus mencapai 3 - 5 %. Sari placenta
bermanfaat untuk meningkatkan peredaran darah lokal, merangsang
metabolisme kulit, memperbaiki kekenyalan serabut-serabut jaringan ikat,
dan merangsang pernafasan kulit.
Sari embrio diperoleh dari telur ayam yang sudah dibuahi, air
ketuban lembu dan serum lembu yang diperoleh dari lembu hamil.
Sari embrio mengandung zat-zat yang dapat merangsang metabolisme
sel sehingga sangat baik untuk mengatasi keriput atau untuk
mengencangkan kulit.
108

Sari jaringan tubuh berasal dari jaringan hewani yang sangat baik
untuk mengatasi masalah penuaan kulit.
Kolagen adalah suatu protein yang terdiri atas berbagai asam
amino seperti glisin, prolin, hidroksiprolin, alanin, leusin, arginin, asam
aspartat, asam glutamat, dan asam -asam amino lainnya dalam jumlah
kecil. Serabut kolagen adalah unsur penting yang memberi kekuatan
kepada kulit jangat dan sangat menentukan keadaan jaringan ikat. Dalam
keadaan normal, kolagen memungkinkan penyerapan dan pertukaran air
serta gas. Dalam jaringat ikat muda, kolagen terdapat dalam bentuk yang
mudah larut (soluble collagen). Bila kulit menua, kolagen berubah menjadi
bentuk yang sukar larut dan menjadi kaku. Serabut-serabut kolagen
demikian akan kehilangan daya mengembung dan daya untuk menyerap
air. Untuk menghambat perubahan-perubahan negatif pada permukaan
kulit sebagai akibat pengerasan serabut-serabut kolagen, karena proses
penuaan, dapat diberi hasil uraian (hydrolstate) kolagen yang mudah larut,
semata-mata untuk menggantikan kolagen yang telah mengeras. Kolagen
yang mudah larut diperoleh dengan cara ekstraksi kulit anak lembu. Cara
ekstraksi sangat menentukan mutu kolagen yang dihasilkan, karena pada
proses tersebut hendaknya struktur dan susunan kimiawi kolagen tidak
mengalami perubahan. Mekanisme perubahan kolagen adalah suatu
proses yang sangat kompleks, dan berkaitan dengan pembentukan fibril
serta serabut, regulasi enzim pada sintesis, modifikasi dan penguraian
kolagen. Kosmetika yang mengandung kolagen dapat memperbaiki
kekenyalan kulit, melicinkan permukaan kulit, meningkatkan kelembaban
kulit, serta memperbaiki fungsi pembuluh kapiler kulit sehingga dapat
digunakan untuk peremajaan kulit.
Di dalam dermis, 70 % jaringan ikatnya adalah kolagen,
sedangkan 5% adalah jaringan elastin. Elastin sangat berpengaruh
terhadap sifat elastisitas jaringan ikat yang secara bersama-sama dengan
kolagen dapat digunakan untuk produk kosmetik perawatan kulit. Bahan
dasar dermis terdiri dari garam, air, dan glikosaminoglikan yang
membentuk molekul kompleks. Asam hialuronat termasuk ke dalam
kelompok glikosaminoglikan yang terdapat dalam dermis. Manfaat asam
hialuronat adalah sebaai pelumas untuk jaringan kolagen, dan mencegah
perubahan kolagen yang larut menjadi kolagen yang tidak larut.
Zat biologis aktif yang berasal dari ekstrak tumbuh-tumbuhan
mencakup sari berbagai tumbuh-tumbuhan, minyak-minyak nabati,
minyak-minyak atsiri, sari buah dan serbuk sari bunga. Zat biologis aktif
ekstrak tumbuhan ini bermanfaat untuk melicinkan dan menghaluskan
kulit, mempengaruhi keratinasasi dan hidrasi lapisan epidermis serta
dapat membantu dalam proses pemutihan kulit (bleaching skin). Asam
alfa hidroksi (AAH atau Alfa Hidroxil Acid / AHA) adalah asam karbosilat
109

yang memiliki gugus hidroksi pada posisi alfa. Secara alamiah zat ini
terdapat dalam buah-buahan dan yogurt, seperti asam glikgat pada gula
tebu, asam laktat pada yogurt, asam tartat pada buah apel, dan asam
sitrat pada buah jeruk.
Manfaat AAH atau AHA adalah sebagai emolien, yang dapat
meningkatkan pergantian sel kulit dan pembentukan sel kulit baru,
mengurangi ikatan antar komeosit dan mensintesis kolagen sehingga
dapat mengurangi keriput halus, membentuk kulit halus dan sehat serta
dapat memperbaiki tekstur kulit. Oleh karena itu emolien ini sangat baik
digunakan bagi perawatan kulit kering, perawatan dan peremajaan kulit
menua dan kulit yang terdapat parut bekas jerawat (acne scar). AHA
hanya cocok digunakan untuk mereka yang berusia antara 30 - 40 tahun,
untuk usia lebih dari 40 tahun sebaiknya memilih asam retinoat. Asam
retinoat (retinoic acid) mengandung vitamin A yang mampu menembus ke
dalam sel kulit, sedangkan AHA hanya bisa sampai lapisan antar sel. Kulit
yang kusam pun menjadi lebih lembab, tebal, merah, dan segar lagi.
Bahan aktif lain dalam kosmetika yaitu hidrokinon. Hidroknion
(hydroquinone) adalah bahan aktif yang dapat mengendalikan
produksi pigmen yang tidak merata, tepatnya berfungsi untuk mengurangi
atau menghambat pembentukan melanin kulit. Melanin adalah pigmen
kulit yang memberikan warna gelap kecokelatan, sehingga muncul
semacam bercak atau bintik cokelat atau hitam pada kulit. Banyaknya
produksi melanin menyebabkan terjadinya hiperpigmentasi.
Hidrokinon digunakan untuk mencerahkan kulit yang kelihatan
gelap akibat
bintik, melasma, titik-titik penuaan, dan chloasma.
Hidrokinon sebaiknya tidak digunakan pada kulit yang sedang terbakar
sinar matahari, kulit yang iritasi, yang luka terbakar, dan kulit pecah.
Hindari penggunaan hidrokinon pada mereka yang mengalami masalah
hati, ginjal, alergi atau sedang hamil dan menyusui. Sebelum
mengoleskan hidrokinon, bersihkan wajah dari kotoran dan make-up, dan
keringkan. Dalam pemakaian hidrokinon harus hati-hati jangan sampai
terkena mata, bibir, bagian dalam hidung, dan mulut, karena bisa
menyebabkan mati rasa. Kandungan hidrokinon dalam kosmetik yang
diizinkan tidak lebih dari dua persen.
Tretinoin adalah bahan aktif dalam kosmetika, berupa zat kimia
yang termasuk vitamin A asam atau retinoic acid, yang berfungsi untuk
membentuk struktur atau lapisan kulit baru, mengganti lapisan kulit luar
yang rusak. Krim tretinoin yang dioleskan ke kulit menyebabkan daya
permeabilitas kulit meningkat. Ini ditandai oleh terbentuknya lapisan
tanduk baru. Tretinoin juga meningkatkan pembentukan pembuluh rambut
kulit. Akibatnya, aliran darah ke kulit bertambah. Lapisan luar kulit dan
kegiatan pembelahan sel pun meningkat.
110

Bertambahnya usia menyebabkan bantalan kolagen kulit menipis


dan tidak kenyal lagi. Tretinoin inilah yang mampu membantu
pembentukan sel fibrobias di bawah kulit, sehingga bantalan kolagen
menebal, kencang, dan kerut memudar. Selain meremajakan, tretinoin
mampu mengatasi jerawat, spoerten, bekas luka dangkal, serta
memunculkan lapisan di kulit yang sudah lapuk. Tretinoin dosis tertentu
menyebabkan kulit mengelupas dan muncul kulit baru, tetapi tidak semua
kulit tahan menerimanya, sehingga malah kulit menjadi rusak, kulit jadi
kemerah-merahan. Pada kulit sensitif, pemakaian tretinoin harus dimulai
dengan dosis paling rendah yakni 0,05 persen dengan pemakaian setiap
dua malam sekali. Bila kulit mulai kuat dan tidak timbul reaksi radang, rasa
terbakar, secara perlahan, dosisnya dapat ditambah atau ditingkatkan dan
pemakaiannya pun dapat setiap malam. Kosmetik berbahan dasar aktif
tretinoin tidak boleh dipakai siang hari, karena paparan sinar matahari
dapat memperkuat efek sampingnya. Pada kulit normal, efek kemerahan
karena peradangan, akan mereda setelah pemakaian dihentikan.
Pada kulit sensitif, efek ini akan menetap, bahkan hingga berbulan-bulan
setelah pemakaian dihentikan. Untuk menghidari efek yang tidak
baik, maka :
1. Kosmetik berbahan dasar aktif tretinoin jangan digunakan pada kulit
yang tidak sehat,
2. Jangan memakai alkohol atau kosmetik yang bersifat mengeringkan
terutama pada kulit sensitif,
3. Sebelum pemakaian kosmetik berbahan dasar aktif tretinoin, kulit
harus benar-benar bersih dari obat kulit seperti obat luka, obat jerawat,
salep eksim atau obat bisul.
4. Tretinoin tidak boleh dipakai pada kulit yang baru melakukan
pengelupasan (peeling).
5. Pemakaian tretinoin harus segera dihentikan jika muncul lenting lepuh
pada kulit atau timbul rasa terbakar.
Merkuri atau air raksa (hydragyricum (Hg)) adalah satu-satunya
logam yang pada suhu kamar berwujud cair, tidak berbau, warnanya
keperakan, dan mengkilap. Merkuri akan menguap bila dipanaskan
sampai suhu 357 derajat celcius. Merkuri dapat dijumpai di alam seperti di
air dan tanah, terutama dari deposit alam, limbah industri, dan aktivitas
vulkanik. Dalam pertambangan emas, merkuri digunakan dalam proses
ekstraksi dan pemurnian. Merkuri juga digunakan dalam industri seperti
termometer, tambal gigi, baterai dan soda kaustik. Merkuri dapat
bersenyawa dengan khlor, belerang, dan oksigen senyawa untuk
membentuk garam merkurium. Ini adalah bahan - bahan yang sering
111

digunakan dalam industri krim pemutih kulit. Karena sifat ionnya mudah
berinteraksi dengan air, merkuri mudah masuk ke dalam tubuh melalui
kulit, respirasi (pernapasan), dan makanan. Bila merkuri sudah masuk ke
dalam kulit, akan muncul reaksi alergi yang berupa iritasi. Reaksi iritasi ini
berlangsung cukup cepat. Mandi beberapa kali di sungai atau di laut yang
tercemar merkuri, akan menyebabkan kulit segera mengalami iritasi.
Merkuri dapat membuat kulit terbakar, menjadi hitam, bahkan dapat
berkembang menjadi kanker kulit.
Merkuri inorganik dalam krim pemutih, dapat menimbulkan keracunan bila
digunakan dalam jangka waktu yang lama. Meski tidak seburuk efek
merkuri gugusan yang tertelan, efek buruk tetap saja timbul pada tubuh,
atau meski hanya dioleskan ke kulit, merkuri mudah diserap ke dalam
darah, kemudian memasuki sistem saraf. Manifestasi gejala keracunan
merkuri berupa gangguan sistem saraf seperti tremor, insomnia,
kepikunan, gangguan penglihatan, gerakan tangan jadi abnormal
(ataksia), gangguan emosi, dan depresi. Merkuri yang terakumulasi dalam
organ tubuh seperti ginjal, hati, dan otak, dapat menyebabkan kematian.
Hidrogen peroksida atau hidrogen dioksida (H2O2), terbentuk
dari dua atom hidrogen dan dua atom oksigen. Bentuknya menyerupai air
(H2O), tetapi pada H2O2 ada kelebihan molekul oksigen, sehinga
sangat baik digunakan sebagai oksidiser. Bahan ini tidak berwarna,
tidak berbau, dan tidak berasa. Penelitian terbaru menyatakan, bahwa
hidrogen peroksida bermanfaat dalam reaksi kimia yang berlangsung
dalam tubuh. Dalam memerangi infeksi, vitamin C membuat hidrogen
peroksida untuk merangsang produksi prostaglandin.
Di kolon dan vagina, lactobacillus juga membuat hidrogen peroksida
berguna untuk melawan bakteri, virus, dan mencegah infeksi. Hidrogen
peroksida juga digunakan untuk bahan pemutih gigi dan pembersih
kotoran telinga. Untuk keperluan luar tubuh, hidrogen peroksida berfungsi
sebagai antiseptik yang dapat membunuh bakteri, virus, serta jamur. Saat
berkontak dengan kulit, hidrogen peroksida terpecah menjadi air dan
oksigen. Oksigen masuk menembus kulit dan sampai ke pembuluh darah
kapiler. Kehadiran oksigen pada pembuluh darah kapiler, menyebabkan
kulit menjadi segar, sehat, dan terpenuhi kebutuhan gizinya, sebab
oksigen yang dibawa H2O2 berfungsi sebagai kendaraan betakaroten yang
akan diubah menjadi vitamin A oleh tubuh.
Pemakaian hormon dan vitamin dalam kosmetika tidak dapat
dibenarkan, kecuali apabila dilakukan di bawah pengawasan dokter.
Pemakaian hormon dalam jangka waktu lama, dapat mengacaukan
keseimbangan hormonal dalam darah dan dapat menimbulkan efek
samping sistematik seperti gangguan menstruasi dan gangguan sistem
reproduksi. Krim hormon yang mengandung estrogen baik untuk perawat112

an kulit menua. Vitamin dalam kosmetika harus memperhatikan


termobilitas dan kepekaan berbagai vitamin terhadap oksigen serta sinar
ultra violet. Vitamin A sangat baik untuk melindungi epitel, merangsang
epitelisasi jaringan kulit sebagai ester asetat atau palmitat, dalam
kosmetika dipakai untuk kulit yang merah, kasar, kering, dan degeneratif.
Kekurangan vitamin A menyebabkan peningkatan keratinisasi secara
abnormal (hiperkeratosis), lapisan tanduk menutupi folikel rambut,
sehingga sekresi sebum terhambat dan terbentuk komedo (blackhead)
yang mudah menjadi inti infeksi. Vitamin A dalam kosmetika, merangsang
granulasi dan mencegah keratinisasi berlebihan, sehingga kulit menjadi
lebih halus dan licin, sedangkan turgor jaringan jadi meningkat.
Vitamin E berhasiat sebagai antioksidan. Kekurangan vitamin E
antara lain dapat menyebabkan gangguan metabolisme, regenerasi sel
yang lambat, dan gangguan fungsional sistem reproduksi. Penggunaan
kosmetika yang mengandung vitamin E dan vitamin A pada kulit wajah
bertujuan untuk memperbaiki peredaran darah di kulit dan akhirnya dapat
memperbaiki kondisi kulit.

B. Pemilihan Kosmetika
1. Kosmetika Pembersih
Kosmetika pembersih sebaiknya memiliki daya melarutkan bahanbahan, baik yang larut dalam air, maupun yang larut dalam minyak,
berwujud emulsi O/W, tidak bersifat asam dan banyak mengandung
minyak atsiri (etherical oils), karena sifat-sifat pengencangnya yang
dapat menciutkan pori-pori. Kosmetika pembersih sebaiknya memiliki
kandungan pH lebih ke arah basa yang dapat membuat kulit menjadi
lunak sehingga kotoran mudah dibersihkan. Bahan pembersih pada
dasarnya menggunakan air, minyak, serta bahan padat yang dapat
menyerap kotoran, dan digunakan dengan cara menggosokannya
secara mekanis.
a. Kosmetik Pembersih Kulit Berbahan Dasar Air
Air merupakan bahan pembersih yang paling umum, hal ini
disebabkan karena air murah, non-toksis serta air tidak berbahaya
bagi kulit. Ditinjau dari sudut kosmetika modern, air memiliki
kekurangan antara lain tidak punya daya pembasah yang kuat
karena ditolak oleh keratin.
Untuk memperbaiki daya pembersih air, biasanya ditambah
kan alkohol ke dalamnya, seperti dalam face lotion atau astringent
lotion. Penambahan alkohol memberikan beberapa keuntungan
yaitu :
113

1) mengurangi tegangan permukaan kulit sehingga kulit menjadi


lebih mudah basah.
2) menimbulkan rasa segar karena penguapan alkohol.
3) menimbulkan efek pengurangan minyak kulit.
4) parfum yang digunakan dalam lotion menjadi lebih mudah larut.
5) menimbulkan efek astringent serta desinfektan ringan.
Kosmetik pembersih biasa menggunakan ethyl alkohol
sebanyak 20 - 40 %. Jika penggunaan ethyl alkohol lebih tinggi,
pengurangan minyak kulit akan terlalu kuat dan dapat
menyebabkan iritasi pada kulit. Face lotion atau astringent lotion
digunakan untuk menyegarkan dan membersihkan kulit dari
kotoran yang larut dalam air serta digunakan setelah pemakaian
susu pembersih (cleansing milk) atau krim pembersih (cleansing
cream) yang berbahan dasar minyak. Penambahan gliserol, glikol
atau sorbitol dalam face lotion atau astringent lotion memiliki efek
pelembut kulit. Face lotion atau astringent lotion umumnya diberi
warna untuk membedakannya dari air biasa.
b. Kosmetik Pembersih Kulit Berbahan Dasar Surfactant
Pembersih yang lebih baik dan lebih kuat daya pembersihnya,
dapat dibuat dengan menambahkan surfactant ke dalam air
tersebut. Surfactant (surface active agens) adalah bahan-bahan
yang memperbaiki daya pembersih air karena mampu memperbesar daya pembasah kulit dan mencegah partikel-partikel kotoran
melekat pada kulit dengan jalan mengemulsinya, melarutkannya
dan mendispersinya. Bahan-bahan surfactant menyebabkan pembuangan kotoran normal dari kulit mudah dibersihkan. Bahanbahan yang bersifat surfactant antara lain sabun, produk-produk
kondensasi protein-asam lemak, sulfonated oils dan anionic
surfactant.
Sabun adalah produk campuran garam natrium dengan
asam stearat, palmitat dan oleat yang berisi sedikit komponen
asam miristat dan laurat. Sabun merupakan kosmetik pembersih
yang paling tua karena sudah digunakan sejak berbad-abad silam.
Fungsi sabun yang cukup tinggi dan populer sebagai kosmetik
pembersih disebabkan oleh sifat-sifat baiknya seperti memiliki
daya pembersih yang kuat terutama dalam air murni, kurang
berbahaya bagi kulit, harga relatif murah dan bahan-bahannya
114

mudah didapat. Kelemahan penggunaan sabun sebagai kosmetik


pembersih adalah diantaranya sabun yang mengandung alkalisasi,
sehingga dapat menyebabkan iritasi dan alergi pada kulit, dapat
pula menyebabkan pembengkakan keratin kulit dan menyebabkan
pengurangan minyak (degreasing) berlebihan hingga kulit akan
menjadi kering.
Beberapa produk sabun diupayakan dibuat dengan efek
samping seminimal mungkin, oleh sebab itu dipergunakan bahanbahan alami sebagaimana dijelaskan pada bahasan sebelumnya
(lihat bahasan tentang Biokosmetika).
Berikut beberapa contoh sabun wajah yang menerapkan
konsep Biokosmetika :
C
B

D
C

Gambar 4.1
Aneka Jenis Sabun Biokosmetika
Keterangan :
A : Sabun Sari Plasenta Sapi
B : Sabun Sari Pepaya
C : Sabun Bunga Kenanga

D : Sabun Plasenta
E : Sabun Ginseng

c. Kosmetik Pembersih Kulit Berbahan Dasar Minyak


Kosmetik pembersih yang berbahan dasar minyak mempunyai
keuntungan sebagai berikut :
1) Lebih efektif dalam membersihkan kotoran yang larut dalam
minyak dan tidak larut dalam air, seperti make-up
2) Resiko kulit menjadi kering dan pecah-pecah dapat dikurangi
3) Kandungan minyak dalam kosmetik pembersih lebih besar
affinitasnya sehingga daya pembersihnya lebih besar.
115

Kekurangan kosmetik pembersih yang didasarkan pada


minyak adalah bahan-bahan yang digunakan seperti mineral oil
harganya lebih mahal, air yang tertinggal di permukaan kulit sulit
menguap dan kotoran yang larut dalam air sukar dibersihkan
dengan minyak.
Kosmetik pembersih berbahan dasar minyak mencakup :
1) Liquefying cleansing creams
Preparat ini merupakan campuran sederhana minyak dan
wax. Contoh paling sederhana dan penggunaannya sangat
efektif adalah minyak zaitun (olive oil) murni, yang tidak
menimbulkan reaksi negatif pada kulit. Creams tanpa air
bersifat thixotropik yaitu meleleh di bawah tekanan (ketika
dikenakan pada kulit). Viskositas nya tidak boleh terlalu tinggi
sehingga menimbulkan friksi dengan kulit, atau terlalu rendah
sehingga kotoran dapat masuk ke dalamnya. Viskositas yang
rendah memudahkan pembersihan setelah pemakaian. Untuk
mencegah terjadinya lapisan minyak di muara saluran folikel
rambut atau pori-pori kulit, ditambahkan lanolin, cetyl alkohol,
atau bahan pengemulsi W/O (air < minyak) lainnya yang akan
meningkatkan permeabilitas air dari lapisan minyak serta
memperbesar afinitas krim pada kulit.
2) Pembersih kulit tipe emulsi W/O
Air yang kandungannya sedikit, banyak menghasilkan konsistensi yang lebih lembut dan dapat meningkatkan efektivitas
preparat dalam membersihkan kotoran yang larut dalam air.
Secara visual produk kosmetik ini menyerupai awan dan bukan
seperti kaca seperti halnya lemak atau minyak. (produk
kosmetik ini sedikit berwarna putih/titan dioxide juga
menyerupai awan).
Jika krim ini hanya mengandung sedikit bahan
pengemulsi dan separasi terjadi ketika dikenakan pada kulit,
penguapan air akan menimbulkan rasa sejuk pada kulit.
Preparat bentuk emulsi biasanya mengandung lebih banyak
bahan-bahan yang hidrofilik daripada yang anhidrous dan
menyebabkan berkurangnya degreasing effect. Hal ini terjadi
karena ketika melewati bahan-bahan yang hidrofilik, lapisan
minyak di permukaan kulit setelah proses pembersihan akan
lebih mirip lemak kulit dari pada petrolatum atau mineral oil.
Namun demikian, jika bahan-bahan hidrofilik ini terlalu banyak,
akan menempel ke kulit dan menjebak kotoran.
116

3) Emulsi pembersih kulit tipe emulsi-ganda (cold creams)


Di antara emulsi-emulsi untuk pembersih kulit, cold cream
mempunyai kedudukan yang penting. Jika dibuat dari bahanbahan baku berkualitas tinggi, cold cream akan merupakan
daya pembersih yang baik (karena kandungan lemaknya yang
tinggi) dengan konsistensi yang lembut, penyebaran yang
mudah di kulit, dan warna snow white.
Cold cream tidak hanya dipakai sebagai pembersih,
tetapi juga sebagai pelembab, krim pelindung, dan krim tabir
surya (dengan penambahan bahan-bahan anti sinar ultra
violet). Sering kali produk yang sama digunakan untuk
berbagai tujuan, misalnya sebagai krim pembersih yang
dioleskan dalam jumlah banyak pada kulit lalu cepat-cepat
dibersihkan dengan kapas atau kertas tissue, atau sebagai
pelembab yang dioleskan tipis-tipis pada kulit dibiarkan lama di
kulit, kadang-kadang sampai pagi berikutnya.
Cold cream yang banyak mengandung mineral oil
dipakai sebagai night cream, cold cream yang banyak
mengandung minyak tanaman dan vitamin hanya dipakai
sebagai krim pembersih, karena itu formulasinya harus
disesuaikan dengan tujuannya. Cold cream bukan emulsi O/W
(minyak < air), tetapi juga bukan emulsi W/O (air < minyak),
karena itu disebut emulsi ganda, atau sistem campuran.
4) Pembersih kulit tipe emulsi O/W
Emulsi cair tipe O/W sering dipasarkan dengan nama face milk
atau beauty milk, dipakai baik sebagai preparat pembersih
maupun dasar bedak. Untuk tujuan yang berlainan itu,
formulasinya harus disesuaikan. Untuk dasar bedak, fase
minyak sebaiknya terdiri dari asam stearat atau glyceryl
monostearate. Kadang-kadang beauty milk digunakan sebagai
pelembab, karena itu formulasinya harus berbeda. Emulsi
dengan kadar air yang tinggi digunakan untuk pembersih
make-up. Walaupun sedikit kurang efektif, tetapi cukup populer
karena kulit tampak lebih bersih, dan kurang berminyak.
5) Kosmetik pembersih kulit dalam bentuk padat (solid
cleansers)
Terdapat dua bentuk preparat yang efek pembersihnya
didasarkan pada penyerapan kotoran ke dalam serpihanserpihan padat yaitu bentuk serpihan/serbuk padat, dan bentuk
krim. Serbuk padat terbentuk setelah cairan pelarut menguap
117

di permukaan kulit. Preparat tersebut memiliki daya pembersih


yang kuat, dan selama tidak mengandung alkali atau abrasiver
yang kuat, atau kadar disinfektan yang tinggi, dapat
menimbulkan efek lembut pada kulit sehingga cocok untuk
orang yang tidak dapat mentoleransi sabun, walaupun
demikian, alergi terhadap preparat tertentu tetap dapat terjadi.
Kebanyakan preparat ini juga mengandung bahan koloidal
(selulosa atau derivat protein). Selain kemampuan menyerap
kotoran, daya pembersih preparat ini juga didasarkan pada
kemampuan
bahan-bahan
koloidal
itu
mensuspensi
(menyerap) partikel-partikel kotoran. Preparat pembersih kulit
dalam bentuk padat masih digunakan cukup luas di Eropa.
Bahan baku utamanya adalah buah almond yang dipres,
dikeringkan, dan dipulverisasi, tetapi karena mahal buah
almond sering diganti dengan biji peach atau apricot. Bahan
lain yang sering digunakan adalah bubuk talcum, tapioka, akar
orris, dan sejumlah abrasivers.

M
Miillkk
CClleeaannsseerr

Eye Remover
(Pembersih Riasan Mata)

Milk Cleanser
(Susu Pembersih Wajah)

Gambar 4.2
Berbagai jenis Pembersih Wajah

2. Penyegaran
Kosmetika penyegar adalah pasangan dari kosmetika pembersih.
Fungsi utama penyegar adalah menyegarkan kulit wajah, mengangkat
sisa minyak dari kulit yang dimungkinkan masih ada, serta desinfektan
ringan dan sekaligus dapat membantu menutup pori-pori kembali.
Penyegar diproduksi sesuai jenis pembersih yang mengacu pada jenis
kulit wajah. Face lotion atau astringent lotion yang digunakan untuk
118

menyegarkan kulit serta membersihkan sisa minyak kulit dan sisa


minyak dari bahan pembersih (Cleansing milk atau cleansing cream).
Dalam face lotion atau astringent lotion diperkaya dengan gliserol,
glikol atau sorbitol yang berguna untuk melembutkan kulit.
Dalam penampilannya,
produk face lotion/astringent
sering diberi warna berbeda
untuk membedakan kadar
alkohol yang dikandungnya.
Kandungan alkohol dalam
face lotion untuk kulit sensitif
sangat ringan, sedangkan
untuk kulit berminyak kadar
alkoholnya paling kuat.
Gambar 4.3
Face Lotion dan Astringent

Face Tonic
(Penyegar)

Astringent
(Penyegar)

3. Kosmetika Pelembab dan Pelindung


a. Kosmetik Pelembab (base, pre-foundation, atau moisturizer)
Kosmetik pelembab perlu dikenakan terutama pada kulit kering
atau kulit normal cenderung kering. Jenis kulit yang secara
alamiah sudah berminyak dan berjerawat tidak perlu memakai
kosmetik pelembab. Secara alami, kulit memiliki lapisan lemak tipis
pada permukaannya yang terdiri atas produksi kelenjar minyak
kulit, yang berfungsi untuk melindungi kulit dari kelebihan
penguapan air yang akan menyebabkan dehidrasi kulit, oleh
karena itu kulit memerlukan kosmetik pelembab.
Base foundation atau moisturizer berfungsi sebagai bahan
pelembab kulit untuk menormalisir kadar air dalam kulit serta untuk
melindungi kulit terhadap bahan kosmetik lain yang akan
membahayakan. Jenis bahan dasar pelembab ada dua macam
yaitu minyak (oil base) dan air. Pelembab yang berbahan dasar
minyak, baik untuk jenis kulit normal dan kering, sedangkan untuk
kulit berminyak sebaiknya menggunakan pelembab yang berbahan
dasar air. Jenis bahan dasar pelembab menentukan bentuknya,
pelembab berbahan dasar minyak biasanya berbentuk krim,
sedangkan pelembab berbahan dasar air biasanya berbentuk
lotion. Penggunaan kosmetik ini dengan cara dioleskan secara
tipis dan merata pada wajah dan leher setelah kulit dibersihkan

119

serta biarkan + 2 menit


di wajah dengan gerakan
wajah. Pelembab yang baik
dapat bertahan maksimal
kondisi tertutup.

sampai kering. Pelembab diratakan


yang menuju ke atas dan ke sisi
masa penggunaannya (kadaluwarsa)
1 tahun selama disimpan dalam

Terdapat dua tipe kosmetik pelembab, yaitu kosmetik


pelembab yang berbahan dasar lemak dan kosmetik pelembab
berbahan dasar gliserol atau humektan sejenis. Kosmetik
pelembab berbahan dasar lemak dikenal dengan nama
moisturizer. Krim ini membentuk lapisan lemak tipis pada
permukaan kulit. Moisturizer berguna untuk mencegah penguapan
air kulit dan menjadikan kulit lembab serta lembut. Viskositas
lemak tidak boleh terlalu rendah karena dapat menyebar ke
seluruh permukaan kulit, dan juga tidak boleh terlalu kental karena
dapat membuat kulit menjadi lengket dan terlalu berminyak.
Penggunaan kosmetik pelembab harus dapat menutupi seluruh
permukaan kulit wajah, sehingga dapat mencegah penguapan
air kulit.
Kosmetik pelembab berbahan dasar lemak harus dilindungi
dan terbebas dari mikroorganisme serta jamur dengan
penambahan pengawet, karena kosmetik jenis ini mudah menjadi
tengik. Kosmetik pelembab berbahan dasar lemak jenisnya ada
yang berbentuk krim lemak anhidrous, krim emulsi W/O, emulsi
ganda, krim O/W yang kaya minyak dan emulsi O/W cair yang
mengandung air lebih dari 80 %. Kosmetik pelembab berbahan
dasar gliserol atau humektan sejenis, akan mengering pada
permukaan kulit, membentuk lapisan yang bersifat higroskopis,
yang menyerap uap air dari udara dan mempertahankannya di
permukaan kulit. Preparat ini membuat kulit nampak lebih halus
dan mencegah dehidrasi lapisan stratum corneum kulit.

Gambar 4.4
Berbagai jenis Pelembab Wajah

120

b. Kosmetik Pelindung
Kosmetik pelindung adalah kosmetik yang dikenakan pada
kulit yang sudah bersih dengan tujuan untuk mempertahankan
kondisi kulit sebaik-baiknya dan untuk melindungi kulit dari
berbagai pengaruh lingkungan yang dapat merugikan kulit,
terutama melindungi kulit dari radiasi sinar ultra violet matahari
(tabir surya). Syarat-syarat preparat kosmetik tabir surya
(sunscreen) adalah mudah dipakai, jumlah preparat yang
menempel mencukupi kebutuhan, bahan dasar dan bahan aktif
dalam preparat ini mudah tercampur serta bahan dasarnya mampu
mempertahankan kelembutan dan kelembaban kulit.
Bentuk-bentuk preparat tabir surya (sunscreen) dapat
berupa preparat anhidrous, emulsi (non-greasy O/W, semi greasy
dual emulsion dan fatty W/O), preparat tanpa lemak (greaseless
preparation). Preparat jenis anhidrous tahan terhadap air sehingga
tidak terganggu oleh perspirasi dan air kolam renang atau air laut.
Preparat jenis emulsi umumnya kandungan lemaknya tinggi
sehingga tampak mirip minyak, penampakannya menarik serta
konsistensinya yang menyenangkan hingga memudahkan
pemakaian. Bahan - bahan tabir surya emulsi O/W larut dalam air
dan emulsi W/O larut dalam minyak.

Gambar 4.5
Produk Kosmetik Pelindung (Tabir Surya/Sunscreen)

4. Kosmetika Dekoratif
Semua jenis kosmetik, mulai dari kosmetik pembersih, kosmetik
pelembab dan pelindung serta kosmetik dekoratif (make-up), sampai
kosmetik pengobatan mempunyai tujuan untuk memelihara atau
menambah kecantikan kulit, melalui pembersihan, pelembaban dan
periasan. Kekhasan kosmetik dekoratif adalah semata-mata untuk
mengubah penampilan sehingga tampak lebih cantik dan bebas dari
121

noda-noda atau kelainan kulit. Penggunaan kosmetik dekoratif lebih


untuk alasan psikologis dari pada kesehatan kulit yaitu dimaksudkan
untuk menutupi hal-hal yang dapat mengurangi kecantikannya, seperti
garis-garis penuaan (age-spot), noda bekas jerawat (acne scar), serta
untuk mengoreksi bagian-bagian wajah yang kurang baik. Kosmetik
dekoratif sebaiknya warnanya menarik, memiliki bau harum yang
menyenangkan, tidak lengket, tidak menyebabkan kulit nampak
berkilau serta tidak merusak atau mengganggu andeksa kulit.
Kosmetik dekoratif dibagi menjadi kosmetik dekoratif yang
hanya menimbulkan efek pada permukaan dan pemakaiannya
sebentar, seperti bedak, lipstik, perona pipi dan eye shadow, serta
kosmetik dekoratif yang efeknya mendalam dan biasanya tidak mudah
luntur, seperti kosmetik pemutih kulit dan cat kuku.
a. Alas bedak (Foundation)
Alas bedak (Foundation) dalam tata rias wajah menjadi dasar
sebelum dibubuhi bedak. Foundation dapat menahan bedak,
hingga bedak mudah menempel pada kulit wajah, alas bedak juga
dapat memperhalus permukaan kulit dengan menutupi noda, luka
bekas jerawat, noda kebiruan (couperese) di seputar pipi. Alas
bedak dapat berfungsi untuk menyamarkan warna kulit yang pucat
dan bayangan gelap di seputar mata. Alas bedak digunakan di
atas pelembab agar pigmen zat warna yang dikandungnya tidak
bersentuhan langsung dengan kulit. Alas bedak dapat digunakan
untuk membuat shape atau dimensi wajah sehingga riasan wajah
menjadi lebih sempurna. Ada beberapa jenis alas bedak yaitu:
1) Water based foundation (liquid).
Alas bedak jenis ini cocok untuk wanita muda dan dewasa
yang berkulit normal. Menggunakan foundation ini, kulit
menjadi lembab dan akan menghasilkan riasan yang halus.
Bahan dasar foundation ini adalah air, sehingga
penggunaannya akan lebih mudah menyerap ke dalam kulit
dan lebih ringan dari minyak. Hasil akhir dari penggunaan
foundation ini, riasan akan tampak lebih natural. Gunakan
spons untuk mengaplikasikan liquid foundation, kemudian
kenakan dengan cara ditekan untuk menutupi pori-pori dan
rongga kulit wajah.
2) Oil based foundation.
Alas bedak jenis ini cocok untuk wanita dewasa dan mereka
yag berkulit kering, karena foundation ini mengandung minyak
dan pelembab. Alas bedak ini dapat menutup kerutan sehingga
riasan lebih bagus dan rata. Apabila menggunakan Oil based
foundation, sebaiknya tidak menggunakan bedak lagi, karena
122

jenis foundation ini cenderung lebih berat. Sehingga Jika ingin


menggunakan bedak, sebaiknya aplikasikan secara tipis. Oil
based foundation dikemas dalam bentuk compact atau stick.
3) Oil free moisturizer Foundation
Kosmetika ini cocok untuk kulit berminyak dan jenis alas bedak
ini mampu menyerap kelebihan minyak pada kulit, sehingga
wajah tidak tampak mengkilap.
4) Concealer
Jenis foundation ini digunakan untuk menutupi bagian-bagian
kulit yang memerlukan penutupan khusus seperti noda,
bercak-bercak, bekas jerawat atau luka sehingga kulit wajah
akan tampak bersih dan rata. Selain itu juga dapat menutupi
lingkaran hitam di seputar mata.
5) Foundation krim pemutih.
Jenis alas bedak ini biasanya digunakan di bawah mata untuk
memberikan efek cerah di daerah tersebut dan mampu
menyamarkan kantung mata.

Cream Foundation

Liquid Foundation
Stick Foundation
Concealer cair dan stick (padat)

Gambar 4.6
Alas Bedak (Fondation)

b. Bedak ( powder )
Bedak adalah campuran homogen dari beberapa macam bahan
yang tidak larut dalam air. Bahan-bahan bedak dicampur rata dan
disaring beberapa kali, hasilnya akan berupa serbuk yang sangat
halus dan ditambah pewarna serta parfum sebelum dikemas.
123

Syarat bedak yang baik adalah bedak yang mampu menutupi


cacat-cacat kulit secara sempurna, melekat dengan baik pada
kulit, melicinkan kulit, memiliki daya serap yang tinggi dan mampu
memantulkan sinar ultraviolet. Sesuai dengan syarat-syarat
tersebut, biasanya bedak mengandung :
1) Zinhoxyda, zat yang memberi daya penutup.
2) Zink stearat, zat yang memiliki daya lekat.
3) Talcum vanetum, zat yang memberi daya pelicin.
4) Calcium Carbonat dan magnesium carbonat, zat yang mempunyai daya hisap.
5) Titanium dioxyda, zat yang memiliki daya penutup yang kuat.
6) Zat warna dan wangi-wangian.
Bedak mempunyai daya yang menyatu dengan alas bedak dan
memberi kesan kulit menjadi lembut. Ada dua macam jenis bedak
yaitu bedak yang berbentuk serbuk (face powder, loose powder)
dan bedak padat (compact powder/cream puff).
Bedak serbuk (tabur) cocok untuk segala jenis kulit.
Pemilihan warna bedak tabur biasanya disesuaikan dengan warna
kulit. Gunakan warna pink untuk menyegarkan wajah.
Compact powder adalah loose powder yang dipres menjadi
bentuk cake yakni sejenis bedak padat yang pemakaiannya
paling praktis dan bedak padat ini ada yang berjenis transculent,
dan two in one.
Bedak transculent yang bersifat transparan cocok untuk
semua jenis kulit terutama kulit kering dan normal, kulit sensitif
sebaiknya menggunakan bedak wewangian, dan kulit berminyak
sebaiknya menggunakan bedak yang dapat menyerap minyak
yang berlebihan di kulit wajah. Bedak two in one (two way cake)
terdiri atas alas bedak dan bedak padat yang digabungkan, ini
sangat bagus karena dapat menghasilkan efek halus dan rata.
Bedak mempunyai fungsi antara lain untuk menghilangkan
minyak mengkilat yang berasal dari alas bedak, melindungi kulit
muka dari sinar matahari, membuat makeup tahan lama dan
melengkapi tata rias agar menjadi sempurna. Pilihlah warna bedak
yang sama atau sedikit lebih terang dari warna foundation.
Bedak sebaiknya digunakan setelah kulit wajah dilapisi alas
bedak, cream rouge dan shadow (bayangan) yang dikenakan di
hidung atau bagian wajah yang lain. Pemakaian bedak harus rata
agar didapat hasil yang natural. Pakailah spons dengan cara
124

ditepuk-tepukkan pada seluruh wajah, leher dan tengkuk,


kemudian diratakan kembali dengan menggunakan kuas bedak
yakni kuas besar yang bulu-bulunya sangat halus. Bedak
transparan membuat make-up lebih kelihatan asli.
Bedak yang bercampur dengan serbuk berwarna mutiara
atau keemasan hanya cocok untuk make up malam hari
(memberikan kesan gemerlapan). Bedak padat akan lebih tahan
lama dibandingkan dengan bedak serbuk.
Bedak tabur (Loose Powder )

Bedak Padat (Compact


P d )

Gambar 4.7
Bedak Wajah (Face Powder)

c. Perona Pipi (blus - on atau rouge)


Perona pipi (rouge) digunakan dengan tujuan untuk mengoreksi
wajah, sehingga wajah tampak lebih cantik, lebih segar dan
berdimensi. Perona pipi tersedia dalam bentuk loose, compact
powder, fat-based make-up, emulsi cair atau krim, cairan jernih
dan gel. Losse atau perona pipi serbuk adalah bentuk perona pipi
yang paling sederhana, berisi pigmen dan lakes yang digunakan
setelah menggunakan bedak dengan cara dibaurkan pada tulang
pipi yang menonjol dengan menggunakan kuas perona pipi.
Perona pipi compact powder lebih populer dan dapat
melekat dengan baik di pipi serta tidak beterbangan ketika dipakai.
Penggunaan pemerah pipi compact powder sama dengan
pemakaian perona pipi serbuk.
Krim rouge dapat membentuk lapisan tipis yang rata di
permukaan kulit sehingga tampak lebih alami. Krim rouge bersifat
menolak air sehingga dapat terhindar dari resiko luntur bila terkena
125

air. Perona pipi berbentuk cair dan cream digunakan setelah


penggunaan alas bedak (foundation) yang masih belum kering di
kulit pipi dan sebelum bedak dengan cara dioleskan pada tulang
pipi yang menonjol menggunakan spongse. Rouge cair atau krim
emulsi sangat baik digunakan untuk memperoleh hasil yang
sangat cantik dan alami.
Pemilihan warna perona pipi sebaiknya disesuaikan dengan
warna lipstick dan nail polish (cat kuku), sehingga penampilan
keseluruhan akan lebih harmonis. Perona pipi tersedia dalam
berbagai pilihan warna, yaitu merah, jingga, pink dan juga
kecoklatan.
Aplikasikan blus - on warna coklat muda dan orange jika
ingin memberi kesan natural. Aplikasikan blush on warna pink
hingga ke puncak hidung jika ingin menampilkan kesan romantis,
dan aplikasikan warna coklat tua pada bagian pipi untuk memberi
kesan maskulin
Blush-On Krim

Blush-On Padat

Gambar 4.8
Perona Pipi (Blush-On / Rouge)

d. Eye shadow
Penggunaan eye shadow dapat menampilkan nuansa keindahan
pada mata, sehingga tampak lebih bersinar. Tujuan penggunaan
eye shadow adalah untuk mengaksentuasikan mata dan membuat
putih biji mata sehingga mata tampak cemerlang. Eye shadow
digunakan di dekat mata dan di kelopak mata bagian atas. Eye
shadow termasuk ekstrem di antara jenis kosmetik dekoratif lain,
kandungan bahan dasarnya harus aman dan cara pemakaiannya
harus hati-hati karena digunakan di dekat mata yang kulitnya
sangat peka.
126

Eye shadow dapat ditemui dalam berbagai bentuk, yaitu


dalam bentuk cair, cream, powder atau cake. Warna eye shadow
mencakup semua warna dan untuk malam hari dibuat warna
keemasan atau warna perak yang penggunaannya disesuaikan
dengan warna mata atau warna busana yang dipakai. Eye shadow
dioleskan pada kelopak mata agar mata terlihat bersinar. Cara
penggunaan eye shadow samar-samar saja. Warna lembut untuk
siang hari dan warna emas atau perak untuk malam hari. Di atas
bayangan mata atau di bawah alis berilah warna yang lebih terang
(high light) agar mata tampak lebih cemerlang dan lebih rapi.

Eye Shadow krim

Eye Shadow padat

Eye Shadow cair

Eye Shadow Jelly


plus Glitter

Gambar 4.9
Perona Mata (Eye Shadow)

e. Eye liner (Sipat mata)


Penggunaan eye liner dapat mempertegas bentuk mata dan
membuat mata tampak lebih besar. Jenis eye liner ada yang
berbentuk cair, cream atau dalam bentuk pensil, kosmetik ini
digunakan pada sekeliling mata dan dibuat lebih besar agar mata
menjadi kelihatan lebih hidup. Warnanya ada yang mengkilap dan
ada pula yang doff. Mata yang diberi eye liner akan menjadi
kelihatan lebih n
i dah dan lebih ekspresif. Eye liner yang gelap
membuat mata terlihat lebih dalam, dan eye liners yang terang
akan mengangkat mata lebih cekung ke dalam. Eye liner
127

digoreskan sepanjang garis mata dimana bulu-bulu mata


tumbuh.Tariklah dari kelopak mata sebelah atas dengan kencang
dan halus sampai ke ujung mata. Ujung dari eye liner harus
runcing benar.
Gunakan eye liner cair agar riasan mata lebih tahan lama
dan bersih. Sebelum menggunakan eye liner, tentukan terlebih
dahulu karakter tata rias yang akan dibuat. Untuk tata rias romantis
hindari penggunaan eye liner di bawah mata. Untuk memberi
kesan glamour, ekspresif dan dramatis, eye liner dapat dikenakan
di bawah mata dan penuh. Jika memiliki bentuk mata yang bulat,
hindari pemakaian eye liner penuh, tapi kenakan di tengah.

Gambar 4.10
Sipat Mata (Eye Liner)

f. Pensil alis (Eye brow pencil)


Bentuk dan ketebalan alis mempengaruhi kesan total wajah.
Bentuk dan ketebalan alis dapat diperoleh dengan pencabutan
sebagian atau seluruh alis mata dan menggantinya dengan lukisan
alis mata menggunakan pensil alis (eye brow pencil). Pensil alis
berfungsi untuk membentuk alis agar tampak serasi dengan
wajah. Kosmetik jenis ini selain berbentuk pensil juga berbentuk
cake/padat yang biasa digunakan dengan sikat alis. Warna pinsil
alis ada 3 macam, yaitu cokelat, hitam dan abu-abu, karena
fungsinya selain membentuk alis, juga untuk memperbaiki garis
mata yang asli, misalnya membuat bentuk mata lebih lebar, lebih
lonjong dan sebagainya.
Untuk membentuk alis, gunakan warna yang lebih muda,
karena warna alis tidak boleh lebih kuat dari warna mata. Pensil
alis digunakan dengan cara dipegang tegak miring kemudian
bentuk alis digambar mulai dari pangkal sampai ke ujung alis
dengan bentuk yang biasanya mengecil ke ujung. Setelah alis
dibentuk, bubuhkan eye shadow, kemudian sapukan dengan sikat
alis warna coklat, agar membentuk garis yang natural.
128

Gambar 4.11
Pensil Alis (Eyebrow Pencil)

g. Cat bulu mata ( mascara )


Maskara berguna untuk menebalkan, melentikkan dan membuat
bulu mata kelihatan lebih panjang. Jenis mascara terdiri atas :
1) Maskara cair
Maskara cair merupakan bentuk mascara yang banyak
dipakai karena mudah disapukan dan mudah dihapus, tetapi
kelemahannya mudah luntur. Pemakai lensa kontak sebaiknya
menghindari maskara jenis ini karena maskara dapat
mengotori lensa kontak. Maskara cair dikemas dalam kemasan
botol kecil dengan penutup yang dilengkapi sikat untuk
menyapukan maskara pada bulu mata.
2) Maskara water proof
Bentuk maskara water proof menyerupai maskara cair, tetapi
terbuat dari bahan anti luntur, sehingga aman digunakan bagi
mereka pemakai lensa kontak atau mereka yang senang
melaku-kan aktivitas yang menguras keringat. Kelemahannya
yaitu karena maskara ini tidah mudah luntur maka maskara ini
sulit untuk dihapus dan dibersihkan. Untuk mengangkatnya
diperlukan pembersih khusus mata yang mengandung minyak
seperti minyak bulus atau minyak zaitun. Kemasan maskara
water prof sama seperti kemasan maskara cair biasa.
3) Maskara dengan conditioner
Maskara yang mengandung conditioner sangat baik digunakan
pada bulu mata yang mudah rontok dan terputus. Kandungan
conditioner-nya dapat memberi nutrisi yang menguatkan bulu
mata. Biasanya maskara jenis ini tidak berwarna (bening),
karena hanya berisi bahan perawatan dan bukan untuk riasan
dekoratif.
129

4) Maskara bulu
Jenis maskara ini cukup unik, karena berupa maskara cair
yang berisi bulu. Jika disapukan pada bulu mata, maskara ini
dapat memberi kesan bulu mata tampak tebal dan panjang.
Maskara ini cocok bagi mereka yang memiliki bulu mata tipis
dan jarang.
5) Maskara padat atau cake
Maskara jenis ini berbentuk cake hingga sepintas menyerupai
perona mata. Maskara ini jika akan digunakan harus dicampur
dengan air dan dibubuhkan dengan kuas khusus. Maskara ini
dapat memberikan kesan bulu mata tampak alamiah.
Cara penggunaan maskara : buka mata, mulai dari kelopak
mata bagian atas, sikatlah ujung bulu mata bagian atas kemudian
pangkalnya, diteruskan ujung bulu mata bagian bawahnya serta
pangkalnya. Selanjutnya lakukan untuk bulu mata kelopak mata
bagian bawah dengan cara yang sama. Dalam pemakaian
maskara, perhatikan jangan sampai maskara mengenai kelopak
mata, dan mata tidak perlu benar-benar dipejamkan. Posisi terbaik
kelopak mata saat diberi maskara adalah seperti melihat obyek
yang berada di bagian bawah, tanpa menundukkan kepala.
Tunggu sampai maskara benar-benar kering + 30 detik barulah
mata dapat dibuka atau dikedipkan.

Gambar 4.12
Cat Bulu Mata (Mascara)

h. Pewarna Bibir atau Lipstick


Pewarna bibir berfungsi untuk memberi warna pada bibir, sehingga
bibir tampak lebih segar. Koreksi bentuk bibir dapat dilakukan
dengan menggunakan lipliner, liplife, lipstick/lipcolor, dan lipgloss.
Lipliner berfungsi untuk membentuk garis luar bibir, liplife berfungsi
130

untuk membuat lipstick tahan lama, lipstick atau lipcolor berfungsi


untuk memberi warna pada bibir, sedangkan lipgloss berfungsi
untuk memberi efek kilau yang glamour dan segar sehingga bibir
kelihatan basah terus.
Lipstik merupakan jenis kosmetik yang paling banyak
digunakan. Lipstik adalah make-up bibir yang anatomis dan
fisiologisnya agak berbeda dari kulit bagian badan lainnya,
misalnya stratum corneum bibir sangat tipis dan dermisnya tidak
mengandung kelenjar keringat maupun kelenjar minyak, sehingga
bibir mudah kering dan pecah-pecah terutama jika cuaca dingin
dan kering. Lipstik yang baik hendaknya : dapat melapisi bibir dan
melekat dengan baik tetapi tidak lengket, tahan di bibir selama
mungkin, tidak menimbulkan iritasi atau alergi kulit bibir, dapat
melembabkan kulit bibir, memberikan warna yang merata pada
bibir serta dengan warna yang menarik.
Jenis lipstik ada yang dikemas dalam tabung berbentuk
padat, ada juga yang berbentuk cream dan tersedia dalam
berbagai warna. Jenis lipstik terdiri atas :
1) Satin
Lipstik dengan tekstur sangat lembut, dan dikemas dalam
bentuk stik atau liquid (cairan) Lipstik ini dapat menutupi bibir
dengan sempurna serta memberi efek kilap tetapi tidak
berminyak.
2) Semi-gloss
Lipstik yang tidak begitu mengkilap, berminyak dan dikemas
dalam bentuk stik atau krim padat.
3) Matte
Sejenis lipstik yang tahan lama, tidak mengkilat, mengandung
pelembab, dan dapat memberi kesan halus pada bibir. Lipstik
ini dikemas dalam bentuk stik.
4) Laqcuer
Lipstik yang berbahan dasar gel, bening, dan dikemas dalam
kemasan botol. Lipstik ini dapat memberi kesan halus dan
lembut (sheer).
5) Treatment
Lipstik yang terdiri atas campuran antara pewarna bibir dan
vitamin, dikemas dalam bentuk stik, bertekstur lembut,
mengandung pelembab, dan memberi efek kilau. Lipstik
sebaiknya dipakai dengan menggunakan kuas sehingga
131

hasilnya lebih rata. Untuk membuat bibir seperti yang


dikehendaki, gunakan lipliners yaitu semacam lipstik yang
berbentuk pinsil. Warna dan macam lipstik sangat beragam.
Penggunaan warna lipstik diserasikan dengan warna rouge,
cat kuku dan warna busana. Bibir tebal sebaiknya tidak
memakai warna lipstik terlalu merah karena bibir akan tampak
lebih menonjol.

Gambar 4.13
Perona Bibir (Lipstick)

i.

Pensil Bibir atau Lip Liners


Penggunaan pensil bibir pada riasan wajah adalah untuk memperjelas bentuk bibir baik untuk riasan koreksi, maupun untuk
memberi bentuk yang tegas pada bibir. Bentuk pensil bibir hampir
sama dengan pensil alis, namun memiliki variasi warnanya yang
lebih beragam.

Gambar 4.14
Pensil Bibir (Lip liner)

132

j.

Pelembab Bibir atau Lipbalm


Sebelum memakai lipstik, sebaiknya bibir diolesi dengan lipbalm
yang berfungsi untuk melembabkan dan membantu mencegah bibir
pecah-pecah serta terkelupas. Lipbalm diperlukan agar lipstik
tampak lebih menyatu.

Gambar 4.15
Pelembab Bibir (Lip Balm)

k. Lipgloss
Efek glossy atau kesan mengkilat pada bibir, dapat diperoleh
dengan menggunakan lipgloss atau lip sheener sehingga bibir
terlihat halus, lembut dan mengkilat. Lipgloss dipakai setelah
menggunakan lipstik.

Gambar 4.16
Lipgloss

133

5. Kosmetika Perawatan
Kosmetika perawatan yang menjadi bahasan dalam buku ini meliputi
perawatan sehari-hari hingga perawatan secara periodik seminggu
atau sebulan sekali. Jenis - jenis kosmetika perawatan tersebut
meliputi :
a. Kosmetika Perawatan Wajah
Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya bahwa kosmetika
perawatan wajah meliputi perawatan sehari-hari, berkala dan
perawatan khusus.
1) Perawatan Wajah Sehari-hari
Setiap hari perlu dilakukan perawatan yang berkaitan dengan
pembersihan, penyegaran dan nutrisi pada kulit wajah.
Pertama, kosmetika pembersih dan penyegar digunakan
setiap hari pada pagi sebelum merias wajah agar kosmetika
rias dapat efektif menempel pada kulit dan diperoleh hasil
riasan yang bagus. Kemudian gunakan juga setiap malam hari
agar kulit wajah tetap bersih dan terbebas dari kosmetika
dan kotoran.
Kedua, kosmetika perawatan. Setiap pagi sebelum
merias wajah, gunakan cream pelindung anti matahari, dan
pada malam hari setelah pembersihan dan penyegaran
gunakan cream atau lotion untuk malam hari.

Krim pagi
Tabir Surya
Penyegar

Pembersih

Krim Malam

Gambar 4.17
Perawatan Wajah Sehari - Hari
(Pembersih, penyegar, cream pagi/tabir surya, dan cream malam)

134

2) Perawatan Wajah Berkala


Perawatan berkala dapat dilakukan seminggu sekali atau dua
minggu sekali atau bahkan sebulan sekali sesuai kebutuhan
dan kesempatan. Perawatan ini bertujuan menjaga kesehatan,
kebersihan dan yang paling utama adalah menjaga kondisi
kulit wajah sehingga awet muda.
Kosmetika perawatan berkala meliputi:

Pembersihan dan penyegaran.


Kosmetika pembersihan mendalam (deep cleansing).
Peeling (berbentuk cream, scrub, pasta).
Massage (berbentuk cream, minyak).
Masker (berbentuk cream, bubuk, pasta, gel).
Berbagai vitamin kulit (serum, cream).

Gambar 4.18
Perawatan Wajah Berkala
(Kosmetika Pembersih, Penyegar, Masker, Peeling Scrub, Massage Oil/Cream)

3) Perawatan Wajah Khusus


Perawatan wajah khusus adalah perawatan yang dilakukan
dalam satu tujuan tertentu terkait dengan kondisi kulit dan
kebutuhan. Perawatan wajah khusus ini harus dilakukan oleh
ahli kecantikan agar terhindar dari kesalahan prosedur
pemakaian kosmetika yang berakibat fatal bagi kulit wajah.
135

Pertama, Perawatan kulit tidak berproblem yakni


perawatan kulit wajah yang dipersiapkan untuk suatu acara
istimewa misalnya bagi calon pengantin atau acara yang
dipandang penting dan khusus lainnya. Kosmetika pada
perawatan khusus yang tidak berproblem ini sifatnya adalah
menjaga kestabilan kulit, mencerahkan, memudakan/
peremajaan dan bila diperlukan memutihkan. Jenis kosmetika
yang digunakan pada perawatan wajah khusus yang tanpa
problem ini sama seperti kosmetika berkala ditambah
beberapa kosmetika sesuai tujuan perawatan yakni kosmetika
bleaching, peremajaan (anti aging) dan vitamin.
Kedua, Perawatan kulit wajah yang berproblem, yaitu
perawatan kulit wajah yang berproblem dituntut untuk dilakukan
karena problem pada kulit wajah terkait kondisi permasalahan
pada kulit wajah dapat dilakukan seminggu sekali atau dua
minggu sekali atau bahkan sebulan sekali sesuai kebutuhan
dan saran dari ahli kecantikan yang dikunjungi.
Berbagai kosmetika untuk perawatan wajah khusus
tersebut meliputi : Pembersihan dan penyegaran, kosmetika
pembersihan mendalam (deep cleansing), peeling (berbentuk
cream, scrub, pasta), massage (berbentuk cream, minyak),
masker (berbentuk cream, bubuk, pasta, gel), berbagai vitamin
kulit (serum, cream), bleaching (pemutih), anti aging
(peremajaan), vitamin, anti acne (lotion, cream)

Gambar 4.19
(Pembersih, Penyegar, Peeling, Vitamin, Bleaching, Anti Aging,
Colagen Serum Anti Acne)

136

b. Kosmetika Perawatan Tangan dan Kaki


Seperti halnya pada perawatan kulit wajah, maka pada perawatan
tangan dan kaki juga diperlukan perawatan sehari-hari, berkala
dan perawatan khusus.
1) Perawatan Tangan dan Kaki Sehari-Hari
Setiap hari tangan dan kaki dilakukan pembersihan dengan
frekuensi tidak terbatas sesuai kebutuhan. Kosmetika
pembersihan yang digunakan untuk perawatan tangan dan
kaki sehari-hari : sabun cuci tangan, lotion hand wash

Gambar 4.20
Perawatan Tangan dan Kaki Sehari-Hari
(Sabun Cuci Tangan, Krim Tangan, Losion Tangan/Kaki)

2) Perawatan Tangan dan Kaki Berkala


Perawatan berkala dapat dilakukan seminggu sekali atau dua
minggu sekali atau bahkan sebulan sekali sesuai kebutuhan
dan kesempatan. Perawatan ini bertujuan menjaga kesehatan,
kebersihan dan performa tangan kaki. Perawatan ini dapat
dilakukan di rumah secara mandiri atau ke jasa salon oleh
seorang ahli manicuris. Kosmetika yang dipergunakan antara
lain : sabun cuci tangan, cairan antiseptic, cream pelembut
kutikula (cuticle remover), massage cream/oil

137

Gambar 4.21
Perawatan Tangan dan Kaki Berkala
(Sabun Cuci Tangan, Cairan Anti Septik, Massage Krim dan Cuticle
Remover)

3) Perawatan Tangan dan Kaki Khusus


Kosmetika perawatan tangan dan kaki khusus diperlukan untuk
mengatasi kelelahan pada kaki dan perawatan untuk performa
atau peningkatan kualitas keindahan tangan dan kaki.
Kosmetika yang dipergunakan antara lain : sabun cuci tangan,
cairan antiseptic, cream pelembut kutikula (cuticle remover),
massage cream/oil, hydrogen peroxide dengan kadar 2 %,
borax

Gambar 4.22
Kosmetika perawatan tangan dan kaki Khusus
(Sabun Cuci Tangan, Cairan Antiseptik, Cuticle Remover Hidrogen
Peroksida dan Borax)

138

c. Kosmetika Perawatan Badan


Seperti halnya pada perawatan kulit wajah, maka pada perawatan
badan juga diperlukan perawatan sehati-hari, berkala dan
perawatan khusus.
1) Perawatan Badan Sehari-Hari
Setiap hari badan dilakukan pembersihan dengan frekwensi
tidak terbatas sesuai kebutuhan. Kosmetika pembersihan dan
perawatan badan sehari-hari : body shampoo/sabun, body
lotion, body talk, serta anti bau badan (lotion, spray talk dan
lain-lain).

Gambar 4.23
Kosmetika perawatan Badan Sehari Hari
(Sabun, Body Shampoo, Body Talk, Body Wash)

2) Perawatan Badan Berkala


Perawatan berkala dapat dilakukan seminggu sekali atau dua
minggu sekali atau bahkan sebulan sekali sesuai kebutuhan
dan kesempatan. Perawatan ini bertujuan menjaga kesehatan,
kebersihan dan performa badan. Perawatan ini dapat dilakukan
di rumah secara mandiri atau ke jasa salon oleh seorang ahli
body theraphy. Kosmetika yang dipergunakan antara lain :
body shampoo/sabun, body lotion, body talk, scrub/lulur/ boreh,
massage cream/oil.
139

3) Perawatan Badan Khusus


Kosmetika perawatan badan khusus diperlukan untuk
mengatasi kelelahan pada seluruh badan dan untuk performa
atau peningkatan kualitas. Kosmetika yang dipergunakan
antara lain : body shampoo/sabun, body lotion, body talk,
scrub/lulur/boreh, massage cream/oil, body steam cosmetics,
aroma theraphy.

Gambar 4.24
Kosmetika perawatan badan
(Sabun/Body Shampoo, Body Lotion, Body Talk,
Scrub/Lulur/Boreh/Massage Oil, Body Steam Cosmetic,
Aroma Theraphy)

d. Kosmetika Perawatan Payudara


Payudara adalah bagian yang dalam yang harus diperhatikan dan
dirawat. Dari segi kesehatan banyak wanita yang tidak menyadari
memiliki kelainan dan terlambat menanganinya.
1) Perawatan Payudara Sehari-Hari
Setiap hari pada saat mandi dilakukan pembersihan.
Kosmetika pembersihan payudara sehari-hari adalah : body
shampoo/sabun, body lotion, body talk, serta anti bau badan.
140

2) Perawatan Payudara Berkala


Perawatan berkala dapat dilakukan seminggu sekali atau dua
minggu sekali atau bahkan sebulan sekali sesuai kebutuhan
dan kesempatan. Perawatan ini bertujuan menjaga kesehatan
untuk deteksi kelainan secara dini, menjaga kebersihan dan
bentuk payudara. Perawatan ini dapat dilakukan di rumah
secara mandiri atau ke jasa salon oleh seorang ahli body
theraphy. Kosmetika yang dipergunakan antara lain : body
shampoo/sabun, buste lotion, body talk, scrub/lulur/boreh,
massage cream/oil, buste mask, minyak zaitun.
3) Perawatan Payudara Khusus
Kosmetika perawatan payudara khusus diperlukan untuk
mengatasi kelelahan pada seluruh badan dan untuk performa
atau peningkatan kualitas. Kosmetika yang dipergunakan
antara lain : body shampoo/sabun, buste lotion, body talk,
scrub/lulur/boreh, massage cream/oil, buste mask, minyak
zaitun, aroma theraphy.

Gambar 4.25
Kosmetika Perawatan Payudara
(Sabun/Body Shampoo, Buste Lotion, Body Talc, Scrub/Lulur, Massage cream/Oil,
Buste Mask, Minyak Zaitun, Aroma Theraphy)

6. Kosmetika Tradisional
Perawatan kecantikan dapat dilakukan dengan menggunakan
kosmetika tradisional. Pada hakekatnya perawatan secara tradisional
merupakan salah satu manifestasi kebudayaan kita, dan sebagai seni
perawatan diri yang turun-temurun.
141

Berikut akan diuraikan pengetahuan tentang tumbuh-tumbuhan


yang banyak digunakan dalam perawatan kecantikan secara
tradisional.
a. Kunyit (curcuma domesticaerhizoma)
Kunyit mengandung minyak atsiri, sikloiserin, mirsen, metal
farbinol, d.kamper, dan curcumin. Kandungan antioksidan yang
terdapat di dalam warna kuning dari kunyit menjadi kunci untuk
kesehatan dan kecantikan. Sebagai bahan kosmetik, kunyit telah
dikenal luas secara turun temurun dan digunakan oleh puteri-puteri
keraton untuk merawat kecantikannya. Kunyit yang mengandung
curcumin dan zat antioksidan sangat efektif untuk menjaga
kecantikan, menghaluskan kulit, mengurangi bau badan, menjaga
tubuh tetap ramping dan memperlancar haid. Kunyit dapat juga
digunakan sebagai masker dan lulur, menjadikan tubuh dan wajah
terlihat lebih cerah, tetapi gunakan kunyit yang muda agar warna
kuningnya tidak terlalu pekat. Penggunaan kunyit untuk masker
yaitu kunyit diparut, kemudian dijemur lalu campurkan dengan
tepung beras, sari jeruk atau alpokat, aplikasikan pada wajah
maka kulit wajah akan mulus dan halus. Fungsi lain kunyit adalah
untuk mengobati eksim dan kudis, bahkan bila sudah diolah
menjadi salep bisa digunakan untuk mengobati borok.

Gambar 4.26
Kunyit (curcuma domesticaerhizoma)

b. Lidah buaya (aloe vera)


Lidah buaya mengandung sekitar 72 zat yang dibutuhkan tubuh, di
antaranya asam amino, karbohidrat, lemak, air, vitamin, mineral,
enzim, hormon, dan zat golongan obat seperti lignin, saponin,
142

senyawa antrakuinon, senyawa kuinon, dan senyawa gula. Dalam


hal pengobatan, lidah buaya mampu menghilangkan bekas luka
bakar pada kulit, ini karena kandungan
saponin yang berfungsi sebagai pembersih dan antiseptik. Dalam hal kecantikan kulit, lidah buaya bersifat merangsang pertumbuhan sel baru pada
kulit. Lendir lidah buaya mengandung
zat lignin yang mampu menembus dan
meresap ke dalam kulit. Lendir ini
akan menahan hilangnya cairan tubuh
dari permukaan kulit. Hasilnya kulit
tidak cepat kering dan tetap lembab
sehingga terlihat awet muda. Untuk
menghaluskan kulit, lidah buaya
Gambar 4.27
digunakan sebagai campuran adonan
Lidah
Buaya (Aloe Vera)
masker.
c. Bunga kenanga
Kenanga mengandung minyak kenanga yang memberi wangi
pada tubuh. Minyak kenanga merupakan minyak esensial untuk
keperluan kosmetik yang dapat membantu mengurangi garis
ketuaan, merangsang sel baru, mengatasi kulit kasar karena
terlalu banyak kosmetik, dan mengatasi kulit berminyak. Minyak
sumber vitamin E yang mampu memberikan perlindungan dari
radiasi sinar ultra violet sebagai salah satu penyebab penuaan
kulit. Untuk keperluan perawatan kulit wajah, tumbuk halus 5
kuntum bunga kenanga, 5 ruas jari rimpang temu giring dan satu
buah kulit jeruk purut. Saring kemudian peras. Airnya oleskan pada
wajah dan biarkan beberapa menit.

Gambar 4.28
Bunga Kenanga

143

d. Tomat
Tomat mengandung betha carotene dan likopen yang merupakan antioksidan dan pre-vitamin
A, yang memiliki khasiat untuk
menghaluskan kulit wajah dan
mengobati jerawat. Untuk keperluan perawatan wajah, tomat dicuci, potong menjadi 4 bagian
lalu oleskan pada wajah, biarkan
sampai kering kemudian bilas
dengan air hangat. Untuk perawatan sehari-hari, tomat yang
merah tua diperas dan airnya
oleskan pada wajah, wajah akan
terasa segar dan halus.

Gambar 4.29
Buah Tomat

e. Air Teh Basi


Air teh basi mengandung polyfenol yang merupakan zat antioksidan yang berfungsi untuk
mengurangi jerawat. Caranya,
diamkan air teh yang berasal dari
daun teh yang diseduh semalam
dipanci terbuka. Keesokan harinya, air teh sudah berasa sejuk
dan gunakan untuk mencuci
wajah selama beberapa menit,
kemudian wajah dicuci dengan
air hangat.

Gambar 4.30
Segelas Air Teh Basi

144

f. Seledri
Seledri berkhasiat untuk mengatasi kulit berminyak. Caranya,
ambil beberapa daun seledri dari
iris halus, masukkan ke dalam
mangkuk yang berisi air mendidih, biarkan selama 20 menit.
Simpan di lemari es agar zat yang
terkandung di dalamnya tidak
rusak. Pada malam hari, aplikasikan pada wajah menggunakan
kuas, dan terakhir bilas dengan
air hangat.
Gambar 4.31
Daun Seledri

g. Cengkih (eugenia caryophylata)


Kuncup bunga, tangkai dan
daun cengkih, mengandung
minyak atsiri eugenol, zat
penyamak dan lendir. Pada
umumnya cengkih berkhasiat
menghilangkan rasa mual dan
bau mulut. Daun cengkih dapat
dipakai sebagai param. Minyak
cengkih
dapat
digunakan
sebagai parfum.
Gambar 4.32
Cengkeh

h. Kemukus (piper cubeba linn)


Buah kemukus mengandung
minyak atsiri kubebin, asam
kubebat, terpen, zat pahit, lendir
dan mineral yang sangat berguna untuk menormalisir fungsi
selaput lendir saluran kemih.

Gambar 4.33
Kemukus

145

i. Kencur (kaemferia galanga linn)


Akar kencur mengandung sineol,
alkaloida, kamfer dan beberapa
zat lain. Kencur banyak dipakai
dalam jamu, karena berkhasiat
utuk meredakan pembengkakan
dan kekakuan otot, menghilangkan rasa kembung perut serta
untuk merangsang pembentukan
keringat.
Gambar 3.34
Kencur

j. Mawar (regula, rosa SPP)


Daun-daun bunga segar dari beberapa jenis keluarga rosa disuling,
hingga menghasilkan minyak mawar yang dalam dunia kosmetika
tradisional digunakan sebagai bahan untuk membuat penyegar
yaitu minyak mawar dicampur dengan air menjadi air mawar. Air
mawar juga berguna sebagai bahan untuk melarutkan bubuk
masker menjadi adonan masker yang siap digunakan.

Gambar 4.35
Regula, rossa SPP dan Produk kecantikan yang dihasilkannya

146

k. Jahe
Jahe mengandung antioksidan sebesar 21.571 mmol / 100 gr, yang
dapat berfungsi sebagai antioksidan bagi kulit bila dikonsumsi.
Selain dapat menghangatkan tubuh, jahe memiliki berbagai khasiat
yang sangat baik untuk kulit. Beberapa fungsi positif yang dapat
diperoleh dari jahe diataranya dapat menghilangkan kasar-kasar
pada kaki apabila dicampur dengan minyak nabati, kemudian
digosokkan pada bagian kaki yang kasar. Selain itu jahe juga dapat
dijadikan herbal healing bath yang dapat mengatasi kelelahan otot,
gejala flu, menenangkan, menghangatkan dan menyegarkan tubuh.
Manfaat lainnya, jahe dapat dijadikan ginger salt scrub, yang
berfungsi untuk menghaluskan kulit kering, membantu proses
pengeluaran racun dan membantu pelepasan sel-sel kulit mati.

Gambar 4.36
Jahe

l. Minyak Cendana
Minyak cendana mengandung minyak
sulingan kulit cendana. Minyak ini
berkhasiat
untuk
menghangatkan
badan, merangsang peredaran darah,
merawat kulit dan membuat badan
menjadi harum, lembut serta untuk
mencegah kulit kering. Minyak ini dapat
juga digunakan dalam pemijatan
badan, punggung, tangan dan kaki.

Gambar 4.37
Minyak Cendana

147

m. Sari ketimun
Dalam ketimun terdapat zat zaponin, protein, kalsium, garam
fosfat, vitamin B dan vitamin C. Sari ketimun digunakan sebagai
cairan pembersih, karena saponin yang terkandung di dalamnya
memiliki daya pembersih yang baik. Sari ketimun sangat baik
untuk kulit berminyak, kulit yang peka dan kulit yang terbakar
(mendinginkan). Sari ketimun dipakai sebagai bahan penyegar
(astringent). Sari ketimun berkhasiat juga untuk memupuk dan
memutihkan kulit.

Gambar 4.38
Buah Ketimun dan Produk kecantikan yang dihasilkannya

n. Minyak bergamot
Bergamot mengandung minyak atsiri, mudah menguap dan
didapat dari penyulingan kulit jeruk kuning, coklat, dan hijau serta
berbau harum. Minyak bergamot baik digunakan sebagai body
lotion.
o. Minyak kacang
Minyak kacang mengandung berbagai asam lemak yang dapat
digunakan sebagai bahan pelunak dalam pembuatan krim malam.
p. Minyak jarak (oleum ricini, castor oil)
Minyak jarak diperoleh dari penyulingan kulit buah jarak, tidak
berwarna dan digunakan sebagai bahan pembuatan lipstik, cat
kuku serta penghapus cat kuku

148

Minyak Jarak

Minyak Bergamot
Minyak Kacang

Gambar 4.39
Berbagai minyak bahan pembuatan kosmetik tradisional

149

Latihan Penguasaan Konsep


Petunjuk : pilihan jawaban yang paling benar dengan ketentuan sbb :
A. jika alternatif jawaban a, b dan c benar
B. jika alternatif jawaban a dan c benar
C. jika alternatif jawaban b dan d benar
D. jika hanya alternatif d yang benar
E. jika semua alternatif jawaban benar
1. Kosmetik pembersih yang berbahan dasar minyak emulsinya adalah.......
a. W=O
b. O/W
c. O:W
d. W/O
2. Kosmetik berfungsi memperindah wajah. Jenis kosmetik yang berfungsi
menormalisir kadar air dalam kulit serta melindungi kulit terhadap bahan
kosmetik lain adalah :
a. Moisturizer
b. Alas bedak
c. Base foundation
d. Powder
3. Dalam membeli kosmetika sebaiknya memilih yang.
a. Sesuai kemampuan
b. Kualitasnya bagus
c. Keinginan pelanggan
d. Sesuai jenis kulit
4. Mata adalah jendela hati, karena melalui mata dapat tercermin suasana
hati kita. Kosmetik yang dapat digunakan untuk tata rias korektif mata
adalah :
a. Eye pencil
b. Eye shadow
c. Eye brow pencil
d. Maskara
5. Campuran masker untuk perawatan wajah tingkat dasar adalah..
a. Air mawar
b. Astringent
c. Sari buah-buahan
d. Face tonic

150

6. Kosmetik pada perawatan tangan dan kaki yang berungsi untuk


menghilangkan noda pada kuku dan untuk memutihkan kuku adalah :
a. Nail polish removers
b. Nail cleanser
c. Nail polish solvent
d. Nail bleaches
7. Lotion astringent dipergunakan untuk :
a. Peringkas pori-pori
b. Pelebar pori-pori
c. Penutup pori-pori
d. Pelembab pori-pori
8. Bentuk foundation antara lain di bawah ini, kecuali :
a. Cair
b. Padat
c. Bubuk
d. Cream
9. Fungsi lipstik selain untuk memberi warna pada bibir, juga untuk :
a. Membuat bibir terlihat lebih seksi
b. Membuat bibir lebih sempit dan mungil
c. Membentuk dan mengoreksi bentuk bibir yang kurang sempurna
d. Membuat bibir terlihat lebih tebal
10. Jenis kosmetik yang digunakan dalam perawatan bibir adalah :
a. Lipbalm
b. Lipcare
c. Lipmoisture
d. Lipgloss
11. Kosmetik pembersih berbahan dasar minyak lebih efektif dalam
membersihkan kotoran yang larut dalam minyak dan tidak larut dalam air,
seperti make-up. Tipe kosmetik jenis ini yaitu :
a. Emulsi W/O
b. Emulsi O/W
c. Emulsi ganda
d. Solid cleanser
12. Penambahan alkohol pada kosmetik pembersih berbahan dasar air,
memberikan beberapa keuntungan, yaitu :
a. Dapat mengurangi minyak pada kulit
b. Dapat menimbulkan rasa segar
c. Kulit menjadi lebih mudah basah
d. Bersifat desinfektan
151

13. Biokosmetika, selain berasal dari sumber hewani dan sumber nabati, juga
dapat berasal dari sumber maritim yang mencakup :
a. Liposome
b. Plankton
c. Ceramides
d. Ganggang laut
14. Kosmetika untuk mempertahankan kondisi kulit salah satunya krim
pelembab siang atau malam. Krim pelembab umumnya mengandung :
a. Parafin cair
b. Asam stearat
c. Lanolin
d. Aqua destilata
15. Biokosmetika adalah kosmetika yang mengandung zat-zat biologis aktif.
Zat-zat yang berasal dari sumber hewani dapat berupa :
a. Sari placenta
b. Sari embrio
c. Air ketuban lembu
d. Kalogen
16. Lotion yang digunakan untuk mengecilkan pori-pori kulit berminyak dan
berfungsi sebagai desinfektan adalah :
a. Face lotion
b. Face tonic
c. Bleaching lotion
d. Astringent lotion
17. Kosmetik pemupuk digunakan untuk perawatan wajah pada kulit :
a. Berminyak
b. Berjerawat
c. Kering
d. Normal
18. Pelembab sangat diperlukan untuk dasar rias wajah, kecuali pada kulit :
a. Normal
b. Dehidrasi
c. Kering dan Keriput
d. Berminyak

152

19. Suatu emulsi yang memberikan rasa dingin dan dpakai sebagai krim
pembersih adalah
a. Cleansing cream
b. Cold cream
c. Finishing cream
d. Cleansing milk
20. Pelembab atau moisturizer tidak berfungsi untuk :
a. Memutihkan kulit
b. Melembabkan kulit
c. Mempertahankan kadar air dalam kulit
d. Melembutkan kulit

153

BAB

Alat Alat Kecantikan


dan Kegunaannya

A. Kategori Alat Alat Kecantikan


Pada Bab ini akan dibahas berbagai jenis peralatan kecantikan meliputi
alat-alat : perawatan wajah, perawatan tangan dan kaki, perawatan
badan, perawatan payudara dan merias wajah. Jenis alat kecantikan
dikategorikan pada perangkat kerja secara teknis (tools kit) dan perabot
untuk penunjang perawatan kecantikan.
Berikut adalah uraian tentang alat-alat kecantikan dan kegunaan
nya sesuai ruang lingkup materi :

B. Alat Alat Teknis (Tool Kit)


1. Alat Alat Teknis Perawatan Kulit Wajah
Alat-alat teknis secara spesifik dikelompokkan berdasarkan sumber
energy yang dipergunakan ; yakni alat listrik dan alat manual atau non
listrik.
a. Alat Non Listrik Perawatan Kulit Wajah
Alat jenis ini adalah alat yang dipergunakan untuk perawatan
kulit wajah secara manual tanpa menggunakan energi listrik,
antara lain : sendok una, pinset, kuas masker, spons dan waslap.
b. Alat Listrik Perawatan Kulit Wajah
1) Mobile Skin Treatment
Mobile skin treatment adalah alat elektrik yang digunakan
untuk perawatan kecantikan yang didesain multi fungsi, yakni
terdiri dari beberapa alat perawatan dalam satu unit alat.
Berbagai produsen alat kecantikan telah memodifikasi dengan
perkembangan teknologi serta perkembangan terkini dari
metode perawatan kecantikan sehingga dalam satu unit terdiri
dari : Vaporiser, high frequency, ultrasonic, vibrator, vacuum
suction, galvanic, frimator dan lainnya sesuai inovasi dari
produsen alat.
154

Kelebihan dari penggunaan alat ini adalah efektif dalam


pemanfaatan area dan proses kinerja. Kelemahan nya apabila
terjadi gangguan pada salah satu item, satu unit alat tersebut
harus ditarik seluruhnya untuk proses perbaikan.
Berikut adalah contoh dari Mobile skin treatment

Gambar 5.1
Alat New Magic Beauty :
Cara Penggunaan dan Efek yang Dihasilkannya

Gambar 5.2
Gambar 5.2
Cryoelectrophoresis Polarity
dan Hasil Perawatannya
(Sumber : Majalah Tata Rias Edisi Mei 2007)

155

2) Frimator
Alat kecantikan ini menggunakan energi listrik atau batere
yang menimbulkan gerakan mekanik berupa rotasi ringan
pada kulit wajah. Alat ini berguna untuk pembersihan
mendalam(deep cleansing). Alat ini ada yang berupa satu
unit sendiri ada pula yang tergabung dalam satu unit yang
berupa compact mobile skin treatment.

Gambar 5.3
Frimator
(Sumber : http://www.cosmotek.
dk/inventar/inventar.htm)

3) Galvanic
Galvanic adalah Jenis alat listrik kecantikan arus searah
yang berdaya guna ionisasi, dimanfaatkan untuk meresap
kan kosmetik pemupuk yang berbentuk ekstrak
(ionthoporesis), atau disincrustasi.

Gambar 5.4
Alat Galvanic dan Penggunaannya
(Sumber : http://www.stokesabode.com/)

156

4) High Frequency
Jenis alat listrik kecantikan dengan frekuensy tinggi yang
berdaya guna mengubah energi listrik menjadi energi
cahaya yang mengandung anti bakteri, dimanfaatkan untuk
mensterilkan jerawat.
5) Pulverisator
Jenis alat untuk mengaplikasi
kan kosmetik penyegar melalui
teknik penyemprotan, sehingga
penyegar dapat berubah menjadi partikel yang lebih halus,
tersebar keluar dan lebih mudah
masuk ke dalam pori-pori kulit.
Gambar 5.5
Pulverisator
(Sumber : http://infocompany.biz/de/products/ 520/glass_bottles/)

6) Radio Frequency Facelift


Radio Frequency Facelift adalah alat yang digunakan untuk
mengencangkan kulit dan menjadikan kulit tampak muda
kembali. Radio Frequency Facelift menggunakan teknik
mengencangkan kulit yang bersifat nonivasif (tanpa
memasukkan bahan-bahan ke dalam tubuh) sehingga
penggunaan alat ini sangatlah aman dan tanpa efek
samping.
Radio Frequency Facelift bekerja dengan cara
melepaskan energi radiofrequency ke dalam kulit bagian
dalam yang menyebabkan kolagen di dalam kulit
berkonsentraksi dan mengerut. Proses pengerutan ini
membuat kulit bagian atas menjadi kencang dan terangkat.
Proses ini juga merangsang kulit untuk membentuk atau
mereproduksi kolagen baru. Proses pembentukan kolagen
baru berlangsung dalam beberapa bulan sehingga
membuat hal ini menjadi satu keuntungan lebih dari
perawatan dengan menggunakan alat Radio Frequency
Facelift. Selain dari itu alat ini mampu menembus lapisan
kulit bagian bawah sehingga tidak merusak kulit bagian
atas. Para operator mesin ini juga akan menggunakan
electrode gel untuk menjaga keadaan kulit bagian atas.
157

Proses perawatan ini tidak sakit dan tidak memerlukan obat


bius dan dilakukan hanya dengan satu kali perawatan saja.
Lama waktu perawatan Radio Frequency Facelift sekurangkurangnya satu jam. Hasilnya dapat dirasakan setelah
4 - 6 minggu (2 kali seminggu) perawatan.

Sebelum

Sesudah

Gambar 5.6
Radio Frequency Facelift , Cara Penggunaan dan Hasil Perwatannya
(Sumber : Majalah Tata Rias Edisi Agustus 2007)

Fungsi/Manfaat Alat Radio Frequency Facelift :


-

Untuk mengencangkan kulit.

Membantu menghilangkan lemak jerawat.

Mengecilkan pori-pori.

Mengangkat kulit ke bagian mata.

158

Mengurangi lingkar mata yang berwarna hitam.

Mencerahkan warna kulit.

Keuntungan jangka panjang : merangsang


pertumbuhan kolagen yang baru.

7) Vapozone
Jenis alat kecantikan yang dioperasikan dengan tenaga listrik,
berdaya guna mengeluarkan uap yang mengandung anti
bakteri.

Gambar 5.7
Alat Kecantikan Vapozone
(Sumber : http://infocompany.biz/de/products/520/glass bottles/)

2. Alat Perawatan Tangan dan Kaki


Alat perawatan tangan dan kaki atau sering disebut alat manikur
dan pedikur, merupakan alat-alat teknis yang secara spesifik
dikelompokkan berdasarkan energy yang diperguna-kan, yakni alat
listrik dan alat manual atau non listrik.
159

a. Alat Non Listrik Perawatan Tangan dan Kaki


1) Orangewood Stick
Alat untuk memberi krim, minyak atau obat pelarut pada
kuku dan kulit kuku.

Gambar 5.8
Orangewood Stick

2) Nail File (kikir kuku)


Adalah alat untuk memberi bentuk dan melicinkan sisi
kuku.

Gambar 5.9
Nail File
(Sumber : http://infocompany.biz/de/products/520/glass bottles/)

160

3) Cuticle Pusher (pendorong kutikula)


Alat yang digunakan untuk menekan ke belakang dan
melepas kutikula

Gambar 5.10
Berbagai Bentuk Cuticle Pusher
(Sumber : http://nailartdirect.com/)

4)

Tang kulit kuku atau gunting kulit kuku


Tang adalah alat yang digunakan untuk merapihkan kulit
kuku.

Gambar 5.11
Gunting Kuku dan Tang Kulit
(Sumber : http://www.zwilling.com/en-WW)

161

5)

Nail Brush (sikat kuku)


Adalah alat yang digunakan untuk membersihkan kuku
dan ujung-ujung jari dengan bantuan air hangat yang
mengandung sabun.

Gambar 5.12
Nail Brush
(Sumber : http://nailartdirect.com/)

6)

Emory Boards (kikir ampelas)


Emory boards digunakan untuk membentuk, merapih kan
dan menghaluskan kuku.

Gambar 5.13
Emori Board
(Sumber : http://nailartdirect.com/)

7)

Nail Buffer
berfungsi untuk menggosok kuku.

Gambar 5.14
Nail Buffer
(Sumber : http://nailartdirect.com/)

162

8)

Pinset (penjepit)
Alat kecil ini digunakan untuk mengangkat potonganpotongan kulit yang kecil khususnya di sekitar jari.

Gambar 5.15
Pinset
(Sumber : http://nailartdirect.com/)

9)

Nail Clipper
Nail clipper atau jepitan kuku adalah alat
dipergunakan
untuk
memotong,
merapikan
membentuk ujung-ujung kuku

yang
dan

Gambar 5.16
Nail Clipper
(Sumber : http://nailartdirect.com/)

b. Alat Listrik Perawatan Tangan dan Kaki


1) Nail Dryer
Nail dryer atau alat pengering kuku adalah sejenis mesin
yang dipergunakan untuk mengeringkan kuku, agar cat
kuku yang dikenakan cepat mengering.
163

Gambar 5.17
Nail Dryer
(Sumber : http://www. transdesign.com /)

3. Alat Perawatan Badan


Alat-alat teknis secara spesifik dikelompokkan berdasarkan
sumber energy yang dipergunakan ; yakni alat listrik dan alat
manual atau non listrik.
a. Alat Non Listrik Perawatan Badan
Alat non listrik yang digunakan untuk perawatan badan
diantaranya terdiri dari :
1)

Back Brush
Back Brush berfungsi membersihkan dan menggosok
bagian punggung.

Gambar 5.18
Back Brush dan Cara Penggunaannya

164

2) Body Brush
Fungsi dari Body brush adalah untuk mengangkat sel-sel
kulit yang mati.

Gambar 5.19
Berbagai Bentuk Body Brush

3) Loofah
Loofah adalah sejenis spons dengan tekstur lebih kasar
dari shower puff. Baik jika digunakan sehabis beraktifitas
berat hingga kulit bersih sempurna.

Gambar 5.20
Asal Bahan Loofah dan Loofah yang Siap Pakai

4) Shower puff
Shower puff sangat bermanfaat pada saat membersihkan
bagian belakang badan, karena alat ini dapat menjangkau
daerah belakang tubuh.
165

Gambar 5.21
Shower Puff dalam Berbagai
Warna yang Menarik

5) Spons
Membersihkan tubuh dengan menggunakan spons dan
dilakukan dengan lebih seksama, akan memeberikan
sensasi bersih yang optimal tanpa membuat iritasi. Untuk
wajah gunakan spons khusus yang teksturnya lebih halus.

Gambar 5.22
Spons (Sponge) Mandi Aneka Warna dan Bentuk

6) Shower Cap
Shower cap berguna untuk menutup rambut agar
terlindung dari cipratan air atau busa sabun.
166

Gambar 5.23
Shower Cap Pelindung Kepala dari Cipratan Air

7) Batu apung
Ciri yang paling menonjol dari batu apung adalah
teksturnya yang kasar namun cukup lunak. Batu apung
berfungsi untuk membersihkan bagian-bagian yang kasar,
seperti tumit kaki, lutut dan sikut tangan.

Gambar 5.24
Batu Apung untuk Mandi

b. Alat Listrik Perawatan Badan


1) Bio Slim
Bio and far-infrared shaping machine atau bio slim adalah
alat/mesin yang digunakan dalam upaya melangsingkan
tubuh. Mesin ini menggunakan bio-elektrik dan far-infrared
yang berfungsi untuk pelangsingan dan pembakaran
lemak. Mesin bio dipasang di empat area sekaligus yang
ingin dibentuk dan dibakar lemaknya, seperi paha, perut,
lengan atas, punggung dan sebagainya.
167

Gambar 5.25
Alat Bio - Slim

2) Kapsul Infra Merah, Ozon dan Bio Elektrik Slimmer


Salah satu treatment kombinasi yang menggabungkan tiga
komponen yang berperan dalam proses pembakaran
lemak ini, memberikan hasil yang sangat memuaskan,
terutama pada mereka yang memiliki masalah yang cukup
serius dalam menurunkan berat badan. Mesin ini sangat
efektif dalam menurunkan berat badan, sekitar 0,5 3 kg
setiap kali melakukan perawatan.

Alat Bio Elektrik

Alat Kapsul Infra Merah

Gambar 5.26
Terapi Lemak dengan Kombinasi
Teknologi Infra Merah, Ozon dan
Bio Elektrik Slimmer
(Sumber : Info Kecantikan Edisi Januari 2007)

168

3) Laserpunktur
Teknik laserpunktur adalah alat yang menggunakan sinar
laser infra merah dengan panjang gelombang 800 nm dan
kekuatan 100 mw. Alat ini digunakan pada terapi untuk
menurunkan berat badan/melangsingkan badan. Salah
satu keunggulan dari alat Laserpunktur ini dapat menekan
nafsu makan dan meningkatkan metabolisme tubuh.

Gambar 5.27
Terapi Laserpunktur
(Sumber : Info Kecantikan Edisi
Januari 2007)

4) Laser Blue
Laser blue merupakan sistem biostimulating atau soft laser
yang menggunakan energi cahaya dengan kapasitas
panjang gelombang 905 nm. Alat ini digunakan untuk
menghancurkan lemak dalam tubuh, dan penggunaannya
relatif aman, karena kekuatan laser yang diterapkannya
hanya pada batas level 1.

Gambar 5.28
Terapi Penghancur Lemak Laser Blue
(Sumber : Info Kecantikan Edisi Januari 2007)

169

4. Alat Perawatan Payudara


Alat perawatan payudara terdiri dari :
a. Vibro Massage
Vibro massage adalah alat yang
digunakan untuk memijat payudara agar dihasilkan payudara
yang kencang, kenyal dan berbentuk indah.

Gambar 5.29
Vibro Massage

b. Micro Peel
Alat Micro Peel digunakan
untuk melancarkan aliran darah
dan kelenjar-kelenjar di dalam
payudara, Sehingga payudara
akan tampak lebih sehat bercahaya, kencang dan elastisitas
nya bertambah.
Gambar 5.30
Micro Peel

5. Alat Tata Rias


Alat yang digunakan untuk merias wajah terdiri dari :
a. Kuas dan Sikat
1) Sikat Alis
Berbentuk seperti sikat gigi, umumnya dilengkapi pula
dengan sisir kecil yang saling berpunggungan. Fungsinya
untuk merapikan alis sebelum dan sesudah dibentuk
serta diisi.
2) Sikat Bulu Mata
Sikat dengan bulu-bulu yang diposisikan melingkar seperti
sepiral. Bulu-bulu pada sikat ini bersifat kasar. Fungsinya
untuk membebaskan bulu mata dari serpihan maskara
yang menggumpal.
170

3)

Kuas Alis
Memiliki bulu-bulu halus atau kasar, dengan ujung
menyerong. Kuas ini digunakan untuk membaurkan
pensil alis atau eyeshadow yang telah diaplikasikan pada
alis, sehingga alis terlihat rapi dan natural.

b
c

Gambar 5.31
Kuas / Sikat Alis dan Bulu Mata

4)

Kuas Eye Liner


a) Kuas dengan bulu-bulu halus, agak panjang dan
ramping. Dalam keadaan basah kuas ini dapat
digunakan untuk melukis eyeliner. Dalam keadaan
kering, kuas ini dapat digunakan sebagai aplikator
eyeliner cair.
b) Kuas dengan bulu-bulu halus, agak gemuk, berujung
membulat. Berfungsi untuk menghaluskan atau
membaurkan eyeliner yang diciptakan menggunakan
pensil mata.

Gambar 5.32
Kuas Eye Liner

171

5)

Kuas Bibir
Berukuran sedang, dengan bulu lembut dan berujung
lancip. Digunakan untuk membubuhkan pewarna bibir
atau lip gloss pada bibir.

Gambar 5.33
Kuas untuk Bibir

6)

Kuas Concealer
Memiliki ukuran bervariasi, kecil atau besar, dengan bulu
lembut atau rata. Kuas ini digunakan untuk membubuhkan concealer pada noda-noda kecil pada wajah atau
sudut-sudut mata yang sulit dijangkau.

Gambar 5.34
Kuas Concealer

7)

Kuas Eyeshadow
a) Berbentuk pipih, berujung tipis, dengan bulu-bulu
bertekstur lembut. Fungsinya sebagai pembentuk
garis (ujung kuas pada posisi mendatar), selain untuk
mengisi dan pembaur warna (ujung kuas dalam
posisi berdiri).
b) Lebih gemuk, berujung membulat, memiliki bulu-bulu
bertekstur lembut. Kuas ini digunakan untuk membantu menghaluskan hasil sapuan gradasi warna
eyeshadow. Pengaplikasiannya tidak memerlukan
satu titik berat. Fungsi lain kuas ini adalah untuk
membentuk serta menghaluskan bayangan hidung.
Kuas ini terdiri atas berbagai ukuran. Ukuran kecil
digunakan sebagai aplikator pada daerah yang
membutuhkan titik berat atau membentuk garis, misalnya
172

pada sudut mata atau tepian kelopak mata. Kuas besar


untuk membentuk highlight. Pada prinsipnya makin ke
atas ukuran kuas yang digunakan, makin besar. Untuk
warna lebih pekat, kuas dapat digunakan dalam keadaan
basah.

Gambar 5.35
Kuas Eye Shadow

8)

Kuas Kipas
Berbentuk pipih dan melebar menyerupai kipas. Terbuat
dari bulu-bulu yang sangat halus. Kuas ini diperlukan
untuk membersihkan wajah dari serpihan - serpihan
kosmetik yang rontok.

9)

Kuas Shading
Kuas dengan bulu-bulu yang lembut, tebal dan ber-ujung
menyerong. Digunakan untuk mengaplikasi kan shading
pada bagian-bagian wajah yang bersudut, seperti hidung
atau rahang.

10) Kuas Blush-on


Kuas besar bergagang langsing dengan ketebalan bulu
sedang. Berfungsi untuk menyapukan blush-on pada pipi
atau bagian wajah lainnya.
11) Kuas Powder
Kuas bergagang besar dengan bulu-bulu yang lembut
dan gemuk. Kuas ini digunakan untuk mengaplikasikan
loose powder pada wajah. Bisa juga digunakan untuk
melakukan finishing, yaitu untuk membaurkan kosmetik
pada akhir riasan.
173

Kuas Shading
Kuas Kipas

Kuas Blush -On


Kuas Powder

Gambar 5.36
Aneka Bentuk Kuas untuk Berbagai Keperluan Rias

b. Spons dan Puffs


1) Spons rias atau make-up sponges bentuknya bulat dan
segi empat, halus juga lembut dipergunakan untuk
meratakan foundation pada kulit wajah.
2) Puff bedak atau powder puff / cotton wool bentuknya bulat
dan lembut dipergunakan untuk meratakan dan menghilangkan bedak tabur pada wajah.
3) Spons pembersih riasan mata atau spongse applicator,
bentuknya kecil dan lembut dipergunakan untuk meratakan, membaurkan dan menghilangkan serbuk riasan
mata.

Gambar 5.37
Berbagai Spons dan Puffs untuk Tata Rias

174

c. Alat-alat Penunjang Tata Rias


Lenan yang biasa digunakan untuk merias wajah adalah cape,
bandana, handuk kecil dan waslap Cape dipakai untuk
menutup pakaian pada waktu dirias agar tidak kotor terkena
percikan kosmetik, bandana dipakai untuk mengikat rambut
agar tidak mengganggu pada waktu wajah dirawat atau dirias,
handuk kecil digunakan untuk menutup kepala atau rambut
sebagaimana bandana pada waktu merawat wajah atau
digunakan untuk melembabkan kulit wajah pada waktu kulit
wajah akan dirawat, dan waslap digunakan untuk mengangkat
masker dan untuk melembabkan kulit wajah yang akan
dirawat.
1) Bahan pelengkap lain yang biasa digunakan dalam merias
atau merawat kulit wajah adalah barang yang habis untuk
sekali pakai seperti tissue, cotton bud, kapas, dan es batu.
Bahan pelengkap tersebut digunakan untuk membantu
mendapatkan hasil rawatan dan riasan yang rapih dan
tahan lama.
2) Penjepit bulu mata digunakan untuk melentikkan bulu
mata pada waktu menggunakan maskara.
3) Pisau alis dan pinset digunakan untuk membentuk alis
mata, mencabut bulu alis yang berlebihan dan memotong
rambut di alis mata.
4) Gunting kecil, digunakan untuk menggunting scotch dan
untuk memotong bulu mata palsu yang terlalu panjang.
5) Scotch tape sangat berguna untuk mengoreksi mata
yang tidak seimbang atau mengganjal kelopak mata agar
menjadi lebih besar. Scotch tape dibuat dari bahan
sejenis plastik atau bahan yang membuat eye shadow
mudah menempel pada kelopak mata.
6) Lem bulu mata berupa lem khusus untuk merekatkan
bulu mata palsu pada mata.

175

Gunting Kecil

Bulu Mata Palsu

Lem Bulu Mata

Sikat Alis

Penjepit Bulu Mata

Scotch Tape

Gambar 5.38
Peralatan Penunjang Tata Rias

7) Bulu mata palsu, digunakan untuk membuat bulu mata


tampak lebih panjang, lebat, dan indah yang menunjang
kesempurnaan penampilan atau riasan wajah. Bulu mata
palsu terbuat dari bahan sintetis dengan ketebalan yang
beragam dan terdapat dalam berbagai model yaitu :

176

a)

Bulu mata bawah. Bulu mata bawah ini akan


memberikan kesan cantik pada mata. Bulu mata ini
menjadikan seseorang tampil ala baby doll. Bulu mata
ini bisa dipotong dan bisa digunakan hanya setengah.

Gambar 5.39
Bulu Mata Bawah

b)

Bulu mata angsa. Bulu mata angsa bagian ujung bulu


matanya lebih panjang. Dengan bulu mata angsa
seseorang tampak unik dan tampil beda, sehingga
sangat cocok dipakai oleh seseorang yang senang
bereksperimen dan senang menjadi pusat perhatian.

Gambar 5.40
Bulu Mata Angsa

c)

Bulu mata menyamping dan lebat. Hampir semua


bulu mata palsu, lentik dan ke depan, tetapi bulu mata
palsu ini bentuknya menyamping. Bagi yang memiliki
mata belo dan ingin tampak lebih kecil, bulu mata
jenis ini sangat membantu dalam membuat
penampilan mata terkesan lebih sipit.

Gambar 5.41
Bulu Mata Menyamping dan Lebat

177

d)

Bulu mata berwarna. Bulu mata tidak selamanya


berwarna hitam, tetapi ada juga bulu mata yang
beraneka warna. Bulu mata warna dapat diserasikan
ketika menggunakan rambut palsu dengan warnawarna yang mencolok. Bulu mata ini bisa menjadi
paduan yang menarik, karena dapat diserasikan
dengan warna rambut palsu atau warna busana yang
digunakan.

Gambar 5.42
Bulu Mata Berwarna

e)

Bulu mata yang menampilkan kesan kemilau. Bagi


yang suka berpenampilan glamour, bulu mata palsu
ini sangat cocok digunakan. Pada malam hari, kemilai
dari bulu mata palsu ini akan sangat terlihat, karena
bulu mata ini ditaburi butiran-butiran aksesoris seperti
mutiara, mote, payet atau kristal.

Gambar 5.43
Bulu Mata Berkilau

178

f)

Bulu mata silang. Bulu mata jenis ini akan membuat


penampilan mata terlihat sempurna. Bulu mata ini
sangat cocok digunakan untuk acara pesta dan mata
terlihat berkarakter.

Gambar 5.44
Bulu Mata Silang

g)

Bulu mata per-satuan. Bulu mata ini bertuknya persatuan, jadi bisa digunakan pada bagian-bagian
tertentu yang ingin terlihat panjang atau tebal. Bagian
ujung-ujung bulu mata, biasanya yang ingin terlihat
tebal dan panjang.

Gambar 5.45
Bulu Mata Satuan

h)

Bulu mata bawah natural. Bulu mata palsu ini


fungsinya hanya untuk mempertebal bulu mata
bawah, dengan menambahkan bulu mata bawah
sehingga mata terkesan lebih hidup.

Gambar 5.46
Bulu Mata Natural

179

i)

Bulu mata tebal bentuk zigzag. Bulu mata palsu ini


bisa dijadikan kreasi bila ingin mencoba bermacammacam karakter, dan riasan mata akan terlihat unik.

Gambar 5.47
Bulu Mata Setengah Atas

8) Scotch Tape Glitter atau selotip mata yang berkilau selain


berfungsi untuk memperbesar kelopak mata, juga sangat
efektif untuk diaplikasikan sebagai perona mata yang
memberikan kesan dramatis dan glamour. Intensitas efek
kilau yang dimunculkan scotch tape glitter lebih besar
dibandingkan dengan penggunaan eye shadow yang
mengandung glitter.

Gambar 5.48
Scotch Tape Glitters

180

6. Perabot Tata Kecantikan Kulit


Peralatan berikut ini sangat menunjang dalam proses perawatan
dan penataan kecantikan. Di pusat-pusat penataan kecantikan,
peralatan ini dibuat dalam bentuk yang sangat ergonomis dan
estetis, sehingga memberikan kenyamanan yang optimal pada
klien saat menjalani perawatan. Peralatan ini adalah sebagai
berikut :
a. Hidraulik Chair
Hidraulik Chair adalah sejenis tempat duduk atau kursi yang
digunakan ketika melakukan proses merias wajah. Bentuk,
model dan ukuran kursi ini bermacam-macam. Tinggi
rendahnya kursi ini bisa distel atau diatur secara manual
disesuaikan dengan tinggi badan yang yang dirias atau orang
yang merias.

Gambar 5.49
Hidraulic Chair dalam Berbagai Bentuk dan Warna

b. Ring Chair
Ring Chair adalah sejenis kursi tanpa sandaran, umumnya
berbentuk bulat dan dapat diatur tinggi rendahnya secara
manual sesuai kebutuhan. Kursi ini biasa digunakan pada
proses perawatan tangan dan kaki, atau kursi untuk
menunggu treatment.

Gambar 5.50
Ring Chair

181

c. Electronic Beauty Facial Bed


Electronic Beauty Facial Bed adalah sejenis tempat tidur
(bed) yang digunakan khusus untuk perawatan wajah (facial).
Bed elektronik ini dapat diatur tinggi rendahnya juga
sandarannya secara otomatis menggunakan bantuan listrik.
Bed ini termasuk ke dalam alat kecantikan dengan
menggunakan teknologi.

Gambar 5.51
Electronic Beauty Facial Bed
(Sumber : http://www.can-west.ca/furniture.html/)

d. Manicure Desk
Manicure desk adalah perangkat peralatan yang digunakan
pada proses perawatan tangan (manicure).
182

Gambar 5.52
Manicure Desk
(Sumber : http://www.magnaesthetics.com/promos.asp)

e. Trolley
Trolley adalah semacam lemari atau rak untuk wadah atau
tempat menyimpan berbagai alat dan kosmetika yang akan
digunakan. Rak ini terdiri atas beberapa tahap dan dapat
digeser sesuai kebutuhan karena di bagian bawahnya
terdapat roda yang bisa memutar.

Gambar 5.53
Berbagai Bentuk Trolley

183

f. Towel Steamer
Towel steamer adalah alat untuk menghangatkan dan
menstrerilkan handuk untuk perawatan kecantikan.

Gambar 5.54
Tower Steamer
(Sumber :
http://www.okokchina.com/product/HomeAppliances/Kitchenware/Towel-Steamer/)

g. Sterilizer / Box Sterilizer


Sterilizer / Box Sterilizer adalah alat yang berfungsi untuk
men-strerilkan peralatan kecantikan. Alat ini dapat berbentuk
bulat, atau kotak yang di dalamnya terdapat lampu sinar
ultraviolet yang mempunyai daya anti bakteri.

Gambar 5.55
Box Sterilizer
(Sumber :
http://sg.geocities.com/jtech_ii/cs.htm)

h. Hidraulic Beauty Facial


Hidraulic Beauty Facial adalah sejenis bed untuk proses
perawatan wajah (facial). Hidraulic artinya tidak otomatis,
manual atau tidak menggunakan bantuan listrik. Jadi bed jenis
ini, meski bisa diatur tinggi rendahnya, atau san-darannya,
tidak secara otomatis, tetapi diatur oleh alat pengatur yang
dipasang di bagian bawah bed.

184

Gambar 5.56
Hidraulic Beauty Facial Bed

i. Beauty Facial Bed


Beauty Facial Bed adalah sejenis bed yang khusus digunakan
pada proses perawatan wajah seperti facial. Bed jenis ini
merupakan bed model lama dan diguna-kan untuk perawatan
wajah secara manual. Tinggi bed sudah standar, artinya tidak
bisa diubah.

Gambar 5.57
Beauty Facial Bed

185

j. Beauty Case
Beauty case adalah tas atau
koper yang khusus digunakan
untuk tempat menyimpan kosmetik dan peralatan kosmetik,
terutama pada saat akan melakukan perjalanan/bepergian.

Gambar 5.58
Beauty Case

k. Display
Display adalah rak bersusun untuk memajang berbagai jenis
kosmetik

Gambar 5.59
Cosmetics Display
(Sumber : http://www.dauman-retaildisplays.co.uk/mands2.htm)

l. Foot Bath Chair


Foot bath chair adalah kursi yang khusus digunakan pada
proses perawat-an kaki (pedikur).

186

Gambar 5.60
Foot Bath Chair
(Sumber : http://beautyrmt.en.alibaba.com/ product/ 50038231/50173287
/Nail_Care/ Foot_Bath_Massage_Chair.html)

m. Knead Chair
Knead chair adalah kursi
khusus yang digunakan
pada proses perawatan
kaki (pedikur), khususnya
perawatan sekitar lutut.

Gambar 5.61
Knead Chair
(Sumber http://www.ukneadme.com/ kneadchairs.htm)

187

Latihan Penguasaan Konsep


I.

Petunjuk : Berilah tanda silang (X) pada alternatif jawaban a, b, c,


atau d, yang paling benar.
1. Sikat dengan bulu-bulu yang diposisikan melingkar seperti sepiral, dan
bersifat kasar adalah :
a. Sikat bulu mata
b. Sikat alis
c. Sikat bibir
d. Sikat bedak
2. Kuas ini digunakan untuk membubuhkan kosmetik pada noda-noda
kecil di wajah atau sudut-sudut mata yang sulit dijangkau adalah :
a. Kuas alis
b. Kuas bibir
c. Kuas eye liner
d. Kuas consealer
3. Kuas kipas berbentuk pipih dan melebar menyerupai kipas. Kuas ini
digunakan untuk :
a. Mengaplikasikan shading pada bagian bagian wajah yang
bersudut
b. Membersihkan wajah dari serpihan-serpihan kosmetik yang rontok
c. Membantu menghaluskan hasil sapuan gradasi warna eyeshadow
d. Membentuk garis, misalnya pada sudut mata atau tepian kelopak
mata
4. Alat untuk melentikkan bulu mata adalah :
a. Kuas maskara
b. Penjepit bulu mata
c. Pinset
d. Scottape
5. Bulu mata yang sangat membantu dalam membuat penampilan mata
terkesan lebih sipit adalah :
a. Bulu mata angsa
b. Bulu mata berwarna
c. Bulu mata bawah
d. Bulu mata silang
6. Alat listrik yang berfungsi untuk membuka pori-pori dan melunakkan
kulit adalah :
a. Sebasfir
b. Facial sauna
c. Frimator
d. High frekuensi
188

7. Alat listrik yang digunakan pada proses pengurutan dengan teknik


menggetar disebut :
a. Inferencial machine
b. Vibrator
c. Vacum Suction
d. Vapozone
8. Alat listrik yang digunakan untuk mengaplikasikan penyegar dengan
teknik semprot adalah :
a. Back brush
b. Frimator
c. Pulverisator
d. Vibrator
9. Towel steamer adalah alat yang berfungsi untuk :
a. Menghangatkan dan menstrerilkan handuk perawatan
b. Menstrerilkan alat-alat rias wajah
c. Menghangatkan atau menguapi wajah yang akan dirawat
d. Menempatkan alat-alat kecantikan
10. Alat pelengkap yang digunakan untuk meratakan bedak dalam rias
wajah adalah :
a. Kuas
b. Spons
c. Handuk
d. Kapas atau tissue
II. Petunjuk : Jawablah pertanyaan berikut dengan benar, singkat dan
jelas.
1. Apa yang anda ketahui tentang jenis-jenis kuas, sebutkan 5 macam
kuas berikut fungsinya masing-masing !
2. Jelaskan fungsi dari alat listrik frimator yang digunakan dalam
perawatan wajah menggunakan teknologi !
3. Sebutkan alat pelengkap yang habis digunakan dalam satu kali
pemakaian dalam perawatan atau rias wajah !
4. Apa yang anda ketahui tentang alat-alat yang digunakan dalam
rias wajah, sebutkan dan jelaskan fungsi dari masing-masing alat
tersebut !
5. Jelaskan fungsi dari box strerilizer !

189

BAB

Perawatan Kulit Wajah

A. Konsep Perawatan Kulit Wajah


Sudah menjadi ketentuan alam jika setiap pertambahan usia membawa
konsekuensi penurunan kualitas tubuh. Kulit wajah yang saat muda halus
dan kencang, semakin bertambah usia, semakin menunjukkan tandatanda penuaan seperti kerut, keriput, garis halus dan flek hitam. Proses
penuaan pada kulit terjadi karena kulit tidak dapat lagi menghasilkan
banyak kolagen dan elastin, yang fungsinya untuk mengencangkan dan
mengenyalkan kulit. Penurunan produksi kolagen dan elastin dialami oleh
orang-orang yang berusia di atas 30 tahun, karena kulitnya semakin tua,
semakin menipis dan kering. Banyak cara dapat dilakukan untuk
memperlambat proses penuaan dan tetap awet muda, salah satunya
dengan melakukan perawatan wajah sejak dini secara rutin.
Perawatan wajah sebaiknya dilakukan sesuai dengan kondisi kulit.
Dewasa ini sudah banyak produk kosmetik perawatan kulit wajah yang
sesuai dengan jenis kulit, mulai yang tradisional sampai modern yang
kesemuanya memberikan solusi untuk merawat dan mengatasi berbagai
masalah kulit. Seiring dengan gerakan kembali ke alam, tidak sedikit yang
menggunakan bahan-bahan alami untuk merawat kecantikan. Perawatan
kulit wajah pada umumnya memiliki tujuan untuk mempertahankan dan
meningkatkan kesehatan dan fungsi kulit serta memperindah wujud luar
kulit yakni agar kulit wajah terasa nyaman, lembut, bersih, putih, halus,
lembab berembun dan bersinar.
Perawatan wajah yang dilakukan secara rutin memberikan
beberapa keuntungan sebagai berikut : kulit wajah bersih, meningkatkan
sirkulasi darah pada bagian wajah, mendorong kegiatan susunan kelenjar,
mengendorkan urat-urat syaraf, memelihara bentuk otot, memperkuat
jaringan urat yang lemah, mencegah timbulnya gangguan atau
penyakit kulit, mencegah timbulnya keriput, menyempurnakan kulit wajah
dan awet muda.
Kulit merupakan bagian tubuh yang bersentuhan langsung dengan
segala hal di luar tubuh seperti cuaca, sinar matahari atau lainnya. Kulit
juga merupakan hal pertama yang terlihat saat mulai mengalami penuaan.
Ada beberapa trik yang dapat dilakukan untuk merawat kulit agar tetap
segar dan cantik, yaitu :
190

1. Perlindungan terhadap matahari. Matahari memiliki peran utama


dalam merusak kulit. Kita perlu melindungi kulit dari sinar matahari
untuk mencegah penuaan pada kulit. Matahari sangat berpengaruh
dalam membuat kulit berkerut, kering dan membuat warna kulit
berubah. Perubahan tekstur kulit, penipisan kulit dan penyakit kulit
yang berhubungan dengan paparan sinar matahari dapat membuat
kulit terlihat jauh lebih tua. Mulailah melindungi kulit dengan krim
pelindung matahari.
2. Hindari merokok. Merokok tidak hanya menyebabkan kanker
paruparu, tetapi juga dapat membuat kulit kusam dan berkerut. Hasil
penelitian menunjukkan adanya dugaan kuat, bahwa nikotin yang
terkandung dalam rokok memiliki pengaruh yang sama layaknya
dengan elastin pada matahari.
3. Berolah raga. Sejalan dengan bertambahnya usia, sangat mustahil
menyembunyikan tanda-tanda penuaan yang tampak pada
permukaan kulit. Leher, pipi dan sudut mata merupakan bagian dari
wajah yang paling mudah terlihat saat usia bertambah tua. Untuk
memperbaiki penampilan kulit, harus ada keseimbang-an antara diet
dan olah raga secara rutin. Biasakan minum air putih paling sedikit
delapan hingga sepuluh gelas setiap hari.
4. Senyum memiliki manfaat ajaib. Wajah cenderung menyesuaikan
pada posisi dari ekspresi yang kita bawa sepanjang hari. Jika kita lebih
sering cemberut atau marah-marah, kulit wajah akan lebih cenderung
cepat berkerut, terutama di area mata, garis dan sudut bibir atau garisgaris lain yang mengikuti ekspresi saat cemberut. Menebar senyuman
dapat membuat keajaiban bagi kulit dan membuat awet muda. Untuk
mencegah cepat menjadi tua yang perlu dilakukan yaitu lebih banyak
tersenyum.
5. Perawatan kulit. Merawat kulit merupakan kegiatan yang sangat
penting dilakukan. Cucilah wajah setiap kali sehabis ke luar rumah dan
terkena terik sinar matahari. Mengangkat kulit mati dengan peeling
secara teratur, akan membantu mengangkat sel-sel kulit mati dari
kotoran yang menempel di wajah sehingga kulit dapat lebih leluasa
bernapas dan lebih cerah.
6. Posisi tidur. Tidur dengan posisi telungkup dapat mengakibatkan kulit
berkerut. Hindari tidur dengan posisi tetap sepanjang malam, hal ini
dapat menyebabkan kulit menjadi kusut.

191

B. Persiapan Perawatan Wajah Berdasarkan Prinsip


Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Persiapan kerja perawatan wajah yaitu :
1. Area kerja disiapkan sesuai dengan kegiatan perawatan wajah yang
akan dilakukan, termasuk facial bed yang akan digunakan dan tempat
sampah.
2. Alat-alat yang diperlukan untuk perawatan wajah disiapkan kemudian
ditata dengan memenuhi prinsip efisiensi dan kepraktisan kerja. Alat
perawatan yang disiapkan mencakup perawatan secara manual dan
menggunakan teknologi. Alat perawatan wajah pastikan dalam
keadaan steril.
3. Siapkan lenna yang diperlukan untuk perawatan wajah seperti baju
kerja, baju klien (kamisol), seprei, selimut, handuk, waslap dan
penutup kepala. Pastikan lenna ini dalam keadaan bersih kemudian
ditata dengan memperhatikan kepraktisan kerja.
4. Tata facial bed yang akan digunakan mulai dari pemasangan seprei,
alas kepala dan selimut serta distel ketinggiannya sesuai tinggi orang
yang melakukan perawatan.
5. Diri pribadi disiapkan sesuai dengan peraturan kesehatan,
keselamatan kerja serta dengan mengacu pada etika professional,
seperti mengenakan baju kerja, tangan dalam keadaan bersih, tidak
memakai perhiasan dan gunakan alas kaki yang tidak terlalu tinggi
(maksimal 3 cm).
6. Siapkan bahan dan kosmetik yang diperlukan untuk perawatan wajah,
mulai dari air hangat, kapas, tissue, alkohol 70 %, kosmetika
pembersih wajah, adonan masker, cream massage, serbuk peeling
dan kosmetika penyegar termasuk es batu kalau diperlukan,
kemudian ditata dengan memenuhi prinsip efisiensi dan kepraktisan
kerja. Pastikan bahan dan kosmetik perawatan wajah tersebut sesuai
kebutuhan (sesuai hasil diagnosis), dan dalam keadaan baik, bersih,
aman digunakan serta belum kedaluwarsa.
7. Klien disiapkan untuk dilakukan perawatan : 1) Sepatu, tas dan
perhiasan klien dilepas serta disimpan dengan baik dan aman. 2)
Pakaian bagian atas klien dibuka, siapkan klien di facial bed dan
bagian badan atas klien ditutup dengan kain penutup badan (selimut).
3) Rambut klien ditutup dengan pengikat rambut atau handuk. 4)
Selimut dan penutup badan dirapihkan.

C. Prosedur Penanganan Keadaan Darurat


Penanganan keadaan darurat dimaksudkan sebagai pemberian bantuan
secara sementara sebelum memperoleh perawatan medis dari seorang
ahli yang berwenang. Pertolongan ini juga dimaksudkan untuk memberi
192

kan ketenangan pada korban, mengurangi rasa takut dan kegelisahan,


dan mengurangi kemungkinan terjadinya bahaya yang lebih serius.
Ketepatan tindakan pertolongan pertama sangat mempengaruhi
penyembuhan, cepatnya penyembuhan bahkan dapat menyelamatkan
jiwa korban.
Pertolongan pada perawatan kecantikan ini berhubungan dengan
kasus renjatan (shock), luka dan perdarahan, asfiksia, dan keracunan.

1. Renjatan (shock)
Renjatan (shock) adalah keadaan payah peredaran darah yang
ditandai dengan nadi yang lemah dan cepat, pernapasan yang cepat
dan dangkal, perasaan takut dan gelisah, rasa haus dan lemah, kulit
yang dingin dan pucat, serta kesadaran yang menurun sehingga
penderita mengacuhkan keadaan sekelilingnya.
Untuk mengatasi renjatan, segera lakukan tindakan berikut :
a)

Korban diletakkan terlentang, kepala lebih rendah dari pada kaki.

b)

Seluruh tubuh diselimuti untuk melawan kehilangan panas tubuh.

c)

Jika korban masih sadar dan dapat dapat menelan, segera beri
minuman hangat yang tidak beralkohol, missal the hangat manis.

d)

Jika korban pingsan, usahakan agar segera siuman dengan


menyurungkan uap amoniak di bawah hidungnya.

2. Luka dan Perdarahan


Umumnya tiap luka menimbulkan perdarahan. Perdarahan itu dapat
terjadi ke luar atau ke dalam rongga-rongga badan.
Perdarahan ke luar, diatasi dengan :
a)

Pembalut tekanan. Luka ditekan erat-erat dengan kain kasa steril


atau dengan sapu tanagan yang baru diseterika; perdarahan dari
vena dan perdarahan ringan dapat segera dihentikan.
Perdarahan pada anggota badan (lengan dan tungkai) dapat
berhenti lebih cepat lagi dengan meletakkan anggota abadan
yang bersangkutan ke atas.

b)

Jika dengan pembalut tekanan setelah 5 menit, perdarahan


belum berhenti, usahakan mengatasi perdarahan dengan
menekan arteri di tempat pembuluh itu melintasi tulang pada
tempat terdekat dari luka ke arah jantung. Selekas perdarahan
berhenti. Diberi pembalut tekanan, lalu tekanan pada arteri
berangsur-angsur dihentikan.

c)

Memakai tuniket (jerat yang diputar), jika perdarahan pada


lengan atau kaki tidak dapat dihentikan dengan cara-cara yang
telah dijelaskan di atas.
193

Perdarahan ke dalam, dapat terjadi karena cedera atau karena


penyakit pada alat-alat tubuh, seperti paru-paru, lambung, hati, limpa,
atau usus. Darah dapat mengisi rongga-rongga badan atau masuk ke
dalam rongga alat-alat dalam. Pada hal terakhir, darah dapat keluar
sewaktu penderita batuk, muntah, atau sewaktu buang air besar. Hal
demikian dapat menimbilkan terjadinya renjatan (shock). Upaya
penanganannya, secepat mungkin minta pertolongan dokter.

3. Asfiksia
Asfiksia dapat terjadi karena hambatan penyeluran udara pernapasan
dari luar (cekikan, jerat pada gantung diri, dan tenggelam), atau
karena penyumbatan saluran pernapasan oleh benda asing di dalam
tenggorok, batang tenggorok, atau cabang tenggorok.
Pada asfiksia karena sebab-sebab dari luar, penyebabnya
segera dijauhkan dari penderita. Jika pernapasan telah berhenti,
segera lakukan pernapasan buatan. Pada korban asfiksia karena
tenggelam, segera beri bantuan pernapasan buatan, jangan
membuang waktu dengan usaha-usaha untuk mengeluarkan air dari
badannya. Jika asfiksia disebabkan kemasukan benda asing ke
dalam saluran pernapasan, maka jorban dianjurkan membungkuk
atau diletakkan telungkup dengan kepala dan bahu ke luar dari
tempat tidur, kemudian pukul-pukul pada bagian punggungnya,
diantara kedua tulang belikat. Jika benda asing tidak juga keluar,
segera minta bantuan medis dan bila perlu selama dalam perjalanan
dikerjakan pernapasan buatan.

4. Keracunan
Pada keracunan melalui mulut diperlukan tindakan segera, karena
makin lama racun terdapat di lambung, maka racun akan menyebar
ke dalam darah yang dapat menimbulkan pusing, muntah-muntah,
sakit perut, kejang-kejang, terkadang mencret bahkan pingsan.
Sambil menunggu pertolongan dokter, upayakan untuk melarutkan
racun dan mengeluarkan nya dari lambung dengan menyebabkan
muntah, kecuali jika racun yang tertelah itu adalah asam atau alkali
keras.
Beberapa cara untuk menyebabkan korban muntah, yaitu :
1) korban diberi minum larutan air garam panas (1 sdt garam dapur
dalam 1 gelas air panas), 2) korban diberi air sabun (sepotong sabun
yang dilarutkan dalam segelas air panas), 3) korban dikilik
kerongkongannya dengan jari telunjuk untuk membangkitkan refleks
muntah.
194

Korban harus tetap dijaga supaya suhu badannya tidak


menurun (ditutupi selimut tebal). Jika pernapasannya terhenti, segera
lakukan pernapasan buatan. Jika racun dapat dikeluarkan, korban
diberi air minum segelas susu atau putih telur mentah (dari 2-5 butir
telur dicampur dengan sedikit air).

D. Tindakan-tindakan khusus dalam perawatan kecantikan


1. Luka Bakar
Atas dasar berat ringannya akibat luka bakar terhadap tubuh, luka
bakar digolongkan menjadi :
a. Luka bakar paling ringan dan hanya menyebabkan kemerahan
(eritema) kulit, rasa panas, sakit dan bengkak sedikit.
b. Luka bakar dengan gejala dan keluhan seperti luka bakar ringan
ditambah dengan terjadinya gelembung-gelembung atau lepuh,
tetapi kulit tidak mengalami kerusakan pada seluruh ketebalannya.
c. Luka kulit terbakar dan hangus pada seluruh ketebalannya,
terkadang menjadi arang (karbonisasi), bahkan mungkin alat-alat
lebih dalam seperti otot dan tulang yang turut hangus.
Tindakan umum pada luka bakar diarahkan untuk mengurangi
rasa sakit, mencegah terjadinya infeksi, mencegah atau mengatasi
kehilangan air berlebihan dari tubuh (dehidrasi), dan pada luka bakar
yang berat atau luas mencegah terjadinya renjatan.
a.

Luka Bakar Karena Panas Api, Matahari atau Uap Air Panas
Pada luka bakar ringan dan tidak luas, segera direndam atau
dikompres air dingin (air es). Usahakan agar air kompresan
tetap dingin dengan selalu menggantinya. Tindakan ini dilanjutkan
sampai rasa sakit berkurang atau hilang. Hindari pemakaian
salep, mentega, minyak, atau vaselin terutama pada luka bakar
yang cukup parah. Seringkali zat-zat demikian harus dihilangkan
dulu, karena akan menghambat perawatan yang tepat dan bisa
menimbulkan rasa sakit.
Luka bakar ringan dan luka bakar berlepuh setelah
direndam air dingin, cukup ditutup dengan kain kasa steril. Lepuh
tidak boleh dipecahkan atau dikempiskan, karena tindakan
demikian memungkinkan terjadinya infeksi, kecuali bila lepuh
tersebut mengganggu terlaksananya fungsi-fungsi tertentu. Dalam
hal ini lepuh dapat ditusuk dengan kain kasa steril yang
mengandung betadine. Pada luka bakar paling parah, perhatikan
tindakan yang dilakukan jangan sampai menyebabkan infeksi.
195

b.

Luka bakar karena zat-zat kimia


Luka bakar demikian biasanya disebabkan oleh asam keras atau
basa keras. Kulit yang terkena, langsung disirami dengan air
bersih sebanyak-banyaknya untuk melarutkan dan menghilangkan zat kimia sebagai penyebabnya. Setelah itu tindakan
pertolongan pertama sama dengan tindakan pada luka bakar
karena api.

2. Luka sayat
Luka sayat tidak boleh dicuci dengan air, karena tindakan demikian
dapat memasukkan bibit penyakit ke dalam jaringan tubuh. Biarkanlah
perdarahan berlangsung sejenak, sehingga luka dibersihkan sendiri
oleh darah yang mengalir keluar, kemudian teteskan larutan
merkurokrom atau betadine ke dalam luka, dan tutuplah luka dengan
kain kasa steril. Pada luka sayat yang ternganga lebar dan disertai
perdarahan yang tidak berhenti segera minta pertolongan dokter. Luka
pada kepala biasanya disertai perdarahan deras. Ini dapat diatasi
dengan menekankan kain kasa atau sapu tangan steril erat-erat
kepada luka selama 3-5 menit.

3. Luka tusukan
Luka demikian biasanya kecil, tetapi dapat amat dalam. Mungkin juga
tusukan itu melukai alat-alat dalam rongga dada atau rongga perut.
Pada keadaan demikian luika hanya ditutup dengan kain kasa steril
dan korban segera dibawa ke dokter atau ke rumah sakit.

4. Tersengat arus listrik


Arus listrik yang melewati tubuh seseorang dapat m,enimbulkan
renjatan linstrik. Karena itu keadaan alat-alat perawatan kecantikan
yang menggunakan arus listrik, harus selalu diperhatikan, supaya
kerusakan kecil pun segera diketahui. Pada renjatan listrik, korban
akan pingsan, pernapasannya terhenti, kadang terjadi luka bakar uang
hebat, dan seringkali dijumpai perdarahan dari pembuluh darah kulit
halus pada tempat masuk dan keluarnya arus listrik.
Hubungan antara korban dan pengantar arus listrik segera
harus diputus, misal dengan mencabut stopkontak, memutar sakelar,
atau melepaskan sekering. Jika arus listrik tidak dapat diputuskan,
maka korban harus dilepaskan dari alat atau penghantar arus listrik
yang menempel padanya. Sewaktu melaksanakan tindakan ini,
penolong harus berpijak di tempat yang kering dan terdiri atas bahan
non-konduktor, sehingga tidak dapat dilalui arus listrik, tangan
penolong dibungkus. Dengan sebatang kayu yang kering dan cukup
panjang, kawat listrik dijauhkan dari korban atau korban ditarik pada
196

pakaiannya untuk menjauhkan dari penghantar arus listrik. Setelah


kontak dengan arus listrik terlepas, lakukan pernapasan buatan, jika
korban tidak dapat bernapas.

5. Mata kemasukan benda


Periksalah mata dengan mengangkat kelopak atas mata ke atas, dan
menarik kelopak bawah mata ke bawah. Bila benda itu berupa kotoran
yang terlihat pada permukaan dalam kelopak mata, maka dapat
diusahakan untuk mencoleknya keluar dengan menggunakan kain
bersih (ujung sapu tangan) yang telah dibasahi dengan air bersih. Bila
benda itu terdapat pada kelopak mata, jangan berusaha untuk
mengangkatnya. Tutuplah mata dengan pembalut steril dan korban
segera dibawa ke dokter.

6. Pingsan
Korban dibaringkan telentang dengan kepala lebih rendah daripada
tubuhnya. Perhatikan kebebasan jalan pernapasan korban. Lepaskan
atau longgarkan pakaiannya dan usahakan korban siuman dengan
menyurungkan larutan amoniak di bawah hidungnya. Bila korban
terbangun dari pingsannya, segera beri minum kopi atau teh hangat.
Bila korban pingsan lebih dari 2 menit, sebaiknya ditutup dengan
selimut agar tubuhnya tetap hangat, dan segera minta pertolongan
dokter.

7. Patah tulang
Patah tulang ada yang tertutup dan ada yang terbuka. Pada patah
tulang tertutup, kulit tetap utuh, tetapi pada patah tulang terbuka,
ujung-ujung tulang yang patah menusuk kulit, sehingga kelihatan
keluar.
Tanda-tanda patah tulang yaitu sakit pada tempat patah
terutama kalau digerakkan atau ditekan, gerakan seringkali tidak dapat
dilakukan, terjadi pembengkakan setempat, lengan atau tungkai yang
mengalami patah tulang, lebih pendek daripada sisi yang lain.
Sebelum korban dibawa ke rumah sakit, ia dibaringkan terlentang dan
ditutupi selimut untuk menghindari terjadinya renjatan. Jika ada
perdarahan, harus segera dihentikan. Segera lakukan fiksasi kedua
bagian tulang yang patah dengan memakai bidai. Balutan bidai harus
kuat, tetapi tidak boleh berada pada tempat yang patah.

E. Diagnosis Kulit Wajah


Perawatan wajah, dapat dilakukan melalui beberapa fase perawatan.
Sebelum dilakukan perawatan wajah, sebaiknya dilakukan diagnosis kulit
wajah, yang dapat dilakukan dengan cara :
197

1. Anamnese, yaitu melakukan pertanyaan kepada klien sebelum


perawatan. Ruang lingkup pertanyaan mencakup nama, usia, alamat,
riwayat kesehatan dan jenis kosmetik yang digunakan.
2. Inspeksi, yaitu pengamatan pada saat perawatan setelah pembersihan
pertama, yang mencakup jenis dan kondisi kulit hingga diketahui
tindakan perawatan, pemilihan kosmetika dan pemilihan alat yang
sesuai dengan perawatan tersebut.
3. Palpasi, yaitu tindakan meraba-raba kulit untuk mengetahui elastisitas
dan turgor kulit.
Sedangkan tujuan diagnosis wajah adalah untuk :
1. Mengetahui kondisi kulit wajah
2. Mengetahui berbagai kelainan pada wajah
3. Menentukan tindakan perawatan atau pengobatan
4. Memilih kosmetik perawatan wajah yang sesuai
Penentuan diagnosis kulit wajah, mencakup aspek-aspek berikut :
1. Jenis kulit. Jenis kulit dikelompokkan menjadi jenis kulit normal, kulit
berminyak, kulit kering, kulit sensitif, dan kulit kombinasi atau
campuran.
2. Tonus dan Turgor. Penentuan tonus dan turgor dilakukan dengan cara
mencubit kulit pipi (turgor) dan menekan kulit pipi di bawah tulang pipi
(tonus) apakah tergolong: kendor atau kuat.
3. Pori-pori. Kelihatan atau tidak tergantung jenis kulit. Kulit kering
biasanya pori-porinya tidak kelihatan, berbeda dengan jenis kulit
berminyak yang pori-porinya cenderung besar. Adanya sumbatan
dalam kandung rambut dapat melebarkan pori-pori.
4. Lipatan dan garis-garis kulit. Pada kulit wajah atau pada
bagian leher hampir senantiasa terjadi pembentukan lipatan
dan garis-garis kulit berupa kerutan biasanya di bagian sekitar mata,
antar alis, lipatan hidung dan bagian bibir (smile-line) dan kerutan
karena usia yang terjadi pada bagian kening, leher dan sekitar mulut.

Contoh diagnosis perawatan wajah :


Petunjuk : Lakukan diagnosis wajah terhadap model sesuai lembar
diagnosis berikut ini :
198

Diagnosis :
1. Jenis Kulit :
a. Kering
b. Normal
c. Berminyak
d. Kombinasi
e. Sensitif
2. Tonus turgor
3. Pori-pori kulit wajah
4. Kerut wajah :
a. Di dahi

b. Antar alis

c. Sekitar Mata

d. Sekitar Mulut

e. Di leher
5. Kelainan kulit wajah :
a. Flek hitam

b. Flek merah

c. Flek biru

d. Flek putih

e. Komedo

f. Couperose

g. Acne

h. Bekas luka

i. Bayangan gelap

j. Kutil

l. Bekas cacar

m. Kantong mata

n. Tahi lalat

o. Millium

p. Pigmentasi

Rencana Perawatan
1. Pembersihan :
a.
b.
2. Penyegaran :
a.
b.
199

3. Pengurutan dengan :
a.
b.
4. Masker dengan :
a.
b.
5. Kosmetika khusus :
a.
b.
c.
Proses diagnosis terhadap kulit wajah ini dilakukan setelah melakukan
tahap pembersihan wajah.

F. Pencabutan dan Pembentukan Alis


Pencabutan atau pembentukan alis dapat dilakukan bila dikehendaki oleh
klien. Pencabutan dilakukan setelah diagnosis kulit, sebelum pembersihan kedua. Cara pencabutan atau pembentukan alis yaitu :
1. Alis disikat menurut pertumbuhan
2. Konsultasikan dengan klien, dengan jalan memberikan cermin kecil
untuk melihat alis, bentuk mana yang dikehendaki, walaupun bias
disarankan sesuai dengan bentuk wajah.
3. Hapuslah (usaplah alis dengan kapas yang dibasahi alkohol 5 % atau
sejenis penyegar, untuk menghilangkan sisa krim yang masih
tertinggal di area tersebut.
4. Kompres kedua alis dengan kapas lembab hangat, untuk membantu
pori-pori sehingga rasa sakit pada waktu dicabut berkurang. Lama
pengompresan sekitar 5 menit.
5. Letakkan salah satu kapas bekas mengompres di atas dahi untuk
meletakkan rambut alis yang sudah dicabut.
6. Regangkan kulit alis yang akan dicabut rambutnya, dan mulailah
mencabut rambut alis searah dengan pertumbuhan rambut alis.

200

G. Membersihkan Area Kerja, Alat, Bahan dan Kosmetika


1. Area kerja dibersihkan dan ditata kembali hingga siap untuk digunakan
lagi.
2. Alat dibersihkan dan disterilkan untuk disimpan di tempat yang telah
disiapkan.
3. Bahan dan kosmetik yang digunakan dalam perawatan wajah
dirapihkan kembali kemudian disimpan di tempat yang semestinya.
4. Sampah dibuang di tempat sampah yang telah disediakan
5. Lenna yang digunakan, seperti : handuk, waslap, selimut, seprei yang
sudah dipakai, diletakkan di tempat yang telah disiapkan untuk dicuci.

H. Perawatan Kulit Wajah Tanpa Problem Secara Manual


1. Persiapan Perawatan Kulit Wajah Tanpa Problem Secara
Manual Berdasarkan Prinsip Kesehatan dan Keselamatan
Kerja
Secara teknis, proses persiapan kegiatan perawatan kulit wajah tanpa
problem secara manual dapat dilihat pada halaman 192

2. Prosedur Perawatan Wajah


Perawatan wajah secara umum dapat dilakukan melalui beberapa
tahapan. yaitu :
Tahap pertama pembersihan wajah (clean face). Pada tahap ini
alis, mata, dan bibir dibersihkan dengan eye make-up remover. Untuk
wajah dan leher dibersihkan dengan susu pembersih (cleansing milk).
Pembersihan berikutnya dapat diulang dengan menggunakan sabun
khusus untuk wajah. Setelah dibersihkan dengan air hangat, gunakan
penyegar (face tonic atau astringent) yang bermanfaat untuk
mengecilkan atau menutup pori-pori yang terbuka ketika dibersihkan.
Tahap kedua pemijatan atau pengurutan yang dilakukan pada
bagian wajah, leher dan bahu dengan menggunakan krim massage.
Pengurutan dilakukan untuk melancarkan peredaran darah, sehingga
kulit wajah tetap segar dan tidak lesu. Pemijatan dapat dilakukan
dengan tekanan yang ringan sampai gerakan menggetar untuk
merangsang dan menenangkan urat syaraf. Setelah wajah dipijat
dapat dilakukan penguapan agar pori-pori terbuka lebih besar
sehingga memudahkan perawatan selanjutnya.
201

Tahap ketiga pengelupasan (peeling). Pada tahap ini dilakukan


pengangkatan tumpukan kulit mati dengan menggunakan krim
peeling. Pengelupasan dapat membuat proses pergantian sel-sel kulit
akan lebih cepat, meningkatkan aliran darah dan mempermudah
penyediaan makanan bagi permukaan kulit sehingga kulit akan
tampak lebih muda, cerah dan kencang.
Tahap keempat penggunaan masker yang berfungsi untuk
mencerahkan kulit, sehingga kulit terlihat lebih putih dan kencang.
Pada tahap ini, campurkanlah bubuk masker dengan air mawar dan
oleskan ke seluruh wajah, leher, dada bagian atas dan bahu. Setelah
masker kering, angkat dengan menggunakan air hangat, kemudian
kompres dengan air es sehingga pori-pori akan lebih tertutup.
Perawatan wajah sebaiknya dilakukan secara berurutan, karena
akan menjadi dasar untuk perawatan tahap selanjutnya. Perawatan
yang tidak dilakukan secara berurutan akan merusak keseimbangan
pH kulit yang justru dapat menimbulkan masalah seperti kulit menjadi
kasar, berjerawat dan bahkan mengalami penuaan dini.

3. Teknik Perawatan Wajah


a. Pembersihan Wajah (clean face)
Kulit wajah yang sehat dan cantik hanya dapat diperoleh melalui
perawatan yang dilakukan secara benar. Membersihkan wajah
merupakan perawatan dasar yang harus dilakukan setiap hari
ketika akan bermake-up dan ketika akan tidur wajah harus bersih
dari make-up. Membersihkan wajah dilakukan dengan tujuan untuk
mengangkat dan menghilangkan kotoran yang melekat pada kulit
wajah dan leher. Kotoran ini dapat berupa debu, keringat, riasan
wajah (make-up), palit berupa lemak dan sel-sel tanduk yang
terkelupas dan masih melekat pada kulit serta menutupi pori-pori di
wajah dan leher.
Pembersihan kulit wajah dapat dilakukan dengan dua cara
yaitu pertama dengan menggunakan susu atau krim pembersih dan
ke dua dengan menggunakan sabun khusus untuk wajah. Susu atau
krim pembersih biasanya berupa emulsi yang berisi antara lain
minyak mineral dan susu. Sabun wajah yang baik untuk kulit adalah
sabun yang memiliki pH seimbang dengan kelembaban kulit. Hindari
pemakaian sabun badan untuk membersihkan kulit wajah karena
sabun badan mengandung alkali yang kelembabannya tidak
seimbang dengan kelembaban kulit wajah.

202

Urutan pengolesan susu atau krim pembersih pada kulit wajah


yaitu :
1) Pada bagian pipi kiri ke arah di bawah mata kiri
2). Pada bagian pipi kanan ke arah di bawah mata kanan
3). Pada bagian dahi
4). Pada bagian hidung
5). Pada bagian dagu dan leher

Gambar 6.1
Urutan Pengolesan Krim
Pembersih pada Wajah

b. Cara pembersihan kulit wajah :


Krim diambil dengan spatel lalu diletakkan pada punggung tangan
kiri atau pada piring kecil, aplikasikan kosmetik pembersih pada
wajah secara merata pada bagian pipi kiri dan kanan, dahi, hidung,
dagu dan leher. Oleskan dengan rata dan teliti mulai dari dagu ke
samping kiri, kanan dan ke atas. Pengaplikasian pembersih pada
wajah dan leher dengan gerakan mengusap dan melingkar
(effleurage dan rotatie) dengan ujung jari secara halus, pada bagian
leher gerakan dari tengah ke samping dan dari atas ke bawah. Arah
gerakan pengolesan yaitu ke atas, dengan maksud agar kulit tidak
tertarik ke bawah yang dapat menyebabkan kulit wajah cepat
mengendur serta agar pori-pori kulit terbuka sehingga kotoran akan
mudah dibersihkan.

203

Berikut adalah beberapa teknik dan arah pengolesan


pembersih pada wajah dan leher :

Gambar 6.2
Gerak Pembersihan Wajah

Krim atau susu pembersih biasanya cepat mengering, oleh


karena itu gunakan dalam jumlah yang cukup banyak dan bila
sudah dioleskan secara merata, segera angkat dengan
menggunakan kapas atau tissue yang lembab, kemudian dilap
dengan air hangat. Bila pengangkatan susu atau krim pembersih
menggunakan tissue, tissue dilipat dengan rapih dan sebaiknya
dipegang dengan dijepit di antara jari tengah dan jari manis serta
telunjuk kemudian krim diangkat secara perlahan mengikuti arah
serabut otot.
Pembersihan kulit di sekitar mata dan bibir, memerlukan
pembersih khusus, hal ini disebabkan karena kulit di daerah
tersebut sangat tipis dan sensitif. Setelah pembersihan, kulit wajah
dibersihkan lagi dengan air hangat menggunakan spons khusus
atau waslap, kemudian wajah dikeringkan.
Secara umum teknik membersihkan wajah untuk semua jenis
kulit sama, yang berbeda kosmetik yang digunakan. Membersihkan
wajah dapat dilakukan dengan tahapan-tahapan sebagai berikut :
1) Pembersihan pendahuluan, mencakup tindakan membersihkan
alis, mata dan bibir dengan kosmetik eye make-up remover.
2) Membersihkan wajah dan leher dengan menggunakan cleanser
(krim, gel, lotion) sesuai dengan jenis kulit wajah.
204

c. Penyegaran Kulit Wajah


Setiap kali sesudah pembersihan, kulit wajah perlu dilakukan
penyegaran kulit dengan menggunakan cairan penyegar yang
sesuai dengan jenis kulit. Tujuan penyegaran adalah untuk
meringkas atau mengecilkan kembali pori-pori kulit yang terbuka
pada saat pembersihan, mengencangkan kulit, menyempurnakan
pembersihan dari sisa-sisa krim atau susu pembersih yang mungkin
masih melekat pada kulit wajah serta untuk menyegarkan kulit.
Cairan penyegar, biasanya mengandung air mawar, alkohol
dan gliserin. Cairan penyegar tidak dianjurkan dipakai terlalu sering,
karena kandungan alkohol di dalam cairan penyegar dapat
menyebabkan kulit menjadi kering. Cairan penyegar untuk kulit
kering dan kulit normal, dianjurkan untuk menggunakan face tonic
yang kandungan alkoholnya tidak terlalu banyak, dan untuk kulit
berminyak dan berjerawat gunakan penyegar astringent atau
clarifying lotion dengan kandungan alkohol yang bersifat
mengeringkan atau penyegar yang mengandung ketimun.
Penyegaran kulit wajah dan leher dilakukan dengan cara : Kapas
diberi cairan penyegar kemudian ditepuk-tepukan pada kulit wajah
secara merata termasuk pada bagian leher. Penyegaran kulit wajah
dapat pula dengan cara dikompres menggunakan es batu yang
terlebih dahulu dibungkus dengan waslap.

Gambar 6.3
Cara Menyegarkan Kulit Muka

205

d. Pemijatan / Pengurutan /Massage Kulit Muka


Pemijatan dilakukan saat wajah dalam keadaan bersih. Pengurutan
atau pemijatan pada bagian wajah dan leher mempunyai pengaruh
terhadap faal baik secara langsung maupun tidak langsung. Gunakan
krim yang baik pada saat pengurutan, sesuai jenis kulit, seperti daycream atau kosmetika khusus berupa massage cream. Krim yang
mengandung minyak zaitun atau minyak bulus dapat dipakai untuk
pemijatan kulit normal dan kering sedangkan untuk kulit berminyak
sebaiknya digunakan krim berbahan dasar asam sitrun yang
mengandung vitamin A dan E. Pijat wajah dengan lembut sesuai rotasi
yang benar. Gerakan pengurutan yang biasa dipakai untuk pengurutan
wajah dan leher yaitu gerakan mengusap (effleurage), gerakan rotasi
(rotatie) dan gerakan menggosok (friction).
1) Tujuan pemijatan wajah
a) Mencegah timbulnya keriput pada kulit wajah
b) Memperbaiki dan memperlancar peredaran darah
c) Memperkuat otot wajah
d) Menyegarkan kulit wajah yang lesu
e) Memperlancar pergantian sel-sel kulit baru
f) Menghaluskan, mencerahkan dan melembutkan kulit wajah
g) Membantu menenangkan syaraf.
Pemijatan tidak perlu dilakukan setiap kali kita melakukan
pembersihan wajah. Pengurutan dilakukan sesuai kondisi kulit
wajah, seperti seminggu sekali untuk melancarkan peredaran
darah di wajah dan mengurangi kerutan halus tanda penuaan dini.
Pemijatan tidak dilakukan pada kulit berjerawat karena dengan
pemijatan, jerawat terlalu banyak tertekan atau tersentuh yang
dapat menyebabkan terjadinya infeksi.
2) Teknik pemijatan kulit wajah
a) Effleurage (Strocking movement)
Effeurage yaitu pijatan ringan berupa gerakan urut mengusap
dan terus menerus yang dilakukan dengan ujung jari bagian
bawah untuk bagian wajah yang sempit seperti hidung dan
dagu, dan telapak tangan untuk bagian wajah yang lebar
seperti dahi dan pipi. Gerakan usapan dilakukan secara pelan
dan berirama pada kulit. Dalam pijatan, usapan pada bagian
206

kulit wajah sebaiknya tidak dilakukan tekanan artinya otot-otot


tangan dan jari-jari dikendurkan. Pijatan effleurage memiliki
efek seudatif yaitu dapat memberikan efek menenangkan
(rileks), oleh karena itu gerakan ini selalu dilakukan pada awal
dan akhir pemijatan.
Khasiat gerakan urut effleurage adalah untuk :
(1) Menghilangkan secara mekanis sel-sel epitel kulit yang
telah mengelupas. Gerakan pengusapan dapat diperlancar dengan menggunakan krim atau minyak.
(2) Akibat gerakan pengusapan terhadap peredaran darah
dan getah bening adalah dapat mempercepat pengangkutan zat-zat sampah dan darah yang mengandung karbondioksida, memperlancar aliran limfe baru dan darah yang
mengandung banyak sari makanan dan oksigen, dapat
memperlancar pertukaran zat atau metabolisme di semua
jaringan kulit serta pemberian makanan kepada kulit dari
dalam tubuh lebih terjamin.
Pada gerakan effleurage telapak tangan atau jari harus
melekat dan menyesuaikan dengan bagian yang sedang
diurut secara perlahan pada setiap bagian yang diurut, dan
tidak boleh dilepaskan dari kulit yang sedang diurut sebelum
keseluruhan bagian tersebut selesai. Penting diperhatikan
bahwa tangan yang mengusap itu kembali ke bagian tempat
asal pengurutan. Effleurage sering dipakai pada terapi di
bagian kening, muka, kulit kepala, punggung, dada, lengan
dan kaki.

Gambar 6.4
Contoh 2 Metode Teknik Pemijatan Effleurage Di Daerah Kening

207

Gambar 6.5
Teknik Pemijatan Effleurage Di Daerah Kening, Pipi, Leher dan
Bahu dengan Arah Pijatan yang Berbeda

Gerakan ritmis pada teknik pemijatan effleurage juga


berkhasiat seudatif, oleh sebab itu gerakan-gerakan tersebut
harus dilakukan pada permulaan dan akhir perawatan. Berikut
adalah sketsa gerakan ritmis effleurage :

Gambar 6.6
Pola Gerakan Ritmis pada Teknik Pemijatan Effleurage

208

b) Petrisage (Kneading movement)


Gerakan petrisage merupakan gerakan urut meremas dengan
menggunakan ujung jari dan telapak tangan untuk menjepit
beberapa bagian kulit. Pijatan meremas memerlukan sedikit
tekanan (pressure). Penggunaan teknik pemijatan ini pada
umumnya dilakukan terbatas pada pengurutan di bagian muka,
punggung, bahu dan lengan.
Tujuan pijatan petrisage dengan sedikit menjepit dan
menekan adalah untuk memberikan stimulasi yang lebih
dalam pada kulit dan memperlancar sirkulasi atau peredaran
darah. Tekanan dan jepitan, harus dilakukan secara ringan
dan berirama. Pada pengurutan wajah dan leher hanya
menggunakan ibu jari dan telunjuk atau kelingking
Khasiat gerakan petrisage adalah :
(1) Dapat memperlancar penyaluran zat-zat makanan di dalam
jaringan kulit melalui pembuluh-pembuluh darah dan getah
bening, seakan-akan zat-zat makanan tersebut diremaskan
ke dalamnya.
(2) Dapat membantu memperlancar peredaran darah dan
getah bening mengantarkan sari makanan ke semua
jaringan dan membawa ampas pertukaran
zat dari
jaringan ke alat-alat pembuangan. Jika aliran darah dan
getah bening tidak lancar, maka terjadilah pembendungan
yang dapat dihindarkan secara positif melalui pengurutan
meremas.
(3) Gerakan tarik menarik atau tekan menekan pada serabutserabut kenyal jaringan ikat, akan merangsang
bertambahnya kadar kekenyalan kulit
Beberapa contoh penanganan terapi dengan teknik
pengurutan petrisage dapat dilihat pada gambar-gambar berikut :

209

Gambar 6.7
Teknik Pemijatan Petrisage
pada Bagian Muka/Wajah

Gambar 6.8
Pemijatan Petrisage
di Bagian Muka (Dagu) dan Pundak

c) Friction
Gerakan friction merupakan gerakan urut menggosok yang
memberi tekanan pada kulit. Gerakan friction dimaksudkan
untuk memperlancar sirkulasi atau peredaran darah pada kulit
wajah, mengaktifkan kelenjar kulit, menghilangkan kerut serta
memperkuat otot kulit wajah. Lakukan pijatan melingkar
ringan dengan dua ujung jari yang ditekankan secara tegak
lurus pada bagian yang dipijat.

210

Pengurutan menggosok mempunyai pengaruh yang


besar terhadap serabut-serabut kenyal jaringan ikat. Karena
tekanan vertikal ke bawah, serabut tersebut berkerut dan jika
tekanan dilepaskan akan memanjang lagi seperti gerakan
gymnastik.
Khasiat gerakan friction yaitu :
(1) Dapat berpengaruh terhadap penyembuhan pada bagian
jaringan yang sakit atau kurang sempurna.
(2) Dapat merangsang produksi kelenjar-kelenjar palit atau
lemak oleh tekanan dan pelepasan urutan menggosok,
oleh karena itu gerakan friction berfaedah terutama untuk
kulit kering.
(3) Friction mempunyai pengaruh yang nyata terhadap
kelancaran peredaran darah dan aktivitas kelenjar-kelenjar
dalam kulit.
Sebagaimana effleurage, friction pun memiliki pola
gerakan ritmis yang khusus, yaitu gerakan memutar-mutar,
menggeser-geser dan meremas dengan pola gerakan yang
terperinci sebagai berikut ;

Gambar 6.9
Mekanisme Gerakan Pemijatan Friction

Teknik friction dapat dilakukan pada pemijatan muka,


bahu, punggung, leher, kepala, tangan dan kaki. Berikut
beberapa contoh pengurutan friction :

211

Gambar 6.10
Teknik Friction pada Pemijatan
di Daerah Pipi, Dagu, Leher dan Dada

d) Tapotage (Tapotement)
Tapotage merupakan gerakan berupa ketukan dan tepukan
yang berturut-turut, dilakukan secara ringan dan cepat,
dengan seluruh tangan atau dengan ujung jari. Gerakangerakan ketukan dalam metode pemijatan tapotage sangat
efektif untuk mengembalikan tonus otot-otot yang kendur,
serta dapat pula merangsang ujung urat syaraf. Jika ketukan
dilakukan dengan ringan, maka tiap ketukan merupakan suatu
rangsangan yang menimbulkan kontraksi otot yang kelak
melemas kembali. Kontraksi yang berulang-ulang akan
membuat otot-otot terlatih dan menjadi lebih kuat. Untuk
pengurutan wajah hanya dipakai gerakan ketukan yang
sangat ringan dan perlahan, yakni dengan cara menyentuh212

kan kedua ruas jari. Apabila tapotage dilakukan dengan


menggunakan telunjuk, hendaknya gerakan oleh jari ini
ditahan sedikit karena kekuatannya melampaui kekuatan jarijari lainnya. Pemberian tekanan pada jenis pijatan ini,
bertujuan untuk memberi stimulasi pada kulit. Pada gerakan
tapotage, ketukan tidak boleh menimbulkan rasa sakit, dan
ketukannya selalu harus melenturkan kembali.
Gerakan-gerakan dalam tapotage bermanfaat untuk
menyegar kan otot-otot dan melancarkan peredaran darah
serta getah bening pada tempat yang diurut. Pengurutan cara
ini memiliki efek yang paling merangsang dan harus dilakukan
dengan hati-hati dan perlahan-lahan. Beberapa penerapan
teknik tapotage pada pengurutan adalah :
(1) Tapotage pada muka berupa ketukan-ketukan yang
berturut-turut dan cepat dilakukan dengan seluruh tangan
atau dengan ujung jari.

Gambar 6.11
Teknik Tapotage pada Wajah

(2) Tapotage pada muka


berupa ketukan jari
yang enteng dengan
cara
menjatuhkan
jari-jari pada kulit
secara berturut-turut
dan dilakukan dengan
cepat.

Gambar 6.12
Teknik Tapotage pada Wajah yang
dilakukan dengan ringan

213

(3) Tapotage pada bagian di


bawah dagu dengan menggunakan seluruh telapak tangan untuk menepuk kulit.

Gambar 6.13
Teknik Tapotage
pada Daerah di Bawah Dagu

e) Vibration (Shaking movement)


Vibrasi adalah gerakan urut menggetar yang berfungsi untuk
merangsang atau untuk menenangkan urat syaraf serta
menghilangkan kerut pada wajah. Pada pijatan ini gunakan
ujung jari dan telapak tangan untuk menggetarkan kulit secara
bergantian. Pijatan ini dapat pula menggunakan alat yang
disebut vibrator. Gerakan menggetar untuk merangsang
dinamakan vibrasi statis. Gerakan ini dilakukan dengan cara
menggetarkan ujung jari di atas urat syaraf dan
merangsangnya.
Gerakan menggetar yang bertujuan untuk menenangkan
dinamakan vibrasi dinamis yakni getaran yang dilakukan
sepanjang jalannya syaraf dengan menggunakan ujung jari.
Untuk mencegah rangsangan yang berlebihan, gerakan
vibrasi hanya dilakukan sekali-kali dan tidak boleh berlangsung
lebih dari beberapa detik pada satu tempat. Khasiat gerakan
vibrasi adalah untuk melemaskan jaringan-jaringan dan
menghilangkan ketegangan.
Beberapa cara melakukan gerakan vibration adalah
sebagai berikut :

214

Gerakan Menggetar
dan Memutar

Gerakan Statis pada


Urat Saraf Setempat

Gerakan Dinamis pada


Sepanjang Jalan Urat Saraf

Gambar 6.14
Berbagai Pola Pemijatan Vibration

Aneka pola pemijatan wajah mencakup :


a) Untuk pola berbentuk spiral, gunakan ujung jari dengan
gerakan memutar.
b) Untuk pola berbentuk garis, gunakan ujung jari untuk sedikit
menekan
c) Untuk pola-pola berbentuk segi empat kecil, gunakan ujung jari
untuk menekan pada titik yang ditunjukkan.

215

3) Tahapan dan Arah Pemijatan Secara Keseluruhan


Secara keseluruhan, tahapan dan arah pemijatan pada wajah dan
dada mencakup kegiatan sebagai berikut :
(1) Dimulai
dari
bagian
tengah kening, lakukan
gerakkan usapan lembut
(effleurage) dengan menggunakan ujung kedua jari
tengah ke arah atas
secara bergantian. Ulangi
tiga kali usapan.

(2) Lakukan gerakkan rotasi


menggunakan
kedua
ujung jari tengah dan jari
manis dari tengah-tengah
kening menuju pelipis
dan tekan pelipis dengan
kedua jari. Ulangi 3 kali
gerakkan.

(3) Lakukan gerakkan usapan


lembut secara zigzag dengan
mengguna-kan ujung kedua
jari tengah dan jari manis
secara bergantian dari pelipis
kiri ke arah pelipis kanan.
Ulangi 3 kali gerakkan.

216

(4) Lakukan gerakkan rotasi


dengan menggunakan kedua ujung jari tengah dari
mulai pelipis ke arah
bawah mata sampai ujung
mata, kemudian usap
kelopak mata sampai ke
pelipis. Ulangi 3 kali
gerakkan.

(5) Lakukan gerakkan rotasi


menggunakan
seuruh
ujung jari dimulai dari dagu
menuju ke arah pipi
sampai
pelipis,
tekan
dipelipis. Ulangi 3 kali
gerakan.

(6) Lakukan gerakan mengusap dengan kedua ujung


jari tengah dari bawah
bibir melingkar ke atas
bibir dan gerakan sebaliknya. Ulangi 3
kali
gerakan.

217

(7) Lakukan gerakan rotasi


menggunakan ujung kedua
jari tengah mulai dari
cuping hidung ke arah atas
sampai ujung mata. Ulangi
3 kali gerakan.

(8) Lakukan gerakan rotasi


pada tepi daun telinga,
dengan cara menjepit daun
telinga dengan jempol dan
telunjuk. Rotasi dimulai
dari tepi daun telinga
bawah menuju ke atas, selanjutnya lakukan gerakan
mengusap dengan jempol
dari batas telinga atas
menuju ke bawah. Ulangi 3
kali gerakan. Kemudian
lakukan gerakan menutup
dan membuka daun telinga
dengan tangan. Ulangi 3
kali gerakan.
(9) Lakukan gerakan menepuk
dagu menggunakan punggung tangan kiri dan tangan kanan secara bergantian. Kemudian lakukan
gerakan mengetuk-ngetuk
bagian wajah secara keseluruhan dengan seluruh
ujung
jari
secara
bergantian.
218

(10) Lakukan gerakan rotasi


dengan seluruh ujung jari,
dimulai dari bawah telinga
menuju ke arah dada
kemudian lakukan gerakan dengan arah kebalikan
dari dada ke atas sampai
ke bawah telinga. Ulangi
3 kali gerakan.

(11) Lakukan gerakan rotasi


menggunakan
seluruh
ujung jari, dimulai dari
bawah
telinga,
leher
menuju ke ujung bahu.
Kemudian lakukan gerakan mengusap sambil
menekan dengan menggunakan ujung ibu jari dari
mulai pangkal bahu bagian belakang ke ujung
bahu bagian belakang.
Ulangi 3 kali gerakan.

(12) Lakukan gerakan mengusap sambil menekan


menggunakan ibu jari,
dari mulai pangkal bahu
belakang sampai ujung
bahu belakang, kemudian lakukan gerakan
menggetar menggunakan
telapak tangan pada
ujung bahu. Ulangi 3 kali
gerakan.
219

(13) Lakukan gerakan mengusap


secara lembut dengan menggunakan seluruh jari tangan
kanan dan tangan kiri secara
bergatian pada bagian bawah
leher belakang ke arah leher
bagian atas. Ulangi 3 kali
gerakan.
Gambar 6.15 : (1) (13)
tahapan dan arah pemijatan
pada wajah dan dada

e. Penguapan
Penguapan dilakukan agar pori-pori membuka lebih lebar hingga
mudah dirawat. Cara penguapan yaitu : sediakan sebuah waskom
besar berisi air mendidih dan sebuah handuk besar. Letakkan
waskom yang berisi air mendidih di atas meja, kemudian hadapkan
wajah pada air mendidih yang ada di waskom. Kerudungkan handuk
pada kepala hingga menutupi seluruh kepala dan waskom. Uap air
akan mengenai wajah dan biarkan beberapa saat. Lama penguapan
untuk kulit kering dan sensitif maksimal selama 3 menit. Kulit normal
5 - 7 menit dan kulit berminyak selama 8 11 menit.
Sebaiknya sambil menguapi wajah dilakukan relaksasi
seder-hana, yaitu dengan cara
mencampurkan beberapa tetes
minyak aromaterapi seperti minyak lavender, camomile atau
mint ke dalam air mendidih di
dalam waskom. Hirup uap air
yang telah dicampur wangiwangian tersebut dan rasakan
manfaat ganda, yakni selain poripori kulit terbuka, aroma yang
terhirup akan melonggar-kan
pernafasan dan memberi efek
yang menenangkan.
Gambar 6.16
Penguapan Wajah

220

f. Pengelupasan/Peeling/Scrubbing
Tujuan dari pengelupasan kulit (peeling/scrubing) adalah untuk
mengangkat sel kulit mati yang sudah siap mengelupas di lapisan
epidermis, membantu mengangkat komedo, menipiskan bekas
jerawat yang sudah kering dan merangsang pertumbuhan sel
kulit baru. Pengelupasan kulit dapat dilakukan beberapa hari
sekali tergantung jenis kulit wajah. Untuk kulit kering dan sensitif
antara 7 - 14 hari sekali, kulit normal 5 hari sekali dan kulit
berminyak 3 - 5 hari sekali. Pastikan tidak ada luka atau infeksi
pada wajah saat melakukan pengelupasan dan jangan melakukan
peeling terlalu sering agar kulit memiliki kesempatan regenerasi.
Pengelupasan atau penipisan kulit (peeling/scrubing) dilaku
kan menggunakan kosmetika penipis, jenis scrubber, polisher atau
kosmetika exfoliation lainnya.
Untuk mendapatkan hasil maksimal, lakukan peeling
saat kulit masih dalam keadaan bersih, lunak dan kenyal seperti
setelah dilakukan penguapan. Pengelupasan dilakukan dengan cara
meregangkan bagian kulit yang akan dirawat, dengan menggunakan
jari telunjuk dan jari tengah tangan kiri. Kosmetik peeling di jari
telunjuk dan jari tengah tangan kanan, digosok-gosokkan di bagian
kulit wajah yang diregang kan oleh telunjuk dan jari tengah tangan
kiri dengan gerakan lingkar-lingkar kecil.
Arah penggosokan sebaiknya disesuaikan dengan garis-garis
kulit yakni searah dengan pertumbuhan rambut halus di wajah atau
dengan arah perputaran dari dalam ke luar. Basuh wajah dengan air
hangat atau air dingin atau bisa juga dengan uap hangat
menggunakan facial steamer, guna melembutkan sel-sel lapisan
tanduk, sehingga jika terdapat komedo akan mudah dikeluarkan.
Komedo dapat dikeluarkan dengan memencetnya dengan
menggunakan kertas tissue atau dengan menggunakan alat khusus
berupa comedo extractor yang sudah dibersihkan dalam larutan
alkohol 70 %. Perawatan pengelupasan dilakukan 1 kali seminggu
untuk kulit normal dan untuk kulit berminyak dapat dilakukan 2 kali
dalam seminggu. Setelah selesai pengelupasan, khusus untuk kulit
sensitif serta kering, bubuhkan segera pelembab wajah yang sesuai
dengan jenis kulit dan setelah dilakukan peeling hindari sinar
matahari secara langsung.

221

Gambar 6.17
Bahan dan Proses Pengelupasan/Peeling/Scrubbing

g. Masker
Kegunaan masker banyak sekali terutama untuk mengencangkan
kulit, mengangkat sel-sel tanduk yang sudah siap mengelupas,
menghaluskan dan mencerahkan kulit, meningkatkan metabolis-me
sel kulit, meningkatkan peredaran darah dan getah bening,
memberi rasa segar dan memberi nutrisi pada kulit serta kulit
terlihat cerah, sehat, halus dan kencang. Saat ini banyak sekali
jenis masker yang diperjualbelikan, ada yang berbentuk bubuk, krim
dan gel. Masker buatan sendiri dari bahan-bahan alami seperti
buah, sayur dan telur juga dapat menjadi pilihan. Masker dioleskan
dengan bantuan kuas pada seluruh wajah, leher dan pundak atau
dada bagian atas, kecuali bagian mata dan bibir, karena bagian
tersebut sangat sensitif. Sambil menunggu masker mengering,
oleskan eye-cream di sekitar mata dan lip-conditioner di bibir. Hal
ini dimaksudkan untuk menghindari terjadinya kekeringan kulit di
sekitar mata dan bibir.
Untuk memperoleh hasil yang maksimal, saat pemakaian
masker hindari berbicara atau tertawa, bersin atau batuk,
menggerakkan bagian wajah seperti mengernyitkan dahi,
mengerutkan mulut dan menggerakkan leher atau kepala. Jadi
dalam pemakaian masker ini, harus benar-benar dalam keadaan
istirahat dan dengan posisi wajah agak tengadah.
222

Gambar 6.18
Pemakaian Masker

1) Jenis-jenis masker :
a) Masker Bubuk
Masker bubuk merupakan bentuk masker yang paling awal dan
populer. Banyak produsen kosmetika baik tradisional maupun
modern yang memproduksi jenis masker bubuk. Biasanya
masker bubuk terbuat dari bahan-bahan yang dihaluskan dan
diambil kadar airnya. Pilihlah masker bubuk yang sesuai dengan
jenis kulit.
Cara membuatnya adalah dengan mencampurkan
1 sendok makan masker bubuk dengan air mawar secukupnya,
kemudian aduk sampai rata dan oleskan pada wajah, leher,
pundak dan dada bagian atas menggunakan kuas khusus untuk
masker yang halus. Arah pengolesan sebaiknya dari bawah ke
atas dan biarkan sampai mengering sekitar + 15 menit. Pada
saat mengangkat masker yang telah mengering di bagian
wajah, masker jangan langsung diangkat dengan handuk,
basahi dahulu bagian yang tertutup masker hingga masker
kembali basah, baru diangkat dengan menggunakan waslap
atau handuk yang lembab hangat sampai bersih.

223

Gambar 6.19
Bahan dan Cara Pemakaian Masker Bubuk

b) Masker Krim
Penggunaan masker krim sangat praktis dan mudah. Saat ini
telah tersedia masker krim untuk aneka jenis kulit, yang
dikemas dalam kemasan tube. Salah satu keuntungan lain dari
masker krim adalah dapat dipadukan dari beberapa jenis bahan
masker. Oleh karena itu masker ini merupakan pilihan tepat
bagi mereka yang memiliki kulit kombinasi. Untuk daerah kering,
gunakan masker untuk kulit kering, sedangkan untuk daerah
berminyak misalnya daerah T, gunakan masker untuk kulit
berminyak. Kenakan masker krim pada wajah dan leher, tunggu
hingga kering (+ 15 menit) dan angkat dengan menggunakan
handuk yang lembab hangat.

Gambar 6.20
Bahan dan Cara Pemakaian Masker Krim

224

c) Masker Gel
Masker gel juga termasuk salah satu masker yang praktis,
karena setelah kering masker tersebut dapat langsung diangkat
tanpa perlu dibilas. Masker gel biasa dikenal dengan sebutan
masker peel-off. Manfaat masker gel antara lain dapat
mengangkat kotoran dan sel kulit mati sehingga kulit menjadi
bersih dan terasa segar. Masker gel juga dapat mengembalikan
kesegaran dan kelembutan kulit, bahkan dengan pemakaian
yang teratur, masker gel dapat mengurangi kerutan halus yang
ada pada kulit wajah.
Cara kerja masker peel-off ini berbeda dengan masker
jenis lain. Ketika dilepaskan, biasanya kotoran serta kulit ari
yang telah mati akan ikut terangkat. Fungsi masker peel-off
sama dengan scrub cream /krim pengelupas. Karena itu jika
memilih menggunakan masker peel-off sebaiknya tidak
bersamaan pemakaiannya dengan pengelupasan/peeling/
scrubbing. Beri selang waktu minimal 7 hari untuk melakukan
keduanya. Jika tidak, kulit akan mengalami pengelupasan dua
kali dengan tenggang waktu relatif singkat yang tidak cukup
untuk melakukan regenerasi. Akibatnya kulit justru akan tampak
kusam dan tidak berseri.

Gambar 6.21
Bahan dan Cara Pemakaian Masker Gel

Saat ini di pasaran telah tersedia masker gel yang


mengandung asam alfa hidroksi (AHA) dari sari tumbuhtumbuhan dan buah-buahan. Jenis AHA yang dibuat untuk
masker gel ini antara lain asam glikolat yang terdapat pada
tanaman tebu, asam laktat pada susu asam dan asam sitrat
yang ada pada jeruk. Karena sifat kandungannya yang asam,
masker peel-off cocok digunakan oleh mereka yang memiliki
jerawat nitrosica atau jerawat yang telah menimbulkan bopeng
atau lubang. Pada kondisi ini, kulit membutuhkan tambahan
nutrisi yang terdapat pada asam glikolat.
225

d) Masker Kertas atau Kain


Masker jenis kertas atau kain biasanya mengandung bahanbahan alami yang dapat meluruhkan sel-sel kulit mati,
membantu menyamarkan bercak atau noda hitam, mengecilkan pori-pori, serta memperhalus kerutan di wajah. Selain itu
masker ini dapat merangsang pertumbuhan sel kulit baru dan
membuat kulit lebih berseri.
Masker kertas biasanya berbentuk lembaran menyerupai
wajah dengan beberapa lubang di bagian mata, hidung dan
mulut. Sedangkan masker kain berupa gulungan kecil yang
harus diuraikan. Masker kertas maupun kain sebelum
digunakan, harus dicelup atau dibasahi terlebih dahulu dengan
cairan tertentu sesuai dengan kebutuhan kulit, yang antara lain
berupa : minyak esensial, pelembab berbentuk cairan, jus
sayuran atau buah-buahan, serum khusus untuk wajah, air
murni (H2O) yang dapat menyegarkan kulit lelah, susu murni
yang dapat mengangkat kotoran, menghaluskan kulit serta
mencerahkan warna kulit, serta air dingin yang dapat
mengecilkan pori-pori

Bahan Kertas

Cairan/Krim
Masker yang
ditambahkan

Gambar 6.22
Bahan dan Cara Pemakaian Masker Kertas

e) Masker Buatan Sendiri


Masker, selain yang dibuat oleh produsen kosmetika, kita pun
dapat membuat masker sendiri dari berbagai bahan alami, hal
ini seiring dengan gerakan kembali ke alam. Bahan alami yang
dapat dipakai sebagai bahan masker yaitu sayur - sayuran,
226

buah-buahan, havermout, telur dan madu, tetapi pilihlah


bahan, baik sayur-sayuran maupun buah-buahan yang
bermutu baik, benar-benar matang dan segar. Untuk susu,
telur, madu dan havermout dapat dipilih yang masih segar dan
belum kedaluwarsa.

Gambar 6.23
Bahan dan Masker Buatan
yang telah jadi

Beberapa jenis masker buatan


menggunakan bahan alami, di antaranya :

sendiri

dengan

(a) Avokad
Avokad memiliki kandungan lemak yang berkhasiat
melembabkan kulit, karena itu cocok digunakan untuk
perawatan kulit kering agar menjadi lembab, lembut dan
kencang. Caranya : lumatkan 1 buah avokad, campur
dengan 1 sdm madu dan aduk rata. Oleskan pada wajah
biarkan selama + 10 menit hingga mengering, bilas dengan
air hangat.

Gambar 6.24
Buah Alpukat
dan Masker yang dihasilkannya

227

(b) Jeruk
Peras air jeruk segar dari 2 buah jeruk, campur dengan 1
bungkus gelatin dan aduk rata, simpan dalam lemari es
hingga cukup padat kemudian oleskan pada wajah secara
merata dan biarkan selama + 10 menit dan bilas dengan air
dingin serta keringkan dengan handuk. Masker ini cocok
untuk kulit normal atau berminyak terutama saat udara
panas agar wajah terasa halus, kencang dan tidak kering.
Buah jeruk dan kulitnya juga dapat digunakan sebagai
pembersih dan penyegar yang cocok digunakan untuk
perawatan kulit berminyak. Untuk pembersih : rendam kulit
jeruk manis dalam air, tusuk-tusuk dengan garpu, dan
biarkan semalaman. Gunakan untuk mem-basuh kulit wajah
keesokan harinya. Untuk penyegar : celupkan sepotong
kapas ke dalam air, peras, dan teteskan beberapa tetes sari
buah jeruk segar pada kapas basah tersebut, kemudian
bubuhkan pada wajah.

Gambar 6.25
Buah Jeruk
dan Masker yang dihasilkannya

(c) Jeruk nipis


Jerawat pada kulit kombinasi bisa menggunakan jenis
masker jeruk nipis. Manfaat lain masker ini adalah untuk
mengatasi penuaan dini. Caranya peras bagian jeruk
nipis, campur dengan 1 butir putih telur yang telah dikocok
kaku, oleskan pada wajah dan biarkan selama + 15 menit,
bilas dengan air hangat. Masker ini dapat digunakan
semalaman, untuk memperoleh hasil maksimal.
228

Gambar 6.26
Masker Jeruk Nipis dan Putih Telur

(d) Susu bubuk


Masker dari susu bubuk dapat digunakan untuk menghaluskan, memutihkan, menyegarkan, dan memberi cahaya
pada kulit wajah. Untuk keperluan ini, gunakan susu bubuk
full cream agar kandungan lemaknya dapat dimanfaatkan
secara maksimal. Susu rendah lemak dan susu instan
kurang cocok digunakan sebagai masker. Caranya
campurkan 2 sdm susu bubuk, 1 sdm madu dan 2 sdm air
panas, aduk rata, kemudian oleskan pada kulit wajah dan
leher, biarkan selama + 15 menit hingga masker mengering.
Bilas dengan sabun khusus untuk wajah dan air hangat.
Bubuhkan pelembab segera setelahnya.

Gambar 6.27
Susu Bubuk dan Masker
yang dihasilkannya

229

(e) Telur
Pada telur terdapat dua bagian yang dapat dimanfaatkan
yaitu kuning telur cocok digunakan untuk perawatan kulit
kering dan normal. Caranya kocok 1 butir kuning telur
tambahkan perasan jeruk nipis dan parutan kulit jeruk
nipis. Biarkan semalaman agar telur menyerap minyak dari
kulit jeruk. Oleskan pada wajah kecuali daerah sekitar mata
dan bibir, biarkan selama + 10 menit dan bilas dengan
menggunakan air hangat. Putih telur cocok digunakan untuk
perawatan kulit berminyak dan dapat membantu
mengencangkan kulit wajah yang kendur. Caranya kocok 1
butir putih telur tambahkan perasan buah jeruk nipis dan
parutan kulit jeruk nipis. Biarkan semalaman agar telur
menyerap minyak dari kulit jeruk. Bubuhkan pada wajah dan
biarkan selama + 10 menit kemudian bilas dengan air
hangat.

Gambar 6.28
Telur Ayam dan Masker yang dihasilkannya

(f) Strawberi
Untuk kulit berminyak, masker strawberi sangat baik digunakan untuk meluruhkan sel kulit mati dan menyegarkan
kulit kusam. Strawberi dicampur dengan havermout yang
mengandung vitamin B1 dan mineral seng. Strawberri dapat
mempercepat regenerasi sel kulit mati dan melembutkan
kulit kering.

230

Untuk kulit berminyak, campur 50 gr buah strawberi


dan 1 sendok makan havermout, haluskan dengan blender
kemudian oleskan pada seluruh wajah dan leher sambil
dilakukan pijatan ringan, biarkan kering dan bilas dengan air
hangat.
Untuk kulit kering, panaskan 1 sendok makan mentega
hingga meleleh, dinginkan kemudian campur dengan 75 gr
strawberi segar dan proses dengan blender. Oleskan pada
seluruh wajah dan leher, biarkan mengering selama + 15
menit, bilas dengan air hangat dan sabun khusus untuk
wajah dan segera kenakan pelembab.

Untuk Kulit
Berminyak

Untuk Kulit
Kering

Gambar 6.29
Buah Strawbery dan Masker yang dihasilkannya

(g) Mentimun
Ramuan dari mentimun cocok untuk kulit berminyak karena
dapat mengurangi kadar minyak yang berlebihan. Masker
mentimun juga dapat memberi kesegaran pada kulit kusam
dan terbakar sinar matahari serta dapat digunakan sebagai
penyegar. Untuk masker, 1 buah mentimun diparut diambil
airnya, campur dengan 1 sendok makan minyak zaitun dan
4 sendok makan susu segar matang, aduk rata. Oleskan
pada seluruh wajah dan leher, biarkan selama + 15 menit,
bilas dengan air hangat.
231

Untuk penyegar, parut 1 buah mentimun, saring dan


ambil airnya. Dengan bantuan sepotong kapas oleskan air
mentimun ke seluruh wajah.

Gambar 6.30
Mentimun dan Masker
yang dihasilkannya

(h) Tomat
Kandungan vitamin C dalam tomat selain bermanfaat bagi
tubuh, juga sangat bagus untuk kesehatan dan kelembutan
kulit. Pemakaian secara teratur dapat membantu
memperkecil lubang pori-pori kulit. Caranya parut 1-2 buah
tomat atau proses dengan blender, campur dengan 1 sdm
susu bubuk dan 25 cc sari jeruk, kemudian aduk rata.
Oleskan pada seluruh wajah dan leher sambil lakukan
pijatan ringan, biarkan selama +15 menit, bilas dengan air
hangat.

Gambar 6.31
Buah Tomat dan
Masker yang dihasilkannya

232

(i) Pepaya
Buah pepaya mengandung banyak kandungan gizi yang
dapat mencegah penuaan dini dan meremajakan lapisan
dermis dalam kulit. Masker dari buah pepaya cocok untuk
semua jenis kulit dan dapat membantu melembabkan kulit
serta dapat meluruhkan sel kulit mati. Caranya lumatkan
buah pepaya, oleskan pada wajah biarkan selama + 15
menit dan bilas dengan air hangat.

Gambar 6.32
Buah Pepaya dan Masker
yang dihasilkannya

(j) Pisang
Sama seperti masker pepaya, masker pisang dapat
digunakan untuk semua jenis kulit terutama untuk kulit
berjerawat. Kandungan zat yang terkandung dalam pisang
dapat membantu mengempiskan jerawat. Lumatkan 1 buah
pisang ambon matang segera oleskan pada wajah dan
leher, biarkan selama + 15 menit, bilas dengan air hangat
dan kemudian basuh sekali lagi dengan air dingin.

Gambar 6.33
Buah Pisang dan Masker
yang dihasilkannya

233

(k) Melon dan Semangka


Buah melon dan semangka banyak menyimpan dan
mengikat air sehingga cocok digunakan sebagai bahan
masker untuk kulit kering atau terbakar sinar matahari.
Caranya iris tipis 1/8 melon atau semangka, bungkus irisan
dengan kain kasa dan tempelkan pada wajah, biarkan + 15
menit, bilas dengan air dingin.

Gambar 6.34
Semangka dan Melon dan Masker yang dihasilkannya

(l) Apel
Zat yang terdapat dalam apel dapat menetralisir minyak
yang berlebihan pada wajah hingga cocok digunakan untuk
kulit berminyak. Caranya parut 2 buah apel atau proses
dengan blender, segera bubuhkan pada wajah, biarkan + 15
menit dan bilas dengan air hangat.

Gambar 6.35
Buah Apel dan Masker
yang dihasilkannya

234

(m) Havermout
Masker dari havermout ini digunakan untuk kulit berminyak.
Campur 2 sdm havermout dan1 sdm jeruk nipis, proses
dengan blender sampai tercampur rata. Bubuhkan pada
wajah sambil lakukan pijatan ringan. Biarkan hingga
mengering dan bilas dengan air teh hangat hingga bersih.

Gambar 6.36
Havermout dan Masker
yang dihasilkannya

(n) Wortel
Masker wortel dapat digunakan untuk kulit kusam dan
terbakar sinar matahari. Wortel dicampur dengan madu dan
yoghurt dapat memberi nutrisi pada kulit. Kandungan
betakarotin pada wortel akan melembutkan kulit dan
menjadikan kulit lebih bersinar. Haluskan 3 buah wortel,
campur dengan 2 sdm madu dan 3 sdm yoghurt, aduk rata.
Oleskan pada wajah sambil lakukan pijatan ringan ke arah
atas, biarkan + 15 menit, bilas dengan air mineral.

Gambar 5.37
Wortel dan Masker
yang dihasilkannya

235

(o) Kentang atau bengkoang


Masker kentang atau bengkoang dapat membantu
mengurangi lingkaran hitam dan kantung mata yang kerap
muncul jika kurang tidur. Parut sebuah kentang atau
bengkoang, bungkus hasil parutan, bisa langsung ditempel
pada kelopak mata atau bila disaring diambil airnya bisa
dioleskan pada seluruh wajah, sehingga hasilnya dapat
memutihkan kulit.

Gambar 6.38
Kentang dan Masker yang dihasilkannya

2) Cara Pemakaian Masker


Cara pemakaian masker harus merata di seluruh permukaan kulit
wajah dan leher, kecuali bagian bibir dan mata. Bagian mata
ditutup dengan kapas dan istirahatkan.

236

3
4

Gambar 6.39
Cara Pemakaian Masker

Selanjutnya, setelah masker mengering (+ 15 menit)


masker dibersihkan, dengan terlebih dahulu masker yang telah
mengering di wajah dilembabkan, kemudian dibersihkan
menggunakan waslap yang lembab dan hangat sampai bersih.
Setelah pembersihan masker, muka sebaiknya dikompres dengan
menggunakan es batu yang dibungkus waslap agar pori-pori kulit
yang terbuka karena perawatan, menutup kembali. Terakhir kulit
muka diberi penyegar sesuai dengan jenis kulit .

Gambar 4.40
Pembersihan dan Penyegaran Pasca Pemaskeran

237

I.

Perawatan Kulit Wajah Tanpa Problem


Perawatan kulit wajah tanpa problem mencakup perawatan kulit wajah
jenis normal dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai pembersih,
tetapi hindari bahan pembersih yang berkadar alkohol tinggi, bersifat
alkalis dan bahan pembersih yang cenderung menimbulkan
penyumbatan. Perawatan kulit normal dapat dilakukan setiap hari dan
secara berkala.
Sebelum melakukan perawatan, terlebih dahulu lakukan Persiapan
Perawatan Kulit Wajah Tanpa Problem Secara Manual Berdasarkan
Prinsip Kesehatan dan Keselamatan Kerja yang secara teknis dapat
dilihat pada halaman 192
Perawatan kulit normal setiap hari, dilakukan setelah melakukan
berbagai aktivitas, terutama setelah bepergian dan menjelang tidur, yaitu
meliputi :
1. Pembersihan wajah dengan susu pembersih. Caranya, bersihkan
wajah dengan susu pembersih untuk kulit normal hingga batas
leher, kemudian ratakan. Lakukan pijatan ringan, kemudian angkat
susu pembersih dengan menggunakan kapas yang lembab.
2. Usapkan handuk kecil atau waslap yang telah dicelupkan pada
air hangat untuk mengangkat sisa susu pembersih.
3. Bubuhkan face lotion pada sepotong kapas, tepuk - tepuk pada
wajah dengan maksud untuk menyegarkan atau menutupi pori-pori
yang terbuka pada saat kulit wajah dibersihkan.
Perawatan kulit normal seminggu sekali dilakukan setelah wajah
dibersihkan yang meliputi :
1. Penguapan wajah atau dengan cara mengompres seluruh wajah
menggunakan handuk yang telah diuapi.
2. Lakukan peeling wajah atau pengelupasan sel kulit ari yang
sudah mati dengan menggunakan scrub cream untuk kulit normal
kemudian bersihkan dengan air suam-suam kuku.
3. Oleskan krim pemijat pada seluruh wajah, leher, dada atas dan bahu.
Lakukan pijatan ke arah atas. Angkat minyaknya dengan handuk
yang telah dicelup dalam air hangat.
4. Setelah melakukan pemijatan kulit wajah, gunakan masker untuk kulit
normal. Campurkan dua setengah sendok teh bubuk masker dengan
aquadest atau air mawar secukupnya.
5. Oleskan campuran atau adonan masker tersebut ke seluruh wajah
dengan bantuan kuas. Cara mengoleskannya mulai dari dagu, pipi
kanan, pipi kiri, hidung dan dahi.
238

6. Biarkan masker mengering dengan sendirinya + 30 menit.Selama


pemakaian masker sebaiknya tidak bergerak atau berbicara agar
didapat hasil yang maksimal.
7. Angkat masker dengan menggunakan handuk kecil atau waslap yang
telah dicelupkan pada air hangat.
8. Berikan penyegar atau dapat pula dikompres dengan waslap yang
dicelupkan pada air es.

J. Perawatan Kulit Wajah Berproblem Secara Manual


Problem kulit yang umum terjadi pada kulit wajah mencakup kulit kering,
kulit berminyak, kulit kombinasi, kulit sensitif, kulit menua, kulit dehidrasi
dan kulit berkomedo atau berjerawat.
Sebelum melakukan perawatan, terlebih dahulu lakukan Persiapan
Perawatan Kulit Wajah Tanpa Problem Secara Manual Berdasarkan
Prinsip Kesehatan dan Keselamatan Kerja yang secara teknis dapat
dilihat pada halaman 192

1. Perawatan Kulit Kering


Keseimbangan kadar minyak pada kulit kering cenderung terganggu,
yakni kandungan lemak pada kulit kering sangat sedikit, sehingga
pada kulit kering mudah terjadi penuaan dini yang ditandai keriput,
mudah timbul noda hitam, kulit terlihat kasar dan bersisik serta terlihat
lelah dan kusam. Oleh karena hal tersebut, maka perawatan kulit
kering lebih bersifat pemberian nutrisi, agar kadar minyak tetap
seimbang dan kulit senantiasa terjaga kelembabannya.
Kulit kering memerlukan pembersih lunak yaitu pembersih yang
mengandung pelembab seperti minyak zaitun atau pembersih yang
berbentuk krim. Hindari bahan pembersih berkadar alkohol tinggi.
Lakukan pemupukan kulit menggunakan pelembab yang
mengandung gliserin, hyaluronic acid atau demithicone. Zat-zat yang
terkandung dalam pelembab tersebut merupakan humectant. Sifat
humectant menarik air dari dalam kulit dan dari udara sekitar,
sehingga proses dehidrasi kulit tidak berlanjut.
Bahan pembersih untuk jenis kulit kering sebaiknya dipilih
kosmetik yang berbahan dasar minyak atau oil-based, tipe W/O
(kadar minyak lebih tinggi dari kadar air). Jenis kulit kering
mengeluarkan minyak lebih sedikit dari pada jenis kulit lainnya, oleh
karena itu biasakan memakai tabir surya atau pelembab yang
mengandung tabir surya dan zat antioksidan terutama jika melakukan
kegiatan di luar rumah. Perawatan kulit kering juga dapat dilakukan
secara rutin yaitu setiap hari dan secara berkala.
239

Perawatan kulit kering yang dilakukan setiap hari meliputi :


a. Pembersihan wajah dan leher dengan krim pembersih yang
mengandung emollients untuk mencegah dehidrasi. Angkat
dengan waslap yang telah dicelupkan dalam air hangat.
b. Selanjutnya bubuhkan face lotion pada sepotong kapas, tepuktepukkan ke seluruh wajah dan segera gunakan pelembab.
Perawatan kulit kering yang dilakukan secara berkala, antara
lain setiap 10 hari sekali dengan cara :
a. Mengoleskan krim pemijat ke seluruh wajah, leher, dada atas
dan pundak setelah wajah dibersihkan. Lakukan pemijatan
dengan lembut dan hati-hati.
b. Angkat krim pemijat dengan air hangat hingga bersih.
c. Siapkan masker untuk kulit kering. Oleskan campuran masker
ke seluruh wajah dengan bantuan kuas. Cara mengoleskan mulai
dari dagu, pipi kanan, pipi kiri, hidung dan dahi.
d. Biarkan masker kering dengan sendirinya selama + 30 menit dan
istirahatkan agar diperoleh hasil maksimal.
e. Angkat masker dengan handuk kecil yang telah dicelupkan dalam
air hangat.

2. Perawatan Kulit Berminyak


Kulit berminyak memerlukan perawatan khusus karena minyak yang
berlebihan pada kulit wajah yang tidak dirawat, akan menjadi media
yang baik bagi pertumbuhan bakteri yang pada saat selanjutnya dapat
menjadi jerawat, radang atau infeksi. Pada kulit berminyak, pori-pori
kulit cenderung besar hingga mudah menyerap kotoran. Perawatan
kulit berminyak bukan berarti membuat kulit benar-benar bebas
minyak, tetapi menjaga agar kadar minyak tetap seimbang, dan kulit
tetap dalam keadaan bersih, sehingga dapat menghambat timbulnya
bakteri penyebab jerawat.
Kulit sehat sedikit mengandung minyak, tetapi jika sekresi
minyak berlebihan, selain memicu timbulnya komedo dan jerawat, juga
dapat mengganggu penampilan. Gunakan kosmetik pembersih
berbahan dasar air atau tipe O/W (kadar air lebih tinggi dari kadar
minyak) dan hindari pembersih berbahan dasar deterjen maupun
peringkas pori-pori berkadar alkohol tinggi. Hal ini disebabkan karena
penggunaan kedua jenis pembersih tersebut dalam jangka panjang,
selain dapat merusak kulit juga dapat merangsang makin
meningkatnya aktivitas kelenjar palit.
240

Perawatan kulit berminyak, di samping dilakukan setiap hari,


juga dirawat setiap 3 - 4 hari.
Perawatan setiap hari meliputi :
a. Pembersihan wajah dengan sabun khusus wajah yang mengandung sulfur atau pembersih berbentuk gel yang bebas minyak
(oil free).
b. Membubuhkan astringent (penyegar) untuk meringkaskan pori.
Caranya, bubuhkan astringent pada sepotong kapas, kemudian
tepuk-tepukkan pada wajah.
Perawatan 3-4 hari sekali dengan cara :
a. Menguapi wajah atau mengompres seluruh wajah dengan
handuk yang telah diuapi atau direndam dalam air hangat.
b. Lakukan pengambilan jerawat dan komedo
c. Oleskan krim pemijat pada kulit wajah kemudian lakukan
pemijatan dengan alat kecepatan tinggi selama + 5 menit.
d. Angkat krim pemijat dengan menggunakan handuk yang telah
dicelup-kan dalam air hangat.
e. Siapkan masker untuk kulit berjerawat. Oleskan campuran tersebut
ke seluruh wajah dengan bantuan kuas. Cara mengoleskan mulai
dari dagu, pipi kanan, pipi kiri, hidung dan dahi.
f. Biarkan masker mengering dengan sendirinya selama + 30
menit. Selama pemakaian masker istirahatlah agar diperoleh hasil
yang maksimal. Khusus untuk kulit berjerawat, gunakan lampu
infraphy (berwarna merah) selama + 3 menit pada saat masker
setengah kering di wajah. Tutup kedua pelupuk mata dengan
kapas yang telah dicelup dalam boorwater.
g. Angkat masker dengan menggunakan handuk kecil atau
waslap yang telah dicelupkan dalam air hangat sampai benarbenar bersih, kemudian taburi wajah dengan bedak jerawat.

3. Perawatan Kulit Kombinasi


Kulit kombinasi terjadi jika kadar minyak pada wajah tidak merata,
seperti pada daerah T kelenjar minyak sangat aktif, tetapi di bagian
lain tidak atau sebaliknya. Oleh karena itu, perawatan kulit kombinasi
memerlukan perhatian khusus sesuai kondisi kulit.

241

Perawatan kulit kombinasi memerlukan penanganan yang


berlaku untuk jenis kulit normal cenderung kering atau berminyak.
Lakukan perawatan kulit normal / kering di daerah pipi dan kening,
sedangkan di daerah dahi, batang hidung terus ke dagu bagian atas
atau untuk daerah T gunakan kosmetika untuk jenis kulit berminyak.
Perawatan kulit kombinasi setiap hari, dilakukan dengan cara :
a. Membersihkan wajah dengan susu pembersih
b. Membubuhkan penyegar pada bagian dahi, hidung dan dagu.
Bagian lain dengan face lotion.
Perawatan insidental dilakukan seminggu sekali dengan cara :
a. Setelah dibersihkan, oleskan krim pemijat ke seluruh wajah,
leher, dada atas dan pundak. Lakukan pijatan dengan halus dan
lembut.
b. Angkat krim pemijat dengan air hangat hingga bersih.
c. Siapkan masker untuk kulit kering dan berminyak, oleskan
campuran masker untuk kulit berminyak ke bagian dahi, hidung
dan dagu dan bagian lain dengan masker untuk kulit kering.
d. Biarkan masker dengan sendirinya selama + 30 menit dan
istirahatlah.
e. Angkat masker dengan menggunakan handuk kecil yang telah
dicelupkan dalam air hangat, kemudian diberi penyegar.

4. Perawatan Kulit Sensitif


Kulit sensitif biasanya lebih tipis dan sangat peka terhadap hal-hal
yang dapat menimbulkan alergi. Pada kulit sensitif, pembuluh darah
kapiler dan ujung saraf terletak sangat dekat dengan permukaan kulit,
hingga kulit mudah terlihat kemerahan. Reaksi alergi pada kulit sensitif
dapat berupa bercak merah, gatal, iritasi hingga luka, yang jika tidak
dirawat secara baik, akan berdampak serius. Oleh karena sifat-sifat
tersebut, perawatan kulit sensitif lebih ditujukan untuk melindungi kulit
serta mengurangi atau menanggulangi iritasi.
Perawatan kulit sensitif sebaiknya menggunakan pembersih
berbentuk krim, dan menghindari pemakaian alat pembersih berbentuk
sikat. Selain pembersihan, lakukan penyegaran menggunakan lotion
yang mengandung alkohol.
242

Perawatan kulit sensitif setiap hari dilakukan dengan cara :


a. Membersihkan wajah dengan susu pembersih untuk kulit sensitif
atau sabun wajah yang tidak mengandung soda, gel atau krim,
misalnya soap free beauty bars atau rinse off beauty wash.
b. Membubuhkan face lotion, caranya : basahi sepotong kapas
dengan face lotion, kemudian tepuk-tepukkan ke seluruh wajah,
setelah itu segera gunakan pelembab.
Perawatan insidental dilakukan 10 hari sekali dengan cara :
a. Mengoleskan krim pemijat ke seluruh wajah, leher, dada atas
dan pundak, segera setelah wajah dibersihkan.
b. Angkat krim pemijat dengan air hangat hingga bersih.
c. Siapkan masker untuk kulit sensitif, kemudian oleskan campuran
masker tersebut ke seluruh wajah dengan bantuan kuas mulai dari
dagu, pipi kanan, pipi kiri, hidung dan dahi.
d. Biarkan masker mengering dengan sendirinya selama + 30 menit
dan istirahatlah.
e. Angkat masker dengan handuk kecil yang telah dicelupkan dalam
air hangat, kemudian diberi penyegar.

5. Perawatan Kulit Menua (Aging Skin)


Perawatan kulit menua membutuhkan kosmetik yang mengandung
bahan-bahan penghambat penguapan air, bahan yang dapat
menggantikan natural moisturizer fakctor (NMF), bahan liposon,
kolagen, asam, serta kosmetika yang mampu melindungi kulit dari
sinar ultra violet dan melunakkan sel tanduk yang sudah mati.
Perawatan kulit menua adalah tindakan perawatan memperbaharui
kondisi kulit seperti menyamarkan kerut-kerut kulit dan sel kulit yang
mengelupas atau sel tanduk yang sudah mati, sehingga terjadi
pembaharuan sel-sel kulit.
Tindakan perawatan untuk kulit menua dilakukan dengan cara :
a. Penyuntikan, yaitu tindakan memasukkan bahan-bahan yang mengandung kalogen atau lemak yang diambil dari bagian tubuh
lainnya seperti dari bagian panggul, paha atau perut. Efek
penyuntikan bersifat sementara yakni berkisar 3-12 bulan dan
hanya dapat dilakukan oleh dokter. Penyuntikan hanya dilakukan
di daerah yang terdapat kerutan sepeti pada sekitar mata, sekitar
mulut dan dahi.
b. Demabrasi yaitu tindakan skin peeling yang lebih mendalam
dengan menggunakan bagian alat skin peeling yang kasar.
243

c. Chemical peel yaitu pengelupasan dengan menggunakan berbagai


bahan kimia seperti asam glikolat, asam trikloro, cairan jessuer
dan fenol. Chemical peel tidak dianjurkan digunakan pada kulit
berwarna gelap serta harus menghindari sinar matahari selama
3 - 6 bulan.
Perawatan kulit menua sehari-hari yaitu :
a. Pembersihan dengan susu pembersih setiap pagi dan malam
sebelum tidur. Hindari penggunaan pembersih tipe sabun.
b. Gunakan pelembab sesuai jenis kulit baik siang ataupun malam.
Pada siang hari selalu gunakan tabir surya.
c. Hindari kosmetik berkadar alkohol tinggi
d. Lakukan pemupukan dengan menggunakan krim-krim vitamin,
kolagen, hormon, krim AHA dan sejenisnya.
Perawatan kulit menua secara berkala dapat dilakukan dengan
peremajaan kulit secara dermabrasi atau skin peeling, face lifting
melalui olah raga wajah, totok wajah, akupunktur, dan akupresur,
serta, penenangan kulit (shooting lotion) untuk mengurangi
kemungkinan iritasi pada kulit, penggunaan masker khusus seperti
warm oil mask atau parafin mask, pemakaian krim massage yang
bersifat pemupukan serta melakukan kompres es setelah selesai
perawatan agar pori-pori tertutup kembali.
Face lifting atau pengencangan kulit secara alami, dilakukan
tanpa operasi dan bisa dilakukan sendiri di rumah. Jika dilakukan
secara rutin, kulit wajah yang menua akan tampak cerah dan kencang.
Pengencangan kulit ini dilakukan dengan cara senam wajah. Senam
wajah dimulai dengan pemanasan yaitu peregangan wajah secara
perlahan-lahan agar wajah tampak rileks. Caranya tarik nafas lalu
tahan selama 2-3 menit, lalu keluarkan nafas, setelah itu lakukan
gerakan-gerakan pelafalan A, I, U, E, dan O selama 10 menit.
Lakukan sebanyak 5-10 kali gerakan. Tujuan senam wajah ini adalah
agar otot-otot wajah lebih aktif sehingga kerut-kerut yang terbentuk
akibat expression line di bibir bisa dikurangi. Cara kedua
pengencangan wajah ini dengan akupresur sendiri. Akupresur
dilakukan pada titik-titik akupunktur kecantikan di wajah seperti pada
gambar berikut :

244

Gambar 6.41
Titik-titik Akupuntur Kecantikan
di Wajah

Lakukan gerakan akupresur ini secara rutin sebelum mandi dan


sebelum tidur, terutama untuk mereka yang berusia 30 tahun ke atas.
Gerakan ringan dari akupresur ini yaitu : Sebelum akupresur, tangan
dan wajah dibersihkan, kemudian diberi toner, masing-masing titik
akupunktur ditekan selama 2-3 menit dengan tekanan ringan. Lakukan
gerakan ke arah atas dan luar. Setelah 10 menit, akupresur sendiri
selesai dan wajah dibersihkan kembali. Langkah selanjutnya gunakan
krim firming yaitu krim yang menyerupai botoks atau kalau malam
gunakan krim malam.
Gerakan akupresur yang dilakukan sesuai dengan titik-titik
akupunktur di atas adalah sebagai berikut :
a. Tekan daerah tengah-tengah alis
b. Tekan daerah kedua ujung mata
c. Tekan daerah kedua titik di bawah bola mata
d. Tekan daerah ujung pinggir hidung
e. Tekan daerah kedua ujung bibir
f.

Tekan daerah kedua dagu

245

Gambar 6.42
Gerakan Akupresur pada Titik-Titik Akupuntur Kecantikan Wajah

Hasil yang didapat dari face lifting melalui akupresur ini yaitu
wajah akan kembali kencang dan cerah, karena dengan massage,
peredaran darah dan kelenjar limfatik akan lancar, yang pada akhirnya
racun akan hilang, dan kerut-kerut di daerah expression line seperti di
sudut bibir dan sudut mata akan berkurang. Teknik ini merupakan
tindakan pencegahan dini, bila usia lebih dari 50 tahun dan sudah
mengalami keriput parah, tindakan akupresur tidak cukup, tetapi harus
ditambah dengan perawatan kulit oleh dokter kulit.

6. Perawatan Kulit Berpigmen (Pigmentasi Skin)


Kosmetika yang dipergunakan untuk perawatan kulit berpigmen yaitu
kosmetika yang mengandung bahan-bahan yang sifatnya mencegah
atau mengurangi timbulnya hyper pigmentasi (bercak-bercak coklat),
seperti tabir surya (sun cream) yang dapat melindungi kulit dari
sinar matahari, krim pemutih (bleaching cream, skin lightening)
yang dapat mengurangi bercak atau flek dan masker pemutih (bleach
mask) untuk membersihkan kulit secara mendalam, mengencangkan
kulit, menghilangkan kerutan, melancarkan peredaran darah dan
menyegarkan kulit.
246

Perawatan kulit berpigmen sehari-hari pada prinsipnya hampir


sama dengan perawatan kulit menua, mulai dari pembersihan dengan
menggunakan susu pembersih, penyegaran, dan pemupuk-an, yang
membedakan adalah pada perawatan kulit berpigmen dilakukan
bleaching pada malam hari untuk mengurangi kondisi pigmentasi pada
kulit wajah.
Perawatan secara berkala untuk kulit berpigmen, yaitu
dilakukan skin peeling baik secara manual maupun secara elektrik,
melakukan akupresure yaitu tindakan pemijatan dengan sistem
menekan pada titik-titik akupuntur yang dapat menimbulkan pengaruh
secara anatomis dan fisiologis kepada organ tubuh. Pengaruh tersebut
berupa memperbaiki dan memperlancar sirkulasi darah, memberikan
kesegaran pada otot yang lelah, dan mengurangi hiperpigmentasi.
Pengobatan hyper pigmentasi dilakukan setelah pengurutan atau
akupresure. Pemakaian bleching cream dengan cara : oleskan secara
tipis krim pemutih pada area yang terdapat hiperpigmentasi, kemudian
di atasnya oleskan masker sampai akhirnya disegarkan dan poriporinya ditutup kembali.

7. Perawatan Kulit Dehidrasi


Kulit dehidrasi cenderung kasar karena kandungan air dan minyak
dalam kulit sangat sedikit. Kosmetika untuk kulit dehidrasi pada
dasarnya sama dengan kosmetika untuk kulit kering ataupun kulit
menua. Kosmetika yang sifatnya pengobatan perlu dilihat kondisi kulit
secara seksama. Kosmetika utama antara lain :
a. Moisturizer atau pelembab,
b. Cleansing atau pembersih tipe O/W,
c. Tonic atau penyegar yang kadar alkoholnya rendah,
d. Krim pemupuk,
e. Krim yang mengandung AHA untuk membantu melepaskan sel
kulit yang sudah mati,
f.

Skin peeling cream/lotion,

g. Masker paraffin/lilin/masker minyak hangat (warm oil mask), serta


h. Alas bedak dengan bahan bakar minyak.

247

Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum perawatan :


a. Pemakaian masker paraffin harus diperhatikan suhu lilin dan
apabila kondisi couperose/broken capilaries, area tersebut harus
dioleskan vaselin terlebih dahulu sebelum pengolesan masker
paraffin
b. Penggunaan sinar infra merah, saat pengolesan warm oil mask,
pada area yang terlihat pembuluh darah atau adanya luka harus
diolesi vaselin dan ditutup kapas lembab.
c. Skin peeling, dilakukan dengan gerakan yag lembut agar tidak
menimbulkan iritasi kulit.
Perawatan kulit dehidrasi sehari-hari yaitu pembersihan dengan
menggunakan susu pembersih seperti halnya pada perawatan kulit
kering, kulit menua maupun kulit sensitif. Kulit dehidrasi memiliki
kecenderungan kasar maka pada siang dan malam hari dapat
diberikan krim pelembab dan apabila kulit sudah tersasa halus,
penggunaaan krim yang mengandung AHA (Alpha Hidroksil Acid)
dihentikan.
Perawatan secara berkala dapat dilakukan skin peeling,
penggunaan masker paraffin/ wask mask, dibuat dari camputran 98
gram paraffin wax dan 126 gram petroleum jelly yang dilelehkan,
pemakaian warm oil mask yang dibantu dengan sinar infra merah, dan
kompres handuk lembab hangat untuk membuka pori-pori.

8. Perawatan Kulit Berkomedo atau Berjerawat


Perawatan kulit berkomedo atau berjerawat hampir sama seperti
perawatan kulit berminyak. Yang membedakan adalah setelah
dilakukan tindakan perawatan, dan kulit wajah dalam keadaan bersih,
lakukan tindakan pengeluaran komedo atau jerawat.
a. Pengeluaran komedo
Pengeluaran komedo menggunakan sendok unna atau sendok
komedo yang didesinfeksi dengan alkohol. Komedo diambil
dengan gerakan berputar di tempat dengan sedikit menekan dan
mengangkat. Lubang sendok unna harus tepat di tengah mata
komedo dan tidak boleh digeser-geser atau ditekan sampai
berdarah karena akan menimbulkan pigmentasi dan kemerahan
pada kulit.
Pengeluaran komedo dapat juga dilakukan sendiri dengan
mengguna kan tangan secara langsung tanpa menggunakan
sendok unna. Yang perlu diperhatikan pada proses pengeluaran
248

komedo ini, adalah kondisi tangan dan wajah yang berkomedo


harus benar-benar dalam keadaan bersih atau steril, karena
komedo akan mudah timbul lagi dan dapat menimbulkan jaringan
parut, serta membuat kulit teriritasi. Cara pengeluaran komedo
dimulai dari pembersihan tangan dan wajah dari kotoran dan
make-up, kemudian jari dibungkus dengan tissue yang bersih, dan
lakukan pengeluaran komedo secara hati-hati dengan sedikit
menekan, hingga komedo ke luar, sebagaimana dicontohkan pada
gambar berikut ini :

Gambar 6.43
Cara Mengeluarkan Komedo Secara Manual

Menghilangkan komedo dapat dilakukan dengan menggunakan gold bleaching. Treatment menghilangkan komedo
adalah mengangkat kulit mati dan membuka pori-pori yang ada
komedonya. Pada tahap pertama : bersihkan wajah terlebih
dahulu, kemudian beri penyegar. Ulaskan gold bleaching pada
wajah sampai rata, diamkan beberapa menit, tergantung pada
kondisi kulit, biasanya kalau kulit kering agak cepat, tetapi kalau
kulit berminyak dan komedonya ada di dalam, maka memerlukan
waktu yang lebih lama. Dengan menggunakan gold bleaching,
komedo akan keluar sendiri, tidak perlu dipencet-pencet. Pada
jenis komedo yang agak dalam dan sulit keluar dapat dibantu
dengan cairan extoliant selama 1-2 menit, penggunaan cairan ini
tidak boleh terlalu lama, karena bagi kulit sensitif dapat
menimbulkan iritasi.
249

Pada tahap selanjutnya setelah gold bleaching kering


angkat seluruhnya dan komedo ikut terbawa, kemudian wajah
dibersihkan dengan tissue dan dibersihkan dengan air biasa.
Proses selanjutnya lakukan pemijatan (massage) dengan krim
pada titik-titik tertentu, angkat dengan waslap hangat, selanjutnya
lakukan masker sesuai jenis kulit.
b. Perawatan kulit wajah berjerawat
Jerawat sebenarnya dapat sembuh dengan sendirinya, jika kulit
wajah yang berjerawat mendapat perlakuan secara bijaksana.
Perawatan kulit berjerawat disesuaikan dengan jenis jerawat yang
diderita, yaitu sebagai berikut :
1) Kulit Berjerawat Tanpa Radang
Perawatan kulit wajah yang berjerawat tanpa radang, gunakan
facial skin care satu kali sebulan untuk menguras komedo
hitam (blackhead). Perawatan ini dapat dilakukan di salon dan
klinik kecantikan. Peralatan yang digunakan harus selalu
disteril ulang setelah dipakai agar tidak menjadi sarana
penularan penyakit lainnya. Proses ini sebaiknya dilakukan
oleh orang terlatih, agar pada saat mengeluarkan komedo bisa
dilakukan dengan lembut dan tidak merusak permukaan kulit
wajah. Setelah pemberian facial skin care oleskan krim
antibiotik untuk mencegah komplikasi infeksi.
2) Kulit Berjerawat dengan Radang
Kulit berjerawat yang disertai radang ringan dapat diatasi
dengan menggunakan krim antibiotika erittromisin, gentamisin,
dan klindamisin yang dioleskan pada pagi dan sore hari. Kulit
berjerawat yang mempunyai radang berat berupa bisul jerawat
bernanah, memerlukan pengobatan dokter spesialis kulit.
Perawatan facial skin care harus ditunda dulu, karena akan
berakibat perluasan infeksi pada jerawat. Hindari memijat
sendiri jerawat merah meradang. Evakuasi nanah diupayakan
dengan suntikan antiradang dan antinyeri.
Jerawat meradang, sebaiknya tidak di-massage atau
diurut, karena dapat mengakibatkan proses infeksi menjadi
lebih luas. Massage memang akan memberikan rasa nyaman
pada kulit wajah, tetapi jika terlalu keras tekanannya, dapat
mengganggu anyaman serat collagen di lapisan dalam kulit
(dermis), dan jerawat akan mudah tergelincir ke luar saat
massage wajah, apalagi bila pengurutan disertai dengan
pemakaian butiran halus (scrubbing). Penguapan pada kulit
250

wajah berjerawat baik untuk hidrasi kulit wajah yang kusam


dan kering, tetapi jerawat yang disertai radang akan bertambah
merah bila diuapi dengan uap panas, oleh karena itu jerawat
radang dilarang untuk diuapi. Dengan perlakuan benar, bekas
jerawat yang tersisa setelah radang akan tersamarkan.
3) Kulit Berparut Bekas Jerawat
Vlek kecokelatan, lekukan kulit, berparut, dan mengerasnya
jaringan bekas jerawat memerlukan bantuan khusus untuk
memperbaikinya. Facial treatment TCA, AHA, micro
dermabration, laser resurfacing, mempunyai prinsip pengelupasan bagian luar kulit ari atau epidermis, tetapi dalam
kedalaman yang berbeda, sehingga memberikan harapan
perbaikan kulit bekas jerawat.
4) Perawatan Kulit Berjerawat Melalui Makanan
Perawatan dari luar, lebih banyak berimbas pada kulit ari
(epidermis) yang terletak di bagian paling luar kulit. Perawatan
melalui makanan lebih berimbas ke dalam, karena
mempengaruhi kulit jangat (dermis). Kulit yang tampak buruk
karena bekas jerawat radang, sangat memerlukan asupan
protein dalam jumlah banyak untuk membentuk jaringan baru.
Vitamin A (betacarotene), vitamin C, vitamin E, dan zinc sangat
diperlukan untuk metabolisme sel dalam jaringan baru. Untuk
mencegah kekeringan pada kulit, cukup mengkonsumsi air
putih, minimal 8 gelas sehari. Selain membatasi asupan lemak
jenuh, juga batasi mengkonsumsi daging hewan yang
berlemak, goreng-gorengan, santan, minuman bersoda, bir,
dan kopi.
5) Perawatan Kulit Berjerawat dengan Perawatan Facial di
Salon dan Klinik Kecantikan
Facial di salon dan klinik kecantikan mempunyai tujuan
utama membantu kulit wajah terbebas dari sumbatan pori-pori
yang dinamakan komedo. Jerawat tipe komedo, tidak
mengalami reaksi radang, jadi untuk mengatasinya, cukup
dengan melakukan tindakan scrubbing yakni menggosok kulit
dengan bantuan butiran - butiran halus, dan exfoliating yakni
pengelupasan kulit wajah, yang dilakukan sebulan sekali. Hal
ini disebabkan bahwa regenerasi kulit di dalam lapisan
epidermis (kulit ari) terjadi dalam waktu 21 hingga 28 hari.

251

Sebenarnya komedo dapat ke luar dengan sendirinya,


jika perawatan sehari-hari dilakukan dengan baik dan cermat.
Tetapi akibat kemalasan dan kebiasaan memakai riasan wajah
yang tebal, serta diet yang tinggi lemak, menyebabkan komedo
tetap bertahan menyumbat pori-pori kulit. Oleh karena itu facial
wajah di salon dan klinik kecantikan sangat diperlukan, karena
semua peralatan yang digunakan pun harus dalam keadaan
streril, serta semua proses pelaksanaan dilakukan di bawah
pengawasan orang terlatih.
Tindakan yang dilakukan dalam upaya mengatasi jerawat
di salon dan klinik kecantikan antara lain injeksi Kenacort Intra
Lesion (KIL) yang dapat menjadikan jerawat besar mengecil,
memudar dan akan menghilang dalam waktu 1-2 hari,
pemberian obat anti hormon testosterone yang efektif untuk
menekan aktivitas hormon testosterone yang berada di
kelenjar sebasea, tempat terjadinya jerawat, bedah listrik atau
Electrocauerisasi (EC) yang mampu menembus komedo yang
tertutup oleh epitel kulit, tindakan membakar atap bintil putih
dengan sinar yang dihasilkan oleh elektroda listrik akan
menyebabkan isi komedo mencair dan dengan mudah dapat
dikeluarkan, serta bedah laser resurfacing yang dapat
membantu memperbaiki parut bekas jerawat.
6) Pemilihan dan Pemakaian Kosmetika Pembersih untuk
Kulit Berjerawat
Pemilihan kosmetika pembersih untuk perawatan jerawat
berkomedo berbeda dengan jenis kosmetika pembersih untuk
jenis jerawat konglobata (jerawat meradang) yang penuh
dengan bisul dan nanah. Kosmetika pembersih untuk kulit
berjerawat adalah :
a) Susu Pembersih (cleansing milk)
Zat yang terkandung dalam susu pembersih adalah emulsi
minyak dalam air (emulsi O/W). Komposisi air dan minyak
yang terkandung dalam susu pembersih berbeda-beda.
Susu pembersih yang kandungan minyaknya lebih banyak,
terasa lebih kental dan jenis kosmetika ini cocok digunakan
untuk kulit kering. Sebaliknya, susu pembersih yang
kandungan minyaknya lebih sedikit, terasa encer, dan
cocok digunakan untuk perawatan jenis kulit berminyak
atau berjerawat. Susu pembersih sangat bermanfaat untuk
melarutkan lemak, kosmetika, keringat dan debu, juga
ketika digosokkan dapat mengeluarkan sumbatan komedo
pada pori-pori kulit wajah.
252

b) Sabun Wajah
Sabun khusus untuk perawatan kulit wajah berjerawat
dapat berupa sabun cair, krim atau sabun padat (bar).
Sabun untuk perawatan kulit berkomedo sebaiknya mengandung bahan aktif pencegah komedo dan antibakterial,
serta mengandung butiran scrub, tetapi untuk jerawat yang
sedang merah meradang, hindari penggunaan sabun
pembersih ini, karena dapat mengakibatkan bertambahnya
proses peradangan. Di samping itu sabun yang baik untuk
perawatan kulit berjerawat adalah sabun dengan pH
rendah (sekitar 5-6), agar tidak menimbulkan iritasi.
c) Air Bersih
Air bersih yang digunakan untuk membersihkan kulit wajah
berjerawat, sebaiknya air hangat-hangat kuku, hal ini
dimaksudkan untuk membilas atau melarutkan kulit wajah
yang umumnya tergolong jenis kulit berminyak.
d) Larutan Penyegar (face lotion atau tonic)
Face lotion mengandung air, sedangkan face tonic
mengandung sedikit alkohol dan antiseptik untuk
menstrerilkan kulit wajah. Larutan penyegar untuk kulit
wajah berjerawat menggunakan face tonic karena sangat
efektif mengurangi kandungan minyak yang terdapat pada
kulit berjerawat dan dapat menstrerilkan serta memperkecil
pori-pori kulit yang sudah keluar sumbatannya.
7) Pengobatan Jerawat secara Tradisional
Pengobatan jerawat secara tradisional ini menggunakan bahan
alami yang mudah didapat dan dengan biaya yang relatif
terjangkau. Jenis pengobatan alternatif ini terdiri atas :
a) Bahan temulawak 5 iris, daun mimba 7 lembar, dan
pegagan 30 gram. Semua bahan direbus dengan 5 gelas
air hingga tersisa menjadi 2 gelas. Hasil rebusan tersebut
diminum 2 kali sehari masing - masing 2 gelas. Selama
proses penyembuhan, penderita jerawat, hindari mengkonsumsi makanan berlemak, minyak hewani, santan, otak,
telur, kacang tanah, jeroan dan makanan pedas.
b) Daun sirih sebanyak 5-10 lembar, kemudian direbus
dengan 2 gelas air dalam wadah tertutup. Setelah
mendidih, angkat dan diamkan hingga hangat-hangat kuku.
Ramuan ini gunakan untuk mencuci muka berjerawat,
sebaiknya dilakukan secara rutin menjelang tidur dan
sehabis bepergian.
253

c) Setengah siung bawang putih, seruas jari kunyit dan


sebutir kentang ukuran sedang tambah mentimun dan
lidah buaya. Semua bahan dihaluskan dan dicampur
hingga rata. Ramuan ini dioleskan ke seluruh permukaan
kulit berjerawat sebagai masker, biarkan selama
30 menit, kemudian bilas dengan air hangat, disusul
dengan air dingin.
d) Sebuah jeruk nipis diperas dan sebuah mentimun atau
bengkuang, dihaluskan dan diperas diambil airnya,
kemudian campurkan. Oleskan campuran bahan ke seluruh
permukaan kulit wajah sebagai masker, biarkan selama 30
menit kemudian bilas dengan air hangat. Lakukan secara
teratur 2 hari sekali. Jika jerawat terasa perih, pemakaian
dihentikan.
e) Buah mengkudu 2 buah dan 2 ruas jari gula batu
dihaluskan (diblender) dengan segelas air (200 cc),
kemudian saring dan rebus hingga mendidih. Ramuan
diminum saat masih hangat setiap pagi satu jam sebelum
makan. Ramuan ini akan membersihkan darah kotor yang
merupakan salah satu penyebab terjadinya jerawat.
f) Bunga melati 20 kuntum, 2 jari asam jawa, 2 sdm sari jeruk
nipis dan belerang sebesar kelereng, dicampur dan
ditumbuk halus, kemudian oleskan pada kulit wajah
berjerawat pada pagi dan malam hari sebelum tidur.
Ramuan ini bisa menyebabkan jerawat mengempis.
g) Belimbing wuluh 5 buah dan air garam secukupnya
ditumbuk halus kemudian airnya dioleskan pada kulit yang
berjerawat dua kali sehari pada pagi dan malam hari
sebelum tidur.
h) Buah mahkota dewa yang masih hijau diparut dan hasil
parutannya langsung ditempelkan pada kulit wajah
berjerawat sebagai masker.

K. Perawatan Kulit Wajah Tanpa Problem Menggunakan


Teknologi
Perawatan kulit wajah tanpa problem dengan menggunakan teknologi,
yakni perawatan untuk kulit normal, dengan tujuan untuk mempertahankan kelembaban, kehalusan, kelembutan, kekenyalan, dan kekencangan kulit wajah. Perawatan kulit wajah normal dengan menggunakan teknologi, biasanya dilakukan oleh dokter spesialis kecantikan,
seperti treatment serum botoks
254

Serum botoks bermanfaat untuk merawat kekencangan kulit dan


memperlambat penuaan. Serum botoks biasanya dilakukan secara
injeksi dan tidak menimbulkan efek samping. Tahap perawatannya
dimulai dengan pembersihan wajah dari kotoran dan make-up kemudian
disterilisasi, gunakan serum pertama selama 10 menit sambil dimassage,
serum kedua selama 10 menit dengan menggunakan alat coot touch.
Kemudian serum ketiga selama 10 menit ke seluruh wajah dengan
menggunakan alat yang sama. Setelah itu wajah dibersihkan, dimasker
dan disegarkan dengan ice globe selama 10 menit. Tahap akhir, wajah
dan leher diberi serum botox liquid.

Gambar 6.44
Proses Maintenance Facial Serum Placenta dan Kolagen
(Sumber : Info Kecantikan Edisi Juni 2007)

L. Perawatan Kulit Wajah Berproblem Menggunakan


Teknologi
Wajah cantik yang ditunjang dengan penampilan kulit yang lembut, putih,
kencang, dan bersinar menjadi trend bagi wanita saat ini. Perawatan kulit
yang dilakukan sejak dini secara teratur memberikan pengaruh yang
besar terhadap kecantikan. Demikian pentingnya fungsi kulit, hingga
perlu diberikan perhatian khusus agar terhindar dari kerusakan. Berbagai
teknik perawatan wajah ditawarkan, dari yang tradisional maupun yang
255

menggunakan teknologi. Berbagai teknologi terbaru di bidang kecantikan


dan industri yang terkait dengan dunia kecantikan terus berkembang
dengan sangat pesat. Penggunaan peralatan canggih untuk perawatan
wajah, seperti untuk mengencangkan kulit wajah, memutihkan dan
pengelupasan kulit wajah merupakan sebagian dari teknologi di bidang
kecantikan yang ditawarkan oleh klinik kecantikan. Perawatan kulit wajah
berproblem dengan menggunakan teknologi ini hanya dapat dilakukan
oleh dokter spesialis kecantikan.

1. Memutihkan Kulit Muka


a. Facial
Facial adalah perawatan wajah yang bertujuan untuk membersih
kan wajah, memberi nutrisi, dan mengurangi kulit-kulit ari yang
sudah mati. Saat ini ada berbagai macam pilihan facial yang bisa
dilakukan sesuai dengan permasalahan kulit yang dihadapi, seperti
facial oksigen, facial gold, facial ozon, whitening facial, facial
antioxidant, collagen facial, soothing facial, facial cotton, litchi dan
bamboo, facial detox, oxyzet therapy, micro silk therapy, facial
serum, dan facial totok giok.
1) Facial Oksigen
Facial oksigen merupakan perawatan kulit wajah yang
menggunakan oksigen. Oksigen mampu merangsang
pernafasan kulit. Dengan bertambahnya jaringan pernafasan,
metabolisme tubuh akan terangsang untuk menghilangkan
racun dan radikal bebas, serta dapat memperlancar regenerasi
sel. Pada usia 30 tahun, lapisan kulit akan mulai kehilangan
sekitar 65 persen kadar oksigen, oleh karena itu untuk
menjaga keindahan kulit, perlu disuplai oksigen untuk kulit.
Manfaat dari facial oksigen antara lain untuk mengaktifkan dan
meremajakan kembali sel-sel kulit yang sudah mati,
memutihkan, mencerahkan kulit wajah, mengatasi vlek,
jerawat, kulit kering, pori-pori, kerutan, kantong mata,
memperlancar peredaran darah, mengatasi migren, stress,
lelah, dan susah tidur.
Oksigen dalam tubuh mampu membantu memperbesar
daya absorbsi (daya serap) vitamin dan nutrisi, meningkatkan
sistem kekebalan tubuh, menetralkan zat-zat beracun dalam
aliran darah, dan meregenerasi sel. Karena oksigen mampu
merangsang tumbuhnya sel - sel kulit baru, maka kulit akan
terlihat lebih muda dan lebih cerah. Facial oksigen juga dapat
membantu mengatasi masalah kulit wajah seperti jerawat
maupun hiperpigmentasi. Dengan facial oksigen, berarti
menambah persediaan oksigen pada kulit wajah dan
memperlancar peredaran darah di bawah kulit, sehingga kulit
256

wajah menjadi lembut dan lembab, dan secara dramatis, kulit


wajah lebih bercahaya, bersih dan tampak muda kembali.
Facial oksigen cocok untuk semua jenis kulit, untuk semua
umur, dan tidak memiliki efek samping. Facial oksigen dapat
dilakukan 2 kali dalam sebulan.
Tahapan perawatan wajah dengan facial oksigen yaitu:
a) unmake-up, yaitu pembersihan wajah untuk mengangkat
kotoran dan make-up,
b) clean face, pembersihan kembali wajah
menggunakan sabun wajah yang lembut,

dengan

c) detoxify, pemakaian detoks selama


15 menit, dengan menggunakan alat
untuk membuka pori-pori agar
oksigen lebih mudah masuk ke
dalam kulit,

d) Semprotkan oxygen, menggunakan alat yang dapat menyemprotkan oksigen ke kulit wajah
secara perlahan dan wajah akan
terasa segar,
e) jet oxygen, menggunakan alat seperti vakum untuk
mengangkat lemak dalam kulit dan membersihkan wajah
dari sel kulit mati
f) smell oxygen (mask), sebuah
tabung kaca yang dilengkapi
selang untuk mengalirkan oksigen diletakkan pada wajah,
alirkan oksigen dan oksigen
murni (98 %) dapat dihirup.

Gambar 6.45
Tahapan Proses Perawatan Wajah dengan Facial Oksigen
(Sumber : Info Kecantikan Edisi Desember 2006)

257

Tahapan facial oxygen dengan gelombang elektromagnetik


untuk memudakan kulit wajah sebagaimana pada gambar
berikut :

Gambar 6.46
Proses dan Tahapan
Facial Oxygent dengan Gelombang Elektromagnetik
(Sumber : Info Kecantikan Edisi Nopember 2006)

2) Facial Gold
Facial gold bermanfaat mengangkat kulit mati, memancar kan
aura sehingga wajah tampak lebih bercahaya, membantu
mengencangkan dan merangsang pertumbuhan kulit baru.
Facial gold tidak baik bagi mereka yang memiliki masalah kulit
seperi jerawat meradang. Pada perawatan ini menggunakan
bahan-bahan yang mengandung bubuk emas 24 karat,
sehingga perawatan ini tergolong mahal.
Tahap perawatan wajah dengan facial gold yaitu :
a) Membersihkan wajah dan leher dengan menggunakan
cleansing gold dengan cara di-massage untuk mengangkat
kotoran dan make-up,
b) Aplikasikan peeling dengan menggunakan serbuk peeling
yang mengandung gold untuk mengangkat sel kulit mati
hingga wajah terasa dingin,
c) Membersihkan komedo pada wajah,
258

d) Aplikasikan krim mata di sekitar mata untuk membantu


menghilangkan lingkaran hitam dan garis halus di sekitar
mata, lakukan dengan cara dimassage ringan di sekitar
mata,
e) Menggunakan gold face gel yang disapukan di wajah. Agar
meresap dengan sempurna, gunakan alat cool toach
(sentuh) selama 20-30 menit dan diputarkan di seluruh
wajah dan leher hingga dingin, kemudian wajah dibersihkan
dan diberi base mask,
f) Bagian leher, mata dan bibir ditutup kemudian aplikasikan
masker hot di bagian tersebut, dan pada bagian wajah
yang terbuka aplikasikan masker raber mask berwarna
merah muda. Masker didiamkan selama 20-30 menit.
Masker berguna untuk mencerahkan dan mengencangkan
kulit.
g) Lanjutkan dengan penggunaan ice globe sebagai
pengganti toner untuk mengecilkan pori-pori, mencerahkan, dan menyegarkan wajah, sehingga kulit wajah akan
terasa sejuk dan dingin,
h) Terakhir aplikasikan pelembab dan sun block (tabir surya).

3) Facial Placenta Totok Emas


Dewasa ini ada cara perawatan wajah terbaru yang all in one,
yakni dalam satu kali perawatan, diperoleh berbagai manfaat.
Perawatan terbaru ini adalah facial placenta totok emas.
Sesuai namanya, perawatan ini menggunakan elemen
placenta dan emas, serta menggabungkan dua metode
perawatan yaitu facial dan totok. Placenta memiliki khasiat
untuk anti-aging (penuaan dini), karena dapat menghentikan
aktivitas penuaan sel, meningkatkan fungsi metabolisme,
meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan mencegah proses
penuaan sel-sel tubuh termasuk sel-sel kulit. Placenta
biasanya didapat dari ari-ari sapi atau domba muda usia 2-3
bulan. Placenta memiliki efek hormonal seperti menstimulasi
pertumbuhan jaringan dan dapat menghilangkan kerutan di
wajah. Placenta juga dianggap mampu melancarkan peredaran
darah, sirkulasi kapiler, dan meningkatkan libido. Emas (gold)
berkhasiat untuk membuat kulit kencang. Emas bukan barang
baru untuk perawatan wajah. Di negeri China, emas sudah
lama digunakan sebagai obat bagi kesehatan kulit dan tubuh.
Emas sebagai logam mulia memiliki khasiat mengencangkan
kulit. Kelebihan lain dari perawatan ini adalah metode yang
259

digunakan. Metode totok wajah atau acupressure dilakukan


dengan cara memberikan pijatan atau tekanan pada titik-titik
akupunktur di sekitar wajah. Tempat-tempat yang ditotok
antara lain garis senyum, pangkal hidung, pelipis, dan bagian
atas alis. Tujuannya yaitu untuk memperbaiki aliran darah dan
cairan tubuh. Bila aliran darah mengalir sempurna, maka
metabolisme tubuh akan baik dan ini akan memberikan efek
kesehatan ke dalam tubuh.
Gabungan efek dari emas dan totok wajah, dipercaya
dapat mengeluarkan pancaran aura, menenangkan syaraf,
menambah daya kerja dari lima organ tubuh, serta
menghilangkan sakit yang disebabkan menumpuknya toxin
atau racun dalam tubuh. Efek lainnya dari keseluruhan
perawatan ini adalah mengatasi permasalahan kulit berjerawat,
vlek atau noda hitam, wajah kusam, kulit kering, kulit
berminyak, dan kantong mata. Perawatan ini juga bermanfaat
untuk mengatasi migren, sinusitis, rasa lelah, dan sulit tidur.
Perawatan ini menggunakan emas 24 karat yang diramu
dengan sejumlah nutrisi penting yang diperlukan tubuh.
Paduan totoknya akan memberikan manfaat bagi kesehatan
dan kecantikan. Perawatan ini dilakukan selama enam kali
yang secara rutin dilakukan seminggu sekali, setelah itu
lakukan maintenance sebulan sekali. Perawatan ini tidak
menimbulkan efek iritasi pada kulit dan bisa dilakukan oleh
remaja yang memiliki masalah jerawat dan pori-pori besar
sampai orang tua.

Gambar 6.47
Bahan Facial Placenta
Totok Emas

Gambar 6.48
Proses Terapi Facial Placenta
Totok Emas

260

4) Facial Berlian (Facial diamond dermabrassionI)


Facial berlian adalah cara perawatan terbaru untuk perawatan
kulit wajah, yang menggunakan berlian khusus. Perawatan ini
merupakan penyempurnaan dari perawatan dermabrasi
sebelumnya seperti facial gold atau facial crystal
dermabrassion yang hasilnya jauh lebih baik, karena berlian
lebih tajam dan keras dibandingkan dengan kristal, sehingga
pada pengelupasan kulit mati bisa dilakukan lebih mendalam
dan lapisan kulit baru yang halus akan lebih leluasa tumbuh
serta bergerak ke permukaan. Facial berlian menggunakan
hand piece yang ujungnya menggunakan butiran berlian.
Berlian yang dipergunakan adalah berlian asli yang telah
melewati teknik pemotongan khusus dan proses pengolahan
dengan nano teknologi terpadu yang khusus diperuntukkan
untuk perawatan wajah atau dikenal dengan medical diamond.
Kelebihan dari facial berlian, selain prosesnya lebih cepat
juga dapat mengencangkan kulit, dapat menyembuhkan
berbagai masalah kulit, memperbaiki garis halus di kulit,
menghilangkan vlek hitam pada kulit, memperbaiki pori-pori
besar, lubang cekung bekas cacar atau jerawat, merangsang
peredaran darah dan metabolisme, mencerahkan atau
memutihkan kulit, membuat kulit lebih sehat, serta
menambahkan kolagen dalam lapisan kulit sehingga dapat
membantu mempercepat regenerasi kulit. Perawatan teknik ini
tidak menyebabkan iritasi pada kulit dan aman digunakan
untuk perawatan kulit sensitif. Pada perawatan ini, meski
dilakukan proses penggosokan dan pengelupasan dengan
menggunakan alat khusus dan butiran berlian, tidak
menyebabkan luka pada kulit, tidak ada efek samping dan
dijamin aman, bahkan bekas rawatan tidak terlalu nampak,
sehingga tidak perlu malu jika bertemu dengan orang lain.
Prosedur pelaksanaan facial berlian yaitu wajah
dibersihkan dari kotoran dan make-up, kemudian lakukan
scrubbing dengan menggunakan alat khusus, yang bagian
matanya mengandung butiran berlian. Pada proses ini sambil
lakukan pemijatan atau penotokan pada beberapa titik
akupuntur di wajah, selama + 30 menit. Setelah itu pancarkan
gelombang magnet (magnetic wave) pada wajah, agar obat
meresap lebih baik. Terakhir wajah dimasker berlian serta
lakukan pencahayaan khusus pada kulit wajah (green light)
untuk mengencangkan kulit. Setelah perawatan, hindari sinar
matahari langsung, cuci wajah dengan air dingin, hindari spa
atau perawatan panas setelah 5-10 hari perawatan, dan jika
terjadi pengelupasan kulit, jangan digaruk. Facial berlian
sebaiknya dilakukan oleh mereka di atas usia 25 tahun.
261

5) Facial Serum
Serum merupakan campuran dari berbagai bahan organis aktif.
Serum dalam konsentrasi tinggi, memiliki kemampuan untuk
menembus kulit secara lebih baik, dan penyerapannya ke kulit
lebih efektif dan efisien. Kelemahan penggunaan serum dalam
facial adalah kemungkinan timbulnya efek samping berupa
iritasi yang disertai rasa panas dan pedih, juga alergi yang
disertai rasa gatal hingga timbul bintik-bintik kecil di kulit.
Serum untuk perawatan wajah yang mengalami bercak-bercak
hitam dapat menggunakan bahan aktif vitamin C atau Alfa
Hidroksil Acid (AHA), untuk masalah kulit kering dapat
menggunakan serum dengan bahan aktif AHA atau asam
hialuronat dan untuk jerawat dapat menggunakan vitamin A
atau AHA. Facial serum dengan vitamin C dapat membuat kulit
menjadi cerah, pori-pori kecil, melembabkan, menghaluskan,
dan menghilangkan kerutan pada kulit.
Serum umumnya ditujukan untuk perawatan usia 30
tahun ke atas, yang biasanya sudah banyak mengalami
masalah-masalah kulit. Kandungan serum terdiri dari beberapa
bahan aktif seperti vitamin C, vitamin E, vitamin A, berbagai
jenis asam alfa hidroksil atau Alpha Hidroxyl Acid (AHA),
ubiquinone, dan asam hialuronat. Sebagai bahan tambahan
dalam serum yaitu vitamin B, dan berbagai protein yang
terkandung dalam biji bunga matahari, kedelai, anggur, aloe
vera, dan mentimun. Vitamin C merupakan bahan aktif yang
paling banyak dipakai dalam serum, karena merupakan vitamin
yang larut dalam air, dapat mencegah dan mengurangi
kerusakan kulit akibat sinar matahari dan pengaruh lingkungan
sehingga dapat menghambat penuaan kulit, mengurangi reaksi
radang pada kulit akibat penyakit, sehingga dapat digunakan
untuk mengurangi iritasi kulit, merangsang pembentukan
kolagen pada kulit, serta dapat mengurangi pembentukan
pigmen melanin sehingga dapat mengurangi bercak hitam.
Vitamin E berguna sebagai antioksidan bagi kulit yakni dapat
mengurangi kerusakan kulit jangka pendek dan jangka panjang
akibat sinar matahari. Vitamin A merupakan salah satu zat aktif
serum yang paling efektif dan berfungsi untuk memperbaiki
kerusakan struktur kulit. AHA merupakan kumpulan berbagai
jenis asam yang berfungsi mengurangi ketebalan lapisan
tanduk kulit, melembabkan kulit, menghambat pertumbuhan
tumor kulit, dan menghambat pembentukan pigmen melanin
kulit, tetapi AHA juga dapat menyebabkan kulit lebih sensitif
262

terhadap sinar matahari, oleh karena itu harus selalu disertai


pemakaian tabir surya. Asam hialuronat yang merupakan
molekul yang terlibat dalam menjaga kelembaban kulit dan
untuk penyembuhan luka pada kulit.
Proses facial dengan serum placenta dan kolagen seperti
pada gambar berikut :

Gambar 6.49
Proses Facial Serum Placenta dan Kolagen

Serum placenta dan kolagen dapat mengatasi masalah


penuaan kulit, seperti kulit kendur, vlek, wajah kusam, dan kulit
kering. Serum placenta sangat baik untuk perawatan kulit
wajah usia 30 tahun ke atas, tetapi perawatan ini harus
dilakukan di klinik dengan pengawasan seorang cosmetologist
atau dokter kulit dan harus menggunakan alat listrik, misal di
beauty skin care. Perawatan ini mulai dari pembersihan,
penguapan dan pembersihan komedo. Setelah itu diteteskan
serum ke wajah, agar lebih cepat dan meresap dengan baik,
gunakan alat listrik lontoforesis, diamkan 5 menit, kemudian
lakukan massage. Langkah selanjutnya wajah diberi masker
kolagen atau masker placenta. Setelah mendapatkan hasil
yang memuaskan, lakukan maintenance sebulan sekali.
263

6) Facial Totok Giok


Facial totok giok merupakan treatment perawatan wajah yang
bermanfaat untuk mengencangkan kulit wajah yang kendur,
mencerahkan, menghilangkan jerawat dan vlek pada wajah,
bahkan treatment ini mampu mengatasi kantong mata yang
menghitam karena kelelahan, hingga wajah terlihat segar.
Perawatan ini dilakukan selama 10 kali, pada awalnya
dilakukan perawatan seminggu tiga kali, tetapi untuk
selanjutnya dilakukan seminggu sekali. Lama perawatan
sekitar 45 menit. Proses pelaksanaannya yaitu pada tahap
awal kulit wajah dibersihkan dari kotoran dan make-up,
kemudian dilakukan penotokan pada titik-titik aliran darah,
mulai dari bagian kening, kantong mata, dan garis senyum.
Ada sekitar 25 titik yang akan ditotok dengan tujuan untuk
membuka aliran darah. Penotokan ini memakan waktu sekitar
15 menit. Setelah itu dilakukan massage dengan
menggunakan alat yang mengandung unsur positif dan negatif
yang akan membuat aliran darah menjadi lancar, karena
sebelumnya wajah telah ditotok. Tahap akhir, kenakan masker
pada wajah selam 10 menit, kemudian bersihkan dengan air
hangat. Untuk maintenance lakukan perawatan totok giok
sebulan sekali.

Gambar 6.50
Proses Facial Totok Giok

Selain facial yang telah diuraikan di atas, ada beberapa


facial yang dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan. Tahapan
pelaksanaan setiap facial, sama yaitu mulai dari pembersihan
kulit wajah. Jenis facial tersebut yaitu : (1) Facial Ozon sangat
264

baik untuk perawatan kulit wajah yang tidak bercahaya atau


kusam. Treatment ini menggunakan wadah yang diisi air yang
didalamnya terdapat flat yang dapat mengeluarkan ozon.
Setelah dibersihkan, wajah dimasukkan ke dalam wadah
tersebut, selama +15 detik kemudian wajah diangkat. Setelah
selesai wajah dimasker dan hasilnya wajah akan tampak lebih
bercahaya dan cerah, (2) Whitening Facial dapat membantu
mengatasi masalah kulit kusam akibat paparan sinar matahari,
membantu proses pengangkatan kulit mati dan mempercepat
tumbuhnya kulit baru. (3) Facial Antioxidant, facial ini lebih ke
anti-aging (mengatasi penuaan kulit), sehingga hanya
diperuntukkan bagi mereka yang berusia 45 - 50 tahun. Facial
ini akan membantu agar wajah terlihat lebih halus. (4) Collagen
Facial menggunakan bahan herbal seperti ginseng atau
mutiara, sesuai kebutuhan. Facial ini bermanfaat agar wajah
terlihat lebih bersinar, bersih dan awet muda. (5) Soothing
Facial merupakan facial paling ringan, oleh karena itu sangat
baik dilakukan oleh pemula. Soothing facial cocok untuk semua
jenis kulit. (6) Facial Cotton, Litchi dan Bamboo yang tergolong
sangat baru dan ditujukan untuk orang-orang yang ingin rileks,
karena dengan facial ini akan terasa rileks body and soul.
Bahan yang digunakan dalam facial ini adalah aroma buah.
(7) Facial Detoks sangat baik dilakukan oleh mereka yang
sering menggunakan make-up. Facial ini dilakukan dengan
proses alami, menggunakan air, ozonisasi dan ditambah facial
lumpur. (8) Oxyzet Therapy yang khusus berguna untuk
mencerahkan wajah, dan hanya memakan waktu sekitar 20
menit. (9) Micro Silk Therapy yang sangat baik untuk
mengatasi masalah parut atau bopeng bekas jerawat di wajah
sehingga terlihat lebih halus.
b. Derma Rejuvenation dengan Serum (Young Skin Program)
Perawatan derma rejuvenation dengan serum merupakan satu
cara perawatan wajah dengan menggunakan nutrisi dan vitamin
yang bermanfaat untuk mencerahkan kulit wajah, memperlambat
proses penuaan, dan menghilangkan pigmentasi. Perawatan
terbaru ini menggunakan serum yang dioleskan ke wajah,
sehingga kulit wajah menjadi cerah, bersinar, pori-pori mengecil
dan tampak muda kembali. Proses perawatan derma rejuvena-tion
dimulai dengan pembersihan wajah menggunaan air, kemudian
oleskan serum dan biarkan selama 15 menit. Setelah perawatan,
biasanya kulit akan mengelupas seperti daki karena sel-sel kulit
mati akan terangkat. Setelah tiga kali perawatan, wajah kelihatan
265

cerah dan terasa kencang. Selama perawatan dengan teknik ini


hindari pemakaian kosmetik lain kecuali lipstik dan eye shadow,
karena akan menghambat cara kerja serum yang dikenakan pada
saat perawatan.

2. Mengencangkan Kulit Muka


Setiap orang menginginkan kulit kencang, tetapi semakin bertambah
usia kekencangan kulit semakin berkurang. Hal ini disebabkan oleh
jaringan elastin dan kolagen dalam lapisan kulit, yang mulai rusak dan
berkurang, sehingga kulit menjadi keriput, kendur dan bergelambir.
Perawatan pengencangan kulit (skin tightening) yang sedang
trend dewasa ini dapat dilakukan antara lain dengan cara :
penggunaan Radio Frekuensi, Besem Face, Mini Lifting, Intense Pulse
Light (IPL), Fluorescent Pulse Light (FPL), Filler Hyaluronic Acid
Aquamid, operasi pengencangan (Face Lift), operasi pengencangan
kulit wajah dengan benang (Aptos Stitch Lift), Computer Aided
Cosmetology Instrument (CACI), Botoks atau Botolinum Toxinn,
Fraxel, Skin Rejuvenation dengan tiga kombinasi laser, dan
sebagainya.
1) Radio Frekuensi
Perawatan wajah dengan menggunakan alat radio frekuensi
merupakan salah satu treatment perawatan wajah yang berfungsi
untuk mengencangkan kulit, menghilangkan kerutan, dan
memberikan tampilan kulit menjadi lebih segar dan lebih muda.
Teknik pengencangan kulit wajah dengan menggunakan alat radio
frekuensi yaitu radiage dan thermage. Radiage merupakan
perawatan skin tightening terbaru dengan radio frekuensi. Teknik
ini tanpa suntikan, sayatan atau pembiusan dan aman untuk
semua jenis kulit.
Cara kerja perawatan teknik radiage yaitu menggunakan
energi radio frekuensi 4 Mhz. Sinyal gelombang dipancarkan
melalui permukaan alat probe berbentuk kubah yang secara
lembut akan masuk ke dalam lapisan kulit, memanaskan lapisan
dermis, sambil melindungi lapisan kulit terluar dengan
pendinginan. Pada saat probe menyentuh kulit, sensasi panas
yang dipancarkan akan terasa pada lapisan kulit bagian dalam.
Pemanasan ini menyebabkan serat-serat kolagen berkonstraksi
dan jaringan kulit mengencang. Sebelum dilakukan perawatan,
terlebih dahulu kulit dibersihkan dari kotoran dan make-up,
kemudian aplikasikan gel yang berfungsi sebagai pendingin dan
untuk menghindari gesekan langsung kulit dengan alat. Perawatan
266

radiage berlangsung selama 15-30 menit, tergantung luasnya kulit


yang dirawat dan kendurnya kulit. Bagian kulit yang dirawat akan
terasa hangat dan sedikit kemerahan yang akan hilang dalam
waktu kurang dari sehari.
Setelah perawatan gunakan krim pelembab dan make-up
ringan, tetapi hindari pemakaian krim whitening, peeling, krim
malam atau krim pagi, karena dapat menyebabkan iritasi. Hasil
perawatan wajah dengan menggunakan alat radio frekuensi akan
bertahan selama enam bulan, setelah itu baru diulang kembali.
Thermage merupakan teknik perawatan untuk mengencangkan wajah dengan menggunakan teknologi berbasis gelombang
radio frekuensi dan cooling system. Thermage dilakukan jika
kerusakan kulit terjadi pada lapisan di bawah dermis hingga
lapisan lemak. Kerusakan kulit ini nampak jelas, karena timbul
kerutan kasar pada permukaan kulit. Cara pengerjaan treatment
ini, yaitu setelah wajah dibersihkan, kemudian pada bagian wajah
yang akan diterapi diberi anastesi topikal, kemudian ditempelkan
kertas yang sudah diberi nomor. Pada nomor itulah alat
gelombang radio ditempelkan.
Alat thermage akan menyalurkan energi radio frekuensi ke
bagian yang keriput. Molekul yang berada di sekitar alat akan
bergetar sebanyak enam juta kali per detik dan menimbulkan
panas. Panas yang dihantarkan akan masuk ke dalam jarigan
kolagen dan akan membantu pertumbuhan kolagen baru di dalam
lapisan kulit. Frekuensi radio ini mampu menembus lapisan kulit
terdalam dan mengaktifkan kolagen serta menstimulasi jaringan
baru sehingga mampu mengencangkan kulit yang sudah kendur.
Waktu yang dibutuhkan untuk mengerjakan thermage sekitar satu
jam, tetapi anastesi topikal baru bekerja minimal 45 menit, jai
keseluruhan treatment ini berkisar dua jam. Dalam sekali
pengerjaan saja kerutan akan hilang sekitar 20 - 25 persen.
Setelah perawatan hasil yang diperoleh setiap individu akan
berbeda, tergantung kerusakan dari kolagennya, hal ini
disebabkan cara kerja alat thermage adalah memperbaiki kolagen.
Jika jaringan kolagen masih baik, maka hasil perawatan akan
langsung terlihat, tetapi bila jaringan kolagen sudah rusak, hasil
perawatan akan nampak terlihat pada bulan kedua, serta akan
semakin baik hingga bulan keenam. Pengerjaan treatment
sebaiknya dilakukan pada separuh wajah dulu, setelah itu
bandingkan antara bagian wajah yang sudah ditreatment dengan
bagian wajah yang belum di-treatment. Baru kemudian wajah
267

sebelahnya diberikan perawatan. Hasil perawatan dengan


thermage akan bertahan selama dua tahun, oleh karena itu
perawatan ini cukup dilakukan dua tahun sekali. Setelah
melakukan perawatan thermage, tiga hari kemudian disarankan
untuk menggunakan krim yang mengandung tretinoin. Tretinoin
berfungsi untuk meratakan wajah yang bengkak setelah treatment,
dan bengkak ini akan hilang dalam waktu dua hari.
2) Besem Face
Teknik besem face atau yang dikenal dengan istilah setrika pipi,
merupakan alternatif terbaru untuk mengatasi masalah kulit.
Besem face dapat membuat kulit lebih kencang, dapat
melembabkan, dan menghilangkan kerutan, sehingga perawatan
ini cocok untuk wanita usia 30 tahun ke atas. Besem face tidak
memiliki efek samping, tetapi memiliki kontraindikasi bagi kulit
berjerawat atau kulit yang luka. Untuk hasil yang maksimal,
perawatan besem face yang berfungsi untuk membentuk wajah
menjadi tirus, menghilangkan kerut-kerut pada wajah dan
menghilangkan kerutan yang ada pada kantong mata, dapat
dikombinasikan dengan teknik lain yaitu :
a)

Liafo face yang berguna untuk membuang racun yang ada di


dalam kulit dan merilekskan wajah,

b)

Transion face yang berguna untuk mengencangkan dan


menyegarkan kulit, dan

c)

Trisca neck yang bertujuan untuk membentuk leher serta


mengetasi atau menghilangkan double chain yaitu leher atau
dagu rangkap.

Cara perawatan dengan teknik besem face yaitu : pertama


wajah dibersihkan, keringkan dan lanjutkan dengan pemakaian
peeling. Kemudian wajah diolesi serum gel untuk menghilangkan
kerut dan diamkan selama 20-25 menit. Setelah itu gunakan alat
besem supaya wajah kelihatan tirus, untuk mengecilkan pori-pori.
Posisi alat besem dibalik ke posisi dingin, kemudian wajah
dibersihkan dengan sabun. Tahap akhir adalah membuat wajah
menjadi tirus, yaitu dengan menggunakan alat transion neck yang
ditekan ke tulang pipi selama 10 menit, setelah wajah terasa
kencang, wajah dimasker dan diolesi serum agar hasilnya
maksimal. Perawatan awal besem face sebaiknya dilakukan 3 kali
dalam seminggu, selanjutnya jika kulit sudah kencang dilakukan 3
kali dalam dua minggu.
268

Gambar 6.51
Perawatan Wajah dengan
Teknik Besem Face

3) Mini Lifting
Treatment mini lifting berfungsi untuk menghilangkan kerutan di
wajah, sekitar mata dan dahi, sehingga wajah akan menjadi
kencang kembali, dan terlihat lebih muda dari usia yang
sebenarnya. Perawatan dimulai dengan pembersihan wajah dari
kotoran termasuk make-up, berikutnya mengangkat sel kulit
mati menggunakan scrub, kemudian wajah diberi gel yang
dipadukan dengan penggunaan alat mini lifting selama 30 menit.
Alat mini lifting berfungsi untuk mengalirkan aliran listrik ke
titik-titik syaraf pada wajah. Tahap selanjutnya pemberian
masker yang berfungsi untuk mengencangkan dan menghilang
kan garis-garis halus di sekitar wajah. Sebelum wajah dimasker,
kulit wajah dilindungi dengan kasa karena masker ini sangat
kencang dan mengeras. Kasa ini juga berfungsi untuk
mempermudah pengangkatan masker setelah proses perawatan
selesai. Terakhir gunakan ice globe sebagai pengganti toner yang
bermanfaat untuk mengecilkan pori-pori, menyegarkan, dan
mencerahkan kulit.
4) Intense Pulse Light (IPL)
Pada usia 30 tahun ke atas, kulit tidak lagi halus, tetapi sudah
berkerut dan mengendur. Keadaan ini bisa dikoreksi dengan
menggunakan laser yang salah satunya dengan teknik Intense
Pulse Light (IPL). Teknik IPL menggunakan alat aesthera dengan
teknologi photo pneumatic. Teknik ini bisa juga digunakan untuk
hair removal yaitu menghilangkan rambut yang tidak diinginkan
dan mencegah tumbuh kembali di bagian itu. Pada perawatan kulit
(skin rejuvenation), IPL berguna untuk mengencangkan atau
meremajakan kulit, menghilangkan dampak yang timbul karena
sinar matahari, stress, dan berbagai jenis polutan seperti kerut dan
269

vlek hitam. IPL memiliki panjang gelombang yang range-nya cukup


jauh yaitu 400-1200, sehingga kalau dikenakan pada wajah
dengan kekuatan tertentu serta sesuai dengan jenis kulit, dapat
membuat kulit menjadi lebih kencang, merangsang timbulnya
kolagen baru, merangsang regenerasi sel kulit baru, memperbaiki
warna kulit yang tidak rata, dan dapat menghilangkan bulu.
Alat aesthera dari IPL memiliki kelebihan pada vakumnya,
yaitu jika vakum ditempatkan pada satu tempat yang akan
diremajakan, maka kulitnya divakum sehingga permukaan yang
terkena cahaya akan rata, semuanya terekam dan tertembak.
Untuk mengatasi efek samping yang mungkin timbul dari IPL,
maka panjang gelombang harus disesuaikan dengan warna
kulit.Untuk kulit gelap energi dikurangi sebaliknya untuk kulit terang
membutuhkan energi yang lebih banyak. Setelah terapi IPL
biasanya kulit akan terasa seperti terbakar hingga kulit menjadi
kemerahan, tetapi ini hanya berlangsung sekitar 10 menit,
selanjutnya akan normal kembali.
5) Fluorescent Pulse Light (FPL)
Fluorescent Pulse Light (FPL) dan IPL hampir sama, bedanya
terletak pada sistem cahaya yang dipancarkan dan gel yang
dioleskan pada permukaan kulit wajah sebelum melakukan terapi.
Sistem cahaya pada FPL sudah diperbaharui, sehingga aplikasi
klinisnya tidak sesakit seperti melakukan perawatan IPL. Gel pada
FPL lebih tipis sehingga dengan terapi FPL memungkinkan
terjadinya resiko terbakar. Konsep FPL menggunakan filler dari
frekuensi IPL untuk mengurangi kerusakan kulit akibat sinar
matahari. FPL berfungsi untuk mengencangkan atau meremajakan
kulit wajah, memperbaiki kerusakan wajah seperti jerawat
bernanah, dapat menambah kolagen untuk memperbaharui kulit
ari yang sudah mati, memperkecil pori-pori wajah, dan dapat
mengatasi kelainan kulit seperti pigmentasi.
Pada terapi FPL, kedalaman cahaya yang akan dipancarkan
ke permukaan kulit wajah ditentukan oleh dokter dengan memakai
filler. Filler dapat melancarkan masuknya cahaya ke dalam kulit
wajah. Tindakan FPL dapat dilakukan 3 sampai 4 minggu sekali,
karena siklus kolagen berkisar antara 8 hingga 12 minggu serta
umur kolagen 3 bulan. Setelah melakukan FPL harus tetap
melakukan maintenance dengan produk kosmetik yang sesuai
dengan jenis kulit.

270

6) Filler Hyaluronic Acid Aquamid


Kolagen terdapat dalam setiap kulit manusia dan terletak
di jaringan kulit derma. Kolagen dapat menjadikan kulit menjadi
kenyal dan kencang, tetapi semakin tua, fungsi kolagen semakin
menurun. Hal ini dapat menyebabkan kulit menjadi kendur dan
keriput. Salah satu cara untuk mengatasinya yaitu dengan suntik
kolagen. Biasanya kolagen yang disuntikkan berasal dari
kolagen binatang seperti anak sapi. Karena berasal dari binatang
inilah maka suntik kolagen beresiko alergi, oleh karena itu sebelum
disuntik, kolagen dicoba dahulu pada tangan, diamkan selama
beberapa jam atau satu hari, jika tidak terjadi alergi, baru disuntik
kolagen.
Suntik kolagen dianggap sudah tidak efektif lagi, oleh
karena itu muncul filler terbaru pengganti kolagen seperti
hyaluronic acid salah satunya restylane. Filler ini terbuat dari rantai
kimia gula sehingga aman dan tidak menjadikan alergi pada kulit.
Terapi ini berfungsi untuk mengisi lapisan kulit seperti pada bibir,
garis senyum dan kening, sehingga kulit menjadi kencang dan
tampak muda, serta dapat mengembalikan kehalusan kulit dengan
menggantikan kandungan asam hyaluronic yang berkurang sejalan
dengan bertambahnya usia.
7) Face Lift
Face lift pada awalnya merupakan cara perawatan wajah melalui
operasi atau dikenal dengan istilah operasi plastik. Kemulusan,
kekencangan dan kekenyalan kulit wajah yang diperoleh melalui
face lift dapat bertahan lebih lama dibandingkan dengan suntik
botoks. Operasi plastik melalui face lift akan membuat seseorang
terlihat lebih muda sekitar 10 tahun dari usia sebenarnya, tetapi
memungkinkan timbulnya efek samping berupa bekas luka
operasi. Jika face lift dilakukan di usia muda maka akan beresiko
timbulnya gurat-gurat dan kerusakan pada kulit wajah bekas
operasi. Hal ini juga bisa menimbulkan infeksi kulit dan kerusakan
jaringan. Face lift tidak hanya digunakan untuk menghilangkan
kerut pada wajah, tetapi juga dapat dilakukan untuk memperbaiki
bentuk wajah yang asimetris, misal karena kecelakaan. Dewasa
ini, face lift dapat dilakukan dengan cara alami, yang dikenal
dengan face lift & deep lane. Perawatan teknik ini tidak
memasukkan suntikan, dan hanya dilakukan dengan mengguna
kan dua buah stik untuk mengalirkan listrik, yang dapat membantu
dalam proses pengangkatan kulit mati. Tahap perawatan dengan
teknik ini, setelah wajah dibersihkan adalah membuang toksin,
kemudian garis-garis halus dan kerutan. Setelah perawatan,
dianjurkan untuk melakukan maintenance ke salon dua minggu
sekali, dan untuk perawatan di rumah dianjurkan untuk mengguna271

kan skin care berupa krim pagi dan krim malam agar hasil
perawatan di salon dapat dipertahankan. Perawatan teknik ini
memakan waktu selama 3 jam.

Gambar 6.52
Perawatan Wajah dengan Teknik
Face Lift & Deep Lane
(Sumber : Info Kecantikan Edisi Mei 2007)

8) Aptos Stitch Lift


Teknik terbaru untuk menghilangkan kerutan di wajah secara
lebih cepat, dan menggunakan cara non-invasif adalah aptos stitch
lift atau the feather lift. Aptos stitch lift juga dapat menyembuhkan
bekas luka dengan cepat. Aptos stitch lift menggunakan
prolene atau benang jahit operasi berbahan plastik yang tidak
dapat diserap oleh tubuh dengan cara mengaitkan beberapa
benang di sekitar wajah untuk mengangkat jaringan kulit yang
kendur. Benang aptos terbuat dari polypropylene, yang berperan
sebagai pengikat untuk mengangkat kulit yang mengendur pada
leher, dagu, pipi, dan alis mata. Aptos tidak akan berpengaruh
terhadap elastisitas kulit dan tidak ada efek sampingnya.
Metode aptos stitch lift baik dilakukan untuk orang yang memiliki
kulit kendur di bagian wajah dan leher, untuk orang yang
menginginkan bentuk wajah yang lebih bagus, serta untuk orang
yang mengalami penuaan dini. Aptos juga mampu memperbaiki
garis nasolabial (garis senyum) yang sangat dalam dari hidung
ke sudut mulut, garis marionette (garis dari sudut mulut yang
memberi kesan sedih atau pemarah), dan mampu memperbaiki
kulit rahang atau kulit longgar di sekitar rahang, serta untuk
mengangkat alis yang menurun.
272

Metode ini tanpa melalui prosedur operasi, karena relatif


tanpa sayatan. Benang aptos dijahitkan di bawah kulit dengan
membuat insisi (lubang) kecil di bawah garis rambut dekat telinga.
Cara ini untuk memperbaiki kulit rahang dan kulit wajah bagian
bawah yang longgar atau pada garis rambut bagian depan serta
untuk mengangkat alis. Prosedurnya, pertama menggambar sket
di daerah wajah, kemudian membuat lubang kecil (insisi) pada
kedua ujung bagian wajah yang akan dikencangkan, dengan
menggunakan spinal needle (jarum panjang yang berbentuk
seperti pipa), dan benang dimasukkan ke lubang jarum, spinal
needle ditarik ke luar, hingga meninggalkan benang di dalam kulit.
Setelah itu benang ditarik untuk mengangkat jaringan kulit sesuai
yang diinginkan. Benang tersebut diatur untuk mencapai
ketegangan yang tepat, yang diperlukan untuk mengangkat kulit
dan kemudian dijahit dalam kulit. Satu ujung benang dipotong,
bagian lainnya dibuat simpul. Dalam terapi aptos, orang tidak perlu
dibius secara total dan waktu terapi antara 30 menit 1 jam. Di
tempat pemasangan benang, dianjurkan untuk melakukan pijatan
ringan, untuk membantu kait-kait benang bekerja dengan optimal.
Kelebihan lain dari terapi ini tidak ada pembuangan kulit. Terapi
aptos dilakukan pada mereka yang berusia antara 30 - 50 tahun,
dengan metode ini akan terlihat 7 - 10 tahun lebih muda dari usia
sebenarnya.
Hasil perawatan wajah melalui terapi aptos akan mampu
bertahan selama 5 - 7 tahun. Terapi aptos tidak menimbulkan efek
samping, tetapi biasanya pada wajah akan terjadi sedikit bengkak,
memar kebiruan dan rasa tidak nyaman di tempat pemasangan
benang, dan hal ini bisa ditutup dengan make-up atau diatasi
dengan cara dikompres air es selama tiga hari. Di samping itu,
setelah terapi aptos, disarankan tidak banyak melakukan aktivitas
yang berkaitan dengan mimik muka seperti tertawa, berbicara,
menangis, berteriak, mengunyah mendadak, dan kegiatan otot
wajah lainnya selama + seminggu, karena benangnya belum
stabil. Begitu pula posisi tidur, sebaiknya tidak miring dan tidur
dengan posisi wajah di bawah (facial sleeping), karena
dikhawatirkan wajah yang ditreatment tertekan pada bantal. Tidak
hanya itu, setelah treatment selama satu bulan sebaiknya tidak
dipijat, karena posisi benang masih labil, belum terikat oleh
kolagen yang terbentuk sebagai reaksi serta mudah bergeser.
Hindari pula perawatan wajah dengan scrubbing atau
pengelupasan (chemical peeling), dan penggunaan pembersih
keras. Seminggu setelah terapi aptos, harus kontrol lagi ke dokter
untuk pengangkatan jahitan di bawah garis rambut. Untuk
menghindari terjadinya infeksi perlu diberikan antibiotik dan obat
penghilang rasa sakit.
273

Gambar 6.53
Benang Aptos
(Sumber : Info Kecantikan Edisi Okt 2006)

Sketsa pemasangan benang aptos pada wajah :

Gambar 6.54
Sketsa Pemasangan
Benang Aptos pada Wajah
(Sumber : Info Kecantikan Edisi
Oktober 2006)

Gambar 6.55
Metode Perawatan Wajah dengan Terapi Aptos
(Sumber : Info Kecantikan Edisi Oktober 2006)

274

9) Computer Aided Cosmetology Instrument (CACI)


Computer Aided Cosmetology Instrument (CACI) merupakan cara
baru perawatan wajah untuk menghilangkan kerutan wajah secara
cepat. Treatment CACI menggunakan instrumen komputer.
Kelemahan treatment CACI yaitu hanya bertahan sekitar 3 - 4 hari
saja dan kerutan akan nampak kembali, oleh karena itu perawatan
wajah dengan CACI harus dilakukan secara rutin hingga otot
wajah akan menjadi kuat dan kerutan akan hilang dalam jangka
waktu lama. CACI juga dapat membuat kulit menjadi cerah. CACI
tidak hanya untuk area wajah, tetapi bisa juga untuk payudara,
perut, dan menghilangkan selulit. CACI dapat dikombinasikan
dengan perawatan mengencangkan wajah lainnya seperti radio
frekuensi atau laser.
Terapi CACI hampir sama dengan facial. Terapi ini tidak
menimbulkan efek samping, tidak terasa sakit dan mampu
membuat kulit wajah langsung mulus, bebas kerutan, semakin
bersih, dan terapi ini berlangsung selama 60 menit. Prosedur
terapi CACI adalah : wajah dibersihkan, kemudian lakukan peeling
dan deep cleansing dengan menggunakan metode non abrasive
dengan gerakan ultrasonic, dengan tujuan untuk membantu
mengangkat sel kulit mati, residu make-up, sebum, dan membuka
sumbatan pori-pori. Selanjutnya microcument atau berkonsentrasi
pada me-re-edukasi otot-otot wajah dan leher, mengencangkan
dan mempertahankan kontur wajah. Berikutnya lakukan pijatan
ringan (micro massage) dengan kecepatan getaran 25 ribu getaran
per-detik. Fungsi pijatan yaitu untuk memperlancar sirkulasi dan
aliran darah ke area tersebut sehingga dapat meningkatkan
oksigenisasi jaringan, yang membuat kulit tampak lebih muda dan
ronanya merata. Noda pigmentasi dapat juga dirawat dengan
treatmen ini, yaitu dengan menggunakan getaran ultrasonik yang
digabung dengan teknik oxygen-therapy cream.
Tahap selanjutnya deeply hydrates atau melembabkan kulit.
Moisturizer dermatics (pelembab dermatik) dengan menggunakan
getaran ultrasonik dan proses sonophoresis dapat membantu
penyerapan pelembab lebih dalam. Dalam waktu yang sama,
frekuensi spesifik dari getaran ultrasonik dapat menstimulasi aliran
sodium potassium yang mampu meningkatkan kadar air dalam
tubuh, sehingga memfasilitasi kelembaban kulit.

275

10) Botoks
Botoks atau botolinum toxin berupa cairan protein alami yang telah
dimurnikan. Cairan botoks dapat merelaksasikan otot-otot yang
menyebabkan kerutan, menciptakan kulit yang lebih halus,
meremajakan, dan memberikan penampilan yang lebih muda.
Botoks merupakan salah satu teknologi perawatan wajah terbaru
melalui suntikan yang aman dan praktis untuk mengencangkan
kulit, menghilangkan kerut-kerut di dahi, garis kernyit di antara alis
mata, dan crow feet atau garis senyum sekitar ujung mata. Suntik
botoks menggunakan cairan botoks yang dapat diserap
metabolisme tubuh. Suntik botoks sangat efektif untuk
mengencangkan kulit, karena dilakukan langsung pada sumber
sasaran dan hasilnya langsung dapat dilihat dalam waktu sekitar
dua jam.
11) Fraxel
Fraxel singkatan dari fractional laser resurfacing, yang merupakan
teknologi laser terbaru untuk perawatan wajah. Terapi fraxel
dikenal sebagai fractional phototermolysis karena bekerja dengan
menghantarkan panas. Fraxel berguna untuk meremajakan kulit,
menghilangkan kerutan dan me rangsang pertumbuhan kolagen.
Terapi fraxel juga dapat menghilangkan kerut halus, acne scar
(bekas jerawat) kembali rata, memperbaiki tekstur kulit, mengatasi
pigmen kulit seperti vlek, age spots, melasma, dan sun damage
(dampak sinar ultraviolet dan radikal bebas).
Terapi fraxel dimulai dengan pembersihan wajah dari kotoran
dan make-up, kemudian wajah diberi krim anastesi yang berfungsi
untuk meminimalisir rasa sakit yang disebabkan oleh hawa panas
sinar laser pada saat aplikasi, diamkan selama 30 menit sampai
1 jam, kemudian bersihkan kembali. Langkah berikutnya yaitu
mengoleskan opticguide blue pada bagian kulit rusak yang
hendak diterapi fraxel. Opticguide blue merupakan cairan
berwarna biru yang berfungsi sebagai penanda pada bagian yang
akan dideteksi sensor alat fraxel. Selanjutnya alat fraxel
ditempelkan pada kulit yang diolesi opticguide blue lalu digesergeser selama + 15 - 30 menit. Kelebihan alat ini yaitu tidak
menimbulkan luka atau pendarahan, tetapi sekitar satu jam
kemudian setelah terapi, sedikit akan terasa panas dan pada kulit
akan tampak kemerahan. Kemerahan ini merupakan reaksi normal
dan dapat diatasi dengan penggunaan krim khusus yang
mengandung sunblock atau tabir surya.

276

Gambar 6.56
Teknologi Fraxel dalam Perawatan Wajah
(Sumber : Info Kecantikan Edisi Desember 2006)

12) Skin Rejuvenation dengan Tiga Kombinasi Laser


Teknologi laser dikembangkan oleh dokter laser asal Amerika
bernama dr. Rox Anderson pada awal tahun 2000. Di Indonesia,
peremajaan kulit menggunakan teknologi laser dikembangkan oleh
dr. Peter Hasan pada tahun 2004. Teknologi laser efektif untuk
merangsang pertumbuhan kolagen baru. Teknik peremajaan kulit
dengan mengkombinasikan tiga macam laser yaitu Q-Switch Nd
YAG (Medilite C6), VPL (Elite Plus) dan Low Level Laser (HeNe).

Q-Switch Nd YAG

VPL (Elite Plus)

Low Level Laser (HeNe)

Gambar 6.57
Perangkat Teknologi Skin Rejuvenation untuk Perawatan Wajah
(Sumber : Info Kecantikan Edisi Desember 2006)

277

Gabungan teknologi ini daya jangkaunya lebih dalam,


melukai dan panas laser menyebabkan koagulasinya lebih banyak
sehingga terjadi regenerasi kulit. Untuk menghindari reaksi alergi,
kekuatan atau daya laser diturunkan (rendah). Reaksi yang bagus
adalah jika setelah dilaser, warna kulit kemerah-merahan. Proses
perawatan dengan tiga kombinasi laser ini memakan waktu 30
menit, dengan jarak waktu perawatan sekitar 3 - 5 minggu sekali.
Pertumbuhan kolagen dimulai 2 minggu setelah perawatan. Tahap
pelaksanaan skin rejuvenation dengan kombinasi tiga laser yaitu
a) Wajah dibersihkan dari kotoran dan make-up,
b) Aplikasikan pada wajah topical anesthetic gel untuk
membaalkan kulit, kemudian oleh dokter ditembakkan laser
pertama (Q-Switch), saat ditembak, sebaiknya mata ditutup
atau memakai kacamata.
c) Aplikasikan pada wajah yang telah dilaser transmitting gel.
d) Wajah ditembak dengan laser kedua ((VPL), kemudian lakukan
pendinginan dengan alat temperatur laser.
e) Wajah dibersihkan untuk mengurangi gel, kemudian dilaser
dengan laser tenaga rendah (HeNe).
f) Selesai dilaser bisa langsung memakai kosmetik, sun block,
dan moisturizer, tetapi selama tiga hari setelah perawatan,
hindari pemakaian kosmetik beralkohol seperti toner atau
astringent.
13) Retidektomi
Retidektomi (rhytidectomy-rhytidoplasty) dilakukan dengan cara
mengurangi serabut otot wajah yang kendur, membuang kulit
wajah dan kulit leher yang berlebihan, mengurangi timbunan lemak
di kulit leher, menarik kulit wajah ke belakang dan ke atas,
sehingga kulit wajah menjadi kencang kembali. Bedah retidektomi
dilakukan dengan membuat sayatan di atas telinga, di depan
telinga, di belakang telinga, dan di kulit leher dekat dagu. Proses
bedah berlangsung sekitar 3 sampai 3,5 jam, hal ini tergantung
dari tingkat perdarahan yang terjadi dan tindakan yang dilakukan,
seperti membuang timbunan lemak berlebihan di kulit leher yang
memerlukan waktu yang lebih lama. Proses penyembuhan
retidektomi berlangsung sekitar tiga minggu, setelah itu dapat
beraktivitas kembali. Treatment retidektomi sesuai dilakukan untuk
orang berusia tiga puluh tahun ke atas. Hasil prima terapi ini dapat
bertahan antara 5 sampai 10 tahun, setelah kurun waktu tersebut,
jika diperlukan dapat dilakukan lagi melalui bekas sayatan lama
tanpa menimbulkan kesulitan.
278

Kelemahan treatment retidektomi dapat menimbulkan resiko


kerusakan pada saraf-saraf wajah, dan terjadinya kelumpuhan
pada otot-otot wajah, bentuk wajah menjadi asimetris yang
disebabkan menurunnya sudut mulut, yang akan terlihat jelas jika
yang bersangkutan tersenyum, kerusakan saraf di daerah dahi,
hingga menimbulkan kerut dalam di bagian dahi dan
ketidakmampuan mengernyitkan alis, oleh karena itu, retidektomi
sebaiknya dilakukan oleh dokter bedah kosmetik yang berwenang
dan berpengalaman.
14) Blefaroplasti
Blefaroplasti dilakukan untuk mengatasi penurunan kulit sudut
mata luar, karena mengendurnya kulit kelopak mata sebelah atas.
Blefaroplasti (blepharoplasty) terdiri atas dua macam yaitu
upperlids dan lowerlids-blepharoplasty. Treatment dengan teknik
upperlids blepharoplasty dilakukan dengan cara menarik kulit
bagian atas kedua kelopak mata kemudian diberi tanda
dan pada daerah tersebut dibuat sayatan untuk membuang lemak
berlebihan. Setelah selesai, bekas sayatan dijahit halus hingga
tidak terlihat bekasnya. Proses bedah berlangsung sekitar
1 1,5 jam dengan tindakan utama mengatasi perdarahan. Proses
penyembuhan biasanya berlangsung sekitar satu bulan setelah
pembedahan.
Tanda penuaan juga tampak di daerah kantong mata. Untuk
mengatasi hal ini dapat dilakukan bedah lowerlids-blepharoplasty,
untuk menghilangkan kendurnya kulit di bawah mata sehingga
kantong mata tidak menonjol. Pada bedah ini hanya sedikit kulit
yang dibuang. Sayatan dibuat tepat di bawah pertumbuhan bulu
mata bagian bawah. Kulit kantong mata sedikit ditarik ke atas dan
timbunan lemak yang berada di bawah jaringan otot dihilangkan.
Proses penyembuhan berlangsung sekitar dua minggu atau lebih
dan hasil treatment ini dapat bertahan 5 - 10 tahun. Lemak yang
diambil akan terbentuk dan menumpuk kembali dalam jangka
waktu 5 sampai 6 tahun, oleh karena itu bedah dapat dilakukan
lagi di tempat sama, tanpa kesulitan.
Blefaroplasti membawa resiko perdarahan, infeksi,
menimbulkan bekas cacat, distorsi pada wajah yang mengakibat
kan wajah menjadi asimetris dan ektropion yaitu kelopak mata
tidak dapat dipejamkan secara sempurna pada waktu tidur. Oleh
karena itu, blefaroplasti sebaiknya dilakukan oleh dokter bedah
plastik yang berwenang dan berpengalaman.

279

15) Lipo Suction


Tampilan wajah gemuk akibat dagu rangkap, dapat disebabkan
oleh adanya timbunan lemak berlebihan di bawah dagu atau oleh
kendurnya kulit leher. Jika kulit leher masih kencang dan dagu
rangkap disebabkan oleh timbunan lemak, maka tindakan yang
dilakukan cukup dengan penyedotan lemak. Tetapi jika kulit leher
juga mengendur maka tindakan yang dilakukan adalah bedah lipo
suction. Bedah ini berlangsung sekitar satu jam dan proses
penyembuhannya memerlukan waktu sekitar satu minggu. Lipo
suction hampir sama seperti blefaroplasti, baik teknik maupun efek
sampingnya, yakni membuat sayatan di daerah yang akan
dihilangkan timbunan lemaknya, dan resiko yang ditimbulkan
adalah terjadinya distorsi wajah dan kerutan di kulit leher.
16) Rinoplasti
Bentuk hidung sangat menentukan penampilan. Rinoplasti
(rhynoplasty) adalah bedah kosmetik untuk memperbaiki bentuk
hidung dengan memperkecil atau memperbesarnya. Rinoplasti
merupakan bedah kosmetik yang rumit sehingga memerlukan
kecermatan dan keterampilan tinggi. Bedah untuk memperkecil
bentuk hidung disebut reduction rhynoplasty. Bedah ini dilakukan
dalam lubang hidung, sehingga bekas luka bedah tidak akan
nampak dari luar. Proses bedah meliputi perbaikan bentuk tulang
hidung dan berbagai tulang rawan hidung, mengurangi lemak
berlebihan di bawah kulit hidung, termasuk mengoreksi bentuk
lubang hidung. Batang hidung di setengah bagian sebelah atas,
terbuat dari tulang, sedangkan setengah bagian di sebelah bawah
terbuat dari beberapa tulang rawan. Untuk menciptakan bentuk
hidung yang baru dan bagus, dokter akan mengurangi kedua jenis
tulang tersebut termasuk membentuk ujung hidungnya.
Bedah untuk memperbesar bentuk hidung disebut
augmentation rhynoplasty. Bedah ini pun dilakukan melalui lubang
hidung. Tujuannya adalah untuk meninggikan batang hidung dan
ujung hidung. Dewasa ini cara yang paling praktis adalah dengan
menanamkan silicon atau silicone implant. Dengan menggunakan
highgrade medical silicone, bentuk hidung apapun dapat dibuat
dengan sempurna secara tepat dan cepat. Proses bedah
berlangsung sekitar 1 - 2 jam. Setelah proses bedah akan timbul
pembengkakan dan di sekitar mata akan terlihat membiru. Gejala
ini akan normal kembali sekitar satu bulan setelah treatment. Jika
pengurangan tulang hidung dan tulang rawan hidung berlebihan,
akan menimbulkan distorsi wajah, meski distorsi ini mudah
ditanggulangi. Hasil bedah Rinoplasti bersifat permanen.
280

17) Brow Lift


Bedah kosmetik brow lift bertujuan untuk menghaluskan
garis-garis dan kerutan kulit di dahi, menaikkan alis dan kelopak
mata bagian atas, melembutkan, meratakan garis dan kerutan kulit
yang terdapat di antara kedua mata. Brow lift pada umumnya
dilakukan oleh pasien yang berusia antara 40 - 60 tahun. Sayatan
brbentuk lengkung dibuat di atas telinga kanan, beberapa
senti meter di belakang garis rambut, dan berakhir di atas telinga
kiri. Kulit kepala dan kulit dahi ditarik ke atas, termasuk otot
frontalis atau otot dahi, yang menimbulkan kerutan dahi. Sebagian
serabut otot ini akan dihilangkan. Kulit dahi ditarik ke bawah, ke
arah alis. Di antara kedua alis terdapat otot corugator, yaitu otot
yang menimbulkan kerutan di antara kedua mata. Melalui bedah
brow lift, akan dipotong seluruh atau sebagian otot corugator
sesuai dengan kondisi kerutnya. Proses brow lift berlangsung
sekitar 1,5 2 jam, diikuti proses penyembuhan sekitar 6 minggu.
Resiko yang mungkin timbul karena bedah brow lift antara
lain terjadinya infeksi dan bekas jahitan akan nampak, jika rambut
di atas dahi menipis. Hasil bedah brow lift dapat bertahan sekitar
5 10 tahun bahkan lebih.
18) Injeksi Kolagen
Injeksi kolagen sudah mulai dilakukan di Amerika Serikat
pada awal tahun 1981, dengan kolagen yang diambil dari kulit
pasien itu sendiri. Injeksi kolagen bertujuan untuk mengurangi
kedalaman kerutan vertikal kulit terdalam di antara kedua alis,
menghilangkan kerutan kulit di sepanjang mulut sampai hidung,
dan menghilangkan kerutan di dahi, dengan cara menginjeksikan
kolagen di bawah kerutan kerutan tersebut. Kolagen yang
diinjeksikan, diambil dari kulit hewan ternak. Kini persediaan injeksi
kolagen dalam bentuk liquid sudah banyak dipasarkan dengan
merek dagang zyderm. Zyderm dalam bentuk gel lembut,
berwarna putih yang disuntikkan langsung ke dalam kulit. Zyderm
tersedia dalam tiga macam yaitu zyderm I, sesuai untuk
menghilangkan garis-garis penuaan yang masih halus, zyderm II
untuk menghilangkan kerut - kerut kulit yang lebih dalam, dan
zyplast untuk menanggulangi garis-garis penuaan dan kerutan
kulit yang sudah lebih parah dan perlu diinjeksikan ke lapisan kulit
yang lebih dalam agar daya tahannya lebih lama.
Kesulitan injeksi kolagen adalah menentukan dengan akurat
bagian kulit yang akan dikoreksi. Hasil injeksi kolagen dapat
bertahan sekitar 3 5 tahun, setelah itu dapat diulang kembali.
281

Resiko dari injeksi kolagen adalah timbulnya alergi yang ditandai


oleh adanya kemerahan, rasa nyeri di persendian, dan
pembengkakan di bagian kulit yang diinjeksi, oleh karena itu untuk
mengurangi resiko yang ditimbulkan, sebulan sebelum dilakukan
injeksi, perlu dilakukan tes alergi terlebih dahulu.
19) Injeksi Silikon
Injeksi silicon bertujuan untuk menaikkan kulit yang melekuk oleh
bekas luka jerawat atau kerut kulit karena penuaan. Injeksi silikon
tidak menimbulkan bekas luka, tetapi resiko akan timbul beberapa
tahun kemudian yang berupa kerusakan kulit. Pada proses injeksi,
jika injeksi meleset, silikon yang masuk tidak dapat dikeluarkan
tanpa membedah seluruh bagian kulit. Sebab dalam bentuk butiran
yang sangat halus, silikon akan menyebar di sekitar lokasi injeksi
dan di dalam kulit. Resiko kegagalan ini dapat diatasi dengan
penyedotan, tetapi penyedotan ini dapat menimbulkan lekukan
lebih buruk dari pada lekukan semula. Hasil injeksi silikon dapat
bertahan sekitar 3 tahun.
20) Kombinasi LHE & Diamond Dermabrasion
Light Heat Energy (LHE) merupakan tindakan perawatan untuk
meremajakan kulit akibat proses penuaan dan terkena
sinar matahari seperti age spot atau vlek hitam, mengatasi
kelainan kulit karena radiasi sinar matahari, mengurangi kerutan
kulit dan garis-garis pada kulit wajah, serta menghilangkan jerawat
dengan menggunakan energi sinar. LHE mampu merangsang
pertumbuhan kolagen yang diperlukan untuk menghaluskan kulit.
Cara kerja LHE hampir sama dengan cara kerja laser. Alat
LHE yang dipanas kan, ditempelkan ke kulit yang bermasalah.
LHE mengandalkan kekuatan cahaya merah dan hijau serta
panas. Misalnya untuk mengatasi jerawat, LHE akan
mengoptimalisasi efek oksigen dan dengan cepat menghancurkan
bakteri akne. Cahaya merah dan hijau akan menjangkau lubang
hingga ke dalam, sedang energi panas akan membuka lubang
dan membebaskan sumbatan (sebum) serta membersihkan
jerawat. Setelah wajah bersih dari jerawat, selanjutnya kulit wajah
dihaluskan dengan diamond dermabrassion, yaitu penge-lupasan
kulit paling atas (epiderma). Perawatan dengan diamond
dermabrassion menggunakan kristal berbentuk diamond yang
sangat halus dan tajam. Proses perawatan dimulai dari pembersihan wajah, kemudian divakum dan diberi masker serta
282

vitamin C dan vitamin E. Setelah itu lakukan penggosokan untuk


menghilangkan kulit mati dan merangsang pertumbuhan kulit baru
atau regenerasi lapisan kulit baru dan menstimulasi pertumbuhan
kolagen, hingga wajah terlihat segar, mulus, dan awet muda.

Gambar 6.58
Sistem Perawatan Wajah
dengan Metoda Kombinasi LHE & Diamond Dermabrasion
(Sumber : Info Kecantikan Edisi Desember 2007)

21) Pengelupasan
Pengelupasan kulit atau peeling dilakukan untuk membuat kulit
tampak lebih cerah dan muda. Hal ini disebabkan bahwa lapisan
kulit mati akan terbuang ketika melakukan pengelupasan. Teknik
pengelupasan yang sedang tren saat ini antara lain chemical
peeling dan microcrystal peeling system.

Gambar 6.59
Metode Perawatan Wajah
dengan Teknik Pengelupasan
(Sumber : Info Kecantikan Edisi April 2007)

283

a) Chemical Peeling
Chemical peeling adalah teknik pengelupasan yang dilakukan
di ruang praktek dokter kulit. Metode ini mampu meluruhkan
lapisan kulit terluar hingga kulit terlihat lebih segar, dapat
menipiskan noda akibat sinar matahari dan usia, mampu
mengatasi hiperpigmentasi, bekas jerawat dan keriput halus.
Kelebihan dari metode chemical peeling antara lain prosesnya
praktis karena tidak memerlukan alat canggih, kulit tidak perlu
diperban, cukup murah, dan dapat dilakukan secara berulangulang. Chemical peeling bisa dilakukan mulai usia remaja
sampai usia tua. Chemical peeling tidak hanya untuk
perawatan wajah, tetapi juga untuk bagian tubuh lainnya
seperti dada, punggung, leher, kaki, tangan, dan bokong.
Dewasa ini pengelupasan bisa menggunakan bahan
kimiawi yang bersifat asam (acid stripping), seperti Alpha
Hidroxyl Acid (AHA), asam trikoloroasetat, asam salisilat, dan
sebagainya, tetapi yang paling sering digunakan adalah asam
alfa hidroksi (AHA) yang banyak terdapat pada buah-buahan
(fruit acid). AHA meliputi berbagai unsur asam seperti asam
glikogat, asam laktat, asam mandelat, asam tartarat, dsb. AHA
dalam konsentrasi lebih dari 10 persen, akan mengurangi
ikatan sel di lapisan tanduk, sehingga mudah terkelupas,
dengan demikian diharapkan regenerasi sel kulit baru akan
timbul lebih cepat. Pengelupasan kulit dengan AHA, hanya
terbatas pada lapisan epidermis (kulit ari), dan pengelupasan
dengan asam trikoloroasetat (TCA) dapat mencapai lapisan
dermis (kulit jangat).
Pengelupasan kulit dilakukan secara bertahap. Biasanya
pada tahap pertama, pengelupasan dilakukan dengan bahan
konsentrasi yang ringan, misal menggunakan asam glikogat 30
persen dengan waktu 2 menit, tahap berikutnya konsentrasi
dan waktunya ditambah, dan seterusnya. Chemical peeling
dilakukan secara rutin yaitu 1 - 2 kali sebulan. Untuk hasil yang
maksimal, tergantung pada tingkat keparahan kulit seseorang
serta kelainan kulit yang dialami, semakin parah misal acne
scar dan vlek hitam, perawatan akan semakin lama. Begitu
pula perlu diperhatikan kondisi kulit, karena setiap masalah
kulit dibutuhkan jenis peeling yang berbeda atau jenis
peelingnya sama tetapi tingkat konsentrasinya berbeda,
tergatung dari masalah kulit yang diderita, preferensi, dan
keahlian dokter terhadap bahan kimia peeling.

284

Pengelupasan kulit tidak menjadikan kulit menjadi


tipis, tetapi justru dengan seringnya dilakukan pengelupasan,
akan meningkatkan ketebalan lapisan epidermis dan dermis
secara teratur. Chemical peeling sebaiknya tidak dilakukan
oleh mereka yang memiliki jenis kulit sensitif karena
kemungkinan akan terjadi alergi dan semakin gatalgatal. Demikian pula orang yang menderita masalah kulit
dermatitis seboroik, lupus, psoriasis, dan jerawat yang sedang
aktif atau infeksi, sebaiknya tidak melakukan chemical peeling.
Ibu hamil pun tidak dianjurkan melakukan perawatan chemical
peeling, sebab dalam perawatan chemical peeling
menggunakan krim yang mengandung tretinoin yang dapat
diserap melalui pembuluh darah dan dapat mengganggu janin.

Gambar 6.60
Proses Chemical Feeling
(Sumber : Info Kecantikan Edisi September 2006)

Selain dengan krim dan chemical peeling, pengelupasan


kulit dapat dilakukan dengan dermabrasi dan laser. Dermabrasi
merupakan pengelupasan atau pengikisan kulit yang dilakukan
dengan alat dermabrator yang bekerja sebagai gerindra kulit
yaitu semacam roda ampelas dengan putaran sangat tinggi
seperti putaran bor dokter gigi. Dalam hal ini dokter akan
menggurinda pinggiran bekas luka jerawat yang dalam dan
meratakannya dengan permukaan kulit. Pengampelasan nodanoda kulit dilakukan lapis demi lapis, hingga batas lapisan kulit
yang halus dan bersih. Pengelupasan kulit secara dermabrasi
bisa mencapai kedalaman dermis (kulit jangat), sehingga cara
ini dapat dipakai untuk menanggulangi cacat-cacat kulit atau
285

bopeng bekas jerawat (icepick scars). Proses dermabrasi


membutuhkan waktu sekitar 1 jam dan diikuti dengan proses
penyembuhan sekitar 1 bulan. Selama proses penyembuhan,
hindari sinar matahari secara langsung dan usahakan tidak
memakai kosmetika. Sorot matahari langsung, akan
menimbulkan bercak-bercak hitam yang lebih banyak dan lebih
nyata daripada sebelum dermabrasi. Efek samping yang
ditimbulkan dari dermabrasi adalah jika pengampelasan
dilakukan terlalu dalam, dapat menimbulkan luka yang parah
disertai perdarahan dan setelah luka sembuh, akan muncul
hiperpigmentasi berat, oleh karena itu dermabrasi sebaiknya
dilakukan oleh dokter bedah kosmetik yang berwenang dan
berpengalaman.
Laser peeling atau laser resurfacing merupakan cara
terbaru untuk pengelupasan kulit. Laser peeling mengguna kan
laser CO 2 dan laser Erbium YAG. Penggunaan laser (light
amplification by stimulated emission of radiation), bisa
digunakan untuk pengelupasan kulit yang memiliki kelainan
kulit lebih parah, menghilangkan kerut-kerut kulit, menghilangkan bercak-bercak penuaan dan noda-noda hitam akibat
sinar ultraviolet matahari, serta berbagai ketidak sempurnaan
kulit lainnya. Laser bekerja dengan cara memancarkan energi
sinar yang sangat tinggi dalam waktu yang sangat singkat ke
dalam sel atau lapisan sel kulit yang dituju. Energi diserap air
sel dan hanya dalam bilangan kurang dari satu detik, air dalam
sel berikut sel yang dituju akan hilang menguap, sehingga
dapat segera digantikan oleh tumbuhnya sel kulit baru yang
sehat dan mulus. Efek samping penggunaan laser CO2 adalah
pancaran sinarnya agak lambat dan masih dapat ditahan oleh
kotoran kulit, sehingga memerlukan pancaran berkali-kali. Hal
ini dapat menimbulkan resiko kerusakan pigmen kulit dan
menimbulkan cacat kulit. Setelah perawatan laser peeling,
bagian kulit yang dirawat dapat berdarah dan membengkak
selama + 6 minggu dan hal tersebut dapat disamarkan dengan
penggunaan kosmetika tata rias. Penyembuhan secara
sempurna memerlukan waktu sekitar tiga bulan. Hasil
perawatan laser dapat bertahan selama bertahun-tahun,
tergantung dari kemampuan maintenance orang yang dirawat
atau orang yang bersangkutan.
Beberapa
hal
pengelupasan yaitu :

yang

perlu

dilakukan

setelah

(1) Menggunakan pelembab sebagai pelembut dan untuk


mendinginkan kulit yang teriritasi,

286

(2) Menggunakan sunblock (tabir surya) dengan SPF 15 setiap


hari untuk menghindari sinar matahari langsung, karena
pengelupasan membuat lapisan kulit paling atas lebih
sensitif, dan mudah terkena dampak buruk paparan sinar
matahari,
(3) Proses pengelupasan membuat kulit menjadi lebih sensitif,
oleh karena itu jangan menggunakan kosmetik yang
mengandung AHA atau BHA.
(4) Hindari kulit dari gesekan, karena akan menjadikan kulit
luka.
(5) Lebih banyak mengkonsumsi vitamin C dan vitamin E
sebagai antioksidan.
(6) Lakukan perawatan pengelupasan secara tepat, teratur, dan
kontinyu.
b) Microcrystal Peeling System
Microcrystal Peeling System merupakan teknik pengelupasan
dengan perantara mikro kristal berbentuk pasir atau aluminium
oxyda dalam dua tabung terpisah. Treatment bekerja dengan
memproyeksikan ke dalam kulit berupa uap tipis untuk
pengelupasan sel kulit mati (stratum corneum). Tujuan
pengelupasan teknik ini bukan untuk memutihkan kulit, tetapi
untuk mencerahkan kulit wajah. Terkikisnya sel kulit mati yang
menumpuk, menjadikan kulit kusam otomatis berubah menjadi
lebih cerah. Treatment ini bukan merupakan perawatan yang
bersifat single factor, khasiatnya akan dirasakan maksimal jika
dilengkapi dengan home care (perawatan rumah) dengan
menggunakan produk topikal semacam krim malam, krim
harian, tabir surya, dan serum pemutih. Tahapan penge-lupasan
teknik ini yaitu :
(1) Kondisi wajah harus dalam keadaan netral (tidak sedang
menggunakan produk luar). Kulit wajah dibersihkan dengan
susu pembersih dan toner, unruk kulit berminyak gunakan
sabun pembersih muka (facial foam).
(2) Lakukan relaksasi (pemijatan) agar kulit siap di-treatment.
(3) Lakukan treatment microcrystal peeling system selama 20
menit.
(4) Lakukan masker whitening
mencerahkan kulit wajah.

selama

15

menit

untuk

287

Untuk kulit yang berpori-pori besar yang kebanyakan


tergolong jenis kulit berminyak dan menimbulkan jerawat,
kandungan minyak diserap terlebih dahulu baru dilakukan
pengelupasan dan untuk yang memiliki vlek hitam,
pengelupasan dilakukan dengan menggunakan scrub yang
berbentuk butiran kasar serta pemakaian sun block SPF 30.
Pengelupasan teknik microcrystal peeling system tidak
disarankan untuk mereka yang memiliki infeksi kulit dan luka
terbuka seperti jamur dan jerawat, karena dikhawatirkan akan
menyebar ke seluruh bagian kulit tubuh lainnya.

M. Saran Pasca Perawatan Wajah


Kepuasan klien ditanyakan dan dicatat kemudian berikan saran untuk
melakukan perawatan wajah selanjutnya, yaitu sebagai berikut :

1. Untuk menjaga kelembaban kulit


a. Hindari penggunakan kosmetik yang dapat mengurangi kelembaban kulit, misalnya penggunaan sabun muka dengan pH yang tidak
seimbang (pH yang sesuai jenis kulit manusia adalah 4-6) atau
penggunaan alcohol yang terlalu pekat yang biasanya terdapat
dalam penyegar atau astringent.
b. Kurangi pemakaian air panas untuk mandi atau cuci muka (suhu >
340 C), sebaiknya segera mengenakan pelembab sehabis mandi
dengan air panas.
c. Perbanyak mengkonsumsi air putih, minimal 8 gelas per hari.
d. Selalu mengenakan pelembab sesuai jenis kulit, akan lebih baik
menggunakan pelembab yang mengandung tabir surya
(sunscream).

2. Untuk mencegah timbulnya jerawat :


a. Selalu menjaga kebersihan kulit dengan produk pembersih kulit
yang baik dan memiliki pH seimbang. Kulit wajah harus selalu
bersih saat istirahat di rumah dan saat tidur. Lakukan peeling atau
pengelupasan kulit ari bila perlu.
b. Pilih kosmetika yang bersifat non-comedonic, non-acnegenic, atau
oil free. Biasanya tulisan semacam ini tercantum dalam
kemasannya.
c. Mengatur pola makan dengan menghindari makanan berlemak.
Batasi asupan lemak jenuh dalam makanan sehari-hari, seperti
durian, alpokat, kacang tanah, kacang mete, cabai, dan coklat.
Sangat dianjurkan untuk mengkonsumsi bawang putih utuh atau
288

dalam bentuk suplemen seperti garlic soft capsule. Bawang putih


mengandung antibakteri yang dapat membantu membunuh bakteri
acne.
d. Hindari menggosok
menimbulkan iritasi.

wajah

secara

kasar,

karena

dapat

e. Kulit wajah banyak mengandung kelenjar lemak dan kelenjar


keringat. Hindari wajah dari debu atau kotoran lain karena akan
lebih mudah lengket.
f.

Pilih alas bedak yang banyak mengandung air.

g. Gunakan bedak tabur ke kulit wajah dengan menggunakan puff


atau bantalan bedak yang bersih.
h. Jangan memijit atau mengeluarkan sendiri jerawat, karena dapat
mengakibatkan infeksi.
i.

Memakai riasan yang tebal untuk menutupi jerawat dapat


mengakibatkan infeksi dan merangsang bertambahnya jerawat.

3. Untuk melakukan pembersihan wajah di rumah :


a. Gerakan tangan pada saat membersihkan kulit wajah diarahkan ke
atas, agar kulit tidak sering tertarik ke bawah, yang dapat
menyebabkan kulit wajah cepat mengendur.
b. Susu atau krim pembersih biasanya cepat mengering,oleh karena
itu gunakan dalam jumlah yang cukup banyak dan segera angkat
setelah dioleskan secara merata. Jangan tunggu sampai
mengering, karena wajah harus digosok dengan agak keras untuk
mengengkat pembersih yang mengering tersebut. Gesekan pada
wajah dapat mempercepat timbulnya keriput.
c. Setelah dibersihkan, basuh wajah dengan air hangat, kemudian
ulangi dengan air dingin. Selain menyegarkan, cara ini dapat
memperlancar sirkulasi darah hingga wajah tampak kencang dan
segar.
d. Bila menggunakan masker, jangan langsung mengangkat masker
yang telah kering di wajah dengan handuk, tetapi basahi dahulu
dengan air hingga masker kembali basah, baru masker diangkat
dengan handuk yang lembab hangat sampai bersih. Bagian
kelopak mata dan bibir yang peka terhadap bahan kosmetik,
sebaiknya dilindungi dengan minyak seperti minyak atsiri dan
jangan sampai terkena adonan masker.
289

4. Untuk perawatan kesehatan mata :


a. Kantong mata yang kerap muncul jika kurang tidur, dapat diatasi
dengan parutan kentang yang dibungkus dengan kain kasa,
kemudian letakkan di atas kelopak mata dan biarkan selama + 20
menit. Bersihkan dengan pembersih khusus mata.
b. Mata yang tampak kuyu karena kurang tidur atau lelah, dapat
diatasi dengan susu segar, dengan cara celupkan sepotong kapas
ke dalam susu segar, peras, kemudian tempelkan pada kelopak
mata selama + 10 menit. Bersihkan dengan air hangat kemudian
dengan air dingin.
c. Bengkak pada mata karena menangis dapat diatasi dengan
dikompres teh celup yang telah direndam semalaman pada
kelopak mata yang terpejam dan biarkan selama + 10 menit.
d. Lakukan latihan-latihan mata
e. Banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin A
seperti susu, wortel dan sebagainya.

290

Latihan Penguasaan Konsep


Petunjuk : Berilah tanda silang (X) pada alternatif jawaban a, b, c,
atau d, yang paling benar.
1. Tindakan penyegaran pada perawatan wajah dilakukan :
a. Sebelum pembersihan
b. Sebelum pengurutan
c. Sesudah pembersihan
d. Sesudah pengompresan
2. Masker yang berfungsi untuk menstabilkan pH kulit adalah :
a. Beauty masker
b. Masker buah-buahan
c. Masker pasta
d. Masker lumpur
3. Masker minyak panas (hot oil mask) biasanya dipakai untuk kulit muka
:
a. Kulit normal
b. Kulit kombinasi
c. Kulit kering dan keriput
d. Kulit berminyak
4. Bagian wajah yang tidak boleh diberi masker adalah :
a. Sekitar dah
b. Pipi dan hidung
c. Dagu dan hidung
d. Kelopak mata dan bibir
5. Pengurutan wajah yang dilakukan dengan gerakan berputar-putar
dengan maksud untuk menghilangkan kerut pada kulit disebut :
a. Friction
b. Effleurage
c. Tapotage
d. Petrisage
6. Placenta cream digunakan untuk perawatan kulit
a. Bercomferouse
b. Kering dan keriput
c. Sensitif
d. Hiperpigmentasi
291

7. Cara mengoleskan masker yang tepat, mulai dari


a. Hidung ke seluruh muka
b. Pelipis ke tengah bawah muka
c. Tengah bawah muka kea rah samping
d. Samping kiri muka melingkar ke kanan
8. Kulit wajah akan berakibat kering, apabila sering membersihkan wajah
dengan menggunakan sabun yang mengandung
a. Sulfur
b. Alkali tinggi
c. Cera alba
d. Alkali rendah
9. Perawatan kulit menua atau berkerut diperlukan pengurutan yang
memberikan rangsangan pada kulit dan otot
a. Polos
b. Menua
c. Jantung
d. Rangka
10. Pengurutan pada perawatan wajah dilakukan untuk :
a. Merilekskan kulit muka
b. Melancarkan peredaran darah, getah bening dan memperbaiki
fungsi kulit
c. Menghaluskan kulit
d. Mengencangkan kulit
11. Perawatan peeling dapat dilakukan pada kulit wajah berikut, kecuali :
a. Kulit normal
b. Kulit hiperpigmentasi
c. Kulit kasar
d. Kulit berjerawat
12. Larutan penyegar mentimun dapat dipakai untuk menyegarkan kulit :
a. Normal
b. Berminyak
c. Sensitif
d. Kering
13. Tujuan perawatan wajah untuk kulit menua (usia 30 - 40 tahun)
adalah :
a. Sebagai tindakan kuratif
b. Sebagai tindakan preventif
c. Agar tetap awet muda
d. Untuk menghindari penularan bibit penyakit
292

14. Untuk meratakan cream massage pada wajah, digunakan gerakan


pengurutan
a. Friction
b. Vibrasi
c. Rotasi
d. Tapotage
15. Perawatan wajah dengan mengompres air hangat atau penguap
muka, bertujuan sebagai berikut, kecuali :
a. Memberikan kenikmatan
b. Melunakkan kulit
c. Membuka pori-pori kulit
d. Meningkatkan daya pembersih kulit
16. Masker buah-buahan sangat berguna untuk
a. Menghentikan proses penuaan kulit
b. Mempertahankan stabilitas pH kulit
c. Menanggulangi pori-pori kulit yang mengecil
d. Menipiskan jaringan tunas
17. Campuran masker untuk perawatan wajah tingkat dasar adalah :
a. Beauty masker dan air mawar
b. Sulfur dan astringent
c. Masker lumpur dan face tonic
d. Masker buah-buahan dan air
18. Peel off mask adalah jenis masker yang banyak mengandung :
a. Lemak berbentuk cream
b. Gelatin berbentuk jelly
c. Air berbentuk pasta
d. Bahan peeling
19. Pengeluaran komedo pada wajah, dilakukan sebaiknya dengan
menggunakan :
a. Pinset
b. Spatulla
c. Penjepit
d. Sendok unna
20. Tindakan terakhir pada perawatan wajah adalah memberikan :
a. Pembersihan
b. Pemupukan
c. Pengurutan
d. Penyegaran
293

BAB
Perawatan Tangan dan Kaki
(Manikur dan Pedikur)
A. Konsep Perawatan Tangan dan Kaki
Pada zaman kuno, jari kuku yang panjang mempunyai nilai yang sangat
tinggi. Jari kuku yang dicat dan dirawat secara teratur menjadi simbol
yang membedakan antara kaum bangsawan dengan proletar (rakyat
biasa). Pada saat ini manicur dan pedicur merupakan bagian dari
perawatan diri yang dapat dilakukan oleh setiap orang di salon atau di
rumah. Istilah manikur dan pedikur berasal dari bahasa Latin yaitu
manus artinya tangan; pes artinya kaki; dan cura artinya merawat.
Istilah manikur dan pedikur dapat diartikan sebagai perawatan tangan
dan kaki termasuk di dalamnya pemeliharaan kuku tangan, ujung kaki
dan kuku jari kaki. Maksud dari pemeliharaan tangan, kuku, dan kaki
adalah untuk meningkatkan penampilan tangan, kuku, dan kaki,
sehingga lebih indah dipandang mata.
Perawatan tangan dan kaki jika ditinjau dari sudut kecantikan
tidak kurang pentingnya dari pada perawatan wajah. Tata rias wajah
yang cantik dan menarik akan berkurang nilainya jika tidak disertai
dengan penampilan tangan, kuku dan kaki yang terawat dengan baik.
Memiliki jari-jari tangan dan kaki yang sehat dengan kuku yang bersih
akan dapat memberikan kesan indah dan cantik.
Jika dikaruniai tangan dan kaki berbentuk bagus, serasi dan
luwes, tidak terlalu pendek dan gemuk atau tidak terlalu panjang dan
kurus, ini merupakan suatu keberuntungan, tetapi bagi yang memiliki
tangan dan kaki tidak bagus seperti tersebut di atas, maka diperlukan
perawatan tangan dan kaki secara teratur sehingga kekurangsempurnaan yang ada pada tangan, kuku, dan kaki dapat diatasi.
Kuku pada bagian jari tangan dan kaki, bukan sekedar anggota
tubuh. Kuku berfungsi melindungi bagian sensitif dari jemari tangan dan
kaki. Sebagaimana bagian tubuh yang lain, kuku pun membutuhkan
perawatan. Kuku merupakan cerminan kesehatan seseorang. Kuku yang
terawat, rapi, dan bersih merupakan pendukung keseluruhan
penampilan seseorang. Imej seseorang dapat dilihat dari kebersihan jarijari kukunya. Mempercantik kuku akan membuat penampilan menjadi
fashionable dan modis.
294

B. Persiapan Perawatan Tangan dan Kaki Berdasarkan


Prinsip Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Persiapan kerja perawatan tangan dan kaki meliputi berbagai kegiatan
teknis berupa :
1. Area kerja disiapkan sesuai dengan kegiatan perawatan tangan dan
kaki yang akan dilakukan, mencakup kebersihan ruangan, penataan
perabot yang mengacu pada efisiensi dan kepraktisan kerja,
penerangan yang cukup, serta privasi dan ketenangan klien tetap
terjaga, termasuk tempat sampah.
2. Alat-alat yang diperlukan untuk perawatan tangan dan kaki
disiapkan, seperti alat pemanas wax/paraffin, manicure dan pedicure
set, alat trading, spatula kayu, pinset, mangkuk kosmetik, waskom
untuk merendam tangan dan kaki. Alat-alat tersebut kemudian ditata
dengan memenuhi prinsip efisiensi dan kepraktisan kerja. Sterilisasi,
sanitasi dan hygiene alat harus diperhatikan.
3. Siapkan lenna yang diperlukan untuk perawatan tangan dan kaki
seperti baju kerja, baju klien, seprei, alas plastik, selimut, handuk
kecil, waslap, kain blacu straps. Pastikan lenna ini dalam keadaan
bersih kemudian ditata dengan memperhatikan kepraktisan kerja.
4. Diri pribadi disiapkan sesuai dengan peraturan kesehatan,
keselamatan kerja serta dengan mengacu pada etika professional,
seperti mengenakan baju kerja, tangan dalam keadaan bersih,
gunakan alas kaki yang tidak terlalu tinggi, dsb.
5. Siapkan bahan dan kosmetik yang diperlukan untuk perawatan
tangan dan kaki, mulai dari air hangat, kapas, tissue, alkohol 70 %,
antiseptik, shooting lotion, kosmetika pembersih tangan dan kaki,
wax/paraffin, lilin dingin, bedak talk dan depilatories. Semua bahan
dan kosmetik ditata dengan memenuhi prinsip efisiensi dan
kepraktisan kerja.
6. Pastikan bahan dan kosmetik perawatan tangan dan kaki tersebut
sesuai kebutuhan (sesuai hasil diagnosis), dan dalam keadaan baik,
bersih, aman digunakan serta belum kedaluwarsa.
7. Wax/paraffin dipanaskan dan diletakkan pada posisi yang tidak
mengganggu pekerjaan dan mudah dijangkau.

C. Diagnosis Perawatan Tangan dan Kaki


Dalam perawatan tangan dan kaki, terlebih dahulu dilakukan diagnosis
tangan dan kaki dengan tujuan untuk :
295

1. Mengetahui jenis kulit tangan dan kaki serta bentuk kuku


2. Mengetahui berbagai kelainan pada tangan, kaki dan kuku
3. Menentukan tindakan perawatan atau pengobatan
4. Memilih kosmetik perawatan yang sesuai

Contoh diagnosis perawatan tangan dan kaki :


Petunjuk : Lakukan diagnosis tangan dan kaki terhadap model sesuai
lembar diagnosis berikut :
1. Jenis kulit tangan dan kaki :
a. Berminyak
b. Normal
c. Kering
2. Bentuk tangan dan kaki :
a. Besar
b. Panjang
c. Kecil
d. Sedang
3. Bentuk jari :
a. Besar
b. Kecil
c. Panjang
d. Pendek
e. Runcing
4. Bentuk kuku :
a. Bulat
b. Lonjong
c. Persegi
d. Persegi panjang
e. Kuku terpelihara setengah panjang
f.

Kuku terpelihara panjang


296

5. Kelainan pada tangan dan kuku


a. Pembuluh darah timbul (pembuluh darah pada punggung tangan
kelihatan menonjol kebiru-biruan atau kemerah-merahan).
b. Tumbuh bulu pada lengan dan ketiak.
c. Ruas-ruas jari besar
d. Buku-buku jari besar (letaknya di antara ruas jari).
e. Telapak tangan kasar (dapat diraba permukaannya).
f.

Kapalan (gangguan pertandukan kulit).

g. Keringat yang berlebihan (Hyperhidrosis palmaris : telapak


tangan basah karena keringat).
h. Kuku rapuh (onychorrhexis) : yaitu kuku
terbelah dan mudah robek.

yang mudah patah,

i.

Onychauxis atau hypertrophy yaitu pertumbuhan kuku yang


berlebihan, biasanya menurut tebalnya, yang disebabkan oleh
infeksi.

j.

Kuku berbintik-bintik putih (Leuconychia) yang disebabkan


karena udara yang masuk ke dalam zat tanduk kuku atau oleh
luka pada dasar kuku.

k. Kuku bergaris-garis melintang (Beaus lines). Garis-garis Beau


artinya kuku bergaris melintang, dan ditentukan dengan meraba
kuku tangan
l.

Pterygium yaitu pertumbuhan kuku ke depan dari kulit kuku yang


melekat pada dasar kuku.

m. Anonychia yaitu suatu keadaan bila kuku tidak dibentuk sejak


lahir, atau kerusakan pada matriks kuku.
n. Onychia yaitu suatu peradangan pada kuku dan matriksnya.
Kuku menjadi buram, permukaan tidak rata dan terjadi rasa sakit.
o. Paronychia (cantengan) yaitu suatu peradangan pada jarinan
sekitar kuku.
p. Onycholysis , yaitu lempeng kuku yang lepas dari palungan kuku
(nail bed).
q. Hang nail yaitu
membatasi kuku.

adanya

pelepasan

sebagian

kulit

yang

297

6. Kelainan pada kaki :


a. Tapak kaki rata (pes planus): lengkung telapak kaki bawah
menurun karena kelainan susunan tulang-tulang kaki.
b. Pembuluh darah timbul : pembuluh-pembuluh darah menonjol
pada punggung kaki/tungkai.
c. Tumbuh bulu di betis
d. Pecah-pecah pada tumit kaki (ragaden) : karena tebal dan
keringnya lapisan tanduk telapak kaki, kulit tumit menjadi retak.
e. Kapalan : dengan perabaan dan memperhatikan kulit sekitar
telapak kaki/jari kaki menebal merata, kasar dan keras karena
pertandukan kulit.
f.

Ketimumul (mata ikan) : pertandukan seperti duri ke dalam kulit


karena tekanan menahun.

g. Lepuh ringan atau bulla merupakan gelembung yang berisi


cairan, biasanya lebih besar dari pada biji kacang tanah.
h. Keluar keringat terlalu banyak : ditentukan dengan meraba kulit
kaki hingga setinggi lutut terasa basah karena keringat
i.

Kuku keras : dengan perabaan dapat diketahui keras atau


rapuhnya kuku.

j.

Kuku kapur/tanduk (berwarna kuning atau hijau) : kuku sangat


tebal dan berwarna kuning kehijau-hijauan, permukaan tidak rata
dan tidak cerah.

k. Kuku bergaris seperti pada kuku tangan (beaus line).


l.

Varices, yaitu pelebaran pembuluh darah balik yang letaknya di


bawah kulit.

Rencana Perawatan :
1. Manikur :
a.
b.
c.
d.

298

2. Pedikur :
a .
b.
c.
d.
3. Massage :
a
b
c

D. Membersihkan Area Kerja, Alat, Bahan dan Kosmetika


1. Area kerja dibersihkan dan ditata kembali hingga siap untuk
digunakan lagi.
2. Alat dibersihkan dan disterilkan untuk disimpan di tempat yang telah
disiapkan.
3. Bahan dan kosmetik yang digunakan dalam perawatan tangan dan
kaki dirapihkan kembali kemudian disimpan di tempat yang
semestinya.
4. Sampah dibuang di tempat sampah yang telah disediakan.
5. Lenna yang digunakan, seperti : handuk, waslap, selimut, seprei
atau alas plastik yang sudah dipakai, diletakkan di tempat yang telah
disiapkan untuk dicuci.

E. Perawatan Tangan dan Merias Kuku Tangan


Klien disiapkan untuk dilakukan perawatan : 1) Sepatu, tas dan
perhiasan klien dilepas serta disimpan dengan baik dan aman. 2)
Pakaian klien dibuka terutama bagian lengan dan bagian kaki serta
ditutup dengan kain penutup badan (selimut). 3) Posisi klien diatur
sedemikian rupa hingga mudah untuk dilakukan. Perawatan mulai dari
pembersihan tangan, kuku dan kaki, pemotongan atau pembentukan
kuku, pengikiran dan penyikatan kuku, massage, pengecatan kuku
sampai penghilangan bulu (depilasi, trading dan waxing).
299

1. Teknik dan Prosedur Perawatan Tangan


Perawatan tangan (manicuring) berkaitan dengan beberapa aktivitas
khusus, yang terdiri dari :
a. Membersihkan tangan
Lengan dan tangan dibersihkan dengan lap penyeka yang telah
dilembabkan (dingan/hangat) mengarah ke atas. Hapus cat kuku
dengan menggunakan nail polish removers dengan cara : ambil
sepotong kapas, basahi dengan nail polish removers kemudian
tempelkan pada kuku yang bercat, tekan sebentar dan hapuslah
cat kuku dengan satu kali tarikan. Gerakan ini dapat diulang
tetapi tidak boleh digosok-gosok.

Gambar 7.1
Proses Pembersihan Tangan

b. Melakukan diagnosis tangan


Diagnosis tangan dan kuku sebagaimana telah diuraikan pada
bahasan di muka, dilakukan setelah tangan dan kuku
dibersihkan. Tujuan diagnosis adalah untuk mengetahui kondisi
tangan dan kuku, untuk mengetahui tindakan perawatan yang
dapat dilakukan, dan untuk mengetahui jenis kosmetik yang
dapat diaplikasikan pada saat manicuring.

300

c. Membentuk dan mengikir kuku


Kuku dibentuk dengan menggunakan kikir kuku, mulai dari kuku
jari kelingking sampai jempol tangan kiri, kemudian tangan
kanan. Jika kuku terlalu panjang dapat dipotong dengan gunting
kuku atau jepitan kuku sebelum dikikir menurut bentuk kuku.

Gambar 7.2
Pengikiran Kuku Tangan

Proses selanjutnya adalah dilakukan pengikiran kuku.


Pengikiran kuku dikerjakan dengan kikir kuku (nail file) dari
arah sisi tengah ke seluruh bagian tepi kuku. Untuk
merapihkan bentuk kuku gunakan kikir ampelas (emory
boards).

301

Gambar 7.3
Mengikir Kuku dengan Emory Boards

d. Merendam dan menyikat kuku


Tangan direndam dan disikat dalam air hangat yang dibubuhi
pelunak. Sambil direndam lepaskan pelan-pelan dan tekan
kulit ari yang melekat pada kuku. Untuk melepaskan kulit ari,
beri solvent (cuticle remover) di sekitar kuku dengan
menggunakan orangewood stick. Kemudian lepaskan kulit ari
dengan menggunakan ujung pusher secara perlahan.

Gambar 7.4
Proses Melepaskan Kulit Ari dari Jari Tangan

302

Penggunaan pusher tidak boleh terlalu keras supaya


tidak melukai atau merusak kuku. Bersihkan bagian bawah
kuku seluruhnya dengan tekanan yang lembut menggunakan
orangewood stick. Rapihkan lapisan kulit kuku yang mati
dengan tang atau gunting. Gunakan nail bleaches untuk
memutihkan bagian bawah kuku. Celupkan dan bersihkan
kuku dengan air sabun dan sikatlah kuku dengan
menggunakan nail brush dengan arah ke bawah. Kemudian
bilas dengan air bersih dan keringkan dengan handuk bersih.
e. Melakukan massage tangan dan lengan
Mengurut (massage) tangan dan lengan dilakukan agar
tangan dan lengan lebih fleksibel, terpelihara dengan baik dan
kulitnya
lembut.
Gunakan
cream
massage
untuk
mempermudah pengurutan. Pengurutan dilakukan dengan
gerakan : effleurage, petrisage, vibratie, friction, tapotage dan
paduan menurut sistem masing-masing. Semua pengurutan
dan pembersihan dilakukan ke arah pangkal lengan atas.
Lama pengurutan sedikitnya 5 menit.

Gambar 7.5
Mengoleskan Krim Urut sebelum Dilakukan Pengurutan

Pengurutan pada perawatan tangan dilakukan


dengan berbagai gerakan sebagai berikut :
303

Membuat lingkaran kecil


di jari-jari dengan menggunakan ibu jari, mulai
dari kelingking tangan
kanan. Tiap jari diulang
3 kali.

Membuat lingkaran di
tangan dengan menggunakan ibu jari,
No. 1. Punggung lengan
dari pergelangan sampai batas siku
No. 2 3 Gerakan
sama, di sisi lengan

Membuat lingkaran kecil


di ruas jari punggung
tangan menggunakan ibu
jari dan diulang 3 kali.

Membuat gerakan
mengusap di punggung lengan sampai
ke siku 3 kali
(Eflurasi)

Masing-masing 3 kali.

Membuat gerakan
mendorong di pergelangan tangan
sambil melingkar
3 kali
(dengan 2 tangan)

Membuat tepukan
tapotage dari pergelangan tangan
sampai siku bebebeberapa kali

304

Membuat gerakan melingkar di telapak tangan dengan ibu jari,


dan jari kelingking di
bawah

Membuat usapan-usapan
di siku dengan telapak tangan
beberapa kali.
Gambar 7.6
Arah dan Gerakan Manikur / Pengurutan Perawatan Tangan

2. Merias Kuku Tangan


Penampilan kuku dapat terlihat lebih menarik dan cantik jika
dihiasi cat kuku (kuteks) dengan warna-warna yang indah.
Pemakaian kuteks dapat menyamarkan kekurangan kuku. Jemari
dengan kuku yang lebar sebaiknya menghindari warna-warna gelap,
seperti merah tua atau coklat, karena kuku akan terlihat sangat
lebar. Kuku yang lebar cocok menggunakan warna pink. Jemari
dengan bentuk kuku yang panjang dan ramping dapat menggunakan
semua warna kuteks, yang terbaik gunakan warna matte beige.
Jemari dengan bentuk kuku yang pendek, sebaiknya menghindari
warna-warna terang seperti orange dan merah terang. Pilihlah warna
kecoklatan mendekati warna kulit, sehingga kuku pendek akan
tampak lebih ramping.
Ketika akan menggunakan kuteks (cat kuku), pastikan kuku
dalam keadaan benar-benar bersih, agar warna-warna kuteks terlihat
lebih cemerlang. Beberapa tips yang dapat dilakukan dalam
pengecatan kuku yaitu :
a. Bersihkan kuku terlebih dahulu dengan kapas yang diberi
alkohol, sebelum kuteks dioleskan. Pastikan kuku dalam
keadaan bersih, karena bila ada minyak atau lotion yang masih
tersisa, akan membuat kuteks tidak menempel dan akan
mengelupas dalam sehari atau dua hari saja.
305

b. Sebaiknya kuku dilapisi nail strengtheners untuk melindungi kuku


dari kerusakan. Kemudian gunakan cat dasar kuteks (base coat),
dengan menggunakan cotton bird, karena base coat mempunyai
formula spesial yang akan membuat cat kuku melekat dengan
erat pada permukaan kuku.

Gambar 7.7
Melindungi Kuku dengan nail strengtheners

c. Sebelum menggunakan kuteks, sapukan kuas pada ujung leher


botol untuk menyingkirkan kuteks yang menggumpal. Kenakan
kuteks pada kuku tipis-tipis saja, mulai dari bagian tengah
kemudian pada bagian kedua sisi kuku. Sisakan jarak 1 mm dari
kulit polesan secara cepat, supaya kelihatan rapih dan warnanya
lebih hidup.
d. Untuk menghasilkan kuteks yang cantik, biarkan kuteks
mengering alami. Sebaiknya berikan waktu yang cukup untuk
mengeringkan sapuan pertama kuteks, agar menempel pada
kuku, sebelum melapisinya dengan sapuan kedua.
e. Saat memoles kuku, lakukan sampai ke pinggir kuku dan ujung
dalam kuku. Ini akan memperkecil kemungkinan retak-retak
lapisannya.
f.

Untuk mengurangi kemungkinan timbulnya retakan-retakan


kuteks, hilangkan cat kuku yang ada pada ujung kuas setiap kali
akan dipergunakan untuk memoles kuku, hal ini dilakukan untuk
menghindari kuas menjadi kaku.
306

Gambar 7.8
Proses Pengecatan Kuku dengan Kuteks

Apabila cat kuku yang digunakan agak kental, tambahkan


sedikit pelarut cat kuku kemudian kocok hingga cairan cat kuku
benar-benar tercampur rata dan homogen.
g. Untuk menghilangkan cat kuku yang berlebih di sisi-sisi kuku,
celupkan orangewood stick yang ujungnya dililit kapas ke dalam
nail polish removers. Pakailah secara hati-hati di sekitar kulit
kuku dan sisi kuku untuk menghilangkan kelebihan cat kuku.

Gambar 7.9
Menghilangkan Kelebihan Cat Kuku dengan Nail Polish Remover

307

Selanjutnya pakailah cairan lapisan penutup (top coat).


Selanjutnya sebagai proses terakhir sesudah cat kuku benarbenar kering, pakailah hand lotion.
h. Memilih warna cat kuku sebaiknya disesuaikan dengan warna
dasar busana yang sedang atau akan dipakai agar kelihatan
serasi, seperti warna dasar busana biru, merah, violet, kuning,
dan sebagainya, pilih warna cat kuku yang mendekati warna
tersebut, tetapi untuk warna putih, abu-abu atau hitam dapat
memakai semua warna cat kuku

F. Perawatan Kaki dan Merias Kuku Kaki


1. Teknik dan Prosedur Perawatan Kaki
Aktivitas yang dilakukan pada saat melakukan perawatan kaki,
hampir sama dengan kegiatan manicuring, namun secara teknis
memiliki perbedaan. Aktivitas-aktivitas tersebut adalah :
a. Membersihkan kaki dan kuku Kaki
Pada saat dilakukan pembersihan kaki dan kuku kaki, sebaiknya
gunakan sabun dan air hangat yang ditambahkan desinfektan
(dettol atau lisol) dengan bahan antiseptik untuk kulit kaki
terutama pada sela-sela jari kaki dan telapak kaki

Gambar 7.10
Membersihkan Kaki dan Kuku Kaki

308

b. Melakukan diagnosis kaki


Diagnosis kaki dan kuku kaki sama dengan diagnosis
yang dilakukan pada tangan dan kuku tangan, namun yang
membedakannya adalah kelainan-kelainan yang mungkin
timbul pada kaki dan kuku kaki.
c. Membentuk dan mengikir kuku kaki
Kuku kaki sebaiknya tidak dipelihara panjang untuk
menghindari pertumbuhan kuku masuk ke dalam kulit. Kuku
sebaiknya dipelihara pendek dan lurus dengan ujung kuku
lepas + 3 mm.
d. Merendam dan menyikat kaki dan kuku kaki
Kaki direndam dengan air hangat sampai mata kaki dan disikat
dengan sikat kaki yang lunak

Gambar 7.11
Menyikat Kaki dan Kuku Kaki

e. Melakukan massage atau pengurutan kaki


Mengurut (massage) kaki dilakukan agar kaki lebih fleksibel,
terpelihara dengan baik dan kulitnya lembut. Pengurutan
dilakukan terutama sampai mata kaki atau betis. Gunakan
cream massage untuk mempermudah pengurutan. Gerakan
pengurutan yang dapat dilakukan yaitu : effleurage, petrisage,
vibratie, friction, tapotage dan paduan dari gerakan-gerakan
tersebut. Semua pengurutan dan pembersihan dilakukan ke
arah atas. Lama pengurutan sedikitnya 5 menit.
Pengurutan pada perawatan kaki, memuat berbagai
aktivitas gerakan sebagai berikut :
309

Memakai ibu jari


membuat lingkaran
(petrisasi) kecil-kecil
di jari-jari, dimulai dari
jari kelingking kaki
kanan,
kemudian
kaki kiri masingmasing jari diulang
3 kali.

2
Membuat gerakan
mencabut di setiap
jari, dimulai dari
jari kelingking 3 kali

3
Membuat lingkaranlingkaran di seluruh
punggung kaki dengan
jari tengah dan jari manis
kedua tangan sampai
ke tumit 3 kali

Membuat usapan (Effleurage)


pada betis kaki dengan 4 jari
kedua tangan bergantian
dari mata kaki sampai di
belakang lutut 3 kali

Dengan jari tengah dan jari manis


kedua tangan dari mulai pergelangan kaki melingkar-lingkar di
sepanjang sisi kaki sampai di
samping lutut 3 kali

Membuat gerakan mendorong


sambil melingkar di sepanjang
kaki dari pergelangan sampai
lutut dengan seluruh tangan
3 kali.

310

Kaki model diletakkan pada


lutut pemijat, membuat gerakan mendorong di telapak kaki
beberapa kali. Tangan digenggam 3 kali.

Kaki model diletakkan di


lutut, dipegang pada pergelangan kaki. Tangan
kanan memegang sisi jari
kemudian membuat gerakan memutar perlahan
ke kiri 3 kali ke kanan 3
kali, terakhir kaki
didorong kuat.

Gambar 7.12
Tahapan, Arah dan Gerakan Pedikur / Pengurutan Perawatan Kaki

f. Mengecat kuku Kaki


Secara teknis, mengecat kuku kaki sama dengan mengecat
kuku tangan, hanya karena jarak antara jari-jari kaki sangat
rapat, maka di antara jari-jari kaki diberi gulungan kapas atau
spons untuk merenggangkan jari-jari kaki sehingga
mempermudah pengecatan. Bila bentuk kuku jari-jari kaki
pendek dan lebar, pemberian cat kuku secara horizontal

Gambar 7.13
Mengecat Kuku Kaki

Perawatan terakhir yang dilakukan baik untuk tangan


maupun kaki adalah dengan pemberian vitamin untuk menjaga
keindahan dan kehalusan serta kelembaban kulit tangan dan kaki
dengan cara : tangan dan kaki diberi scrub yang me-ngandung sea
salt untuk kecantikan, kemudian tangan dan kaki dipijat dengan
minyak alami atau minyak aromatherapy yang memberi rasa relax.
311

Untuk menjaga kelembaban kulit


beri masker krim kemudian bungkus dengan aluminium foil untuk
mendapatkan panas agar vitamin
yang terkandung dalam krim masker cepat meresap ke dalam kulit
dan kedua tangan serta kaki
dibungkus dengan handuk. Lama
perawatan sekitar 45 menit. (lihat
gambar).

Gambar 7.14
Perawatan Terakhir Tangan dan Kaki
(Sumber : Info Kecantikan Edisi Mei 2007)

G. Seni Merias Kuku (Nail Style)


Trend nail art dewasa ini makin marak di beberapa negara, termasuk
di Indonesia. Nail art merupakan seni menghias kuku agar tampilan
kuku menjadi lebih indah. Nail art, mencakup mempercantik kuku
dari bentuk dan warna. Tradisi nail art berasal dari tradisi di Negara
India. Para wanita India yang dikenal seperti dewi, senang
mempercantik tangan dan kukunya dengan lukisan yang disebut
Mahendi. Dari sinilai nail art berkembang kian pesat, ada yang
menggunakan motif jadi yang telah dicetak, lalu dipindahkan ke atas
kuku jari yang telah dipoles kuteks, dan ada pula yang didesain khusus
sesuai keinginan. Dalam seni menghias kuku, ada yang senang
bereksperimen dengan cat kuku, dan ada pula yang menggunakan
kuku palsu. Kuku palsu, dewasa ini tersedia dalam berbagai jenis mulai
dari akrilik, gel, sculptured hingga kuku palsu berseni. Kuku palsu
berfungsi untuk menyembunyikan kuku yang kurang baik tampilannya,
misalnya kuku yang pecah, menampilkan kuku yang indah terutama
untuk kuku yang sangat pendek atau kurang indah bentuknya,
membantu mengatasi kebiasaan menggigit kuku, serta untuk
melindungi kuku dari pembelahan atau pecah.
Desain kuku model lain dalam seni menghias kuku (nail art),
dapat mengambil sumber ide dari berbagai benda yang ada di
sekeliling kita, baik benda hidup ataupun benda mati, seperti ular, kupukupu, bunga, magic, dan batu-batuan . Tahapan nail art pada umumnya
sama seperti pengerjaan nail art lain, yakni mulai dari perawatan
manicure, membentuk kuku, dan menggunakan cat dasar untuk kuku
(base coat).
312

Contoh model nail art yang mengambil sumber ide dari berbagai
benda di sekitar kita adalah sebagai berikut :

1. Snakeskin
Desain nail art snakeskin mengambil sumber ide dari kulit ular yang
unik dan indah. Kulit ular yang juga banyak digunakan untuk
pembuatan tas, jaket atau ikat pinggang sangat bagus untuk
dituangkan sebagai hiasan kuku.

Pertama-tama lapisi kuku dengan


cat dasar, agak kutek dapat
menempel dengan baik.

Gunting sticker bermotif kulit ular,


tempelkan pada kuku hingga merekat,
kemudian lepaskan kerta bantalannya.

Kemudian oleskan cat kuku berwarna emas ke seluruh permukaan


kuku secara merata

Sebagai penguat, aplikasikan


top coat untuk melindungi nail
art yang telah dibuat

Gambar 7.15
Proses Pembuatan Nail Art Snakeskin

313

Gambar 7.16
Nail Art bermotif Snackskin
(Sumber : Nail Style Beautiful Nails
For Every Occasion)

2. Lace With A Twists


Desain nail art ini menampilkan sisi glamour nail art yang
dibentuknya, melalui tampilan kain brokat (lace) yang dipadukan
dengan cat kuku warna pink terang dan manik-manik berkilauan.

Ambil sehelai kain brokat /lace,


ukurkan kepada kuku yang akan
dihias kemudian gunting sesuai
bentuk yang diinginkan

Oleskan cat kuku dasar (base coat)


di atas kuku yang telah diberi cat
kuku sebelumnya.

Tempelkan lace yang telah digunting, di atas kuku yang masih


basah. Tempatkan dengan sebaik
dan serapih mungkin

Tempelkan beberapa butir manikmanik atau kristal berukuran kecil,


untuk menyempurnakan tampilan
glamour jenis nail art ini

314

Lapisi seluruh bagian kuku dengan


quick drying topcoat untuk melindungi nail art yang telah dibuat
Gambar 7.17
Tahapan Pembuatan
Nail Art Lace With
Twister

Gambar 7.18
Nail Art bermotif Lace With Twister
(Sumber : Nail Style Beautiful Nails
For Every Occasion)

3. Bindi Magic
Bindi adalah aksesoris kuku yang sudah didesain sedemikian rupa,
ditempatkan/ditempelkan pada sehelai lembaran plastik khusus.
Penggunaan bindi ini sangat mudah, cukup melepaskan helaian
bindi dari kertas pelapisnya dan bindi siap ditempelkan pada kuku.

Pertama-tama pilihlah bindi


sesuai dengan selera dan
kesempatan. Selanjutnya lapisi
kuku dengan cat kuku

Pada cat kuku yang masih basah,


tempelkan bindi dengan bantuan orange
stick. Lakukan dengan hati-hati agar bindi
terpasang dengan baik dan rapi.

315

Gambar 7.19
Tahapan Pembuatan Nail Art Bindi Magic
(Sumber : Nail Style Beautiful Nails For
Every Occasion)

Lapisi seluruh permukaan


kuku dengan top coat

Gambar 7.20
Nail Art Bermotif Bindi Magic
(Sumber : Nail Style Beautiful Nails For
Every Occasion)

4. Teknik Lukis Manual


Selain dengan menggunakan teknik tempelan, seni menghias kuku
dapat juga dilakukan dengan cara melukisi kuku secara manual,
sebagaimana melukis di media kertas atau kanvas. Visualisasi yang
dihasilkan dari teknik ini akan sangat tergantung pada keahlian sang
pembuat motif dalam menggoreskan karyanya di kuku yang dihias.

Pertama-tama lapisi
kuku dengan base coat

Kemudian oleskan cat


kuku ke seluruh
permukaan kuku

Mulailah melukis motif


dengan fine nibbed pen
dan menggunakan
cat akrilik

316

Untuk memberi lebih banyak


sentuhan kemewahan,
masukkan manik-manik dalam
penataannya, kemudian
sempurnakan dengan
melapisi seluruh permukaan
kuku menggunakan top coat

Gambar 7.21
Tahapan Pembuatan Nail Art
dengan Teknik Lukis Manual
(Sumber : Nail Style Beautiful Nails
For Every Occasion)

Gambar 7.22
Nail Art dengan Teknik
Lukis Manual
(Sumber : Nail Style
Beautiful Nails For
Every Occasion)

H. Memasang Kuku Tambahan (Nail Extention)


Nail extension merupakan salah satu cara menyambung kuku dengan
kuku palsu dalam tata rias kuku. Salah satu teknik menyambung kuku
yang sering digunakan untuk memasang kuku palsu adalah Gel nail
extension, yaitu teknik penyambungan kuku dengan menggunakan gel
dan bantuan sinar ultra violet. Penyambungan ini sebagai salah satu
solusi bagi koreksi kuku pendek dan tidak apik serta bagi orang yang
sangat sibuk. Gel nail extension aman dari kerusakan kuku dan tidak
317

ada efek sampingnya. Meski kuku merupakan hasil sambungan,


tetapi kuku akan tetap kuat dan tidak mudah patah. Kuku palsu dapat
bertahan bertahun-tahun, tetapi tetap memerlukan perawatan,
sebulan sekali kuku palsu di-re-balance dan di-maintenance, karena
kuku asli akan tumbuh 2 - 3 minggu sekali. Kuku yang sudah
disambung dengan teknik gel nail extension tidak akan rusak karena
deterjen, dan meski patah, tidak akan terasa sakit.
Gel nail extension tidak hanya berfungsi untuk penyambungan
kuku palsu, tetapi juga dapat dihias atau didesain sesuai keinginan.
Teknik nail gel extension yaitu :
1. Permukaan kuku yang akan disambung atau nail extension
dibersihkan dulu dari kuteks dan lapisan kuku yang mati, serta
bakteri dengan menggunakan alat yang telah dipersiapkan.
2. Setelah dibersihkan, siapkan kuku yang akan dipasang. Ada tiga
jenis kuku yang bisa digunakan menyambung kuku yaitu : natural,
french nail, dan kuku kristal. Tentu harus dipilih sesuai dengan
selera masing-masing.
3. Setelah memilih salah satu jenis kuku, kemudian kuku palsu
tersebut dipasang dengan menggunakan gel atau lem yang telah
tersedia dalam paket kuku palsu. Panjang pendeknya kuku
disesuaikan dengan selera. Barulah kuku yang tersambung tadi
dimasukkan ke dalam alat yang menggunakan energi ultra violet,
agar gel melekat dengan sempurna, dan diulang sampai dengan
tiga kali.
4. Tahap finishing dengan pemberian nail remover untuk mengangkat sisa gel yang tidak dipakai. Kemudian bersihkan kuku
dengan handuk kecil.
5. Terakhir kuku diberi vitamin. Untuk perawatan di rumah, cukup
dengan menggunakan cuticle remover yang berfungsi untuk kulitkulit mati dan juga menggunakan vitamin untuk kulit agar kulit
tetap cantik dan sehat.

318

Gambar 7.21
Tahapan Proses Nail Extension
(Sumber : Nail Style Beautiful Nails For
Every Occasion)

Kuku palsu yang akan di-extension, dapat diperoleh di tokotoko yang menjual alat kecantikan dalam bentuk paket (terdiri dari 5
buah kuku untuk 5 jari) serta dilengkapi dengan perekat untuk
menempelkan kuku palsu pada kuku asli. Pada kuku palsu tersebut
telah diterapkan desain motif yang beraneka ragam, yang
memungkinkan konsumen untuk leluasa memilih sesuai dengan
selera dan kepribadiannya.

Gambar 7.22
Paket Nail Extension dan Berbagai Desain Motif Kuku Palsu
(Sumber : Nail Style Beautiful Nails For Every Occasion)

319

Untuk desain kuku pada pemasangan kuku tambahan,


pemandangan alam kerap menjadi obyek. Jika dulu desain kuku yang
sedang tren adalah desain aquarium, sparkling nail art yang mengkilat
ataupun air brush, sekarang yang keluar desain terbaru nail art
adalah desain spring summer yang mengambil sumber ide dari
pemandangan alam. Birunya laut, deburan ombak, melambainya
daun nyiur di tepi pantai atau pasir putih yang terhampar di pinggiran
laut hingga matahari yang akan terbenam (sunset) bisa tergambar
dengan jelas di kuku sebagai suatu nail extention yang menarik.
Sesuai dengan tema beautiful sea, warna-warna yang mendominasi
pada desain kuku ini adalah warna biru muda, warna khas laut.
Desain spring summer menggambarkan betapa indah dan cantiknya
laut. Selain itu keindahan taman yang dipenuhi bunga-bunga yang
sedang mekar di musim panas dan pepohonan yang menghijau dapat
menjadi pilihan tema untuk pembuatan desain nail extention. Tahapan
desain spring summer sama seperti pengerjaan nail art lain, yakni
mulai dari perawatan manicure, membentuk kuku, dan menggunakan
cat dasar untuk kuku (base coat), tetapi desain spring summer lebih
rumit dan membutuhkan ketelitian. Desain spring summer ini juga
menggunakan kuku palsu. Kuku palsu dihias atau dilukis sesuai tema
pemandangan alam yang menjadi sumber ide dan agar terlhat lebih
menarik diaplikasikan glitter. Dalam mendesain kuku, perhatikan
pemilihan warna cat kuku, ini harus serasi atau senada dengan warna
busana yang dikenakan atau warna riasan mata, agar tampak
matching dan sempurna. Desain nail art ini menggunakan kuku palsu,
oleh karena itu diperlukan perawatan secara rutin, sekitar tiga minggu
sekali. Hindari pemakaian dan pelepasan kuku palsu bila tidak
memiliki pengetahuan tentang hal tersebut, karena bisa berakibat
fatal yakni dapat memperburuk keadaan jari. Beberapa contoh desain
spring summer yaitu :
1. Pilihan warna biru ditambah warna keemasan serta swaroski
yang berbentuk bunga menunjukkan pribadi yang alamiah
tetapi tegas.

320

2. Pilihan warna pink dan hijau


ditambah swaroski yang dibentuk,
sesuai motif yang diinginkan
menunjukkan
pribadi
yang
anggun.

3. Pilihan warna biru laut ditambah


motif burung, ikan, dan pohon
membuat motif ini menunjukkan
betapa indahnya pemandangan
di pantai, sehingga menunjukkan
pribadi yang tenang.

4. Pilihan warna biru laut yang


agak gelap ditambah ilustrasi
pemandangan pantai, menunjukkan pribadi yang terbuka.

5. Pilihan warna biru yang sangat


lembut ditambah dengan motif
pohon kelapa, burung-burung dan
swaroski membuat pemandangan
lebih indah, menunjukkan pribadi
yang memiliki kelembutan.

321

6. Pilihan warna putih ditambah


motif kupu-kupu yang berwarna biru menunjukkan pribadi yang elegan.

7. Pilihan warna biru laut ditambah


warna oranye dan glitter warna
keemasan memunculkan suasana
hangat dan tampilan nail art
terlihat lebih unik.

8. Pilihan warna biru laut


ditambah glitter warna biru
dan motif pohon kelapa serta
swaroski berbentuk bunga
membuat tampilan hiasan
kuku lebih berbeda

Gambar 7.23
Desain Spring Summer pada Kuku Palsu yang sedang Populer
dan Aspek Psikhis yang ditimbulkannya
(Sumber : Nail Style Beautiful Nails For Every Occasion)

I. Epilasi dan Depilasi


Epilasi dan Depilasi adalah kegiatan menghilangkan bulu-bulu yang
tidak diinginkan tumbuh pada bagian-bagian tubuh tertentu, baik secara
permanen maupun insidental.
Epilasi dan Depilasi dikerjakan dengan menggunakan alat dan
bahan yang khusus dipergunakan untuk kegiatan ini, yaitu sebagai
berikut :
322

5
2
6

10

Gambar 7.24
Alat dan Bahan pada Proses Epilasi dan Depilasi
Keterangan :
1.
2.
3.
4.
5.

Cream Feet (untuk Depilasi)


Cold Wax (untuk Epilasi)
Shooting Lotion
Spatel / Spatula
Kertas Tissue

6.
7.
8.
9.
10.

Powder / Bedak Talk


Puff
Kuas
Kertas Epilator
Handuk kecil / Waslap

1. Epilasi
Epilasi dimaksudkan sebagai tindakan untuk menghilangkan rambut
berikut sebagian akarnya. Rambut yang dihilangkan biasanya
rambut yang sangat mengganggu penampilan, seperti bulu alis,
rambut pada bagian betis, lengan, paha, rambut pada bagian ketiak,
rambut di atas bibir atau di bagian dagu wanita. Epilasi dapat
dilakukan dengan cara mencabut rambut menggunakan pinset dan
dengan menggunakan lilin. Epilasi dengan menggunakan pinset
hanya dilakukan jika jumlah rambut yang akan dihilangkan tidak
terlalu banyak, misalnya pencabutan bulu alis sebagai upaya untuk
merapihkan bentuk alis. Tetapi jika jumlah rambut yang akan
dihilangkan banyak, maka epilasi dilakukan dengan menggunakan
323

lilin. Pada epilasi, batang rambut dicabut berikut akarnya dan


sebagian umbi rambut. Epilasi dapat dilakukan secara sementara
dan dapat pula dilakukan secara permanen. Pada epilasi sementara,
bagian terdalam umbi rambut masih tertinggal dan dari yang
tertinggal ini sekitar empat sampai enam minggu akan terbentuk
rambut baru atau tergantung dari kecepatan pertumbuhan rambut.
Epilasi secara permanen dilakukan dengan cara merusak
folikel rambut termasuk seluruh umbi rambut sehingga tidak
terdapat unsur-unsur lagi yang dapat membentuk rambut baru.
Metode epilasi secara permanen mencakup :
a. Epilasi melalui diatermi (elektro koagulasi) yaitu epilasi
dengan menggunakan arus listrik bergelombang pendek dan
ber-frekuensi tinggi untuk membakar akar rambut dan sel-sel
umbi rambut secara tuntas. Karena matriks rambut ikut
terbakar, maka tidak akan terbentuk lagi rambut baru. Pada
pelaksanaannya, suatu jarum halus disisipkan ke dalam folikel
rambut sampai sedalam umbi rambut, kemudian arus diatermi
dialirkan melalui jarum, sehingga menggumpalkan jaringan
umbi rambut dan sekitarnya. Cara terbaru dari metode ini yaitu
merambatkan arus elektron melalui batang dan akar rambut
sampai ke umbi rambut, tanpa memasukkan jarum seperti tadi,
tetapi tindakan ini memakan waktu, memerlukan kesabaran
dan selalu ada kemungkinan terjadinya infeksi.
b. Epilasi melalui elektrolisis, yaitu cara menghilangkan rambut
dengan arus listrik searah. Dalam tindakan ini, jarum
ditusukkan ke dalam folikel rambut sampai sedalam umbi
rambut, kemudian arus listrik dihubungkan dengan kutub
negatif sumber listrik galvanik. Jika arus galvanik dialirkan
maka kutub negatif akan merusak jaringan tubuh dengan
meluluhkan sel-sel umbi rambut dan rambut tidak akan tumbuh
lagi secara permanen.
c. Epilasi dengan lilin. Lilin yang umum digunakan dalam
perawatan epilasi mencakup lilin paraffin, lilin parafango, lilin
depilatori dan lilin dingin. Lilin dingin sangat baik untuk
menghilangkan rambut pada kulit yang sangat sensitif terhadap
suhu panas. Contoh perawatan epilasi dengan menggunakan
lilin paraffin yaitu siapkan lilin dan panaskan, setelah lilin
mencair kemudian sapukan ke bagian badan yang akan
dihilangkan rambutnya. Bagian lain dilindungi agar tidak
terkena lilin cair yang hangat. Bagian yang akan dihilangkan
rambutnya diberi krim pemupuk, kemudian dicelupkan ke
dalam lilin hangat. Lilin yang menempel biasanya cepat kering.
Proses pencelupan dilakukan lima atau enam kali hingga lilin
yang menempel cukup tebal.
324

Penggunaan lilin dapat pula dilakukan dengan


menggunakan kuas, lilin cair yang agak panas disapukan ke
bagian yang akan dihilangkan rambutnya beberapa kali hingga
lapisan lilin yang menempel menjadi tebal, kemudian bagian
tersebut bungkus erat-erat dengan kertas perak dan handuk
supaya panas lilin tidak cepat hilang. Setelah lilin mengering,
membeku dan dingin, angkat lilin melalui salah satu ujungnya
dan dengan gerakan cepat seluruh jalur lilin ditarik lepas. Pada
saat lilin diangkat maka akar rambut akan ikut tercabut, bahkan
di bagian dasar atau umbi rambut akan terjadi kerusakan
hingga kemungkinan rambut tumbuh lagi sangat kecil. Bagian
kulit bekas lilin segera digosok-gosok untuk menghilangkan
rasa perih. Penarikan lilin harus mengikuti bentuk bagian yang
dirawat, supaya lilin tidak retak atau mulur, sehingga akan
menyulitkan dalam melepaskannya. Contoh lain yaitu
perawatan epilasi ketiak dengan lilin.
Perawatan ketiak dengan lilin sama seperti perawatan
epilasi dengan lilin lainnya, tetapi lilin ditempelkan berlawanan
arah dengan arah tumbuhnya rambut. Jika rambut ketiak
jarang, lilin dikenakan cukup satu lapisan, tetapi jika lebat,
maka lilin dikenakan dalam dua tempat menuju ke pertengahan
ketiak. Dalam hal demikian, bagian atas ketiak dikenakan lilin
dulu, kemudian diangkat dan lanjutkan dengan perawatan
bagian bawah. Dengan demikian, pencabutan dilakukan dalam
dua tahap agar tidak terlalu terasa sakit. Setelah pencabutan
rambut ketiak, kemudian lembutkan ketiak dengan lotion
antiseptik untuk mencegah terjadinya infeksi pada folikel
rambut, dan jika terjadi perdarahan, kenakan krim penyejuk
dan di atasnya, sapukan serbuk antibakteri. Deodorant atau
kosmetik anti keringat, dapat dipakai dua belas jam setelah
perawatan, hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi iritasi.
a. Tahapan proses epilasi menggunakan lilin dingin (Cold Wax)
atau Waxing
1) Siapkan alat dan bahan yang diperlukan untuk proses
epilasi, yang terdiri dari : air hangat, lilin dingin, shooting
lotion, bedak talk, tissue, kertas epilator, handuk kecil/
waslap, kuas dan puff.
2) Pertama-tama kaki dilap dengan waslap hangat, Kemudian
keringkan kaki dengan tissue.

325

3) Selanjutnya kaki diberi bedak talk dengan menggunakan


puff, lakukan usapan ke arah atas, sehingga bulu kaki
berdiri.

4) Kaki dioles dengan lilin dingin


(Cool Wax) kira-kira seukuran
5 x 10 cm dengan menggunakan kuas yang agak keras.

5) Bagian kaki yang sudah diolesi lilin ditempeli dengan kertas


epilator sambil ditekan-tekan supaya kertas menempel
dengan cukup baik pada lilin.
326

Kaki
diregangkan

6) Kertas epilator dicabut ke arah atas, sambil kaki diregangkan dengan tangan kiri.

7) Setelah bulu tercabut, bagian kaki tersebut langsung


ditepuk-tepuk dengan jari agar kaki tidak tegang setelah
mengalami peregangan.
8) Lakukan langkah 4 s/d 7 ke seluruh bagian kaki, hingga
seluruh bulu yang tidak diinginkan dapat tercabut
seluruhnya.
9) Angkat / bersihkan lilin
dari seluruh permukaan
kaki dengan menggunakan tissue

327

10) Bersihkan kaki dengan


waslap hangat, kemudian keringkan dengan
tissue.
11) Kaki yang sudah bersih
diolesi dengan Shooting Lotion.

2. Depilasi
Depilasi adalah tindakan untuk menghilangkan bulu atau
rambut badan secara sementara tanpa mengganggu bagian yang
tertanam di dalam kulit. Depilasi hanya mencakup penghilangan
batang rambut, sehingga dalam beberapa hari, rambut akan
tumbuh kembali. Cara penghilangan rambut secara depilasi dapat
dilakukan dengan mencukur, menggunting, menggosok putus
rambut - rambut menggunakan sarung tangan abrasif, dan penghancuran keratin batang rambut dengan krim-krim depilatori.
Tahapan proses Depilasi dengan menggunakan Cream Feet
adalah sebagai berikut :
a. Siapkan alat dan bahan yang diperlukan untuk proses Depilasi,
yang terdiri dari : air hangat, Cream Feet, shooting lotion,
bedak talk, tissue, spatel, handuk kecil / waslap, kuas dan puff.
b. Pertama-tama kaki dilap dengan waslap hangat, Kemudian
keringkan kaki dengan tissue.

328

c. Selanjutnya kaki diberi bedak talk dengan menggunakan puff,


lakukan usapan ke arah atas, sehingga bulu kaki berdiri.

d. Aplikasikan cream feet pada kaki dengan menggunakan kuas,


tunggu/ diamkan selama + 5 menit. Selanjutya bulu kaki
diangkat (dikerok) dengan menggunakan spatel (spatula)

329

e. Setelah bulu terangkat seluruhnya (sesuai yang diinginkan),


kaki dilap dengan waslap hangat. Keringkan dengan tissue,
kemudian diolesi dengan shooting lotion.

J. Trading
Penghilangan bulu dengan teknik trading hampir sama dengan
depilatory, tetapi pada saat bulu dicabut, disertai dengan proses
pembentukan. Contoh proses trading yang sering dilakukan dalam
kehidupan sehari-hari misalnya seperti pada pencabutan di bagian alis.
Pencabutan alis pada umumnya tidak hanya mencabuti bulu pada
bagian tersebut, tetapi sambil dirapikan dan dibentuk, agar diperoleh
tataan yang apik dan menarik.
Selain dari itu di negara-negara Barat yang memungkinkan untuk
menggunakan busana bikini di tempat terbuka, proses trading dilakukan
untuk membentuk bulu di bagian alat vital agar tidak terlihat dan keluar
dari busana bikini tersebut. Pembentukan bulu disesuaikan dengan
bentuk bikini yang dikenakan.

K. Saran Pasca Perawatan Tangan dan Kaki


Kepuasan klien ditanyakan dan dicatat kemudian berikan saran
untuk melakukan perawatan tangan dan kaki selanjutnya, yaitu sebagai
berikut :

1. Setelah melakukan penghilangan bulu (depilatory, waxing,


dan trading) :
a. Selama 24 jam tidak boleh terkena sinar matahari atau mandi
dengan air panas.
b. Tidak boleh menggunakan kosmetik yang berparfum.
c. Bila ada inflamasi segera dioles calamine lotion.
330

2. Dalam pemakaian cat kuku :


a. Gunakan base coat agar kuku dapat terlindungi dari bahan kimia
yang terkandung dalam cat kuku hingga tekstur kuku tidak rusak
dan cat kuku menempel dengan baik.
b. Pilihlah warna cat kuku yang warnanya serasi dengan busana
yang dikenakan.
c. Setelah pemakaian cat kuku sebaiknya aplikasikan top coat agar
cat kuku terlihat lebih bagus
d. Bila cat kuku terkena kulit pinggiran kuku segera bersihkan
dengan sedikit nail polish remover dengan menggunakan kapas
atau cooton buds.

3. Menjaga keindahan penampilan tangan, kuku, dan kaki :


a. Bersihkan selalu tangan, kuku dan kaki setiap setelah melakukan
suatu pekerjaan.
b. Sebaiknya kuku tidak dipelihara panjang, tetapi bila dipelihara
panjang pastikan selalu dalam keadaan bersih dan dijaga
kesehatannya.
c. Untuk menghindari pembuluh darah timbul di kaki, setelah
bekerja atau melakukan pekerjaan, kaki diangkat sedikit lebih
tinggi dari kepala selama + 30 menit. Gunakan sepatu yang tidak
terlalu tinggi.
d. Untuk menjaga kehalusan kulit tangan gunakan selalu bedak talk
pada telapak tangan dan gunakan hand lotion.
e. Untuk menjaga timbulnya pecah-pecah pada tumit pastikan
selalu telapak kaki dalam keadaan kering, memakai alas kaki dan
menggunakan feet lotion.

331

Latihan Penguasaan Konsep


Petunjuk : Berilah tanda silang (X) pada alternatif jawaban a, b, c,
atau d, yang paling benar.
1. Sebelum melaksanakan manikur dan pedikur, terlebih dahulu perlu
dilakukan diagnosis tangan dan kaki. Tujuan melakukan diagnosis
adalah :
a. Membentuk kuku dengan tepat
b. Memilih warna cat kuku
c. Memilih alat dan kosmetik kuku yang tepat
d. Menentukan tindakan perawatan
2. Pinggiran lipatan kulit yang menutupi akar kuku disebut :
a. Lunula
b. Eponikum
c. Paronikum
d. Nail wall
3. Nail file digunakan pada perawatan tangan dan kaki yang berfungsi
untuk :
a. Mengikir kuku
b. Memotong kuku
c. Menggunting kutikula
d. Mendorong kutikula
4. Salah satu kosmetik kuku yang digunakan sebelum memakai cat
kuku adalah base coat atau cat dasar. Cat dasar berfungsi untuk :
a. Memperindah bentuk cat kuku
b. Menutupi kelainan pada kuku
c. Menjadikan cat kuku melekat baik
d. Mencegah kerusakan pada kuku
5. Dalam perawatan tangan dan kaki terdapat beberapa peralatan yang
disesuaikan dengan fungsinya masing-masing. Peralatan yang
dipakai untuk mengikir kuku dalam perawatan tangan adalah :
a. Abrasive
b. Nail file
c. Nail bleaches
d. Nail bauffer

332

6. Kosmetik pada perawatan tangan dan kaki yang berfungsi untuk


menghilangkan noda pada kuku dan memutihkan kuku adalah :
a. Nail polish removers
b. Nail cleanser
c. Nail polish solvent
d. Nail bleaches
7. Komestik untuk massage pada lengan dan tangan berbentuk ..
a. Astringent
b. Cream
c. Lotion
d. Skin tonic
8. Untuk mendiagnosis kaki, yang harus di perhatikan adalah .
a. Mulai lutut sampai ujung kaki
b. Mulai dari pergelangan kaki, sampai ujung jari kaki berikut
telapak kaki
c. Telapak kaki
d. Jari-jari kaki
9. Desinfektan yang dipergunakan untuk merendam kaki adalah ..
a. Formalin
b. Detol, lison
c. Detergent
d. Alcohol 70%
10. Kelainan kuku dimana kuku mudah patah dan sobek adalah ..
a. Hiperridrosis palmalis
b. Onychorrexis
c. Leuconycia
d. Bacuis line
11. Leuconicia adalah.
a. Kuku yang tidak terbentuk sejak lahir, bersifat hereditair
b. Peradangan pada kuku dan matix
c. Lempeng kuku yang lepas dari palung kuku
d. Kuku yang berwarna putih yang abnormal berbentuk titik-titik,
garis-garis atau seluruh kuku memutih
12. Air peredam kuku pada pedikur sebaiknya diberi .
a. Antiseptic
b. Gliserin
c. Paraffin
d. Garam dapur
333

13. Untuk pemeliharaan kuku, terutama kuku kaki sebaiknya tidak


dipelihara panjang agar ..
a. Mudah membersihkan
b. Indah dipandang
c. Pertumbuhan kuku tidak masuk ke kulit
d. Mudah diberi cat kuku
14. Bila bentuk kuku tangan pendek dan lebar, pemberian cat kuku
dapat dilakukan secara ..
a. Vertical
b. Horizontal
c. Diagonal
d. Miring
15. Pengikiran kuku dilakukan dengan gerakan ..
a. Memanjang dari samping ke tengah kuku
b. Memendek dari tengah ke samping kuku
c. Dari ujung pangkal kuku
d. Maju mundur silih berganti sekeliling kuku
16. Fungsi sikat jari-jari pada pedicure adalah mencegah ..
a. Rasa kaki
b. Penularan penyakit
c. Kerusakan pada kuku
d. Pergesekan jari-jari kaki
17. Peradangan pada kuku yang membuat kuku menjadi buram,
permukaan tidak rata dan sakit disebut ..
a. Anonychia
b. Paronychia
c. Onychia
d. Onycolysis
18. Bagian kuku di atas palung kuku disebut ..
a. Cuticula
b. Hyponichiua
c. Matriks kuku
d. Badan kuku (lnail body)
19. Merawat kaki yang ada varicesnya adalah sebagai berikut, kecuali.
a. Pemakaian perban elastic
b. Di massage secara frction
c. Meninggikan letak kaki
d. Di massage secara effleurage
334

20. Regaden mempunyai tanda-tanda sebagai berikut, kecuali..


a. Tebal dan keringnya lapisan tanduk telapak kaki
b. Telapak kaki terlalu kering
c. Bercak-bercak putih
d. Tumit menjadi retak
21. Perawatan pedicure dapat dilakukan dengan gerakan secara .
a. Mencincang
b. Transversal
c. Terpadu
d. Horizontal
22. Bulan sabit yang terdapat pada kuku dinamakan .
a. Lanula
b. Limula
c. Alur kuku
d. Tanggal kuku
23. Pemotongan kuku yang baik dalam pedikur ialah .
a. Pendek lurus
b. Bulat panjang
c. Runcing
d. Oval
24. Ukuran rata-rata jalur lilin untuk depilasi adalah :
a. Lebar 5 cm dan panjang 10 cm
b. Lebar 10 cm dan panjang 15 cm
c. Lebar 15 cm dan panjang 20 cm
d. Lebar 20 cm dan panjang 25 cm
25. Selain untuk tujuan epilasi, pemakaian lilin dalam perawatan,
berguna sebagai :
a. Pembersihan tubuh
b. Pemutihan tubuh
c. Perawatan pemanasan tubuh
d. Pelemasan tubuh

335

8
Perawatan Badan

BAB

Perawatan Badan

A. Konsep Perawatan Badan


Banyak cara yang dapat dilakukan untuk menghasilkan penampilan diri
tetap sehat dan cantik, yaitu dengan menjaga kesehatan jasmani,
kesehatan jiwa, serta melakukan perawatan tubuh secara teratur dan
benar. Perawatan tubuh secara tradisional dapat dilakukan dengan
melakukan perawatan setiap hari, perawatan mingguan dan perawatan
khusus, yang mempunyai berbagai fungsi dan manfaat yang baik agar
tubuh tetap terpelihara kesehatan dan kecantikannya.
Perawatan harian yaitu dengan mandi setiap hari, yang
berfungsi untuk membersihkan tubuh dari segala kotoran dan debu.
Perawatan mingguan dapat dilakukan dengan cara melakukan
massage (pijat), lulur dan mandi berendam (mandi rempah). Massage
berfungsi untuk mempelancar peredaran darah dan dapat melembutkan
kulit. Perawatan dengan lulur berfungsi untuk membersihkan kulit dan
menghilangkan gatal-gatal, mandi berendam (mandi rempah-rempah)
dapat memberikan rasa segar dan menghilangkan bau badan.
Perawatan khusus yaitu melakukan perawatan payudara dan daerah
khusus kewanitaan, berfungsi untuk menjaga kesehatan payudara dan
daerah khusus kewanitaan.
Sejalan dengan perkembangan dunia kecantikan, cara
melakukan perawatan tubuh tidak hanya dapat dilakukan oleh sendiri.
Saat ini perawatan tubuh baik secara tradisional maupun moderen
dapat dilakukan di Salon Kecantikan. Di Salon kecantikan tersedia
berbagai alat khusus untuk perawatan tubuh dan kulit mempunyai
tujuan yang sesuai dengan fungsi dan manfaatnya masing-masing.

B. Persiapan Kerja Perawatan Badan Berdasarkan


Peraturan Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Persiapan kerja perawatan badan yaitu :
1. Area kerja disiapkan sesuai dengan jenis perawatan badan yang
akan dilakukan, seperti untuk perawatan badan dengan mandi
rempah, siapkan area kerja untuk mandi rempah, atau untuk
perawatan massage badan siapkan area kerja untuk massage, dan
sebagainya.
336

2. Alat-alat yang diperlukan untuk perawatan badan disiapkan


kemudian ditata dengan memenuhi prinsip efisiensi dan kepraktisan
kerja.
3. Siapkan lenna yang diperlukan untuk perawatan badan seperti baju
kerja, baju klien, seprei, selimut, handuk, waslap. Pastikan lenna ini
dalam keadaan bersih kemudian ditata dengan memperhatikan
kepraktisan kerja.
4. Diri pribadi disiapkan sesuai dengan peraturan kesehatan,
keselamatan kerja serta dengan mengacu pada etika professional,
seperti dalam pembuatan ramuan jamu yang mungkin bisa
mengganggu kondisi kulit, maka gunakan sarung tangan, atau bila
menyengat, gunakan pelindung hidung.
5. Siapkan bahan atau kosmetik yang diperlukan untuk perawatan
badan, seperti jamu atau bahan ramuan jamu, rempah wangi, tapel
wangi, pilis wangi, krim massage, dsb, kemudian ditata dengan
memenuhi prinsip efisiensi dan kepraktisan kerja. Pastikan bahan
kosmetik perawatan badan yang disiapkan ini sesuai kebutuhan,
dalam keadaan baik, bersih, aman digunakan serta belum
kedaluwarsa.

C. Diagnosis Badan
Diagnosis badan dimaksudkan untuk mengetahui kondisi badan klien
yang akan dirawat. Dengan diketahui kondisi badan klien akan
memudahkan kita dalam menentukan kosmetik yang akan diterapkan,
mengetahui kelainan-kelainan badan yang diderita klien hingga
akhirnya mengetahui tindakan perawatan badan yang akan dilakukan.
Cara melakukan diagnosis badan yaitu :
a. Jenis kulit : Untuk menentukan jenis kosmetik yang digunakan.
1) Kering
2) Normal
3) Berminyak
4) Sensitif
b. Usia tua atau muda untuk menentukan teknik massage yang
digunakan, atau ramuan jamu
c. Keadaan kulit klien masih kencang atau sudah mulai kendor, mulus
terdapat bercak, dsb.
d. Keadaan perut klien apakah masih kencang, kendor seperti habis
melahirkan, buncit karena banyak timbunan lemak dsb.

337

e. Keadaan payudara masih kencang, kendor seperti habis melahirkan


dan sedang menyusui, turun karena faktor usia, atau besar karena
banyak timbunan lemak dan sebagainya.
f.

Kelainan yang diderita pada badan klien apakah terdapat iritasi kulit,
luka, penyekit jamur kulit, dsb.

Setelah diketahuinya kondisi badan klien, akan memudahkan kita


dalam melakukan tindakan perawatan badan seperti dengan minum
jamu, teknik massage yang diterapkan, perawatan di rumah bahkan
diet yang mungkin harus dilakukan

D. Perawatan Badan Secara Tradisional


Perawatan badan secara tradisional adalah perawatan badan yang
secara keseluruhan perlakuannya dilakukan secara alamiah, termasuk
di dalamnya alat dan bahan yang digunakan.
Sebelum dilakukan perawatan, lakukan terlebih dahulu persiapan
berdasarkan peraturan kesehatan dan keselamatan Kerja sebagaimana
yang terpapar pada hal 336 serta lakukan pula diagonisis kondisi badan
seperti pada hal 337, agar proses perawatan dapat berjalan lancer dank
lien merasakan hasil perawatan secara optimal.

1. Jenis-jenis Perawatan Tubuh Secara Tradisional


Tampil cantik dan sehat merupakan dambaan setiap wanita.
Kemulusan dan kekencangan kulit seluruh tubuh merupakan suatu
bagian yang sangat esensial untuk mencapai kesempurnaan
kecantikan. Penampilan cantik dan sehat memerlukan perawatan
yang khusus yang dapat dilakukan secara tradisional. Perawatan
tubuh secara tradisional meliputi perawatan kulit tubuh yang dapat
dilakukan dengan perawatan harian (mandi). perawatan mingguan
dapat dilakukan dengan (Massage/pijat, perawatan lulur dan mandi
berendam/mandi rempah-rempah), perawatan khusus (perawatan
payudara dan daerah kewanitaan) serta minum jamu yang berfungsi
untuk merawat kesehatan dan kesegaran kulit tubuh, relaksasi dan
menanggulangi masalah-masalah emosional
a. Perawatan Harian (Mandi)
Mandi adalah kegiatan mencuci tubuh dengan air yang dilakukan
dengan cara menyiramkan air, menyemprotkan air, ataupun
merendam tubuh di dalam air. Manusia perlu mandi untuk
menghilangkan keringat, debu dan sel-sel kulit mati. Mandi tidak
hanya bermanfaat untuk menjaga kebersihan, menjaga
penampilan agar tetap rapi, menjauhkan diri dari stres tetapi juga
338

untuk memelihara kesehatan tubuh. Secara umum, manfaat


mandi adalah untuk membersihkan tubuh. Saat ini aktivitas
mandi dapat dilakukan dengan berbagai bahan dan wewangian,
seperti mandi susu, mandi cokelat, mandi lumpur, mandi uap
(sauna) dan sebagainya.
Mandi setiap hari sangat penting dilakukan agar kulit
tubuh kita tetap sehat, terhindar dari kuman serta dapat
membantu untuk mencegah bau badan yang kurang sedap.
Tubuh akan menjadi kotor dan mengeluarkan banyak keringat
setelah melakukan berbagai kegiatan sehari-hari. Mandi dengan
menggunakan sabun dapat membersihkan kulit dari segala
kotoran dan debu, sehingga setelah mandi tubuh akan lebih
bersih, segar dan sehat.
Aktivitas mandi biasanya menggunakan sabun untuk
membersihkan kotoran yang melekat di tubuh. Saat menggosok
tubuh dengan sabun lakukan sedikit pijatan halus untuk
pengelupasan dan membuang kulit tua dan mati. Pengelupasan
akan membuat kulit halus dan segar. Penggunaan sabun
penting untuk membersihkan kotoran dan debu dari permukaan
kulit dan membunuh kuman yang melekat di tubuh. Mandi
dengan menggunakan air dingin akan membuat tubuh menjadi
segar dan jika mengunakan air hangat, otot akan lebih terasa
lebih nyaman dan rileks.
Sabun mandi yang terbuat dari ramuan tradisional
mempunyai berbagai manfaat yang baik bagi kulit tubuh, seperti
sabun mandi yang memiliki kandungan minyak zaitun, tabir
surya, ekstra bunga tanjung, ekstrak bunga kenanga, menthol,
biji kasturi, ekstrak bunga sekar sari. Sabun mandi yang memiliki
ramuan-ramuan tradisional tersebut memiliki fungsi untuk
melembutkan, melembabkan, mencegah kekeringan, melindungi
dari sinar ultra violet, meredakan gatal-gatal, mencegah
timbulnya biang keringat, dan mencegah masalah bau badan.
Penggunaan sabun, peralatan mandi dan aktivitas mandi
dapat dijelaskan sebagai berikut :
1) Memilih sabun mandi untuk tiap jenis kulit
Berdasarkan istilahnya, sabun memiliki arti yang sama
dengan deterjen. Sabun berasal dari kata sapo karena dalam
pembuatan sabun ada proses saponifikasi sedangkan
deterjen berasal dari kata deterjere, artinya membersihkan.
Keduanyan berfungsi untuk membersihkan dan keduanya
adalah sabun. Sabun terbagi atas dua jenis yaitu sabun
klasik atau konvensional yang dahulu kita kenal, terbuat dari
lemak atau minyak nabati dan garam alkali (basa), jenis
339

kedua sabun sintetik terbuat dari bahan-bahan sintetik.


Bahan sintetik yang dimaksud adalah surfactan, antioksidan
(agar sabun tidak bau tengik), pelembab, pewarna, penstabil
atau penurun pH (asam sulfat, asam klorida) dan parfum.
Semua komposisi tersebut berada dalam komposisi
seimbang sesuai peruntukannya, jenis kulit dan tujuan
pemakaian, misalnya untuk keharuman tubuh, tersedia
sabun dengan bahan parfum, ada juga sabun kesehatan.
a)

Sabun mandi untuk jenis kulit kering


Gunakan sabun yang mengandung banyak pelembab
(moisturizer). Pilih sabun dengan pH seimbang (pH
balance), yakni sekitar 6 - 7 karena pH kulit kita asam,
sekitar 4 - 6,5, sebaliknya hindari sabun dan sebagainya
yang terlalu alkalis atau ber pH tinggi. Jika pH terlalu
tinggi, mantel kulit akan terlepas. Mantel kulit bersifat
asam dan berfungsi mengikat air. Lepasnya mantel kulit
mengakibatkan fungsinya jadi terganggu sehingga kulit
jadi makin kering. Hindari sabun yang mengandung
antiseptik atau belerang karena akan membuat kulit
semakin kering.

b)

Memilih sabun untuk kulit normal


Secara umum, kulit normal tidak terlalu bermasalah
dengan pilihan sabun. Namun sebaiknya pilih sabun
yang memiliki pH seimbang.

c)

Sabun mandi untuk jenis kulit sensitif


Untuk kulit sensitif, hindari sabun dengan bahan
tambahan yang merangsang timbulnya alergi, seperti
bahan penambah parfum. Sebagai alternatif, sabun bayi
sangat baik karena sifatnya hypoalergic.

2) Alat-alat Mandi
Kegiatan mandi bermanfaat untuk menjaga kebersihan dan
kesehatan kulit. Agar khasiatnya dapat dirasakan maksimal,
cara mandi harus dilakukan dengan benar. Berbagai
peralatan mandi dapat digunakan untuk membantu
menghilangkan kotoran yang melekat di badan ketika mandi.
a) Back brush, berfungsi membersihkan dan menggosok
bagian punggung.
b) Body brush, berfungsi mengangkat sel-sel kulit yang mati.
c) Loofah, Spons dengan tekstur lebih kasar dari shower
puff. Baik jika digunakan sehabis beraktivitas berat
hingga kulit bersih sempurna.
340

d) Shower puff, bermanfaat menjangkau daerah belakang


tubuh. Pilih bahan yang lembut. Keuntungannya
memudahkan mandi dan irit sabun.
e) Spon, untuk membersihkan tubuh dengan lebih seksama,
tanpa membuat iritasi. Untuk wajah gunakan spons
khusus yang teksturnya lebih halus.
f) Shower cap, untuk menutup rambut agar terlindung dari
cipratan air atau busa sabun.
g) Batu apung, berpungsi membersihkan bagian - bagian
yang kasar, seperti tumit kaki, lutut dan sikut tangan.
3) Cara Mandi
Mandi merupakan kegiatan perawatan tubuh dan kulit yang
mempunyai banyak khasiat. Cara mandi yang benar dapat
memaksimalkan manfaat kegiatan mandi.
a) Lakukan kegiatan mandi sehari dua kali.
b) Pilih sabun mandi yang tepat sesuai jenis kulit dan tujuan
pemakaiannya.
c) Gunakan sabun secara merata di seluruh bagian tubuh
begitupun saat membilasnya.
d) Tidak ada perbedaan mendasar antara sabun cair (liquid
soap) dengan sabun batangan (solid soap). Pilihan
keduanya, lebih karena pertimbangan fungsional
pemakaiannya, seperti alasan higienitas, ekonomis dan
kepraktisan.
e) Saat mandi, gunakan air mengalir dari pada air bak untuk
alasan higienitas.
f) Simpan sabun batangan di wadah yang bagian alasnya
berlubang dan bagian atasnya tertutup.
b. Perawatan Mingguan
Perawatan mingguan sangat penting dilakukan guna untuk
menyempurnakan perawatan kesehatan, kebersihan dan
kecantikan kulit tubuh yang tidak cukup dilakukan dengan hanya
melakukan perawatan harian (mandi) saja. Perawatan tubuh
secara tradisional ini dapat dilakukan dengan perawatan
massage (pijat), perawatan lulur, mandi berendam (mandi
rempah-rempah).
341

Persiapan yang dilakukan sebelum melakukan perawatan


tubuh adalah merapikan ruangan yang bersih dan hygiene,
massage bed yang sudah ditata rapi, dan mempersiapkan semua
kebutuhan untuk melakukan perawatan tubuh secara tradisional,
seperti: mempersiapkan alat, lenan, bahan dan kosmetik.
Alat yang diperlukan adalah: meja kecil, waskom, mangkuk
dan kuas untuk lulur. Bahan dan lenan yang diperlukan yaitu:
kapas/tissue, handuk besar dan kecil, hair bendo, wash lap,
alas untuk meja kecil, kain/kamisol. Kosmetik yang diperlukan
antara lain: minyak essensial untuk massage, lulur, rempahrempah dan lotion.
Penampilan diri merupakan faktor terpenting yang dapat
mempengaruhi kepercayaan dan kemantapan diri serta
kesuksesan dari kepribadian seseorang. Kepribadian yang baik
dapat membuat kehidupan seseorang lebih nyaman dan
menyenangkan. Penampilan yang baik tidak terlepas dari faktor
kesehatan dan bagaimana cara perawatannya agar dapat tetap
cantik dan sehat. Perawatan tubuh tersebut dapat dilakukan
secara tradisional, yaitu dengan menggunakan ramuan-ramuan
alam, yang merupakan warisan budaya bangsa.

Gambar 8.1
Ruang Perawatan yang ideal: bersih dan hygiene
Sumber: Martha Tilaar (2006:31)

342

Tahapan kontraindikasi perlu dilakukan sebelum perawatan


tubuh secara massage dilakukan, dengan tujuan untuk
mengetahui kelainan atau kelunakan yang ada di dalam tubuh
klien. Dengan kontraindikasi dapat ditentukan volume atau
tekanan gerakan atau tekanan gerakan pijat yang sesuai dengan
kondisi tubuh atau bagian tubuh tertentu dari tubuh klien
tersebut. Pada kontraindikasi dapat dilakukan pemeriksaan
antara lain :
a) Refleksi dan relaksasi otot
Refleksi dan relaksasi otot dilakukan dengan menyentuh,
meraba dan menekan pada bagian-bagian tubuh sehingga
dapat diketahui apakah ada yang memar, bengkak, nyeri,
penggumpalan jaringan lemak atau selulit, tekstur kulit dan
tonus susunan otot. Contohnya: Thrombo-Phlebitis dan
kondisi sejenis yaitu radang dari pembuluh darah vena. Kulit
di sekitarnya tampak kemerahan, panas, dan bengkak. Jika
kulit sekitarnya disentuh, terasa lembek dan sakit. Jika
terbentuk gumpalan darah beku di dalam vena, maka dengan
pemijatan gumpalan tersebut akan bergerak dan bisa
berakibat fatal (kematian) jika menggumpal di dalam vena.
b) Temperatur Tinggi/Demam
Tubuh dalam keadaan demam akan mengeluarkan toksin.
Maka tidak dianjurkan melakukan pemijatan, karena akan
memicu produksi toksin di dalam tubuh.
c) Infeksi Penyakit Kulit
Penyakit kulit sejenis jerawat dan eksim tidak menular,
bahkan akan sembuh dengan menggunakan minyak esensial
lavender. Pijat dilarang untuk permukaan kulit yang
menderita radang di bawah kulit seperti bisul.
d) Bekas Luka atau Operasi Baru
Bekas luka yang masih baru atau luka terbuka pada klien
sebaiknya tidak dipijat pada bagian tersebut.
e) Kondisi Peradangan (Bursitis)
Gejala di bagian peradangan adalah warna kemerahan,
terasa panas, lunak dan sakit jika disentuh dan sebaiknya
bagian yang meradang tersebut dilarang dipijat.

343

f) Kanker
Pijat yang lembut bermanfaat bagi para pasien kanker.
Produksi hormon edorfin sebagai reaksi pemijatan, dapat
meredakan rasa sakit yang disebabkan kanker.

2. Teknik Teknik Perawatan Badan Secara Tradisional


Sebelum melakukan perawatan, seorang operator harus
mempersiap kan kebersihan diri, seperti mencuci tangan,
menggunting kuku jari tangan hingga tergolong pendek dan pakaian
yang dikenakanpun harus nyaman dan longgar, sehingga
memudahkan operator untuk bergerak saat melakukan perawatan.
Berbagai teknik perawatan badan yang dilakukan secara
tradisional, diantaranya adalah :
a.

Perawatan Dengan Cara Massage (Pijat)


Massage atau pijat adalah cara untuk penyembuhan yang
memiliki banyak manfaat bagi semua sistem organ tubuh.
Massage dapat mempengaruhi organ-organ tubuh sesuai
dengan area yang akan dipijat. Manfaatnya antara lain:

Meningkatkan fungsi kulit : Peredaran darah dalam tubuh


yang meningkat akan membantu proses untuk
menghasilkan kelenjar minyak yang akan lebih efektif
memproduksi keringat, sehingga akan membuang zat
yang tidak berguna. Lapisan epidermis yang paling luar
akan larut sehingga kondisi kulit akan lebih baik. Fungsi
kulit sebagai daya penyerap akan lebih meningkat dan
kulit menjadi lebih halus.

Melarutkan lemak : Gerakan pengurutan yang sifatnya


menekan dan menghentak seperti meremas/ memijat,
menepuk, memukul dapat membantu melarutkan lemak
sehingga terjadi pembakaran tubuh.

Meningkatkan refleksi pada pencernaaan : Pengurutan


perut dengan gerakan-gerakan tertentu akan lebih
merangsang gerak refleksi (Peristaltik), dengan demikian
akan lebih memperlancar sistem pencernaan.

Meningkatkan fungsi jaringan otot : Meningkatnya sirkulasi


peredaran darah dapat meningkatkan nutrisi (sari
makanan) ke dalam jaringan otot sehingga kekenyalan
dan elastisitas akan lebih bertahan.

344

Meningkatnya peredaran darah yang ditimbulkan oleh


gerak pengurutan akan meningkat pula nutrisi sehingga
dapat memberi makanan pada sel-sel tulang. Dengan
demikian meningkat pula pertumbuhan gerak persendian.

Meningkatkan fungsi jaringan syaraf : Gerakan vibrace


dan friction dapat merangsang pada fungsi syaraf di
seluruh tubuh.

Sistem Getah Bening : Luka akibat pukulan akan


menyebabkan terjadinya pembengkakan yang masuk ke
dalam sirkulasi getah bening. Pijat dapat mengosongkan
saluran getah bening dan menyembuhkan bengkak
tersebut. Jika cairan yang membuat bengkak tidak
disingkirkan, maka akan mengeras sehingga tidak dapat
melewati saluran getah bening. Akibatnya gumpalan
cairan yang mengeras tersebut akan menyumpal di
sekeliling jaringan:otot, tulang, urat, ikatan sendi tulang
(ligament) dan kemudian terbentuk pelekatan (adhesion).

Sistem Kandung Kemih : Pijat di bagian punggung dan


perut akan meningkatkan aktivitas ginjal yang mendorong
pembuangan produk sisa metabolisme dan mengurangi
penumpukkan cairan.

Sistem Reproduksi : Sistem reproduksi juga dapat


ditingkatkan. Pijat pada bagian perut dan punggung dapat
membantu meredakan masalah haid, seperti rasa sakit,
pra menstruasi, haid tidak teratur, dan lain-lain.

1) Penggunaan Minyak Pijat (Minyak Essensial)


Proses memijat akan lebih efektif dengan menggunakan
minyak pijat atau minyak essensial, karena tangan akan
meluncur dengan lembut dipermukaan kulit. Minyak
essensial juga melindungi kulit dari abrasi. Minyak pijat
mengandung vitamin, mineral dan asam lemak, protein,
lesitin dan adapula minyak pijat yang mengandung zat aktif
yang menyembuhkan yaitu: Gamma, linolech, acid (GLA).
Minyak pijat sangat bermanfaat bagi semua tipe kulit, seperti
kulit kering, kulit sensitif, kulit tua/keriput, juga bermanfaat
bagi kulit yang bermasalah antara lain anti radang, sebagai
astringent, hormonal, menyembuhkan dan melembut-kan
kulit. untuk kulit sensitif, kulit yang berpenyakit eksim,
psoriasis, ruam kulit, varises, luka, bekas luka, luka baring
(bedsore) dan memar. Minyak pijat juga dapat meredakan
PMS (Pre Menstrual Sindrome) masalah haid, MS (Multiple
Sclerosis), penyakit jantung, dan kadar kolesterol tinggi.
345

Saat memijat sebaiknya tidak menggunakan terlalu


banyak minyak essensial, karena pegangan saat memijat
akan kurang mantap dan klienpun akan merasa kurang
nyaman. Minyak essensial digosok-gosokkan pada telapak
tangan agar menjadi hangat. Ketika proses pemijatan
sedang berlangsung, sebaiknya tidak memutuskan kegiatan
pijat (berhenti) sebelum pemijatan selesai secara tuntas,
karena penghentian sementara ketika memijit akan
menimbulkan rasa tidak nyaman.

Gambar 8.2
Berbagai Jenis Minyak Pijat

2) Sikap dan Konsentrasi Saat Melakukan Pemijatan


Sikap tubuh seorang operator perlu diperhatikan untuk
menjaga agar tidak cepat lelah dan tetap bisa
berkonsentrasi dalam memijat. Postur yang benar saat
memijat adalah sikap punggung harus dalam posisi tegak
namun rileks, berat badan sedapat mungkin terbagi rata
tertumpu pada kedua kaki, posisi tubuh saat memijat
mengikuti gerak irama pengurutan. Saat memijat operator
harus konsentrasi dan memperhatikan reaksi klien,
pernapasan, ekpresi wajah, reaksi otot-ototnya ketika
dipijat. Suasana hati yang tidak baik dapat menyebabkan
kurangnya konsentrasi, sehingga klien tidak mendapatkan
manfaat pijat yang optimal.
346

Gambar 8.3
Sikap/ Posisi tubuh operator saat memijat harus
tegak dan rileks

3) Klasifikasi Teknik Memijat Tubuh


Pemijatan tubuh pada dasarnya dilakukan dengan berbagai
gerakan pijat yang mempunyai teknik tersendiri dalam
penerapannya. Gerakan pijat tersebut dapat diklasifikasikan
sebagai berikut:
a) Teknik Effleurage
Effleurage adalah gerakan usapan, baik dilakukan
dengan telapak tangan atau bantalan jari tangan.
Gerakan ini dapat dilakukan dengan ringan ataupun
dengan sedikit penekanan. Gerakan ringan biasanya
digunakan untuk meratakan minyak pijat, pengenaan
gerakan (sebagai gerakan permulaan) maupun
menenangkan kembali jaringan otot yang telah
dirangsang dengan gerakan-gerakan lainnya, misalnya:
Tapotage. Gerakan usapan dengan sedikit menekan
(stroking) sifatnya adalah untuk merangsang, dan
memanipulasi jaringan otot. Strocking adalah gerakan
usap yang dilakukan dengan penekanan mengikuti
347

peredaran darah menuju jantung maupun kelenjarkelenjar getah bening. Strocking dapat dilakukan dengan
telapak tangan maupun bantalan ibu jari.
Gerakan effleurage maupun strocking bermanfaat
menenangkan saraf serta akan menghilangkan stres,
tegang, sakit kepala dan akan membuat tidur lebih pulas.
Effleurage dapat menggiatkan kembali dan menstimulasi
sistem saraf pusat. Jaringan tubuh akan berfungsi
dengan lancar, meningkatkan sirkulasi dan aliran limfe
untuk menyingkirkan sisa-sisa metabolisme dan racun
tubuh. Effleurage akan memperbaiki keadaan kulit,
meningkatkan kesehatan, serta membuat kulit lebih
halus, mulus dan lebih bercahaya.
Selama melakukan effleurage tidak terjadi
kehilangan kontak dengan klien karena dapat mengganggu relaksasi klien. Saat memijat, kedua tangan
harus dalam keadaan rileks dan memijat tidak terlalu
menekan atau melakukan gerakan mendadak. Tekanan
atau gerakan mendadak akan berakibat saraf terganggu,
gerakan pijatan sebaiknya lembut, ritmik dan datar,
gunakan seluruh tangan, bukan hanya jari-jari. Dengan
demikian gerakan pijat bisa menjangkau area yang lebih
luas, kecuali jika sedang memijat area yang kecil: wajah,
saat memijat tidak melakukan pijatan atau usapan ke
arah bawah. Gerakan effleurage/ strocking selalu
mengarah ke jantung menuju ke arah tungkai bagian
atas, lengan bagian atas dan punggung bagian atas.
Dapat juga melakukan gerakan pijat memusat
(centripetal direction), yaitu gerakan memutar menuju
pusat atau sebaliknya, memutar menuju ke arah luar.

Gambar 8.4
Teknik Effleurage (Usapan)
pada Pemijatan Tubuh

348

b) Teknik Friction
Teknik pijat friction menggunakan bagian jari jempol,
yaitu melakukan gerakan melingkar kecil-kecil dengan
penekanan yang lebih dalam dengan menggunakan ibu
jari tersebut. Gerakan ini digunakan pada area tubuh
tertentu seperti betis, trepezium dan lain-lain, dengan
maksud untuk penyembuhan ketegangan otot dan rasa
pegal pada persendian. Dalam melakukan gerakan
friction boleh menggunakan ujung jari, buku jari bahkan
siku tangan. Untuk melepaskan bagian otot yang tegang
dapat menggunakan gerakan memutar (putaran kecil)
dari jari jempol. Gerakan ini efektif jika dilakukan pada
setiap sisi tulang belakang.
Teknik ini bermanfaat untuk melepaskan bagianbagian otot yang kejang yang terbentuk sebagian akibat
stress dan ketegangan, dapat menghilangkan akumulasi
dari sisa-sisa metabolisme. Pijat friction dapat membantu
memecah deposit lemak, oleh karena itu bermanfaat
dalam kasus obesitas, sangat efektif menghilangkan
benjolan bekas luka yang telah sembuh sempurna dan
bermanfaat mengurangi tonjolan pada lutut seperti
platella dan meningkatkan temperatur tubuh dengan cara
meningkatkan aktivitas sel-sel tubuh sehingga aliran
darah lebih lancar.
Saat memijat teknik friction dilakukan berangsurangsur menekan jaringan tubuh makin lama makin
keras, sesuai dengan toleransi tubuh yang dipijat, namun
tidak menekan secara berlebihan agar tidak terasa sakit.
Saat melakukan gerakan friction tidak membungkukkan
pundak untuk menekan, karena akan mengakibatkan
kelelahan. Gerakan pijat dilakukan dengan menggerakan
jaringan di bawah kulit, tidak hanya kulitnya saja.

Gambar 8.5
Teknik Friction (Memecah)
pada Pemijatan Tubuh

349

c) Teknik Petrissage dan Teknik Kneading


Petrissage berasal dari kata petrir yang artinya meremas
terdiri dari gerakan membetot (picking up), meremas
(wringing), meremas (squeezing), meremas (kneading)
dan menggelindingkan (rolling). Teknik petrissage
bermanfaat untuk pengosongan dan pengisian pembuluh
darah vena dan pembuluh limfe. Suplai darah lebih
banyak, dibawa ke otot klien. Meningkatnya aliran darah
akan mengakibatkan kemerahan dan kenaikan suhu di
bagian yang sedang dipijat menunjukkan bahwa pijatan
berjalan efektif.
Aliran darah membawa nutrisi baru untuk otot
yang dipijat dan semua toksin yang mengendap pada
bagian tersebut dan dikeluarkan dari jaringan yang lebih
dalam. Pijat petrissage juga bermanfaat untuk memecah
dan mengeluarkan endapan lemak di sekitar panggul,
bahu dan bokong. Teknik ini membantu melindungi otot
agar tidak kaku setelah olah raga dan dapat meredakan
otot yang tegang. Selama melakukan Petrissage
yaitu pastikan selalu menggunakan seluruh tangan,
bukan hanya jari-jari dan jempol, betot ototnya bukan
kulitnya, karena akan berbahaya mencubit daging.
Kneading merupakan bentuk dari gerak petrisage
yaitu gerakan memijit ataupun meremas dengan
menggunakan telapak tangan maupun jari-jari tangan.
Beberapa variasi gerak kneading tergantung dari area
dan kelompok tertentu yang akan diurut antara lain:
Finger kneading, ironing, picking up, skin rolling dan
wringing
Finger Kneading merupakan gerakan meremas
dengan ibu jari ataupun jari telunjuk dan jari tengah,
melingkar-lingkar pada otot tertentu di mana gerakan ini
hampir sama dengan gerakan friction hanya gerakan
finger kneading digunakan pada sekelompok otot.
Ironing merupakan gerakan meremas menggunakan dua
telapak tangan yang disatukan untuk lebih memberi
penekanan pada otot tertentu. Picking Up merupakan
gerakan mencubit dengan menggunakan ibu jari dan
telunjuk sehingga otot terangkat dari tulang. Gerakan ini
dilakukan dengan dua tangan atau satu tangan di mana
teknik ini sangat berguna pada area tubuh yang
berlemak, jaringan otot yang tebal misal: pada otot
bokong dan otot panggul. Skin Rolling merupakan salah
350

satu bentuk pengurutan dengan penekanan yang lebih


kuat. Gerakan ini hanya dapat dilakukan pada otot yang
berhubungan dengan tulang yang keras dan biasanya
pada area yang berlemak. Wringing merupakan gerakan
memeras dan mengangkat bagian jaringan otot dari
samping ke samping sepanjang otot.

Gambar 8.6
Teknik Petrisage (Meremas)

d) Teknik Percussion Movement atau Tapotage


(Tapotement)
Tapotement termasuk satu seri pijat ringan, cepat
dengan gerakan kejut (striking action) dengan kedua
tangan bergantian secara cepat. Dua pijatan utama
dalam gerakan tapotement yaitu cupping dan hacking.
Keduanya bisa dilakukan pada semua bagian tubuh
meskipun paling efektif pada bagian yang berdaging dan
berotot besar seperti pinggul. Gerakan lainnya dari
tapotement adalah meliputi memukul perlahan (flicking),
memukul (beating) dan menumbuk (pounding). Tenaga
yang digunakan untuk memijat dengan teknik tapotement
berasal dari pergelangan tangan, bukan dari siku tangan
atau bahu. Diperlukan keluwesan pergelangan tangan
untuk memperoleh hentakan yang ringan dan tidak sakit
pada klien dan merangsang sesuai dengan tujuan dalam
melakukan tapotement. Tapotement tidak boleh
dikenakan pada area yang bertulang menonjol ataupun
pada otot yang tegang serta area yang terasa sakit atau
nyeri. Beberapa variasi percussion movement adalah :
mencincang (hacking), flicking, menepuk (cupping atau
capping), memukul (beating) dan meninju (pounding)
351

Teknik hacking menggunakan tepi tangan (the


ulnar border). Kedua tangan diposisikan di atas bahu
klien dengan telapak tangan saling berhadapan, jempol
berada di atas. Tangan diturunkan (berupa pukulan
ringan menggunakan sisi telapak tangan) bergantian
secara ritmik ke tubuh klien dengan gerakan cepat.
Teknik ini digunakan pada setiap akhir pemijatan untuk
membangunkan klien. Teknik pijat flicking mirip hacking
dan seringkali dijelaskan sebagai finger hacking atau
teknik hacking menggunakan jari-jari. Dalam melakukan
teknik ini, pergelangan tangan dilenturkan dan hanya
menggunakan kelingking untuk menyentuh tubuh yang
dipijat (bukan sisi telapak angan). Gerakan ini jauh lebih
ringan dan lebih lembut dibandingkan hacking. Cupping
dilakukan dengan telapak tangan menghadap ke arah
bawah, membentuk sebuah lekukan yang vakum.
Tangan yang sudah membentuk lekukan diturunkan
dengan cepat, sampai menyentuh tubuh klien, sehingga
terbentuk vakum yang kemudian dilepas saat
mengangkat tangan. Beating dilakukan dengan kedua
tangan dalam posisi saling menempel dan jari-jari tangan
digenggam ringan dengan posisi jari kelingking
menyentuh tubuh yang dipijat. Pounding menggunakan
telapak tangan dalam posisi genggam dengan cara
memukul pada tubuh yang dipijat secara cepat.
Tapotement sifatnya menstimulasi, yaitu pada saat
darah terdorong ke permukaan, sirkulasi meningkat.
Tapotement bermanfaat terutama untuk melakukan
pemanasan sebelum melakukan berolah raga. Teknik
cupping bermanfaat jika dilakukan pada punggung
bagian atas dan tengah, karena mampu mengeluarkan
lendir yang ada dalam paru-paru, sehingga pernafasan
menjadi longgar. Tapotement juga bermanfaat dalam
mempengaruhi kesehatan otot dan memperkuat
kontraksi otot saat distimulasi. Pijat ini juga berguna
untuk mengurangi deposit lemak dan bagian otot yang
lembek (biasanya di bagian bokong dan pinggul).
Selama melakukan tapotemet tangan harus betulbetul membentuk cup (mangkuk) ketika melakukan
cupping, agar mampu menimbulkan suara dan orang
yang dipijat tidak merasa sakit, ketika melakukan
hacking, jari-jari jangan dalam keadaaan tegang, karena
pukulan yang sampai ke tubuh klien akan menyakitkan,
352

usahakan tangan lemas dan pastikan penggunaan


tenaga berasal dari pergelangan tangan. Jika
menggunakan tenaga dari siku atau bahu akan cepat
lelah, teknik pijat tapotement tidak digunakan pada
bagian tubuh yang bertulang, karena akan
menimbulkan rasa sakit, terutama bagian punggung.

Gambar 8.7
Teknik Clapping dan Hacking pada Pemijatan Tubuh

e) Teknik Vibration dan Shaking


Vibration atau vibrasi adalah gerakan pijat menggetarkan
jaringan tubuh yang ditimbulkan oleh pangkal lengan,
dengan menggunakan telapak tangan atau jari-jari
tangan. Vibrasi statis adalah vibrasi yang dilaksanakan
bila hanya berhenti pada suatu tempat, dan vibrasi
dinamis bila gerakan tersebut berjalan menuju ke bagian
tempat lainnya. Shaking adalah gerakan getar yang lebih
kuat, sejenis guncangan. Vibrasi juga bisa dilakukan
dengan jari-jari tangan di sepanjang jalan saraf. Cara
melakukan vibrasi yaitu telapak tangan ditaruh pada
bagian tubuh yang akan digetarkan. Otot bagian tubuh
yang dipijat digetar-getarkan dengan cepat. Gerakan
getar yang lembut disebut vibrasi. Jika getaran dilakukan
dengan kuat, disebut shaking atau mengguncang.

353

Gerakan getar Vibration dan Shaking menstimulasi


bagian tubuh yang digetarkan. Vibrasi yang dilakukan
pada saraf, bermanfaat untuk memperbaiki/ memulihkan
dan mempertahankan fungsi saraf serta otot yang disuplai
oleh saraf yang bersangkutan sehingga meningkatkan
suplai nutrisi. Vibration berguna untuk menyembuhkan
kelumpuhan atau saraf yang lemah. Shaking dapat
dilakukan pada bagian perut untuk menyembuhkan atau
memperbaiki pencernaaan. Juga untuk meningkatkan
kesehatan usus dan memerangi sembelit. Vibrasi dan
shaking pada bagian dada sangat baik untuk
menyembuhkan masalah-masalah pernafasan seperti
asma. Beberapa hal yang perlu dihindari selama
melakukan vibration dan shaking yaitu tidak dianjurkan
pada bagian tubuh yang sedang mengalami peradangan,
Vibration dan shaking tidak dilakukan dengan cepat dan
tidak terlalu menekan.

Gambar 8.8
Teknik Vibration (Menggetar)
pada Pemijatan Tubuh

4) Prosedur Massage atau Pijat


a) Teknik Pemijatan Tungkai Bagian Belakang
( Posterior Leg Massage)
(1) Pijat Effleurage Pada Tungkai
Melakukan pijat effleurage di seluruh bagian
tungkai kaki menggunakan telapak tangan untuk
melakukan gerakan menekan dan boleh me-lakukan
gerak tekanan pada bagian belakang lutut. kedua
354

tangan diposisikan dalam bentuk huruf V dengan


satu tangan berada di depan tangan lainnya atau
lengkungkan dalam bentuk mangkuk untuk gerakan
mengelus. Gerakan menekan hanya dilakukan saat
memijat ke arah atas. Ketika kedua tangan mencapai ujung paha, kedua tangan dipisahkan lalu
kedua tangan diluncurkan ke arah bawah dengan
lembut tanpa tekanan sampai mencapai pergelangan kaki.

Gambar 8.9
Pijat Effleurage pada
Tungkai

(2) Pijat Effleurage pada Betis


Pijat effleurage pada otot betis dilakukan secara
ringan dan ritmik. Hindari memijat popliteal space
(bagian antara urat lutut dan otot betis).
(3) Memisahkan Otot Besar Betis (Gastrocnemius)
Gastrocnemius dilakukan de-ngan menggunakan
kedua jempol tangan, mulai memijat dari tumit, untuk
memisahkan dua simpul otot gastrocnemius di betis.
Tekanan pijat dilepaskan tepat di bagian bawah
bagian belakang lutut dan tangan diluncurkan
dengan lem-but, lalu kembali turun ke pergelangan
kaki tanpa tekanan.

355

Gambar 8.10
Gerakan Gastrocnemius
(Memisahkan otot besar
pada betis)

Gerakan meremas (kneading) :


Mengambil dan meremas : Kedua tangan ditaruh
rata pada otot betis, kemudian melakukan
gerakan mengambil, meremas lalu melepaskan
otot dengan lembut.

Gambar 8.11
Gerakan Mengambil dan Meremas

Mengambil dan Menggelinding- kan : Otot betis


diambil dan diperas, kemudian digelinding-kan ke
dua arah. Dengan kedua jempol tangan, otot
digelin-dingkan ke arah jari-jari tangan. Otot
digelindingkan mengguna-kan jari-jari tangan ke
arah jempol.

356

Gambar 8.12
Gerakan Mengambil dan Meremas

Meremas : Kedua tangan ditaruh rata pada


betis. Gerakan masing-masing tangan ke arah
yang berlawanan, dengan gerakan ambil, remas
dan gelindingkan otot tersebut

Gambar 8.13
Gerakan Meremas

(4) Penyelesaian Tungkai Bawah Pijat Effleurage


Pada Paha
Memijat dengan teknik effleurage pada seluruh paha,
gunakan tekanan yang kuat saat memijat ke arah
atas dan tanpa tekanan saat kembali ke bawah.
(5) Meremas Paha
Cara meremas paha yaitu: comot daging paha, putar
dengan gerakan rolling (masing-masing tangan
memutar ke arah yang berlawanan), kemudian
remas bagian dalam, tengah dan luar otot paha.
357

(6) Pijat Perkusi (Percussion Movement)


Pijat perkusi dapat dengan menggunakan teknik
cupping dan hacking pada seluruh tungkai kaki,
kecuali bagian belakang lutut yang disebut poplitel
space.
(7) Penyelesaian
Penyelesaian dengan effleurage dilakukan dengan
memijat bagian belakang tungkai kaki di seluruh
tungkai kaki dengan cara meluncurkan tangan tanpa
tekanan. Berangsur - angsur kurangi tekanan pada
setiap gerakan. Cupping dihentikan pada tumit
dengan tangan tertangkap pada tumit.
b) Teknik Pemijatan Tungkai Bagian Depan (Anterior
Leg Massage)
(1) Effleurage Pada Tungkai Kaki
Pijat effleurage dilakukan pada seluruh tungkai kaki
mulai dari pergelangan kaki sampai ke paha atas,
menggunakan hanya tekanan ringan pada lutut.
Kedua tangan diletakkan sampai mencapai pinggiran
tungkai kaki, satu tangan di atas tangan lainnya. Saat
mencapai bagian atas paha, kedua tangan
dipisahkan, lalu diluncurkan pada sepanjang sisi-sisi
tungkai dengan lembut ke bawah.
(2) Effleurage Pada Paha
Pijat dengan kuat seluruh paha dengan tekanan
ketika memijat ke arah atas dan dengan lembut
ketika ke arah bawah. Bagian yang dipijat adalah otot
quadriceps dan sartorius di paha bagian depan, otot
addutors dan gracilis di paha bagian dalam dan otot
tensor fascia lata di paha bagian luar.
(3) Meremas paha
Cara meremas paha : comot daging paha, putar
dengan rolling (masing-masing tangan memutar ke
arah yang berlawanan), kemudian remas bagian
dalam, tengah dan luar otot.
(4) Effleurage Pada Paha
Effleurage pada paha dilakukan untuk membersihkan
lebih lanjut deposit lemak.
358

(5) Patella
Pijat patella (lutut, knee cap) menggunakan gerakan
pijat friksi memutar (small circular friction movement)

Gambar 8.14
Patella

(6) Effleurage Pada Tungkai Bagian Bawah


Pijat effleurage dilakukan pada separuh tungkai
bagian bawah menggunakan tangan yang dibentuk
seperti mangkuk, mulai dari pergelangan kaki menuju
lutut. Gunakan lebih sedikit tekanan pada bagianbagian yang lembut, tidak sekuat jika memijit paha.
(7) Petrissage Pada Tungkai Bagian Bawah
Pijat petrissage (terdiri dari picking up, wringing,
squeezing dan rolling) sepanjang bagian luar otot
tibialis anterior pada bagian bawah tungkai kaki. Otot
tibialis anterior dapat ditemukan dengan mudah jika
klien menarik kakinya.
(8) Effleurage Tungkai
Pijat effleurage dilakukan pada seluruh tungkai kaki.
(9) Tapotement
Pemijatan dengan cupping dan hacking hanya
dilakukan pada paha.
(10) Penyelesaian
Pijat effleurage pada seluruh tungkai, kemudian
berangsur-angsur tekanan pemijatan dikurangi pada
setiap gerakan.
359

c) Teknik Pemijatan Kaki (Foot)


(1) Effleurage Pada Kaki
Teknik effleurage dilakukan pada seluruh bagian
kaki dengan kuat, menggunakan kedua tangan.
Bagian atas kaki (dorsum) dekap dengan kedua
tangan, kedua sisi kaki dan telapak kaki (plantar
aspect), kemudian melakukan gerakan dari dasar
jari-jari kaki menuju ke atas (lihat gambar). kedua
tangan diluncurkan ke atas mengelilingi pergelangan kaki, lalu ke arah sebaliknya.
(2) Friction Pada Telapak Kaki
Friction pada seluruh telapak kaki dilakukan dengan
satu tangan menahan tumit menggunakan jari
jempol (lihat gambar), mulai dari bagian bawah
jempol kaki, dengan gerakan memutar keluar
menuju ke bagian bawah jari kelingking. pijatan
diteruskan ke seluruh bagian telapak kaki dengan
arah garis-garis horizontal sampai telapak kaki
terpijat seluruhnya.
(3) Effleurage
Teknik effleurage dilakukan pada seluruh kaki.
(4) Friction Pada Jari-jari Kaki
Pijat friction dilakukan pada seluruh sendi jari-jari
kaki.
(5) Jari-jari Kaki
satu tangan menahan tumit, kemudian melaku-kan
gerakan menarik masing-masing kaki.
(6) Effleurage
Teknik effleurage dilakukan lagi pada kaki.
(7) Pergelangan kaki
Teknik friction dilakukan pada sendi pergelangan
kaki, menggunakan kedua jempol tangan.
(8) Gerakan Pergelangan kaki
Satu tangan menahan tumit, kaki didorong ke arah
belakang dan arah bawah dengan perlahan namun
tegas. telapak kaki digerakkan ke arah dalam lalu ke
arah luar. Setelah itu, kaki diputar sesuai jarum jam
dan berlawanan jarum jam.
360

(9) Vibrations
Kedua tangan diletakkan pada salah satu telapak
kaki, lalu getarkan secara cepat.
(10) Penyelesaian
Gerakan effleurage dilakukan kembali pada kaki
dengan lembut, kemudian diakhiri dengan
menangkup kaki dengan kedua tangan dan remas
perlahan.

Gambar 8.15
Friction pada Telapak Kaki

Gambar 8.16
Effleurage pada Telapak Kaki

Gambar 8.17
Vibrations pada Telapak Kaki

d) Teknik Pemijatan Punggung (Back)


(1) Effleurage di seluruh punggung
Gerakan diawali mengusap punggung bagian
bawah di atas bokong meng-gunakan kedua tangan.
Masing masing tangan mengurut sisi punggung.
361

Gerakan tangan menuju ke arah leher. Ketika


tangan mencapai ujung atas punggung, tangan dipisahkan ke arah luar melewati bahu. Tangan
dikembalikan ke posisi awal, tangan diluncurkan
tanpa tekanan.

Gambar 8.18
Effleurage di Seluruh
Punggung

(2) Effleurage menyamping di seluruh punggung


Kedua tangan ditaruh mendatar di bagian tengah
punggung bawah di atas bokong, dengan kedua
pangkal tangan saling bersisikan. Gerakkan ke dua
tangan ke arah sisi tubuh dengan menggunakan
pangkal ta-ngan. Gerakan diulang menuju ke atas
punggung sampai seluruh punggung terurut.

Gambar 8.19
Effleurage menyamping
di Seluruh Punggung

362

(3) Friction pada otot-otot punggung


Ujung jempol diposisikan pada dua lekukan tulang
punggung yang tampak di dasar punggung
kemudian melaku-kan gerakan memutar dan tidak
boleh melakukan tekanan langsung pada
punggung. Usahakan jarak antara kedua sama
ketika kedua tangan merambah menuju ke bagian
atas punggung. Gerakan melingkar ke arah luar
dilakukan dengan perlahan tapi tegas, dan
menyusup ke dalam ketika jari jempol mencari
simpul otot. Jika melakukannya dengan benar,
maka jempol akan terasa sakit setibanya di bagian
leher. Kemudian kembali ke awal dengan gerakan
yang ringan.

Gambar 8.20
Friction pada Otot-Otot
Punggung

(4) Meluncurkan jempol pada punggung


Bantalan jempol diletakkan pada lekukan punggung
lagi, dan jempol diluncurkan ke arah atas menuju
leher dengan tekanan yang kuat. Pada saat
luncuran ke arah bawah, tekanan jempol dikurangi
dengan tekanan yang lebih ringan.
(5) Mengurut otot-otot tulang punggung
Mulai dari wilayah bokong, pijat pada satu sisi
menggunakan gerakan menggosok dan mendorong
dengan kedua tangan berganti-ganti. Ikuti gerakan
sepanjang lengan, dengan menuju ke arah atas
sampai bahu lalu turun lagi, tidak memijat langsung
pada tulang punggung. Gerakan diulangi dengan
menggosok pada sisi lain dari punggung.
363

Gambar 8.21
Mengurut Otot-Otot Tulang Punggung

(6) Gerakan effleurage menyamping


Gerakan langkah kedua diulagi tetapi hanya di
wilayah bagian bawah punggung dan bokong.
(7) Gerakan friction pada iliac crest (bagian atas
pinggul)
Bantalan jempol diletakkan kembali pada lekukan
tulang punggung. Lalu melakukan gerakan
memutar yang dalam melewati iliac crest bagian
atas pinggul.

Gambar 8.22
Gerakan Friction
pada Iliac Crest

364

(8) Gerakan memutar pada bokong


Salah satu tangan ditempatkan mendatar pada
sacrum (tulang ekor) dan taruh tangan satunya di
atas tangan pertama, lalu tangan pertama diputar
dengan gerakan menuju bokong kanan dan
kembali ke sacrum. Kemudian gerakan diulangi
dengan memutar ke arah bokong kiri dan kembali
lagi ke sacrum.
(9)

Meremas (petrissage) bagian bawah punggung


dan bokong
Meremas dari sisi yang berlawanan dengan klien.
Pada bokong bagian bawah punggung. Pijat ototototnya perlahan dan sepenuhnya saat meremas,
menggelindingkan dan memeras bokong tersebut.
Gerakan ini diulangi pada sisi bagian bokong
lainnya.

(10) Tapotement
Pijat cupping dengan telapak tangan dilengkungkan membentuk mangkuk dan gerakan pijat
hacking dengan cara memukul-mukul menggunakan sisi tangan, pada bokong, atau dapat juga
memukul dan memalu ringan bagian ini dengan
tangan terkepal.
(11) Effleurage
Pijat effleurage pada seluruh punggung menggunakan tekanan yang kuat saat gerakan ke atas,
dan lembut sampai gerakan kembali turun.
(12) Gerakan lingkar pada bahu
Taruh satu tangan mendatar di atas tangan
lainnya lalu dengan kedua tangan, gerakkan
tangan bertumpuk tersebut melingkar sekeliling
tulang belikat, sampai bahu terasa hangat dan
lemas.
(13) Friction pada tulang belikat
Klien sebaiknya pada posisi melengkung dan
lengan berada di punggung agar lebih mudah
melihat tulang belikat. Jika posisi ini tidak nyaman,
maka lengan boleh ditaruh di samping tubuh
dengan gerakan memutar meng-gunakan tekanan
di sekeliling tulang belikat. Ketika akan mencair365

kan simpul-simpul saraf, menggunakan gerakan


friction melingkar beberapa kali. Langkah ini
dilakukan pada kedua belah tulang belikat.

Gambar 8.23
Friction pada Tulang
Belikat

(14) Petrisage pada bahu


Gerakan-gerakan secara ritmik dilakukan pada
bagian atas bahu: mencomot, meremas, dan
memeras
otot-otot
bahu
dan
sekitarnya
menggunakan dua tangan bergantian.

Gambar 8.24
Gerakan Petrisage
pada Bahu

(15) Mengeringkan wilayah bahu


Untuk menghilangkan racun-racun tubuh yang
dikeluarkan melalui ketiak, lakukan pijat effleurage
dengan kuat dari arah bagian dalam tulang belikat
ke arah luar dan bawah simpul-simpul limfa di
ketiak.
366

(16) Melemaskan leher


Kepala klien bertumpu pada kedua tangannya
agar tulang Iehernya lurus. Sebuah handuk kecil
digulung dan Ietakkan di keningnya agar klien
merasa nyaman. kedua telapak tangan ditaruh
menghadap ke bawah pada kontur tulang leher,
otot-otot leher dicomot dan diremas perlahan dan
hati-hati menggunakan seluruh telapak tangan,
bukan hanya jari-jari tangan, karena akan
menghasilkan rasa sakit seperti cubitan pada
klien.
(17) Effleurage
Pijat effleurage dilakukan lagi pada seluruh bagian
punggung.
(18) Usap Punggung
Kedua tangan dilemaskan, sentuh setiap sisi
punggung dengan jari-jari tangan dan gerakkan
tangan ke arah. gerakan mengusap dilakukan
dengan ujung jari (ke arah bawah) beberapa kali.
(19) Penyelesaian
Seluruh punggung klien ditutup dengan handuk
dan dengan sangat hati-hati tangan digerakkan ke
arah bawah secara intuitif.
e) Teknik Pemijatan Lengan (Arm) dan Tangan (Hand)
(1) Effleurage Lengan
Pijat effleurage di seluruh lengan, dan pergelangan tangan sampai ke bahu, dapat dilakukan
dengan dua cara. Bagian bawah lengan yang
akan dipijat ditahan dengan satu tangan,
sementara tangan Iainnya melakukan pijat
effleurage boleh meng-ganjalnya dengan bantal.
untuk memegang jari-jari tangan yang akan dipijat
menggunakan satu tangan, seperti orang
bersalaman, lalu dengan tangan Iainnya
melakukan pijat effleurage.

367

Gambar 8.25
Gerakan Effleurage pada Lengan

(2)

Friction Pada Bahu


Gerakan friction melingkar secara perlahan di
sekitar bagian depan, atas, dan belakang sendi
bahu dilakukan untuk melemaskan dan memudahkan gerak sendi bahu.

(3) Petrissage Pada Lengan Atas


Lengan yang akan dipijat ditekuk dan lengan
bawah ditaruh pada tubuh sehingga lengan
tersebut ditopang oleh tubuh atas klien.
Kemudian melakukan gerakan comot (pick up),
gelinding (roll), dan memeras (wring) pada otot
biceps dan triceps dengan kuat dan ritmik.
(4) Friction Pada Siku
Lengan yang akan dipijat ditopang, lalu melakukan
gerakan friction melingkar di sekitar sendi siku.
(5) Effleurage Pada Lengan
Melakukan usapan effleurage pada seluruh lengan
untuk mendorong keluar racun-racun di dalam
tubuh ke arah kelenjar limfe di ketiak.
(6)

Effleurage Pada Lengan Bawah


Lengan bawah diangkat, lengan atas tetap pada
posisi biasa, kemudian melakukan usapan
effleurage dengan kuat mulai pergelangan tangan
sampai siku.
368

Gambar 8.26
Effleurage
pada Lengan Bawah

(7) Friction Pada Sendi Pergelangan Tangan


Melakukan friction pada tulang carpal di pergelangan tangan dengan menggunakan jempol
jari.
(8)

Menggerakkan Pergelangan Tangan


Menjalin jari-jari tangan dengan jari-jari tangan
orang yang pijat, kemudian tekuk pergelangan
klien dengan perlahan dan hati-hati ke arah
belakang lalu ke arah depan. Setelah itu
pergelangan tangannya diputar sesuai jarum jam
dan lawan arah jarum jam, ini merupakan latihan
gerakan yang baik untuk otot flexor (otot yang
membuat sendi mampu membengkok) dan otot
extensor (otot yang membuat sendi mampu lurus).

(9)

Friction Pada Tangan


Gerakan friction dilakukan dengan menggunakan
jari jempol pada telapak tangan juga pada punggung tangan klien.

(10) Menggerakkan Jari-Jari


Pemijatan 14 ruas tulang jari tangan dilakukan
dengan gerakan meremas (squeeze) dan menarik
pada setiap jari dengan perlahan dan hati-hati
menggunakan jempol dan jari telunjuk lakukan
gerakan friction ruas-ruas tulang jari tangan.
Lenturkan dan tarik setiap ruas ingat ada 2 ruas
pada jempol dan 3 ruas pada jari-jari lain. Lakukan
gerak putar pada setiap jari sesuai jarum jam dan
anti jarum jam.
369

(11) Effleurage Pada Lengan


Gerakan effleurage dilakukan dengan tekanan
kuat pada seluruh lengan, mulai dari pergelangan
tangan menuju ke atas ke arah jantung dan
kelenjar limfe di ketiak. Setelah itu, tangan kembali
diluncurkan sambil mengurangi tekanannya.
(12) Penyelesaian
Pada usapan terakhir tangan klien dijepit di antara
dua telapak tangan dan remas perlahan dan
gerakan ini pada lengan yang lain.
f) Teknik Pemijatan Perut (Abdomen)
(1) Gerak Putar Effleurage (Dengan Dua Tangan)
Posisi operator harus di sebelah kanan klien ketika
memulai memijat. Kedua tangan diletakkan secara
bertumpuk pada pusar klien, Ialu lakukan gerak
memutar sesuai arah jarum jam. Secara bertahap
perluas ukuran Iingkaran gerak, sampai seluruh perut
terpijat. Gunakan tekanan ringan pada awalnya, lalu
secara bertahap tingkatkan tekanan ketika klien
mulai rileks.

Gambar 8.27
Gerak Putar Effleurage

(2) Gerak Putar Effleurage (Dengan Satu Tangan)


Gerakan melingkar dilakukan disekitar perut dengan
satu tangan dan tangan lain mengikutinya, sesuai
arah jarum jam.

370

Gambar 8.28
Gerak Putar Effleurage dengan Satu Tangan

(3)

Pijat Usus
Pijat usus dilakukan dengan cara memulai dari sisi
bawah perut sebelah kanan dengan menggunakan
bagian yang datar dan tiga buah jari bagian tengah
satu tangan, kemudian memijat usus dengan gerak
memutar searah jarum jam menggunakan gerak
friction dengan putaran kecil. Pijat usus dimulai
pada organ caecum (titik pertemuan antara usus
besar dan keciI tempat lekatnya usus buntu),
bergerak naik menuju hepatic flexure, melewati the
transverse colon menuju splenic flexure lalu
menurun the descending colon menuju sigmoid
colon. Tangan diluncurkan menuju posisi awal tanpa
penekanan. Ringkasnya, pijat dimulai dan perut
bagian bawah kanan, pijat dengan arah memutar
sesuai jarum jam, mengitari pusar menuju perut kiri
bagian bawah, laIu kembali ke posisi awal.

Gambar 8.29
Pijat Usus

371

(4) Gerak Putar Effleurage (Dua Tangan)


Gerakan putar effleurage dilakukan dengan gerakan
memutar searah jarum jam, menggunakan satu
tangan dengan tangan lainnya mengikuti arah di
belakangnya.
(5) Mengeringkan Perut (Satu Sisi)
Mengeringkan perut dilakukan dengan menggunakan dua tangan satu di atas yang lain, meraih
bagian bawah perut di sisi yang jauh, lalu tangan
ditarik ke atas dan diturunkan lagi ke arah kandung
kemih, mengulangi gerakan pada sisi lain.
(6)

Gerak Memutar Effleurage


Gerakan effleurage dilakukan pada seluruh perut
menggunakan satu tangan yang diikuti oleh tangan
lain.

(7) Tapotement
Dilakukan dengan meraih sisi yang berlawanan,
lakukan cupping dan pukulan ringan dengan sisi
tangan, pada daerah pinggang dan pinggul.
(8) Gerak Getar Pada Panggul
Gerak getar pada panggul menggunakan telapak
tangan, kedua tangan ditaruh masing-masing pada
satu sisi panggul. Tangan digetarkan perlahan dan
hati-hati.
(9)

Penyelesaian
Penyelesaian dilakukan dengan gerak putar
effleurage searah jarum jam menggunakan satu
tangan diikuti tangan lainnya. Secara bertahap
tingkatkan penekanan dan berhentilah di pusar.

g) Teknik Pemijatan Dada (Chest) & Leher (Neck)


(1) Effleurage Pada Dada
Posisi operator berada di bagian kepala klien, dan
kedua tangan ditaruh pada bagian tengah dada
klien, di bawah tulang selangka. Jari-jari dirilekskan,
dan dengan menggunakan bagian belakang kedua
tangan. Gerakan usapan effleurage dilakukan
372

dengan hati-hati ke arah luar menuju ke arah ketiak.


Ketika tiba di bagian bahu, tangan dibalikkan lalu
dengan menggunakan telapak tangan untuk
mengusap dan mendorong limfa menuju ke kelenjar
di ketiak. Gerakan usapan dilakukan untuk kembali
ke posisi awal tanpa penekanan.

Gambar 8.30
Effleurage Pada Dada

(2) Friction Pada Dada


Gerakan friction pada dada dimulai dari bagian
tengah dada klien, di bawah tulang selangka,
kemudian melakukan gerakan melingkar dengan
hati-hati menggunakan jari-jari dan jempol, lalu
memijat ke arah dan sekitar bagian depan bahu.
(3) Petrissage Pada Dada
Petrissage pada dada dilakukan dengan menggunakan kedua tangan secara bergantian, remas dan
peras bagian yang berdaging di bagian depan ketiak
klien. Mula-mula lakukan pada satu sisi lalu
luncurkan kedua tangan ke sisi Iainnya, kemudian
melakukan gerakan tersebut beberapa kali.
(4) Regangan Pada Otot-Otot Dada dan Bahu
Regangan pada otot-otot dada dan kedua bahu
dilakukan dengan menggunakan gerakan cupping,
lalu bahu didorong dengan lembut ke bawah ke arah
kaki, gerakan ini dilakukan beberapa kali. Kedua
373

tangan dipindahkan dan lalu melakukan gerakan


cupping pada bagian depan bahu, dan dengan
lengan terulur lurus dan menekan pada bagian
tersebut ke bawah selama kira-kira 5 detik lalu
dilepaskan secara perlahan.
(5) Melemaskan Leher
Cara melemaskan leher yaitu dengan memegang
bagian bawah leher dengan kedua tangan sehingga
ujung jari-jari menyentuh leher, mengusap dengan
lembut, dan menarik ke arah atas dan bawah.
(6) Mengusap Sisi
Kepala klien di putar ke satu sisi, satu tangan
diletakkan pada dahinya dan tangan lainnya
diusapkan mulai dan telinga menuju ke bawah ke
satu sisi leher dan bahu atas, kemudian gerakan ini
diulangi pada sisi lainnya.
(7) Friction Pada Tengkorak
Friction pada tengkorak dilakukan gengan kepala
diluruskan, raba dan rasakan bagian dasar tulang
tengkorak menggunakan jari-jari kedua tangan. Lalu
melakukan gerakan friction memutar sekeliling
bagian dasar tengkorak tersebut.
(8) Regangan Pada Leher
Regangan pada leher dilakukan dengan gerakan
cupping di bagian belakang kepala, dengan jari-jari
kedua tangan pada bagian dasar tulang tengkorak.
Lalu ditarik dengan lembut dan perlahan ke arah
operator ketika operator mencondongkan tubuh ke
belakang, operator sebaiknya menggunakan berat
badan sebagai tenaga untuk menarik ke leher klien
dan tidak menyentakkan atau menarik leher secara
tiba-tiba.
(9) Penyelesaian
Dahi klien dipegang dengan lembut menggunakan
kedua tangan, agar klien tenang dan tenteram.

374

h) Teknik Pemijatan Wajah


(1) Effleurage Pada Dahi
Dahi klien diusap menggunakan bagian belakang
kedua tangan yang jari-jarinya rileks lalu tangantangan diluncurkan kembali ke posisi awal tanpa
menggunakan tekanan.
(2) Effleurage Pada Pipi
Pipi diusap ke arah luar menuju telinga.
(3) Effleurage Pada Dagu
Dagu dan geraham diusap ke arah luar, lalu gerakan
effleurage diteruskan ke arah bawah menuju bahu.
(4) Memijat Dahi
Kedua jempol diletakkan pada dahi Klien, sedikit di
atas alis mata, jari-jari Iainnya berada di sisi kepala.
Perlahan dan dengan tekanan yang mantap jempol
ditarik menjauh. Lalu gerakan pijat dilakukan
sebagian demi sebagian sejauh garis rambut sampai
seluruh bagian dahi terpijat.
(5) Membuka Sumbatan Saluran Pernapasan
Kedua sisi hidung diusap dengan menggunakan
kedua jempol.
(6) Menghilangkan Kemampatan Pada Tulang Pipi
Pemijatan dimulai dari bawah mata, menggunakan
kedua jempol mengusap ke arah luar. seluruh pipi
dipijat dengan gerakan horizontal, dan ketika tangan
mencapai telinga, telinga dipijat dengan jempol dan
dua jari pertama. Kemudian telinga ditarik dan
dilepas secara bergantian, dengan lembut.
(7) Menghilangkan Kemampatan Pada Dagu
Pemijatan di mulai dari bawah mulut, menggunakan
kedua jempol mengusap ke arah luar. Seluruh dagu
dan geraham dipijat dengan gerakan horizontal.
(8) Melepaskan Ketegangan Pada Kulit Kepala
Dengan menggunakan ujung jari-jari, garis rambut
dipijat mulai dari atas dahi mengelilingi ke bagian
dasar tengkorak. Pijat friction melingkar dengan
tekanan yang dalam. pijat ini dilakukan dengan
mantap dan perlahan.
375

(9) Penyelesaian
Rambut diusap dengan lembut mulai dan akar
rambut ke ujung rambut agar sisa ketegangan dapat
dihilangkan. Secara bertahap, telapak tangan ditaruh
dalam keadaan rileks di pelipis klien.

Gambar 8.31
Memijat dahi

b. Perawatan Lulur
Perawatan tubuh dengan lulur telah dikenal sejak nenek
moyang terutama oleh keluarga keraton sebagai perawatan
kecantikan kulit secara tradisional. Hal ini dilakukan karena ingin
memiliki kulit yang halus dan mulus agar tetap terjaga kebersihan
dan kesehatannya. Lulur cocok digunakan untuk perawatan kulit
tubuh bagi yang tinggal di iklim tropis karena berudara panas, yang
dapat menyebabkan kulit tubuh dengan mudah terkena sengatan
matahari dan kotoran keringat.
Lulur bermanfaat untuk
menghilangkan semua kotoran atau iritasi karena efek dari iklim
tropis tersebut dan kulit bisa menjadi lebih halus, mulus, lembab,
lembut dan bersih.
Lulur adalah ramuan tradisional yang dapat berupa serbuk/
butiran halus. Lulur dalam pemakaiannya dapat dicampur dengan
air mawar sehingga dihasilkan adonan yang kental. Penggunaan
lulur dapat dibedakan menjadi dua cara yaitu: lulur dapat dipoleskan
ke seluruh bagian tubuh dengan menggunakan kuas, cara kedua
dapat pula langsung digosok-gosokkan pada kulit tubuh dengan ke
dua tangan. Dalam melakukan perawatan lulur biasanya diikuti
dengan massage pijat tubuh.
376

Ramuan lulur berasal dari berbagai bahan seperti tepung beras


dan jenis-jenis dedaunan seperti daun kemuning (murraya pani
culata jaok), daun temu giring (curcuma heyneana val), atal (hartal)
dan daun pandan wangi (pandanus SPP). Daun kemuning
mengandung minyak atsiri, zat penyamak, glikosida dan getah,
sedangkan dalam daun temu giring terdapat zat yang berkhasiat
memutihkan (bleaching) dan menghaluskan kulit atau untuk
memberikan warna kuning. Ekstrak rimpang temulawak (curcumae
xanthorrhizae rhizoma), pulasari (alyxiae),ekstra kunyit (curcumae
domesticae rhizoma) dan kayu cendana (santali albi lignum)
mempunyai fungsi untuk membersihkan kulit dan mencegah gatalgatal. Rimpang temugiring (curcumae heyneanae rhizoma), kunyit
(curcumae domesticae rhizoma), cendana (santali albi lignum),
rempah bunga yang berfungsi untuk mencegah kekeringan kulit,
menghaluskan, mendinginkan kulit dan melembutkan kulit. Akar
wangi (zizanioidi radix) mengandung minyak berbau harum. Biji buah
klabet (foenigraeci semen), cendana (santali albi lignum), biji buah
pinang (arecae semen) ,yang berfungsi untuk mencegah kekeringan
kulit, menghilangkan bau badan dan menghaluskan serta
mengkuningkan kulit.
Manfaat perawatan dengan lulur/mangir :
1) Memperbaiki dan merangsang peredaran darah pada kulit tubuh.
2) Dapat membuat kulit tubuh lebih kuat dan kencang.
3) Menghilangkan dan mengangkat sel-sel tanduk kulit sehingga
kulit menjadi licin.
4) Mempengaruhi keadaan pori-pori sehingga menjadi bersih.
5) Melembutkan, menghaluskan, menyegarkan dan menenangkan.
6) Memperbaiki kondisi kulit karena dapat menghilang-kan kotoran,
debu maupun sel-sel kulit mati pada kulit, dan memungkinkan
untuk merangsang pertumbuhan sel-sel kulit baru yang sehat
sehingga dapat memberikan cahaya pada kulit.
7) Untuk menghilangkan gatal-gatal pada kulit karena kandungan
bahan tertentu.
c. Melakukan Tapel Pasca Melahirkan
Melakukan tapel dalam perawatan badan dimaksudkan untuk
mengecilkan dan mengencangkan, terutama otot bagian perut pada
wanita yang habis melahirkan. Wanita yang telah melahirkan
(bersalin) pada umumnya mengalami pengendoran pada otot bagian
377

perut. Tapel sebagai perawatan badan dikenal dengan tapel wangi,


karena dari bahan alami yang digunakan sebagai ramuannya
menimbulkan bau yang enak (wangi).
Tapel wangi ini biasanya berbentuk serbuk yang dipadatkan
hingga berbentuk bulatan atau lonjong. Tapel wangi berkhasiat untuk
menguatkan dan membuat peranakan menjadi kencang dan singset.
Selain itu tapel wangi juga memiliki khasiat untuk mencegah perut
kembung.
Cara menggunakan tapel wangi adalah : ambil 1 buah tapel,
kemudian beri air sedikit, aduk hingga menjadi satu adonan yang
sedikit kental. Adonan tapel kemudian dioleskan pada perut. Untuk
perawatan badan gunakan setiap malam atau sebelum mandi, tetapi
bagi yang habis melahirkan, gunakan setiap sesudah mandi,
kemudian gunakan gurita.
d. Meratus

Meratus dimaksudkan untuk menyegarkan dan mengharumkan


tubuh, rambut, pakaian juga untuk mengobati keputihan, lukaluka dan jamur, serta untuk menjaga kebersihan daerah
kewanitaan, dan menghilangkan bau tidak sedap di daerah
tersebut. Oleh karena fungsinya demikian, maka meratus
merupakan perawatan khusus untuk para wanita.
Meratus untuk mengharumkan rambut merupakan
proses pengeringan rambut yang dilakukan secara tradisional
setelah dikeramas atau dicuci. Bau harum ratus yang terbuat
dari ramuan alami akan meresap ke rambut dan dapat
bertahan selama sekitar satu minggu. Ratus jenis ini terbuat
dari kayu garu (rheum spec div), akar wangi (andropogon
muricatus), mesoyi (massoi aromatic becc), dan kayu cendana
(santalum allum ). Semua bahan alami tersebut dihancurkan
sampai menjadi serbuk dan taburkan di atas anglo (tempat
api), kemudian dibakar. Asap dari pembakaran ratus langsung
diasapkan ke rambut. Bila asap berkurang dapat ditambah lagi
sampai rambut berbau wangi dan wanginya melekat.

378

Gambar 8.32
Meratus Rambut
Sumber : Moorjati S. (1984 : 96)

Ratus untuk mengharumkan tubuh (ratus for body/ intimacy


care) menggunakan rempah-rempah khusus (empon-empon) yang
berbahan utama daun sirih. Karena bahan utama menggunakan
daun sirih, ratus ini sangat baik untuk perawatan daerah kewanitaan
serta menghilangkan bau tak sedap di daerah kewanitaan.

Gambar 8.33
Ramuan Ratus
Sumber : lulurbali@yahoo.co.id (2008:15)

Ratus untuk perawatan daerah kewanitaan, terbuat dari akar


pilihan, daun delem, cempaka putih dan menyan madu. Berguna
untuk mencegah kanker mulut rahim, keputihan dan infeksi,
menghilangkan gatal-gatal, mencegah kelembaban, dan aroma tak
sedap, serta menjadikan vagina lebih keset.
Cara melakukan ratus adalah sebagai berikut :
1. Taburkan sedikit demi sedikit ramuan V - spa pada tungku yang
telah siap dengan bara arang, atau masukkan sedikit ramuan
ratus atau 1 sachet ke dalam baskom keramik/kaca yang berisi
air panas.
379

2. Letakkan baskon di bawah kursi berlubang, duduklah tanpa


pakaian dalam.
3. Arahkan asap/uap pada bagian intim, gunakan sarung atau kain
untuk mengurung asap/uap.
4. Waktu pengasapan/penguapan antara 15-10 menit, setelah itu
diteruskan dengan mandi.
5. Gunakan secara berkala antara satu hingga dua minggu sekali
untuk mendapatkan hasil yang optimal

Anglo

Gambar 8.34
Meratus Rambut dan Daerah Kewanitaan
Sumber : Majalah Paras (2006 : 47)

e. Melakukan Pilis
Seperti halnya tapel wangi, pilis wangi pada umumnya digunakan
oleh wanita yang habis melahirkan. Perbedaannya adalah dalam
pemakaian, Tapel wangi biasa dipakai di bagian perut sesuai dengan
tujuannya yaitu membuat perut kendor habis melahirkan menjadi
kencang dan singset, sedangkan pilis wangi biasa digunakan di
bagian dahi atau kening. Khasiat dari pilis wangi adalah penglihatan
menjadi terang, mencegah timbulnya penyakit mata yang bias terjadi
pada wanita yang habis melahirkan yang kurang memperhatikan
perawatan. Pilis wangi bentuknya hamper sama seperti tapel wangi
yakni berbentuk bulatan padat, yang bila diberi air akan lumer
menjadi suatu adonan yang sedikit kental. Cara pemakaian pilis
wangi yaitu ambil pilis+ 1/3 bagian, beri sedikit air hangat, kemudian
tempelkan di bagian dahi atau kening. Lakukan setelah mandi.
380

f. Berendam dalam air campur rempah-rempah.


Berendam dalam air campur rempah-rempah dilakukan sebagai
usaha untuk memelihara kesehatan dan kecantikan. Air hangat yang
diberi rempah-rempah dianggap berkhasiat melancarkan peredaran
darah, mengurangi berat badan, menghilangkan bau badan dan
menghilangkan gatal-gatal di sekitar kemaluan, serta berguna untuk
mengatasi keputihan. Rempah-rempah yang digunakan: Brotowali
(tinospora perculata beumee), berfungsi untuk menghilangkan gatalgatal dan bau badan, karena mengandung zat pahit dapat menetralkan lemak dalam badan, terutama jika dibantu dengan hangatnya
rendaman. Beluntas (pluchea indicaless), berfungsi untuk:
menghilangkan bau badan.
Parutan kulit jeruk purut (citrus hystrix DC) dan kenanga
(canangium odoratum bail) sebagai pewangi, Kemukus (piper
cubeba linn) dan cengkih (eugunia caryophylata OK) berfungsi untuk
menyehatkan rahim, kunyit (curcuma domestica val), temulawak
(curcuma yanhorrihizaroyb), dlingo (acorus calamus linn) dan bangle
(zingiber cassumunan rob), berfungsi sebagai pencuci vagina.
Cara untuk mandi rempah adalah : 3 - 5 sendok makan
rempah-rempah dimasukkan ke dalam kantong flanel; rendam dalam
air panas (mendidih) sampai tercium aroma rempah 5 menit ;
Campurkan dengan air hangat ke dalam bak mandi, gunakan untuk
berendam 20 menit.

Gambar 8.35
Mandi rempah
Sumber: Marta-Tilaar (2006:32)

381

g. Perawatan Khusus
Perawatan khusus merupakan perawatan yang dilakukan secara
khusus dan harus lebih hati-hati, karena daerah ini sifatnya sangat
sensitif dan hanya dapat dilakukan oleh sendiri. Perawatan khusus
ini terdiri atas perawatan daerah kewanitaan.
1) Perawatan Daerah Kewanitaan
Daerah kewanitaan merupakan area yang sangat sensitif bagi
wanita maka diperlukan perawatan yang khusus untuk menjaga
kebersihan dan kesehatannya. Ada berbagai cara untuk merawat
daerah kewanitaan, yaitu dengan cara melakukan mandi rempah
yang dilakukan
seminggu
sekali, menggunakan rempah
khusus wanita dan meminum jamu khusus kewanitaan.
Penggunaan rempah untuk wanita yaitu: rebus 3-5 sendok
rempah dalam dua liter air sampai mendidih (menggunakan
panci/kendil). Kemudian diusapkan ke arah vagina (jarak 30
cm), selama 10 menit sambil mengembang-kempiskan daerah
kewanitaan (vagina). Saring rempah tersebut dan gunakan airnya
sebagai pembasuh pada bagian kewanitaan. Di bawah ini
terdapat produk untuk perawatan kewanitaan secara tradisional:
Jenis Produk
Perawatan
Tissue perawatan
kewanitaan

Rempah untuk
Wanita

Kandungan

Manfaat

Sari daun
Ketepeng
Daun sirih
Kayu angin

Mencegah dan
mengurangi
keputihan
Memberi aroma
harum pada vagina
Antiseptik
Menyegarkan vagina

Kayu rapat
Daun sirih
Cendana dan
Pinang

Antiseptik alami
Mencegah keputihan
dan gatal-gatal

Tabel 2.1
Perawatan Kewanitaan Secara Tradisional
Sumber: Martina Tilaar (2006:47)

2) Minum Jamu
Jamu merupakan salah satu warisan budaya Indonesia untuk
kesehatan jasmani dan telah dibuktikan khasiatnya selama
beratus-ratus tahun lamanya dan merupakan tradisi dari keraton.
Minum jamu, baik digunakan untuk perawatan kesehatan dan
382

kecantikan tubuh dari dalam, misalnya jamu dapat bermanfaat


untuk dapat merawat dan memperindah bentuk tubuh serta dapat
membuat wajah lebih segar dan berseri-seri. Berikut adalah jenis
jamu yang baik untuk perawatan tubuh secara tradisional.
Jamu merupakan salah satu warisan budaya Indonesia
untuk kesehatan jasmani dan telah dibuktikan khasiatnya selama
beratus-ratus tahun lamanya dan merupakan tradisi dari keraton.
Minum jamu, baik digunakan untuk perawatan kesehatan dan
kecantikan tubuh dari dalam, merawat dan memper-indah bentuk
tubuh serta dapat membuat wajah lebih segar dan berseri-seri.
Ramuan jamu dibuat secara tradisional dan dibuat dari
bahan-bahan alamiah pilihan, serta diramu berdasarkan resep
kuno yang sudah membuktikan khasiatnya secara turun temurun.
Bahan-bahan alami yang umum digunakan sebagai bahan
ramuan jamu terdiri atas daun-daunan, biji-bijian, akar, kulit kayu,
kuncup bunga, rumput darat maupun laut yang banyak
mengandung vitamin serta mineral.
Menurut para ahli kesehatan, zat-zat yang terkandung
dalam bahan alami atau tumbuhan asli yang digunakan sebagai
ramuan jamu memiliki kekuatan untuk menetralisasi atau
menawarkan akibat-akibat samping, atau side effect eliminating
substances (SEES).
Bentuk jamu terdiri atas jamu godog yakni sejenis jamu
yang diproses melalui perebusan, jamu serbuk yang diproses
melalui mesin berteknologi untuk diambil ekstraknya dan proses
pengkonsumsian nya melalui penyeduhan dengan air mendidih,
dan jamu bentuk pil yang juga diproses melalui mesin
berteknologi yang dapat diminum langsung.
Berikut adalah ramuan jamu yang baik untuk perawatan
tubuh secara tradisional :
a) Jamu Perawatan Wanita
Jamu ini dibuat dari ramuan :
(1) Rimpang akar tinggal Temulawak (Curcumae xanthorrhizae Rhizoma) yang mengan-dung phellandreen,
tumerol, pati zat warna: Curcumin, berguna untuk
mendinginkan dan menghaluskan kulit
(2) Bunga tanaman Sidowayah (Woodfordiae Flos et ructus)
(3) Kulit tanaman kayu Rapat (Parameriae Cortex)
(4) Retrofracti Fluctus

383

Manfaat jamu ini adalah :


(1) Menghilanqkan rasa letih dan lesu, sehingga badan
menjadi segar
(2) Menambah daya tahan tubuh Memperbaiki pencernaan
makanan
(3) Memperlancar peredaran darah
Jamu ini dikemas dalam 3 bentuk: godogan, serbuk, pil,
kaplet
b) Jamu untuk melangsingkan tubuh
Jamu ini dibuat dari ramuan :
(1) Daun tanaman Jati Belanda (Guazumae Folia),
mengandung zat damar, alkaloida dan zat samak,
berguna untuk melangsingkan badan karena dapat
mengurangi nafsu makan
(2) Rimpang akar tinggal Temulawak (Curcumae
xanthorrhizae Rhizoma)
(3) Majakan (Gallae)
Manfaat jamu ini adalah :
(1) Melangsingkan badan
(2) Mencegah rasa mudah lapar
(3) Menghilangkan lemak yang berlebihan
Jamu ini dikemas dalam 3 bentuk godogan, bubuk, pil dan
kaplet
c) Jamu untuk mengatasi Keputihan
Jamu ini dibuat dari ramuan :
(1) Kulit Buah Delima Putih (Granati Fuctus Cortex)
mengandung zat samak, lendir, untuk menghilangkan
keputihan
(2) Kulit tanaman Kayu Rapat (Parameriae Cortex)
(3) Kuncup bunga Cengkeh (Caryophyllum)
(4) GaIlae
384

Manfaat jamu ini adalah :


(1) menghilangkan dan menyembuhkan keputihan
(2) menghilangkan rasa lesu
(3) membuat wajah segar berseri
Jamu ini dikemas dalam bentuk serbuk,pil dan kaplet
d) Jamu khusus remaja puteri
Jamu ini dibuat dari ramuan :
(1) Bunga tanaman sri gading (nyctanthi flos)
(2) Rimpang akar tinggal Temulawak (Curcumae
xanthorrhizae Rhizoma)
(3) Daun tanaman jung rahap (Baekeae folia)
(4) Temu giring
(5) Kunyit
Manfaat jamu ini adalah :
(1) Merawat dan memperindah bentuk tubuh
(2) Membuat badan tetap singset, menarik dan sehat
e) Jamu untuk kesehatan wanita
Jamu ini dibuat dari ramuan :
(1) Rimpang kunit (Curcumae domecticae Rhizoma)
mengandung minyak menguap, damar, gom, pati, zat
warna : curcumin, berguna untuk menghilangkan gatal,
mencegah peradangan, mengeringkan luka-luka,
memberikan cahaya pada wajah, memperbaik peredaran
darah
(2) Rimpang temu giring (Curcumae heyneanea rhizoma)
(3) Rhei radix
(4) Caryophyllum

385

Manfaat jamu ini adalah :


(1) Memperlancar peredaran darah
(2) Menyehatkan badan
(3) Memperbaiki pencernaan
Jamu dikemas dalam bentuk bubuk dan pil
f) Jamu untuk perawatan payudara
Jamu ini dibuat dari ramuan :
(1) Biji Mungsi Jawa (Coptici Fructus ) mengan-dung protein,
zat pahit, alkaloida, minyak menguap, pati untuk
menstimulir (merang-sang) pekerjaan dan produksi
hormon wanita, yang mengatur payudara dan alat
kelamin sekunder
(2) Daun jungrahab (Baeckeae Folia)
(3) Curcumae Rhizoma
(4) Daun Tapak Liman (Elephantopi Folium)
Manfaat jamu ini adalah :
(1) Mengencangkan otot-otot payudara
(2) Memperindah bentuk payudara
(3) Membantu pertumbuhan payudara
(4) Melancarkan peredaran darah di sekitar payudara
Jamu dikemas dalam bentuk bubuk dan pil
g) Jamu untuk Menghilangkan Bau Badan
Jamu ini dibuat dari ramuan :
(1) Daun tanaman bluntas (Plucheae indicae Folia)
mengandung asam amino : Tritophan, Treonin, Leusin
mineral : kalsium, fosfor, besi, vitamin A, B complex,
sangat berguna untuk menghilangkan bau keringat,
nafas dan lendir vagina.
386

(2) Daun tanaman Sirih (Piperis Folia)


(3) Kuncup bunga Cengkeh
(4) (Carvophyllum)
(5) Temulawak (Curcumae Rhizoma)
Manfaat jamu ini adalah :
(1) Menghilangkan bau badan, dan keringat yang kurang
sedap
(2) Memperbaiki pencemaan makanan
(3) Memperlancar buang air besar
(4) Dikemas dalam bentuk pil

E. Perawatan Badan dengan Teknologi


1. Treatment Body Whitening
Salah satu cara memutihkan kulit yaitu dengan treatment body
whitening dengan bahan mengandung vitamin C. Tahapan body
whitening yang memakan waktu sekitar 1,5 jam itu adalah :
a. Klien dipersilahkan mengganti pakaian dan berbaring di
tempat tidur.
b. Dilakukan relaksasi dengan pijatan ringan di seluruh tubuh
(stretching) selama sekitar 5 menit. Untuk kaki dihangatkan
dengan lilin.
c. Dalam kondisi tengkurap, punggung pasien diberi kompresan
hangat dengan tetesan rose oil sebagai permulaan perawatan
sekitar 10 menit. Kompresan menggunakan handuk yang telah
direndam dalam towel warmer ultraviolet selama sekitar 10 menit
untuk mematikan kuman dan bakteri di kulit. Tahapan ini
dilakukan di bagian depan dan belakang tubuh.
d. Badan di scrub dengan jasmine rice di seluruh tubuh sambil
dilakukan pijatan ringan dengan penekanan pada bagian tubuh
tertentu selama 15 menit.
e. Seluruh tubuh diolesi masker pemutih berbahan licorice
dan vitamin C yang dicampur dengan perasan buah jeruk
dan dibiarkan selama 15 menit. Setelah itu tubuh dibersihkan
dengan lap.
387

f.

Kemudian seluruh tubuh diolesi collagent gel, selanjutnya dibalut


dengan Styrofoam plastik khusus agar penyerapan lebih baik.
Kemudian tubuh ditutup dengan penghantar panas (hot blanket)
selama 25 menit dalam posisi telentang.

g. Setelah itu pasien diminta mandi dan diakhiri dengan pemberian


body lotion whitening yang mengandung vitamin C.
Cara lain untuk memutihkan kulit badan yaitu dengan
whitening scrub. Whitening scrub ditujukan bagi orang yang tidak
memiliki banyak waktu, karena perawatan ini memakan waktu
90 menit. Perawatan whitening scrub menggunakan lulur whitening
scrub dari bengkoang yang fungsinya untuk mencerahkan kulit dan
mengangkat sel kulit mati. Perawatan ini sebaiknya dilakukan dua
minggu sekali. Untuk hasil yang maksimal sebaiknya juga dilakukan
massage aromaterapi menggunakan minyak esensial lavender
selama satu jam. Setelah itu seluruh kulit discrub, lalu mandi dan
kemudian diberi lotion. Bengkoang ini mengandung butiran halus
sehingga sangat baik untuk memutihkan kulit, dan baik untuk
mengatasi rasa pegal dan capek.

2. Berbagai cara penurunan berat badan (membakar lemak)


Masalah yang sering muncul pada tubuh atau badan adalah
kelebihan berat badan yang ditimbulkan oleh timbunan lemak
berlebihan yang tidak merata di dalam tubuh. Beberapa teknologi
membakar lemak dan menurunkan berat badan terbaru adalah :
a.

Body Renova
Perut buncit karena banyak tumpukan lemak di daerah tersebut
dapat membuat rasa tak percaya diri. Body renova merupakan
perawatan baru di Indonesia yang dapat membuang kelebihan
lemak dengan cara yang aman. Perawatan ini dikombinasikan
dengan pendekatan nutrisi dan olah raga, dan dilengkapi
dengan empat komponen yang bekerja secara ritmik, ditambah
dengan jus nutrisi.

b.

Bio-Ceramic
Memancarkan sinar far-infrared dan ion negatif. Sinar farinfrared adalah sinar dengan panjang gelombang 8 - 4 mikron
yang mampu menembus lapisan bawah kulit hingga mencapai
daerah tempat lemak ditimbun. Getaran-getaran halus yang
akan dirasakan akan menyebabkan lemak mudah terurai.
Sirkulasi darah dan metabolisme bertambah cepat sehingga
388

lemak mudah dimobilisasi dan selanjutnya dibakar menjadi


kalori.
Sedangkan
ion
negatif
berperan
membantu
meningkatkan performa berbagai sistem dalam tubuh.
c.

Ultrasonic wave
Gelombang ultrasonic adalah gelombang suara dengan
frekuensi di atas 18.000 Hz. Gelombang ini tidak menimbulkan
rangsangan elektrik pada tubuh melainkan membangkitkan
vibrasi dengan kecepatan tinggi yang mampu mengakselerasi
pemecahan lemak. Efek mikri message membuat jaringan
kolagen dan elastin lebih efektif sehingga mampu mengurangi
kerutan halus pada kulit.

d.

Low frequency
Frekuensi rendah mampu secara efektif memecah dinding
pembungkus lemak dan selulit, dinding perut menjadi lebih
kenyal dan elastik.

e.

Bio-Thermo
Bio-thermo akan mempermudah disintegrasi lemak, termasuk
mengaktifkan lapisan kulit di sekitarnya. Peredaran darah kulit
bertambah baik dan kulit pun bertambah sehat karena pasokan
nutrisinya bertambah lancar.

f.

Jus Nutrisi
Selain dengan menggunakan alat, dalam treatment menurunkan
berat badan ini juga dibantu jus nutrisi untuk mereka yang
berdiet. Jus nutrisi adalah nutrisi alami rendah kalori yang
dikemas dalam bentuk powder siap santap. Terdiri dari jus
nutrisi body slim yaitu ekstrak protein kedelai yang mengandung
sembilan jenis asam amino esensial yang diperkaya vitamin A.
B, C, D dan E. selain itu lalu body bio, yang merupakan produk
serat alami hasil ekstraksi berbagai buah dan sayuran yang
berguna untuk kelancaran saluran cerna. Kemudian ada body
zymes yang mengandung berbagai jenis enzim dan bakteri baik
dalam rasio seimbang untuk memenuhi kebutuhan enzim
pencernaan.

g.

Bio Slim
Bio and far-infrared shaping machine atau bio slim merupakan
satu perawatan yang terbaru dalam upaya melangsingkan
tubuh. Mesin ini menggunakan bio-elektrik dan far-infrared yang
berfungsi untuk pelangsingan dan pembakaran lemak. Mesin
bio dipasang di empat area sekaligus yang ingin dibentuk dan
dibakar lemaknya, seperi paha, perut, lengan atas, punggung
389

dan lain sebagainya. Beautician hanya membantu memasang,


lalu alat ini bekerja tanpa bantuan beautician sehingga lebih
praktis dan waktunya lebih cepat. Mesin bio slim ini bekerja
dengan multiple bio-electric frequency conversion wave, yang
memiliki tiga gelombang berfrekuensi rendah hingga tinggi.
Gelombang bio frekuensi rendah mampu membantu menstimulasi otot, serta menekan dan menghancurkan lemak.
Sementara gelombang bio frekuensi tinggi mempu membentuk
tubuh, menghilangkan kelebihan lemak, dan mengencangkan
kulit yang kendur. Sedangkan gelombang bio frequency
conversion mampu membentuk tubuh, menghilangkan lemak,
dan melangsingkan badan. Perawatan bio slim dilakukan
selama 15 -20 menit. Sebelum melakukan perawatan ini terlebih
dahulu ditimbang, diukur tingkat perut, lingkar lengan, lingkar
pinggul, lingkar dada, dan lingkat pinggang. Setelah perawatan
diukur kembali untuk mengetahui hasilnya secara langsung.
Sekali perawatan di empat area, berat badan akan berkurang
1 - 8 ons, dan bagian tubuh yang ingin dikecilkan bisa berkurang 1 - 5 cm. Hasil perawatan ini akan lebih bagus jika
dikombinasikan dengan beberapa lainnya seperti akupuntur,
terutama jika keluhannya berat ataupun berat badan sangat
berlebih.
h.

Kapsul Infra Merah, Ozon dan Bio Elektrik Slimmer


Salah satu treatment kombinasi yang menggabungkan tiga
komponen yang berperan dalam proses pembakaran lemak ini,
memberikan hasil yang sangat memuaskan, terutama pada
mereka yang memiliki masalah yang cukup serius dalam
menurunkan berat badan. Mesin ini sangat efektif dalam
menurunkan berat badan, sekitar 0,5 3 kg setiap kali
melakukan perawatan.
Tahap persiapan sebelum pasien dimasukkan ke dalam
kapsul mesin, terlebih dahulu ditimbang dengan timbangan
khusus yang mampu memeberikan data berat badan dan kadar
lemak yang ada dalam tubuh pasien. Kemudian pasien di scrub
untuk mengangkat sel kulit mati dan membuka pori-pori,
selanjutnya seluruh tubuh pasien dilumuri serum yang
memberikan rasa hangat. Rasa hangat di tubuh tersebut
berguna untuk memecahkan lemak.
Setelah tahap persiapan selesai, pasien dimasukkan ke
dalam kapsul infra merah. Namun sebelum kapsul infra merah
diaktifkan, pasien akan dibalut dengan bio elektrik slimmer pada
390

bagian-bagian tubuh tertentu yang berlemak. Selanjutnya kapsul


infra merah diaktifkan, pada umumnya penghangatan mencapai
suhu 700 C. Suhu yang diberikan harus dipertimbangkan sesuai
kondisi pasien. Untuk kondisi pasien yang sangat baik dengan
kadar lemak yang sangat tinggi, penghangatan dapat dilakukan
hingga mencapai 1000 C. Panas yang ditimbulkan oleh kapsul
akan meresap ke dalam tubuh, sementara alat bio elekttik
slimmer akan memeberikan getaran pada tubuh. Kombinasi dari
efek kedua alat ini sangat efektif dalam memecah lemak,
bahkan pada kondisi lemak yang sangat solid sekalipun.
Sementara Ozon yang dipancarkan oleh kapsul berfungsi agar
kulit tetap halus dan tidak menggelambir, karena ozon memliki
kemampuan untuk merangsang kolagen sehingga kulit tidak
kendur.
i.

Fire therapy
Sesuai dengan namanya perawatan fire therapy ini menggunakan media api. Meski demikian, perawatan ini tidak akan
membakar tubuh dan tergolong aman. Manfaat perawatan ini
untuk mengatasi berbagai penyakit seperti tulang punggung,
sendi, jantung, sistem pernafasan, saraf, pencernaan, organ
produksi, peremajaan kulit dan menghilangkan lemak di daerah
perut. Selain menggunakan api, teknik fire therapy ini
merupakan penggabungan teknik akupresur dan herbal.
Perawatan ini mamakan waktu 45 menit.pembakarannya
dilakukan empat hingga delapan kali tergantung dari keluhan.
Tahapan pertama yaitu beberapa tali atau sumbu yang sudah
dicelupkan dalam air berisi ramuan Tibet diletakkan di atas
perut. Setelah itu ditutupi handuk, lalu diberi alcohol 96 % dan
dibakar. Pembakaran ini dilakukan 1520 menit tergantung dari
tingkat sensitivitas pasien. Tahap selanjutnya, handuk dibuka
dan tali diangkat, lalu perut diberi pijatan dan gel. Gel ini
berfungsi untuk menahan hawa panas agar lebih bertahan lama
dalam tubuh. Hasil dari penghancuran lemak ini akan
dikeluarkan melalui keringat dan air seni. Hawa panas
dibutuhkan agar obat yang dicelupkan melalui sumbu bias
masuk ke dalam tubuh untuk mengaktifkan sel yang sudah tidak
aktif. Perawatan ini dilakukan 2-3 kali selama seminggu.
Hasilnya tergantung pola makan. Untuk maintenancenya
dilakukan seminggu sekali.

391

Terapi Api

Gambar 8.36
Terapi Lemak dan Berbagai Penyakit dengan Media Api
(Sumber : Info Kecantikan Edisi Juli 2007)

j.

Body Wrap Sliming.


Cara terbaru menguruskan badan yakni dengan penggunaan
pembungkus tubuh (body wrap). Di samping dapat
menguruskan berat badan, body wrap juga dapat mengatasi
selulit dan strecht mark yakni jaringan elastisitas kolagen kulit
yang pecah akibat kondisi dari gemuk ke kurus. Bahan body
wrap menggunakan bahan elastik (elastic bandage) yang
mudah mengikuti aliran darah. Body wrap tidak menimbulkan
efek samping, hingga aman dilakukan oleh berbagai jenis umur,
jenis kelamin atau bahkan berbagai jenis penyakit bawaan. Hal
ini disebabkan alat tidak menggunakan tenaga listrik.
Pemeriksaan awal sebelum mulai perawatan, meliputi tes kadar
lemak dan timbang badan dengan indokator body mass index .
Pasien juga harus menjalani program detokx untuk mengurangi
racun dalam tubuh. Body wrap dapat diterapkan per bagian
tubuh seperti pada lengan, perut, paha atau bokong juga untuk
seluruh bagian tubuh secara bersamaan. Untuk tiap bagian,
tindakan dan obat topical yang digunakan berbeda-beda. Obat
ini didominasi oleh kafein yang berfungsi sebagai diuretic
(melancarkan buangan tubuh) Setelah perawatan, buang air
kecil semakin lancar yang berasal dari cairan yang mengendap
di dalam tubuh.

392

Gambar 8.37
Terapi dengan Body Wrap Sliming
(Sumber : Info Kecantikan Edisi Januari 2007)

k.

Laserpunktur
Teknik laserpunktur sama dengan akupunktur yang membedakan adalah media yang digunakan. Kalau akupunktur menggunakan jarum, laserpunktur menggunakan sinar laser infra
merah sebagai pengganti jarum dengan panjang gelombang
800 nm dan kekuatan 100 mw. Metode ini merupakan alternatif
bagi orang yang takut jarum. Metode ini aman digunakan,
karena tidak menimbulkan radiasi, nyeri rasa panas atau infeksi.
Laserpunktur dapat menekan nafsu makan dan meningkatkan
metabolisme tubuh. Proses terapi ini, dimulai dengan melakukan
diagnosis pasien, kemudian pasien dibaringkan dan dilakukan
laserpunktur. Bagian-bagian tubuh yang diterapi antara lain
bagian perut, kaki, tangan, telinga, dan di atas kepala untuk
memberi efek menenangkan. Terakhir telinga pasien ditempeli
alat kecil berbentuk magnet yang ditempelkan di titik lapar, titik
lambung, titik usus besar, titik usus kecil, dan titik limfa. Untuk
memperoleh hasil yang baik, terapi ini sebaiknya dibantu
dengan diet berupa pengurangan gula, lemak dan karbohidrat
serta memper-banyak konsumsi sayuran dan buah.

l.

Laser Blue
Laser blue merupakan sistem biostimulating atau soft laser
yang menggunakan energi cahaya. Meski menggunakan laser,
metode ini tidak akan melukai lapisan kulir luar, karena laser
yang digunakan sudah sesuai dengan keamanan dan
393

kesehatan yaitu level 1, yang merupakan level teraman dan


umum dalam dunia kecantikan. Dengan panjang gelombang
905 nm, laser blue cocok untuk perawatan wajah dan tubuh.
Saat perawatan, pasien dibaringkan di atas kaca mesin laser
blue. Delapan bagian tubuh akan dipasangkan pads, mulai dari
betis, paha bawah, paha atas, panggul, perut, bawah payudara,
punggung, dan lengan. Pads pada laser blue ini akan
mengeluarkan getaran yang dioperasikan melalui hitungan
frekuensi 0-100. Pengaturan frekuensi dilakukan karena pads
telah diberi nomor dan dijalankan secara otomatis oleh mesin
operasi yang memiliki nomor sama. Melalui mesin operasi itu,
getaran diinstruksikan mulai dari betis hingga lengan, dan
kembali berurutan dari awal. Pergerakan alat ini berlangsung
selama 20 menit. Pemberian getaran, dilakukan secara
bertahap. Lima menit pertama, tubuh beradaptasi dengan
getaran dan siap menerima frekuensi getaran selanjutnya.
Penambahan jumlah frekuensi disesuaikan dengan jumlah
pembakaran lemak yang diinginkan. Pada saat pads
mengeluarkan getaran, tubuh akan disinari oleh lampu biru dan
lampu merah yang terdapat pada kubah dan bagian kaca mesin.
Kubah ini akan berjalan menyusuri arah betis hingga lengan.
Lampu biru berfungsi untuk menghaluskan kulit dan lampu
merah berfungsi untuk relaksasi atau menghilangkan stres.
Sinar yang dipancarkan oleh lampu biru dan lampu merah akan
terasa hangat ke seluruh tubuh sehingga tubuh berkeringat.
m. Lipotomy
Lipotomy merupakan teknik terbaru mengatasi timbunan lemak
berlebihan tanpa pembedahan. Lipotomy sebagai pengembangan dari mesoterapi. Dengan teknik penyuntikan yang sama yaitu
multiple injection (bebera penyuntikan pada daerah sasaran
pada local fat deposit atau penumpukan lemak pada daerah
tertentu). Pada lipotomy, tidak digunakan active drugs seperti
pada mesoterapi, melainkan 90 persen aqua steril atau mineral
water dan 10 persen adalah garam dan mineral. Pada lipotomy
disuntikkan cairan khusus ke dalam kantong-kantong lemak.
Cairan ini bersifat hipotonis atau lebih encer dibanding cairan
lemak yang ada. Karena dinding kantong lemak bisa dilalui
lemak dan air, maka cairan konsentrasi rendah yang lebih encer
yaitu cairan lipotomy akan mengalir menuju ke cairan dengan
konsentrasi yang lebih tinggi (lemak). Dengan adanya
penyerapan ini, maka kantong-kantong itu akan membesar
hingga 27 kali, dinding sel menjadi lebih tipis dan rapuh hingga
kantong lemak menjadi pecah. Lemak yang keluar dari kantong
itu, kemudian masuk ke pembuluh darah berpori. Bersama
394

aliran darah inilah lemak dibuang melalui ekskresi seperti buang


air besar, air kecil dan keringat. Seterah terapi, pasien
dianjurkan memakai korset khusus selama satu bulan. Untuk
maintenance, lakukan pemeriksaan secara rutin seminggu
sekali sambil dilakukan pemijatan.

3. Cara menghaluskan kulit badan


Gula dan garam kini tidak hanya digunakan sebagai penyedap
masakan. Saat ini gula dan garam digunakan sebagain salah satu
alternative dalam perawatan kecantikan kulit. Garam yang
mengandung senyawa Natrium klorida (NaCl) ternyata bermanfaat
untuk relaksasi, memberikan kesegaran pada kulit, dan memberikan
cairan pada kulit sehingga kulit tampak segar dan lembab.
Kandungan NaCl pada garam berfungsi untuk membersihkan poripori dari kotoran. Kandungan lain dari garam, natrium karbonat
berfungsi untuk menetralisir asam di permukaan kulit, seperti asam
laktat dan metafosfat yang merupakan komponen bagian dari
metabolisme tubuh untuk mempercepat regenerasi sel. Garam bisa
menyembuhkan beberapa penyakit kulit seperti psoriasis (gangguan
kulit berupa bercak-bercak, kasar, dan kering). Mereka yang
menderita seperti itu dianjurkan mandi di laut yang kadar garamnya
tinggi karena garam bisa melembutkan kulit yang kasar atau kering.
Gula mengandung glycolic acid, salah satunya alpha
hydroxyl acid (AHA) yang dapat membantu mengelupas kulit mati
dan memberikan efek kulit menjadi bercahaya (glowing skin).
Gula bermanfaat untuk penderita psoriasis atau eksema, efek
pengelupasan dan pembersihan yang dalam, memperbaiki warna
dan tekstur kulit, tidak abrasif, sangat baik untuk semua jenis kulit
terutama kulit kering dan sangat kering, melembabkan kulit tanpa
menyumbat pori-pori, menstimulasi dan sirkulasi cairan limfe, serta
menstimulasi sel dan memperbaiki kulit. Glukosa dalam gula bisa
menghaluskan dan mengencangkan kulit, bahkan bisa mengangkat
lemak-lemak pada tubuh yang berefek dari polusi udara.
Garam dan gula digunakan sebagai perawatan scrub
karena teksturnya yang berbentuk partikel-partikel kasar berukuran
kecil. Butiran - butiran garam membantu mengelupaskan sel - sel
kulit mati dan membuka pori-pori sehingga kulit bisa bernafas
dengan baik. Kristal gula dapat membantu menghilangkan sel
kulit mati, membersihkan dan membuka sumbatan pada pori-pori,
dan membantu menyeimbangkan kadar minyak yang menyebabkan
wajah berjerawat. Untuk perawatan di rumah dapat digunakan
garam dan gula biasa, bisa juga menggunakan scrub garam yang
dijual di supermarket.
395

Sebelum perawatan, kulit dibasahi dengan air, lalu ambil


garam secukupnya, usapkan garam dengan gerakan sirkuler.
Tekanannya harus tepat dalam gerakan memutar agar proses
pengangkatan kulit mati dan kotoran berjalan optimal, lakukan
secara perlahan untuk menghindari iritasi. Setelah itu scrub
diaplikasi pada kulit selama kurang lebih 15 menit, lalu butiran scrub
dapat diangkat dengan cara diusap perlahan agar tidak terjadi iritasi.
Selanjutnya tubuh dibasuh dengan air hangat hingga butiran
scrub terangkat semua. Setelah itu tubuh dikeringkan dengan
handuk bersih, lalu diolesi dengan pelembab alami.
Perawatan dengan menggunakan bahan baku gula hampir
sama dengan perawatan garam. Caranya basahi wajah dengan
air hangat dan sabun. Lalu ambil gula dan gosok pada kedua telapak
tangan. Kemudian oleskan pada wajah terutama pada hidung,
pipi, dagu, dan seluruh wajah. Tambahkan air hangat bila terasa
kering. Lakukan beberapa menit, lalu bilas dengan air hangat ,
kemudian dengan air dingin. Wajah akan terlihat bersih dan segar.
Apabila timbul warna merah biasanya akan cepat hilang. Perawatan
ini bisa dilakukan rutin seminggu atau dua minggu sekali.
Garam dari laut mati dikenal lebih kaya unsur reniknya,
berfungsi untuk menghaluskan kulit. Tahapannya yaitu customer
masuk ke dalam alat yang disebut health steam cabin, selama
15 menit dengan suhu 30OC. Fungsinya yaitu untuk menghilangkan
keletihan, meredakan ketegangan (stress), menyembuhkan pegal
linu, menurunkan kadar kolesterol dan diabetes, menambah gairah,
memperindah dan melangsingkan tubuh, mempercantik rona wajah,
menghaluskan kulit, menghilangkan gatal-gatal dan memulihkan
kesehatan.
Tahap kedua, scrub dengan menggunakan produk body
scrub salt dead sea. Scrub jenis ini memiliki fungsinya sebagai
antiseptik, menghilangkan kulit mati tanpa menghilangkan kelembabannya, mencerahkan kulit serta membantu mengatasi masalah kaki
pecah-pecah dan perubahan kulit.
Tahap ketiga, massage menggunakan massage salt dead
sea, yang dilakukan sekitar 40 menit. Fungsinya untuk melancarkan
peredaran darah, membuat tubuh rileks dan mengurangi rasa sakit
pada otot dan persendian, mencerahkan warna kulit, membersihkan,
melembabkan, menghaluskan dan menyegarkan vitalitas sel-sel
kulit, serta menyeimbangkan kadar lemak dalam tubuh.
Tahap keempat, tubuh customer dibaluri lumpur dari laut
mati selama 15 menit. Masker ini juga untuk menutup pori-pori.
Tahap selanjutnya mandi menggunakan body wash salt ataupun
bath salt jika berendam.
396

Lulur gula. Perawatan lulur gula dan garam digabungkan


dalam satu paket perawatan. Bahkan kedua bahan ini kemudian
dicampurkan dengan sirih, air beras dan jeruk nipis. Berikut adalah
tahapan lulur garam dab gula :
a. Campurkan 2 sendok makan garam halus, peras 1 buah jeruk
nipis yang sudah dipotong-potong, dan 7 lembar daun sirih yang
sudah diremas-remas.
b. Tuangkan 1 gelas air beras.
c. Tuangkan 8 sendok makan gula pasir.
d. Aduk bahan-bahan tersebut sampai rata memakai tangan.
e. Oleskan ramuan lulur gula dan garam ke tubuh, mulai dari
punggung dengan gerakan memutar.
f.

Lakukan hal yang sama pada kaki.

g. Setelah itu, dilap dengan menggunakan handuk basah.

Gambar 8.38
Tahapan Proses Lulur Garam dan Gula
(Sumber : Info Kecantikan Edisi September 2007)

397

4. Memutihkan Kulit dengan Antioksidan dan De-Pigmenting


Agents
Setiap orang memiliki warna kulit yang tidak sama. Perbedaan ini
ditentukan oleh dua faktor. pertama faktor internal seperti ras
dan genetik. Kedua, faktor eksternal seperti kebisaaan hidup,
sering atau tidaknya terkena matahari, merokok, minum antibiotic
tertentu yang mengandung bahan aktif mynocline, perawatan kulit,
dan konsistensi pemakaian produk kosmetik yang aman dan efektif.
Salah satu cara supaya kulit lebih putih dan cerah yaitu dengan
melakukan perawatan whitening bodyline yang fungsinya untuk
mengurangi lingkaran hitam, mencerahkan, memutihkan, mengatasi
keriput, dan meningkatkan kekenyalan tubuh. Perawatan diawali
dengan pembersihan kulit, pengangkatan sel kulit mati (body
scrubing), dan body peeling, setelah itu kulit diberi pelembab.
Kemudian masuk tahap body pressure message dan tahap
pengobatan. Perawatan ini sebaiknya dilakukan secara rutin
seminggu sekali. Untuk mempercepat hasil, customer perlu
melakukan perawatan di rumah menggunakan hand and body
cream yang digunakan pada malam hari. Setelah itu gunakan
body scrub seminggu 1 - 2 kali. Untuk maintenance, bisa dilakukan
perawatan sebulan dua kali.

F. Saran Pasca Perawatan Badan Secara Tradisional


1. Dalam pemijatan senantiasa menggunakan krim pemijatan, untuk
menghindari iritasi pada kulit.
2. Diakhir pemijatan selalu dilakukan gerakan effleurage atau gerakan
mengusap yang memiliki efek seudatif atau menenangkan.
3. Setelah pemijatan perawatan badan, bersihkan kembali krim dan
badan dikompres air hangat hingga benar-benar terasa segar.
4. Setelah minum jamu perawatan wanita, hindarilah makan pepaya,
nanas dan mentimun dan hentikan meminum jamu ini selama haid
berlangsung.
5. Setelah minum jamu untuk melangsingkan tubuh, hindarilah
makanan berlemak dan bergula.
6. Setelah minum jamu untuk mengatasi keputihan, hindari makan
pepaya, mentimun dan nenas.
7. Lakukanlah senam setiap pagi.
398

G. Membersihkan, Mengemas Area dan Perlengkapan


Kerja
Setelah selesai melaksanakan perawatan badan secara tradisional,
maka :
1. Alat dan kosmetik yang digunakan dalam perawatan badan
dirapihkan kembali kemudian disimpan di tempat yang semestinya.
2. Area kerja dan perabot yang digunakan, dibersihkan dan ditata
hingga siap untuk digunakan lagi.
3. Sampah dibuang di tempat sampah yang telah disediakan
4. Lenna yang digunakan, seperti : handuk, waslap, selimut, seprei
atau kain sarung yang sudah dipakai, diletakkan di tempat yang telah
disiapkan untuk dicuci.

399

Latihan Penguasaan Konsep


Petunjuk : Berilah tanda silang (X) pada alternatif jawaban a, b, c,
atau d, yang paling benar
1. Perawatan tubuh secara tradisional dapat dilakukan secara berikut
ini, kecuali :
a. Harian
b. Mingguan
c. Bulanan
d. K husus
2. Perawatan badan yang dilakukan secara rutin yaitu :
a. Mandi
b. Lulur
c. Massage
d. Pilis
3. Yang dimaksud dengan perawatan khusus dalam upaya perawatan
badan adalah :
a. Perawatan wajah
b. Perawatan tangan dan kaki
c. Perawatan payudara
d. Perawatan kulit kepala dan rambut
4. Dengan mandi terhindar dari kuman serta dapat membantu untuk
mencegah bau badan yang kurang sedap. Berikut adalah sabun
tradisional yang banyak digunakan kecuali :
a. Sabun mandi yang memiliki kandungan minyak zaitun
b. Sabun mandi yang memiliki kandungan minyak ekstrak bunga
sekar sari
c. Sabun mandi yang memiliki kandungan ekstrak bunga kenanga
d. Sabun mandi yang memiliki kandungan alkali
5. Sabun mandi yang memiliki ramuan-ramuan tradisional umumnya
mempunyai khasiat sebagai berikut, kecuali :
a. Melembabkan dan mencegah kekeringan
b. Membuat badan jadi gatl-gatal
c. Melindungi dari sinar ultra violet,
d. Mencegah masalah bau badan

400

6. Gerakan aerobic dalam senam untuk perawatan badan bertujuan


untuk :
a. Mengecilkan badan
b. Mengecilkan payudara
c. Meninggikan tubuh
d. Melancarkan peredaran darah
7. Posisi berdiri, tangan di pinggang, putar badan ke kiri dan ke kanan,
gerakan ini untuk menguatkan otot :
a. Pinggang
b. Paha
c. Perut
d. Dada
8. Perawatan tubuh secara massage tidak baik dilakukan oleh mereka
yang memiliki kelainan :
a. Infeksi kulit
b. Kegemukan
c. Keseleo
d. Usia tua
9. Berikut adalah manfaat massage dalam perawatan tubuh, kecuali :
a. Meningkatkan fungsi kulit
b. Melarutkan lemak
c. Meningkatkan fungsi kelenjar keringat
d. Meningkatkan fungsi jaringan otot
10. Lulur adalah ramuan tradisional yang berupa serbuk/butiran halus.
Lulur dalam pemakaiannya dapat dicampur dengan :
a. Air mawar
b. Astringent
c. Tonic
d. Alkohol
11. Berikut adalah manfaat perawatan lulur/ Mangir, kecuali :
a. Menghaluskan serta mengkuningkan kulit
b. Menghilangkan bau badan
c. Membuat kulit tubuh lebih kuat dan kencang
d. Meningkatkan fungsi jaringan otot
12. Rempah yang berfungsi sebagai pewangi badan yaitu :
a. Kenanga
b. Cengkih
c. Kemukus
d. Temulawak
401

13. Jamu merupakan salah satu warisan budaya Indonesia untuk


kesehatan dan kecantikan. Jamu yang baik untuk melangsingkan
badan, terbuat dari :
a. Kulit Buah Delima Putih
b. Rimpang kunit
c. Rimpang akar tinggal Temulawak
d. Bunga tanaman sri gading
14. Jamu yang terbuat dari daun tanaman bluntas berkhasiat untuk :
a. Menghilangkan baua badan
b. Melangsingkan badan
c. Meninggikan bentuk badan
d. Menggemukkan badan
15. Minyak essensial yang digunakan dalam perawatan badan
sebaiknya relatif aman dan berkhasiat melindungi kulit. Minyal
essensial yang bermanfaat untuk menyembuhkan gangguan psikis
berasal dari :
a. Geranium
b. Chamomile
c. Cypress
d. Eucalyptus

402

BAB

Perawatan Payudara

A. Konsep Perawatan Payudara


Wanita dipandang indah dan menarik salah satunya karena
payudaranya yang terlihat kencang dan berisi. Saat usia remaja, kondisi
payudara tidak bermasalah, keadaannya masih kencang, padat dan
berisi. Memasuki usia 30 tahun ataupun sudah memiliki anak dan
menyusui, payudara mulai turun, kendur dan tidak berisi, sehingga
keindahannya berkurang. Perubahan pada payudara sulit dihindari
karena payudara tidak memiliki penyangga. Pada gadis remaja, otot-otot
masih kuat untuk menyangga, selain itu jaringan dan kelenjar masih
bagus. Bertambahnya usia akan semakin menurunkan fungsi tersebut.
Jika payudara sudah terlanjur turun, sebaiknya dilakukan treatment
untuk memperbaiki bentuk payudara.
Memiliki payudara yang indah, proposional dan kencang menjadi
keinginan setiap wanita, karenn payudara tidak lagi hanya dilihat dari
fungsinya semata. Kemajuan teknologi di bidang kecantikan
memperlakukan payudara dengan lebih mementingkan segi estetika
atau keindahannya. Pandangan tentang payudara pun mulai bergeser,
payudara yang indah tidak hanya besar tetapi bentuknya cantik.
Pada umumnya payudara mulai terbentuk, ketika seorang anak
perempuan mulai menunjukkan tanda-tanda perubahan fisik yang
bersifat kewanitaan, yaitu mengalami haid pertama kali. Salah satu
perubahan fisik yang mencolok adalah bertumbuhnya payudara.
Pertumbuhan payudara dibentuk dari kelenjar air susu, jaringan lemak,
serat-serat penghubung, pembuluh darah, yang didukung otot-otot
pectoral yang berada di sekitarnya. Otot-otot inilah yang mempunyai
peran atas keindahan payudara, walaupun seseorang mempunyai
ukuran payudara kecil atau besar, asalkan didukung dengan otot yang
kencang, maka payudara menjadi indah. Apabila payudara tidak
diperhatikan secara serius selama masa pertumbuhannya, maka
kecenderungan yang akan muncul adalah payudara menjadi tidak
seindah seperti yang diharapkan. Begitu pula sesudah masa
pertumbuhan berlaku, perawatan payudara tetap diperlukan.
Masa sesudah kehamilan dan menyusui menjadi sangat penting
untuk dilakukan perawatan, karena bentuk payudara mengalami
perubahan. Payudara yang semula membesar karena kehamilan dan
403

menyusui otomatis akan berubah setelah berhenti menyusui.


Biasanya bagian atas payudara menjadi rata, kulit kehilangan
elastisitasnya hingga payudara pun menurun. Bentuk payudara dapat
menyusut karena penggunaan pil yang menghentikan produksi air susu
dan dapat mengakibatkan payudara kehilangan keindahannya.
Faktor usia yang semakin menua, juga dapat menyebabkan
penampilan payudara menjadi tidak indah, karena secara alami,
perubahan pasti terjadi apabila perawatan tidak dilakukan secara rutin
yaitu payudara akan lebih cepat turun dan mengendur. Untuk
mengembalikan keindahan bentuk payudara, dapat ditempuh beberapa
cara antara lain dengan menggunakan cream payudara, vapozon/uap
ozon dan vibro massage (vibrator) perawatan payudara secara intensif
yang dilakukan di bagian payudara bawah, karena tempat tersebut
paling mudah turun apabila tanpa penyangga. Untuk menyempurnakan
kekenyalan dan kencangnya kulit payudara dapat digunakan obat
khusus, yaitu acsibusti serum agar kulit payudara menjadi halus, mulus
dan kembali elastis.

B. Persiapan Perawatan Payudara Berdasarkan Prinsip


Kesehatan Dan Keselamatan Kerja
Persiapan kerja perawatan payudara yaitu :
1. Area kerja disiapkan sesuai dengan kegiatan perawatan payudara
yang akan dilakukan, mencakup kebersihan ruangan, penataan
perabot yang mengacu pada efisiensi dan kepraktisan kerja,
penerangan yang cukup, serta privasi dan ketenangan klien tetap
terjaga, termasuk tempat sampah.
2. Alat-alat yang diperlukan untuk perawatan payudara disiapkan,
seperti meja rias, facial chair, cermin, vibro massage, vapozone,
transion bust, isogel bust, trolley, alat vakum, dan box sterilizer. Alatalat tersebut kemudian ditata dengan memenuhi prinsip efisiensi dan
kepraktisan kerja. Sterilisasi, sanitasi dan hygiene alat harus
diperhatikan.
3. Siapkan lenna yang diperlukan untuk perawatan payudara seperti
baju kerja, baju klien, handuk kecil, waslap. Pastikan lenna ini dalam
keadaan bersih kemudian ditata dengan memperhatikan kepraktisan
kerja.
4. Diri pribadi disiapkan sesuai dengan peraturan kesehatan,
keselamatan kerja serta dengan mengacu pada etika professional,
seperti mengenakan baju kerja, tangan dalam keadaan bersih,
melepaskan perhiasan, kuku tangan dipotong pendek, gunakan alas
kaki yang tidak terlalu tinggi (maksimal 3 cm), dsb.
404

5. Siapkan bahan dan kosmetik yang diperlukan untuk perawatan


payudara, mulai dari kosmetika pembersih, kapas, tissue, collagen
cream, krim massage, masker payudara dan acsibusti serum agar
kulit payudara menjadi halus, mulus dan kembali elastis.
6. Semua bahan dan kosmetik ditata dengan memenuhi prinsip
efisiensi dan kepraktisan kerja. Pastikan bahan dan kosmetik
perawatan payudara tersebut sesuai kebutuhan (sesuai hasil
diagnosis), dan dalam keadaan baik, bersih, aman digunakan serta
belum kedaluwarsa.
7. Klien disiapkan untuk dilakukan perawatan payudara: 1) Sepatu, tas
dan perhiasan klien dilepas serta disimpan dengan baik dan aman.
2) Pakaian klien dilindungi dengan penutup badan atau kamisol.
3) Posisi klien diatur sedemikian rupa hingga mudah untuk dilakukan
perawatan payudara mulai dari pembersihan payudara sampai
massage payudara

C. Diagnosis Untuk Perawatan Payudara


Dalam perawatan payudara, terlebih dahulu dilakukan diagnosis
payudara dengan tujuan untuk :
1. Mengetahui kondisi payudara.
2. Mengetahui kelainan pada payudara.
3. Menentukan tindakan perawatan payudara.
4. Menentukan jenis kosmetika dan alat untuk perawatan payudara.

Contoh diagnosis untuk perawatan payudara :


Petunjuk : Lakukan diagnosis payudara terhadap model sesuai lembar
diagnosis berikut :
1. Jenis kulit :
a. Normal
b. Kering
c. Berminyak
2. Bentuk payudara :
a. Besar
b. Kecil
c. Sedang
405

3. Kelainan pada payudara :


a. Payudara terlalu besar
b. Payudara terlalu kecil
c. Payudara turun
d. Pigmentasi
e. Payudara kendor
f. Iritasi kulit
g. Luka
h. Penyakit jamur kulit
Rencaca Perawatan :
1. Pembersihan :
a
b
c
2. Pengurutan (massage) :
a
b
c
d
3. Perawatan khusus payudara
a. Masker payudara
b. Scrubbing
c. Vakum

D. Membersihkan Area Kerja, Alat, Bahan Dan Kosmetika


1.

Area kerja dibersihkan dan ditata kembali hingga siap untuk


digunakan lagi.

2.

Alat dibersihkan dan disterilkan untuk disimpan di tempat yang telah


disiapkan.

3.

Bahan dan kosmetik yang digunakan dalam perawatan payudara


dirapihkan kembali kemudian disimpan di tempat yang semestinya.

4.

Sampah dibuang di tempat sampah yang telah disediakan.

5.

Lenna yang digunakan, seperti : handuk, waslap, dan penutup


badan yang sudah dipakai, diletakkan di tempat yang telah
disiapkan untuk dicuci.
406

E. Perawatan Payudara Secara Tradisional


Perawatan payudara secara tradisional dapat dilakukan dua kali atau
tiga kali seminggu dengan kurun waktu dan pelaksanaan perawatan
tergantung kebutuhan dan tingkat kekenduran kulit semakin serius
tingkat kekendurannya, perawatan akan lebih lama. Perbedaan besar
atau kecilnya payudara juga dapat mempengaruhi waktu perawatan,
biasanya payudara kiri dan kanan tidak sama besar dan bentuknya pada
setiap orang, agar supaya perawatan payudara berhasil dengan baik
dapat digunakan alat khusus payudara dan cream yang mudah meresap
masuk ke dalam kulit.
Olah raga secara teratur dan gaya hidup sehat dapat membantu
menghasilkan bentuk payudara ideal, yang dikombinasikan dengan
perawatan payudara secara rutin. Biasakan mengkonsumsi makanan
sehat dan bergizi secara seimbang dan lakukan olah raga terutama
senam untuk memperkuat otot-otot sekitar payudara. Olah raga
merupakan salah satu jawaban untuk mempertahankan kekencangan
payudara. Latihan yang paling sederhana adalah dengan merentangkan
masing-masing lengan ke samping, lalu temukan kedua telapak tangan,
dilanjutkan dengan gerakan menekan satu sama lain hingga tekanan
terasa pada daerah dada. Lakukan latihan tersebut 10-15 menit per hari.
Menjaga keindahan payudara dapat dilakukan dengan
menggunakan buster houder (BH) yang tepa. BH yang baik dan sehat,
yaitu yang bentuk cup-nya dapat menampung payudara seluruhnya,
sehingga tidak ada bagian yang menonjol ke luar. Perhatikan juga tali
BH yang baik dan cocok, sehingga mampu mempertahankan posisi
payudara sesuai dengan bentuknya. Pilih tali BH yang kuat tapi elastis
dan bahannya menyerap keringat. Biasakan mengenakan BH selama
tidur untuk mempertahankan bentuk payudara.
Perawatan payudara penting dilakukan untuk menjaga agar
payudara tetap sehat dan kencang. Perawatan payudara ini dapat
dilakukan dengan melakukan masker payudara, massage payudara,
senam payudara dan meminum jamu.
Sebagaimana perawatan-perawatan pada bagian tubuh
lainnya, pada perawatan payudara pun sangat diperlukan adanya
persiapan yang sesuai dengan prinsip kesehatan dan keselamatan
kerja, agar diperoleh hasil perawatan yang optimal dan seluruh
kegiatan dapat diselesaikan dengan lancer, aman dan selamat.
Mekanisme persiapan tersebut dapat dilihat pada hal. 404 di muka.

407

Salah satu jenis perawatan untuk payudara ini adalah dengan


menggunakan masker payudara. Masker ini terdiri atas masker hijau
dan masker putih. Masker hijau dan masker putih digunakan setiap
seminggu sekali karena bermanfaat untuk mengencangkan dan
mencegah keriput pada payudara, serta memperindah bentuk
payudara. Masker hijau mengandung andong (Cordyline fructicosae
folium), pinang (Amylum oryzae) dan pati beras, sedangkan masker
putih mengandung talk dan kaolin, putih telur dan lain-lain. Cara
penggunaan masker hijau dan masker putih yaitu payudara
dibersihkan dengan air hangat, puting ditutup dengan kapas basah,
campuran masker hijau dengan air mawar diulaskan secara merata
pada payudara, biarkan setengah kering lalu oleskan di atasnya
campuran masker putih dan air mawar, biarkan mengering 10 - 15
menit. Kemudian payudara dibilas dengan air hangat hingga bersih,
lalu kompres dengan es dan tepuk-tepuk dengan kapas yang dibasahi
penyegar, kemudian meminum jamu .
Massage payudara baik dilakukan pada malam hari atau
sebelum tidur. Sebelum melakukan massage payudara, kedua
payudara dibersihkan air hangat kuku dengan menggunakan waslap,
lalu minyak esensial khusus dioleskan untuk payudara, yaitu minyak
atsiri kencang payudara yang mengandung minyak bulus, ekstrak
bunga melati dan minyak zaitun, massage payudara dengan atsiri
dapat membuat kencang payudara. Manfaat dari minyak esensial ini
adalah memperlancar peredaran darah di sekitar payudara dan
mencegah keriput pada payudara. Massage payudara dapat dilakukan
dengan cara seperti pada gambar di bawah ini :

1. Effleurage:
Mengusap payudara arah ke atas

2. Picking Up
Membentuk payudara s upaya tegak
ke atas dengan kedua telapak tangan

408

3. Kneading
Mengumpulkan otot payudara
dengan putaran kecil-kecil
menggunakan 3 jari

4. Effleurage II
Mengusap arah silang ke atas.

5. Beating
Mengumpulkan otot payudara
dengan kepalan tangan membentuk
putaran kecil-kecil

6. Picking Up II
Picking up dengan pemanasan, yaltu
kedua telapak tangan digosokkan
agar menimbulkan panas kemudian
lakukan massage Seperti No. 2.

7. Effleurage III:
Sama dengan massage No.4

Gambar 9.1
Massage Payudara
(Sumber: Marta Tilaar (1992:58))

409

Senam payudara hendaknya dilakukan pada pagi hari (bangun


tidur). Sebelum melakukan senam, hendaknya melakukan pemanasan
(warming up) terlebih dahulu, cara melakukan senam payudara adalah
sebagai berikut:

Gambar 9.2
Gerakan Gerakan pada Senam Payudara
(Sumber: Marta Tilaar (1992:60))

Keterangan :
1. Kedua tangan diangkat pada kedua sisi telinga, kemudian katupkan
kedua telapak tangan dalam posisi menyembah (a) selanjutnya
turunkan perlahan-lahan pada posisi tangan di depan dada (b)
dengan bentuk siku-siku. Gerakan tangan ke belakang (c) kemudian
kembali pada posisi semula (d).
2. Kedua tangan dikaitkan di depan dada, kemudian dengan kekuatan
otot dada dan otot belikat jari saling menarik.
410

3. Kedua jari dikaitkan di atas panggul belakang dengan kekuatan otot


dada dan otot belikat jari saling menarik.
4. Tangan diposisikan kembali pada dada dalam bentuk siku (a)
kemudian lemparkan tangan masing-masing ke kiri dan ke kanan
(b), langsung kembali ke posisi semula.
5. Kedua tangan direntangkan ke depan dengan jari tegak lurus
(a) kemudian gerakan semua jari-jari ke depan kemudian ke
samping kiri dan kanan (b).

F. Perawatan Payudara dengan Teknologi


Perawatan payudara yang dilakukan dengan menggunakan teknologi,
antara lain dengan menggunakan alat :

1. Vibro Massage (vibrator)


Pada proses massage payudara, vibrator digunakan selama
5 menit dan selanjutnya oleskan masker payudara kemudian ditutup
handuk lembab selama 15-20 menit. Bersihkan dengan waslap
basah dan langkah terakhir oleskan krim khusus yang fungsinya
membuat kulit payudara menjadi halus, kenyal, dan kencang. Cara
lain dapat juga dilakukan dengan penggunaan alat transion bust.
Perawatan dengan menggunakan mesin transion bust berfungsi
untuk mengencangkan payudara. Prosesnya memakan waktu
selama 40 menit. Setelah proses pengencangan, otot-otot payudara
dikunci dengan menggunakan mesin isogel bust selama 30 menit.
Tahap selanjutnya diberi collagen cream yang merupakan makanan
untuk kulit serta berguna untuk menjaga elastisitas kulit agar kulit
kenyal kembali. Tahap berikutnya dilakukan perawatan cromosystem
selama 20 menit dan terakhir dilakukan masker khusus untuk
payudara. Untuk mendapatkan hasil maksimal dapat dilakukan
penggunaan krim payudara di rumah sebagai maintenance.

2. Vakum
Perawatan lain payudara yaitu perawatan dengan mengguna kan
alat vakum. Perawatan payudara dengan alat vakum berfungsi untuk
mengencangkan dan membesarkan payudara. Alat vakum dapat
disesuaikan dengan ukuran besar kecilnya payudara. Cara kerja alat
vakum yaitu dengan membuat getaran menarik dan menurunkan
payudara di dalam vakum dan gerakan ini dapat dilihat secara jelas.
Alat ini akan berhenti ketika payudara telah memenuhi ruangan
vakum. Gerakan vakum tidak menimbulkan rasa sakit.
411

Penggunaan alat vakum, didahului dengan pembersihan


payudara menggunakan air hangat, kemudian di-scrub dan
dibersihkan kembali. Tahap selanjutnya payudara di-massage
dengan menggunakan krim, kemudian payudara ditutup dengan
alat vakum selama 25 menit. Proses selanjutnya payudara dimasker
dengan masker tissue selama 20 menit yang berfungsi untuk
mengembalikan kelembaban, mengencangkan, dan mencerahkan
kulit sekitar payudara. Langkah selanjutnya dilakukan hot mask
selama 25 menit yang berfungsi untuk mengencangkan dan
mencerahkan payudara. Untuk perawatan di rumah (maintenance)
dianjurkan memakai krim dan masker tissue. Krim ini dapat
digunakan pagi atau sore hari setelah mandi. Saat menggunakan
krim lakukan gerakan massage selama 5 menit.

3. Janssen Cosmeceutical
Awali pembersihan area yang akan di-treatment dan diikuti dengan
exfoliating menggunakan produk oxygenating body scrub Atlantic
untuk menghilangkan lapisan kulit
mati secara mendalam,
merangsang metabolisme kulit dan menjadikannya kencang dan
mulus. Produk peeling tersebut mengandung sari alga dan rumput
laut sebagai oligo-element untuk melembabkan, mengoksigenasi,
dan menyegarkan kembali serta mengandung sarikelapa untuk
memuluskan dan memberi nutrisi pada kulit.
Usai exfoliate yang disertai dengan massage ringan
payudara dibersihkan dengan spons atau handuk hangat, lalu
gunakan bust tensor secara merata pada seluruh permukaan kulit
payudara. Cairan yang cepat sekali meresap ke dalam kulit tersebut
mengandung wheat and barley peptides serta hydrolyzed wheat
protein yang membantu memoperkuat pengencangan kulit; soybean
germs, untuk menstimulasi synthetis collagen; serta elastin peptide
yang membantu merangsang perbaikan serta pengencangan pada
lapisan tissue.
Penggunaan bust tensor kemudian diolesi dengan masker
bust dermafleece yang dicampur ocean mineral activator pada
seluruh area payudara. Lalu di-wrap dengan foil atau plastic sekitar
20 menit. Setelah itu, dibersihkan dengan air hangat dan
diaplikasikan Enhancing bust fluid desertai massage secara lembut
melingkar ke atas. Enhacinng bust fluid adalah lotion khusus yang
diformulasikan secara khusus untuk mempercantik, mengencangkan, dan merangsang pertumbuhan payudara, memacu efek
penguatan payudara, mengetatkan payudara, serta meningkatkan
bentuk payudara. Terakhir, aplikasikan bust firming gel yang mampu
mengencangkan dan menguatkan jaringan kulit agar kembali
memperoleh bentuk dan daya tarik alaminya.
412

Gambar 9.3
Terapi Payudara dengan Janssen
Cosmeceutical

4. Dura Bust Treatment


Dura bust tretment untuk mengangkat sel-sel kulit mati, merangsang
pertumbuhan sel kulit baru, dan mengencangkan payudara.
Treatment ini dilakukan dengan beberapa langkah dan penggunaan
alat-alat. Treatment dimulai dari membersihkan payudara dengan
cleanser, menggunakan alat vibrator untuk menaikan payudara, dan
massage untuk mempelancar aliran darah dan kelenjar payudara.
Setelah membersihkan sisa cleanser, dilakukan perawatan dengan
alat micro peel untuk melancarkan aliran darah dan kelenjar-kelenjar
di dalam payudara. Payudara pun tampak lebih sehat bercahaya,
413

kencang dan elastisitasnya bertambah, dan cerah. Dalam terapi ini,


digunakan pula alat flash toning untuk merangsang kinerja kolagen
dan memadatkan kelenjar payudara. Untuk puting payudara,
tepatnya mencerahkan nipple, dioleskan C-Serum pada kedua
payudara, dengan menggunakan kuas, dan ditambah dengan
pemakaian masker bust-vitamin.

Gambar 9.4
Terapi Dura Bust Tretment
(Sumber : Tata Rias Edisi Juni 2007)

414

Latihan Penguasaan Konsep


Petunjuk : Berilah tanda silang (X) pada alternatif jawaban a, b, c, d
atau e, yang paling benar.
1. Tanda-tanda perubahan fisik sebagai permulaan terbentuknya
payudara adalah :
a. Mengalami haid pertama kali
b. Memasuki usia 15 tahun
c. Memasuki masa kehamilan
d. Memasuki masa menyusui
2. Otot yang mendukung terbentuknya payudara adalah otot :
a. Polos
b. Lurik
c. Pectoral
d. Rangka
3. Bentuk payudara mengalami perubahan terutama terutama ketika
memasuki masa :
a. Kegemukan
b. Kehamilan dan menyusui
c. Usia tua
d. Usia remaja
4. Berikut adalah beberapa cara untuk mengembalikan keindahan
bentuk payudara, kecuali :
a. Senam payudara
b. Menggunakan cream payudara
c. Menggunakan penyangga payudara
d. Tidur teratur
5. Perawatan payudara antara lain dilakukan dengan masker payudara
yang terdiri atas masker hijau dan masker putih. Masker putih
mengandung :
a. Andong
b. Pinang
c. Beras putih
d. Talk dan kaolin
6. Gerakan massage yang banyak dilakukan dalam massage payudara
adalah :
a. Effleurage
b. Petrisage
c. Tapotage
d. Vibrasi
415

7. Senam payudara hendaknya dilakukan pada :


a. Malam hari
b. Pagi hari
c. Siang hari
d. Sore hari
8. Berikut adalah alat yang digunakan untuk perawatan payudara
dengan menggunakan teknologi kecuali :
a. Transion bust
b. Vibro massage
c. Buster houder
d. Isogel bust
9. Alat vakum dalam perawatan payudara berfungsi untuk :
a. Mengecilkan payudara
b. Menurunkan payudara
c. Mengencangkan dan membesarkan payudara
d. Membersihkan payudara
10. Pemakaian hot mask dalam perawatan payudara berguna untuk :
a. Mengencangkan dan mencerahkan payudara
b. Mengecilkan payudara
c. Membesarkan payudara
d. Membersihkan payudara

416

1BA0B

Tata Rias Wajah

A. Konsep Tata Rias Wajah


1. Bentuk Wajah
Bentuk wajah merupakan salah satu faktor penting yang perlu
diperhatikan dalam tata rias wajah, karena setiap orang memiliki
bentuk wajah yang unik dan berbeda. Secara umum terdapat
beberapa tipe bentuk wajah, bentuk wajah oval dipandang sebagai
bentuk wajah yang paling ideal. Tipe bentuk wajah ditentukan oleh
kedudukan dan menonjolnya tulang-tulang muka. Cara menentukan
bentuk wajah dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai
berikut :
a. Siapkan alat pengukur (pita ukuran), ukur panjang wajah mulai
batas tumbuhnya rambut di bagian dahi, sampai batas bawah
dagu. Misal diperoleh ukuran panjang wajah 21 cm.
b. Ukuran panjang wajah yang telah diperoleh kemudian dibagi
tiga. Misalnya panjang wajah 21 cm dibagi 3 hasilnya 7 cm
c. Ukur dari bagian bawah puncak hidung sampai batas bawah
dagu. Apabila ukuran tersebut jumlahnya 7 cm, dalam arti sama
seperti hasil pembagian tadi, maka bentuk wajah ini termasuk
tipe wajah oval. Jika hasil pengukuran jumlahnya lebih panjang
dari 7 cm, maka tipe bentuk wajah ini termasuk panjang,
Sebaliknya jika ukurannya lebih pendek dari 7 cm, berarti
termasuk tipe wajah bentuk bulat.
d. Bentuk wajah persegi, dilihat dari perbandingan ukuran lebar
pelipis dengan lebar rahang. Jika ukurannya sama, berarti
termasuk tipe wajah bentuk persegi. Lebar pelipis diukur dari
pelipis kiri ke pelipis kanan, demikian pula untuk lebar rahang.
e. Bentuk wajah segi tiga (bentuk hati, heart) dilihat dari
perbandingan ukuran lebar pelipis dengan lebar rahang bentuk
memanjang. Jika ukuran lebar pelipis lebih besar dari lebar
rahang, berarti termasuk tipe bentuk wajah segi tiga, sebaliknya
jika lebar rahang lebih besar dari lebar pelipis, berarti termasuk
tipe bentuk wajah segi tiga terbalik atau bentuk buah pear.
417

Gambar 10.1
Mengukur Bentuk Wajah

Hasil pengukuran bentuk wajah tersebut menjadi acuan


dalam menentukan tipe bentuk wajah, yang secara umum
dikelompokkan menjadi tujuh tipe bentuk wajah sebagai berikut :
a. Bentuk wajah oval atau lonjong atau bulat telur. Tipe bentuk
wajah oval dianggap sebagai bentuk wajah yang paling
sempurna atau bentuk wajah paling ideal. Lingkaran bentuk oval
dan perbandingan pada bentuk wajah oval menjadi acuan untuk
mengubah semua bentuk wajah lainnya. Ciri dari bentuk wajah
oval yaitu ukuran lingkaran raut muka kira-kira satu setengah kali
lebih panjang dari lebar muka yang diukur melalui tulang kening.
Ciri lainnya wajah terlihat simetris dan seimbang, garis rahang
tidak terlalu menonjol.

Gambar 10.2
Proporsi Bentuk Wajah Oval

418

b. Bentuk wajah bundar atau bulat, mempunyai ciri-ciri : garis


pertumbuhan rambut melengkung bulat, dahi lebar, pipi terkesan
penuh dan bulat, garis rahang dan dagu membentuk setengah
lingkaran. Secara keseluruhan, semua tampak bundar.

Gambar 10.3
Proporsi Bentuk Wajah Bulat

c. Bentuk wajah persegi, memiliki ciri : dahi lebar, garis


pertumbuhan rambut di dahi lurus, perbandingan antara panjang
muka dengan lebar muka hampir sama, garis rahang kuat dan
berbentuk persegi, serta dagu tidak terlalu lancip.

Gambar 10.4
Proporsi Bentuk Wajah Persegi

419

d. Bentuk wajah buah pear atau bentuk segi tiga memiliki ciri : lebar
dahi lebih kecil dari lebar rahang dan dagu

Gambar 10.5
Proporsi Bentuk Wajah Buah Pear

e. Bentuk wajah panjang memiliki ciri : bentuk wajah terkesan


sempit, garis pertumbuhan rambut lurus, bentuk dahi panjang
dan lebar.

Gambar 10.6
Proporsi Bentuk Wajah Panjang

420

f.

Bentuk wajah segi tiga terbalik (heart) memiliki ciri : dahi dan
wajah terlihat lebar, garis rahang sempit, dagu menyempit, tajam
dan panjang.

Gambar 10.7
Proporsi Bentuk Wajah Segi tiga Terbalik (Heart)

g. Raut muka belah ketupat (diamond) memiliki ciri : dahi sempit,


pelipis dan pipi lebar, dagu runcing dan panjang.

Gambar 10.8
Proporsi Bentuk Wajah Diamond

421

2. Penentuan Bentuk Wajah


Bentuk wajah ideal tidak hanya dilihat dari ukuran dan bentuk
raut wajah yang sempurna, posisi dan bentuk bagian-bagian lainnya
pun harus proporsional. Bentuk bibir, mata, alis, hidung, dan dagu,
ukuran maupun posisinya tepat pada tempatnya. Posisi bagianbagian wajah tersebut ditentukan atas dasar perbandingan
proporsional antara posisi atau ukuran lebar bagian-bagian wajah
terhadap tinggi dan lebar wajah. Diagram letak bagian - bagian
wajah berdasarkan atas perbandingannya terhadap garis vertical
tengah wajah ditarik dari puncak kepala ke ujung dagu (garis A - B)
dan membagi wajah menjadi sepuluh bagian yang sama. Garis
bantu kedua ditarik secara horizontal melalui sudut-sudut mata
(garis C - D). Garis A - B, idealnya panjangnya satu setengah garis
C - D. Lebar celah mata berukuran satu perlima garis C - D.
A

B
Catatan :

Tinggi Wajah = 1 1/5 x lebar wajah


Lebar Wajah = 5 x lebar celah mata
Gambar 10.9
Diagram Letak Bagian-Bagian Wajah

Berdasarkan ketentuan-ketentuan pada gambar tersebut,


dapat diketahui bahwa :
a. Lengkungan alis : tinggi lengkungan alis, selebar celah mata
atau satu perlima garis C-D
b. Mata : tepat setinggi pertengahan garis vertikal-tengah A-B
c. Hidung : dari setinggi lengkungan alis (pangkal hidung) sampai
batas antara bagian 7/10 atas dan 3/10 bawah garis vertikaltengah A-B (tepi bawah sekat hidung)
d. Bibir : 1/10 bagian garis A-B lebih rendah dari batas bawah
hidung.
422

Gambar 10.10
Proporsi Bagian-Bagian Wajah Dilihat dari Samping

Fokus wajah adalah


daerah wajah yang dibatasi
oleh dua garis miring, masingmasing ditarik dari sudut bibir
ke sudut luar mata di sisi yang
sama. Fokus merupakan bagian
wajah yang harus diperhatikan
dalam rias wajah, karena hanya
bagian-bagian wajah tersebut
yang perlu dirias. Daerah wajah
yang berada di luar fokus
wajah, cukup diberi bayanganbayangan gelap atau terang
(shade atau tint).
Gambar 10.11
Fokus Wajah

Tipe raut wajah dan bagian-bagian wajah dengan berbagai


bentuknya, merupakan karunia Allah SWT yang harus disyukuri.
Secara morfologi bentuk wajah manusia tidak semuanya sempurna,
ada yang berbeda atau tidak identik jika dilihat antara bagian kiri
dengan bagian kanan (asimetri). Hal ini dapat dibuktikan dengan
cara menarik garis vertikal di tengah wajah mulai dari batas
tumbuhnya rambut sampai ke batas bawah dagu. Dari gambar
tersebut akan tampak sama tidaknya bentuk alis, mata dan bibir
antara bagian kanan dengan kiri, juga jarak alis dan mata kanan
dengan kiri.
423

Gambar 10.12
Proporsi Wajah A-Simetris

B. Persiapan Rias Wajah Berdasarkan Prinsip Kesehatan


dan Keselamatan Kerja
Persiapan kerja rias wajah yaitu :
1. Area kerja disiapkan sesuai dengan kegiatan rias wajah yang akan
dilakukan, mencakup kebersihan ruangan, penataan perabot yang
mengacu pada efisiensi dan kepraktisan kerja, penerangan yang
cukup, serta privasi dan ketenangan klien tetap terjaga, serta
menyiapkan tempat sampah.
2. Alat-alat yang diperlukan untuk rias wajah disiapkan, seperti meja
rias, facial chair, cermin, trolley dan box sterilizer. Begitu pula
dengan kuas make-up dalam berbagai bentuk dan ukuran, spon
foundation, puff bedak, palet, cawan kosmetik, jepit bulu mata,
pinset alis, spatula, rautan pinsil kosmetik, dan tas kosmetik. Alatalat tersebut kemudian ditata dengan memenuhi prinsip efisiensi dan
kepraktisan kerja. Sterilisasi, sanitasi dan hygiene alat harus
diperhatikan.
3. Siapkan lenna yang diperlukan untuk rias wajah seperti baju kerja,
baju klien, handuk kecil, waslap, cape make-up dan penutup kepala.
Pastikan lenna ini dalam keadaan bersih kemudian ditata dengan
memperhatikan kepraktisan kerja.
4. Diri pribadi disiapkan sesuai dengan peraturan kesehatan,
keselamatan kerja serta dengan mengacu pada etika professional,
seperti mengenakan baju kerja, tangan dalam keadaan bersih,
gunakan alas kaki yang tidak terlalu tinggi (maksimal 3 cm), dan
sebagainya.
424

5. Siapkan bahan dan kosmetik yang diperlukan untuk rias wajah,


mulai dari kosmetika pembersih wajah, kapas, tissue, dan kosmetika
rias wajah, seperti pelembab, alas bedak, concealer, foundation
hypo allergenic waterproof (cair dan padat) yang dapat menutupi
kelainan kulit wajah, bedak tabur, eye shadow, rouge atau blush-on,
mascara, eye liner, eye brow pencil, lip liner, perona bibir, pensil
bibir dan bulu mata palsu. Semua bahan dan kosmetik ditata dengan
memenuhi prinsip efisiensi dan kepraktisan kerja.
6. Pastikan bahan dan kosmetik rias wajah tersebut sesuai kebutuhan
(sesuai hasil diagnosis), dan dalam keadaan baik, bersih, aman
digunakan serta belum kedaluwarsa.
7. Klien disiapkan untuk dilakukan rias wajah : 1) Sepatu, tas dan
perhiasan klien dilepas serta disimpan dengan baik dan aman. 2)
Pakaian klien dilindungi dengan cape make-up dan gunakan
penutup kepala. 3) Posisi klien diatur sedemikian rupa hingga
mudah untuk dilakukan rias wajah mulai dari pembersihan kulit
wajah sampai rias wajah dan rias wajah korektif.

C. Diagnosis Muka untuk Rias Wajah


Dalam rias wajah, terlebih dahulu dilakukan diagnosis kulit muka
dengan tujuan untuk :
1. Mengetahui kondisi kulit wajah
2. Mengetahui kelainan pada kulit wajah
3. Menentukan jenis kosmetika untuk rias wajah
4. Menentukan teknik rias wajah yang tepat.

Contoh diagnosis untuk rias wajah :


Petunjuk : Lakukan diagnosis kulit wajah terhadap model sesuai
lembar diagnosis berikut :
1. Jenis kulit wajah :
a. Normal
b. Kering
c. Berminyak
d. Kombinasi
425

2. Bentuk wajah :
a. Oval
b. Persegi
c. Bulat
d. Belah ketupat
e. Segi tiga
f.

Segi tiga terbalik

g. Panjang
h. Geriatri
i.

Cikatri

3. Bentuk mata :
a. Sipit
b. Bulat
c. Cekung
d. Cembung
e. Sudut ke bawah
f.

Asimetris

g. Jaraknya berdekatan
h. Jaraknya berjauhan
4. Bentuk alis :
a. Alis berdekatan
b. Alis berjauhan
c. Alis terlalu lebat
d. Asimetris
5. Bentuk hidung :
a. Terlalu mancung
b. Terlalu pendek
c. Pesek/lebar
d. Panjang/betet
e. Mencuat ke atas
426

6. Bentuk bibir :
a. Ideal
b. Terlalu kecil
c. Terlalu lebar
d. Asimetris
e. Bibir atas tipis
f.

Mungil

g. Menurun
h. Cikatri
7. Bentuk dagu :
a. Terlalu mundur
b. Terlalu maju
c. Terlalu panjang
d. Rangkap
8. Warna kulit wajah :
a. Putih
b. Sawo matang
c. Kuning langsat
d. Coklat/hitam
9. Kelainan pada kulit wajah :
a. Flek hitam
b. Flek merah
c. Flek biru
d. Flek putih
e. Komedo
f.

Couperose

g. Acne
h. Bekas luka
i.

Bayangan gelap
427

j.

Kutil

k. Bekas cacar
l.

Kantong mata

m. Tahi lalat
n. Millium
o. Pigmentasi

Rencana Rias Wajah


1. Menentukan desain rias wajah
2. Rias wajah sehari-hari
3. Rias wajah dekoratif
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.

Rias wajah foto hitam putih


Rias wajah foto berwarna
Rias wajah panggung
Rias wajah TV/film
Rias wajah karakter
Rias wajah fantasi
Rias wajah penari/pemain teater

4. Rias wajah korektif


5. Rias wajah geriatri
6. Rias wajah cikatri
7. Rias wajah kamuflage

D. Tata Rias Koreksi Wajah


Tata rias koreksi wajah diperlukan atas prinsip dasar bahwa bentuk
muka yang dianggap kurang sempurna dapat diubah sedemikian rupa,
sehingga penampilannya menjadi lebih baik. Bentuk wajah yang paling
ideal atau sempurna adalah bentuk wajah oval atau bulat telur atau
lonjong, dan umumnya bentuk wajah oval bersifat photogenic. Oleh
karena itu bentuk wajah panjang, persegi, segitiga, bulat, diamond
(belah ketupat) dan bentuk segitiga terbalik, dapat dikoreksi sedemikian
rupa untuk mendekati penampilan bentuk oval. Untuk tujuan ini, bagianbagian wajah tertentu diberi warna gelap (shade), dan ada pula yang
diberi warna terang (tint, highlighting). Jadi tata rias koreksi wajah
adalah menonjolkan bagian wajah yang indah dan menutupi bagian
wajah yang kurang sempurna. Bagian wajah yang diberi warna gelap
428

(shading) akan kelihatan menyempit atau kurang menonjol, dan


sebaliknya warna terang (tint, highlighting) akan kelihatan lebih lebar
dari ukuran sebenarnya. Pembuatan shading dan tint dapat dilakukan
dengan menggunakan :

1. Alas bedak
Sebelum pemakaian bedak, bubuhkan accent colour atau alas
bedak yang lebih gelap untuk keperluan shading, dan accent colour
yang lebih terang untuk keperluan tint.

2. Pemulas pipi (blus-on, rouge)


Selain dapat memberikan kesan segar, pemulas pipi dapat pula
digunakan untuk mengoreksi bentuk wajah, yaitu sebagai shading
dengan membubuhkan pemulas pipi berwarna gelap sebagai tint
dengan pemulas pipi berwarna terang yang mengandung
pearl/mutiara.
Sebelum dilakukan aktivitas koreksi wajah, terlebih dahulu
lakukan persiapan dengan berpedoman pada prinsip kesehatan dan
keselamatan kerja, agar didapat hasil yang memuaskan, serta proses
yang dilakukan dapat berjalan lancar, aman dan selamat. Mekanisme
persiapan dapat dilihat pada hal. 424 di muka.
Mengoreksi bentuk wajah sesuai dengan tipe bentuk wajah
dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :

1. Wajah Bentuk Oval


Bentuk wajah yang paling ideal atau sempurna adalah bentuk wajah
oval atau bulat telur atau lonjong. Menurut Beauty Feng Shui, unsur
logam menaungi orang-orang dengan jenis karakter oval. Karakter
wajah bentuk oval memiliki sifat yang praktis, cenderung pekerja
keras, dan selalu memperhitungkan permasalahan finansial dan
material secara mendetail menjadi ciri karakter ini. Bidang yang
sebaiknya dijalani adalah industri, seni, desainer, bidang teater atau
menjadi seorang sutradara sangat sesuai untuk orang-orang yang
berada di bawah naungan logam. Make-up style untuk bentuk wajah
oval yaitu : Shading : Berbeda dengan karakter wajah yang lain,
teknik shading yang dilakukan mengambil bagian atas kening dan
daerah dagu yang agak lancip agar memberi kesan menyamarkan.
Highlight : Guna menonjolkan bentuk rahang, maka perlu dilakukan
highlight di bagian rahang kiri dan kanan, dengan menggunakan
429

warna terang (tint) kesan menonjol akan lebih terlihat. Color : Warna
dengan nuansa warm, nature, dan bright menjadi satu paket yang
cocok diaplikasikan. Warna - warna seperti hijau muda, pink, putih,
peach, oranye, coklat muda, merah bata sampai gold, cocok untuk
menyeimbangkan karakter wajah oval. Blush-on : Teknik
penggunaan blush-on dilakukan pada tulang pipi bagian atas, dibuat
tebal dan tegas. Blush-on diaplikasikan dengan arah menyamping
ke bagian kuping. Alis : Alis dibuat dengan sangat natural. Bentuk
alis tidak menukik, tetapi hanya berupa lengkungan yang menebal di
awal, selanjutnya menipis di ujung alis. Panjang alis melebihi sudut
mata. Bibir : Warna lembut dengan nuansa natural dengan
sentuhan glossy sangat baik untuk dikenakan.

2. Wajah Bentuk Belah Ketupat


Bentuk wajah ini menurut pandangan kecantikan bangsa Cina
(Beauty Feng Shui) mempunyai dua unsur yang menaunginya yaitu
kayu dan api. Orang-orang dengan jenis wajah ini dikenal memiliki
semangat petualang sejati. Ide-ide kreatif selalu muncul dari
kepalanya. Oleh karena itu, berkarier di bidang enterprise yang
menantang dan selalu mencoba pengalaman-pengalaman baru
sangatlah cocok. Make-up style untuk wajah yang berbentuk belah
ketupat, dengan ciri khas sangat lebar di daerah kedua tulang pipi
adalah : Shading : Untuk merampingkan wajah dapat diaplikasikan
shading yang memanjang vertikal pada daerah tulang pipi dan dagu,
Highlight : Untuk karakter wajah diamond, highlight diaplikasikan di
daerah pelipis dan rahang atau aplikasikan tint pada dahi kiri dan
kanan serta pada rahang kiri dan rahang kanan. Color : Warna
dalam nuansa dramatic dan bright gradasi ungu tua sampai ungu
muda, biru tua sampai biru muda, hijau muda, bahkan warna-warna
berani seperti coklat tua, oranye, kuning, pink tua, putih dan gold
sangat disarankan. Blush-on : Teknik pengaplikasian blush-on di
bagian tulang pipi diaplikasikan dengan membaur dan samar-samar
hampir sejajar dengan hidung dan ditarik ke arah kuping. Alis :
untuk lebih membingkai wajah, alis dibuat melengkung sampai di
mata selanjutnya menukik, dan meruncing. Ketebalan alis yang
dibuat serata mungkin dan baru di bagian ujung alis saja yang
sedikit menipis. Bibir : Warna lembut dengan nuansa natural dan
dengan sentuhan glossy baik untuk diaplikasikan.

430

Gambar 10.13
Koreksi Wajah Bentuk Belah Ketupat

3. Wajah bentuk heart (hati)


Karakter wajah jenis ini, unsur yang menaunginya menurut Beauty
Feng Shui adalah kayu. Karakter orang-orang yang berada di bawah
unsur kayu terkenal memiliki rasa empati yang tinggi, komunikator
yang baik, dan teliti. Oleh karena itu disarankan untuk mengambil
jalur karier di bidang intelektual, hukum, pendidikan, komunikasi,
bahkan keuangan pun menjadi lahan yang cocok dengannya.
Make-up style untuk wajah bentuk hati atau bentuk segi tiga
yang memiliki ciri dahi lebar dan dagu sempit yaitu : Shading :
Memiliki dahi yang lebar dan dagu yang lancip, membuat teknik
shading yang dilakukan hanya di bagian pelipis saja. Bagian kiri dan
kanan dahi yang lebar, ditutup dengan alas bedak berwarna gelap
(shading), begitu pula shading pada bagian dagu agar tidak terkesan
tajam. Highlight : Guna menyeimbangkan bagian dagu yang lancip
maka perlu dilakukan highlight dengan warna-warna terang di
bagian rahang. Hal tersebut untuk menonjolkan karakter wajah yang
lebih keras sehingga keselarasan yang diinginan dapat tercapai. Tint
menggunakan alas bedak pada bagian rahang yang sempit untuk
memberi kesan melebar. Color : Warna dengan nuansa warm and
natural menjadi pilihan tepat bagi orang-orang dengan karakter
wajah segitiga terbalik (bentuk hati/heart).
Gradasi warna-warna tanah seperti coklat tua sampai coklat
muda, oranye, merah sampai merah bata, kuning bahkan gold
sangat disarankan. Ada baiknya warna-warna di luar yang
disarankan tidak dikenakan. Blush-on : Penggunaan blush - on
431

diaplikasikan pada kedua tulang pipi yang disapukan dengan arah


menyamping ke bagian kuping, membaur dan sedikit mendatar atau
melebar. Alis : Titik awal alis sama dengan titik awal mata. Alis
dibuat menebal di awal yang kemudian melengkung di mata,
selanjutnya menipis di bagian ujung. Panjang alis melebihi ujung
mata. Bibir : Nuansa warna-warna tanah dengan sedikit sentuhan
glossy.

Gambar 10.14
Koreksi Wajah Bentuk Hati / Heart

4. Wajah bentuk pear


Aplikasikan shading pada bagian rahang bawah yang lebar dengan
menggunakan alas bedak berwarna tua. Tint atau counter-shading
pada bagian dahi yang sempit untuk memberi kesan dahi lebih lebar
menggunakan alas bedak yang berwarna lebih terang. Aplikasikan
pemerah pipi (rouge) disapukan ke arah samping atas agak vertikal.

Gambar 10.15
Koreksi Wajah Bentuk Pear

432

5. Wajah bentuk bulat


Karakter wajah bentuk bulat, unsur yang menaunginya adalah air.
Karakter wajah demikian terkenal dengan sifat-sifatnya yang
emosional, supel sekaligus sensitif, perduli dan penyayang.
Make-up style untuk bentuk wajah bulat direncanakan agar
wajah menjadi kelihatan lebih ramping dan berbentuk oval.
Shading : Guna menutupi dahi yang lebar dan menonjolkan juga
memberikan efek samar pada bagian rahang agar terlihat lebih
tegas, diperlukan teknik shading di kedua area tersebut. Bagian
pelipis dan kedua sisi rahang ditutupi dengan menggunakan warna
yang lebih gelap. Pipi yang bulat diaplikasikan dengan bayangan
gelap (shading) atau di atas bedak diberi bayangan warna
kecoklatan. Color : Warna dengan nuansa dramatic mute, seperti
gradasi biru tua sampai dengan biru muda, hijau tua sampai hijau
muda, silver bahkan piece, sangat disarankan. Bahkan warna ungu
muda, abu-abu, sampai coklat tua, cocok pula untuk diaplikasikan.
Blush-on : Penggunaan blush-on dilakukan pada tulang pipi bagian
atas, aplikasikan dengan samar-samar, membaur dan agak melebar.
Dagu yang pendek dapat diberi alas bedak yang bewarna lebih
terang (countershading) atau di atas bedak diberi warna terang (tint)
agar berkesan lebih tajam.
Perhatikan peralihan antara shading, countershading, dan
pemerah pipi tidak terjadi secara mendadak, tetapi hendaknya diatur
dengan baik, dengan gradasi yang makin berkurang sampai beralih
ke warna kulit asli. Alis : Untuk memberikan kesan yang
mempertegas, alis dibuat tebal di bagian awal, selanjutnya menukik
di tengah-tengah mata, kemudian menipis sampai bagian ujung
mata. Bibir : Warna-warna lembut dengan nuansa pink dan sedikit
glossy sangat baik dan serasi untuk diaplikasikan.

Gambar 10.16
Koreksi Bentuk Muka Bulat

433

6. Wajah bentuk panjang


Merias wajah bentuk panjang dikoreksi agar wajah menjadi kelihatan
lebih lebar, dengan alis, mata, dan bibir sedapat mungkin menjurus
ke arah horizontal. Pada tulang pipi di depan kedua telinga
diaplikasikan alas bedak yang lebih terang (countershading)
kemudian sebagai tambahan di atas bedak diaplikasikan warna
terang (tint) agar wajah tampak lebih lebar. Shading pada bagian
dagu yang terlalu tajam dengan menggunakan alas bedak yang
lebih gelap, kemudian di atas bedak ditambah bayangan gelap yang
berwarna kecoklatan, begitu pula pada dahi bagian batas rambut
agar kesan bentuk wajah lebih pendek. Pemerah pipi disapukan
secara mendatar, untuk mengurangi kesan panjang pada wajah.
Perhatikan perbedaan antara countershading dengan rouge jangan
terlalu mencolok (blending).

Gambar 10.17
Koreksi Bentuk Muka Panjang

7. Wajah bentuk muka persegi


Karakter wajah persegi (kotak), unsur yang menaunginya adalah
tanah. Karakter wajah demikian memiliki sifat agresif, ambisius, dan
sangat mendominasi, serta analistik menjadi ciri orang-orang
dengan unsur tanah. Oleh karena itu jenis pekerjaan atau karier
yang sesuai untuk orang-orang di bawah naungan tanah, disarankan
bergerak di bidang ilmuwan, engineering, mekanik, kontraktor, real
estate, sport atau sesuatu yang berhubungan dengan kegiatan
lapangan.
Make-up style untuk bentuk wajah persegi yaitu : Shading :
Karakter wajah persegi yang memiliki dahi lebar dan rahang yang
kuat memerlukan teknik shading di kedua area tersebut. Bagian
pelipis dan rahang perlu dilakukan penyeimbangan, guna menampil
kan sisi kelembutan. Koreksi wajah bentuk persegi dikerjakan
434

seperti untuk bentuk wajah bulat, tetapi perhatikan agar rahang yang
lebar lebih ramping, aplikasikan alas bedak berwarna tua (shading)
atau aplikasikan bayangan gelap di atas bedak. Pada kedua tulang
pipi, di depan telinga, aplikasikan warna lebih terang, dengan
menyapukan alas bedak berwarna lebih muda (countershading) atau
di atas bedak diaplikasikan warna terang (tint). Dagu yang pendek
agar kelihatan lebih tajam aplikasikan countershading atau di atas
bedak aplikasikan warna yang terang (tint). Color : Warna dengan
nuansa light and soft menjadi warna yang harus dikenakan, gradasi
warna pink, biru muda, hijau muda, ungu muda, bahkan beige
adalah warna-warna yang sangat serasi untuk dikenakan.
Blush-on : Penggunaan blush-on diaplikasikan di bagian tulang
pipi atas, sedekat mungkin dengan areal mata. Jangan terlalu tebal,
lakukan dengan samar-samar saja. Pemerah pipi atau blush-on
disapukan dengan arah melebar ke samping dengan bentuk segi
tiga, untuk memberikan kesan wajah tampak oval. Alis : Alis sebagai
pilar wajah mempunyai peranan penting. Oleh karena itu untuk
menyeimbangkan karakter wajah persegi yang sudah cukup tegas,
lakukan pemakaian alis jangan terlalu tegas, tetapi cukup berupa
garis lengkung yang tidak menukik, menebal di bagian awal dan
selanjutnya menipis sampai ke bagian ujung alis. Untuk panjang alis,
dibuat melebihi sudut mata. Bibir : Warna lipstick atau perona bibir
yang digunakan tetap menggunakan warna-warna soft and light,
warna pink sampai warna natural bibir dengan menggunakan sedikit
lip gloss sangat disarankan.

Gambar 10.18
Koreksi Bentuk Muka Persegi

435

E. Tata Rias Koreksi Bentuk Bibir


Bibir merupakan bagian dari wajah yang perlu mendapat perhatian
khusus. Pemilihan jenis dan warna lipstick serta proporsi yang tepat
dalam membentuk bibir akan dapat menyempurnakan penampilan
wajah secara keseluruhan.
Koreksi bentuk bibir dimaksudkan untuk memberi warna pada bibir
sehingga tercipta kesan yang diinginkan. Cara pemakaian kosmetik
bibir menggunakan kuas khusus untuk bibir. Contoh cara memakai
kosmetik bibir :

Gambar 10.19
Cara Memakai Kosmetik Bibir

Sebelum melakukan koreksi bibir, terlebih dahulu lakukan proses


persiapan yang sesuai dengan prosedur prinsip kesehatan dan
keselamatan kerja, sebagaimana tercantum pada hal. 424.
Berikut adalah cara mengoreksi bentuk bibir :

1. Bibir terlalu tipis


Buat bingkai bibir dengan lipliner warna terang di luar garis bibir atas
kemudian aplikasikan lipstik warna terang atau pastel. Lipstik jenis
glossy akan membuat bibir terlihat lebih penuh. Jangan gunakan
lipstik warna gelap.

Gambar 10.20
Koreksi Bibir Terlalu Tipis

436

2. Bibir terlalu lebar


Buat bingkai bibir dengan lip liner warna terang di luar garis bibir
bawah kemudian bibir diisi penuh dengan lipstik.

Gambar 10.21
Koreksi Bibir Terlalu Lebar

3. Bibir terlalu kecil


Buat bingkai bibir di luar garis bibir asli untuk membentuk bibir
menjadi lebih lebar, kemudian diisi penuh dengan lipstik. Gunakan
lipgloss untuk memberi kesan seksi.

Gambar 10.22
Koreksi Bibir Terlalu Kecil

4. Bibir terlalu besar


Buat bingkai bibir dengan lipliner di dalam garis bibir asli sehingga
bentuk bibir menjadi lebih kecil, buat pula cupidonya di tengahtengah bibir atas. Seluruh bibir diberi lipstik warna muda dan bagian
bibir yang telah digambar diberi lipstik warna tua. Hindari
penggunaan lipstik jenis glossy.

Gambar 10.23
Koreksi Bibir Terlalu Besar

437

5. Bibir dengan sudut ke bawah atau ke atas


Buat bingkai bibir dengan lip liner dan pada sudut bibir ditarik
mengarah ke atas atau ke bawah, sehingga bentuk bibir menjadi
normal, kemudian diisi penuh dengan lipstik. Warna lipstik
disesuaikan dengan tebal atau tipisnya bibir.

Gambar 10.24
Koreksi Bibir Menyudut

6. Bibir yang asimetris


Gambar bentuk bibir mendekati bibir ideal, untuk sudut yang ke
bawah digambar ke arah atas dan begitu pula sebaliknya, kemudian
diisi penuh dengan lipstik.

Gambar 10.25
Koreksi Bibir Asimetris

F. Tata Rias Koreksi Bentuk Mata


Mata adalah jendela hati, karena melalui mata dapat tercermin suasana
hati kita. Oleh karena itu mata perlu dirawat dan dirias agar keindahan
dan kecemerlangannya tampil maksimal. Bentuk mata kenari atau mata
kijang adalah bentuk mata ideal. Semua bentuk mata lainnya, dibuat
supaya mendekati bentuk ideal, dengan menggunakan eye brow pencil,
eye liners atau sipat mata, eye shadow, maskara dan bulu mata palsu.
Letak mata normal, jarak antara mata sebelah kiri dengan kanan, sama
dengan satu ukuran panjang mata.
438

Agar diperoleh hasil tata rias koreksi bentuk mata yang maksimal,
perlu dilakukan persiapan-persiapan yang mengacu pada prinsip
kesehatan dan keselamatan kerja yang dapat dilihat pada hal. 424.
Cara mengoreksi bentuk mata dilakukan dengan penggunaan
eye shadow pada kelopak mata bagian atas. Susunan penggunaan
eye shadow seperti pada gambar berikut :

Keterangan :
1 Eye Liners
2 dan 3 Eye Shadow

Gambar 10.26
Cara Koreksi Bentuk Mata

Beberapa bentuk mata wanita Indonesia yang perlu mendapat


perhatian untuk diperbaiki, agar tampilannya menyerupai bentuk mata
ideal adalah :

1. Mata terlalu berdekatan


Cara mengoreksinya yaitu pangkal alis dicabut dan letaknya
direnggangkan. Aplikasikan pemulas mata berwarna terang pada
sudut dalam kelopak mata, dan baurkan perona mata warna gelap
pada sudut luar kelopak mata. Bingkai mata tidak dibuat sampai ke
sudut mata sebelah dalam. Aplikasikan maskara pada bulu mata
bagian atas.

Gambar 10.27
Koreksi Mata Terlalu Berdekatan

2. Mata terlalu berjauhan


Cara mengoreksinya yaitu dengan menarik garis di pangkal mata
dengan arah ke hidung, kemudian aplikasikan perona mata
berwarna gelap pada sudut dalam kelopak mata. Baurkan perona
439

mata berwarna terang pada sudut luar kelopak mata dan buatlah
bingkai mata dengan celak mata melebihi sudut mata sebelah
dalam.

Gambar 10.28
Koreksi Mata Terlalu Berjauhan

3. Mata sipit
Koreksi bentuk mata sipit dibesarkan dengan eye liner tipis hitam,
untuk mempertegas lingkaran mata agar lebih indah. Aplikasikan
bayangan putih di atas eye liner untuk memberi kesan adanya
lipatan mata juga dapat dilakukan dengan teknik gradasi warna,
yaitu dengan mengaplikasikan perona mata paling gelap pada
bagian kelopak mata bawah dan semakin terang menuju ke puncak
tulang mata. Selain itu dapat juga dilakukan dengan teknik double
eye liner untuk memberi kesan dalam yakni bentuklah garis kelopak
mata dengan sipat mata, bubuhkan eye shadow warna alami (coklat)
pada garis kelopak mata sebelah atas dan baurkan. Pada kelopak
mata bubuhkan eye shadow warna terang. Pada puncak tulang mata
bubuhkan warna eye shadow setingkat lebih terang dari warna pada
kelopak mata. Agar kesan mata lebih besar gunakan bulu mata
palsu.
Contoh koreksi mata sipit dengan teknik gradasi warna :

Contoh koreksi mata sipit dengan teknik double eye liner :

Gambar 10.29
Koreksi Mata Sipit

440

4. Mata bulat
Koreksi bentuk mata bulat dengan cara : Aplikasikan shadow dari
pangkal mata sampai ke ujung dibentuk oval. Kemudian bentuk
mata diperpanjang sampai melewati ujung mata hingga membentuk
mata ideal (kenari). Baurkan perona mata pada sudut mata sebelah
luar dengan ditarik ke arah luar secara mendatar. Bubuhkan
pemulas mata warna terang pada kelopak mata. Bingkai mata dibuat
tipis dengan warna yang tidak terlalu gelap.

Gambar 10.30
Koreksi Mata Bulat

5. Mata dengan sudut ke bawah (Menurun)


Mata menurun memberikan kesan suram dan sedih, dan disebabkan
oleh usia serta pembawaan sejak lahir. Untuk mengoreksinya dapat
dilakukan dengan menutupi garis sudut mata yang menurun dengan
menggunakan alas bedak/penyamar noda, warna setingkat lebih
terang dari alas bedak/bedak. Pada saat membuat bingkai mata,
sudut mata sebelah luar ditarik ke arah atas berlawanan dengan
sudut mata yang menurun. Rapihkan bentuk alis dengan
menggunting/mencabut bulu alis pada bagian sudut alis yang
menurun, kemudian bentuk alis ke arah atas.

Gambar 10.31
Koreksi Mata dengan Sudut Menurun

6. Mata cekung
Aplikasikan perona mata warna terang pada kelopak mata, di bawah
pangkal alis sebelah dalam bubuhkan eye shadow berwarna panas
atau warna terang/berkilat dan bubuhi eye liner berwarna muda.
Berikan warna yang senada dengan warna kelopak mata pada
441

puncak tulang mata. Bingkai mata dibuat tipis dengan warna yang
tidak terlalu gelap.

Gambar 10.32
Koreksi Mata Cekung

7. Mata cembung
Aplikasikan shadow warna tua di bagian atas kelopak mata dan
aplikasikan shadow warna muda di dekat alis. Hindari penggunaan
perona mata warna terang/berkilat pada kelopak mata. Baurkan
warna perona mata pada kelopak mata sebelah luar dengan arah ke
luar dan mendatar agar bentuk mata tidak berkesan terlalu
menonjol.

Gambar 10.33
Koreksi Mata Cembung

G. Tata Rias Koreksi Bentuk Alis


Dalam riasan mata, alis memegang peranan penting, karena baik
bentuk maupun posisi alis sangat mempengaruhi ekspresi wajah,
misalnya alis yang tebal dengan jarak terlalu dekat dapat memberikan
kesan ketus dan alis yang ujungnya menurun memberikan kesan sedih.
Jika alis mata secara alami sudah bagus bentuknya, cukup disikat agar
rapi dan terpelihara keindahannya. Alis yang ideal yaitu :
Batas pangkal alis : tarik garis tegak lurus mulai dari ujung mata
bagian dalam ke arah pangkal alis.
Puncak alis : perkirakan 1/3 dari bentuk mata, diukur dari sudut mata
sebelah luar dan tarik garis tegak lurus ke arah alis. Kemudian tarik
garis diagonal mulai dari cuping hidung ke arah alis.
Panjang alis diperkirakan dengan menarik garis dari batas ujung
bibir (garis A) dan dari batas hidung (garis B) melalui ekor mata, titik
perpotongan kedua garis tersebut adalah batas panjang alis.
442

1. Cara pembuatan tata rias koreksi bentuk alis :


Sikat bulu alis ke arah atas.
Kemudian perhatikan bagian-bagian yang perlu dikoreksi seperti
alis yang jaraknya berdekatan dengan mencabut bulu alis pada
pangkal alis, atau alis yang jaraknya terlalu berjauhan dengan
cara digambar atau disempurnakan menggunakan pinsil alis
pada pangkal alis.
Bentuk dan pertegas alis dengan pinsil alis.
Sapukan maskara ke arah atas pada bulu alis agar tam pak
alami.
Proses pembuatan tata rias koreksi bentuk alis dapat
berjalan lancar dengan hasil yang memuaskan, apabila terlebih
dahulu dilakukan proses persiapan dengan merujuk pada ketentuan
prinsip kesehatan dan keselamatan kerja, yang dapat dilihat pada
hal. 424 di muka.
a. Koreksi bentuk alis menurun
Bentuk alis menurun, wajah akan tampak sedih atau tua untuk
mengoreksinya rambut-rambut alis yang menurun dicabuti, dan
bentuk ujung alis yang sempurna dengan cara digambar
menggunakan pinsil alis.

Gambar 10.34
Koreksi Bentuk Alis Menurun

b. Koreksi bentuk alis melengkung


Pada bentuk alis terlalu melengkung dapat dikoreksi dengan
cara rambut-rambut alis di bagian ujung alis, dan di pangkal alis
dicabut, kemudian bentuk alis yang lebih lurus dan digambar
dengan menggunakan pinsil alis.

Gambar 10.35
Koreksi Bentuk Alis Melengkung

443

c. Koreksi bentuk alis lurus


Untuk mengoreksi bentuk alis lurus, rambut-rambut pada
pangkal alis dan pada bagian perut alis (bagian bawah) alis
dicabuti kemudian alis digambar agak melengkung.

Gambar 10.36
Koreksi Bentuk Alis Lurus

d. Koreksi bentuk alis terlalu tebal atau lebat


Pada alis dibuat pola dulu, kemudian rambut-rambut yang
terdapat di luar pola dicabuti sehingga tercapai bentuk alis yang
ideal.

Gambar 10.37
Koreksi Bentuk Alis Terlalu Tebal / Lebat

e. Koreksi bentuk alis terlalu berdekata


Pangkal alis yang terletak sangat berdekatan menimbulkan
kesan seolah-olah orang tersebut berwatak judes, maka harus
diperbaiki dengan cara mencabuti rambut-rambut di kedua
pangkal alis supaya jarak antara kedua pangkal alis tampak lebih
renggang.

Gambar 10.38
Koreksi Bentuk Alis Terlalu Berdekatan

444

f. Koreksi bentuk alis terlalu jauh


Alis digambar melengkung tetapi tidak bersiku. Pangkal alis
sampai ke puncak alis dibuat tebal dan pada ekor alis menipis
serta arahnya ke bawah.

Gambar 10.39
Koreksi Bentuk Alis Terlalu Berjauhan

Cara mengoreksi bentuk alis sesuai dengan bentuk wajah :


a. Bentuk alis untuk bentuk wajah oval : wajah bentuk oval model
alis apapun akan terlihat cocok.
b. Bentuk alis untuk bentuk wajah
panjang, wajah panjang, bentuk
alis jangan terlalu melengkung,
karena
muka
akan
tampak
bertambah panjang. Lengkung alis
dibentuk agak rendah. Lebar atau
besar alis pada bagian pangkal dan
ujung alis jangan terlalu jauh
berbeda.
c. Bentuk alis untuk bentuk wajah
bundar : wajah bentuk bundar,
alis jangan terlalu besar,
puncak lengkungan alis tidak
berbentuk bundar tetapi sedikit
bersiku.

d. Bentuk alis untuk bentuk wajah


heart/segi tiga terbalik : wajah
bentuk hati, alis digambar tidak
terlalu tebal, tetapi tipis serta
makin ke ekor makin tipis
sehingga dahi tidak tampak
lebar. Demikian pula jarak
antaraa kedua alis sedikit lebih
dekat. Puncak alis dari pangkal
lebih panjang dari puncak ke
ekor alis.

Gambar 10.40
Alis untuk bentuk Wajah Panjang

Gambar 10.41
Alis untuk bentuk Wajah Bundar

Gambar 10.42
Alis untuk bentuk Wajah Heart

445

e. Bentuk alis untuk bentuk wajah


buah pear/segi tiga : wajah
bentuk pear tidak cocok
menggunakan alis berbentuk
melengkung tetapi dibuat agak
mendatar.
f.

Bentuk alis untuk bentuk wajah


persegi/square : wajah bentuk
persegi alis dibentuk melengkung, puncak alis dibentuk
melengkung dan harus tebal
sampai puncak alis serta pada
ekornya tipis.

g. Bentuk alis untuk bentuk wajah


belah ketupat / diamond :
Wajah bentuk belah ketupat,
bentuk alis yang diberikan
hampir sama dengan alis untuk
muka bentuk persegi tetapi
ekor alis mengarah ke bawah.

Gambar 10.43
Alis untuk bentuk Wajah Segitiga

Gambar 10.44
Alis untuk bentuk Wajah Persegi

Gambar 10.45
Alis untuk bentuk Wajah Diamond

H. Tata Rias Koreksi Bentuk Hidung


Salah satu kelemahan pada wajah wanita Indonesia terletak pada tulang
hidung yang kurang tinggi serta bagian cuping hidungnya cenderung
melebar. Kekurangan pada bagian ini perlu mendapat perhatian ekstra
bila ingin tampil cantik dan indah, karena bentuk hidung yang ideal
memberi dimensi tersendiri pada wajah. Koreksi bentuk hidung
merupakan bagian dari terapan dasar tata rias Efek gelap (shading)
dan terang (highlight) akan membantu memperbaiki bagian ini. Efek
tersebut dapat dimunculkan melalui dua tahap yaitu : Pembentukan
dengan menggunakan foundation dan penyempurnaan dengan
menggunakan bedak padat. Pemberian efek gelap atau terang pada
hidung sebaiknya dibuat secara samar-samar.

446

1. Pembentukan
Tahap ini dilakukan sebagai bagian dari aplikasi dasar tata rias
wajah dan diterapkan bersamaan dengan proses pembentukan
wajah. Tujuannya adalah untuk membentuk hidung terlihat
proporsional bagi wajah secara keseluruhan.
2. Teknik yang digunakan :
a. Shading, untuk memberi kesan dalam dan mengecilkan.
b. Highlight, tint untuk memberikan kesan meninggikan.
3. Cara mengoreksi bentuk hidung :
a. Sapukan foundation pada bagian-bagian yang ingin digelapkan
atau diterangkan sesuai dengan tipe hidung yang akan
diperbaiki.
b. Ratakan dengan menggunakan spons.
Kelemahan lain dari bentuk hidung yang mungkin ada pada bentuk
hidung wanita Indonesia umumnya serta cara mengoreksinya yaitu :
a. Batang hidung terlalu tinggi (mancung)
Aplikasikan bagian tengah batang hidung dengan warna gelap
(shading) dan bagian puncak hidung serta batang hidung
dengan warna terang (highlight).

Gambar 10.46
Koreksi Bentuk Hidung Mancung

b. Hidung terlalu lebar


Pada bagian batang hidung aplikasikan warna yang terang
(highlight) dan di kedua tepinya diberi warna gelap (shading).

447

Gambar 10.47
Koreksi Bentuk Hidung Lebar

c. Hidung yang panjang


Aplikasikan pada kedua sisi
hidung warna yang agak gelap
(shading) tetapi tidak perlu
sampai ke ujung hidung dan
pada bagian batang hidung
(tengah) diaplikasikan sedikit
warna terang (highlight).

Gambar 10.48
Koreksi Bentuk Hidung Panjang

d. Hidung yang terlalu pendek


Kedua belah sisi hidung diaplikasikan warna gelap (shading) dan
pada bagian tengah batang hidung sampai ke ujung hidung
diaplikasikan dasar bedak yang warnanya terang (countershading/ tint/highlight).

Gambar 10.49
Koreksi Bentuk Hidung Pendek

448

e. Hidung yang mencuat keatas


Jarur tengah punggung hidung sampai ke ujung hidung diaplikasi
kan bayangan gelap.

Gambar 10.50
Koreksi bentuk hidung yang
mencuat ke atas

I. Tata Rias Koreksi Bentuk Dagu


1. Dagu yang terlalu mundur
Aplikasikan countershading atau tint
pada seluruh dagu dan daerah dagu
bagian bawah sampai ke bagian
leher aplikasikan bayangan gelap
(shade).

Gambar 10.51
Koreksi Bentuk Dagu yang Terlalu Mundur

2. Dagu yang terlalu maju


Aplikasikan shading pada daerah
dagu bagian depan yang menonjol.

Gambar 10.52
Koreksi Bentuk Dagu yang Terlalu Maju

449

3. Dagu yang terlalu panjang


Aplikasikan shading pada daerah
dagu bagian bawah depan.

Gambar 10.53
Koreksi Bentuk Dagu yang Terlalu Panjang

4. Dagu rangkap
Aplikasikan shading pada daeah
dagu yang meng-gantung atau
menumpuk sampai ke bagian
leher.

Gambar 10.54
Koreksi Bentuk Dagu Rangkap

J. Prinsip dan Tujuan Merias Wajah


Tata rias merupakan suatu seni menghias wajah yang bertujuan untuk
memperindah dan mempercantik penampilan wajah. Tata rias wajah
dengan teknik make-up yang benar akan dapat menutupi beberapa
kekurangan yang ada pada wajah dan membuat penampilan wajah
akan terlihat fresh. Tata rias secara umum dapat dibagi menjadi dua
tahapan yaitu riasan dasar dan riasan dekoratif. Riasan dasar berfungsi
sebagai make-up dasar yang dapat dilengkapi dan disempurnakan
dengan riasan dekoratif. Pada riasan dasar dapat diaplikasikan
kosmetika yang meliputi pemakaian pelembab, alas bedak dan bedak.
Riasan dekoratif dilakukan dengan memberikan beberapa sentuhan
aplikatif yang bertujuan untuk lebih memberikan warna pada wajah
dengan menonjolkan kelebihan-kelebihan yang ada pada wajah hingga
penampilan menjadi lebih cantik. Riasan dekoratif dapat dilakukan
dengan mengaplikasikan kosmetika maskara, eye shadow, eye brow
pencil, eye liner, rouge, bayangan hidung untuk lebih menyempurnakan
penampilan wajah.
450

1. Tata Rias Mata dan Alis


Mata adalah jendela hati setiap perempuan, yang dapat menjadi
pusat perhatian dan mampu menampilkan pesona serta daya tarik
tersendiri. Penampilan mata yang cantik membutuhkan tata rias
mata yang dilakukan secara tepat agar dapat memberikan kekuatan
pada pancaran mata dan penampilan yang elegan. Penggunaan
perona mata dengan warna-warna cerah akan memberikan
penampilan yang berbeda, sehingga akan terlihat segar dan seksi.
Keindahan mata dapat ditampilkan dari paduan warna eye
shadow yang mewarnai kelopak mata. Jika diinginkan penampilan
yang segar dapat dikenakan eye shadow berwarna kuning.
Kombinasi dengan warna coklat di atasnya dapat menampilkan
kesan natural. Jika ditambahkan warna orange akan dapat
menampilkan kesan bervolume pada kelopak mata. Penggunaan
nuansa pastel akan membuat penampilan mata tampak mengecil,
sebaliknya penggunaan gradasi warna bernuansa gelap akan
membuat rona mata terlihat besar dan berbinar.
Penggunaan warna riasan mata yang sedikit berbeda
dengan warna busana atau lipstick yang dikenakan, akan
memberikan kesan lebih bergaya modern. Smoky eyes merupakan
gaya riasan mata yang berkesan sensual. Cocok jika diaplikasikan
secara ringan untuk penampilan pesta di malam hari. Langkah
awalnya oleskan alas bedak pada kelopak mata dan tambahkan
sedikit perona mata berwarna netral. Selanjutnya gunakan pensil
mata warna hitam pada garis mata dan tambahkan perona mata
warna cokelat pada seputar garis mata hingga meruncing ke ujung
mata. Tajamkan mata dengan menjepit bulu mata supaya lentik, dan
terakhir gunakan maskara.
Glossy eyes adalah gaya riasan mata yang cocok untuk yang
senang bereksperimen. Cara mengaplikasikannya dimulai dengan
memberi alas bedak pada kelopak mata. Langkah selanjutnya jepit
bulu mata dan perkuat dengan maskara. Sentuhan terakhir oleskan
perona mata efek glossy.
Shimmery eyes adalah gaya riasan mata yang cocok bagi
mereka yang senang tampil dengan gaya glamour. Garis rias mata
metalik ini menggunakan serbuk metalik dan dapat dipadukan
dengan aneka manik-manik. Langkah awalnya kelopak mata diberi
alas bedak, kemudian aplikasikan perona mata nuansa cokelat dan
bubuhi garis tepi mata dengan pensil alis sampai ke ujung mata dan
membentuk garis mata model Cleopatra. Tambahkan perona mata
jenis krim pada seluruh area mata tanpa menghilangkan atau
451

menutupi garis coklat yang sudah terlebih dahulu dibuat. Selanjutnya


baurkan dengan tiga warna perona mata, tambahkan perona mata
metalik atau warna perak pada seluruh permukaan kelopak mata.
Langkah terakhir jepit bulu mata dan perkuat dengan maskara.
Teknik dalam tata rias mata yaitu :
a. Penggunaan eye shadow dan eye liner
1) Perona mata atau eye shadow, berfungsi untuk memberikan
warna pada mata dan untuk mendapatkan kesan tertentu.
Ketika menggunakan perona mata atau eye shadow,
terutama yang berwarna gelap seperti smoky, riasan mata
mungkin jatuh mengotori bagian bawah mata yang telah
diberi foundation dan bedak. Untuk mengatasinya ada dua
cara yang dapat dilakukan yaitu memberi bedak tabur di
bawah mata hingga di atas tulang pipi. Jadi bila ada serbuk
eye shadow yang jatuh akan mudah dibersihkan dengan
menyikat bedaknya saja. Cara kedua adalah dengan
membuat riasan mata terlebih dahulu, baru kemudian
mengenakan foundation dan bedak sehingga pewarna yang
jatuh dapat tertutupi.
2) Untuk memperkuat eye shadow agar efek warnanya tampak
lebih ke luar dan mewah, celupkan kuas pemulas eye
shadow ke dalam sedikit air. Sapukan eye shadow yang
akan dipakai dengan kuas tersebut, kemudian sapukan eye
shadow yang telah diberi air ke kelopak mata.
3) High effect. Pemberian warna di sudut mata akan
memberikan tampilan modern. Pemberian warna kuning
akan memberikan efek cerah dan ringan pada wajah.
Pemberian warna pink akan memberikan kesan lembut dan
pemberian warna beige dapat membantu menghilangkan
ilusi bayangan gelap di atas dan di bawah mata.
4) Penggunaan eye liner dapat membantu menegaskan bentuk
mata dan membuat mata lebih besar dan menarik. Pilih
pensil eyeliner yang lembut dan tajam apabila akan
menggunakan eyeliner. Buat garis dari bagian dalam mata,
terus mengikuti garis mata ke arah ujung luar. Jika ingin
mengulangi, mulai lagi dari ujung mata tadi. Hindari
menggambar secara sepotong - potong agar garis mata rata
dan tidak patah-patah. Untuk menghindari keluarnya air mata
saat memakai riasan mata, cobalah membuka sedikit mulut
sehingga air mata tidak banyak yang ke luar.
452

b. Cara menghilangkan lingkaran gelap di bawah mata :

Gambar 10.55
Wajah dengan Lingkaran Gelap di Bawah Mata

1) Aplikasikan foundation yang warnanya sama dengan warna


kulit wajah, kemudian bagian bawah mata yang hitam diberi
concealer dengan warna yang lebih muda dari warna
foundation. Pilihlah warna yang mengarah ke warna peach.

Gambar 10.56
Mengaplikasikan Concealer di Bawah Mata

2) Ratakan concealer di bawah mata secara merata.


3) Agar kulit wajah tampak lebih halus dan rata, tambahkan
bedak tabur warna natural. Beri bedak lebih terang pada
bagian bawah mata.
453

Gambar 10.57
Meratakan Concealer

Gambar 10.58
Memberi Bedak agar Wajah
Tampak Lebih Halus

Gambar 10.59
Wajah Bebas dari Efek Lingkaran Gelap
di Bawah Mata

454

c. Penggunaan bulu mata palsu


Bulu mata palsu berfungsi untuk mengoreksi kekurangan atau
kelemahan bentuk mata. Penggunaan bulu mata palsu dapat
menampilkan ekspresi mata yang lebih cemerlang dan
memberikan kesan dramatis. Cara memasang bulu mata palsu
dapat dilakukan dengan tahapan sebagai berikut :
1) Sebelum menggunakan bulu mata palsu, jepit dulu bulu mata
asli dengan alat pelentik bulu mata.
2) Buat garis dengan eye liner tepat di atas bulu mata asli,
untuk memberikan kesan natural.
3) Bersihkan bulu mata dari debu dan kotoran sebelum bulu
mata palsu dipasang. Bulu mata palsu dicoba dipasang di
kelopak mata dan pastikan panjang bulu mata sesuai dengan
kebutuhan. Gunting ujung-ujung bulu mata palsu jika tidak
diinginkan.

Gambar 10.60
Membersihkan dan
Menggunting Bulu Mata Palsu

4) Lihat lurus ke arah kaca sebelum bulu mata palsu diberi lem
dan untuk memastikan letak bulu mata yang akan ditempel.
5) Aplikasikan lem tipis-tipis pada garis bulu mata palsu.
Tunggu kira-kira 15 detik sampai lem terlihat agak
mengering.

Gambar 10.61
Mengaplikasikan Lem Khusus Bulu
Mata Palsu Sebelum Dipasang

455

6) Tutup kelopak mata, pasang bulu mata palsu pada garis


dalam bulu mata. Tunggu kira-kira 30 detik sebelum
membuka mata dan pastikan lem benar-benar kering.

Gambar 10.62
Memasang Bulu Mata Palsu

7) Aplikasikan eye liner pada bulu mata bagian dalam,


kemudian aplikasikan kembali eye liner di atas bulu mata
palsu untuk menutupi lem yang mungkin masih terlihat.
8) Lentikkan bulu mata dengan penjepit bulu mata, aplikasikan
maskara di kedua bulu mata asli dan bulu mata palsu,
satukan sehingga tampak alami.

Gambar 10.63
Melentikkan Bulu Mata Palsu

9) Untuk kesan yang natural, dapat dipakai bulu mata palsu


pada bulu mata bagian bawah, yang diaplikasikan secara
terbalik, yaitu bulu mata sebelah kiri diaplikasikan di mata
sebelah kanan dan bulu mata kanan diaplikasikan di mata
sebelah kiri.

456

Gambar 10.64
Memasang Bulu Mata Palsu untuk
Menghasilkan Kesan Natural

d. Penggunaan scotch tape


Scoth tape berguna untuk mengoreksi
kelopak mata yang tidak seimbang
atau kurang besar sehingga kelopak
mata menjadi lebih besar. Scoth tape
ada yang polos berbentuk gulungan,
serta ada yang berbentuk potongan
yang dilapisi partikel mengkilap dan
berwarna. Jika menggunakan scoth
tape berbentuk gulungan, caranya
potong scoth tape sesuai lebar mata,
kemudian bentuk menjadi bentuk bulan
sabit kecil atau menyerupai kelopak
mata dan pastikan panjangnya tidak
melebihi panjang mata. Tempelkan
scoth tape di bawah garis kelopak
mata dan letakkan agak di tengah.
Scoth tape ditempel sebelum memakai
alas bedak. Tutup tepi scoth tape
dengan eyeliner dan sempurnakan
dengan pemakaian bulu mata palsu.
Gambar 10.65
Menggunakan Scotch Tape

457

e. Melentikkan bulu mata


Bulu mata merupakan sentuhan terakhir dari aplikasi riasan
mata. Penampilan bulu mata yang tidak tertata dengan rapi
dapat membuat mata tidak terlihat segar, menarik dan hidup.
Untuk membuat mata tampak berbinar sebaiknya selalu gunakan
penjepit bulu mata (eye lash curler) sebelum mengenakan
maskara. Ada beberapa trik agar penampilan bulu mata tampak
sempurna :
1) Taburkan bedak secara tipis pada bulu mata agar lapisan
maskara melekat sempurna
2) Penjepit bulu mata yang terbuat dari metal dipanaskan
dengan menggunakan hair dryer. Penjepit yang hangat
memudahkan proses pelentikan.
3) Jepit bulu mata dari pangkalnya. Tekan dengan lembut
kelopak mata, supaya pangkal bulu mata terjepit seluruhnya.
Tahan selama beberapa detik. Pastikan jangan sampai ada
bulu mata yang tercabut.
4) Untuk mendapatkan bulu
mata yang lentik alami,
angkat penjepit mata ke
arah atas pada saat
menjepit bulu mata, lalu
ulangi sekali lagi.

Gambar 10.66
Melentikkan Bulu Mata

f. Penggunaan Maskara
Maskara merupakan salah satu kosmetik yang dapat mempercantik penampilan mata. Saat ini warna maskara semakin
beragam sesuai keperluan. Berdasarkan jenis dan fungsinya,
untuk memberi kesan tebal dapat dikenakan tickening mascara.
Jenis maskara ini cocok untuk mereka yang memiliki bulu mata
panjang tetapi tidak tebal atau bulu mata telbal dan lentik. Jika
ingin menampilkan bulu mata lentik dapat digunakan curling
mascara, dengan menggunakan sisir mas kara berbentuk
melengkung, karena bulu mata lentik dapat dibentuk dengan sisir
sikat yang tepat dan lengkungnya sempurna.
458

Untuk dapat menampilkan bulu mata yang memberi


kesan panjang dapat digunakan lengthening mascara. Jenis
maskara ini mengandung plastic polymers yang akan menempel
di ujung bulu mata sehingga bulu mata tampak panjang.
Ada dua formula maskara yang ditawarkan produsen
yaitu non water proof mascara dan water proof mascara. Non
water proof mascara mengandung formula yang tidak tahan air
dan mudah luntur. Keuntungan nya mudah dibersihkan dengan
menggunakan air hangat. Water proof mascara mengandung
formula tahan air, untuk menghapusnya dapat digunakan eye
make-up remover atau baby oil. Sebaiknya pilih maskara yang
kental agar lebih mudah menempel pada bulu mata dan cepat
mongering. Maskara yang terlalu cair dan pengeringannya lama
akan mengakibatkan bulu mata yang sudah lentik menjadi lurus
kembali. Maskara dapat berfungsi pula untuk menyatukan bulu
mata asli dengan bulu mata palsu, sehingga penampilannya
akan terlihat alami.
Cara mengaplikasikan maskara dapat dilakukan dengan
langkah-langkah sebagai berikut :
1) Miringkan
maskara.

kepala

sedikit

ketika

akan

membubuhkan

2) Bubuhkan maskara dimulai dari ujung bulu mata atas bagian


luar dan sikatlah dengan lembut beberapa kali untuk
menambah ketebalannya. Tahap berikutnya lakukan hal
yang sama pada ujung bulu mata atas bagian dalam,
sehingga ujung bulu mata menjadi tebal dan lentik.
Selanjutnya sapukan maskara dari pangkal bulu mata pada
seluruh bulu mata sehingga memberikan kesan tebal,
panjang, dan lentik.
3) Untuk mengaplikasikan maskara pada bulu mata bagian
bawah, tempatkan sikat sejajar dengan pangkal bulu mata.
Sapukan dari pangkal sampai ke ujung bulu mata.
g. Cara praktis merias mata
1) Pensil mata berwarna putih dapat dipakai untuk membuat
garis mata bagian dalam agar mata tampak lebih besar.
2) Tempelkan shimmer di
menghindari kesan keras.

bawah

garis

eyeliner

untuk

3) Maskara hitam memberi kesan formal. Jika ingin tampak


natural, pilih maskara berwarna coklat tua. Warna biru, ungu
dan emas akan memberi kesan dramatis.
459

4) Untuk pemula, jika ingin membeli produk tata rias mulailah


dengan warna-warna natural seperti beige, mauve, brown,
gold, bronze, wine, dan abu-abu. Setelah itu baru beralih ke
warna-warna yang lebih berani.
5) Jika seharian memakai tata rias wajah, terkadang riasan
mata bagian bawah menjadi berminyak dan berkesan
berantakan, cobalah ambil spons, beri moisturizer kemudian
bersihkan bagian tersebut dan kenakan lagi foundation serta
bedak.
Susunan penggunaan eye shadow seperti pada gambar
berikut :

1. Eye liners
2 dan 3 Eye shadow

Gambar 10.67
Susunan Penggunaan Eye Shadow dan Eye Liners

Contoh riasan mata :

Gambar 10.68
Contoh Riasan Mata

Alis merupakan bagian wajah yang amat penting dalam


rias wajah, karena baik bentuk maupun posisi alis sangat
mempengaruhi ekspresi wajah. Bentuk alis mata yang baik akan
mempengaruhi kecantikan wajah. Keaslian lengkung atau
pertumbuhan dari alis mata mengikuti susunan pertulangan atau
garis curve dari orbit. Alis mata yang sempurna memberikan
bingkai yang sangat baik agar wajah lebih cantik, namun tidak
460

semua perempuan memiliki bentuk alis yang sesuai dengan


bentuk wajahnya. Untuk menggambar alis mata agar terlihat rapi,
gunakan pensil alis yang tidak terlalu keras atau terlalu lunak.
Penggunaan pewarna alis berbentuk bubuk dengan tekstur
sedikit creamy akan membuat penampilan alis mata lebih
natural. Sesuaikan warnanya dengan warna asli bulu alis.
Pilihlah warna satu tingkat lebih terang dari warna bulu alis mata
agar riasan wajah tidak terkesan keras.
Rapikan bulu-bulu alis mata yang tumbuh tidak beraturan,
dengan cara mencabut atau mencukurnya. Bersihkan area alis
mata dengan cotton bud yang telah dibasahi dengan sedikit
toner. Setelah alis selesai digambar dengan pensil, selanjutnya
sikat bulu alis mata ke arah atas, gunakan sikat maskara yang
telah disemprot dengan hair spray.
Membentuk alis mata dalam tata rias dimulai dari sudut
mata bagian dalam. Penentuan puncak alis dan ujung alis
dilakukan dengan cara :
1) Menentukan panjang alis mata, dilakukan dengan menarik
garis diagonal dari cuping hidung ke arah ujung luar alis
melalui sudut mata luar.
2) Menentukan ketinggian puncak alis dilakukan dengan cara
menarik garis lurus dari bola mata luar ke arah alis.
3) Menentukan pangkal alis, dilakukan dengan menarik garis
tegak lurus, mulai dari ujung dalam mata ke arah pangkal di
mana alis berada.

Gambar 10.69
Cara Menentukan
Puncak dan Ujung Alis

461

Cara membuat alis agar tampak alami :

Sikat bulu alis ke arah atas

Koreksi bulus alis dengan mencabuti


atau menggunting bulu alis

Bentuk alis dengan pensil alis

Sapukan maskara ke arah atas agar


tampak alami

Gambar 10.70
Cara Membentuk Alis Agar Tampak Alami

Contoh riasan alis :

Gambar 10.71
Contoh Riasan Alis

2. Tata Rias Bibir


Bibir merupakan daerah wajah yang dapat dijadikan sarana untuk
mengekspresikan warna. Bibir indah merupakan bagian dari
kecantikan yang memiliki nilai tersendiri. Ekspresi seseorang dapat
diungkap dari bentuk dan warna bibir. Cara terbaik untuk
mengetahui warna yang cocok adalah dengan mencobanya.
Bagi mereka yang berkulit gelap, memiliki fleksibilitas dalam
memilih warna, seperti warna coklat, merah, pastel dan jingga yang
akan menampilkan kesan serasi dengan warna kulit. Semakin gelap
462

warna kulit dapat dipilih warna-warna lipstik yang cenderung gelap,


sehingga penampilan akan tampak mempesona. Pilihan lipstik
berwarna coklat muda akan terlihat natural.
Bagi mereka yang memiliki kulit cenderung pucat, pilihlah
warna-warna muda yang tidak terlalu mencolok, seperti warna
beige, pink dan merah bata. Lipstik jenis glossy dan transparant
akan memberikan penampilan yang menarik.
Pemilihan warna lipstik dipercaya mempunyai makna yang
sesuai dengan kepribadian pemakainya. Warna-warna lipstik ini
dipandang mempunyai makna yang relevan dengan kepribadian
penggunanya. Lipstik warna orange menandakan sifat dan perilaku
yang ingin berbeda dari orang lain. Pilihan warna pink mendekati
alamiah bibir. Pilihan lipstik warna pink menandakan kejujuran,
tulus dan pembawaan yang menyenangkan orang lain.
Penggunaan warna lipstik ungu tua menandakan suka berkuasa,
suka memerintah dan menyukai sesuatu dengan caranya sendiri.
Pilihan warna merah tua menandakan sifat periang, suka
menyemarakkan dan menghidupkan suasana, percaya diri dan
sophisticated.
Mengenakan lipstik warna merah akan membuat wajah
terlihat glamour dan elegan, tetapi tidak semua perempuan berani
menggunakan warna merah karena akan terlihat tampak berbeda.
Lipstik berwarna merah akan terlihat indah bila dikenakan oleh
mereka yang memilki kulit wajah cenderung pucat. Bagi mereka
yang memiliki gigi cenderung kuning dapat memilih warna lipstik
merah yang memiliki sedikit gradasi violet agar gigi terlihat lebih
putih. Mengenakan lipstik warna merah dalam nuansa glossy atau
berkilau akan membuat penampilan terlihat lebih modern. Pada
saat ini perona bibir tidak hanya dikemas dalam bentuk tabung atau
pensil. Jenis lipstik ada yang berbentuk kering, padat, cair dan
tabur. Perona bibir penggunaannya tidak mudah, sebaiknya
gunakan lipgloss sebagai sarana penempelnya. Gunakan lipgloss
transparant agar warna yang muncul di bibir dapat terkontrol.
Perona bibir bentuk tabur ada yang dilengkapi dengan glitter untuk
memberi efek khusus pada bibir. Gunakan lipstik berwarna terlebih
dahulu, lalu tempelkan glitter dengan cotton bud atau kuas halus.
Keindahan bibir dapat diperoleh melalui teknik merias bibir
secara tepat. Tahap-tahap merias bibir meliputi :
a. Mengaplikasikan pelembab/lipbalm dan alas bedak (foundation)
pada seluruh bibir.
b. Membuat bingkai bibir dengan menggunakan pinsil bibir (lip
liner). Pilih warna pinsil bibir yang sama dengan warna lipstik
yang akan digunakan, agar garis bibir simetris. Untuk bibir
463

bagian atas, goreskan lipliner dari pusat menuju ke sudut bibir.


Untuk bibir bagian bawah arahkan lipliner dari sudut bibir ke
tengah.
c. Mengoleskan krim lip-fix setelah pemakaian alas bedak, agar
warna pewarna bibir melekat lebih kuat.
d. Mengaplikasikan pewarna bibir dengan menggunakan kuas
bibir dari bagian tepi bibir (mengikuti garis yang telah dibuat) ke
arah bagian dalam. Upayakan warna garis bibir menyatu
dengan pewarna bibir.
e. Jika penggunaan pewarna bibir terlalu tebal, serap dengan
kertas tissue dengan cara meletakkan kertas tissue di antara
bibir atas dan bibir bawah kemudian katupkan bibir. Selain
mengurangi ketebalan pewarna bibir, cara ini juga dapat
membuat pewarna lebih menempel pada bibir.
f.

Untuk mengganti atau menambah pewarna, bersihkan dulu sisa


pewarna bibir sebelumnya

g. Agar pewarna bibir memberi kesan bibir lebih hidup dan segar,
gunakan lipgloss di atas pewarna bibir.

Gambar 10.72
Tahapan Merias Bibir

464

3. Perona Pipi (Blush on)


Semburat warna pada daerah pipi, dapat membuat wajah tampak
lebih segar, sehat, dan memberi efek kontur wajah lebih sempurna.
Blush on merupakan penyempurna riasan yang dapat memberikan
sentuhan warna pada wajah yang pucat. Cara penggunaan perona
pipi (blush on) sebagai berikut :
a. Aplikasikan blush on warna gelap dan terang untuk memberikan
efek sehat, segar, dan memberi dimensi pada wajah.
b. Jika anda terlalu banyak membubuhkan blush on, untuk
meratakannya, beri bedak warna natural di atas blush on atau
bedak berwarna putih.
c. Gunakan kuas untuk mengaplikasikan blush on. Sapukan blush
on mulai dari arah tulang pipi dekat pusat telinga, sampai ke
arah tulang pipi di bawah mata.
d. Ketika mengaplikasikan blush on sebagai shading gunakan dua
atau tiga tingkat lebih gelap dari warna kulit.
e. Jika merasa lelah dan wajah ingin tampak segar, aplikasikan
blush on warna merah muda di bagian tulang pipi.
f.

Jika kulit berwarna terang atau putih, pilih blush on dalam warnawarna muda, seperti gradasi warna pink dan hindari warna
kecoklatan.

g. Jika kulit berwarna sawo matang atau gelap, pilih blush on warna
hangat seperti terakota, plum, oranye kecoklatan, merah anggur
atau coklat tembaga.
h. Blush on berbentuk krim memberi kesan natural, cocok untuk
kulit kering dan normal. Aplikasikan blush on pada wajah yang
telah diberi foundation sebelum dibubuhi bedak.
i.

Blush on berbentuk padat mudah digunakan dan tidak akan


terlihat pecah-pecah pada pipi. Jenis ini disarankan untuk kulit
berminyak. Gunakan kuas khusus blush on untuk
membubuhkannya dan kenakan blush on bentuk padat setelah
menggunakan bedak.

j.

Blush on bentuk stick, mengandung banyak krim dan disarankan


untuk kulit kering dan normal.

465

Gambar 10.73
Teknik Mengaplikasikan
Blush On

K. Membersihkan Area Kerja, Alat, Bahan Dan Kosmetika


1. Area kerja dibersihkan dan ditata kembali hingga siap untuk
digunakan lagi.
2. Alat dibersihkan dan disterilkan untuk disimpan di tempat yang telah
disiapkan.
3. Bahan dan kosmetik yang digunakan dalam rias wajah dirapihkan
kembali kemudian disimpan di tempat yang semestinya.
4. Sampah dibuang di tempat sampah yang telah disediakan.
5. Lenna yang digunakan, seperti : handuk, waslap, cape make-up dan
penutup kepala yang sudah dipakai, diletakkan di tempat yang telah
disiapkan untuk dicuci.

466

L. Rias Wajah Sehari-hari (Street Make-up).


Rias wajah sehari-hari (street make-up) dapat digunakan untuk
pagi hari dan untuk malam hari. Rias wajah sehari-hari perlu
memperhatikan beberapa hal yaitu :
1. Warna alas bedak sesuai dengan warna kulit.
2. Lakukan tata rias koreksi untuk memperoleh tampilan wajah yang
ideal, sesuai keinginan dan kesempatan.
3. Relief wajah yang baik hendaknya memberi kesan kedalaman
kepada wajah : bagian-bagian wajah yang lebar dan terlalu menonjol
sebaiknya menggunakan warna redup (shade) untuk memperoleh
kesan kecil dan bagian wajah yang kecil menggunakan warna
cerah atau warna muda (countershade, tint) untuk memperoleh
kesan lebar.
4. Perhatikan kombinasi warna kosmetik seperti warna bayangan,
pemerah pipi, dan warna pemerah bibir yang sebaiknya serasi
dengan warna mata, warna rambut, warna kulit, dan warna busana.
Sifat rias wajah pagi biasanya dikenakan secara tipis dan tidak
mengkilat, berbeda dengan rias wajah malam. Rias wajah malam yang
biasanya untuk kesempatan pesta, riasan lebih tebal dan boleh
mengkilat. Tahapan rias wajah sehari-hari :
1. Aplikasikan pelembab sampai rata, tunggu beberapa detik sampai
meresap.
2. Aplikasikan concealer untuk menutupi noda-noda dan tunggu
beberapa detik.
3. Aplikasikan alas bedak dan bedak tabur.
4. Aplikasikan perona pipi tipis-tipis untuk memberikan kesan segar
pada wajah.
5. Aplikasikan pinsil alis, agar alis terlihat sempurna.
6. Bubuhkan perona mata warna-warna pastel untuk memberikan
kesan natural.
7. Aplikasikan eyeliner untuk mempertegas garis mata.
8. Jepit bulu mata agar terlihat lentik dan aplikasikan maskara.
9. Aplikasikan pewarna bibir dan lipgloss.

467

Gambar 10.74
Tahapan dan Hasil
Riasan wajah sehari-hari

468

Karakter lain dari rias wajah sehari-hari dapat dimunculkan


dari teknik pemberian make-up yang tetap fresh sepanjang
hari. Penggunaan make-up bisa menutupi beberapa kekurangan yang
ada pada wajah, di samping itu wajah akan terlihat fresh dengan
seharian bermake-up. Terkadang masalah muncul karena make-up
tidak tahan seharian padahal anda dituntut untuk tampil sempurna
sepanjang hari.
Beberapa teknik yang perlu diperhatikan untuk mendapatkan
make-up yang tahan lama, yang dapat menemani aktivitas anda selama
seharian. Berikut teknik-tekniknya :
1. Bersihkan wajah dengan cleansing milk dan segarkan dengan
astringent. Setelah wajah dalam kondisi bersih, kompres dengan
menggunakan es, agar wajah dalam keadaan lembab.
2. Setelah itu jika anda memiliki wajah kering aplikasikan lotion
(pelembab).sedangkan jika kulit anda berminyak tidak perlu
memakai pelembab.
3. Gunakan foundation waterproof, karena foundation jenis ini lebih
tahan lama dibandingkan dengan foundation biasa. Foundation jenis
ini biasanya berbentuk creamy.
4. Berikan foundation pada kelopak mata, agar eye shadow lebih tahan
lama dan terpulas rapi.
5. Kemudian gunakan bedak tabur yang menyerap keringat sehingga
titik keringat tidak keluar dari kulit. Bedak jenis ini partikelnya
memiliki daya rekat dan daya serap yang bagus. Tetapi pemakaian
ini sebaiknya hanya untuk acara khusus, bukan untuk keseharian
karena make up-nya lebih keras.
6. Setelah itu baurkan kembali bedak padat untuk koreksi terakhir, ini
berguna untuk menghaluskan, sehingga dandanan tampak rapi.
7. Untuk maskara gunakan yang waterproof.
8. Untuk pembentukkan garis mata gunakan eye liner pencil. Bila
kesulitan menggunakan eye liner cair bisa menggunakan eye
shadow warna hitam dengan demikian garis mata akan tahan lama
dan tidak luntur.
9. Setelah itu gunakan blush on. Agar tahan lama jangan terlalu tipis,
tapi gunakan agak tebal dan kemudian tutup dengan bedak
sehingga tidak mudah pudar, bila terlalu tipis dan sering tersentuh
akan mudah hilang. Ketahanan blush on sangat tergantung produk.
Blush on digunakan dari ujung tulang rahang ke arah pipi.

469

Gambar 10.75
Tahapan dan Hasil Riasan wajah
Fresh Sepanjang Hari

M. Rias Wajah Pesta


Rias wajah untuk pesta pada dasarnya hampir sama dengan rias wajah
sehari-hari, yang berbeda yaitu pemilihan warna khususnya warna
perona mata dan warna lipstik untuk pesta lebih meriah. Perona mata
misalnya warna hijau, biru, oranye dengan sentuhan glitter di sudut
mata untuk memberikan kesan mata lebih hidup. Bulu mata palsu
dengan maskara water proof dapat diaplikasikan untuk memberikan
470

kesan bulu mata lebih panjang. Lipstik warna-warna gelap dan lipgloss
dapat diaplikasikan untuk memberikan kesan elegan.
Berbagai jenis riasan wajah dapat diaplikasikan pada berbagai
kesempatan pesta, di antaranya :

1. Riasan Natural dan Elegan pada Pesta Malam


Menghadiri undangan pesta merupakan kesempatan yang perlu
diantisipasi oleh semua wanita, khususnya berkaitan dengan
penampilan yang akan dibawanya dalam kesempatan tersebut,
karena dalam sebuah pesta, penampilan merupakan cara yang
paling efektif dalam memperlihatkan imej seseorang. Dengan
penampilan yang prima, seseorang akan tampil dengan percaya diri
dan terlihat semakin cantik dan menarik.
Sebelum berangkat ke pesta, sebaiknya jauh-jauh hari sudah
disiapkan kebutuhan untuk pesta, mulai dari busana, sepatu, dan
aksesoris lainnya. Dan yang perlu diingat, dandanan juga menjadi
hal utama yang perlu diperhatikan dalam menunjang penampilan
saat berpesta.
Berikut ini tahapan make-up untuk pesta malam dengan
warna-warna natural yang akan menghadirkan tampilan yang
elegan :
a. Pertama kali gunakan dasar make-up khusus (pelembab) yang
tahan lama dan mampu mencerahkan kulit.
b. Gunakan foundation, untuk menutupi noda-noda di wajah, yang
dimulai dari dagu. Cara menggunakan foundation dengan cara
ditekan-tekan agar meresap dan setelah rata, wajah ditepuktepuk agar lebih merata.
c. Lalu baurkan bedak tabur untuk menyerap keringat, ada 2 warna
bedak yang dibutuhkan selain warna kulit juga dibutuhkan warna
pink yang fungsinya untuk mencerahkan bagian-bagian tertentu.
d. Beri bedak padat dengan warna yang lebih gelap dari warna kulit
untuk membuat degradasi di pinggir-pinggir wajah.
e. Buat shading di tulang pipi dan hidung.
f.

Gunakan blush on dengan tarikan dari tulang pipi menuju kuping


untuk membuat kesan tajam pada wajah dan untuk
mempertegas tulang pipi.

g. Tahap berikutnya membuat alis menggunakan warna coklat.


h. Kenakan eye liner di atas mata dan juga di bawah mata, untuk
memberi kesan mata lebih besar.

471

i.

Bauri kelopak mata dengan base eye shadow warna coklat tua.

j.

Lalu kelopak mata ditimpa dengan eye shadow warna coklat


keemasan, untuk memberi efek membesarkan mata.

k. Berikan highlight warna keemasan di bawah alis mata.


Kemudian timpa lagi kelopak mata dengan eye shadow warna
yang lebih gelap.
l.

Pasang bulu mata palsu atas, agar mata kelihatan lebih indah.

m. Tahap terakhir memberikan pewarna bibir dengan warna natural.

472

Gambar 10.76
Tahapan dan Hasil Riasan Pesta Malam
yang Natural dan Elegan

2. Riasan Pesta dengan Menonjolkan Kekuatan


Karakter Mata
Salah satu kekuatan yang dapat ditonjolkan dari riasan wajah pesta
adalah dengan menonjolkan kelebihan mata. Dengan riasan yang
tepat maka kekuatan mata akan terpancar, dan siapapun akan siap
pergi ke pesta dengan tampil lebih cantik. Konsep riasan yang harus
dimunculkan dalam tema ini adalah mengaplikasikan dandanan
mata, sehingga mata terlihat lebih unik dan eksentrik.
473

Berikut adalah cara merias mata untuk kesempatan pesta yang


semarak dan eksentrik serta glamour dan elegan :
a. Karakter 1 :
1) Setelah wajah diberi kosmetik secara lengkap, selanjutnya
fokuskan aplikasi kosmetik pada bagian mata.
2) Pertama-tama siapkan scotch berwarna yang mengandung
glitter. Tutuplah mata model, kemudian pasangkan scotch
tape tersebut di ujung kelopak mata. Perhatikan pemilihan
warna scotch tape, sesuaikan dengan warna dan karakter
busana yang dipakai.
3) Lengkapi riasan mata dengan mengaplikasikan eye shadow
di seluruh permukaan kelopak mata.
4) Pasangkan bulu mata palsu sesuai kesempatan pesta yang
dihadiri. Untuk pesta-pesta yang bernuansa glamour dan
ekstravaganza, penggunaan bulu mata yang dilengkapi
dengan ornamen-ornamen hias (misalnya glitter atau payet
atau kristal) akan mendukung tampilan yang lebih semarak
dan eksentrik.

Scotchtape glitter

Bulu mata berkristal Yang gemerlap

474

Gambar 10.77
Tahapan dan Hasil Riasan Pesta dengan Menonjolkan
Kekuatan Karakter Mata yang Semarak dan Eksentrik

475

b. Karakter 2 :
Riasan kali ini memunc ulkan kekuatan karakter mata tidak
dengan bulu mata yang berkilau, namun lebih menekankan pada
penggunaan eye-shadow glitter dengan warna yang cukup
ekstrim/mencolok misalnya oranye, ungu menyala, biru dan hijau
elektrik serta warna-warna mencolok lainnya (yang dipergunakan
pada model kali ini adalah warna hijau elektrik yang disesuaikan
dengan aksesoris yang digunakan model). Tahapan periasannya
adalah sebagai berikut :
1) Wajah diberi riasan/kosmetik secara lengkap sebagaimana
riasan wajah lainnya, namun untuk kesempatan ini sebaiknya
pergunakan bedak/powder yang mengandung glitter, agar
efek riasan terlihat glamour dan meriah, yang dapat
menunjang kesempatan pesta secara optimal. Tahap riasan
selanjutnya difokuskan pada pengaplikasian kosmetik di
bagian mata.
2) Aplikasikan eye-shadow berwarna natural/dasar (coklat
muda, perak/abu-abu, putih dan sebagainya) yang
mengandung glitter (berkilau) di seluruh permukaan kelopak
mata, dari ujung bawah hingga pada batas alis.
3) Selanjutnya aplikasikan eye shadow glitter yang berwarna
mencolok/elektrik pada setengah bagian kelopak mata.
Pemilihan warna eye shadow hendaknya disesuaikan
dengan busana atau aksesoris yang akan dikenakan pada
kesempatan pesta tersebut, sehingga penampilan akan
terlihat serasi, harmonis dan menarik.
4) Terakhir pasangkan bulu mata palsu standar atau natural,
yang dapat disempurnakan dengan pengaplikasian maskara
dan dilentikkan dengan alat pelentik bulu mata.

476

Gambar 10.78
Tahapan dan Hasil Riasan Pesta
dengan Menonjolkan Kekuatan Karakter Mata
yang Glamour dan Elegan

477

3. Rias Wajah Pesta dengan Teknik Make-up Lilin


Rias wajah pesta malam dapat dilakukan dengan teknik make-up
lilin, yaitu teknik merias wajah dengan menggunakan berlapis-lapis
foundation atau alas bedak. Teknik make-up lilin yaitu :
a. Pembersihan kulit wajah dan leher.
b. Aplikasikan pelembab (moisturizer) yang berbahan dasar air.
c. Penggunaan foundation yang bisa dicampur dari berbagai warna
untuk mendapatkan warna foundation yang baik, yang serasi
dengan warna kulit, misalnya warna kulit sawo matang, kuning
langsat dan warna natural. Pengaplikasian foundation sebaiknya
menggunakan kuas khusus untuk foundation agar hasilnya rata
dan cepat.
d. Aplikasikan creme foundation untuk menutupi acne scaar
(lubang bekas jerawat) dengan menggunakan jari tangan,
ditepuk-tepuk sampai bekas jerawat tertutupi tetapi tidak boleh
terlalu tebal.
e. Aplikasikan concealer yang berfungsi untuk menyamarkan
kantong mata atau garis hitam di sekitar mata.
f.

Membentuk bibir agar terlihat indah dengan menggunakan lip


liner atau pinsil bibir, kemudian sapukan perona bibir (lipstik)
yang dimulai dari bagian sudut bibir sebelah kiri, tengah sampai
ke bagian sudut bibir sebelah kanan. Pemakaian perona bibir
menggunakan kuas khusus untuk bibir. Untuk memberikan efek
glossy atau mengkilap, di atas perona bibir aplikasikan lipgloss,
hingga bibir terlihat basah dan seksi.

g. Agar hidung terlihat mancung, aplikasikan shading pada bagian


batang hidung dan pada bagian tengah hidung, aplikasikan tint.
h. Aplikasikan bedak bentuk loose powder matt yang dicampur
dengan shimmer powder dengan perbandingan 2 : 2. Pemakaian
bedak menggunakan spons dengan cara ditepuk-tepuk
kemudian diratakan dengan menggunakan kuas khusus untuk
bedak.
i.

Tata rias koreksi bentuk alis dan mata yang disesuaikan dengan
karakter wajah, dengan menggunakan pensil alis (eye brow
pencil). Warna pensil alis yang paling natural adalah warna
cokelat. Warna eye shadow disesuaikan dengan warna busana
yang dikenakan. Sebelum pemakaian eye shadow, lindungi
wajah dari percikan serbuk eye shadow dengan loose powder
yang agak banyak di bagian bawah mata, kemudian bentuk mata
478

mendekati mata ideal dengan menggunakan sipat mata (eye


liners) kemudian aplikasikan eye shadow menggunakan kuas
khusus untuk mata. Pemakaian bulu mata palsu hendaknya
jangan ditempelkan di kulit kelopak mata, tetapi pas di tempat
bulu mata asli dengan menggunakan penjepit bulu mata,
aplikasikan maskara agar mata terlihat lebih alami.
j.

Terakhir aplikasikan rouge atau blush-on atau perona pipi mulai


dari tulang pipi ke arah bawah atau disesuaikan dengan bentuk
wajah.

Gambar
Gambar 10.79
10.79
Tahapan
Tahapan dan
dan Hasil
Hasil Riasan
Riasan Pesta
Pesta dengan
dengan Teknik
Teknik
Make-up
Make-up Lilin
Lilin

479

N. Rias Wajah untuk Menutupi Cacat (Cicatrial make-up)


Noda hitam/hiperpigmentasi, bekas luka atau cacat pada wajah
(cicatricial), sangat mengganggu penampilan. Selain disebabkan oleh
penggunaan kosmetika yang tidak sesuai, noda hitam pada wajah
dapat disebabkan oleh pembawaan sejak lahir, pengaruh hormon,
pengaruh sinar matahari (sinar ultra violet), dan pengaruh obatobatan.
Kosmetika untuk jenis rias wajah ini sebaiknya bersifat hipoalergenik, kedap air (water proof), dan mempunyai daya penutup
yang baik, karena dipakai satu hari penuh. Dilihat dari sudut teknik,
rias wajah cicatrial mudah dikenakan pada kulit yang rata dari pada di
bagian kulit wajah yang permukaannya tidak rata, berkerut atau di
lipatan mata. Rias wajah cicatrial sukar dilakukan pada kulit wajah
yang terdapat lobang-lobang bekas cacar atau jerawat, parut yang
cekung, atau parut bekas operasi.
Rias wajah untuk menyamarkan noda hitam/hiperpigmentasi
dapat dilakukan dengan melalui tahapan merias sebagai berikut :

1. Sebelum dirias :
gunakan pembersih yang bersifat deep cleanser yaitu sejenis
pembersih yang mempunyai daya angkat kotoran yang tinggi.
Tindakan membersihkan sebaiknya tidak hanya dilakukan
sebelum merias tetapi paling penting justru sebelum tidur.

2. Dasar tata rias :


bubuhkan pelembab yang sesuai dengan jenis kulit, gunakan
consealer stick (sejenis alas bedak) dengan warna yang setingkat
lebih terang dari warna kulit, pada bagian noda hitam, ratakan
dengan cara ditepuk-tepuk menggunakan jari, kemudian haluskan
dengan spon lembab. Bubuhkan alas bedak yang sewarna
dengan warna kulit, ratakan hingga halus, dan biarkan beberapa
saat. Gunakan alas bedak yang kedap air dan mempunyai daya
penutup yang baik, sehingga hasil riasan lebih tahan lama.
Percikkan air dingin pada wajah, kemudian angkat dengan tissue
agar hasil riasan tahan lama. Bubuhkan bedak tabur transparan
dengan menggunakan sapu bedak, kemudian bubuhkan bedak
padat transparan secara merata.

3. Riasan dekoratif :
Awali dengan membubuhkan bayangan mata, membentuk alis,
membubuhkan pemerah pipi dan pemerah bibir. Lakukan secara
benar dengan menyerasikan bagian-bagian wajah, bentuk wajah,
dan kesempatan.
480

Contoh Riasan untuk Menutupi Cacat :


1. Untuk menutupi hyperpigmentasi pada wajah.

Gambar 10.80
Tahapan dan Hasil Riasan Wajah untuk Menutupi Hyperpigmentasi
(Sumber : Martha Tilaar : 1995)

2. Untuk menutupi bentuk bagian wajah yang menyimpang.

Wajah asli, memiliki bentuk hidung


dan bibir yang tidak normal (cacat)

Setelah dibubuhkan makeup dasar,


maka pada bagian hidung dikoreksi
dengan menarik garis lurus yang
berawal dari titik tengah wajah
(diantara 2 pangkal alis). Ciptakan
bayangan hidung dengan pedoman
garis lurus hidung ideal tadi

481

Selanjutnya lakukan koreksi bibir


dengan cara :
Tentukan
titik
tengah
bibir
sebagaimana pada hidung, lalu
bentuklah bibir ideal. Abaikan bentuk
bibir asli yang tidak simetris.

Gambar 10.81
Tahapan dan Hasil Riasan
Wajah untuk Menutupi Bentuk
Bagian Wajah yang
Menyimpang
(Sumber : Martha Tilaar : 1995)

Tampilan wajah hasil koreksi

O. Rias Wajah Usia Lanjut (Geriatric make-up)


Wanita golongan usia lanjut yaitu mereka yang berusia kurang lebih
empat puluh tahun ke atas, meskipun proses penuaan sesungguhnya
sudah mulai tampak pada usia dua puluh lima tahun. Kondisi kulit
wanita usia lanjut umumnya timbul kerenyut-kerenyut pada kulit,
berkurangnya kelembaban kulit karena faktor pelembab alamiah
(natural moisturizing factor), timbulnya bercak-bercak hiperpigmentik
karena pengeringan kulit, penipisan lapisan hidrolipid yang
memudahkan penguapan air, struktur wajah dan bagian-bagian wajah
yang serba menurun, rambut beruban, dan sebagainya. Perubahan ini
dipengaruhi oleh perubahan struktur tengkorak wajah, perubahan

482

jaringan lunak wajah secara umum dan kulit khususnya, serta posisi
absolut dan proporsional bagian-bagian wajah. Wanita usia lanjut
sebaiknya tidak boleh melalaikan perawatan wajah dan tubuh, agar
tetap segar, sehat, dan tampil mempesona serta bergairah.
Tabel 7.1 Perbandingan posisi bagian-bagian wajah sewaktu muda dan
pada usia lanjut :
Bagian-bagian
Wajah

Keadaan Waktu Muda

Kelopak atas mata

Ketegangan jaringan
masih baik

Kelopak bawah
mata

Ketegangan jaringan
masih baik

Sudut mata

Terletak setinggi pertengahan jarak antara


puncak kepala dan
dagu
Setinggi batas antara
bagian 8/10 atas, dan
2/10 bawah garis
puncak kepala-dagu
Dari setinggi garis alis
sampai batas antara
bagian 7/10 atas, 3/10
bawah garis puncak
kepala-dagu
Dari setinggi garis alis
sampai setinggi batas
bawah hidung

Sudut mulut

Hidung

Telinga

Keadaan pada Usia


Lanjut

Tonus dan turgor berkurang sehingga


kelopak mata atas
tampak menurun
Menurun, dan timbul
kantong-kantong di
bawah mata
Turut menurun

Menurun

Lebih panjang

Lebih panjang

Pelaksanaan rias wajah geriatrik (wanita usia lanjut), dimulai


dengan merapihkan alis, rambut-rambut alis yang terlalu panjang
digunting sampai rata dan dirapihkan. Kenakan base/moisturizer
biologis, sejenis pelembab khusus untuk perawatan kulit tua pada
bagian wajah dan leher. Alas bedak pilih camouflage foundation yang
berwarna beberapa gradasi lebih muda dari foundation penutup,
dipakai untuk menutupi pigmentasi, dan garis-garis kerut. Alas bedak
penutup, pilih yang berwarna cerah, sesuai dengan warna kulit orang

483

muda. Rias mata kenakan eye shadow dalam warna pastel, digambar
ke arah atas, begitu pula sipat mata. Kantong-kantong di bawah mata
disembunyikan dengan menggunakan bayangan gelap yang dikenakan
secara tipis. Bedak dipilih jenis yang tembus cahaya (transparant),
tetapi jika kulit kering tidak perlu menggunakan bedak, cukup meyerap
kelebihan alas bedak dengan tissue. Bagian alis yang bentuknya
kurang baik ditutup dengan foundation dan digambar dengan pensil
alis, dibuat menaik secara jelas. Di bawah alis kenakan bayangan
terang (highlight). Kontur bibir dibentuk ke arah atas dengan
menggunakan lipliner, dan gunakan lipstik yang berwarna merah
anggur (bordeauk) atau warna pastel yang terang. Pemerah pipi
disapukan dengan ke arah atas. Pada bagian rahang dan dagu,
berikan bayangan gelap (shading) agar kulit leher yang mengendur
tersamarkan.

484

Gambar 10.82
Tahapan dan Hasil Riasan Wajah Usia Lanjut

P. Rias Wajah Panggung (Stage Make-up)


Tata rias wajah panggung adalah riasan wajah yang dipakai untuk
kesempatan pementasan atau pertunjukan di atas panggung sesuai
tujuan pertunjukan tersebut. Rias wajah panggung merupakan rias
wajah dengan penekanan efek-efek tertentu seperti pada mata, hidung,
bibir, dan alis supaya perhatian secara khusus tertuju pada wajah. Rias
wajah ini untuk dilihat dari jarak jauh di bawah sinar lampu yang terang
(spot light), maka kosmetika yang diaplikasikan cukup tebal dan
mengkilat, dengan garis-garis wajah yang nyata, dan menimbulkan
kontras yang menarik perhatian.
Rias wajah panggung termasuk riasan wajah malam yang
dikembangkan dari tata rias yang dikenakan pemain pada pertunjukan
opera atau pagelaran lain sejak jaman keemasan Romawi. Perkembangan teknologi yang pesat terutama pada penggunaan lampu
dengan efek cahaya yang sangat kuat untuk penerangan panggung,
485

menuntut tata rias wajah yang lebih ekstrim. Tata rias panggung
diaplikasikan untuk penampilan di atas panggung, misalnya untuk
peragawati pada acara fashion show, penyanyi pada acara musical
show, pemain teater, dan penari.
Tujuan merias wajah panggung adalah untuk memenuhi
kebutuhan serta ketentuan watak tokoh, karakter, peran dan tema
tertentu berdasarkan konsep tujuan pementasan. Merias wajah
panggung memiliki prinsip dasar yang harus diperhatikan yaitu :
1. Jarak panggung dengan penonton sangat berpengaruh dalam
menentukan ketebalan riasan wajah. Jarak panggung dengan
penonton yang semakin dekat, maka semakin halus hasil riasannya.
2. Lampu (lighting) yang digunakan untuk penerangan panggung.
3. Cahaya merupakan bagian penting dalam pertunjukan. Berbagai
objek yang ada di pentas akan memberi kesan tertentu jika terkena
cahaya, termasuk wajah manusia yang memiliki bentuk tiga
dimensional. Kesalahan dalam memberi bayangan pada wajah akan
berakibat fatal, maka perlu penanganan tepat khususnya pada
bagian yang merupakan sudut keras harus diberi cahaya tajam dan
bagian sudut lemah yang memerlukan bayang-bayang.
4. Media yang digunakan untuk pertunjukan. Media pertunjukan dapat
berupa pentas terbuka atau pentas tertutup. Pertunjukan yang
menggunakan pentas terbuka tidak terlalu memerlukan
pencahayaan sehingga rias wajah tidak terlalu tebal, akan tetapi
untuk pentas tertutup dengan pencahayaan lampu yang cukup,
menuntut rias wajah yang lebih tebal dan tajam.
5. Warna kosmetik yang digunakan tergolong pada warna kontras yang
menarik perhatian.
6. Penekanan dengan efek tertentu seperti pada mata, alis, hidung dan
bibir agar perhatia n penonton dapat tertuju secara khusus pada
wajah pelaku panggung.
Kategori tata rias wajah panggung pada dasarnya dibagi menjadi
dua kategori, yaitu:
1. Prosthetic
Prosthetic merupakan tata rias untuk meniru karakter-karakter lain.
Prosthetic atau character make-up yaitu tata rias yang menghendaki
perubahan-perubahan seperti koreksi (perbaikan), destruksi
(perusakan) dan penambahan seperti : kumis, jenggot, bentuk mata,
alis, dan hidung atau keperluan lainnya sesuai dengan karakter yang
diinginkan, misalnya untuk pemain teater, pemain sandiwara, penari
tradisional, dan wayang orang
486

2. Straight Make-up
Straight make-up atau tata rias korektif yaitu tata rias yang dilakukan
dengan tujuan menonjolkan bagian-bagian wajah yang sempurna
sekaligus menyamarkan bagian-bagian wajah yang kurang sempurna. Tujuan utama dari straight make-up adalah mempercantik
wajah pelaku panggung untuk menunjang penampilannya di atas
panggung, misalnya tata rias wajah untuk peragawati, penyanyi,
modern dance, model, master of ceremony atau presenter.
Kegiatan merias wajah panggung untuk suatu pertunjukkan
pada dasarnya memuat langkah-langkah kerja yang mengacu pada dua
kategori untuk memunculkan dua karakter berbeda yang telah diuraikan
di muka, yaitu :
1. Langkah kerja merias wajah panggung yang termasuk straight
make-up yaitu untuk peragawati, penyanyi, dan penari modern,
adalah :
a. Mendiagnosa jenis kulit, kelainan kulit, bentuk wajah, hidung,
mata, alis, dan bibir.
b. Menentukan jenis kosmetik yang cocok untuk klien sesuai hasil
diagnosa.
c. Merencanakan koreksi bentuk wajah, hidung, mata alis, dan
bibir.
d. Mempersiapkan alat dan bahan.
e. Alat-alat, bahan, dan kosmetik yang akan dipergunakan untuk
merias harus dipersiapkan di tempat yang dekat, agar mudah
untuk menjangkaunya.
f.

Membersihkan wajah dengan pembersih dan penyegar.

g. Pembersihan dilakukan dengan melakukan rotasi ke arah atas


untuk memperoleh hasil akhir yang maksimal, selain itu juga
dilakukan penyegaran dengan cara ditepuk-tepuk perlahan ke
arah bawah agar kosmetik riasan dapat melekat sempurna dan
lebih tahan lama.
h. Mengaplikasikan pelembab.
i.

Pelembab yang diaplikasikan sebaiknya tidak terlalu banyak


agar wajah tidak terkesan mengkilat dan berkeringat. Cara
pemakaian pelembab ke arah atas atau berlawanan arah
dengan bulu-bulu wajah.

j.

Mengaplikasikan alas bedak.

487

k. Alas bedak yang diaplikasikan sebaiknya berbentuk cream


berwarna tua agar kulit tertutup sempurna, dilengkapi dengan
satu lapis foundation yang lebih cerah di atasnya sekaligus
dilakukan koreksi bentuk wajah. Cara pemakaian alas bedak
yaitu dengan dioleskan pada wajah menggunakan sponse
kemudian mengusap ke arah bawah atau searah dengan
tumbuhnya bulu-bulu di wajah.
l.

Membubuhkan bedak.

m. Bedak yang dipergunakan mengandung serbuk mutiara. Bedak


dikenakan pada kulit wajah dan leher dengan sponse rias atau
puff bedak. Warna bedak harus sesuai dengan warna kulit dan
warna alas bedak atau sedikit lebih muda. Bedak diratakan mulai
dari bawah ke atas kemudian diusap dengan kuas bedak
(powder brush) dari atas ke bawah mengikuti arah rambutrambut halus pada kulit, jangan meratakan bedak dengan
tangan. Bagian telinga dan belakang telinga juga diberi bedak
supaya tidak kelihatan ada batas antara daerah yang dirias dan
tidak, kemudian setelah memakai bedak, bulu mata dan alis
disikat supaya tidak ada sisa-sisa bedak yang melekat pada bulu
mata dan alis menggunakan sisir bulu mata dan sisir alis.
n. Mengaplikasikan eye shadow.
o. Penggunaan eye shadow disesuaikan dengan busana yang
dikenakan tetapi masih dalam kelompok warna kontras dan
mencolok. Oleskan perlahan-lahan pada kelopak mata mulai dari
sudut tengah mata ke samping kelopak mata, semakin keluar
semakin menipis dan menghilang dan highlight di ujung-ujung
alis dengan menggunakan kuas mata tumpul (blunt shadow
brush) dan dirapihkan dengan cara menyapukan kuas
penyelesaian riasan mata ( fluff brush).
p. Mengaplikasikan eyebrow pencil / eye liner.
q. Eye brow pencil digunakan untuk menggambar alis. Eye brow
pencil yang dipakai sebaiknya tebal dan tajam, warna coklathitam atau hitam. Eyeliner diaplikasikan untuk mempertegas
garis sekeliling mata. Dengan eyeliner mata dibuat lebih besar,
dan menjorok ke luar dari ujung dalam dan ujung luar mata. Agar
lebih sempurna aplikasikan bulu mata palsu kemudian mascara.
r. Mengaplikasikan blush on.
s. Blush on dapat diaplikasikan untuk menambah warna wajah
agar nampak berseri-seri dan dapat dipakai untuk menutupi
kekurangan pada wajah. Blush on dapat berbentuk cair, cream
488

dan bentuk kering atau padat. Blush on yang berbentuk cair


atau krim digunakan sebelum pemakaian bedak, sedangkan
blush on yang padat dapat digunakan setelah memakai bedak
dengan menggunakan kuas perona pipi (blush brush). Blush on
diusapkan dari bagian pipi yang menonjol menuju ke samping,
semakin ke luar semakin tipis.
t.

Mengaplikasikan pewarna bibir (lipstick).

u. Penggunaan lipstick dengan bantuan kuas akan diperoleh warna


yang merata. Buatlah garis bibir dengan lipliner mulai dari tengah
bibir atas ke samping kiri dan kanan juga bibir bawah, lalu isilah
tengah bibir dengan lipstick lebih muda sedikit dari garis bibir
yang telah dibuat terdahulu.

489

Gambar 10.83
Tahapan dan Hasil Riasan Wajah Panggung

2. Langkah kerja merias wajah panggung yang termasuk character


make-up yaitu untuk pemain teater dan penari tradisional, yaitu :
a. Menganalisa karakter yang ingin ditampilkan.
b. Menentukan koreksi (perbaikan) dan destruksi (perusakan) pada
wajah sesuai dengan karakter yang akan ditampilkan.

490

c. Mendiadnosa jenis kulit, kelainan kulit, bentuk wajah, hidung,


mata alis, dan bibir.
d. Menentukan jenis kosmetik yang cocok untuk klien sesuai hasil
diagnosa.
e. Mempersiapkan alat dan bahan.
Alat-alat, bahan, dan kosmetik yang akan dipergunakan
untuk merias harus dipersiapkan di tempat yang dekat, agar mudah
untuk menjangkaunya. Melakukan koreksi (perbaikan) dan destruksi
(perusakan) juga penambahan seperti pada kumis, jenggot, alis,
mata, dan bibir sesuai dengan karakter yang akan diperankan mulai
dari penggunaan pelembab, alas bedak, bedak, eye shadow, eye
liner, pensil alis, blush on sampai pemakaian lipstick sehingga dapat
menampilkan riasan yang sesuai dengan karakter yang akan
diperankan.
Contoh rias wajah panggung

Q. Rias Wajah Foto/TV


Riasan flawless atau riasan halus bagai pualam merupakan konsep
dalam merias wajah sehari-hari yang akhir-akhir ini banyak digemari
oleh para wanita dalam berdandan. Untuk mendapat kan riasan yang
halus bagai pualan, maka penggunaan base atau dasar sebelum
491

menggunakan foundation sangat penting. Base ini fungsinya untuk


mengontrol kulit agar kulitnya bagus saat di make-up. Misalnya orangorang yang berkulit kering make up-nya tidak akan terlihat pecah, atau
orang yang kulitnya berminyak dengan memakai base maka riasannya
tidak akan cepat luntur. Biasa juga dipakai es batu sebelum berdandan
untuk memperkecil pori-porinya.
Dalam teknik merias ala flawless ini dilakukan upaya agar riasan
terlihat soft, dengan dipentingkan melakukan upaya mempertegas
garis-garis wajah. Karena itu penggunaan blush on cenderung tidak
terlalu menonjol, begitu pula dengan shading, diaplikasikan secara
minimalis, sehingga tidak terlalu nyata. Shading dilakukan hanya untuk
membuat efek membentuk rahang, mengecilkan pipi, atau mengecilkan
rahang yang besar. Hal yang sama dilakukan untuk perona mata yang
cenderungan lebih pada pembentukan garis mata.
Tak hanya itu, seseorang yang berdandan flawless pada dasarnya
hanya menonjolkan satu bagian wajah, yaitu mata atau bibir. Jika
matanya sudah dibuat menonjol, misalnya dengan warna coklat,
maroon, atau putih, maka penggunaan lipstik harus natural atau warna
asli bibir. Begitu pula sebaliknya, jika mata tidak terlalu menonjol hanya
mempertegas mata dengan eye liner, maka warna bibir dapat lebih
mencolok atau dominan. Tetapi kalau hanya menonjolkan satu bagian
wajah kalau tidak licin dandanannya, wajah yang ingin ditonjolkan tidak
akan terlihat. Untuk terlihat licin, maka penggunaan foundation dan
concealer juga penting.
Meski riasan ini menggunakan beberapa lapisan make-up, mulai
dari base, foundation, concealer, bedak compact, hingga bedak powder,
tetapi hasil dandanannya tetap terlihat dalam satu lapisan. Dandanan ini
cocok untuk usia 17-35 tahun. Untuk wanita berusia di atas 35 tahun
sebaiknya dibuat dandanan yang lebih dramatis. Dandanan jenis
flawless ini pada umumnya digunakan untuk kesempatan pagi hari,
namun untuk malam hari pun sebenarnya dapat digunakan, hanya
sebaiknya ditambahkan unsur glowing di mata.
Tahapan berdandan gaya Flawless :
1. Pertama wajah dibersihkan. Setelah itu lakukan koreksi alis. Jika
alisnya terlalu panjang maka bisa dicabut atau dikerik.
2. Berikan make-up base atau dasar untuk kontrol wajah sehingga
dandanan lebih awet. Cara lain dapat dilakukan dengan menggunakan es batu, yaitu es batu yang dibungkus dengan washlap
ditempelkan atau digosokkan di seputar wajah.

492

3. Bubuhkan concealer untuk menutupi bagian-bagian tertentu saja,


misalnya flek hitam.
4. Berikan foundation, kemudian ratakan. Agar didapat hasil riasan
yang halus dan natural, pilih foundation yang sesuai dengan warna
kulit. Untuk kulit putih bisa dipilih foundation berwarna putih,
sementara untuk yang berkulit gelap bisa memilih warna kuning atau
kecoklatan. Pilih fondation yang lebih terang, selain itu jenis
fondation yang digunakan sesuai dengan jenis kulit. Untuk kulit tidak
bermasalah gunakan foundation cair. sementara untuk kulit
berjerawat dan ada scar sebaiknya pilih foundation krim (padat).
5. Bubuhkan bedak compact, dan ratakan.
6. Gunakan bedak serbuk atau loose powder dan ratakan.
7. Gunakan eye liner untuk mempertegas bagian mata. Kelopak mata
diberi coklat, sedangkan pinggiran bentuk mata dipertegas dengan
warna hitam.
8. Kemudian gambarlah alis sesuai bentuk raut muka.
9. Pemberian eye shadow, sebelum menggunakan eye shadow bagian
mata bawah diberi bedak serbuk untuk menahan jatuhnya eye
shadow agar riasan tidak kotor.
10. Untuk menonjolkan mata, pilih eye shadow warna coklat dan putih,
agar mata terlihat menonjol, tetapi tetap berkesan natural. Sapuan
eye shadow dibuat bergradasi dengan dominasi warna cokelat,
sedangkan warna putih diberikan di atasnya untuk lebih
mempertegas bentuk mata. Setelah pemberian eye shadow selesai,
rapikan kembali taburan bedak di bawah mata.
11. Bulu mata diperlentik dengan pelentik mata. Bila merasa perlu diberi
maskara. Bisa juga menggunakan bulu mata palsu jika bulu mata
kurang panjang.
12. Pemberian blush on. Pilih blush on warna pink.
13. Bentuk hidung dipertegas dengan shading. Pilih warna cokelat untuk
tengah-tengah hidung beri warna terang.
14. Garis bibir dipertegas dengan membentuk siluet bibir menggunakan
pencil bibir ( lip pencil).

493

494

Gambar 10.75
Tahapan dan Hasil Riasan Wajah Flawless

R. Finishing Touch Rias Wajah


1. Untuk memberikan bibir tampak segar dan seksi, setelah pemakaian
lipstick gunakan lipgloss yang memberikan efek glossy (mengkilap)
pada bibir.
2. Untuk memberikan kesan riasan bedak tampak rata dan halus,
setelah pemakaian bedak, sapukan kuas bedak.
495

3. Untuk memperindah riasan mata, setelah pengaplikasian eye


shadow, eye liner, datau bulu mata palsu, aplikasikan mascara dan
pelentik bulu mata, hingga mata tampak cemerlang dan bulu mata
tampak lebat, panjang dan lentik.
4. Setelah alis dibentuk dan digambar dengan pinsil alis, alis disikat
sehingga memberikan kesan riasan alis tampak alami.
5. Setelah rias wajah selesai bersihkan sisa-sisa bedak yang mungkin
jatuh dan menempel di bagian dada.

S. Rias Wajah Karakter


Dewasa ini keberadaan seni peran di Indonesia mengalami perkembangan dengan sangat pesat. Fenomena tersebut dapat diamati dengan
menjamurnya berbagai tontonan yang bersifat teatrikal (seni peran) baik
yang dapat disaksikan secara live sebagai pementasan teater, maupun
yang ditonton melalui penayangannya di media elektronik atau bioskop.
Berbagai bentuk teater di Indonesia lahir bersama tumbuhnya
suatu golongan baru dalam masyarakat. Bentuk teater tersebut dikenal
antara lain dari kegiatan yang ada di masyarakat yaitu dalam kehidupan
desa, keraton, kehidupan kota, bahkan teater modern yang diberi
predikat kontemporer.
Produksi drama atau teater yang dipentaskan dalam panggung
proscenium, arena, atau dalam bentuk lain adalah sesuatu yang dilihat
dan didengar oleh penonton, oleh sebab itu karakter yang dimainkan
pelakon yaitu dialog, penampilan pakaian dan rias wajah pelakon harus
dapat membuat penonton menikmati pertunjukannya. Fungsi pakaian
adalah membantu menghidupkan perwatakan pelaku, sebagai
individualisasi peranan, memberi fasilitas, dan membantu gerak pelaku.
Fungsi tata rias ialah memberikan bantuan dengan cara memberikan
dandanan atau perubahan-perubahan pada para pemain sehingga
terbentuk dunia panggung dengan suasana yang mengena dan wajar.
Rias teater tidak hanya berusaha membuat wajah yang cantik,
tetapi juga kalau perlu membuat wajah yang jelek selama pertunjukan
berlangsung. Titik tolak pemikiran tata rias adalah melihat dengan jelas
apa yang dikemukakan untuk suatu peran tertentu, kepribadian pemain,
dan hakiki dramanya.

496

1. Pengertian Rias Wajah Karakter


Tata rias wajah karakter adalah seni menggunakan bahan-bahan
kosmetika untuk mewujudkan peran atau karakter dengan
memperhatikan lighting dan titik lihat penonton. Tata rias wajah
prosthetic atau character make-up ini adalah tata rias untuk meniru
karakter-karakter lain yang kemungkinan menghendaki perubahanperubahan seperti penambahan kumis, jenggot, bentuk mata, alis,
dan hidung atau keperluan lainnya sesuai dengan karakter yang
diinginkan.
Character make-up mempunyai ciri-ciri sebagai berikut : garisgaris rias wajah yang tajam, warna-warna yang digunakan adalah
warna mencolok dan kontras, dan alas bedak yang digunakan lebih
tebal. Gambaran watak atau karakter yang akan dimainkan dalam
suatu pertunjukan dapat diwujudkan dengan memperhatikan
delapan faktor yang menentukan, yaitu :
a. Ras dan suku bangsa, misalnya dari ras Indian, Mongolia,
Aborigin dan suku bangsa Asia, Afrika, Amerika, karena setiap
ras atau suku bangsa mempunyai ciri khas wajah yang berbeda.
b. Umur pelaku panggung harus disesuaikan dengan umur yang
diperankan.
c. Kepribadian, misalnya berwatak : keras, ramah, berwibawa, dan
lucu.
d. Kesempurnaan jasmaniah atau adanya cacat yang menonjol,
misalnya seorang tokoh yang mempunyai wajah dengan hidung
yang bengkok, bekas luka bakar dan lain sebagainya.
e. Kesehatan. Tokoh yang sering sakit-sakitan atau mengidap
suatu penyakit khusus akan berbeda riasan wajahnya dengan
tokoh yang sehat.
f.

Mode busana. Setiap masa ada mode tertentu yang


menunjukkan ciri tokoh yang akan ditampilkan. Mode ini
menyangkut rias wajah, tata rambut, busana, dan
perlengkapannya yang sesuai. Jika isi cerita pada zaman
Majapahit, maka busana, rias wajah, dan rambut disesuaikan
dengan situasi pada zaman kerajaan Majapahit.

g. Lingkungan. Seorang yang hidup di daerah tropis tentu berbeda


dengan mereka yang hidup di daerah subtropis, dari segi warna
maupun tekstur kulit. Kulit orang yang tinggal di iklim panas
biasanya lebih hitam dari kulit orang yang tinggal di daerah
dingin/es.

497

h. Pendidikan. Seseorang yang berasal dari kalangan terpelajar


akan tampil berbeda dengan mereka yang kurang terpelajar,
baik dalam hal tata rias wajah, rambut, maupun busana dan
perlengkapannya.
2. Teknik rias wajah untuk pemain teater
Keberhasilan suatu pertunjukan salah satunya ditentukan oleh
riasan wajah yang sesuai dengan karakter yang dimainkan, ada
bermacam teknik merias wajah karakter yaitu :
a. Rias wajah dengan tuntutan peran sesuai jenis kelamin
Rias wajah ini dilakukan bila seorang penata rias wajah
panggung harus mengubah seorang laki-laki menjadi wanita
atau sebaliknya yang disebut dengan trafesti. Wajah seorang
laki-laki berbeda dengan wajah seorang perempuan. Bentuk
wajah seorang laki-laki lebih tegas, bentuk alis yang kaku dan
kelopak mata yang lebih sempit dibandingkan dengan yang
dimiliki oleh kaum perempuan. Mengubah seorang laki-laki
menjadi perempuan dengan bantuan make-up dapat dilakukan
dengan cara memperhalus bentuk wajah melalui pemberian
shading, alis agak dinaikkan, kelopak mata dibuat lebih lebar
dengan bantuan eye shadow, seperti pada gambar berikut :

Sebelum dirias

Sesudah dirias

Gambar 10.85
Rias Wajah dengan Tuntutan Peran Sesuai Jenis Kelamin

b. Riasan dengan karakteristik wajah sesuai suku bangsa


Rias wajah ini dilakukan apabila aktor atau aktris harus berperan
sebagai seseorang yang berasal dari satu bangsa yang
berlainan dengan bangsa aslinya. Pengetahuan tentang
berbagai sifat bangsa-bangsa, tipe dan watak sangat diperlukan
agar pemanggungan dapat diwujudkan. Aktor atau aktris yang
498

berasal dari satu bangsa harus melakukan peran sebagai


seseorang dari bangsa lain, misalnya aktris berkebangsaan
Indonesia memerankan tokoh berkebangsaan Jepang. Orang
berkebangsaan Jepang memliki kulit yang lebih putih, mata yang
lebih sipit dan rambut yang lebih lurus dari orang Indonesia. Tata
rias bangsa dapat dilakukan dengan membuat wajah aktris
Indonesia menyerupai orang berkebangsaan Jepang dengan
berpatokan pada ciri-ciri orang Jepang tersebut, seperti pada
gambar berikut :

Sebelum

Sesudah

Gambar 10. 86
Rias wajah dengan karakterisrik wajah sesuai suku bangsa
(Sumber : Dwi Astuti Sih Apsari (2003: 6))

c. Rias wajah sesuai dengan usia


Rias wajah sesuai dengan usia adalah merias seseorang
menjadi tokoh yang berusia lebih muda atau lebih tua dari
sebenarnya. Pengetahuan mengenai anatomi manusia dari
berbagai umur sangat diperlukan untuk mewujudkan rias usia
tersebut, misalnya untuk mengubah seorang wanita muda
menjadi nenek tua diperlukan pengetahuan garis kerut, bagian
wajah yang cekung dan cembung dari seorang nenek-nenek.
Berikut adalah pola rias wajah pada pementasan teater
untuk karakter orang tua :

499

3,8

1
2
7

6
9
10
1112
13
14

Gambar 10.87
Pola Rias Wajah Orang Tua

Keterangan Gambar :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Garis kerutan pada dahi


Garis kerutan pangkal
hidung
High light
Alis diberi warna
muda/putih
Diberi shadow
Garis-garis kerutan
mata
Garis mata kesan
ketuaan

8.
9.
10.
11.
12.

High light
Garis kantong mata
Garis batas
Diberi shading
Diberi warna coklat

13. Bibir diberi foundation


berwarna yang lebih
muda
14. Diberi shading dengan
eye shadow yang bersifat
dop (tidak mengandung
brown)

Merias wajah dengan karakter orang tua ini yang pertama


harus dilakukan adalah menganalisa watak, misalnya : orang tua
yang bagaimana yang akan kita tampilkan, berapa umurnya dan
bagaimana latar belakang kehidupannya.
Merias wajah karakter orang tua yang berumur 50 tahun
dengan latar belakang kehidupan yang baik dan berbahagia
dapat dirias dengan menggunakan pensil alis dan eye shadow
500

untuk membuat garis kerut yang diberi warna cerah. Pergunakan


foundation yang lebih muda dari warna kulit dan bedak warna
cerah (merah muda) dan diberi perona pipi yang tidak mencolok
dari warna bedak, kemudian tambahkan lipstick yang tidak
mencolok. Merias wajah karakter orang tua yang bersedih sedikit
berbeda dengan karakter orang tua yang berbahagia. Perbedaan
terletak pada pemilihan warna foundation, pensil alis dan eye
shadow, untuk karakter orang tua yang bersedih lebih memilih
warna-warna yang lebih gelap dari karakter orang tua yang
berbahagia. Rias wajah karakter orang tua dapat dilihat pada
gambar berikut :

Muda

Tua

Gambar 10.88
Rias wajah sesuai dengan usia
Sumber : Dwi Astuti Sih Apsari (2003: 13)

d. Rias wajah sesuai dengan karakterisrik tokoh


Rias tokoh lebih menekankan pada watak yang akan dibawakan
oleh pemain, seperti tokoh antagonis atau protagonis seperti
pada gambar berikut :

501

1
2

1
2

4
Protagonis

Antagonis

Gambar 10.89
Rias wajah sesuai dengan karakteristik tokoh
(Sumber : Dwi Astuti Apsari (2003: 5))

Keterangan gambar :
1. Bentuk alis, untuk peran protagonis alis dibuat dengan
lengkungan yang tidak tajam sedangkan untuk peran
antagonis alis dibentuk agak naik dan tajam.
2. Penggunaan eye shadow, untuk peran protagonis menggunakan eye shadow dengan warna-warna lembut atau
natural sedangkan untuk peran antagonis menggunakan eye
shadow dengan warna-warna gelap dan dibuat agak naik
pada sudut mata.
3. Bentuk wajah, untuk peran protagonis bentuk wajah dibuat
mendekati bentuk wajah lonjong sedangkan untuk peran
antagonis dibuat mendekati bentuk wajah persegi.
4. Bentuk bibir, untuk peran protagonis bentuk bibir dibuat agak
naik pada sudut bibir sedangkan untuk peran antagonis
bentuk bibir dibuat agak menurun pada sudut bibir.

T. Saran Pasca Rias Wajah


Kepuasan klien ditanyakan dan dicatat kemudian berikan saran untuk
melakukan rias wajah selanjutnya, yaitu sebagai berikut :
1. Pemberian informasi tentang kegunaan, pemilihan warna dan teknik
pengaplikasian kosmetik yang dapat dilakukan sendiri di rumah,
seperti pengaplikasian bedak tabur, mascara, bulu mata palsu, dan
blush-on.
502

2. Pengaplikasian make-up jangan berlebihan dan disesuaikan


dengan tujuan dan kondisi kulit wajah.
3. Setelah melakukan rias wajah lakukan finishing touch melalui
pengaplikasian blush-on atau bedak two way cake, hingga make-up
bisa tahan lama.
4.

Segera make-up dibersihkan bila akan beristirahat atau tidur,


dengan pembersih muka yang sesuai kondisi kulit wajah.

Latihan Penguasaan Konsep


Petunjuk : Berilah tanda silang (X) pada alternatif jawaban a, b, c, d
atau e, yang paling benar.
1. Bentuk wajah yang dianggap paling ideal adalah :
a. Bentuk hati (heart)
b. Bentuk segitiga (buah pear)
c. Bentuk persegi (square)
d. Bentuk bulat telur (oval)
e. Bentuk belah ketupat (diamond)
2. Tata rias wajah berguna untuk
a. Merawat kesehatan kulit awjah
b. Menyesuaikan antara bentuk wajah dan bentuk tubuh
c. Memperindah wajah dengan menonjolkan bagian wajah yang baik
dan menutupi bagian wajah yang kurang baik
d. Menyesuaikan warna wajah dengan warna busana yang dikenakan
e. Menjadikan kulit wajah tampak sehat dan bercahaya.
3. Type raut muka ditentukan oleh kedudukan dan tonjolan tulang-tulang
muka. Raut muka buah pear mempunyai ciri :
a. Dahi sempit, rahang sempit dan pipi melebar
b. Dahi sempit, garis rahang dan dagu lebar
c. Dahi lebar garis rahang dan dagu lebar
d. Dahi lebar garis rahang dan dagu sempit
e. Dahi sempit, garis rahang dan dagu sempit

503

4. Tata rias korektif adalah tindakan yang :


a. Membuat make-up lebih gelap
b. Membuat make-up tahan lama
c. Menonjolkan bagian muka yang indah dan menutupi yang kurang
indah
d. Membuat make-up lebih terang dan segar
e. Menonjolkan bagian muka yang kurang indah
5. Penggunaan rouge atau perona pipi dalam tata rias korektif untuk
bentuk muka persegi adalah :
a. Shading pada bagian pipi
b. Tint pada bagian pipi melebar ke samping
c. Shading pada bagian rahang
d. Tint pada bagian pipi arah horizontal
e. Tint pada bagian rahang
6. Maskara dalam rias wajah digunakan untuk :
a. Melentikkan dan menebalkan bulu mata
b. Mewarnai alis
c. Membuat bayangan mata
d. Memperbaiki garis mata
e. Membuat tipuan bentuk mata
7. Pemakaian highlight pada tulang pipi dimaksudkan untuk memberikan
kesan :
a. Pipi penuh dan berisi
b. Pipi cekung
c. Pipi rata
d. Pipi menonjol
e. Pipi tampak segar dan berisi
8. Untuk membuat hidung terlihat mancung, di kiri dan kanan punggung
hidung, dapat diaplikasikan bayangan hidung berwarna :
a. Coklat tua
b. Coklat muda
c. Merah bata
d. Abu-abu
e. Merah muda
9. Agar pipi yang terlampau cekung kelihatan berisi, dapat dikoreksi
dengan :
a. Memberi bedak tembus pandang di daerah pipi
b. Memberi rouge warna tua di daerah pipi
c. Memberikan foundation warna lebih muda di daerah pipi yang
cekung
d. Memberi foundation warna lebih gelap di pipi
e. Tidak memberi make-up apapun di daerah pipi
504

10. Supaya make-up terlihat asli, maka sebaiknya memakai bedak yang
berbentuk :
a. Stickpowder
b. Transculent powder
c. Compact powder
d. Loose powder
e. Liquid powder
11. Cara memberi riasan bibir yang tipis adalah :
a. Bibir diperlebar dengan warna yang mencolok
b. Bibir diperlebar dengan warna lipstik yang muda
c. Bibir diperlebar dengan warna lipstik yang serasi dengan warna
busana
d. Bibir tidak perlu diperlebar, warna lipstik serasi dengan perhiasan
e. Lipstik dioleskan yang serasi hingga melampaui garis mulut
12. Bayangan mata untuk mata cembung, maka pada kelopak mata diberi
warna :
a. Tua dan dekat alis warna muda
b. Muda dan dekat alis warna tua
c. Tua dan dekat alis warna tua
d. Muda dan dekat alis warna muda
e. Muda dan dekat alis warna putih
13. Shadowing pada make-up dilakukan dengan tujuan untuk :
a. Menonjolkan bagian yang kurang sempurna
b. Menonjolkan bagian yang sempurna
c. Menutupi bagian yang kurang sempurna
d. Melindungi bagian yang kurang sempurna dari pengaruh sinar
matahari
e. Membuat make-up tahan lama
14. Untuk mengoreksi bentuk wajah yang
mengaplikasikan alas bedak yang berwarna :
a. Gelap
b. Terang
c. Cerah
d. Netral
e. Muda

terlalu

lebar,

dapat

505

15. Menarik kelopak mata supaya mendapatkan garis mata yang terang
digunakan :
a. Eye brow pencil
b. Eye shadow
c. Eye liner
d. Scottape
e. Bulu mata palsu
16. Bentuk alis yang indah panjangnya dapat diukur dengan cara :
a. Menarik garis dari ujung hidung ke ujung mata
b. Menarik garis dari puncak hidung ke ujung mata
c. Menarik garis dari sudut bibir melalui ujung hidung ke ujung mata
d. Menarik garis dari tengah-tengah bibir ke ujung mata
e. Menarik garis dari tengah-tengaha dagu ke ujung mata
17. Jenis rias wajah panggung selain untuk penari dan peragawati, juga
untuk jenis di bawah ini, kecuali :
a. Rias wajah karakter
b. Rias wajah badut
c. Rias wajah fantasi
d. Rias wajah film
e. Rias wajah foto / TV
18. Ciri-ciri rias wajah panggung adalah :
a. Dari jauh tampak nyata
b. Warna yang digunakan adalah warna pastel dan lembut
c. Warna yang diterapkan adalah warna kontras dengan riasan tajam
d. Olesan make-up yang halus dan rata
e. Make-up yang doaplikasikan sangat tebal yang mencolok
19. Jika bentuk alis menurun, maka rias korektif bentuk mata yang tepat
adalah :
a. Ujung alis dicabut dan bentuk lagi alis pangkal besar, ekor mengecil
b. Ujung alis dicabut dan alis dibentuk lurus
c. Ujung alis dicabut dan bentuk lagi alais sesuai dengan bentuk wajah
d. Ujung alis dicabut dan bentuk lagi alis sedikit bersiku
e. Ujung alis dicabut dan bentuk lagi alis melengkung
20. Rias wajah kamuflase biasanya dilakukan untuk klien di bawah ini,
kecuali :
a. Sesudah sembuh dari penyakit kulit yang meninggalkan bekas
b. Bekas operasi
c. Mempunyai vlek di wajah, bawaan dari lahir
d. Sesudah melahirkan
e. Acne scaar
506

21. Hasil rias wajah cikatri akan lebih baik jika foundation yang digunakan
berbentuk :
a. Cream
b. Cair
c. Bubuk
d. Stick
e. Liquid
22. Jika di bawah kelopak mata berwarna gelap, maka rias korektif adalah :
a. Tint di bawah mata
b. Shading di bawah mata
c. Foundation di bawah mata
d. Krim di bawah mata
e. Pelembab di bawah mata
23. Pengaplikasian rouge dengan arah vertikal, dapat dilakukan bagi bentuk
wajah berikut, kecuali :
a. Bulat
b. Segi tiga
c. Oval
d. Panjang
e. Belah ketupat
24. Pada rias wajah geriatric, rias mata sebaiknya :
a. Tidak mencolok dan sesuai dengan busana
b. Agak mencolok agar tampak lebih muda
c. Berwarna gelap agar tampak cantik
d. Berwarna muda agar tampak ceria
e. Berwarna gelap agar tampak lebih dewasa
25. Pipi yang cekung pada wajah tua sebaiknya diaplikasikan :
a. Foundation warna kuning langsat
b. Foundation warna coklat tua
c. Foundation warna coklat muda
d. Rouge warna merah
e. Counter shading
26. Warna bedak yang dipakai untuk rias wajah cikatri adalah :
a. Ringan dan lunak
b. Kedap air dan awet
c. Hipo alergi dan higroskopis
d. Hipo alergi dan kedap air
e. Hipo alergi dan tahan air
507

27. Untuk menutupi noda - noda dalam tata rias wajah dapat diaplikasikan :
a. Bleaching cream
b. Camouflase cream
c. Cold cream
d. Whitening cream
e. Conseler
28. Cara memberikan foundation pad arias wajah cikatri yaitu dengan :
a. Dioleskan merata pada kulit
b. Diusapkan hingga tertutup cacatnya
c. Ditekan berulang-ulang pada bagian yang cacat hingga tertutup
d. Dioleskan pada bagian yang hanya ada bercaknya saja
e. Dioleskan secara merata pada seluruh wajah
29. Rias wajah cikatri dilakukan dengan tujuan agar seseorang :
a. Kelihatan cantik
b. Kelihatan sempurna
c. Kelihatan lebih muda
d. Agar lebih percaya diri
e. Penampilan diri jadi berbeda
30. Highlight dalah rias wajah merupakan :
a. Bayangan mata warna terang
b. Bayangan mata warna gelap
c. Bayangan mata warna terang di atas kelopak mata bawah ujung alis
d. Sama dengan base light
e. Bayangan terang pada bagian pipi

508

1BA1B

Etika Profesi
Penata Kecantikan

A. Konsep Etika Profesi Penata Kecantikan


Etika adalah pengetahuan mengenai dasar-dasar atau norma-norma
tingkah laku dan penilaian tentang moral yang dapat dituangkan dalam
suatu sistem atau kode etik. Sistem atau kode etik moral dapat
bersumber dari seorang ahli filsafat, dari suatu kelompok masyarakat,
agama, atau kelompok profesi. Etika profesi atau tata tertib jabatan
adalah suatu sistem etik perilaku yang berlaku dalam profesi tersebut.
Sistem itu menggariskan dasar-dasar mengenai tingkah laku yang
harus dijunjung tinggi dan ditaati dalam profesi yang bersangkutan.
Etika profesi penata kecantikan menuntut tingkah laku yang sesuai
dengan jabatan penata kecantikan dan ditunjang dengan kepribadian
yang positif. Seorang penata kecantikan harus memiliki kebiasaankebiasaan yang positif, tingkah laku yang tepat, gerak fisik yang luwes
dan sikap mental yang baik serta memiliki kualitas kemampuan yang
berhubungan dengan cosmetologist, baik secara teori maupun dalam
praktek pemeliharaan dan perawatan kecantikan.
Seorang penata kecantikan seyogyanya memahami konsep
cantik dan kecantikan sehingga mampu mengapresiasikan
kemampuannya secara profesional untuk mempercantik orang lain.
Istilah cantik mengandung arti sesuatu yang menimbulkan rasa indah,
menarik dan menyenangkan bila dinilai, dan ditangkap oleh
pancaindera atau pikiran kita. Wanita yang cantik adalah wanita yang
penampilannya bila ditangkap oleh pancaindera akan terpancar aura
kecantikan lahir maupun kecantikan batinnya. Kecantikan lahir adalah
keindahan yang dapat ditangkap oleh pancaindera seperti bentuk
badan yang ideal, kulit yang licin, halus dan lembut, warna mata dan
rambut yang indah serta sehat, gigi yang putih dan rata, make-up atau
riasan yang bagus dan dandanan yang serasi, cara berpakaian yang
luwes serta suara yang bermelodi dan merdu. Kecantikan batin atau
kecantikan rohaniah (inner beauty) adalah kecantikan yang
dipancarkan atau diekspresikan dari hati yang tulus, baik, dan jujur.
Kecantikan dimulai dari kualitas kepribadian yang cerdas, oleh
karena itu seorang penata kecantikan harus berusaha untuk memiliki
sifat - sifat tersebut di atas sesuai dengan tuntutan profesinya.
509

Di samping itu penata kecantikan harus memiliki keseimbangan dalam


kecantikan lahir dan kecantikan rohaniahnya yang dapat dinilai dari
gerakan fisik dan sikap mentalnya.
Etika profesi seorang penata kecantikan merupakan perangkat
peraturan yang menggariskan tingkah laku yang tepat yang harus
ditaati dan dihormati dalam hubungan dengan profesinya dan dalam
melakukan profesinya. Etika profesi yang baik dapat membangunkan
kepercayaan diri dan dapat memperluas relasi. Etika profesi yang perlu
dikuasai oleh seorang penata kecantikan yaitu :
1. Penguasaan materi.
Pelajari dengan sungguh-sungguh dan teliti, materi teori dan praktek
kosmetologi, agar tahu dan yakin bahwa apa yang dikerjakan untuk
merawat serta mempercantik orang lain dilakukan dengan tepat.
2. Keyakinan.
Yakin dan percaya bahwa jabatan penata kecantikan merupakan
profesi yang baik dan lakukanlah kewajiban sesuai aturan yang
berlaku. Kepercayaan ini perlu supaya dapat memberikan layanan
prima bagi pelanggan.
3. Ketaatan kepada peraturan.
Menaati segala ketentuan dan peraturan-peraturan cosmethology
yang ditetapkan pemerintah, misalnya tentang hygiene, izin kursus,
izin usaha dsb.
4. Kejujuran.
a. Tepati janji dan kerjakan tugas yang diterima. Hal ini penting
diperhatikan agar langganan tidak datang sia-sia atau
dikecewakan.
b. Jagalah nama baik, berilah contoh kelakuan atau tingkah laku
yang baik, supaya tidak merugikan nama baik sendiri atau nama
baik profesi penata kecantikan umumnya.
c. Semua orang harus diperlakukan dengan sikap jujur dan pantas.
Jangan membedakan pelayanan terhadap masing-masing
langganan berdasarkan pangkat dan kedudukannya di dalam
masyarakat, karena hal demikian akan menimbulkan rasa tidak
senang dan merupakan anti propaganda bagi diri sendiri.
d. Bersikap jujur terhadap pimpinan, manajer atau teman sejawat,
untuk menghindarkan ketegangan-ketegangan yang pada
akhirnya dapat merusak suasana.
510

Di samping tata tertib yang baik, yang umumnya berlaku untuk


seorang penata kecantikan, ada beberapa tingkah laku yang
bertentangan dengan etika jabatan seperti : (1) Tidak menguasai materi
kosmetologi, khususnya anatomi dan fisiologi kulit, karena hal demikian
dapat menimbulkan perawatan/pelayanan yang tidak dapat
dipertanggung jawabkan, (2) Tidak meyakini kebenaran tindakantindakan yang diambil, dapat menimbulkan rasa tidak percaya pada
langganan terhadap diri kita sebagai peata kecantikan, (3)
Mengabaikan peraturan-peraturan tentang perizinan, hygiene,
peraturan-peraturan yang ditetapkan oleh pimpinan, akan menunjukkan
pribadi yang meragukan, (4) Berbohong, tidak melakukan tugas
dengan teliti, lamban, menyalahi orang lain dsb, dapat mengurangi
kepercayaan orang pada diri sendiri, dan merusak suasana kerja yang
baik, (5) Pergaulan, seperti berteriak-teriak, bersenda gurau dengan
nada keras, tanpa menghiraukan langganan, akan mengurangi
langganan yang baik.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa etika profesi penata
kecantikan adalah suatu perangkat peraturan atau sistem kode etik
yang menggariskan aturan berperilaku yang tepat yang harus ditaati
dan dihormati penata kecantikan dalam hubungan kerjanya dengan
pimpinan masing-masing, langganan, dan teman sejawat dalam
melakukan jabatan atau profesinya.
B. Kepribadian Penata Kecantikan
Pada dasarnya dalam kehidupan bermasyarakat setiap orang
membutuhkan orang lain. Adanya kebutuhan menimbulkan komunitas
pergaulan. Dalam pergaulan dengan sesama anggota masyarakat ada
syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi. Penerapan syarat-syarat itu
dipengaruhi oleh sifat dan watak masing-masing orang. Sifat dan watak
yang secara positif mendukung penerapan syarat-syarat pergaulan,
dinilai sebagai kepribadian yang baik dan akan mendorong tercapainya
sukses dalam kehidupan.
Kepribadian merupakan salah satu kunci bagi perkembangan
karir dalam dunia profesi. Dengan demikian kita dapat membangun
suatu kepribadian yang membuka jalan ke suatu penghidupan yang
penuh dengan pengalaman-pengalaman yang menyenangkan. Sifat
dan watak seseorang dapat diubah dan dibentuk melalui pendidikan
dan pengendalian diri. Tanpa suatu kepribadian yang menyenang-kan
kecakapan seseorang yang baik, atau penampilan yang menarik, tidak
akan terlihat secara utuh.
Kepribadian dapat dikembangkan ke tingkat yang lebih baik dari
pengalaman sehari-hari, dari keadaan yang baik maupun yang tidak
baik, yang dapat mempengaruhi kehidupan manusia. Kepribadian
511

seseorang dapat diamati dari sikapnya. Sikap yang mengesankan,


menimbulkan kepercayaan dan akan memperluas hubungan
persahabatan. Seorang penata kecantikan yang mempunyai hubungan
luas di pelbagai lapisan masyarakat sudah barang tentu harus
memahami hal-hal yang berhubungan dengan ketentuan-ketentuan
atau peraturan-peraturan dengan sopan santun yang berlaku dalam
masyarakat yang pada akhirnya dapat memperluas usaha
kecantikannya.
Ada beberapa aspek yang mempengaruhi dan membentuk
kepribadian yaitu : (1) keseluruhan sifat-sifat dan watak yang menjadi
ciri seseorang dan membedakannya dari orang lain, dan (2) reaksi
menyeluruh seseorang terhadap lingkungannya.
Di samping aspek-aspek di atas, terkait dengan profesi penata
kecantikan, perlu diperhatikan aturan sebagai berikut : sambutlah
langganan dengan ramah, dan hormat tanpa harus merendahkan diri.
Tunjukkan wajah yang cerah dengan suara yang lemah lembut dan
sopan. Bantulah langganan pada waktu membuka busana, naik ke
kursi yang tinggi atau dalam mengenakan kembali busana setelah
langganan melakukan perawatan, serta dengarkan keluhan-keluhan
langganan ketika sedang dirawat.
C. Sikap Penata Kecantikan
Sikap yang baik seorang penata kecantikan, dapat ditampilkan dalam
bentuk perilaku sebagai berikut :
1. Jangan ragu dalam memberikan saran atau menjawab pertanyaan
pelanggan, sehingga mereka percaya bahwa anda menguasai teori
dan praktek kosmetologi.
2. Bersikap tegas dan tetap konsisten memberikan pelayanan jika
terjadi hal-hal yang tidak diduga, misalnya ketika pelanggan sedang
dirawat, kosmetik masuk ke dalam mata, upayakan tidak panik,
segera atasi dengan cara menghapusnya menggunakan kapas
yang dibasahi dengan boorwater.
3. Kendalikan tabiat cepat marah. Sekali mengeluarkan kata-kata
yang pedas, kita tidak dapat menariknya kembali.
4. Berkomunikasi dengan nada yang menyenangkan akan lebih
menarik dan mengundang simpati.
5. Kembangkan sifat-sifat atau perangai yang baik, agar pelanggan
terkesan dengan layanan kita.
6. Belajarlah untuk menekan gejala-gejala munculnya kemarahan,
ketidakramahan, ketidaksabaran, dan iri hati.
512

7. Belajarlah untuk menunjukkan emosi-emosi yang menyenang-kan,


senyuman yang tulus dan sepatah kata sambutan. Upayakan untuk
memikul tanggung jawab persahabatan, kemampuan untuk
menyesuaikan diri kepada situasi-situasi baru dan untuk menemui
orang-orang baru dengan daya tarik dan hati terbuka. Semuanya
adalah bagian dari kasih sayang dan simpati yang tulus.
8. Bekerjalah dengan tenang, jangan gugup dan tergesa-gesa.
Misalnya ceroboh dalam mendiagnosis jenis kulit sehingga
memungkinkan terjadinya kesalahan dalam perawatan.
9. Senyuman yang tulus membuka perasaan hati untuk dilanjutkan
dengan komunikasi yang hangat.
10. Kesopanan seharusnya mudah dipraktekkan sampai kepada hal-hal
yang kecil, seperti mengucapkan terima kasih, silahkan dan
melayani orang dengan hormat, belajar menjaga atau mengurus
segala kebutuhan / kepentingan klien yang sedang dirawat.
11. Tampilkan penampilan yang baik, berdandanlah dengan rapi, bila
anda bertemu dengan klien (tamu), berikan suatu penghargaan
secara tulus, maka penghargaan yang sama akan anda peroleh
kembali. Berdandan rapi maksudnya rambut harus bersih dan rapih.
Riasan serasi dengan wajah anda, posisi tubuh, baik ketika berdiri,
berjalan atau duduk. Pakaian harus bersih, tangan dan kuku
terawat dengan rapi. Tata rambut, gaya tata-rias (make-up) dan
jenis busana yang dikenakan seyogyanya berbeda-beda sesuai
dengan sifat formalitas dari kegiatan tersebut.
Milikilah wajah yang riang dan kurangilah keseriusan anda
sendiri. Bila anda dapat tertawa pada diri sendiri, berarti anda telah
mencapai kemampuan untuk menilai dengan benar kepentingan pribadi
anda. Ingatlah kepribadian yang menyenangkan adalah kunci
kesuksesan. Usahakanlah untuk mengembangkan kepribadian anda
setinggi-tingginya. Kesuksesan tidak hanya dibuat di dalam salon
kecantikan saja tetapi tergantung juga pada hubungan-hubungan
pribadi serta partisipasi yang aktif di dalam organisasi-organisasi dan
kegiatan-kegiatan sosial lainnya dalam masyarakat.
D. Penampilan Penata Kecantikan.
Penampilan yang baik merupakan kesan pertama yang perlu
diperhatikan peata kecantikan. Pilih busana kerja berwarna putih
dengan model yang tidak terlalu ketat, tidak terlalu panjang dan tidak
terlalu pendek, sehingga tidak menganggu aktivitas bekerja. Gunakan
sepatu dengan hak yang tidak terlalu tinggi untuk menjaga agar tidak
cepat lelah dalam bekerja. Syarat-syarat lain yang perlu diperhatikan
terkait dengan penampilan penata kecantikan yaitu :
513

1.

Mandi setiap hari, pakailah deodorant untuk menahan bau


keringat. Tanda-tanda keringat seyogyanya tidak nampak
membekas pada pakaian yang digunakan. Pakaian dalam harus
diganti setiap hari. Mengkonsumsi makanan bergizi, olahraga dan
istiarahat secara teratur.

2.

Pakaian yang dikenakan harus bersih dan licin serta bebas dari
bau keringat. Baju yang dikenakan harus sesuai dengan
pekerjaan. Pakaian dengan model potongan leher rendah, baju
tanpa lengan yang memperlihatkan rok dalam dan tali BH
sebaiknya tidak dipakai oleh wanita pengusaha atau wanita
professional sebagai pakaian kerja. Gantung pakaian setelah
dipakai. Jagalah agar pakaian anda bersih dari ketombe dan
rambut yang gugur.

3.

Gigi harus disikat dua kali sehari dengan memakai pasta pemutih
gigi, sehingga kesehatan mulut tetap terjaga. Pakailah obat kumur
untuk membersihkan lidah, gusi dan langitan mulut serta untuk
menyegarkan pernafasan.

4.

Anda tidak akan nampak sempurna dan tidak akan mampu


melaksanakan pekerjaan dengan baik, jika kaki anda terluka
karena sepatu yang terlalu kecil atau tidak pas serta terlalu tinggi
sehingga dapat menyebabkan kaki anda menjadi keras, timbul
benjolan kecil dan katimumul serta tidak sehat. Usahakan
mempunyai dua pasang sepatu kerja, sehingga anda dapat
bergantian memakainya. Sepatu harus bersih dan mengkilat dan
jika sepatu bertali maka jika diikat, tali-tali tersebut harus bersih.
Taburkanlah talk dalam sepatu anda untuk menjaga agar sepatu
anda tidak berbau.

5.

Jagalah agar ketiak dan kaki anda bersih dari bulu badan dengan
mencukur atau memakai alat pencukur/pembersih bulu. Bulu
ketiak tidak saja tidak sedap dipandang, tetapi juga menampung
keringat yang menyebabkam bau yang menusuk.

6.

Merawat kulit secara rutin setiap hari menjadi suatu keharusan


bagi setiap peata kecantikan. Roman muka yang ramah dapat
mendukung penampilan yang menarik. Jika kulit anda dalam
kondisi jelek karena acne atau jerawat dan bintik-bintik hitam
berkonsultasilah kepada dokter atau ahli penyakit kulit
(dermatologist). Kebersihan merupakan awal untuk memiliki
raut muka yang bercahaya. Jenis kulit yang berbeda akan
memerlukan perawatan yang juga berbeda. Tata rias (make-up)
anda harus sesuai dengan pekerjaan atau profesi anda. Memakai
make-up secara berlebihan sama jeleknya dengan tidak
memakainya sama sekali.
514

7.

Tata rambut yang tepat dapat melembutkan raut muka,


mengurangi kesan yang kurang baik dan menonjolkan garis muka
yang baik. Pilihlah tata rambut yang dapat membuat anda nampak
lebih rupawan dan sesuai dengan pekerjaan anda. Rambut yang
bersih dan sehat adalah milik berharga bagi setiap orang. Wig
dan hairpiece merupakan perlengkapan mode bagi banyak orang
dan suatu kebutuhan bagi sementara orang. Perlengkapan itu
harus sering dibersihkan dan ditata agar nampak seperti aslinya.
Wig dan Hairpiece yang kotor sama jeleknya seperti rambut
yang kotor atau tidak dipelihara.

8.

Usia seorang wanita terkadang dapat ditentukan dari keadaan


tangannya. Jangan biarkan tangan anda membuat anda kelihatan
lebih tua dari usia anda yang sebenarnya. Pakailah cream atau
lotion, agar tangan senantiasa lembut. Kuku anda harus dirawat
dengan baik. Setelah mandi, ambilah kesempatan beberapa saat
untuk merawat kulit tangan dan kaki anda dengan cara mengurut
pelan-pelan. Kaki hendaknya dijaga agar tetap menarik seperti
halnya dengan tangan anda. Perawatan kuku kaki (pedicure)
seminggu sekali akan menjaga kaki anda nampak sehat dan
sempurna. Disiplin pada diri sendiri dituntut untuk mewujudkan
potensi anda sepenuhnya menjadi seorang penata kecantikan
yang menarik dan sempurna dalam penampilan diri serta cakap
dan cekatan.

9.

Pengungkapan kata-kata atau ucapan dalam suatu pembicaraan


akan mencerminkan bagaimana anda sebenarnya. Antara apa
yang anda katakan dan siapa anda sebenarnya tidak ada
pemisahan.

Dalam suatu pekerjaan, pengungkapan kata-kata yang


menyenangkan dibutuhkan untuk menyambut langganan, percakapan
sosial dan professional, menunjukkan keahlian anda sendiri,
menunjukkan service yang baik, menolong membangun perusahaan,
dan berbicara melalui telepon.
Pokok pembicaraan dalam percakapan hendaknya yang
bersifat ringan-ringan, seperti soal-soal yang menyangkut penggunaan
kosmetik, mode, seni, musik, hiburan dan sebagainya. Dan untuk
memperoleh daya tarik pembicaraan usahakan agar pembicaraan
terarah, jangan membuat perdebatan, jadilah pendengar yang baik,
jangan memonopoli pembicaraan, jangan mencampuri urusan pribadi
orang, bicaralah mengenai ide-ide yang baik, pergunakanlah bahasa
sederhana yang semua orang dapat mengerti, jangan membuat
gossip, jadilah orang yang menyenangkan dan pergunakanlah bahasa
Indonesia yang baik dan benar.
515

Latihan Penguasaan Konsep


Petunjuk : Berilah tanda silang (X) pada alternatif jawaban a, b, c, atau
d, yang paling benar.
1. Etika jabatan penata kecantikan adalah :
a. Dasar-dasar suatu kepercayaan atau agama di salon kecantikan
b. Dasar-dasar suatu jabatan pimpinan salon kecantikan
c. Dasar-dasar tingkah laku dalam suatu salon kecantikan
d. Dasar-dasar tingkah laku yang harus dipatuhi dalam suatu profesi
penata kecantikan
2. Pada saat merawat wajah klien, penata kecantikan sebaiknya :
a. Bercerita macam -macam
b. Tidak berbicara apa-apa
c. Berbicara seperlunya
d. Berbicara dengan orang lain
3. Agar klien tetap setia, maka salon kecantikan yang baik akan tetap
menjaga
a. Kebersihan dan lingkungan
b. Pegawai yang sopan santun
c. Ruangan yang ber AC agar dingin dan segar
d. Mutu pelayanan dan keterampilan
4. Dalam memberikan pelayanan terhadap klien, sebaiknya
a. Yang kaya diperlakukan secara istimewa
b. Yang lebih tua didahulukan
c. Langganan dilayani lebih dahulu
d. Semua diperlakukan sama baiknya
5. Meminta bantuan terhadap klien untuk mengambil kosmetik perawatan
wajah termasuk hal yang
a. Tidak etis dilakukan
b. Dapat dibenarkan
c. Dapat dilakukan asal klien dibebri potongan harga
d. Dapat dilakukan asalkan klien bersedia
6. Hal penting yang harus diperhatikan dalam pergaulan penata kecantikan
adalah
a. Mudah memberikan senyum
b. Menjaga sopan santun
c. Mengucapkan salam bila berjumpa
d. Menatap wajah orang yang mengajak berbicara
516

7. Salah satu syarat keberhasilan usaha salon kecantikan adalah


a. Menjaga kebersihan lingkungan
b. Sikap karyawan
c. Mutu pelayanan
d. Harga dan kosmetik
8. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam mengembangkan usaha salon
kecantikan adalah
a. Sikap, keterampilan, dan pengetahuan tata rias
b. Menciptakan rasa tenang pada klien
c. Melakukan tindakan perawatan secara medis
d. Menata salon kecantikan semegah mungkin
9. Salah satu sikap yang sesuai dengan etika jabatan penata kecantikan
adalah
a. Selalu menepati janji
b. Menjual kosmetik buatan luar negeri
c. Membuat klien merasa kerasan di salon
d. Dapat bertindak secara tepat dan cepat
10. Seorang penata kecantikan memperoleh kepercayaan klien melalui :
a. Sikap tegas, tidak ragu-ragu, menguasai teori dan praktek ilmu
kecantikan
b. Banyaknya ijasah yang dimiliki
c. Berbusana rapi, mewah, dan menakjubkan
d. Pemasangan iklan di media massa
11. Di bawah ini termasuk pesyaratan minimal mendirikan salon kecantikan,
kecuali :
a. Bangunan dan ruangan
b. Perlengkapan
c. Jumlah pegaai ahli kecantikan yang bekerja di salon
d. Hygiene dan sanitasi
12. Di samping keterampilan praktik, seorang penata kecantikan harus
menguasai :
a. Tata tertib dan tata laksana penata kecantikan
b. Kosmetologi
c. Ilmu gizi dan anatomi
d. Anatomi, fisiologi dan medis

517

13. Kewibawaan seorang penata kecantikan dapat dilihat dari :


a. Cara berbusana
b. Kata-kata yang tegas
c. Kekayaan yang dimiliki
d. Sikap, perilaku dan pengetahuan yang dimiliki
14. Etika profesi yang perlu dikuasai oleh seorang penata kecantikan
kecuali :
a. Keyakinan
b. Kejujuran
c. Kekayaan
d. Ketaatan pada peraturan
15. Kepribadian merupakan salah satu kunci bagi perkembangan karir.
Kepribadian seorang penata kecantikan adalah :
a. Cara berbusana dan gaya hidup penata kecantikan
b. Kecerdasan, kecepatan berpikir dan keterampilan penata kecantikan
c. Tatap sinar mata penata kecantikan yang terarah mantap
d. Gaya, perilaku dan penampilan keseluruhan penata kecantikan

518

1BA2B
Profil Pengusaha Sukses
Bidang Tata Kecantikan
A. Martha Tilaar
Keberhasilan adalah suatu perjuangan. Demikian juga upaya Martha
Tilaar yang sejak kecil mencintai keindahan dan kesenian, maka tidak
heran bila dunia kecantikan akhirnya merupakan pilihannya. Martha
Tilaar lahir di Kebumen Jawa Tengah pada tanggal 4 September 1937.
Menikah dengan Prof. Dr.H.A. Tilaar dan dikaruniai 2 orang putera dan
2 orang puteri. Gelar Sarjana IKIP Jakarta ia raih pada tahun 1963. Saat
mengikuti suaminya memperdalam ilmu di Amerika Serikat, iapun
memanfaatkan waktu menimba ilmu di Academy of Beauty Culture di
Bloomington, Indiana. Diploma ini berhasil ia raih pada tahun 1968.
Keberhasilan ini rupanya memacu Martha Tilaar untuk terus
memperluas wawasan bidang kecantikan di Tokyo, Paris, dan London.
Bulan September 1985, ia menerima gelar Honorary Doctoral Degree
dalam bidang Fashion & Artistry dari World University , Tucson, Arizona,
Amerika Serikat.
Martha Tilaar memulai operasi bisnisnya dari titik nol. Bermula di
garasi rumah ayahnya Yakob Handana, terletak di Jalan Kusuma
Atmaja No. 45 Menteng, Jakarta Pusat. Martha, yang semasa kecilnya
dikenal sebagai gadis tomboy dan elek mendirikan sebuah salon
kecantikan sederhana Martha Salon, persis pada 3 Januari 1970, di
sebuah ruangan berukuran 6 x 4 meter. Di sini ia sekaligus membuat
pula produk-produk kecantikan dari bahan alam.
Keberhasilan Martha Tilaar menjadi pengusaha papan atas,
yang tetap komit mencintai produk dalam negeri demi membangun
kemandirian bangsa khususnya di bidang jamu dan kosmetika, memulai
titik-picu yang sesungguhnya pada tahun 1987. Ketika itu secara cerdik
dan unik ia mempopulerkan Senja di Sriwedari sebagai trend tata rias
baru, sebuah ide yang diilhami oleh kekayaan alam dan budaya
Indonesia. Sejak itulah Martha Tilaar selalu mempersuntingkan nama
tempat dan unsur budaya suatu daerah, yang lalu dipadukan dengan
trend busana daerah, ke setiap produk Sariayu Martha Tilaar. Sariayu
berhasil tampil sebagai trendsetter tata rias wajah wanita Indonesia.

519

Berdasarkan strategi pendekatan etnik, Martha Tilaar berhasil


menjalin hubungan emosional dengan konsumen, bahkan berhasil
menyelamatkan biduk bisnisnya dari hantaman krisis ekonomi. Sebab
dengan konsep baru itu Martha Tilaar berhasil meraih penjualan besar
bahkan bisnisnya pernah bertumbuh hingga 400 persen.
Perjalanan bisnis Martha Tilaar tidak selamanya mulus. Ia
pernah mengalami jatuh-bangun atau pasang-surut usaha. Pernah,
suatu ketika, bendera usaha Martha Tilaar sudah sedang berkibar orang
masih saja memandangnya sebelah mata. Maklum, produk jamu
kosmetika Sariayu Martha Tilaar sangat identik sebagai produk lokal.
Konsumen tahunya demikian saja tanpa mau mengenal bahwa produk
Martha Tilaar sesungguhnya sudah mendunia, berkualitas, dan
bergengsi, bahkan, Sariayu Martha Tilaar sudah menjadi sebuah ikon
produk lokal yang mendunia.
Produk-produk itu dipasarkan di kantor-kantor pemasaran
Martha Tilaar di luar negeri seperti Malaysia, Brunei Darussalam,
Filipina, bahkan ke Los Angeles, AS. Ditambah di Paris, Perancis ia
memiliki sebuah laboratorium penelitian parfum. Martha Tilaar juga
memiliki puluhan Spa di luar negeri yang tetap menempelkan merek
dagang Martha Tilaar, seperti di Malaysia, bertempat di Crown Princess
Kuala Lumpur pembukaan Spa Martha Tilaar dihadiri oleh Permaisuri
Agung Siti Aishah. Spa ini didirikan khusus untuk memenuhi banyaknya
permintaan terutama pelanggan dari salon di City Square, Kuala
Lumpur.
Kembali ke kisah bagaimana dahulu konsumen memandang
Sariayu Martha Tilaar masih sebelah mata. Walau bergelimang
kesuksesan dan tersohor namanya di negeri asing, Martha Tilaar justru
pernah merasakan sebuah kepahitan di tanah air. Itu, terjadi tatkala ia
hendak menyewa dan membuka gerai jamu dan kosmetika di beberapa
mall dan plaza terkemuka di Jakarta, persis di pusat perkantoran dan
rumah tinggal kalangan elite. Ia ditolak menyewa tempat. Dulu kalau
saya mau sewa tempat diusir. Mereka hanya mau menjual produk
branded. Mereka bilang standar plazanya akan turun karena dianggap
tidak ada image, kata Martha Tilaar, yang dalam hidup tak pernah mau
menyerah apalagi berputus asa.
Respon atas penolakan itu Martha Tilaar segera mendirikan Puri
Ayu Martha Tilaar, sejak Mei 1995, sebagai gerai jamu dan kosmetika
Sari Ayu sekaligus berfungsi sebagai pusat pelayanan konsumen. Gerai
dan pusat pelayanan konsumen ini berada dalam bendera usaha PT.
Martha Beauty Galery. Gerai Puri Ayu Martha Tilaar pertama kali berdiri
di Graha Irama, di kawasan elit Kuningan, Jakarta Selatan, lalu
berkembang pesat memasuki kota-kota besar lain di Indonesia.
520

Martha Tilaar mempunyai komitmen tinggi membangun industri


kosmetika. Ia investasi besar di bidang riset dan pengembangan (R&D).
Ia mau mengirim staf ahli farmasinya belajar ke luar negeri, atau
mengikuti berbagai pameran di luar negeri. Ia memiliki dua orang staf
ahli farmasi bergelar doktor, sejumlah magister dan sarjana strata satu
lainnya. Berdasar komitmen kuat itu Martha ingin menunjukkan kepada
bangsa-bangsa di dunia bahwa Indonesia bisa unjuk diri dan tidaklah
ketinggalan di bidang kosmetika dan tata rias.
R&D memberi hasil lain. Martha Tilaar perlahan-lahan berhasil
mengurangi ketergantungan kandungan bahan baku impor, berganti
dengan bahan baku lokal di setiap produknya. Hasil lain lagi, ini yang
lebih mencengangkan, pada bulan Juli 2002 Sekjen PBB Kofi Annan
mengundang Martha Tilaar hadir dalam forum Global Compact, di New
York, AS. Di forum itu para pengusaha yang diundang diminta
mempromosikan praktik berbisnis yang baik dalam bidang hak asasi
manusia, tenaga kerja, dan lingkungan, yang telah dipraktikkan.
Tujuannya agar setiap pengusaha menempatkan masalah sumberdaya
manusia, sumberdaya alam, lingkungan, dan hak-hak asasi manusia
sebagai prioritas penanganan dunia usaha.
Ketika berbicara pada pertemuan Komite Pengarah Nasional
Global Environment Facility (GEF)/Small Grant Program, di Jakarta,
5 Oktober 2004, Martha Tilaar kembali mengangkat ulang komitmennya
yang tinggi terhadap produk lokal dalam nada berbeda. Martha
sangat menyayangkan betapa produk-produk lokal yang selama ini
diklaim sebagai warisan budaya, seperti rendang masakan Padang,
atau songket kain dari Palembang, itu ternyata sudah didaftar-patenkan
oleh tetangga negeri serumpun Malaysia. Ia pun khawatir akan
jamu, yang dari zaman kapanpun kita merasa itu milik kita, keburu
dipatenkan pihak asing.
Perjalanan bisnis Martha Tilaar agaknya tak juga lepas dari
keajaiban pekerjaan tangan Tuhan. Walau pernah mengalami nyaris
bangkrut, atau pecah kongsi, biduk usahanya tetap terpelihara baik.
Tahun 1970 ia mendirikan salon kecil Martha Salon, di garasi rumah
ayahnya sekaligus mencoba membuat produk-produk kecantikan dari
bahan alam. Tak lama, dua tahun kemudian 1972 ia membuka salon
kedua di Jalan Anggur No. 3 Cipete, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan,
sambil memulai penggunaan merek dagang baru Sariayu Martha Tilaar,
merek yang jika diartikan Sarinya Wong Ayu.
Menginjak tahun 1977 Martha Tilaar menjajaki kerjasama
dengan Theresia Harsini Setiady, dari PT Kalbe Farma sekaligus
pemiliknya. Mereka sepakat membuat perusahaan kosmetika dan jamu,
namanya PT Martina Berto, dan meluncurkan Sariayu Martha Tilaar
521

sebagai produk pertama. Pada 22 Desember 1981 PT Martina Berto


membuka pabrik kosmetika pertama di Jalan Pulo Ayang, Kawasan
Industri Pulo Gadung, Jakarta Timur diresmikan oleh Ny Nelly Adam
Malik saat itu istri Wakil Presiden Adam Malik. Tahun 1983 Martha
Tilaar mendirikan PT Sari Ayu Indonesia, khusus sebagai distributor
produk kosmetika Sariayu Martha Tilaar. Tahun 1986 Martha Tilaar
kembali membuka pabrik kedua, kali ini di Jalan Pulokambing II/1, masih
di areal sama Kawasan Industri Pulogadung yang kali ini diresmikan
oleh Ny. Karlinah Umar Wirahadikusumah, istri Wakil Presiden Umar
Wirahadikusumah.
Sepanjang tahun 1988-1995 PT Martina Berto berkesempatan
mengakuisisi sejumlah perusahaan, seperti PT Kurnia Harapan Raya,
PT Cempaka Belkosindo Indah, PT Cedefindo, PT Estrella Lab, dan PT
Kreasi Boga. Kemudian, pada tahun 1999 Martha Tilaar beserta
anggota keluarga berkesempatan membeli seluruh saham PT Kalbe
Farma yang ada pada PT Martine Berto.
Sejak saat itulah Martha Tilaar dan keluarga menguasai
sepenuhnya saham PT Martina Berto. Bersamaan itu dilakukanlah
konsolidasi perusahaan digabungkan ke dalam Martha Tilaar Group.
Anak perusahaan Martha Tilaar Group terdiri PT Martina Berto dan PT
Tiara Permata Sari (sebagai pemanufaktur dan pemasar produk Sariayu
Martha Tilaar, Biokos Martha Tilaar, Belia Martha Tilaar, Berto Martha
Tilaar, Aromatic Oil Of Java Martha Tilaar, Dewi Sri Spa Martha Tilaar,
Jamu Garden Martha Tilaar).
Kemudian, PT Cedefindo (pemanufaktur dan pemasar produk
Rudy Hadisuwarno Cosmetics, Madonna), PT Cempaka Belkosindo
Indah (pemanufaktur dan pemasar produk Mirabella dan Cempaka), PT
Sari Ayu Indonesia (distributor semua produk PT Martina Berto dan PT
Tiara Permata Sari, produk Cempaka Belkosindo Indah, kecuali produk
Cempaka), PT Martha Beauty Gallery (perusahaan jasa untuk Martha
Tilaar Salon, Martha Tilaar Salon & Day Spa, Cipta Busana Martha
Tilaar, Art & Beauty Martha Tilaar, Puspita Martha Tilaar). Martha Tilaar
sesudah di puncak kesuksesan karir dan usaha ingin berbuat banyak
kepada masyarakat. Ia tak tega merasakan ketika sedang berada di
Yogyakarta menyaksikan langsung seorang ibu berusia muda menyusui
anaknya kelihatan berwajah sudah seperti sangat tua. Beban persoalan
hidup yang menghimpit ibu muda itu untuk harus bekerja keras
menafkahi keluarga, telah menggerogoti kecantikan usia mudanya.
Melihat itu Martha berpikir harus segera melakukan sesuatu. Lalu
lahirlah konsep community trade, salah satu bentuk pengembangan
masyarakat melalui industri kerajinan. Komunitas ini telah berhasil
mengumpulkan 142 perajin di Sentolo, Yogyakarta bernama Prama
Pratiwi Martha Gallery.
522

Martha melahirkan konsep community trade bersama


rekannya Emmy Pratiwi, karena itu namanya disebut Prama Pratiwi
Martha Gallery yang menyediakan segala fasilitas produksi industri
kerajinan. Hasilnya sangat memuaskan. Ketekunan para perajin dan
tekad mau berkembang membuat mereka cepat berhasil. Produk dari
para perajin sebagian besar ditujukan untuk pasar ekspor ke Perancis,
Australia, dan Amerika.
Martha juga mendirikan Yayasan Martha Tilaar. Ia mendidik
banyak wanita dan ibu-ibu tentang kecantikan. Tujuannya agar mereka
mengerti kecantikan sehingga bisa merawat diri. Namun yang terutama
agar mereka mempunyai keterampilan tentang kecantikan, sesuatu
yang pernah banyak menolong wanita di saat krisis multidimensi
melanda bangsa termasuk pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap
karyawan wanita maupun laki-laki di banyak perusahan lain. Bagi
Martha Tilaar perempuan adalah pemersatu yang sangat besar
perannya bagi keutuhan bangsa. Karena itu ia tidak ingin perempuan
terbelakang dalam soal pendidikan.
Bagi Martha di era modern seperti sekarang, makna emansipasi
bukan semata dimaknai untuk memperoleh persamaan hak dengan
kaum pria, melainkan jauh lebih besar dari itu berjuang demi
memperoleh hak memilih dan menentukan nasib sendiri. Sebenarnya
yang perlu dituntut kaum perempuan, bukan hanya persamaan hak, tapi
juga hak memilih dan menentukan nasib sendiri, kata Martha Tilaar.
B. Mooryati Soedibyo
Mooryati adalah produsen berbagai ragam jamu dan kosmetika
tradisonal, serta sekian banyak usaha bisnis lainnya. BRA Mooryati
Soedibyo lahir di Surakarta, 5 Januari 1928 sebagai puteri yang tumbuh
di dalam Kerajaan Keraton Surakarta, dibawah pengawasan kakek dan
neneknya. Tradisi keluarga yang aristokrat sudah menjadi bagian hidup
sehari-hari dari puteri ini sejak kecil. Dengan sangat sabar dan
perhatian, puteri keraton ini mempelajari keterampilan meramu bahanbahan alami untuk dibuat Jamu, untuk perawatan kesehatan dan
kecantikan.
Pada tahun 1956, BRA Mooryati menikah dan meninggalkan
kehidupan keraton yang serba dilayani. Ia mulai terjun ke masyarakat,
memas uki kehidupan perkawinan dengan mendampingi tugas-tugas
suaminya. Dengan hidup barunya inilah, datang kesempatan untuk
mengembangkan ketrampilannya. Dalam mengisi waktu luangnya, ibu
muda ini membuat lulur dan jamu untuk diberikan secara cuma-cuma
kepada isteri teman sejawat suami.

523

Keterampilan BRA Mooryati Soedibyo menjadi terkenal di


kalangan ibu-ibu setempat. Ibu-ibu yang hendak mengawinkan anaknya
minta tolong dibuatkan jamu Komajaya, Komaratih, Lulur, Mangir,
Parem lengkap, dan lain lain. Saat itu belum terlintas untuk
berwiraswasta di bidang jamu dan kosmetika tradisional. Semua itu
beliau lakukan semata-mata sebagai hobi, bukan bisnis. Akan tetapi,
merasa senang dengan pesanan yang meningkat dari teman-temannya,
pada tahun 1973 beliau memulai untuk membuatnya dalam skala besar,
di garasi rumahnya, dibantu dengan dua orang pembantu.
Kerajaan bisnis Mooryati tidak tercipta dalam sekejap. Segala
macam sukses pada hari ini, bertolak belakang dengan suasana ketika
pertengahan tahun 1973 Mooryati dengan modal Rp. 25.000,- merintis
bisnis dengan meramu sendiri minuman beras kencur di garasi rumah,
bersama dua orang pembantunya. Saya sengaja membikin beras
kencur, karena paling gampang. Bisa dikerjakan malam hari, paginya
langsung saya bawa ke arisan atau ditawarkan dari rumah ke rumah.
Mustika Ratu adalah potret keberhasilan evolusi pengolahan
jamu. Jamu menjadi bagian dari gaya hidup modern yang tak
terpisahkan. Khasiat jamu yang demikian baik merawat kesehatan dan
kecantikan tubuh, dimunculkan dalam beragam produk dan kemasan
yang menarik. Jamu, diramu dan digali dari kekayaan keanekaragaman
tumbuh-tumbuhan yang ada di Indonesia. Jamu tak lagi harus diminum
bergelas-gelas untuk merawat kesehatan dan mempercantik tubuh,
misalnya. Melainkan, bisa dalam bentuk ekstrak pil yang merupakan
intisari beragam jenis dan jumlah tumbuh-tumbuhan.
Di tangan ahli Mooryati Soedibyo jamu menjadi sama
bergengsinya dengan produk obat-obatan dan kosmetika kecantikan
modern. Telah diolah berdasarkan modernisasi teknologi dan
industrialisasi, sehingga jamu bisa berbentuk ekstrak dalam kemasan
pil. Jamu tetap mempertahankan identitas dan merek dagangnya
sebagai jamu. Sebab di situlah letak kekayaan jamu sebagai warisan
nenek moyang yang luhur, sekaligus membedakannya dengan obatobat dan produk kecantikan lain keluaran industri farmasi. Pada jamu
terdapat pula pengagungan masyarakat akan kepandaian nenek
moyang memelihara tubuh dan kecantikan diwariskan secara turuntemurun khususnya di lingkungan keraton.
Dibimbing langsung oleh eyang puterinya, BRA Mooryati tak
hanya mempelajari tetapi juga mewarisi pengetahuan memilih
tetumbuhan berkhasiat, serta meraciknya menjadi ramuan yang
bermanfaat bagi kesehatan maupun kecantikan yang selama ini hanya
menjadi monopoli para bangsawan. Menginjak usia 15 tahun, BRA
524

Mooryati sudah menguasai teknik tata rias dengan baik. Puteri yang
cekatan ini mulai membantu merias penari Bedhaya dan Serimpi yang
akan pentas di Keraton.
Ketekunannya berusaha bisa menjadi teladan. Tanpa
menyerah, Mooryati secara cermat terus mengembangkan industrinya,
terus memperluas pasar dan menapak ke atas. Dua tahun setelah
produk beras kencurnya dimasyarakatkan, dengan pembantu
berkembang menjadi sepuluh orang, produknya berjumlah enam
macam. Tetapi baru setelah lima tahun berjalan, dengan karyawan
sekitar 50 orang, produksinya mulai masuk ke salon-salon kecantikan.
Awal pendirian Perseroan ini pada tahun 1975, dimulai dari
garasi kediaman Ibu BRA. Mooryati Soedibyo. Tahun 1978 Perseroan
mulai menjalankan usahanya secara komersial, yaitu dengan
memproduksi jamu yang didistribusikan di Jakarta, Semarang,
Surabaya, Bandung, dan Medan. Dalam perkembangannya permintaan
konsumen semakin meningkat, hingga pada tahun 1980-an Perseroan
mulai mengembangkan berbagai jenis kosmetika tradisional. Mooryati
sangat bersemangat dalam memajukan usahanya. Sesuatu yang wajar.
Bahkan sesungguhnya harus menjadi jati diri setiap pengusaha.
Berbareng dengan tumbuhnya kesadaran untuk kembali ke
alam, jamu dan kosmetika tradisional buatan Mooryati mulai
berkembang pesat. Produksinya tidak hanya dikonsumsi oleh
masyarakat setempat, namun juga telah diterima luas sejak dari Jepang
sampai negara-negara di Timur Tengah. Jamu tradisional tidak lagi
sekedar hanya merupakan industri rumah tangga, melainkan sudah
tumbuh menjadi industri sekaligus eksportir raksasa.
Pada tanggal 8 April 1981 pabrik Perseroan resmi dioperasikan.
Dalam rangka memperkokoh struktur permodalan serta mewujudkan
visinya sebagai perusahaan Kosmetika dan Jamu Alami Berteknologi
Tinggi Terbaik di Indonesia. Perseroan melakukan penawaran umum
perdana dan mencatatkan sahamnya di PT. Bursa Efek Jakarta pada
tahun 1995. Perseroan mulai menerapkan standar internasional ISO
9002 tentang Sistem Manajemen Mutu serta ISO 14001 tentang Sistem
Manajemen Lingkungan sejak tahun 1996.
Ruang lingkup kegiatan Perseroan meliputi pabrikasi,
perdagangan dan distribusi jamu dan kosmetik tradisional serta
minuman sehat, dan kegiatan usaha lain yang berkaitan. Perseroan
berdomisili di Jalan Gatot Subroto Kav. 74 75, Jakarta Selatan dan
pabrik berlokasi di Jalan Raya Bogor KM 26,4 Ciracas Jakarta Timur.

525

Seiring dengan makin menggemanya semangat back to nature,


banyak orang di seluruh dunia kini makin menggandrungi produk-produk
yang terbuat dari bahan alami dan proses produksinya tidak merusak
kelestarian alam. Perusahaan ini pun telah lama tumbuh berdasarkan
prinsip tersebut. Produk-produk jamu dan kosmetika tradisional Mustika
Ratu dibuat dari bahan-bahan alami. Hampir seluruh produknya diramu
sesuai resep leluhur, pusaka Keraton Surakarta Hadiningrat, yang
diwariskan turun menurun. Namun kini produk-produk ini dibuat dengan
menggunakan teknik dan mesin modern yang memenuhi standar ketat
kualitas dan keamanan. Berawal dari usaha rumah tangga, kini telah
tumbuh menjadi perusahaan consumer products yang besar. Produkproduk Mustika Ratu kini menempati posisi puncak di pasar domestik
dan diterima baik di pasar luar negeri, seperti Malaysia dan Singapura.
Bertolak dari keberhasilan ini, perusahaan berencana untuk
meningkatkan ekspor dan penetrasi ke pasar internasional. Mustika
Ratu kini memusatkan usahanya pada produk jamu dan kosmetika
tradisional, yang kategori produknya - baik jenis produk maupun
mereknya - terus berkembang. Mustika Ratu akan terus
menyempurnakan dan mengembangkan setiap aspek usahanya.
Dengan ini, kami berharap untuk terus meningkatkan performa
perusahaan sekaligus meningkatkan kontribusi pada masyarakat.
Setelah mendapat tanggapan positif dari negara sendiri, Mustika
Ratu mencoba melangkah ke mancanegara. Di tengah persaingan yang
semakin ketat dan kompetitif untuk menembus pasar internasional,
Mustika Ratu melakukan ekspor ke sejumlah negara. Pasar terbesar
Mustika Ratu adalah Malaysia, menyusul Brunei dan Singapura.
Ternyata, apa yang dimulai sebagai industri kecil dari rumah,
setelah bertahun-tahun, berkembang menjadi perusahaan manufaktur
yang besar. Ketekunan dan kepemimpinan BRA Mooryati Soedibyo
terbukti menghasilkan bisnis keluarga yang berhasil di bidang kesehatan
dan kecantikan. Saat ini bisnis yang bermula dari bidang jamu-jamuan
itu telah meluas pada bisnis perawatan kecantikan seperti SPA.
Selain daripada itu, bisnis ini telah membantu mengurangi
pengangguran, dengan merekrut sekitar 3000 tenaga kerja. Dengan
kata lain, Mustika Ratu turut memperbaiki taraf hidup 3000 keluarga
Indonesia. Tidak hanya itu, bisnis ini juga turut menjadi kebanggaan
Indonesia sebagai salah satu produk bermutu yang berbahan dasar,
dibuat, dan dihasilkan dari sumber daya Indonesia, yang disukai di
mancanegara. Tentu saja, ini akan membuahkan devisa bagi negara
kita, dan turut berperan menjaga kestabilan ekonomi negara ini.

526

Di usianya yang sudah mulai senja ini, Mooryati sama sekali


tidak pernah menyurutkan langkahnya. Mooryati masih selalu tangkas,
setangkas tokoh wayang Srikandi idamannya. Apa resepnya meraih
keberhasilan? Matanya langsung bersinar. Cepat sekali jawaban
Mooryati, Singkat saja, tekun dan sabar. Kalau itu bisa dihayati, semua
impian akhirnya pasti terwujudkan. Bagi Putri Keraton
Mangkunegaran, Solo ini jamu adalah obat untuk memelihara kesehatan
dan kosmetika untuk merawat kecantikan tubuh.
Visi Mustika Ratu
1. Membangun Mustika Ratu menjadi perusahaan utama yang
memperkenalkan, mengembangkan serta melestarikan jamu dan
kosmetika tradisional Indonesia ke dunia internasional.
2. Menjadikan Mustika Ratu unggul dalam mutu dan inovasi produk
yang senantiasa mewarisi tradisi perawatan kesehatan dan
kecantikan puteri keraton sebagai warisan leluhur bangsa Indonesia.
3. Mewujudkan kepuasan konsumen dengan melahirkan produkproduk perawatan kesehatan serta kecantikan paripurna yang
disesuaikan dengan keinginan dan selera pasar.
4. Menghasilkan produk-produk bermutu yang terbuat dari bahan alami
dengan penerapan teknolagi demi peningkatan kualitas, untuk
menjadi pemimpin pasar industri jamu
Budaya Perusahaan yaitu
1. Mengutamakan peningkatan kepuasan pelanggan
2. Bekerja dengan budaya kekeluargaan dan keakraban
3. Menghargai integritas dan profesionalisme yang tinggi
4. Menunjang kerjasama dan gotong royong dalam mencapai tujuan
bersama.

527

Daftar Pustaka

Andiyanto dan Ayu Isni Karim, (2003), The Make Over Rahasia Rias
Wajah Sempurna, Jakarta : Gramedia Pustaka Utama
Doreen Mille, (1985), Lets Make-up, London :
Publisher.

Judy Piatkus

Elly Ratna Candra, 1978, Rahasia Make - up, Surabaya : Penerbit


Indah
Gusnaldi (2003) The Power of Make-up. Jakarta : Gramedia Pustaka
Utama.
Guyton & Hall, (1997), Text Book Of Medical Physiology,9th Ed., W.B.
Saunders Company, Philadelphia, Pennsylvania.
Hernas (1977) Ilmu Kecantikan dan Kosmetika Modern. Jakarta :
Parisade
Joanna Lorenz (2003) Hair Care, Skin Care, Make-up & Fitness.
Singapore : Hermes House.
Kinkin S. Basuki, (2001), Tampil Cantik dengan Perawatan Sendiri,
Jakarta : Gramedia Pustaka Mandiri
Majalah Info Kecantikan Edisi Januari 2007
Majalah Tata Rias Edisi Mei 2007
Majalah Tata Rias Edisi Agustus 2007
Majalah Info Kecantikan Edisi Januari 2007

528

Marie Mingay. (2001) Nail Style, Beautiful Nails for Every Occasioan.
England : D & R Books
Martha Tilaar, (1995), Indonesia Bersolek, Tata Rias Korektif,
Jakarta : PT Grasindo
Mooryati Soedibyo, (1984), Seni Berhias Ngadi Saliro & Ngadi
Busono Mustika Ratu, Jakarta : PT Lithopica
Nelly Hakim, dkk. (2001). Tata Kecantikan Kulit Tingkat Terampil.
Jakarta : Carina Indah Utama.
Penelope Mc Phee, (2000), Rahasia Kecantikan Rambut, Kulit,
Tata Rias & Tubuh, Pionir Jaya, Bandung
R. Putz & R. Pabst, (2007), SOBOTTA : Atlas Anatomi Manusia, Edisi
22, Jilid 1, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta,
Indonesia.
R. Putz & R. Pabst, (2007), SOBOTTA : Atlas Anatomi Manusia, Edisi
22, Jilid 1, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta,
Indonesia.
R. Putz & R. Pabst, (2007), SOBOTTA : Atlas Anatomi Manusia :
Tabel Otot, Sendi dan Syaraf, Edisi 22, Jilid 1, Penerbit Buku
Kedokteran EGC, Jakarta, Indonesia.
Rachmi Primadiati, (2001), Kecantikan,Kosmetika & Estetika, Jakarta
: PT Gramedia Pustaka Utama.
Reni K, (2006), Lets Make-up by Wawa Sugimurwati, Gramedia
Pustaka Utama, Jakarta, Indonesia
Retno Iswari T, Fatma Latifah, (2007). Buku Pegangan Ilmu
Pengetahuan Kosmetik, Gramedia Pusatka Utama, Jakarta,
Indonesia
Roeswoto, (1983), Kosmetologi Tata Kecantikan Kulit, Jakarta :
Direktorat Dikmas, Ditjen PLSPO, Dep P dan K.
Sri Ardiati Kamil, (1977), Tata Rias untuk Kecantikan dan
Kepribadian, Jakarta : Miswar
529

Situs Internet :
http://www.cosmotek. dk/inventar/inventar.htm
http://www.stokesabode.com/
http://infocompany.biz/de/products/ 520/glass_bottles/
http://nailartdirect.com
http://www.zwilling.com/en-WW
http://www. transdesign.com
http://www.can-west.ca/furniture.html/
http://www.magnaesthetics.com/promos.asp
http://www.okokchina.com/product/Home-Appliances/Kitchenware/
Towel-Steamer/
http://sg.geocities.com/jtech_ii/cs.htm
http://www.dauman-retail-displays.co.uk/mands2.htm
http://beautyrmt.en.alibaba.com/ product/ 50038231/50173287
/Nail_Care/ Foot_Bath_Massage_Chair.html
http://www.ukneadme.com/ kneadchairs.htm

530

G l os s a r y
Abrasive

Proses pengikisan atau penipisan, dalam


perawatan kuku, pelaksanaannya dibantu
kosmetika untuk kesempurnaan hasil.
Sedangkan wujud kosmetika dapat berupa
krim, pasta, atau gel

Acrylic

Bahan sintetis dalam berbagai wujud, ada


yang gumpalan padat, bubuk, lembaran.
Dalam
perawatan
kuku,
sering
dimanfaatkan yang berbentuk bubuk untuk
memperbaiki atau mengubah bentuk kuku

Accupresure

Tindakan menekannekan pada titik-titik


wajah tertentu dengan menggunakan alat
atau ujung jari.

Acne / jerawat

Suatu penyakit radang yang disebabkan


oleh bakteri, yang mengenai susunan
pilosebaseus yaitu kelenjar palit dengan
folikel rambutnya

Acne Lotion

Anti jerawat berbentuk cair

Acne scar

Pori-pori besar atau bahkan berlubang


atau bopeng pada kulit wajah yang
disebabkan oleh jerawat

Adhesive

Perekat khusus yang digunakan untuk


menempel bulu mata tambahan, ataupun
crepe hair pada rias fantasi.

Aging Skin

Kulit menua, yakni kondisi kulit wajah yang


mengalami pengurangan daya elastisitas
dan disertai terjadinya penurunan kualitas,
sehingga kulit wajah nampak lebih kusam,
kering, dan lebih tua dari usianya. Bisa
terjadi
pada
berbagai
usia
yang
disebabkan oleh kondisi nutrisi, kesehatan
dan faktor gaya hidup.

Air brush Nail Art

Alat dalam seni menghias kuku yang


dipergunakan untuk membantu mempercepat mengeringnya cat kuku atau hiasan
kuku.

Aktivator

Larutan khusus untuk mencampur bubuk


acrylic

Allergen

Kondisi kulit yang sensitif, biasanya jenis


kulit ini lebih tipis dari jenis kulit lain
sehingga sangat peka terhadap hal-hal
yang bisa menimbulkan alergi

Analisa/diagnosa

Proses menarik kesimpulan atas kondisi


klien sebelum dilakukan oerawatan
kecantikan berdasarkan data atau catatan,
dan fakta.

Anamnesse

Proses analisa kondisi klien sebelum


dilakukan perawatan dengan metode
wawancara
atau
konsultasi
untuk
mengingat kembali riwayat kondisi klien
berdasarkan pengalaman dan ingatan
klien.

Anidrosis

Suatu keadaan bila kulit tidak dapat


berkeringat, yang disebabkan kelenjar
keringat tidak mampu berfungsi lagi atau
karena suatu penyakit.

Antiseptik

Bahan-bahan kimia yang berfungsi membunuh kuman/bakteri

Asam alfa
hidroksi (AAH
atau Alfa Hidroxil
Acid/AHA)

Asam karbosilat yang memiliki gugus


hidroksi pada posisi alfa. Secara alamiah
zat ini terdapat dalam buah-buahan dan
yogurt. Manfaatnya sebagai emolien, yang
dapat meningkatkan pergantian sel kulit
mati dan pembentukan sel kulit baru,
mengurangi ikatan antar komeosit dan
mensintesis kolagen sehingga dapat
mengurangi keriput halus, membentuk kulit
halus dan sehat

Astringent

Kosmetika penyegar untuk jenis kulit


berminyak

Base Coat (cat


dasar)

Kosmetik kuku yang digunakan sebelum


menggunakan cat kuku agar cat kuku melekat dengan segera pada permukaan
kuku.

Beautician

Ahli kecantikan kulit

Beauty Operator

Orang yang melaksanakan pelayanan


dalam bidang kecantikan kulit

Beautician

Ahli kecantikan kulit

Beauty Operator

Orang yang melaksanakan pelayanan


dalam bidang kecantikan kulit

Berpigmentasi

Kondisi kulit yang memiliki pigmen


sehingga berwarna dan tidak pucat.
Contoh : orang Asia berwarna kuning,
orang negro berwarna hitam, orang
Indonesia berwarna sawo matang, dan
orang Indian berwarna kemerahan

Biokosmetika

Kosmetika yang mengandung zat-zat


biologis aktif, biasanya berasal dari hewani
atau nabati

Blush-on
(Rouge)

Perona pipi yakni kosmetik pemberi warna


pada pipi sehingga wajah tampak lebih
cantik dan lebih segar

Bolus alba

Bahan dasar kosmetika masker berasal


dari hasil tambang yang diolah menjadi
berupa bubuk.

Botoks
(botolinum toxin)

Cairan protein alami yang telah dimurnikan, dapat merelaksasikan otot-otot yang
menyebabkan kerutan, menciptakan kulit
lebih halus, meremajakan, dan memberkan penampilan yang lebih muda

Bromidrosis

Terdapatnya keringat yang berbau (bisa


disebut bau badan) yang mungkin
disebab-kan oleh bakteri di kulit yang
mengadakan dekomposisi keringat, atau
karena kelenjar keringat apokrin bekerja
lebih aktif

Cikatri (Cicatrial)
(rias wajah cikatri)

Rias wajah dengan tujuan untuk menyamarkan cacat kulit.

Chemical peeling

Teknik pengelupasan yang meluruhkan


lapisan kulit terluar hingga kulit terlihat
lebih segar, dapat menipiskan noda akibat
sinar matahari dan usia, mampu
mengatasi hiperpigmentasi, bekas jerawat
dan keriput halus

Concealer

Kosmetika rias wajah berguna untuk


koreksi rias di sekitar kantung mata.
Warna sesuai tujuan rias, ingin tampak
lebih gelap atau lebih terang

Cuticle Cream

Kosmetika perawatan kuku berupa krim


untuk melembutkan kutikula, sehingga
ketika dilakukan perawatan tidak terasa
sakit.

Cuticle Oil

Kosmetika perawatan kuku berupa minyak


untuk melembutkan kutikula sehingga
ketika dilakukan perawatan tidak terasa
sakit.

Cuticle Pusher
(pendorong
kutikula)

Alat untuk perawatan kuku berfungsi untuk


mendorong kutikula sehingga memudahkan untuk dipotong bagian ujungnya atau
kulit arinya.

Cuticle
Removers
(Solvent)

Kosmetik kuku untuk melunakkan kulit ari


yang ada di sekitar kuku sehingga kulit ari
mudah dilepaskan.

Dehidrasi

Kehilangan atau kekurangan air dalam


lapisan kulit yang diakibatkan oleh kurangnya asupan air ke dalam tubuh atau
keluarnya cairan tubuh yang berlebihan.

Depilasi

Tindakan penghilangan bulu atau rambut


badan secara sementara tanpa mengganggu bagian yang tertanam di dalam
kulit, sehingga dalam beberapa hari,
rambut akan tumbuh kembali. Dilakukan
dengan mencukur, menggunting, menggosok putus rambut-rambut menggunakan sarung tangan abrasif, dan penghancuran keratin batang rambut dengan
krim-krim depilatori.

Dermabrasi

Pengelupasan atau pengikisan kulit yang


dilakukan dengan alat dermabrator yang
bekerja sebagai gerindra kulit

Dermatoglifi

Pola sidik jari

Dermatomikosis

Sejenis panau yaitu infeksi jamur yang


dangkal yang disebabkan oleh fungus
malassezia furtur. Penyakit ini berupa
bercak-bercak yang kadang tersebar di
seluruh tubuh, berwarna putih kelabu,
kecoklat-coklatan atau kehitam-hitaman
disertai pengelupasan sisik-sisik halus.

Dermis, korium
atau kutis

Lapisan kulit jangat sebagai tempat ujung


saraf perasa, keberadaan kandung
rambut, kelenjar keringat, kelenjar palit
atau kelenjar minyak, pembuluh-pembuluh
darah dan getah bening, dan otot penegak
rambut

Disposel
/disposible

Fasilitas atau alat perawatan kecantikan


yang sifatnya sekali dipakai dan harus
dibuang dengan alas an sanitasi hygiene.
Contohnya : tissue, kapas, jarum jerawat,
jarum elektrolisis, celana dalam, dll

Effleurage

Teknik gerakan mengusap ringan pada


pengurutan

Ekskresi
:

Sistem Pengeluaran. Kulit mengeluarkan


zat-zat tertentu berupa keringat yang
dikeluarkan melalui pori-pori dengan
membawa garam, yodium dan zat kimia
lainnya

Electronic

Teknologi (listrik)

Emery Boards
(kikir ampelas)

Alat manikur dan pedikur untuk membentuk, merapihkan dan menghaluskan


kuku.

Emulsier
(Pencampur)

Bahan yang memungkinkan dua zat yang


berbeda jenis dapat menyatu, misalnya
lemak atau minyak dengan air menjadi
satu campuran merata (homogen)

Emulsi O/W
(emulsi oil in
water)

Emulsi pembersih yang kandungan


minyaknya lebih sedikit dari air atau emulsi
dengan kadar air yang tinggi digunakan
untuk pembersih make-up

Emulsi W/O
(emulsi water in
oil)

Emulsi pembersih yang kandungan airnya


sedikit, banyak menghasilkan konsistensi
yang lebih lembut dan dapat meningkatkan efektivitas preparat dalam membersihkan kotoran yang larut dalam air

Ephelides atau
freckles

Bintik-bintik coklat atau kehitam-hitaman


dan menjadi lebih gelap karena pengaruh
sinar ultra violet, besarnya sebesar kepala
jarum pentul sampai sebesar biji jagung,
terjadi pada bagian tubuh yang sering
langsung terkena sinar matahari seperti
muka, leher, lengan, punggung tangan dan
tungkai, serta biasanya bergerombol
secara simetris kanan dan kiri.

Epidermis

Kulit ari, sebagai lapisan yang paling luar

Essential oil

Minyak hasil dari olahan tumbuhan yang


mengeluarkan
aroma
khas
yang
digunakan sebagai terapi dalam perawatan
wajah maupun badan. Penggunaan
dengan dicampur minyak dasar (base oil)

Epilasi

Tindakan mengangkat / mencabut bulu /


rambut yang tidak dikehendaki, biasanya
dilakukan untuk menyempurnakan bentuk
alis atau pada area kulit tertentu yang tidak
menginginkan
pertumbuhan
rambut
tersebut

Eye make-up
remover

Kosmetika untuk membersihkan riasan di


kelopak mata

Eye shadow

Bayangan mata

Eye liner

Sipat mata yakni semacam pinsil untuk


membentuk mata

Eye brow

Pinsil untuk membentuk alis

Eversion

Facial

Kaitannya dengan posisi ujung telapak


kaki keluar dari meridian
merawat wajah

Facial Bed

Tempat tidur khusus untuk berbaring


pelanggan/klien pada waktu menerima
layanan perawatan kulit/badan

Facial Mask
Pack

Jenis kemasan masker yang sudah dipak


oleh produsen kosmetika, konsumen
tinggal menggunakan tanpa membuat
adonan. Biasanya kosmetika kemasan ini
dipergunakan untuk perawatan di rumah.
Kosmetika ini dapat berupa jelly atau
pasta.

Facial Pack

Satu set alat atau kosmetika perawatan


wajah

Facial Sauna

Jenis alat untuk menguap wajah

Faradic

Alat listrik kecantikan arus searah yang


berdaya guna menimbulkan kontraksi otot,
dimanfaatkan untuk melatih otot yang
kendur

Friction

Teknik gerakan menggosok dengan


melingkar-lingkar pada pengurutan

Foundation

Kosmetika rias wajah untuk dasar bedak


atau alas bedak bertujuan memberi warna
dasar serta mendasari bedak, agar
menempel lebih baik pada kulit muka dan
lebih bertahan lama, berdasarkan jenis
wujudnya foundation ada yang padat, cair
atau pasta.

Frimator

Jenis alat listrik kecantikan yang berdaya


guna menimbulkan gerak mekanik,
dimanfaatkan untuk membersihkan kulit
lebih mendalam (deep cleansing).

Galvanic

Jenis alat listrik kecantikan arus searah


yang berdaya guna ionisasi, dimanfaat-kan
untuk meresapkan kosmetik pemu-puk
yang berbentuk ekstrak (ionthopo-resis),
atau disincrustasi.

Geriatri (Rias
Wajah Geriatric)

Rias wajah untuk wanita usia lanjut

Grease

Hidrogen
peroksida atau
hidrogen
dioksida (H2O2)

Terbentuk dari dua atom hidrogen dan dua


atom oksigen berguna untuk melawan
bakteri, virus, mencegah infeksi, bahan
pemutih gigi dan pembersih kotoran
telinga.

Hidrokuinon
(hydroquinone)

Bahan aktif yang dapat mengendalikan


produksi pigmen yang tidak merata,
berfungsi
untuk
mengurangi
atau
menghambat pembentukan melanin kulit.

High Frequency

Jenis alat listrik kecantikan dengan


frequency tinggi yang berdaya guna
mengubah energi listrik menjadi energi
cahaya yang mengandung anti bakteri,
dimanfaatkan untuk mensterilkan jerawat.

Hiperidrosis

Suatu keadaan tubuh bilamana keringat


yang dihasilkan berlebihan

Hiperkeratosis

Peningkatan keratinisasi secara abnormal

Hipodermis atau
subkutis

Jaringat penyambung di bawah kulit


berfungsi
sebagai
bantalan
atau
penyangga benturan bagi organ-organ
tubuh bagian dalam, membentuk kontur
tubuh dan sebagai cadangan makanan

Pembengkakan meradang pada kaki


dengan pembentukan retak kulit serta
ekskresi kulit mengeluarkan bahan
berminyak.

Hygiene

Berkenaan dengan ilmu kesehatan,


kebersihan dan bebas dari penyakit

Infra Red Lamp

Lampu yang didesain khusus mengeluarkan sinar infra merah, berfungsi untuk
membantu mempercepat proses peresapan kosmetika serta memberi rasa hangat
pada kulit sehingga manfaat perawatan
lebih cepat. Lampu ini dapat digunakan
untuk perawatan wajah dan badan.

Inversion

Kondisi posisi ujung telapak


berlawanan dengan eversion.

Ionthoforesis

Salah satu metode penerapan alvanic


yang berfungsi nourishing (pemupukan)

Inflamasi

Kondisi meradang yang biasa terjadi pada


kulit

Insfeksi

Salah satu teknik analisa dengan cara


mengamati
secara
seksama
untuk
mendapatkan data dan fakta tentang
kondisi kulit, ataupun adanya kelainan kulit

Jerawat

Kondisi kelainan kulit yang biasanya terjadi


pada kondisi kulit berminyak berupa
tonjolan
dengan
ukuran
bervariasi
tergantung jenisnya.

Keratosis
seboroik

Tumbuhan epidermal jinak yang disebabkan oleh penebalan lapisan tanduk, sebesar kepala jarum pentul sampai sebesar
biji jagung, berwarna coklat sampai hitam,
tidak menular, dan hanya timbul sedikit di
atas permukaan kulit, berbentuk pipih
dengan permukaan yang licin ataupun
kasar seperti pada kutil

Kolagen

Suatu protein yang terdiri atas berbagai


asam amino seperti glisin, prolin,
hidroksiprolin, alanin, leusin, arginin, asam
aspartat, asam glutamat, dan asam -asam
amino lainnya

kaki

Komedo

Jenis kelainan kulit yang berupa tonjolan


kecil diakibatkan adanya penyumbatan
lemak di bawah lapisan kulit. Biasanya
terjadi kondisi kulit yang berminyak.

Kontra-indikasi

Suatu kondisi yang dinyatakan tidak boleh


dilakukan perawatan

Kosmetika

Campuran dari suatu bahan yang


digunakan
untuk
perawatan
dan
menambah kecantikan kulit dan atau
rambut, yang dalam pemakaiannya melalui
dioleskan, dipercikkan, disemprotkan, dan
bukan golongan obat.

Kurap
(dermatofitosis)

Sejenis infeksi kulit


dengan diameter 3-4
meninggi, dan berwarna
bagian
tengah-nya
menimbulkan rasa gatal.

Kutil atau
verucca vulgaris

Sejenis
tumbuhan
epidermal
yang
disebab-kan oleh virus dan dapat menular,
dapat membesar dan permukaannya tidak
rata, warnanya coklat, kelabu atau
kehitam-hitaman

Latex

Jenis perekat untuk menempelkan bahanbahan kosmetika berkaitan dengan pembentukan rias karakter

Lentigo yaitu
sejenis naevus
pigmentosus

Menyerupai ephilides, licin berwarna coklat


tua dan kecil. Lentigo dapat terjadi sejak
lahir atau baru timbul kemudian tetapi
sekali timbul tidak akan hilang lagi

Lip balm

Kosmetik bibir untuk melembabkan dan


mencegah bibir pecah-pecah serta
terkelupas

Lip care

Kosmetik untuk perawatan bibir agar bibir


tidak kering atau pecah-pecah

Lip gloss atau lip


sheener

Kosmetik bibir untuk memberikan kesan


mengkilat (glossy) sehingga bibir kelihatan
basah, lembut, halus, dan mengkilat.
Lipgloss dipakai setelah menggunakan
lipstik

berbentuk bulat
cm, pinggirnya
merah sedang di
bersisik
halus

Lip Make-up
Remover
Lipofilik

Kosmetika pembersih rias bibir

Semacam populasi bakteri atau jamur yag


senang memakan lemak dan mudah
mengalami peningkatan

Lipstik atau
lipcolor

Jenis kosmetik untuk memberi warna pada


bibir

Locker

Almari khusus untuk penyimpanan barang

Massage Cream

Jenis kosmetika bentuk


digunakan untuk pengurutan

Melasma

Bercak-bercak berwarna coklat kehitaman


(hiperpigmentasi) di kulit muka yang
sangat khas seperti di daerah pipi, dahi
dan bibir atas, yang disebabkan oleh
kehamilan, pil kontrasepsi, pemakaian
kosmetik dan sinar matahari

Merkuri, air
raksa atau
hydragyrum (Hg)

Bahan kosmetika berbentuk logam yang


pada suhu kamar berwujud cair, tidak berbau, warnanya keperakan, dan mengkilap.
Merkuri dapat membuat kulit terbakar,
menjadi hitam, bahkan dapat berkembang
menjadi kanker kulit

Miliaria

Suatu kelainan kulit yang disebabkan oleh


adanya retensi keringat akibat tersumbatnya pori-pori kelenjar keringat

Minyak Atsiri

Minyak Atsiri : Minyak yang berasal dari


saripati tumbuhan (essensial oil) yang
beraroma khas. Karena sifatnya mudah
menguap maka disebut juga minyak
terbang, seperti : minyak sereh berdampak
rileks dan mengantukkan.

Moisterizer/
Moisterizing

Kosmetika yang berfungsi menjaga kelembaban dan menormalisir kadar air


dalam kulit

Naevus
pigmentosus
(tahi lalat)

sejenis tumbuhan jinak berwarna coklat


sampai hitam yang biasanya ada sejak
lahir dan membesar sejalan dengan
meningkatnya usia.

krim

yang

Nail Acrilic

Nail Brush (sikat


kuku)

Kuku palsu berasal dari Acrylic atau bahan


pembentuk kuku berasal dari acrylic.
Alat
manikur
dan
penikur
untuk
membersih-kan kuku dan ujung-ujung jari
dengan bantuan air hangat yang
mengandung soap

Nail
Enhancement

Tindakan meningkatkan penampilan kuku

Nail Extention

Nail Gel

Tindakan meningkatkan penampilan kuku


dengan menyambung kepanjangan kuku.
Meningkatkan penampilan kuku dengan
bahan jelly

Nail Tip

Bahan perekat yang dipergunakan pada


proses pelaksanaan nail extention atau
menambah kepanjangan kuku.

Nedle

Jarum khusus untuk mengeluarkan


jerawat/ komedo ataupun yang digunakan
pada pemakaian alat electrolisis.

Nouse Patty

Jenis lilin khusus yang dapat dibentuk


untuk penambahan efek tertentu pada rias
karakter.

Orangewood
Stick

Alat untuk memberi krim, minyak atau obat


pelarut pada kuku dan kulit kuku

Palpasi

Salah satu teknik analisa dengan cara


meraba/ menekan untuk mendapatkan
data dan fakta dari kondisi kulit, otot.

Parafin

Jenis lilin dengan titik suhu lebur rendah,


digunakan untuk pengangkatan bulu yang
tidak dikehendaki ataupun untuk masker
tergantung tipe/jenisnya.

Pelanggan dan
atau Klien

Orang yang datang untuk minta pelayanan


jasa salon sesuai keinginan

Peeling cream

Kosmetik kemasan berbentuk cream yang


berfungsi untuk mengelupas sel tanduk
yang sudah mati, digunakan untuk
merawat kulit wajah. Selain berbentuk
cream ada pula peeling yang berbentuk
bubuk atau emulsi.

Petrisage

Teknik gerakan menekan dan meremas


pada pengurutan

Pinset

Jenis alat untuk mencabut alis. Pinset


ukuran khusus untuk pemasangan bulu
mata individual.

Premier

Jenis bahan pembunuh bakteri yang


dikenakan sebelum penambahan kuku
palsu

Preservative
(Pengawet)

Bahan pengawet yang digunakan untuk


meniadakan
pengaruh
kuman-kuman
terhadap kosmetika, sehingga kosmetika
tetap stabil tidak cepat kadaluwarsa

Pulverisator

Jenis alat untuk mengaplikasikan kosmetik


penyegar dengan teknik semprot sehingga
penyegar dapat berubah partikel yang
lebih halus tersebar keluar

Radikal bebas

Molekul ganas yang akan menggerogoti


sel-sel tubuh termasuk jaringan kalogen,
terbentuk sebagai efek polusi lingkungan,
paparan sinar matahari, pemakaian air
yang tercampur bahan kimia, perubahan
cuaca dan faktor lain yang mengganggu
pertumbuhan normal kalogen

Retidektomi

Suatu tindakan bedah kosmetik untuk


mengurangi serabut otot wajah yang
kendur, membuang kulit wajah dan leher
yang berlebihan, mengurangi timbunan
lemak di kulit leher, sehingga kulit wajah
menjadi kencang kembali

Rinoplasti
(rhynoplasty)

Bedah kosmetik untuk memperbaiki bentuk


hidung dengan memperkecil atau memperbesar ukurannya

Sari placenta

Kompleks zat aktif yang sangat baik untuk


perawatan kulit yang menua, karena
mengandung nukleotida, hormon-hormon
steroid, asam lemak, asam amino, vitamin
dan unsur-unsur mikro

Sawar asam

Lapisan pelindung kulit dengan nilai pH


sekitar 5,5. sebagai penghalang alami
yang efektif dalam menangkal ber
kembang biaknya jamur, bakteri dan
berbagai jasad renik lainnya di permukaan
kulit

Scotch tape

Alat untuk mengoreksi mata yang tidak


seimbang atau mengganjal kelopak mata
agar menjadi lebih besar. Scotch tape
dibuat dari bahan sejenis plastik atau
bahan yang membuat eye shadow mudah
menempel pada kelopak mata.

Senduk Una

Jenis alat dari steinless, untuk mengeluarkan isi jerawat /komedo

Serum

Campuran dari berbagai bahan organis


aktif. Serum dalam konsentrasi tinggi,
memiliki kemampuan untuk menembus
kulit secara lebih baik, dan penyerapannya ke kulit lebih efektif dan efisien

Shading

Tindakan memberikan warna lebih gelap


dari warna kulit aslinya pada bagianbagian wajah
untuk menyembunyikan
ketidak sempurnaan

Siringoma atau
siringokistoma

Tumbuhan jinak yang terjadi karena


pelebaran saluran kelenjar keringat

Skin Peeling

Tindakan mengelupas sel tanduk yang


sudah
mati
dengan
menggunakan
kosmetik peeling cream dengan gerakan
penggosokan secara rotasi.

Solvent (Pelarut)

Bahan yang berfungsi sebagai zat pelarut


seperti air, alkohol, eter, dan minyak

Soothing lotion

Jenis kosmetik penenang kulit setelah dilakukan skin peeling ataupun setelah
proses epilasi/depilasi (pengangkatan bulu
yang tidak dikehendaki).

Spatula

Alat untuk mengambil kosmetik yang berbentuk krim ataupun untuk mengoleskan
wax/parafin bila ukurannya besar.

Sterilisasi

Tindakan mensucihamakan jasad renik

Sterilizer/box
sterilizer

Alat yang berfungsi mensterilkan peralatan kecantikan, dapat berbentuk kotak


yang di dalamnya terdapat lampu sinar
ultra violet yang mempunyai daya anti
bakteri

Surfactant
(surface active
agens)

Bahan-bahan yang memperbaiki daya


pembersih air seperti sabun, produkproduk kondensasi protein-asam lemak,
sulfonated oils dan anionic surfactant.

Sunscreen (tabir
surya)

Kosmetik pelindung kulit dari radiasi sinar


ultra violet matahari

Tapotage

Teknik gerakan menepuk pada pengurutan.

Thermoregulasi

Pengatur panas. Kulit mengatur suhu


tubuh melalui dilatasi dan konstruksi pembuluh kapiler serta melalui perspirasi yang
keduanya dipengaruhi saraf otonom

Tinea pedis
(athletesfoot)

Sejenis penyakit yang disebabkan oleh


jamur pada kaki terutama pada telapak
kaki dan sela-sela jari kaki.

Tint

Tindakan untuk menonjolkan bagianbagian wajah dengan memberikan warna


lebih muda dari warna kulit aslinya.

Top Coat (sealer)

Kosmetik kuku berupa cairan yang


digunakan di atas/setelah menggunakan
cat kuku

Towel Steamer

Alat untuk menghangatkan dan mensterilkan handuk perawatan.

Tretinoin

Bahan aktif dalam kosmetika, berupa zat


kimia yang termasuk vitamin A asam atau
retinoic acid, berfungsi untuk membentuk
struktur atau lapisan kulit baru, mengganti
lapisan kulit luar yang rusak

Trolley

Rak beroda untuk menempatkan alat dan


kosmetika

Vapozone

Jenis alat listrik kecantikan yang berdaya


guna mengeluarkan uap yang mengandung anti bakteri.

Vacuum Suction

Alat listrik kecantikan yang berdaya guna


mengubah energi listrik menjadi energi
mekanik, dimanfaatkan untuk mengisap
kotoran yang berada di pori-pori.

Vibratie

Teknik gerakan menggetar pada sistem


pengurutan

Vibrator

Jenis alat dengan daya kerja getaran


tinggi untuk merawat badan dengan tujuan
untuk menghancurkan lemak

Vitiligo

Gangguan pigmentasi pada kulit, ditandai


adanya bercak-bercak putih karena kehilangan melanin, dan terjadi secara turun
temurun

Wax

Jenis malam khusus dengan titik lebur


tinggi, untuk mengangkt bulu yang tidak
dikehendaki. Tersedia hot wax/cold wax.

Xanthoma

Sejenis penyakit yang ditandai dengan terjadinya lempeng-lempeng pipih atau


benjol-an berwarna kuning jingga, dan
biasanya terletak di kelopak mata, tidak
terasa gatal atau sakit dan bersifat familier
(diturunkan) karena berhubungan dengan
kadar koles-terol darah yang tinggi.

Zink Okside

Jenis bubuk campuran masker.

Herni K. | Pipin T. P. | Winwin W.


TATA KECANTIKAN KULIT

Tata
Kecantikan
Kulit

Herni Kusantati
Pipin Tresna Prihatin
Winwin Wiana

ISBN XXX-XXX-XXX-X
Buku ini telah dinilai oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dan telah
dinyatakan layak sebagai buku teks pelajaran berdasarkan Peraturan Menteri
Pendidikan Nasional Nomor 46 Tahun 2007 tanggal 5 Desember 2007 tentang
Penetapan Buku Teks Pelajaran yang Memenuhi Syarat Kelayakan untuk Digunakan dalam Proses Pembelajaran.

untuk SMK

HET (Harga Eceran Tertinggi) Rp. 7.888,00

untuk
Sekolah Menengah Kejuruan

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah
Departemen Pendidikan Nasional