Anda di halaman 1dari 8

ABSTRAK

PENERAPAN PENDEKATAN SCIENTIFIC UNTUK MENINGKATKAN HASIL


BELAJAR ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA) KONSEP HUBUNGAN STRUKTUR
AKAR TUMBUHAN DENGAN FUNGSINYA PADA SISWA KELAS IV SDN 2 SAPE
Lilies /820942551
Email: Lilies68.naganuri@gmail.com
Permasalahan yang ditemukan dalam pembelajaran konsep Hubungan Struktur Akar Tumbuhan
Dengan Fungsinyapada siswa kelas IV SDN 2 Sape berupa: (1) guru lebih dominan berpedoman pada
buku pegangan tanpa melibatkan sumber-sumber belajar di lingkungan sekitar; (2) penyampaian konsep
sarat dengan hafalan-hafalan; (3) kegiatan pembelajaran masih monoton dengan metode ceramah; (4)
tingkat keaktifan siswa masih rendah; dan (5) guru kurang membimbing siswa dalam menyelesaikan
masalah. Permasalahan di atas berdampak pada rendahnya hasil belajar IPA siswa yang hanya
mencapai nilai rata-rata 47,2 dari KKM yang ditetapkan sebesar 70. Ketuntasan klasikal hanya
mencapai 33.3% dari standar 80% yang ditetapkan. Oleh karena itu, guru menerapkan pembelajaran
dengan pendekatan Scientific sebagai alternatif pemecahan masalah melalui PTK. Penelitian ini
bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan langkah-langkah penerapan pendekatan Scientific dalam
meningkatkan hasil belajar IPA konsep Hubungan Struktur Akar Tumbuhan Dengan Fungsinyapada
siswa kelas IV SDN 2 Sapei, dan (2) Menganalisis pengaruh penerapan pendekatan Scientific terhadap
peningkatan hasil belajar IPA konsep Hubungan Struktur Akar Tumbuhan Dengan Fungsinyapada
siswa kelas IV SDN 2 Sape. Penelitian perbaikanpembelajaran ini dilaksanakan sebanyak 2 (dua) siklus.
Tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Data yang
terkumpul dianalisis secara deskriprtif.kuantitatif Hasil tes belajar pada siklus I diperoleh rata-rata nilai
tes sebesar 71.8 dengan ketuntasan klasikal sebesar 66.7%., dan pada siklus II sebesar 77,3 dengan
ketuntasan klasikal sebesar 90.5%. Dalam hal ini terjadi peningkatan pencapaian hasil belajar siswa
yang melebihi Indikator Keberhasilan yang ditetapkan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan
bahwa penerapan pendekatan Scientific dapat meningkatkan kinerja guru dan hasil belajar IPA konsep
Hubungan Struktur Akar Tumbuhan Dengan Fungsinyapada siswa kelas IV SDN 2 Sape. Hal tersebut
tercermin dari peningkatan penguasaan konsep dan aktivitas positif siswa dalam pembelajaran.
Kata Kunci: Pendekatan Scientific, Hasil Belajar, Struktur Akar Tumbuhan

III. PELAKSANAAN PENELITIAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN


A. Subjek, Tempat, Waktu, dan Pihak yang Membantu dalam Penelitian
1. Subjek Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada mata pelajaran IPA konsep Hubungan Struktur Akar
Tumbuhan Dengan Fungsinyapada siswa kelas IV SDN 2 Sape. Jumlah siswa sebanyak
21 orang, dengan komposisi 7 orang siswa laki-laki dan 14 orang siswa perempuan.
Siswa berasal dari desa sekitar, yaitu Desa Oi Maci. Latar belakang siswa berasal dari
keluarga dengan tingkat ekonomi taraf sedang dimana sebagian besar pekerjaan orangtua
siswa adalah petani, sebagian yang lain adalah pedagang, dan pegawai.
2. Tempat Penelitian
Tempat Penelitian perbaikan pembelajaran dilaksanakan di SDN 2 Sape Kabupaten Bima.
Sekolah tersebut berada di desa Oi Maci, disekitar pusat kota kecamatan

3. Waktu Penelitian
Waktu Penelitian perbaikan pembelajaran adalah 2 bulan,mulai tanggal 19 Oktober 2015
sampai dengan tanggal 4 Desember 2015 yang diawali dengan studi pendahuluan,refleksi
hingga perampungan laporan.
Jadwal pelaksanaan perbaikan pembelajaran sebagai berikut.
a. Siklus I dilaksanakan pada hari Senin tanggal 2 November 2015, dengan materi
Hubungan Struktur Akar Tumbuhan Dengan Fungsinya
b. Siklus II dilaksanakan pada hari Senin tanggal 9 November 2015, dengan materi
Hubungan Struktur Akar Tumbuhan Dengan Fungsinya
4. Pihak yang Membantu
Pihak yang membantu dan terlibat langsung dalam penelitian ini adalah:
a. Kepala Sekolah SDN 2 Sape (Siti Ulfah H.M.S, S.Pd.SD)
b. Supervisor I (Amiruddin, S.Pd.Fis, MM)
c. Supervisor II (Rosita, S.Pd.SD).
d. Dinas Dikpora Kabupaten Bima
e. Penilai 1 (Ahwal Idrus, S.Pd.SD) dan Penilai 2 (Siti Ramlah, S.Pd.SD)
f. UPBJJ UT Mataram
g. UT Pusat
B. Desain Prosedur Perbaikan Pembelajaran
1

Studi Pendahuluan

Studi pendahuluan dilakukan peneliti sebagai tahapan awal untuk menentukan


fokus penelitian. Beragam permasalahan yang ditemukan dalam pembelajaran IPA
konsep Hubungan Struktur Akar Tumbuhan Dengan Fungsinyapada siswa kelas IV
SDN 2 Sape, yaitu rendahnya hasil belajar IPA konsep Hubungan Struktur Akar
Tumbuhan Dengan Fungsinyapada siswa kelas IV SDN 2 Sape yang hanya mencapai
nilai rata-rata 47,2 dari KKM yang ditetapkan sebesar 70. Ketuntasan klasikal hanya
mencapai 33.3% dari standar 80% yang ditetapkan.
Penentuan fokus penelitian diawali peneliti dengan melakukan refleksi pada
pembelajaran Pra siklus IPA konsep Hubungan Struktur Akar Tumbuhan Dengan
Fungsinyapada siswa kelas IV SDN 2 Sape sehingga peneliti mengumpulkan fakta dan
data pembelajaran,melakukan identifikasi masalah, menganalisis masalah, menentukan
alternative dan prioritas pemecahan masalah dan membuat rumusan masalah serta
menyusun RPP Perbaikan yang semuanya termuat pada Perencanaan Perbaikan
Pembelajaran IPA konsep Hubungan Struktur Akar Tumbuhan Dengan Fungsinyapada
siswa kelas IV SDN 2 Sape dengan menerapkan langkah langkah Pendekatan Scientific .
(terlampir).
Berdasarkan

studi

pendahuluan

dan

Perencanaan

penelitian

perbaikan

pembelajaran yang telah disusun,maka focus penelitian perbaikan pembelajaran IPA


konsep Hubungan Struktur Akar Tumbuhan Dengan Fungsinyapada siswa kelas IV
SDN 2 Sape adalah :
1) Kinerja Guru dalam menerapkan langkah-langkah pembelajaran dengan menggunakan
Pendekatan Scientific sebagai upaya meningkatkan hasil belajar IPA konsep Hubungan
Struktur Akar Tumbuhan Dengan Fungsinyapada siswa kelas IV SDN 2 Sape
2) Pengaruh penerapan Pendekatan Scientific terhadap Peningkatkan hasil belajar IPA konsep
Hubungan Struktur Akar Tumbuhan Dengan Fungsinyapada siswa kelas IV SDN 2 Sape
2. Indikator Keberhasilan Penelitian Perbaikan Pembelajaran
Untuk mengetahui tingkat keberhasilan dalam pelaksanaan penelitian perbaikan pembelajaran
IPA konsep Hubungan Struktur Akar Tumbuhan Dengan Fungsinyapada siswa kelas IV SDN 2 Sape
ini,peneliti menentukan Indikator keberhasilan sebagai berikut:
1 Kinerja Guru dalam menerapkan langkah-langkah pembelajaran dengan menggunakan
Pendekatan Scientific,dianggap berhasil jika guru mampu melaksanakan langkah-langkah
pembelajaran dengan menerapkan Pendekatan Scientific yang tertuang dalam RPP perbaikan
2

mencapai > 80% berdasarkan analisis hasil Observasi pada lembar observasi.
Hasil belajar siswa,penelitian perbaikan pembelajaran di anggap berhasil jika:

Rerata hasil belajar siswa mencapai Kriteria Ketuntasan minimal (KKM) yang ditetapkan

yaitu > 70.


Persentase siswa yang mencapai Ketuntasan Klasikal yaitu > 80%

3.Tahapan Penelitian Perbaikan Pembelajaran


Tahapan Penelitian Perbaikan Pembelajaran IPA konsep Hubungan Struktur Akar
Tumbuhan Dengan Fungsinyapada siswa kelas IV SDN 2 Sape ini mengacu pada empat
tahapan PTK mulai dari tahapan perencanaan, pelaksanaan,Observasi dan tahap Refleksi.
Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam bentuk siklus kegiatan seperti gambar
berikut.

Siklus I

Terselesaikan

Siklus II

Terselesaikan

Alternatif Pemecahan (Rencana Tindakan)


Pelaksanan
I
Permasalahan
Tindakan I
Refleksi I

Analisis Data I

Observasi I

Alternatif Pemecahan (Rencana Tindakan)


Pelaksanaan
II
Belum
Tindakan
II
Terselesaikan
Terselesaikan
Refleksi II

Belum
Terselesaikan
Terselesaikan

Analisis Data II

Observasi II

Siklus Selanjutnya

Gambar 2. Alur Penelitian Tindakan Kelas (Tim Pelatih Proyek PGSM, 1999)

Masing-masing siklus pada grafik di atas terdiri atas empat tahap kegiatan. Dapat
dijelaskan tahapan kegiatan setiap siklus adalah: (1) menyusun rencana kegiatan, (2)
melakukan tindakan, (3) melakukan observasi, dan (4) membuat analisis yang di lanjutkan
dengan refleksi untuk perencanaan tindakan perbaikan pada siklus berikutnya. Langkahlangkah perbaikan pembelajaran tiap siklus dijelaskan sebagai berikut:
. Siklus I
Kegiatan perbaikan pembelajaran IPA khususnya pada materi Konsep Daun dan
Bunga pada Tumbuhan, digunakan langkah-langkah Pendekatan Scientific. Kegiatan
perbaikan dilaksanakan bentuk siklus pembelajaran yang meliputi kegiatan perencanaan,

tindakan, pengamatan dan refleksi. Pada setiap siklus perbaikan, penulis dibantu oleh
supervisor dan Dosen pembimbing.
a. Perencanaan
Pada tahap ini guru menyusun rencana pembelajaran berdasar pokok bahasan
yang akan diajarkan yaitu struktur daun dan fungsinya, dengan urutan:
1) Menyusun silabus
2) Menyusun rencana pembelajaran
3) Menyiapkan media pembelajaran pendukung
4) Menyusun instrumen yang terdiri atas:
a) Lembar pengamatan aktivitas siswa.
b) Lembar pengamatan untuk guru
c) Soal evaluasi
5) Menentukan jadwal tindakan kelas.
b. Pelaksanaan
Kegiatan pembelajaran siklus I dilaksanakan hari Senin, 2 November 2015,
rincian kegiatan yang dilakukan peneliti dan supervisor ialah:
1) Menjelaskan materi pengantar dengan menggunakan salah satu contoh yang diambil
dari lingkungan sekitar
2) Mengajukan permasalahan dalam bentuk pertanyaan kepada siswa
3) Menjelaskan bahwa dalam menjawab pertanyaan tersebut akan dilakukan
penyelidikan sederhana dalam bentuk kelompok
4) Membentuk kelompok siswa yang terdiri dari 4-5 orang
5) Tiap kelompok menyelesaikan tugas kelompok untuk ditulis pada lembar kerja yang
telah dibagikan
6) Siswa melakukan pengamatan bersama kelompoknya masing-masing
7) Guru membimbing penyelesaian masalah dengan mengelilingi tiap kelompok
8) Siswa berdiskusi dalam mengolah informasi yang diperoleh dari hasil pengamatan
untuk mendapatkan kesimpulan
9) Siswa melaporkan secara lisan dan tertulis hasil kerja kelompok masing-masing
untuk ditanggapi oleh kelompok lain.

c. Observasi
Pada penelitian ini yang melaksanakan kegiatan mengajar adalah peneliti,
sedangkan yang bertindak sebagai observer adalah teman sejawat yang merupakan guru
kelas IV pada SDN 2 Sape. Pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung, supervisor 2
sebagai observer melakukan pengamatan dan mencatat kejadiankejadian selama
pembelajaran berlangsung terutama beragam hambatan dan permasalahan yang muncul.
Hasil observasi bermanfaat untuk pengambilan keputusan dalam kegiataan selanjutnya
yaitu refleksi. Tindakan dikatakan berhasil dengan indikator jika 80% siswa memperoleh
nilai rata-rata minimal 70 pada evaluasi akhir pembelajaran.
d. Refleksi
Kegiatan refleksi dimaksudkan untuk melakukan perenungan dan evaluasi
terhadap pencapaian-pencapaian serta kelemahan-kelemahan dalam pelaksanaan
tindakan penerapan Pendekatan Scientific pada pelajaran IPA konsep Hubungan
Struktur Akar Tumbuhan Dengan Fungsinyapada siswa kelas IV SDN 2 Sape selama
proses perbaikan pembelajaran. Dalam hal ini didasarkan pada hasil observasi yang
dilakukan oleh observer kemudian didiskusikan dengan peneliti dan Dosen
Pembimbing. Kegiatan refleksi untuk siklus I meliputi:
1) Merekap semua data temuan dalam kegiatan pengamatan.
2) Mendiskusikan hasil temuan.
3) Menyusun langkah-langkah perbaikan untuk siklus kedua.
Hasil pengamatan yang dilakukan observer dikumpulkan dan dibahas bersama
untuk mendapatkan kesamaan pandangan terhadap tindakan pada siklus pertama. Hasil
diskusi tersebut akan dijadikan bahan untuk menentukan langkah tindakan selanjutnya
pada siklus ke II.
1.Siklus II

a. Perencanaan
Rencana kegiatan siklus II disusun berdasar hasil analisis dan refleksi selama
siklus I. Topik yang dibahas pada siklus II ini adalah Struktur Akar tumbuhan dan
Fungsinya.

b. Pelaksanaan
Pelaksanaan siklus II ini dilakukan berdasar permasalahan yang ditemukan pada
siklus I, dilaksanakan pada hari Senin, 9 November 2015. Tindakan lebih ditekankan
pada aktivitas siswa dan guru, kegiatan kelompok, dan tanggapan terhadap masalah.
Kegiatan siklus II terinci sebagai berikut:
1) Menjelaskan materi pengantar dengan menggunakan salah satu contoh yang diambil
dari lingkungan sekitar
2) Mengajukan permasalahan dalam bentuk pertanyaan kepada siswa
3) Menjelaskan bahwa dalam menjawab pertanyaan tersebut akan dilakukan
penyelidikan sederhana dalam bentuk kelompok
4) Membentuk kelompok siswa yang terdiri dari 4-5 orang
5) Tiap kelompok menyelesaikan tugas kelompok untuk ditulis pada lembar kerja yang
telah dibagikan
6) Siswa melakukan pengamatan bersama kelompoknya masing-masing
7) Membimbing penyelesaian masalah dengan mengelilingi tiap kelompok
8) Siswa berdiskusi dalam mengolah informasi yang diperoleh dari hasil pengamatan
untuk mendapatkan kesimpulan
9) Mengarahkan cara membuat kesimpulan hasil penyelidikan, yaitu harus sesuai
dengan tujuan penyelidikan
10) Siswa melaporkan secara lisan dan tertulis hasil kerja kelompok masing-masing
untuk ditanggapi oleh kelompok lain
c. Observasi
Pada saat peneliti melakukan pembelajaran pada siklus II ini, observer melakukan
pengamatan sebagaimana yang dilakukan pada siklus I. Kegiatan pengamatan meliputi
berbagai aspek, yaitu: penjelasan konsep, perubahan aktivitas dan hasil belajar siswa,
media yang digunakan dan sistematika penyajian.
d. Refleksi
Pada akhir tindakan siklus II dilakukan analisis dan refleksi terhadap kegiatan
yang telah dilakukan. Hasil dari analisis dan refleksi ini disusun dari kesimpulan dan
saran dari seluruh kegiatan pada siklus II. Kegiatan refleksi untuk siklus II meliputi:

1) Merekap semua data temuan dalam kegiatan pengamatan.


2) Mendiskusikan hasil temuan.
3) Menyusun langkah-langkah perbaikan untuk siklus ketiga apabila evaluasi hasil
belajar dari siklus II ini belum memenuhi nilai rata-rata minimal.
C. Teknik Analisis Data

Data yang telah dihimpun selanjutnya dianalisis secara deskriptif dalam bentuk
persentase. Hal ini dimaksudkan untuk melihat pencapaian dalam kegiatan pembelajaran
baik berupa hasil tes belajar maupun hasil observasi.
1.

Hasil tes tingkat kemampuan siswa secara individu dianalisis dengan menggunakan
rumus:
Sk
x100
SM

NA =
dengan, NA = nilai akhir; Sk = skor perolehan; dan SM = skor maksimal. Selanjutnya,
pencapaian kompetensi secara klasikal dianalisis dengan menggunakan rumus:

KK

X
x 100 %
N

dengan, KK = kompetensi klasikal; X = jumlah siswa yang mencapai KKM, dan N =


jumlah siswa seluruhnya.
2.

Hasil observasi dalam proses pembelajaran dengan implementasi penerapan


pendekatan Scientific dianalisis dengan menggunakan rumus:
X=

A
x 100 %
B

dengan, X = persentase keterlaksanaan; A =

jumlah langkah pembelajaran yang

terlaksana; B = jumlah langkah pembelajaran seluruhnya.