Anda di halaman 1dari 13

PERCOBAAN IV

PENENTUAN MASSA ATOM RELATIF MAGNESIUM DAN TETAPAN GAS


(R)
DASAR TEORI
Menurut operasi matematik, stoikiometri melibatkan serangkaian operasi
pengubahan satuan. Satuan yang terlibat adalah satuan mol (untuk jumlah
partikel), gram (jumlah massa) dan liter atau dm 3 (untuk volume gas). Pengubahan
antara 2 satuan menggunakan faktor pengubah yang berasal dari 3 konsep, yaitu
konsep mol, konsep massa molar dan konsep volume molar gas.

Jumlah partikel

Konsep Mol

Mol

Konsep Massa Molar

Massa

Konsep Volume Molar Gas

Volume Gas

Operasi pengubahan satuan antar zat (pereaksi dan hasil reaksi) di dalam
persamaan reaksi hanya dapat dilakukan melalui 2 tahapa, yaitu :
1. Operasi kesetaraan mol (antar zat dalam persamaan reaksi)
Pada konsep ini, dilakukan operasi pengubahan mol dari satu zat ke zat yang lain
menggunakan faktor setara (yaitu perbandingan antara 2 zat dalam reaksi).
2. Operasi pengubahan satuan (pada satu zat)
Tahap ini mengubah satuan mol ke gram/liter atau sebaliknya.
Untuk reaksi :
n A(s) + m B(g)

o C(s) + q D(g)

Operasi pengubahan gram A ke gram C adalah :


gram A mol A mol C gram C
operasi pengubahan gram B ke volume D adalah :
gram B mol B mol D liter D
n. mol A
o . mol C atau

Faktor setara zat A da zat C adalah

o . mol C
n. mol A

dalam stoikoiometri mencari Ar, maka harga Ar, nanti ditemukan dalam hubungan
konsep massa molar.
1 mol X = Ar X

Demikian pula untuk menghitung volume molar gas (VMG), maka harga
VMG ditemukan dalam hubungan konsep MSG.
1 ml X = Y liter

atau

1 mol =

R.T
P

liter

Tetapan gas R dihitung dari hubungan persamaan gas ideal R =

bisa juga dari hubungan

1 n.T
=
R PV .

P.V
n .T

atau

I.

JUDUL PERCOBAAN

: Penentuan massa atom relatif mg dan

II.
III.

tetapan gas (R)


TANGGAL PERCOBAAN
: 15 Desember 2014
TUJUAN PERCOBAAN : Menentukan harga ar Mg berdasarkan
reaksinya dengan oksigen yang diketahui Ar-nya dan Penentuan harga
tetapan gas (R)
DASAR TEORI

IV.

a. Percobaan Menghitung harga Ar Mg


1. Tujuan
Tujuan percobaan ini adalah untuk menentukan harga Ar Mg berdasarkan
reaksinya dengan oksigen yang diketahui Ar-nya.
2. Pengantar Teori
Menurut penuntun Praktikum Kimia Dasar 1 Tim Laboratorium Kimia UIN
Ar-Raniry (2014: 16) percobaan ini akan mempelajari tentang suatu cara
sederhana penentuan massa atom relatif unsur Magnesium (Mg). Berat atom buat
unsur dapat ditentukan dengan beberapa cara, yaitu :
a) Penentuan dengan teliti berat zat-zat yang bereaksi.
b) Penentuan dengan teliti kerapatan gas.
c) Cara spektrometri massa.
Dalam percobaan ini secara dasar akan ditentukan massa atom relatif Mg.
Jika diketahui berat atom O-16.00 s.m.a. Operasi pengubahan menghitung Ar Mg
adalah :

1 mol Mg 2 molMg
1
.
.
C gram O2. 32 g O2 1mol O2 a gram Mg

b. Percobaan Penentuan harga tetapan gas (R)


1. Tujuan

Penentuan harga tetapan gas (R)


2. Pengantar Teori
Menentukan harga tetapan gas (R) di mana ditentukan melalui reaksi
pemisahan gas di dalam air. Di dalam percobaan ini ditentukan berdasarkan
volume oksigen dari hasil penguraian KClO3.
2KClO3(s) 2KCl(s) + 3O2(g)
Operasi pengubahan menuju pada hubungan yang mengungkapkan satuan R yaitu

atm.L.mol-1.K-1. Hubungan ini dapat juga diungkapkan dalam bentuk


dengan satuan atm-1.L-1 mol K.
g KClO3 mol KClO3 mol O2 mol.K.L-1.atm-1
1 molKCLO3
3 mol O2
1
1
a g KClO3 112,5 gKCl o 3 x 2 molKClO3 .Volume O 2 mol K . L .atm

Ubah bentuknya menjadi


1
112,5.2 . b . d
a .3 . c

Harga R adalah

1
R

mol.K.L-1.atm-1

112,5.2 . b . d
a.3 . c

a = massa KClO3
b = volume O2 yang dihasilkan dalam L
c = suhu kamar

1
R

d = tekanan gas

Ubah bentuk operasi menjadi :

1 mol Mg
32. a gram
2.C

Ar Mg adalah
V.

A = gram Mg
C =gram O2

32. a
2.C

ALAT DAN BAHAN

1. Percobaan Menghitung Harga Ar Mg


a. Alat
Alat-alat yang digunakan dalam percobaan ialah krus porselen, pembakar
punser atau furnace, tungku kaki tiga(tripod),segi tiga (triagle)dan neraca ohaus
atau neraca ayun.
b. Bahan
Bahan-bahan yang digunakan dalam percobaan ini yaitu 0,1 gram Mg, kertas
lakmus dan aquadest.
2. Percobaan Penentuan Harga Tetapan Gas (R)
a. Alat
Alat-alat yang digunakan dalam percobaan adalah gelas kimia 500 mL, gela
ukur 100 mL, tabung reaksi 20 mL, pembakar Bunsen, pipa pengalir, prop dan
selang plastik.
b. Bahan
Bahan-bahan yang digunakan dalam percobaan ini ialah KClO3 dan MnO2.

VI.

Prosedur Kerja
1. Percobaan Menghitung Harga Ar Mg
1)
2)
3)
4)

Ditimbang krus porselen kosong sampai ketelitian 10 mg.


Ditimbang logam sekitar 0,1 gram Mg dan dimasukkan ke dalam krus.
Dipanaskan krus dengan isinya di atas api furnace (tanur)
Setelah menjadi putih, didinginkan krus dan ditambahkan beberapa

5)
6)
7)
8)

tetes air.
Diperiksa dengan kertas lakmus uap/gas yang keluar.
Dipijarkan krus, didinginkan dan ditimbang.
Dipijarkan dan ditimbang berulang-ulang sampai berat konstan.
Dihitung massa atom relatif Mg.

2. Percobaan penentuan harga tetapan gas (R)


1) Ditimbang tabung reaksi dan dimasukkan sekitar 1 gram KClO 3.
Dicatat data berat tabung + zat.
2) Dimasukkan sedikit serbuk MnO2.
3) Diset/dipasang alat untuk pemisahan air gas oksigen yang keluar dari
tabung.
4) Dipanas tabung dan dihentikan setelah diperoleh gas secukupnya.
Dicatat volume gas yang terbentuk.
5) Ditimbang tabung kembali sampai diperoleh berat konstan.
VII.

HASIL PENGAMATAN

1. Percobaan Menghitung Harga Ar Mg


A. SEBELUM PERCOBAAN
NO
NAMA BAHAN
.
1.
MgO (Magnesium oksida)
2.
H2O (Air)
3.
KClO3 (Kalium klorat)
4.
MnO2 (Mangan dioksida)
B. SESUDAH PERCOBAAN

BENTUK

WARNA

Kristal
Larutan
Serbuk
Serbuk

Hitam
Tidak berwarna
Putih
Hitam

Ditimbang krus porselen sebanyak 13,3 gram, dimasukkan logam Mg sekitar


0,1 gram dan krus dipanaskan, ternyata menghasilkan warna nyala serbuk putih

(=silver) yang dinamakan Magnesium oksida. Kemudian ditambah beberapa tetes


air.
Mg + O2
MgO + H2O

MgO
(putih)
Mg(OH)2
(abu-abu)

2. Percobaan penentunan tetapan gas (R)


A. SEBELUM PERCOBAAN
NO
.
1.
2.
3.
4.

NAMA BAHAN

BENTUK

WARNA

MgO (Magnesium oksida)


H2O (Air)
KClO3 (Kalium klorat)
MnO2 (Mangan dioksida)

Kristal
Larutan
Serbuk
Serbuk

Hitam
Tidak berwarna
Putih
Hitam

B. SESUDAH PERCOBAAN
Volume gas O2 dihasilkan 40 mL= 0,04 Liter.
PV

= nRT

nRT
P

PV
nT

1 atm .0,04 L
3
12. 10 .273 K

4. 102 . atm L
12. 103 mol 273 K

= 0,001 atm.L.mol K-

VIII. REAKSI PERHITUNGAN


1. Percobaan pertama
Krus kosong = 13,3 gram

Massa Mg

= 0,1 gram

Mol Mg

= Mol MgO

Massa Mg
Ar Mg

Massa MgO
Ar Mg + Ar O2

0,1 gram
x

1,2 gram
x +16

0,1. 1,6

= 1,2 x
1,6

= 1,2 x 0,1 x

1,6
1,1 = x
x

% Error

= 1,45 Gram/Mol

Ar sebenarnya Ar yang diperoleh.100


Ar Sebenarnya

241,45
.100
24

= 94%.

IX.
PEMBAHASAN
1. Percobaan pertama
Massa atom adalah sifat utama suat unsur yang membedakannya dengan
unsur lain. Dengan adanya massa atom relatif dapat diketahui sifat unsur tersebut
dan senyawanya, sedangkan harga tetapan gas (R) ditentukan melalui reaksi
pemisahan gas di dalamnya air dan berdasarkan volume oksigen.
Percobaan ini menggunakan serbuk Mg (Magnesium) yang dipanaskan di
dalam kertas porselen dan timbul nyala merah

sehingga warna Mg yang

semulanya abu-abu pekat berubah menjadi pekat karena membentuk senyawa


MgO (Magnesium oksida). Hal ini membuktikan bahwa logam Mg mampu
bereaksi dengan udara sekitarnya pada suhu tertentu. Kemudian senyawa MgO
diteteskan satu tetes H2O warnanya kembali berubah menjadi abu-abu dan

membentuk senyawa Mg(OH)2. Hasil pengamatan diperoleh hasil Ar Mg adalah


1,45 gram/mol. Jika dibandingkan dengan Ar Mg sebenarnya ialah 24 gram/mol.
Masih terdapat kesalahan-kesalahan dalam pengamatan. Hal ini disebabkan
pemijaran tidak dapat menghilangkan seluruh atom hidrogen dari persenyawaan.
2. Percobaan kedua
Diisi air ke dalam tabung volume, kemudian alat dikomposisi (penguraian)
dimasukkan selang kedalam tabung volume yang telah diisi dengan air tesebut.
Kemudian disediakan tabung reaksi yang didalamnya dimasukkan KClO 3 yang
berfungsi sebagai oksidator kuat, karena mampu mengoksidasi zat-zat lain akan
tetapi dia mengalami reduksi, dan didalam tabung reaksi tersebut di tambah lagi
dengan serbuk MnO2 yang berwarna hitam seperti bubuk kopi, yang berfungsi
untuk mempercepat reaksi.
Setelah KClO 3 dicampur dengan MnO2 dipanaskan, kemudian terjadilah
gelembung-gelembung oksigen yang menandakan bahwa tekanan gas yang terjadi
didalam tabung volume lebih besar daripada di dalam air.
X.

KESIMPULAN
1. Sebelum percobaan dimulai krus persolin ditimbang sebanyak 13,3
gram
2. Setelah percobaan dimulai maka

hasil timbangan Mg(OH)2

sebanyak 16,2 gram


3. Pada analisis data, didapatkan Ar Mg (massa atom relatif
Magnesium) jauh berbeda dari pada Ar (massa atom relatif)
sebenarnya, yaitu 1.45 gr/mol. Sedangkan yang sebenarnya adalah
24 gr/mol.
4. Pada percobaan kedua diperoleh harga tetapan gas (R) yaitu 0.001
atm L.mol- K-. Hal ini berbeda dengan R ( tetapan gas) yang sudah
ditetapkan yaitu 0.082 atm L.mol- K-.
5. Perbedaan hasil yang diperoleh, disebabkan oleh kurangnya
ketelitian ketika melakukan percobaan karena percobaan ini
diperlukan ketelitian, bukan hanya pada seorang praktikan namun
juga diperlukan alat ukur yang khusus.

10

6. Volume gas O2 yang dihasilkan 40 mL = 0,04 Liter, karena tekanan


gas lebih besar terjadi di dalam tabung reaksi daripada tekanan di
luar tabung.

XI.

REFERENSI
Tim Laboratorium Kimia, 2014/2015, Kimia Dasar I UIN Ar-Raniry,
Darussalam-Banda Aceh.

Banda Aceh, 23 Desember 2014

Mengetahui,
Asisten Meja

Mahasiswa Praktikan

(Busratun Muazzinah)

(Kelompok 4)

11

DIAGRAM ALIR

a. Percobaan Menghitung Nilai Ar Mg

Krus Porselen (13,3 gram) dan logam MgO (0,2 gram)

Krus Porselen

Dimasukkan ke dalam
Menghasilkan warna putih abu-abu

Didinginkan, diteteskan air


Menghasilkan Mg(OH)2 abu-abu

Ditimbang
16,2 gram

12

b. Percobaan Menghitung Tetapan Gas (R)

Tabung Reaksi

Dimasukkan
KClO3 1 gram
Ditambah
Serbuk MnO2
Dipanaskan
Air lama-kelamaan berkurang karena tekanan
Jumlah air berkurang

13