Anda di halaman 1dari 8

Nama : Bilmantasya Al Fattha Rahmat

NPM : 1306366893
TUGAS 05 Teknik Las - Departemen Teknik Mesin FTUI

1. Jelaskan mekanisme terjadinya tegangan sisa pada pengelasan dan apa resiko dari
adanya tegangan sisa tersebut.
Jawab:
Tegangan sisa merupakan tegangan yang tetap hadir dalam suatu struktur sebagai akibat
adanya perlakuan termal atau perlakuan mekanik atau keduanya. Tegangan yang
ditimbulkan pada material yang mengalami pengelasan disebabkan utamanya oleh
kontraksi dari logam cair yang membeku. Pemanasan yang tidak merata menyebabkan
ekspansi panas yang terbatas.
Mekanisme terjadinya tegangan sisa adalah pemanasan yang tidak merata
menyebabkan terjadinya ekspansi panas yang tidak terbatas. Pada akhir siklus panas, akan
terjadi distorsi atau terjadi restrain yang menyebabkan munculnya tegangan sisa pada
daerah tersebut. Medan tegangan sisa (residual stress fields) sangat kompleks, tetapi
besarnya hampir mendekati tegangan luluh (yield stress). Tegangan tersebut perlu untuk
dihilangkan atau dieliminir melalui stress relief
heat threatment PWHT.
Efek utama tegangan sisa pada daerah lasan :

Distorsi

Kegagalan prematur pada daerah lasan

Tegangan yang ditimbulkan oleh regangan


menghasilkan gaya internal yang menyebabkan
penciutan material, sehingga terjadinya perubahan
dimensi yang disebut distorsi

2. Jelaskan secara singkat tujuan (The purpose) dari las cantum (tack welding) dan
berikan 2 (dua) pertimbangan untuk melakukan las cantum (tack welding).
Jawab:

Las catat (tack weld) adalah las kecil (pendek) yang digunakan-untuk semua pakerjaan
las permulaan sebagai pengikat bagian-bagian yang akan dilas, untuk mengunci hasil dari
sebuah penyetelan baik dari plate atau pun pipa agar tidak adanya sebuah pergerakan dari
akibat dari sebuah proses pengelasan

Pertimbangan untuk melakukan tack weld yaitu :


a. Terdiri dari beberapa plat dengan posisi yang sama atau berbeda, sehingga harus
dilakukan tack welding untuk mengikat setiap bagian plat.
b. Jenis material yang mudah mengalami disorsi, sehingga menghindari material tersebut
dari distorsi yang akan terjadi.

3. Jelaskan mekanisme terjadinya hydrogen Induced Cracking (HIC) pada pengelasan


dan persyaratan apa saja untuk terjadinya HIC. Serta jelaskan beberapa sumber
Hydrogen dan beberapa metoda untuk mengurangi larutnya H2 pada pengelasan.
Jawab:
Saat logam las masih cair, logam ini menyerap hidrogen dalam jumlah yang besar yang
dilepaskan dengan cara difusi pada suhu rendah karena pada suhu tersebut kelarutan
hidrogen menurun. Hidrogen yang didifusikan ini menyebabkan terjadinya retak di daerah
pengaruh panas.
Persyaratan terjadinya HIC adalah :

Hadirnya hidrogen dalam baja yang dapat berdifusi

Terciptanya tegangan sisa yang tinggi

Adanya struktur mikro yang rentan terhadap retak (HV>350) seperti martensit

Sumber hidrogen antara lain :

Air dan zat organik yang terkandung di dalam fluks

Kelembaban udara atmosfer

Minyak, zat organik, dan air yang melekat pada rongga-rongga dan permukaan
pelat kawat las

Metoda untuk mengurangi larutnya H2 pada pengelasan :

Menggunakan fluks yang mengandung banyak karbonat. Dengan fluks ini akan
dihasilkan gas karbon dioksida yang dapat menurunkan tekanan parsial hidrogen
didalam busur listrik dengan sendirinya akan mengurangi difusi hidrogen

Dilakukan penurunan kecepatan pendinginan dengan memberikan pemanasan


mula pada temperatur antara 50 3000C atau memberikan pemanasan kemudian
pada temperatur antara 2000C 3000C

4. Jelaskan mekanisme terjadinya Solidification Cracking (Hot Crack) pada pengelasan


dan persyaratan apa saja untuk terjadinya Hot Cracking. Serta jelaskan beberapa
sumber penyebab Hot Cracking & metoda untuk menguranginya pada pengelasan
baja.
Jawab:
Solidification cracking terjadi jika logam las membeku sebagai fasa tunggal
gamma (), yaitu jika Crek/Niek < 1,5. Jenis cacat ini dapat dihindari dengan
menciptakan 5-10% -ferrite pada logam las melalui pemilihan kawat las yang
tepat.
Faktor penyebab Solidification crack :

Impurities seperti sulfur atau phospor dan carbon (S di parent material mungkin
remelt, iron -> iron sulphida)

Stress

Joint design terlalu dalam dan lebar

Ganguan pada heat flow kondisi, seperti star/stop condition

Menghindari Hot crack

Menggunakan high quality base material (maintai low carbon content).

Menggunakan basic flux.

Joint design selection dengan memperhitungkan depth, width rasio.

Minimize jumlah stress.

Menggunakan high mangnase dan low carbon content filer / elektroda.

Bersihkan joint untuk preperation.

5. Jelaskan mekanisme terjadinya Lamelar Tearing pada pengelasan dan Jelaskan


penyebab utama Lamelar Tearing & metoda untuk menguranginya pada
pengelasan.
Jawab:
Lamellar tearing pada material dapat diartikan sebagai keretakan material akibat
pengelasan yang berbetuk lapisan yang terletak di dalam material dan searah permukaan
material pelat tersebut. Lamellar tearing ini pada umumnya terjadi pada material pelat baja
rolled, dimana ini adalah kondisi berbahaya yang terjadi ketika material pelat yang
mempunyai sifat kelenturan yang rendah (low ductility) yang dilas secara tegak lurus
terhadap arah ketebalan pelat tersebut.

Keretakan ini dapat terjadi disebabkan oleh:

Regangan (strain) karena kontraksi akibat perubahan suhu terjadi pada arah
ketebalan pelat (through thickness direction of plates)

Adanya inklusi/sisipan material non-metal yang berupa bidang lapisan tipis dimana
bentuk utama dari sisipan (planar) tersebut searah dengan permukaan pipa.
Sehingga regangan (strain) akibat kontraksi tersebut akan memaksa inklusi nonmetal tadi sebagai pemicu untuk membentuk bukaan planar pada arah pararel
terhadap permukaan pelat.

Metode untuk mengurangi lamelar tearing pada pengelasan :

Pengurangan kadar sulfur

Penambahan Ce dan Ca yang menghasilkan butir bukan logam yang berbentuk


bulat sehingga mengurangi kepekaan terhadap lamelar tearing

6. Jelaskan faktor apa saja yang harus saudara (i) perhatikan bila terjadi kekerasan
yang tinggi di HAZ. Dan jelaskan metoda (cara-cara) untuk mengurangi kekerasan
yang tinggi di HAZ.
Jawab:

Faktor yang harus diperhatikan yaitu:


Ketangguhan batas las
Komposisi kimia logam induk
Kecepatan pendinginan
Untuk mengurangi kekerasan yang tinggi di HAZ dapat menggunakan metode:

Penggunaan baja yang kurang peka terhadap penggetasan HAZ

Bertujuan untuk mengurangi kadar paduan dan karbon dalam baja dan mempertinggi kadar
nikel.

Pembatasan masukan panas

Penurunan penggetasan melalui cara pengelasan

Bertujuan untuk memperbaiki struktur mikro yang terjadi dengan cara pemanasan kembali
melalui panas las, menghindari terjadinya retak dan distorsi , mengurangi tegangan sisa dsb
yang dapat diusahakan dengan cara cara pengelasan.

7. Jelaskan tujuan pemanasan awal (preheating) dan pemanasan akhir (PWHT) pada
proses pengelasan.
Jawab:
Tujuan pemanasan awal (preheating)
Memperlambat laju pendinginan sehingga mencegah terjadinya retak tumit (toe crack) dan
retak manik (underbead crack) pada baja yang memiliki hardenability yang tinggi
(mengandung paduan).
Tujuan pemanasan akhir (PWHT)
Menghilangkan tegangan sisa sehingga dapat mencegah terjadnya distorsi pada logam las.

8. Sebutkan empat (4) metoda/teknik yg efektif untuk mengurangi distorsi las (welding
distortion).
Jawab:

4 Metoda/teknik yang efektif untuk mengurangi distorsi las adalah :


a. Strongback and clamp
b. clamp
c. Alat bantu (Jig& Fixture) dan pengaturan letak bahan (Pre-Setting)
d. Prestrain & Restrain Bracket

9. Bila ada cacat dibawah ini, analisa menurut saudara apakah cacat tsb diterima
(accept) atau ditolak (reject) dengan merefer ke ISO 5817 dengan Quality level C
a. Retak (crack)sepanjang 2 mm di weld metal
b. Lack of side wall fusion sepanjang 5 mm
c. Surface porosity diameter 1,5mm
Jawab:

Berdasarkan ISO 5817 dengan quality level C, maka saya berpendapat bahwa :
a. Bahwa kecacatan dengan jenis retak (crack) sepanjang 2 mm di weld metal TIDAK
DIPERBOLEHKAN / TIDAK DITERIMA dengan t 0,5mm
b. Bahwa kecacatan dengan Lack of side wall fusion sepanjang 5 mm TIDAK
DIPERBOLEHKAN / TIDAK DITERIMA dengan t 0,5mm
d. Bahwa kecacatan dengan Surface porosity diameter 1,5mm terdapat 2 kemungkinan,
dimana kemungkinan tersebut adalah
-

Diperbolehkan/diterima dengan kriteria t > 3mm

Tidak diperbolehkan/tidak diterima dengan kriteria t = 0,5 3 mm

10. Jelaskan cacat las (weld defect) di bawah ini serta sebutkan penyebabnya serta
penanggulangannya.

(a)

(b)

Jawab:
a.

Cacat karena tidak terisinya kampuh las secara sempurna oleh kawat pengisi.
Penyebab timbulnya cacat:

Penggunaan arus yang terlalu rendah

Kecepatan pengelasan yang terlalu tinggi

Geometri sambungan yang kurang tepat

Diameter elektroda yang terlalu besar

Cara penanggulangan:

Arus ditingkatkan

Diameter elektroda diperkecil

Sudut kawat las 45oC

Membersihkan permukaan sebelum mengelas

b. Cacat berupa lubang halus yang terjadi akibat adanya udara atau gas yang terperangkap
dalam deposit las.
Penyebab porositas antara lain adalah

elemen pengotor

kelembaban atmosfir

kontaminasi bahan lain seperti minyak, pelumas atau kotoran lain.

Cara penanggulangannya :

Menggunakan fluks yang mengandung banyak karbonat. Dengan fluks ini akan
dihasilkan gas karbondioksida yang dapat menurunkan tekanan parsial hidrogen
didalam busur listrik dengan sendirinya akan mengurangi difusi hidrogen.

Dilakukan penurunan kecepatan pendinginan dengan memberikan pemanasan


mula pada temperatur antara 50 sampai 300oC atau memberikan pemanasan
kemudian pada temperatur antara 200oC sampai 300oC.

Sebelum mengelas, pada daerah di sekitar kampuh dibersihkan dari air, karat,
debu, minyak dan zat organik yang dapat menjadi sumber hidrogen.

Menggunakan elektroda dengan fluks yang mempunyai kadar hidrogen rendah.

Penggunaan CO2 sebagai gas pelindung.

Menghindari pengelasan pada waktu hujan atau di tempat di mana daerah las
dapat kebasahan.