Anda di halaman 1dari 21

DAFTAR ISI

I. Spesifikasi Umum ..................................................................................... 1


1. Pendahuluan ............................................................................................... 1
2. Lokasi Pekerjaan ......................................................................................... 1
3. Pekerjaan Persiapan ................................................................................... 1
3.1. Mobilisasi ........................................................................................ 1
3.2. Lokasi Kantor, Gudang Dan Bengkel Di Lapangan ......................... 2
3.3. Kantor Dan Fasilitas Untuk Direksi .................................................. 2
3.4. Fasilitas Sementara......................................................................... 3
3.5. Gambar Dan Persyaratan ............................................................... 3
3.6. Perlindungan Terhadap Cuaca........................................................ 3
3.7. Peralatan Pengukuran Dan Pengujian ............................................ 4
3.8. Waktu Mobilisasi ............................................................................. 4
3.9. Penyediaan Material...................................................................... 14
3.10. Pengujian Hasil Pelaksanaan...................................................... 15
3.11. Pengujian Setelah Seluruh Pekerjaan (Commisioning Tes) ........ 15
3.12. Pelatihan Bagi Calon Operator.................................................... 15
3.13. Penyelesaian Pekerjaan.............................................................. 16
3.14. Kegagalan Dalam Usaha Memenuhi Ketentuan ......................... 16
3.15. Penerimaan (Acceptance) ........................................................... 16
3.16. Rapat-Rapat ................................................................................ 17
3.17. Waktu Pelaksanaan .................................................................... 17
II. Pekerjaan Sipil......................................................................................... 18
1.
Umum................................................................................................... 18
2.
Pelaksanaan Pekerjaan ....................................................................... 18
3.
Pekerjaan Lapangan ............................................................................ 18
4.
Pekerjaan Tanah .................................................................................. 18
4.1. Galian Tanah............................................................................... 18
4.2. Urug Tanah Diluar ....................................................................... 19
4.3. Urugan Tanah, Meratakan Dan Pemadatan................................ 19
4.4. Pemeriksaan Penggalian ............................................................ 19
4.5. Pengeringan ................................................................................ 19
5.
Syarat-Syarat Bahan Bangunan........................................................... 20
5.1. Pekerjaan Umum......................................................................... 20
5.2. Portland Cement ......................................................................... 20
5.3. Besi Beton ................................................................................... 21
5.4. Air................................................................................................ 21
5.5. Pasir Beton.................................................................................. 21
5.6. Pengangkutan ............................................................................. 21

III. Pekerjaan Sumur Bor .............................................................................22


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Pekerjaan Pengeboran......................................................................... 22
Pemantauan Hasil Cutting.................................................................... 22
Pekerjaan Well Logging ....................................................................... 22
Pekerjaan Pemasangan Pipa ............................................................... 22
Pekerjaan Grouting & Pemasangan Gravel Pack................................. 22
Pekerjaan Pembersihan Lobang Sumur............................................... 23
Pekerjaan Pumping Test ...................................................................... 23
Pekerjaan Pemasangan Pompa & Pipa Naik ....................................... 23

I. SPESIFIKASI UMUM

1.

Pendahuluan
Spesifikasi ini merupakan pelengkap dan harus dibaca bersama-sama dengan
gambar rencana dan rincian volume pekerjaan (Bill of Quantity), ketiganya
merupakan satu kesatuan yang saling melengkapi, dari sini akan diketahui yang harus
dilaksanakan. Pekerjaan yang dimaksudkan mencakup pengadaan dan pemasangan
seluruh peralatan dan material yang harus dipadukan dalam konstruksi-konstruksi
yang diperlukan menurut dokumen Kontrak, serta semua tenaga kerja, peralatan dan
material yang tersebut dalam spesifikasi harus ditetapkan dalam penyelesaian
pekerjaan yang bersangkutan.
Secara garis besar item pekerjaan meliputi:
1). Pekerjaan Persiapan.
2). Pembersihan lapangan.
3). Pekerjaan tanah .
4). Pekerjaan Rumah Pompa
4). Pekerjaan pemasangan pipa baru.

2.

Lokasi Pekerjaan
Pekerjaan akan dilaksanakan di Rumah Sakit Umum Daerah Ratu Zaleha
Martapura Kabupaten Banjar

3.

Pekerjaan Persiapan

3.1. Mobilisasi
Kegiatan-kegiatan mobilisasi ini meliputi:
1). Mobilisasi dan pemasangan peralatan disesuaikan dengan kebutuhan yang
diperlukan dan harus mendapat persetujuan dari Direksi, Pengawas, dan
Pengendali sebelum dikirim ke lapangan.
2). Pembangunan dan pemeliharaan kantor lapangan, bengkel, gudang dan lain
sebagainya yang digunakan selama proyek.
3). Pengadaan dan pemeliharaan perlengkapan kantor, akomodasi staf yang akan
dipakai oleh Direksi, Pengawas, dan Pengendali.
4). Material yang digunakan yang telah disetujui oleh Direksi, Pengawas, dan
Pengendali terkait dengan proyek.
Pekerjaan ini harus sudah termasuk pekerjaan demobilisasi dari lokasi kerja atau
proyek yang dilaksanakan oleh Pihak Kontraktor pada akhir Proyek, termasuk
pembongkaran seluruh bangunan sementara
dan instalasi tertentu yang
dimanfaatkan oleh Kontraktor. Kontraktor diharuskan melaksanakan perbaikan
dan penyempurnaan pada lokasi kerja atau proyek, sehingga
`

kondisinya sama dengan keadaan sebelum pekerjaan dimulai, dan segala biaya
sepenuhnya ditanggung oleh kontraktor.
3.2. Lokasi Kantor, Gudang dan Bengkel di Lapangan
Setelah SPK (Surat Perintah Kerja) dikeluarkan, Kontraktor harus sesegera mungkin
menyerahkan peta rencana yang menunjukkan lokasi yang diinginkan untuk :
1). Kantor lapangan untuk Direksi, Pengawas, dan Pengendali.
2). Kantor lapangan Kontraktor (harus dekat dengan kantor lapangan,
Pengawas, dan Pengendali).
3). Gudang perlengkapan, bengkel perawatan peralatan
dan tempat
penimbunan material milik Kontraktor.
4). Jalan untuk alat-alat berat dan truk.
5). Tempat penimbunan sementara untuk tanah hasil galian.
Penentuan Lokasi untuk keperluan tersebut, harus mendapat persetujuan dari
Direklsi, Pengawas, dan Pengendali. Apabila diperlukan tambahan tempat, maka
Kontraktor harus mengusahakan sendiri dan menanggung semua biaya yang timbul
untuk penambahan tersebut dan lokasinya harus mendapat persetujuan dari Direksi
3.3. Kantor dan Fasilitas Untuk Direksi (bila diperlukan)
Kontraktor harus menyediakan dan merawat ruang kantor yang lengkap, untuk
digunakan oleh Direksi di lapangan.
Lokasi tata letak dan konstruksi dari ruang kantor harus mendapat persetujuan
terlebih dahulu dari direksi dan harus sesuai dengan ketentuan- ketentuan sebagai
berikut:
1). Ruang kantor harus bersifat sementara, namun dibangun cukup kokoh .
2). Dindingnya harus tertutup rapat dan dicat dengan baik agar mudah
dibersihkan.
3). Jendela-jendelanya dari kaca tetapi harus ada lubang udara yang ditutup dengan
kawat nyamuk, dilengkapi dengan tirai untuk menahan cahaya matahari langsung.
4). Ruang kantor harus dilengkapi dengan jaringan dan aliran listrik untuk
penerangan ruangan dan daya.
Unit kantor meliputi :
1). Ruang kantor Pengawas, dan Pengendali sesuai dengan BOQ
2). Kantor sekretariat
3). Fasilitas toilet dan kamar mandi lengkap yang akan dipakai secara khusus
oleh direksi beserta staf.
Ruang Kantor harus dilengkapi dengan meja tulis berlaci, satu meja rapat lengkap
dengan kursi (minimum 6 kursi), satu filing cabinet, satu almari,

kotak sampah dan perlengkapan lain yang diperlukan untuk melaksanakan tugastugas lapangan.
Fasilitas-fasilitas tersebut di atas adalah milik Kontraktor.
Pada
saat yang
disetujui dalam masa pemeliharaan, Kontraktor harus membongkar bangunan kantor
lapangan dan memperbaiki keadaan lapangan sesuai perintah Pengawas, dan
Pengendali.
3.4. Fasilitas Sementara
Kontraktor harus mengusahakan sendiri semua pengadaan dan perawatan fasilitas
yang bersifat sementara. Biaya yang ditimbulkan karena fasilitas ini menjadi
tanggung jawab Kontraktor. Adapun fasilitas sementara tersebut adalah :
1). Penyediaan Air Bersih yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan harus
disediakan oleh Kontraktor termasuk penyediaan peralatan dan perpipaan
sementara untuk mengangkut air ke lokasi pekerjaan, sehingga tidak
mempengaruhi kelancaran pekerjaan. Biaya yang diakibatkan karena
penyediaan air bersih ini menjadi tanggung jawab Kontraktor sepenuhnya.
2). Daya Listrik, Jaringan dan Penerangan harus disediakan oleh Kontraktor selama
masa pelaksanaan pembangunan. Semua biaya yang timbul akibat penggunaan
daya selama masa pelaksanaan pembangunan merupakan tanggung jawab
Kontraktor. Tenaga listrik yang diperlukan selama masa pelaksanaan pekerjaan
harus disediakan oleh Kontraktor dengan jenis dan kapasitas yang sesuai dengan
pekerjaan yang akan dilaksanakan dan harus mendapat persetujuan dari direksi
3.5. Gambar dan Persyaratan
Gambar yang dimaksud adalah gambar atau shop drawing harus dibuat oleh
Kontraktor dengan berdasarkan petunjuk tender dan harus mendapat persetujuan dari,
Pengawas, dan Pengendali sebelum dilaksanakan di lapangan. Gambar kerja tersebut
harus menggunakan satuan ukuran metrik (mks : meter kilogram - sekon).
Gambar kerja ini, akan menjadi patokan pelaksanaan di lapangan, apabila terjadi
perbedaan antara pelaksanaan di lapangan dengan gambar kerja ini maka gambar
kerjalah yang mengikat dan pekerjaan lapangan harus disesuaikan dengan gambar
kerja yang dipakai.
3.6. Perlindungan Terhadap Cuaca
Bahan Konstruksi yang peka terhadap cuaca sekeliling harus dilindungi sedemikian
rupa sehingga bahan tersebut tidak menjadi rusak atau mutu bahan yang disyaratkan
menjadi berkurang. Biaya untuk pekerjaan ini menjadi tanggung jawab
Kontraktor.

3.7. Peralatan Pengukuran dan Pengujian


Alat ukur & uji yang diperlukan dilapangan sepenuhnya menjadi tanggung jawab
Kontraktor. Semua peralatan yang akan dipakai harus mendapat persetujuan dari
Pengawas, dan Pengendali.
3.8. Waktu Mobilisasi
Mobilisasi seluruh pekerjaan yang tercantum dalam butir 3.1-3.7, harus diselesaikan
dalam waktu 7 hari kerja setelah tanggal mulainya pekerjaan atau sejak SPK (Surat
Perintah Kerja) dikeluarkan.
1) Prestasi atau Kemajuan Pekerjaan
Prestasi pekerjaan ditentukan dengan jumlah prosentase pekerjaan yang telah
selesai dikerjakan. Prosentase pekerjaan dihitung dari nilai pada jumlah atau item
tertentu dibagi dengan nilai atau harga Kontrak.
Pembayaran Kontrak dilakukan sesuai dengan isi Surat Perjanjian Pemborongan
(kontrak) yang ditanda tangani bersama antara Pihak Pemberi Pekerjaan dengan
Pihak Kontraktor berdasarkan prestasi atau kemajuan pekerjaan dengan harga
satuan sesuai dengan volume pekerjaan, yaitu harga satuan yang telah mencakup
harga bahan, tenaga kerja dan angkutan serta pekerjaan-pekerjaan lain yang
dibutuhkan.
2) Pemberitahuan untuk Memulai Pekerjaan
Kontraktor diharuskan memberi penjelasan secara tertulis kepada direksi atas
tempat asal mula material atau bahan yang akan dipakai untuk suatu tahap
pekerjaan atau untuk setiap pekerjaan yang dimulai pelaksanaannya. Dalam
keadaan apapun, Kontraktor tidak dibenarkan memulai suatu pekerjaan yang
sifatnya permanen tanpa terlebih dahulu mendapat persetujuan dari pihak
Pengawas dan Pengendali secara tertulis.
Pemberitahuan yang lengkap dan jelas terlebih dahulu disampaikan kepada,
Pengawas, dan Pengendali, dalam waktu yang cukup sebelum dimulainya
pelaksanaan pekerjaan, agar direksi mempunyai waktu yang cukup untuk
mempertimbangkan jika akan diadakan penelitian dan pengujian terlebih dahulu
atas persiapan pekerjaan. Tenaga kerja dan angkutan serta pekerjaan-pekerjaan
lainnya yang diperlukan harus dijadwalkan dengan teliti agar tercapai hasil
pekerjaan yang sebaik- baiknya.
3) Perijinan
Setelah Kontraktor memperoleh SPK (Surat Perintah Kerja) apabila ada jenis
pekerjaan yang memerlukan ijin dari instansi lain yang berwenang, maka
Kontraktor bersangkutan harus menyelesaikan perijinan tersebut.

direksi dalam batas-batas kewenangannya akan membantu untuk menyiapkan


surat-surat resminya, tetapi semua biaya yang diakibatkan dari perijinan
menjadi tanggung jawab Kontraktor.
Pekerjaan di lapangan tidak diperkenankan dimulai apabila ijin yang diperlukan
belum diperoleh dan pemeriksaan utilitas selesai dalam Bentuk Berita Acara.
Apabila pada saat melaksanakan pekerjaan ini terdapat suatu bangunan atau
material yang menghalangi pekerjaan, jika harus membongkar bangunan atau
material tersebut akan memerlukan perijinan dan biaya tambahan maka hal
tersebut terlebih dahulu harus dikonsultasikan dengan direksi untuk mencari jalan
keluarnya.
4) Pematokan
Kontraktor harus mengerjakan pematokan untuk menentukan kedudukan dan peil
bangunan sesuai dengan gambar rencana yang telah disesuaikan dalam gambar
kerja (shop drawing) yang telah disetujui oleh direksi. Pekerjaan pematokan harus
mendapat persetujuan dari direksi pekerjaan selanjutnya.
Direksi, Pengawas, dan Pengendali dapat melakukan revisi pemasangan patok
tersebut bila dipandang perlu. Kontraktor harus mengerjakan revisi tersebut
dengan petunjuk direksi, Pengawas, dan Pengendali.
Kontraktor wajib seperti yang disebut dalam Kontrak untuk menyediakan alat-alat
ukur dengan perlengkapannya, juru ukur serta pekerja lain yang diperlukan dalam
pelaksanaan pengukuran. Pada keadaan dimana ada penyimpangan dari gambar
rencana yang sudah disesuaikan dalam gambar kerja, Kontraktor harus
mengajukan 3 (tiga) lembar gambar penampang dari daerah yang dipatok.
5) Pemeriksaan Ulang Utilitas
Sebelum melakukan pekerjaan kontraktor harus mengerjakan uitzet, suntik
utilitas dan lain-lain. Hal ini untuk mencegah terganggunya/ kerusakan utilitas
lain akibat pengerjaan proyek. Pelaksanaan pemeriksaan ulang utilitas harus
berkoordinasi dengan pemberi tugas maupun dinas- instansi terkait.
6) Tanda-tanda
Ditempat yang dipandang perlu, Kontraktor harus menyediakan tanda- tanda
untuk keperluan lalu-lintas yang dilewati, dan tanda-tanda tersebut harus cukup
jelas untuk menjamin keselamatan lalu-lintas.
Bila pekerjaan harus memotong atau menyeberangi jalan yang sibuk, maka
Kontraktor harus melaksanakan secara bertahap dan apabila perlu dikerjakan pada
malam hari.

Biaya yang dikeluarkan untuk keperluan-keperluan tersebut diatas menjadi


tanggung jawab Kontraktor.
7) Program Kerja
Kontraktor harus menyiapkan suatu rencana kerja dan harus disampaikan kepada
direksi untuk mendapat persetujuan selambat-lambatnya 10 hari sebelum tanggal
penandatanganan Kontrak atau surat penyerahan lapangan diserahkan. Rencana
kerja tersebut harus mencakup:
1). Usulan tanggal untuk pengadaan, pembuatan dan suplai berbagai bagian
pekerjaan.
2). Usulan tanggal untuk pengadaan dan atau pengangkutan lain bagian- bagian
pekerjaan ke lapangan.
3). Usulan tanggal dimulai, serta selesainya pelaksanaan pekerjaan konstruksi
dan atau pemasangan dari berbagai pekerjaan, termasuk pengujiannya.
4). Usulan jumlah jam kerja bagi tenaga-tenaga yang disediakan
Kontraktor.
5). Jumlah dari tenaga kerja yang dipakai pada setiap tahap pekerjaan dengan
disertai latar belakang pendidikan dan pengalaman kerjanya (daftar riwayat
hidup).
6). Jenis serta jumlah mesin-mesin serta alat-alat yang dipakai pada pelaksanaan
pekerjaan.
7). Cara pelaksanaan pekerjaan atau metodologi pelaksanaan, gambar- gambar
kerja nama-nama staf yang akan ditempatkan sesuai dengan struktur
organisasi proyek yang ada.
8) Mobilisasi Material
Kontraktor diharuskan untuk memberikan penjelasan tertulis selengkapnya
tentang kebutuhan material yang akan digunakan untuk setiap segmen
pekerjaan.
Material yang disediakan oleh Pengawas, dan Pengendali atau Pemilik akan
diberikan oleh Bagian Logistik atau Proyek setelah permohonan pengambilan
atau pengeluaran material telah disetujui oleh Pengawas, dan Pengendali.
Kontraktor diharuskan mengisi formulir pengeluaran yang ditentukan oleh,
Pengawas, dan Pengendali atau Bagian Logistik. Setelah formulir pengeluaran
ditandatangani oleh Kontraktor dan Bagian Gudang Proyek, material tersebut
sudah menjadi tanggung jawab Kontraktor. Material yang dikeluarkan tidak boleh
digunakan untuk segmen pekerjaan lain kecuali atas petunjuk dari Pengawas dan
Pengendali.
Pemberitahuan yang lengkap dan jelas harus terlebih dahulu disampaikan
PA/PAC/PARC, Pengawas, dan Pengendali, dan dalam waktu yang cukup
sebelumnya dimulainya pelaksanaan pekerjaan itu, agar PA/PAC/PARC,

Pengawas, dan Pengendali mempunyai waktu yang cukup apabila


dipertimbangkan perlu mengadakan penelitian dan pengujian terlebih dahulu atas
persiapan pekerjaan tersebut.
9) Peralatan
Kontraktor diharuskan mengajukan daftar peralatan secara terperinci, yang
akan digunakan untuk melaksanakan pekerjaan. Daftar tersebut harus disetujui
oleh Direksi dan Pengendali dalam hal pembuatannya, nomor pengenal, kondisi
dan rencana waktu tiba di tempat pekerjaan.
Kontraktor dalam keadaan apapun tidak dibenarkan untuk memindahkan alat-alat
tersebut, sebagian atau seluruhnya tanpa persetujuan dari Direksi dan Pengendali.
Kontraktor diharuskan untuk mempersiapkan peralatan untuk melaksanakan tiap
tahap dari pekerjaan sebelum tahap dari pekerjaan tersebut dimulai..
Kerusakan yang timbul pada sebagian atau keseluruhan peralatan tersebut
yang akan mengganggu pelaksanaan pekerjaan harus segera diperbaiki atau
diganti sedemikian rupa hingga peralatan dalam kondisi siap digunakan untuk
melaksanakan pekerjaan, sesuai yang ada di lapangan.
10) Tenaga Kerja
Tenaga kerja yang diperkerjakan oleh Kontraktor, diharuskan yang telah
memiliki pengalaman dalam pekerjaan yang sama paling sedikit 5 tahun.
Kontraktor harus mengajukan daftar tenaga kerja lapangan maupun daftar
personil inti yang akan digunakan melaksanakan pekerjaan secara terinci..
Kontraktor diharuskan untuk mempersiapkan tenaga kerja yang diperlukan
untuk melaksanakan tiap tahap dari pekerjaan sebelum tahap dari pekerjaan
tersebut dimulai. Penyediaannya di tempat pekerjaan dan persiapannya harus
terlebih dahulu mendapat penelitian dan persetujuan dari direksi dan Pengendali.
Keberadaan tenaga kerja di lapangan harus dilaporkan setiap minggu, sesuai
dengan tingkat keahliannya dan jumlah tenaga yang di lapangan.
11) Standar Spesifikasi
Kecuali apabila dirinci lain, semua bahan dan mutu kerja hendaknya sesuai
dengan Standar Nasional yang berlaku dan tidak kurang dari ketentuan standar
di Indonesia.
Untuk tujuan inspeksi atau pengujian, terhadap standard dengan bahasa asing
Kontraktor harus membuat salinan dari standar yang diusulkan

untuk Pengawas, dan Pengendali atau Wakilnya dalam Bahasa


Indonesia.
Dimana digunakan singkatan-singkatan berikut ini, maka singkatan ini
mempunyai arti:

AASHO (American Association of State Highway Official)


ACI (American Concrete Standard Institute)
ANSI (American National Standard Institute)
ASA (American Standard Association)
ASTM (American Society of Testing and Materials)
AWS (American Welding Society)
AWWA (American Water Works Association)
BS (British Standard Association)
DIN (Deutshce Industrie Norm)
ISO (International Organization for Standardisation)
IEC (International Electro Technical Commision)
SNI (Standard National Indonesia)
PBI (Peraturan Beton Bertulang Indonesia)
PUIL (Peraturan Umum Instalasi Listrik)
SII (Standard Industri Indonesia).

12) Ukuran-ukuran
Ukuran-ukuran yang tertera dalam gambar adalah ukuran sebenarnya dan
gambarnya sendiri adalah gambar berskala. Jika tidak ada kesamaan
antara ukuran dan gambarnya, maka segera dikonsultasikan dengan direksi untuk
menetapkan mana yang benar.
13) Gambar Kerja
Gambar rencana untuk proyek ini akan diberikan kepada Kontraktor dan gambar
tersebut merupakan bagian tak terpisahkan dari dokumen kontrak. Gambargambar tersebut adalah gambar-gambar yang paling akhir setelah diadakan
perubahan-perubahan dan merupakan patokan bagi pelaksanaan pekerjaan.
Kontraktor wajib untuk melaksanakan pekerjaan sesuai dengan gambar rencana
dan spesifikasi-spesifikasi lain yang berhubungan dengan hal tersebut.
Tidak dibenarkan untuk menarik keuntungan dari kesalahan-kesalahan,
kekurangan-kekurangan pada gambar atau perbedaan ketentuan antara gambar
dan isi spesifikasi teknik.

Paling lambat 2 minggu sebelum pekerjaan, Kontraktor harus menyerahkan


gambar-gambar kerja 3 (tiga) copy kepada Direksi disertai dengan
perhitungannya.
Gambar kerja untuk semua pekerjaan harus senantiasa disimpan di lapangan.
Gambar-gambar tersebut harus ada dalam kondisi baik, dapat dibaca dan sudah
menjalani revisi terakhir.
Kontraktor juga harus menyiapkan gambar-gambar yang menunjukkan
perbedaan antara gambar-gambar rencana dan gambar-gambar kerja, semua
biaya untuk menyiapkan dan mencetak ditanggung oleh Kontraktor.
Gambar Perencana dan Hasil Pelaksanaan
Gambar-gambar yang diperlukan dalam pelaksanaan adalah:
1).
2).
3).
4).
5).

6).
7).

8).
9).

Gambar yang termasuk dalam dokumen tender.


Gambar perubahan yang disetujui .
Gambar lain yang disediakan dan disimpan oleh direksi.
Asli dari gambar-gambar proyek disimpan oleh direksi.
Kontraktor diberi 2 (dua) set fotocopy dari semua gambar-gambar tanpa
pungutan biaya. Permintaan Kontraktor akan tambahan cetak biru dari
gambar-gambar tersebut akan dikenakan biaya.
Kontraktor harus menyimpan satu set fotocopy di kantor lapangan untuk
dipergunakan setiap saat apabila diperlukan.
Gambar-gambar pelaksanaan (shop drawing) dan detailnya dibuat oleh
Kontraktor tetapi harus mendapat persetujuan direksi selum dipergunakan
dalam pelaksanaan pekerjaan.
Pada penyerahan terakhir pekerjaan yakni sesudah selesainya masa
pemeliharaan harus disertai Gambar hasil pelaksanaan (as built drawing).
Semua ukuran dinyatakan dalam sistem metrik.

Gambar Pelaksanaan Terinci (Shop Drawing)


Gambar kerja yang terinci termasuk rencana kerja, jenis atau bentuk tulangan
dan jumlahnya, cetakan beton, cofferdam pengering dan saluran penyalur air
hujan, papan nama proyek, rambu-rambu lalu-lintas, rambu-rambu batas kerja di
proyek, spesifikasi barang, harus disediakan oleh Kontraktor demi untuk
kemajuan pekerjaan dan untuk memenuhi pelaksanaan program tepat pada
waktunya, sesuai dengan Persyaratan Kontrak.
14) Gambar yang harus diperlihatkan oleh Kontraktor
Kontraktor harus menyerahkan kepada direksi Pengawas, dan
Pengendali, untuk disetujui gambar-gambar dari pekerjaan-pekerjaan

sementara atau penunjang, termasuk pekerjaan untuk perlindungan, pekerjaan


cetakan beton, , daftar pembengkokan besi beton, jadwal waktu kerja,
gambar rincian.

15) Pemindahan data pada gambar asli untuk membuat As Build


Drawing
Semua data perubahan yang terlihat pada pelaksanaan kerja menjadi Catatan
Akhir, yaitu suatu uraian lengkap dari semua perubahan yang dibuat selama
pembangunan dan lokasi yang harus ditunjukkan dengan jelas. Perhatian harus
diberikan pada setiap catatan dengan tanda di sekitar daerah atau daerahdaerah yang dipengaruhi. Semua catatan perubahan harus dibuat pada gambar
asli secara rapi dan konsisten dengan menggunakan tinta (bukan pensil).
16) Persetujuan atas Gambar
Pemeriksaan atau pertimbangan oleh Direksi tentang usulan-usulan, gambargambar, atau dokumen yang diserahkan oleh Kontraktor untuk memperoleh
persetujuan Direksi baik dengan atau tanpa perubahan- perubahan, tidak
membebaskan Kontraktor dari tanggungjawab atau kerugian yang dibebankan
kepadanya oleh suatu ketentuan kontrak. Sekiranya terdapat gambar-gambar
yang tidak sesuai dengan persyaratan-persyaratan kontrak setelah persetujuan
diberikan oleh Direksi terhadap gambar-gambar tersebut atau rincian gambargambar yang tidak sesuai dengan gambar-gambar yang telah diserahkan
terdahulu, maka berbagai perubahan dan tambahan yang dianggap perlu harus
dilakukan oleh Kontraktor dan pekerjaan tersebut harus dilaksanakan Kontraktor
tanpa memerlukan tambahan pembayaran.
17) Pekerjaan-pekerjaan Sementara
Jalan masuk ke lokasi pekerjaan, termasuk pada sarana pelengkap lain, seperti
jembatan darurat, dan sebagainya yang bersifat sementara harus disiapkan oleh
Kontraktor. Jika memang memerlukan jembatan-jembatan darurat, maka
Kontraktor harus merencanakannya dengan lebar minimal
2,5 meter dari kayu yang cukup kuat untuk menahan muatan gandar 5 ton.
Kontraktor wajib memelihara sarana tersebut, dan semua biaya yang dikeluarkan
untuk pemeliharaan tersebut menjadi tanggungan Kontraktor.
Pada akhir pekerjaan, atas perintah direksi Pengawas dan Pengendali, maka
segala sarana yang tidak dipergunakan lagi, harus dibongkar, dirapikan kembali
seperti semula.

Kontraktor harus membuat ketentuan-ketentuan untuk pembuangan semua air


bekas dan sisa buangan dari pekerjaan-pekerjaan dan pekerjaan-pekerjaan
sementara yang ditimbulkan di mana saja.

18) Pelaksanaan

Standar
Proses kerja harus dilaksanakan sesuai dengan Peraturan Nasional, Propinsi
dan Pemerintah Daerah yang mengatur .
Koordinasi
Kontraktor harus memperhatikan kemungkinan diperlukan untuk mengadakan
koordinasi operasi pengangkutan baik dalam pekerjaan yang sedang
dilaksanakan maupun yang akan dilaksanakan dengan pengelola utilitas dan
instansi terkait lainnya sebagaimana diperlukan.
Bilamana terjadi gangguan diantara operasi berbagai Kontraktor, kekuasaan
atau wewenang untuk menentukan urutan pekerjaan yang diperlukan guna
mempercepat penyelesaian seluruh proyek tersebut, dan dalam semua
keputusannya harus diterima sebagai keputusan akhir dan tidak ada alasan
untuk mengadakan tuntutan.
Pembatasan bobot pengangkatan
Kontraktor harus bertanggung jawab atas setiap kerusakan terhadap jalan atau
struktur yang diakibatkan oleh operasi pembangunannya.
Pemeliharaan jalan-jalan yang berdekatan yang digunakan oleh Kontraktor.
Jalan-jalan dan jembatan yang ada berdekatan dengan proyek dan digunakan
oleh Kontraktor di dalam pelaksanaan operasi pekerjaan, khususnya pada
jalan masuk ke sumber galian dengan muatan berat, harus sepenuhnya
dipelihara oleh Kontraktor dengan biaya sendiri sepanjang waktu pekerjaan
dan harus ditinggalkan dalam suatu kondisi yang dapat dipergunakan serta
kualitas dan fasilitas yang tidak lebih buruk dari pada saat operasi Kontraktor
baru dimulai.
19) Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Kontraktor harus memenuhi syarat-syarat dan undang-undang yang berlaku
didalam Negara Republik Indonesia selama berlakunya Kontrak, yang
menyangkut syarat-syarat keselamatan kerja, kesehatan dan

kesejahteraan dari karyawan Kontraktor, Konsultan Pengawas. Kontraktor


harus mematuhi peraturan keselamatan kerja yang berlaku.
Peraturan-peraturan keselamatan kerja hendaknya diberikan kepada karyawan
Kontraktor sebelum pekerjaan dimulai.
Syarat-syarat yang perlu diperhatikan:
1). Semua pekerjaan galian hendaknya ditopang benar-benar agar tidak runtuh
dan diberi pagar pengaman dan tanda-tanda peringatan yang sesuai.
2). Semua pekeja yang melaksanakan, mengunjungi atau memeriksa sesuatu
bagian dari pekerjaan hendaknya diberi dan diharuskan memakai
perlengkapan pengaman yang sesuai seperti halnya : topi lapangan (helm.
3). Semua petunjuk-petunjuk dan rekomendasi-rekomendasi pabrik untuk
penggunaan aplikasi atau pemanfaatan atau mesin-mesin hendaknya
dipatuhi.
4). Perlu perhatian khusus untuk melindungi semua karyawan bila
menggunakan peralatan elektris atau material yang menimbulkan
debu halus, khususnya produk-produk yang bahan dasarnya asbes.
Operator hendaknya berada di tempat-tempat yang aman dan memakai alat
pelindung pernafasan yang baik dan kaca mata. Baju lapangan harus
disediakan bila perlu.
20) Penyediaan Papan Nama Proyek
Kontraktor harus mengadakan dan memasang papan nama proyek dan papan
himbauan. Ukuran minimal papan nama proyek adalah 1,0 x 1,5 m2, sedangkan
papan himbauan dengan ukuran minimal 0,3 x 1,5 m2.
Papan nama proyek dan papan himbauan tersebut terbuat dari Multiplek tebal 8
mm dicat dasar putih dengan tulisan hitam, dipasang pada 2 (dua) tiang
kaso dengan kayu klas II ukuran 5/7 cm setinggi 2,5 m. Apabila diperlukan,
Kontraktor dapat meminta contoh gambar papan nama proyek dan papan
himbauan tersebut kepada Direksi. Papan nama proyek harus berisikan
keterangan mengenai pekerjaan, nama pemberi pekerjaan, jangka waktu
pelaksanaan dan nama Kontraktor.
Kontraktor harus membuat papan petunjuk atau rambu-rambu yang dipasang
pada saat pelaksanaan di lapangan. Papan petunjuk ini harus jelas dan mudah
dibaca oleh orang banyak.

21) Pembersihan
Pembersihan Awal
1). Membuang bahan-bahan yang tidak terpakai, puing dan sampah pada
daerah-daerah pembuangan yang ditunjuk, dan sesuai dengan peraturan
Nasional, Propinsi dan Kota serta Undang- undang anti-pencemaran.
2). Tidak menguburkan sampah dan bahan-bahan yang tidak
terpakai ditempat kerja proyek.
3). Tidak membuang bahan-bahan yang tidak terpakai yang mudah
menguap seperti minyak atau pengencer cat ke dalam saluran buangan
hujan atau sanitasi.
4). Tidak membuang bahan-bahan yang tidak terpakai ke dalam aliran
atau saluran.
Pembersihan Akhir
1). Pada tahap penyelesaian pekerjaan, tempat kerja harus ditinggalkan
dalam keadaan bersih dan siap digunakan oleh Pemberi Pekerjaan.
Kontraktor juga harus memulihkan pada kondisi semula, yaitu bagianbagian tempat kerja yang tidak direncanakan untuk perubahan menurut
Kontrak.
2). Pada waktu pembersihan akhir, semua saluran dan struktur harus
diperiksa dari kerusakan fisik sebelum penyerahan akhir. Daerah tempat
kerja yang diperkeras dan semua daerah umum yang diperkeras yang
langsung berdampingan dengan tempat kerja harus dibersihkan dan
semua puing yang ada disingkirkan seluruhnya.
22) Laporan dan Dokumentasi
Laporan-laporan
1). Selama periode pekerjaan di lapangan, Kontraktor harus
membuat laporan harian, mingguan, dan bulanan mengenai kemajuan
pekerjaan. Laporan kemajuan ini harus memuat sekurang-kurangnya
informasi di bawah ini dengan kejadian yang dijumpai selama
periode pembuatan laporan kemajuan kerja yang bersangkutan.
2). Uraian mengenai kemajuan kerja yang sesungguhnya dicapai
menjelang akhir minggu.
3). Jumlah personel yang bertugas selama minggu tersebut.
4). Material dan barang-barang yang disuplai.
5). Kondisi cuaca.
6). Kontraktor diharuskan membuat laporan berkala kemajuan pekerjaan
untuk setiap satu minggu kegiatan dengan mengisi formulir evaluasi
kemajuan pekerjaan sesuai petunjuk Direksi
7). Ringkasan laporan tersebut harus mencatumkan keadaan cuaca, jumlah
pengerahan tenaga kerja, tenaga pengawas dan

pelaksana, alat-alat yang dipergunakan, jumlah pengiriman bahanbahan bangunan ke lokasi pekerjaan, kemajuan fisik dari pekerjaan
yang telah selesai, masalah-masalah yang timbul di lapangan serta
pemecahan, dan rencana kerja minggu berikutnya.
8). Laporan lain seperti Laporan Harian dan lain-lain sesuai dengan urutan
dalam syarat-syarat Kontrak umum.
Pemotretan
Selama pelaksanaan pekerjaan Kontraktor diwajibkan melakukan
pemotretan yang menggambarkan kemajuan pekerjaan. Pemotretan paling
sedikit sebanyak 3 ( tiga ) kali pada setiap unit bangunan berukuran 9 x 13
cm dalam rangkap sesuai dengan RAB dan disampaikan kepada Direksi.

Dokumentasi
Kontraktor diharuskan membuat dokumentasi kemajuan pekerjaan fisik
secara berkala dalam bentuk foto-foto dan diserahkan kepada Direksi sesuai
uraian dalam syarat-syarat umum Kontrak.
Judul, foto, nomor urut tanggal pengambilan harus dicantumkan dalam
album pada bagian bawah masing-masing foto.
Foto-foto harus memperlihatkan kemajuan pekerjaan, ciri-ciri tertentu dari
pekerjaan, peralatan atau hal-hal lain yang menarik perhatian sehubungan
dengan pekerjaan atau lingkungannya harus dibuat sedikitnya tiga kali,
yakni:
1). Sebelum memulai pelaksanaan pekerjaan,
2). Selama berlangsung pekerjaan (0%, 50%, 100%),
3). Setelah selesai pekerjaan atau setelah selesai periode
pemeliharaan;
Foto-foto ini harus dilakukan sedikitnya dari tiga posisi (depan, belakang
dan samping), serta pada posisi yang sama untuk masing- masing kejadian.
Ukuran dari foto-foto tersebut tidak boleh kurang dari 130 x 90 mm dan
empat lembar hasil cetak masing-masing foto (dialbumkan), dengan
membubuhkan nomor seri tanggal pengambilan dan keterangan ringkasnya
harus disampaikan kepada Direksi

3.9. Penyediaan Material


3.9.1. Umum
Kontraktor harus menyediakan sendiri semua material, seperti yang
disebutkan dalam daftar volume pekerjaan kecuali material-material yang
akan disediakan oleh Pemberi Tugas dan akan ditentukan tersendiri dalam
syarat-syarat khusus atau dalam rapat penjelasan.
Untuk material yang merupakan hasil galian ataupun yang berhubungan
dengan pemilik dapat dianggap sebagai barang atau material milik,
Pengawas, dan Pengendali sehingga pemanfaatan kelanjutannya harus dapat
dianggap sebagai barang atau material yang disediakan oleh, Pengawas, dan
Pengendali, dengan demikian semua hasil pekerjaan galian harus dapat
dimanfaatkan untuk kelanjutan pekerjaan-pekerjaan terkait dan sudah
diperhitungkan didalam analisa harga satuan dan telah termasuk di dalam
harga Kontrak.
Kontraktor harus mengganti apabila material tersebut rusak yang
diakibatkan oleh cara pengangkutan yang salah ataupun hilang atau
kurangnya material yang diangkut akibat kelalaian Kontraktor.
Nama-nama produsen material dan peralatan yang diusulkan untuk
pekerjaan, bersama dengan kerja, kemampuan, laporan-laporan pengujian
dan informasi penting lainnya mengenai hal ini harus disediakan bila
diminta untuk dipertimbangkan oleh, Pengawas, dan Pengendali. Bila
menurut pendapatnya hal-hal tersebut diatas tidak memuaskan atau tidak
sesuai dengan spesifikasi, maka bagian- bagian tersebut harus diganti aleh
Kontraktor tanpa meminta biaya tambahan kepada Pemberi Tugas melalui,
Pengawas, dan Pengendali.
Semua peralatan harus disuplai dengan urutan dan waktu
sedemikian sehingga dapat menjamin kelancaran pelaksanaan proyek
dengan perhitungan jadwal waktu untuk pekerjaan lainnya.
3.9.2. Contoh-contoh Material
Contoh-contoh yang dibutuhkan harus segera ditentukan tanpa menunggu
pembiayaan dari Kontraktor, dan harus diambil dengan cara pengambilan
contoh dari standar yang disetujui. Contoh-contoh tersebut harus diambil
dengan cara nyata dari kualitas material yang akan dipakai pada
pelaksanaan pekerjaan.
Contoh-contoh yang telah disetujui harus tersendiri dan sama sekali tidak
boleh dicampur atau dikotori, sehingga menyebabkan berkurangnya kualitas
dari material tersebut.
Penawaran dari Kontraktor harus sudah termasuk biaya yang dikeluarkan
untuk pengujian material.

3.10. Pengujian Hasil Pelaksanaan


Jika kualitas dan kuantitas telah memuaskan pihak Pemberi Tugas dalam segala
aspek yang sesuai dengan spesifikasi, maka, Pengawas, dan Pengendali akan
mengeluarkan Berita Acara Penerimaan (acceptance) sebagai lampiran pengajuan
permintaan pembayaran tahap akhir sesuai dengan aturan yang dinyatakan dalam
Kontrak.
Khususnya inspeksi dan atau pengujian berikut ini harus dilaksanakan oleh
Kontraktor hingga diterima oleh, Pengawas, dan Pengendali.
3.11. Pengujian Setelah Seluruh Pekerjaan (Commisioning Tes)
Inspeksi dan pengujian setelah pekerjaan selesai harus dilakukan atau diikuti oleh
Kontraktor sesuai dengan perintah, Pengawas, dan Pengendali selama waktu
commissioning dengan prosedur sebagai berikut:
1). Setelah pengujian inspeksi dan pengujian masing-masing bagian pekerjaan
atau komponen-komponen peralatan, maka harus dilakukan perfomance test
dari beberapa atau suatu bagian pekerjaan yang telah selesai.
2). Setelah pengujian pada butir a) diatas selesai dilakukan, maka harus
dilakukan pengujian untuk seluruh sistem (start up).
3). Peralatan-peralatan harus diuji dalam segala aspek fungsi yang diperkirakan
sebanyak-banyaknya sesuai kemungkinan yang bisa dilakukan pada waktu
pengujian.
4). Semua pelaksanan pengujian harus dimonitor dan dicatat dengan baik dan
disusun dalam suatu laporan pengujian.
5). Semua penggantian, perbaikan, modifikasi ataupun pekerjaan tambahan
yang disebabkan karena kesalahan Kontraktor dalam mensuplai alat maupun
pemasangannya merupakan tanggungjawab dan beban Kontraktor sesuai
dengan batas-batas tanggungjawabnya.
Apabila tidak ditentukan lain maka Commissioning dan Start Up seluruh sistem
diselenggarakan dalam masa pemeliharaan atas kontrak pekerjaan konstruksi ini
dan atau sampai dengan seluruh sistem dapat dioperasikan dan berfungsi dengan
baik.
3.12. Penyelesaian Pekerjaan
Pekerjaan harus mencakup semua elemen yang walaupun tidak diuraikan secara
khusus dalam spesifikasi dan gambar-gambar, tetap diperlukan agar instalasi
Sambungan Air dapat berfungsi dengan baik secara keseluruhan sesuai kontrak.
Kontraktor harus menguji hasil pekerjaan setiap tahap dan atau secara keseluruhan
sesuai dengan spesifikasi teknis yang bersangkutan.

Dalam hal sesuatu dari pekerjaan selama pengujian tidak memenuhi syarat,
Kontraktor dengan biaya sendiri harus mengadakan perbaikan-perbaikan, sampai
dalam pengujian ulang berhasil secara memuaskan.
3.13. Kegagalan Dalam Usaha Memenuhi Ketentuan
Aspek-aspek berikut ini harus dinyatakan sebagai kegagalan dalam pekerjaan,
yaitu:
1). Kegagalan masing-masing komponen dalam memenuhi ketentuan dalam
spesifikasi.
2). Kegagalan untuk mencapai standard performance pengoperasian.
Jika Kontraktor lalai untuk memperbaiki keadaan yang tidak sempurna atas
kesalahan yang menjadi tanggung jawabnya selama waktu yang dianggap wajar,
sesudah pemberitahuan oleh Pemberi Tugas, maka Pemberi Tugas dapat melakukan
usaha-usaha perbaikan sendiri.
Biaya yang terjadi dan dikeluarkan oleh Pemberi Tugas akan dipotong dari uang
yang menjadi hak atau akan menjadi hak Kontraktor.
Pemberi Tugas berhak untuk memutuskan alternatif mana yang dianggap terbaik,
pada saat itu.
3.14. Penerimaan (Acceptance)
Jika kualitas dan kuantitas hasil pelaksanaan pekerjaan telah memuaskan Pemberi
Tugas dalam segala aspek yang sesuai dengan spesifikasi, maka, Pengawas, dan
Pengendali akan mengeluarkan berita acara penerimaan dan pembayaran tahap
akhir sesuai dengan ketentuan yang dinyatakan di dalam kontrak.
3.15. Rapat-rapat
Apabila dipandang perlu, Pemberi Tugas atau Pengawas, dan Pengendali dapat
mengadakan rapat-rapat yang mengundang Pengawas, dan Pengendali dan
Kontraktor maupun pihak-pihak tertentu yang bersangkutan dengan pembahasan
dan permasalahan dalam rapat tersebut.
Di samping itu, Pengawas, dan Pengendali dan atau Kontraktor dapat mengusulkan
untuk diadakan rapat menbahas permasalahan yang ada. Semua hasil atau
risalah rapat merupakan ketentuan yang bersifat mengikat.
3.16. Waktu Pelaksanaan
Jadwal Pelaksanaan diperhitungkan ..... ( ..................... ) hari kalender. Jadwal
tersebut sudah termasuk waktu untuk persiapan (mobilisasi) pelaksanaan
konstruksi, dan penyelesaian administrasi Serah Terima I (Pertama) dan penagihan
angsuran terakhir

II.

1.

PEKERJAAN SUMUR BOR

Pekerjaan Pengeboran
Lokasi titik pengeboran ditentukan berdasarkan rekomendasi dari hasil pekerjaan
geolistrik. Pelaksanaan pengeboran dilakukan sedalam 13m (tiga belas meter)
dengan diameter casing pipa 6

2.

Pemantauan Hasil Cutting


Pemantauan hasil cutting dilakukan setiap saat untuk mengetahui kemungkinan
sumber air di tiap-tiap lapisan tanah secara manual. Contoh tanah hasil cutting
diambil dan disimpan dengan baik setiap interval 15 m dan pada akhir pekerjaan
harus diserahkan kepada pihak pemberi pekerjaan.

3.

Pekerjaan Well Logging


Penyelidikan penampang sumur bor (well logging) dilaksanakan agar dapat
menentukan letak saringan (screen) pada aquaifer yang akan disadap dengan
lebih tepat dan akurat. Pekerjaan well logging dilaksanakan sebanyak 1
(satu) titik.

4.

Pekerjaan Pemasangan casing Pipa

Pipa yang dipergunakan jenis PVC type AW dengan ukuran 5" Dengan
kedalaman sepanjang 13 m " pada bagian luar sepanjang 8 m dilubang agar air
dari tanah resapan mudah masuk ke dalam casing pipa. Pada tiap-tiap sambungan
pipa harus diberi baut sekrup, panjang baut sekrup disesuaikan dengan ketebalan
pipa agar tidak menembus bagian dalam pipa.
Penempatan filter (screen) dipasang berdasarkan rekomendasi dari hasil well
logging.
5.

Pekerjaan Grouting & Pemasangan Gravel Pack jika dibutuhkan


Grouting (pemasangan spesi semen) pada bagian permukaan sampai kedalaman
50 m dibawah permukaan tanah, agar air permukaan tidak tersedot dan pada
bagian-bagian yang dianggap perlu, selebihnya dipasang gravel pack.

6.

Pekerjaan Pembersihan Lobang Sumur


Pembersihan lobang sumur dilakukan selama 24 jam dengan menggunakan
kompresor dengan tekanan udara 4 6 bar, agar sumur bersih dari kotoran.

7.

Pekerjaan Pumping Test


Pumping test dilaksanakan selama 48 jam. Dalam pelaksanaan pumping test,
kontraktor harus menggunakan mesin pompa sendiri / sewa dan bukan yang
akan dipasang dan diserahkan kepada pihak proyek.

8.

Pekerjaan Pemasangan selang output


Selang output merupakan