Anda di halaman 1dari 8

ANALISIS STRUKTUR ORGANISASI PERUSAHAAN PT.

TOYOTA
MOTOR MANUFACTURING INDONESIA

PT TOYOTA MOTOR MANUFACTURING INDONESIA adalah perusahaan


di bidang manufakturing motor. Perusahaan ini berbentuk PT (Perseroan
terbatas).
Perseroan Terbatas (PT), dulu disebut juga Naamloze Vennootschap (NV),
adalah suatu badan hukum untuk menjalankan usaha yang memiliki modal
terdiri dari saham-saham, yang pemiliknya memiliki bagian sebanyak saham
yang dimilikinya. Karena modalnya terdiri dari saham-saham yang dapat
diperjualbelikan, perubahan kepemilikan perusahaan dapat dilakukan tanpa
perlu membubarkan perusahaan.
Perseroan terbatas merupakan badan usaha dan besarnya modal perseroan
tercantum dalam anggaran dasar. Kekayaan perusahaan terpisah dari kekayaan
pribadi pemilik perusahaan sehingga memiliki harta kekayaan sendiri. Setiap
orang dapat memiliki lebih dari satu saham yang menjadi bukti pemilikan
perusahaan. Pemilik saham mempunyai tanggung jawab yang terbatas, yaitu
sebanyak saham yang dimiliki. Apabila utang perusahaan melebihi kekayaan
perusahaan, maka kelebihan utang tersebut tidak menjadi tanggung jawab para
pemegang saham. Apabila perusahaan mendapat keuntungan maka keuntungan
tersebut dibagikan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan. Pemilik saham
akan memperoleh bagian keuntungan yang disebut dividenyang besarnya
tergantung pada besar-kecilnya keuntungan yang diperoleh perseroan terbatas.

STRUKTUR ORGANISASI (PUBLIC RELATION) PT TOYOTA

sumber dokumen PT Toyota

STRUKTUR ORGANISASI PT TOYOTA

STRUKTUR ORGANISASI GENERAL AFFAIRS DIVISION

PENJELASAN
Struktur Public Relations PT. Toyota meliputi :
External Affairs Division : merupakan Public Relations secara
wide company Dalam External Affairs program kerja berhubungan
dengan CSR dan Communications secara wide publics.
General Affairs Division: merupakan Public Relations yang
berhubungan dengan masyarakat lokal (Community Relations) yang berada di
sekitar
pabrik dimana meliputi 5 kawasan yaitu: ring 1,dll.
Marketing
Planning Division : merupakan Public Relations
yang mengurusi mengenai customer relations secara keseluruhan.
External Affairs dan juga General Affairs masuk di kelola oleh
PT.TMMIN.
Sedangkan MPD ini di kelola oleh PT. Toyota Astra Motor.
EAD dan GAD berhubungan satu sama lainnya dan saling bekerja sama dalam
Holshin Company yang merupakan program dalam PT. Toyota. EAD dan GAD
merupakan saling terkait dimana EAD yang membuat Guide Line
bagi GAD dalam melakukan suatu program kerja/kegiatan dalam setiap
periode.
http://hardiantovaldi.blogspot.co.id/2012/12/analisis-struktur-organisasiperusahaan_27.html

Toyota Astra Motor


PT Toyota-Astra Motor atau biasa disingkat dengan TAM merupakan Agen
Tunggal Pemegang Merk (ATPM) Mobil Toyota dan Lexus di Indonesia. TAM
merupakan perusahaan joint venture antara PT. Astra International Tbk dengan
persentase saham 51% dan Toyota Motor Corporation, Jepang dengan
persentase saham 49 %.

Sejarah
PT Toyota-Astra Motor diresmikan pada tanggal 12 April 1971. Peranan TAM semula hanya
sebagai importir kendaraan Toyota, namun setahun kemudian sudah berfungsi sebagai
distributor. Pada tanggal 31 Desember 1989, TAM melakukan merger bersama tiga
perusahaan antara lain :

PT Multi Astra (pabrik perakitan, didirikan tahun 1973)

PT Toyota Mobilindo (pabrik komponen bodi, didirikan tahun 1976)

PT Toyota Engine Indonesia (pabrik mesin, didirikan tahun 1982)

Gabungan semuanya diberi nama PT Toyota-Astra Motor. Merger ini dilakukan guna
menyatukan langkah dan efisiensi dalam menjawab tuntutan akan kualitas serta menghadapi
ketatnya persaingan di dunia otomotif.
Selama lebih dari 30 tahun, PT. Toyota-Astra Motor telah memainkan peranan penting dalam
pengembangan industri otomotif di Indonesia serta membuka lapangan pekerjaan termasuk
dalam industri pendukungnya. PT. Toyota-Astra Motor telah memiliki pabrik produksi seperti
stamping, casting, engine dan assembly di area industri Sunter, Jakarta. Untuk meningkatkan
kualitas produk dan kemampuan produksi, pada tahun 1998 diresmikan pabrik di Karawang
yang menggunakan teknologi terbaru di Indonesia.
Sejak tanggal 15 Juli 2003, TAM direstrukturisasi menjadi 2 perusahaan,yaitu :

PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia disingkat TMMIN yang merupakan


perakit produk Toyota dan eksportir kendaraan dan suku cadang Toyota. Komposisi
kepemilikan saham di perusahaan ini adalah Astra International 5 % dan TMC
menjadi 95%

PT. Toyota-Astra Motor sebagai agen penjualan, importir dan distributor produk
Toyota di Indonesia. Komposisi kepemilikan saham di perusahaan ini adalah Astra
International 51 % sedangkan TMC 49%

Jaringan distribusi
Dalam mendukung penjualan dan layanan purna jual,TAM dibantu oleh 5 Dealer Utama yang
membawahi dealer-dealer yang tersebar di seluruh Indonesia. Hingga bulan Desember 2005

telah terdapat 181 outlet dan 101 bengkel resmi. Berikut ini kelima Dealer Utama yang dibagi
berdasarkan wilayah geografisnya :

Auto 2000 merupakan Dealer Utama Toyota di wilayah Jakarta, Jawa Barat, Jawa
Timur,Nusa Tenggara Timur,Bali,Kalimantan serta sebagian Sumatera

Nasmoco merupakan Dealer Utama Toyota di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta

PT Hadji Kalla merupakan Dealer Utama Toyota di wilayah Sulawesi Selatan,


Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah.

PT Hasjrat Abadi merupakan Dealer Utama Toyota di wilayah Sulawesi


Utara,Sulawesi Tengah,Gorontalo, Maluku,Ternate dan Papua

PT Agung Automall merupakan Dealer Utama Toyota di wilayah Bali, Riau,Jambi,


Bengkulu, Tanjungpinang dan Batam.

PT Dunia Barusa merupakan Dealer Utama Toyota di wilayah Aceh

PT Perintis Perkasa merupakan Dealer Utama Toyota di wilayah Medan

Produk yang dijual di Indonesia

Sedan = Starlet*, Yaris, Soluna*, Vios, Corona*, Corolla, Camry, Cressida*, Crown*,
Agya

Kendaraan Penumpang jenis SUV dan MPV = Fortuner, Rush, Kijang Innova,
Kijang*, Avanza, Hiace, Toyota Land Cruiser, Previa, RAV4, NAV1 (Noah), Alphard

Truk dan kendaraan Niaga = Dyna, Hilux, Kijang Pick up*

* sudah tidak diproduksi lagi

Struktur Organisasi

Presiden Direktur : Johnny Darmawan Danusasmita

Wakil Presiden Direktur : Hideyuki Imai

Direktur Marketing : Rahmat Samulo dan Yuji Takarada

Direktur Finansial : Samuel Manasseh dan Tomoo Takekawa

Milestone

1971 : PT Toyota-Astra Motor (TAM) resmi didirikan sebagai importir dan distributor
kendaraan Toyota di Indonesia

1973 : Didirikan pabrik perakitan PT Multi Astra

1976 : Mendirikan PT Toyota Mobilindo, pabrik komponen kendaraan niaga

1977 : Peluncuran Kijang generasi pertama

1982 : Peresmian Parts Center

1982 : Pabrik mesin PT Toyota Engine Indonesia mulai beroperasi

1987 : Ekspor perdana Kijang ke beberapa negara Asia-Pasifik

1989 : Peluncuran Kijang ke 200.000 & produksi Toyota ke-500.000

1995 : Kijang Lintas Nusa, Banda Aceh-Larantuka sekitar 6000 Km, memperingati
"Indonesia Emas" (50 tahun merdeka)

1996 : Peluncuran unit produksi Toyota ke 1.000.000

2000 : Peresmian pabrik mobil modern di Karawang

2003 : Produksi Kijang ke-1.000.000 unit dan Restrukturisasi TAM menjadi PT.
Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) dan TAM sebagai distributor

2004 : Peluncuran Toyota Avanza sebagai kendaraan hasil kolaborasi TAM-TMMIN


dan PT. Astra Daihatsu Motor

2007 : Menjadi ATPM Lexus di indonesia

Penghargaan

Superbrands Award dari Superbrands Organization pada tahun 2004 & 2005

Indonesia Best Brand Award dari majalah Swa dan Mars pada tahun 2001-2004

Golden Brand Award

Indonesias Most Admired Company (IMAC) pada tahun 2003 & 2005 dari majalah
BusinessWeek dan Frontier

Indonesian Customer Satisfaction Award untuk produk Kijang (tahun 2001-2005) dari
Majalah SWA dan Frontier

IMI Award dari IMI pada tahun 2004

Sebagian besar tulisan ini diambil dari situs resmi TAM