Anda di halaman 1dari 23

BAB III

TINJAUAN PUSTAKA
3.1 Pengertian Crane
Crane merupakan salah satu pesawat pengangkat dan pemindah materialyang
banyak di gunakan. Crane juga merupakan mesin alat berat (heavy equitment)
yang memilki bentuk dan kemampuan angkat yang besar dan mampu berputar
hingga 360 derajat dan jangkauan hingga puluhan meter. Crane biasanya
digunakan dalam pekerjaan pekerjaan

proyek, pelabuhan, perbengkelan,

industri, pergudangan dll


Crane adalah suatu alat yang digunakan untuk memindahkan barang secara
horizontal dan vertikal dengan kapasitas beban yang besar, sekitar 5-100 ton.
Dengan adanya Crane ini sangat mempermudah pekerjaan dalam memindahkan
bahan maupun material yang berat dan besar. Bertepatan dengan jadwal TA (Turn
Arround) PT. Pertamina RU II Dumai maka dukungan alat berat seperti crane
sangat dibutuhkan, karena pada TA ini semua alat yang digunakan selama
produksi di perbaiki secara keseluruhan.
3.2 Jenis-Jenis Crane
3.2.1 Tower Crane
Tower crane merupakan pesawat pengangkat material/mesin yang biasa
digunakan pada proyek kontruksi. Tower crane terdiri dari beberapa
bagian yang dapat dibongkar pasang ketika digunakan sehingga mudah
untuk dibawa kemana saja. Tower crane biasanya diangkut secara
terpisah menggunakan kendaraan (trailer) ke tempat proyek kemudian
dipasang kembali di tempat proyek. Dan pemasangan tower crane
termasuk cukup lama karena banyak bagian-bagian yang harus dipasang
karena ukuran dan panjang dari crane tower sendiri sangat besar.
Bagian utama Tower Crane :

Jib
Jib atau boom merupakan lengan Tower Crane
yang terdiri dari elemen- elemen
tersusun
Panjang
jangkauan

dalam

system

jib menentukan
horizontal

besi

yang

rangka

batang.

maksimum

panjang

Tower

Crane

dan

Laporan Kerja Praktek


PT. PERTAMINA ( PERSERO) RU II Dumai

kapasitas

beban

maksimum

tergantung

pada

jenis Tower Crane yang digunakan.


Counter Jib

Counter jib berfungsi sebagai jib penyeimbang terhadap boom yang


terpasang.Counter

jib dilengkapi

dengan

counterweight

yang

berfungsi sebagai beban yang melawan beban yang diangkat oleh


Tower Crane.

Hoist

Hoist merupakan bagian Tower Crane yang berfungsi sebagai alat


vertikal

Trolley

Trolley merupakan bagian Tower Crane yang berfungsi sebagai alat


horizontal

Seling

Seling merupakan bagian Tower Crane berupa kabel baja


dan merupakan bagian dari hoist.

Gambar 3. 1 Tower Crane

3.2.2

Mobile crane

Fajri Mardhatillah
1110911017

Jurusan Teknik Mesin Universita Andalas

15

Laporan Kerja Praktek


PT. PERTAMINA ( PERSERO) RU II Dumai

Mobile Crane (Truck Crane) adalah crane yang terdapat langsung pada
mobile (Truck) sehingga dapat dibawa langsung pada pada lokasi kerja
tampa harus menggunakan kendaraan (trailer) Crane ini memiliki kaki
(pondasi/tiang) yang dapat dipasangkan ketika beroperasi, ini
dimaksukkan agar ketika beroperasi crane menjadi seimbang.

Gambar 3.2 Mobile Crane

Bagian utama Mobile Crane :

Kabin operator Truck Crane


Kabin operator truck crane adalah merupakan ruangan bagi
pengemudi truck crane untuk mengemudikan truck crane pada
saat akan berpindah dari tempat yang satu ke tempat lainnya
secara keseluruhan. Artinya ketika truk crane akan berpindah
maka akan dioperasikan melalui kabin ini oleh operator. Dan
kabin operator truck crane ini pada umumnya berada di bagian
depan truck crane. Hal ini bertujuan untuk memudahkan
pengemudi truck crane dalam mengemudikan truck tersebut
pada saat akan dipindahkan.

Fajri Mardhatillah
1110911017

Jurusan Teknik Mesin Universita Andalas

16

Laporan Kerja Praktek


PT. PERTAMINA ( PERSERO) RU II Dumai

Gambar 3.3. Kabin operator truck crane

Kabin Operator Crane


Kabin operator crane adalah merupakan ruangan untuk
operator crane dari truck crane. Pengoperasian crane dikontrol
melalui kabin ini. Dan kabin operator crane ini pada umumnya
terletak pada bagian belakang dari truck crane. Hal ini selain
untuk memudahkan operator dalam pengoperasian crane juga
bertujuan agar keseimbangan antara bobot crane pada saat
melakukan pengangkatan beban dan bobot truck crane itu
sendiri seimbang, sehingga tidak terjadi kecelakaan seperti
terbaliknya truck crane karena ketidakseimbangan beban pada
saat pengangkatan yang berakibat sangat
menimbulkan

korban

jiwa.

Oleh

fatal dan dapat

sebab

itu

telah

diperhitungkan pada saat perancangan kendaraan tersebut


dengan benar.

Gambar 3.4. Kabin operator crane

Fajri Mardhatillah
1110911017

Jurusan Teknik Mesin Universita Andalas

17

Laporan Kerja Praktek


PT. PERTAMINA ( PERSERO) RU II Dumai

Lengan (boom) Crane


Lengan (boom) berfungsi sebagai pengangkat beban yang
akan dipindahkan dari satu tempat ke tempat lainnya. Pada
truck crane ini digunakan lengan jenis teleskopik karena
kelebihan dari lengan jenis ini adalah dapat dipanjangkan dan
dipendekkan yang disesuaikan dengan kebutuhan. Gerakkan
memanjangkan dan memendekkan pada lengan teleskopik
truck crane yang terdiri dari beberapa tingkat (Section)
ini

digerakkan

oleh

hydraulic

jack.

Hydraulic

jack

dioperasikan dengan tuas manual yang berada di kabin


operator crane. Panjang lengan yang dikeluarkan ataupun
dipendekkan harus disesuaikan dengan radius pengangkatan
dan tinggi pengangkatan. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga
keseimbangan dari truck crane itu sendiri pada saat proses
pengangkatan.

Gambar 3.5 Lengan (boom) Crane

Kait Crane
Kait adalah merupakan komponen yang biasa digunakan
untuk menggantung beban pada pesawat angkat jenis crane.
Kait biasa terbuat dari baja tuang yang dibuat dengan bentuk
menyerupai bentuk mata kail pada alat untuk memancing. Hal
ini

Fajri Mardhatillah
1110911017

bertujuan

untuk

memudahkan

dalam

Jurusan Teknik Mesin Universita Andalas

18

Laporan Kerja Praktek


PT. PERTAMINA ( PERSERO) RU II Dumai

pengankatan/menggantungkan beban yang akan diangkat pada


kait. Dan kait itu sendiri terbagi menjadi dua jenis yaitu :
1) Kait Tunggal
2) Kait Ganda

Gambar 3.6. Pengait Crane

Tali
Jenis tali yang digunakan pada pesawat angkat jenis truck
crane ini adalah tali baja. Tali baja yang dimaksud adalah tali
yang konstruksinya terdiri dari kumpulan jalinan serat-serat
baja (Stell Wire). Awalnya beberapa serat dipintal sehingga
menjadi satu jalinan atau yang biasa disebut dengan (Strand)
kemudian beberapa strand tersebut dijalin pula untuk menjadi
suatu inti (Core).
Penggunaan tali pada truck crane ini ada dua jenis tali yang
dibedakan berdasarkan penggunaan dua buah kait yang
memiliki kapasitas pengangkatan berbeda-beda yaitu 3 dan 25
ton. Tali untuk kait dengan kapasitas beban pengangkatan
sebesar 25 ton dapat dilihat pada gambar 3.7. Dan tali untuk
kait dengan kapasitas beban pengangkatan sebesar 3 ton
pada gambar 3.8

Fajri Mardhatillah
1110911017

Jurusan Teknik Mesin Universita Andalas

19

Laporan Kerja Praktek


PT. PERTAMINA ( PERSERO) RU II Dumai

Gambar 3.7 Tali kait kapasitas 25 ton

Gambar 3.8 Tali Kait Kapasitas 5 ton

Cakra/puli (Sheave)
Cakra (sheave) disebut juga dengan discus atau disc
(piringan) yang merupakan komponen dari crane yeng
terletak pada lengan (boom) pada crane. Sheave atau cakra
adalah merupakan lempengan bundar yang pada umumnya
dibuat dari bahan logam (besi tuang). Dan cakra yang
dilengkapi tali (sabuk) biasa disebut dengan puli. Dan
puli itu sendiri berfungsi untuk mentransmisikan daya
yang berupa putaran melalui tali (sabuk) baja pada crane.
Berdasarkan dari jenisnya puli terbagi menjadi dua yaitu
:
1) Puli Tetap (Fixed Pully)
2) Puli Bergerak (Movable Pully)
Dari pembagian jenis puli di atas diketahui jenis puli
yang digunakan pada truck crane ini adalah jenis puli

Fajri Mardhatillah
1110911017

Jurusan Teknik Mesin Universita Andalas

20

Laporan Kerja Praktek


PT. PERTAMINA ( PERSERO) RU II Dumai

tetap.Untuk lebih jelas puli yang digunakan pada


pesawat angkat jenis ini dapat dilihat pada gambar 2.11.

Gambar 3.9 Puli

Silinder Hidrolik
Silinder hidrolik juga merupakan salah satu komponen
pengangkat terpenting pada sebuah truk crane teleskopik,
yang berfungsi untuk menaik dan menurunkan boom
(lengan) sesuai dengan kebutuhan pada saat proses
pengangkatan dan pemindahan beban. Selain itu juga
silinder

hidrolik

digunakan

untuk

memanjang

dan

memendekkan lengan (boom) sesuai dengan kebutuhan


pengangkatan.

Gambar 3.10 Selinder hidrolik

3.2.3

Overhead Crane
Overhead Crane adalah pesawat pengangkat yang biasanya terdapat
pada pergudangan dan perbengkelan. overhead Crane ditempatkan
pada langit-langit dan berjalan diatas rel khusus yang yang

Fajri Mardhatillah
1110911017

Jurusan Teknik Mesin Universita Andalas

21

Laporan Kerja Praktek


PT. PERTAMINA ( PERSERO) RU II Dumai

dipasangi pada langit-langit tersebut. Rel-rel tadi juga dapat


bergerak secara maju-mundur pada satu arah.

Gambar 3.11 Overhead Crane

Bagian utama Overhead Crane :


Hoist
Hoist merupakan bagian utama pada overhead crane yang berfungsi
sebagai mekanisme pengangkat muatan dengan arah

lintasan

melintang sepanjang cross travel girder. Pada bagian ini terdapat

beberapa komponen meliputi :


Wire Rope
Wire rope atau tali baja
pengangkatan

digunakan

sebagai flexible

dalam

mechanism

lifting appliances.

dibandingkan dengan rantai, wire rope memiliki


keuntungan,

Apabila
beberapa

antara lain lebih ringan, tidak berisik dalam

pengoperasian kecepatan tinggi dan lebih handal. Wire rope dibuat


dari kawat baja
130200

kg/mm

yang
2

memiliki

kekuatan

sampai

dengan

kemudian melalui proses heat treatment

dikombinasi dengan proses cold drawing lalu dililit melingkar,

sehingga didapat mechanical properties yang lebih tinggi.

Pulley
pulley adalah kombinasi dari beberapa moveable pulley dan fixed
pulley. Sistem ini digunakan untuk mendapatkan gaya dan
kecepatan yang lebih besar. Perhitungan drum dan puli didasarkan
pada jumlah lengkungan tali yang terdapat pada sistem puli

Fajri Mardhatillah
1110911017

Jurusan Teknik Mesin Universita Andalas

22

Laporan Kerja Praktek


PT. PERTAMINA ( PERSERO) RU II Dumai

majemuk. Satu lengkungan tali diasumsikan sebagai perubahan tali


dari kedudukan lurus menjadi kedudukan melengkung, atau dari
kedudukan melengkung menjadi kedudukan lurus.

3.2.4

Load Handling Machanisme


Pedestal Crane
Pedestal Crane merupan jenis Crane yang digunaka untuk bongkar
muat barang pada sebuah kapal, dimna pada sebuah kapal yang
besar di buatakan sebuah Pedestal Crane untuk mempermudah
menurun dan menaikan barang yang di angkut.

Gambar 3.12 Pedestal Crane

Bagian-bagian Pedestal Crane :


Auxiliary (baris cambuk atau jalur cepat): sistem tali
sekunder mampu mengangkat kapasitas lebih rendah dari

blok utama
Boom: terhubung ke struktur atas dan mendukung mengerek

mengatasi
Boom hoist: meningkatkan dan menurunkan boom
Boom suspensi: koleksi tali kawat, berkas gandum, poros
blok dan komponen rigging lain yang digunakan untuk

mendukung boom
Cab: mana manuver Operator kontrol crane
Gantry: bingkai yang tali dukungan booming yang reeved
Kingpost: terhubung ke platform dan garis tengah rotasi
untuk struktur atas

Fajri Mardhatillah
1110911017

Jurusan Teknik Mesin Universita Andalas

23

Laporan Kerja Praktek


PT. PERTAMINA ( PERSERO) RU II Dumai

Pedestal: substruktur struktur atas dipasang pada

3.2.5 Forklift Crane


Forklift atau yang juga sering disebut sebagai lift truck adalah salah
satu material handling yang paling banyak digunakan di dunia
logistic. Tujuan utama dari penggunaan forklift adalah untuk
transportasi dan mengangkat. Sejarah forklift pertama kali diawali
pada tahun 1906. Pennsylvania Railroad memperkenalkan sebuah
batery platform truck untuk memindahkan barang. Perkembangan
selanjutnya banyak terjadi pada saat perang dunia I. Konon menurut
sejarah, dunia logistik sangat dipengaruhi oleh adanya perang.
Forklift modern sekarang sudah berbeda jauh dengan sejarah awal
forklift yang ada. Forklift modern benar-benar difokuskan untuk
kedua hal utama, yaitu transportasi dan mengangkat.

.
Gambar 3.13 Forklift Crane

Bagian utama Forklift Crane :

Fork
Adalah bagian utama dari sebuah forklift yang berfungsi
sebagai penopang untuk membawa dan mengangkat barang.

Fajri Mardhatillah
1110911017

Jurusan Teknik Mesin Universita Andalas

24

Laporan Kerja Praktek


PT. PERTAMINA ( PERSERO) RU II Dumai

Fork berbentuk dua buah besi lurus dengan panjang rata-rata


2.5 m. Posisi peletakan barang di atas pallet masuk ke dalam
fork juga menentukan beban maksimal yang dapat diangkat
oleh sebuah forklift

Carrige
Carriage merupakan bagian dari forklift yang berfungsi
sebagai penghubung antara mast dan fork. Ditempat inilah
fork melekat. Carriage juga berfungsi sebagai sandaran dan
pengaman

bagi

barang-barang

dalam

pallet

untuk

transportasi atau pengangkatan.

Mast
Mast adalah bagian utama terkait dengan fungsi kerja
sebuah fork dalam forklift. Mast adalah satu bagian yang
berupa dua buah besi tebal yang terkait dengan hydrolic
system dari sebuah forklift. Mast ini berfungsi untuk lifting
dan tilting.

Overhead Guard
Overhead guard merupakan pelindung bagi seorang forklift
driver. Fungsi pelindungan ini terkait dengan safety user dari
kemungkinan terjadinya barang yang jatuh saat diangkat
atau diturunkan, juga sebagai pelindung dari panas dan
hujan.

Counterweight
Counterweight merupakan bagian penyeimbang beban dari
sebuah forklift. Letaknya berlawanan dengan posisi fork.

Fajri Mardhatillah
1110911017

Jurusan Teknik Mesin Universita Andalas

25

Laporan Kerja Praktek


PT. PERTAMINA ( PERSERO) RU II Dumai

Forklift diesel
Forklift

ini

menggunakan

mesin

diesel

sebagai

penggeraknya. Secara otomatis, forklift ini berbahan bakar


solar dan biasanya memiliki jenis ban yang terbuat dari karet
seperti ban kendaraan pada umumnya.

Forklift electric
Forklif ini menggunakan tenaga batery sebagai sumber
energinya.

Batery

ini

mempunyai

lifetime

sehingga

diperlukan sebuah alat untuk mer-recharge sehingga batery


dapat berfungsi kembali. Fungsi perawatan ini sangat
penting untuk kelangsungan hidup dari sebuah batery.
3.3 Sling
Sling adalah alat bantu angkat khususnya barang yang besar dan berat
diberbagai industri. Karakteristik dari sling ini adalah salah satu dan atau kedua
ujungnya diterminasi atau dibuat mata sebagai sarana untuk mengaitkan aksesoris
untuk membantu aplikasi pengangkatan seperti Hook, Masterlink, dll. Ternyata
sling itu ada berbagai macam jenis, tergantung fungsi, kondisi lapangan dan
aplikasinya.
Jenis sling yang digunakan diberbagai industry khususnya industry berat
macam-macamnya adalah :
1. Wire Rope Sling
2. Chain Sling
3. Webbing Sling
4. Round Sling
Keempat jenis sling tersebut digunakan sesuai dengan kondisi lapangan,
kebutuhan customer pada saat aplikasinya nanti dan fungsinya sendiri. Langsung
saya akan saya bahas yang pertama yaitu wire rope sling.
Fajri Mardhatillah
1110911017

Jurusan Teknik Mesin Universita Andalas

26

Laporan Kerja Praktek


PT. PERTAMINA ( PERSERO) RU II Dumai

3.4.1 Jenis-jenis Sling


3.4.1.1 Wire Rope Sling

Wire rope adalah tali baja yang terbuat dari beberapa wire yang dipilin
membentuk strand, lalu beberapa strand tersebut dipilin mengelilingi core
untuk membentuk sebuah wire rope.
Jenis-jenis wire rope sling :
a. Jenis Wire rope berdasarkan Arah putarannya
Yang akan saya bahas pertama adalah Jenis Wire rope berdasarkan
Arah putarannya. Wire rope dapat dibedakan menjadi 2 yaitu:
1. Putaran Kanan :

Right Hand Reguler Lay ( RHRL )

Right Hand Lang Lay ( RHLL )

Right Hand Alternate Lay ( RHAL )

Berdasarkan namanya, Wire Rope putaran kanan adalah wire rope


yang memiliki strand memutar kekanan membentuk huruf Z
2. Putaran Kiri

Left Hand Reguler Lay ( LHRL )

Left Hand Lang Lay ( LHLL )

Left Hand Alternate Lay ( RHAL )

Berdasarkan namanya, Wire Rope putaran kiri adalah wire rope


yang memiliki strand memutar kekiri membentuk huruf S.

Fajri Mardhatillah
1110911017

Jurusan Teknik Mesin Universita Andalas

27

Laporan Kerja Praktek


PT. PERTAMINA ( PERSERO) RU II Dumai

Untuk perbedaan Reguler, Lang dan Alternate adalah pada


konstruksi penggulungan wire pada strandnya, jika wire lurus
dan strand diputar kekanan atau kekiri dinamakan Reguler
lay tetapi jika wire arahnya sesuai dengan arah putaran strand
dinamakan Lang lay, dan jika susunan wirenya kekanan dan
kekiri pada tiap strand dinamakan Alternate lay. Berikut akan
dijelaskan pada Gambar dibawah ini :

Gambar 3.14 Jenis-jenis wire rope berdasarkan arah putar

Gambar 3.15 right lay dan left lay

b. Jenis Wire rope berdasarkan Jenis Susunan Wire Rope


Pembahasan kedua adalah Jenis Wire rope berdasarkan Jenis
susunan wire. Wire rope Jenis susunan wirenya dapat dibedakan menjadi
2, yaitu :

Fajri Mardhatillah
1110911017

Jurusan Teknik Mesin Universita Andalas

28

Laporan Kerja Praktek


PT. PERTAMINA ( PERSERO) RU II Dumai

1. Cross Lay : Standard


2. Parallel Lay : Kombinasi Besar dan Kecil

Filler Wire ( FI )

Seale ( SL )

Warrington Seale ( WS )

Berikut adalah perbedaan gambar Susunan Wire Cross Lay dan Parallel
Lay :

Gambar 3.16 cross lay dan parallel lay

c. Jenis Wire rope berdasarkan Aplikasinya


Pembahasan ketiga adalah jenis wire rope berdasarkan aplikasinya.
wire rope berdasarkan aplikasinya dapat dibedakan menjadi 3, yaitu :
1. Wire Rope konstruksi Cross Lay yang cenderung kurang lentur
Aplikasi wire rope ini digunakan pada saat Towing dan
Mooring, dimana dibutuhkan kekuatan terhadap gentakan
2. Wire Rope konstruksi Parallel Lay yang cenderung lebih lentur

Fajri Mardhatillah
1110911017

Jurusan Teknik Mesin Universita Andalas

29

Laporan Kerja Praktek


PT. PERTAMINA ( PERSERO) RU II Dumai

Aplikasi wire rope ini digunakan pada saat Logging, Lifting,


Rigging dan Gondola, dimana dibutuhkan kelenturan wire rope
agar dapat mengatasi seringnya penekukan terhadap wire rope
pada saat penggunaan di aplikasi ini.

3. Hyrope
Aplikasi wire rope ini digunakan pada saat Lifting yang butuh
grade tinggi dan untuk Mining, dimana dibutuhkan kekuatan dan
kelenturan pada wire rope dan ketahanan terhadap korosi dan
abrasi pada saat penggunan di aplikasi ini.
3.4.1.2

Kegunaan Wire Rope


Setelah kita tau apa itu wire rope dan apa saja jenis dari wire rope itu
sendiri, maka sekarang kita juga perlu tau kegunaan dari wire rope. Wire
rope mempunyai peranan penting dalam industri khususnya industri alat
berat, contohnya : industri perkapalan, Perikanan, Oil and Gas, dll
kegunaan wire rope pada masing-masing industri tersebut, yaitu
dijelaskan dibawah ini :
1. Industri Perkapalan

Wire rope digunakan sebagai komponen crane agar dapat beroprasi


untuk mengangkat beban.

Wire rope digunakan untuk dibuat sling untuk mengangkat barang.

Wire rope digunakan untuk menambat atau mooring agar kapal dapat
bersandar.

Fajri Mardhatillah
1110911017

Jurusan Teknik Mesin Universita Andalas

30

Laporan Kerja Praktek


PT. PERTAMINA ( PERSERO) RU II Dumai

Wire rope digunakan untuk menarik atau towing ( menarik kapal


tongkang atau kapal yang sedang rusak, dll ).

Wire rope digunakan untuk Dredging atau pengerukan.

Wire rope digunakan untuk mengikat barang atau lashing.

2. Industri Perikanan

Menarik Trawl atau jala


3. Industri Oil and Gas

Drilling Line ( Menarik dan mengulur Bor )


4. Industri Mining

Shovel

Clamshell atau Grab

5. Industri Konstruksi

Jembatan

Tower Crane

Elevator

Paku bumi
6. Industri Telekomunikasi

Fajri Mardhatillah
1110911017

Jurusan Teknik Mesin Universita Andalas

31

Laporan Kerja Praktek


PT. PERTAMINA ( PERSERO) RU II Dumai

Guy Wire ( Menstabilkan Tower atau Antena )


7. Industri Logging

Menarik dan mengikat kayu


8. Industri Gondola

Gondola
Wire Rope Sling adalah Wire rope yang salah satu atau kedua ujungnya
sudah diterminasi atau dibuat mata. Wire rope sling ini banyak digunakan
di lapangan untuk aplikasi mengangkat barang ( Lifting ), menarik
( Towing ), menambat kapal ( Mooring ), mengikat ( Lashing(choker) )
dan masih banyak lagi. Pembuatan wire rope sling sifatnya customized,
yang berarti wire rope sling ini dapat difabrikasi sesuai dengan spesifikasi
dan kebutuhan user di lapangan. Karena sifatnya yang dibuat sesuai
dengan pesanan user, maka diperlukan data-data untuk membuat wire rope
sling tersebut. Data-data yang diperlukan untuk membuat wire rope sling
adalah sebagai berikut :
1. Spesifikasi Wire Rope itu sendiri ( Konstruksi, Core, Asal, Ukuran,
Putaran, Finishing )
2. Jenis Terminasi apa yang ingin digunakan.
3. Berapa Jumlah terminasi yang akan dibuat pada wire rope sling
nantinya, hanya di satu ujungnya atau dikedua ujungnya.
4. Untuk terminasi mata : ( Berapa diameter besar matanya,
Menggunakan thimble atau tidak, Menggunakan aksesoris tambahan
atau tidak seperti Hook, Masterlink, Ring ).
5. Berapa panjang jadi yang diminta user.
6. Untuk Multi Legged Sling, berapa jumlah kaki yang dibutuhkan.
7. Berapa set sling yang dibutuhkan.

Fajri Mardhatillah
1110911017

Jurusan Teknik Mesin Universita Andalas

32

Laporan Kerja Praktek


PT. PERTAMINA ( PERSERO) RU II Dumai

Berikut ini adalah macam-macam jenis terminasi dari Wire Rope Sling :

Gambar 3.17 Jenis-jenis terminasi wire rope

3.4.1.3 Chain Sling


Chain sling dalam bahasa indonesia disebut juga rantai sling. Dalam
artiannya

menurut wikipediarantai adalah

serangkaian

link

yang

terhubung biasanya terbuat dari logam. Sebuah rantai bisa terdiri dari 2
atau bahkan lebih dari 2 link yang berangkaian.
Kegunaan dari rantai yaitu :
1. Rantai dirancang untuk mengangkat, menarik, mengikat (Choker) dan
mengamankan sesuatu.
2. Rantai dirancang untuk membantu menggerakkan mesin (biasa
digunakan pada roller mesin).
Sedangkan Chain Sling adalah rantai yang ujungnya diberikan
aksesoris sebagai alat bantu angkat (Masterlink, Hammerlock dan
Hook).Untuk membuat Chain Sling dibutuhkan data-data yang berkaitan
agar chain sling yang dipesan customer nantinya tidak salah ukurannya

Fajri Mardhatillah
1110911017

Jurusan Teknik Mesin Universita Andalas

33

Laporan Kerja Praktek


PT. PERTAMINA ( PERSERO) RU II Dumai

dan aksesoris yang digunakannya atau faktor lain. Data-data yang


dibutuhkan sebelum membuat chain sling adalah sebagai berikut :
1. Ukuran diamater rantai atau kapasitas chain sling.
2. Banyaknya jumlah kaki sling pada chain sling nantinya.
3. Panjang jadi chain sling.
4. Aksesoris atau fitting lain yang dibutuhkan atau ditambahkan pada
chain sling ( Hook, Ring, Masterlink, Shackle, dll.)
Sedangkan macam-macam dari chain sling bentuknya adalah sebagai berikut :

Gambar 3.18 macam-macam chain sling

3.4.1.4 Webbing Sling


Jenis alat angkat yang ketiga adalah webbing sling. Webbing sling atau
yang sering disebut juga dengan sling belt adalah alat pengganti wire
Fajri Mardhatillah
1110911017

Jurusan Teknik Mesin Universita Andalas

34

Laporan Kerja Praktek


PT. PERTAMINA ( PERSERO) RU II Dumai

rope sling atau chain sling dalam aplikasi angkat (Lifting) dan mengikat
(Choker). Kenapa dianggap sebagai pengganti? tentunya webbing sling
mempunyai kelebihan, karena dapat menggantikan wire rope sling dan
chain sling. Kelebihan atau keuntungan dari webbing sling adalah :
1. Lebih ringan sehingga mudah dan aman digunakan.
2. Lebih flexible.
3. Tidak berkarat.
4. Tidak merusak atau membuat kotor barang yang diangkat.
5. Mudah dilakukan inspeksi.
Untuk gambar dari webbing sling dan spesifikasinya adalah sebagai berikut :
Tabel 3.1 Spesifikasi Webbing Sling

3.4.1.4 Round Sling

Fajri Mardhatillah
1110911017

Jurusan Teknik Mesin Universita Andalas

35

Laporan Kerja Praktek


PT. PERTAMINA ( PERSERO) RU II Dumai

Jenis Sling yang terakhir adalah round Sling. Round Sling adalah
Synthetic Sling yang dibungkus lagi dengan pembungkus dari Synthetic
dan dibentuk melingkar.
Keuntungan dari Round Sling ini adalah sebagai berikut :
1. Lebih tahan lama.
2. Jika mengangkat dengan posisi Choker, posisi angkat lebih sempurna.
Gambar webbing sling diatas terdapat contoh mengangkat secara
choker.
3. Untuk kapasitas angkat yang besar, Round Sling lebih tipis dan ringan
dibandingkan dengan dengan Synthetic Sling yang lain.

Fajri Mardhatillah
1110911017

Jurusan Teknik Mesin Universita Andalas

36