Anda di halaman 1dari 1

panduan tauhid kita * Kitab Babul Hidayah: Mukadimah Kitab Babul Hidayah:

Mukadimah
"Sampaikan dariku walau satu ayat." [H.R. Bukhari] Tampilan terbaik laman ini pada
peramban /Chrome/. *Khusus pengguna perangkat /mobile/:* Apabila ada artikel
yang tampilannya terpotong, silakan baca dalam mode /landscape/. Apabila masih
terpotong, artinya artikel tersebut hanya nyaman dibaca via laptop atau PC. Harap
maklum. landscape mode. HTML5 Babul Hidayah Ringkasan /Kitab Babul Hidayah
oleh K.H. Undang Sirad/ "Abah akan membuka tauhid hakiki dalam Kitab Babul
Hidayah: Membuka Pintu Hidayah. Bab dasar sampai bab tamat pelajaran. Abah
salurkan pengetahuannya dengan sms dan internet pada Adam dan Yuni. Ikuti
secara beruntun dari bab ke bab. Abah hanya menyampaikan saja warisan-warisan
ulama untuk umat. Karena Allah itu Ilmu-Alimun, mana ada yang seperti Allah. Maka
wajarlah Abah ada kesalahan. Aamiiinullah.. kabulkanlah niat baik kami, Allah....
K.H. Undang Sirad Ringkasan /Kitab Babul Hidayah/: Mukadimah Dengan karunia
dan hidayah Allah-lah kami dapat menguraikan Sifat-Sifat Hakiki yang wajib bagi
Allah. Adapun 20 Sifat itu dikatakan /Sifat Tasbih/, yakni sifat yang dapat dihitung
jumlahnya. Pertama, Sifat /Nafsiyah/. Sifat Nafsiyah itu menerangkan Sifat
/*Wujud*/, artinya Sifat Diri. Dari 20 Sifat yang ada, hanya satu sifat saja yang
disebut Sifat Nafsiyah, yakni Sifat Wujud, artinya ADA. Sifat /Wujud/ itu
menerangkan bahwa Zat Allah atau Diri Allah itu ada selama-lamanya dan adanya
Zat Allah itu di-ada-kan Tuhan tidak dengan dikarenakan oleh suatu karena; Tuhan
sendiri yang menjadikannya. Maka arti Sifat /Nafsiyah/ itu menerangkan tentang
Diri Zat. Kedua, Sifat /Salbiyah/. Sifat /*Qidam, Baqa, Mukhalafah, Qiyamuhu bi
Nafsih*/, dan /*Wahdaniyah*/. Kelima sifat ini terangkum sebagai Sifat /Salbiyah/.
Jelasnya, di antara 20 Sifat, ada 5 yang termasuk Sifat Salbiyah; kelima sifat ini
menafi/menolak yang tidak layak bagi Zat Allah. Adanya Sifat /Salbiyah/ ini (/Qidam,
Baqa, Mukhalafah, Qiyamuhu bi Nafsih,/ dan /Wahdaniyah/) untuk menolak kalau
ada *perkataan-perkataan, pendapat-pendapat yang tidak layak; tidak pantas
disematkan pada Zat Allah.* Maka yang ada pada Sifat /Salbiyah/ menolak kalau
ada perkataan menyatakan, "Zat itu berawal." Pendapat ini ditolak dan wajib
dianggap tidak benar karena dalam Sifat /Salbiyah/, Zat Tuhan itu /Qidam/: sedia
adanya. Ketiga, Sifat /Ma`ani/. Di antara 20 Sifat, ada yang dinamakan Sifat
/Ma`ani/, yakni sifat-sifat yang wajib ada pada Zat Allah. Sifat /Ma`ani/ itu ada 7
sifat saja, yakni /*Qudrat, Iradat, Ilmu, Hayat, Sama`, Bashar, Kalam*/. Inilah
Sifat /Ma`ani /yang wajib ada pada Zat Allah. Keempat, Sifat /Ma`nawiyah/. Hal
keadaan dari ke-7 Sifat Ma`ani di atas disebut Sifat Ma`nawiyah. Jadi, Sifat
/Ma`nawiyah/ ini menerangkan "hal keadaan" Sifat /Ma`ani/. Maksudnya, setiap
yang bersifat (/Ma`ani/) /Qudrat/, tentulah hal-keadaannya (ma`nawiyahnya)
berkuasa. Maka terjadilah sifat bertalazim antara Sifat /Ma`ani/ dan Sifat
/Ma`nawiyah/. Yang dimaksud sifat bertalazim itu, setiap ada /Qudrat/, musti ada
/*Qadirun*/; setiap ada /`Alim/, musti ada /*`Alimun*/; setiap ada /Hayat/, musti ada
/*Hayyun*/; setiap ada /Sama`/, musti ada /*Sami`un*/; setiap ada /Bashar/, musti
ada /*Bashirun*/; setiap ada /Kalam/, musti ada /*Mutakalimun