Anda di halaman 1dari 41

Aurora (017). Endang (). Hariz ().

Qonita()

Latar Belakang

Pembangunan terkonsentrasi di Pulau Jawa


Integrasi pembangunan di Indonesia
Pengendalian untuk mencegah pertumbuhan yang tidak terkendali
Daya saing dan mengurangi kesenjagan di wilayah Nusantara
Meningkatkan peran fungsi wilayah dan kota

Tujuan
Kesejahteraan Rakyat

Sasaran Pokok
Pembangunan Perkotaan
berdasarkan
RPJMN 2015-2019

1
Prioritas Perwujudan Sistem Perkotaan Nasional
Pengembangan 5 KSN
Perkotaan sebagai Pusat
Kegiatan Global (PKG) dan
Pusat Kegiatan Nasional (PKN)

Pengembangan Kawasan Strategis


Nasional Perkotaan diluar Jawa
dan Bali termasuk Mebingdaro
(Sumatera) dan Maminasata
(Sulawesi)

pembentukan usulan KSN Perkotaan Baru di


Wilayah Kalimantan, Maluku, dan Nusa Tenggara
sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi sekaligus
pemerataan pembangunan di luar Jawa-Bali

2
Pemenuhan standar perkotaan 9SSP) 24 kota sedang di luar Pulau
Jawa yang diarahkan sebagai pengendali aus urbanisasi dan diarahkan
sebagai pusat pertumbuhan utama yang mendorong keterkaitan kota
dan desa di wilayah sekitarnya.

3
Percepatan pengembangan kota-kota berkelanjutan dalam aspek
ekonomi, sosial dan lingkungan pada kota kota metropolitan dan
besar di Jawa-Bali, serta mendorong perwujudan 24 kota sedang yang
menjadi lokasi prioritas di luar Pulau Jawa.

4
Peningkatan kapasitas tata kelola pembangunan kota kota
metropolitan dan besar di Jawa-Bali serta mendorong perwujudan tata
kelola pembangunan perkotaan pada 24 kota sedang yang menjadi
lokasi prioritas di luar Pulau Jawa

Arah Kebijakan dan Strategi


berdasarkan
KSPPN 2015-2045

Arah Kebijakan dan


Strategi Pembangunan
Perkotaan Nasional
(KSPPN) 2015-2045

mewujudkan kota berkelanjutan


yang berdaya saing, yang akan
dicapai dengan basis kekuatan
identitas
potensi
geografis,
ekonomi, dan sosial budaya lokal
serta kekuatan keterkaitan antarkota
antarwilayah dan antara desa-kota
yang dilaksanakan melalui

Fokusan 2015 - 2019


1. Mewujudkan Sistem Perkotaan Nasional (SPN)

Luar Jawa
Mendorong kegiatan
sentra produksi
pengolahan dan jasa
untuk melayani Kawasan
Timur Indonesia serta
memantapkan fungsi
keterkaitan dengan pusat
pertumbuhan
internasional.

Jawa

spesialisasi fungsi
jasa pendidikan,
teknologi dan
informasi, industri
dan pariwisata
perkotaan.

Nasional
Meningkatkan kualitas
jaringan dan pelayanan
transportasi yang
terintegrasi antar
wilayah, antar simpul
transportasi dan
angkutan massal
sebagai penghubung
antar PKN dan KW

2. Mempercepat pemenuhan Standar Pelayanan Perkotaan (SPP)


sekaligus mewujudkan kota aman, nyaman, dan layak huni pada kota
sedang yang menjadi lokasi prioritas diluar Jawa melalui,
a. Percepatan pemenuhan pelayanan sarana prasarana permukiman yang
memenuhi kualitas kota yang layak huni
b. Peningkatan kualitas dan kuantitas pelayanan sarana kesehatan dan
pendidikan yang mudah diakses dan terjangkau masyarakat
c. Penyediaan sarana pemerintahan dan sarana prasarana ekonomi
d. Pengembangan sarana prasarana penglahan hasil pertanian dan
kelautan, serta pengembangan titik transit pengangkutan barang

3. Membangun kota hijau yang berketahanan iklim dan bencana


a. penataan, pengelolaan dan pengendalian pemanfaatan ruang dan
kegiatan perkotaan yang efisien dan berkeadilan serta ramah
lingkungan.
b. Peningkatan kuantitas dan kualitas infrastruktur yang memenuhi
kualitas kota yang layak huni
c. Peningkatan kapasitas masyarakat dan kelembagaan dalam
membangun ketahanan kota terhadap perubahan iklim dan
bencana alam
d. Penyediaan RTH perkotaan serta pengembangan konsep green
infrastruktur dan konsep green building

4. Mengembangkan Kota Cerdas yang Berdaya Saing

a
Pengembangan masyarakat kota
yang inovatif, kreatif, produktif
serta mampu memanfaatkan
potensi keragaman sosial budaya
lokal untuk membangun daya
saing kota

b
Penggunaan ICT dalam
penyediaan layanan publik
melalui e-government dan
e-commerce serta
perencanaan,
pembangunan,
pengoperasian, dan
pemeliharaan sarpras kota

5. Meningkakan Kapasitas Tata Kelola Pembangunan Perkotaan


a. Pembentukan komite percepatan pembangunan perkotaan di
tingkat Nasional, Provinsi, Kab/Kota.
b. Penyiapan peraturan perundangan khusus dalam perencanaan
dan pembangunan perotaan berkelanjutan
c. Peningkatan kualitas aparatur pemerintah
d. Penyiapan instrumen untuk monitoring dan evaluasi

Arah Kebijakan dan Strategi


berdasarkan
RTRW JAWA TIMUR
2011 - 2031

Pengertian
Sistem perkotaan di wilayah provinsi adalah susunan kota dan
kawasan perkotaan di dalam wilayah provinsi yang menunjukkan
keterkaitan antarkota/antarper kotaan yang membentuk hierarki
pelayanan dengan cakupan dan dominasi fungsi tertentu dalam
wilayah provinsi.

Kebijakan

Peningkatan keterkaitan kantongkantong produksi utama di Jawa


Timur dengan pusat pengolahan
dan pemasaran sebagai inti
pengembangan sistem agropolitan

pemantapan sistem
perkotaan PKN (Pusat
Kegiatan Nasional) sebagai
kawasan metropolitan di
Jawa Timur

Strategi Pemantapan PKN


pengembangan ekonomi wilayah berbasis strategi pemasaran kota;
pemantapan fungsi-fungsi perdagangan jasa berskala nasional dan
internasional;
pengembangan infrastruktur transportasi dan telekomunikasi skala
internasional;
peningkatan kemudahan investasi untuk pembangunan infrastruktur
metropolitan;
peningkatan aksesibilitas barang, jasa, dan informasi antara kawasan
metropolitan dan perkotaan lainnya;
dan pengembangan kawasan metropolitan berbasis ekologi

Strategi pemantapan kantong produksi


pemantapan sentra-sentra produksi pertanian unggulan sebagai
penunjang agrobisnis dan agroindustri;
pengembangan sarana dan prasarana produksi pertanian ke pusatpusat pemasaran hingga ke pasar internasional;
pemantapan suprastruktur pengembangan pertanian yang terdiri
atas lembaga tani dan lembaga keuangan; dan
pengembangan pertanian dan kawasan perdesaan berbasis ecoregion.

Strategi pembentukan sistem perkotaan


penetapan sistem
perkotaan secara
berhierarki
dengan
membentuk
PKN, PKW, dan
PKL;

revitalisasi dan
percepatan
pembangunan
kawasan metropolitan
sebagai pusat
pertumbuhan utama
di Jawa Timur yang
didukung oleh pusatpusat pertumbuhan
wilayah dan pusatpusat pertumbuhan
lokal

pengembangan
kawasan
perkotaan
sesuai dengan
fungsi dan
perannya.

Sistem perkotaan
PKN : Kawasan Perkotaan GresikBangkalanMojokertoSurabaya
SidoarjoLamongan (Gerbangkertosusila) dan Malang
PKW : Probolinggo, Tuban, Kediri, Madiun, Banyuwangi, Jember,
Blitar, Pamekasan, Bojonegoro, dan Pacitan;
PKWP : Pasuruan dan Batu;
PKL : Jombang, Ponorogo, Ngawi, Nganjuk, Tulungagung, Lumajang,
Sumenep, Magetan, Situbondo, Trenggalek, Bondowoso, Sampang,
Kepanjen, Mejayan, Kraksaan, Kanigoro, dan Bangil;
Kawasan perkotaan di wilayah kabupaten yang memiliki potensi sebagai
pusat kegiatan bagi beberapa kecamatan dapat diusulkan sebagai PKLP
oleh kabupaten masing-masing kepada Pemerintah Daerah Provinsi.

WP Gerbangkertosusila Plus : dengan pusat di Kota Surabaya dengan fungsi:


pertanian tanaman pangan, perkebunan, hortikultura, kehutanan, perikanan,
peternakan, pertambangan, perdagangan, jasa, pendidikan, kesehatan, pariwisata,
transportasi, dan industri;
WP Malang Raya : pusat di Kota Malang, fungsi: pertanian tanaman pangan,
perkebunan, hortikultura, kehutanan, perikanan, peternakan, pertambangan,
perdagangan, jasa, pendidikan, kesehatan, pariwisata, dan industri;
WP Madiun : pusat di Kota fungsi: pertanian tanaman pangan, perkebunan,
hortikultura, kehutanan, peternakan, pertambangan, pariwisata, pendidikan,
kesehatan, dan industri;
WP Kediri : Pusat di Kota Kediri, fungsi: pertanian tanaman pangan, hortikultura,
perkebunan, kehutanan, peternakan, pertambangan, pendidikan, kesehatan,
pariwisata, perikanan, dan industri;

WP Probolinggo Lumajang : pusat di Kota Probolinggo,


fungsi: pertanian tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, kehutanan,
peternakan, perikanan, pertambangan, pariwisata, pendidikan, dan
kesehatan;
WP Blitar : Pusat di Kota Blitar,
fungsi: pertanian tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan,
kehutanan, perikanan, pertambangan, pendidikan, kesehatan dan
pariwisata;
WP Jember : pusat di Perkotaan Jember,
fungsi pertanian tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan,
kehutanan, perikanan, pertambangan, pendidikan, kesehatan, dan
pariwisata; dan
WP Banyuwangi : pusat di Perkotaan
fungsi: pertanian tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan,
kehutanan, perikanan, pertambangan, industri, pendidikan, kesehatan, dan
pariwisata.

Kebijakan Pengembangan Kota Surabaya


Surabaya Vision Plan 2005-2025
RPJPD Kota Surabaya 2005-2025
RJMD Kota Surabaya 2011-2015
RTRW Kota Surabaya 2009-2029
RDTRK UP. ... Kota Surabaya (dst)

Arah Kebijakan dan Strategi


berdasarkan
RTRW SURABAYA
(tujuan, strategi, pemanfaatan ruang)

TUJUAN
Tujuan penataan ruang Kota Surabaya adalah
mengembangkan ruang kota metropolitan berbasis
perdagangan dan jasa yang berkelanjutan sebagai pusat
pelayanan Nasional dan Internasional.

Kebijakan dan Strategi


Sistem Pusat Pelayanan
Kebijakan dan Strategi
Penetapan Struktur Ruang

Kebijakan dan Strategi


Penataan Ruang

Kebijakan dan Strategi


Penetapan Pola Ruang

Kebijakan dan Strategi


Pengembangan Sistem
Prasarana Wilayah
Kebijakan dan Strategi
Penetapan Kawasan
Lindung
Kebijakan dan Strategi
Penetapan Kawasan
Budidaya

Kebijakan dan Strategi Sistem


Pusat Pelayanan
Konsep Pusat Tunggal

Konsep Pusat Jamak

Kebijakan: Kebijakan sistem pusat pelayanan dan fungsi wilayah,


dilakukan melalui penetapan pusat pelayanan dan sub pusat
pelayanan secara berhierarki sebagai pusat pelayanan nasional
dan internasional, pusat pelayanan kota dan regional, Pusat Sub
Kota dan Pusat Unit Pengembangan (UP) dan pembagian
wilayah laut menjadi 4 (empat) unit pengembangan.

4. Strategi
pengembangan
untuk
pembagian
wilayah laut
meliputi

Kebijakan dan
Strategi Sistem
Pusat Pelayanan

1. Pusat
pelayanan
nasional dan
internasional

2. Pusat
Pelayanan kota
dan regional
3. Pusat Sub
Kota dan Pusat
Unit
Pengembangan
(UP)

Strategi Sistem Pusat Pelayanan

Kebijakan Pengembangan Sistem Prasarana Wilayah


Kebijakan sistem prasarana wilayah Kota, dengan pengembangan sistem
jaringan yang terpadu, meliputi : sistem jaringan transportasi, sistem
jaringan energi, sistem jaringan telekomunikasi, sistem jaringan sumber
daya air, dan sistem jaringan infrastruktur kota.

Strategi Pengembangan Sistem Prasarana Wilayah


Pengembangan Sistem
Transportasi

Pengembangan Sistem
Jaringan Energi

Pengembangan Sistem
Jaringan Telematika

Pengembangan Sistem
Sumberdaya Air

Pengembangan Sistem
Infrastruktur Kota

Mengembangkan
transportasi darat
Mengembangkan
sistem transportasi
laut dan optimalisasi
Tanjung Perak
mengembangkan
prasarana penunjang
jaringan transportasi
udara dengan
mengembangkan
infrastruktur jalan
dan interkoneksi
moda transportasi
dari terminal/stasiun
menuju bandara.
mengembangkan
sistem jaringan
transportasi darat,
laut dan udara secara
terpadu dan
interkoneksi sebagai
satu kesatuan
system.

meningkatkan
pelayanan dan
memperluas daerah
pelayanan untuk
memenuhi
kebutuhan listrik
kota;
mengembangkan
jaringan gas kota
yang dilakukan
secara terpadu
dengan sistem
jaringan gas Provinsi
Jawa Timur dan
Nasional untuk
meningkatkan
kapasitas dan
memperluas
jaringan.

meningkatkan
jangkauan pelayanan
jaringan telematika
khususnya untuk
kawasan yang baru
dikembangkan;
meningkatkan
pelayanan jaringan
telepon nirkabel
melalui penggunaan
secara bersama
menara
telekomunikasi (base
transceiver station)
antar provider;
memperluas
penggunaan
teknologi informasi
yang didukung
penyediaan jaringan
internet nirkabel
pada berbagai
kawasan budidaya di
Kota Surabaya.

mengembangkan
prasarana sumber
daya air untuk air
bersih melalui
pengoptimalan
pemanfaatan sumber
air permukaan dan
sumber air tanah;
meningkatkan
tampungan/resapan
air melalui
pengoptimalan
fungsi tampungan
untuk wisata air,
penataan lingkungan,
konservasi serta
pengendalian banjir.

meningkatkan
jangkauan pelayanan
air minum melalui
perluasan cakupan
pelayanan air
minum;
meningkatan
kuantitas dan
kualitas air menjadi
layak dan siap
minum pada
kawasan fasilitas
umum dan
komersial;
dsb

Kebijakan Penetapan Kawasan Lindung


Kebijakan pemantapan kawasan lindung, dengan penetapan berbagai
fungsi lindung kota dan pelestarian yang terpadu meliputi : kawasan yang
memberikan perlindungan terhadap kawasan bawahan; kawasan
perlindungan setempat; kawasan suaka alam dan cagar budaya; kawasan
ruang terbuka hijau, kawasan rawan bencana; dan kawasan pesisir wilayah
laut.

Strategi Penetapan Kawasan Lindung


Penetapan dan pelestarian kawasan yang memberikan perlindungan terhadap kawasan bawahan
menetapkan kawasan resapan air berupa hutan kota dan kawasan sekitar boezem/waduk/telaga;
membatasi pengembangan kawasan terbangun di kawasan resapan air.

Penetapan dan pelestarian kawasan perlindungan setempat


memantapkan fungsi kawasan sempadan sungai untuk fungsi lindung dan penunjang kegiatan pariwisata
memantapkan fungsi kawasan sempadan pantai sebagai fungsi lindung untuk mencegah abrasi pantai, intrusi air laut, dan aktifitas yang merusak kelestarian pantai serta
sebagai penunjang kegiatan pariwisata
dsb

Penetapan dan pelestarian kawasan suaka alam dan cagar budaya


memantapkan fungsi lindung untuk kawasan lindung sekaligus sebagai penunjang wisata alam dan pendidikan ekosistem pesisir
menetapkan batas kawasan lindung baik di darat maupun laut untuk mempertegas batasan kawasan lindung khususnya di Pantai Timur Surabaya
Dsb

Penetapan dan pelestarian kawasan ruang terbuka hijau


menetapkan dan mengoptimalkan fungsi Ruang Terbuka Hijau publik sebesar 20% (dua puluh persen) dari luas kawasan terbangun Kota Surabaya yang persebarannya
disesuaikan dengan kebutuhan Ruang Terbuka Hijau

Penetapan dan pelestarian kawasan rawan bencana dilakukan dengan strategi membuat klasifikasi tingkat kerentanan kawasan bencana,
yang meliputi kawasan rawan banjir dan kawasan rawan kebakaran.

Penetapan dan pelestarian kawasan lindung wilayah laut dilakukan dengan strategi penetapan fungsi kawasan, peruntukan dan pengelolaannya.

Kebijakan Penetapan Kawasan Budidaya


Kebijakan pengembangan kawasan budidaya, dengan meningkatkan fungsi
setiap kawasan di kota Surabaya meliputi : kawasan perumahan; kawasan
perdagangan dan jasa; kawasan perkantoran; kawasan industri; kawasan
pariwisata; kawasan ruang terbuka non hijau; kawasan ruang evakuasi
bencana; kawasan peruntukan ruang bagi kegiatan sektor informal dan
kawasan peruntukan lainnya; kawasan budidaya wilayah laut

Strategi
Pengembangan kawasan perumahan
mengembangkan dan menata kepadatan perumahan
sebagai kepadatan tinggi, sedang dan rendah secara
proporsional dalam memenuhi kebutuhan seluruh
masyarakat;
meningkatkan kualitas lingkungan kawasan
perumahan, perluasan penyediaan perumahan vertikal,
serta pengembangan kawasan siap bangun/lingkungan
siap bangun;
dsb

Pengembangan kawasan perdagangan dan


jasa
mengembangkan dan merevitalisasi Pasar Tradisional;
mengembangkan pusat perbelanjaan secara
terintegrasi dalam skala UP, koridor dan kawasan;
dsb

Pengembangan kawasan perkantoran


mempertahankan fungsi perkantoran yang telah ada;
mengembangkan pemusatan layanan perkantoran
pemerintah/pemerintah provinsi/pemerintah daerah
secara berhirarki pada kawasan pelayanan publik;
dsb

Pengembangan kawasan industri

Pengembangan kawasan pariwisata

Pengembangan kawasan ruang terbuka


non hijau

mengembangkan kawasan industri yang ramah


lingkungan;
mengembangkan buffer zone pada kawasan industri
besar dan menengah untuk upaya konservasi
lingkungan;
dsb

mengintegrasikan fungsi pariwisata pada berbagai


kawasan budidaya kota lainnya;
mengembangkan obyek wisata tematik yang
terintegrasi sebagai satu sistem kepariwisataan baik di
dalam kota maupun sekitar wilayah kota;

Penyediaan kawasan ruang evakuasi


bencana

Penyediaan kawasan peruntukan ruang


bagi kegiatan sektor informal

Pengembangan kawasan peruntukan


lainnya

menggunakan ruang terbuka hijau dan non hijau yang


ada pada setiap lingkungan dan Kecamatan untuk
menampung korban bencana;
menggunakan ruang-ruang dan bangunan lainnya yang
dapat berubah menjadi tempat pengungsian
sementara.

menyediakan ruang bagi kegiatan sektor informal;


mengintegrasikan antara ruang untuk kegiatan sektor
informal dan sektor formal dalam satu kesatuan sistem
dsb

mengembangkan kawasan pendidikan tinggi dan


mendistribusikan secara merata fasilitas pendidikan
yang berhierarki;
mengembangkan fasilitas peribadatan untuk tiap Unit
Pengembangan dan pemukiman baru

mengembangkan fungsi kawasan ruang terbuka non


hijau sebagai satu kesatuan sistem yang
menghubungkan sistem jaringan dalam kawasan
maupun antar kawasan budidaya;
mengembangkan estetika dan kenyamanan pada setiap
kawasan ruang terbuka non hijau.
Dsb

Contoh spesifik
Dokumen Strategi
Pengembangan Permukiman
dan Infrastruktur
Kota Surabaya

Q&A