Anda di halaman 1dari 20

TUGAS ISBD !

PENGERTIAN ADAB DAN PERADABAN


PENGERTIAN ADAB DAN PERADABAN
Istilah peradaban dalam bahasa Inggris disebut Civilization. Istilah peradaban sering dipakai
untuk menunjukkan pendapat dan penilaian kita terhadap perkembangan kebudayaan. Pada
waktu perkembangan kebudayaan mencapai puncaknya berwujud unsur-unsur budaya yang
bersifat halus, indah, tinggi, sopan, luhur dan sebagainya, maka masyarakat pemilik
kebudayaan tersebut dikatakan telah memiliki peradaban yang tinggi.Dengan batasanbatasan pengertian di atas maka istilah peradaban sering dipakai untuk hasil-hasil
kebudayaan seperti: kesenian, ilmu pengetahuan dan teknologi, adat sopan santun serta
pergaulan. Selain itu juga kepandaian menulis, organisasi bernegara serta masyarakat kota
yang maju dan kompleks.
Huntington mendefinisikan peradaban sebagai the highest social grouping of people and the
broadest level of cultural identity people have short of that which distinguish humans from
other species.
Damono, 2001 menyatakan Adab berarti akhlak atau kesopanan dan kehalusan budi pekerti.
Fairchild, 1980:41, menyatakan peradaban adalah perkembangan kebudayaan yang telah
mencapai tingkat tertentu yang diperoleh manusia pendukungnya.
Kontjaranigrat (1990 : 182) menyatakan peradaban untuk menyebut bagian dan unsur
kebudayaan yang halus, maju, dan indah seperti misalnya kesenian, ilmu pengetahuan, adat
sopan santun pergaulan, kepandaian menulis, organisasi kenegaraan, kebudayaan yang
mempunyai system teknologi dan masyarakat kota yang maju dan kompleks.
Ibnu Khaldun (1332-1406 M) melihat peradaban sebagai organisasi sosial manusia,
kelanjutan dari proses tamaddun (semacam urbanisasi), lewat ashabiyah (group feeling),
merupakan keseluruhan kompleksitas produk pikiran kelompok manusia yang mengatasi
negara, ras, suku, atau agama, yang membedakannya dari yang lain, tetapi tidak monolitik
dengan sendirinya. Pendekatan terhadap peradaban bisa dilakukan dengan menggunakan
organisasi sosial, kebudayaan, cara berkehidupan yang sudah maju, termasuk system IPTEK
dan pemerintahannya.
Tinggi rendahnya peradaban suatu bangsa sangat dipengaruhi oleh faktor:
1. Pendidikan
2. Kemajuan teknologi dan Ilmu pengetahuan.
Wujud Peradaban Moral :
1. Nilai-nilai dalam masyarakat dalam hubungannya dengan kesusilaan.
2. Norma : aturan, ukuran, atau pedoman yang dipergunakan dalam menentukan sesuatu
benar atau salah, baik atau buruk.
3. Etika : nilai-nilai dan norma moral tentang apa yang baik dan buruk yang menjadi
pegangan dalam megatur tingkah laku manusia. Bisa juga diartikan sebagai etiket, sopan
santun.
4. Estetika : berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam keindahan,
mencakup kesatuan (unity), keselarasan (balance), dan kebalikan (contrast).

BAB 3
MANUSIA DAN PERADABAN
1. Pengertian Adab dan Peradaban
Peradaban berasal dari kata adab yang berarti kesopanan, kehormatan,

budi bahasa dan etiket. Peradaban adalah seluruh kehidupan sosial, politik,
ekonomi, dan ilmu teknik untuk kegunaan praktis.
Istilah peradaban juga digunakan untuk menyebut kebudayaan yang
mempunyai sistem teknologi, seni bangunan, seni rupa, system kenegaraan,
dan ilmu pengetahuan yang maju dan kompleks.
2. Pengertian Manusia sebagai Makhluk Beradab dan Masyarakat Adab
Manusia beradab karena dalam jiwanya dilengkapi dengan akal, nurani, dan
kehendak.
Akal berfungsi sebagai alat pikir dan sumber ilmu pengetahuan dan
teknologi.
Nurani berfungsi sebagai alat merasa, menentukan kata hati dan sumber
kesenian.
Kehendak berfungsi sebagai alat memutus, menentukan kebutuhan, dan
sumber kegunaan.
3. Evolusi Budaya dan Tahapan-Tahapan Kebudayaan
Menurut Munandar Sulaiman (1992 : 3-4), latar belakang terjadinya evolusi
budaya, yaitu:
Jarak komunikasi antar kelompok etnis
Pelaksanaan pembangunan
Kemajuan IPTEK
4. Dampak Evolusi Budaya
Evolusi (perubahan) budaya dapat berakibat positif, yaitu memperkaya nilainilai kehidupan yang sudah ada, mendorong kearah kemajuan dan
menyejahterakan kehidupan masyarakat. Selain itu, evolusi budaya juga
dapat berakibat negative, yaitu merusak nilai-nilai kehidupan yang sudah
ada, menghambat kemajuan, memperburuk sendi-sendi kehidupan, dan
merugikan masyarakat sehingga terjadi krisis kemasyarakatan.
5. Peradaban dan Perubahan Sosial
Perwujudan budaya dapat menekankan pada akal (rasio) saja atau
menekankan pada semua unsur akal, nurani, dan kehendak sebagai satu
kesatuan utuh. Dengan penekanan pada akal, muncul pernyataan ada
peradaban tinggi dan ada peradaban rendah karena diukur dengan tingkat
berpikir manusia.
Orang Barat yang mempunyai peradaban tinggi dengan teknologi canggih
belum tentu kebudayaannya tinggi jika semua itu hanya akan
membinasakan umat manusia.
6. Wujd-Wujud Peradaban (Nilai, Moral, Norma, Etika, dan Estetika)

Nilai
Menilai berarti mempertimbangkan untuk menentukan apakah sesuatu itu
bermanfaat atau tidak.
Moral
Moral adalah kebiasaan berbuat baik. Orang dikatakan bermoral apabila
dapat mewujudkan kodratnya untuk berbuat baik, jujur, dan adil dalam
tindakannya.
Norma
Norma adalah suatu aturan yang berlaku, bersifat mengikat, dan diperlukan
dalam menuntun sikap dan tingkah laku manusia. Terdapat berbagai macam
norma, diantaranya norma agama, norma kesusilaan, norma sopan santun,
dan norma hukum (paling kuat keberlakuannya).
Etika
Istilah etika berasal dari bahasa Yunani kuno, yaitu ethos yang berarti adat
kebiasaan atau akhlak yang baik. Etika adalah ilmu tentang kebiasaan
perilaku yang baik.
Estetika
Estetika adalah ilmu yang menelaah dan membahas aspek-aspek keindahan
sesuatu, yaitu mengenai rasa, sifat, norma, cara menanggapi, dan cara
membandingkannya dengan menggunakan penilaian perasaan.
7. Tradisi, Modernisasi, dan Masyarakat Madani
Tradisi adalah suatu kebiasaan, suatu kepercayaan yang sudah mendarah
daging pada suatu masyarakat, yang jika tidak dilaksanakan akan
mengakibatkan suatu kejelekan.
Proses modernisasi mencakup proses yang sangat luas. Kadang-kadang
batasnya tidak dapat ditetapkan secara mutlak. Mungkin disuatu daerah
tertentu, modernisasi mencakup pemberantasan buta huruf, namun bisa
berarti berbeda di daerah lain.
8. Ketenangan, Kenyamanan, Ketentraman, dan Kedamaian sebagai Makna
Hakiki Manusia yang Beradab
Dalam kehidupan manusia disadari bahwa sesuatu yang baik, indah, dan
berguna akan menciptakan kesenangan, kebahagiaan, dan kedamaian bagi
semua orang.
9. Peradaban dan Problematikanya bagi Kehidupan Manusia
9.1 Kemajuan media komunikasi bagi adab dan peradaban manusia
Manusia memiliki kehidupan yang bersifat material dan spiritual. Oleh karena
itu, manusia selalu berusaha dan berharap bisa merasakan kenyamanan
kehidupan material dan spiritualnya.
9.2 Kemajuan IPTEK bagi adab dan peradaban manusia

Dengan majunya IPTEK, pola pikir manusia juga lebih maju dan hal ini harus
diimbangi dengan
adab atau peradaban yang baik agar tidak menimbulkan dampak negatif.
10. Pertumbuhan dan Perkembangan Demogfari terhadap Adab dan
Peradaban Manusia
Demografi adalah studi ilmiah yang menyangkut masalah kependudukan.
Demografi mempelajari jumlah, persebaran territorial, dan komposisi
penduduk serta perubahan-perubahannya dan sebab-sebab perubahan itu,
yang biasanya muncul karena natalitas (kelahiran), mortalitas (kematian),
gerak teritorial (migrasi), dan mobilitas sosial (pergerakan penduduk, namun
penduduk tersebut tidak berniat untuk menetap di daerah tujuan).
ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR (ISBD)
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Konsep
peradaban
adalah
perkembangan
kebudayaan yang
telah mencapai tingkat tertentuyang tercermin dalam tingkat intelektual,
keindahan, teknologi, spiritual yang terlihat pada masyarakatnya.Dinamika
peradaban manusia dalam sejarahnya selalu tumbuh dan berkembang
secara dinamis sejalan dengan perubahan-perubahan yang terjadi dalam
setiap sejarah kehidupan manusia itu sendiri. Sebagai makhluk yang terus
mencari dan menyempurnakan dirinya, manusia senantiasa berusaha dan
berjuang memenuhi kebutuhan hidupnya untuk tetap eksis dan survive di
tengah kebersamaannya di tengah manusia lainnya.
Manusia dalam kehidupannya mempunyai 3 fungsi, yaitu:
1.
Sebagai makhluk Tuhan,
2.
Sebagaimakhlukindividu,
3.
Sebagaimakhluk social budaya
Peradaban (civilization), biasanya dipakai untuk bagan-bagan dan unsurunsur yang halus dan indah seperti kesenian, ilmu pengetahuan,
serta sopan santun dan sistem pergaulan yang kompleks dalam suatu
masyarakat dengan struktur yang kompleks.Peradaban sering pula dipakai
untuk menyebutkan suatu kebudayaan.Peradaban hanya menekankan pada
unsure tertentu, mungkin masuk akal (tingkat berpikir) mungkin masuk
unsure nurani.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas maka dirumuskan permasalahan sebagai
berikut:

1.

Apa pengertian adab dan peradaban dan faktor yang mempengaruhi


peradaban bangsa serta wujud-wujud peradaban?
2.
Apa pengertian masyarakat madani?
3.
Bagaimana ciri-ciri masyarakat madani?
4.
Bagaimana tradisi bangsa di tengah era modernisasi?
5.
Bagaimana problematika peradaban dalam kehidupan manusia?
1.3 Tujuan Penulisan Makalah
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini yaitu:
1.
Untuk mengetahui pengertian adab dan peradaban serta faktor-faktor
yang mempengaruhi peradaban bangsa serta wujud-wujudnya.
2.
Untuk mengetahui pengertian masyarakat madani.
3.
Untuk mengetahui ciri-ciri masyarakat madani.
4.
Untuk mengetahui tradisi bangsa di era modernisasi.
5.
Untuk mengetahui problematika peradaban dalam kehidupan manusia.
1.4 Manfaat
Adapun manfaat dari penulisan makalah ini yaitu dapat menambah
wawasan mahasiswa tentang adab dan peradaban, masyarakat madani,
tradisi dan modernisasi, serta problematika peradaban yang berada dalam
kehidupan manusia.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1

Pengertian Adab Dan Peradaban


Istilah peradaban dalam bahasa Inggris disebut Civilization. Istilah
peradaban sering dipakai untuk menunjukkan pendapat dan penilaian kita
terhadap
perkembangan
kebudayaan.Pada
waktu
perkembangan
kebudayaan mencapai puncaknya berwujud unsur-unsur budaya yang
bersifat halus, indah, tinggi, sopan, luhur dan sebagainya, maka masyarakat
pemilik kebudayaan tersebut dikatakan telah memiliki peradaban yang
tinggi.
Dengan batasan-batasan pengertian di atas maka istilah peradaban
sering dipakai untuk hasil-hasil kebudayaan seperti: kesenian, ilmu
pengetahuan dan teknologi, adat sopan santun serta pergaulan. Selain itu
juga kepandaian menulis, organisasi bernegara serta masyarakat kota yang
maju dan kompleks.
Adab adalah kata asal dari peradaban yang artinya akhlak,
kesopanan, moral, dan kehalusan budi, budi luhur, manusia beradap yaitu
manusia yang memiliki akhlak yang mulia yang berbudi pekerti luhur,
memiliki moral yang tinggi dan kebalikannya adalah manusia yang biadab.
Manusia yang tidak bermoral, kejam keji berperilaku kasar dan tidak berbudi
pekerti, jahat. beradab adalah merupakan konsep-konsep norma-norma
tertentu berupa perilaku wajar, diterima oleh masyarakat luas, yang
dibutuhkan tata kehidupan yang aman tentram dan damai.
Pemaksaan norma kepada bangsa lain, yang akhirnya berangsur-angsur
berubah, meskipun pemaksaan semacam ini masih tetap ada tetapi sangat
kecil dan halus. Beberapa pendapat tentang pengertian peradaban antara
lain:
Huntington mendefinisikan peradaban sebagai the highest social
grouping of people and the broadest level of cultural identity people have
short of that which distinguish humans from other species.
Damono, 2001 menyatakan Adab berarti akhlak atau kesopanan dan
kehalusan budi pekerti.
Fairchild, 1980:41, menyatakan peradaban adalah perkembangan
kebudayaan yang telah mencapai tingkat tertentu yang diperoleh manusia
pendukungnya.
Kontjaranigrat (1990 : 182) menyatakan peradaban untuk menyebut
bagian dan unsur kebudayaan yang halus, maju, dan indah seperti misalnya
kesenian, ilmu pengetahuan, adat sopan santun pergaulan, kepandaian
menulis, organisasi kenegaraan, kebudayaan yang mempunyai system
teknologi dan masyarakat kota yang maju dan kompleks.

Ibnu Khaldun (1332-1406 M) melihat peradaban sebagai organisasi


sosial manusia, kelanjutan dari proses tamaddun (semacam urbanisasi),
lewat ashabiyah (group feeling), merupakan keseluruhan kompleksitas
produk pikiran kelompok manusia yang mengatasi negara, ras, suku, atau
agama, yang membedakannya dari yang lain, tetapi tidak monolitik dengan
sendirinya. Pendekatan terhadap peradaban bisa dilakukan dengan
menggunakan organisasi sosial, kebudayaan, cara berkehidupan yang sudah
maju, termasuk system IPTEK dan pemerintahannya.

Pengertian Manusia sebagai Makhluk Beradab dan Masyarakat Adab


Manusia memiliki beberapa sifat hakekat kodrati, yaitu sebagai makhluk
berfikir, social (bermasyarakat), susila, indah dan agamis, sebagai dari
bagian dari unsure-unsur adab.Oleh karena itu manusia boleh dikatakan
sebagai manusia beradab (memiliki adab). Manusia sebagai makhluk
beradab, maka manusia tidak akan lepas dari unsure-unsur yang baik, yang
berupa budi pekerti luhur, sebagai cirri-ciri makhuk beradab. Kualits
keberadaban masing-masing bangsa memiliki keaneka ragaman yang
berbeda tergantung pada situasi dan kondisi, serta kemajuan berfikir
masing-masing bangsaitu sendiri
Masyarakat adab adalah masyarakat berpendidikan tinggi, sopan dan
bebudi pekerti luhur, berakhlak dan berkesopanan serta memilikirasa
toleransi, tepo seliro yang tinggi.Kita semua menganggap masyarakat kita
beradab, namun kita juga harus menerima kenyataan bahwa masyarakat
kita masih banyak yang arogan dan anarkhis. Masyarakat adab (civil society)
suatu kombinasi yang ideal antarakepentingan pribadi dan kepentingan
umum yang memperjuangkan penguatan posisi masyarakat terhadap
Negara
Evolusi Peradaban dan Tahapan-Tahapannya
Akhlak, kesopanan dan budi pekerti menentukan tingkatan beradab atau
tidaknya manusia.Kita menganggap masyarakatkita beradab sesuai dengan
budaya timur.Tapi apakah budaya barat menganggap masyarakat kita sudah
beradab?Belum tentu, karena susdut pandang masyarakat barat yang
berbeda dengan kita.
Peradaban juga berarti tahapan yang tinggi pada skala evolusi
budaya.Mengau pada perbedaan manusia yang beradab terhadap manusia
yang biadab.Masyarakat yang kurang beradab cirri-ciri utama melekat pada
perbedaan tingkat intelektual, perasaan keindahan, penguasaan teknologi
dan tingkat spiritual yang dimilikinya. Berdasarkan raian tersebut diatas
antara evolusi budaya dan peradaban, merupakan jalur yang sejalan yang
dilalui oleh proses perkembangan budaya masyarakat yang bersangkutan.
Empat tahapan dalam evolusi budaya dalam kehidupan yaitu:
1.
Tahapan I, tahapan peradaban meramu dan berburu (gathering and
hunting).
2.
Tahapan II, peradaban pertanian dan peternakan.

3.
4.

Tahapan III, tahap peradaban industri.


Tahapan IV, tahap peradaban informasi.
Sedangkan untuk Indonesia masih pada taraf peradaban pertanian,
berarti masih dalam tahapan pertama dan masih budaya konsumtif belum
produktif, duduk dengan santai dengan kondisi tangan dibawah, belum suka
bekerja keras dalam gayahidup mewah.
2.1.1 Tinggi rendahnya peradaban suatu bangsa sangat dipengaruhi
oleh faktor:
1. Pendidikan
2. Kemajuan teknologi dan Ilmu pengetahuan
2.1.2 Wujud Peradaban
Menurut Benedict Anderson: Komunitas-komunitas yang imagined
adalah nasionalisme, karena meski sesama warga negara tidak bertemu,
mereka merasa dalam satu kesatuan kebangsaan, maka peradapan dapat
berarti, masyarakat yang merasa sebagai bagian dari suatu kesatuan
peradapan.
Peradaban dapat berwujud sebagai berikut:
Wujud Peradaban Moral :
Moral adalah nilai-nilai dalam masyarakat dalam hubungannya dengan
moral atau kesusilaan dan kesopanan/akhlak.
1. Nilai-nilai dalam masyarakat dalam hubungannya dengan kesusilaan.
2. Norma : aturan, ukuran, atau pedoman yang dipergunakan dalam
menentukan sesuatu benar atau salah, baik atau buruk.
3. Etika : nilai-nilai dan norma moral tentang apa yang baik dan buruk yang
menjadi pegangan dalam megatur tingkah laku manusia. Bisa juga diartikan
sebagai etiket, sopan santun.
4. Estetika : berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam
keindahan, mencakup kesatuan (unity), keselarasan (balance), dan kebalikan
(contrast).
Wujud Peradaban Norma :
Norma merupakan aturan ukuran, atau pedoman yang digunakan dalam
menentukan sesuatu baik atau buruk,betul atau salah.norma, ada beberapa
jenis, diantaranya :
1.
Norma masyarakat
2.
Norma hukum
3.
Norma agama dan lain sebagainya.
2.2

Pengertian Masyarakat Madani


Istilah masyarakat madani dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah
civil society pertama kali dikemukan oleh Cicero dalam filsafat politiknya
dengan istilah societies civilis yang identik dengan negara. Dalam
perkembangannya istilah civil society dipahami sebagai organisasi-organisasi

a.
b.

c.
d.
e.

masyarakat yang terutama bercirikan kesukarelaan dan kemandirian yang


tinggi berhadapan dengan negara serta keterikatan dengan nilai-nilai atau
norma hukum yang dipatuhi masyarakat.
Masyarakat madani adalah masyarakat yang berbudaya, maju dan
modern, setiap warganya menyadari dan mengetahui hak-hak dan
kewajibannya terhadap negara, bangsa dan agama serta terhadap sesama,
dan menjunjung tinggi hak-hak asasi manusia. Pengertian masyarakat
madani sudah diperbincangkan sejak tahun 1990-an di kalangan kaum
intelektual. Istilah masyarakat madani adalah terjemahan dari kata civil
society, seperti masyarakat sipil, masyarakat kewargaan, dan masyarakat
warga.
Dalam pengertian masyarakat madani ditandai dengan adanya identitas
yang dimiliki bersama sehingga hak dan tanggung jawab warga negara
diberikan secara proporsional dan seimbang.Ciri masyarakat madani lainnya
adalah adanya perlindungan hak-hak warga negara dalam pengertian luas
mencakup aspek politik, ekonomi, sosial budaya, hukum dan lain
sebagainya. Adanya perlindungan hak-hak warga negara dari penguasa dan
pemerintah pada akhirnya akan melahirkan kepercayaan dan keamanan di
tengah-tengah masyarakat. Hal ini merupakan modal yang sangat penting
bagi terwujudnya sebuah kehidupan yang harmonis dan damai.
Masyarakat madani adalah konsep yang cair yang dibentuk dari poses
sejarah yang panjang dan perjuangan yang terus menerus. Bila kita kaji,
masyarakat di negara-negara maju yang sudah dapat dikatakan sebagai
masyarakat madani, maka ada beberapa prasyarat yang harus dipenuhi
untuk menjadi masyarakat madani, yakni adanya democratic governance
(pemerinthana demokratis yang dipilih dan berkuasa secara demokratis dan
democratic civilian (masyarakat sipil yang sanggup menjunjung nilai-nilai
civil security, civil responsibility dan civil resilience). Apabila diurai, dua
kriteria tersebut menjadi tujuh prasyarat masyarakat madani yang tanpa
prasyarat berikut maka masyarakat madani hanya akan berhenti pada
jargon, prasyarat tersebut adalah sebagai berikut:
Terpenuhinya kebutuhan dasar individu, keluarga, dan kelompok dalam
masyarakat.
Berkembangnya modal manusia (human capital) dan modal sosial (socail
capital) yang kondusif bagi terbentuknya kemampuan melaksanakan tugastugas kehidupan dan terjalinya kepercayaan dan relasi sosial antar
kelompok.
Tidak adanya diskriminasi dalam berbagai bidang pembangunan; dengan
kata lain terbukanya akses terhadap berbagai pelayanan sosial.
Adanya hak, kemampuan dan kesempatan bagi masyarakat dan lembagalembaga swadaya untuk terlibat dalam berbagai forum dimana isu-isu
kepentingan bersama dan kebijakan publik dapat dikembangkan.
Adanya kohesifitas antar kelompok dalam masyarakat serta tumbuhnya
sikap saling menghargai perbedaan antar budaya dan kepercayaan.

f.
g.

1.

2.

3.

Terselenggaranya sistem pemerintahan yang memungkinkan lembagalembaga ekonomi, hukum, dan sosial berjalan secara produktif dan
berkeadilan social.
Adanya jaminan, kepastian dan kepercayaan antara jaringan-jaringan
kemasyarakatan yang memungkinkan terjalinnya hubungan dan komunikasi
antar mereka secara teratur, terbuka dan terpercaya.
Tanpa prasyarat diatas maka masyarakat madani akan terjerumus pada
masyarakat sipilisme yang sempit yang tidak ubahnya dengan faham
militerisme yang anti demokrasi dan sering melanggar hak azasi manusia.
Dengan kata lain, ada beberapa rambu-rambu yang perlu diwaspadai dalam
proses mewujudkan masyarakat madani (lihat DuBois dan Milley, 1992).
Rambu-rambu tersebut dapat menjadi jebakan yang menggiring masyarakat
menjadi sebuah entitas yang bertolak belakang dengan semangat negarabangsa:
Sentralisme versus lokalisme
Masyarakat pada mulanya ingin mengganti prototipe pemerintahan yang
sentralisme dengan desentralisme. Namun yang terjadi kemudian malah
terjebak ke dalam faham lokalisme yang mengagungkan mitos-mitos
kedaerahan tanpa memperhatikan prinsip nasionalisme, meritokrasi dan
keadilan sosial.
Pluralisme versus rasisme
Pluralisme menunjuk pada saling penghormatan antara berbagai
kelompok dalam masyarakat dan penghormatan kaum mayoritas terhadap
minoritas dan sebaliknya, yang memungkinkan mereka mengekspresikan
kebudayaan mereka tanpa prasangka dan permusuhan.Ketimbang berupaya
untuk mengeliminasi karakter etnis, pluralisme budaya berjuang untuk
memelihara
integritas
budaya.Pluralisme
menghindari
penyeragaman.Karena, seperti kata Kleden (2000:5), penyeragaman
adalah kekerasan terhadap perbedaan, pemerkosaan terhadap bakat dan
terhadap potensi manusia".
Sebaliknya, rasisme merupakan sebuah ideologi yang membenarkan
dominasi satu kelompok ras tertentu terhadap kelompok lainnya.Rasisme
sering diberi legitimasi oleh suatu klaim bahwa suatu ras minoritas secara
genetik dan budaya lebih inferior dari ras yang dominan. Diskriminasi ras
memiliki tiga tingkatan: individual, organisasional, dan struktural. Pada
tingkat individu,
diskriminasi
ras
berwujud
sikap
dan
perilaku
prasangka.Pada tingkat organisasi, diskriminasi ras terlihat manakala
kebijakan, aturan dan perundang-undangan hanya menguntungkan
kelompok tertentu saja.Secara struktural, diskriminasi ras dapat dilacak
manakala satu lembaga sosial memberikan pembatasan-pembatasan dan
larangan-larangan terhadap lembaga lainnya.
Elitisme dan communalisme
Elitisme merujuk pada pemujaan yang berlebihan terhadap strata atau
kelas sosial berdasarkan kekayaan, kekuasaan dan prestise. Seseorang atau

sekelompok orang yang memiliki kelas sosial tinggi kemudian dianggap


berhak menentukan potensi-potensi orang lain dalam menjangkau sumbersumber atau mencapai kesempatan-kesempatan yang ada dalam
masyarakat. Sementara itu komunalisme adalah perasaan superioritas yang
berlebihan terhadap kelompoknya sendiri dan memandang kelompok lain
sebagai lawan yang harus diwaspadai dan kalau perlu dibinasakan.
2.3
Ciri-Ciri Masyarakat Madani
Hakekat
manusia
mempunyai
kesamaan
yang
berupa
kemanusiaannya. Kesamaan
manusia
memungkinkan
tumbuhnya
peradaban. Manusia dapat hidup karena mempertahankan eksistensinya
sebagai
mahkluk beradab dan bahkan berkembang membangun
kehidupannya kearah yang lebih tinggi berkat kerja sama dengan manusia
lain. Manusia tidak lepas dengan masyarakatnya ,karena dengan
masyarakatnya akan manusia itu kearah yang lebih beradap.Agar manusia
dapat berperan dan mempunyai pengetahuan yang sama dan adanya
keterjalinan antara unsur unsur universal dan unsur unsur alternatif, yang
berinteraksi satu dengan lainnya sehingga peradapan dapat berkembang
dan selalu eksis. Disini diperlukan pula pengembangan identitas seseorang
dalam lingkungan dan kebudayaannya.Manusia yang kehilangan identitas
tidak mungkin dapat mengembangkan kemampuannya untuk memperkaya
kebudayaannya. Dalam masyarakat Madani ada 2 komponen yang
berkembang yaitu : individu sebagai pelaku dan masyarakat dan kedua
pranata sosial yang menampung nilai nilai budaya yang akan mengatur
tercapainya tujuan bersama.
Terciptanya masyarakat madani dalam rangka kelangsungan hidup
masyarakat,yang terdiri adanya hubungan antara individu dan negara yang
secara adil dan beradab, dengan tatanan sosial yang egalitarian yang
menentang di segala librium dan ketimpangan sosial.
Bangsa Indonesia berusaha untuk mencari bentuk masyarakat madani
yang pada dasarnya adalah masyarakat sipil yang demokrasi dan
agamis/religius. Dalam kaitannya pembentukan masyarakat madani di
Indonesia, maka warga negara Indonesia perlu dikembangkan untuk menjadi
warga negara yang cerdas, demokratis, dan religius dengan bercirikan imtak,
kritis argumentatif, dan kreatif, berfikir dan berperasaan secara jernih sesuai
dengan aturan, menerima semangat Bhineka Tunggal Ika, berorganisasi
secara sadar dan bertanggung jawab, memilih calon pemimpin secara jujur
dan adil, menyikapi mass media secara kritis dan objektif, berani tampil dan
kemasyarakatan secara profesionalis, berani dan mampu menjadi saksi,
memiliki pengertian kesejagatan, mampu dan mau silih asah-asih-asuh
antara sejawat, memahami daerah Indonesia saat ini, mengenal cita-cita
Indonesia di masa mendatang dan sebagainya.
Karakteristik masyarakat madani adalah sebagai berikut :
Free public sphere (ruang publik yang bebas), yaitu masyarakat
memiliki akses penuh terhadap setiap kegiatan publik, mereka berhak

melakukan kegiatan secara merdeka dalam menyampaikan pendapat,


berserikat, berkumpul, serta mempublikasikan informasikan kepada publik.
Demokratisasi, yaitu proses untuk menerapkan prinsip-prinsip

demokrasi sehingga muwujudkan masyarakat yang demokratis. Untuk


menumbuhkan demokratisasi dibutuhkan kesiapan anggota masyarakat
berupa kesadaran pribadi, kesetaraan, dan kemandirian serta kemampuan
untuk berperilaku demokratis kepada orang lain dan menerima perlakuan
demokratis dari orang lain. Demokratisasi dapat terwujud melalui
penegakkan pilar-pilar demokrasi yang meliputi :
Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)
Pers yang bebas
Supremasi hukum
Perguruan Tinggi
Partai politik
Toleransi, yaitu kesediaan individu untuk menerima pandanganpandangan politik dan sikap sosial yang berbeda dalam masyarakat, sikap
saling menghargai dan menghormati pendapat serta aktivitas yang
dilakukan oleh orang/kelompok lain.
Pluralisme, yaitu sikap mengakui dan menerima kenyataan mayarakat
yang majemuk disertai dengan sikap tulus, bahwa kemajemukan sebagai
nilai positif dan merupakan rahmat dari Tuhan Yang Maha Kuasa.
Keadilan sosial (social justice), yaitu keseimbangan dan pembagian
yang proporsiaonal antara hak dan kewajiban, serta tanggung jawab individu
terhadap lingkungannya.
Partisipasi sosial, yaitu partisipasi masyarakat yang benar-benar
bersih dari rekayasa, intimidasi, ataupun intervensi penguasa/pihak lain,
sehingga masyarakat memiliki kedewasaan dan kemandirian berpolitik yang
bertanggungjawab.
Supremasi hukum, yaitu upaya untuk memberikan jaminan

v
v
v
v
v
v

terciptanya keadilan. Keadilan harus diposisikan secara netral, artinya setiap


orang memiliki kedudukan dan perlakuan hukum yang sama tanpa kecuali.
Adapun yang masih menjadi kendala dalam mewujudkan masyarakat
madani di Indonesia diantaranya :
Kualitas SDM yang belum memadai karena pendidikan yang belum merata
Masih rendahnya pendidikan politik masyarakat
Kondisi ekonomi nasional yang belum stabil pasca krisis moneter
Tingginya angkatan kerja yang belum terserap karena lapangan kerja yang
terbatas
Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak dalam jumlah yang besar
Kondisi sosial politik yang belum pulih pasca reformasi

v
v
v
v
v
v
v

Oleh karena itu dalam menghadapi perkembangan dan perubahan jaman,


pemberdayaan civil society perlu ditekankan, antara lain melalui peranannya
sebagai berikut :
1.
Sebagai pengembangan masyarakat melalui upaya peningkatan
pendapatan dan pendidikan
2.
Sebagai advokasi bagi masyarakt yang teraniaya, tidak berdaya
membela hak-hak dan kepentingan mereka (masyarakat yang terkena
pengangguran, kelompok buruh yang digaji atau di PHK secara sepihak dan
lain-lain)
3.
Sebagai kontrol terhadap negara
4.
Menjadi kelompok kepentingan (interest group) atau kelompok
penekan (pressure group)
5.
Masyarakat madani pada dasarnya merupakan suatu ruang yang
terletak antara negara di satu pihak dan masyarakat di pihak lain. Dalam
ruang lingkup tersebut terdapat sosialisasi warga masyarakat yang bersifat
sukarela dan terbangun dari sebuah jaringan hubungan di antara assosiasi
tersebut, misalnya berupa perjanjian, koperasi, kalangan bisnis, Rukun
Warga, Rukun Tetangga, dan bentuk organisasi-organsasi lainnya.
Menurut Bahmueller (1997), ada beberapa karakteristik masyarakat
madani, diantaranya:
Terintegrasinya individu-individu dan kelompok-kelompok ekslusif kedalam
masyarakat melalui kontrak sosial dan aliansi sosial.
Menyebarnya
kekuasaan
sehingga
kepentingan-kepentingan
yang
mendominasi dalam masyarakat dapat dikurangi oleh kekuatan-kekuatan
alternatif.
Dilengkapinya program-program pembangunan yang didominasi oleh negara
dengan program-program pembangunan yang berbasis masyarakat.
Terjembataninya kepentingan-kepentingan individu dan negara karena
keanggotaan organisasi-organisasi volunter mampu memberikan masukanmasukan terhadap keputusan-keputusan pemerintah.
Tumbuh kembangnya kreatifitas yang pada mulanya terhambat oleh rejimrejim totaliter.
Meluasnya kesetiaan (loyalty) dan kepercayaan (trust) sehingga individuindividu
mengakui keterkaitannya dengan orang lain dan tidak
mementingkan diri sendiri.
Adanya pembebasan masyarakat melalui kegiatan lembaga-lembaga sosial
dengan berbagai ragam perspektif.
Dari beberapa ciri tersebut, kiranya dapat dikatakan bahwa masyarakat
madani adalah sebuah masyarakat demokratis dimana para anggotanya
menyadari akan hak-hak dan kewajibannya dalam menyuarakan pendapat
dan mewujudkan kepentingan-kepentingannya, dimana pemerintahannya
memberikan peluang yang seluas-luasnya bagi kreatifitas warga negara

untuk mewujudkan program-program pembangunan di wilayahnya. Namun


demikian, masyarakat madani bukanlah masyarakat yang sekali jadi, yang
hampa udara, taken for granted.
2.4

Tradisi Bangsa Di Tengah Era Modernisasi


Pepatah yang mengatakan bahwa orang lain tidak dapat mengetahui
perasaan kita ternyata tidak selamanya benar. bertahun-tahun yang lalu
mungkin dapat dikatakan tidak ada yang dapat membaca isi hati kita, secara
teoritis. namun dengan hadirnya bermacam-macam produk teknologi
informasi, sangat terlihat secara jelas pergeseran peradaban manusia.
dengan adanya produk-produk teknologi informasi seperti gadget membuat
semua orang dengan mudah untuk mendapat informasi dan dengan waktu
yang relatif cepat. sehingga semakin jelas pula kemungkinan antar individu
atau kelompok untuk saling mengirim dan menerima informasi.
Jejaring sosial, atau lebih populer dikenal dengan social network yang
saat ini sedang menjadi trendig topic atau topik yang sedang nge-tren baik
dikalangan orang dewasa, orang tua, bahkan anak-anak pun telah menjadi
sebuah kebutuhan penting.dan memang hal ini adalah suatu bentuk akibat
dari sebuah sebab. dan kini pun anak-anak lebih mengenal mainan
bernama facebook, twitter dan juga istilah-istilah download, upload, dll.
sangat jauh berbeda dengan era 90-an, dimana mainan tradisional dan
tembang-tembang dolanan lebih
digemari
daripada
mainan
modern
seperti hp, game online, dll.
Konsep modernisasi jauh berbeda dengan konsep tradisional.misalnya
pada alat-alat modern yang lebih dipentingkan adalah konsep cepat (instan)
dan mudah. jika sampai kita terbiasa dengan pola instan dan mudah, maka
akan sulit bagi untuk menikmati sebuah proses dan lebih sulit juga
menghadapi kesulitan. sedangkan, pada konsep tradisional yang lebih
dipentingkan adalah proses, dan kesederhanaan. sehingga jika sampai kita
tanamkan nilai-nilai dalam konsep tradisional maka kita akan lebih nyaman
dalam menjalankan sebuah proses, dan tentunya lebih sederhana dalam
menyelesaikan sebuah kesulitan.
Lantas siapakah yang harus berperan dalam menyikapi pergeseran
kebudayaan yang sangat nyata ini.kekuatan pemerintah dan aktivis-aktivis
budaya dalam pelestarian kebudayaan tradisional juga seperti kalah dengan
segala macam produk kebudayaan modern yang lebih menggiurkan jika
dibanding
dengan
kebudayaan
tradisional
yang
katanya
terkesan jadul. orang tua pun lebih banyak yang terseret arus modernisasi
dengan dalih tak mau kalah dengan yang muda. dan golongan remaja juga
lebih gemar menikmati masa mudanya dalam arus deras modernisasi.
bahkan yang lebih mengesankan, anak-anak balita pun diajarkan oleh untuk
mulai menggunakan produk-produk modernisasi. sehingga dari kecil mereka
dididik untuk menggunakan yang lebih modern yang notabene lebih instan.

1.
2.

jika sejak dini sudah ditanamkan pola hidup (lifestyle) yang sedemikian,
maka tinggal menunggu apa yang akan terjadi nantinya.
Tradisi merupakan gambaran sikap dan perilaku manusia yang telah
berproses dalam waktu lama dan dilaksanakan secara turun-temurun dari
nenek moyang karena adanya penilaian bahwa cara-cara yang telah ada
merupakan cara yang paling baik dan benar.Tradisi dipengaruhi oleh
kecenderungan untuk berbuat sesuatu dan mengulang sesuatu sehingga
menjadi kebiasaan.
Pengertian tradisi menurut DenHann adalah suatu perilaku peradapan
yang menyangkut seluruh kehidupan social,politik ekonomi dan teknik serta
ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan kegunaan praktis,berperilaku
secara tturun temurun yang diikat oleh adanya hokum (norma) adat selalu
dipertahankan.Folkways menjelaskan tradisi menurut pengertian adap
adalah kebiasaan atau norma kesopanan dan hukum.
Contoh :
Orang muda lebih sopan berbicara dengan orang tua menunduk kepalanya
Perilaku gotong royong,kuat karena masyarakat basis ekonominya agraris

1.
2.

Anak muda menguasai lagu lagu daerah


Semboyan biar lambat asal selamat,berakibat kurang bekerja keras
Pengabdian yang berdasar kultus individu.
Modernisasi yaitu suatu bentuk upaya untuk mengubah masyarakat dan
kebudayaannya menuju masyarakat budaya baru ,dari masyarakat
tradisional.Proses perubahan ini sejalan dengan tehnologi dan ilmu
pengetahuan .Modernisasi juga diartikan sebagai perubahan-perubahan
masyarakat yang bergerak dari keadaan yang tradisional atau dari
masyarakat pra modern menuju kepada suatu masyarakat yang
modern.Pengertian modernisasi berdasar pendapat para ahli adalah sebagai
berikut.
Widjojo Nitisastro, modernisasi adalah suatu transformasi total dari
kehidupan bersama yang tradisional atau pramodern dalam arti teknologi
serta organisasi sosial, ke arah pola-pola ekonomis dan politis.
Soerjono Soekanto, modernisasi adalah suatu bentuk dari perubahan

sosial yang terarah yang didasarkan pada suatu perencanaan yang biasanya
dinamakan social planning (dalam buku Sosiologi: suatu pengantar).
Dengan dasar pengertian di atas maka secara garis besar istilah modern
mencakup pengertian sebagai berikut.
1.
Modern berarti berkemajuan yang rasional dalam segala bidang dan
meningkatnya tarat penghidupan masyarakat secara menyeluruh dan
merata.
2.
Modern berarti berkemanusiaan dan tinggi nilai peradabannya dalam
pergaulan hidup dalam masyarakat.

1.
2.
3.
4.
5.
6.

2.5

SoerjonoSoekanto mengemukakan bahwa sebuah modernisasi memiliki


syarat-syarat tertentu, yaitu sebagai berikut :
Cara berpikir yang ilmiah yang berlembaga dalam kelas penguasa
ataupun masyarakat.
Sistem administrasi negara yang baik, yang benar-benar mewujudkan
birokrasi.
Adanya sistem pengumpulan data yang baik dan teratur yang terpusat
pada suatu lembaga atau badan tertentu.
Penciptaan iklim yang menyenangkan dan masyarakat terhadap
modernisasi dengan cara penggunaan alat-alat komunikasi massa.
Tingkat organisasi yang tinggi yang di satu pihak berarti disiplin,
sedangkan di lain pihak berarti pengurangan kemerdekaan.
Sentralisasi wewenang dalam pelaksanaan perencanaan sosial.
Menurut
Gyril
Black
modernisasi
tidak
terletak
pada
watakmasysrakat,tetapi pada watak perorangandan di tandai oleh tumbuh
dan berkembangnya ilmu pengetahuan dengan baik,serta pemahaman
manusia terhadap rahasia alam yang di aplikasikan dalam berbagai kegiatan
manusia.
Ciri ciri manusia modern :
1.
Bersedia menerima gangguan baru
2.
Terlibat dalam perencanaan dan organisasi moral
3.
Mampu meyakini kemampuan manusia,memperhitungkan keadaan
4.
Sadar akan harga diri dan harga diri orang lain
5.
Percaya diri pada ilmu pengetahuan dan tehnologi
6.
Yakin akan adanya keadilan yang bisa dirasakan
Syarat modernisasi di antaranya :
1.
Cara berfikir ilmiah dan disiplin
2.
Sistim administrasi yang baik
3.
Sistim informasi yang teratur dan terpusat pada mendunia
4.
Sistem perencanaan sosial yang matang dan mantap.
Problematika Peradaban dalam Kehidupan Manusia
Peradaban adalah sebuah istilah yang digunakan untuk menyebutkan
bagian-bagian atau unsur kebudayaan yang dianggap halus, indah dan maju.
Konsep kebudayaan adalah perkembagan kebudayaan yang telah mencapai
tingkat tertentu yang tercermin dalam tingkat intelektual, keindahan,
teknologi, spiritual yang terlihat pada masyarakatnya. Kebudayaan bersifat
dinamis. Oleh sebab itu ia dapat mengalami perubahan atau pergeseran.
Faktor utama dalam perubahan ini adalah adanya globalisasi.

Globalisasi adalah suatu fenomena khusus dalam peradaban manusia


yang bergerak terus dalam masyarakat global dan merupakan bagian dari
proses manusia global itu. Kehadiran teknologi informasi dan teknologi
komunikasi mempercepat akselerasi proses globalisasi ini. Globalisasi
menyentuh seluruh aspek penting kehidupan. Globalisasi menciptakan
berbagai tantangan dan permasalahan baru yang harus dijawab, dipecahkan
dalam upaya memanfaatkan globalisasi untuk kepentingan kehidupan.
Wacana globalisasi sebagai sebuah proses ditandai dengan pesatnya
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga ia mampu
mengubah dunia secara mendasar.
Pengaruh Globalisasi
Globalisasi sebagai fenomena abad sekarang memberi implikasi yang
luas bagi semua bangsa dan masyarakat internasional. Dengan didukung
teknologi komunikasi dan transportasi yang canggih, dampak globalisasi
akan sangat luas dan kompleks. Akibatnya, akn mengubah pola pikir, sikap,
dan tingkah laku manusia. Hal seperti ini kemungkinan dapat
mengakubatkan perubahan aspek kehidupan yang lain, seperti hubungan
kekeluargaan,
kemasyarakatan,
kebangsaan,
atau
secara
umum
berpengaruh pada sistem budaya bangsa.
Globalisasi memberi pengaruh dalam berbagai kehidupan, seperti
politik, ekonomi, sosial, budaya, dan pertahanan. Pengaruh globalisasi
terhadap ideologi dan politik adalah akan semakin menguatnya pengaruh
ideologi liberal dalam perpolitikan negara-negara berkembang yang ditandai
menguatnya ide kebebaan dan demokrasi. Pengaruh globalisasi dibidang
politik, antara lain membawa internasionalisasi dan penyebaran pemikiran
serta nilai-nilai demokratis termasuk didalamnya hak asasi manusia.
Pengaruh globalisasi terhadap ekonomi antara lain menguatnya
kapitalisme dan pasar bebas. Hal ini ditunjukkan dengan semakin
tumbuhnya perusahaan-perusahaan transnasional yang beroperasi tanp
mengenal batas-batas negara. Kapitalisme juga menuntut adanya ekonomi
pasar yang lebih bebas untuk mempertinggi asas manfaat, kewiraswastaan,
akumulasi modal, membuat keuntungan, serta manajemen yang rasional.
Pengaruh globalisasi terhadap sosila budaya akan masuknya nilai-nilai
dari peradaban lain. Hal ini berakibat timbulnya erosi nilai-nilai sosial budaya
suatu bangsa yang menjadi jati dirinya. Pengaruh ini semakin lancar dengan
pesatnya media informasi dan komunikasi, seperti televisi, komputer, satelit,
internet, dan sebagainya.
Globalisasi juga memeberikan dampak terhadap pertahanan dan
keamanan negara. Menyebarnya perdagangan dan industri di seluruh dunia
akan meningkatkan kemungkinan terjadinya konflik kepentingan dan dapat
mengganggu keamanan bangsa.
Problematika peradaban di Indonesia yang timbul akibat globalisasi
diantaranya dapat dilihat dalam bidang bahasa, kesenian, juga yang
terpenting- kehidupan sosial. Akibat perkembangan teknologi yang begitu

pesat, terjadi transkultur dalam kesenian tradisional Indonesia. Peristiwa


transkultural seperti itu mau tidak mau akan berpengaruh terhadap
keberadaan kesenian kita. Padahal kesenian tradisional kita merupakan
bagian dari khasanah kebudayaan nasional yang perlu dijaga kelestariannya.
Dengan teknologi informasi yang semakin canggih seperti saat ini, kita
disuguhi banyak alternatif tawaran hiburan dan informasi yang lebih
beragam, yang mungkin lebih menarik jika dibandingkan dengan kesenian
tradisional kita. Dengan televisi,masyarakat bisa menyaksikan berbagai
tayangan hiburan yang bersifat mendunia yang berasal dari berbagai
belahan bumi.
Hal ini menyebabkan terpinggirkannya kesenian asli Indonesia. Misalnya
saja kesenian tradisional wayang orang Bharata, yang terdapat di Gedung
Wayang Orang Bharata Jakarta kini tampak sepi seolah-olah tak ada
pengunjungnya. Hal ini sangat disayangkan mengingat wayang merupakan
salah satu bentuk kesenian tradisional Indonesia yang sarat dan kaya akan
pesan-pesan moral, dan merupakan salah satu agen penanaman nilai-nilai
moral yang baik.. Contoh lainnya adalah kesenian Ludruk yang sampai pada
tahun 1980-an masih berjaya di Jawa Timur sekarang ini tengah mengalami
mati suri. Wayang orang dan ludruk merupakan contoh kecil dari mulai
terdepaknya kesenian tradisional akibat globalisasi.
Kehidupan sosial juga merupakan salah satu unsur pembentuk
peradaban yang banyak dipengaruhi oleh globalisasi. Dimensi nilai dalam
kehidupan yang sebelumnya berdasarkan pada konsep kolektifisme kini
berubah menjadi individualisme. Manusia tidak lagi merasa senasib,
sepenanggungan dengan manusia lainnya (seperti pada zaman perjuangan)
dikarenakan perkembangan teknologi dan informasi menuntut mereka untuk
saling berkompetisi dalam memenuhi kebutuhan hidup yang semakin
mendesak. Hal ini juga berdampak pada berkurangnya kontak sosial antara
sesama manusia dalam konteks hubungan kemasyarakatan.
Contoh lain adalah kenyataan bahwa kebutuhan ekonomi semakin
meningkat, atau dengan kata lain masyarakat menjadi lebih konsumtif dan
cenderung memiliki gaya hidup hedonis yang lebih suka bersenang-senang.
Problematika peradaban yang penting lainnya adalah adanya
kemungkinan punahnya suatu bahasa di daerah tertentu disebabkan penutur
bahasanya telah terkontaminasi oleh pengaruh globalisasi. Contoh
kasusnya ialah seperti yang terjadi di Sumatera Barat. Di daerah ini sering
kali kita temukan percampuran bahasa (code mixing) yang biasanya
dituturkan oleh anak muda di Sumater Barat, seperti pencampuran Bahasa
Betawi dan Minang dalam percakapan sehari-hari (kama lu?, gak tau gua
do,dan lain-lain). Hal ini jelas mengancam eksistensi bahasa di suatu daerah.

BAB III
PENUTUP
3.1

Simpulan
Istilah peradaban dalam bahasa Inggris disebut Civilization. Istilah
peradaban sering dipakai untuk menunjukkan pendapat dan penilaian kita
terhadap perkembangan kebudayaan.Adab adalah kata asal dari
peradaban yang artinya akhlak, kesopanan, moral, dan kehalusan budi,
budi luhur, manusia beradap yaitu manusia yang memiliki akhlak yang mulia
yang berbudi pekerti luhur, memiliki moral yang tinggi dan kebalikannya
adalah manusia yang biadab. Manusia yang tidak bermoral, kejam keji
berperilaku kasar dan tidak berbudi pekerti, jahat. beradab adalah
merupakan konsep-konsep norma-norma tertentu berupa perilaku wajar,
diterima oleg masyarakat luas, yang dibutuhkan tata kehidupan yang aman
tentram dan damai.
Tinggi rendahnya peradaban suatu bangsa sangat dipengaruhi
oleh faktor:
1. Pendidikan
2. Kemajuan teknologi dan Ilmu pengetahuan
Peradaban dapat berwujud sebagai berikut:
1. Wujud Peradaban Moral
2. Wujud Peradaban Norma
Masyarakat madani adalah masyarakat yang berbudaya, maju dan
modern, setiap warganya menyadari dan mengetahui hak-hak dan
kewajibannya terhadap negara, bangsa dan agama serta terhadap sesama,
dan menjunjung tinggi hak-hak asasi manusia. Pengertian masyarakat
madani sudah diperbincangkan sejak tahun 1990-an di kalangan kaum
intelektual. Istilah masyarakat madani adalah terjemahan dari kata civil

society, seperti masyarakat sipil, masyarakat kewargaan, dan masyarakat


warga.
Karakteristik masyarakat madani adalah sebagai berikut :
Free public sphere
Demokratisasi,
Toleransi,
Pluralisme,
Keadilan sosial (social justice),
Partisipasi sosial,
Supremasi hukum,
Konsep modernisasi jauh berbeda dengan konsep tradisional.misalnya
pada alat-alat modern yang lebih dipentingkan adalah konsep cepat (instan)
dan mudah. jika sampai kita terbiasa dengan pola instan dan mudah, maka
akan sulit bagi untuk menikmati sebuah proses dan lebih sulit juga
menghadapi kesulitan. sedangkan, pada konsep tradisional yang lebih
dipentingkan adalah proses, dan kesederhanaan. sehingga jika sampai kita
tanamkan nilai-nilai dalam konsep tradisional maka kita akan lebih nyaman
dalam menjalankan sebuah proses, dan tentunya lebih sederhana dalam
menyelesaikan sebuah kesulitan.
Globalisasi sebagai fenomena abad sekarang memberi implikasi yang
luas bagi semua bangsa dan masyarakat internasional. Dengan didukung
teknologi komunikasi dan transportasi yang canggih, dampak globalisasi
akan sangat luas dan kompleks. Akibatnya, akn mengubah pola pikir, sikap,
dan tingkah laku manusia. Hal seperti ini kemungkinan dapat
mengakubatkan perubahan aspek kehidupan yang lain, seperti hubungan
kekeluargaan,
kemasyarakatan,
kebangsaan,
atau
secara
umum
berpengaruh pada sistem budaya bangsa. Globalisasi memberi pengaruh
dalam berbagai kehidupan, seperti politik, ekonomi, sosial, budaya, dan
pertahanan. Pengaruh globalisasi terhadap ideologi dan politik adalah akan
semakin menguatnya pengaruh ideologi liberal dalam perpolitikan negaranegara berkembang yang ditandai menguatnya ide kebebaan dan
demokrasi. Pengaruh globalisasi dibidang politik, antara lain membawa
internasionalisasi dan penyebaran pemikiran serta nilai-nilai demokratis
termasuk didalamnya hak asasi manusia.
3.2 Saran
Disarankan kepada mahasiswa agar hendaknya menjadi mahasiswa
yang beradab yang dapat mengatasi problematika-problematika peradaban.
Dan apabila terjun ke masyrakat nanti, menjadi bagian dari masyarakat yang
madani.

Beri Nilai