Anda di halaman 1dari 39

Bismillahirohmanirrohiem.

Robbi Zidni Ilman

Shock & Hipotensi

Sigit Widyatmoko

Fakultas Kedokteran
Universitas Muhammadiyah Surakarta

Pengendalian Tekanan Darah


Perfusi organ ditentukan tekanan perfusi,
yang ditentukan curah jantung dan
resistensi vaskular sistemik
Resistensi vaskular ditentukan tonus otot
polos pembuluh darah
Curah jantung merupakan produk volume
sekuncup dan frekuensi
Volume sekuncup ditentukan:
Preload volume akhir diastolik
Afterload tahanan yang menghambat
Kemampuan kontraksi miokard

Clinical Markers of Shock


Brachial systolic blood pressure: <110mmHg
Sinus tachycardia: >90 beats/min
Respiratory rate: <7 or >29 breaths/min
Urine Output: <0.5cc/kg/hr
Metabolic acidemia: [HCO3]<31mEq/L or base
deficit>3mEq/L
Hypoxemia: 0-50yr:
>71yo<70mmHg;

K
<90mmHg;l 51-70yr:
k
j

<80mmHg;

Cutaneous vasoconstriction.
Mental Changes: anxiousness, agitation, indifference,
lethargy, obtundation

Tahapan Syok
Tahap non progresif: terdapat mekanisme
kompensasi menyebabkan pemulihan
sempurna
Tahap progresif: syok menjadi semakin
buruk sampai timbul kematian
Syok ireversibel: telah jauh berkembang
sehingga semua bentuk terapi tidak mampu
menolong

Mekanisme Kompensasi
Reflek baroreseptor: rangsangan simpatis kuat
Reflek iskemia SSP: rangsangan simpatis lebih kuat
Aktif MAP < 50 mmHg
Stres relaksasi timbal balik sistem sirkulasi:
kontraksi pembuluh darah
Pembentukan angiotensin
Pembentukan vasopresin: kontriksi arteri dan vena
perifer + retensi air
Mekanisme kompensasi yang mengembalikan vol
darah: absorpsi cairan traktus intestinal, absorpsi
ruang interstisiil

Shock Hipovolemik
Definisi: terganggunya sistem sirkulasi akibat dari
volume darah dalam pembuluh darah yang
berkurang perdarahan yang masif atau
kehilangan plasma darah penurunan pre load
Penyebab:
Perdarahan

Hematom subkapsular hati


Aneurisma aorta pecah
Perdarahan gastrointestinal

Kehilangan Plasma
Luka bakar
Pankreatitis

Kehilangan cairan ekstraseluler


Muntah, diare, dehidrasi
Terapi diuretik agresif

Gejala antara perdarahan dan non perdarahan


sama.
Perbedaan pada kecepatan timbulnya shock

Derajat gejala klinis syok


hipovolemik
Ringan (<20% vol)
Ekstremitas
dingin
Waktu pengisian
kapiler
Diaporesis

Sedang (2040%)
Sama,
ditambah:
Takikardia
Takipnea

Vena kolaps

Oliguria

Cemas

Hipotensi
ortostatik

Berat (>40%)
Sama, ditambah:
Hemodinamik tak
stabil
Takikardi
bergejala
Hipotensi
Perubahan
kesadaran

Terapi
Menempatkan posisi pasien kaki lebih
tinggi
Menjaga jalur pernapasan
Pemberian cairan i.v., kateter CVP,
intraarteriil kristaloid, koloid.
Kristaloid: 2-4 L dalam 20-30 menit
Pemantauan: kateter Swan-Ganz
Hipovolemia berkepanjangan: dopamin,
dobutamin, vasopresin
Transfusi
Pemasangan intubasi

Syok Kardiogenik
Definisi: gangguan yang disebabkan oleh
penurunan curah jantung sistemik pada
keadaan volume intravaskular yang cukup dan
dapat mengakibatkan hipoksia jaringan.
Tekanan darah sistolik < 90 mmHg selama > 1
jam:
Tak responsif terhadap pemberian cairan saja
Sekunder terhadap disfungsi jantung
Terdapat tanda-tanda hipoperfusi atau indeks
kardiak < 2,2 l/m/m2 dan tekanan baji kapiler
paru > 18 mmHg

Manifestasi Klinis
Keluhan: nyeri dada, palpitasi, sesak
Px fisik:
VS: T < 90 mmHg
Kardiomegali, bising sistolik, hepatomegali,
JVP
Ekg: ST elevasi
Ekho: fungsi ventrikel kiri/kanan, fungsi katup
jantung, efusi perikard

Penatalaksanaan

Tindakan resusitasi: dopamin,


dobutamin, fibrinolisis, IABP (intra
aortic ballon pump)
Menentukan secara dini anatomi koroner
Melakukan revaskularisasi dini (PCI &
CBG)

Cardiovascular Performance
Cardiac Output (CO) = HR x SV (L/min)
Normal CO = 4 to 8 L/min

Cardiac Index (CI) = CO/BSA (L/min/m2)


Normal CI = 2.5-4.2 L/min/m2

Stroke Volume Index (SVI): CI/HR (ml/beat/m2)


Normal SVI = 40-85 ml/beat/m2

MAP= CO x SVR tekanan yang mendorong darah ke


jaringan
K
l
Systemic Vascular Resistance =k MAP
Normal SVR = 900-1600 dynes/sec/cmj-5

CVP / CO x 80

Systemic Vascular Resistance Index = MAP CVP / CI


x 80

Syok Septik
Definisi: keadaan dimana terjadi
penurunan tekanan darah (sistolik < 90
mmHg atau tek sistolik > 40 mmHg)
disertai tanda kegagalan sirkulasi
meskipun telah dilakukan resusitasi
cairan secara adekuat atau memerlukan
vasopresor untuk mempertahankan
tekanan darah dan perfusi organ

TERMINOLOGI

SIRS (systemic inflammatory response


syndrome): respon tubuh terhadap
inflamasi sistemik mencakup 2 atau lebih
keadaan berikut:

suhu > 38oC atau < 36oC


RR > 20x/m atau PaCo2 <32 mmHg
HR > 90x/m, AL > 12 rb
< 4 rb atau batang > 10%

Sepsis: keadaan klinis berkaitan


dengan infeksi dengan manifestasi
SIRS

Sepsis berat: sepsis yang disertai dengan


disfungsi organ, hipoperfusiatau hipotensi
termasuk asidosis laktat, oliguris, dan
penurunan kesadaran
Sepsis dengan hipotensi: sepsis dengan
tekanan darah sistolik < 90 mmHg atau
penurunan tekanan darah sistolik > 40 mmHg
dan tidak ditemukan penyebab hipotensi
Renjatan septik: Sepsis dengan hipotensi
meskipun telah diberikan resusitasi cairan
secara adekuat atau memerlukan vasopresor
untuk mempertahankan tekanan darah dan
perfusi organ

Patofisiologi
Endotoksin
sitokin

Inflamasi sel

Maldistribusi volume darah

Hipoperfusi jaringan & syok

Penatalaksanaan
Oksigenasi
Terapi cairan: kristaloid (NaCl), koloid
(albumin, dekstran), transfusi eritrosit
Vasopresor diberikan setelah keadaan
hipovolemik teratasi dengan pemberian
secara adekuat akan tetapi pasien masih
mengalami hipotensi
Inotropik: dobutamin
Bikarbonat diragukan manfaatnya
Nutrisi

Syok Neurogenik
Kapasitas vaskular meningkat begitu
besar jumlah darah tidak mampu
mengisi sistim sirkulasi secara cukup
Tidak ada kehilangan darah
Penyebab: hilangnya tonus vasomotor
secara tiba-tiba d seluruh tubuh
Penyebab: anestesi umum, anestesi
spinal, kerusakan otak

Syok anafilaksi
Penyebab: reaksi antigen antibodi. Antigen
masuk ke sirkulasi basofil dalam darah dan
sel mast dalam jaringan kapiler melepaskan
histamin atau bahan seperti histamin. Efek:
Kenaikan kapasitas vaskular akibat dilatasi
vena
Dilatasi arteriol tek arteri sangat
Permeabilitas vaskular sangat hilangnya
cairan dan protein dalam jaringan
Hasil akhir: penurunan alir balik vena sangat

Hipotensi
Definisi: Tekanan darah < 90/60 mmHg
Tubuh sangat sensitif terhadap perubahan tekanan
darah baroreseptor
Hipotensi tanpa tanda dan gejala tidak memerlukan
terapi
Berbahaya jika sampai falls (jatuh) karena
dizzines
Jika aliran ke organ tidak mencukupi dalam jangka
lama akan terjadi malfungsi organ syok

Penyebab Hipotensi
Kekurangan volume darah:
Dehidrasi diare, muntah
Perdarahan moderat sampai berat
Proses inflamasi pankreatitis: cairan
keluar dari pembuluh darah masuk
jaringan
Penyakit jantung:
Kelemahan otot jantung
Perikarditis cairan masuk ke perikard
Emboli paru aliran ke paru
Bradikardi atau takikardi (AF)

Obat-obat yang dapat menyebablan


hipotensi: diuetik, Ca antagonis, ACE
inhibitor
Hipotensi ortostatik: tekanan darah
menurunjika posisi berdiri setelah
duduk atau berbaring sistolik
20 mmHg. diastolik 10 mmHg
dalam 3 menit