Anda di halaman 1dari 14

POTENSI DAN PROSPEK PENGEMBANGAN MINYAK SEREH

WANGI DI INDONESIA

Oleh :
KELOMPOK 3
Dini Fitriani
Fitriani
Hamigian Ikbar
Muhammad Hilman Priyono
Siti Sarah Boulqiah

J3N214258
J3N214243
J3N114016
J3N214221
J3N214254

Program Diploma
Institut Pertanian Bogor
2014

Daftar Isi
Daftar Isi............................................................................................2
Kata Pengantar..................................................................................3
Pendahuluan......................................................................................4
A. Latar Belakang.........................................................................4
B. Tujuan........................................................................................4
C. Metodologi................................................................................4
Hasil dan Pembahasan.......................................................................5
A. Data potensi bahan 5 tahun terakhir........................................5
B. Karakteristik bahan...................................................................6
C. Sifat fisiko-kimia bahan.............................................................6
D.

Standar mutu bahan baku untuk industri................................8

E. Pohon industri.........................................................................10
F.

Nilai tambah dan prospek pemasaran....................................11

Penutup............................................................................................13
A. Kesimpulan..............................................................................13
B. Saran.......................................................................................13
Daftar Pustaka.................................................................................14

Kata Pengantar
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat,
Inayah, Taufik dan Hinayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan
makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga makalah ini
dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi
pembaca dalam administrasi pendidikan maupun profesi keguruan.
Harapan kami semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan
pengalaman bagi para pembaca, sehingga kami dapat memperbaiki bentuk maupun isi
makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.
Makalah ini kami akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang
kami miliki sangat kurang. Oleh kerena itu kami harapkan kepada para pembaca
untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan
makalah ini.

Bogor, 20 September 2014

Penyusun

Pendahuluan

A. Latar Belakang
Penyusunan makalah ini merupakan pemaparan mengenai Prospek dan
Pengembangan Minyak Sereh Wangi di Indonesia yang diambil dari beberapa sumber.
Sereh wangi merupakan tanaman tahunan (perennial) dan stolonifera (berbatang
semu).

Minyak sereh wangi adalah minyak atsiri yang diperoleh dengan jalan

menyuling bagian atas tumbuhan tersebut. Minyak serai dapat digunakan sebagai
pengusir (repelen) nyamuk, baik berupa tanaman ataupun berupa minyaknya.
Kandungan serai antara lain adalah sitronela, yang tidak disukai oleh nyamuk. Maka
dari itu, serai dapat dibuat menjadi obat nyamuk dan serangga lainnya. Di Indonesia
sendiri terdapat 2 jenis tanaman sereh yaitu lemabatu dan mahapengiri. Untuk
tanaman sereh wangi (Cymbopogon nardus L.,) dalam dunia perdagangan dikenal dua
tipe minyak sereh wangi, yaitu tipe Ceylon dan tipe Jawa (Indonesia). Tipe Ceylon
kebanyakan diproduksi di Srilanka, sedangkan tipe Jawa diproduksi selain di jawa
juga dibeberapa negara lain seperti Cina, Honduras dan Guatemala. Mutu Minyak
sereh wangi tipe Ceylon tidak dapat menyaingi mutu tipe Jawa. Daerah penanaman dn
produksi minyak sereh wangi di Indonesia terutama di Jawa, khususnya di Jabar dan
Jateng.

B. Tujuan
-

Untuk mengetahui lebih jauh tentang minyak sereh wangi


Untuk mengetahui potensi dan prospek pengembangan minyak sereh wangi di
Indonesia.

C. Metodologi
Pembuatan makalah ini adalah studi literature.

Hasil dan Pembahasan


A. Data potensi bahan 5 tahun terakhir
Di Indonesia tanaman sereh terutama banyak tumbuh di daerah Tasikmalaya,
Bandung, Palembang, Padang, Ujungpandang dan Solo. Jenis mahapengiri banyak
ditanam di Formosi Malaya, Birma, Suriname dan Kamerun, Amerika Tengah,
Guatemala, Henduras dan Pulau Haiti.
Sereh wangi diduga berasal dari Srilangka. Nama latinnya
adalah Cymbopogon nardus L., termasuk dalam suku Poaceae (rumput-rumputan).
Varietas sereh wangi yang paling dikenal adalah varitas Mahapegiri (java citronella
oil) dan varitas Lenabatu (cylon citronella oil). Varitas Mahapegiri mampu
memberikan mutu dan rendemen minyak yang lebih baik dbandingkan varitas
Lenabatu.
Daerah penanaman dan produksi minyak sereh wangi di Indonesia dengan
luas areal pada tahun 2007 sebesar 19.592,25 ha (Tabel), terbesar di daerah Jawa,
khususnya Jabar dan Jateng dengan pangsa pasar dan produksi mencapai 95% dari
total produksi Indonesia. Area lainya adalah NAD dan Sumatera Barat. Daerah sentra
produksi di Jawa Barat adalah: Purwakarta, Subang, Pandeglang, Bandung, Ciamis,
Kuningan, Garut, dan Tasikmalaya. Sedangkan di Jateng adalah Cilacap, Purbalingga
dan Pemalang (Data Sbdit Tanaman Atsiri, Dittansim, 2008).
Komponen terpenting dalam minyak sereh wangi adalah sitronellal dan
geraniol. Kedua komponen tersebut menentukan intensitas bau, harum, serta nilai
harga minyak atsiri, sehingga kadarnya harus memenuhi syarat ekspor agar dapat
diterima. Minyak ini digunakan dalam industri, terutama sebagai pewangi sabun,
sprays, desinfektans, pestisida nabati, bahan pengilap, peningkat oktan BBM dan
aneka ragam preparasi teknis.
Perkiraan pemakaian dunia pada tahun 2007 lebih dari 2000 ton / tahun.
Indonesia adalah produsen ketiga dunia setelah Cnia dan Vietnam. Beberapa negara
yang selalu aktif membeli sereh wangi Indonesia antara lain adalah Singapura,
Jepang, AS, Australia, Belanda, Inggris, Perancis, Jerman, Italia, India, dan Taiwan.
Dengan pembeli utama adalah AS, Perancis, Italia, Singapura dan Taiwan. Volume
ekspor minyak sereh wangi relatif kecil, yakni sebesar 115,67 ton dengan nilai US$
701,0 pada tahun 2004.

B. Karakteristik bahan
Karakteristik

Tipe Mahapengiri
5

Lena Batu

Bentuk rumpun
Tinggi rumpun
Belang semu(pelepah)

Tinggi dan kecil


40-70 cm
Kuning kehijauan

Tinggi besar
100-200 cm
Kuning kehijauan

warna

bercampur dengan warna

bercampur dengan warna

merah keunguan

merah keunguan

Membesar

Ramping

Hijau
Lemas, sulit patah
Pendek, lebar

Hijau muda
Kaku mudah patah
Lebih panjang, lebih

Pangkal batang
Daun:
Warna
Tekstur
Bentuk
Rendeman minyak
Kadar gereniol
Kadar citronelal

0,8-1,6
80-97
30-45

sempit
04-0,6
55-65
15

C. Sifat fisiko-kimia bahan


a. Sifat Fisika
Minyak sereh wangi biasanya berwarna kuning muda sampai kuning tua dan bersifat
mudah menguap dengan nilai bobot jenis pada 15 C: 0,886 - 0,894 dan Indeks bias
20 C: 1,467 - 1,473 serta dapat larut (jernih) dalam tiga bagian volume alkohol 80%,
akan tetapi bila diencerkan lagi, maka larutan menjadi keruh.
b. Sifat Kima
Daun : daun sereh dapur mengandung 0,4% minyak atsiri dengan komponen yang
terdiri dari sitral, sitronelol (66-85%), -pinen, kamfen, sabinen, mirsen, -felandren,
p-simen, limonen, cis-osimen, terpinol, sitronelal, borneol, terpinen-4-ol, -terpineol,
geraniol, farnesol, metil heptenon, n-desialdehida, dipenten,

metil heptenon,

bornilasetat, geranilformat, terpinil asetat, sitronelil asetat, geranil asetat, -elemen, kariofilen, -bergamoten, trans-metilisoeugenol, -kadinen, elemol, kariofilen
oksida.1,2,15)
Pada penelitian lain pada daun ditemukan minyak atsiri 1% dengan komponen utama
(+) sitronelol, geranial (lebih kurang 35% dan 20%), disamping itu terdapat pula
geranil butirat, sitral, limonen, eugenol, dan metileugenol.17)
Sitronelol hasil isolasi dari minyak atsiri sereh terdiri dari sepasang enansiomer (R)sitronelal dan (S)-sitronelal.
6

Pada jenis Cymbopogon yang lain (Cymbopogon giganteus chiovenda) mengandung


minyak atsiri yang terdiri dari limonen, p-mentha-1,5, 8-trien; 1,2-limonenoksida; pmentha-2, 8-dien-1-ol; Dekan-2, 4-dien-1-ol; p-metilasetofenon; trans-p-menta-1(7),
8-dien-2-ol; Decan-2, 4-dienal; isopiperitenol; cis-p.menta-1 (7), 8-dien-2-ol; cis
carveol; carvone; isopiperitenon; cuminil alkohol; perililaldehid; perilil alkohol.
Komponen kimia dalam minyak sereh wangi cukup komplek, namun komponen yang
terpenting adalah sitronellal dan garaniol. Kedua komponen tersebut menentukan
intensitas bau, harum, serta nilai harga minyak sereh wangi. Kadar komponen kimia
penyusun utama minyak sereh wangi tidak tetap, dan tergantung pada beberapa faktor.
Biasanya jika kadar geraniol tinggi maka kadar sitronellal juga tinggi. Komposisi
minyak sereh wangi ada yang terdiri dari beberapa komponen, ada yang mempunyai
30 - 40 komponen, yang isinya antara, lain alkohol, hidrokarbon, ester, alaehid, keton,
oxida, lactone, terpene dan sebagainya., Menurut Guenther (1950), komponen utama
penyusun minyak sereh wangi adalah sebagai berikut,
1.Geraniol ( C10H180 )
Geraniol merupakan persenyawaan yang terdiri dari 2 molekul isoprene dan 1
molekul air, dengan rumus bangun adalah sebagai berikut :
CH3 - C = CH - CH2 --- CH2 - C = CH - CH2 - OH
CH3 CH3
2. Sitronellol ( C10H200 )
Rumus bangunnya adalah sebagai berikut:
CH3 - C = CH - CH2 --- CH2 - CH - CH2 - CH2 OH
CH3 CH3
3. Sitronellal (C10H16O)
Rumus bangunnya adalah sebagai berikut:
CH3 C = CH - CH2 --- CH2 - C = CH - C H
CH3 CH3

D. Standar mutu bahan baku untuk industri


Penyebab bau utama yang menyenangkan pada minyak sereh wangi adalah
sitromellal, yang merupakan bahan dasar untuk pembuatan parfum, oleh kerena itu
minyak sereh dengan kadar sitronellal yang tinggi akan lebih digemari. Jenis minyak
yang demikian akan diperoleh dari fraksi pertama penyulingan. Khususnya di
Indonesia, minyak sereh wangi yang diperdagangkan diperoleh dengan cara
penyulingan daun tanaman Cymbopogon nardus. Minyak sereh wangi Indonesia
digolongkan dalam satu jenis mutu utama dengan nama Java Citronella Oil".
Standar mutu minyak sereh wangi untuk kwalitas ekspor dapat dianalisa menurut
kriteria fisik yaitu berdasarkan: warna, bobot jenis, indeks bias, ataupun secara kimia,
berdasarkan: total geranial, total sitronellal.

Standar Mutu Minyak Sereh Wangi Indonesia Berdasarkan


Sifat Fisika dan Sifat Kimia
Jenis uji
Warna

Satuan
-

Persyaratan
Kuning, pucat sampai kuning kecoklatcoklatan

Bobot jenis, 20 C

0,880-0,992

Indeks bias, (Nd20)

1,466-1,475

Total geraniol

Min 85

Sitronellal

Min 35

1:2 jernih seterusnya sampai opalasensi

- Lemak

Negatif

- Alkohol tambahan

Negative

- Minyak pelican

Negative

- Minyak terpentin

Negative

Kelarutan dalam etanol


80%
Zat asing:

Minyak sereh wangi tidak memenuhi syarat ekspor apabila kadar geraniol dan
rendah atau mengandung bahan aging. Kadar geraniol dan sitronellal yang rendah
biasanya disebabkan oleh jenis tanaman sereh yang kurang baik, di samping
pemeliharaan tanaman yang kurang baik serta umur tanaman yang terlalu tua. Bahanbahan daging yang terdapat dalam minyak sereh wangi berupa lemak, alkohol dan
minyak tanah sering digunakan sebagai bahan pencampur. Bahan ini terdapat dalam
minyak sereh mungkin karena berasal dari bahan kemasan yang sebelumnya
mengandung zat tersebut di atas.
Kualitas minyak berdasarkan kandungan geraniol dan sitronellal dapat
digolongkan menjadi 3 golongan seperti pada tabel-4.

Standar Mutu Minyak Sereh Wangi


Berdasarkan Kadar Geraniol Den Sitronellal
Kualitas
A

Geraniol (%)*
Tidak boleh 85

Sitronellal (%)**
Tidak boleh 35

80 85

85

Penyediaan bahan penelitian


Tanaman sereh wangi yang telah berumur kurang lebih enam bulan dipanen.
pemanenan dilakukan dengan memotong helai daun tiga sentimeter di etas pelepah
daun, kemudian dikering anginkan atau dilayukan selama 3 hari 3 malam.
Penyulingan
Daun sereh wangi yang telah dilaukan kemudian dirajang untuk mengurangi sifat
kamba, daun sereh yang telah dirajang dimasukkan ke dalam alat penyuling sebanyak
300 gram, kemudian di isi air sebanyak 2.250 ml. Alat penyuling dihubungkan dengan
kondensor yang dilengkapi dengan sirkulasi air, hidupkan air pet dan disuling sesuai
perlakuan.
Industri
kosmetik

E. Pohon industri

Geraniol

Sitronellal
9

Insektisida
Industri
sabun
ddetergen

Industri
essence

DAUN
Sitronellol

Bahan
pewangi
Industi
kosmetik
Pasta gigi

Mentol
sintesis

Sereh
Wangi

Obat gosok
Pencuci
mulut

Aroma
terapi
Minyak
Sereh wangi
Penyedap
makanan
AKAR&BATAN
GG

Bahan obat
Industri
Farmasi

Jamu&rempa
h
Obat
tradisional

F. Nilai tambah dan prospek pemasaran


Industri minyak sereh wangi umumnya merupakan industri hulu yang
menghasilkan minyak kasar, sedangkan industri hilirnya berupa kosmetika,pengusir
nyamuk, flavoring agent, minyak wangi, dan obat-obatan, penyegar/aroma theraphy.
Minyak sereh wangi mengandung komponen utama, yaitu Citronellal dan Geraniol.
Citronellal

digunakan untuk pembuatan hidroksi stronelal, dimana hidroksi

Citronellal ini merupakan salah satu senyawa sintetik yang paling penting dalam
pewangian. Senyawa tersebut memiliki bau yang harum seperti bunga floral lily
sehingga sejumlah orang menyebutnya sebagai king of perfumes. Oleh karena itu
10

Citronellal digunakan untuk pewangi sabun dan kosmetika, flavoring agent untuk
aneka makanan dan minuman, obat-obatan, repellent (obat pengusir nyamuk), produk
home care dan personal care karena bermanfaat untuk menenangkan, aroma theraphy,
bau harumnya membangkitkan gairah.
Rhodinol adalah campuran sitronelol dan geraniol. Rhodinol dapat diesterifikasi
dengan menggunakan berbagai asam organik, lalu menghasilkan berbagai ester
geraniol dan banyak digunakan sebagai bahan pengharum ruangan, pengharum tissue,
sabun, parfum, kosmetik.
Harga bahan baku dan produk minyak sereh wangi:
a. Harga bahan baku (Minyak Sereh Wangi murni)
Rp. 185.00,- per kg
b. Harga Citronellal
Rp. 1.402.500,- per kg
c. Harga Rhodinol
Rp. 578.000,- per kg
d. Harga Residu (Ampas)
Rp. 125.000,- per kg

Prospek pemasaran minyak sereh wangi


Serai wangi (Cymbopogon nardus L) merupakan salah satu jenis tanaman
minyak atsiri, yang tergolong sudah berkembang. Komoditas ini berperan sangat
besar terhadap sumber devisa dan pendapatan petani serta penyerapan tenaga kerja.
Permasalahan yang di-hadapi Indonesia dalam pengembangan serai wangi mencakup
pengadaan bahan baku, penanganan pasca panen, proses produksi, tata-niaga,
teknologi pengolahan dan peralatan penyulingan.
Dengan kondisi saat ini dimana produksi minyak kita belum memadai,
Pemasaran kita lakukan dengan menyediakan stok minyak, kemudian dijual kepada
pembeli yang menawar dengan harga tertingi, rata-rata 120 150 Kg / bulan, juga

11

melayani pembeli perorangan dengan kemasan perbotol isi 120 mL Rp. 20.000,- /
Botol
Agar supaya kita jangan dipermainkan atau diperalat oleh pedagang, sehingga
pemberdayaan petani harus diwujudkan, dimana petani berada diposisi tawar yang
sejajar dengan eksportir / pedagang.
Demikian juga Standar mutu dan kualitas adalah yang harus tetap terjaga
mulai dari budidaya, prosesing dan packing. Dalam hal ini dibutuhkan persamaan
persepsi dan keterpaduan antara petani/masyarakat dan Pemerintah Kota dalam
menghadapi pasar
Suatu hal yang perlu diketahui bahwa pada saat sekarang ini minyak sereh
wangi mempunyai harga pasaran yang tinggi sesudah minyak pala dan minyak lada.
Hal ini tentu akan melipat gandakan penghasilan petani. Hanya masalahnya sekarang
adalah masih banyak para petani sereh wangi yang melakukan penyulingan hanya
secara tradisionil saja. Sehingga untuk mendapatkan rendemen yang tinggi serta
kwalitas minyak yang dikehendaki konsuwen tidak terpenuhi. (Ketaren, 1985)
Dibalik harga yang tinggi dari minyak sereh wangi itu, minyak ini sangat sulit
dicari dalam jumlah yang banyak, artinya dapat menghasilkan rendemen yang tinggi
serta memenuhi kwalitas ekspor. (Anonimous, 1988).
Diyakininya, produksi minyak serai wangi dapat menambah pendapatan
masyarakat yang memang banyak bekerja disektor pertanian. Dengan harga jual Rp
120 ribu perkg dan produksi yang dihasilkan perbulannya sekitar 15 ton dari semua
lahan yang dikembangkan petani, maka dapat menjadi peluang besar tidak hanya bagi
masyarakat tapi investor yang memang membutuhkan minyak serai wangi.

Penutup
A. Kesimpulan
Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa tanaman
sereh wangi adalah tanaman yang memiliki sedikit macamnya dan
tidak mempunyai kandungan yang berbahaya bagi manusia.
Tanaman sereh wangi merupakan tanaman yang mudah
dibudidayakan dan mempunyai prospek keuntungan yang tinggi
bagi para wirausahawan karena tidak membutuhkan ruang yang
besar dan juga minyak sereh wangi merupakan minyak yang
12

mempunyai banyak peminat karena minyak sereh wangi dapat


diolah menjadi produk-produk yang berguna untuk kehidupan
sehari-hari di samping harganya yang cukup terjangkau.

B. Saran
Demikian makalah yang kami buat, semoga dapat bermanfaat
bagi pembaca.
Apabila
terdapat
kesalahan
mohon
dimaklumi.
Untuk
pengembangan lebih lanjut maka kami meminta kritik atau saran
untuk membantu pengembangan makalah ini.

13

Daftar Pustaka
http://www.indonetwork.co.id/eterisnusantara/3211375/minyak-sereh-wangicitronella-oil.htm
http://emmakhairaniharahap.blogspot.com/2012/05/minyak-sereh-wangi.html
http://honestmediator.blogspot.com/2011/04/potensi-dan-prospekpengembangan-minyak.html
http://www. scribd.com/doc/57179694/SNI-06-3953-1995

14