Anda di halaman 1dari 13

COLORSCOPE INC

MUHAMMAD ANUGRAH PERDANA


1506814766
UNIVERSITAS IND0NESIA
Akuntansi Manajemen Lanjutan Muhammad Anugrah Perdana - 1506814766
Page 1

Statement of Authorship
Saya yang bertandatangan di bawah ini menyatakan bahwa makalah/tugas terlampir adalah
murni hasil pekerjaan saya sendiri. Tidak ada pekerjaan orang lain yang saya gunakan tanpa
menyebutkan sumbernya.
Materi ini tidak/belum pernah disajikan/digunakan sebagai bahan untuk makalah/tugas pada
mata ajaran lain kecuali saya menyatakan dengan jelas bahwa saya menggunakannya.
Saya memahami bahwa tugas yang saya kumpulkan ini dapat diperbanyak dan atau
dikomunikasikan untuk tujuan mendeteksi adanya plagiarisme.
Mata Ajaran
: Akuntansi Manajemen Lanjutan
Judul Makalah/Tugas : Kasus Colorscope Inc
Tanggal
Dosen

: 28 Februari 2016
: Dr. Christina Juliana

Kelas
Nama
NPM

: 2P14-2S&27H&27C
: Muhammad Anugrah Perdana
: 1506814766

Bekasi, 28 Februari 2016.

Muhammad Anugrah Perdana

COLORSCOPE INC
A. PENDAHULUAN
Colorscope Inc adalah perusahaan berskala kecil yang bergerak di di industri seni
grafis. Colorscope didirikan pada 1 Maret 1976 oleh imigran dari Tiongkok bernama Andrew
Cha. Pada awal pendiriannya perusahaan tersebut menyediakan jasa special-effects
photography laboratory kepada perusahaan advertising lokal di Southern California.
Seiring dengan meningkatnya reputasi Andrew Cha, Colorscope juga mengalami
peningkatan bisnis. Penjualan jasa secara konsisten mengalami peningkatan setiap tahun
sampai puncaknya di tahun 1988 Colorscope mendapatkan total penjualan jasa senilai $ 5
juta. Colorscope mulai melayani perusahaan advertising skala besar seperti Saatchi & Saatchi,
Grey Advertising, dan J. Walter Thompson juga melayani perusahaan ritel dan entetainment
berskala besar seperti The Walt Disney Company dan R. H. Macy & Co. Untuk meningkatkan
Akuntansi Manajemen Lanjutan Muhammad Anugrah Perdana - 1506814766
Page 2

pelayanan terhadap pelanggan-pelanggan tersebut, Andrew Cha melakukan investasi dengan


membeli perlengkapan komputer dengan teknologi tinggi untuk membantu menyediakan jasa
percetakan dengan special-effect yang lebih kompleks.
DI tahun 1988, R. R. Donnellly & Sons Co melakukan pendekatan kepada Andrew
Cha mengenai potensi akuisisi Colorscope oleh Donnelley. Donnelley, perusahaan percetakan
terbesar di dunia dengan nilai penjualan $ 4,3 miliar pada saat itu, memiliki ketertarikan untuk
mengakuisisi Colorscope dengan nilai akuisisi sekitar $ 10 juta. Namun proses akuisisi
tersebut tidak berhasil dikarenakan Andrew Cha mengalami keberatan terhadap klausulklausul dan kewajiban yang tertuang dalam kontrak akuisisi tersebut sehingga Andrew Cha
memutuskan untuk membatalkan kontrak tersebut.
Setelah mengambil keputusan tersebut, ternyata terdapat perubahan trend yang cukup
signifikan di bidang seni grafis dimana terdapat tekanan harga dari para pesaing yang
menggunakan hardware yang lebih murah namun memiliki kemampuan tata letak dan koreksi
warna yang lebih baik. Sehingga perusahaan perusahaan dengan skala yang lebih kecil mulai
mampu untuk mengambil pangsa pasar Colorscope. Dampak dari trend tersebut membuat
Colorscope terpaksa menurunkan harga jual mereka untuk mengikuti tuntutan pasar.
Trend Harga Jasa Desain Grafis per Halaman
1200
1000
800
600

Colorscope

400

Service Bureau

200
0
1991

1992

1993

1994

1995

Dengan adanya trend tersebut, Colorscope harus memikirkan ulang strateginya untuk
menghadapi pasar secara menyeluruh dengan mengevaluasi strategi penetapan harga, proses
operasional produksi, dan segmentasi pasar agar tetap mampu bersaing dalam industri ini.
B. IDENTIFIKASI MASALAH
Menghadapi perayaan 20 tahun berjalannya usaha Colorscope Inc, Andrew Cha mulai
memikirkan inovasi selanjutnya terkait kegiatan usaha Colorscope. Inovasi yang dibutuhkan
oleh Colorscope Inc adalah sebagai berikut :
1. Bagaimanakah cara Colorscope untuk mengembangkan dan meningkatkan
kegiatan usahanya ?
2. Sistem akuntansi dan sistem pengendalian yang bagaimana yang harus
diterapkan Colorscope Inc ?
Akuntansi Manajemen Lanjutan Muhammad Anugrah Perdana - 1506814766
Page 3

3. Apakah dengan cara mengubah strategi harga akan meningkatkan kegiatan


usaha Colorscope ?
C. ANALISA
Kegiatan usaha utama Colorscope Inc adalah di bidang penyediaan jasa desain grafis.
Proses pengerjaan suatu order di Colorscope dimulai pada saat suatu pelanggan melakukan
order suatu proyek. Customer Service representatives lalu berkomunikasi dengan pelanggan
via telpon untuk mencatat detil order secara spesifik. Setiap order di handle masing masing
representatives yang berdasarkan kompetensinya membuat persiapan masing masing order.
Template masing masing order dibuat dari proses potong dan tempel kata, grafis, dan foto.
Selanjutnya template tersebut dipindai dan dilakukan proses digitasi menjadi suatu file
komputer.

Tahap berikutnya adalah proses penyusunan menggunakan komputer. Komputer


komputer tersebut terkoneksi dengan mesin pemindai, alat pencetak, dan server berkaspasitas
besar. Operator lalu bekerja dengan mengkomposisi gambar yang sudah dipindai dengan teks
yang diinput kedalam gambar tersebut serta mengubah komposisi warna sesuai dengan
keinginan konsumen. Setelah selesai disusun order tersebut selesai menjadi lembaran besar
film yang siap untuk dicetak. Order tersebut lalu diserahkan kepada bagian Quality Control
(QC) untuk dilaksanakan pengecekan antara hasil order dengan spesifikasi yang diminta
pelanggan. Bagian Quality Control memiliki kewenangan untuk mengubah hasil order
tersebut sampai sesuai dengan spesifikasi yang diminta konsumen. Saat order tersebut
berhasil sesuai dengan standar, order tersebut dikirimkan kepada mesin pencetak milik
pelanggan melalui disket atau film.

Akuntansi Manajemen Lanjutan Muhammad Anugrah Perdana - 1506814766


Page 4

Para pekerja di Colorscope Inc memiliki pelatihan yang memadai dan mampu bekerja
disemua lini proses produksi produk Colorscope Inc. Prosedur produksi dan alur pekerjaan di
Colorscope terstandarisasi namun tidak dilakukan pencatatan atas setiap jenis pekerjaanya.
Colorscope hanya bergantung kepada keahlian para pegawainya dan supervisi yang berkala
dari Andy Cha dalam kegiatan operasionalnya.
Dalam perspektif biaya, kegiatan produksi setiap order yang dikerjakan oleh
Colorscope terdiri dari 2 jenis biaya yaitu biaya langsung dan biaya tidak langsung. Biaya
langsung Colorscope berasal dari direct material yaitu bahan baku langsung yang digunakan
dalam proses pengerjaan order. Biaya tidak langsung Colorscope berasal dari 4 sumber biaya
yaitu biaya gaji, biaya depresiasi, biaya sewa, dan biaya lain lain. Biaya tidak langsung
tersebut dialokasikan ke dalam jenis proses dalam pengerjaan suatu order yang dikerjakan
oleh Colorscope. Proses tersebut terdiri dari 5 jenis proses yaitu, Job Preparation, Scanning,
Assembly, Output, dan Quality Control. Masing masing jenis proses tersebut dihitung dengan
satuan ukuran jam kerja yang digunakan dalam proses tersebut.

Grafis dikutip dari (http://ocw.mit.edu/courses/sloan-school-of-management/15-963-management-accounting-and-controlspring-2007/lecture-notes/lec7.pdf.)

Selama bulan Juni 1996, Colorscope menerima 26 order pengerjaan yang berjumlah
total 545 halaman dengan total pendapatan sebesar $315.200. Order tersebut berasal 11
pelanggan yang berbeda dengan jenis order yang spesisifik dalam setiap ordernya. Masing
masing order dengan nilai pengerjaanya terlampir dalam tabel berikut.
TABEL JOB ORDER COLORSCOPE INC BULAN JUNI 1996

Akuntansi Manajemen Lanjutan Muhammad Anugrah Perdana - 1506814766


Page 5

Seluruh order pada bulan Juni 1996 tersebut menggunakan jam kerja yang masing
masing dihitung dari setiap proses dalam pengerjaan ordernya. Penggunaan jam kerja selama
bulan Juni 1996 terlampir dalam tabel berikut.
TABEL PENGGUNAAN JAM KERJA COLORSCOPE INC JUNI 1996
Akuntansi Manajemen Lanjutan Muhammad Anugrah Perdana - 1506814766
Page 6

Selama bulan Juni 1996, biaya biaya yang dikeluarkan terkait proses pengerjaan order
di Colorscope adalah sebagai berikut :
Biaya Langsung :
Akuntansi Manajemen Lanjutan Muhammad Anugrah Perdana - 1506814766
Page 7

Biaya Tidak Langsung :

Berdasarkan data dari tabel pendapatan dan tabel biaya langsung dan tidak langsung
Colorscope Inc, dapat dihitung total laba kotor Colorscope Inc di bulan Juni 1996 adalah
sebesar $15.200.
Akuntansi Manajemen Lanjutan Muhammad Anugrah Perdana - 1506814766
Page 8

D. REKOMENDASI
Berdasarkan hasil analisa tersebut, tidak optimalnya kegiatan bisnis Colorscope Inc
dikarenakan oleh beberapa kelemahan dalam kegiatan operasional Colorscope Inc.
Kelemahan tersebut diantaranya :
1. Adanya kapasitas produksi yang belum digunakan oleh Colorscope Inc.
2. Adanya beberapa order yang biayanya jauh lebih besar dari nilai ordernya.
Untuk mengembangkan dan meningkatkan bisnisnya Colorscope harus
mengoptimalkan kapasitas produksinya. Karena pada bulan Juni 1996 terdapat total kapasitas
menganggur sebesar 249 jam. Hal tersebut menunjukkan masih terdapat kapasitas jam kerja
yang dapat digunakan Colorscope untuk mengerjakan order order lainnya.

Selain jam kerja, Colorscope juga memiliki kapasitas ruangan produksi yang belum
digunakan seluas 6.500 kaki. Sedangkan biaya sewa yang dibayarkan oleh Colorscope Inc
pada bulan tersebut adalah untuk seluruh total luas 15.000 kaki termasuk ruangan produksi
yang tidak digunakan tersebut.

Melihat data tersebut, Colorscope harus melakukan kebijakan efisiensi terkait


kapasitas jam kerja produksi dan kapasitas ruangan produksi yang tidak digunakan tersebut.
Colorscope Inc sebaiknya menyewa bangunan untuk produksi yang lebih kecil yang sesuai
dengan kebutuhan produksi Colorscope Inc sehingga biaya yang dikeluarkan untuk menyewa
bangunan produksi lebih efisien.
Selain terdapatnya kapasitas menganggur, Colorscope juga harus meminimalisasi
pengerjaan ulang order yang disebabkan oleh kesalahan internal. Di bulan Juni 1996 terdapat
4 order yang dilakukan pengerjaan ulang. Pengerjaan ulang tersebut menyebabkan biaya
tambahan sejumlah $ 3.500 untuk biaya bahan baku.
Akuntansi Manajemen Lanjutan Muhammad Anugrah Perdana - 1506814766
Page 9

Pengerjaan ulang tersebut dan menggunakan tambahan jam kerja sebesar total 74 jam.

Untuk meminimalisasi hal tersebut, Colorscope harus menetapkan standar pengerjaan


yang baku dan terstruktur untuk seluruh pengerjaan order baik penggunaan bahan baku
hingga penggunaan jam kerja. Sehingga masing masing pengerjaan order tidak lagi
tergantung kepada keahlian masing masing karyawan produksi dan supervisi dari Andy Cha.
Pengembangan dan peningkatan bisnis Colorscope Inc lainnya adalah terkait sistem
akuntansi. Colorscope Inc sebaiknya menggunakan sistem Activity Based Costing (ABC)
dengan mengalokasi biaya biaya tidak langsung ke seluruh proses pengerjaan order yang
dikerjakan oleh Colorscope Inc. Proses alokasi tersebut dihitung dengan menggunakan
alokasi jam kerja dari masing masing proses tersebut.

Dalam periode Juni 1996, dengan menggunakan sistem ABC dapat dihitung bahwa
biaya overhead dari masing masing proses pengerjaan order di Colorscope Inc adalah sebagai
berikut : 1. Job Preparation sebesar $80/jam, 2. Scanning sebesar $96/jam, 3. Assembly
Akuntansi Manajemen Lanjutan Muhammad Anugrah Perdana - 1506814766
Page 10

sebesar $71/jam 4. Output sebesar 164/jam, dan 5. Quality Control sebesar $85/jam. Sehingga
dapat dihitung masing masing total biaya dan keuntungan dari masing masing order sebagai
berikut :

Dari tabel tersebut dapat terlihat bahwa terdapat beberapa order yang penggunaan
biayanya jauh lebih besar dari pendapatan yang diterima dari order tersebut. Contohnya order
61001 yang total biayanya sebesar $13.695 yang apabila dibandingkan dengan pendapatan
dari order tersebut yang hanya sebesar $9.600 sehingga biayanya selebih besar $4.095 dari
nilai pendapatannya. Sehingga dengan dikerjakannya order tersebut Colorscope Inc malah
mengalami kerugian.

Akuntansi Manajemen Lanjutan Muhammad Anugrah Perdana - 1506814766


Page 11

Melihat kondisi tersebut, Colorscope Inc sebaiknya mengubah strategi penetapan


harga mereka. Colorscope pada saat menerima order dari pelanggan harus mampu
menganalisa biaya bahan baku dan jam kerja yang dibutuhkan dalam mengerjakan order
tersebut lalu menentukan berapa laba yang diinginkan atas order tersebut. Setelah
menganalisa order tersebut, Colorscope menentukan apakah order tersebut diterima apabila
harga yang dibayarkan pelanggan lebih besar daripada biaya yang dikeluarkan atas pengerjaan
order tersebut. Sehingga tidak lagi terdapat order order yang justru menghasilkan kerugian
kepada bisnis Colorscope tersebut.
Selain hal tersebut, Colorscope juga harus menetapkan biaya tambahan apabila
terdapat pelanggan yang meminta pengubahan spesifikasi order. Karena pada Juni 1996
terdapat 6 order yang dilakukan pengerjaan ulang atas permintaan pelanggan. Pengerjaan
ulang tersebut memunculkan biaya tambahan yang harus dikeluarkan oleh Colorscope.

Biaya tambahan tersebut sebesar total $8.300 untuk keenam order tersebut. Hal
tersebut merugikan perusahaan karena perusahaan mengeluarkan biaya untuk pengerjaan
ulang tersebut sedangkan pendapatan atas order tersebut tidak mengalami penambahan. Selain
itu pengerjaan ulang order order tersebut juga menggunakan tambahan jam kerja sebagai
berikut :

Sehingga sebaiknya Colorscope mengubah strategi harganya agar setiap order yang
dikerjakan menghasilkan keuntungan untuk Colorscope.
Akuntansi Manajemen Lanjutan Muhammad Anugrah Perdana - 1506814766
Page 12

DAFTAR PUSTAKA
Robert S. Kaplan and Robin Cooper (1999). The Design of Cost Management
nd
Systems;TextandCases,2 edition, Prentice-Hall.
http://ocw.mit.edu/courses/sloan-school-of-management/15-963-managementaccounting-and-control-spring-2007/lecture-notes/lec7.pdf.

Akuntansi Manajemen Lanjutan Muhammad Anugrah Perdana - 1506814766


Page 13