Anda di halaman 1dari 15

6

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1

Profile Tempat Kerja Praktek


2.1.1

Sejarah Instansi [1]

PT Latinusa merupakan satu satunya industri yang bergerak dalam industri


bahan baku kemasan kaleng atau yang lebih dikenal dengan nama Tin Plate.
Proses pembuatan pelat timah menggunakan sistem Electrolyic Tinning Line
(ETL) dengan bahan bakunya berupa lembaran baja tipis yang dihasilkan dari
pabrik baja yang digiling tanpa pemanasan perkembangan pabrik Electrolytic
Tinning Line (ETL) atau dikenal dengan pabrik pelat timah selesai pada tanggal
15 Juli 1985, maka dilakukan uji coba peluncuran produksi pertama dan pada
bulan September 1985 dilakukan commissioning pabrik dan penyerahan proyek
pembangunan pabrik pelat timah sebagai proyek turn key dengan melibatkan
pihak Mannesman Demag Sack GMBH, Germany (MDS) selaku pemborong.
Peresmian pabrik PT Latinusa dilakukan oleh H.M. Soeharto pada tanggal
02 November 1985, maka dari tanggal 02 Januari 1986 telah dilakukan awal masa
produksi komersial pabrik pelat timah dengan produksi Tin Plate baik yang
berbentuk coil atau gulungan maupun sheet atau lembaran telah mendapat izin
usaha dari BKPM atas nama mentri perindustrian.
Pada awal masa produksinya PT Latinusa mulai menjajaki pangsa pasar
dunia untuk memasarkan produk Tin Plate, yang kemudian sekitar bulan
September 1986 melakukan eksport pertama kali ke Singapura. Pemasaran produk

Tin Plate tergolong maju dengan pesat maka pada bulan Desember 1987 telah
diberlakukan adanya penerapan pengendalian mutu terpadu produk yang
diproduksi PT Latinusa menjadi terkontrol dan terkendali sehingga pada bulan
Desember 1988 PT Latinusa dapat memproduksi Tin Plate mencapai angka
300.000 ton yang melebihi kapasitas produksi maksimum tiap tahun, sekitar 1990
terjadi suatu kondisi over loading dari customer, baik berasal dari luar negeri
maupun dalam negeri, pesanan luar negeri antara lain dari RRC, Italia, Thailand
dan pesanan yang berasal dari Irak. Tetapi setelah adanya badai krisis moneter
yang menerpa Negara-Negara di ASIA, PT Latinusa terkena imbasnya karena
semakin tingginya harga bahan baku utama dan penunjang, bertambahnya biaya
operasi produksi, biaya perawatan peralatan dan instrumentasi proses dan
berkurangnya customer yang membeli produk karena harga jual Tin Plate naik
dan cenderung lebih mahal dari Tin Plate yang berasal dari luar Negeri sehingga
produk yang dihasilkan berdasarkan dari order atau pesanan dari customer yang
hanya sekitar 50.000 - 90.000 ton tiap Tahun dari kapasitas produksi maksimum
130.000 Ton pertahun.

2.1.2

Logo Instansi [2]


Logo PT Latinusa seperti terlihat pada Gambar 2.1, yang terdiri

dari bulatan besar berwarna hitam, dua garis horizontal berwarna hitam
dan dua buah bulatan kecil yang berwarna hitam.
Bentuk dan warna merah menggambarkan semangat kerja PT.
Latinusa di bawah naungan PT. Krakatau Stell Group. Bulatan hitam
bersar yang berarti menggambarkan Tin Plate. Dua buah garis horizontal
berwarna hitam menggambarkan sheet yang di tarik. Dua buah bulatan
hitam itu menggambarkan Tin Plate yang di tarik dari dua arah yang
artinya bisa memproduksi sheet berbagai macam sesuai pesanan.

Gambar 2.1 Logo PT.Latinusa

2.1.3

Badan Hukum Instansi [1]


PT Latinusa merupakan perusahaan antara PT tambang timah, PT

Krakatau steel dan PT Nusantara Ampera Bakti yang didirikan


berdasarkan akte notaris Imas Fatimah SH tanggal 19 Agustus 1982 dan
telah diumumkan dalam berita Negara RI No. 73 pada tanggal 13
September 1983 sebagai usaha PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri)
Secara perkembangan sampai dengan 31 mei 2000 mengalami
perubahan kepemilikan sahamnya:
1. Berdasarkan akte notaris No.45 Tanggal 19 Agustus 1982, untuk
perincian patungan tersebut sejumlah:

a) PT Tambang timah

Rp.9.539.721.000

= 52%

b) PT Krakatau Steel

Rp.4.402.944.000

= 24%

c) PT Nusamba

Rp.4.402.944.000

= 24%

2. Berdasarkan akte notaris No.183 Tanggal 20 Februari 1987,


untuk perincian patungan tersebut sejumlah:
a) PT Tambang Timah

Rp.16.043.558.400

= 62%

b) PT Krakatau Steel

Rp.3.730.060.800

= 14%

c) PT Nusamba

Rp.6.244.300.800

= 24%

3. Berdasarkan akte notaris No.2 Tanggal 8 Februari 1991, untuk


perincian patungan tersebut sejumlah:
a) PT Tambang Timah

Rp.16.043.558.400

= 24%

b) PT Krakatau Steel

Rp.44.999.991.040

= 67%

c) PT Nusamba

Rp.6.244.300.800

= 9%

4. Berdasarkan akte notaris No.45 Tanggal 17 Maret 1997,untuk


perincian patungan tersebut sejumlah:
a) PT Krakatau Steel

Rp.60.773.680.000

= 91%

b) PT Nnusamba

Rp.6.244.320.800

= 9%

10

5. Berdasarkan rapat umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB)


Tanggal 24 November 1997:
a) PT Krakatau Steel

Rp.95.623.680.000

= 91%

b) PT Nusamba

Rp.9.825.058.000

= 9%

6. Berdasarkan nilai saham PT Latinusa per 31 Mei 2000, untuk


perincian patungan tersebut sejumlah:
a) PT Krakatau Steel

Rp. 95.623.680.000

= 93.87%

b) PT Nusamba

Rp.6.244.320.00

= 6.13%

kontrak pembangunan pabrik pelat timah ditanda tangani pada


tanggal 4 Oktober 1982 dengan pihak kontraktor dan biaya pembangunan
keseluruhan untuk kapasitas 130.000 ton pelat timah pertahun sebesar
$96.200.000 dan peresmian PT Latinusa oleh mantan Presiden penguasa
Orde Baru yaitu H. M Soeharto pada tanggal 02 NOVEMBER 1985.

2.1.4

Struktur Organisai dan Job Deskription [1]


Struktur organisasi di PT LATINUSA merupakan struktur

organisasi garis yang digabungkan dengan fungsi staff. Dalam struktur


organisasi ini direktur utama bertanggung jawab langsung pada rapat
umum pemegang saham melalui dewan komisaris. Sistem pertanggung
jawaban direksi dan pimpinan lainnya dari semua tingkatan tertuang dalam
Struktur Organisasi PT LATINUSA yang menurut surat keputusan direksi
PT LATINUSA No.HK.00.01/28/0000/2004 TAHUN 2004. Setelah
adanya SK direksi PT LATINUSA tentang keoorganisasian ini maka
perlengkapan pengurusan dipimpin oleh direksi yang terdiri dari seorang

11

direktur utama dan dibantu oleh tiga orang direktur, untuk lebih
lengkapnya dapat dilihat pada Gambar 2.2:

Gambar 2.2 Struktur Organisasi PT. Latinusa

Job Deskription
Divisi Sistem Informasi
Bagian Divisi Sistem Informasi mempunyai tugas :
a.
b.
c.
d.
e.

Membantu Direktur Umum dalam bidang tugasnya


Merencang, membuat program yang sudah di sepakati
Peng-input-an dan peng-edit-an data
Mengecek jaringan
Memperbaiki jaringan yang bermasalah

Divisi Logistik
Bagian Divisi Logistik mempunyai tugas :
a.
b.
c.

Mengelola data barang


Mengadakan barang
Input dan output data barang

12

2.2

Landasan Teori
Analisis yang dilakukan di Divisi Logistik Informasi PT. Latinusa Cilegon,

mengutip beberapa toeri yang relevan berdasarkan penelitian.

2.2.1 Pengertian Sistem


Sistem adalah seperangkat elemen yang membentuk suatu kegiatan/
prosedur/ bagian pengolahan dalam mencapai tujuan bersama dengan
mengoperasikan data pada waktu tertentu untuk menghasilkan suatu
informasi.
Beberapa cirri dari sistem yaitu sebagai berikut:
1. Mengarah pada Tujuan
Cara

kerja

sistem

ini

adalah

merangkaikan

dan

mengkoordinasikan fakta-fakta untuk mencapai tujuan dengan


menggunakan aturan-aturan tertentu.
2. Merupakan Suatu Keseluruhan
Sistem merupakan suatu keseluruhan yang bulat dan utuh, dimana
tujuan masing-masing dari bagian yang membentuk sistem akan
saling menunjang dan mencapai tujuan dari sistem secara
keseluruhan dan ini berarti bahwa pencapaian tujuan dari salah
satu

bagian

tidak

dapat

dilakukan

dengan

mengabaikan

pencapaian tujuan dengan bagian yang lainnya.


3. Adanya Keterbatasan
Sistem memiliki sifat yang terbuka, dimana suatu sistem dapat
berinteraksi dengan sistem lainnya yang lebih besar.
4. Adanya Proses Transformasi

13

Suatu sistem mempunyai atau melakukan proses tranformasi


kegiatan yang mengubah suatu input atau masukan menjadi sautu
output untuk mencapai tujuan.
5. Saling Berkaitan
Sistem terdiri dari elemen-elemen yang saling berkaitan satu
elemen dengan elemen yang lain.

2.2.1.1

Klasifikasi Sistem
Sistem dapat dikelompokkan atau di klasifikaskan menjadi

beberpa sudut pandang diantaranya adalah sebagai berikut : [ 4]

1. Sistem di klasifikasikan sebagai sistem abstrak ( abstract sitem) dan


sistem fisik (physical sistem), sistem abstrak terbentuk dari gagasangagasan

atau

konsep-konsep

saling

berkaitan.

Sistem

fisik

didefinisikan sebagai suatu sistem yang unsur-unsur pendukungnya


sacara fisik dapat terlihat atau dirasakan dan memiliki keterkaitan
antara satu unsur dengan unsur lainnya.
2. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem alamiah dan sistem buatan
manusia (human made sistem). Yaitu sistem alamiah merupakan
sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat manusia,
sedangkan sistem buatan manusia merupakan sistem yang dirancang
oleh manusia, sistem manusia yang melibatkan interaksi manusia
dengan mesin (Komputer) disebut human macine sistem.
3. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem tertentu ( deterministic sistem)
dan sistem tak tentu (probabilistic sistem), sistem tertentu beroperasi

14

dengan tingkah laku yang sudah diprediksi, interaksi diantara bagianbagiannya dapat dideteksi dengan pasti, sehingga kaluaran dari
sistem dapat diramalkan. Sistem tak tentu adalah sistem yang kondisi
masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur
probabilias.
4. Dan yang terakhir adalah klasifikasi sistem sebagai sistem tertutup
(closed sistem) dan sistem terbuka (open sistem), dimana sistem
tertutup tidak terpengaruh oleh lingkungan lainnya, sistem ini
bekerja secara otomatis tanpa ada campur tangan dari pihak luar.
Sebaliknya sistem terbuka merupakan sistem yang berhubungan dan
terpengaruh dengan lingkungan luar.

15

2.2.2 Bentuk Umum Sistem


bentuk umum dari suatu sistem terdiri dari atas masukan (input), proses
dan keluaran (output), dalam bentuk umum sistem ini terdapat satu atau lebih
masukan yang akan diproses dan akan menghasilkan suatu keluaran. Untuk lebioh
jelasnya dapat dilihat pada gambar 2.3. [4]

Gambar 2.3 Bentuk Umum Sistem

1.2.3

Alat-Alat Pengembangan Sistem


pengembangan sistem merupakan hal yang penting bagi kelangsungan

sistem itu sendiri. Pengembangan sistem adalah suatu upaya untuk menjaga
efektivitas sistem dalam memenuhi kebutuhan pengguna sistem. Pengembangan
sistem dapat berarti menyusun suatu sistem yang baru untuk menggantikan sistem
yang lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem yang ada. [5]
1.

Data Flow Diagram (DFD)

2.

Kamus Data (Data Dictionary)

16

2.2.3.1

Diagram Arus Data (Data Flow Diagrma)


Data Flow Diagram (DFD) digunakan untuk menggambarkan suatu

sistem yang telah ada atau sistem baru yang akan dikembangkan. DFD
memperlihatkan suatu sistem dalam komponen-komponennya serta interface
(penghubung) antara komponen tersebut. Dalam memperlihatkan aliran data dan
pengembangan suatu sistem yang ditinjau dari segi data yang ditampilkan dengan
symbol dan aturan tertentu.

2.2.3.2

Kamus Data (Data Dictionary)


Kamus data (Data Dictionary) adalah katalog fakta tentang data dan

kebutuhan-kebutuhan informasi dari suatu sistem informasi. Kamus data dapat


mendefinisikan data yang mengalir pada sistem dengan lengkap. Kamus data
dapat digunakan pada tahap analisa dan perancangan sitem. Pada tahap
perancangan sistem, kamus data digunakan untuk merancang masukan (input),
merancang laporan-laporan dan database.
Dengan adanya kamus data, didapat definisi-definisi dari bentuk-bentuk
yang tidak dimengerti dalam DFD yaitu aliran data, file, proses dan elemenelemen data. Arus data pada DFD bersifat global, hanya ditunjukan nama arus
datanya saja.

17

2.2.4 Pengertian Basis Data (Database)

Basis data adalah kumpulan file-file yang mempunyai kaitan antara satu
file lain dengan file lain sehingga membentuk suatu bangunan data untuk
menginformasikan suatu perusahaan/instansi dalam batasan tertentu basis data
merupakan salah satu komponen penting dalam sistem informasi karena basis data
adalah dasar untuk menyediakan informasi bagi para pemakai.

2.2.4.1 Perancangan Basis Data


Pada perancangan model konseptual, penekanan tinjauan dilakukan dapa
struktur data dan relasi antar fiile. Pendekatan yang dilakukan pada perancangan
model konseptual adalah menggunakan model dan relational.
Terdapat dua buah teknik perancangan basis data, yaitu

2.2.4.1.1

1.

Teknik Normalisasi

2.

Teknik Entity Relationship

Teknik Normalisasi
proses normalisasi merupakan pengelompokan data elemen menjadi

table-tabel yang menunjukan entity dan relasinya. Pada proses normalisasinya


selalu di uji pada beberapa kondisi.

18

2.2.4.1.2

Teknik Entity Relationship


entity relationship diagram dibuat untuk merancang suatu basis data

dengan memperlihatkan hubungan antara entity atau objek yang terlibat beserta
atributnya. Untuk membantu gambaran relasi secara lengkap ada tiga macam
relasi dalam hubungan attribute dalam satu file :
1. One To One Relationship
hubungan antara file kesatu dengan file kedua adalah satu
berbanding satu. Dengam symbol :

Symbol 2.1 One To One Relationship

2. One To Many Relationship


hubungan antara file pertama dengan file kedua adalah satu
berbanding bayak atau dapat pula dibalik banyak berbanding satu.
Dengan symbol :

Symbol 2.2 One To Many Relationship

3. Many To Many Relationship


hubungan antara file pertama dan file kedua adalah banyak ke
banyak. Dengan symbol :

Symbol 2.2 Many To Many Relationship

19

2.2.5 Pengertian Flowchart


Flowchart atau diagram alir cara untuk menggambarkan proses pada suatu
sistem atau program komputer dalam bentuk diagram sehingga dengan diagram
tersebut kita memahami proses dan cara kerja dari suatu sistem atau program
komputer dengan mudah.

20